Author: 12

  • Kenali Definisi dan Cara Menggunakan Candle Marubozu

    Sebagai seorang investor, Anda perlu mengetahui kapan waktu tepat untuk membeli atau menjual aset kripto. Jika salah melangkah, kerugian bisa mendatangi Anda. Ketika mencari data soal aset kripto tertentu, Anda akan disuguhkan sebuah grafik bernama candlestick chart. Grafik berbentuk seperti lilin ini menunjukkan informasi mengenai harga suatu aset kripto pada rentang waktu tertentu. 

    Biasanya, grafik ini digunakan para investor dan trader untuk membantu memprediksi kenaikan atau penurunan harga. Kenaikan harga ditandai warna hijau, sementara penurunan harga ditandai warna merah.

    Apa itu Candle Marubozu?

    Candlestick memiliki banyak pola yang menunjukan tren pasar aset kripto. Salah satu pola yang paling mudah diidentifikasi adalah candle Marubozu atau Marubozu candlestick. Candle Marubozu adalah salah satu pola candlestick yang digunakan untuk analisis teknis sebuah aset kripto, saham, komoditas, atau instrumen keuangan lain. 

    Ciri-ciri Candle Marubozu yaitu:

    1. Memiliki body candle yang sangat panjang. 
    2. Harga penutupan dan harga pembukaan biasanya memiliki jarak yang cukup jauh. 
    3. Pola ini tidak memiliki upper dan head shadow, yang berarti bahwa harga sebuah aset dibuka pada titik tertinggi dan akan ditutup di titik terendah, begitu juga dengan sebaliknya. 

    Jenis-jenis candle Marubozu

    Marubozu candlestick memiliki tiga jenis pola yang menunjukkan keadaan tren pasar yang berbeda-beda. Pola tersebut dibedakan menjadi Marubozu full, open, dan close. Berikut penjelasannya.

    1. Marubozu full

    Marubozu full merujuk pada candle Marubozu yang memiliki harga buka dan tutup yang flat dan tanpa sumbu pada seluruh pola candlestick. Pola ini hanya berbentuk persegi panjang berwarna merah yang berarti bearish atau hijau yang artinya bullish.

    2. Marubozu open

    marubozu open

    Pola yang satu ini terlihat dari pembukaan yang rata dan penutupan pada arah yang berlawanan. Marubozu open menggambarkan bahwa aset hanya bergerak ke satu arah sejak periode pembukaan. Jika pola candle Marubozu berwarna merah, hal ini menandakan bahwa harga tidak pernah mengalami kenaikan sejak pembukaan. Sebaliknya, jika pola berwarna hijau, berarti harga tidak pernah mengalami penurunan. Tidak seperti pola Marubozu full, pola Marubozu open bisa memiliki shadow atau bayangan.

    3. Marubozu close

    marubozu close

    Pola Marubozu close adalah kebalikan dari Marubozu open. Pola ini tidak memiliki bayangan saat penutupan harga. Hal ini menunjukkan bahwa harga mungkin bergerak ke satu arah saat harga pembukaan, kemudian bergerak ke arah berlawanan tanpa ada kenaikan lagi. Pola seperti ini akan menunjukkan shadow di bagian atas.

    candle marubozu

    Bagaimana Cara Membaca Marubozu Candlestick?

    Memahami cara baca candle Marubozu akan membantu Anda mengetahui kuatnya perdagangan suatu aset. Tidak hanya itu, pola ini juga bisa menambah wawasan yang berguna untuk memprediksi masa depan pasar. 

    Namun, pola ini tidak sering terjadi pada pergerakan grafik di pasar. Karena jarang terjadi, saat candle Marubozu muncul, pasar cenderung sedang menguat. Misalnya, ketika Marubozu bullish terjadi, hal ini berarti kondisi bull masih kuat dan mampu menahan tekanan dari short seller. Dalam kasus tertentu, kondisi ini mengarah pada kelanjutan tren naik.

    Untuk lebih memahami Marubozu candlestick, Anda perlu mengetahui cara membacanya.

    1. Jika pola candle Marubozu menunjukkan pola tren bullish (Marubozu Putih) terjadi di akhir tren naik, maka ada kemungkinan tren akan berlanjut.

    bullish marubozu

    2. Namun, jika Marubozu Putih terjadi di tren turun, kemungkinan besar akan terjadi pembalikan.

    downtrend marubozu

    3. Sebaliknya, jika pola candle Marubozu menunjukkan tren bearish (Marubozu Hitam) terjadi di akhir tren turun, maka kemungkinan tren ini akan berlanjut.

    bearish marubozu

    4. Sementara itu, bila pola tersebut terjadi di akhir tren naik, maka besar kemungkinan akan terjadi pembalikan.

    uptrend candle marubozu

    Untuk benar-benar memberikan kepastian kondisi pasar kripto, mengandalkan candle Marubozu saja tidak cukup. Akan lebih baik jika investor dan trader juga melihat pola candlestick yang muncul setelah pola Marubozu.

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Hammer Candlestick dalam Trading Kripto

    Agar berhasil dalam investasi maupun trading, Anda perlu menguasai analisis teknis, salah satunya adalah dengan mengetahui cara membaca candle Marubozu. Hal ini akan membantu Anda dalam memprediksi tren pasar di kemudian hari. Pastikan pula saat berinvestasi Anda melakukannya di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan ekosistem yang terintegrasi satu sama lain, investasi dan trading kripto pun jadi lebih mudah.

    Yuk, langsung bergabung dengan  komunitas Tokocrypto untuk menyimak informasi terbaru mengenai dunia kripto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Intip 3 Gambar Animasi Keren 3D yang Sudah Menjadi NFT!

    Banyak dari kita yang sudah gak asing dengan animasi 3 dimensi (3D). Ditambah animasi 3D hadir makin terlihat nyata dan keren. Ya, ini semua tentunya disebabkan oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih. Gak ketinggalan, pengadopsian NFT pada animasi 3D pun turut berkembang. Tapi sebelum membahas gambar animasi 3D yang sudah di-NFT-kan, yuk, simak penjelasan mengenai animasi 3D terlebih dahulu!

    Apa itu Animasi 3 Dimensi?

    Dilansir dari Idseducation.com, animasi 3D adalah penciptaan gambar yang bergerak di dalam ruang digital 3D. Penciptaan ini dilakukan dengan membuat frame yang mensimulasikan tiap gambar, difilmkan dengan kamera virtual, dan kemudian hasilnya akan berbentuk video yang sudah di-rendering.

    Sederhananya konsep dari 3D adalah model atau objek yang memiliki bentuk, volume, serta ruang. Nah, objek ini mempunyai 3 titik koordinat, yang disebut koordinat X, Y, dan Z. Ketiga koordinat ini yang membuat objek dapat digerakkan ketiga arah, yaitu kanan-kiri (X), atas-bawah (Y), dan depan-belakang (Z). 

    Perkembangan Animasi 3D menjadi NFT Animasi 3D

    NFT 3D AnimasiKehadiran animasi 3D bisa ditemukan di mana saja. Sebut saja pada efek visual pada film dan video, atau secara khusus pada film. Kini bisa Anda temukan berbagai film yang menggunakan animasi 3D. Sebut saja Pixar, salah satu perusahaan animasi dunia yang berhasil dengan film Toy Story-nya.

