All posts by 03

Bitcoin is BETTER than gold: PART I

 

Selamat datang di Tutorial Bitcoin! Melanjutkan diskusi kita di artikel sebelumnya yang berjudul “Bitcoin VS Emas: Mana yang lebih baik?”, sekarang kita akan membahas alasan-alasan yang menyebabkan mengapa Bitcoin itu sebenarnya lebih baik dari emas.

Alat pembayaran ketika berbelanja online/offline

Apakah Anda bisa membeli tiket pesawat di bandara menggunakan sebongkah emas di tangan Anda? Apakah Anda bisa membeli tiket konser secara online menggunakan emas? Saya rasa tidak. Namun dengan Bitcoin, Anda bisa berbelanja dengan cara yang jauh lebih mudah bahkan bila dibandingkan dengan kartu kredit. Tidak percaya?

Dengan Bitcoin, Anda dapat berbelanja tanpa dikenakan fee apapun. Pengiriman menggunakan Bitcoin, sekali lagi, hanya dikenakan miner fee yang besarnya 0.0001 – 0.0005 BTC per transaksi (yang hanya bernilai sekitar tiga ribu rupiah). Hal ini tentunya sangat berbeda dengan pembayaran menggunakan kartu kredit yang dikenakan biaya sebesar 2,5-3% per transaksi.

Bitcoin tidak mengharuskan Anda memasukkan informasi pribadi apapun ketika berbelanja. Bahkan sebenarnya Anda tidak perlu memberikan informasi apapun ketika bertransaksi dengan Bitcoin, namun kebanyakan merchant meminta nama, nomor handphone dan e-mail Anda agar mereka bisa menghubungi Anda bila diperlukan. Pembayaran menggunakan Bitcoin hanya perlu smartphone dan koneksi internet saja. Scan QR Code merchant dan kirimkan Bitcoin Anda. Transaksi selesai dan dikonfirmasi secara otomatis oleh jaringan Blockchain.

Dengan Bitcoin, Anda dapat terhindar dari masalah perbedaan kurs negara tempat Anda berbelanja. Berhubung Bitcoin berlaku hampir di seluruh negara, Anda dapat mudahnya berbelanja di luar negeri tanpa perlu bingung mengubah Rupiah Anda menjadi mata uang negara tersebut. Hebatnya lagi, kadang harga Bitcoin di luar negeri berada lebih tinggi daripada Indonesia, sehingga Bitcoin Anda bernilai lebih besar ketika dibelanjakan di negara lain.

Ditambang secara otomatis

Bila selama ini emas ditambang menggunakan peralatan besi khusus dimana Anda harus menguras energi Anda untuk mendapatkan secuil emas, Bitcoin ditambang secara otomatis menggunakan komputer Anda. Anda tidak perlu turun ke lapangan, tidak perlu bermandi keringat, bahkan Anda tidak perlu melakukan apa-apa! Cukup nyalakan komputer Anda, jalankan program mining Bitcoin, dan biarkan komputer Anda menambang transaksi Bitcoin dengan sendirinya. Mudah bukan?

Bila Anda melakukannya pada tahun 2008 ketika Bitcoin baru pertama kali muncul, jawabannya ya, sangat mudah. Dengan komputer biasa saja, Anda dapat menambang hingga 100 Bitcoin per harinya. Namun seiring berjalannya waktu, orang yang menambang Bitcoin jumlahnya semakin banyak, sedangkan supply Bitcoin semakin menipis. Bitcoin telah diatur sedemikian rupa oleh sistem dimana hanya akan ada 21 juta Bitcoin yang bisa ditambang.

Tahun 2008 lalu, para miners bisa menambang 50 Bitcoin dari sistem setiap 10 menit sekali. 4 tahun kemudian, muncul Bitcoin Halving Day yang pertama dimana Bitcoin yang seharusnya dapat ditambang sebanyak 50 BTC per 10 menit, kini hanya bisa ditambang 25 BTC tiap 10 menit. Kasus ini akan terulang lagi pada 4 tahun berikutnya, yaitu tahun 2016, dimana jumlah Bitcoin yang dapat ditambang akan dikurangi setengahnya kembali menjadi 12,5 BTC per 10 menit. Jumlah Bitcoin yang tercetak akan semakin sedikit seiring berjalannya waktu, sampai pada akhirnya tidak tercetak sama sekali di tahun 2140.

Apakah proses halving ini akan berpengaruh pada harga Bitcoin? Kemungkinan besar, ya. Harga Bitcoin murni diatur oleh supply dan demand. Ketika tingkat permintaan tinggi, dan jumlah Bitcoin yang bisa ditambang perharinya semakin sedikit, apa yang akan terjadi? Harga Bitcoin akan meningkat secara signifikan. Namun semuanya kembali lagi ke supply dan demand. Bila saat harga Bitcoin sedang meningkat drastis berkat Bitcoin Halving Day, terdapat banyak orang yang berusaha mencari profit dari sana, bisa jadi mereka akan menjual bitcoinnya dalam jumlah besar dan mengakibatkan harganya turun.

Bitcoin dapat dipecah dan ditransaksikan dalam volume yang kecil

Emas tidak bisa Anda bagi menjadi bongkahan kecil tanpa mesin khusus, tapi Bitcoin dapat Anda pecah dalam transaksi dibawah 100 rupiah semudah membalik telapak tangan Anda. Anggap harga Bitcoin hari ini 7 juta rupiah per Bitcoin, dan Anda ingin membeli sebuah minuman seharga Rp 55.555. Bitcoin dapat membayar minuman itu dalam jumlah persis yang ditagihkan tanpa perlu repot dengan kembalian atau pembulatan harga.

Bitcoin dapat dipecah hingga 8 angka desimal, dengan satuan terkecil bernama Satoshi. 1 Satoshi bernilai sama dengan 0,00000001 BTC. Bila nanti suatu hari harga 1 Bitcoin mencapai 100 juta Rupiah, Anda tidak perlu bingung untuk membeli atau membelanjakan Bitcoin dalam jumlah kecil.

