Author: 14

  • Pasar Kripto Hari Ini 10 Maret 2026: Awal Pekan Disambut Koreksi

    Pasar kripto hari ini, Selasa (10/3) kembali menghijau setelah sentimen global mulai membaik. Sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan, dipimpin FLOW yang naik 37% ke $0,05736. DENT turut menguat 26% hingga $0,000266, sementara DOGS juga mencatat kenaikan 26% ke $0,000034. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya minat risiko investor setelah pasar sempat berada di bawah tekanan.

    Sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik. Pernyataan Donald Trump yang mengklaim konflik AS–Iran segera berakhir memicu optimisme di pasar. Wacana terkait potensi pengambilalihan Selat Hormuz turut menjadi perhatian global, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur strategis energi dunia. Respons pasar terlihat pada lonjakan Bitcoin yang kembali ke sekitar $69.000. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Altcoin Potensial di Tengah Pasar Kembali Hijau Hari Ini

    • FLOW melesat 37% dan kini menyentuh angka $0,05736.
    • DENT naik tajam 26% hingga mencapai level $0,000266.
    • DOGS menguat 26% ke posisi harga saat ini $0,000034.

    Trump: Perang Usai, Incar Selat Hormuz; Bitcoin $69.000

    • Trump klaim perang AS-Iran segera berakhir.
    • Wacana Trump ambil alih Selat Hormuz.
    • Bitcoin loncat ke $69.000 berkat pernyataan Trump.

    Dadakan DRX! Cashback 100% Total Hadiah Rp50 JUTA*

    Michael Saylor Cetak Rekor: Beli 1.360 Bitcoin Sehari

    • Saylor beli 1.360 BTC via STRC; rekor harian baru yang kejutkan pasar.
    • Trader anggap ini akumulasi institusi di tengah kecemasan ritel.
    • Pembelian $93 juta ini perketat likuiditas dan perkuat narasi bullish.

    Sinyal Ekonomi AS: Penentu Sentimen Bitcoin Pekan Ini

    • CPI Februari turun; pasar pantau inflasi 2,5% YoY pada Rabu.
    • Rilis data klaim pengangguran, PCE, & JOLTS pada Kamis-Jumat.
    • Data yang lemah berpotensi picu penurunan bunga & dongkrak Bitcoin.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 dari 10 Altcoin Nyaris di Titik Terendah, Pasar Kripto Sedang Tertekan?

    Kondisi pasar altcoin saat ini menunjukkan tekanan yang cukup besar. Data analisis on-chain terbaru menunjukkan sekitar 38% altcoin diperdagangkan mendekati harga terendah sepanjang masa atau all-time low (ATL).

    Indikator yang dikenal sebagai “Altcoins near ATL” digunakan untuk mengukur persentase altcoin yang berada di dekat level harga terendah historisnya. Dalam metrik ini, altcoin mencakup seluruh aset kripto selain Bitcoin, Ethereum, dan stablecoin.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa hampir empat dari sepuluh altcoin berada di dekat titik terlemahnya di pasar.

    Banyak Altcoin Masuk Fase Tekanan

    Grafik yang dikembangkan oleh analis CryptoQuant Darkfost menunjukkan bahwa tingginya rasio altcoin dekat ATL biasanya muncul pada periode tekanan pasar yang kuat.

    Ketika indikator ini meningkat, hal tersebut menandakan banyak altcoin berada dalam tren penurunan yang panjang. Pada saat yang sama, sentimen investor terhadap aset yang lebih berisiko juga cenderung melemah.

    Kondisi ini membuat sebagian besar altcoin mengalami kesulitan untuk menarik permintaan baru dari pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pembacaan setinggi ini biasanya muncul saat pasar altcoin berada di fase stres berat dan sentimen investor terhadap aset spekulatif memburuk tajam.

    “Namun secara historis, level ekstrem seperti ini juga sering muncul mendekati fase akhir tekanan jual, artinya banyak downside mungkin sudah terdiskon dan rotasi modal ke altcoin bisa kembali terjadi jika kondisi makro dan kekuatan BTC mulai stabil,” tuturnya.

    Baca juga: 38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

    Likuiditas Beralih ke Bitcoin

    Salah satu faktor utama yang mendorong kondisi ini adalah konsentrasi likuiditas di Bitcoin.

    Arus dana institusional yang masuk melalui produk seperti spot Bitcoin ETF telah menarik sebagian besar likuiditas pasar ke BTC. Sementara itu, banyak token dengan kapitalisasi lebih kecil kesulitan mendapatkan aliran modal baru.

    Selain itu, jumlah aset kripto yang terus bertambah juga meningkatkan persaingan dalam menarik dana investor.

    Dengan semakin banyak proyek kripto yang bermunculan, modal yang tersedia harus terbagi ke lebih banyak aset.

    Faktor Makroekonomi Juga Berpengaruh

    Kondisi ekonomi global juga berperan dalam tekanan terhadap altcoin.

    Tingkat suku bunga yang tinggi dan likuiditas yang lebih ketat cenderung mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Dalam situasi seperti ini, investor biasanya lebih memilih aset yang dianggap lebih stabil atau memiliki kapitalisasi besar.