    Gak hanya itu, animasi 3D juga memiliki peranan penting dalam dunia game dan virtual reality. Mulai dari karakter, item-item pada game, hingga efek visual pada game, semuanya berbentuk animasi. Seiring dengan itu, hadirnya NFT (non-fungible-token) turut meramaikan perkembangan animasi 3D. NFT sendiri merupakan token digital unik yang dibuat dengan menggunakan teknologi blockchain

    Nah, tren ramainya NFT sendiri bermula dari kegilaan sebuah game blockchain bernama “CryptoKitties” pada Oktober 2017 silam. Walaupun pada saat itu game blockchain dan pengadopsian NFT ini belum ramai diperbincangkan, setidaknya 2 tahun belakangan pesona NFT mulai dilirik banyak orang khususnya para pekerja seni. Mulai dari motion designer, 2D animator,  musisi, mural artist, hingga tattoo artist menjadikan karya mereka sebagai NFT. 

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Tentunya hal ini pun turut berpengaruh kepada perkembangan NFT animasi 3D, khususnya 3D artist. Apalagi didukung dengan tingginya minat para kolektor pada pencarian NFT 3D. Dilansir dari Rakoko.com, riset yang dilakukan oleh sebuah art blog, Artnome pada sebuah platform menyebutkan pada Maret 2021, 3D art adalah bentuk NFT yang paling banyak dilihat.

    Deretan Gambar Animasi Keren 3D dari Indonesia

    Berikut adalah beberapa gambar animasi 3D keren yang sudah menjadi NFT. Oh iya, semuanya berasal dari Indonesia, lho

    1. GMO Utility Trike by Rimbawan Gerilya

    NFT animasi 3D keren GMO Utility TrikeAnimasi 3D keren pertama yang sudah di-NFT-kan adalah karya “GMO Utility Trike” dari Rimbawan Gerilya. Video animasi ini merupakan kolaborasi antara Gabber Modus Operandi, duo musisi musik elektronik bersama Rimbawan Gerilya, visual artist. Adapun kolaborasi ini berawal dari batal manggungnya Gabber Modus Operandi secara live di tahun 2020. 

    Gak tanggung-tanggung, karya yang dilelang pada bulan Maret 2021 melalui platform Foundation ini laku dengan harga US$678.80 atau sekitar Rp9,9 juta, lho!

    2. No Internet Today by Rubah Hitam

    NFT animasi 3D keren No Internet TodayGambar animasi 3D keren ini merupakan karya dari Rifqi Ardiansyah atau yang dikenal Rubah Hitam. Karya-karya dari Rubah Hitam sendiri memang sangat lekat inspirasinya dengan keseharian kita, seperti seputar teknologi, gadget, hingga makanan. 

    Nah, kalau karyanya yang berjudul “No Internet Today” ini menggambarkan seorang laki-laki yang duduk di depan komputernya namun hanya memainkan “game dino”, yaitu permainan dinosaurus yang muncul ketika komputer tidak terhubung ke jaringan internet.  Karya ini terjual pada bulan Desember 2020 di harga 1.5 ETH atau setara Rp87 juta (harga fluktuatif). Keren, kan?

    3. HumanRadio_NASAproject#01 by Venzha Christ

    Terakhir, animasi 3D NFT datang dari Venzha Christ, seorang seniman yang lekat dengan space art. Adapun karya ini adalah animasi 3D yang menampilkan sebuah antena besar yang terhubung dengan tubuh manusia sebagai medium sensornya.

    Sebenarnya animasi 3D keren yang di-NFT-kan ini sudah dipamerkan terlebih dahulu dengan nama “Listening for The Dark”. Karya ini bermula dari kerja sama ia dengan lembaga antariksa Amerika, NASA, di Art Museum di  tahun 2016. Barulah pada 13 Agustus 2021, NFT ini dirilis. 

    Itulah penjelasan gambar animasi 3D secara umum, pengadopsian NFT pada animasi 3D, hingga deretan gambar animasi 3D keren yang sudah di-NFT-kan asal Indonesia. Yuk, bagi Anda pekerja seni, daftarkan diri Anda  dan pamerkan karya Anda di TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Ini Penjelasan Lengkapnya!

    Apa Itu Terra?

    Terra adalah platform pembayaran blockchain open-source untuk stablecoin algoritmik, yang merupakan cryptocurrency yang melacak harga mata uang atau aset lainnya. Blockchain Terra memungkinkan pengguna untuk membelanjakan, menyimpan, memperdagangkan, atau menukar stablecoin Terra secara instan.

    Protokol Terra menciptakan stablecoin yang secara konsisten melacak harga mata uang fiat apa pun (mata uang yang didukung pemerintah seperti dolar AS atau euro). Ini terdiri dari dua token cryptocurrency utama yakni Terra dan Luna, yang memiliki fitur sebagai berikut:

    Terra : Ini adalah stablecoin yang melacak harga mata uang fiat dan dinamai menurut namanya. Misalnya, stablecoin Terra dasar melacak harga Hak Penarikan Khusus IMF dan diberi nama TerraSDR atau SDT. Denominasi stablecoin Terra lainnya termasuk TerraUSD (UST), yang melacak dolar AS, dan TerraKRW (KRT), yang melacak won Korea Selatan. Pengguna mencetak Terra baru dengan membakar (burning) token Luna.

    Luna : Digunakan untuk tata kelola dan penambangan, Luna adalah token staking protokol Terra yang menyerap volatilitas harga stablecoin Terra. Pengguna mempertaruhkan Luna ke penambang blockchain Terra (disebut “validator”), yang mencatat dan memverifikasi transaksi di blockchain dan menerima hadiah dari biaya transaksi sebagai kompensasi. Seiring bertambahnya penggunaan Terra, nilai Luna juga meningkat.

    Baca jugaJPMorgan Tutup Akun Bank Founder Uniswap, Ada Apa?

    Pengembangan Terra

    Terra telah dikembangkan oleh Terraform Labs yang berbasis di Korea Selatan, yang didirikan pada tahun 2018 oleh Do Kwon dan Daniel Shin. CEO saat ini Kwon sebelumnya dipekerjakan oleh Microsoft; Shin adalah pendiri dan CEO perusahaan teknologi pembayaran Asia Chai, yang merupakan mitra Terra dan sebelumnya adalah pendiri perusahaan e-commerce Korea TMON.

    Bagaimana Cara Kerja Terra?

    Karena nilai utama stablecoin berasal dari stabilitas harga, sehingga menghindari volatilitas khas cryptocurrency, protokol Terra mempertahankan harga stablecoin Terra dengan memastikan bahwa penawaran dan permintaan selalu seimbang.

    Luna adalah penyeimbang variabel untuk stablecoin Terra dan menyerap volatilitasnya. Untuk memahami cara kerja Terra, bayangkan seluruh “ekonomi” Terra terdiri dari pool Terra dan pool Luna.

    Untuk mempertahankan harga Terra, kumpulan pasokan Luna menambah atau mengurangi pasokan Terra; pengguna membakar Luna untuk mencetak Terra dan membakar Terra untuk mencetak Luna.

    Ini dicapai dengan modul pasar algoritmik protokol, yang memberi insentif untuk pencetakan atau pembakaran Terra melalui peluang arbitrase.

    Ekspansi (dari pool Terra) : Ketika Terra diperdagangkan pada harga yang relatif tinggi terhadap pasaknya, implikasinya adalah permintaan untuk stablecoin lebih tinggi daripada penawaran; ini berarti bahwa pasokan Terra harus ditingkatkan untuk memenuhi permintaan.

    Protokol memberi insentif kepada pengguna untuk mencetak Terra dan membakar Luna, yang memiliki efek menurunkan harga Terra (melalui perluasan pasokan) dan meningkatkan harga Luna (dengan mengurangi pasokannya). Pengguna melanjutkan proses arbitrase ini hingga Terra diperdagangkan pada harga pas targetnya.

