Author: 10

  • Anti Deg-Degan! Simak 6 Cara Menghindari Investasi Bodong Berikut!

    Investasi bodong kini hadir dengan seribu wajah. Cara klasik seperti memalsukan nama broker populer hingga beriklan secara terang-terangan di sosial media pun berani dilakukan oleh para oknum tidak bertanggung jawab. Cara menghindari investasi bodong pun semakin sulit, memerlukan ketelitian dan riset yang baik.

    Bulan lalu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag) memblokir 109 situs web di bidang perdagangan berjangka komoditi (PBK) tak perizinan alias bodong per Juni 2021. Sementara Minggu lalu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun turut memblokir operasional 11 perusahaan investasi tak berizin.

    Di antara deretan nama perusahaan yang diblokir terdapat pula perusahaan investasi populer yang kerap beriklan di laman sosial media kamu. Meski beroperasi secara ilegal atau terbukti merugikan kliennya, investasi bodong saat ini sudah tidak malu-malu lagi menampilkan wajahnya.

    Cara Menghindari Investasi Bodong

    Ibarat banyak jalan menuju Roma, komplotan oknum penjerat mangsa lewat investasi bodong juga punya seribu cara untuk menggondol uang investasimu demi kepentingan pribadi.

    Kamu pun sebagai investor jangan mau kalah pintar! Untuk itu, simak tips berikut ini agar cuanmu aman dari incaran oknum tidak bertanggung jawab.

    1. Teliti Sebelum Berinvestasi

    Cara menghindari investasi bodong paling ampuh ialah dengan melakukan riset sebelum menginvestasikan dana kamu. Hal ini terutama jika perusahaan tujuan invstasi kamu merupakan perusahaan multi-level yang rawan beroperasi secara ilegal.

    Kamu perlu mencari tahu mengenai perusahaannya, karyawannya, hingga produknya. Hal paling utama saat akan melakukan riset ini adalah meneliti legalitas izin usaha. Gunanya, agar otoritas investasi bisa campur tangan jika investasimu di lain waktu mengalami wanprestasi atau terkendala saat akan di-redeem.

    Jika kamu berinvestasi pada perusahaan berjangka, kamu bisa mengecek legalitasnya lewat Bappebti dengan cara memasukkan nama perusahaan tujuan investasi kamu. Laman itu akan memberi tahu kamu jika perusahaan tersebut terdaftar, artinya memang beroperasi secara legal. Tak hanya Bappebti, OJK pun kerap mengeluarkan daftar ini.

    2. Cari Rekam Jejak Perusahaan

    Saat ini, internet sangat memudahkan kita untuk melakukan pencarian rekam jejak banyak pihak. Salah satunya adalah rekam jejak perusahaan investasi.

    Kamu bisa mencarinya lewat mesin pencarian daring, sebab OJK selalu mempublikasikan nama-nama perusahaan bodong yang telah dibekukan. Meski memang, banyak di antara perusahaan yang telah disegel oleh otoritas terkait tetap beroperasi dengan nama berbeda.

    Yang penting, kamu jangan sampai kehabisan akal menghadapi perusahaan seperti ini. Biasanya, perusahaan investasi yang baik memiliki testimoni yang baik pula dari kliennya.

    Selain rekam jejak perusahaan, internet juga bisa meemberimu rekam jejak klien yang meninggalkan testimoni setelah memakai jasa broker investasi tertentu. Testimoni ini bisa jadi pegangan awal kamu saat mencari pialang dan produk investasi.

    Baca juga: Apa Itu Fungibility?

    3. Periksa Produk Investasi Sejenis di Pasaran

    Biasanya, satu produk sejenis dapat ditawarkan oleh perusahaan yang berbeda-beda. Misalnya, produk reksa dana tentu akan ditawarkan oleh perusahaan manajemen investasi yang beragam, bukan?

    Maka dari itu, ada baiknya kamu melakukan cuci mata alias window shopping sebelum memutuskan produk apa saja yang akan kamu beli. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan metode ini dalam menimbang pialang mana saja yang kamu percayai bisa meminimalisasi jebakan investasi bodong.

    4. Pelajari Pengelolaan Dana Investasi

    Perusahaan investasi yang baik akan memberi informasi pengelolaan dana investasi secara transparan. Kamu bisa menanyakan langsung mengenai hal ini kepada pialang berjangka maupun broker saham. Kamu tak perlu takut, sebab pihak pemasaran investasi pun kerap memberi penjelasan terperinci yang memuaskan.

    Jika pihak perusahaan terkesan berbelit dan menutup-nutupi, kamu boleh curiga bahwa produk yang mereka tawarkan mungkin fiktif atau tidak berizin. Makanya, hati-hati ya, Sobat Cuan!

    Baca juga: Apa itu Analisis Fundamental Saham?

    5. Buat Rencana Investasi

    Salah satu cara paling efektif agar dana investasi kamu terkelola dengan baik dan aman ialah dengan menetapkan rencana dan tujuan investasi. Cara ini akan membuat kamu punya batasan risiko yang terukur sehingga tidak mudah dirayu mulut manis investasi bodong.

    Tren investasi di kalangan anak muda saat ini cenderung seperti arus yang deras. Saat tertinggal arus tersebut tanpa perencanaan investasi, kamu akan merasa fear of missing out (FOMO). Padahal, FOMO adalah musuh utama yang bisa membawa kamu terbawa arus investasi yang tidak jelas.

    Rencana investasi yang baik akan memagari kamu dari FOMO sehingga kamu fokus pada tujuan awal.

    Baca juga: Apa Itu Gold Standard?

    6. Semakin Besar Keuntungan, Maka Semakin Besar Risiko

    Salah satu prinsip investasi yang harus kamu pegang adalah peluang untung selalu sebanding dengan peluang buntung. Maksudnya, investasi yang aman memang seringkali terdengar kurang menarik lantaran peluang keuntungannya tidak sebanding dengan investasi berisiko.

    Jika kamu ditawari investasi dengan iming-iming cuan yang terlalu besar bahkan tidak masuk akal, kamu perlu curiga. Sebab risiko yang ditawarkan pun pasti sama besarnya.

    Memahami prinsip ini akan membuatmu lebih waspada terhadap mulut manis oknum marketing investasi bodong. Jika peluang seperti itu datang, pastikan kamu memiliki persenjataan lengkap jika hendak mengeksekusinya ya, Sobat Cuan.

    Dan kalau kamu mau berinvestasi secara aman dan cuan, yuk investasi saja di Pluang! Di Pluang, kamu bisa berinvestasi di beragam aset mulai dari emas, aset kripto, reksa dana, dan indeks S&P 500 hanya dalam satu genggaman saja.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: OJK, IDX, Bappebti



    Sumber : pluang.com

  • Menilik Ethereum Improvement Proposal dan Manfaatnya bagi Ethereum

    Sobat Cuan pecinta Ethereum mungkin sudah paham bahwa sistem blockchain besutan Vitalik Buterin ini akan mengalami perubahan besar. Ya, apalagi kalau bukan implementasi beberapa proposal perbaikan sistem Ethereum (Ethereum Improvement Proposal/EIP) dalam satu peristiwa yang disebut hard fork London.

    Komunitas kripto menganggap bahwa hard fork London akan membawa angin segar bagi harga koin native Ethereum, Ether (ETH). Sebab, pengembang Ethereum akan mengaktifkan EIP-1559 dan EIP-3554 yang digadang akan mengefisiensikan biaya transaksi (gas fees) di jaringan blockchain satu ini.

    Sehingga, banyak pengembang aplikasi desentralisasi (dApps) akan tergugah menggunakan blockchain Ethereum dan, tentu saja, menaikkan permintaan ETH. Namun, apa sebenarnya Ethereum Improvement Proposal? Dan apakah memang kehadirannya benar-benar signifikan bagi teknologi Ethereum?

    Baca juga: Dua Faktor Ini Akan Bikin Harga Ethereum Terbang Lagi. Apa Saja?

    Mengenal Ethereum Improvement Proposal

    Ethereum Improvement Proposals adalah dokumen proposal mengenai standar-standar baru yang bisa ditanamkan di jaringan blockchain Ethereum.

    EIP biasanya berisi spesifikasi teknis mengenai perubahan-perubahan yang dimaksud sekaligus bertindak sebagai “sumber kebenaran” (source of truth) bagi komunitas Ethereum. Tak jarang, EIP juga berisikan rancangan fitur baru di jaringan Ethereum yang bisa dimanfaatkan oleh penggunanya.

    Ethereum Improvement Proposal biasanya mencakup rangkuman diskusi mengenai perbaikan jaringan dan standar-standar yang perlu diaplikasikan di dalam Ethereum.

    Diskusi tersebut tidak hanya dilakukan oleh tim pengembang Ethereum semata. Seluruh pihak yang tergabung dalam komunitas Ethereum pun memiliki wewenang untuk merancang draf EIP. Namun, karena EIP berbentuk dokumen teknis, pemohon proposal ini biasanya terdiri dari pengembang aplikasi atau protokol yang malang melintang di blockchain Ethereum.

