Author: 14

  • Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan relatif stabil dalam perdagangan hari ini dengan bertahan di atas level $67.000.

    Berdasarkan data pasar terbaru, BTC diperdagangkan di kisaran $67.193 per koin, mencatat kenaikan tipis sekitar 0,26% dalam 24 jam terakhir.

    Kenaikan moderat ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung bergerak sideways, dengan pelaku pasar menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan harga yang lebih signifikan.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,34 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia dan mendominasi pasar dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

    Pergerakan Harga Bitcoin 24 Jam Terakhir

    Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

    Level terendah harian tercatat di sekitar $65.639, sementara itu, Tokocrypto mencatat level tertinggi sempat menyentuh $68.177.

    Pergerakan ini menunjukkan bahwa volatilitas masih tetap hadir, meskipun tren jangka pendek masih cenderung stabil.

    Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir juga cukup tinggi, mencapai sekitar $37 miliar, yang menunjukkan aktivitas transaksi yang masih aktif di pasar global.

    Namun demikian, pergerakan harga dalam jangka pendek masih relatif terbatas. Dalam satu jam terakhir, harga Bitcoin bahkan sempat mengalami koreksi kecil sekitar 0,61% sebelum kembali stabil di kisaran saat ini.

    Kinerja Bitcoin dalam Beberapa Periode

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat performa Bitcoin dalam beberapa periode waktu, tren jangka pendek menunjukkan pergerakan yang relatif datar.

    Dalam 7 hari terakhir, harga BTC hanya naik sekitar 0,69%, menandakan fase konsolidasi setelah periode volatilitas sebelumnya.

    Namun jika ditarik lebih jauh, Bitcoin masih mencatat koreksi cukup dalam dari beberapa bulan terakhir. Berikut perbandingan pergerakan harga BTC:

    • 24 jam: +0,26%
    • 7 hari: +0,69%
    • 30 hari: -5,76%
    • 60 hari: -25,90%
    • 90 hari: -25,68%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan kecil dalam jangka pendek, Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dibandingkan performa beberapa bulan lalu.

    Kapitalisasi Pasar dan Fundamental Bitcoin

    Saat ini, kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai sekitar $1,34 triliun, menjadikannya aset digital dengan valuasi terbesar di industri kripto.

    Dengan suplai beredar sekitar 20 juta BTC, berarti lebih dari 95% dari total suplai maksimum telah berada di pasar.

    Kondisi ini memperkuat narasi kelangkaan Bitcoin yang sering disebut sebagai salah satu faktor utama yang mendukung nilainya dalam jangka panjang.

    Jika dihitung menggunakan total suplai maksimum, valuasi fully diluted market cap Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,41 triliun.

    Di sisi lain, Bitcoin juga masih memegang posisi sebagai aset kripto paling populer di pasar global, menempati peringkat 1 dalam kapitalisasi pasar.

    Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

    Dalam analisis teknikal jangka pendek, beberapa level harga penting menjadi perhatian para trader dan analis.

    Level support utama saat ini berada di area $65.000–$66.000, yang sebelumnya menjadi zona penahan tekanan jual.

    Sementara itu, level resistance terdekat berada di kisaran $68.000–$70.000. Jika harga mampu menembus area ini secara konsisten, potensi kenaikan menuju level psikologis berikutnya bisa terbuka.

    Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah $65.000, maka Bitcoin berpotensi memasuki fase konsolidasi yang lebih dalam.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

    Prospek Harga Bitcoin ke Depan

    Meskipun pergerakan saat ini relatif stabil, banyak pelaku pasar masih optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin.

    Hal ini didukung oleh beberapa faktor seperti adopsi institusional yang terus berkembang, meningkatnya minat terhadap aset digital, serta narasi Bitcoin sebagai store of value di tengah ketidakpastian ekonomi global.

    Namun dalam jangka pendek, pasar kemungkinan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi sampai muncul katalis baru yang mampu mendorong arus modal yang lebih besar ke pasar kripto.

    Untuk saat ini, investor dan trader cenderung memantau perkembangan volume perdagangan serta pergerakan harga di sekitar level support dan resistance utama.