    Kontraksi (dari pool Terra) : Situasi sebaliknya terjadi ketika Terra diperdagangkan pada harga yang relatif rendah terhadap pasaknya, yang menyiratkan bahwa ada lebih banyak pasokan untuk stablecoin daripada permintaan. Ini akan mengharuskan pengurangan pasokan Terra sampai sesuai dengan permintaan

    Protokol kemudian memberi insentif kepada pengguna untuk membakar Terra dan membuat Luna, yang memiliki efek menaikkan harga Terra (melalui pengurangan pasokan) dan menurunkan harga Luna (dengan meningkatkan pasokannya). Proses arbitrase ini dilanjutkan oleh pengguna hingga Terra diperdagangkan pada harga targetnya.

    Baca juga10 Merek Ternama yang Terbitkan NFT Sendiri

    Contoh Arbitrase

    Modul pasar algoritmik protokol Terra memungkinkan pertukaran atom antara Terra dan Luna, dan antara denominasi stablecoin Terra yang berbeda. Mirip dengan pembuat pasar , modul pasar memastikan bahwa ada pasar yang tersedia dan likuid untuk aset protokol, dengan harga yang stabil dan nilai tukar yang adil di antara keduanya.

    Modul pasar memungkinkan pengguna untuk selalu menukar Luna senilai 1 USD untuk 1 TerraUSD (UST), dan sebaliknya, yang mendorong pengguna untuk mempertahankan harga Terra agar tetap stabil atau seimbang.

    Ekosistem Terra-Luna

    Dalam upayanya untuk menjadi pembayaran stablecoin e-niaga terkemuka dan penyedia layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi), Terra memiliki ekosistem yang berkembang di ruang kripto dengan lebih dari 100 proyek di seluruh DeFi, Web 3.0 , dan token non-fungible (NFT). Proyek-proyek ini meliputi:

    • Protokol Anchor: Platform hasil tetap dengan hasil pinjaman dan akses tanpa gesekan,
    • Protokol Andromeda: Protokol NFT generasi berikutnya,
    • Chai: Aplikasi pembayaran dengan lebih dari 2 juta pengguna di Korea Selatan,
    • LoTerra: Platform lotere terdesentralisasi yang dibangun di atas blockchain Terra,
    • Protokol Mirror: Memungkinkan pembuatan aset yang sepadan atau “sintetis” yang melacak harga aset dunia nyata,
    • Protokol Talis: Sebuah platform di mana seniman dapat menjual kreasi mereka dan menawarkan layanan,
    • Protokol Vega: Platform untuk mencetak dan memperdagangkan derivatif.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Kecanggihan dan Manfaat Blockchain Layer 2

    Dewasa kini sudah banyak industri yang telah menggunakan blockchain sebagai solusi teknis untuk masalah mereka. Beberapa dari solusi ini telah berhasil, sementara yang lain telah menghadapi beberapa keterbatasan asli blockchain.

    Skala adalah masalah besar, dengan blockchain root seperti Ethereum hanya dapat memproses 15-20 transaksi per detik yang sederhana. Ada masalah lain juga, termasuk biaya gas fee yang tinggi dan privasi yang dipertanyakan. 

    Jadi bagaimana menerapkan solusi blockchain untuk skala, privasi, dan efektivitas biaya tanpa mengorbankan desentralisasi? Di situlah teknologi blockchain Layer 2 masuk.

    Ilustrasi blockchain layer 2.

    Ilustrasi blockchain layer 2. Foto: matob.web.id

    Apa itu Teknologi Blockchain Layer 2?

    Teknologi blockchain Layer 2 sering disebut sebagai solusi “off-chain”. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kapasitas transaksi blockchain sambil mempertahankan manfaat desentralisasi dari protokol terdistribusi. Memecahkan masalah skalabilitas akan secara signifikan membantu adopsi arus utama blockchain.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 9 Februari 2022: Pasar Kripto Mulai Bullish?

    Untuk membangun ekosistem blockchain yang baik, kita memerlukan beberapa hal dalam arsitektur untuk menyeimbangkan kebutuhan keamanan, desentralisasi, dan skalabilitas. Sistem teknologi blockchain Layer 2 adalah sistem yang menghubungkan Ethereum, dan mengandalkannya sebagai lapisan dasar keamanan dan finalitas.

    Cara Kerja Teknologi Blockchain Layer 2

    Platform dan protokol lapisan 2 dari blockchain ini memproses data dengan cara yang mengurangi beban yang biasanya ditanggung oleh lapisan dasar (chain root). Dengan memindahkan transaksi dari chain utama ke platform lapisan 2, jaringan blockchain dapat menangani throughput transaksi yang jauh lebih tinggi.

    Jika blockchain layer 1 diibaratkan seperti jalan tol, maka blockchain layer 2 ini sepeti jalan tol layang yang berdiri terpisah, sehingga dapat meningkatkan dan mempercepatkan kendaraan yang berjalan bersamaan.

    blockchain memimpin globalisasi

    Ilustrasi blockchain layer 2.

    Perbedaan Blockchain Layer 1 dan Layer 2

    Jaringan Blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum menghadapi keterbatasan penskalaan yang melekat. Ethereum memproses sekitar 15-20 transaksi/detik dibandingkan dengan Paypal dan Visa dengan masing-masing beberapa ratus transaksi/detik dan beberapa ribu transaksi/detik.

    Mengapa arsitektur blockchain ini tertinggal dalam pemrosesan?

    Ketika transaksi terjadi, harus ada konsensus global di seluruh jaringan yang terdesentralisasi. Semua node di jaringan menyimpan salinan lengkap transaksi untuk memvalidasi transaksi di jaringan. Ini dirancang untuk memecahkan masalah pengeluaran ganda tanpa bergantung pada perantara.

    Jaringan Blockchain dapat berfungsi sebagai lapisan 1 (yaitu lapisan dasar) dari ekosistem web yang terdesentralisasi. Tujuan akhirnya adalah untuk ‘mendesentralisasikan kembali’ infrastruktur, protokol, aplikasi, dan berbagai lapisan web di seluruh dunia.

    Baca juga: Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Solusinya berjenjang. Lapisan 1 berfungsi sebagai lapisan keamanan yang menahan transaksi data dengan cara yang tidak dapat diubah, diamankan secara kriptografis tanpa otoritas pusat. Elizabeth Starks dari Lightning Labs mengacu pada blockchain sebagai “lapisan dasar untuk Internet yang terdesentralisasi.”

    Layer 2 memungkinkan kamu untuk secara besar-besaran mengurangi pemrosesan data di blockchain dengan menjalankan komputasi di luar blockchain. Blockchain dasar masih akan menjadi arbiter ketika ada perselisihan.

    Manfaat utama dari blockchain layer 2 adalah meminimalkan jumlah penyimpanan data pada lapisan dasar. Mengambil transaksi dari lapisan dasar, sementara masih terikat padanya, akan membebaskan sumber daya pemrosesan untuk melakukan hal-hal lain sambil tetap mendapatkan manfaat keamanan dan desentralisasi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal 9 Februari 2022: Pasar Kripto Mulai Bullish?

    Market kripto pada pekan pertama Februari mengalami pemulihan 25% dari posisi terendahnya pada 24 Januari. Meski begitu, keadaan pasar kripto yang mulai pulih tidak menjamin apakah tren bearish telah berhenti.

    Banyak analis yang melihat mayoritas kripto akan bergerak stagnan pada awal pekan kedua Februari ini. Namun, masih ada potensi koreksi menjelang pertengahan hingga akhir pekan nanti, sehingga diprediksi mendatangkan sentimen positif yang tentunya bisa menarik perhatian para investor.

    Dalam kondisi market kripto yang kembali merangkak naik, terdapat beberapa kripto yang potensi mengalami bullish, namun ada juga yang berpotensi mengalami bearish. Investor harus lebih berhati-hati memilih aset kripto untuk mendatangkan profit. Sebagai referensi, simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Hedera (HBAR)

    Ilustrasi Hedera (HBAR).

