Author: 10

  • Mengapa Indeks SP 500 Saat Ini Berisikan 505 Saham?

    Indeks S&P 500 dikenal karena perusahaan beraset jumbo yang ada di dalamnya. Sang empunya indeks, Standard & Poor Global, menjuluki indeks tersebut demikian lantaran terdapat 500 perusahaan yang bernaung di dalamnya.

    Hanya saja, setelah diteliti, ternyata indeks S&P 500 tidak saklek berisikan 500 saham. Namun, indeks ini ternyata berisikan 505 saham. Lantas, kenapa kondisi itu bisa terjadi?

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan 11 Sektor di Indeks S&P 500!

    Mengapa Ada 505 Saham di Indeks S&P 500?

    Indeks S&P 500 memang berisikan 500 perusahaan di dalamnya. Namun, lima diantaranya ternyata punya dua macam saham di dalam indeks tersebut alias multiple stocks.

    Adapun, perusahaan-perusahaan yang memiliki saham ganda di indeks S&P 500 adalah:

    1. Google memiliki kelas saham A dengan kode saham GOOG dan kelas saham B dengan kode GOOGL.
    2. Fox Corporation dengan ticker FOXA dan FOX
    3. Discovery Communication Inc dengan kode saham DISCK dan DISCA
    4. News Corporation dengan kode saham NWSA dan NWS dan
    5. Under Armour dengan kode saham UAA dan UA

    Satu perusahaan bisa memiliki multiple stocks atas alasan yang berbeda-beda. Tetapi, pada umumnya, perusahaan membagi jenis sahamnya berdasarkan kelas-kelasnya. Di mana, masing-masing kelas saham itu punya peruntukkan yang berbeda. Misalkan, kelas saham A diperuntukkan bagi investor baru sementara kelas B ditujukan bagi investor yang sudah lama.

    Nah, karena tujuan masing-masing kelas saham berbeda, maka penggenggam masing-masing saham tersebut juga punya mekanisme hak suara yang berbeda ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan digelar.

    Ambil contoh Google, yang memiliki dua kelas saham di S&P 500. Perusahaan teknologi ini melempar saham kelas A ke publik, namun saham kelas B ditujukkan bagi manajemen dan pihak pemangku kebijakan di korporasi tersebut.

    Keduanya sama-sama punya hak suara dalam RUPS, meski memang proporsinya terbilang berbeda. Pemegang saham kelas publik dianggap punya kekuatan suara lebih rendah dibandingkan kelas saham yang pemegangnya terbatas.

    Nah, karena hak suara antar saham berbeda, makanya dividen yang dibagikan pun berbeda. Sudah jelas, mereka yang punya hak suara lebih tinggi tentu akan diganjar jumlah dividen yang lebih mumpuni.

    Mengapa Pembagian Dua Kelas Saham Terjadi?

    Sejatinya, pembagian jenis saham ke beberapa kelas ini lumrah terjadi di pasar modal. Tujuannya, agar pendiri perusahaan (atau mungkin beserta keturunannya) tidak akan kehilangan kendali atas perusahaan tersebut ketika sahamnya sudah dilempar ke publik.

    Hal ini bisa terlihat di beberapa perusahaan seperti Ford dan perusahaan milik sang begawan saham Warren Buffett Berkshire Hathaway.

    Mereka memiliki dua kelas saham, di mana salah satunya ditujukan khusus bagi manajemen dan keluarga sang pendiri perusahaan. Mereka punya hak suara kuat meskipun kepemilikan saham secara total di korporasi tersebut terbilang mini.

    Hanya saja, penerbitan saham berdasarkan kelas ini terbilang cukup kontroversial. Para pendukung gagasan ini percaya bahwa pembagian saham berdasarkan kelas-kelas akan membuat pendiri perusahaan leluasa dalam melakukan aksi korporasi. Namun, penentang gagasan ini percaya bahwa hal itu malah menyebabkan ketidakadilan.

    Tapi, praktik seperti itu telah terjadi. Bahkan, telah berhasil terdaftar ke indeks S&P 500.

    Baca juga: Penasihat Keuangan yang Investasi di Aset Kripto Tumbuh 50% di 2020

    Sejak Kapan Indeks S&P 500 Berisikan 505 Saham?

    Indeks S&P 500 mulai memiliki 505 saham terdaftar sejak September 2015. Kala itu, S&P Global memperkenalkan metodologi perhitungan indeks baru yang memperkenankan perusahaan pemilik multiple stocks untuk mempunyai dua atau lebih kelas saham di indeks tersebut.

    Adapun penilaiannya dilakukan berdasarkan dua hal utama: likuditas saham dan kapitalisasi pasar. Dengan kata lain, dalam menambahkan kelas saham baru ke indeks S&P 500, S&P Global mempertimbangkan nilai kapitalisasi pasar perusahaan tersebut namun mengukur likuiditas dari saham tambahan tersebut.

    Sebelum metodologi ini diperkenalkan, sudah ada Google dan Discovery Communication yang memiliki dua kelas saham di indeks S&P 500. Namun, sistem seleksi baru itu akhirnya meloloskan tiga perusahaan, yakni Comcast Corp, Twenty-First Century Fox Inc, dan News Corp untuk mencantumkan satu kelas saham tambahan di indeks tersebut.

    Hanya saja, aturan tersebut sudah tidak lagi berlaku sejak 2017. Alasannya sederhana, karena jika itu terus berlaku, maka investasi di perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 tidak lagi menarik.

    Seluruh investor, baik pemodal jumbo maupun investor ritel, tentu ingin punya hak suara dalam menentukan aksi korporasi perusahaan jagoannya. Sayangnya, sistem multiple stocks tersebut dianggap sebagai penghambat untuk memberikan hak suara yang dimaksud.

    Tetapi, aturan tersebut tidak berlaku surut. Jadi, perusahaan yang sudah lebih dulu menerapkan aturan kelas saham sebelum adanya aturan tersebut tetap masuk dalam indeks S&P 500.

