Author: 09

  • Memahami Fitur USD Yield

    Apa itu Investasi

    Investasi adalah kegiatan menempatkan dana di sebuah “benda” yang disebut dengan aset dengan harapan bahwa nilainya akan terus naik di masa depan. 

    Kegiatan investasi sendiri bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan nilai aset tersebut, atau biasa disebut capital gain. Namun, selain itu, pelakunya juga bisa mendapatkan keuntungan investasi dalam bentuk imbal hasil (yield atau return).

    Apa Pentingnya Investasi?

    1. Mencapai Tujuan Finansial

    Terdapat stigma umum di masyarakat bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berkantong tebal atau ahli dalam bidang finansial. Maklum, selama ini, investasi memang selalu dikaitkan sebagai aktivitas yang membutuhkan modal jumbo, waktu yang panjang, dan pengetahuan finansial yang mumpuni.

    Namun, anggapan tersebut terbilang keliru, Sobat Cuan. Pasalnya, setiap orang, terlepas dari status ekonominya, tentu memiliki tujuan finansialnya masing-masing. Misalnya, seseorang mungkin ingin menikmati pensiun muda sementara lainnya mungkin ingin mengumpulkan dana pendidikan sang buah hati. Nah, seluruh tujuan finansial itu tentu bisa terwujud jika mereka bisa mendulang cuan dari kegiatan investasi.

    Untungnya, kegiatan investasi saat ini bukanlah sesuatu yang hanya bisa dinikmati segelintir orang saja. Bahkan, setiap orang pun kini bisa berinvestasi di ragam kelas aset dengan praktis dengan modal yang sangat mini. Di aplikasi Pluang, misalnya, Sobat Cuan bisa berinvestasi di emas, aset kripto, reksa dana, dan saham AS mulai dari $1.00 dan tiga kali klik saja.

    2. Mempertahankan Kekuatan Daya Beli Uang

    Namun, selain membantu mewujudkan tujuan finansial, kegiatan investasi juga bisa membantu Sobat Cuan dalam mempertahankan kekuatan “daya beli” atas uang yang kamu miliki saat ini. Jika Sobat Cuan masih bingung mengenai pengertian hal tersebut, yuk simak ilustrasinya berikut!

    Kamu mungkin pernah mendengar kisah mengenai orang zaman dulu yang kerap menyimpan uang di bawah bantal atau celengan. Mereka sengaja menyisihkan uang-uang “menganggur” yang mereka miliki dengan harapan bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhannya di masa depan.

    Hanya saja, menyimpan uang di bawah bantal dan celengan tidak akan membuat nilai uang mereka bertambah. Malahan, kemampuan daya beli dari uang-uang tersebut justru menurun seiring waktu akibat sebuah “makhluk” bernama inflasi, yakni kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi dalam jangka waktu tertentu. 

    Namun, inflasi adalah hal yang tak terelakkan. Sehingga, dengan nilai uang yang sama, seseorang pasti akan memperoleh kuantitas barang dan jasa yang lebih sedikit di masa depan dibanding saat ini.

    Sebagai contoh, Sobat Cuan tentu pernah mendengar lagu anak-anak berjudul “Abang Tukang Bakso” yang sempat ngetop di dekade 1990an. Lagu tersebut memiliki sepenggal lirik yang menyiratkan bahwa sang penyanyi harus mengeluarkan uang Rp5.000 untuk menikmati satu mangkuk bakso.

    Namun, sekitar tiga dasawarsa kemudian, harga semangkuk bakso kenyataannya tidak lagi seharga Rp5.000. Di DKI Jakarta, misalnya, harga semangkuk bakso dari “abang-abang” rata-rata dihargai Rp15.000 per porsinya.

    Berkaca dari ilustrasi tersebut, seseorang yang memiliki uang Rp30.000 di dekade 1990an mungkin masih bisa puas melahap enam porsi bakso. Namun, uang tersebut rupanya hanya mampu membeli dua porsi bakso saja di saat ini. 

    Akibatnya, masyarakat tentu harus memutar otak agar daya belinya tidak tergerus dengan kehadiran inflasi. Nah, salah satu cara efektif dalam “mengalahkan” inflasi adalah dengan melakukan investasi.

    Sebagai gambaran sederhananya, anggap saja Sobat Cuan menemukan bahwa tingkat inflasi saat ini berada di level 3% per tahun. Berkaca dari fakta tersebut, kamu pun kemudian memutuskan berinvestasi di kelas aset yang memberikan imbal hasil 5% per tahunnya.

    Karena nilai imbal hasil tersebut terbilang lebih tinggi dari tingkat inflasi, maka bisa dibilang investasi telah membantumu mempertahankan kemampuan daya beli atas uang-uang yang kamu miliki.

    Apa Itu Konsep Nilai Waktu Uang dalam Investasi?

    Dalam dunia finansial, ilustrasi mengenai perubahan harga semangkuk bakso yang terdapat di artikel sebelumnya membuktikan sebuah konsep keuangan bernama nilai waktu uang (time value of money). Yakni, sebuah konsep yang mengatakan bahwa uang saat ini memiliki nilai lebih berharga dibanding di masa depan.

    Sebagai contoh, anggap saja Sobat Cuan ditawari uang sebesar Rp10 juta, namun kamu diberi dua opsi untuk menariknya saat ini atau lima tahun mendatang. Tentu saja, menurut konsep time value of money, kamu lebih baik menarik uang tersebut sekarang karena kemampuan daya beli uang senilai Rp10 juta pasti akan menurun lima tahun kemudian.

    Konsep ini melahirkan sebuah ide bahwa masyarakat sejatinya bisa “melawan” penurunan kemampuan daya beli dari uang yang mereka miliki saat ini. Salah satu caranya adalah dengan menempatkannya di sebuah aset yang diharapkan bisa memberikan return atau mengalami kenaikan nilai antar waktu.

    Namun pertanyaannya, bagaimana cara investor menggunakan konsep time value of money dalam berinvestasi? Dalam hal ini, mereka biasanya mempertimbangkan dua unsur utama dalam konsep nilai waktu uang sebelum memutuskan berinvestasi, yakni:

    1. Nilai Masa Depan (Future Value – FV): Ini mengacu pada nilai uang pada suatu waktu di masa depan jika uang tersebut diinvestasikan atau ditempatkan dalam suatu instrumen keuangan yang menghasilkan tingkat pengembalian tertentu. Dengan demikian, FV adalah ukuran dari besaran uang yang akan “berkembang” di masa depan dari nilainya saat ini.
    2. Nilai Sekarang (Present Value – PV): Ini mengacu pada nilai uang saat ini yang akan diterima atau dibayarkan di masa depan. Dengan kata lain, PV adalah ukuran dari FV jika uang itu diterima oleh investor pada saat ini.

    Investor biasanya mempertimbangkan dua komponen tersebut untuk menakar potensi pengembalian investasi yang bakal mereka dapat di masa depan. Setelah itu, mereka kemudian akan membandingkan potensi return tersebut dengan tingkat risikonya.

    Pada umumnya, investor akan membandingkan potensi return dari investasi yang mereka lakukan dengan potensi imbal hasil dari aset bebas risiko (risk-free asset), yakni instrumen keuangan yang dianggap memiliki risiko yang sangat rendah atau bahkan nihil. 

    Biasanya, investor selalu mengacu pada return obligasi pemerintah AS (US Treasury Bills) sebagai patokan risk-free asset yang paling utama. Hal ini mengingat obligasi pemerintah AS memiliki risiko gagal bayar (default) yang sangat minim lantaran instrumen tersebut diterbitkan langsung oleh pemerintah AS.

    Namun pertanyaannya, bagaimana cara investor membandingkan dua potensi return tersebut untuk menentukan keputusan berinvestasi?

    Jika potensi return investasi yang dilakukan investor lebih tinggi dari potensi return risk-free asset, maka ia kemungkinan akan rela menempuh risiko demi mendulang cuan yang lebih baik dibanding aset yang bebas risiko tersebut. Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka tentu saja ia akan memilih berinvestasi di risk-free asset.

    Cara Menghitung Potensi ‘Return’ Berdasarkan Konsep Nilai Waktu Uang

    Secara sepintas, konsep nilai waktu uang terdengar cukup njelimet untuk dipraktikkan oleh investor pemula. Kendati demikian, konsep tersebut sejatinya sangat mudah untuk dipahami.

    Untuk memahaminya lebih lanjut, Sobat Cuan bisa menyimak perumpamaan berikut.

    Anggap saja kamu saat ini memiliki uang sebesar US$1.000. Kemudian, kamu berencana untuk menginvestasikannya dalam lima tahun di sebuah instrumen investasi dengan tingkat bunga tahunan (annual yield) 3,38%. Lantas, berapakah nilai uang yang bakal kamu terima di tahun kelima investasimu?

    Untuk mencari tahu jawabannya, Sobat Cuan bisa menggunakan rumus Future Value berikut:

     

    FV = PV x (1 + r)^n

     

    Keterangan:

    FV: Future Value dari uangmu saat ini

    PV: Nilai uangmu saat ini

    r: Tingkat potensi return

    n: Lama periode investasi

    Berdasarkan formulasi tersebut, maka nilai investasimu dalam lima tahun mendatang adalah:

     

    FV = US$1.000 x (1 + 3,38%)^5

     

    FV = US$1.180,82

     

    Dengan demikian, jika kamu menginvestasikan US$1.000 dengan tingkat bunga 3,38% per tahun, maka uangmu akan “berkembang” menjadi US$1.177,96 dalam lima tahun mendatang.