Bitcoin tidak mengalami inflasi dan tidak dipolitisasi

Karena tidak diatur oleh pemerintah, perusahaan, atau pihak manapun, Bitcoin anti-inflasi dan tidak dipolitisasi. Teknologi yang bergerak dibelakang Bitcoin berjalan di atas sistem yang peer-to-peer dan tidak ada campur tangan manusia didalamnya. Jadi secara singkat, Bitcoin tidak akan mengalami kasus human error dan server down. Suplai Bitcoin tidak akan bisa ditambah oleh pihak manapun tanpa persetujuan mayoritas pengguna Bitcoin, sehingga inflasi dapat dihindari.

Berhubung Bitcoin berjalan tanpa bantuan pihak ketiga, Bitcoin tidak bisa dipolitisasi atau dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk mengambil hak Anda. Mungkin Anda belum menyadari betapa besar risiko yang Anda hadapi ketika menyimpan harta benda Anda di pihak ketiga, tapi bayangkanlah seperti ini: Anda memiliki seorang teman bernama Anwar dan Anda yakin bahwa Anwar adalah seseorang yang dapat dipercaya melihat kalian berdua telah berteman sejak lama. Suatu hari, keluarga Anda yang berada di luar negeri sedang membutuhkan uang sebesar 50 juta dan mereka membutuhkan dananya sesegera mungkin. Anwar memiliki perusahaan yang kebetulan bisa membantu Anda mengirimkan uang antarnegara dalam waktu kurang dari 12 jam. Tanpa pikir panjang, Anda memberikan uang 50 juta ke Anwar lalu diam menunggu kabar dari keluarga Anda bahwa uang telah diterima. 12 jam kemudian, keluarga Anda menelpon dan menyatakan bahwa uang belum diterima. Anda menelepon Anwar untuk mendapatkan kepastian namun dia tidak bisa dihubungi. Anwar menghilang begitu saja, seakan ditelan bumi, bersamaan dengan uang 50 juta Anda.

Kasus diatas sangat sering terjadi, dan Anwar disini tidak harus seorang individual yang berniat buruk. Bisa saja dia adalah sebuah perusahaan yang tidak memiliki pilihan lain selain membawa kabur uang Anda karena sudah berada diambang kebangkrutan. Atau mungkin juga Anwar adalah suatu pihak berkedok perusahaan investasi yang memang sejak awal sudah berniat untuk menipu membernya dengan skema ponzi. Bukankah lebih aman bila Anda memiliki sebuah apel dan ingin diberikan ke teman Anda, apel itu langsung Anda berikan langsung kepadanya supaya tidak dimakan oleh Anwar?

Yang terjadi di Bitcoin persis seperti itu. Ketika Anda mengirimkan 1 BTC ke teman Anda, yang terjadi adalah Anda benar-benar mengirimkan 1 BTC tersebut ke teman Anda tanpa perantara. Lalu bagaimana bila teman Anda curang dan mengatakan bahwa ia belum menerima 1 BTC dari Anda walaupun Anda yakin betul bahwa Anda telah mengirimkannya? Tenang saja, ada ratusan juta komputer di dunia yang memverifikasi transaksi pengiriman uang Anda dan mereka akan membuktikan bahwa Bitcoin Anda benar-benar telah terkirim ke teman Anda. Transaksi ini tercatat di dalam sebuah buku besar yang transparan dan dapat dicek oleh siapapun termasuk Anda dan teman Anda.

Yang menarik dari sistem Bitcoin adalah teknologinya yang bersifat peer-to-peer dengan asas demokrasi yang sangat melekat erat di dalamnya. Bayangkanlah seperti ini: Anda merasa 21 juta Bitcoin itu terlalu sedikit untuk memenuhi permintaan para pengguna dan Anda ingin merubah sistemnya supaya akan ada 30 juta Bitcoin yang nantinya tercetak oleh sistem. Hal ini bisa dilakukan, namun Anda harus bisa meyakinkan setidaknya 51% dari seluruh pengguna Bitcoin di dunia (yang kini jumlahnya sudah mencapai puluhan juta orang) bahwa Bitcoin dengan suplai 30 juta BTC adalah langkah terbaik yang akan bermanfaat untuk semua pengguna. Bila mayoritas pengguna setuju, seperti ketika kita memungut suara dalam suatu diskusi, maka keputusan itu akan dijalankan dan suplai Bitcoin akan berjumlah 30 juta BTC sesuai keinginan Anda.

Transaksi Bitcoin bersifat terbuka, transparan, dan dapat dilacak

Semua transaksi Bitcoin sifatnya transparan dan dapat dicek oleh siapapun yang terhubung ke internet. Katakanlah Anda sudah memiliki dompet Bitcoin dan sempat melakukan transaksi beberapa kali, entah itu menerima Bitcoin atau mengirimkan Bitcoin ke teman/keluarga Anda. Bila transaksi pengiriman uang ini terjadi via transfer rekening bank, Anda harus pergi ke kantor cabang bank terdekat atau akses via online ke situs mereka untuk mendapatkan data mutasi keuangan Anda. Berhubung Bitcoin tidak diciptakan dan diatur oleh perusahaan atau lembaga perbankan apapun, seluruh transaksi Bitcoin dimunculkan secara live ke publik menggunakan teknologi blockchain ini.

Ada beberapa situs seperti blockchain.infoblockcypher.com atau blockr.io yang bisa memudahkan Anda mengecek status transaksi dan riwayat transaksi Anda. Tidak hanya transaksi milik Anda pribadi, Anda pun bisa melihat seluruh transaksi saya, atau bahkan transaksi Bill Gates dalam Bitcoin bila Anda tahu alamat yang ia gunakan. Cukup dengan memasukkan alamat Bitcoin (public address) Anda di kotak pencarian di blockchain.info, Anda dapat melihat seluruh transaksi Bitcoin yang pernah Anda lakukan—kapan Anda melakukannya, jumlah Bitcoin yang ditransaksikan, kepada siapa Anda mengirimkan Bitcoin dan darimana Anda menerima uang tersebut.