    Ilustrasi Hedera (HBAR).

    Kripto pertama yang masuk dalam daftar potensi bullish pekan ini adalah Hedera (HBAR). Hedera Hashgraph adalah jaringan terdistribusi terdesentralisasi (decentralized distributed network) yang secara struktural memiliki diferensiasi dari blockchain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tetapi melakukan fungsi yang setara.

    HBAR bertujuan untuk menyediakan platform yang stabil, efisien dan dapat dipercaya untuk aplikasi kelas perusahaan. Hedera didukung oleh governing council yang terdiri dari 39 organisasi dan perusahaan, seperti Google, Boeing, Deutsche Telekom, IBM, TATA Communications.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat HBAR memiliki potensi bullish diakibatkan sentimen dari peluncuran Smart Contract 2.0 pada 8 Februari 2022. Hal ini bisa mendatangkan sentimen positif dari para investor.

    “HBAR akan merilis Smart Contarct 2.0 di tanggal 8 Februari. Tapi, sentimen positifnya akan terus berkelanjutan, karena ini big event dari HBAR. Acara nanti akan ada webinar dan langsung launching smart contract baru,” kata Afid.

    Peringkat HBAR di CoinMarketCap saat ini adalah #36, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.550.595.603. Pasokan yang beredar 18.092.792.421 koin HBAR dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin HBAR.

    2. The Sandbox (SAND)

    Ilustrasi The Sandbox (SAND).

    Ilustrasi The Sandbox (SAND).

    Token Metaverse The Sandbox (SAND) masuk dalam daftar potensi bullish pekan ini. Afid menjelaskan The Sandbox akan melelang tanahnya di Metaverse dalam jumlah terbatas pada 10 Februari 2022.

    Pada saat lelang nanti akan ada lebih dari 550 tanah dan 8 gedung atau perumahan yang akan dijual dengan harga lebih tinggi. Kabar ini dapat meningkatkan ketertarikan terhadap SAND karena seluruh transaksi pelelangan harus dilakukan dalam token tersebut.

    “The Sandbox akan melelang tanahnya di Metaverse pada 10 Februari mendatang. Event ini otomatis akan menjadi sentimen positif karena kembali menghidupkan proyek SAND selama beberapa hari terakhir tidak ada kabar baru,” ungkap Afid.

    Peringkat SAND di CoinMarketCap saat ini adalah #33, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.877.018.694. Pasokan yang beredar 1.035.054.385 koin SAND dan maksimal pasokan 3.000.000.000 koin SAND.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    3. Harmony (ONE)

    Ilustrasi Harmony (ONE).

    Ilustrasi Harmony (ONE).

    Aset kripto Harmony (ONE) ternyata masih berpotensi bullish pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Soegiono, menjelaskan sentimen positif ONE di awal bulan Februari masih berkelanjutan, karena akan meluncurkan Ethereum bridge yang akan meningkatkan nilainya.

    “Harmony (ONE) akan ada Ethereum bridge di tanggal 14 Februari 2022. Jadi nantinya ONE akan kompatibel dengan jaringan Bitcoin dan Ethereum, sehingga mempermudah perpindahan token atau koin di kedua ekosistem. Hype sentimen positifnya masih terus berlangsung,” kata Afid.

    Harmony sendiri adalah aset kripto yang bertujuan untuk menawarkan kemampuan pengaplikasian teknologi blockchain yang cepat dan terbuka untuk aplikasi terdesentralisasi. Harmony Mainnet dilaporkan dapat mendukung ribuan node dalam beberapa pecahan, menghasilkan blok dalam beberapa detik dengan finalitas instan.

    Peringkat ONE di CoinMarketCap saat ini adalah #50, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.473.749.531. Pasokan yang beredar 11.695.964.805 koin ONE dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    4. Stacks (STX)

    Ilustrasi Stacks (STX).

    Ilustrasi Stacks (STX).

    Stacks adalah solusi blockchain layer-1, yang dirancang untuk membawa smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (DApps) ke Bitcoin (BTC). Smart contract ini dibawa ke Bitcoin tanpa mengubah fitur apa pun yang membuatnya kuat, termasuk keamanan dan stabilitasnya.

    Afid mengungkap STX berpotensi bullish dikarenakan ada event NFT drops di jaringan mereka. Acara ini mendorong para investor untuk tertarik meng-hold koin STX mereka dan berujung menimbulkan sentimen positif di pasar.

    “STX akan menyelenggarakan NFT drops, jadi berpotensi mendatangkan sentimen positif. Dalam 24 jam terakhir, ada kenaikan nilai STX yang cukup signifikan,” kata Afid.

    Peringkat STX di CoinMarketCap saat ini adalah #54, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.170.247.054. Pasokan yang beredar 1.297.473.392 koin STX dan maksimal pasokan 1.818.000.000 koin STX.

    5. Ethereum Classic (ETC)

    Ilustrasi Ethereum Classic (ETC).

    Ilustrasi Ethereum Classic (ETC).

    Ethereum Classic (ETC) diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan nilai dalam waktu dekat. Afid menjelaskan ETC memang sempat menunda peluncuran mainnet baru bernama Mystique di awal Februari. Namun, sudah ada tanggal konfirmasi terbaru yaitu, 13 Februari mendatang sehingga mendorong kripto ini menjadi banyak peminat.

    “Setelah kemarin mengalami penundaan, kini peluncuran Mystique ETC akan dirilis 13 Februari mendatang. Di kripto ada istilah buy on rumor, sell on news. Jadi dengan ada berita tersebut, biasanya tiga hari atau seminggu sebelumnya sudah ada sentimen positif di market,” tutur Afid.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Ethereum Classic (ETC) adalah hard fork dari Ethereum (ETH) yang diluncurkan pada Juli 2016. Ethereum Classic telah berusaha untuk membedakan dirinya dari Ethereum, dengan peta jalan teknis kedua jaringan yang semakin menyimpang satu sama lain seiring waktu.

    Peringkat ETC di CoinMarketCap saat ini adalah #37, dengan kapitalisasi pasar US$ 4.261.461.241. Pasokan yang beredar 132.822.397 koin ETC dan maksimal pasokan 210.700.000 koin ETC.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. BTCUP (BTCUP)

    Ilustrasi BTCUP (BTCUP).

    Ilustrasi BTCUP (BTCUP).

    Masuk ke daftar aset kripto yang berpotensi bearish, Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BTCUP akan kembali diproyeksikan mengalami penurunan. Menurutnya kondisi market kripto sekarang turut berpengaruh negatif pada BTCUP.

    “BTCUP berpotensi bearish dan akan alami penurunan 22 persen,” kata Afid.

    BTCUP bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin naik. Sedangkan BTCDOWN bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

    Peringkat BTCUP di CoinMarketCap saat ini adalah #2916, dengan kapitalisasi pasar US$ 6.225.976. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

    2. BNBUP (BNBUP)

    Ilustrasi BNBUP (BNBUP).

    Ilustrasi BNBUP (BNBUP).

    BNBUP juga berdampak pada kondisi market kripto yang mulai alami koreksi. Afid mengatakan BNBUP berpotensi bearish karena mengikuti kondisi Binance Coin (BNB) yang juga tengah menurun.

    “Tidak ada sentimen positif di BNBUP dalam waktu dekat, sehingga membuat aset kripto ini masuk ke daftar bearish,” kata Afid.

    Peringkat BNBUP di CoinMarketCap saat ini adalah #3039, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 2.523.711. Pasokan yang bersirkulasi tidak tersedia.

