Author: 12

  • Dapatkan Keuntungan Lebih Dengan Staking NFT TKO di Bakeryswap

    Melakukan kegiatan jual beli NFT bukanlah satu-satunya sumber untuk mendapatkan penghasilan dari aset kripto. Tentunya Anda dapat memiliki penghasilan tambahan (passive income) aset kripto dengan melakukan staking NFT. Staking NFT menjadi sangat ramai diperbincangkan di kalangan masyarakat, khususnya di kalangan trader

    Ada baiknya untuk terlebih dahulu mengenal tentang staking coin, sebelum membahas cara staking NFT TKO di Bakeryswap, Yuk, simak lengkapnya di sini!

    Apa itu Staking Coin?

    Secara sederhana staking coin disebut dengan pertaruhan yang akan memberikan Anda komisi, karena secara tidak langsung, Anda telah mempertaruhkan aset yang Anda titipkan ke dalam sistem tersebut. Aset tersebut tentunya memiliki peran dalam membantu ketahanan jaringan. 

    Selain itu, staking coin ini dapat dijadikan sebagai penambangan alternatif, karena Anda tidak perlu menggunakan perangkat yang canggih. Dapat dikatakan jika staking coin merupakan aktivitas untuk menambang aset kripto tanpa membutuhkan sumber daya yang canggih, sehingga tidak perlu menguras sumber energi yang berlebihan.

    Anda dapat mempelajari dasar ilmu untuk melakukan staking coin di sini!

    Kenalan dengan Bakeryswap: Platform untuk Staking NFT TKO

    Tentu ada beberapa orang yang belum mengetahui tentang Bakeryswap. Bakeryswap adalah protokol DeFi yang dibangun di atas Binance Smart Chain yang menawarkan berbagai reward yang menarik. Bakeryswap juga merupakan salah satu platform terbaik untuk staking NFT TKO.

    Pada pekan lalu, Tokocrypto tengah melakukan pengembangan pada utilitas terbarunya, Tokocrypto menghadirkan layanan staking dan saving untuk TKO pada jaringan Binance. Dengan melakukan staking dan saving, trader yang mengunci TKO miliknya akan mendapat bunga berdasarkan durasi penyimpanannya. 

    Dilansir melalui Kontan.co.id, Rieka Handayani selaku Head of Public Relations Tokocrypto memaparkan, pada saat ini, plan yang sedang berjalan di TKO adalah Bakeryswap, Binance Saving & Binance Staking, dan  ForTube. Paparnya pada Jumat, 21 Mei 2021.

    Cara Staking NFT TKO di Bakeryswap

    Hal utama yang perlu Anda ketahui adalah staking yang dilakukan kali ini, bukanlah staking token/koin biasa, melainkan NFT. Sebelum melakukan staking NFT TKO di Bakeryswap, Anda perlu memastikan bahwa Anda telah memiliki NFT TKO, karena staking pool ini merupakan kerjasama antara BakerySwap dengan Tokocrypto.

    NFT TKO tentunya tidak dapat digantikan dengan NFT lainnya, oleh sebab itu jika Anda tidak memiliki NFT TKO. Anda dapat membeli NFT TKO melalui market milik Bakerswap. Sebelum membeli NFT TKO, Anda juga perlu memerhatikan untuk tidak membelinya dengan harga over-priced.

    Berikut cara staking NFT TKO di Bakerswap:

    1. Hal yang pertama adalah membuka Bakeryswap pada halaman browser Anda. Kemudian, pilih menu earning, selanjutnya cari pool ‘TKO NFT to TKO’. Lalu, klik select.
    2. Setelah itu, Anda dapat melakukan klik pada ‘Approve TKO NFT’ tunggu hingga muncul layar konfirmasi transaksi biaya pada layar Anda. Buka kunci, lalu pilih Approve. 
    3. Selanjutnya, tombol akan berubah menjadi tombol Unstake dan tombol +. Disarankan bagi Anda, untuk menggunakan tombol +, apabila Anda ingin menambah staking NFT, dan gunakan tombol Unstake apabila Anda ingin mengambil semua NFT beserta hasil pendapatan TKO (semuanya memiliki biaya transaksi). Seluruh aset akan langsung ditransfer kembali menuju wallet (dompet digital) milik Anda.

    Disarankan bagi Anda, untuk tidak terlalu sering dalam menggunakan tombol Harvest, Anda dapat menggunakan tombol Harvest hanya jika Anda benar-benar butuh untuk mencairkan TKO pada saat itu saja. Apabila Anda merasa tidak butuh, cukup Anda biarkan saja TKO terkumpul terus di pool staking. Tentunya, hal ini bertujuan untuk menghemat biaya transaksi Anda.

    Anda dapat memulai staking NFT di Bakeryswap untuk mendapatkan passive income aset kripto TKO. Atau justru Anda lebih berminat mendapatkan penghasilan lebih, selain staking NFT? Anda dapat berinvestasi di Tokocrypto. Tokocrypto telah terdaftar secara legal dan resmi di BAPPEBTI. Yuk, mulai investasi di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dapatkan TKO Gratis Dengan Staking di Pancakeswap!