Teknologi Blockchain yang menjalankan Bitcoin merupakan sebuah buku besar yang berjalan otomatis, menggunakan kata sandi yang terenkripsi, dan menawarkan transparansi namun juga privasi kepada pengguna. Mengapa? Coba lihat gambar dibawah ini.

Apakah Anda melihat ada nama lengkap pengguna yang tertera disana? Semua transaksi yang pernah dilakukan sekaligus saldo Bitcoin yang ia miliki bisa kita lihat, namun kita tidak tahu siapa pemilik alamat Bitcoin tersebut bila si pemilik tidak memberitahukannya. Setiap pengguna Bitcoin sebenarnya bisa memilih apakah namanya ingin dimunculkan atau tidak, namun meskipun si pengguna ingin merahasiakan identitasnya, semua transaksinya tetap tercatat dan dapat dipantau oleh publik. Anda bisa melakukan transaksi tanpa memberikan identitas sama sekali demi menjaga privasi Anda dalam melakukan transaksi selama tidak ada pihak yang berusaha melakukan penyelidikan intensif terhadap transaksi Anda, karena transaksi pseudomin masih memungkinkan untuk dilacak apabila digunakan untuk kejahatan.

Inilah alasannya mengapa Bitcoin bisa menjadi salah satu metode terburuk untuk money laundering. Bila Anda menggunakan uang cash atau permata, Anda tidak mungkin bisa dilacak kecuali dimasukkan chip di dalamnya. Anda mungkin berpikir bahwa menggunakan Bitcoin sama saja berhubung alamat Bitcoin tidak bisa selalu diketahui pemiliknya. Namun bila pihak kepolisian berhasil menemukan satu alamat saja, semua tindakan kriminal Anda akan terkuak dengan mudahnya.

Lembaga kepolisian Amerika Serikat, FBI, bahkan sedang berkolaborasi dengan The Blockchain Alliance, sekumpulan komunitas yang terdiri dari perusahaan-perusahaan dan institusi yang bergerak di dunia Blockchain dan cryptocurrency, untuk bersama-sama menggunakan Blockchain dalam melawan aksi kejahatan di dunia maya. Transparansi yang disediakan oleh teknologi Blockchain pun tidak hanya merambah di sektor finansial, namun juga ke area pendidikan, kesehatan dan sosial. Contoh nyatanya, perusahaan raksasa Sony kini mulai menggunakan Blockchain untuk menerbitkan sertifikat pendidikan dalam bentuk digital demi menghindari risiko tersebarnya ijazah palsu.

Masih ada lagi lho alasan mengapa Bitcoin itu lebih baik dari emas! Terus pantau blog kami untuk mendapatkan tutorial selanjutnya ya. See you soon, Bitcoiners!

 

 

 

 

 

Written by Suasti Atmastuti Astaman

Business Development Manager of Indodax.com

 

PERHATIAN: Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.





Sumber : blog.indodax.com

Kini Anda bisa Memperjualbelikan ZCoin dengan Rupiah di Indodax.com!

 

Halo, Bitcoiners!

Esok hari, tanggal 15 September 2017, Anda bisa melakukan jual-beli Zcoin dengan Rupiah di Indodax.com. Platform XZC – IDR akan diluncurkan tepat pada pukul 15.00 WIB. Hari ini, tepatnya pada pukul 15.00 WIB nanti, Anda sudah bisa melakukan deposit Zcoin atau XZC ke Indodax.com untuk persiapan trading Anda!

Market XZC – IDR hadir dengan metode Spot Market untuk memenuhi keinginan Anda yang ingin berdagang Zcoin di bursa kami. Fee untuk memperjualbelikan Zcoin dengan Rupiah sama seperti Bitcoin, yaitu 0.3% untuk market taker, dan 0% untuk market maker.

Secara total, kini ada 13 cryptocurrency yang bisa Anda perjualbelikan di Indodax.com, yaitu: Bitcoin, Bitcoin Cash, Ethereum, Ethereum Classic, Zcoin, Litecoin, Dogecoin, Bitshares, Stellar Lumens, Ripple, NXT, XEM, dan Dash.

Ayo trading Zcoin sekarang juga! Segera login ke www.indodax.com dan nikmati kemudahan trading cryptocurrency di bursa kami!

Salam profit,
PT. Indodax Nasional Indonesia


 

Hello, Bitcoiners!

Tomorrow, September 15th 2017, you can start buying and selling Zcoin with Rupiah at Indodax.com. The XZC – IDR platform will be launched promptly at 15.00 WIB. Today, precisely at 15:00 pm, you can start making deposit of Zcoin (XZC) to Indodax.com for your trading preparation!

XZC – IDR Market comes with Spot Market method to satisfy your needs in trading Zcoin in our exchange. Fee to trade Zcoin with Rupiah is similar to Bitcoin, which is 0.3% for market taker, and 0% for market maker.

In total, there are now 13 cryptocurrencies available for trading in Indodax.com, including: Bitcoin, Bitcoin Cash, Ethereum, Ethereum Classic, Zcoin, Litecoin, Dogecoin, Bitshares, Stellar Lumens, Ripple, NXT, XEM, and Dash.

What are you waiting for? Log in to www.indodax.com and enjoy how easy it is to trade cryptocurrency in our exchange!

 

Thank you in advance for your cooperation,

Indodax.com





Sumber : blog.indodax.com

Blockchain Membantu Memelihara Keamanan Peralatan Medis dan Privasi Pasien

Menurut pihak pengawasan keamanan tertinggi di Partners Healthcare, teknologi Blockchain dapat membantu menjaga keamanan peralatan medis dan meningkatkan privasi pasien apabila diimplementasikan dengan cara yang tepat. Teknologi buku besar yang bersifat desentralisasi dan terenkripsi ini bisa memiliki kekayaan aplikasi di bidang perawatan kesehatan, termasuk perampingan resolusi klaim asuransi, pengelolaan perangkat medis dalam dunia maya, dan memberikan pengaturan privasi untuk data medis pribadi.

