Author: 12

  • Harga Bitcoin Pullback US$ 40 Ribu, Kesempatan Kedua Momentum Bullish

    Harga Bitcoin (BTC) pada perdagangan 26 Mei (14.00 WIB), menginjak harga US$ 40 ribu atau setara dengan Rp 577 juta. Harga ini cukup penting untuk arah pergerakan BTC dan alt coin selanjutnya.

    Tren pergerakan Bitcoin saat ini mirip dengan yang terjadi pada tanggal 20 Mei 2021. Di mana saat itu BTC mampu pullback ke harga US$ 40 ribu, namun, BTC tak mampu meneruskan trennya karena mantul kembali saat berada di harga US$ 4524.

    Apabila tidak ada sentimen negatif yang membuat BTC kembali anjlok, harga aset ini akan meneruskan trennya ke US$ 43 ribu. Namun dengan syarat, BTC harus mampu menjebol harmonic resistensinya (fibonacci 0,382) di harga US$ 41-42 ribu.

    Baca Juga: Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis dengan Lembaga Kliring ICH Untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor Aset Kripto

    Namun, apabila BTC mantul kembali dan tidak mampu menjebol harmonic resistensinya, kemungkinan besar harga BTC akan kembali terkoreksi. Bahkan, bisa terjun ke harga US$ 30 ribu.

    Dari segi fundamental dan sentimen yang berkembang saat ini, BTC berada di atas angin. Dengan adanya pengakuan sejumlah investor institusional yang mengadopsi BTC membuat pasar kembali percaya diri.

    Namun, disisi lain, ada sebuah ancaman yang bisa membuat tahun ini menjadi tahun terburuk bagi Bitcoin dan cryptocurrency secara keseluruhan.

    Mengutip dari Cointelegraph, perusahaan manajemen dan analitik portofolio, Income Generator, menyebutkan bahwa analisanya menunjukan adanya resiko yang bakal dihadapi Bitcoin. Mereka menyebutnya dengan “worst crypto winter”. Di mana tahun ini bisa saja menjadi masa terburuk bagi cryptocurrency selama 12 tahun terakhir.

    Hal tersebut terindikasi dari faktor meningkatnya angka inflasi terhadap Dollar AS yang dapat melemahkan minat investor untuk cryptocurrency.

    Baca Juga: Rezim Baru Pasar Bitcoin: Kondisi Keuangan Global Kini Turut Mempengaruhi

    “Sekarang tampaknya seolah-olah kenaikan tingkat inflasi mungkin benar-benar bekerja dalam arah yang berlawanan dan membawa aktivitas pembelian baru kembali ke dolar AS,” tulis Income Generator dalam sebuah rilis.

    Namun, nada optimisme datang dari, ahli strategi komoditas senior di Bloomberg Intelligence, Mike McGlone. Ia menegaskan kembali kepercayaannya terhadap Bitcoin, yang akan melanjutkan tren bullish bahkan menginjak harga US$ 100 ribu

    “Bitcoin telah berada dalam ekosistem yang mendukung tren bullish untuk menuju $ 100K,” katanya.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis dengan Lembaga Kliring ICH Untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor Aset Kripto

    Perkembangan industri aset kripto terus menjadi sorotan bagi banyak pihak di Indonesia. Pertumbuhan positif aset kripto saat ini tidak hanya menarik banyak investor untuk bergabung, tetapi juga menjadi perhatian banyak pihak terkait seperti pemerintah, komunitas, asosiasi untuk memastikan ekosistem investasi berjalan dengan aman.

    Sebagai pedagang aset kripto yang pertama teregulasi BAPPEBTI, Tokocrypto juga mengedepankan keamanan ekosistem aset kripto demi kenyamanan transaksi para investor. Guna mendukung hal tersebut, Tokocrypto menjalin kolaborasi  dengan Indonesia Clearing House (ICH), lembaga kliring resmi untuk pelaporan dan pendaftaran aset kripto yang diperdagangkan ataupun disimpan oleh pedagang aset kripto. ICH menjalankan fungsi sebagai penjaminan dan penyelesaian transaksi serta sentra manajemen risiko atas transaksi yang terjadi di Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) sejak 2009. Dimana di Indonesia, aset kripto sendiri termasuk dalam kategori aset finansial komoditas dan Lembaga kliring ICH sudah menjalankan operasional perdagangan komoditas serta sudah mengantongi sertifikasi ISO 27001.

    Baca Juga: Volatilitas Tinggi Aset Kripto adalah Wajar

    Teguh Kurniawan Harmanda (Manda) selaku COO Tokocrypto menyampaikan, “Kolaborasi dengan ICH ini membuktikan langkah konkrit kami memastikan transaksi aset kripto yang terjadi di Tokocrypto dalam pengawasan lembaga kliring resmi terkait dan sejalan dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BAPPEBTI. Sehingga diharapkan bisa memberikan rasa aman dan menumbuhkan kepercayaan bagi investor untuk bertransaksi di Indonesia.”