     

    Pasar aset kripto menjadi sorotan masyarakat luas karena ramai diperbincangkan di media sosial. Terlebih saat kehadiran token baru, TKO yang diluncurkan oleh Tokocrypto x Binance menambah antusiasme pecinta kripto. Selain melalui trading, Anda bisa mendapat TKO secara gratis dengan staking di PancakeSwap, lho.

    Staking Koin: Cara Dapat Kripto Selain Mining

    Secara sederhana, staking adalah mempertaruhkan aset kripto yang telah Anda miliki kepada pihak ketiga seperti PancakeSwap. Cara kerja staking sendiri adalah pengguna harus memvalidasi blok pada protokol blockchain menggunakan konsensus Proof-of-Stake (PoS). 

    Lantas, apa perbedaan antara mining dengan staking?

    Perbedaan mining dan staking terletak pada konsensusnya. 

    Di mana mining menggunakan konsensus Proof-of-Work (PoW) sehingga para miners harus memiliki perangkat komputer khusus untuk mining. Sedangkan pada staking yang menggunakan konsensus PoS, seseorang hanya perlu mengunci sejumlah koin yang mereka punya di blockchain dalam kurun waktu tertentu dan setelahnya akan mendapat reward.

    Pada umumnya, tujuan dari staking ini adalah untuk mendapat passive income, karena caranya mudah dan tidak membutuhkan perangkat komputer yang rumit. 

    Kenalan dengan Metamask dan PancakeSwap, yuk!

    Sebelum lanjut kepada langkah-langkah untuk mendapat TKO gratis dengan staking, mari kenalan dulu dengan Metamask dan PancakeSwap!

    Metamask merupakan wallet aset kripto yang dapat digunakan pada beberapa browser, seperti Firefox, Chrome, Brave, dan Edge. Metamask bekerja seperti extension pada browser yang menjembatani antara browser dengan blockchain Ethereum.

    Untuk mendapatkan TKO dengan gratis, Anda bisa menggunakan Metamask yang nantinya akan digunakan secara bersamaan untuk staking di PancakeSwap.

    Nah, PancakeSwap apa, sih?

    PancakeSwap sendiri adalah pertukaran terdesentralisasi yang mirip dengan UniSwap milik Ethereum, namun PancakeSwap berjalan di atas Binance Smart Chain. 

    Jika pada penjelasan sebelumnya Metamask bekerja sebagai jembatan antara browser dengan blockchain Ethereum, maka kita harus set up Metamask dengan pengaturan khusus agar bisa digunakan untuk mendapat TKO melalui PancakeSwap yang berjalan di Binance Smart Chain.

    Berikut cara set up Metamask yang benar sebelum staking di PancakeSwap:

    1. Download Metamask pada link ini dan sesuaikan dengan browser Anda
    2. Setelah download, tambahkan Metamask sebagai extension pada browser 
    3. Kemudian, masuk ke Metamask, klik “Get Started” dan klik “Create a Wallet”
    4. Usai membaca Terms and Condition dan menyetujuinya, buat kata sandi baru dan pastikan memiliki konfigurasi yang rumit
    5. Selanjutnya, klik pada bagian “Ethereum Mainnet” dan ubah menjadi “Custom RPC” untuk mengubah pengaturan Metamask menjadi Binance Mainnet. 
    6. Pada Custom RPC, Anda harus mengisi kolom dengan set up di bawah ini untuk menjadikannya Binance Mainnet:
    7. Congratulations! Anda telah memiliki SmartChain Mainnet di wallet Metamask!

    Usai Set Up Metamask, Saatnya Dapat TKO Gratis di PancakeSwap!

    Jika Anda kesulitan untuk mendapat TKO dengan mengikuti Launchpad di Binance, Anda bisa mendapatkannya secara gratis melalui staking di PancakeSwap. 

    Berikut langkah staking di PancakeSwap untuk mendapat TKO Gratis:

    1. Klik link ini untuk menuju ke PancakeSwap
    2. Sambungkan Metamask dan PancakeSwap dengan menekan tombol “Connect”
    3. Pilih “Trade” dan klik “Liquidity”
    4. Setelah masuk ke page Liquidity, klik “Add Liquidity”
    5. Klik “Select a currency” dan pilih TKO serta BNB
    6. Masukan jumlah nominal BNB (Jumlah BNB ini nantinya akan dikalkulasikan dengan jumlah TKO)
    7. Sisakan  BNB Anda untuk biaya transaksi, ya!
    8. Jika sudah masukkan nominal yang diinginkan, klik “Supply”
    9. Setelah muncul pop-up konfirmasi yang berisi detail transaksi, klik “Confirm Supply”
    10. Pop-up konfirmasi akan muncul kembali pada Metamask Anda dan klik “Confirm”
    11. Jika sudah selesai, akan tertulis “Transaction Submitted” dan klik “Close”
    12. Langkah berikutnya klik “Farms” dan cari “TKO-BNB”
    13. Aktifkan Stake TKO-BNB LP Anda dengan klik “Enable” dan klil “Stake LP”
    14. Masukkan nominal dan klik “Confirm”
    15. Konfirmasi ulang melalui pop-up yang muncul pada Metamask

    Nah, dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda bisa memaksimalkan keuntungan dengan staking di PancakeSwap untuk mendapat TKO gratis lebih banyak!