Mitra kesehatan tertarik untuk memberikan pasien kemampuan dalam mengelola pengaturan privasi yang berbeda pada catatan medis mereka. Teknologi Blockchain akan mampu mengendalikan siapa yang dapat memperoleh akses informasi tertentu, misalnya jika ada seorang karyawan yang sedang dirawat karena gangguan psikologis, informasi karyawan tersebut terjaga privasinya dan dilarang untuk bisa diakses oleh para pemberi pekerjaan, tetapi bisa diakses untuk kebutuhan asuransi pasien.

Teknologi ini bisa digunakan untuk mempercepat penyelesaian klaim asuransi melalui catatan pasien yang diposting ke Blokchain secara rahasia, mengurangi kebutuhan transmisi data dan membangun infrastruktur proses pengiriman data serta menghemat biaya. Dalam hal pengamanan peralatan medis, setiap perangkat medis dapat diberikan kode identifikasi tertentu. Informasi terkait perangkat medis tersebut di simpan dalam  teknologi buku besar Blockchain yang bisa diakses oleh sistem lainnya untuk mengotomatisasi manajemen pemeliharaan.

 

 

 

Sumber:

http://www.networkworld.com/article/3184614/security/blockchain-can-help-secure-medical-devices-improve-patient-privacy.html

 

Written by Sintha Rosse

Writer and Journalist from Indodax.com

 

PERHATIAN: Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.

 





Sumber : blog.indodax.com

Ikuti acara Seminar “Bitcoin Technology” di Universitas Padjajaran, Bandung!

 

Halo, Bitcoiners!

Indodax.com kembali hadir di Bandung! Kali ini kami akan turut mengisi acara Seminar Nasional yang bertemakan “Empowering Entrepreneurs Everywhere in the Era of IoT” di Universitas Padjajaran. Kegiatan Seminar Nasional ini diadakan sebagai sarana pembelajaran umum untuk masyarakat, memberi motivasi untuk berkarya, dan mempelajari perkembangan di bidang Teknologi dan Informasi, khususnya di dunia Internet of Things.

Ada beberapa seminar dan pembicara yang tergabung dalam acara ini:

  • Judul Seminar: Seminar Nasional Informatika 2017 “Empowering Entrepreneurs Everywhere in the Era of Iot”
  • Daftar Pembicara:
    Bernaridho Imanuel Hutabarat (Figure IT Indonesia, Founder Nusa Programming Language and VopTOq programming theory)
    Solikin, S.Si, M.T. (Chairman of STMIK Bina Insani, APTIKOM Executive Director)
    Andri Yadi (Founder & CEO of DyCode and DycodeX)
    Adi Permana (Konsultan Indodax.com)*
  • Tanggal Seminar: 21 September 2017
  • Pukul: 08.00 – 16.15 WIB
  • Jadwal Seminar “Bitcoin dan Teknologi Blockchain” oleh Indodax.com: 10.40 -11.15 WIB
  • Lokasi Seminar: Graha Sanusi Universitas Padjajaran, Kampus Dipati Ukur, Jalan Dipati Ukur No.35 Bandung, Jawa Barat
  • Seminar terbuka untuk umum dengan biaya Rp 90,000,- 
  • Contact person dan reservasi: Irfan (08973518006) / [email protected] atau Reynaldi (08563858098)

Sampai ketemu di Bandung, Bitcoiners!

 

Notes:
Dikarenakan alasan tertentu, Bapak Oscar Darmawan tidak bisa menjadi pembicara dalam acara seminar ini. Beliau akan digantikan oleh Bapak Adi Permana, konsultan dari Indodax.com.





Sumber : blog.indodax.com

Bitcoin is BETTER than gold: PART II

 

Selamat datang di Tutorial Bitcoin! Melanjutkan diskusi kita di artikel sebelumnya yang berjudul “Bitcoin VS Emas: Mana yang lebih baik?“, sekarang kita akan membahas alasan-alasan yang menyebabkan mengapa Bitcoin itu sebenarnya lebih baik dari emas. Bagian pertama sudah dibahas di post kami sebelumnya, kalau Anda melewatkannya, klik disini ya.

Dapat disimpan dan dibawa dalam Smartphone, PC, atau cloud

Ketika kita membeli emas, tentu kita harus memikirkan dimana tempat aman untuk menyimpannya. Bila di brankas, Anda akan kesulitan membawanya. Bila dibawa di dalam tas, potensi barang tersebut untuk hilang menjadi sangat besar. Sekalinya emas itu hilang, Anda harus merelakan ratusan atau jutaan Rupiah karena tidak ada program back-up untuk mendapatkannya kembali.

Bitcoin tidaklah seperti itu.

Tidak perlu repot membeli brankas besi, Bitcoin dapat Anda simpan di dalam smartphone yang Anda gunakan saat ini. Anda hanya perlu masuk ke Google Play Store (android) atau App Store (iOS) dan ketik ‘Bitcoin Wallet’ di dalam kotak pencarian. Disana Anda akan menemukan berbagai dompet Bitcoin yang dapat Anda instal di smartphone Anda, seperti: Blockchain, Airbitz, Copay, Xapo, dll. Instal dompetnya, buka aplikasinya dan ikuti petunjuknya. Mungkin Anda akan diminta mengisi e-mail dan kata sandi untuk membuat dompet. Gunakan e-mail dan kata sandi yang belum pernah digunakan di sosial media lainnya untuk keamanan Anda, dan jangan pernah gunakan identitas seperti nama atau tanggal lahir sebagai kata sandi Anda.