    Melalui kolaborasi ini, Tokocrypto akan melaporkan catatan atas kepemilikan aset kripto yang diperdagangkan atau disimpan secara real time setiap harinya kepada lembaga kliring ICH, sementara ICH akan menyiapkan sistem elektronik terkait penjaminan dan penyelesaian transaksi pasar fisik aset kripto. Hal ini sejalan dengan Peraturan Bappebti No.5/2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka dari BAPPEBTI dimana pedagang aset kripto berkewajiban melaporkan transaksi harian aset kripto dan dana yang berada di bank penyimpan.

    “Kami menyambut baik inisiatif Tokocrypto untuk membangun ekosistem investasi aset kripto yang lebih aman  dan menjadi pedagang aset kripto yang pertama berkolaborasi dengan ICH. Harapannya, integrasi antara Tokocrypto dan ICH ini bisa semakin mendukung pertumbuhan positif industri aset kripto di Indonesia,” ujar Nursalam, Direktur Utama ICH.

    Untuk membangun rasa aman dan kepercayaan investor untuk bertransaksi, Tokocrypto juga telah tersertifikasi ISO 27001 terkait sistem manajemen keamanan informasi dan juga ISO 27017 terkait keamanan informasi di komputasi awan. Hingga saat ini, Tokocrypto telah mencatatkan active trader mencapai >90.000 per minggu, volume transaksi harian mencapai kurang lebih US$ 60.000.000 dan total mobile apps download lebih dari 500.000 sejak pertama kali diluncurkan pada Oktober 2020.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Terkenal Sebut Crypto Ini Bisa Naik ke $1000 Tahun Ini

    Beberapa hari terakhir, terdapat satu analisis berupa video yang dibentuk oleh salah satu analis dan influencer tenar di dunia media sosial.

    Analis tersebut adalah Coin Bureau yang akhir-akhir ini mendapatkan ketertarikan cukup tinggi dari mayoritas investor crypto.

    Prediksi Apresiasi Litecoin

    Sebelumnya, Coin Bureau sendiri telah berhasil memprediksi beberapa apresiasi crypto menuju target yang ia sampaikan.

    Saat ini ia membahas satu crypto yang sudah berada cukup lama di dunia crypto yaitu Litecoin (LTC).

    Litecoin sendiri nampaknya bangkit dalam kondisi apresiasi yang terjadi beberapa bulan lalu.

    Mayoritas pasar menganggap bahwa opini Coin Bureau menjadi satu hal yang perlu dipertimbangkan akibat analisisnya yang relatif dalam dan cukup tepat.

    Pernyataan itu juga nampaknya masih beredar di sekitar narasi bahwa adopsinya yang akan mendorong harganya naik.

    Adopsi terbaru adalah bersama dengan Flare Networks yang akan memberikan kemampuan baru untuk Jaringan Litecoin.

    Adopsi ini juga makin signifikan dengan dorongan dari Flare Networks yang akan membagikan tokennya SPARK kepada para pemilik crypto Litecoin.

    Pembagian tersebut merupakan bagian dari Airdrop untuk memberikan insentif kepada investor Litecoin untuk tidak menjual kepemilikannya.

    Selain itu, Coin Bureau memberikan beberapa data yang mendukung potensi apresiasi Litecoin terutama dalam ketertarikan terhadapnya. Ia menyatakan,

    “Saat ini investor ritel  dan investor institusional melihat ketertarikan yang meningkat terhadap Litecoin dalam beberapa bulan terakhir. Mayoritas dana ini berasal dari Reksadana Litecoin Grayscale dimana Grayscale membeli sekitar 80% dari Litecoin yang ditambang di Februari 2021.”

    Menurut video dari Coin Bureau, Litecoin dapat mengalami apresiasi namun tergantung kepada Bitcoin. Ia menyatakan,

    “Jika Bitcoin mengalami apresiasi hingga dua sampai tiga kali lipat, mayoritas Altcoins yang memiliki kapitalisasi pasar besar akan mengalami apresiasi. LTC kemungkinan akan menjadi bagian dari apresiasi ini dan dapat mencapai $1.000 pada kondisi apresiasi pasar crypto.”

    Kondisi ini diprediksi oleh mayoritas analis akan terus berlangsung hingga akhir tahun ini.

    Oleh karena itu, kemungkinan besar LTC dapat mencapai $1.000 atau sekitar Rp14,33Juta pada tahun ini.

    Baca Juga: Tiga Faktor yang Bikin Masa Depan Cryptocurrency Akan Tetap Cerah

    Litecoin Mencapai $1.000 Tahun Ini

    Melihat akan banyaknya potensi kabar positif untuk harga Litecoin, kemungkinan besar target ini akan segera tercapai di tahun ini.

    Namun kabar terbesarnya baru akan terjadi di sekitar Tahun 2023, dimana akan terjadi block halving yang akan membuat LTC semakin langka.