    Oh, iya, jangan lupa untuk selalu ketahui keuntungan dan risiko sebelum trading dan investasi aset kripto, ya! Untuk memulai investasi bitcoin dan aset kripto lainnya, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com atau di media sosial kami @Tokocrypto.

    Salam to the Moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Semakin Digilai oleh Investor Institusional, Bagaimana dengan Bitcoin?

    Ethereum semakin mendekati dominasi Bitcoin sebagai koin yang paling diburu oleh investor institusional. Cryptocurrency terbesar kedua dari segi kapitalisasi pasar ini kini telah mewakili lebih dari seperempat aset yang dikelola (assets under management ) dari produk investasi kripto.

    Hal tersebut diungkapkan oleh laporan mingguan CoinShares, yang berjudul June 1 Digital Asset Fund Flows Weekly. Laporan tersebut menyebutkan arus masuk institusional pada akhir-akhir ini melonjak signifikan sebesar US$ 74 juta.

    Investor terlembaga ini nampaknya berusaha untuk memanfaatkan kejatuhan pasar yang dimulai sejak 19 April 2021. Selama kurang lebih satu bulan, sejumlah koin kehilangan lebih dari 50% keuntungannya.

    Dalam situasi seperti itu, ETH nampaknya menjadi cryptocurrency yang paling disukai oleh investor institusional. Lebih dari 63% dari total arus masuk investasi tersebut disuntikan ke ETH. Jumlahnya sekitar US$ 46,8 juta.

    Baca Juga: Investor Positif Terhadap Ethereum 2.0, Ini Buktinya!

    “Produk ether sekarang mewakili 27% dari AUM (assets under management) gabungan untuk produk investasi kripto — pangsa tertinggi yang pernah ada,” tulis laporan tersebut.

    Selain ETH, coin lain yang menjadi incaran investor kakap adalah Cardano (US$ 5,2 juta), XRP (US$ 4,5 juta), dan Polkadot ($ 3,8 juta). Selain itu, investor institusional juga menyuntikan ke sejumlah produk aset kripto  sebesar US$11,1 juta.

    Sementara itu, arus keluar Bitcoin dilaporkan melambat. Arus keluar BTC selama tiga minggu terakhir tercatat sebesar US$246 juta.

    Meskipun demikian,  arus masuk Bitcoin selama 30 hari sebesar $47,9 juta saat ini setara dengan kira-kira sepertiga dari $147,7 juta Ether. Maka dari itu, Bitcoin masih mendominasi arus masuk tahun ini dengan hampir $4,4 miliar dibandingkan dengan $973 juta dari ETH.

    Baca Juga: Bitcoin Bisa Kembali Sentuh Harga US$ 58 Ribu, Begini Skemanya

    Namun, momentum ETH baru-baru ini telah memunculkan spekulasi mengenai persaingannya dengan BTC. Ethereum saat ini mengalahkan “dewa” cryptocurrency crypto dengan jumlah transaksi, volume, dan biaya, dan volume perdagangan.

    Berdasarkan data CoinGecko, ETH saat ini adalah aset kripto yang paling banyak diperdagangkan kedua dengan volume harian $38,8 miliar, peringkat di belakang hanya $103 miliar Tether. BTC senilai sekitar $32,9 berpindah tangan selama 24 jam terakhir.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi pada artikel ini bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Positif Terhadap Ethereum 2.0, Ini Buktinya!

    Ethereum nampaknya masih terus mendapatkan ketertarikan terutama terhadap kabar pembaruannya Ethereum 2.0.

    Ketertarikan ini tercerminkan dari beberapa hal yang nampaknya membuktikan bahwa mayoritas investor masih percaya terhadap apresiasi harga Ethereum.

    Pembaruan Jaringan Menjadi Ethereum 2.0

    Ethereum dikabarkan akan melakukan Hard Fork atau pembaruan  terhadap jaringannya yang dikabarkan akan terjadi pada Juli 2021.

    Dikabarkan bahwa Hard Fork ini bernama London Hard Fork, yang namanya terinspirasi dari tempat konferensi pemilik proyek Ethereum, yaitu di London, Inggris.

    London Hard Fork ini akan membawa Ethereum menuju versi Serenity atau yang lebih akrab dikenal sebagai Ethereum 2.0.

    Nantinya Ethereum 2.0 akan memperbaiki beberapa masalah yang ada saat ini dimana permasalahan tersebut adalah penghambat pertumbuhannya.