    Secara lebih rinci, berikut tabel perkembangan uangmu dari tahun ke tahun:

    Year Start Balance Yield Ending Balance Unrealized P&L (%)
    1 USD$1,000.00 USD$33.80 USD$1,033.80 US$33,8 (3,38%)
    2 USD$1,033.80 USD$34.94 USD$1,068.74 USD$68,74 (6,87%)
    3 USD$1,068.74 USD$36.12 USD$1,104.87 USD$104,87 (10,49%)
    4 USD$1,104.87 USD$37.34 USD$1,142.21 USD$142,21 (14,22%)
    5 USD$1,142.21 USD$38.61 USD$1,180.82 USD$180,82 (18,08%)

    Mengenal Dolar AS Sebagai Instrumen Investasi

    Instrumen investasi adalah faktor krusial dalam kegiatan investasi. Pasalnya, investor tentu tak bisa meraih return yang diinginkan jika ia tidak menempatkan uangnya di aset-aset tersebut.

    Uniknya, instrumen investasi hadir dalam beragam macam bentuk yang masing-masingnya memiliki tingkat risiko tersendiri. Adapun instrumen yang umum digunakan masyarakat sebagai aset investasi adalah saham, obligasi, reksa dana, properti, komoditas (seperti emas), deposito, hingga aset kripto.

    Namun, selain menanamkan dana di instrumen-instrumen tersebut, berinvestasi di mata uang asing juga bisa menjadi pilihan jitu untuk meraih keuntungan. Dalam hal ini, investor biasanya menjajal peluang cuan dari selisih yang dihasilkan oleh fluktuasi nilai tukar antara mata uang yang dimilikinya dengan mata uang asing.

    Pada umumnya, mata uang asing yang kerap dijadikan instrumen investasi adalah Dolar AS (USD). Ada beberapa alasan mengapa mata uang satu ini diincar sebagai aset investasi.

    Pertama, dalam dunia keuangan, Dolar AS selalu dipandang sebagai salah satu aset safe haven, yakni aset yang bisa “melindungi” nilai kekayaan pemiliknya jika situasi ekonomi sedang tak menentu. Maklum saja, AS selalu dipandang sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar dan paling stabil di dunia sehingga nilai mata uangnya pun diharapkan bakal tetap konsisten.

    USD

    Kemampuan Dolar AS sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi sempat terbukti ketika krisis moneter melanda benua Asia pada 1998 silam. 

    Kala itu, nilai tukar sejumlah mata uang Asia, termasuk Rupiah, babak belur dalam menghadapi Dolar AS. Namun ternyata, banyak sekali taipan dan orang tajir di Asia yang mendadak kaya dalam semalam karena menempatkan sebagian besar kekayaannya dalam Dolar AS, salah satunya adalah Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah.

    Kedua, Dolar AS adalah mata uang yang selalu dijadikan alat pembayaran transaksi dan denominasi utama cadangan dana internasional.

    Sebagai contoh, beberapa negara, termasuk Indonesia, menyimpan cadangan devisa dalam Dolar AS. Selain itu, sejumlah lembaga internasional juga memegang cadangan dana dalam bentuk Dolar AS yang cukup besar. International Monetary Fund (IMF), misalnya, memiliki dana dalam bentuk Dolar AS sebanyak 58,9% dari total cadangan dana yang dimilikinya per kuartal II 2023.

    Kendati begitu, dalam beberapa tahun belakangan, sejumlah negara berupaya untuk melepaskan diri dari pengaruh Dolar AS alias dedolarisasi, sebut saja negara anggota BRICS yang terdiri dari Brasil, China, Rusia, India, dan Afrika Selatan. Namun, langkah itu sepertinya belum akan mengikis dominasi Dolar AS sebagai mata uang yang paling banyak diadopsi dan diterima sebagai alat pembayaran umum di dunia.

    Sekilas Tentang USD Yield

    Ketika berinvestasi di Dolar AS, sang investor bisa menerima keuntungan dalam bentuk USD Yield. Namun, seperti apa konsep dasar USD Yield tersebut?

    Dalam Bahasa Indonesia, istilah yield merujuk pada “imbal hasil”. Istilah ini sering digunakan dalam dunia keuangan untuk mengukur potensi pengembalian atau keuntungan dari suatu investasi. Oleh karena itu, bisa dibilang bahwa yield adalah besaran pendapatan yang dihasilkan dari sebuah investasi, di mana nilainya terpisah dari modal yang ditempatkan dalam instrumen investasi tersebut.

    Dengan demikian, USD Yield adalah nilai pengembalian yang diperoleh investor dari investasinya di aset-aset yang didenominasikan dalam mata uang Dolar AS.

    Bagi investor yang gemar berinvestasi di instrumen aset luar negeri, memanfaatkan selisih kurs bisa menjadi strategi cerdas untuk meningkatkan penghasilannya.

    Sebagai contoh, investor tentu akan menggunakan Dolar AS yang dimilikinya untuk membeli saham AS jika memang kondisi pasar modal negara Paman Sam tersebut terbilang menjanjikan. 

    Hanya saja, yang namanya situasi pasar modal tentu tidak selamanya stabil. Investor tentu mengurungkan niat dalam menggunakan Dolar AS miliknya untuk berinvestasi di saham AS jika situasi pasar terpantau mendung.

    Dalam situasi tersebut, investor tentu memiliki dana dalam bentuk Dolar AS yang “menganggur”. Namun, ia tetap memiliki kesempatan untuk mendulang cuan jika mereka bisa mendapatkan yield hanya dengan “menabung” Dolar AS tersebut. 

    Konsep ini sejatinya mirip dengan menabung di bank, di mana nasabah bakal mendapatkan imbal hasil dalam bentuk bunga tabungan jika menempatkan dananya di produk perbankan seperti deposito atau simpanan.

    Memperkenalkan Fitur USD Yield di Aplikasi Pluang

    Namun, meraih yield dari Dolar AS selama ini dianggap sebagai aktivitas yang cukup ribet. Pada umumnya, Investor harus membuka rekening Dolar AS terpisah di bank terlebih dahulu. Setelah itu, broker saham pun akan memindahkan Dolar AS “menganggur” milik investor ke rekening tersebut untuk mendapatkan yield yang diinginkan.

    Tetapi, proses rumit tersebut tidak akan ditemui jika Sobat Cuan menggunakan aplikasi Pluang. Pasalnya, jika kamu masih ragu dalam memilih saham AS jagoanmu di aplikasi Pluang, kamu dapat terlebih dulu menggunakan Dolar AS “menganggur” milikmu untuk menghasilkan keuntungan dalam bentuk USD Yield.

    Prosesnya pun cukup sederhana. Setiap dana menganggur yang tidak diinvestasikan oleh Sobat Cuan akan mendapatkan bunga yang dicatat secara harian dengan waktu cut-off setiap hari pada pukul 10.00 WIB.

    Seluruh bunga harian tersebut kemudian akan diakumulasi selama sebulan. Total akumulasi imbal hasil itu pun akan dikirimkan ke saldo Dolar AS Sobat Cuan di aplikasi Pluang secara prorata.

    Dalam memanfaatkan fitur ini, pengguna Pluang biasa bisa meraih bunga hingga 0,63% per tahun sementara anggota Pluang Plus, yakni pengguna yang memiliki modal investasi di atas Rp100 juta di aplikasi Pluang, bisa menikmati bunga 3,38% per tahun.

    Namun, jika modal anggota Pluang Plus turun di bawah Rp100 juta ketika sedang mengikuti program USD Yield di aplikasi Pluang, maka bunga yang ia terima akan dihitung secara prorata. Untuk lebih jelasnya, yuk simak ilustrasi berikut!

    Anggap saja Tuan A memiliki rata-rata modal investasi sebesar US$1.000 di aplikasi Pluang. Sepanjang Oktober 2023, Tuan A tercatat sebagai anggota Pluang Plus selama 17 hari dan 14 hari sebagai pengguna biasa. 

    Dengan demikian, maka besaran bunga yang didapatkan oleh Tuan A adalah di Oktober 2023 adalah:

    Bunga = Rata-Rata Harian Modal yang Tidak Diinvestasikan di bulan Oktober 2023 * (Jumlah hari360 * besaran bunga )

    Bunga = US$1000 * ((14/360)*0,63%) + ((17/360)*3,38%) = US$1,84

    Namun, patut diingat bahwa tingkat bunga tahunan sebesar 3,38% sejauh ini berlaku semenjak Desember 2025. Besaran bunga dapat berubah sewaktu-waktu di tahun depan. Namun, Pluang tentu akan mengumumkan perubahan bunga yang dimaksud melalui notifikasi di aplikasi Pluang.

    Bagaimana Mengaktifkan Fitur USD Yield di Aplikasi Pluang?

    Sobat Cuan bisa menemukan fitur ini dengan mudah di aplikasi Pluang. Yang perlu kamu lakukan adalah menekan tombol “aktivasi” setelah mengklik tampilan promosi mengenai fitur USD Yield yang terdapat di saldo (balance) aplikasi Pluang.

    Namun, fitur ini akan muncul di Inbox Card untuk sementara waktu saja. Sehingga, Jika Sobat Cuan tidak menemukan menu USD Yield di Inbox Card, maka kamu bisa menuju menu Balance dengan mengklik ikon dompet atau menu portofolio dengan mengklik ikon diagram, di mana keduanya terletak di sisi bawah beranda aplikasi Pluang, untuk mengaktivasi fitur USD Yield.