    Hanya saja, EIP tidak bisa disusun secara sembarangan. Para pemohon EIP wajib mengikuti kerangka petunjuk yang disebut dengan EIP 1.

    Adapun salah satu syarat penyusunan EIP adalah memenuhi unsur rasionalisasi. Dengan kata lain, proposal pembaruan itu harus memiliki tujuan jelas dan mampu mengelaborasikan fitur-fitur dan spesifikasi teknis yang diperlukan agar EIP itu bisa “dipasang” di jaringan Ethereum.

    Setelah menyelesaikan penyusunan proposal, pihak yang mengajukan EIP wajib menggalang dukungan dari komunitas Ethereum. Ia juga harus mendokumentasikan berbagai pendapat yang menentang proposal yang diajukannya.

    Baca juga: 4 Mitos Salah Kaprah Soal EIP 1559 di Hard Fork London Ethereum

    Apa Manfaat Ethereum Improvement Proposal?

    Ethereum Improvement Proposal adalah taktik milik pengembang Ethereum agar penggunanya tetap setia menggunakan blockchain tersebut. Apa alasannya?

    EIP adalah proposal perubahan dalam jaringan Ethereum yang bisa diajukan siapa saja. Artinya, EIP adalah salah satu sarana yang disediakan pengembang Ethereum agar komunitas bisa menyampaikan pendapatnya. Jika pendapatnya disetujui, maka tentu saja komunitas Ethereum akan semakin lengket dengan blockchain yang satu ini.

    Di samping itu, Ethereum Improvement Proposals juga menghidupkan semangat “demokrasi” di dalam jaringan tersebut. Semua orang bebas berpendapat dan melawan proposal tersebut sehingga menciptakan komunikasi yang aktif antar pengguna Ethereum.

    Dan yang terpenting, EIP membawa perubahan teknis di jaringan Ethereum yang ujungnya membuat jaringan blockchain Ethereum menjadi lebih aman dan andal.

    Namun, manfaat dari EIP secara spesifik terbilang beragam, tergantung dari tipe-tipe EIP yang ditawarkan oleh pengguna Ethereum. Lantas, seperti apa jenis-jenis Ethereum Improvement Proposal yang pernah ditawarkan komunitas Ethereum?

    Jenis-Jenis Ethereum Improvement Proposal

    Berikut ini adalah jenis-jenis EIP yang bisa ditawarkan pengguna Ethereum. Masing-masing tipe tersebut tentu punya fungsi tersendiri.

    1. Standard Track

    Ethereum Improvement Proposal bertipe standard track berisikan segala perubahan yang mempengaruhi operasional blockchain Ethereum. Misalnya, perubahan pada protokol jaringan, perubahan aturan validasi dalam mencatat blok transaksi baru, atau hal yang mencakup interoperabilitas dalam aplikasi yang berada di atas jaringan Ethereum.

    Tipe standard track ini kemudian dibagi ke dalam empat jenis, yang terdiri dari:

    1. Core: Perbaikan ini membutuhkan konsensus fork. Biasanya, proposal ini berisi perubahan yang tidak genting namun tetap relevan terhadap diskusi pengembang Ethereum (Core Dev).
    2. Networking: Proposal ini mencakup perubahan spesifikasi dan standar dalam infrastruktur jaringan Ethereum.
    3. Interface: Hal ini mencakup perubahan spesifikasi dan perubahan standar bahasa pemrograman di jaringan Ethereum.
    4. ERC: Proposal ini berisikan perubahan standar dalam aplikasi terdesentralisasi. Selain itu, proposal ini juga berisikan permohonan terkait perubahan standar penciptaan token, registries, dan format wallet.

    Baca juga: Alasan Ethereum adalah Cryptocurrency yang Baik untuk Investasi

    2. Meta

    Meta merupakan proposal perubahan pada jaringan Ethereum dengan tujuan yang mirip dengan Standard Track. Hanya saja, EIP jenis Meta hanya berlaku bagi area yang berada di luar protokol Ethereum. Sehingga, proposal ini tidak akan mengubah basis-basis kode di dalam protokol Ethereum itu sendiri.

    EIP jenis ini biasanya membutuhkan konsensus satu komunitas. Contoh dari EIP jenis Meta adalah prosedur, kerangka kerja, dan perubahan terhadap pengambilan keputusan di jaringan blockchain Ethereum.

    3. Informational

    Tipe EIP ini lebih menekankan pada perubahan di desain Ethereum. Atau, hanya berisikan perubahan informasi baru yang tidak terlalu kritis. Sehingga, Ethereum Improvement Proposal jenis ini tidak bersifat mengenalkan fitur baru ke Ethereum dan bahkan sering diacuhkan oleh pengguna Ethereum.

    Bagaimana Pengaruh Ethereum Improvement Proposal ke Harga ETH?

    Sejatinya, perubahan proposal ini tidak langsung mempengaruhi harga ETH. Sebab, seperti jenis aset kripto lainnya, harga pasti ditentukan oleh permintaan dan penawaran.

    Hanya saja, perubahan-perubahan di Ethereum melalui EIP bisa “menggerakkan” dinamika permintaan ETH. Hal ini terbilang wajar, mengingat semakin andal kualitas teknologi blockchain Ethereum, maka komunitas kripto akan kian betah di dalamnya. Mereka kemudian tergerak untuk memaksimalkan transaksi di blockchain Ethereum dan makin marak menggunakan ETH. Alhasil, harga ETH bisa terkerek.

    Contohnya adalah EIP-1559 yang akan diberlakukan sebentar lagi. Komunitas kripto meramal bahwa hal itu bisa berdampak positif terhadap harga ETH lantaran bisa meningkatkan permintaannya. Musababnya adalah turunnya tarif gas fees ETH selepas EIP tersebut diimplementasikan. Alhasil, kondisi itu bikin komunitas aset kripto kian merangsek masuk Ethereum dan memanfaatkan blockchain tersebut.

    Nah, kalau sudah ada bayangan mengenai harga ETH ke depan, kenapa kamu tak sekalian menggenggam ETH sekarang? Yuk, dapatkan ETH di Pluang sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Ethereum, Yahoo Finance



    Sumber : pluang.com

  • Apakah Cari Cuan dengan Trading Forex Halal Menurut Islam?

    Trading memang salah satu jalan ninja buat cepat dapat cuan, salah satunya trading foreign exchange atau forex. Hanya saja, banyak pula yang mempertanyakan keabsahan trading forex menurut Islam beserta hukum halal dan haramnya.

    Spekulasi mengenai hukum syariah dari berdagang mata uang sering kali berakhir abu-abu. Perbedaan pandangan mengenai statusnya di mata syariah sering membuat calon investor ragu untuk menjajal pasar valuta asing ini.

    Padahal, penggunaan valas dalam keseharian kita yang semakin tidak mengenal batas ini sudah semakin masif. Pasar valas tidak lagi jadi arena spekulasi semata, melainkan juga pasar di mana kita menukar uang yang betul-betul akan kita gunakan.

    Rancunya hukum syariah yang menaungi aktivitas trading valas perlu diluruskan supaya kamu tidak lagi ragu menyoal halal haramnya trading forex.

    Namun, sebelum mengulik lebih jauh mengenai legalitas syariahnya, yuk kita berkenalan dulu dengan pasar yang satu ini.

    Trading Foreign Exchange

    Trading forex adalah aktivitas pertukaran dua mata uang dengan nilai tukar dan tanggal penyerahan ditentukan saat transaksi dilakukan. Pasar ini merupakan pasar paling besar dan likuid di dunia dengan nilai transaksi harian mencapai triliunan dolar Amerika Serikat.

    Saat trading, dua unsur mata uang akan berpasangan membentuk currency pair yang terdiri atas mata uang acuan dan counter currency. Sebagai contoh, jika kamu ingin membeli dolar AS dan menukarnya dengan rupiah, maka currency pair-nya adlaah USD/IDR.

    Pasar ini digelar over the counter (OTC) yang artinya penentuan harga tidak dilakukan terpusat sebagaimana centralized market. Karena itu, pasar forex merupakan pasar terdesentralisasi yang berfungsi sebagai pusat transfer daya beli, penyediaan kredit dan mengurangi risiko valuta asing.

    Pasar forex sendiri memiliki tiga tipe transaksi sebagai berikut:

    1. Transaksi Spot

    Transaksi ini dilakukan dengan menyerahkan dan membayar nilai valas antar bank yang diselesaikan pada dua hari kerja.

    Adapun penyerahan dana dapat dieksekusi berdasarkan nilai mana yang disepakati. Ada tiga opsi yang dapat dipilih, yakni nilai hari ini (value today), nilai esok hari (value tomorrow) dan nilai saat penyerahan yakni selang dua hari setelah kesepakatan (value spot).