    Baca Juga: Ethereum 2.0 Dapat Menormalisasi Pasar GPU Ini Alasan Nvidia.

    Beberapa permasalahan yang dikabarkan akan diselesaikan adalah masalah kecepatan transaksi dan masalah interoperabilitas atau kemampuan operasional dengan blockchain lain.

    Terakhir masalah yang diselesaikan adalah masalah utama yang menjadi perhatian banyak investor yaitu masalah biaya gas atau biaya transaksi yang tinggi.

    Oleh karena itu, Ethereum menjadi satu proyek yang pembaruannya ditunggu-tunggu mengingat dominasinya yang mungkin dapat kembali setelah pembaruan.

    Bukti Pandangan Positif

    Bukti bahwa investor Ethereum terlihat positif terhadap pembaruan ini adalah jumlah Ethereum yang terkunci pada kontrak deposit untuk Ethereum 2.0.

    Kontrak tersebut menandakan jumlah pihak pemilik Ethereum yang akan setuju pindah ke jaringan Ethereum 2.0 dan meninggalkan Ethereum lama.

    Dikabarkan bahwa terdapat 5 Juta Ethereum yang terkunci saat ini yang merupakan sekitar 4% dari keseluruhan Ethereum yang ada saat ini.

    Walau terkesan kecil angka tersebut mencerminkan partisipasi pihak developer atau pengembang proyek yang ingin pindah ke Ethereum 2.0.

    Selain itu angka penguncian tersebut juga mencerminkan dukungan investor terhadap Ethereum 2.0 akibat terdapat investor proyek yang berpartisipasi.

    Investor juga terlihat masih positif terhadap Ethereum yang terlihat dari produk investasi Ethereum yang mengalami apresiasi sekitar 27% sejak pasar mengalami koreksi.

    Kemudian, terdapat data bahwa hasil dan partisipasi penambangan Ethereum juga terlihat mengalahkan Bitcoin pada Bulan Mei 2021.

    Hal tersebut menandakan bahwa mayoritas pasar saat ini semakin percaya terhadap Ethereum yang terlihat dari sisi ekosistem dukungannya yang berkembang.

    Terakhir, saat ini volume transaksi Non Fungible Token atau NFT juga masih terlihat stabil bahkan naik walau pasar crypto mengalami penurunan.

    Baca Juga: Aset Kripto Tak Akan Mati, Kata Profesor Tiongkok

    Hal ini relevan akibat mayoritas NFT dengan volume transaksi tinggi bergerak pada Blockchain Ethereum.

    Hal tersebut juga mendukung pernyataan bahwa ekosistem Ethereum masih terus berkembang. Sehingga pembaruan jaringan dapat membawa sentimen positif.

    Mayoritas analis di pasar memprediksi bahwa Ethereum dapat mencapai $5.000 atau Rp71,3 Juta hingga $10.000 atau Rp142,7 Juta.

    Walau hal tersebut hanya merupakan sebuah opini, kabar pembaruan jaringan dapat membuat hal tersebut menjadi nyata.

    Hingga saat ini, hal tersebut masih merupakan sebuah kemungkinan yang diprediksi akan terjadi pada puncak kondisi apresiasi ini atau bull run.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Kripto Tak Akan Mati, Kata Profesor Tiongkok

    Profesor Tsai Wei-Tek, guru besar di Universitas Beihang mengatakan pengetatan peraturan transaksi terkait aset kripto dan penambangan Bitcoin di Tiongkok tidak akan membuat pasar kripto mati.

    “Peraturan itu memang sepenuhnya menghentikan transaksi kripto yang terkait dengan perbankan. Tetapi itu bukan berarti pasar aset kripto seluruhnya akan mati,” kata Tsai kepada CGTN, media massa milik Pemerintah Tiongkok, Selasa (1/6/2021).

    Ada alasan soal itu, menurut Tsai, yakni dengan membandingkan krisis keuangan tahun 2008 di Amerika Serikat dan menjalar ke banyak negara.

    Baca Juga: Bank Sentral Korsel Lirik Teknologi Won Digital

    Ketika itu sejumlah bank dan lembaga keuangan kolaps. Tetapi juga tidak sedikit yang bertahan dan sukar mati.

    Tsai mencontohkan JPMorgan sebagai bank terbesar di AS masih bertahan, karena kapitalisasi pasarnya yang besar.

    “Lihatlah nilai pasar Bitcoin saat ini, jauh melebihi nilai pasar JPMorgan sendiri,” ujar Tsai menyepadankan bertahannya aset kripto Bitcoin berdasarkan nilai pasarnya.

    Tsai, yang juga pakar blockchain itu bahkan menegaskan, bahwa aset kripto sebagai mata uang internasional jelas-jelas berdampak pada sistem ekonomi dunia.

    “Masalahnya, dunia belum siap untuk itu. Akan banyak tekanan terhadap sejumlah negara,” ujarnya.

