Sehari setelah Tesla membeli bitcoin senilai 1,5 miliar dollar AS, bitcoin berhasil menempati posisi $47,066 USD atau setara dengan Rp 659 juta per 9 Februari 2021. Bahkan, bitcoin juga menjadi Trending Topic di media sosial Twitter karena kenaikannya yang fantastis. Melihat hal tersebut, keuntungan investasi bitcoin di 2021 bisa dibilang semakin cerah.
Yuk simak selengkapnya!
Jumlah Bitcoin Semakin Menipis Seperti yang kita tahu, maksimal suplai bitcoin hanya 21 juta. Namun, sekarang ini jumlah bitcoin yang beredar diprediksi telah mencapai 18,5 juta bitcoin. Ini artinya, bitcoin telah beredar cukup banyak dalam kurun waktu 12 tahun setelah peluncuran pertamanya pada pada 9 Januari 2009.
Keuntungan investasi Bitcoin dan Kripto di 2021
Menipisnya persediaan bitcoin akan menyebabkan kelangkaan pada masa mendatang. Selain itu, kenaikan harga bitcoin yang mencapai 100% dari pertengahan 2020 hingga Februari 2021 membuat semakin banyaknya trader maupun investor yang tertarik untuk bertransaksi di pasar aset kripto.
Terlebih ketika pasar saham lesu saat pandemi COVID-19, bitcoin justru memberikan cuan yang menggiurkan dan memberikan beberapa keuntungan.
Adapun keuntungan investasi yang bisa didapatkan antara lain:
1. Minimnya Biaya Transaksi Berbeda dengan uang fiat, biaya transaksi bitcoin dan aset kripto lainnya jauh lebih murah. Minimnya biaya yang dibutuhkan untuk transaksi diakibatkan oleh basis aset kripto yang bergerak secara digital sehingga proses transaksinya cenderung lebih cepat dan praktis.
2. Keuntungan Jelas Ketika pandemi COVID-19 memiliki dampak negatif bagi perekonomian global dan mengakibatkan pasar saham menurun, harga bitcoin tidak terpengaruh dan malah mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Ini merupakan salah satu keuntungan karena aset kripto tidak berkaitan dengan pihak tertentu seperti institusi, lembaga, ataupun negara.
3. Jumlahnya Terbatas Seperti yang disebutkan di atas, bitcoin yang diciptakan oleh Satoshi Nakamoto hanya beredar sebanyak 21 juta koin. Jika saat ini jumlah koin yang beredar telah mencapai 18.5 juta, maka kelangkaan bisa terjadi di masa yang akan datang dan ini akan menyebabkan peningkatan harga karena banyak orang yang mencarinya.
4. Perkembangan Platform 2020 dan 2021 semakin banyak platform yang menyediakan bitcoin sebagai alat pembayaran, seperti PayPal. Selain itu sebuah bank di Eropa dan Amerika Serikat berencana menciptakan sistem dimana nasabah bisa melakukan transaksi bitcoin dan menyimpannya.
2021 Diprediksi sebagai Tahunnya Bitcoin
Jika kita melihat situasi dimana bitcoin mengalami kenaikan harga dari $7,912 USD pada Januari 2020 ke harga $47,066 USD pada 9 Februari 2021, besar kemungkinan pernyataan 2021 sebagai tahunnya bitcoin adalah tepat.
Kenaikan harga bitcoin hingga 6x lipat salah satunya disebabkan oleh masuknya investor ternama seperti Elon Musk, pendiri Tesla yang membeli bitcoin untuk mengadakan diversifikasi pembayaran pada perusahaannya.
Harga bitcoin akan semakin meroket di waktu yang akan datang bila semakin banyak investor ternama yang masuk ke dalam pasar bitcoin, seperti yang dilakukan Elon Musk
Freebruary: Dapatkan Keuntungan Investasi Aset Kripto Lebih Banyak di Tokocrypto!
Prospek bitcoin dan aset kripto lain yang sedang cemerlang menjadi kabar baik bagi sebagian masyarakat yang ingin mencoba menjadi trader atau investor pemula.
Di bulan Februari ini, Tokocrypto dengan bangga menghadirkan Bulan Trading Nasional khusus untuk Anda! Selain free deposit, Anda juga mendapatkan free maker fee dan free transfer fee. Dimana Anda bisa menikmati 0% biaya Maker untuk trading semua pairing BIDR dan 0% biaya transfer aset Kripto untuk semua jaringan ke sesama akun Tokocrypto dan Binance. Bisa dilihat disini untuk details nya : bit.ly/FREEbruaryTokonews
Wah, menarik, kan? Yuk, segera gabung bersama Tokocrypto dan dapatkan promo menariknya! Untuk informasi lebih lanjut, join grup Telegram: Tokocrypto Official Group dan follow instagram Tokocrypto!
Pada 19 November, dengan BTC / USD bertahan di $17.500, Crypto Fear & Greed Index mencapai 94, hampir menyamai level tertinggi sepanjang masa di 95 poin dari 100 pada 26 Juni 2019.