    Sehingga dalam jangka pendek nampaknya apresiasi ini masih harus menunggu kabar-kabar terbaru yang hingga saat ini masih belum ada publikasi terbaru.

    Walau masih merupakan opini dan analisis pribadi, Litecoin kemungkinan besar dapat mencapai apresiasi tersebut.

    Hal ini disebabkan dukungan kondisi apresiasi pasar dan fundamental Litecoin sendiri yang tergolong bagus menurut mayoritas analis.

    Baca Juga: Apa itu Litecoin Halving? Panduan untuk Pemula!

    Dengan meningkatnya adopsi crypto, kemungkinan Litecoin akan juga ikut teradopsi akibat fundamental dan proyeknya yang merupakan wadah perpindahan crypto.

    Saat ini LTC juga masih bergerak dalam koreksi bersama mayoritas crypto walau kemarin mengalami apresiasi sekitar 33,23%.

    Kemungkinan konsolidasi masih akan terus terjadi hingga akhir Bulan bersama dengan banyaknya publikasi data perekonomian dan juga kedaluwarsanya mayoritas kontrak derivatif.

    Jika ingin pulih kemungkinan besar Litecoin harus melewati batas atas di sekitar $200 atau Rp2,9 Juta hingga $300 atau Rp4,3 Juta yang dapat memulai apresiasi ke harga tertinggi baru.

    Namun, untuk Litecoin dapat mencapai $1.000 atau Rp14,33 Juta hanya waktu yang dapat memastikan, tapi masih merupakan sebuah kemungkinan yang besar.

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Faktor yang Bikin Masa Depan Cryptocurrency Akan Tetap Cerah

    • Decentralized finance atau keuangan yang terdesentralisasi menjadi kunci masa depan cryptocurrency. Sistem ini sangat memungkinkan membuat efisien segala bentuk transaksi keuangan>

    • Non Fungible Token (NFT) yang hingga saat ini mulai banyak diminati oleh para kreator

    • Blockchain yang akan terus berkembang menciptakan token-token baru kedepannya industri cryptocurrency tidak hanya sebatas sebagai alat untuk investasi spekulatif.


    Mei 2021 menjadi salah satu massa bersejarah bagi pasar mata uang kripto. Di mana hanya dalam 7 hari penurunan harga mayor coin seperti Bitcoin dan sejumlah altcoin bervolume besar anjlok 50%.

    Fase ini merupakan suatu yang biasa terjadi di pasar mata uang kripto. Namun, bisa saja dinilai sebagai fase terburuk bagi trader yang baru nyemplung di ekosistem ini.

    Kendati demikian, sejumlah analis dan ahli menilai fenomena ini masih dalam batas normal. Artinya, apabila melihat tren ke belakang volatilitas seperti ini merupakan bagian dari dinamika pasar crypto. Di mana ada penurunan signifikan, ada pula kenaikan yang tak kalah pesatnya.

    Sejumlah analis percaya diri industri ini masih akan terus berkembang. Dan menemukan pengembangan yang lebih aman dan dewasa.

    Berikut rangkuman pernyataan analis dan ahli terkait dengan hal yang bisa bikin pasar crypto semakin berkembang.

    Decentralized Finance

    Salah satu keunikan dan keunggulan cryptocurrency adalah tidak adanya otoritas tunggal yang mengatur jalannya transaksi keuangan. Decentralized finance atau keuangan yang terdesentralisasi menjadi kunci masa depan cryptocurrency. 

    Sistem ini sangat memungkinkan membuat efisien segala bentuk transaksi keuangan. Selain efisien, sistem ini menawarkan transparansi dan demokratisasi keuangan. 

    Baca Juga: Cryptocurrency Adalah Statement Paling Kritis Terhadap Sistem Keuangan Global

    Pendiri dan CEO platform blockchain yang berfokus pada interoperabilitas, Wanchain, Jack Lu, mengatakan pasar keuangan yang terdesentralisasi telah memperoleh daya tarik yang cukup besar baru-baru ini. Sampai saat ini nilai total segmen ini terkunci dan jumlah aplikasi tumbuh secara eksponensial, dikutip dari Cointelegraph.

    Selain itu, ia juga menyoroti bahwa dengan semakin banyaknya solusi interoperabilitas blockchain yang sekarang masuk ke ruang ini, tampaknya pasar keuangan terdesentralisasi akan terus tumbuh dan menarik minat banyak investor baru di seluruh dunia.

    Non Fungible Token (NFT)

    Pasar crypto telah melahirkan non fungible token atau NFT, yang menurut banyak ahli merupakan ruang yang akan terus berkembang di masa depan. Terutama dengan semakin banyaknya artis, musisi, dan pembuat konten yang mengadopsi sistem ini. Hingga saat ini para kreator terus mengadopsi penawaran digital baru tersebut.

    Blockchain

    Tidak akan ada cryptocurrency apabila tidak ada jaringan blockchain. Blockchain adalah penyangga utama industri ini. Dan teknologi ternyata tidak hanya berguna bagi cryptocurrency, namun sejumlah aspek sangat bisa didukung oleh jaringan tersebut.