    Coba Fitur USD Yield di Sini!

    *DISCLAIMER: tingkat bunga tahunan sebesar 3,38% untuk member Pluang Plus dan 0,63% untuk pengguna reguler mulai Desember 2025, perubahan besaran bunga dapat terjadi tahun depan sewaktu-waktu dengan informasi sebelumnya di aplikasi atau channel resmi Pluang. Baca Syarat & Ketentuan Kami.

    Layanan USD Yield merupakan manfaat yang berasal dari pialang luar negeri dan disalurkan kepada konsumen melalui kerja sama dengan PT PG Berjangka

    Sejarah Pergantian Tingkat USD Yield di Pluang

    Sesuai dengan perubahan suku bunga The Fed, Pluang dapat melakukan perubahan terhadap tingkat USD Yield baik bagi pengguna Pluang+ maupun pengguna reguler. Pluang berkomitmen pada transparansi dan akan selalu memberikan informasi resmi kepada pengguna setiap kali terjadi perubahan. Berikut adalah sejarah pergantian tingkat USD Yield di Pluang

    Tanggal

    Pluang+

    Reguler

    September 2024

    4,88% menjadi 4,38%

    1,88% menjadi 1,38%

    Desember 2024

    4,38% menjadi 4,13%

    1,38% menjadi 1,13%

    September 2025

    4,13% menjadi 3,88%

    1,13% menjadi 0,88%

    November 2025

    3,88% menjadi 3,63%

    0,88% menjadi 0,63%

    Desember 2025

    3,63% menjadi 3,38%

    Tetap 0,63%

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Strategi Memulai Perjalanan Leverage

    Strategi Berdasarkan Waktu Pembagian Dividen

    Dividen adalah salah satu keuntungan yang bisa diraih pemegang saham dalam jangka panjang. Dividen sendiri adalah porsi laba yang dihasilkan perusahaan terbuka untuk pemegang saham berdasarkan jumlah saham yang dimiliki. Dengan demikian, semakin besar kepemilikan saham seseorang, maka semakin besar pula potensi dividen yang didapat.

    Tetapi, jika kamu menggunakan investasi leverage di Pluang, maka potensi dividen yang bisa kamu raih dari investasi saham bahkan bisa berkembang dua kali lipat! Pasalnya, seperti yang telah diketahui di artikel sebelumnya, kamu bisa mendapatkan eksposur saham dua kali lipat lebih besar jika memanfaatkan fitur tersebut. Tak heran jika kemudian nilai dividenmu bertumbuh dua kali lipat mengikuti daya ungkit eksposurnya.

    Hanya saja, emiten tak mungkin menebar dividen setiap hari. Oleh karenanya, jika Sobat Cuan ingin mengincar dividen jumbo dari sebuah emiten, maka kamu bisa memanfaatkan fitur leverage menjelang tanggal pembagian dividen sebagai strategi investasimu. Namun, sebelum melancarkan kiat tersebut, kamu perlu memastikan bahwa sang emiten diramal berpotensi mencetak kinerja keuangan yang baik pada periode tersebut.

    Sebagai ilustrasi, yuk simak contoh berikut!

    Pak A dan Pak B diketahui adalah dua investor saham AS. Keduanya ingin membeli saham Intel Corp (INTC) dan masing-masing menyiapkan modal awal yang sama untuk berinvestasi, yakni US$3.500 atau setara Rp54,6 juta.

    Mereka pun memiliki tujuan investasi serupa, yaitu ingin mendapatkan dividen dari emiten tersebut. Maklum, menurut kabar pasar yang didengar keduanya, INTC berpotensi mencetak performa keuangan mumpuni pada periode tersebut.

    Namun bedanya, Pak A mengejar dividen dengan berinvestasi saham AS tunggal tanpa leverage, sementara Pak B ingin mengungkit “daya beli” modal awalnya melalui leverage. Keduanya kemudian sama-sama membeli saham INTC saat harganya menyentuh US$27,42 per lembar pada 2 November 2022.

    Lima hari kemudian, atau 7 November 2022, INTC rupanya membagikan dividen sebesar US$0,365 per lembar saham atau setara dengan payout ratio sebesar 1,3% dari laba perseroan.

    Sebagai “pemburu dividen”, keduanya pun kompak ingin menjual kepemilikan mereka sehari setelah recording date dividen INTC atau 8 November 2022. Lantas, berapa nilai total hasil penjualan saham dan bunga dividen yang masing-masing diterima Pak A dan Pak B di tanggal tersebut? Sobat Cuan bisa menemukan jawabannya melalui tabel berikut!

    Tabel di atas menunjukkan bahwa total cuan yang diraih Pak A mencapai US$181,89, sementara Pak B memperoleh keuntungan hampir dua kali lipatnya, yakni US$349,5 meski keduanya menggelontorkan modal awal yang sama. Hanya saja, keuntungan yang didapat Pak B memang tak tepat dua kali lipat dari Pak A lantaran ia harus membayar overnight fee selama enam hari lamanya.

    Dengan demikian, Sobat Cuan bisa melancarkan strategi yang sama jika ingin mengejar keuntungan berganda dari dividen sebuah emiten.

    Strategi Berdasarkan Jangka Waktu Investasi

    Kegiatan investasi memiliki paradigma tujuan jangka panjang. Kendati demikian, kamu akan menemukan kondisi berbeda jika memanfaatkan leverage untuk investasi. Pasalnya, keuntungan yang didapatkan dari kegiatan leverage umumnya akan lebih maksimal di jangka pendek ketimbang jangka panjang.

    Meski begitu, ada kalanya investor justru meraih untung fantastis menggunakan leverage jika ia memutuskan investasi jangka panjang.

    Lantas, apa penentu keberhasilan leverage baik di jangka pendek maupun jangka panjang? Nah, sebagai gambaran, Sobat Cuan bisa melihat dua contoh studi kasus berikut!

    1. Leverage untuk Investasi Jangka Pendek

    Anggap saja Pak A dan Pak B adalah dua investor yang sedang membidik keuntungan dari menggenggam saham Apple (AAPL). Mereka beranggapan bahwa saham raksasa teknologi tersebut tergolong saham blue chip yang nilainya jarang mengalami diskon, sehingga risikonya pun terbilang rendah.

    Alhasil, keduanya pun berniat menanamkan modal di saham tersebut sebesar US$3.500, atau sekitar Rp54,25 juta, dan berniat menggandakan eksposurnya melalui leverage di aplikasi Pluang. Lantaran Pluang memberikan daya ungkit eksposur saham AAPL sebesar dua kali lipat, maka “daya beli” Pak A dan Pak B masing-masing menjadi US$7.000.

    Akhirnya, keduanya pun membeli saham AAPL pada 16 Juni 2022 di harga US$130,06 per lembar, alias harga terendah AAPL sepanjang 2022. Dalam hal ini, Pluang membebankan overnight fee sebesar 13% per tahun atau 0,0333% per malam.

    Namun, meski melakukan aksi serupa, keduanya punya prinsip investasi yang bertolak belakang. Di satu sisi, Pak A menganggap saham blue chip dengan harga murah adalah pilihan investasi tepat untuk jangka panjang. Di sisi lain, Pak B menilai bahwa membeli saham blue chip memiliki risiko yang lebih rendah dibanding saham lainnya di tengah gejolak pasar yang tak menentu.

    Alhasil, setelah AAPL merilis laporan keuangannya pada 26 September 2022, Pak B memutuskan menjual kepemilikannya ketika harga AAPL berada di US$150,7. Dengan kata lain, Pak B meraup keuntungan 15,9% dalam periode investasi 102 hari dan dengan total overnight fee sebesar 3,4% dari harga sahamnya.

    Sementara itu, Pak A memutuskan terus menggenggam saham AAPL dan menjualnya pada 6 Desember 2022 ketika harganya berada di US$142,91 per lembar. Namun, berbeda dengan Pak B, Pak A ternyata hanya memperoleh keuntungan 12,7% dalam kurun 173 hari investasi dan dibebani overnight fee sebesar 5,2%. Dengan kata lain, return Pak A lebih rendah dari Pak B dengan beban overnight fee yang lebih mahal.

    Lebih lanjut, selain memperhatikan lamanya periode investasi, Sobat Cuan juga harus memasukkan faktor overnight fee sebelum memutuskan menggunakan leverage untuk investasi jangka panjang.

    Sebagai contoh, seperti yang telah diutarakan di atas, Pluang mematok overnight fee sebesar 13% per tahun. Dengan demikian, jika kamu ingin mengendapkan suatu saham lebih dari satu tahun, maka kamu harus pintar mencari saham yang berpotensi menghasilkan return lebih besar dari 13% di periode yang sama.

    2. Leverage Untuk Investasi Jangka Panjang

    Contoh di atas mengindikasikan bahwa aktivitas leverage akan lebih menguntungkan untuk kegiatan investasi jangka pendek. Namun, terdapat pula beberapa kasus di mana beberapa saham mampu menghasilkan return yang lebih fantastis dalam jangka panjang. Nantinya, investor bisa melipatgandakan keuntungan tersebut melalui leverage!

    Untuk memahaminya, mari mengambil contoh investasi saham Coca Cola (KO) berikut!