    Baca Juga: Bitcoin Masih Ngambang, Cardano (ADA) Sentuh Profit Area

    Aset Kripto dan Peraturan

    Sejak tahun 2013, Pemerintah Tiongkok dan Bank Sentral Tiongkok semakin memperketat peraturan terkait aset kripto, termasuk Bitcoin.

    Peraturan terbaru beberapa pekan lalu cukup berdampak pada pada aset kripto. Sejumlah harga kripto berfluktuasi sangat tinggi.

    Pasalnya pemerintah melarang semua bank untuk melayani transaksi terkait kripto. Ini menjadi penghalang warga Tiongkok bisa menukar kripto mereka menjadi yuan dan masuk ke rekening bank mereka.

    Bahkan penambang Bitcoin di negeri itu semakin terbatas dalam menggunakan sumber daya listrik.

    Tiongkok beralasan tambang Bitcoin menyedot energi listrik yang sangat besar, di mana sumber dayanya tidak terbarukan, seperti batu bara.

    Akibatnya, pekan lalu saja, harga Bitcoin terombang-ambing berusaha mencapai kisaran di atas US$40 ribu.

    Dalam 24 jam terakhir pasar kripto memang menguat tipis, mengisi sedikit pasar merah selama sepekan terakhir.

    Hanya saja, pada time-frame harian, harga Bitcoin misalnya masih berada di bawah Moving Average 200, di kisaran US$36.100 per BTC.

    aset kripto
    Harga Bitcoin saat ini masih berada di bawah Moving Average 200 di time-frame harian. Sumber: Tradingview.com.

    Itu penanda bahwa koreksi cukup besar masih mungkin terjadi pada pekan-pekan mendatang.

    Itu juga bermakna di time-frame harian, penguatan cukup baik masih akan terus terjadi hingga beberapa pekan mendatang, terpadu dengan koreksi di antaranya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kelanjutan dan Prediksi Dampak Hasil Sidang Ripple dan SEC

    Terdapat kabar terbaru lagi mengenai sidang Ripple (XRP) dengan Securities and Exchange Commission (SEC).

    Setelah sebelumnya dikabarkan telah mendapatkan akses untuk mencari data dari rekan luar negeri Ripple, saat ini SEC mulai terhambat lagi.

    Kelanjutan Sidang Ripple dengan SEC

    Hambatan bagi pihak SEC ini datang dari hakim yang nampaknya membatasi SEC dalam haknya untuk mencari data terkait kasus penjualan XRP.

    Sebelumnya SEC telah melakukan pengajuan permohonan pencarian data lebih dalam terhadap Ripple.

    Permohonan tersebut untuk dapat melihat percakapan yang telah terjadi antara pengacara Ripple dengan Ripple.

    Permintaan tersebut ditolak oleh hakim, sehingga SEC tidak dapat mencari data atau “menggeledah” Ripple lebih dalam lagi.

    Hal tersebut menjadi hambatan untuk SEC mencari bukti lanjutan untuk membuktikan bahwa Ripple adalah pihak yang salah.

    Memang perlu diakui juga bahwa permintaan SEC tersebut cukup melewati batas, mengingat percakapan tersebut adalah percakapan dan strategi pribadi Ripple.

    Hal ini dinilai kurang etis jika satu pihak dalam kasus sidang melihat strategi pribadi lawannya karena itu merupakan hak dari pihak Ripple.

    Perlu diketahui bahwa sebelumnya SEC sudah mendapatkan hak untuk “menggeledah” beberapa rekan Ripple dari luar negeri.

    Melihat permintaan untuk melihat lebih dalam lagi, nampaknya dapat dikatakan bahwa SEC mulai kehabisan langkah untuk membuktikan Ripple sebagai pihak yang salah.

    Baca Juga: Bitcoin Masih Ngambang, Cardano (ADA) Sentuh Profit Area

    Ripple Terlihat Unggul

    Selain penolakan tersebut, saat ini terdapat satu perdebatan yang terjadi, dimana saat ini Ripple yang menyerang SEC.

    Ripple menyatakan bahwa SEC juga bersalah sejak awal kasus ini akibat mereka terlambat untuk menegur atau menuntut Ripple terhadap penjualan XRP.

    Seharusnya SEC menegur saat penjualan tersebut terjadi, namun kenyataannya penuntutan terjadi 8 Tahun kemudian, di 2020, setelah XRP mengalami apresiasi yang signifikan.

    Hal tersebut juga disetujui oleh hakim pengadilan, Sarah Netburn, yang menyatakan bahwa SEC terlambat 8 Tahun untuk melakukan penuntutan.

    Baca Juga: Mengenal Ripple Lebih Dekat.

    Hakim juga melanjutkan bahwa kesalahan seharusnya berada di SEC yang gagal untuk menyediakan informasi kepada Ripple mengenai regulasi yang tepat untuk XRP dianggap sebagai crypto.

    Namun untuk saat ini hakim masih belum membuat keputusan apa pun mengenai siapa pihak yang bersalah dan masih akan memberi waktu untuk kedua pihak melakukan pembelaan.