    Nah, menarik bukan, Sobat Cuan? Fakta menarik lainnya dari indeks S&P 500 adalah kamu hanya bisa mendapatkannya di aplikasi Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa mengakses cuan dari 500 perusahaan top Amerika Serikat tersebut hanya dalam satu genggaman saja. Pastinya praktis, aman, dan cuan!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Thefipharmacist, Investopedia, S&P Global



    Sumber : pluang.com

  • Unik Dibanding Koin Lain, Simak 5 Fakta Unik Koin Ripple Berikut!

    Jagat cryptocurrency memang luas ukurannya. Altcoin pun bertaburan jumlahnya. Kadang, mereka yang baru memasuki kancah kripto pun sulit mengetahui jenis-jenis dan manfaat aset kripto yang berada di luar sana.

    Meski demikian, terdapat satu cryptocurrency yang paling unik di antara lainnya, yakni XRP. Bahkan, keunikan karakteristik koin kripto besutan Ripple mungkin jarang ditemukan di cryptocurrency lainnya.

    Komunitas kripto mungkin hanya mengenal XRP sebagai salah satu aset kripto terpopuler. Tak heran, sebab koin ini sekarang menduduki posisi ke-6 di CoinMarketCap untuk urusan kapitalisasi pasar yang kini menyentuh US$34,88 miliar.

    Penggemar cryptocurrency mungkin juga hanya mengenal XRP sebagai aset kripto dengan pertumbuhan nilai paling moncer. Pada 2018 lalu, XRP sempat menghebohkan jagat kripto karena nilainya berhasil menembus 59.000% dalam setahun. Yakni dari US$0,006 menjadi US$3,60 per kepingnya.

    Padahal, sebenarnya koin XRP juga punya karakteristik yang mantap lho Sobat Cuan, yang mungkin jarang sekali dikenal orang. Nah, apa saja sih karakteristik unik XRP yang jarang ditemukan di cryptocurrency lainnya?

    Mengenal 5 Fakta Unik XRP

    1. Koin Ripple adalah Satu-Satunya Token yang Dirancang Khusus Untuk Lembaga Keuangan

    Seperti diketahui, ada 5000-an token dan koin yang diperdagangkan di bursa kripto. Namun, hanya XRP yang dilahirkan dengan tujuan yang jelas. Ya, XRP dibangun khusus untuk perusahaan agar bisa melakukan transfer nilai.

    Hal itu menjadikan Ripple, yang notabene adalah perusahaan layanan pembayaran di industri keuangan, bisa memanfaatkan blokchain XRP untuk melakukan transfer yang dengan cepat dan aman. Dengan kata lain, XRP menjadi satu dari sedikit aset digital yang punya manfaat jelas (use case) di kancah kripto.

    Baca juga: Terlihat Serupa, Apa Perbedaan Yield Farming dan Liquidity Mining?

    2. Koin Ripple Memiliki Skalabilitas Transaksi yang Tinggi

    XRP juga adalah salah satu aset digital yang punya skalabilitas transaksi mumpuni. Sebab, buku besar XRP di sistem blockchain-nya mampu menangani 1.500 transaksi per detik selama 24 jam dan tujuh hari dalam seminggu.

    Bahkan, kemampuan transaksi XRP hampir bisa disandingkan dengan perusahaan jasa pembayaran konvensional seperti Visa yang memproses 2.000 transaksi per detik.

    3. Jembatan Mata Uang Fiat

    Beberapa koin digital, seperti Bitcoin, bertujuan untuk menggeser dominasi mata uang fiat sebagai alat pembayaran. Namun, tidak demikian untuk XRP. Justru, XRP hadir sebagai jembatan mata uang fiat dengan aset digital.

    Selama ini, XRP sudah bekerja dengan lebih dari 10 pelayanan transfer digital di seluruh dunia untuk mengirimkan mata uang fiat lintas batas dan secara efisien. Sebab, XRP membutuhkan waktu settlement transaksi selama 4 detik saja, dibandingkan dengan menggunakan jasa keuangan konvensional yang butuh waktu tiga hingga lima hari demi melakukan hal tersebut.

    4. Koin Ripple Adalah Aset Digital yang Ramah Lingkungan

    XRP bukanlah aset kripto yang “ditambang” layaknya Bitcoin. Sehingga, memproduksinya pun tidak membutuhkan daya komputasi yang besar plus tenaga listrik yang luar biasa.

    Sehingga, jika biaya produksi satu Bitcoin setara dengan kebutuhan listrik memberi daya pada 3,67 rumah di Amerika Serikat selama satu hari, maka XRP tidak membutuhkan itu semua.

    5. Mendapat Pengakuan dari World Economic Forum

    Pada 2020 lalu, World Economic Forum mendapuk XRP sebagai cryptocurrency paling relevan di dunia ini seiring niatan beberapa bank sentral global yang tengah mempersiapkan koin digital besutannya sendiri (CBDC).

    Menurut laporan itu, XRP dianggap sebagai aset kripto yang relevan dalam memfasilitasi CBDC dalam melaksanakan transaksi wholesale, utamanya dalam transaksi intra atau antar bank.

    Baca juga: Terlihat Serupa, Apa Perbedaan Koin dan Token di Kancah Kripto?

    Benar-benar karakteristik koin yang sangat unik ya, Sobat Cuan. Sebagai informasi, kamu bisa mendapatkan XRP sekarnag juga di aplikasi Pluang! Selain XRP, kamu juga bisa mendapatkan koin alternatif unggulan lainnya seperti ETH, BNB, DOT, dan ADA.