    Pak A dan Pak B adalah dua orang investor yang membeli saham KO pada 25 Oktober 2022. Alasannya, saat itu perseroan mengumumkan membukukan laba bersih kuartal III 8% lebih tinggi dibanding estimasi analis. Alhasil, keduanya sama-sama memutuskan berinvestasi US$3.500 ke saham tersebut dan kompak memanfaatkan leverage. 

    Namun, Pak A dan Pak B ternyata punya pola investasi yang berbeda. Pak A menggunakan leverage untuk mendulang cuan jangka pendek sementara Pak B memilih investasi jangka panjang. Kala itu, Pak B menganggap bahwa nilai saham KO, yang merupakan saham milik perusahaan konsumer, akan bertumbuh stabil di tengah ketidakpastian pasar.

    Tiga hari kemudian, atau 28 Oktober 2022, nilai saham KO ternyata melejit 3,07%. Pak A pun lantas memutuskan menjual saham KO dengan keuntungan bersih US$213. Sementara itu, Pak B masih konsisten menahan saham KO dan menjualnya pada 7 Desember 2022 dengan alasan untuk meliburkan diri dari pasar finansial di akhir tahun.

    Ternyata, apabila dihitung dari tanggal beli hingga tanggal jual saham Pak B, nilai saham KO melesat 7,8%. Sehingga, Pak B mendulang keuntungan bersih US$473, yang dihitung dari keuntungan saham US$545 dikurangi overnight fee US$72,5.

    Apa Kesimpulannya?

    Sobat Cuan sebaiknya teliti dalam memilah-milah jenis saham yang berprospek baik dalam jangka pendek atau panjang jika ingin memanfaatkan leverage. 

    Seperti yang diketahui, leverage adalah kegiatan berisiko tinggi, sehingga kamu tak boleh salah langkah. Oleh karenanya, kamu harus rajin menggali informasi pasar dengan detail dan jangan lupa untuk terus belajar mengenai analisis saham, baik fundamental maupun teknikal. Nantinya, kamu dapat menentukan saham yang tepat untuk di-leverage dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

    Namun, Pluang beranggapan bahwa penggunaan leverage tetap akan lebih maksimal jika digunakan dalam jangka pendek dibanding jangka panjang. Ini lantaran volatilitas pasar saham yang kencang bisa membuat investor ketiban durian runtuh dari leverage.



    Sumber : pluang.com

  • Strategi Options Trading

    Options dapat terlihat rumit bagi kamu Sobat Cuan yang baru mempelajarinya, mungkin sekarang Sobat Cuan masih belum tahu pasti strategi apa yang harus diterapkan dalam options trading kamu. Dalam artikel ini akan dibahas dua strategi yang sudah umum digunakan yang mungkin bisa membantu Sobat Cuan dalam memaksimalkan potensi options trading jika kamu tidak yakin dengan pergerakan pasar akan naik atau turun. Perlu kamu ketahui bahwa strategi yang akan dibahas dalam artikel ini tidak memerlukan short call atau short put dan tidak memerlukan exercise, sehingga cocok untuk pemula. 

    Strategi options trading yang akan dibahas dalam artikel ini adalah long straddle dan long strangle. Kedua strategi ini cocok untuk digunakan Sobat Cuan apabila Sobat Cuan memperkirakan akan ada pergerakan harga saham yang signifikan, misalnya apabila ada jadwal earnings report atau ketika ada berita besar, tapi Sobat Cuan belum yakin apakah arah pergerakkan tersebut akan ke atas atau ke bawah. Untuk setiap strategi, kami akan menjelaskan pengertian strategi tersebut dan bagaimana cara kerjanya berikut dengan skenario dan perhitungan untung dan rugi (P&L) sederhana.

    Long Straddle

    Strategi long straddle melibatkan pembelian call options dan put options dari underlying asset, strike price, dan tanggal kedaluwarsa yang sama. Strategi ini memanfaatkan membeli call option dan put option at-the-money untuk saham dan tanggal kedaluwarsa yang sama. 

    Berikut adalah cara kerja strategi long straddle 

    1. Skenario: Saham XYZ sekarang seharga USD$50 per lembar. Seorang options trader membeli sebuah call option dan put options at-the-money pada Saham XYZ, keduanya dengan strike price sebesar USD$50 dan premium sebesar USD$3.
    2. Perhitungan P&L:
      Options trader ini akan mendapatkan untung apabila harga saham bergerak ke atas atau ke bawah lebih dari total harga premium yang dibayar, yaitu USD$3 + USD$3 = USD$6. Untuk menghitung profit yang didapatkan adalah sebagai berikut:
      1. Harga saham naik:
        Profit = Underlying pricecall option strike price – total premium yang dibayar
      2. Harga saham turun
        Profit = Put option strike priceunderlying price – total premium yang dibayar

    Misalkan harga saham naik ke USD$60 maka trader tersebut akan mendapatkan keuntungan sebesar USD$4 per lembar atau USD$400 per kontrak karena 1 kontrak sama dengan 100 lembar saham. (USD$60 – USD$50 – USD$6 = USD$4) atau misalkan harga saham turun ke USD$40 maka trader tersebut juga akan mendapatkan keuntungan sebesar USD$4 per lembar atau USD$400 per kontrak (USD$50 – USD$40 – USD$6 = USD$4).

    Namun, apabila saham tidak bergerak sebesar USD$6 baik ke atas ataupun ke bawah, maka trader tersebut akan mengalami loss sebesar total premium yang telah dibayar, yaitu USD$6 per lembar atau USD$600 per kontrak.

    Long Strangle

    Long strangle melibatkan pembelian call option dan put option dengan strike price yang berbeda tetapi tanggal kedaluwarsa yang sama. Strategi long strangle lebih cocok jika ingin menggunakan modal yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan long straddle yang membutuhkan Sobat Cuan membeli kontrak at-the-money yang harganya lebih mahal.

    Berikut adalah cara kerja strategi long strangle

    1. Skenario: Misalkan Saham DEF sekarang ada di harga USD$50. Seorang options trader membeli sebuah call options dengan strike price sebesar USD$55 dengan premium sebesar $2 dan sebuah put options dengan strike price sebesar USD$45 dengan premium sebesar USD$3.
    2. Perhitungan P&L:
      Options trader tersebut akan mendapatkan keuntungan apabila selisih pergerakan harga dengan strike price lebih dari total premium yang dibayar. Dalam hal ini berarti trader tersebut akan mendapat keuntungan apabila saham naik menjadi lebih dari USD$60 (USD$55 + [USD$3 + USD$2] = USD$60) atau turun menjadi lebih dari USD$40 (USD$45 – [USD$3 + USD$2] = USD$40). Untuk menghitung profit strategi long strangle sama dengan rumus profit strategi long straddle yaitu:
      Untuk menghitung profit yang didapatkan adalah sebagai berikut:
      1. Harga saham naik:
        Profit = Underlying pricecall option strike price – total premium yang dibayar
      2. Harga saham turun
        Profit = Put option strike priceunderlying price – total premium yang dibayar

    Misalkan harga saham naik ke USD$64 maka trader tersebut akan mendapatkan keuntungan sebesar USD$4 (USD$64 – USD$55 – USD$5 = USD$4) atau misalkan harga saham turun ke USD$36 maka trader tersebut juga akan mendapatkan keuntungan sebesar USD$4 (USD$45 – USD$36 – USD$5 = USD$4).

    Namun, apabila saham tidak lebih dari USD$5 baik ke atas ataupun ke bawah, maka trader tersebut akan mengalami loss sebesar total premium yang telah dibayar, yaitu USD$5. 

    Kedua strategi options trading ini menyediakan cara untuk mendapatkan keuntungan dari kondisi pasar yang volatile tapi belum pasti arah pergerakannya akan naik atau turun. Dengan memahami kapan dan bagaimana menggunakan setiap strategi, Sobat Cuan dapat membuat keputusan yang tepat dan mengelola risiko secara efektif. Ingat, options trading melibatkan risiko yang signifikan dan tidak cocok untuk semua orang. Sangat penting untuk memahami setiap strategi secara menyeluruh dan mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan expert sebelum terjun ke dalam dunia options trading.

    Disclaimer

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Manajemen Risiko Options

    Options trading bisa menguntungkan, tetapi sama dengan instrumen investasi lainnya tentunya memiliki risiko. Manajemen risiko yang efektif sangat penting untuk melindungi investasi dan mengoptimalkan strategi trading Sobat Cuan. Pada artikel ini, Sobat Cuan bisa mempelajari risiko yang terkait dengan options trading dan strategi untuk menguranginya melalui manajemen risiko dan perencanaan trading.

