Author: 14

  • Funding Rate ETH Negatif, Tanda Bearish Kembali Menguasai?

    Harga Ethereum (ETH) kembali menghadapi tekanan setelah sejumlah indikator pasar derivatif menunjukkan sinyal bearish. Salah satu indikator utama, yakni funding rate pada kontrak perpetual futures, baru-baru ini berbalik menjadi negatif, yang menandakan meningkatnya minat trader untuk membuka posisi short.

    Dalam beberapa pekan terakhir, ETH juga kesulitan mempertahankan harga di atas level US$2.100. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan analis apakah pasar kembali dikuasai oleh sentimen bearish.

    Funding Rate ETH Berbalik Negatif

    Data pasar derivatif menunjukkan bahwa funding rate kontrak perpetual Ethereum turun ke wilayah negatif. Kondisi ini biasanya menandakan bahwa lebih banyak trader yang mengambil posisi short dibanding posisi long.

    Selain itu, funding rate juga berada di bawah kisaran netral sekitar 6% hingga 12% selama sebulan terakhir. Hal ini mencerminkan rendahnya minat trader untuk membuka posisi bullish dengan leverage.

    Tekanan ini terjadi setelah harga ETH turun sekitar 54% dalam enam bulan terakhir. Penurunan aktivitas jaringan juga turut memengaruhi sentimen pasar.

    Aktivitas Jaringan Ethereum Melambat

    Pendapatan biaya transaksi pada jaringan Ethereum juga mengalami penurunan signifikan. Dalam satu bulan terakhir, biaya transaksi mingguan di layer utama Ethereum hanya rata-rata sekitar US$2,3 juta.

    Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan puncak sekitar US$8 juta yang tercatat pada awal Februari.

    Sementara itu, jumlah transaksi selama tujuh hari terakhir relatif stabil di sekitar 14 juta transaksi. Namun fokus industri pada solusi skalabilitas layer-2 belum berhasil mendorong permintaan baru terhadap token Ether.

    Baca juga: Harga Ethereum Bertahan di $2.000, Trader Bidik Short Squeeze?

    ETF Ethereum Catat Arus Keluar

    Tekanan terhadap harga ETH juga terlihat dari arus dana keluar pada produk exchange-traded fund (ETF) berbasis Ether.

    Dalam periode Kamis hingga Senin, ETF Ethereum mencatat arus keluar bersih sekitar US$225 juta. Angka ini berbalik arah setelah sebelumnya mencatat arus masuk sebesar US$169 juta.

    Permintaan institusional dinilai masih tertahan karena imbal hasil staking Ethereum sekitar 2,8% dianggap kurang menarik dibandingkan beberapa produk stablecoin yang menawarkan imbal hasil sekitar 3,75%.

    Sinyal Campuran dari Pasar Opsi

    Meski demikian, data dari pasar opsi menunjukkan gambaran yang sedikit lebih seimbang.

    Indikator delta skew untuk opsi ETH masih berada di kisaran netral antara -6% hingga +6%. Opsi jual diperdagangkan dengan premi sekitar 7% dibandingkan opsi beli, yang menunjukkan sebagian investor masih mempertahankan pandangan optimistis.

    Selain itu, Ethereum masih mempertahankan total nilai terkunci (TVL) sekitar US$56 miliar, yang hingga kini belum mampu disaingi oleh blockchain lain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan derivatif, funding rate negatif penting karena menunjukkan tekanan psikologis pasar sedang condong ke sisi bearish.

    “Namun kondisi seperti ini juga bisa menjadi bahan bakar short squeeze jika harga ETH berhasil bertahan dan mendorong likuidasi posisi short, sehingga pasar tetap berada di zona yang rapuh tapi berpotensi sangat volatil,” analisanya.

    Upgrade Ethereum Belum Dorong Permintaan

    Dilaporkan Cointelegraph, pengembangan jaringan Ethereum terus berjalan, termasuk rencana peningkatan keamanan wallet dan fleksibilitas pembayaran biaya transaksi.

    Salah satu pembaruan yang direncanakan adalah implementasi account abstraction yang memungkinkan wallet berfungsi sebagai smart account serta mendukung sistem pembayaran gas dengan token selain ETH.

    Namun sejauh ini, rencana pengembangan tersebut belum mampu memicu peningkatan permintaan signifikan terhadap Ether.

    Secara keseluruhan, kombinasi data derivatif dan aktivitas jaringan menunjukkan bahwa pasar masih belum memiliki keyakinan kuat untuk mendorong ETH menembus level US$2.200 dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pola Aneh di Grafik Solana, Harga SOL Bisa Meledak ke $100?

    Pergerakan harga Solana (SOL) saat ini berada dalam fase ketidakpastian setelah munculnya pola teknikal yang dikenal sebagai “megaphone pattern” pada grafik harga. Pola ini sering menandakan potensi pergerakan harga besar, namun belum memberikan arah yang jelas apakah akan naik atau turun.

    Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$87, dengan sejumlah indikator menunjukkan kombinasi sinyal bullish dan bearish yang membuat pasar berada dalam fase tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

    Lonjakan Alamat Baru di Jaringan Solana

    Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan jaringan Solana mencatat sekitar 1,1 juta alamat baru dalam 24 jam terakhir. Peningkatan ini menunjukkan adanya aktivitas baru di jaringan dan potensi masuknya pengguna baru.

    Namun, tren jangka panjang masih menunjukkan perlambatan. Rata-rata alamat baru bulanan memang masih berada di atas rata-rata tahunan, tetapi tren tersebut mulai menurun.