    3. JUST (JST)

    Ilustrasi JUST (JST).

    Ilustrasi JUST (JST).

    JUST adalah ekosistem decentralized finance (DeFi) baru yang populer untuk blockchain TRON. Produk ini adalah sebagian besar berpusat di sekitar platform pinjaman stablecoin terdesentralisasi dengan nama JustStable.

    Pengelola Ekosistem Koin Just (JST) adalah JUST Foundation, yang mencakup individu dari Alibaba, Tencent, IBM. Sementara tim analisis keuangan JUST berasal dari beberapa bank investasi global menurut situs web proyek.

    Baca juga: Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Afid menjelaskan JST berpotensi bearish karena nilainya sedang terdepresiasi. “JST berada dalam koreksi ke bawah karena nilai terdepresiasi. Penurunan nilainya bisa capai 20 persen, walaupun nantikan akan sempat terkoreksi naik,” katanya.

    Peringkat JST di CoinMarketCap saat ini adalah #147, dengan kapitalisasi pasar US$ 416.684.110. Pasokan yang beredar 7.300.425.000 koin JST dan maksimal pasokan 9.900.000.000 koin JST.

    4. NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi NEAR Protocol (NEAR).

    Ilustrasi NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR Protocol (NEAR) adalah blockchain layer1 yang dirancang sebagai platform komputasi awan yang dijalankan komunitas dan menghilangkan beberapa batasan, seperti kecepatan transaksi rendah, throughput rendah, dan interoperabilitas yang buruk. 

    NEAR juga memiliki token utilitas asli sendiri dinamai “NEAR”. Pemegang token NEAR dapat berpartisipasi dalam tata kelola on-chain dari platform NEAR, atau mereka dapat memiliki suara validator atas nama mereka. Sayangnya, pekan ini NEAR masuk dalam potensi bearish.

    “NEAR berpeluang mengalami bearish dengan penurunan nilai mencapai 16 persen. Nilai NEAR diprediksi akan terkoreksi naik, lalu kembali turun,” kata Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap saat ini adalah #23, dengan kapitalisasi pasar US$ 8.117.070.368. Pasokan yang beredar 633.890.744 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    5. Mines of Dalarnia (DAR)

    Ilustrasi Mines of Dalarnia (DAR).

    Ilustrasi Mines of Dalarnia (DAR).

    Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

    Afid melihat token DAR dalam waktu dekat berpotensi bearish. “Penurunan nilai DAR kemungkinan bisa mencapai lebih dari 30 persen yang dikarenakan tidak update penting yang dikeluarkan oleh developer MoD, sehingga bisa membuat token DAR menarik,” ungkapnya.

    Peringkat DAR di CoinMarketCap saat ini adalah #337, dengan kapitalisasi pasar US$ 137.820.696. Pasokan yang beredar 123.200.000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Teknologi Blockchain Lawan Informasi Hoaks

    Di zaman sekarang ini, ketika seseorang menunjukkan kepada kita berita, video, atau gambar dari suatu peristiwa, bagaimana dapat mempercayai keasliannya? Tampaknya publik kehilangan kepercayaan pada media karena kurangnya referensi fakta yang dapat diandalkan.

    Akses gratis untuk membuat dan berbagi informasi di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan platform digital lainnya telah memunculkan masalah baru informasi palsu atau hoaks. Dan dengan kemajuan teknologi seperti artificial intelligence (AI), animasi digital, dan rekayasa sosial, batas antara konten palsu dan asli akan semakin kabur.

    Tak seorang pun yang sempat mengecek keaslian pesan atau video yang diteruskan di WhatsApp atau platform media sosial lainnya. Begitulah cara orang jatuh ke dalam perangkap untuk berita palsu. Oleh karena itu, menjadi penting untuk mencapai keaslian informasi, yaitu dari mana asalnya dan siapa yang menciptakannya.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Dengan sifat blockchain yang dapat dilacak dan transparan, dimungkinkan untuk memverifikasi keaslian informasi atau sumbernya dan membangun kepercayaan pada berita yang ditampilkan di Internet. Blockchain dalam industri berita memungkinkan konten diproduksi dan didistribusikan melalui internet dengan cara yang tidak dapat diubah dan aman.

    Apa itu Hoaks?

    Informasi yang tidak memiliki fakta dibaliknya, tetapi disajikan secara faktual akurat dan dikonsumsi oleh jutaan orang melalui televisi, radio, situs web atau media sosial didefinisikan sebagai berita palsu.

    Hoaks atau informasi palsu dapat menghancurkan reputasi manusia atau industri mana pun termasuk politik, kesehatan, saham, olahraga, dan keuangan. Berita bohong tidak hanya terbatas pada politik, tetapi juga dapat mempengaruhi bidang lain seperti kesehatan, liburan, dan bisnis.Tidak mudah untuk mengenali sebuah berita palsu, karena ada beberapa jenis konten yang beredar, seperti:

    1. Satire atau Parodi – Ketika cerita palsu diposting di situs hanya untuk hiburan tetapi tidak berpotensi menipu orang.
    2. Koneksi yang salah – Ketika konten berita tidak relevan dengan headline, caption, atau visualnya.
    3. Konteks salah – Ketika konten yang relevan dibagikan dalam konteks yang salah.
    4. Konten palsu – Ketika sumber sebenarnya meniru dengan sumber palsu atau dimanipulasi.
    5. Konten yang dibuat-buat – Saat berita dibuat untuk menghasilkan uang atau mendapatkan publisitas.
    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Daftar Film Tentang Bitcoin yang Wajib Kamu Tonton

    Bagaimana Blockchain dapat Kurangi Masalah Hoaks?

    Solusi berbasis blockchain memiliki potensi untuk mengubah cara informasi diproduksi dan disebarluaskan sambil memainkan peran utama untuk mengatasi disinformasi dalam jangka panjang. Mari kita pahami bagaimana teknologi blockchain dapat memerangi berita palsu.

    Teknologi Blockchain dinyatakan sebagai teknologi yang muncul untuk merevolusi cara informasi diproduksi dan disebarluaskan. Karena sifat keterlacakan, transparansi, dan desentralisasi dari blockchain, masalah berita palsu dapat ditangani secara efektif.

    Platform berkemampuan blockchain dapat memberi pembaca online cara yang andal untuk memverifikasi konten dan sumbernya.

    Teknologi Backend:

    1. Komponen Blockchain
    2. Layanan Mikro Diprogram menggunakan Node.js
    3. IPFS (Interplanetary Filesystem), digunakan untuk menyimpan data dalam database terdistribusi.

    Platform berkemampuan blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi informasi apa pun mengenai acara berita langsung, gambar viral, dan moderasi konten.

    Ilustrasi blockchain.

    Ilustrasi blockchain.

    Baca juga: Bagaimana Cara Menambang Ethereum? Ini Dia 3 Caranya!

    Keuntungan Platform Berita Berbasis Blockchain

    • Transparansi dalam Berita

    Karena blockchain dapat memberikan transparansi, dunia akan dapat menemukan berita itu palsu atau tidak. Keaslian berita akan didasarkan pada kriteria khusus yang ditentukan dalam kontrak pintar, yang menghasilkan kepercayaan dan transparansi di seluruh dunia.

    Aplikasi berkemampuan blockchain dapat melacak keaslian berita dari awal hingga sekarang dan juga di masa depan. Ini akan mencegah pembaca untuk jatuh untuk berita palsu.

    • Pendekatan Desentralisasi

    Dengan pendekatan platform berita terdesentralisasi, masalah berita palsu dapat diselesaikan. Selain itu, tidak adanya sentralisasi untuk menyimpan data memastikan tidak ada satu pun titik kegagalan. SPOF (single point of failure) didefinisikan sebagai bagian dari komputer dan kegagalannya akan menyebabkan seluruh sistem jatuh.