Indeks fear (ketakutan) & greed (keserakahan). Sumber: Cointelegraph, Data Aset Digital
Fear & Greed “Paling Serakah” dalam 17 Bulan
Dikompilasi menggunakan beberapa perkiraan sentimen investor, Indeks Ketakutan & Keserakahan Crypto memberikan skor yang dinormalisasi dari 100 untuk mengukur seberapa sebenarnya pasar cryptocurrency overbought atau oversold.
Semakin dekat angkanya dengan 100, semakin besar kemungkinan pasar akan mundur. Ini sangat terkait dengan aksi harga, indeks telah berhasil menyebut harga sebagai puncak dengan akurasi yang cukup sejak dimulai pada awal 2018.
“Perilaku pasar crypto sangat emosional. Orang-orang cenderung menjadi serakah saat pasar naik yang menghasilkan FOMO (Takut ketinggalan), orang sering menjual koin mereka dalam reaksi irasional ketika melihat angka merah. Dengan Indeks fear and greed kami mencoba menyelamatkan dari reaksi emosional yang berlebihan, ” jelas pengembang situs metrik tersebut dilansir Cointelegraph.
Pada akhir Juni 2019, indeks mencapai level tertinggi yang pernah ada – 95 dari 100 dan kemarin rekor tersebut hanya satu poin lebih tinggi dari pembacaan saat ini. Analis Cointelegraph Markets, filbfilb, sementara itu menyoroti bahwa struktur pasar 2020 “sangat mirip” dengan 2019.
Seperti yang dilaporkan Cointelegraph, sejumlah grafik yang melacak aktivitas pasar Bitcoin telah mencapai level tertinggi sepanjang masa minggu ini, dengan dampaknya yang jelas lebih bullish.
Analis secara luas telah berhenti menyebut kenaikan saat ini berjalan terlalu tergesa-gesa, mengingat sifat “organik” nya, ahli statistik Willy Woo membandingkan posisi tertinggi sepanjang masa pada tahun 2017.
Pada prinsipnya, Woo dan yang lainnya berpendapat, investsor besar membeli pasokan tahun ini. Sementara para amatir dan spekulan tetap berada di di belakang. .
Perspektif itu dikuatkan oleh data yang menunjukkan sejumlah besar koin meninggalkan pertukaran untuk disimpan di cold wallet dan wallet jangka panjang lainnya, serta aktivitas pembelian dari whale.
Apakah Beli Bitcoin Saat Ini Pilihan yang Tepat ?
Dalam sesi siaran langsung oleh analis crypto Indonesia, Wicky Zeroski ia mengatakan jika beli Bitcoin di waktu sekarang kurang tepat. Sebab harga Bitcoin saat ini sedang tinggi dan cenderung akan terkoreksi.
“ Selamat bagi yang sudah beli Bitcoin sebelum harga saat ini, untuk yang belum beli saya sarankan tahan dulu. Karena kemungkinan harga Bitcoin akan turun ke area $17.100 dan akan naik kembali di akhir tahun sekitar $20.000-an,” kata Wicky memprediksi.
Karena itu bagi yang belum beli Bitcoin ada baiknya jangan terburu-buru perhatikan berbagai aspek dan yang paling penting jangan serakah hanya karena melihat harga Bitcoin yang sedang meroket. Sebab kemungkinan untuk turun pun masih ada. Bagi yang sudah punya sebaiknya juga tidak serakah menjual seluruh aset, karena kenaikan yang lebih baik pun masih sangat terbuka.
Jadi, bagaimana market akhir tahun nanti?
*Artikel ini hanya merupakan informasi dan prediksi bukan merupakan acuan utama atau saran untuk melakukan jual beli Bitcoin. Semua aktivitas perdagangan Bitcoin harus dilakukan dengan sadar, penuh pertimbangan dan tanpa paksaan.
Peraturan terkait blockchain-aset kripto di Indonesia sepatutnya dibuat semakin jelas dan luas. Itu penting demi mencegah lebih besarnya arus modal keluar dari Indonesia, sekaligus memperkuat nilai rupiah. Kita semakin tertinggal dengan Singapura untuk urusan seperti ini.
Selama lima dekade terakhir, negara berkembang selalu terpapar risiko keuangan, kendati industri dan teknologi tumbuh pesat. Negara berkembang masih terpapar masalah rumit, yakni ketidakstabilan mata uang dan pasar modal yang lebih lemah.
Masalah itu kian berat di negara berkembang yang penghasilan utamanya berasal dari sektor non-keuangan seperti agrikultur atau industri. Lihatlah selama 10 tahun terakhir, mayoritas mata uang negara G20 sangat melemah terhadap dolar AS (USD), kecuali yuan Tiongkok (CNY), real Arab Saudi (SAR) dan won Korea (KRW).
Dapat dilihat mata uang negara berkembang melemah terhadap USD setelah krisis keuangan AS tahun 2008, ketika Negara Adi Daya itu mulai melakukan quantitative easing (QE). QE adalah strategi bank sentral membeli sekuritas jangka panjang dari pasar modal.
Pelemahan sejumlah mata uang negara lain terhadap dolar AS (USD).