    Jika rata-rata bulanan turun di bawah rata-rata tahunan, hal ini dapat menandakan melemahnya aktivitas ekosistem Solana dan penurunan tingkat adopsi jaringan.

    Zona Supply dan Demand Tumpang Tindih

    Analisis Cost Basis Distribution (CBD) Heatmap menunjukkan adanya tumpang tindih antara zona supply dan demand pada harga Solana saat ini.

    Artinya, banyak investor membeli SOL pada harga rendah, tetapi pada saat yang sama area tersebut juga menjadi zona penjualan bagi pemegang lain.

    Kondisi ini membuat harga Solana terjebak dalam rentang konsolidasi yang sempit dan sulit menembus level penting.

    Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah pemegang aset memilih mempertahankan posisi atau mulai melakukan aksi jual.

    Baca juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

    Sinyal Arus Dana Masuk

    Meski pasar masih belum menunjukkan arah yang jelas, indikator Chaikin Money Flow (CMF) masih berada di atas level nol.

    Posisi ini menunjukkan adanya arus dana yang masuk ke Solana, yang dapat menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga dalam jangka pendek.

    Jika momentum beli berlanjut, harga SOL berpotensi naik dari level saat ini menuju sekitar US$92.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, sinyal bullish utama pada gambar datang dari Chaikin Money Flow yang sudah berada di atas nol, menandakan arus modal mulai masuk ke SOL dan membuka peluang breakout jika harga mampu menembus area US$87 lalu US$92.

    “Namun risikonya juga jelas: jika tekanan jual berlanjut dan harga jatuh di bawah US$77, setup bullish ini bisa gagal total dan mengubah struktur menjadi breakdown menuju support yang lebih rendah,” tuturnya.

    Target Harga Solana

    Jika Solana berhasil menembus dan bertahan di atas level US$92, pasar berpotensi melihat pergerakan menuju sekitar US$97. Dalam skenario yang lebih kuat, kenaikan tersebut dapat membuka peluang menuju area psikologis US$100.

    Namun risiko penurunan masih tetap ada. Jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah level support sekitar US$81, Solana berpotensi melemah ke US$77.

    Penurunan tersebut akan membatalkan skenario bullish dan menandakan kembalinya tren penurunan pada aset kripto tersebut.

    Dengan pola megaphone yang masih terbentuk, arah pergerakan Solana dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan jual dan masuknya arus dana baru ke pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Masuk Fase Paling Melelahkan, Investor Mulai Ragu?

    Pasar Bitcoin saat ini dinilai memasuki salah satu fase paling menantang dalam siklusnya. Sejumlah indikator on-chain menunjukkan kondisi pasar yang dipenuhi ketidakpastian, di mana investor lebih banyak menunjukkan keraguan dibanding keyakinan untuk melakukan akumulasi.

    Beberapa metrik penting seperti Apparent Demand, CryptoQuant Bull Market Cycle Indicator, dan Long-Term Holder SOPR mengindikasikan bahwa pasar sedang berada dalam periode konsolidasi yang sering kali dianggap sebagai fase paling melelahkan secara psikologis bagi pelaku pasar.

    Permintaan Bitcoin Masih Lemah

    Indikator Apparent Demand sempat menunjukkan tanda pemulihan setelah aksi jual besar yang terjadi sebelumnya. Pada saat itu, terlihat adanya pembeli oportunistik yang mulai masuk untuk memanfaatkan harga yang lebih rendah.

    Namun pemulihan tersebut tidak bertahan lama. Permintaan kembali turun ke wilayah negatif, menandakan bahwa tekanan beli belum cukup kuat untuk mempertahankan momentum kenaikan harga.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa banyak investor masih bersikap hati-hati dan belum siap melakukan akumulasi agresif pada level harga saat ini.

    Fase Konsolidasi Pasar

    Indikator CryptoQuant Bull Market Cycle juga menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam fase yang biasanya dikaitkan dengan konsolidasi pasar bearish.

    Pada fase ini, harga cenderung bergerak dalam rentang terbatas dengan volatilitas jangka pendek yang cukup tinggi. Situasi seperti ini sering membuat investor merasa frustrasi karena pergerakan harga tidak menunjukkan arah yang jelas.

    Dalam banyak kasus sebelumnya, fase ini menjadi periode di mana sebagian investor kehilangan minat, mengurangi eksposur, atau bahkan keluar sementara dari pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, detail pada gambar menunjukkan apparent demand sempat pulih sebentar setelah sell-off besar, tetapi cepat kembali negatif, sementara Bull Market Cycle Indicator mengarah ke fase konsolidasi bear market dan Long-Term Holder SOPR mulai turun di bawah level 1.

    “Artinya, bukan cuma trader jangka pendek yang mulai goyah, holder jangka panjang pun mulai merealisasikan rugi, kondisi yang biasanya menandai fase pasar yang melelahkan sebelum struktur baru benar-benar terbentuk,” analisanya.

    Perubahan Struktur Investor

    Dinamika tersebut juga memengaruhi struktur kepemilikan Bitcoin di pasar. Investor jangka pendek yang mengalami kerugian sering kali menjual aset mereka atau secara bertahap berubah menjadi pemegang jangka panjang.

    Proses ini dapat menurunkan rata-rata harga beli agregat di pasar karena koin berpindah tangan ke investor baru dengan biaya masuk yang lebih rendah.