    Akibatnya, aset spekulatif seperti altcoin menjadi lebih rentan terhadap tekanan jual.

    Potensi Sinyal Akhir Siklus

    Meski terlihat negatif, level ekstrem seperti ini dalam sejarah pasar kripto sering muncul menjelang tahap akhir suatu siklus pasar.

    Ketika sebagian besar altcoin sudah berada di dekat harga terendahnya, sebagian tekanan jual biasanya telah tercermin dalam harga.

    Jika kondisi pasar mulai stabil dan Bitcoin menunjukkan penguatan, modal investor dapat secara bertahap kembali mengalir ke altcoin.

    Rotasi modal semacam ini dalam beberapa siklus sebelumnya sering menjadi awal dari fase pemulihan di pasar altcoin.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Minyak Meledak 60%, Bitcoin Ikut Tertekan?

    Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz mendorong lonjakan harga minyak global sejak awal 2026. Kenaikan tersebut kini memicu kekhawatiran baru terhadap dampaknya pada inflasi dan pasar keuangan, termasuk aset kripto seperti Bitcoin.

    Sejak awal tahun, harga minyak tercatat naik lebih dari 60%. Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya risiko gangguan distribusi energi di kawasan Timur Tengah.

    Selat Hormuz merupakan jalur strategis perdagangan energi dunia. Sekitar 20% ekspor minyak global dan hampir 35% minyak yang diangkut melalui jalur laut melewati wilayah tersebut.

    Gangguan Distribusi Energi Dorong Harga Minyak

    Dilaporkan Crypto Quant, setiap potensi gangguan pada jalur ini dapat langsung memicu lonjakan harga minyak di pasar global.

    Ketika risiko penutupan atau hambatan distribusi meningkat, pasar biasanya merespons dengan kenaikan harga sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kekurangan pasokan.

    Lonjakan harga energi ini juga berpotensi mendorong inflasi global karena biaya transportasi dan logistik ikut meningkat.

    Dalam kondisi seperti ini, pasar keuangan cenderung menjadi lebih sensitif terhadap berbagai guncangan ekonomi.

    Dampak ke Pasar Kripto

    Aset kripto seperti Bitcoin sering kali dianggap sebagai aset berisiko tinggi. Dalam periode ketidakpastian geopolitik atau lonjakan harga energi, investor biasanya cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

    Secara historis, periode ketika harga minyak menguat sering bertepatan dengan fase akhir siklus pasar Bitcoin.

    Ketegangan geopolitik juga dapat memicu sikap lebih berhati-hati di kalangan investor global, yang berdampak pada penurunan minat terhadap aset spekulatif.

    Kondisi tersebut berpotensi menekan pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, bagi Bitcoin, lonjakan minyak akibat shock geopolitik biasanya bukan lingkungan yang ideal karena pasar cenderung masuk mode risk-off saat harga energi dan ketidakpastian makro naik bersamaan.

    “Jika tensi Hormuz terus memanas, BTC bisa menghadapi tekanan tambahan karena investor lebih berhati-hati terhadap aset volatil dan spekulatif di tengah ancaman inflasi serta perlambatan sentimen risiko global,” jelasnya.

    Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 9 Maret 2026: Awal Pekan Disambut Koreksi

    Pergerakan Harga Bitcoin

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Saat ini Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$67.500 hingga US$68.000.

    Data pasar menunjukkan harga BTC berada di sekitar US$67.537 per koin dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$1,35 triliun. Volume perdagangan 24 jam tercatat sekitar US$37 miliar.

    Dalam 24 jam terakhir, harga Bitcoin mengalami kenaikan tipis sekitar 1%. Namun secara bulanan harga masih turun sekitar 3%, sementara dalam dua hingga tiga bulan terakhir penurunannya mencapai lebih dari 24%.

    Bitcoin juga sempat bergerak di kisaran terendah US$65.639 dan tertinggi US$68.177 dalam 24 jam terakhir.

    Risiko Geopolitik Masih Jadi Faktor Penting

    Para analis menilai perkembangan situasi di Timur Tengah akan menjadi faktor penting bagi arah pasar ke depan.

    Jika ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat dan harga minyak tetap tinggi, tekanan terhadap pasar keuangan global berpotensi bertahan lebih lama.

    Dalam kondisi tersebut, investor global kemungkinan akan tetap berhati-hati terhadap aset yang memiliki volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

    Aktivitas transaksi stablecoin mencatat rekor baru pada Februari 2026 setelah volume transfer bulanan mencapai sekitar US$1,8 triliun. Menariknya, stablecoin USDC justru mendominasi sebagian besar aktivitas tersebut dan melampaui Tether (USDT) dalam volume transaksi.

    Data dari platform analitik Allium menunjukkan bahwa sekitar 70% dari total volume transaksi stablecoin pada Februari berasal dari USDC. Angka ini menjadikan USDC sebagai stablecoin dengan aktivitas transfer terbesar selama periode tersebut.