Sejak itu pula, AS telah menerbitkan uang lebih dari US$6 triliun tanpa menyebabkan inflasi, sebab status USD adalah mata uang cadangan global. Investor masih mengincar aset apapun yang dihargai dalam USD, sebab aset tersebut terkait dengan QE, sehingga memperkuat nilai USD.
Sedangkan di Indonesia, PDB per kapita bertumbuh tinggi sejak tahun 2000 dan diprediksi akan terus menguat. Tetapi di saat yang sama, rupiah malah melemah secara konsisten selama 20 tahun terakhir.
PDB per kapita Indonesia (dalam USD).
Sejak 2008, rupiah melemah 50 persen terhadap USD. Sekalipun Indonesia untung 400 persen dari hasil investasi indeks LQ45 dari 2008 hingga 2018, untung tersebut akan berkurang separuh jika diukur memakai USD. Hasilnya, individu kaya di Indonesia lebih memilih menaruh aset di luar negeri daripada di Tanah Air.
Blockchain-Aset Kripto dan Arus Modal Alih aset dari Indonesia di luar negeri itu kiranya akan semakin kencang seiring meningkatnya popularitas teknologi blockchain, khususnya yang melibatkan aset digital (aset kripto/crypto asset) atau dikenal oleh ekosistem lain sebagai mata uang digital ataupun mata uang kripto (cryptocurrency).
Terlebih dari sebutan dan julukannya itu, faktanya di Indonesia praktik perdagangan aset kripto itu kian masif. Itu terjadi setelah Kementerian Perdagangan melalui peraturan menyebutnya layak sebagai komoditi yang bisa diperdagangkan di bursa berjangka di Indonesia.
Maka, Bappebti pun diberikan hak dan wewenang mengaturnya lebih lanjut. Itu memang angin segar.
Namiun, keunggulan blockchain yang bersifat desentralistik, membuat pertumbuhan dan dampak aset kripto nyaris melewati batas-batas negara. Akibatnya, transfer nilai akan semakin global, tanpa batas dan semakin banyak kian mudah mengaksesnya.
Menurut kami, peristiwa revolusioner ini mampu mendorong semakin cepatnya beralih modal ke luar Indonesia, sebab investor memiliki lebih banyak pilihan untuk menyimpan uang. Ini pula yang pada akhirnya berpotensi juga mendorong jurang antara nilai USD dan rupiah.
Oleh sebab itu Indonesia harus lekas merangkul aset kripto secara lebih erat lagi. Kami yakin Indonesia bisa meraih manfaat besar jika memberikan kerangka peraturan yang lebih jelas bagi bisnis aset kripto di Indonesia.
Hal ini tidak hanya baik bagi ekonomi Indonesia, tetapi juga dapat menyokong pasar modal Indonesia dengan menjadikannya lebih global dan memperkuat IDR.
Mari kita ambil contoh di Amerika Serikat (AS). Semua pemain keuangan utama seperti Fidelity, JP Morgan dan Goldman sedang menjajaki beragam inisiatif dan strategi soal blockchain dan aset kripto.
Selain itu, regulator di AS semakin mendukung, seperti dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC), yang mengawasi semua bank nasional di negara itu.
OCC menyatakan bahwa bank-bank di AS sekarang diperbolehkan menyediakan layanan penitipan mata uang kripto. Bagi kami itu adalah sebuah tonggak sangat penting, karena pasti menyangkut terbitnya peraturan baru dan sangat spesifik.
Di Asia Tenggara, Singapura saat ini paling maju terkait regulasi. Mereka dengan sigap menerbitkan kerangka kerja pada Januari 2020 yang disebut dengan Undang-Undang Layanan Pembayaran (Undang-undang PS).
Undang-undang itu dirancang khusus untuk mengatur perdagangan aset kripto. Jadi, bukan sekadar peraturan setingkat menteri, melainkan undang-undang yang tingkatnya lebih tinggi.
Jadi tidaklah heran, gara-gara undang-undang itulah sebagian besar perusahaan yang terkait blockchain-aset kripto di Singapura geraknya juga semakin lincah.
Saya yakin Indonesia memiliki kemampuan seperti negara itu. Saya yakin juga Indonesia bisa mendapatkan keuntungan besar dengan menyediakan kerangka peraturan yang lebih jelas.
Peraturan itu kiranya lebih mendukung perusahaan blockchain-aset kripto di Indonesia untuk mengembangkan bisnisnya.
Hal itu kelak tidak hanya berdampak positif bagi perekonomian Indonesia. Jika dilakukan dengan benar, ini juga akan mendukung pasar keuangan Indonesia dengan menjadikannya lebih global. Pada akhirnya itu membantu otot rupiah yang kekar.
Pergerakan harga pasar crypto terlihat menggairahkan setelah terjadinya “dump” besar-besaran di bulan Maret kemarin. Setelah “dump” akibat WHO mengumuman COVID-19 sebagai pandemi, Bitcoin turun hingga sedikit di bawah 4000 USD. Dari situ, Bitcoin pun naik terus hingga sekitar 10.000 USD beberapa waktu lalu, dan sekarang masih berkonsolidasi sedikit di bawah itu. Namun, ada hal yang perlu diwaspadai jika kita melihat jangka panjang: Harga Bitcoin masih bisa, paling tidak 1 kali lagi turun. Berikut analisisnya
TREND JANGKA PANJANG MASIH BEARISH
Jika kita lihat sejak akhir 2017, belum ada perubahan yang berarti dari trend harga bitcoin: Masih cenderung turun (perhatikan gambar). Bitcoin baru akan dianggap bullish jika telah melewati resistance di gambar di bawah ini:
Jika masih belum bisa, arah pergerakannya akan mengikuti panah putih.