    Sementara itu, indikator Long-Term Holder SOPR mulai menunjukkan bahwa sebagian investor jangka panjang juga mulai merealisasikan kerugian.

    Indikator ini turun di bawah angka 1, yang berarti koin yang dipindahkan oleh pemegang jangka panjang rata-rata dijual dalam kondisi rugi.

    Potensi Fase Akhir Bear Market

    Secara historis, kondisi seperti ini sering muncul pada tahap akhir pasar bearish, ketika ketidakpastian yang berkepanjangan mulai mengikis keyakinan bahkan di kalangan investor paling kuat.

    Pada fase tersebut, distribusi Bitcoin biasanya berpindah dari pemegang lama ke peserta pasar baru dengan basis harga yang lebih rendah.

    Meski fase ini sering dianggap sebagai salah satu periode paling sulit dalam siklus pasar, dalam beberapa siklus sebelumnya kondisi serupa juga menjadi tahap sebelum pasar memasuki fase pemulihan berikutnya.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Starknet Rilis STRK20 untuk Stablecoin Privasi L2

    Ekosistem layer-2 Ethereum kembali mencatat perkembangan baru.

    Protokol Starknet dilaporkan akan menerapkan framework baru bernama STRK20, yang memungkinkan penerbitan stablecoin berfokus privasi serta berbagai aset digital lainnya di dalam jaringannya.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi Starknet untuk memperluas utilitas jaringan layer-2 miliknya, tidak hanya sebagai solusi scaling untuk Ethereum, tetapi juga sebagai platform yang mendukung inovasi di bidang aset digital privat dan programmable finance.

    Framework tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi pengembang, institusi, maupun penerbit aset digital untuk membangun produk berbasis privasi di atas infrastruktur Starknet.

    Baca Juga: Starknet Gelar Private Trader Meetup, Ada Dampak ke Harga STRK?

    STRK20 Perluas Fungsi Starknet

    Menurut laporan The Block, Framework STRK20 dirancang untuk memberikan standar baru dalam penerbitan aset digital di jaringan Starknet.

    Melalui standar ini, berbagai pihak dapat menerbitkan stablecoin maupun token lainnya dengan fitur privasi yang lebih kuat.

    Selama ini, sebagian besar stablecoin yang beredar di ekosistem kripto bersifat transparan karena semua transaksi dapat dilihat secara publik di blockchain.

    Meski transparansi ini menjadi salah satu keunggulan teknologi blockchain, beberapa institusi dan pengguna juga membutuhkan lapisan privasi tambahan, terutama untuk transaksi bernilai besar atau penggunaan di sektor keuangan tertentu.

    Dengan hadirnya STRK20, Starknet berupaya menjembatani kebutuhan tersebut dengan menyediakan standar teknis yang memungkinkan aset digital tetap programmable namun lebih menjaga privasi transaksi.

    Inisiatif ini juga menandai upaya Starknet untuk memperluas fokus pengembangan dari sekadar meningkatkan skalabilitas Ethereum menjadi ekosistem yang mendukung lebih banyak use case finansial berbasis blockchain.

    Dorong Narasi Baru di Ekosistem Layer-2

    Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran framework STRK20 berpotensi menjadi katalis naratif baru bagi Starknet di tengah kompetisi ketat antar jaringan layer-2.

    Mereka menilai bahwa integrasi antara teknologi privasi, stablecoin, dan pengembangan use case finansial dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi ekosistem tersebut.

    “Untuk Starknet, framework seperti ini bisa menjadi katalis naratif yang kuat karena menghubungkan tema privasi, stablecoin, dan ekspansi use case ke satu payung produk. Namun nilai jangka panjangnya tetap bergantung pada seberapa cepat framework ini diadopsi oleh issuer dan protokol, karena tanpa penggunaan riil, pembaruan teknis mudah berhenti sebagai headline tanpa dampak besar ke STRK,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa inovasi teknologi saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kripto.

    Adopsi nyata dari pengembang dan pengguna tetap menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan sebuah framework baru.

    Persaingan Layer-2 Semakin Ketat

    Langkah Starknet ini juga muncul di tengah meningkatnya persaingan di sektor layer-2 Ethereum, yang saat ini diisi oleh berbagai proyek besar yang menawarkan solusi skalabilitas dan fitur tambahan.

    Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan layer-2 tidak hanya berlomba meningkatkan kecepatan transaksi dan efisiensi biaya, tetapi juga mulai menghadirkan fitur-fitur baru seperti privacy layer, modular blockchain, hingga programmable assets.

    Dengan memperkenalkan STRK20, Starknet berusaha memperkuat posisinya sebagai salah satu platform yang tidak hanya fokus pada performa jaringan, tetapi juga inovasi produk finansial berbasis blockchain.

    Jika framework ini berhasil menarik minat pengembang dan penerbit stablecoin, Starknet berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan aset digital privat di ekosistem Ethereum.

    Baca Juga: Transaksi Meningkat, Harga Starknet (STRK) Melonjak 26,7%

    Masa Depan STRK20 Bergantung pada Adopsi

    Meski membawa potensi besar, keberhasilan STRK20 tetap akan ditentukan oleh seberapa cepat standar ini diadopsi oleh issuer stablecoin, proyek DeFi, dan protokol lainnya.

    Tanpa penggunaan nyata, inovasi teknis sering kali hanya menjadi pengumuman yang menarik perhatian pasar dalam jangka pendek tetapi tidak memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem.

    Namun jika berhasil diimplementasikan secara luas, STRK20 dapat membuka jalan bagi generasi baru stablecoin dan aset digital privat yang tetap kompatibel dengan ekosistem Ethereum.