    Jika Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas di atas $67.000, peluang untuk menguji kembali area $70.000 masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 9 Maret 2026: Awal Pekan Disambut Koreksi

    Pasar kripto hari ini, Senin (9/3) memulai pekan dengan tekanan signifikan setelah Bitcoin turun hingga ke kisaran $66.000. Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak melonjak hingga $111 per barel. Selain itu, pergantian kepemimpinan tertinggi di Iran serta kekhawatiran terkait suku bunga global memicu rotasi aset dari kripto ke instrumen lain yang dianggap lebih aman.

    Di tengah kondisi pasar yang melemah, sejumlah altcoin justru mencatat kenaikan tajam. DEGO memimpin dengan lonjakan 64% hingga mencapai $0,618, diikuti COS yang naik 53% ke $0,001281 dan MBOX yang menguat 32% ke level $0,021. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Altcoin Potensial di Tengah Tekanan Pasar Awal Pekan

    • DEGO naik tajam 64% hingga mencapai level $0,618.
    • COS melesat 53% dan kini menyentuh angka $0,001281.
    • MBOX menguat 32% ke posisi harga saat ini $0,021.

    Penyebab Kripto Merah: Bitcoin Anjlok ke $66.000

    • Minyak tembus $111 per barel akibat konflik Iran.
    • Mojtaba Khamenei jadi Pemimpin Tertinggi Iran; IRGC patuh.
    • Bitcoin turun di bawah $66.000 dipicu isu suku bunga & rotasi aset.

    Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

    Potensi SHIB, PEPE, & DOGE: Cek Support & Likuidasi

    • SHIB pantau pola double-bottom untuk arah harga.
    • Derivatif PEPE $457 Juta; Trader cenderung waspada.
    • DOGE tertahan $0,091; Leverage picu volatilitas.

    XRP Turun 64% dari ATH: Saatnya Beli?

    • XRP diskon 64% dari rekor tertinggi; potensi akumulasi.
    • Momentum lemah & arus modal keluar picu sentimen bearish.
    • Support kunci $1,33; jika jebol, target ke $1,25.

    Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tertekan di 2026, Harga Bisa Turun Lagi?

    Harga XRP masih berada dalam tren penurunan sepanjang 2026 dan belum menunjukkan tanda pemulihan yang kuat. Dalam beberapa minggu terakhir, aset kripto ini bergerak dalam fase konsolidasi di antara level harga penting.

    Saat ini XRP diperdagangkan di sekitar US$1,35, terjebak dalam rentang antara support US$1,34 dan resistance US$1,47. Kondisi ini mencerminkan tekanan pasar yang masih kuat dan membuat pergerakan harga relatif terbatas.

    Indikator MVRV Tunjukkan Tekanan Pasar

    Dilaporkan BeInCrypto, salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah MVRV Extreme Ratio, yang membandingkan nilai pasar dengan nilai realisasi aset.

    Data menunjukkan rasio MVRV XRP berada di bawah level 1,0 sekitar 15% dari hari perdagangan. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa aset berada dalam kondisi undervalued, tetapi juga mencerminkan lemahnya momentum pasar.

    Dalam beberapa kasus sebelumnya, kondisi ini dapat memicu pemulihan jangka pendek. Namun dalam situasi pasar yang lemah, rasio MVRV rendah juga dapat diikuti penurunan harga lebih lanjut.

    Baca juga: XRP Makin Sedikit di Bursa, Apakah Tekanan Jual Mulai Hilang?

    Sentimen Pasar Masih Lemah

    Selain indikator valuasi, tekanan juga terlihat dari perubahan momentum pasar secara keseluruhan.

    Data Exchange Net Position Change menunjukkan peningkatan arus masuk XRP ke bursa. Kondisi ini sering diartikan sebagai sinyal meningkatnya potensi penjualan karena investor memindahkan aset ke bursa untuk diperdagangkan.

    Ketika arus masuk ke bursa meningkat sementara permintaan melemah, tekanan jual di pasar biasanya ikut meningkat.

    Kombinasi antara rendahnya momentum beli dan meningkatnya aktivitas penjualan membuat prospek jangka pendek XRP masih terlihat terbatas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, konsentrasi whale bisa menjadi bantalan, tapi jika mereka mulai distribusi, penurunan bisa tajam karena pasokan efektif terpusat.

    “Pantau realized profit dan inflow exchange sebagai early warning,” jelasnya.

    Level Harga Penting XRP

    Dari sisi teknikal, level US$1,34 menjadi support penting yang telah beberapa kali diuji. Jika level ini ditembus, harga XRP berpotensi turun ke sekitar US$1,21.