    Dikutip dari Cointelegraph, dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah negara termasuk Bahama, Kamboja, dan China semuanya telah menguji atau meluncurkan digital currency yang didukung bank sentral mereka sendiri.

    Oleh karena itu, kedepannya industri cryptocurrency tidak hanya sebatas sebagai alat untuk investasi spekulatif. Karena sebagian besar token yang beredar saat ini tidak selalu dikategorikan sebagai mata uang atau alat investasi. Lebih dari itu, mereka dapat menjadi token utilitas dari berbagai fungsi atau barang koleksi.

    Baca Juga: Tidur Panjang tapi Rejeki tidak Dipatok Ayam? Ini caranya!

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi di Portalkripto bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Alasan Bitcoin Mulai Pulih, Pertanda Baik untuk Pasar Crypto

    Sentimen negatif di sekitar pasar crypto nampaknya masih terus berlanjut, terutama dengan Cina yang masih menebarkan FUD di sekitar pasar.

    Namun, nampaknya saat ini terdapat beberapa pertanda yang dapat menjadi alasan bahwa potensi pemulihan dapat terjadi dalam waktu dekat.

    4 Alasan Bitcoin Mulai Pulih

    Walau saat ini mayoritas investor masih memiliki persepsi negatif, terdapat beberapa data yang dapat membuktikan bahwa Bitcoin dapat mulai pulih.

    Perlu diingat bahwa tidak ada yang mengetahui akhir koreksi ini, namun beberapa data ini dapat menjadi pertanda dan bantuan analisis untuk melihat akhir koreksi.

    1. Indeks Fear & Greed

    Data Indeks Fear & Greed menunjukkan data yang belum pernah terlihat lagi sejak April 2020, dimana saat itu pasar crypto mengalami koreksi dalam.

    Pada saat itu Bitcoin sendiri mengalami koreksi yang cukup dalam yaitu lebih 50% akibat adanya pengumuman pandemi Covid-19.

    Saat itu, mayoritas pelaku pasar menyebut koreksi oleh Bitcoin dan pasar crypto sebagai “Black Thursday” atau “Kamis Kelam”.

    Namun, di sisi positifnya, saat itu adalah saat yang sangat baik untuk melakukan pembelian, walau tidak terlihat jelas pada saat peluang itu terjadi.

    Saat ini, hal yang sama terjadi, dimana koreksi terjadi lebih dari 50%, yang dapat menjadi pertanda pemulihan yang tinggi jika hal yang sama terjadi.

    Baca Juga: 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Investasi Bitcoin di 2021

    Mayoritas investor menganggap hal ini menjadi pertanda untuk melakukan pembelian kembali, walau masih terdapat beberapa yang negatif.

    Tapi hal ini dapat dijadikan pertanda yang cukup baik akibat dalam pasar keuangan, searah cenderung berulang kembali.

    2. Model Stock to Flow

    Selain data Indeks Fear & Greed, Model Stock to Flow (S2F) yang umumnya memprediksi pergerakan Bitcoin, juga memperlihatkan hal yang sama.

    Saat ini model tersebut memprediksi bahwa batas bawah koreksi adalah pada $30.000 atau Rp429,9 Juta.

    Melihat adanya pemulihan dari batas tersebut, Model S2F memprediksi bahwa akan terjadi pemulihan, jika melihat pada pergerakan sejarah prediksi S2F sebelumnya.

    Dalam sejarah Bitcoin, Model S2F dan siklus halving 4 Tahun telah memprediksi pergerakan Bitcoin secara akurat.

    Pernyataan dari PlanB, pencipta model ini, memiliki kesimpulan bahwa kondisi saat ini hanya sebuah koreksi dan pasar apresiasi atau bull market masih akan terus berlanjut.

    Oleh karena itu, jika mengacu pada model ini, saat ini batas bawah pergerakan regresi model masih berada pada Rp429,9 Juta.

    Sebelumnya saat berada pada batas bawah regresi model, Bitcoin mengalami apresiasi yang cukup signifikan, seperti di 2019 dan 2020.

    3. Jumlah Stablecoin di Bursa Meningkat

    Jumlah Stablecoin yang berada di mayoritas bursa dunia saat ini berada pada angka tertingginya yang membuat pertanda adanya pihak besar yang menunggu untuk membeli.

    Namun terdapat kemungkinan lain bahwa angka ini merupakan aliran dana dari investor baru yang baru saja masuk ke dalam ekosistem crypto.

    Tapi melihat data yang beredar saat ini, kemungkinan besar dorongan beli tersebut adalah sebab dari investor besar yang bersiap membeli dalam jumlah besar.

    Sebagai tambahan, John Bollinger, pencipta indikator Bollinger Bands, percaya Bitcoin berada pada batas bawahnya, yang menandakan potensi pemulihan akibat kejenuhan koreksi.