    Konten berita, video, atau gambar yang disimpan di blockchain tidak dapat diubah karena tidak dapat diubah, diubah, atau dihapus.

    Blockchain adalah teknologi tangguh yang dapat memberikan pendekatan halus untuk mengatasi tantangan berita palsu. Karena berita adalah bagian integral dari kehidupan setiap orang, maka kita dapat mencapai keterlacakan dan transparansi dengan menggunakan blockchain sebagai layanan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenali Ciri Khas Candlestick Pattern Kripto agar Selalu Profit

    Dalam berinvestasi kripto, terdapat dua jenis analisis yang lazim digunakan oleh para investor, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. Candlestick pattern merupakan bagian dari analisis teknikal yang digunakan pada saat trading kripto yang menunjukkan harga tertinggi dan terendah dari suatu aset kripto pada periode waktu tertentu.

    Seorang trader kripto yang paham candlestick pattern bisa menganalisa wakut yang tepat untuk buy atau sell, sehingga bisa cenderung mendapatkan profit. Agar kamu memahami lebih dalam, candlestick pattern bisa simak 3 kategori yang biasa digunakan dalam analisis nilai kripto di bawah ini.

    Candlestick Pattern Bullish Reversal

    Pola candlestick yang satu ini akan membantu trader atau investor dalam memprediksi tren pembalikan harga yaitu dari downtrend menjadi uptrend. Jenis candlestick ini terbagi menjadi beberapa pola, yaitu sebagai berikut.

    Pola Bullish hammer akan mengindikasikan tren bearish telah berakhir. Pada pola ini kemungkinan harga aset akan mengalami bullish. Dalam kondisi seperti ini, trader akan menetapkan harga lebih rendah. Selanjutnya akan terjadi tekanan pembelian yang cukup intens dan aset ditutup pada harga yang lebih tinggi dari sebelumnya.

    Ilustrasi candlestick pattern di investasi aset kripto.

    Ilustrasi candlestick pattern di investasi aset kripto.

    Baca juga: Daftar Film Tentang Bitcoin yang Wajib Kamu Tonton

    Pattern yang satu ini merupakan sinyal pembalikan bullish dan menandakan akhir dari downtrend. Morning Star akan terdiri dari candlestick merah panjang sebelah kiri dan candlestick pendek berwarna merah atau hijau. 

    Pola yang satu ini mengindikasikan tren bullish sedang kuat. Biasanya akan muncul secara berturu-turut berwarna hijau panjang dengan sumbu kecil.

    Pola ini menandakan adanya pembukaan yang lebih rendah pada har kedua dari harga penutupan di hari pertama, tetapi mengalami uptrend pembelian yang drastis sehingga harga tutup lebih tinggi.

    Percing Line menunjukkan adanya penurunan harga di awal kemudian diikuti dengan meningkatkatnya pembelian. Pada momen inilah banyak trader yang berlomba membeli aset dengan harga tertentu.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Candlestick Pattern Bearish Reversal

    Candlestick Pattern Bearish Reversal merupaakn pola yang biasanya digunakan untuk memprediksi tren harga pada saat uptrend mengalami downtrend. Ada beberapa jenis candlestick yang mengindikasikan bearish, yaitu sebagai berikut.

    Pola ini ditandai dengan candlestick hijau besar yang kemudian diikuti candlestick merah kecil yang seluruh tubuhnya berada dalam kisaran tubuh candlestick hijau pertama tadi. Hal ini menunjulan adanya kemungkinan penurunan harga aset.

    Pola ini ditandai dengan candlestick hijau besar diikuti candlestick merah. Pola ini menunjukan harga pembukaan dan penutupan lebih tinggi dari sebelumnya dan kemungkinan akan terjadi penurunan harga.

    Pola ini ditandai dengan adanya candlestick merah kecil di bagian atas candlestick hijau panjang tanpa bersentuhan. Pola ini menunjukan adanya pembalikan bearish.

    Pola ini menunjukan adanya uptrend pada sebagian besar sesi, namun disusul dengan downtrend dalam waktu singkat sehingga mendorong harga turun dan tertutup pada harga di bawah pembukaan.

    Ilustrasi investasi aset kripto

    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Tips Aman Investasi Aset Kripto yang Bisa Kamu Ikuti

    Pola ini mengindikasikan adanya kemungkinan bearish mengalami pembalikan dari bullish. 

    Ciri khas dari candlestick ini adalah adanya 2 candlestick terakhir yang mengalami pembukaan harga di tengah-tengah candlestick sebelumnya. Namun harga penutupan lebih rendah dibanding candlestick sebelumnya.

    Candlestick Pattern Continuation

    Candlestick Pattern Continuation menandakan adanya pergerakan harga yang selaras dengan tren harga sebelumnya. Berikut beberapa pola yang mengindikasikan pola continuation.

    Pola ini ditandai dengan candlestick tipis di tengah yang mengindikasikan sinyal netral. Pada saat ini harga penutupan dan pembukaan hampir sama sehingga diragukan pasar akan memiliki nilai aset sebenarnya.

    Pola ini ditandai dengan candlestick di pusat bertubuh pendek dengan sumbu yang sama panjang. Hal ini menunjukkan pola istirahat karena keadaan pasar sedang tidak terkendali.

    Itulah ciri khas dari masing-masing candlestick pattern yang harus kamu pahami pada saat bermain kripto agar selalu mendapat profit. Selamat mencoba!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Bid dan Ask!

    bid dan ask

    Ketika Anda baru mulai berinvestasi, baik investasi saham maupun kripto, Anda akan bertemu dengan berbagai istilah, termasuk di antaranya adalah bid dan ask. Kedua istilah ini akan Anda temui pada investasi saham dan jual-beli aset kripto. Bid dan ask adalah komponen penting yang tidak terpisahkan. Jika Anda belum memahami apa itu bid dan ask, simak penjelasannya berikut ini!

    Apa itu bid dan ask?

    Secara umum, bid diartikan sebagai harga atau penawaran maksimum suatu aset. Sebaliknya, ask adalah harga atau penawaran minimum yang ditawarkan untuk membeli suatu aset. Dapat disederhanakan bahwa bid berarti beli, sedangkan ask artinya jual. Hal ini juga berlaku dalam investasi aset kripto. 

    Ketika bertransaksi dengan aset kripto, Anda akan menemukan bid pada kolom buy dalam order book, sementara ask berada di kolom sell. Biasanya, harga tawaran akan bernilai lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga penawaran. Perbedaan angka pada tawaran dan penawaran disebut juga dengan spread, yakni imbalan atau keuntungan yang diterima oleh platform.

    Bid-ask spread dalam transaksi kripto

    Tidak hanya ada istilah bid dan ask, dalam dunia kripto dikenal pula istilah bid-ask spread. Istilah ini merujuk pada suatu kondisi di mana jumlah harga permintaan lebih banyak daripada harga bid suatu aset. Sederhananya, bid-ask spread merupakan selisih harga tertinggi kripto yang ditawar pembeli dengan harga terendah yang diterima oleh penjual.

    Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa seseorang yang ingin menjual aset kriptonya akan menerima sejumlah harga penawaran, sedangkan orang yang ingin membeli aset kripto akan membayar harga sesuai dengan permintaan penjual.

    Baca Juga: Strategi Penggunaan Bollinger Band Scalping Agar Profit!

    Menghitung bid-ask spread sangatlah mudah. 

    Misalnya, harga bid sebuah aset kripto adalah US$5000, sedangkan harga permintaan untuk aset tersebut adalah US$5.100 . Maka, bid-ask spread dari aset kripto tersebut sebesar 100 dolar AS. 