    USDC Salip USDT dalam Volume Transaksi

    Dilaporkan Cointelegraph, volume transaksi USDC tercatat mencapai sekitar US$1,26 triliun sepanjang Februari. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan volume transaksi USDT yang berada di sekitar US$514 miliar.

    Perkembangan ini dinilai cukup mengejutkan oleh sebagian analis karena kapitalisasi pasar USDC masih jauh lebih kecil dibandingkan USDT.

    Saat ini USDC memiliki kapitalisasi pasar sekitar US$77,4 miliar, sedangkan USDT mencapai sekitar US$184 miliar.

    Meski demikian, pendiri Moonrock Capital Simon Dedic mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir USDC secara konsisten melampaui USDT dalam hal volume transfer.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, implikasi besarnya adalah stablecoin semakin berfungsi sebagai infrastruktur settlement inti, bukan sekadar tempat parkir dana di exchange.

    “Bagi pasar, kenaikan volume transfer ini mendukung pandangan bahwa pembayaran, trading, dan perpindahan modal onchain semakin terkonsolidasi di aset berbasis dolar sebagai lapisan likuiditas utama crypto,” analisanya.

    Baca juga: Stablecoin Tanpa Bunga Jadi Standar? OCC Buka Babak Baru Regulasi

    Pasokan USDC Tumbuh Cepat

    Selain volume transaksi yang meningkat, pasokan USDC juga tercatat tumbuh lebih cepat dibandingkan USDT dalam beberapa pekan terakhir.

    Perusahaan analitik blockchain Arkham melaporkan bahwa lebih dari US$3 miliar USDC telah dicetak sejak awal Maret. Sementara itu, pasokan USDT relatif tidak mengalami perubahan signifikan dalam periode yang sama.

    Kinerja ini sejalan dengan laporan keuangan Circle Internet Group, penerbit USDC, yang mencatat hasil kuat pada kuartal keempat 2025 berkat pertumbuhan bisnis pembayaran dan peningkatan penggunaan USDC.

    Likuiditas Stablecoin Dorong Daya Beli Pasar

    Meningkatnya aktivitas stablecoin juga menjadi sinyal penting bagi pasar kripto secara keseluruhan.

    Indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR), yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan kapitalisasi pasar stablecoin, menunjukkan tren pemulihan setelah sempat turun tajam pada Februari.

    Menurut analis CryptoQuant Sunny Mom, perbaikan SSR menunjukkan bahwa daya beli mulai kembali ke pasar.

    Pasokan stablecoin di bursa kripto juga meningkat. Data CryptoQuant menunjukkan jumlah stablecoin di exchange mencapai sekitar US$66,5 miliar, level tertinggi dalam tiga minggu terakhir.

    Arus Masuk Stablecoin ke Bursa Meningkat

    Lonjakan likuiditas juga terlihat dari arus masuk stablecoin ke bursa kripto.

    Pada 5 Maret, total stablecoin yang dipindahkan ke exchange mencapai sekitar US$5,14 miliar, meningkat signifikan dibandingkan sekitar US$1,14 miliar pada 1 Maret.

    Dalam siklus pasar sebelumnya, meningkatnya pasokan stablecoin di bursa sering menjadi indikator meningkatnya daya beli investor terhadap aset kripto.

    Jika tren ini berlanjut, likuiditas yang kembali ke pasar dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung pemulihan harga aset kripto, termasuk Bitcoin.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

    Aktivitas perdagangan XRP menunjukkan tekanan jual yang masih dominan di pasar. Data order flow terbaru mengindikasikan bahwa pelaku pasar besar atau whale kemungkinan sedang mengumpulkan likuiditas dari sisi penjualan ketika harga bergerak lemah.

    Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$83 miliar. Meskipun harga masih bergerak stabil dalam jangka pendek, struktur pasar menunjukkan dominasi order jual yang cukup kuat.

    Tekanan Jual Masih Mendominasi

    Dilaporkan Crypto Quant, data rasio order menunjukkan angka sekitar 0,912, yang berarti jumlah order jual agresif lebih besar dibandingkan order beli.

    Dalam kondisi ini, pihak yang mengambil likuiditas di pasar adalah para penjual yang menggunakan market order. Hal tersebut menandakan adanya agresivitas dari sisi penjualan.

    Sementara itu, pembeli lebih banyak bertindak pasif dengan menempatkan limit order. Artinya, pembeli masih ada di pasar, tetapi tidak memberikan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga naik.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

    “Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” analisanya.

    Baca juga: XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

    Harga XRP Bergerak Lemah

    Dengan rasio di bawah angka 1, pasar saat ini menunjukkan bahwa order jual lebih dominan dalam pergerakan harga.

    Akibatnya, pergerakan XRP terlihat relatif lemah karena tidak didukung oleh pembelian agresif dari investor.

    Struktur pasar seperti ini biasanya menunjukkan bahwa pelaku pasar besar sedang memanfaatkan likuiditas yang tersedia dari sisi penjualan sebelum mengambil posisi lebih besar.

    Potensi Tekanan Harga Berlanjut

    Jika rasio order tetap berada di bawah 1 dan harga terus bergerak lemah, kondisi tersebut dapat menandakan bahwa struktur pasar masih didominasi oleh tekanan jual.