    Jika kita melihat dari kabar ini nampaknya Ripple saat ini masih berada di pihak yang unggul, melihat kondisi di sekitarnya dan pandangan hakim terhadap kasus saat ini.

    Prediksi Dampak Hasil

    Sejak awal memang Ripple tidak ingin menyelesaikan kasus dengan jalur “damai” karena mereka ingin membela hak crypto di Amerika.

    Sehingga kemungkinan besar jika kasus ini telah berakhir dan Ripple memenangkan kasusnya, kejayaan tidak hanya akan dirasakan oleh Ripple tapi untuk seluruh pasar crypto.

    Untuk Ripple sendiri nampaknya jika kasus telah dimenangkan, adopsinya nampak terlihat akan lebih luas.

    Hal ini tercermin dari Ripple yang walau masih menghadapi kasus juga masih tetap mengalami peningkatan adopsi, sehingga dapat membuka jalan untuk adopsi lebih luas ketika tidak lagi terikat kasus.

    Saat ini Ripple juga terlihat fokus untuk membuat jaringan ledger untuk mewadahi Central Bank Digital Currency (CBDC) atau Mata Uang Digital Bank Sentral.

    Adopsi ini cukup mungkin akibat Ripple yang masih memiliki sifat sentralisasi sehingga nampaknya dapat menarik perhatian bank sentral.

    Beberapa bursa juga terlihat akan mendaftarkan kembali XRP untuk diperdagangkan.

    Salah satu bursa terlihat telah mempimpin dengan mendaftarkan XRP kembali untuk diperdagangkan yaitu platform Gemini.

    Oleh karena itu, nampaknya saat ini sentimen positif terhadap XRP terlihat cukup banyak, tapi memang semua masih bergantung pada hasil sidang.

    Namun perlu diketahui juga bahwa XRP adalah salah satu crypto yang masih memiliki sifat sentralisasi yang tinggi.

    Hal tersebut juga terlihat dari alokasi XRP dimana 80% dikendalikan dan disimpan oleh perusahaan yang membuatnya rentan terhadap manipulasi.

    Kerawanan ini juga terlihat dengan mudahnya perpindahan XRP dalam jumlah banyak terjadi oleh Ripple, dimana kemarin menjadi contohnya.

    Kabar baiknya semua XRP tersebut terlihat dikunci dan tidak dijual oleh Ripple, sehingga bukan menandakan manipulasi.

    Namun pergerakan dana ini mengingatkan kembali betapa besarnya pengaruh Ripple terhadap pergerakan XRP, yang dapat dijadikan pertimbangan.

    Tapi Ripple sendiri memiliki teknologi yang cukup efisien dan juga ramah lingkungan sehingga dari sisi teknologi XRP layak jadi unggulan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Masih Ngambang, Cardano (ADA) Sentuh Profit Area

    Pergerakan sejumlah altcoin tengah memasuki area hijau. Bahkan, sejumlah koin, hampir menyentuh take profit area dan mengejar breakout. Kendati demikian, Bitcoin masih stagnan di harga US$ 36-37 ribu.

    Salah satu coin berperforma baik pada perdagangan, Selasa, 1 Juni 2021, adalah Cardano (ADA). Harga ADA naik 3,95% dalam 24 jam terakhir, dan menyentuh level harga US$ 1,72. ADA pun menjadi salah satu koin paling profit di antara 10 besar koin versi Coinmarektcap, dalam 7 hari terakhir.

    Baca Juga: Ujicoba Smart Contract Cardano Dimulai Juni 2021

    Saat laporan ini ditulis, kapitalisasi pasar ADA mencapai $55,249,590,965. Hal ini menjadikan ADA berada di lima besar koin dengan kapitalisasi pasar terbesar versi CMC.

    Sementara itu, berdasarkan analisa teknikal tim portalkripto.com, saat ini ADA sudah memasuki profit area pertama. Apabila trader membeli ada di buy area yang direkomendasikan pada artikel sebelumnya, saat ini sudah bisa menikmati profit.

    Adapun, pergerakan Bitcoin terbilang mengambang. Saat ini BTC terlihat masih berusaha mengejar breakout di harga US$ 40.000. Pada perdagangan Selasa, 1 Juni 2021, BTC sempat menyentuh harga US$ 38 ribu, namun kembali memantul ke harga US$ 36 ribu.

    Baca Juga: Di Harga Berapa yang Tepat Beli ADA, BNB, dan DOGE

    Dilihat dari dominasinya, BTC nampaknya masih menunggu momentum untuk mengejar breakout. Saat ini dominasi BTC berada di angka 42,4%.

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi yang ada dalam berita ini bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ujicoba Smart Contract Cardano Dimulai Juni 2021

    Anda penggemar teknologi blockchain Cardano yang beraset kripto ADA? Bersiap-siaplah, karena ujicoba smart contract perdana mereka akan dimulai Juni 2021 mendatang. Bagaimana nasib aset kripto ADA karena use case-nya bisa semakin luas?