    Risiko Dalam Options Trading dan Cara Menguranginya

    1. Risiko Pasar: Options sensitif terhadap perubahan underlying price. Fluktuasi di pasar dapat mempengaruhi nilai options. Strategi mitigasi untuk mengurangi risiko pasar adalah dengan mendiversifikasi portofolio kamu di berbagai aset atau sektor untuk mengurangi eksposur terhadap pergerakan pasar individual.
    2. Risiko Volatilitas: Options dipengaruhi oleh perubahan implied volatility (IV). Volatilitas yang lebih tinggi dapat meningkatkan harga premium options, sementara volatilitas yang lebih rendah dapat mengurangi harga premium. Cara mudah untuk meminimalisir risiko volatilitas ini adalah untuk menghindari options dengan IV yang tinggi apabila kamu tidak yakin dengan pergerakan arah dari underlying asset options tersebut.
    3. Peluruhan Waktu (Time Value Risk): Options kehilangan nilainya saat mendekati masa kedaluwarsa karena peluruhan waktu. Untuk mengurangi peluruhan waktu, pertimbangkan options berdurasi lebih pendek atau gunakan strategi yang memanfaatkan peluruhan waktu dan selalu memperhatikan perkembangan posisi kamu sebelum mencapai tanggal kedaluwarsa.
    4. Risiko Leverage: Options menyediakan leverage, yang memperbesar potensi keuntungan dan kerugian. Kelola leverage dengan mengatur ukuran posisi kamu secara tepat berdasarkan toleransi risiko dan alokasi portofolio secara keseluruhan.
    5. Risiko Exercise dan Assignment: Seperti yang sudah dibahas di artikel sebelumnya, posisi options memaparkan diri terhadap risiko exercise untuk posisi long dan risiko assignment untuk posisi short. Untuk menghindari risiko yang dihadirkan akibat exercise dan assignment ada baiknya menutup posisi options kamu dengan sell to close atau buy to close sebelum waktu kedaluwarsa.

    Manajemen Risiko dan Perencanaan Trading

    Sebelum melakukan trading, kamu perlu mempertimbangkan untuk melakukan perencanaan trading kamu untuk mengetahui potensi-potensi risiko dalam transaksi yang akan kamu lakukan. Terdapat beberapa perencanaan trading yang bisa kamu lakukan, di antaranya adalah:

    1. Pemilihan Aset Dasar: Kamu perlu memilih underlying asset yang sesuai dengan tujuan investasi, toleransi risiko, dan pandangan pasar kamu. Kamu juga perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti likuiditas, volatilitas, dan korelasi dengan aset lain yang ada dalam portfolio kamu. Membuat rencana untuk mendiversifikasikan aset kamu di berbagai kelas juga penting untuk menyebarkan risiko.
    2. Perencanaan Ukuran Posisi: Tentukan ukuran posisi yang sesuai berdasarkan toleransi risiko dan ukuran modal kamu agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Hindari overleverage dengan membatasi ukuran setiap posisi relatif terhadap total modal kamu. Kamu juga bisa menggunakan teknik penentuan ukuran posisi seperti aturan 1% (mempertaruhkan tidak lebih dari 1% modal kamu dalam satu trade) untuk mengelola risiko.
    3. Perencanaan Trading: Kembangkan rencana trading yang mencakup kriteria entry dan exit, level stop-loss, dan target profit. Tetapkan ekspektasi yang realistis dan rasio risiko-hasil untuk setiap trade. Pantau dan tinjau trading kamu secara teratur untuk menilai kinerja dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan.

    Contoh Manajemen Risiko dalam Options Trading

    Berikut adalah contoh dari rencana options trading dengan skenario pandangan pasar yang bullish pada sektor teknologi:

    1. Pemilihan aset: Pilih saham teknologi yang likuid dengan fundamental yang kuat.
    2. Perencanaan ukuran posisi: Alokasikan 5% dari total modal untuk options trading, dengan diversifikasi di beberapa perusahaan teknologi.
    3. Perencanaan trading: Beli call options dengan masa kedaluwarsa 3 bulan, tetapkan stop-loss sebesar 50% dari premium, dan targetkan rasio risiko-hasil 2:1.

    Manajemen risiko options sangat penting untuk menjaga modal dan mencapai pengembalian yang konsisten dalam options trading. Dengan memahami dan memitigasi risiko yang terkait dengan options, memilih underlying asset yang sesuai, merencanakan ukuran posisi, dan mengembangkan rencana trading yang disiplin, Sobat Cuan dapat menavigasi kompleksitas pasar options dengan percaya diri dan meningkatkan peluang kamu untuk sukses dalam jangka panjang. Ingatlah untuk terus menilai dan menyesuaikan strategi manajemen risiko Anda berdasarkan kondisi pasar dan tujuan investasi yang terus berkembang.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Exercise dan Assignment

    Options trading menawarkan fleksibilitas dan peluang strategis, tetapi memahami konsep exercise dan assignment sangat penting untuk menavigasi pasar yang dinamis ini. Dalam artikel ini, Sobat Cuan akan mempelajari mengenai perbedaan antara exercise dan assignment kontrak options, serta mengeksplorasi risiko yang terkait dengan masing-masing.

    Exercise vs Assignment

    Exercise atau pengeksekusian adalah proses ketika kamu mengeksekusi kontrak options, kamu menggunakan hak kamu sebagai pemegang (pembeli) options untuk membeli (dalam kasus call options) atau menjual (dalam kasus put options) underlying asset pada strike price kontrak. Hal ini dapat dilakukan kapan saja sebelum options berakhir untuk options Amerika dan hanya bisa dilakukan pada saat kedaluwarsa untuk options Eropa. Exercise kontrak options berlaku ketika Sobat Cuan memiliki posisi long atau membeli kontrak options.

    Assignment atau penugasan terjadi ketika penjual (writer) kontrak options berkewajiban untuk memenuhi kewajibannya untuk membeli atau menjual underlying asset pada strike price. Hal ini terjadi ketika pembeli options memutuskan untuk menggunakan haknya. Assignment dapat terjadi secara acak tergantung kapan pemegang kontrak options ingin meng-exercise kontraknya (untuk options Amerika) atau hanya saat tanggal kedaluwarsa (untuk options Eropa). Assignment terhadap kontrak options berlaku ketika Sobat Cuan memiliki posisi short atau menjual sebuah kontrak options (sell to open).

    Perbedaan utama antara exercise dan assignment terletak pada siapa yang memulai tindakan tersebut. Exercise dilakukan oleh pemegang options, sedangkan assignment dipaksakan kepada penjual options ketika pemegang options memutuskan untuk melakukan exercise pada kontraknya.

    Risiko

    Sebagian besar trader options lebih memilih untuk menutup posisi mereka (sell to close), dengan cara menjual untuk posisi long atau membeli untuk posisi short, sebelum kedaluwarsa daripada exercise kontraknya atau terkena kewajiban assignment. Dengan menutup posisi, trader dapat menghindari risiko yang terkait dengan exercise dan/atau assignment.

    Risiko mendapatkan assignment adalah terpaksa terekspos pada posisi yang tidak diinginkan. Contohnya, jika Sobat Cuan menjual call options, bila terjadi assignment, kemungkinan kamu akan diharuskan untuk menjual underlying asset seharga strike price kepada pemegang (pembeli) options tersebut apabila dia memutuskan untuk meng-exercise kontraknya, yang dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan jika harga underlying asset naik tajam. Sedangkan sebaliknya, apabila Sobat Cuan menjual put options, jika terjadi assignment maka kamu akan diharuskan untuk membeli underlying asset seharga strike price kepada pemegang options tersebut apabila dia memutuskan untuk meng-exercise, yang dapat mengakibatkan kerugian yang signifikan apabila underlying price turun tajam. Perlu diingat juga bahwa satu kontrak options mewakili 100 lembar saham, apabila terkena kewajiban assignment maka kamu harus menjual minimal 100 lembar saham atau membeli 100 lembar saham yang tentunya tidak murah.

    Exercise juga tidak terhindar dari risiko. Contohnya, dengan membeli call options berarti kamu berkewajiban untuk membeli underlying asset pada strike price dalam jumlah yang sangat banyak (minimal 100 lembar karena satu kontrak options merepresentasikan 100 lembar saham), yang tentunya membutuhkan modal yang tinggi dan membuat kamu terpapar risiko pasar lebih lanjut. 

    Sebaliknya apabila kamu membeli put options berarti kamu berkewajiban untuk menjual saham yang kamu miliki dalam jumlah yang sangat banyak pula, yang akan menyebabkan adanya kemungkinan kamu melewatkan kesempatan apabila pada suatu saat harga saham tersebut akan naik dan juga potensi mendapatkan deviden.

    Mengelola Risiko Exercise dan Assignment

    Untuk mengurangi risiko dari exercise kamu harus hati-hati dengan tanggal kedaluwarsa. Karena apabila kalian meninggalkan options kamu kedaluwarsa, ada kemungkinan kalian diharuskan melakukan exercise. Kamu bisa menutup posisi options kamu dengan cara menjual options (sell to close) kamu sebelum waktu kedaluwarsa. Untuk mengurangi risiko yang terkait dengan assignment, kamu juga dapat menutup posisi options kamu dengan cara membeli options (buy to close) posisi options sebelum kedaluwarsa. 

    Selain itu, menggunakan teknik manajemen risiko seperti stop-loss order dan position sizing dapat membantu membatasi potensi kerugian dari exercise dan assignment yang tidak terduga.

    Memahami konsep exercise dan assignment options sangat penting bagi Sobat Cuan untuk mengelola risiko secara efektif dan mengoptimalkan strategi trading kamu. Dengan mengetahui kapan dan bagaimana cara menggunakan options, serta risiko yang terkait dengan assignment, Sobat Cuan dapat membuat keputusan yang tepat dan menavigasi kompleksitas options trading dengan percaya diri. Ingat, selalu konsultasikan dengan penasihat keuangan atau profesional sebelum mengambil keputusan trading untuk memastikan keputusan tersebut sesuai dengan tujuan investasi dan toleransi risiko kamu.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Options Greeks

    Options trading melibatkan lebih dari sekadar membeli dan menjual kontrak; options trading membutuhkan pemahaman mendalam tentang berbagai faktor yang mempengaruhi harga options. Salah satu aspek kunci dari pemahaman ini adalah menguasai options greeks yaitu Delta, Gamma, Theta, Vega dan Rho. Pada artikel ini, Sobat Cuan dapat mengeksplorasi apa itu greeks dan bagaimana mereka dapat digunakan untuk mengatur strategi trading yang efektif.