    Bagi Starknet, langkah ini menunjukkan ambisi untuk berkembang dari sekadar solusi scaling menjadi platform infrastruktur keuangan digital yang lebih lengkap, yang menggabungkan skalabilitas, privasi, dan fleksibilitas pengembangan aplikasi blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pudgy Penguins Luncurkan Game Baru Bergaya Club Penguin

    Proyek NFT populer Pudgy Penguins kembali menghadirkan inovasi baru dengan meluncurkan pengalaman game terbaru yang disebut sebagai momen “Club Penguin”-nya.

    Game ini dirancang dengan pendekatan yang lebih ramah pengguna, menghadirkan pengalaman bermain yang menyenangkan tanpa terlalu menonjolkan unsur kripto secara langsung.

    Langkah ini mencerminkan perubahan strategi di industri Web3 gaming, di mana banyak proyek mulai memahami bahwa adopsi massal kemungkinan besar datang dari pengalaman hiburan yang familiar, bukan dari jargon blockchain yang rumit.

    Dengan konsep tersebut, Pudgy Penguins berupaya membawa brand NFT mereka lebih dekat ke pasar konsumen yang lebih luas.

    Baca Juga: Pudgy Penguins Gandeng Visa? Bocoran Kartu Kredit Bareng KAST

    Menghadirkan Game yang Terasa “Bukan Crypto”

    Menurut laporan Coindesk, game baru dari Pudgy Penguins dirancang agar pemain dapat menikmati pengalaman sosial dan hiburan seperti game online klasik.

    Pendekatan ini mengingatkan pada Club Penguin, game sosial berbasis dunia virtual yang pernah sangat populer di kalangan pemain muda.

    Dalam game tersebut, pemain dapat menjelajahi dunia virtual, berinteraksi dengan karakter penguin, serta menikmati berbagai aktivitas yang bersifat kasual dan sosial.

    Menariknya, elemen kripto tidak ditempatkan sebagai fokus utama pengalaman bermain.

    Sebaliknya, fitur blockchain berada di belakang layar sehingga pemain yang tidak familiar dengan teknologi tersebut tetap bisa menikmati game dengan mudah.

    Pendekatan ini menjadi bagian dari tren baru di industri Web3, di mana pengembang mulai menempatkan pengalaman pengguna (user experience) sebagai prioritas utama.

    Strategi Baru Proyek NFT Menuju Pasar Mainstream

    Peluncuran game ini juga mencerminkan evolusi strategi proyek NFT.

    Jika pada fase awal banyak proyek lebih menekankan aspek koleksi digital, kini semakin banyak yang berusaha mengubah intellectual property (IP) kripto menjadi produk hiburan nyata.

    Dengan memanfaatkan karakter penguin ikoniknya, Pudgy Penguins berusaha membangun ekosistem brand yang lebih luas—mulai dari koleksi NFT hingga game dan produk konsumen.

    Pendekatan ini dianggap lebih efektif untuk menarik pengguna baru yang mungkin belum familiar dengan teknologi blockchain atau aset digital.

    Alih-alih mempromosikan fitur kripto secara langsung, proyek ini memilih untuk menghadirkan pengalaman hiburan yang menarik terlebih dahulu, sementara teknologi blockchain berperan sebagai infrastruktur pendukung.

    Potensi Dampak bagi Ekosistem Token PENGU

    Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah Pudgy Penguins meluncurkan game dengan pendekatan ramah pengguna dapat menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan ekosistemnya.

    Mereka menilai bahwa keberhasilan game ini berpotensi membawa proyek tersebut keluar dari lingkaran komunitas NFT tradisional.

    “Bagi Pudgy Penguins, langkah ini penting karena membuka jalur ekspansi brand ke arah consumer crypto yang lebih matang. Jika game ini berhasil menarik pengguna di luar komunitas NFT murni, PENGU bisa mendapat dorongan naratif sebagai salah satu proyek yang benar-benar mampu menerjemahkan IP crypto menjadi produk hiburan yang lebih mainstream,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Komentar ini menyoroti bagaimana proyek NFT kini semakin fokus pada membangun produk yang dapat dinikmati oleh audiens yang lebih luas, bukan hanya kolektor NFT.

    Tren Baru di Industri Web3 Gaming

    Peluncuran game Pudgy Penguins juga mencerminkan perubahan paradigma dalam industri game berbasis blockchain.

    Pada beberapa tahun lalu, banyak game kripto lebih menonjolkan konsep play-to-earn, di mana pemain fokus pada potensi keuntungan finansial.

    Namun model tersebut sering kali menghadapi tantangan karena kurangnya pengalaman bermain yang menarik.

    Kini, banyak pengembang mulai beralih ke konsep “fun-first gaming”, yaitu menghadirkan game yang benar-benar menyenangkan terlebih dahulu sebelum memperkenalkan elemen ekonomi kripto.

    Pendekatan ini diyakini lebih berkelanjutan karena pemain akan bertahan di dalam ekosistem bukan hanya karena insentif finansial, tetapi juga karena pengalaman bermain yang menarik dan komunitas yang aktif.

    Baca Juga: Harga PENGU Hari Ini Melonjak 24%: Pudgy Penguins Catat Reli Besar

    Masa Depan Pudgy Penguins di Industri Web3

    Jika game baru ini berhasil menarik pengguna dari luar komunitas kripto, Pudgy Penguins berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu brand NFT paling sukses dalam mengembangkan produk hiburan berbasis Web3.