    Hubungan antara rasio order dan pergerakan harga pada grafik juga menunjukkan korelasi yang cukup jelas.

    Karena itu, tekanan jual terhadap XRP berpotensi bertahan dalam waktu dekat jika tidak muncul permintaan beli yang lebih kuat.

    Pergerakan Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Data pasar menunjukkan XRP saat ini diperdagangkan di kisaran US$1,35 dengan volume transaksi 24 jam sekitar US$2,17 miliar.

    Dalam 30 hari terakhir harga XRP tercatat turun sekitar 4,3%. Penurunan lebih tajam terjadi dalam jangka dua hingga tiga bulan, di mana harga turun lebih dari 34%.

    Dengan suplai beredar sekitar 61,23 miliar token dari total maksimum 100 miliar, XRP masih menjadi salah satu aset kripto terbesar dengan peringkat kelima berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Ke depan, arah harga XRP akan sangat bergantung pada perubahan keseimbangan antara tekanan jual dan munculnya permintaan beli yang lebih agresif di pasar.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Co-Founder Ethereum Kirim ETH Rp2,4 Triliun ke Bursa, Sinyal Jual?

    Salah satu pendiri Ethereum, Jeffrey Wilcke, kembali menjadi sorotan setelah dompet kripto yang dikaitkan dengannya memindahkan puluhan ribu ETH ke bursa kripto Kraken. Transaksi besar ini memicu spekulasi di pasar mengenai potensi tekanan jual dari pemegang besar.

    DIlaporkan Crypto Briefing, data on-chain menunjukkan bahwa sekitar 79.358 ETH senilai kurang lebih US$157 juta atau sekitar Rp2,4 triliun dipindahkan ke Kraken. Transaksi tersebut pertama kali dilaporkan oleh analis blockchain @ai_9684xtpa.

    Langkah ini terjadi setelah dompet tersebut tidak menunjukkan aktivitas signifikan selama beberapa bulan terakhir.

    Transfer Besar Setelah Lama Tidak Aktif

    Pergerakan dana ini menjadi yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir dari dompet yang diduga milik Wilcke.

    Sebelumnya, sekitar delapan bulan lalu, dompet tersebut juga sempat memindahkan ETH senilai sekitar US$41 juta. Saat itu, data dari Lookonchain menunjukkan Wilcke masih memegang sekitar 95.897 ETH.

    Transaksi ke bursa kripto sering kali menarik perhatian karena aset yang dikirim ke exchange berpotensi untuk dijual di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, yang penting di sini bukan cuma potensi tekanan jual, tapi sinyal sentimen: wallet pendiri yang kirim size besar ke exchange bisa memperbesar rasa takut pasar bahkan sebelum ada penjualan yang benar-benar terkonfirmasi.

    “Untuk ETH, ini menegaskan bahwa trader masih sangat memperhatikan wallet insider lama sebagai indikator risiko distribusi dan volatilitas jangka pendek,” analisanya.

    Baca juga: Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

    Peran Jeffrey Wilcke di Ethereum

    Jeffrey Wilcke merupakan salah satu tokoh awal dalam pengembangan Ethereum. Ia bergabung dengan tim Ethereum pada akhir 2013 dan dikenal sebagai pencipta Geth.

    Geth merupakan klien Ethereum yang paling banyak digunakan untuk menjalankan node di jaringan tersebut.

    Wilcke berperan dalam menjaga infrastruktur inti Ethereum hingga sekitar 2018 sebelum akhirnya mundur dari pengembangan aktif dan beralih ke industri gim melalui proyek Grid Games.

    Sebagai salah satu pendiri awal Ethereum, Wilcke diperkirakan menerima sekitar 463.000 ETH pada masa awal proyek tersebut.

    Harga ETH Masih Berfluktuasi

    Saat ini harga Ethereum berada di sekitar US$1.900 menurut data pasar terbaru. Dalam tujuh hari terakhir, ETH tercatat naik sekitar 4%.

    Namun secara jangka panjang, harga Ethereum masih berada sekitar 60% di bawah rekor tertingginya yang mencapai sekitar US$4.900 pada Agustus tahun lalu.

    Pergerakan dana dari tokoh besar seperti Wilcke sering kali menjadi perhatian pasar karena dapat memengaruhi sentimen investor.

    Dalam sejarah pasar kripto, transaksi besar dari figur terkenal atau whale kerap memicu reaksi harga yang lebih kuat dibandingkan pergerakan dari dompet anonim.

    Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

    Otoritas pasar modal Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), resmi menutup gugatan hukum terhadap pengusaha kripto Justin Sun dan ekosistem TRON setelah tercapai kesepakatan penyelesaian dengan pembayaran denda sebesar $10 juta.

    Denda tersebut dilaporkan dibayarkan oleh perusahaan Rainberry, entitas yang sebelumnya dikenal sebagai BitTorrent Inc., yang kini berada di bawah ekosistem Tron.

    Dengan kesepakatan ini, sejumlah tuduhan yang sebelumnya diajukan oleh regulator, termasuk manipulasi pasar dan praktik wash trading, resmi dicabut.