    Semua pertanda ini bergerak menjadi satu untuk membuktikan bahwa terdapat potensi pemulihan oleh Bitcoin dalam jangka pendek.

    Setelah mengalami koreksi yang cukup signifikan, nampaknya saat ini merupakan saat yang tepat untuk Bitcoin mulai pulih kembali.

    Baca Juga: Volatilitas Tinggi Aset Kripto adalah Wajar

    4. Dominasi Bitcoin Mulai Pulih

    Pertanda terakhir adalah dominasi Bitcoin yang angkanya telah mulai mengalami pemulihan kembali ke 47% setelah menyentuh 40%, nilai terendahnya sejak koreksi terjadi.

    Kemungkinan besar pemulihan ini akan terus terjadi terutama dengan semakin turunnya kondisi spekulasi terhadap beberapa Altcoins yang memiliki fundamental buruk.

    Menurut beberapa ahli pasar crypto kondisi spekulasi ini adalah penyabab kondisi crypto semakin buruk dalam koreksi.

    Sehingga dengan mulai meredanya kondisi spekulasi, pemulihan dapat segera terjadi akibat volatilitas dan leverage berlebihan yang mulai menurun.

    Sulit dipahami bahwa crypto-crypto berfundamental kurang baik dan baru tersebut akan bertahan lama melihat spekulasi yang sangat besar di dalamnya.

    Jadi, saat ini asumsi yang beredar di pasar adalah uang telah berpindah dari crypto yang memiliki fundamental buruk ke yang memiliki fundamental baik.

    Aliran dana tersebut membuat potensi dorongan beli kembali kepada Bitcoin dan Altcoins baik lainnya.

    Sehingga aliran dana tersebut dapat membuat pemulihan dan stabilitas kembali di pasar crypto.

    Hal tersebut membuktikan pentingnya melakukan investasi kepada crypto yang memiliki fundamental baik.

    Jadi saat kondisi seperti ini terjadi, investasi masih relatif aman secara jangka panjang.

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volatilitas Tinggi Aset Kripto adalah Wajar

    Volatilitas pasar yang terjadi belakangan ini bukanlah hal baru bagi pasar aset kripto. Pada dasarnya, aset kripto memang dikenal karena fluktuasinya yang tinggi. Namun, beberapa hari terakhir, terjadi perubahan besar yang mungkin saja membuat sebagian orang merasa khawatir.

    Tanggal 19 Mei 2021 menjadi penanda sekaligus hari pertama dalam sejarah ketika Bitcoin mengalami pergerakan hingga 10 ribu dolar AS dalam sehari.

    Baca Juga: SEC AS Siap Tangani Penipuan Terkait Aset Kripto

    Setelah itu, nilai Bitcoin sempat terjun sampai 30 ribu dolar AS, namun hal ini direspon baik dengan pembelian cepat oleh pasar.

    Hasilnya, nilai Bitcoin di pasar mengalami peningkatan kembali (rebound) hingga 40 ribu dolar AS.

    Menurut pengamatan kami, ada tiga faktor penting yang berperan membentuk kondisi ini.

    Pertama, ada generasi baru trader dan investor yang memasuki pasar.

    Kedua, generasi baru trader dan investor tersebut belum pernah sama sekali mengalami kejatuhan harga, yang biasa terjadi di pasar aset kripto.

    Ketiga, investor ritel baru biasanya lebih mudah terpengaruh sensasi, misalnya saat terjadi peningkatan harga DOGE dan atau penurunan harga BTC secara tiba-tiba akibat cuitan Elon Musk.

    Akibatnya, harga Bitcoin yang terjun bebas kemarin menyebabkan koreksi lebih besar dari biasanya.

    Secara umum dapat dipahami bahwa koreksi pasar mengindikasikan pola pembalikan ke pasar bullish, yang terjadi selama periode pertumbuhan harga.

    Ketika harga suatu aset naik untuk jangka waktu yang lama, nilainya dapat terapresiasi melebihi nilai aslinya.

    Hal ini menyebabkan permintaan aset melemah dan tekanan untuk menjual meningkat, sehingga mengakibatkan koreksi pasar.

    Baca Juga: Hanya dengan Duduk Manis Bisa Dapat TKO Gratis

    Walau begitu, koreksi dan penurunan harga tidak selalu menjadi pertanda buruk.

    Kedua faktor ini mengindikasikan bahwa kondisi pasar yang overextended dan overbought memang membutuhkan koreksi ketika pembeli mengambil keuntungan, sehingga harga dapat turun.

    Ketika pasar mengalami oversold, pasar akan mencapai tingkat harga tertentu yang menarik bagi pembeli untuk masuk dan membentuk dasar harga baru.

    Koreksi ini biasanya akan diikuti oleh tahap pemulihan yang akan diikuti oleh fase uptrend dan bullish.

    Selain itu, ekosistem aset kripto saat ini secara fundamental berbeda dengan tahun 2013-2014 atau 2017-2018, begitu pun dengan tahun 2009 ketika jaringan Bitcoin baru diluncurkan.