Apa yang terjadi bila smartphone Anda hilang? Saya turut prihatin bila hal ini terjadi pada iPhone 7 Anda, namun saya bisa jamin Bitcoin Anda tidak akan hilang selama Anda memback-upnya dengan baik. Metode back up dompet Bitcoin ada berbagai macam bentuknya, mulai dari paper wallet, e-mail yang terenkripsi, hingga penyimpanan via desktop yang tidak terhubung dengan Internet. Katakanlah Anda telah mem-back up dompet Anda menggunakan paper wallet dan kini dompet Bitcoin Anda yang tersimpan di smartphone hilang bersamaan dengan iPhone 6 Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mendownload ulang aplikasi tersebut di smartphone/tab Anda yang lain, dan scan QR Code private key yang tertulis di paper wallet Anda. Bila tidak ada perangkat lain yang bisa Anda gunakan, coba gunakan bantuan Google untuk membuat dompet Bitcoin baru secara online. Ketika dompet Anda sudah terbuat, cukup masukkan kode private key Anda dan semua Bitcoin yang Anda punya akan secara otomatis berpindah ke dompet yang baru.

Bitcoin, dibandingkan emas, tentunya menjadi lebih mudah dan aman untuk dibawa kemanapun yang Anda mau. Tidak seperti emas yang harus dijual terlebih dahulu ke mata uang lokal bila ingin digunakan untuk berbelanja, Bitcoin dapat digunakan langsung sebagai alat pembayaran di ratusan ribu merchant yang terima Bitcoin di dunia, termasuk Rakuten, Overstock dan Expedia.

Dapat dipindahkan kemana saja dan darimanapun dalam hitungan detik

Emas adalah sarana penyimpanan kekayaan yang bagus namun salah satu kelemahan terbesarnya adalah: emas tidak dapat dipindahkan dengan mudah.

Bayangkan kasus seperti ini: saat ini Anda sedang bekerja di London dan atas alasan tertentu, Anda menyimpan kekayaan Anda dalam bentuk emas. Adik Anda yang sedang berada di Indonesia mengalami kecelakaan parah yang membutuhkan biaya operasi ratusan juta Rupiah. Saat itu hari sabtu dan di London sudah jam 2 dini hari. Uang Anda masih dalam bentuk emas dan Anda tidak bisa menukarkannya ke Poundsterling untuk dikirimkan ke keluarga Anda di Indonesia. Bila Anda kirimkan dalam bentuk emas, akan butuh waktu berhari-hari untuk sampai di Nusantara. Biaya yang dikeluarkan pun akan berkali-kali lipat lebih besar sebagai jaminan agar emas Anda sampai dengan aman di tangan penerima. Apakah ini solusi terbaik yang bisa Anda lakukan?

Saya yakin Anda saat ini setidaknya memiliki satu akun sosial media yang Anda gunakan untuk mengirim pesan ke keluarga atau sahabat Anda, entah itu via Facebook, WhatsApp, Line atau Twitter. Rasanya tidak perlu saya bahas lagi disini bagaimana mudahnya kita bisa mengirimkan pesan dari Indonesia ke teman kita yang sedang berwisata di Australia melalui salah satu sosial media tersebut. Pesan darinya juga akan kita terima secara instan, tidak peduli kapan dan darimana dia mengirimkannya (mungkin dia sedang chatting dengan Anda pada jam 2 pagi dari kamar mandi? who knows).

Yang pasti, dengan situs-situs dan aplikasi sosial media ini, pengiriman pesan, gambar, video maupun data, semua bisa terjadi dengan mudah. Lebih hebatnya lagi, semuanya gratis! Bayangkan bila Anda harus berkomunikasi dengan teman Anda di London menggunakan secarik kertas dan pena? Apakah Anda bisa langsung terima balasan pesannya? Apakah Anda bisa mengirimkan suratnya jam 2 pagi? Apakah Anda bisa mengirimkan pesannya dari kamar Anda?

Lalu, apa hubungannya dengan Bitcoin? Bitcoin sama persis dengan topik yang sebelumnya saya bicarakan, namun kata ‘pesan’ disini kita ubah menjadi ‘Bitcoin’ (atau dalam kata lain: uang), dan aplikasi “sosial media” kita ubah menjadi “dompet Bitcoin”. Tidak seperti emas, Bitcoin bisa dikirimkan kemana saja dalam hitungan detik, kapanpun dan darimanapun yang Anda mau. Ya, sama persis seperti ketika Anda chatting via WhatsApp! Pengiriman uang dengan Bitcoin bisa terjadi hanya dengan modal sebuah smartphone dan koneksi internet. Biaya pengiriman pun bisa dihilangkan sampai gratis, namun untuk mempercepat transaksi, biasanya dompet Bitcoin Anda akan memotong biaya sekitar 500 – 3,000 rupiah, tidak peduli berapa jumlah uang yang dikirimkan.

Tak perlu bayar untuk keamanan ekstra

Seperti yang sempat kita singgung sebelumnya, emas sulit untuk dipindahkan karena tingkat keamanannya perlu dijamin dengan pasti. Anda tidak mungkin mengirimkan 100 gram emas dalam sebuah amplop bukan? Bayangkan bila Anda memiliki 50 kg bongkahan emas 24 karat yang ingin Anda pindahkan dari Swiss ke Indonesia. Mungkin Anda perlu menyewa beberapa bodyguard pribadi untuk itu.

Bitcoin sangat, sangat, sangat mudah untuk diamankan dan biayanya gratis. Ketika Anda membuat sebuah dompet Bitcoin, Anda akan secara otomatis memiliki sebuah public key dan private key. Public key adalah sebuah rentetan huruf dan angka yang dapat Anda bayangkan sebagai sebuah nomor rekening bank. Contoh public key: 1FP1toj2osvcV2EWjEf7SwyPCRuwTr2dTL

Nomor ini dapat Anda berikan ke siapapun dalam bentuk tulisan maupun QR Code untuk menerima Bitcoin. Bahkan ada kasus dimana seorang mahasiswa memperoleh sekitar 300 juta Rupiah dalam bentuk Bitcoin berkat poster berisi public key miliknya yang ia bawa ke acara kampus tersorot oleh ESPN. Fotonya tersebar ke seluruh dunia melalui siaran tv tersebut dan dalam waktu singkat, dia berhasil memperoleh begitu banyak donasi dari komunitas. Hal ini bisa terjadi karena ketika mengirimkan Bitcoin, pengirim hanya perlu meng-scan QR Code public key penerima saja.