    Fitur smart contract itu memastikan penerbitan token dan aplikasi lain di Cardano.

    Langkah pengembang inti Cardano tampaknya semakin jelas. Menurut IOHK, divisi khusus pengembangan Cardano mengungkapkan, bahwa ujicoba smart contract itu dimulai secara bertahap.

    “Jadwalnya bermula Juni 2021 hingga September 2021 mendatang rampung masuk ke main net blockchain Cardano,” kata Shruti Appiah, Manajer Produk di IOHK belum lama ini di blog-nya.

    Menyematkan smart contract perdana mereka ini sampai selesai, masuk di fase Alonzo.

    Sedangkan saat ini sudah masuk fase Goguen yang berpangkal dari fase Marlowe sejak tahun lalu.

    Tahap-tahap pengembangan smart contract awal sebenarnya sudah berjalan di fase Shelley.

    aset kripto
    Aset kripto ADA di hardware wallet.

    Shelley adalah tonggak penting bagi Cardano. Ini menandai peralihan ke algoritma konsensus Proof-of-Stake, yang lebih efisien dan menawarkan fungsionalitas tambahan ke blockchain.

    Berdasarkan rencana mereka dan secara teknologi, penerapan smart contract akan menjadi perkembangan Cardano yang paling signifikan.

    Itu pula yang menentukan masa depan Cardano dan aset kripto ADA di masa depan.

    Ini serupa dengan blockchain lainnya yang memiliki fitur smart contract lengkap.

    Blockchain Ethereum dengan popularitas smart contract-nya, memungkinkan penerbitan token, aplikasi keuangan seperti decentralized exchangewallet, NFT dan lain sebagainya.

    Dengan kata lain, penggunaan smart contract sebagai basis pemrograman akan memperluas use case dari aset kripto ADA itu sendiri, serupa dengan perluasan penggunaan aset kripto Ether (ETH).

    Baca Juga: Vitalik Buterin: Mekanisme Blockchain Ethereum ke Depan akan Lebih Hemat Energi

    Jadi, jikalau smart contract Cardano disambut baik oleh programer dan developer sama luasnya seperti di Ethereum ataupun Binance Smart Chain, itu menjadi basis fundamental nilai aset kripto ADA di masa depan.

    Lihat saja nilai pasar DeFi saat ini mencapai US$61,53 milyar. Sedangkan pasar NFT terus masih memanas bernilai triliunan rupiah per hari.

    Pemainnya juga semakin banyak dari perusahaan media massa, telekomunikasi, film hingga musik.

    Namun yang perlu perhatian berikutnya adalah soal perluasan penerapan smart contract di bisnis mainstream, seperti perbankan, remitansi, logistik dan lain sebagainya.

    Hal itu sangatlah penting guna meningkatkan jumlah pengguna blockchain Cardano, berikut use case dari aset kripto ADA.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Vitalik Buterin: Mekanisme Blockchain Ethereum ke Depan akan Lebih Hemat Energi

    Pendiri Ethereum Vitalik Buterin berkomitmen akan membangun mekanisme konsensus pada blockchain Ethereum yang lebih hemat energi, dengan menggunakan sistem proof of stake (POS).

    Dalam sebuah wawancara pada sebuah forum virtual StartmeupHK yang diselenggarakan dari Hong Kong, Buterin mengatakan, meskipun hingga saat ini mekanisme konsensus proof of stake masih belum teruji dalam hal performanya, namun, ia meyakini bahwa mekanisme ini bisa mengurangi konsumsi energi rantai lebih dari 10.000 x.

    “Hal yang sedang kami bangun ini bukan hanya sebatas coba-coba lagi. Tapi ini adalah bagian penting dari era baru,” ujarnya

    Isu energi pada cara kerja blockchain ini menjadi tema utama yang kerap dibahas di komunitas cryptocurrency. Pemicunya adalah statement CEO Tesla Elon Musk yang meninjau ulang penggunaan Bitcoin sebagai alat pembayaran perusahaannya karena dinilai Bitcoin diproses oleh mekanisme yang boros energi.

    Baca Juga: Pemilik Ethereum Bantah Argumentasi Elon Musk Soal DOGE 

    Pada cuitan lainnya di Twitter,  dia juga meminta Dogecoin untuk meningkatkan efisiensinya di beberapa metrik utama agar lebih efisien dan hemat energi.

    Selama ini blockchain Bitcoin dan Ethereum masih menggunakan mekanisme proof-of-work. Sistem ini dinilai sangat menguras energi,  karena dalam algoritma proof-of-work penambang berlomba untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks.

    Karena teka-teki ini memiliki kesulitan yang terus meningkat, penambang perlu menjalankan komputer yang lebih kuat, mengoperasikan perangkat keras dan listrik dengan kecepatan yang sangat menguras energi.