    Baik dari sisi kepentingan publik dan institusional dalam aset digital itu sendiri, ekosistem pertukaran, maupun teknologi blockchain yang mendasarinya.

    Data menunjukkan bahwa institusi-institusi di atas telah membeli dan memiliki Bitcoin dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.

    Meski begitu, belum dapat diprediksi apakah dalam waktu dekat, pasar akan mengalami kelangkaan Bitcoin akibat suplai yang terbatas.

    Dalam jangka panjang, pasar hampir mencapai titik di mana Bitcoin mengalami overextended dan koreksi.

    Koreksi mendalam ini dibutuhkan untuk mengantisipasi pergerakan selanjutnya hingga fase bull market berikutnya.

    Pada 2013, pasar bullish aset kripto mengalami fase konsolidasi lima bulan.

    Selama periode itu, Bitcoin turun lebih dari 50 persen dan kemudian naik kembali hingga 1.000 persen menjelang akhir 2013.

    Sementara itu, pasar bullish 2017 mengalami kemunduran sekitar 35 persen sebelum akhirnya tiba di titik All Time High (ATH) pada level 20 ribu dolar AS.

    Dari hal tersebut dapat dipahami bahwa koreksi dan konsolidasi merupakan hal yang lazim terjadi di setiap instrumen aset keuangan yang dapat diperjualbelikan.

    Untuk itu, sangatlah bijak untuk mengambil keuntungan, berinvestasi, atau cut loss dengan menggunakan strategi Cost-Dollar Average.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 2021 Cashback – Beli BIDR, Dapatkan 21% Cashback!

    Tokocrypto dan Binance kembali bekerja sama untuk mengadakan promo 2021 Cashback! Promo ini adalah bagian dari event FREEbruary.  

    Untuk setiap pembelian BIDR melalui Merchant Tokocrypto di Binance P2P, Anda akan mendapatkan cashback TKO tokens sebanyak 21%! Masih ada lagi loh, Anda juga bisa mendapatkan Bonus 15.000 BIDR.

    Periode: 09/02/2021 15:00 PM WIB – 23/02/2021 23:59 PM WIB

    Peraturan:

    • Beli minimal 200.000 BIDR di Binance P2P melalui Merchant Tokocrypto untuk mendapatkan 21% cashback.
    • Saat bertransaksi, sebut “Cashback FREEbruary” di Chatbox dengan Merchant Tokocrypto. Cek Tokocrypto ID disini. Contoh: “Cashback FREEbruary – 178590”
    • Bonus 15.000 BIDR: Bonus ini berlaku untuk user baru di Tokocrypto yang sudah berhasil KYC (terdaftar dalam periode promo). Anda wajib mendaftar di Tokocrypto melalui link ini, dan trade minimal 5 USD. Anda wajib mendaftar di Tokocrypto melalui LINK ini, dan trade minimal 5 USD.

     

    Panduan:

    Syarat & Ketentuan:

    • Semua peserta wajib memiliki akun Tokocrypto agar memenuhi syarat untuk mendapatkan cashback dan menerima hadiah.
    • Jumlah transaksi minimum untuk mendapatkan cashback adalah 200.000 BIDR.
    • Nilai cashback maksimum adalah Rp 105.000 dalam token TKO.
    • Cashback TKO dan Bonus BIDR hanya berlaku untuk satu transaksi per user dan hanya berlaku untuk 400 user pertama.
    • Untuk memenuhi syarat bonus 15.000 BIDR, user harus terdaftar di Tokocrypto sebagai user baru (dalam periode promo) melalui link ini dan memiliki setidaknya satu (1) trade sebanyak 5 USD pada produk dan pair apa pun.
    • Bonus 15.000 BIDR akan di distribusi ke akun Tokocrypto.

    Peringatan risiko: Investasi Cryptocurrency tunduk pada risiko pasar yang tinggi. Binance tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung, tidak langsung, atau konsekuensial sebagai akibat dari kompetisi trading. Harap lakukan investasi Anda dengan hati-hati.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bloomberg: Harga Bitcoin Bisa Melompat Menjadi $ 500.000

    Pada beberapa minggu terakhir, pertumbuhan Bitcoin terlihat sangat bagus, banyak yang memprediksi bahwa harga bisa mencapai Rp 200 juta pada bulan ini.

    Namun, semuanya salah karena USD menguat dan juga penambang menjual BTC-nya ke bursa.

    BTC yang sudah mencapai $12.000 di Binance dan Rp 186 juta di Indodax, sangat cepat turun menjadi $10.000-an di bursa luar dan Rp 154 juta di Indodax.

    Pada saat penulisan artikel ini, harga semakin turun di semua bursa, luar dan Indonesia. Binance menunjukkan harga $10.200, sementara, Indodax memperjualbelikan di Rp 152 juta-an.

    Tidak hanya pasar kripto, S&P 500 dan emas juga mengalami koreksi yang sama.