    Apa yang Dimaksud dengan Options Greeks?

    Options greeks adalah beberapa indikator risiko yang mengukur sensitivitas harga options terhadap perubahan variabel yang berbeda. Setiap greeks mewakili aspek yang berbeda dari perilaku options dan membantu trader menilai dan mengelola risiko secara efektif. Terdapat lima jenis greeks yaitu Delta, Gamma, Theta, Vega, dan Rho.

    1. Delta (Δ): Delta mengukur tingkat perubahan harga options relatif terhadap perubahan underlying price. Delta berkisar antara -1 hingga 1 untuk put options dan 0 hingga 1 untuk call options.
    2. Gamma (Γ): Gamma mengukur tingkat perubahan delta (Δ) dari sebuah options relatif terhadap perubahan underlying price. Ini menunjukkan bagaimana delta akan berubah ketika underlying price bergerak.
    3. Theta (Θ): Theta mengukur tingkat penurunan harga options karena berlalunya waktu, yang juga dikenal sebagai peluruhan waktu atau time decay. Theta mengukur dampak waktu terhadap nilai options yang dihitung per hari.
    4. Vega (V): Vega mengukur sensitivitas harga options terhadap perubahan implied volatility (IV). Ini menunjukkan seberapa besar harga options akan berubah untuk perubahan 1% dalam IV. 
    5. Rho (ρ): Rho mengukur seberapa besar harga options diperkirakan akan berubah untuk perubahan 1% pada suku bunga bebas risiko (biasanya diukur sebagai suku bunga tahunan).

    Fungsi Options Greeks

    Memahami options greeks sangat penting untuk mengatur strategi trading yang efektif dan mengelola risiko. Berikut ini adalah bagaimana setiap greeks dapat digunakan:

    1. Delta: Delta dapat membantu trader atau investor dalam memilih kontrak mana yang ingin dibeli atau dijual. Semakin tinggi sebuah delta maka semakin besar kemungkinan kontrak options tersebut untuk bergerak ke posisi yang menguntungkan (in-the-money).
    2. Gamma: Delta berbanding lurus oleh Gamma. Semakin tinggi Delta maka semakin tinggi Gamma. Maka dapat disimpulkan karena semakin tinggi Gamma semakin besar kemungkinan kontrak options tersebut bergerak ke posisi yang menguntungkan.
    3. Theta: Theta menunjukkan tingkat peluruhan waktu. Nilai yang ditampilkan Theta dapat membantu trader atau investor untuk melihat dampak peluruhan waktu pada kontrak options tersebut sehingga dapat membantu mempermudah mengambil keputusan, karena semakin rendah nilai Theta sebuah kontrak options, maka semakin cepat harga options tersebut turun karena peluruhan waktu. Misalkan sebuah options memiliki nilai Theta sebesar -0.03, berarti kontrak options tersebut akan mengalami penurunan sebesar USD$0.03 per hari.
    4. Vega: Vega dapat membantu trader dalam memperkirakan kemungkinan posisi akhir sebuah kontrak options berdasarkan besarnya persentase IV. Misalkan nilai Vega sebuah options adalah 0.01 berarti harga options tersebut akan berubah sebesar USD$0.01 setiap 1% perubahan dalam nilai IV.
    5. Rho: Rho sangat berfungsi apabila underlying asset terpengaruh oleh suku bunga secara signifikan. Misalkan sebuah options memiliki nilai Rho sebesar 0.02, maka secara teori dengan perubahan suku bunga sebesar 1% maka harga options tersebut akan berubah sebesar USD$0.02.

    Menguasai options greeks dapat membantu Sobat Cuan untuk membuat keputusan yang tepat, mengoptimalkan strategi trading, dan mengelola risiko secara efektif dalam dunia options trading yang kompleks. Dengan memahami bagaimana Delta, Gamma, Theta, Vega, dan Rho berinteraksi dengan harga sebuah kontrak options, kamu dapat menavigasi pasar dengan percaya diri dan mencapai tujuan investasi kamu.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Options vs Futures

    Di dunia pasar keuangan, options dan futures adalah dua derivatif terkemuka yang digunakan oleh para trader dan investor untuk mengelola risiko dan berspekulasi tentang pergerakan harga. Meskipun memiliki kesamaan, keduanya juga memiliki karakteristik berbeda yang sesuai dengan strategi trading dan profil risiko yang berbeda. Memahami perbedaan antara options dan futures sangat penting untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

    Definisi Options dan Futures

    1. Options: Options adalah kontrak yang memberikan hak (tapi bukan kewajiban) kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual underlying asset pada harga yang sudah ditentukan (strike price) dalam jangka waktu tertentu. Ada dua jenis options: call options (yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli) dan put options (yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual).
    2. Futures: Futures adalah kontrak standar untuk membeli atau menjual aset (komoditas, mata uang, indeks saham, dll.) dengan harga yang telah ditentukan pada tanggal tertentu di masa depan. Kontrak berjangka mewajibkan kedua belah pihak untuk memenuhi persyaratan kontrak pada harga dan tanggal yang telah disepakati.

    Perbedaan Utama Antara Options dan Futures

    1. Pemenuhan kontrak: Options berhak namun tidak mewajibkan pemegangnya untuk mengeksekusi (exercise) kontrak yang sudah dibeli. Pemegang options dapat menutup posisi options yang dimiliki sebelum tanggal kedaluwarsa tanpa harus mengeksekusi kontraknya. Namun penjual options wajib memenuhi persyaratan kontrak apabila pembeli options mengeksekusi kontraknya. Sedangkan pemegang futures wajib memenuhi persyaratan kontrak pada harga dan tanggal yang telah disepakati oleh kedua pihak.
    2. Potensi keuntungan: Pada options, potensi keuntungan secara teoritis tidak terbatas untuk membeli call options (jika harga aset naik secara signifikan) dan terbatas pada strike price dikurangi premium untuk membeli put options. Pada futures, potensi keuntungan tidak terbatas jika harga aset bergerak ke arah yang menguntungkan.
    3. Potensi kerugian: Dalam options, potensi kerugian terbatas pada premium yang dibayarkan untuk membeli options. Futures memiliki potensi kerugian yang tidak terbatas karena harus memenuhi kontrak terlepas dari pergerakan harga aset.
    4. Waktu pasar: Options dapat diperdagangkan selama jam pasar buka, sedangkan futures seringkali memiliki jam perdagangan yang lebih panjang (extended trading hours).
    5. Eksposur risiko: Options menawarkan eksposur risiko yang terbatas, yaitu terbatas oleh premium yang dibayarkan. Sedangkan futures memiliki risiko yang besar karena potensi fluktuasi harga yang signifikan.
    6. Leverage: Kontrak futures biasanya membutuhkan margin awal yang lebih rendah dibandingkan dengan membeli atau menjual posisi yang setara dengan underlying asset, sehingga memberikan leverage yang lebih besar. Options juga menawarkan leverage, tetapi bervariasi berdasarkan jenis options dan kondisi pasar.

    Pro dan Kontra Opsi dan Futures

     

    Pro

    Kontra

    Options

    1. Risiko terbatas
    2. Potensi keuntungan tinggi
    3. Fleksibilitas strategi
    1. Biaya premium
    2. Potensi kehilangan premium
    3. Peluruhan waktu

    Futures

    1. Likuiditas tinggi
    2. Potensi keuntungan tinggi
    3. Berguna untuk proteksi terhadap fluktuasi harga
    1. Risiko tidak terbatas
    2. Persyaratan margin
    3. Rentan terhadap volatilitas pasar

    Kapan Options Lebih Baik Digunakan

    1. Strategi risiko terbatas: Options ideal untuk strategi investasi yang membutuhkan risiko yang jelas.
    2. Permainan volatilitas: Options dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan volatilitas tanpa mengambil posisi langsung pada underlying asset.
    3. Menghasilkan pendapatan: Menjual options dapat menghasilkan pendapatan melalui menjual belikan kontrak options atau mengeksekusi options.

    Kapan Futures Lebih Baik Digunakan

    1. Spekulasi: Futures cocok untuk trading spekulatif jangka pendek di mana trader bertujuan untuk memanfaatkan pergerakan harga tanpa memegang underlying asset.
    2. Hedging: Futures efektif untuk melakukan hedging terhadap fluktuasi harga, terutama untuk komoditas dan mata uang.
    3. Leverage: Futures menawarkan leverage yang signifikan, sehingga menarik bagi para trader yang mencari keuntungan yang lebih besar (meskipun hal ini disertai dengan risiko yang lebih tinggi).

    Singkatnya, pilihan antara options dan futures bergantung pada toleransi risiko, kondisi pasar, dan tujuan perdagangan tertentu. Options menawarkan risiko terbatas dan berbagai kemungkinan strategis, sementara futures memberikan leverage dan eksposur langsung ke pergerakan harga. Trader dan investor harus menilai dengan cermat tujuan dan selera risiko mereka saat memilih di antara instrumen derivatif ini.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Algorand: Platform Kontrak Pintar Mudah & Canggih

    Apa Itu Algorand?