Dengan menggunakan Fibonacci retracement, kita bisa melihat bahwa impuls pertama turun bermula dari pertengahan 2019, dan berakhir di Maret 2020 saat “dump” besar-besaran.
Lalu sekarang kita sedang berada di zona retracement, dan telah menyentuh zona golden pocket di area 0.618
Biasanya, radi sini, akan ada implus sebesar impuls pertama. Yang jika benar, akan membawa kita ke zona 1000-an USD
Perhatikan gambar!
Baik para trader, maupun investor, sangat disarankan untuk berhati-hati dan menunggu konfirmasi harga dulu, karena walaupun setup fibonacci tadi tidak terjadi, saat ini harga Bitcoin masih berada di zona resistance.
Setelah 6 minggu berturut-turut mencetak candle hijau, banyak orang yang berspekulasi bahwa harga raja aset kripto, Bitcoin, sudah saatnya koreksi, atau turun lebih jauh lagi.
Hal ini bukanlah tidak beralasan. Pertama, harga Bitcoin berada di Golden Pocket Fibonacci (antara 7.150-7.950 USD).
Namun, jika dilihat dari momentumnya, pergerakan bullish belum memperlihatkan adanya pelemahan.
Banyak orang pun mulai optimis bahwa bitcoin dapat kembali ke area 10.000 USD seperti di awal tahun, terutama menjelang halving yang tinggal 3 minggu lagi. Namun, apakah demikian?
Sebelum meyakini bahwa bitcoin sudah sangat bullish, ada 2 level yang harus ditembus oleh Bitcoin, yaitu 7.500 sebagai level kunci sejak 2019, dan 8.000.
7.950-8.000 adalah level terakhir sebelum Bitcoin keluar dari Golden Pocket Fibonacci, yang juga confluence dengan potensi tersentuhnya 50 MA di time frame mingguan.
Jika Bitcoin berhasil menjebol 2 level ini, 9.000 hingga 10.000 USD bukanlah mimpi.
Level yang sedang dites oleh bitcoin ini adalah level yang penting. Jika bitcoin gagal menembus level ini, maka kemungkinan bitcoin kembali turun ke 6.000 USD atau lebih rendah menjadi semakin besar.
Seiring dengan perkembangan dalam dunia kripto, kini tidak hanya koin dan token saja yang semakin bertambah jumlahnya, namun kehadiran inovasi cemerlang berupa stablecoin juga ikut membantu masyarakat dalam melakukan aktivitas finansial. Salah satu stablecoin yang dimunculkan akhir Juni 2020 adalah mata uang baru BIDR.
Mengenal Stablecoin
Stablecoin merupakan aset kripto yang nilainya ditetapkan pada harga aset fisik lain dengan harga cukup stabil seperti mata uang fiat (dollar, euro, atau rupiah) dan harga komoditas seperti emas. Tujuan dari diciptakannya stablecoin ini adalah sebagian besar untuk melindungi harga terhadap kenaikan volatilitas yang tinggi pada pasar mata uang kripto.
Stablecoin juga mata uang bersifat global dengan volatilitas yang rendah, sehingga pengguna dapat menggunakan aset kripto ini untuk pembayaran. Keuntungan lainnya adalah stablecoin menyajikan transaksi dengan kecepatan tinggi dengan harga yang lebih hemat di kantong dan cocok untuk digunakan setiap hari.
Konsep Mata Uang Baru BIDR
Pada akhir Juni 2020, perusahaan blockchain global bernama Binance dan Tokocrypto meluncurkan Binance Indonesian Rupiah (BIDR). BIDR merupakan stablecoin Binance Chain BEP-2 yang memungkinkan aktivitas transfer koin di blockchain menjadi cepat dan murah.
BIDR memang dirancang untuk menjadi hybrid antara fiat dan aset kripto, dengan tujuan memberi pengguna fleksibilitas untuk bertransaksi BIDR dalam kripto (baik dari dan ke bursa atau wallet lain) dan dalam bentuk fiat (dari dan ke rekening bank) berdasarkan preferensi pribadi.
Nilai BIDR dan Mekanisme
Nilai BIDR berpatokan dengan mata uang rupiah (IDR). Saat ini BIDR tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan nilai 1 BIDR setara 1 rupiah. Anda bisa memperoleh BIDR secara instan ketika mendepositokan rupiah ke fiat channel di Tokocrypto.
BIDR juga dapat di-transfer ke dalam platform Binance dan diperdagangkan di sana. Selain memiliki nilai 1:1 dengan IDR, BIDR kini dapat diperdagangkan dengan aset kripto seperti Bitcoin Cash (BTC), Ethereum (ETH), Binance USD (BUSD), USD Tether (USDT), Binance Coin (BNB) dan sebagainya.