    Mengenai langkah Bitcoin selanjutnya, analis top di Bloomberg, Mike McGlone, telah mengindikasikan bahwa crypto utama ini bisa saja meroket menjadi $ 500.000. Namun, dia tidak menulis kapan ini akan terjadi.

    McGlone menyatakan bahwa Bitcoin saat ini berada di pasar Bullish walaupun adanya penurunan Rp 30 juta dari harga tertinggi tahun ini.

    Dia juga menulis bahwa level resistensi yang lama di $10.000 sudah menjadi level support yang kuat.

    Dia juga mengamati bahwa pasar kripto saat ini hampir sama dengan pasar Bullish 2017.

    Satu-satunya perbedaan saat ini termasuk adanya pertukaran desentralisasi yang berkembang pesat (DEX) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), keduanya merupakan bahan bakar untuk harga Bitcoin yang belum ada pada 2017.

    McGlone lebih lanjut berpendapat bahwa pasokan Bitcoin yang terbatas akan semakin meningkatkan kenaikan harga di masa depan.

    Berita Terkait: Makin Gila! Analis PlanB Memprediksi Bitcoin Bisa Mencapai $ 864.000 pada 2024

    Selain itu, volatilitas yang menurun akan semakin memperkuat status Bitcoin sebagai penyimpan nilai yang lebih baik daripada aset lainnya.

    “Pasokan terbatas vs. peningkatan permintaan adalah intinya untuk Bitcoin, dengan dasar makroekonomi yang mendukung pergerakannya menuju kapitalisasi pasar emas, dengan harga $ 500.000 menurut beberapa perkiraan. Atau bisa gagal. Penurunan volatilitas – terutama vs. ekuitas dan emas – menunjukkan bahwa Bitcoin semakin unggul.”

    Target harga $ 500.000 didasarkan pada premis bahwa patokan crypto pada akhirnya akan melampaui kapitalisasi pasar emas sekitar $ 9 triliun, dimana Bulls Bitcoin Anthony Pompliano memperkirakan bahwa ini akan terjadi dalam waktu kurang dari 10 tahun.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini mencapai $ 195 miliar, yang berarti bahwa kapitalisasi pasar emas masih 45 kali lebih besar daripada BTC pada saat penulisan ini.

    Banyak top analis dari perusahaan besar memprediksi BTC akan naik di masa depan. Bahkan, perusahaan besar Microstrategy juga membeli BTC untuk menjadi aset cadangan.

    Tapi tetap saja, popularitas BTC masih perlu diwaspadai karena pengaruh fundamental tak terduga masih bisa terjadi yang tentu bisa menjadikan harganya jatuh ke jurang nol. Kita lihat saja.

    Baca Juga: Ketahui Cara Trading yang Simple Tapi Untung



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Tokocrypto Sebagai Salah Satu Market Bitcoin

    Tahukah Anda, bahwa sekarang Indonesia telah melegalkan aset kripto? Memang, aset kripto sampai saat ini belum disahkan menjadi alat pembayaran atau mata uang, melainkan sebagai alat investasi yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka. Namun, hal itu tidak menyurutkan perkembangan market bitcoin yang makin melesat di Indonesia.

    Perkembangan Bitcoin di Indonesia 

    Melalui riset yang diadakan tim blockchain dari project Onfo pada April 2020, hasil riset tersebut mengatakan bahwa terdapat 4,350 masyarakat Indonesia yang tertarik dengan ajakan pengguna lain untuk mencoba aset kripto. Angka ini terlihat lebih banyak bila dibandingkan dengan negara lain dalam riset yang sama, seperti Amerika Serikat, Jerman, dan Rusia.

    Terlebih saat ini bitcoin berada di harga $32,796.80USD pada Minggu (24/01/2021) yang apabila dikonversikan ke rupiah menyentuh harga sekitar 460 juta rupiah. Hal ini menunjukan tren kenaikan yang signifikan bila dibandingkan harga bitcoin pada Juni 2020 dengan nilai $ 9.000 USD atau sekitar 130 juta rupiah.

    Bitcoin, Aset Kripto yang Populer Saat Pandemi

    Sebagai aset kripto pertama yang diciptakan pada Januari 2009 oleh pihak anonim dengan nama samaran Satoshi Nakamoto, bitcoin terus menduduki posisi pertama di CoinMarketCap. 

    Kemudian, jika kita melihat harga saham yang mengalami tren penurunan saat awal pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi, bitcoin malah menunjukkan tren sebaliknya karena harganya yang justru melambung tinggi. 

    Terlebih Indonesia telah melegalkan aset kripto termasuk bitcoin yang diatur oleh BAPPEBTI melalui peraturan BAPPEBTI No. 5 Tahun 2019 yang menjelaskan bahwa aset kripto diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa efek berjangka. Hal ini tentu disambut oleh masyarakat Indonesia karena kini bitcoin bisa dijadikan sebagai salah satu pilihan investasi yang menjanjikan.