    Baca Juga: Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis dengan Lembaga Kliring ICH Untuk Meningkatkan Kepercayaan Investor Aset Kripto

    Sebaliknya, algoritma bukti kepemilikan (proof of stake) memungkinkan mereka yang memiliki jumlah koin terbesar untuk memvalidasi transaksi secara mandiri.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Ripple: Rencana IPO Pasti Terjadi Setelah Sidang

    Saat berbicara pada seminar Consensus 2021, Brad Garlinghouse, CEO Ripple, memberikan konfirmasi mengenai rencana Ripple melantai di bursa saham atau IPO.

    Rencana tersebut dikabarkan akan berlangsung setelah sidangnya dengan Securities and Exchange Commission selesai.

    Selain itu, dalam salah satu wawancara dengan media publik, Garlinghouse menyatakan bahwa XRP juga merupakan crypto anti inflasi, tidak seperti Bitcoin dan Ethereum.

    CEO Ripple Konfirmasi Rencana IPO

    Saat menjadi pembicara, Garlinghouse menyatakan bahwa perusahaannya awalnya memiliki rencana untuk IPO di 2020, namun terhambat sidang SEC.

    Walaupun begitu, Ripple masih memiliki rencana yang kuat untuk melaksanakan hal tersebut setelah sidangnya berakhir dengan SEC.

    Baca Juga: Laporan Keuangan Ripple Perlihatkan Data Positif untuk XRP

    Saat ini Ripple juga masih merasa unggul terhadap SEC, walau menghadapi hadapan penggeledahan dana dari reka luar negerinya.

    Namun, Ripple masih sangat positif bahwa pihaknya adalah pihak yang benar dalam penuntutan ini dan akan tetap melaksanakan IPO. Garlinghouse menyatakan,

    “Kemungkinan Ripple untuk menjadi perusahaan publik masih sangat tinggi.”

    Satu bulan sebelum konfirmasi ini, Yoshitaka Kitao, CEO dari SBI Group, salah satu rekan terbesar dari Ripple juga menyatakan bahwa Ripple akan melaksanakan IPO.

    Dalam wawancara lain, Garlinghouse terus mendorong nama XRP dengan menyatakan bahwa cryptonya memiliki beberapa keunggulan dibanding Bitcoin dan Ethereum.

    Ia menekankan bahwa XRP digabungkan dengan teknologi dari ledger Ripple adalah teknologi yang lebih cepat dan lebih murah.

    Kemudian ia juga menyatakan bahwa XRP lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan Bitcoin, yang merupakan salah satu masalah besar saat ini. Selain itu ia menambahkan,

    “Semua XRP yang ada dan diciptakan sudah beredar di pasar, sehingga cryptonya memiliki dinamika anti inflasi.”

    Namun ia juga menyatakan bahwa saat ini kekurangan XRP adalah besar jumlahnya yang berada di pihak perusahaan.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Pullback US$ 40 Ribu, Kesempatan Kedua Momentum Bullish

    Tapi ia kembali menekankan bahwa saat ini XRP tidak dapat memiliki tambahan dalam jumlah persediaannya yang beredar.

    Ia menganggap bahwa hal ini adalah keunggulan dibandingkan Bitcoin dan Ethereum yang saat ini masih akan memiliki tambahan persediaan.

    Perdebatan Sebagai Saham

    Sayangnya walau dapat dipertimbangkan sebagai crypto yang memiliki fundamental kuat, kasusnya saat ini masih menghambat valuasinya untuk mencapai nilai nyata.

    Kasus ini dimulai dengan penuduhan SEC terhadap Ripple yang dituduh melakukan penjualan saham secara ilegal dan tidak sesuai regulasi.

    Sebagai tanggapan dari tuntutan tersebut, Garlinghouse menyatakan bahwa hanya Amerika yang menganggap XRP sebagai saham.

    Ia menyatakan bahwa XRP adalah aset crypto di hampir seluruh negara lainnya dan hanya Amerika yang mempermasalahkan masalah yang “tidak penting”.

    Selain itu tuntutan utama SEC lainnya terhadap Ripple adalah tuduhannya dalam melakukan manipulasi terhadap pergerakan pasar dengan menerima imbalan.

    Namun permasalahan utama masih dalam perbedaan pandangan crypto tersebut sebagai saham atau komoditas, akibat akan berbeda dalam regulasi.

    Untuk mencegah hal yang sama untuk terjadi lagi, pemerintah telah membuat komisi untuk memastikan perbedaan antar kedua hal ini.

    Pembentukan komisi baru ini dilakukan dengan adanya regulasi baru bernama “Eliminate Barriers to Innovation Act of 2021” yang telah disetujui mayoritas pemerintah di April 2021.

    Jika berhasil untuk disetujui semua pihak, maka regulasi ini akan mempermudah pembedaan antara komoditas dan saham lebih jelas.

    Hal tersebut akan mempermudah crypto untuk bergerak di Amerika dan kemungkinan akan memberikan jalan keluar untuk XRP.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com