    Menariknya, penyelesaian ini dilakukan tanpa Justin Sun mengakui ataupun membantah tuduhan yang sebelumnya diajukan oleh SEC.

    Baca Juga: Prediksi Harga Ethereum ala Justin Sun: Tembus $10.000

    Latar Belakang Gugatan

    Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph, SEC sebelumnya menggugat Justin Sun dan beberapa perusahaan terkait pada tahun 2023.

    Dalam gugatan tersebut, regulator menuduh Sun melakukan berbagai pelanggaran hukum sekuritas, termasuk manipulasi pasar terhadap token kripto tertentu.

    Salah satu tuduhan utama adalah praktik wash trading, yaitu aktivitas perdagangan yang dilakukan untuk menciptakan kesan adanya volume transaksi tinggi tanpa perubahan kepemilikan aset secara nyata.

    SEC juga menuding adanya promosi token yang dianggap melanggar aturan sekuritas Amerika Serikat.

    Kasus tersebut menjadi salah satu dari sejumlah langkah penegakan hukum yang dilakukan regulator AS terhadap industri kripto selama beberapa tahun terakhir.

    Namun setelah proses hukum berjalan, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan yang mengakhiri sengketa tersebut.

    Penyelesaian Tanpa Pengakuan Kesalahan

    Pengusaha kripto, Justin Sun

    Dalam kesepakatan tersebut, pembayaran denda dilakukan tanpa adanya pengakuan kesalahan dari pihak Justin Sun.

    Model penyelesaian seperti ini cukup umum dalam kasus yang melibatkan SEC. Dengan pendekatan tersebut, regulator dapat menutup kasus melalui penyelesaian finansial tanpa harus melalui proses pengadilan panjang.

    Bagi pihak yang dituduh, mekanisme ini juga memungkinkan mereka menghindari risiko keputusan pengadilan yang berpotensi lebih merugikan.

    Dengan tercapainya kesepakatan ini, kasus yang sebelumnya menjadi perhatian besar di industri kripto akhirnya resmi berakhir.

    Sinyal Perubahan Pendekatan Regulasi

    Beberapa analis menilai penyelesaian kasus ini juga mencerminkan perubahan dinamika dalam pendekatan regulasi kripto di Amerika Serikat.

    Tim Research Tokocrypto menilai nilai denda yang relatif kecil dibandingkan dengan skala bisnis Justin Sun menunjukkan bahwa regulator mungkin sedang berupaya menyelesaikan sejumlah kasus lama.

    “$10 juta itu receh buat Justin Sun, apalagi dibanding dana investasi $75 juta dia di proyek World Liberty-nya Trump. Ini bukti SEC lagi mode pembersihan kasus lama Gary Gensler demi iklim yang lebih ramah di bawah administrasi baru,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut merujuk pada perubahan kepemimpinan dan kebijakan yang berpotensi memengaruhi pendekatan regulator terhadap industri kripto.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Penutupan kasus ini dapat memberikan sinyal penting bagi pelaku industri kripto, terutama terkait arah regulasi di Amerika Serikat.

    Selama beberapa tahun terakhir, SEC dikenal cukup agresif dalam mengambil tindakan hukum terhadap berbagai proyek kripto.

    Gugatan terhadap perusahaan, bursa, maupun individu menjadi salah satu strategi utama regulator untuk menegakkan aturan sekuritas di sektor aset digital.

    Namun dengan penyelesaian sejumlah kasus melalui mekanisme settlement, beberapa pengamat melihat adanya kemungkinan perubahan pendekatan menuju lingkungan regulasi yang lebih stabil.

    Bagi ekosistem Tron, penyelesaian ini juga dapat menghilangkan salah satu ketidakpastian hukum yang sebelumnya membayangi proyek tersebut.

    Baca Juga: Diam-Diam Menggebrak! SEC Luncurkan Project Crypto, Investor Heboh!

    Masa Depan Tron dan Justin Sun

    Sebagai salah satu tokoh paling dikenal di industri kripto, Justin Sun kerap menjadi sorotan publik karena berbagai inisiatif bisnis dan investasi yang ia lakukan.

    Selain mengembangkan ekosistem Tron, Sun juga dikenal aktif melakukan investasi di berbagai proyek blockchain dan teknologi finansial.

    Dengan ditutupnya kasus SEC ini, perhatian pasar kemungkinan akan kembali berfokus pada pengembangan ekosistem Tron serta berbagai proyek baru yang terkait dengan Justin Sun.

    Ke depan, dinamika hubungan antara regulator dan industri kripto di Amerika Serikat akan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi arah perkembangan pasar global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AS Resmikan Aturan Pajak Aset Kripto Terbaru

    Regulasi pajak terhadap aset kripto di Amerika Serikat terus mengalami perkembangan.

    Otoritas pajak negara tersebut, Internal Revenue Service (IRS), mengusulkan aturan baru yang mewajibkan pengiriman formulir pajak kripto 1099-DA secara elektronik kepada pengguna.

    Dalam proposal terbaru tersebut, platform perdagangan kripto atau broker aset digital diperbolehkan memutus hubungan layanan dengan klien yang menolak menerima formulir pajak dalam format digital.

    Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah AS untuk memperketat pelaporan transaksi kripto sekaligus meningkatkan efisiensi dalam proses administrasi perpajakan.

    Baca Juga: IRS AS Merilis Panduan Pajak tentang Airdrop dan Hard Fork

    Apa Itu Formulir 1099-DA?

    Formulir 1099-DA merupakan dokumen pajak yang dirancang khusus untuk pelaporan transaksi aset digital seperti kripto.

    Dokumen ini digunakan untuk mencatat berbagai aktivitas perdagangan, termasuk penjualan, pertukaran, maupun transfer aset kripto yang dapat memicu kewajiban pajak.

    Melalui formulir ini, broker atau platform perdagangan kripto diwajibkan melaporkan aktivitas transaksi pengguna kepada otoritas pajak.

    Dengan sistem pelaporan tersebut, IRS dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai keuntungan maupun kerugian yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan kripto oleh wajib pajak.

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Amerika Serikat untuk menyamakan perlakuan pajak antara aset digital dengan instrumen keuangan tradisional seperti saham atau obligasi.

    Fokus pada Digitalisasi Pelaporan Pajak

    Dalam proposal terbaru, Cointelegraph mengabarkan bahwa IRS menekankan pentingnya digitalisasi penuh dalam proses pengiriman dokumen pajak.

    Dengan pengiriman formulir secara elektronik, otoritas pajak berharap dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan administrasi, serta mempercepat proses pelaporan dan pengolahan data.

    Selain itu, sistem digital memungkinkan data transaksi kripto lebih mudah dianalisis secara otomatis melalui sistem komputer yang dimiliki oleh pemerintah.

    Bagi platform kripto, aturan ini juga berarti mereka harus menyiapkan infrastruktur yang mampu mengirimkan dokumen pajak secara digital kepada pengguna.

    Jika pengguna menolak menerima dokumen dalam format elektronik, bursa kripto bahkan memiliki opsi untuk menghentikan layanan kepada klien tersebut sesuai dengan ketentuan yang diusulkan.

    Pengawasan Transaksi Kripto Semakin Ketat

    Proposal ini menunjukkan bahwa pemerintah AS semakin serius dalam memperketat pengawasan terhadap aktivitas kripto.

    Selama beberapa tahun terakhir, transaksi aset digital kerap dianggap sulit dilacak oleh otoritas pajak karena sifatnya yang terdesentralisasi.

    Namun dengan penerapan sistem pelaporan otomatis seperti formulir 1099-DA, transparansi transaksi kripto akan meningkat secara signifikan.

    Menurut analis industri kripto, digitalisasi pelaporan pajak akan membuat pemerintah memiliki akses yang jauh lebih luas terhadap data transaksi pengguna.

    “Paper trail makin ketat dan otomatis. IRS pengen efisiensi total dalam melacak transaksi kripto. Buat pengguna, ini artinya makin nggak ada celah buat sembunyi dari laporan pajak karena semuanya langsung sinkron digital,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sistem pelaporan digital dapat memperkecil peluang bagi pengguna untuk menyembunyikan transaksi kripto dari kewajiban pajak.

    Dampak bagi Pengguna Kripto

    Jika proposal ini disetujui, pengguna kripto di Amerika Serikat kemungkinan harus lebih disiplin dalam mencatat dan melaporkan aktivitas perdagangan mereka.

    Dengan sistem pelaporan otomatis yang langsung terhubung dengan otoritas pajak, setiap transaksi yang dilakukan melalui broker atau bursa kripto akan lebih mudah dipantau oleh pemerintah.

    Bagi investor yang selama ini sudah melaporkan pajak secara transparan, aturan ini kemungkinan tidak akan memberikan dampak signifikan.

    Namun bagi pengguna yang sebelumnya mengandalkan celah dalam sistem pelaporan, kebijakan ini dapat membuat proses pengawasan menjadi jauh lebih ketat.

    Baca Juga: Trump Batalkan Aturan IRS, Apa Motif dan Dampaknya?

    Tren Global Pengawasan Pajak Kripto

    Langkah IRS ini juga mencerminkan tren global di mana pemerintah di berbagai negara mulai memperkuat aturan pajak terhadap aset digital.

    Banyak otoritas pajak kini berupaya membangun sistem pelaporan otomatis yang memungkinkan transaksi kripto dapat dipantau dengan lebih akurat.

    Dengan meningkatnya adopsi kripto secara global, pemerintah juga ingin memastikan bahwa aktivitas perdagangan aset digital tetap berada dalam kerangka regulasi pajak yang jelas.

    Jika aturan ini diterapkan secara penuh, era pelaporan manual dalam transaksi kripto kemungkinan akan semakin berkurang, digantikan oleh sistem digital yang lebih transparan dan terintegrasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulator AS Tegaskan Kesetaraaan Sekuritas Tokenisasi

    Regulator keuangan Amerika Serikat memberikan kejelasan baru terkait perlakuan aset keuangan berbasis blockchain.