Harapan Coin BIDR Kedepannya
Pang Xue Kai, selaku Founder dan CEO Tokocrypto mengatakan bahwa peluncuran BIDR ini merupakan momen yang membanggakan sekaligus membahagiakan bagi Tokocrypto, karena dapat bekerjasama dengan Binance dalam bentuk dukungan proyek BIDR agar Indonesia memiliki terobosan baru dan perkembangan dalam dunia kripto.
Selain itu, Changpeng Zhao, selaku Founder dan CEO Binance juga mengatakan perkembangan stablecoin Binance pertama berbasis rupiah telah menjadi hasil kolaborasi yang erat antara Binance dan Tokocrypto.
Dengan kehadiran BIDR di pertengahan 2020, Binance dan Tokocrypto berharap hal tersebut akan membuka lebih banyak layanan keuangan untuk ekosistem blockchain yang lebih besar di Indonesia.
Peluncuran BIDR Sesuai dengan Visi Tokocrypto
Peluncuran BIDR sebagai awal perjalanan untuk membuka layanan keuangan berbasis blockchain ini sesuai dengan tujuan awal didirikannya Tokocrypto, yaitu untuk membantu masyarakat Indonesia dalam mendapatkan pengetahuan dan informasi yang lebih luas dan terpercaya mengenai industri kripto.
Kemudian Tokocrypto juga akan terus berupaya memberikan kemudahan masyarakat untuk mengakses ke teknologi dan ekosistem blochain agar mendapat manfaat yang ada di dalamnya.
Wah, menarik, kan konsep mata uang baru BIDR ini? Jika Anda tertarik untuk mempelajari dan membelinya, trading di Tokocrypto saja!
Temukan berbagai macam artikel khusus pemula maupun berita terkini di website News Tokocrypto dan media sosial kami @Tokocrypto.
Harga Bitcoin selalu jadi perdebatan, dan menjadi lebih rumit karena dihargai dalam dolar AS. Padahal Bitcoin dan dolar AS adalah entitas yang jelas berbeda.
Baru-baru ini, seorang pengusaha, Sylvain Saurel, memposting di medium adanya penurunan daya beli sebesar 85% atau senilai $ 1.000 dari tahun 1971 sampai tahun 2020 ini. Menurutnya, itulah sebab nilai Bitcoin cepat meningkat.
“Oleh karena itu, harga Bitcoin dalam dolar AS akan cenderung meningkatkan harga Bitcoin lebih cepat karena efek dari inflasi moneter,” katanya.
Saurel lebih menyarankan emas sebagai tolak ukur harag Bitcoin, ketimbang dolar AS. Alasannya karena emas sudah menjadi benda simpanan bernilai yang diakui selama berabad-abad, dari pada dolar AS.
Goldprice.org menunjukkan nilai logam mulia (emas) mencapai nilai tertinggi sepanjang masa yaitu $ 2.070 / oz pada 6 Agustus tahun ini. Sementara Fed sendiri terus mencetak triliunan untuk menjaga perekonomian AS agar tidak runtuh, tapi hal ini malah menghancurkan kepercayaan investor terhadap USD sebagai mata uang cadangan.
Selain emas, nilai perak juga meningkat ditengah runtuhnya greenback akhir-akhir ini. Sementara Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 57% sejak awal tahun.
Bitcoin dan emas memiliki beberapa kesamaan, diantaranya : biaya ekstraksi dan penambangan. Perbedaannya, tidak mudah memperkirakan jumlah pasokan emas sementara kuantitas Bitcoin dapat diketahui.
Lebih lanjut Saurel menambahkan jika harga Bitcoin menggunakan emas, akan menghilangkan inflasi yang terkait dengan mata uang fiat khususnya dolar.
Kesimpulannya, harga Bitcoin bisa naik hingga $ 50.000 pada akhir tahun 2021 mendatang, atau lebih lama dari waktu yang diperkirakan.
Di awal kemunculannya pada 2009 silam, Bitcoin telah berhasil menciptakan gelombang jutawan baru bagi masyarakat yang membeli dan menyimpan aset cryptocurrency tersebut selama beberapa tahun setelah peluncurannya.
Lantas, hal ini mungkin saja bisa terjadi kembali di tengah masa resesi yang melanda berbagai negara di dunia akibat wabah Covid-19. Di mana, ketika mata uang dolar AS dinilai sudah kalah pamor dibanding Bitcoin, lantaran dianggap tidak tahan inflasi.
Bitcoin muncul bagaikan emas digital yang membuat mata investor terpanah dengan kemilaunya dengan berhasil menduduki peringkat pertama berdasarkan tingkat returnsepanjang 2020. Bahkan, kinerja Bitcoin sepanjang 2020 mampu mengalahkan emas, deposito, dan dolar AS.
Bitcoin benar-benar menjadi pelabuhan baru bagi banyak investor di luar sana untuk menyimpan uang mereka agar tidak terdampak inflasi yang berfungsi sebagai penyimpanan nilai.
Faktor pasar membuat potensi pergerakan hargaBitcoin kian kinclong saja hingga akhir tahun ini. Lantaran, adanya isu geopolitik di antaranya:
Ketidakpastian pemilu AS.