    Algorand merupakan platform kontrak pintar terdesentralisasi yang inovatif, diciptakan oleh pemenang Turing Award dan profesor ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Silvio Micali. 

    Platform ini diluncurkan pada Juni 2019,  dan mengusung pendekatan yang unik dengan struktur dua tingkat dan mekanisme konsensus Pure Proof of Stake (PPoS), memungkinkannya mencapai 6.000 Transaksi Per Detik (TPS) dengan finalitas dalam waktu singkat, hanya 3,6 detik.

    Jika melihat dari sejarahnya, semula platform ini didirikan pada  2017 oleh Silvio Micali. Selain seorang profesor ilmu komputer di Institut Teknologi Massachusetts (MIT), Micali rupanya telah terlibat dalam pengembangan kriptografi dan sistem keamanan selama beberapa dekade.

    Pengembangannya dipicu oleh keyakinan Micali bahwa platform blockchain saat ini, seperti Bitcoin dan Ethereum, memiliki keterbatasan signifikan yang mencegah penggunaan mereka sebagai infrastruktur keuangan global yang sejati. Keterbatasan ini mencakup masalah skalabilitas, kecepatan transaksi yang lambat, dan kurangnya desentralisasi yang sejati.

    Bagaimana Cara Kerja Algorand? 

    Protokol konsensus Algorand mengandalkan proof-of-stake murni (PPoS) dan perjanjian Byzantine. Dalam sistem ini, pengguna dipilih secara acak untuk membuat proposal dan memberikan suara, dengan dampaknya sebanding dengan staking mereka. Semua pengguna memiliki peluang yang sama, menciptakan kesetaraan dalam konsensus.

    Apa Kelebihannya? 

    1. Kepemimpinan Berkualitas Tinggi

    Silvio Micali: Pendiri dan pemenang Turing Award sejak 1983, membawa keahliannya dalam kriptografi dan teknologi keamanan.

    Fokus Penelitian: Tim peneliti didominasi oleh peneliti dan ilmuwan, menciptakan lingkungan sebanding dengan proyek Cardano.

    1. Kecepatan dan Keamanan yang Luar Biasa

    6.000 TPS: Algorand membanggakan kecepatan transaksi tinggi dengan finalitas penyelesaian hanya dalam 3,6 detik.

    Fokus Pembayaran: Dirancang khusus untuk menjadi jaringan pembayaran yang efisien.

    1. Kasus Penggunaan yang Unik

    Diversifikasi: Berbeda dengan Ethereum yang berfokus pada DeFi dan game, platform ini memiliki aplikasi untuk identitas keamanan, asuransi, stablecoins, aset kripto, dan sektor pemerintah.

    CBDC: Platform ini mendukung mata uang digital bank sentral (CBDC), terdigitalisasi di negara-negara seperti Kepulauan Marshall, China, dan Korea Selatan.

    1. Fokus Perusahaan dan Dokumentasi Pengembang yang Baik

    Pendekatan Terstruktur: Algorand menawarkan fokus pada perusahaan dengan dokumentasi pengembang yang solid.

    1. Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

    Carbon Zero: Memiliki jejak karbon yang rendah, setara dengan konsumsi energi tujuh rumah.

    Reward Tanpa “Stake”: Pengguna tidak perlu benar-benar “stake” ALGO, cukup menyimpannya di dompet non-kustodian atau di bursa untuk mendapatkan imbalan.

    Apa Kekurangannya?

    1. Ekosistem yang Masih Terbatas

    Tingkat Adopsi Rendah: Meskipun jumlah dApps semakin bertambah, platform ini masih baru dan belum mencapai tingkat adopsi yang sama dengan pesaing mapan.

    1. Sumber Daya Pengembang yang Terbatas

    Kurangnya Sumber Daya: Komunitas pengembangnya masih kalah dibandingkan dengan Ethereum dan proyek sejenis dalam hal sumber daya dan dokumentasi.

    1. Pusat Pemerintahan yang Relatif Terpusat

    Model Pemerintahan: Meskipun terdesentralisasi dalam arsitektur jaringannya, model pemerintahannya relatif terpusat, dapat menimbulkan masalah keputusan dan pemerintahan komunitas di masa depan.

    1. Nilai Penuh yang Tinggi

    Alokasi Besar: Algorand Foundation saat ini memiliki jumlah ALGO yang relatif besar, menyebabkan kekhawatiran terkait nilai penuh token.

    Tokenomics

    Token ALGO adalah tulang punggung jaringan Algorand dan memiliki peran utama:

    • Staking: Pengguna dapat melakukan staking ALGO untuk mendukung jaringan dan mendapatkan imbalan.
    • Biaya Transaksi: ALGO digunakan untuk transaksi dan biaya di platform Algorand.
    • Pemerintahan: Digunakan untuk memberikan suara dalam keputusan masa depan Algorand.

    Keunikannya

    Beberapa faktor yang membedakannya dari Ethereum dan pesaingnya termasuk:

    • Mekanisme Konsensus PPoS: Menghilangkan kebutuhan akan penambangan dan memungkinkan pemrosesan transaksi yang cepat dan aman.
    • Struktur Dua Tingkat: Memisahkan produksi dan validasi blok untuk kecepatan dan finalitas transaksi yang tinggi.
    • Kecepatan Transaksi Cepat: Transaksi hampir instan, ideal untuk pembayaran dan perdagangan.
    • Sumber Terbuka dan Tanpa Izin: Terbuka untuk semua orang, mendorong inovasi dan partisipasi.
    • Kontrak Pintar: Mendukung kontrak pintar untuk pembangunan dApps yang terdesentralisasi.

    Kesimpulan

    Algorand, dengan kelebihan kecepatan dan fokus kasus penggunaan unik, menjadi pemain penting dalam dunia blockchain. Namun, tantangan adopsi dan model pemerintahan terpusat harus diatasi untuk mencapai potensi penuhnya sebagai infrastruktur keuangan global.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal THORChain, Platform Asal Token RUNE

    Apa Itu THORChain?

    THORChain merupakan protokol likuiditas terdesentralisasi yang memudahkan pengguna dalam menukar aset kripto di berbagai jaringan tanpa kehilangan kendali penuh atas aset mereka.

    Dengan THORChain, pengguna dapat menukar satu aset dengan aset lainnya tanpa perlu tergantung pada order book untuk mendapatkan likuiditas. Token utilitas asli dari platform THORChain adalah RUNE, yang memberikan insentif kepada penyedia likuiditas dan mempercepat akses pasar kripto.

    Apa Keunggulannya?

    1. Perlindungan dari Kerugian Sementara (ILP):

    THORChain memberikan solusi inovatif terhadap risiko kerugian sementara yang sering dihadapi penyedia likuiditas. Dengan menggunakan Hedge Pool, THORChain mengkompensasi penyedia likuiditas jika nilai aset di kolam likuiditas berubah secara signifikan. Fitur ini memberikan keamanan tambahan yang jarang ditemui di bursa terdesentralisasi lainnya.

    2. Continuous Liquidity Pools (CLP):

    Berbeda dari model AMM lainnya, CLP di THORChain memungkinkan penyedia likuiditas menambahkan likuiditas tanpa khawatir tentang geseran harga atau kerugian sementara. Rasio 1:1 dalam kolam secara otomatis di-rebalance untuk mempertahankan harga konstan, memastikan likuiditas selalu terpakai sepenuhnya, dan pengguna dapat melakukan perdagangan dengan harga pasar saat ini tanpa memperhatikan likuiditas.

    3. Kompatibilitas Lintas Rantai:

    THORChain tidak hanya memfasilitasi pertukaran aset di dalam satu blockchain, tetapi juga memungkinkan pengguna menukarkan aset di berbagai blockchain. Ini mengatasi masalah aset terperangkap di jaringan asal mereka.

    4. Tidak Memerlukan Buku Pesanan:

    Dengan menghilangkan kebutuhan akan buku pesanan, platform tersebut membuat perdagangan lebih efisien dan hemat biaya. Model pembuat pasar otomatis memungkinkan pengguna melakukan pertukaran dengan cepat tanpa menunggu penyesuaian buku pesanan.

    5. Imbalan Bagi Penyedia Likuiditas:

    THORChain memberikan insentif kepada penyedia likuiditas dengan memberikan sebagian dari biaya perdagangan. Ini mendorong partisipasi aktif dan kontribusi pada jaringan, menciptakan ekosistem yang lebih seimbang.

    Tantangannya

    Meskipun membawa inovasi luar biasa, platform ini tidak lepas dari tantangan seperti risiko keamanan dan persaingan dengan bursa terdesentralisasi lainnya. Dengan tim yang sebagian besar anonim, THORChain telah terbukti berhasil sejak peluncuran “chaosnet” multi-rantai pada April 2021.

    Dengan insentif bagi penyedia likuiditas, perlindungan dari kerugian sementara, dan kompatibilitas lintas rantai, platform ini membuka pintu untuk masa depan perdagangan aset kripto yang lebih terdesentralisasi dan efisien. Sebagai bagian integral dari evolusi blockchain, THORChain menjadi pemimpin dalam mengatasi tantangan likuiditas lintas jaringan dan menyediakan solusi yang kuat untuk pertukaran aset di era baru blockchain.

    Bagaimana Cara Kerjanya?

    THORChain menggunakan protokol Continuous Lending Pool yang memungkinkan pertukaran lintas rantai dari token kripto. Semua kripto non-native yang didukung ditempatkan ke dalam kolam likuiditas dengan RUNE. Model jaringan melepaskan token dari sana untuk pertukaran lintas rantai, menawarkan pertukaran ganda instan melalui pendekatan non-kustodian.