Sebuah public key akan terhubung dengan satu private key. Private key adalah rentetan huruf dan angka yang sangat perlu Anda rahasiakan. Anggaplah private key sebagai pin ATM Anda. Contoh private key: 5HpHagT65TZzG1pH3CSu63k8DbpvD8s5ip4nEB3kEsrfuuNUQgn

Hal terburuk yang bisa terjadi bila public key atau nomor rekening bank Anda diketahui oleh publik adalah Anda bisa tiba-tiba menerima uang entah darimana. Namun bila seseorang memiliki private key Anda, atau pin kartu ATM Anda, maka ia akan bisa memindahkan uang Anda kemanapun, termasuk ke rekening dia sendiri.

Aman atau tidaknya dompet Anda tergantung pada Anda sendiri. Pelajarilah bagaimana cara mengamankan dompet Anda sejak dini karena berbeda dengan akun Facebook yang hanya berisi informasi pribadi, dompet Bitcoin Anda bisa bernilai ratusan ribu sampai milyaran Rupiah. Sangat disayangkan bila diambil alih oleh orang lain, bukan?

Apakah Anda sudah semakin paham dengan Bitcoin? Terus pantau blog kami untuk mendapatkan pengetahuan dan informasi terbaru terkait dunia Bitcoin dan Blockchain!

 

 

Written by Suasti Atmastuti Astaman

Business Development Manager of Indodax.com

 

PERHATIAN: Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.





Sumber : blog.indodax.com

Launching Penerapan Blokchain dalam Sistem Perbankan di Ukraina yang Kedua

 

Perusahaan Fintech Attic Lab telah bermitra dengan bank di Ukraina untuk mengintegrasikan SmartMoney, yaitu sistem perbankan berbasis Blockchain. Bank tersebut adalah Bank Alyans sebagai bank kedua yang menerapkan teknologi Blokchcain dalam sistem perbankan negara tersebut. Dimana pada tahun 2016 bank yang pertama kali melakukan hal yang sama adalah Alparibank.

SmartMoney memungkinkan transaksi P2P antara mobile wallet dan smart contract. Dalam perkembangannya kedua perusahaan tersebut juga merencanakan peraturan berkonsep sandbox dan hadiah untuk aplikasi terbaik berdasarkan kripto-hryvnia elektronik.

Selain sepak terjang tersebut, pada bulan Desember yang lalu bursa efek Ukraina juga sempat mengumumkan akan menawarkan perdagangan berjangka Bitcoin dengan bunga yang cukup tinggi dari para investor. Dengan demikian Ukraina menjadi pasar pertama di dunia yang menawarkan opsi perdagangan Bitcoin dengan skema tersebut.

 

Sumber:

https://cointelegraph.com/news/second-ukraine-bank-launches-blockchain-partnership

 

Written by Sintha Rosse

Writer and Journalist from Indodax.com

 

PERHATIAN: Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.





Sumber : blog.indodax.com

Wow! Bitcoin Baru Saja Dipakai Buat Beli Rumah Mewah Di Negara Ini

DuniaFintech.com – Punya banyak Bitcoin dewasa ini semakin bermanfaat dan menguntungkan. Pasalnya, kabar baik datang dari Austin, Texas. Di negara itu diketahui baru saja ada seseorang yang bisa membeli rumah menggunakan Bitcoin untuk pembayarannya.

Kejadian unik ini diklaim sebagai yang pertama di negara itu dalam dunia property untuk pengunaan cryptocurrency.  Di mana menggambarkan potensi kripto dalam mengubah tradisi transaksi keuangan dilakukan.

Adalah perusahaan broker real estate yang berbasis di Texas, Kuper Sotheby’s International Realty yang telah melakukan penjualan rumah tersebut dengan menggunakan Bitcoin.

Bitcoin, cryptocurrency yang paling populer di dunia ini telah siap untuk menjadi mata uang yang sah yang bisa digunakan untuk membeli kopi Starbucks, permainan Xbox, dan sekarang dipakai untuk membeli rumah adat yang baru dibangun dengan area hiburan yang besar, sebuah suite utama, dan dapur koki yang mewah .

Harga rumah belum diungkapkan, namun yang lebih penting dari itu adalah kemudahan dari keseluruhan transaksi. Pembeli hanya mentransfer Bitcoin ke penjual, yang kemudian mengubahnya menjadi dolar A.S.

Dalam 33 tahun transaksi penutupan saya, saya benar-benar tidak dapat mengharapkan sesuatu yang begitu unik untuk berjalan begitu lancar,” kata Kuper Sotheby’s Sheryl Lowe, agen pembeli, dalam sebuah siaran pers. “Dalam hitungan 10 menit, Bitcoin diubah menjadi dolar A.S. dan kesepakatan telah selesai!”

Transaksi real estate ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa Bitcoin bukan “penipuan,” seperti yang mungkin diklaim beberapa orang. Fakta ini juga menjadi contoh lain dari meningkatnya penerimaan kripto, yang siap merevolusi berbagai industri di luar keuangan, mulai dari transportasi, hiburan, hingga politik.

Baca juga: www.duniafintech.com/prediksi-mata-uang-virtual-di-masa-depan

 

DuniaFintech





Sumber : blog.indodax.com

Sambut Nyepi, Kantor Cabang Indodax.com di Ubud Diliburkan

 

Halo, Bitcoiners!

Kami segenap manajemen dan karyawan Indodax.com mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1939 bagi seluruh keluarga besar Indodax.com yang merayakannya. Dalam keheningan sepi ini, semoga kita dapat menemukan jati diri kita untuk dapat melangkah lebih baik dalam perjalanan hidup kita ke depan.