    Baca juga: Apa Itu Fungibility?

    2. Transaksi Forward

    Transaksi forward adalah transaksi berjangka. Prinsipnya, kedua belah pihak melakukan transaksi antar valuta dengan penyerahan di masa yang akan datang (forward).

    Kurs yang berlaku pada transaksi ditetapkan saat kontrak, namun baru dibayarkan dan diserahkan saat kontrak jatuh tempo. Transaksi ini dilakukan untuk melakukan lindung nilai atau hedging terhadap perubahan kurs. Beberapa trader juga memakai metode ini untuk berspekulasi.

    3. Transaksi Swap

    Swap umumnya dilakukan dengan membeli suatu mata uang secara spot dan secara simultan menjual kembali kepada bank lain dengan kontrak forward.

    Swap juga dilakukan oleh bank dengan Bank Indonesia sebagai salah satu metode intermediasi kebijakan moneter bank sentral. Utamanya, untuk menjaga kestablian nilai tukar rupiah.

    Bank Indonesia bisa menginisiasi swap likuiditas maksimum sebanyak 20% dari modal bank dengan tujuan menyuntikkan dana segar. Dana yang biasanya berasal dari pinjaman luar negeri.

    Sebaliknya, bank bisa menginisiasi swap investasi dengan nasabahnya yang memiliki dana di luar negeri. Swap jenis ini dilakukan jika nasabah tersebut berniat melakukan investasi di Indonesia dengan dana yang terdapat di luar negeri.

    Baca juga: Anti Deg-Degan! Simak 6 Cara Menghindari Investasi Bodong Berikut!

    Cuan Lewat Forex

    Berkat likuiditasnya yang jumbo dan transaksinya yang besar, pasar forex atau valas merupakan arena yang menggiurkan bagi kamu pemburu cuan. Selayaknya pasar, prinsipnya kamu mendapat cuan dari berdagang mata uang.

    Trading forex dilakukan dengan tukar menukar mata uang, misalnya rupiah kepada dolar, atau dolar kepada euro. Nantinya, pertukaran itu akan menghasilkan selisih harga yang menjadi porsi cuan, atau justru buntung, buat kamu sebagai sang trader-nya.

    Hanya saja, pasar ini kerap disalahartikan sebagai pasar spekulasi lantaran volatilitasnya yang tinggi. Banyak pihak menyangka volatilitas tersebut merupakan ajang berjudi.

    Nah, anggapan ini menjadikan sifat halal dari trading forex menjadi dipertanyakan oleh umat Islam. Islam menganggap spekulasi alias gharar adalah hal yang haram, sesuai tercantum di Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 90.

    Namun nyatanya, kamu tetap memerlukan instrumen analisis dan pengetahuan yang mumpuni terkait kondisi global dan fundamental suatu negara untuk dapat cuan di pasar forex. Tanpa itu semua, dana investasimu akan melayang begitu saja.

    Sehingga, ada juga yang menganggap bahwa trading forex sah secara Islam karena bukan merupakan spekulasi. Jadi, manakah yang benar?

    Baca juga: Apa itu Analisis Fundamental Saham?

    Trading Forex Menurut Islam

    Forex menurut Islam dapat dinyatakan halal jika tidak mengandung tiga unsur haram: riba atau bunga, gharar atau ketidakpastian dan qimar yaitu spekulasi.

    Memang, para ulama dan ahli keuangan syariah memang masih banyak berbeda pandangan mengenai transaksi forward dan swap. Namun, dapat ditarik benang merah bahwa transaksi ini bisa halal jika memenuhi unsur kemaslahatan.

    Konsensus internasional mengenai prinsip syariah memiliki tinjauan lebih jauh mengenai praktik hedging dan swap yang sudah jadi kebutuhan primer di era ini. Dilansir dari laman resmi Financial Islam, beberapa bank syariah yang menggelar pasar forex menerapkan prinsip syariah untuk melaksanakan transaksi valuta asingnya.

    Prinsip ini dilakukan dengan menghindari tiga unsur yang paling dihindari dalam transaksi keuangan sebagaimana disebutkan di atas. Ketiganya memiliki unsur subjektivitas bergantung pada konteks transaksi dilakukan. Karenanya, forex menurut Islam dapat dinyatakan halal  bergantung pada konteks mana transaksi tersbeut dilakukan.

    Hedging yang dilakukan dengan kontrak berjangka oleh bank tidak lagi dipandang sebagai spekulasi, melainkan mekanisme untuk mereduksi gharar atas volatilitas pasar valas dunia. Dengan memenuhi prasyarat syariah seperti non-spekulasi semata, praktik hedging tidak lagi dikategorikan dalam praktik perbankan syariah.

    Selain itu, praktek swap juga telah dilakukan oleh perbankan syariah dengan berbasis akad syariah seperti wa’ad (pengikatan), murabahah (perjanjian jual beli), musawamah (jual beli dengan harga yang disepakati setelah tawar menawar) dan tawaruq (membeli secara kredit lalu menjualnya lagi dengan metode pembayaran kontan).

    Akad-akad yang jelas dalam praktik jual beli menjamin kedua belah pihak tidak dirugikan atas transaksi yang terjadi. Karenanya, transaksi ini jadi memenuhi unsur syariah.

    Apakah Trading Forex Halal Menurut MUI?

    Jika konsensus internasional mengenai prinsip syariah bisa “menghalalkan” trading forex, lantas bagaimana dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI)?

    Hingga saat ini, MUI hanya memberi label halal kepada satu dari tiga jenis transaksi valas yang lazim dilakukan, yakni transksi spot. Transaksi ini dianggap tunai meski penyelesaiannya membutuhkan waktu dua hari karena rumitnya mekanisme transaksi internasional ini.

    Meski begitu, transaksi spot yang dimaksud MUI tetap saja melibatkan dua jenis transaksi lainnya yakni forward dan swap terkait mekanisme bank mergulasi valas yang merupakan cadangan devisanya. MUI memerlukan tinjauan lebih jauh lagi agar fatwa ini tidak rancu mengingat luasnya dunia keuangan dan pesatnya perkembangan zaman.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: MUI, Financial Islam, Financialku, Jurnal UNY



    Sumber : pluang.com

  • Perhatikan 3 Faktor Ini Sebelum Pilih Produk Reksadana Pendapatan Tetap!

    Investasi reksadana pendapatan tetap bisa dikatakan sedang naik daun. Betapa tidak, imbal hasilnya saat ini terbilang cukup moncer.

    Produk reksadana ini kini memiliki rata-rata imbal hasil yang cukup tinggi ketika instrumen lain seperti saham aset kripto, dan emas lagi gamang. Bahkan, produk reksadana pendapatan tetap Pluang, UOB Dana Membangun Negeri, kini mencatatkan return sebesar 9,98% per tahun.

    Reksadana pendapatan tetap pun juga disebut sebagai jenis reksadana berkinerja unggul kedua di pasar. Berdasarkan data Infovesta 90 Fixed Income Fund Index, pertumbuhan nilai indeks reksadana pendapatan tetap di semester I tercatat 0,63%. Kinerjanya hanya dikalahkan oleh reksadana pasar uang, di mana nilai indeks Infovesta 90 Money Market Fund Index ternyata tumbuh 1,68%.

    Tokcernya kinerja reksadana pendapatan tetap didukung oleh tren suku bunga rendah yang masih dipertahankan oleh Bank Indonesia. Terakhir pada Juli, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate di angka 3,5%

    Hal itu membuat imbal hasil obligasi negara, yang merupakan salah satu underlying asset reksadana pendapatan tetap, menjadi lebih baik. Seperti diketahui, yield surat utang negara selalu memiliki korelasi negatif dengan tingkat suku bunga acuan.

    Maka dari itu, tak heran jika Sobat Cuan juga ikut tertarik menggenggam instrumen ini, bukan? Tapi, jangan gegabah, ya. Sebab, meski tengah gemilang, cuan kamu bisa buntung kalau tidak berinvestasi di produk reksadana pendapatan tetap yang tepat.

    Nah supaya makin cuan, ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat memilih reksadana pendapatan tetap. Apa saja hal tersebut?

    Baca juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

    Kiat Memilih Produk Reksadana Pendpaatan Tetap

    1. Lihat Tren Imbal Hasil dan Underlying Asset

    Namanya juga reksadana “pendapatan tetap”, maka tentu saja imbal hasil yang ditawarkan pun terbilang stabil dibanding reksadana lainnya. Kondisi ini pun tercipta berkat underlying asset berupa surat utang yang volatilitasnya cenderung lebih lemah ketimbang saham.

    Hanya saja, setiap reksadana pendapatan tetap memiliki underlying asset yang berbeda-beda. Sehingga, hal tersebut tentu akan mempengaruhi tingkatan imbal hasil yang akan diterima sang investor.