    Keberhasilan tersebut juga dapat membuka peluang ekspansi lebih luas, termasuk kolaborasi dengan industri game, media, hingga produk konsumen lainnya.

    Bagi industri kripto secara keseluruhan, langkah ini menjadi sinyal bahwa masa depan adopsi Web3 kemungkinan besar akan datang melalui produk yang terasa familiar bagi pengguna, bukan melalui pendekatan teknologi yang terlalu kompleks.

    Dengan strategi yang lebih berorientasi pada pengalaman pengguna, Pudgy Penguins mencoba membuktikan bahwa NFT dan blockchain dapat diintegrasikan secara alami ke dalam dunia hiburan digital mainstream.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otorita__$$_s Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TRON Dukung Infrastruktur Pembayaran Agentic AI

    Ekosistem blockchain kembali mencatat perkembangan baru di persimpangan teknologi kripto dan kecerdasan buatan.

    Berdasarkan laporan BeInCrypto, jaringan TRON resmi bergabung dengan Agentic AI Foundation, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan ekosistem agentic AI.

    Kolaborasi ini bertujuan membangun payment rails atau infrastruktur pembayaran khusus untuk AI agent, yang memungkinkan sistem kecerdasan buatan melakukan transaksi secara otomatis di jaringan blockchain.

    Langkah tersebut menempatkan TRON pada titik pertemuan dua narasi teknologi yang saat ini sedang berkembang pesat, yaitu blockchain dan agentic AI.

    Dengan memanfaatkan jaringan blockchain, transaksi antar mesin atau machine-to-machine payments berpotensi menjadi lebih efisien, transparan, dan otomatis.

    Baca Juga: Stablecoin: Aliran Masuk ke Tron, Arus Keluar dari Ethereum

    Menghubungkan Blockchain dan Agentic AI

    Konsep agentic AI merujuk pada sistem kecerdasan buatan yang dapat bertindak secara otonom untuk menyelesaikan berbagai tugas, termasuk melakukan transaksi digital tanpa intervensi manusia secara langsung.

    Dalam skenario ini, AI agent dapat melakukan berbagai aktivitas seperti membeli layanan digital, membayar data yang dibutuhkan, atau berinteraksi dengan sistem lain secara otomatis.

    Melalui kolaborasi dengan Agentic AI Foundation, TRON ingin memposisikan infrastrukturnya sebagai jaringan pembayaran yang dapat digunakan oleh AI agent untuk bertransaksi secara mandiri.

    Blockchain dinilai cocok untuk kebutuhan tersebut karena menyediakan sistem pembayaran global yang transparan, terdesentralisasi, dan dapat diprogram.

    Hal ini membuka peluang munculnya ekosistem baru di mana transaksi tidak hanya dilakukan oleh manusia, tetapi juga oleh mesin.

    Potensi Use Case Pembayaran Mesin-ke-Mesin

    Dengan dukungan teknologi blockchain, pembayaran antar AI agent dapat dilakukan secara cepat dan efisien.

    Dalam jangka panjang, konsep ini berpotensi menciptakan berbagai use case baru.

    Misalnya, AI agent dapat secara otomatis membeli data untuk pelatihan model AI, membayar akses API, atau melakukan transaksi layanan digital lainnya tanpa memerlukan perantara manusia.

    Selain itu, sistem pembayaran berbasis blockchain juga dapat membantu mengatasi masalah klasik dalam ekonomi digital, seperti biaya transaksi tinggi, keterbatasan pembayaran lintas negara, dan kebutuhan otomatisasi pembayaran mikro (micropayments).

    Jika berhasil diimplementasikan secara luas, model ini berpotensi menjadi bagian penting dari infrastruktur ekonomi digital di masa depan.

    Narasi Baru bagi Ekosistem TRX

    Kolaborasi dengan Agentic AI Foundation juga membuka peluang bagi token TRX, aset kripto utama di jaringan TRON, untuk mendapatkan sentimen baru di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, integrasi antara blockchain dan AI saat ini menjadi salah satu tema yang banyak menarik perhatian investor kripto.

    “Secara naratif, ini bisa menjadi bahan bakar sentimen baru untuk TRX karena pasar sedang sensitif terhadap tema AI. Namun nilai nyatanya tetap bergantung pada apakah TRON mampu mengubah headline kemitraan ini menjadi integrasi produk, aktivitas onchain, dan use case pembayaran agentic yang benar-benar dipakai, bukan sekadar tempelan buzzword,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menyoroti bahwa meskipun narasi AI dapat meningkatkan perhatian pasar, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada implementasi nyata di ekosistem blockchain.

    Persaingan Infrastruktur Blockchain untuk AI

    Langkah TRON ini juga menunjukkan meningkatnya minat proyek blockchain untuk masuk ke sektor AI infrastructure.

    Beberapa jaringan blockchain saat ini mulai mengembangkan solusi yang memungkinkan integrasi dengan teknologi AI, baik untuk pengolahan data, otomatisasi kontrak pintar, maupun pembayaran digital.

    Dengan bergabungnya TRON dalam Agentic AI Foundation, proyek ini mencoba memperkuat posisinya sebagai platform yang relevan bagi ekosistem teknologi masa depan, khususnya dalam bidang pembayaran otomatis.

    Jika integrasi ini berkembang menjadi produk nyata, TRON dapat menjadi salah satu jaringan yang menyediakan fondasi finansial bagi interaksi ekonomi antar AI agent.