    Anda juga bisa mengubahnya ke dalam bentuk persentase, yakni dengan membagi bid-ask spread dengan harga permintaan terendah. Maka, akan ditemukan hasil bid-ask spread sebesar 5%.

    Jika calon pembeli membuat penawaran dengan harga yang lebih tinggi, maka spread ini akan ditutup. Begitu pula jika calon penjual membuka penawaran aset kripto dengan harga yang lebih rendah.

    bid-ask spread

    Bid-ask spread itu untuk apa?

    Bid-ask spread digunakan untuk melihat likuiditas. Spread tinggi menunjukan likuiditas rendah, sedangkan spread rendah menunjukkan likuiditas tinggi.

    Bagaimana likuiditas ini mempengaruhi orang-orang dalam mengambil keputusan?

    Setiap aset memiliki harga tertinggi yang bersedia dibayar oleh pembeli dan harga terendah yang penjual bersedia untuk terima. Jumlah harga tersebut bisa berbeda-beda. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan likuiditas pada masing-masing aset kripto.

    Beberapa pasar lebih likuid jika dibandingkan dengan pasar lainnya dan hal ini harus terlihat pada spread yang lebih rendah. Pada dasarnya, price taker atau trader akan meminta likuiditas, sementara market maker akan memasok likuiditas.

    Misalnya, aset paling likuid di dunia saat ini adalah mata uang fiat. Pada mata uang fiat, harga tertinggi pembelian dan harga terendah penjualan memiliki selisih yang sangat kecil, bahkan bisa diukur melalui pecahan sen.

    Hal sebaliknya terjadi pada saham dan aset kripto. Keduanya merupakan aset yang kurang likuid, bahkan bisa memiliki spread 1 hingga 2 persen dari harga permintaan yang terendah. 

    Selisih harga ini dapat menjadi kisi-kisi yang memperlihatkan risiko ketika market maker menawarkan asetnya. Contohnya, kontrak berjangka bisa saja mempunyai harga permintaan terendah pada aset yang mewakili harga yang jauh lebih tinggi daripada perdagangan ekuitas atau valas.

    Itulah informasi menarik sepuar bid dan ask dalam kripto. Untuk mulai berinvestasi, yuk gabung di Tokocrypto sebagai platform terpercaya! Dengan sistem layanan yang sudah terintegrasi, kegiatan investasi aset kripto pun akan lebih mudah. 

    Yuk, simak berbagai informasi seputar kripto  di website Tokocrypto, Instagram, serta Twitter! Juga jangan lupa untuk bergabung di komunitas Tokocrypto. Salam to the moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Daftar Film Tentang Bitcoin yang Wajib Kamu Tonton

    Berbicara mengenai Bitcoin yang akhir-akhir ini menjadi sorotan publik, kini banyak sekali produser film yang menayangkan film dokumenter terkait dengan mata uang digital itu. Era revolusi terhadap teknologi baru ini pun menyita banyak perhatian masyarakat tak terkecuali masyarakat Indonesia. 

    Berikut ini ada sejumlah film tentang Bitcoin yang bisa menambah pengetahuan kamu. Simak ulasan berikut ya.

    Ulterior States

    Ilustrasi film Ulterior States.

    Ilustrasi film Ulterior States.

    Film Bitcoin pertama yang harus kamu tonton ialah film berjudul I am Satoshi. Ia memiliki durasi waktu 52 menit dan pernah memenangkan nominasi “Video Paling Kreatif” dari Blockchain Award yang dilaksanakan pada tahun 2014. 

    Film buatan Tomer Kantor ini bisa memberikan sebuah pandangan tentang perbedaan dari mata uang konvensional dengan konsep cryptocurrency. Pendekatan yang dilakukan pada film ini menggunakan sebuah pendekatan investigasi, demi mengukur eksplorasi hubungan antara sistem keuangan dengan Bitcoin. 

    Bitcoin: The End of Money as We Know It

    Ilustrasi film Bitcoin: The End of Money as We Know It.

    Ilustrasi film Bitcoin: The End of Money as We Know It.

    Baca juga: Sri Lanka Bentuk Komite Rancang Kebijakan Mata Uang Kripto

    Pada daftar film yang wajib kamu tonton berikutnya adalah “Bitcoin: The End of Money As We Know It.” Film ini merupakan film dokumenter yang diproduksi oleh Torsten Hoffman dengan konsep membawa sejarah uang ke zaman Wall Street. 

    Melalui film berdurasi selama satu jam ini, Hoffman ingin mengabarkan kepada dunia bahwa Bitcoin sangat mengganggu sistem moneter secara global. Banyak pertanyaan yang kemudian muncul dari penonton, yaitu tentang kehadiran Bitcoin yang dianggap bisa menjadi masa depan uang atau sebenarnya hanyalah resep dari sebuah kehancuran atau bencana keuangan. 

    Banking on Bitcoin

    Ilustrasi film Banking on Bitcoin.

    Ilustrasi film Banking on Bitcoin.

    Film “Banking on Bitcoin” ini tentu sudah tidak asing lagi di telinga kamu. Ya, film ini merupakan salah satu film Bitcoin yang sangat populer. Ia memiliki durasi 83 menit dan membahas tentang bitcoin serta bagaimana ia bisa membentuk sebuah kehidupan baru bagi banyak orang. 

    Melalui film ini kita akan memahami tentang bagaimana uang bisa terlibat dalam sebuah sistem terpusat seperti bank. Selain itu, melalui film ini kita juga akan memahami tentang bagaimana sebuah uang bisa menjadi korup serta tidak efektif dan tak berfungsi lagi. Film Bitcoin yang satu ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada pemirsanya bahwa BTC adalah alternatif yang cukup baik untuk keuangan. 

    Life on Bitcoin

    Ilustrasi film Life on Bitcoin.

    Ilustrasi film Life on Bitcoin.

    Austin dan Beccy Craig tidak ingin ketinggalan untuk membuat sebuah film documenter tentang Bitcoin. Ia pun membuat sebuah film dokumenter yang berjudul “Life on Bitcoin.” Film ini bercerita tentang mereka yang menjalani 90 hari pertama setelah pernikahan dengan tidak menggunakan uang sama sekali. 

    Mereka hanya hidup dengan Bitcoin. Melalui film ini Craig ingin memberikan informasi, bahwa skeptis masyarakat tentang Bitcoin yang tidak bisa digunakan untuk bertransaksi kebutuhan hidup sehari-hari adalah sebuah pernyataan yang salah. 

    Baca juga: Game Duckie Land Tawarkan Cara Baru Bertani Virtual di Metaverse

    The Bitcoin Phenomenon

    Ilustrasi film The Bitcoin Phenomenon.

    Ilustrasi film The Bitcoin Phenomenon.

    Film Bitcoin berikutnya yang wajib kalian tonton adalah “The Bitcoin Phenomenon” yang berdurasi 44 menit dan dirilis pada tahun 2014 lalu. Pada film ini fokus yang ingin disampaikan ialah mengenai ideologi, sejarah serta konflik dari pengguna awal Bitcoin.

    Dalam film ini Gavin Andresen sebagai pemimpin gerakan Bitcoin membahas tentang interaksinya serta membantu Satoshi Nakamoto. Ia meyakini bahwa Bitcoin adalah uang masa depan yang kita butuhkan. Keyakinan itu muncul setelah ia membaca whitepaper. Bagi mereka yang ingin mengetahui tentang Satoshi Nakamoto serta awal mula Bitcoin, maka film ini adalah film yang sangat ideal ditonton. 

    The Bitcoin Gospel

    Ilustrasi film The Bitcoin Gospel.