    Yuk, dapatkan XRP di Pluang sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Ripple, Daily HODL



    Sumber : pluang.com

  • Pluang Raih Total Pendanaan US$55 Juta Sepanjang Tahun Ini

    Pluang, perusahaan rintisan wealth tech inovatif di Indonesia yang menyediakan akses terhadap beragam kelas aset secara praktis melalui produk mikro investasi sejak 2019, hari ini mengumumkan telah meraih pendanaan tambahan sebesar US$35 juta. Jika ditambah dengan pendanaan sebesar US$20 juta yang diraih Maret lalu, maka total pendanaan yang sudah Pluang himpun mencapai US$55 juta sepanjang tahun ini.

    Pendanaan ini dipimpin oleh Square Peg dan memiliki konsorsium yang beranggotakan Susquehanna International Group (SIG), UOB Venture Management, beserta investor existing Pluang, termasuk Go-Ventures dan Openspace Ventures

    “Kami beruntung terus menambah investasi kami di Pluang pada setiap seri pendanaannya, menjadikan Pluang sebagai salah satu portofolio utama kami. Kami selalu kagum atas inovasi produk, pertumbuhan bisnis Pluang, dan unit ekonomi yang terbaik di kelasnya. Kami berharap untuk terus bekerja sama dengan tim Pluang dalam tahun-tahun mendatang,” ujar Partner Go-ventures Aditya Kamath.

    Pluang akan menggunakan dana tersebut untuk mempercepat peluncuran produk baru guna memenuhi permintaan konsumen yang terus bertumbuh. Pluang juga akan memanfaatkan pendanaan tersebut demi merekrut orang-orang terbaik, untuk mencapai misi Pluang yaitu membantu semua orang merasakan serunya berinvestasi secara bijak

    Saat ini, Pluang menyediakan akses investasi emas, Micro E-Mini Index Futures, reksa dana, dan aset kripto kepada investor ritel Indonesia. Pluang memiliki aneka kelas aset yang lebih beragam dibanding perusahaan rintisan wealth-tech lainnya di Indonesia. Pluang pun memungkinkan penggunanya untuk menabung dan berinvestasi mulai dari Rp10.000 di beragam aset investasi hanya melalui satu aplikasi saja, sehingga pengguna bisa berinvestasi dengan mudah dan tanpa hambatan.

    Diversifikasi adalah kunci utama bagi investor pemula untuk belajar meminimalisasi risiko dalam berinvestasi. Pluang berkomitmen untuk selalu berada di garda terdepan agar investor dapat melakukan diversifikasi portofolionya secara praktis.

    Indonesia adalah negara dengan tingkat literasi keuangan yang masih cukup rendah. Pluang selalu menekankan kepada para penggunanya pentingnya edukasi tentang investasi dan penciptaan kekayaan jangka panjang. Untuk membawa perbedaan, Pluang percaya bahwa pengembangan pendidikan finansial membutuhkan kerja sama dengan ekosistem mitra bisnis yang memiliki jumlah konsumen besar.

    Pluang terpilih untuk menyediakan mini-apps di dalam ekosistem perusahaan teknologi besar, termasuk Gojek, Dana, dan Bukalapak. Pluang berencana menambah kemitraan dengan mitra bisnis lainnya di masa depan.

    Pendiri Pluang, Claudia Kolonas dan Richard Chua, terinspirasi untuk mendirikan Pluang setelah mengikuti kelas Business at the Base of the Pyramid ketika keduanya menempuh pendidikan MBA di Harvard Business School. Claudia adalah sosok yang berpengalaman di industri jasa keuangan Indonesia, sementara Richard adalah serial-entrepreneur di bidang edukasi dengan latar belakang pengalaman di Google dan Bain.

    “Kami terkesan dengan visi Claudia dan Richard untuk membuka akses terhadap penciptaan kekayaan bagi masyarakat Indonesia, dan kesadaran mereka untuk memperbaiki literasi finansial di Indonesia,” jelas Partner Square Peg, Tushar Roy.

    “Dalam membangun Pluang, Claudia dan Richard mengkombinasikan pengetahuan yang dalam tentang pasar Indonesia dengan pengetahuan tentang manajemen kekayaan dan pendidikan finansial. Kami sangat antusias menanti gebrakan baru berikutnya yang akan mereka perkenalkan ke pasar Indonesia,” imbuhnya.

    Pluang Siapkan Kompetisi Berhadiah Rp55 Juta

    Pluang menyadari bahwa pengguna setianya memiliki peran utama dalam membantu perusahaan mencapai tonggak sejarah baru ini. Sejak didirikan 2019 lalu, hampir 3 juta orang telah mendaftar di Pluang. Pluang mampu menorehkan capaian tersebut dengan biaya operasional yang efisien.

    Sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Sobat Cuan, Pluang akan menghelat kompetisi foto funding giveaway dengan total hadiah mencapai Rp55 juta! Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui Instagram resmi Pluang @pluang_id.





    Sumber : pluang.com

  • Mengenal 2 Jenis Chart dalam Analisis Teknikal

    Line Chart

    Line chart adalah grafik dalam bentuk garis yang diciptakan dengan menghubungkan harga penutupan sebuah aset di setiap periode yang digunakan dalam grafik tersebut.

    Sebagai contoh, grafik harian adalah garis yang menghubungkan harga-harga penutupan sebuah aset setiap harinya. Sementara itu, grafik per jam merupakan garis yang menyambungkan harga sebuah aset di setiap jamnya.

    Pelaku pasar biasanya menggunakan line chart untuk memvisualisasikan pergerakan harga aset. Melalui grafik ini, mereka bisa membaca reli dan tren harga sebuah aset beserta reaksi pelaku pasar terhadap tren tersebut.

    Sobat Cuan bisa menengok contoh line chart di grafik nilai harian indeks S&P 500 antara 2017 hingga 2021 berikut.

    analisis teknikal

    Dari grafik tersebut, Sobat Cuan bisa mengetahui kapan tren harga sebuah aset terus meningkat (bull market), menurun (bear market), atau mengalami reli. Grafik ini membantu kamu memahami kondisi pasar yang terjadi saat ini sehingga kamu bisa membuat keputusan investasi yang tepat.