    Baca Juga: PumpSwap: Likuiditas Lintas Rantai Bersama TRON dan pump.fun

    Masa Depan Pembayaran Otonom di Blockchain

    Kolaborasi antara TRON dan Agentic AI Foundation menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dan AI dapat saling melengkapi.

    Blockchain menyediakan infrastruktur transaksi yang aman dan transparan, sementara AI menghadirkan kemampuan otomatisasi yang memungkinkan sistem digital beroperasi secara mandiri.

    Namun seperti banyak inovasi di industri kripto, keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada tingkat adopsi di dunia nyata.

    Jika TRON mampu mengembangkan integrasi produk yang nyata dan mendorong aktivitas on-chain yang signifikan, jaringan ini berpotensi memainkan peran penting dalam ekonomi digital berbasis AI di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Melonjak 7%, Momentum Spekulatif Dorong ke $0,232

    Harga Pi Network (PI) menunjukkan performa kuat dalam perdagangan 24 jam terakhir.

    Token ini tercatat naik sekitar 7,26% ke level $0,232, bahkan ketika pasar kripto secara keseluruhan justru bergerak sedikit melemah.

    Kenaikan ini membuat Pi Network mengungguli performa pasar kripto yang lebih luas, yang dalam periode yang sama mengalami penurunan kapitalisasi sekitar 0,69%.

    Sementara itu, Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto terbesar juga tercatat turun sekitar 0,79%.

    Meski tidak didorong oleh pengumuman besar atau perkembangan ekosistem tertentu, lonjakan harga PI tampaknya dipicu oleh tekanan beli spekulatif dan momentum trading dari para pelaku pasar.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,216, Likuiditas Tipis Jadi Tekanan Utama

    Lonjakan Volume Dorong Momentum Harga

    Salah satu indikator utama yang mendukung kenaikan harga PI adalah lonjakan aktivitas perdagangan.

    Dalam catatan Coinmarketcap pada Rabu (11/3), volume perdagangan Pi Network dalam 24 jam terakhir tercatat naik sekitar 10,97% menjadi $37,8 juta.

    Peningkatan ini menunjukkan adanya minat beli baru dari trader yang mencoba memanfaatkan momentum kenaikan harga.

    Kondisi ini biasanya terjadi ketika sebuah aset kripto mulai menarik perhatian pasar setelah mencatat kenaikan signifikan dalam periode sebelumnya.

    Dalam kasus Pi Network, harga token ini memang telah menunjukkan performa yang cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir.

    Dalam tujuh hari terakhir, PI mencatat kenaikan sekitar 36,83%, sementara dalam 30 hari terakhir lonjakannya mencapai sekitar 59,62%.

    Kenaikan yang cukup tajam ini sering kali menarik trader momentum yang mencari peluang keuntungan jangka pendek.

    Tidak Ada Katalis Fundamental yang Jelas

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Meskipun harga PI mengalami lonjakan signifikan, tidak ditemukan katalis fundamental khusus yang secara langsung mendorong pergerakan ini.

    Tidak ada pengumuman besar terkait pengembangan ekosistem, pembaruan teknologi, maupun aktivitas pasar derivatif yang biasanya dapat menjadi pemicu lonjakan harga.

    Dengan demikian, pergerakan harga PI saat ini lebih mencerminkan aliran modal spekulatif yang bersifat spesifik terhadap aset tersebut, bukan karena faktor eksternal atau tren sektor tertentu.

    Memang, indeks Altcoin Season Index tercatat meningkat sekitar 12,5% dalam tujuh hari terakhir, yang menunjukkan adanya rotasi modal ke beberapa altcoin.

    Namun tren tersebut bersifat luas dan tidak secara langsung menjelaskan lonjakan harga Pi Network.

    Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

    Secara teknikal, Pi Network saat ini mendekati beberapa zona harga penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Zona $0,24 hingga $0,25 menjadi area resistance terdekat yang berpotensi menahan kenaikan harga setelah reli kuat dalam beberapa minggu terakhir.

    Jika tekanan beli tetap tinggi dan harga mampu bertahan di atas support $0,22, maka PI berpeluang menguji kembali area $0,25 dalam jangka pendek.

    Namun jika momentum mulai melemah dan harga turun di bawah $0,22, pasar berpotensi melihat koreksi menuju level psikologis $0,20.

    Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat bergantung pada kekuatan volume perdagangan dan apakah minat beli tetap terjaga.

    Sentimen Pasar Masih Dalam Zona Fear

    Selain faktor teknikal, sentimen pasar kripto secara umum juga masih relatif berhati-hati.

    Saat ini, Crypto Fear & Greed Index berada di level 25, yang menempatkan pasar dalam kategori “Fear” atau ketakutan.

    Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati dalam mengambil risiko, terutama terhadap aset kripto dengan volatilitas tinggi.

    Namun, jika indeks tersebut mulai bergerak keluar dari zona Fear menuju kondisi yang lebih netral, minat terhadap altcoin seperti Pi Network berpotensi meningkat.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 4,5% dalam 24 Jam, Reli Mingguan Hampir 30%

    Prospek Jangka Pendek Pi Network

    Dalam jangka pendek, tren harga Pi Network dapat dikatakan cenderung bullish namun masih rentan volatilitas.

    Reli harga yang terjadi tanpa katalis fundamental sering kali dipicu oleh momentum pasar yang bisa berubah dengan cepat.

    Oleh karena itu, keberlanjutan kenaikan harga PI akan sangat bergantung pada apakah volume perdagangan tetap tinggi dan minat beli terus bertahan.