Kesepakatan uni Eropa dan Inggris (membuat nilai tukar euro dan poundsterling kian perkasa vs USD).
Stimulus bank sentral Eropa untuk negara-negara Eropa.
Gelombang virus kedua di Amerika Serikat yang berpotensi mengakibatkan pembatasan ekonomi di sana, yang dapat menekan nilai tukar USD.
Korelasi Bitcoin dan USD memang selalu menjadi perdebatan di luar sana bagi penggiat cryptocurrency, apakah kedua hal ini berhubungan atau tidak. Namun, bila kita flashback di tahun 2017, tahun tersebut adalah “tahunnya Bitcoin” dengan memecahkan rekor harga tertingginya hingga melampaui $20.000. Kala itu, sepanjang 2017 US Dollar Indexmenunjukkan keterpurukan secara keseluruhan. Di saat ketidakstabilan harga USD tersebut, Bitcoin mengalami reli hingga menyentuh harga tertingginya mencapai lebih dari $20.000.
Tahun 2017 adalah salah satu fakta yang tidak bisa terbantahkan lagi bagi perkembangan cryptocurrency yang mencapai puncak tertingginya. Bahwa Bitcoin dan USD memiliki korelasi, lantaran ketika dolar AS sedang terpuruk seperti saat ini investor merasa tidak nyaman untuk menempatkan dananya di mata uang gegara adanya beragam sentimen negatif yang berasal sistem kebijakan moneter dan politik. Ini adalah anggapan yang bisa membuat seseorang jadi kaya karena cryptocurrency di tengah resesi seperti saat ini.
Pertama adalah XRP yang nampaknya sedang memiliki beberapa sentimen positif secara fundamental.
Saat ini Ripple sedang mendapatkan beberapa sentimen positif dimana salah satunya adalah adopsi kerja sama dengan beberapa organisasi pemimpin kesejahteraan lingkungan.
Beberapa organisasi tersebut adalah Renewable Energy Buyers Alliance (REBA), Energy Web Foundation, dan Watershed.
Tujuan kerja sama ini adalah untuk mencapai salah satu tujuan Sustainable Development Goals yang ingin diraih Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di 2030.
Tujuan yang dimaksud adalah menghilangkan emisi karbon dalam teknologi, yang dengan bantuan Ripple dapat juga meranah ke dunia teknologi keuangan.
Dengan banyaknya narasi negatif mengenai kerusakan lingkungan dari energi yang digunakan, Ripple dapat membantu mengurangi narasi tersebut.
Akibat kabar ini XRP memperkuat narasi crypto dengan Blockchain generasi ketiga akan memimpin dunia keuangan dan tetap menjaga lingkungan.
Hal tersebut membuat mayoritas crypto dengan blockchain generasi ketiga mengalami apresiasi.
Apresiasi terjadi bersamaan dengan crypto blockchain generasi pertama seperti Bitcoin, yang turun.
Selain itu, kondisi di pengadilan juga terlihat unggul kembali dengan banyak investor yang sudah sesuai syarat SEC dalam mengajukan petisi untuk menyudahi kasus.
Dari sisi teknikal, saat ini XRP masih terlihat bergerak dalam fase konsolidasi dengan batas bawah pada $1.27 dan batas atas pada $1.65.
Grafik Harian XRPUSD
Kemungkinan besar akibat saat ini berada di dekat batas bawah, melihat konsolidasi sebelumnya, harga akan mulai berusaha naik kembali.
Target apresiasi pada pekan ini berada pada $1.53 hingga $1.65 jika $1.4 berhasil dilewati dan XRP terus bergerak naik.
Namun jika batas bawah dilewati, kemungkinan besar tujuan koreksi akan berlanjut hingga $1.16, yang akan melanjutkan pergerakan depresiasi.
Crypto blockchain generasi ketiga yang juga ramah lingkungan dan diprediksi akan tetap kuat adalah Solana.
Blockchain Solana saat ini juga memiliki ketertarikan yang lebih tinggi akibat solusinya dalam masalah inefisiensi yang membuatnya juga lebih energi.
Hal tersebut membuatnya lebih ramah lingkungan akibat memerlukan energi yang lebih kecil, sehingga membuat biaya transaksi juga lebih rendah.
Dari sisi fundamental, saat ini sentimen positif datang dari ekosistem NFT yang terus berkembang, bersama adanya acara Hackathon.
Hackathon sendiri adalah sebuah kompetisi yang diadakan oleh Solana untuk mengajak proyek-proyek baru untuk dibangun di Blockchain Solana.
Hal tersebut akan membuat adopsinya menjadi semakin luas dan membuat nilainya juga semakin tinggi sebagai Blockchain, yang dapat mendorong harganya naik.
Dari sisi teknikal, saat ini SOL masih bergerak dalam pergerakan zona apresiasi dan berada di batas bawah zona tersebut.
Grafik Harian SOLUSD
Pergerakan ini menandakan potensi apresiasi dari batas bawah menuju harga lebih tinggi dalam beberapa hari ke depan bersama sentimen positif sebelumnya.
Saat ini batas bawah yang kemungkinan akan dituju sebelum naik berada pada $42.12. Jika bergerak naik kemungkinan target apresiasi berada pada $44.7 hingga $49.7.