    Baca juga: Kenali 5 Pola Candlestick Sebagai Petunjuk Trading bagi Pemula

    Candlestick Chart

    Candlestick chart adalah grafik yang menunjukkan harga aset tertinggi dan terendah serta harga pembukaan dan penutupan sekaligus di satu rentang periode tertentu. Makanya, bentuknya pun jauh berbeda dengan line chart.

    Candlestick chart sendiri melintang vertikal yang terdiri dari dua bagian utama, yakni badan dan “batang” yang menjulang di atas dan bawah. Bagian badan menggambarkan posisi harga aset saat pembukaan dan penutupan, sementara bagian batang menggambarkan titik harga terendah dan tertinggi sepanjang sesi perdagangan.

    Agar mempermudah investor melihat arah pergerakan harga, grafik candlestick umumnya memiliki dua warna, yakni hijau dan merah. Grafik candlestick hijau melambangkan bahwa harga aset tengah naik dalam periode tersebut, sementara warna merah melambangkan penurunan harga.

    Nah, untuk lebih mudah memahami candlestick, Sobat Cuan bisa menyimak gambar berikut!

    analisis teknikal
    Grafik candlestick saat tren harga naik
    analisis teknikal
    Grafik candlestick saat tren harga turun

    Seperti apa definisi atas grafik di atas? Simak penjelasannya berikut!

    1. Harga pembukaan (open). Titik ini berada di posisi bawah badan candlestick jika harga aset terpantau terus meningkat. Sebaliknya, titik ini akan berada di posisi atas badan candlestick jika tren harga aset terus melandai.
    2. Harga tertinggi (high). Titik ini terletak di puncak paling atas batang candlestick.
    3. Harga terendah (low). Titik ini terletak di ujung paling bawah batang candlestick.
    4. Harga penutupan (close). Ini merupakan kebalikan dari harga pembukaan. Titik ini akan berada di posisi atas badan candlestick jika harga aset meningkat dan berlaku sebaliknya.

    Agar kamu lebih memahami soal grafik candlestick, yuk perhatikan contoh grafik candlestick dalam analisis teknikal nilai indeks Nasdaq 100 antara Januari hingga Juli 2021 berikut.

    Grafik di atas memperlihatkan warna merah dan hijau secara selang-seling, yang menunjukkan fluktuasi nilai indeks tersebut. Namun, ada kalanya grafik berwarna hijau terus menerus dan ada masanya grafik tersebut berwarna merah secara berurutan. Nah, warna-warna yang muncul secara berentetan tersebut menunjukkan arah pergerakan nilai indeks Nasdaq 100.

    Sebagai contoh, sebagian besar badan grafik candlestick berwarna hijau antara Mei hingga Juli, yang mengindikasikan bahwa tren nilai indeks Nasdaq 100 tengah menanjak. Kemudian, beberapa elemen tambahan di badan candlestick tersebut memberikan info lainnya terkait tingkat volatilitas nilai tersebut.

    Badan candlestick yang panjang, misalnya, menunjukkan perubahan harga yang ekstrem dari awal hingga akhir sesi perdagangan. Sementara itu, batang candlestick yang panjang menunjukkan seberapa parah harga berfluktuasi dalam rentang waktu tersebut.

    Tak hanya itu, pelaku pasar juga bisa meramal arah pasar hanya dengan melihat pola candlestick tertentu.

    Seperti yang terlihat pada grafik di atas, terdapat satu candlestick yang terlihat seperti palu lantaran memiliki badan yang pendek namun dengan batang yang panjang. Nah, pola tersebut disebut dengan “hammer candlestick”, yakni sebuah pola yang sering dianggap pelaku pasar sebagai pertanda bahwa tren harga aset akan berbalik arah dari menurun menjadi meningkat.

    Jika terdapat pola seperti itu, maka ada baiknya Sobat Cuan segera masuk ke pasar untuk mendulang cuan.

    Mending Line Charts atau Candlestick di Analisis Teknikal?

    Kini, kamu sudah memahami line charts dan grafik candlestick. Hanya saja, grafik manakah yang perlu kamu pilih?

    Kamu bisa menggunakan line chart untuk membaca kesimpulan singkat mengenai pergerakan harga. Hanya saja, line chart tidak bisa membaca data-data selain data titik harga penutupan.

    Sementara itu, grafik candlestick dapat memberikanmu data terkait perjalanan harga sebuah aset di setiap periodenya.

    Namun, apapun jenis grafiknya, seluruh grafik trading memiliki rentang waktunya sendiri baik dalam hitungan menit, jam, harian, bulanan, atau tahunan. Sehingga, baik menggunakan line chart atau candlestick dalam analisis teknikal, kamu tetap bisa melihat perjalanan harga sebuah aset.

    Baca juga: Gak Bisa Baca Candlesticks? Simak Cara Bacanya Bagi Pemula di Sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Simak Cara Memilih Time Frame Jitu di Tradingview!

    Sobat Cuan pasti punya ekspektasi return masing-masing ketika melakukan trading. Makanya, kamu pun akhirnya belajar analisis teknikal dan kemudian menggunakan perangkat analisis teknikal seperti tradingview.

    Hanya saja, kamu mungkin akan kebingungan ketika melihat grafik tradingview ternyata punya opsi kerangka waktu (time frame) perdagangan yang beragam, dari mulai hitungan detik hingga bulan. Sehingga, pada situasi ini, kamu bisa saja kelimpungan mencari cara memilih time frame yang tepat ketika melakukan trading.

    Namun, kini kamu tak perlu khawatir, Sobat Cuan. Di artikel ini, kamu bisa memahami time frame secara singkat dan padat beserta cara memilih time frame yang jitu!

    Apa itu Time Frame dalam Trading?

    Di dalam dunia trading, time frame adalah kurun waktu tertentu yang ditentukan oleh para investor ketika mengamati pergerakan harga sebuah aset.