    Jika PI mampu bertahan di atas level $0,22 dan mempertahankan momentum volume, peluang untuk menguji resistance $0,25 masih terbuka.

    Namun, investor juga perlu mewaspadai kemungkinan aksi ambil untung setelah kenaikan tajam dalam beberapa minggu terakhir.

    Dengan kondisi pasar kripto yang masih diliputi sentimen hati-hati, Pi Network kemungkinan akan bergerak dalam rentang volatil antara $0,22 hingga $0,25 sambil menunggu katalis baru yang dapat mendorong arah tren selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $69.604 Usai Puncak $71K

    Harga Bitcoin (BTC) mengalami koreksi ringan dalam perdagangan 24 jam terakhir setelah sebelumnya sempat menguat.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (11/3), BTC saat ini diperdagangkan di sekitar $69.604 per koin, turun sekitar 0,6% dalam 24 jam terakhir.

    Meski mengalami penurunan tipis, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,39 triliun.

    Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat cukup tinggi di kisaran $52,32 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih aktif.

    Pergerakan harga ini terjadi setelah Bitcoin sempat mencapai level tertinggi harian di $71.770, sebelum akhirnya mengalami koreksi menuju area di bawah $70.000.

    Baca Juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

    Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam Terakhir

    Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

    Data pasar menunjukkan bahwa BTC sempat menyentuh level terendah di $69.327 dan level tertinggi di $71.770.

    Setelah mendekati area resistance di atas $71.000, harga kemudian mengalami tekanan jual yang mendorongnya kembali turun ke kisaran $69.000.

    Dalam jangka sangat pendek, volatilitas juga masih terlihat. Pada pergerakan 1 jam terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar 0,22%, menandakan adanya aktivitas perdagangan jangka pendek dari para trader.

    Meskipun demikian, dalam tujuh hari terakhir Bitcoin masih mencatat kenaikan sekitar 3,1%, yang menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih relatif stabil.

    Performa Bitcoin dalam Beberapa Periode

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat performa dalam beberapa periode waktu, Bitcoin menunjukkan gambaran yang cukup beragam.

    Dalam 30 hari terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar 2,25%. Penurunan ini relatif kecil dibandingkan koreksi yang terjadi dalam jangka waktu lebih panjang.

    Sementara itu, dalam 60 hari terakhir, harga Bitcoin mengalami penurunan sekitar 23,10%, dan dalam 90 hari terakhir melemah sekitar 22,54%.

    Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun BTC mulai menunjukkan pemulihan dalam beberapa minggu terakhir, pasar masih berada dalam fase penyesuaian setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya.

    Kapitalisasi Pasar dan Pasokan Bitcoin

    Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto dengan kapitalisasi sekitar $1,39 triliun.

    Dominasi ini membuat BTC sering dianggap sebagai indikator utama pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.

    Dari sisi pasokan, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,24% dari total suplai maksimum sebesar 21 juta koin.

    Karena suplai Bitcoin bersifat terbatas, banyak investor melihat aset ini sebagai instrumen lindung nilai digital yang memiliki karakteristik kelangkaan, mirip dengan emas.

    Jika dihitung berdasarkan suplai maksimum, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,46 triliun.

    Jarak Bitcoin dari Rekor Tertinggi

    Meskipun harga BTC masih berada di kisaran tinggi, level saat ini masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198.

    Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan jika sentimen pasar kembali menguat dalam jangka panjang.

    Namun untuk menuju ke level tersebut, BTC harus terlebih dahulu menembus beberapa zona resistance penting di kisaran $72.000 hingga $75.000.

    Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

    Dalam analisis teknikal jangka pendek, ada beberapa level penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.

    Area $69.000 saat ini menjadi support terdekat yang sedang diuji oleh pasar. Jika level ini mampu bertahan, Bitcoin berpotensi kembali mencoba naik menuju zona $71.000 hingga $72.000.

    Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah $69.000, BTC berpotensi menguji support berikutnya di sekitar $67.000 hingga $68.000.

    Sementara itu, zona $71.700 hingga $72.000 menjadi area resistance utama yang perlu ditembus untuk melanjutkan momentum kenaikan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

    Prospek Pergerakan Bitcoin Selanjutnya

    Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli jangka pendek.

    Aktivitas perdagangan yang tinggi menunjukkan bahwa minat investor terhadap BTC tetap kuat, meskipun pasar masih mengalami fluktuasi.

    Jika momentum beli kembali meningkat dan harga mampu bertahan di atas level support utama, Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya.

    Namun dalam kondisi pasar yang masih volatil, investor tetap perlu memperhatikan pergerakan volume perdagangan, sentimen pasar global, serta dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

    Sebagai aset kripto terbesar, arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan tetap menjadi penentu utama tren pasar kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 11 Maret 2026: Tunjukan Penguatan Jelang CPI

    Pasar kripto hari ini, Rabu (11/3) menunjukkan penguatan menjelang rilis data inflasi AS (CPI) yang menjadi perhatian utama investor. Beberapa altcoin mencatat lonjakan signifikan, dipimpin PIXEL yang meroket 90% ke $0,00956. FLOW juga menguat 20% ke $0,0658, sementara XAI naik 19% ke level yang sama. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat pasar di tengah ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS.