Namun jika ditembus untuk turun lebih lanjut, kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada $38.8 yang dapat memulai pergerakan depresiasi.
3. Polkadot (DOT)
Salah satu crypto berikutnya adalah Polkadot yang kemungkinan besar akan memiliki potensi apresiasi akibat pergerakan teknikalnya.
Dari sisi fundamental, saat ini DOT sedang terdorong sentimen keramahan lingkungan akibat Parachainnya yang lebih efektif dari blockchain generasi pertama.
Hal tersebut membuat energi yang digunakan lebih sedikit dan efisiensi juga lebih tinggi, sehingga ketertarikannya terus meningkat.
Selain itu saat ini sentimen positif datang dari adanya lelang pada parachain untuk proyek baru mendapatkan lowongan operasional pada jaringan tersebut.
Fenomena tersebut mendorong Kusama (KSM dan Polkadot untuk naik cukup tinggi, dengan KSM yang mencapai harga tertinggi baru dan DOT yang naik sekitar 27%.
Dari sisi teknikal, saat ini DOT terlihat terkoreksi dari pergerakan signifikan tersebut, namun diprediksi dapat kembali pulih pada pekan ini.
Grafik Harian DOTUSD
Kemungkinan besar akibat juga saat ini masih bergerak di batas bawah zona apresiasi, DOT dapat kembali naik ke sekitar $39.6 hingga $45.6.
Batas bawah saat ini berada pada $34.4 yang jika ditembus dapat menuju ke $28.7 dan menghilangkan potensi apresiasi.
4. Cardano (ADA)
Berikutnya adalah Cardano yang saat ini sedang mendapatkan perhatian lebih dari Mark Cuban, salah satu tokoh bisnis dan Miliuner Dolar Amerika.
Sebelumnya, Cardano mengalami apresiasi akibat telah berhasil mendapatkan keberlanjutan dalam prosesnya menciptakan ekosistem terdesentralisasi di Afrika.
Tujuan mulia dari Cardano yaitu untuk memberikan jasa keuangan terhadap pihak yang tidak diterima oleh bank nampaknya berhasil mengangkat harganya naik.
Seluruh rencana tersebut dijelaskan oleh pendirinya, Charles Hoskinson, dalam acara bernama “African Special”.
Namun saat ini perhatian utama nampaknya tertuju pada pendirinya akibat percakapannya dengan Mark Cuban mengenai kegunaan Cardano.
Hoskinson baru saja membuat video yang menjelaskan keunggulan dan keutamaan Cardano kepada Cuban yang dipublikasi di Twitter.
Dengan video ini kemungkinan besar sentimen akan terus meningkat bersama adopsinya terutama dalam kegunaan smart contracts yang terus meningkat dan makin efisien.
Dari sisi teknikal, saat ini ADA sedang terkoreksi setelah mencapai harga tertinggi di sekitar $2.46 dan terlihat menguji kembali zona apresiasi sebelumnya.
Kemungkinan besar setelah kembali menguji zona apresiasi pada batas bawah saat ini di sekitar $2, ADA akan kembali naik menuju $2.19 hingga $2.47.
Namun jika batas bawah tersebut ditembus kemungkinan koreksi akan berlanjut menuju $1.78 hingga $1.53 dan membawanya ke zona apresiasi sebelumnya.
5. Hedera Hashgraph (HBAR)
Terakhir adalah HBAR yang diprediksi juga akan naik akibat adanya sentimen kesejahteraan lingkungan yang sedang beredar di pasar crypto.
Kesadaran terhadap efisiensi dan keramahan terhadap lingkungan oleh HBAR nampaknya terlihat mulai naik kembali, yang berpotensi kembali mendorong harganya naik.
HBAR menggunakan sebuah sistem Hashgraph, yang bukan merupakan sebuah blockchain, namun memiliki sistem yang lebih unggul dari blockchain dalam masalah efisiensi.
Hal tersebut berhasil menarik ketertarikan dalam beberapa bulan terakhir dan akibat permasalahan lingkungan yang diungkit Elon Musk, HBAR diprediksi kembali naik.
Saat ini mayoritas developer juga terus meningkatkan ketertarikannya terhadap HBAR akibat dianggap sebagai platform dengan sistem yang cukup baik untuk sebuah jaringan.
Oleh karena itu, saat ini kemungkinan besar ketertarikan akan terus meningkat, bersama dengan sisi teknikal yang mendukung apresiasi.
Grafik Harian HBARUSD
Saat ini HBAR baru saja bergerak keluar dari zona depresiasinya yang membuat adanya potensi apresiasi lebih tinggi setelah menguji kembali zona depresiasi.
Kemungkinan besar HBAR akan menuju ke sekitar $0.269 sebelum bergerak naik kembali ke sekitar $0.33 hingga $0.41 dalam beberapa hari ke depan.
Namun, jika terus mengalami koreksi, tujuan berikutnya berada pada $0.24 yang dapat membawanya kembali ke zona depresiasi.
Perlu diingat bahwa analisis dalam artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading.