    Tiga otoritas utama, yaitu Federal Reserve, Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), dan Office of the Comptroller of the Currency (OCC), dilaporkan Cointelegraph telah mengonfirmasi bahwa sekuritas yang ditokenisasi akan diperlakukan sama dengan sekuritas tradisional dalam hal persyaratan modal bank.

    Kebijakan ini menegaskan pendekatan “technology neutral”, di mana regulasi tidak membedakan antara aset yang diterbitkan melalui sistem tradisional maupun yang diterbitkan menggunakan teknologi blockchain.

    Dengan kata lain, bank tidak akan dikenakan persyaratan modal tambahan hanya karena sekuritas tersebut diterbitkan dalam bentuk token digital.

    Baca Juga: Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

    Apa Itu Sekuritas yang Ditokenisasi?

    Tokenisasi sekuritas adalah proses mengubah instrumen keuangan tradisional, seperti saham, obligasi, atau aset investasi lainnya, menjadi token digital yang tercatat di blockchain.

    Teknologi ini memungkinkan kepemilikan aset dapat dibagi menjadi unit yang lebih kecil dan diperdagangkan secara lebih efisien melalui jaringan blockchain.

    Dalam beberapa tahun terakhir, tokenisasi menjadi salah satu inovasi yang paling menarik perhatian dalam industri keuangan karena potensinya untuk meningkatkan likuiditas, transparansi, dan efisiensi pasar.

    Konsep ini juga menjadi bagian penting dari tren Real World Assets (RWA), yaitu integrasi aset dunia nyata ke dalam ekosistem blockchain.

    Regulasi “Technology Neutral”

    Pendekatan technology neutral yang diambil oleh regulator AS berarti aturan tidak didasarkan pada teknologi yang digunakan, melainkan pada karakteristik ekonomi dari aset tersebut.

    Jika sebuah sekuritas memiliki profil risiko yang sama dengan sekuritas tradisional, maka persyaratan modal yang dikenakan kepada bank juga akan sama.

    Dengan kebijakan ini, bank tidak perlu menambah cadangan modal hanya karena sekuritas tersebut diterbitkan dalam bentuk token digital di blockchain.

    Langkah ini memberikan kepastian regulasi yang sangat dibutuhkan oleh institusi keuangan yang ingin mengeksplorasi teknologi blockchain dalam layanan mereka.

    Peluang Besar bagi Pasar RWA

    Keputusan regulator tersebut dianggap sebagai sinyal positif bagi perkembangan pasar tokenisasi aset di Amerika Serikat.

    Dengan adanya kepastian bahwa sekuritas tokenisasi tidak akan menghadapi beban regulasi tambahan, institusi keuangan besar kini memiliki insentif yang lebih kuat untuk mengadopsi teknologi blockchain.

    Beberapa perusahaan investasi global bahkan sudah mulai mengeksplorasi tokenisasi aset sebagai cara baru untuk memperluas akses investasi.

    Salah satu contoh yang sering disebut dalam diskusi industri adalah perusahaan manajemen aset raksasa BlackRock yang telah menunjukkan minat besar terhadap teknologi blockchain dan tokenisasi aset keuangan.

    Sinyal Positif bagi Integrasi Keuangan Tradisional dan Blockchain

    Analis industri kripto menilai keputusan regulator ini dapat menjadi momentum penting bagi integrasi antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem blockchain.

    Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan tersebut dapat membuka jalan bagi masuknya modal institusional dalam jumlah besar ke ekosistem on-chain.

    “Green light buat RWA (Real World Assets)! Dengan aturan ini, bank nggak perlu nambah cadangan modal cuma gara-gara asetnya ada di blockchain. Ini karpet merah buat BlackRock dan kawan-kawan buat bawa triliunan dolar ke on-chain,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menyoroti potensi besar tokenisasi aset dunia nyata dalam mentransformasi cara aset keuangan diperdagangkan dan dikelola.

    Baca Juga: Donald Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Poin

    Masa Depan Tokenisasi Aset

    Dengan semakin jelasnya kerangka regulasi, banyak pelaku industri percaya bahwa tokenisasi dapat menjadi salah satu tren terbesar dalam sektor keuangan dalam beberapa tahun ke depan.

    Tokenisasi memungkinkan berbagai jenis aset, mulai dari obligasi pemerintah hingga properti, diperdagangkan secara lebih efisien melalui blockchain.

    Selain meningkatkan likuiditas pasar, teknologi ini juga dapat memperluas akses investasi bagi investor ritel yang sebelumnya sulit mengakses instrumen keuangan tertentu.

    Keputusan regulator AS untuk mengadopsi pendekatan technology neutral menunjukkan bahwa pemerintah mulai melihat teknologi blockchain bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai infrastruktur baru yang dapat meningkatkan efisiensi sistem keuangan global.

    Jika tren ini terus berkembang, integrasi antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain berpotensi menciptakan ekosistem investasi yang lebih terbuka, transparan, dan inklusif di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Naik 4,5% dalam 24 Jam, Reli Mingguan Hampir 30%

    Harga kripto Pi Network kembali mencatat kenaikan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

    Dalam catatan Coinmarketcap pada Senin (9/3), aset digital tersebut naik sekitar 4,56% ke level $0,219, melanjutkan tren positif setelah mencatat reli hampir 30% dalam tujuh hari terakhir.