    Jika Sobat Cuan mengubah time frame di tradingview ke 4 jam (4 hours), maka tradingview akan menampilkan dinamika harga aset tersebut dalam empat jam terakhir. Begitu juga dengan pilihan lainnya. Jika kamu memilih time frame di 1 hari, maka tradingview akan menampilkan data pergerakan harga aset itu dalam sehari terakhir.

    Pergerakan harga suatu aset dalam satu time frame tentu berbeda dengan time frame lainnya. Contohnya bisa Sobat Cuan lihat pada grafik ETH/USDT dengan time frame empat jam di bawah ini.

    Cara memilih time frame
    Grafik ETH/USDT 4 jam. Sumber: Tradingview

    Dari grafik di atas, Sobat Cuan bisa melihat bahwa ETH/USDT bergerak melandai jika dilihat selama empat jam. Namun, kondisi tersebut ternyata berbeda jika kamu memilih time frame ETH/USDT dalam kurun satu pekan. Sebab, nilai ETH/USDT justru terpantau menguat sepanjang periode tersebut, seperti diperlihatkan oleh grafik di bawah ini.

    Cara memilih time frame
    Time frame ETH/USDT dalam satu pekan. Sumber: tradingview

    Oleh karenanya, trader memang wajib untuk tahu cara memilih time frame yang tepat agar nantinya tidak menyesal mengambil keputusan dalam trading.

    Bagaimana Cara Memilih Time Frame yang Tepat?

    Sobat Cuan perlu ingat aturan umum dari memilih time frame berikut: Semakin panjang time frame yang dipilih, maka investor dapat menerima sinyal yang lebih kencang dari pergerakan harga suatu aset tersebut.

    Begitu pun sebaliknya. Jika investor memilih time frame trading yang pendek, maka mereka akan melihat pergerakan harga aset yang terbilang ‘samar-samar’.

    Oleh karenanya, kamu perlu memilih time frame dalam trading menggunakan pendekatan yang disebut dengan analisis multiple time frame. Apakah itu?

    Ketika melakukan analisis tersebut, kamu bisa memilih time frame yang lebih panjang terlebih dulu untuk melihat tren umum dari harga suatu aset. Apakah harga aset tersebut benar-benar memang tengah melandai? Atau justru tengah menanjak? Setelahnya, kamu bisa memperpendek time frame untuk menentukan keputusan masuk atau keluar dari pasar.

    Teknik ini pun lumrah digunakan oleh investor atau trader ulung. Mereka biasanya menggambar suatu garis tren pada time frame yang lebih panjang sebelum berlanjut ke time frame yang lebih kecil untuk menentukan waktu entry dan exit.

    Cara Memilih Time Frame Sesuai Tipe Trader

    Namun, pertanyaan berikutnya, bagaimana cara kamu menganggap satu time frame sebagai kerangka waktu yang pendek atau panjang? Terlebih, di dalam tradingview, Sobat Cuan bisa memilih time frame dengan opsi 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 4 jam, 6 jam, 12 jam, 1 hari, 1 minggu, dan 1 bulan.

    Nah, jawaban pertanyaan tersebut tergantung dari jenis gaya trading-mu masing-masing. Berikut penjelasannya!

    1. Swing trader, alias trader yang fokus mencari cuan dari pergerakan singkat harga aset, biasanya menggunakan time frame 1 minggu sebagai tren utamanya dan menggunakan time frame 1 jam untuk melihat tren jangka pendek. Tipe trader satu ini, biasanya berharap meraup cuan dalam waktu beberapa hari sampai mingguan.
    2. Day trader atau scalper, alias trader harian yang melihat chart harga setiap 15 menit, umumnya menggunakan time frame 1 jam untuk analisis tren utama dan time frame 5 menit untuk jangka pendeknya. Tipe trader satu ini biasanya ngarep untuk dapat cuan dalam hari itu juga, bahkan sampai hitungan jam atau menit saja.
    3. Trader jangka panjang yang fokus pada chart mingguan biasanya menggunakan grafik dengan time frame 1 bulan untuk menentukan tren utama sekaligus titik keluar atau masuk pasar. Trader tipe ini biasanya berharap mendulang untung dalam angka persentase yang besar dengan jangka waktu yang bisa sampai bertahun-tahun.

    Semua jenis trader di atas selalu meninjau time frame jangka panjang terlebih dulu. Sebab, grafik tersebut dapat membantu mereka mendapatkan konfirmasi atas hipotesis trading mereka, sekaligus memberikan sinyal bahaya jika hipotesisnya tidak sesuai harapan. Selanjutnya, mereka akan mempercantik posisi entry atau exit dengan memperkecil time frame-nya.

    Intinya, menggunakan analisis multiple time frame berdasarkan tipe trading-mu dapat bikin kamu makin pede dalam trading. Apalagi, kini kamu sudah bisa melakukannya di aplikasi Pluang!

    Kini, menu aset kripto di aplikasi Pluang sudah menyediakan grafik analisis teknikal dengan bantuan tradingview. Sehingga, kamu dapat dengan mudah menentukan time frame demi cuan trading kripto yang lebih oke!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Ekosistem Polygon (MATIC)

    Salah satu janji aset kripto adalah untuk membuat sistem finansial yang terbuka dan gratis. Fasilitas ini telah disediakan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kebanyakan platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang berada di atas jaringan Ethereum.

    Namun, para pengembang aplikasi tersebut menghadapi masalah biaya jaringan mahal di Ethereum. Namun, masalah tersebut bisa selesai jika mereka “pindah rumah” ke satu jaringan baru yang disebut Polygon.

    Seperti apa karakteristik jaringan tersebut? Yuk, simak bersama!

    Apa Itu Polygon?

    Jaringan Polygon adalah solusi blockchain lapisan kedua (layer 2) yang dibangun di atas jaringan Ethereum, yang merupakan jaringan blockchain lapis 1.