    Makanya, jika kamu ingin cuan mantap dari reksadana, pastikan kamu meneliti dulu tren imbal hasil masing-masing produk reksadana pendapatan tetap, ya!

    Tak hanya itu, kamu juga perlu memperhatikan underlying asset yang digunakan untuk reksadana tersebut.

    Periksalah peringkat surat utangnya serta lembaga yang menerbitkan surat utang tersebut. Jika memang basis portofolio investasinya adalah obligasi korporasi, kamu bisa memilih reksadanan berbasis obligasi yang memiliki rating minimal BBB atau Single A.

    Kenapa melihat rating itu penting? Nah, pemeringkatan surat utang bisa memberi kamu petunjuk mengenai potensi gagal bayar (default) obligor dalam melunasi surat utangnya. Semakin rendah peringkat obligasi, maka semakin tinggi pula potensi gagal bayarnya.

    Setelah itu, kamu pun harus lihat juga sektor usaha sang obligor, apakah memang mereka tengah cuan di tengah kondisi saat ini?

    Nah, informasi soal underlying asset tersebut bisa kamu temukan di prospektus, lho.

    2. Periksa Rekam Jejak Manajer Investasi

    Memilih manajer investasi cukup penting, Sobat Cuan, sebab untung atau buntungnya investasi reksadana kamu ada di tangan mereka!

    Hanya saja, memilih manajer investasi yang tepat ibarat gampang-gampang susah. Sehingga, yang kamu perlu lakukan adalah melihat rekam jejaknya.

    Caranya pun mudah, Sobat Cuan. Kamu hanya perlu mengecek apakah sang manajer investasi sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak. Kemudian, kamu juga bisa bertandang ke laman resmi atau media sosial mereka untuk menggali informasi yang mendalam.

    Selain itu, jangan lupa untuk mengecek dana kelolaannya, ya. Manajer investasi yang mumpuni dan bereputasi baik biasanya memiliki dana kelolaan yang cukup besar dibanding manajemen lainnya.

    Tak hanya itu, kamu pun bisa mengecek jumlah Nilai Aktiva Bersih (NAB) sebagai pertimbangan. Biasanya, produk reksadana yang punya nilai NAB besar dibanding produk sejenis lainnya mengindikasikan bahwa produk tersebut memang dipercaya masyarakat.

    Baca juga: Apa Itu Reksadana?

    3. Cek Ulang, Apakah Ada Biaya Tambahan?

    Biaya (fee) yang kamu perlu keluarkan untuk investasi reksadana ibarat kecoa. Dia ada, tidak begitu disadari, namun cukup menghalangi jalan kamu menikmati cuan.

    Nah, biaya ini biasanya timbul atas ongkos yang dikeluarkan manajemen investasi untuk mengelola dana kelolaanmu. Kalau fee-nya cukup besar, maka cuan kamu juga bisa lenyap, bukan?

    Untuk itu, kamu perlu memastikan berapa fee yang akan dikenakan dan kapan akan ditagihkan padamu ketika kamu membeli reksadana pendapatan tetap.

    Memang, beberapa MI mengenakan fee di depan. Namun, ada pula yang mengenakannya saat kamu melepaskan unit reksadanamu. Mekanisme fee ini bisa bermacam-macam tergantung produk dan kebijakan MI.

    Semakin besar rasionya, semakin kecil pula cuan investasimu karena terpotong biaya tersebut. Hanya saja, MI dengan rasio pengeluaran besar tidak selalu identik dengan produk reksadana yang paling bersaing. Jadi, teliti sebelum membeli ya, Sobat Cuan!

    Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Sudah siap berinvestasi reksadana pendapatan tetap?

    Nah, daripada ragu lagi, yuk mending investasi saja di produk UOB Dana Membangun Negeri yang bisa kamu dapatkan di aplikasi Pluang! Produk reksadana Pluang dikelola oleh PT UOB Asset Management yang pastinya terpercaya. Apalagi, kamu bisa mendapatkannya hanya mulai dari Rp15.000 saja, lho!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Kontan, Kontan



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Konsep Wrapped Token dalam Kancah Kripto. Apakah Itu?

    Jagat cryptocurrency memang luas dan penuh akan inovasi-inovasi yang seolah tak henti. Adapun salah satu inovasi dalam kancah kripto yang tengah hangat diperbincangkan adalah wrapped token.

    Bulan lalu, blockchain asal Tiongkok Nervos dan pengembang Cardano, IOHK membangun jembatan lintas platform yang bisa menghubungkan dua koin native yang beroperasi di blockchain yang berbeda. Jembatan tersebut memungkinkan kedua koin dapat digunakan bergantian atau dibuat sebagai wrapped token.

    Apa sih yang dimaksud dengan wrapped token?

    Wrapped Token

    Secara konsep, wrapped token adalah token cryptocurrency yang nilainya ditautkan oleh nilai aset kripto lainnya. Wrapped token disebut demikian lantaran aset aslinya disimpan dalam sebuah wrapper, yakni semacam “ruang” digital di mana versi wrapped dari aset asli tersebut diciptakan.

    Lantas, apa sih gunanya wrapped token? Manfaatnya adalah untuk menghubungkan antar satu blockchain dengan blockchain lainnya. Sehingga koin native dari satu sistem blockchain bisa digunakan di sistem blockchain lainnya.

    Seperti yang kita tahu, setiap blockchain memiliki fungsi yang berbeda-beda. Sehingga, masing-masing di antara mereka tak bisa berkomunikasi satu sama lain. Keterhubungan antara satu blockchain dengan blockchain lainnya memang sudah berupaya diatasi dengan berbagai skema, namun tetap saja biaya yang dikeluarkan kurang efisien.

    Nah, untuk itulah wrapped tokens hadir. Dia menjadi penghubung antara beberapa blockchain sehingga komunikasi antar teknologi itu bisa terjalin.

    Wrapped token adalah salah satu solusi termurah dalam mengatasi interoperasi blockchain. Koin native dari berbagai blockchain tersebut dibuat dalam versi token, lalu diluncurkan dalam blockchain Ethereum.

    Koin tersebut diberi selubung yang membuatnya dapat beroperasi pada blockchain laiknya token. Biasanya, protokol yang digunakan pada wrapped token adalah protokol ERC-20 yang identik.

    Baca juga: Yuk, Simak Panduan Gunakan Bollinger Bands Untuk Trading Kripto!

    Cara Kerja Wrapped Token

    Nah, untuk memahami hal ini, kita akan mengambil contoh dari Bitcoin.

    Jika kamu memiliki 1 BTC, aset kripto tersebut hanya dapat beroperasi pada jaringan blockchain bitcoin. Kecuali kamu membungkusnya dalam protokol ERC-20 untuk dapat dioperasikan pada jaringan Ethereum.

    Saat sudah diselubung di protokol ERC-20, BTC kamu menjadi token bernama WBTC. Namun, meski sudah berubah wujud, perbandingan nilainya tetap 1:1 dengan aset kripto yang diselubunginya. Artinya, meskipun Bitcoin milikmu kini telah dapat beroperasi pada jaringan Ethereum, sejatinya dia tetap BTC dengan nilai yang sama.

    Aset kripto yang telah “dibungkus” dengan protokol token dipegang oleh kustodian. Artinya, kepemilikanmu atas WBTC setara dengan kepemilikan BTC.

    Baca juga: Menilik ERC-20, Standar Emas Penciptaan Token-Token DeFi

    Cara Membuat Wrapped Token

    Membuat wrapped token sendiri tidaklah rumit. Ada dua langkah yang harus dilakukan jika kamu ingin menyelubungi aset kripto kamu menjadi token.

    Langkah pertama adalah merchant sebagai inisiator memulai prosesnya dengan mengirim aset yang ingin diselubuh kepada kustodian. Adapun, kustodian di sini adalah entitas yang menyimpan nilai setara dengan aset yang diselubung.

    Kemudian, kustodian akan “mentransformasi” aset tersebut agar cocok dengan jaringan Ethereum, yakni menyelubunginya dengan protokol token ERC-20. Hasilnya dikirim kembali kepada merchant dengan perbandingan nilai 1:1.

    Saat ingin mengembalikan aset kripto yang telah ditokenisasi, merchant pun dapat kembali mengirimnya ke kustodian. Lalu, merchant akan menerima jumlah aset yang sepadan dengan nilai token terselubung tersebut.

    Uniknya, token native dari jaringan blockchain Ethereun sendiri kerap ditokenisasi. Alasannya adalah Ethereum dibuat sebelum protokol ERC-20 diciptakan. Sehingga, meski keduanya beroperasi pada blockchain yang sama, ETH tidak kompatibel dengan ERC-20. Karenanya lahirlah WETH, yakni versi token dari koin Ether.

    Namun, penggunaan blockchain untuk praktik wrapped token tidak terbatas hanya pada Ethereum saja. Blockchain lain seperti Binance Smart Chain (BSC) pun menyediakan protokol khusus jika kamu berminat membuat token terselubung pada jaringannya, yakni BEP-20.