Kantor cabang kami yang berada di Ubud akan kami liburkan pada tanggal 27 – 29 Maret 2017 dalam rangka menyambut hari suci ini. Bagi Anda yang tidak melaksanakan Catur Brata Penyepian, Anda bisa tetap trading di website kami karena Indodax.com akan tetap memproses semua transaksi deposit, penarikan dan jual-beli Bitcoin Anda seperti hari biasa*. Lakukan trading Bitcoin atau cryptocurrency lain sebanyak yang Anda mau hanya di Indodax.com!

*Deposit dan penarikan Rupiah diproses secara instan oleh tim Indodax.com, namun dana akan masuk ke akun Indodax atau rekening bank pribadi mengikuti jam kerja bank di Indonesia.





Sumber : blog.indodax.com

Eksplorasi Teknologi Blockchain untuk Melawan Penipuan Makanan

 

E-commerse raksasa di Cina, Alibaba, akan bekerja sama dengan perusahaan Australia Post dan perusahaan kesehatan, Blackmores, untuk memerangi munculnya makanan palsu yang dijual di seluruh Cina. Mitra dari perusahaan e-commerce tersebut mengatakan akan bekerja sama untuk meningkatkan penelusuran produk makanan demi mengurangi risiko penipuan dengan berinisiatif menggunakan teknologi Blockchain.

Teknologi Blockchain yang bersifat desentralisasi ini sangat membantu dalam basis data sehingga kita bisa mendapatkan rincian penting dari pemasok tentang di mana dan bagaimana makanan itu ada dan prosesnya di seluruh rantai pasokan. Teknologi ini memiliki potensi untuk memungkinkan up-to-date audit, dan meningkatkan transparansi antara produsen dan konsumen.

CEO StarTrack, Bob Black, mengatakan bahwa proyek ini akan membantu  menjamin bahwa produk Australia yang sampai ke tangan konsumen di Cina adalah produk yang asli. Australia mengklaim dirinya sebagai eksportir terpercaya makanan berkualitas tinggi.

“Produsen makanan kami memiliki reputasi global dalam menyediakan makanan yang bersih, hijau, dan aman. Kami senang membantu memberikan solusi untuk meningkatkan produksi makanan mereka,” ujar Black.

Penipuan makanan dikenal sebagai salah satu masalah terbesar yang dihadapi industri pangan global, mengingat risikonya terhadap kesehatan dan hilangnya kepercayaan konsumen dan pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir para pemalsu makanan telah menargetkan beberapa produk di Australia, seperti suplemen kesehatan, bir, anggur, madu, dan ceri.

 

 

 

Sumber:

http://www.telecomasia.net/content/alibaba-exploring-blockchain-counter-food-fraud

 

Written by Sintha Rosse

Writer and Journalist from Indodax.com

 

PERHATIAN: Perdagangan Bitcoin merupakan aktivitas berisiko tinggi. Harga Bitcoin fluktuatif, dimana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu. harap menggunakan pertimbangan ekstra dalam membuat keputusan untuk membeli atau menjual Bitcoin. Indodax.com tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Bitcoin, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Bitcoin merupakan keputusan independen oleh pengguna.

 





Sumber : blog.indodax.com

Peristiwa Hard Fork Bitcoin Core VS Bitcoin Unlimited: Apa itu?

 

Halo, Bitcoiners!

Bagi Anda pencinta Bitcoin dan Blockchain, pasti sudah tidak asing lagi mendengar kata ‘hard fork’ yang belakangan ini terus bermunculan di berita dan menjadi perdebatan hangat diantara penggunanya. Tapi seberapa jauh pemahaman Anda tentang peristiwa Hard Fork yang rentan terjadi di dunia Cryptocurrency? Mari kita baca penjelasannya dibawah ini.

Apakah penjelasan di atas membuat Anda bingung? Tenang, sesi tutorial kali ini tidak berhenti sampai disana.

Daripada memberi definisi yang sulit dipahami, mungkin sebaiknya kita mempelajari langsung melalui studi kasus Bitcoin. Apakah akhir-akhir ini Anda merasa transaksi Bitcoin lama sekali untuk mendapatkan 1 konfirmasi? Anda sudah memberikan miner fee standar yang tergolong tinggi, yaitu 0.0005 BTC dalam transaksi Anda. Seharusnya, transaksi Anda akan mendapatkan 1 konfirmasi dalam waktu 10-30 menit. Tapi kini 1 jam telah berlalu, dan transaksi Bitcoin Anda belum juga dikonfirmasi oleh jaringan Blockchain. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Anda pasti tahu betapa banyaknya transaksi Bitcoin yang terjadi akhir-akhir ini. Pada pertengahan 2009, hanya ada sekitar 100 transaksi Bitcoin yang diproses perharinya. Dari chart bisa Anda lihat betapa pesatnya kenaikan jumlah transaksi dari tahun ke tahun. Pada tanggal 2 Maret 2017, jumlah transaksi Bitcoin bahkan menyentuh angka 329,428 dalam 1 hari. Tapi apa masalahnya?

Masalahnya adalah 1 blok, yang munculnya setiap 10 menit sekali, hanya bisa menampung transaksi-transaksi Bitcoin hingga 1 MB, yang berarti hanya ada sekitar 3 transaksi yang bisa diproses tiap detiknya. Bila kita hitung, berarti dalam waktu 10 menit hingga blok berikutnya tercipta, ada 1,800 transaksi yang bisa diproses. Tapi perlu diingat belum tentu dalam satu blok benar-benar bisa memuat 1,800 transaksi. Terkadang satu blok memuat jumlah transaksi yang lebih sedikit karena kapasitas setiap data transaksi yang dimasukkan ke dalam blok lebih besar dari rata-rata. Jadi mungkin saja, satu blok hanya bisa memuat 1,500 transaksi, bukannya 1,800 transaksi.