    Kenaikan ini terjadi ketika pasar kripto secara umum bergerak relatif datar.

    Bahkan Bitcoin sebagai aset kripto terbesar hanya mencatat kenaikan sekitar 0,35%, menunjukkan bahwa pergerakan Pi lebih dipicu oleh momentum internal dibandingkan sentimen pasar secara keseluruhan.

    Kinerja tersebut membuat Pi menjadi salah satu aset yang outperform dalam periode perdagangan terbaru, meski analis mencatat bahwa reli ini belum didukung oleh lonjakan volume yang kuat.

    Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini: PI Turun 6% ke $0,210 Setelah Reli Mingguan

    Reli Harga Didominasi Momentum

    Lonjakan harga terbaru Pi sebagian besar dipandang sebagai kelanjutan momentum dari reli mingguan yang kuat.

    Dalam tujuh hari terakhir, harga Pi tercatat naik sekitar 29,73%, menandakan adanya minat beli yang cukup signifikan dari pelaku pasar.

    Namun menariknya, kenaikan harga dalam 24 jam terakhir justru terjadi saat volume perdagangan menurun sekitar 40,87%.

    Fenomena ini biasanya menandakan bahwa pergerakan harga lebih banyak didorong oleh lanjutan sentimen bullish dari reli sebelumnya, bukan oleh katalis baru seperti pengumuman proyek, kemitraan, atau perkembangan ekosistem.

    Dengan kata lain, kenaikan harga Pi saat ini lebih mencerminkan follow-through buying atau pembelian lanjutan dari trader yang memanfaatkan momentum pasar.

    Kondisi ini cukup umum terjadi setelah sebuah aset mencatat kenaikan besar dalam periode singkat.

    Tidak Ada Katalis Baru yang Terlihat

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Hingga saat ini, tidak ada perkembangan signifikan terkait ekosistem atau kemitraan baru yang secara langsung mendorong kenaikan harga Pi.

    Data yang tersedia juga tidak menunjukkan adanya faktor eksternal besar seperti rotasi sektor kripto atau lonjakan minat institusional.

    Selain itu, pergerakan pasar kripto secara umum juga relatif stabil. Kenaikan moderat pada Bitcoin menunjukkan bahwa reli Pi tidak didorong oleh beta pasar, melainkan lebih merupakan alpha movement atau pergerakan spesifik pada aset tersebut.

    Situasi ini membuat banyak analis menilai reli Pi masih berada dalam fase momentum trading, di mana pergerakan harga lebih dipengaruhi oleh dinamika jangka pendek dibandingkan fundamental proyek.

    Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

    Dari sisi analisis teknikal, Pi saat ini berada dalam fase yang masih relatif bullish, meski ada tanda-tanda keletihan tren akibat volume yang tipis.

    Beberapa level harga penting yang menjadi perhatian trader antara lain:

    • Support utama: $0,20 – $0,21
    • Resistance terdekat: $0,23
    • Target resistance berikutnya: $0,24

    Selama harga Pi mampu bertahan di atas area support $0,21, peluang untuk menguji kembali zona $0,23 hingga $0,24 masih terbuka.

    Namun sebaliknya, jika harga turun dan menembus level $0,20, ada potensi koreksi menuju area $0,19 yang sebelumnya menjadi area konsolidasi.

    Volume Jadi Faktor Penentu

    Meskipun tren jangka pendek masih menunjukkan bias bullish, analis menilai volume perdagangan akan menjadi faktor penentu keberlanjutan reli.

    Lonjakan volume yang signifikan biasanya menjadi indikator bahwa pasar menerima harga baru dengan lebih kuat.

    Jika volume perdagangan Pi mampu meningkat secara konsisten, peluang untuk melanjutkan tren naik akan semakin besar.

    Sebaliknya, jika harga terus naik tanpa dukungan volume yang memadai, risiko profit taking atau aksi ambil untung juga bisa meningkat.

    Sebagai indikator, banyak trader memantau kemungkinan lonjakan volume di atas $100 juta sebagai tanda bahwa minat pasar kembali menguat.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 15% Saat Pasar Kripto Melemah, Rotasi ke Altcoin

    Bullish dengan Kehati-hatian

    Secara keseluruhan, pergerakan harga Pi saat ini masih berada dalam tren bullish jangka pendek, didukung oleh momentum reli mingguan yang kuat.

    Namun, kondisi volume yang menurun menunjukkan bahwa reli ini belum sepenuhnya didukung oleh arus modal baru.

    Jika Pi mampu mempertahankan harga di atas $0,21 dan menarik kembali minat perdagangan yang lebih tinggi, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju area $0,23–$0,24 tetap terbuka.

    Sebaliknya, penurunan di bawah $0,20 dapat menjadi sinyal awal berakhirnya momentum reli dan membuka potensi koreksi yang lebih dalam.

    Dalam jangka pendek, pelaku pasar kemungkinan akan terus memantau pergerakan volume dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan sebelum menentukan arah berikutnya bagi Pi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com