    Keuntungan dan Kerugian Membuat Wrapped Token

    Tentunya menyelubungi aset kripto yang kamu miliki menjadi token merupakan langkah yang harus diukur keuntungan dan kerugiannya. Apalagi biaya transaksi saat akan meluncurkan sebuah smart contracts di jaringan blockchain tertentu tidaklah murah.

    Salah satu keuntungan yang kamu peroleh dengan membuat token terselubung adalah fleksibilitas menggunakan aset kripto kamu pada jaringan blockchain lain. Fleksibilitas ini membuat aset kripto yang sedang menganggur bisa dimanfaatkan untuk kegiatan di blockchain lain.

    Ditinjau secara makro, skema ini mampu meningkatkan likuiditas antar blockchain dengan efektif. Apalagi, metode ini jauh lebih murah, cepat dan efisien ketimbang melakukan transafer dengan skema lainnya. Fee yang harus kamu bayarkan pun lebih murah lho, Sobat Cuan.

    Tetapi, tentunya ada risiko yang harus kamu pertimbangkan untuk dimitigasi. Salah satu risikonya adalah kustodian yang kurang terpercaya.

    Mengingat sang kustodian adalah penanggung jawab aset kamu selama dialihkan jadi wrapped token, kredibilitasnya tentu harus diteliti dengan masak. Jangan sampai sang kustodian membawa lari aset kamu dan meninggalkan kamu hanya dengan token berisi aset proxy.

    Di masa depan mungkin akan ada banyak metode menyelubung aset dengan cara yang lebih terdesentralisasi, sehingga praktiknya tidak perlu banyak bergantung pada sang kustodian. Namun, hingga saat ini, skema yang tersedia masih meninggalkan risiko dari lembaga perantara tersebut.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Liquid, Binance, CNBC



    Sumber : pluang.com

  • Tipe-Tipe Gap dalam Trading dan Kenapa Kamu Perlu Memperhatikannya

    Bukan cuma tupai yang bisa loncat, terkadang candlestick pada chart trading kamu pun suka loncat-loncat. Nah, candlestick yang sering loncat-loncat ini, alias trading gap adalah fenomena lazim terjadi terutama saat market sedang volatile.

    Kamu bisa menggunakan fenomena ini untuk mengambil kesempatan lho, Sobat Cuan. Asal tepat memprediksinya, trading gap bisa membantu kamu mengambil keputusan yang tepat. Simak yuk, bagaimana sih caranya?

    Baca juga: Apakah Cari Cuan dengan Trading Forex Halal Menurut Islam?

    Apa Itu Trading Gap?

    Saat pasar modal sedang bergejolak, terkadang chart menampilkan fenomena yang disebut dengan trading gaps. Yakni, kondisi di mana saat satu candlestick tiba-tiba menciptakan jarak dengan candlestick berikutnya.

    Gap yang terjadi pada trading chart mengindikasikan tidak ada transaksi yang dieksekusi pada level harga tersebut. Hal ini lantaran harga berubah drastis dalam kurun waktu singkat.

    Baik lonjakan harga maupun koreksi harga yang terjadi secara drastis akan memicu gap pada chart trading kamu. Fenomena lumrah ini dinamakan ‘gap up‘ jika lonjakannya terbang ke bulan, atau ‘gap down‘ jika koreksinya susut ke jurang.

    Baca juga: Mengenal Konsep Wrapped Token dalam Kancah Kripto. Apakah Itu?

    Macam-macam Trading Gaps

    Jika kamu ingin memanfaatkan gap yang terjadi, tentu sebelumnya kamu harus mengenal dulu tipe-tipe gap. Nah, beberapa tipe gaps sejatinya dirangkum dalam satu grafik berikut:

    Gap trading
    Contoh-contoh gaps dalam trading. Sumber: Tradingview

    1. Breakaway Gap

    Breakaway gap adalah kondisi di mana pergerakan harga berikutnya berada di luar area support atau resistance, seperti yang terjadi selama rentang perdagangan. Biasanya, gap ini terjadi karena harga aset tengah terkonsolidasi, baik itu menanjak atau memperlihatkan pola perbalikan (reversal).

    Biasanya, gap ini tidak akan terisi dalam waktu cepat atau di hari yang sama. Selain itu, volume perdagangan pada masa-masa ini biasanya terbilang tinggi. Ini lantaran traders yang melakukan short selling akan menutupi kerugiannya dengan mengakumulasi aset. Selain itu, banyak trader juga biasanya berekspektasi akan ada breakout setelahnya, sehingga mereka akan membeli aset didorong rasa Fear of Missing Out (FOMO).

    2. Runaway Gap

    Runaway gap terjadi ketika pergerakan harga tiba-tiba hilang di grafik dan menimbulkan celah. Padahal, pergerakan harganya sedang mengikuti tren tertentu.

    Gap ini merupakan indikasi bahwa pergerakan harga akan tetap mengikuti tren sebelumnya, baik itu sedang uptrend maupun downtrend. Makanya, tak heran jika runaway gap kerap disebut sebagai continuation gap.

    Karena tren harga sesudah gap cenderung sama dengan sebelumnya, maka artinya tidak terjadi perdagangan yang signifikan selama gap itu berlangsung.

    3. Exhaustion Gap

    Exhaustion gap adalah sinyal teknis yang ditandai dengan penurunan harga yang terjadi setelah kenaikan cepat harga aset selama beberapa saat sebelumnya. Biasanya, sinyal ini mencerminkan pergeseran signifikan dari aktivitas beli ke aktivitas jual yang bersamaan dengan turunnya permintaan akan suatu aset.

    Implikasi dari sinyal tersebut adalah tren harga naik mungkin sudah “lelah” (exhausted) sehingga trennya akan berbalik arah. Biasanya, trader selalu panik dan menjual asetnya pasca gap ini berlangsung.

    4. Common Gap

    Seringkali terjadi sebagai fenomena tanpa faktor pendorong apapun, juga tidak mengindikasikan momentum apapun.

    Baca juga: Anti Deg-Degan! Simak 6 Cara Menghindari Investasi Bodong Berikut!

    Indikasi Trading Gaps

    Beberapa jenis gap mengindikasikan momentum baru pada tren perdagangan. Contohnya, breakaway gap secara tipikal akan diikuti dengan kenaikan tajam dari volume perdagangan. Namun, tidak begitu dengan runaway gap yang lebih sering terjadi tanpa alasan tertentu.

    Dalam investasi saham, gap terjadi biasanya sebagai implikasi berita atau kejadian yang berkaitan dengan perusahaan emiten. Informasi tentang pendapatan atau hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) juga bisa memicu terjadinya gaps.

    Saat ini terjadi, ada dua kemungkian indikasi yang mengikutinya. Pertama ialah perubahan tren, kedua adalah tren yang masih terus berlanjut.

    Namun, kamu harus berhati-hati dalam menginterpretasikan gap yang terjadi. Jika kamu meleset, keputusan trading kamu bisa jadi malah akan menimbulkan peluang kerugian.

    Tips Memanfaatkan Trading Gap

    Ada banyak cara untuk memanfaatkan trading gaps demi cuan yang lebih baik.

    Salah satu cara yang paling populer adalah memasang penawaran sebelum pasar dibuka setelah melihat sinyal dari gap. Strategi ini harus diikuti dengan analisa fundamental dan teknikal yang mumpuni agar prediksi kamu tidak meleset ya, Sobat Cuan.

    Karena gap kerap terjadi setelah laporan keuangan dirilis untuk publik, sering kali trader membeli saham saat pasar baru ditutup di angka yang menguntungkan. Trader juga bisa memilih untuk memasang harga di posisi yang likuid maupun tidak likuid di awal pergerakan harga dengan asumsi gap akan segera terisi. Sebab biasanya, saat gap mulai terisi, tren akan berlanjut pada kesetimbangan baru.

    Trader berpengalaman sering melakukan hal ekstrem dengan berspekulasi dengan short selling saat gap down. Namun, membeli saat harga mendekati support pun dapat kamu lakukan juga saat gap mulai terisi mendekati titik supportnya.

    Baca juga: Apa itu Analisis Fundamental Saham?

    Premis Umum dalam Trading Gap

    Selain hal di atas, terdapat beberapa “kepercayaan” trader mengenai pola trading gaps. Berikut rangkumannya:

    1. Tren harga sulit dihentikan saat harga sudah mulai mengisi gap. Sehingga, trader akan kebingungan menebak support dan resistance berikutnya.
    2. Exhaustion gaps dan continuation gaps memprediksi pergerakan harga pada arah yang berlawanan.
    3. Perhatikan volume perdagangan. Volume yang tinggi merepresentasikan breakaway gaps, sementara volume rendah mengindikasikan exhaustion gaps.
    4. Investor ritel biasanya bereaksi berlebihan pada gap, sementara investor institusi memanfaatkan dengan baik untuk memperbaiki portofolio. Jadi, kendalikan dirimu dan tunggu sinyal break sebelum mengambil posisi.