    Jaringan lapis kedua adalah kerangka kerja atau protokol sekunder yang dibangun diatas sistem blockchain utama, atau dikenal sebagai lapis 1. Kehadiran protokol ini bertujuan untuk menjadi solusi atas leletnya kecepatan transaksi dan rendahnya skalabilitas transaksi yang dihadapi jaringan kripto.

    Dalam konteks Polygon, jaringan tersebut hadir untuk mengatasi hambatan transaksi di jaringan Ethereum, mulai dari masalah skalabilitas, tata kelola komunitas, hingga kecepatan transaksi. Di samping itu, Polygon juga muncul sebagai solusi atas mahalnya biaya transaksi di jaringan Ethereum yang kini berada di kisaran US$14 hingga US$263 per transaksi.

    Polygon mengatasi rentetan masalah tersebut dengan memanfaatkan solusi sidechain baru dan teknologi off-chain. Dengan teknologi off-chain tersebut, pengguna Ethereum dapat melakukan transaksi dan interaksi smart contract di luar jaringan Ethereum. Jika kegiatan tersebut rampung, maka mereka dapat mendokumentasikan kembali seluruh aktivitas yang dimaksud ke blockchain utama Ethereum.

    Di samping itu, pengembang dapat memanfaatkan Polygon untuk membuat jaringan interoperable blockchain sesuai atribut yang diinginkan. Tak ketinggalan, pengembang juga dapat menyesuaikan jaringan blockchain dengan berbagai macam modul baru untuk membuat blockchain independen dengan fungsi yang diinginkannya.

    Nah, solusi bejibun yang ditawarkan Polygon tersebut dapat mengurangi beban pemrosesan data Ethereum, sehingga waktu dan biaya transaksi di Ethereum jadi lebih efisien. Oleh karenanya, koneksi Polygon jelas menjadi bukti bahwa ia adalah blockchain lapis kedua Ethereum. Bahkan, Polygon sendiri mengklaim dirinya sebagai “internet blockchain Ethereum” lantaran fungsinya yang mumpuni.

    Menariknya, Polygon bukan hanya solusi penskalaan dasar seperti pendahulunya, jaringan Matic. Selain itu, Polygon awalnya hanyalah kerangka kerja yang fokus menangani kekurangan jaringan Ethereum.

    Jadi, intinya, jaringan Polygon adalah kerangka kerja komprehensif yang dapat dioperasikan dan berfungsi memperbaiki keandalan jaringan blockchain Ethereum.

    Cara Kerja Polygon Matic

    Dalam menjalankan fungsinya, Polygon membagi proses kerjanya ke dalam empat tahapan (layer), yakni Ethereum layer, Polygon networks layer, execution layer, dan security layer. Seperti apa penjelasannya? Yuk, perhatikan dengan seksama ya, Sobat Cuan!

    Proses kerja paling awal disebut sebagai Ethereum layer, yang sekaligus menjadi tahapan paling signifikan di arsitektur Polygon. Pada layer ini, Polygon akan menampilkan kumpulan rancangan smart contracts yang akan “dipasang” di jaringan Ethereum. Smart contracts tersebut adalah motor penggerak atas aktivitas seperti finalisasi transaksi, komunikasi dua arah antara Ethereum dan Polygon, serta staking.

    Menariknya, tahapan security layer juga akan berjalan secara paralel dengan proses Ethereum layer. Proses security layer nantinya juga akan ikut meningkatkan keandalan aspek keamanan di jaringan Ethereum.

    Setelahnya, Polygon akan memproses data-data dari Ethereum ke dua tahapan lanjutan yang tak kalah penting, yakni Polygon networks layer dan execution layer.

    Di dalam Polygon networks layer, komunitas pengguna jaringan Polygon akan melakukan konsensus untuk memvalidasi, atau bahkan bisa memblokir, permintaan transaksi di jaringan tersebut. Jika sudah disepakati, maka transaksi bisa berlanjut ke tahapan execution layer.

    Execution layer sendiri adalah proses eksekusi smart contracts menjadi dApps menggunakan Ethereum Virtual Machine (EVM). Polygon memiliki banyak “jaringan sampingan” (sidechain), di mana masing-masingnya memiliki EVM aktif. Nah, keunggulan inilah yang memungkinkan eksekusi smart contract di Polygon lebih cepat dengan biaya yang jauh lebih efiisen dibanding eksekusi di jaringan Ethereum.

    Untuk lebih jelasnya, yuk simak perbandingan biaya-biaya jaringan di Polygon dengan Ethereum berikut!

    Apa Itu Polygon

    Kegunaan Polygon

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jaringan Polygon berfungsi untuk mendukung skalabilitas penciptaan dApps di jaringan Ethereum. Tapi, selain itu, kenapa pengembang dApps perlu mengembangkan aplikasinya di jaringan Polygon?

    Ternyata, proyek-proyek yang dikembangkan di Polygon bisa memiliki kemampuan untuk berkomunikasi satu sama lain plus dengan blockchain Ethereum. Keunggulan tersebut menjadikan Polygon sebagai jaringan potensial yang mampu mengantar masing-masing platform dApps untuk saling bertukar nilai dan punya fungsi interoperabilitas.

    Nah, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan manfaat serta mengakselerasi inovasi dApps ke depan. Oleh karenanya, Polygon diramal bisa menjadi jembatan penghubung antara blockchain-blockchain berbeda di masa depan. Sehingga, seluruh blockchain tersebut dapat saling menyokong satu sama lain di dalam satu ekosistem yang lebih luas.

    Pada dasarnya, Polygon ingin mengembangkan sebuah hub yang bisa menghubungkan jaringan blockchain berbeda-beda sembari mengatasi masalah yang mendera masing-masin jaringan tersebut. Bahkan, di masa depan, Polygon tidak menutup kemungkinan untuk digunakan di ekosistem ekonomi yang lebih terbuka, yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi secara lancar.

    Apa yang Membuat Polygon Unik?