Saat ini, setiap 10 menit ada sekitar 2,300 transaksi yang mengantri untuk diproses. Berhubung satu blok hanya bisa memuat 1,800 transaksi, berarti ada 500 transaksi yang masih mengantri untuk dimasukkan ke blok selanjutnya demi mendapatkan 1 konfirmasi. Ketika blok berikutnya muncul, jumlah transaksi yang mengantri sudah 3,000 transaksi dan blok baru tersebut hanya bisa menampung 1,800 transaksi. Berarti sekarang ada 1,200 transaksi yang mengantri dan begitu seterusnya. Transaksi yang akan diprioritaskan untuk masuk ke blok adalah transaksi yang miner feenya tinggi. Jadi bila transaksi Bitcoin Anda memiliki miner fee 0.0005 BTC, sedangkan 1,000 transaksi lain miner feenya mencapai 0.0009 BTC, maka Anda akan menunggu hingga berjam-jam sampai transaksi Anda terproses dan dimasukkan ke blok.

Grafik diatas menunjukkan rata-rata besarnya blok yang tercipta dari jaringan Bitcoin sejak pertama kali Bitcoin muncul hingga saat ini. Pada pertengahan tahun 2009, besar satu blok Bitcoin hanya mencapai 0.001 MB, namun tanggal 10 Maret 2017 kemarin, besar satu blok mencapai 0.992 MB–sudah hampir 1 MB! Seiring berjalannya waktu, transaksi Bitcoin akan semakin meningkat. Apa yang terjadi di masa depan bila saat ini saja kapasitas maksimal blok sudah hampir terpenuhi? Akan semakin banyak transaksi yang mengantri untuk dimasukkan ke blok, semakin banyak transaksi yang perlu dikonfirmasi, dan miner fee akan semakin mahal harganya. Bitcoin akan kehilangan sifat-sifat yang membuatnya jauh lebih baik daripada bank atau sistem finansial saat ini, yaitu: kecepatan transaksi dan murahnya biaya pengiriman uang.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Simple. You just have to upgrade it.

Sayangnya, proses ‘upgrade’ ini tidak semudah yang dibayangkan. Bitcoin, berhubung tidak dikontrol oleh suatu negara, pemerintah, atau pihak manapun, mengandalkan sistem konsensus untuk melakukan upgrade pada sistem. Bila besarnya blok Bitcoin hendak diubah dari 1 MB ke, katakanlah, 10 MB, maka setidaknya harus ada 51% dari para penambang seluruh dunia (yang menjalankan teknologi Bitcoin) yang setuju dengan perubahan tersebut. Meyakinkan 51% dari ratusan ribu penambang di dunia tentunya bukanlah sesuatu yang mudah. Bahkan bila 51% dari mereka setuju, belum berarti proses upgrade Bitcoin sudah berhasil tanpa masalah. Bila ada 51% penambang yang setuju, maka akan ada jaringan Bitcoin baru yang kapasitas tiap bloknya adalah 10 MB. Tapi 49% penambang yang lain juga bisa tetap menjalankan jaringan Bitcoin lama yang kapasitas tiap bloknya masih tetap 1 MB. Bila 49% penambang ini tidak setuju untuk melakukan upgrade ke jaringan Bitcoin yang baru, dan tetap memilih untuk menjalankan jaringan Bitcoin yang lama, maka akan ada dua jaringan Bitcoin yang berjalan di saat yang bersamaan. Inilah yang disebut Hard Fork, dimana jaringan Bitcoin menjadi bercabang, seperti ujung sebuah garpu.

Berarti, akan ada dua coin berbeda.

Ingat kasus Ethereum yang terpecah menjadi Ethereum dan Ethereum Classic? Ya, kasus ini juga bisa terjadi pada Bitcoin.

Saat ini ada dua kubu yang sedang berdebat untuk masalah Block Size Bitcoin ini, Bitcoin Core dan Bitcoin Unlimited. Bitcoin Core adalah jaringan Bitcoin yang kita gunakan saat ini, direpresentasikan dengan simbol BTC. Secara garis besar, Bitcoin Unlimited memiliki konsep yang sama namun kapasitas bloknya berbeda, bukan lagi 1 MB seperti yang ada di Bitcoin Core. Bitcoin Unlimited muncul dengan alasan untuk memperbaiki kekurangan di jaringan Bitcoin Core supaya transaksi Bitcoin bisa menjadi semakin cepat dikonfirmasi. Anggap saja di jaringan Bitcoin Unlimited, satu blok kapasitasnya mencapai 16 MB, berarti satu blok bisa memuat hingga 28,800 transaksi! Jauh lebih banyak daripada Bitcoin Core yang hanya bisa memproses maksimal 1,800 transaksi per 10 menit.

Tapi sayangnya, tidak semua orang menganggap Bitcoin Unlimited sebagai solusi terbaik. Banyak yang memperdebatkan sisi negatif dari Bitcoin Unlimited. Sebagai contoh, banyak yang menganggap bahwa untuk menciptakan kapasitas blok yang besar akan membutuhkan sumber daya computing yang besar juga, jadi hanya akan ada beberapa miner yang bisa melakukannya. Hal ini nantinya akan menimbulkan sentralisasi di jaringan Bitcoin. Selain itu, masih sempat beberapa kali ditemukan bug pada saat testing Bitcoin Unlimited yang tentunya membuat sejumlah pihak ragu untuk melakukan upgrade. Belum lagi bila kita berpikir risiko Bitcoin yang terpecah menjadi dua coin setelah Hard Fork terjadi. Tidak seperti dalam kasus forking biasa di mana waktu forking telah direncanakan sebelumnya, aktivasi jaringan Bitcoin Unlimited bisa terjadi sewaktu-waktu tanpa bisa diprediksi. Ada peluang dimana pemisahan kedua coin tidak berjalan seutuhnya.

Hingga saat ini perdebatan masih berjalan dan belum ada kepastian apakah Bitcoin akan mengalami Hard Fork atau tidak dalam waktu dekat, dan kemungkinan untuk Hard Fork pun sebenarnya masih terbilang kecil. Namun bila memang kasus Hard Fork terjadi, setidaknya kali ini Anda sudah paham apa yang dimaksud dengan peristiwa Hard Fork dan mengapa hal ini diperlukan.

Sampai jumpa di tutorial selanjutnya, Bitcoiners!





Sumber : blog.indodax.com