    Ilustrasi film The Bitcoin Gospel.

    Selanjutnya film yang bisa dan wajib anda tonton adalah film “The Bitcoin Gospel.” Film ini berdurasi 48 menit dan di produksi oleh Indigenous Film di tahun 2015 lalu. Pada film ini kita akan mengetahui bagaimana tujuan memiliki Bitcoin, serta sejarah tentang krisis keuangan pada tahun 2008 silam. 

    Dalam film ini pula kita akan mengetahui seberapa dan mengapa bank sentral takut terhadap Bitcoin. Beberapa nama populer dari komunitas blockchain turut memainkan peran dalam film ini, seperti Andreas Antonopolous. Melalui film ini, kita akan mengetahui apakah ada kemungkinan orang-orang membuat uangnya sendiri serta bagaimana Bitcoin bisa menjadi alternatif sistem keuangan. 

    The Rise and Rise of Bitcoin

    Ilustrasi film The Rise and Rise of Bitcoin.

    Ilustrasi film The Rise and Rise of Bitcoin.

    Film selanjutnya yang bisa atau bahkan wajib anda tonton adalah film berjudul ”The Rise and Rise of Bitcoin.” Dalam film ini kita akan melihat bagaimana perjalanan dari Bitcoin untuk bisa menjadi mata uang digital. 

    Produser film ini adalah Daniel Mross bersama dengan Nicholas Mross serta Patrick Lope. Beberapa pengusaha pemula Bitcoin yang juga turut tampil dalam film ini adalah Brian Armstrong, Gavin Andresen serta Margaux Avedisian. 

    Baca juga: Daftar 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan

    Melalui film ini maka kita akan mengetahui tentang bagaimana dokumentasi pasang surut Bitcoin selama bertahun-tahun. Selain itu kita juga akan mengetahui peristiwa apa saja yang membuat cryptocurrency ini kini menjadi berita utama di tengah masyarakat. 

    The Rise and Rise of Bitcoin ini merupakan film documenter yang cocok untuk ditonton oleh pemula yang tertarik dengan bitcoin karena tidak adanya jargon teknis. 

    Itulah 7 daftar film tentang Bitcoin yang wajib anda ketahui dan wajib anda tonton. Ingin mengetahui informasi tentang Bitcoin dan cryptocurrency lainnya? Kunjungi kami hanya di Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sri Lanka Bentuk Komite Rancang Kebijakan Mata Uang Kripto

    Pemerintah Sri Lanka telah mengumumkan pembentukan komite untuk merancang kebijakan mata uang digital, blockchain dan kripto di negaranya. Komite ini dibentuk untuk mempelajari bagaimana aturan dan kebijakan terkait mata uang digital di beberapa negara seperti Malaysia, Singapura, Uni Eropa, Uni Emirat Arab dan Filipina. 

    Komite khusus ini pertama kali diusulkan oleh Namal Rajapaksa salah satu anggota kabinet Sri Lanka. Tugas komite juga akan memeriksa undang-undang dan peraturan yang berkaitan dengan anti pencucian uang, pendanaan terorisme, kegiatan kriminal, dan kebijakan yang berkaitan. 

    Anggota dari komite berasal dari lembaga fintech termasuk Sujeewa Mudalige dari PricewaterhouseCoopers (PwC) dan Sandun Hapugoda dari Mastercard serta perwakilan dari Bank Sentral Sri Lanka dan Bursa Efek Kolombo.

    Sri Lanka Tertinggal Soal Adopsi Kripto

    Menurut laporan terbaru dari perusahaan analisis blockchain, Chainalysis, wilayah Asia Tengah dan Tenggara telah muncul sebagai salah satu pengadopsi kripto tercepat di dunia. Sri Lanka, negara kepulauan di selatan India, telah tertinggal di belakang negara-negara Asia lainnya dalam hal adopsi cryptocurrency

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Game Duckie Land Tawarkan Cara Baru Bertani Virtual di Metaverse

    Untuk saat ini, Sri Lanka hanya memiliki satu perusahaan saja yang menerima cryptocurrency sebaga alat pembayaran, yaitu startup ecommerce, Kapruka.com. Banyak juga para ahli yang mewakili lembaga pemerintahan dan perusahaan swasta akan membantu Sri Lanka dalam menyusun kebijakan, aturan, dan peraturan agar lebih menarik investasi ke dalam sektor perbankan digital dan teknologi blockchain. Selain itu juga agar menciptakan kondisi untuk perusahaan pertambangan kripto di Negara Sri Lanka. 

    GemPay, Alat Pembayaran Bitcoin Pertama di Sri Lanka

    Setelah munculnya komite yang akan mengatur kebijakan terkait dengan cryptocurrency di Sri Lanka. Salah satu perusahaan di Sri Lanka, GemVault Fintech (PVT) Ltd. meluncurkan aplikasi bernama GemPay dengan tujuan agar pedagang dapat menerima Bitcoin dan kripto yang lain sebagai alat pembayaran toko online dan ritel para pedagang di Sri Lanka.  

    GemPay memungkinkan para pedagang untuk menerima pembayaran Bitcoin dan kripto yang lain dengan aman, tanpa harus mempelajari pengetahuan teknis di balik jaringan blockchain atau khawatir tentang fluktuasi harga yang cepat di pasar kripto. GemPay menangani seluruh transaksi dan hanya memasukkan pedagang dalam Rupee Sri Lanka (LKR) ke rekening bank lokal mereka seperti pembayaran kartu kredit/debit. 

    GemPay juga memiliki potensi untuk menarik wisatawan asing untuk berkunjung ke Sri Lanka. Pasar pariwisata global saat ini sudah sangat umum menggunakan kripto sebagai alat pembayaran liburan. Dalam fase uji coba, GemPay awalnya hanya menerima Bitcoin, Ethereum dan USDT (ERC-20), serta akan ada penambahan kripto lainnya dalam waktu dekat. 

    analisa teknikal

    Ilustrasi cryptocurrency.

    Baca juga: Daftar Bukti Nyata Manfaat Positif dari Aset Kripto

    Kondisi Perekonomian Sri Lanka

    Krisis COVID-19 memberikan dampak yang mendalam dan bertahan lama pada kesejahteraan di Sri Lanka. Ekonomi berkontraksi sebesar 3,6 persen pada 2020 di tengah kondisi saat negara berusaha mengendalikan penyebaran virus. Penerimaan yang rendah dikarenakan stimulus fiskal rendah berdampak terhadap kegiatan ekonomi dan peningkatan utang. 

    Perekonomian sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan sebelum pandemi COVID-19. Pertumbuhan rata-rata hanya 3,1 persen antara 2017 dan 2019. Reformasi struktural untuk menggeser model pertumbuhan menuju partisipasi sektor swasta yang lebih luas, orientasi ekspor, dan integrasi ke dalam rantai nilai global berjalan lambat. 

    Selain itu, aktivitas ekonomi juga terganggu oleh guncangan makro ekonomi yang sering terjadi, termasuk dari krisis politik pada 2018 dan serangan Minggu Paskah pada 2019. Sri Lanka sangat rentan terhadap sentimen pasar keuangan global karena profil pembayaran utangnya membutuhkan akses yang sering ke pasar keuangan.

    Dengan mulainya perdagangan kripto di Sri Lanka diharapkan dapat mengubah pola ekonomi perdagangan lama yang berbasis otoritas negara menjadi otoritas pasar dan komunitas. Dapat menciptakan perdagangan produk digital. Selain itu transaksi berbasis blockchain juga termasuk transaksi yang aman dan cepat. Dengan hal ini maka perekonomian Sri Lanka diharapkan dapat tumbuh menjadi lebih baik.



    Sumber : news.tokocrypto.com