    THORChain menggunakan mekanisme konsensus Proof of Stake, di mana staking token RUNE diperlukan untuk mencapai keandalan sistem secara keseluruhan. Pengguna dapat memperoleh hasil berdasarkan deposit mereka ke dalam kolam likuiditas jaringan, yang juga tersedia bagi pengguna lain yang membutuhkan pinjaman. Jaringan tersebut memberikan insentif kepada node untuk memvalidasi pertukaran, dengan sekitar 100 hingga 300 tempat validator.

    Ekosistem THORChain

    Berikut beberapa ekosistem di dalam THORChain:

    1. ASGARDEX:

    Aplikasi desktop mandiri tanpa biaya yang mengimplementasikan pertukaran terdesentralisasi berbasis THORChain. Sebagai satu-satunya basis kode frontend sumber terbuka, ini berfungsi sebagai referensi bagi banyak pengembang yang membangun dalam ekosistem.

    2. THORSwap:

    Agregator DEX lintas rantai yang dibangun di atas protokol likuiditas lintas rantai THORChain dan menjadi antarmuka utama untuk semua layanan THORChain seperti THORNames dan aset sintetis.

    3. XDEFI:

    Dompet multirantai yang memungkinkan Anda menyimpan, menukar, dan mengirim Crypto dan NFT secara aman di 14 blockchain.

    4. ThorWallet:

    Dompet DeFi seluler non-kustodian dengan DEX lintas rantai terintegrasi. Anda dapat menukar token asli dan mengelola posisi likuiditas di THORChain, menukar fiat, dan banyak lagi.

    5. ShapeShift DAO:

    Pelopor kepemilikan sendiri untuk perdagangan aset digital. Platform sumber terbuka ini memberdayakan pengguna untuk membeli, menyimpan, berdagang, dan berinvestasi dengan aman dalam berbagai aset digital, meningkatkan akses ke sistem keuangan terbuka dan terdesentralisasi.

    6. Rango Exchange:

    Agregator DEX dan jembatan multirantai yang kuat, mengutamakan keterjangkauan dan dukungan untuk blockchain utama. Rango mendukung lebih dari puluhan blockchain, 12+ jembatan/DEX, dan 7+ dompet berbeda dengan UX modern.

    7. Defispot:

    Defispot adalah DEX (Decentralized Exchange) multi-chain all in one yang dibangun di atas THORChain, yang memberikan kemudahan penggunaan DeFi untuk semua pengguna dengan menawarkan antarmuka pengguna (UI/UX) tradisional – sebuah DEX yang menyamar sebagai CEX (Centralized Exchange).

    8. Decentralfi:

    Pertukaran terdesentralisasi yang dibangun dengan THORChain. Dengan bot optimasi slippage bernama Slippy, Decentralfi memberi tahu pengguna untuk memecah perdagangan besar agar dapat mengoptimalkan biaya pertukaran.

    9. Lends (direbranding dari Lendscape):

    Adalah pertukaran terdesentralisasi yang menggunakan THORChain dengan rencana untuk mendukung peminjaman.

    10. 0xVentures:

    DAO yang berfungsi sebagai dana dengan tujuan tunggal untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang mengganggu sektor, menempatkan perhatian pada integrasi dengan blockchain dan komunitas.

    11. THORChads DAO:

    Program imbalan dan rumah bagi Metaverse THORChads, di mana komunitas dapat menikmati proyek kreatif seperti NFT, rilis Merch, akses IDO, dan game. THORChads.com berfungsi sebagai peluncur kreatif, mendukung proyek-proyek baru dalam komunitas platform ini.

    12. ThorGuards:

    Pusat komunitas THORChain, membangun dari mitra ekosistem dan menyertakan mereka dalam karakteristiknya. Seni 3D menampilkan fusi unik mitologi Norse dan elemen Viking dengan estetika dan aksen cyberpunk.

    13. Vanir Threads:

    Membuat NFT yang dapat ditukar dengan koleksi fisik buatan tangan.

    14. Immunefi:

    Penyedia bounty bug pihak ketiga untuk THORChain, mendorong pelaporan kerentanan dengan imbalan atas pengungkapan yang bertanggung jawab.

    15. Thorstarter:

    Platform IDO dan DAO Venture multirantai yang menggabungkan model peluncuran unik dengan hibah likuiditas untuk menginkubasi, mendanai, dan meluncurkan proyek-proyek paling menjanjikan di DeFi.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com

  • Lido DAO, Solusi Staking Likuid Ethereum

    Apa Itu Lido DAO? 

    Pertumbuhan ekosistem kripto membawa inovasi yang terus berkembang, dan salah satu terobosan terkini yang memikat perhatian adalah Lido DAO. 

    Sebagai protokol staking terbesar untuk Ethereum dan blockchain Proof-of-Stake (PoS) lainnya, Lido DAO menghadirkan solusi staking likuid yang revolusioner. 

    Lido DAO (LDO) adalah platform staking likuid yang menyediakan solusi aman untuk cryptocurrency Proof-of-Stake (PoS), termasuk staking Ethereum 2.0 (The Merge), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC). Didirikan pada 2020, Lido memecahkan masalah likuiditas dalam staking PoS tradisional dengan menciptakan konsep “liquid staking.”

    Liquid Staking: Solusi untuk Likuiditas

    Staking pada blockchain PoS memiliki keuntungan dalam mendapatkan pendapatan pasif, namun, likuiditas aset yang dipertaruhkan seringkali menjadi tantangan. 

    Setelah mempertaruhkan kripto, akses terhadap aset tersebut terkunci hingga periode staking selesai. Lido memecahkan masalah ini dengan mengeluarkan versi tokenisasi dari aset yang dipertaruhkan, seperti stETH untuk Ethereum.

    Keunggulannya

    1. Pemimpin Pasar dalam Staking Ethereum

    Lido DAO memegang peran kunci dalam staking Ethereum, dengan jumlah Ethereum yang dipertaruhkan terbanyak dari semua protokol.

    2. Akses Mudah untuk Staking Ethereum 2.0

    Tak hanya itu, platform ini juga memberikan akses mudah ke staking Ethereum 2.0 tanpa persyaratan deposit minimum yang tinggi, sehingga membuatnya lebih terjangkau bagi berbagai pengguna.

    3. Solusi Liquid Staking

    Selain memfasilitasi staking, Lido tetapi juga menyediakan solusi liquid staking, memungkinkan pengguna mendapatkan imbal hasil tambahan melalui protokol DeFi lainnya.

    4. Dukungan untuk Blockchain Lain

    Selain Ethereum, Lido DAO telah berkembang untuk mendukung blockchain PoS Layer 1 lainnya, seperti Polygon dan Solana, menciptakan solusi multi-rantai yang unik.

    5. Desentralisasi Penuh

    Platform ini beroperasi sepenuhnya terdesentralisasi, memberikan kontrol kepada komunitas melalui token LDO untuk membuat keputusan yang demokratis dan transparan.

    Kekurangannya

    Meskipun memiliki keunggulan yang mencolok, platform Lido juga memiliki beberapa kekurangan, termasuk:

    • Masih baru dan belum sepenuhnya teruji dalam kondisi pasar yang beragam.
    • Solusi liquid staking lebih kompleks dan berisiko daripada staking tradisional.
    • Ketergantungan yang signifikan pada jaringan Ethereum.

    Keunikannya

    Beberapa dengan fitur-fitur uniknya:

    1. Akses Mudah untuk Semua Pengguna

    Memberikan akses yang mudah dan fleksibel ke staking Ethereum 2.0, bahkan tanpa jumlah deposit minimum yang tinggi.

    2. Liquid Staking Inovatif

    Menyediakan solusi liquid staking yang memungkinkan pengguna mendapatkan imbal hasil tambahan dari aset yang dipertaruhkan.

    3. Organisasi Otonom Terdesentralisasi (DAO)

    Diatur oleh komunitas melalui token LDO, menciptakan struktur tata kelola yang transparan dan demokratis.

    4. Dukungan Multi-Rantai

    Mendorong adopsi dengan mendukung blockchain PoS Layer 1 lainnya, memperluas ruang lingkup penggunaan.

    Bagaimana Cara Kerjanya?

    Ketika pengguna mempertaruhkan aset PoS mereka di Lido, token mereka di-stake pada blockchain terkait melalui protokol Lido. 

    Dengan menerima tokenisasi seperti stETH, pengguna dapat berpartisipasi dalam aktivitas DeFi lainnya sambil tetap mendapatkan imbal hasil dari staking.

    Lido memastikan keamanan dengan mendistribusikan aset staking ke beberapa validator, mengurangi risiko staking pada validator tunggal. Melalui struktur DAO, keputusan protokol diambil secara demokratis oleh komunitas.

    Kesimpulan

    Lido DAO memberikan solusi inovatif untuk mengatasi kendala likuiditas dalam staking PoS. Dengan likuiditas token staking dan dukungan multi-rantai, Lido DAO memimpin dalam memberikan akses mudah, likuiditas, dan imbal hasil tambahan bagi pengguna kripto. Meskipun masih ada risiko yang perlu diperhatikan, potensi dampak positif Lido DAO terhadap ekosistem kripto sangat menarik bagi mereka yang ingin mengoptimalkan pendapatan pasif mereka.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



    Sumber : pluang.com