    Sudah siap mendulang cuan dari trading gaps?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Dot Net Tutorials



    Sumber : pluang.com

  • Bingung Cara Mengatur Cash Flow? Simak Cara Praktisnya di Sini!

    Mengatur pengeluaran dan pemasukan supaya jangan sampai bikin boncos perlu strategi cantik, Sobat Cuan. Salah satu cara dengan mengatur cash flow kamu dengan disiplin.

    Gaji berapapun tidak akan cukup jika tidak diatur dengan baik. Seringkali saat uang sedang menumpuk di rekening, kamu menghabiskannya tanpa sadar untuk hal-hal kecil yang tidak terasa. Tapi, di akhir bulan, kamu bisa kebingungan kemana saja uang-uang tersebut hilang.

    Hal ini hanya terjadi bila pengaturan keuanganmu kurang sehat. Agar kamu tidak bingung bagaimana mengaturnya, kamu harus memahami dulu cash flow pribadi kamu sendiri!

    Nah, di artikel ini, kita akan membahas apa itu cash flow pribadi, pentingnya cash flow, serta cara menghitungnya.

    Apa Itu Cash Flow?

    Istilah cash flow biasanya digunakan oleh perusahaan untuk menyebut catatan keuangannya. Secara harfiah istilah ini mencakup jumlah tunai yang masuk dan keluar dari akun keuangannya pada periode waktu tertentu. Biasanya cash flow dihitung pada periode satu bulan, satu kuartal, atau satu tahun.

    Tapi, bukan cuma perusahaan saja yang butuh cash flow. Kamu pun memerlukannya untuk mencatat keuanganmu.

    Bagi keuangan pribadimu, biasanya cash flow diatur setiap bulan. Mencatat cash flow penting agar kamu bisa memetakan kekuatan finansialmu dan menjadi salah satu fondasi dasar dalam financial planning.

    Pertanyaan seperti “apakah saya bisa menabung?” hingga “apakah saya bisa investasi?” semuanya bisa terjawab kalau kamu bisa mencatat arus kas pribadi.

    Baca juga: Mending Beli HP Cash Atau Kredit? Yuk Simak di Sini!

    Cara Melihat Cash Flow

    Cash flow memiliki dua pos, yakni pos pemasukan dan pos pengeluaran. Keduanya harus punya keseimbangan yang sejalan dengan tujuan finansial kamu.

    1. Pos Pemasukan

    Pos pemasukan berisikan catatan total dari tunai yang masuk ke dalam akun kamu. Mulai dari gaji bersih atau take home pay, bunga atau margin dari simpanan, dividen investasi, dan capital gain dari saham atau surat utang yang kamu pegang. Intinya, segala bentuk pemasukan dan tambahan penghasilan ada pada pos ini.

    2. Pos Pengeluaran

    Sementara itu, segala jenis pengeluaran kamu dalam satu bulan harus dicatatkan dalam pos ini. Baik biaya sewa dan maintenance tempat tinggal, tagihan listrik, wifi, paket data, kartu kredit hingga belanja bulanan hingga biaya entertainment termasuk dalam pos pengeluaran.

    Setelah mengetahui total pos pemasukan dan menyandingkannya dengan pos pengeluaran, kamu mulai memiliki gambaran kasar cash flow pribadi kamu. Apakah cash flow tersebut positif yang artinya kamu memiliki keuangan yang sehat, atau malah negatif.

    Nah, jika kamu ingin arus kas tetap positif, berikut adalah cara yang bisa kamu lakukan.

    Baca juga: 7 Kiat Memilih Manajer Investasi yang Tepat Untuk Reksadana

    Tips Cara Mengatur Cash Flow

    1. Jadikan Net Worth Sebagai Pijakan Cara Mengatur Cash Flow

    Net worth adalah perbandingan antara kepemilikan kamu dan biaya-biaya yang harus kamu bayarkan. Jika cash flow kamu negatif artinya net worth kamu pun ikut negatif, begitu pun sebaliknya. Artinya, kamu akan susah memupuk kekayaan untuk masa depanmu.

    Untuk itu, kamu harus memperbaiki arus kasmu. Salah satu cara yang paling mudah adalah dengan memindai liabilitas mana yang dapat ditekan dan berapa ruang yang kamu miliki untuk merencanakan penambahan aset. Dari situ kamu dapat membuat perencanaan keuangan yang dinamakan budget

    2. Budget

    Nah, setelah memindai pengeluaran, kamu lalu bisa mengelompokannya berdasarkan pos penganggaran.

    Membuat budget yang terencana dan relevan memang susah-susah gampang. Kamu mungkin memerlukan bimbingan perencana keuangan saat ingin membuat budget berdasarkan kebutuhan dan arus kas kamu.

    Namun, kamu bisa melakukannya dengan mengorganisir pengeluaran bulanan dalam kategorisasi yang terdiri atas kebutuhan dasar, pengeluaran non-esensial, dan tabungan. Berikut penjelasannya.

    Baca juga: Apa Itu Hawkish dan Dovish?

    Kebutuhan Dasar

    Pos ini berisikan kebutuhan dasar yang harus kamu keluarkan untuk dapat bertahan hidup. Adapun jenis biaya-biaya yang termasuk dalam kategorisasi ini antara lain:

    1. Biaya sewa berikut perbaikan tempat tinggal dan kendaran.
    2. Biaya transportasi seperti bensin, tol, tiket transportasi publik dan sebagainya,
    3. Belanja makanan termasuk saat memesan makanan jadi.
    4. Biaya internet, paket data, dan biaya komunikasi.
    5. Asuransi
    6. Tagihan kartu kredit, belanja online, cicilan dan sebagainya
    7. Biaya sekolah

    Pengeluaran Tidak Esensial

    Kategori tidak esensial ini berisikan biaya yang bisa ditekan seperti biaya berlangganan TV kabel, layanan streaming, tiket konser, tiket nonton, makan di restoran, belanja baju, dan sejenisnya.

    Tabungan

    Kamu harus punya dana darurat dan dana yang disisihkan untuk berinvestasi. Pastikan ketersediaan dana darurat sebesar tiga hingga enam bulan sebelum mulai berinvestasi. Keduanya masuk dalam kategori tabungan yang dapat kamu manfaatkan untuk mulai membangun portofolio investasi.

    Baca juga: Profil Jeff Bezos, Pria Tertajir di Dunia yang Pelesiran ke Angkasa

    3. Perhitungkan Rasio Budget

    Setelah memiliki gambaran terhadap tiga kategorisasi budget kamu saat ini, kamu dapat memulai perencananaan keuangan. Para perencana keuangan biasanya menyarankan rasio 50:30:20 untuk ketiga kategorisasi di atas.

    Maksudnya, 50% dari total pengeluaran kamu dapat diposkan dalam kategori kebutuhan dasar. Sisanya, yakni sebanyak 30% dihabiskan untuk pengeluaran tidak esensial. Tidak lupa untuk menyisihkan 20% dari total budget untuk dana darurat dan investasi dalam kategori tabungan ya, Sobat Cuan.

    Nah, jika kamu konsisten melakukannya, bukan tidak mungkin arus kasmu akan berkembang plus kekayaan bersihmu juga akan bertumbuh! Apakah kamu tertarik mencoba cara mengatur cash flow yang mudah di atas, Sobat Cuan?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Toro Wealth, Sofi, Finra



    Sumber : pluang.com

  • Ethereum Killer Polkadot vs Cardano, Mana yang Paling Oke?

    Sobat Cuan penggemar kripto mungkin sudah paham dengan yang namanya Ethereum Killer. Ya, kini terdapat dua jaringan blockchain yakni Polkadot dan Cardano yang digadang-gadang bakal menandingi keparipurnaan smart contract yang terdapat di jaringan blockchain Ethereum.

    Namun, bagaimana dengan persaingan di antara keduanya, yakni Polkadot vs Cardano? Manakah yang lebih baik dan dianggap bisa menyalip kecanggihan blockchain Ethereum? Untuk itu, yuk kita adu keduanya baik dari segi teknologi maupun dari segi koin native-nya, DOT dan ADA.

    Perbedaan Blockchain Polkadot vs Cardano

    Terdapat beberapa persamaan yang melandasi sistem blockchain Cardano dan Polkadot. Pertama, keduanya sama-sama menggunakan algoritma konsensus yang disebut Proof of Stake.

    Kedua, baik Polkadot dan Cardano juga memiliki smart contract yang sama-sama mengakomodasi kebutuhan komunitas kripto dalam mengembangkan aplikasi terdesentralisasi. Meski memang, smart contract Cardano baru akan diluncurkan dalam waktu dekat.

    Namun, selain terdapat kesamaan, tentu saja terdapat pula perbedaan mereka terkait bagaimana teknologi blockchain harus dimanfaatkan.