Melihat kondisi pasar yang relatif sedang turun, manajemen risiko perlu dilakukan untuk memastikan rencana investasi atau trading tetap aman.
Disclaimer
Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.
Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.
Sehingga, diprediksi bahwa kedepannya, kinerjanya dapat menandingi Ethereum dan Binance Smart Chain.
Dengan pembaharuan ini, Cardano menjadi terbuka terhadap poryek-proyek baru yang akan dibentuk pada blockchain barunya ini.
Sehingga, kemungkinan besar likuiditas dan volume ADA juga akan semakin meningkat akibat sentimen positif dari kabar ini.
Namun, sisi teknikal terlihat masih mengalami jeda untuk mendukung akibat tekanan jual dari pengambilan keuntungan yang masih terlihat saat ini.
Grafik 4 Jam ADAUSD
Tapi, kemungkinan jika kabar implementasi sudah disebarkan dan batas bawah masih terjaga di $1,24 ADA masih dapat naik kembali.
Jika naik, target selanjutnya berada di sekitar $1,5 hingga $1,6. Target jangka panjang berada di $2 hingga $2,4 yang berada di titik 161,8% Fibonacci.
Kemungkinan, jika naik, apresiasi akan kuat akibat naik dari daerah sekitar 78,6% dan 61,8% Fibonacci yang merupakan rasio emas.
2. Polkadot (DOT)
DOT juga nampaknya telah menjadi penjaga portfolio investor pada pekan lalu akibat pergerakannya yang tidak turun namun relatif stabil stagnan.
Pekan ini, kemungkinan DOT akan naik dengan banyaknya pembelian dari investor institusional melalui beberapa produk derivatifnya.
BNB menjadi salah satu crypto yang terlihat meredup pada pekan lalu setelah menjadi pusat perhatian beberapa pekan terakhir.
Namun, kemungkinan pekan ini BNB akan naik lebih tinggi karena dorongan sentimen positif di sekitar Binance Smart Chain.
Hingga saat ini Changpeng Zhao juga masih terus mendorong BNB dengan pernyataan positif terutama dengan adanya potensi adopsi NFT.
Sisi teknikal juga terlihat mendukung apresiasi kembali akibat pergerakannya yang mulai keluar dari zona depresiasi.
Grafik 4 Jam BNBUSD
Kemungkinan besar saat ini akan terjadi retest sebelum harga naik kembali dan kemudian menyentuh sekitar $247 hingga $250 pada pekan ini.
Saat ini batas pengaman berada pada $213 dan $197 yang jika ditembus kemungkinan akan melanjutkan depresiasi.
Target jangka panjang untuk BNB masih positif berada di $500 yang berada di dekat daerah 161,8% Fibonacci.
4. Stellar Lummen (XLM)
XLM menjadi salah satu koin yang layak dilirik pekan ini akibat semakin meningkatnya adopsi XLM terhadap beberapa platform smart contract.
Beberapa yang telah mengadopsi adalah Ripple dan juga Litecoin bersama Flame Network yang berencana mengadopsinya pada pekan ini.
Sentimen positif juga datang dengan meningkatnya juga ketertarikan terhadap mata uang crypto kapitalisasi kecil saat crypto kapitalisasi besar relatif jatuh.
Sehingga, XLM mendapatkan sentimen positif mengingat kapitalisasinya yang relatif kecil.
Grafik 4 Jam XLMUSD
Sisi teknikal juga terlihat mendukung dengan terbentuknya pola ascending triangleyang dibentuk dengan inverted head and shoulders.
Jia harga berhasil melewati $0,42 kemungkinan besar, pekan ini XLM dapat menuju ke sekitar $0,45. Batas pengaman saat ini berada di $0,40 dan $0,37.
Target jangka panjang XLM kemungkinan besar berada di $0,6 hingga $1 yang berdekatan dengan daerah 100% dan 161,8% Fibonacci.
5. Litentry (LIT)
Mata uang crypto kapitalisasi kecil lainnya yang dapat dilirik adalah LIT yang mulai mendapatkan ketertarikan baru dari investor dan trader.
LIT berpotensi naik akibat adanya dorongan dari beberapa influencer yang mendorong harganya seperti analis crypto, Coin Berau.
LIT juga memiliki fundamental yang baik akibat berdirinya di jaringan Polkadot.
Selain itu, LIT juga memiliki sistem yang dapat melakukan decentralized identifier (DID), verifikasi, dan perhitungan kredit.
Oleh karena itu LIT menjadi salah satu crypto yang layak dilirik saat mata uang crypto besar sedang mengalami penurunan.
Sisi teknikal juga mendukung dengan harganya yang mulai berusaha keluar dari zona depresiasi pekan lalu.
Grafik 4 Jam LITUSD
Kemungkinan besar apresiasi pekan ini akan terjadi akibat dorongan dari beberapa influencer bersama dengan semakin dikenalnya fundamental LIT yang baik.
Batas atas yang harus dilalui berada di $7,12. Jika berhasil ditembus LIT dapat menuju ke $7,62 hingga $9. Target jangka panjang berada di sekitar $23.
Batas pengaman saat ini berada di $6,32 yang jika ditembus dapat membawa LIT untuk kembali ke pergerakan depresiasinya.
Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.