    Polygon telah berevolusi menjadi fondasi teknologi yang menjanjikan dan memungkinkan proyek-proyek di dalamnya punya fungsi interoperabilitas yang andal dengan jaringan blockchain lainnya. Keunggulan ini ibarat menjadi obat bagi “penyakit kronis” Ethereum, yakni perkara skalabilitas.

    Namun, selain itu, masih banyak lagi keunggulan Polygon dibanding jaringan lainnya, seperti dijelaskan di tabel berikut!

    Apa Itu Polygon

    Salah satu “nilai jual” Polygon yang bisa menarik minat komunitas kripto adalah kompatibilitasnya dengan EVM. Akibatnya, pengembang yang terbiasa mengembangkan aplikasi di jaringan Ethereum tidak akan kagok ketika beralih menggunakan jaringan Polygon.

    Selain itu, Polygon juga menggunakan model keamanan bersama. Hanya saja, masing-masing proyek di dalamnya tidak wajib menambah lapisan keamanan tersebut lantaran fitur ini bersifat pilihan. Namun, skalabilitas mereka juga tak akan terganggu jika mereka memilih meningkatkan kualitas keamanannya.

    Di samping itu, pengembang juga bisa memanfaatkan Polygon untuk mengembangkan platform bersifat fleksibel dan menggabungkan segala jenis solusi yang ada. Salah satu proyek terkenal yang menggunakan teknologi Polygon adalah Aavegotchi, sebuah game DeFi yang mengolaborasikan Non-Fungible Tokens (NFTs) dengan platform pinjam-meminjam terdesentralisasi EasyFi.

    Nah, beberapa keunikan tersebut menjadikan Polygon sebagai alternatif terbaik dalam urusan pengembangan dApps ketimbang teman sepantarannya, Cosmos.

    Sekadar informasi, Cosmos memanfaatkan teknologi WASM-based virtual machine dalam memproses smart contract menjadi dAppss. Namun, teknologi itu dinilai tidak punya level keamanan yang andal seperti Polygon dan dikenal agak ribet untuk dioperasikan.

    Bagaimana Polygon Menentukan Masa Depan Ethereum?

    Komunitas kripto kerap berdebat soal kemungkinan jaringan Polygon untuk menyalip popularitas Ethereum. Padahal, Polygon justru berfungsi sebagai penyanggan Ethereum.

    Sobat Cuan mungkin sudah paham bahwa jaringan Ethereum telah berkembang pesat sebagai platform penciptaan aplikasi terdesentralisasi. Melalui berbagai aplikasi tersebut, pengguna bisa berhubungan dengan dunia virtual, membeli karya seni digital, atau melakukan transaksi pinjam meminjam.

    Namun, meningkatnya aktivitas tersebut akan membuat proses transaksi di atas jaringan Ethereum gampang mandek. Sehingga, biaya transaksi di Ethereum pun semakin mahal. Untungnya, terdapat jaringan Polygon yang mampu menyelesaikan masalah tersebut. Ia menawarkan solusi atas ketidakandalan skalabilitas Ethereum dengan memanfaatkan teknologi yang dapat mempercepat, mengurangi kompleksitas, dan menurunkan biaya transaksi di jaringan Ethereum.

    Intinya, kehadiran Polygon tidak perlu memaksa Ethereum untuk memodifikasi jaringannya. Sesuai dengan namanya, Polygon menawarkan kerangka kerja yang lebih sederhana, namun fleksibel untuk pengembangan jaringan Ethereum. Sehingga, Polygon dapat mendukung Ethereum untuk mengekspansi jaringannya dengan ukuran, efisiensi, kegunaan, dan keamanan yang lebih baik. 

    Perkembangan Terakhir Polygon

    Baru-baru ini, Polygon mengumumkan akan berkolaborasi dengan Seven Seven Six, sebuah perusahaan modal ventura besutan salah satu pendiri Reddit Alexis Ohanian, untuk berinvestasi sebesar US$200 juta di proyek yang menggabungkan kecanggihan teknologi Web3 dengan media sosial.

    Investasi tersebut akan menambah panjang daftar portofolio pendanaan Ohanian. Sebelumnya, Ohanian juga menjadi investor awal Coinbase, Patreon dan juga OpenDoor.

    Perusahaan yang dimilikinya, Seven Seven Six, juga memiliki kepemilikan di Sky Mavis, pengembang platform gim Axie Infinity, dan beberapa perusahaan teknologi terkemuka lainnya.



    Sumber : pluang.com

  • Cara Mudah Investasi Produk Saham AS di Aplikasi Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa berinvestasi di 650+ saham AS mulai dari 0,1 unit saja. Seluruh transaksimu di produk saham AS dijamin dan difasilitasi oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), sehingga investasimu bakal selalu aman!

    Penasaran mengetahui cara berinvestasi produk saham AS di Pluang? Yuk, simak caranya berikut!

    Cara Top-Up Saldo Dolar AS di Wallet Pluang

    Cara Memasang Limit Order Produk Saham AS

    Cara Memasang Market Order Produk Saham AS

    Mudah sekali kan, Sobat Cuan? Yuk, investasi produk saham AS sekarang di aplikasi Pluang!

    Investasi Produk Saham AS Pluang di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Kenapa Laporan Keuangan Penting?

    Dalam investasi saham, Sobat Cuan pasti tahu bahwa harga saham bergerak berdasarkan ekspektasi terhadap perusahaan. Nah, oleh karenanya, kamu pasti dengar istilah “Buy Rumor and Sell on News” dalam investasi, bukan?

    Istilah itu menggambarkan bahwa harga saham cenderung naik sebelum berita itu terjadi dan cenderung turun ketika beritanya sudah terbut. Kondisi itu pun mungkin sesuai dengan pertanyaan kamu, yakni ‘Kenapa harga saham malah turun setelah saya membeli saham pas kabarnya lagi bagus, ya?’.