    Penguatan kripto hari ini didorong oleh beberapa faktor utama. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran mulai mereda, sementara harga minyak mengalami penurunan yang membantu memperbaiki sentimen risiko global. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Altcoin Potensial di Tengah Pasar Tunggu Rilis CPI

    • PIXEL melesat 90% dan kini menyentuh angka $0,00956.
    • FLOW menguat 20% ke posisi harga saat ini $0,0658.
    • XAI naik tajam 19% hingga mencapai level $0,0658.

    Penyebab Kripto Naik Hari Ini: 5 Alasan Utama

    • Kripto pulih saat harga minyak turun dan tensi AS-Iran mereda.
    • Elon Musk luncurkan X Money untuk publik April mendatang.
    • Bitcoin naik berkat rebound saham teknologi dan data properti AS.

    Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

    BNB Melonjak Berkat Adopsi Stablecoin

    • BNB Chain kuasai 40% pasar pembayaran ritel global.
    • Stablecoin jadi “dolar paralel” di Amerika Latin ($27M).
    • BNB kini bergerak layaknya saham infrastruktur.

    Harga Bitcoin $70.000 Jelang Rilis CPI, Pasar Waspada Inflasi

    • Bitcoin tembus $70.000 sebelum data Rabu keluar.
    • Prediksi CPI naik ke 0,27% (sebelumnya 0,17%).
    • Suku bunga diprediksi tetap; data Rabu jadi kunci.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

    Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto, harga BTC hari ini berada di level $68.059,39 per BTC, turun sekitar 3,03% dibandingkan hari sebelumnya.

    Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang masih tinggi.

    Volume transaksi Bitcoin dalam 24 jam tercatat sekitar $40,45 miliar, sementara kapitalisasi pasar BTC mencapai sekitar $1,36 triliun, menjadikannya aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia.

    Dengan pasokan beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC, Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto global.

    Namun, koreksi harga terbaru menunjukkan investor mulai mengambil sikap lebih berhati-hati setelah volatilitas meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

    Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

    Dalam perdagangan harian, Bitcoin sempat bergerak cukup volatil. Harga tertinggi dalam 24 jam tercatat di $71.164, sementara level terendah menyentuh $67.757.

    Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat ketika BTC mendekati area $71.000.

    Setelah gagal mempertahankan level tersebut, harga mulai mengalami koreksi hingga kembali ke kisaran $68.000.

    Secara persentase, penurunan harian mencapai sekitar 3,36%, sementara dalam jangka waktu satu jam terakhir harga relatif stabil dengan perubahan sekitar -0,09%.

    Meski demikian, dalam perspektif mingguan Bitcoin masih mencatat kinerja positif.

    Harga BTC naik sekitar 3,83% dalam tujuh hari terakhir, menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih memiliki momentum kenaikan meskipun terjadi koreksi harian.

    Tren Harga BTC dalam Beberapa Bulan

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari periode yang lebih panjang, Bitcoin mengalami koreksi yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir.

    Dalam 30 hari terakhir, harga BTC turun sekitar $2.523 atau sekitar 3,58%. Penurunan menjadi lebih signifikan jika melihat periode yang lebih panjang.

    Selama 60 hari terakhir, Bitcoin telah turun sekitar $25.510 atau sekitar 27,27%. Sementara dalam 90 hari terakhir, BTC mencatat penurunan sekitar 24,01% atau setara dengan $21.500.

    Koreksi tersebut terjadi setelah sebelumnya Bitcoin sempat mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198. Setelah menyentuh level tersebut, pasar mengalami fase konsolidasi yang cukup dalam.

    Kondisi ini merupakan pola yang cukup umum dalam siklus pasar kripto, di mana reli besar biasanya diikuti oleh periode koreksi atau konsolidasi sebelum tren berikutnya terbentuk.

    Kapitalisasi Pasar dan Dominasi Bitcoin

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,36 triliun, Bitcoin masih memegang posisi sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan peringkat 1 dalam daftar kapitalisasi pasar.

    Dominasi Bitcoin juga tetap sangat kuat, terutama karena pasokan maksimalnya yang terbatas hanya 21 juta koin.

    Saat ini sekitar 95% dari total pasokan maksimum sudah beredar di pasar.

    Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan valuasi jika seluruh pasokan maksimal BTC telah beredar.

    Angka ini menunjukkan bahwa meskipun pasar mengalami koreksi, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling berpengaruh dalam menentukan arah pergerakan pasar secara keseluruhan.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, pelaku pasar kini memperhatikan beberapa level teknikal penting untuk menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.

    Area $67.700 hingga $68.000 saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek.

    Jika harga mampu bertahan di atas level ini, BTC berpotensi kembali mencoba menguji area $71.000 yang sebelumnya menjadi resistance.

    Namun, jika tekanan jual terus meningkat dan harga menembus level support tersebut, maka Bitcoin berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut menuju area $65.000.

    Sementara itu, untuk kembali membangun momentum bullish yang kuat, BTC perlu menembus dan bertahan di atas $71.000 hingga $72.000.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $70.921, Pasar Tunggu Arah

    Prospek Bitcoin ke Depan

    Meskipun mengalami penurunan harian, fundamental Bitcoin sebagai aset digital terbesar masih tetap kuat.

    Likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta minat institusional yang terus berkembang membuat BTC tetap menjadi barometer utama pasar kripto.

    Pergerakan harga dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk sentimen makroekonomi global, arus modal institusional, serta dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

    Bagi investor dan trader, periode volatilitas seperti saat ini sering kali menjadi fase penting dalam menentukan arah tren berikutnya.

    Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support utama dan kembali menarik minat beli, peluang pemulihan harga tetap terbuka dalam jangka menengah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com