    Di dalam misinya, Polkadot berupaya menjadi sistem penghubung utama bagi blockchain-blockchain independen, atau disebut sebagai parachain. Tujuannya, agar komunitas kripto bisa mengembangkan aplikasi terdesentralisasi baru yang lebih inovatif dan memiliki nilai manfaat sehari-hari. Berbagai inovasi teknologi diharapkan bisa hadir dari sistem Polkadot.

    Sementara itu, misi blockchain Cardano adalah memperkuat kegiatan ekonomi yang bersifat lebih demokratis. Cardano percaya bahwa seluruh masyarakat berhak atas kegiatan ekonomi yang adil, transparan, dan tidak merugikan siapapun.

    Misi itu pun diejawantahkan ke dalam skalabilitas transaksi yang tinggi dan teknologi smart contract yang memang ditujukan sebagai solusi bisnis bagi dunia usaha.

    Hanya saja, Cardano belum berkembang dengan optimal. Hal ini mengingat fase perkembangan Cardano baru memasuki tahap ke-dua dari total lima tahapan pengembangan.

    Tapi, di antara keduanya, mana sistem blockchain yang paling oke?

    Baca juga: Apa Beda Blockchain Polkadot dengan Ethereum? Simak di Sini!

    Perbedaan Performa Koin Native Polkadot vs Cardano

    Kalau kamu tidak bisa memilih Polkadot vs Cardano dari sisi teknologi blockchain, mungkin kamu perlu melihatnya dari sisi performa koin native-nya. Yakni, DOT dan ADA.

    Untuk membandingkan koin mana yang paling populer, cara gampangnya adalah kamu bisa melihat kapitalisasi pasarnya. Dari segi tersebut, ADA masih mengungguli DOT.

    Berdasarkan data Coinmarketcap per 29 Juli 2021, kapitalisasi pasar ADA tercatat US$41,06 miliar, menjadikannya sebagai koin kripto terpopuler ke-lima sejagat. Sementara itu, DOT menempati urutan ke-sembilan dengan kapitalisasi pasar US$14,5 miliar.

    Selain itu, ADA juga terlihat unggul jika dilihat dari pertumbuhan nilainya.

    Sepanjang 2021 (1 Januari hingga 29 Juli 2021), nilai DOT beranjak dari US$8,31 per keping dan kini berada di level US$14,54 per keping, alias tumbuh 74,96%. Sementara itu, di periode yang sama, nilai ADA naik dari US$0,18 per keping menjadi US$1,28 per keping, atau tumbuh 611%.

    Perbedaan lainnya terlihat dari jumlah total suplainya. ADA memiliki suplai yang terbatas, yakni 45 juta keping, sementara DOT tidak memiliki pembatasan suplai. Secara hukum ekonomi, tentu saja ADA bisa lebih unggul nantinya lantaran suplai yang mengetat disertai permintaan yang meningkat bisa menaikkan harga suatu barang, bukan?

    Namun, faktor-faktor tersebut tidak cukup dijadikan perbandingan, Sobat Cuan. Sebab, yang namanya tren harga tentu bisa berbalik arah di masa depan. Apalagi, keduanya digadang bisa mengambil pangsa pasar Ethereum karena kecanggihan teknologinya. Polkadot tentu bisa menarik minat para pengembang aplikasi terdesentralisasi, sementara Cardano bisa mengambil hati pelaku ekonomi.

    Baca juga: Berprospek Cerah, Ini Alasan Kenapa Kamu Harus HODL Cardano Sekarang!

    Kesimpulan Polkadot vs Cardano

    Dari sisi blockchain, Cardano dan Polkadot memang punya misi dan fungsi yang berbeda. Sehingga keduanya juga tidak bisa disandingkan secara sepadan.

    Sementara itu, dari sisi kinerja sepanjang tahun ini, ADA memang terlihat lebih unggul dari DOT. Namun, proyeksi masa depan keduanya juga tidak bisa diprediksi secara pasti. Apalagi, pergerakan harga keduanya nantinya akan dipengaruhi oleh sentimen positif dari status mereka sebagai penantang Ethereum.

    Jadi siapakah yang menjadi Ethereum Killer sejati? Nah, jawabannya tergantung persepsi kamu.

    Jika kamu percaya bahwa komunitas kripto di masa depan akan lebih tertarik dengan skalabilitas transaksi Cardano yang cepat, maka kamu bisa bilang Cardano juaranya. Namun, kalau kamu percaya bahwa jaringan Polkadot bisa sinambung dan lebih mampu mengakomodasi kebutuhan pengembang aplikasi kripto di masa depan, maka kamu bisa memilih Polkadot.

    Tapi, kalau kamu percaya akan masa depan teknologi keduanya, kenapa tidak memilikinya sekaligus? Nah, untungnya, kamu bisa memiliki DOT dan ADA di aplikasi Pluang. Yuk, miliki kedua koin itu sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Polkadot, Cardano, Nasdaq, Investing.com, Coinmarketcap



    Sumber : pluang.com

  • Kenapa Reksadana Pendapatan Tetap Sedang Naik Daun di 2021?

    Di saat pandemi yang penuh dengan ketidakpastian seperti saat ini, Reksadana Pendapatan Tetap atau RDPT jadi pilihan para investor dalam negeri.

    Hal ini terlihat dari jumlah porsi Reksadana Pendapatan Tetap terhadap seluruh total Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan per Juni 2021 memperlihatkan, NAB reksadana jenis ini mengambil porsi 26,72% dari total NAB total sebesar Rp536,1 triliun. Persentase ini naik dibandingkan Januari yakni 24,04%.

    Lantas, apa saja sih hal-hal yang membuat reksadana ini naik daun sepanjang tahun ini? Yuk, simak bersama!

    Baca juga: 7 Kiat Memilih Manajer Investasi yang Tepat Untuk Reksadana

    NAB Susut, Reksadana Pendapatan Tetap Malah Tumbuh

    Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total NAB (NAB) reksadana pendapatan tetap telah tumbuh 4,3% sejak Januari hingga Juni lalu. Sementara itu, pada periode yang sama, total NAB dari semua jenis reksadana justru mengalami penyusutan 6,1%.

    Hal tersebut bisa terlihat pada tabel di bawah ini.

    Tak hanya itu, dari total NAB reksadana per Juni 2021 senilai Rp536,1 triliun, RDPT mengambil porsi terbesar dari NAB total, yakni 26,72%. Menyusul berikutnya adalah reksadana saham dan pasar uang yang masing-masing mengambil 22,78% dan 19,25% dari NAB keseluruhan.

    Data ini merepresentasikan masih tingginya animo investor dalam negeri untuk tetap berinvestasi, meski instrumen yang dipilih ialah instrumen yang terbilang aman. Lantas, mengapa sih pilihan mereka jatuh kepada RDPT?

    Baca juga: Yuk, Coba Diversifikasi Investasi dengan Teori Markowitz. Apakah Itu?

    Alasan Reksadana Pendapatan Tetap Gemilang di Tahun Ini

    Ahli reksadana tanah air menyebut terdapat dua alasan kenapa reksadana pendapatan tetap terbilang kian populer belakangan ini. Apa saja alasan tersebut?

    1. Selera Risiko Investor yang Kian Risk Averse

    Praktisi reksadana Ezra Nazula mengatakan, reksadana pendapatan tetap sedang digemari lantaran fluktuasinya tak terlalu kencang. Maklum, di saat situasi ekonomi yang tak menentu di tengah pandemi COVID-19, investor pasti akan mencari instrumen yang “pasti-pasti saja”.

    Apalagi, imbal hasil RDPT pun terbilang lebih unggul dibanding aset berisiko rendah lainnya, seperti deposito.

    Contohnya, produk reksadana pendapatan tetap di Pluang, UOB Dana Membangun Negeri, memiliki return 10,5% per tahun per 29 Juli 2021. Sementara itu, tingkat bunga deposito perbankan berada di bawah 5% di periode yang sama. Melihat data ini, tentu saja investor sudah bisa menambatkan pilihannya, bukan?

    2. Rezim Suku Bunga Rendah

    Sejak tahun lalu, Bank Indonesia selalu memasang sikap dovish. Terakhir, otoritas moneter itu memasang suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) pada level 3,5%.

    Nah, dalam hal ini, praktisi reksadana Rudiyanto mengatakan bahwa era suku bunga rendah dapat memberi angin segar kepada instrumen obligasi, yang menjadi underlying asset reksadana pendapatan tetap. Apa sebabnya?

    Pertama, ketika suku bunga rendah, investor tentu akan memilih instrumen investasi lain ketimbang menaruh uang di bank. Namun, pilihan mereka tidak jatuh ke saham. Sebab, selain volatilitasnya yang tinggi, aspek fundamental perusahaan ikutan diuji kala pandemi melanda. Apalagi, perusahaan lapis kedua dan ketiga.