    Sobat Cuan harus memahami bahwa harga saham sebagian terbentuk karena ekspektasi. Ekspektasi tersebut biasanya muncul ketika terjadi eventevent yang sangat krusial dalam pembentukan harga saham.

    Salah satu event besar yang mempengaruhi harga saham dan rutin terjadi adalah pengumuman laporan keuangan. Emiten pasar modal biasanya rutin mengumumkan laporan kinerjanya setiap kuartal atau tiga bulan sekali. Jika terdapat empat kuartal setiap tahunnya, maka perusahaan akan merilis laporan keuangannya sebanyak empat kali dalam setahun.

    Berikut timeline perusahaan ketika melaporkan laporan keuangannya!

    Apa Saja yang Dilaporkan Perusahaan di Laporan Keuangan?

    Perusahaan terbuka biasanya melaporkan pendapatan, laba bersih, neraca keuangan (posisi utang dan aset), serta prospek usaha perusahaan ke depan.

    Setiap kuartal mempunyai peran masing-masing dalam pembentukan harga saham sebuah perusahaan. Sebagai contoh, laporan keuangan kuartal IV biasanya memberikan ekspektasi kinerja perusahaan di tahun depan. Dalam hal ini, analis atau investor akan menganalisis pencapaian sang emiten di tahun depan berdasarkan data-data laporan keuangan di kuartal IV. Selain itu, analis dan investor bisa menganalisis rencana bisnis sang emiten ke depan menggunakan laporan tersebut.

    Ketika perusahaan melaporkan pendapatan dan laba bersih meningkat dari tahun sebelumnya, artinya perusahaan tersebut bisa dibilang punya nilai saham yang baik. Namun, apakah hal itu cukup untuk menganalisis kinerja perusahaan ke belakang? Tentu saja tidak!

    Alasannya sederhana, Sobat Cuan. Investor akan melihat kenaikan harga saham sebagai potensi pendapatan dan laba bersih perusahaan ke depan. Sehingga, ketika perusahaan memberikan ekspektasi bahwa pendapatan di tahun depan akan naik dan berita di atas belum dicerna oleh pasar, biasanya nilai saham perusahaan tersebut akan naik. Tetapi, apabila perusahaan memberikan penjelasan bahwa bisnisnya tahun depan akan sedikit tergoncang, maka investor akan menerjemahkan ini sebagai sinyal negatif.

    Ingat Sobat Cuan, semua pergerakan harga saham adalah berdasarkan ekspektasi

    Tips Menghadapi Musim Laporan Keuangan

    1. Hindari melakukan transaksi saham sebelum laporan keuangan untuk menghindari volatilitas. Karena analis sekuritas, meski analis kawakan pun, juga bisa salah dalam menganalisis pergerakannya.
    2. Para analis tentu akan menyesuaikan ekspektasi nilai saham, baik revisinya naik atau turun. Ketika analis berekspektasi harga saham naik, biasanya nilai saham akan naik. Begitu pun sebaliknya. Harga saham akan berguguran jika analis berekspektasi sahamnya akan turun.
    3. Sobat Cuan perlu memperhatikan pergerakan saham sebuah emiten jika berita mengenai kinerja keuangan emiten bocor sehari sebelum perilisannya. Jika harga saham naik sebelum perilisan resmi laporan keuangan sebuah perusahaan, maka kemungkinan besar laporan keuangannya benar-benar kinclong. Sehingga, investor akan bersiap-siap menjual sahamnya ketika hari-H perilisan laporan keuangan tersebut.
    4. Jangan pernah membeli saham ketika berita baru keluar! Sebab, banyak investor diperkirakan akan melakukan aksi jual ketika berita baik mengenai satu emiten baru mencuat. Namun, harga saham sebuah emiten biasanya malah naik ketika kabar buruk menyeruak disertai ekspektasi analis yang positif terhadap harga saham tersebut ke depan.



    Sumber : pluang.com

  • Pengumuman Terkait Aset Kripto NANO di Aplikasi Pluang

    Per hari ini, seluruh transaksi token NANO akan diberhentikan sementara karena perpindahan koin NANO menjadi XNO.

    Tapi, harap tenang ya Sobat Cuan, karena perpindahan ini tidak akan mengubah jumlah kepemilikan koin NANO kalian dan hanya mengubah penamaan koin NANO menjadi XNO.

    Koin XNO akan mulai diperdagangkan pada Jumat 28 Januari 2022 pukul 18.00 WIB.

    Terima kasih atas perhatiannya ya, Sobat Cuan.



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Yuk Simak 5 Fakta Unik Apple Berikut!

    Salah satu fakta uniknya, hingga kuartal IV lalu, Apple membukukan pendapatan US$123,9 miliar, tumbuh tumbuh 49% dibanding kuartal sebelumnya atau 11% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Jika dirupiahkan, maka pendapatan Apple di triwulan lalu sudah mencapai Rp1.784 triliun! Gokil banget, kan?

    Di samping itu, ada banyak fakta menarik mengenai Apple, lho! Apa saja sih? Yuk, simak bersama!

    Baca juga: Pluang Insight: Produk Makin Apik, Pendapatan Apple Kian Ciamik!

    5 Fakta Unik Apple

    1. Kapitalisasi Pasar Apple Inc’ lebih besar daripada Produk Domestik Bruto (PDB) 25 negara di dunia!
    2. Perusahaan pertama di AS yang kapitalisasi pasarnya mencapai US$700 miliar di tahun 2015!
    3. Kalau Apple diibaratkan sebagai negara, maka ukuran kapitalisasi pasar Apple berada di urutan ke-27 dunia di antara Venezuela dan Belgia.
    4. Salah satu pendiri Apple, Steve Woznia, harus rela menjual kalkulator sains miliknya senilai US$500 di tahun 1976 demi meningkatkan modal usaha Apple. 
    5. Apple merupakan produsen kamera berwarna digital secara massal di dunia. Bukan Fujifilm, Canon, Nikon, maupun Sony.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com