    Tokocrypto, Salah Satu Market Bitcoin dan Penyedia Aset Kripto Pertama Berlisensi di Indonesia

    Pertama kali diluncurkan oleh Pang Xue Kai pada bulan Januari 2018, Tokocrypto merupakan crypto exchanger di Indonesia yang telah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI dengan nomor 001/BAPPEBTI/CP-AK/11/2019.

    Keseriusan Tokocrypto untuk terus memberikan kepercayaan kepada publik serta nasabah yang melakukan transaksi jual beli aset kripto, menjadikan Kai berusaha memenuhi persyaratan yang dibutuhkan dan diatur oleh dua peraturan BAPPEBTI, yaitu No. 5 Tahun 2019 serta No. 9 Tahun 2019. Dengan itu, Tokocrypto berhasil menjadi platform jual beli aset kripto pertama di Indonesia yang berlisensi.

    Kini Tokocrypto hadir di Mobile App!

    Dari tahun ke tahun, Tokocrypto senantiasa menghadirkan inovasi yang bertujuan untuk memberikan pengalaman terbaik kepada nasabah dalam melakukan jual beli aset kripto, salah satunya dengan kehadiran Tokocrypto Mobile App!

    Kehadiran Mobile App ini pastinya untuk memberi kemudahan dalam investasi aset kripto, karena Anda bisa berinvestasi dimana pun dan kapan pun. Terlebih, Anda bisa mendapatkan harga aset kripto terbaik dengan fitur order book hanya dari smartphone

    Selain itu, proses Know Your Customer (KYC) juga lebih mudah di Tokocrypto Mobile App dan Anda bisa mendapat update perihal token baru yang akan terus bertambah dan banyak promo yang menanti!

    Gimana, kece, kan? Sebagai market bitcoin yang juga diawasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Tokocrypto akan terus berinovasi dan fokus kepada UI/UX sehingga jual beli aset kripto akan semakin nyaman dan menyenangkan! 

    Jika Anda ingin mengetahui informasi terbaru silakan kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau media sosial kami @Tokocrypto.

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Outlook Pasar Crypto di Quarter 2 2020

    Bulan Maret merupakan bulan yang sangat spektakuler bagi aset crypto. Setelah hampir 2 bulan penuh sejak awal tahun 2020 hampir semua harga aset crypto naik, di awal Maret harga sempat anjlok hampir 50%, hanya untuk kembali naik ke zona yang sama dengan akhir 2019. Akankah harga aset crypto kembali naik dan mengembalikan optimisme para investor?

    Gambar: Setelah turun, Bitcoin mencoba naik ke posisi yang sama dengan akhir 2019

    Mari kita lihat harga dari raja aset crypto: Bitcoin. Selama bulan Maret harga Bitcoin sempat turun dari 9200-an USD ke 3800-an USD, turun lebih dari 50% hanya dalam beberapa hari saja, hanya untuk memantul ke zona 5900-an USD. Sejak hampir 2 minggu yang lalu, harga Bitcoin mulai memperlihatkan mulai adanya kenaikan secara bertahap menuju 7000-an USD.

    Bagaimanakah kira-kira pergerakan harga Bitcoin di Quarter 2 2020?

    Sepintas, optimisme dirasa akan kembali menjelang adanya event halving Bitcoin di minggu kedua bulan Mei dan ada 2 aset crypto lainnya yang akan mengalami halving lebih awal (BCH dan BSV). Namun, tidaklah bijak jika investor langsung masuk tanpa pertimbangan yang matang.

    Pertama, aset crypto BCH dan BSV yang akan segera mengalami halving di bulan April, baru akan mengalami halving pertamanya, sehingga belum ada data yang bisa memberikan gambaran ke mana arah pergerakannya nanti.

    Kedua, kondisi dunia di tengah pandemi virus corona (penyakit COVID-19) sekarang masih penuh dengan ketidakpastian. Jika kita melihat pasar ekonomi yang lain, memang sudah ada “recovery” contohnya di pasar saham IHSG dan DJIA

    Gambar: Dow Jones Industrial Average sudah menunjukkan kenaikan

    Jika diperhatikan, pergerakan harga aset crypto juga meniru pergerakan harga kedua index saham tersebut

    Yang perlu kita waspadai adalah adanya “bull-trap” atau kenaikan harga sebentar di tengah-tengah “badai bearish” yang terjadi. Hal ini bisa menjebak para trader dan investor dan membuat mereka mengalami kerugian yang besar

    Gambar: Skema siklus pasar dan bull trap

    Apakah sekarang waktu yang tepat untuk beli aset crypto?

    Tergantung manajemen uang dan resiko, sekarang bisa jadi saat yang tepat, bisa juga tidak. Walaupun harga masih ada potensi turun, jika manajemen uang dan resiko dilakukan dengan baik, kita masih bisa mendapatkan keuntungan yang cukup memuaskan.



    Sumber : news.tokocrypto.com