    Satu-satunya pilihan yang masih menjanjikan adalah obligasi, termasuk surat utang pemerintah. Kebetulan, obligasi sendiri adalah aset dasar dari RDPT, sehingga instrumen ini cocok bagi mereka yang sedang “main aman” kala pandemi.

    Kedua, suku bunga rendah meningkatkan harga obligasi, yang menjadi underlying asset reksadana jenis ini. Sehingga, hal itu pun akhirnya bikin RDPT punya pertumbuhan kinerja yang gemilang.

    Penjelasannya seperti ini, Sobat Cuan. Era suku bunga rendah tidak hanya memengaruhi suku bunga bank, melainkan juga menurunkan yield surat utang.

    Nah, jika yield turun, maka harga obligasi cenderung meningkat. Sebab, sesuai teorinya, yield selalu bertolak belakang dengan harga obligasi. Alasan ini pula yang membuat investor mulai beralih pada reksadana pendapatan tetap.

    Situasi ini memang ideal bagi pertumbuhan reksadana pendapatan tetap yang bisa terus positif. Tapi, bagaimana sih prospek ke depannya?

    Baca juga: Pinjaman Kripto Vs Pinjaman Bank, Mana yang Lebih Menguntungkan?

    Prospek Reksadana Pendapatan Tetap

    Tahun 2020 merupakan tahun kejayaan RDPT yang masih berlanjut hingga tahun ini. Hal ini dipicu dengan pemangkasan suku bunga yang masif saat itu guna memberi stimulus moneter kepada dunia usaha yang terdampak Pandemi COVID-19.

    Namun, era ini tidak mungkin berlangsung selamanya. Apalagi The Fed mulai mengirim sinyal tapering pada tahun 2023 menyusul tingginya inflasi di negaranya.

    Jika pemangkasan suku bunga tidak lagi agresif, kemungkinan kinerja reksadana pendapatan tetap tidak lagi dapat setinggi tahun 2020.

    Meski begitu, setidaknya hingga Juli 2021, RDPT tetap menjadi bintang di hati para investor domestik. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan year-to-date 0,67%. Optimisme ini didukung juga oleh kinerja obligasi korporasi yang naik 3,02% dan surat utang pemerintah yang naik 2,09% pada periode yang sama.

    Karenanya, diperkirakan RDPT akan tetap menarik terutama didorong oleh kinerja obligasi korporasi yang diuntungkan oleh era suku bunga rendah.

    Jadi bagaimana Sobat Cuan? Apakah kamu makin tertarik berinvestasi di reksadana pendapatan tetap? Yuk, segera investasi di produk reksadana Pluang, UOB Dana Membangun Negeri, sekarang! Apalagi kamu bisa mendapatkannya mulai dari Rp15.000 saja, lho!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Kontan, Bareksa, OJK



    Sumber : pluang.com

  • Waspada Sobat Cuan! Simak Cara Hindari Scam Saat Yield Farming Berikut!

    Mencari cuan lewat yield farming memang menggiurkan sekali nih, Sobat Cuan. Namun pada prinsipnya, apapun yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar juga berisiko besar. Pada yield farming, potensi risiko paling besar itu bernama penipuan alias scam.

    Banyak skema yield farming scam yang siap mengelabui kamu jika kurang teliti dalam memilih ladang bercocok tanam cuan. Biasanya mereka menjebak dengan memberi iming-iming imbal hasil yang cukup besar.

    Tapi, jangan masuk ke jebakan betmen ya, Sobat Cuan. Yuk, kenalan dengan jenis-jenis skema yield farming scam yang mengintai para pemburu cuan di kolam likuiditas.

    Seperti Apa Modus Yield Farming Scam?

    Yield farming adalah aktivitas dalam ekosistem decentralized finance di mana kamu bisa meminjamkan aset kripto yang kamu miliki dalam liquidity pools, alias “wadah” penampungan aset kripto bagi mereka yang gemar menabung aset digital satu ini.

    Nah, sebagai balas jasa atas kesedianmu meminjamkan sang aset kripto, kamu nantinya akan mendapatkan imbal hasil (yield). Imbal hasil ini biasanya berupa komisi (fee) yang disepakati sesuai smart contratcs dengan penyedia liquidity pools.

    Imbal hasil yield farming terbilang tinggi, Sobat Cuan. Bahkan menurut data CoinGecko, beberapa liquidity pool bisa memberimu imbal hasil lebih dari 20% per tahun, lho.

    Tapi, justru di bagian inilah kamu perlu berhati-hati. Sebab, jika kamu salah memilih liquidity pool, maka itu akan menjadi celah bagi oknum tertentu untuk menggondol aset kriptomu!

    Biasanya, liquidity pool bodong tersebut akan merayumu dengan iming-iming return yang tinggi. Tujuannya, tentu saja agar kamu mau menempatkan banyak aset kripto di wadah tersebut.

    Setelahnya, sang pengelola liquidity pool akan mencolong aset kriptomu ketika mereka akan menukarkan aset kripto setoranmu ke dalam denominasi koin lain yang dibutuhkan oleh nasabah liquidity pool. Biasanya, liquidity pool nakal ini akan membebanimu rasio konversi yang cukup tinggi, sehingga nilai saldo kamu di sana akan ludes seketika.

    Hanya saja, perlu dicatat bahwa tidak semua proyek yang menggunakan kolam likuiditas untuk konversi kripto merupakan proyek yield farming scam. Namun, skema ini rentan dijadikan celah untuk mengelabui “petani cuan” pemula yang belum paham betul cara kerja pools.

    Baca juga: Mengenal Konsep Wrapped Token dalam Kancah Kripto. Apakah Itu?

    Contoh Yield Farming Scam

    Setelah kamu mengetahui modusnya, kini saatnya kamu memahami ilustrasi dari contoh penipuan di jagat kripto itu. Melihat contoh ini cukup penting lantaran skema penipuannya terlihat “normal”, sehingga yang tidak jeli bisa dikibuli.

    Misalnya saja, salah satu liquidity pools menetapkan USDT dan Ether dalam proyek baru dengan tingkat imbal hasil tinggi. Lalu pools lain menawarkan proyek koin baru yang nyaris tidak berharga, sebut saja token X. Tapi pada situs resmi sang liquidity pool, ternyata kamu bisa menukar token tidak berharga ini dengan Ether, atau bahkan Tether.

    Demi menarik minat investor, pool bodong ini pun menawarkan yield yang bombastis, bahkan terkadang mencapai 3000%. Akhirnya, mereka yang punya Ether atau Tether akan tergoda untuk menukarknya ke token X tersebut, bukan?

    Setelah semua Ether atau Tether menjelma menjadi token X, maka liquidity pool hanya akan berisikan token yang tak berharga tersebut.

    Kamu bisa menebak bahwa sang empunya pool akan bergelimang Ether dan Tether. Kamu yang merasa terjebak tentu berpikir akan segera menukar token X tersebut dengan Ether atau Tether kembali, kan?

    Eits, sayangnya kamu sudah terjebak. Untuk kembali mendapatkan Ether atau Tether yang sudah disetorkan, kamu harus menukar token X itu dengan rasio perbandingan harga yang jauh lebih mahal ketimbang saat kamu menyetor kriptomu ke liquidity pool tersebut.

    Baca juga: Yuk, Simak Panduan Gunakan Bollinger Bands Untuk Trading Kripto!

    Cara Menghindari Yield Farming Scam

    Tentunya kamu tak ingin terjebak dalam situasi demikian, bukan? Untungnya, di bawah ini ada tips dari Clem Chambers, CEO situs investasi swasta ADVFN.com, agar kamu bisa mengenali yield farming scam dan proyek betulan.

    Nah, dalam hal ini, kamu perlu mempertanyakan empat pertanyaan sakti ini sebelum memilih proyek untuk yield farming.

    1. Apakah proyeknya eksis dan dapat betul-betul digunakan? Jika ya berikan satu ceklist.

    2. Apakah proyeknya inovatif? Jika ya, jangan ragu lagi!

    3. Apakah orang-orang dibalik proyeknya adalah anonim atau riil? Jika riil berikan satu lagi ceklist.

    4. Apakah tim proyek pernah melakukan proyek lain sebelumnya? Jika ya, tambahkan lagi stau ceklist.

    Terakhir, periksa ceklist kamu lalu pertimbangkan baik dan buruknya! Kamu juga bisa mengecek validitas suatu proyek yield farming dalam data base ini.

    Pastikan bahwa peluang untung dari hasil persentase tahunan (annual percentage yield/APY) yang ditawarkan tidak membutakan kamu untuk membedakan proyek scam dan proyek betulan ya, Sobat Cuan. Tetap cari proyek bertani cuan yang aman, salah satunya di Pluang Cuan!

    Dengan menggunakan Pluang Cuan, kamu bisa mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun dengan menabung ETH atau Bitcoin milikmu. Yuk, nikmati cuan kripto secara nyantai di Pluang Cuan sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Forbes



    Sumber : pluang.com