    Penurunan tersebut dapat memperpanjang tren bearish yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

    Sebaliknya, jika tekanan jual mereda dan minat beli kembali meningkat, XRP berpeluang menembus resistance di US$1,47.

    Jika berhasil melewati level tersebut, harga dapat bergerak menuju US$1,58 dan bahkan membuka peluang menuju area US$1,70.

    Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta kekuatan permintaan dari investor.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cadangan Ether di Bursa Turun ke Level Terendah, Harga ETH Melonjak?

    Cadangan Ether (ETH) di bursa kripto terpusat dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan ini terjadi ketika harga ETH masih berjuang bertahan di sekitar level US$2.000.

    Dilaporkan Cointelegraph, data terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 31,6 juta ETH ditarik dari bursa selama Februari 2026. Angka tersebut menjadi arus keluar bulanan terbesar sejak November dan memunculkan spekulasi mengenai potensi tekanan pasokan di pasar.

    Arus Keluar ETH dari Bursa Meningkat

    Analis kripto Arab Chain menyebut bahwa arus keluar ETH dari bursa kripto meningkat signifikan sepanjang Februari.

    Binance mencatat penarikan terbesar dengan sekitar 14,45 juta ETH, hampir setengah dari total arus keluar. Sementara itu, OKX mencatat sekitar 3,83 juta ETH dan Kraken sekitar 1,04 juta ETH.

    Ketika aset kripto ditarik dari bursa dan dipindahkan ke dompet pribadi atau platform staking, ketersediaan koin untuk diperdagangkan di pasar spot biasanya berkurang.

    Kondisi ini berpotensi memperketat likuiditas di order book dan meningkatkan volatilitas harga jika permintaan tiba-tiba meningkat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, supply di exchange yang rendah bisa memperketat likuiditas dan mendorong harga naik jika demand meningkat.

    “Namun, ini juga berarti selling pressure langsung bisa terbatas karena token berada di wallet dingin,” analisanya.

    Baca juga: Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

    Cadangan ETH di Binance Sentuh Level Terendah

    Selain arus keluar besar, cadangan Ether di Binance juga turun tajam. Data CryptoQuant menunjukkan cadangan ETH di bursa tersebut kini berada di sekitar 3,46 juta ETH.

    Angka ini menjadi level terendah sejak 2020.

    Pada siklus pasar sebelumnya, cadangan ETH di Binance sempat berada di atas 5 juta ETH sebelum kemudian mengalami tren penurunan bertahap.

    Penurunan cadangan ini membuat pasar semakin sensitif terhadap perubahan permintaan, terutama ketika harga ETH masih berada di bawah level psikologis US$2.000.

    Jika permintaan meningkat sementara cadangan terus berkurang, tekanan pasokan dapat mendorong pergerakan harga yang lebih tajam.

    Pasar Terbelah antara Investor Ritel dan Whale

    Data perdagangan menunjukkan adanya perbedaan perilaku antara investor kecil dan investor besar.

    Menurut data Hyblock, cumulative volume delta (CVD) untuk transaksi kecil bernilai US$0 hingga US$10.000 menunjukkan angka positif sekitar US$95 juta. Hal ini menandakan adanya tekanan beli dari investor ritel.

    Namun situasi berbeda terlihat pada transaksi bernilai lebih besar. Transaksi US$10.000 hingga US$100.000 mencatat CVD sekitar minus US$162 juta, sementara transaksi di atas US$100.000 mencapai sekitar minus US$357 juta.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa investor besar atau whale masih cenderung melakukan penjualan.

    Open Interest Turun Saat Harga Konsolidasi

    Data derivatif juga menunjukkan penurunan open interest di pasar Ether.

    Total open interest saat ini berada di sekitar US$9,41 miliar, turun dari hampir US$10 miliar pada akhir Februari.

    Penurunan ini menunjukkan bahwa sebagian posisi leverage telah ditutup ketika harga ETH bergerak dalam fase konsolidasi antara US$1.900 hingga US$2.000.

    Jika akumulasi dari investor ritel terus berlanjut dan tekanan jual dari whale mulai berkurang, pasar berpotensi memasuki fase yang lebih seimbang.

    Dalam skenario tersebut, berkurangnya cadangan ETH di bursa dapat memperbesar pergerakan harga jika ETH berhasil menembus area resistensi sekitar US$2.000 hingga US$2.150.

    Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • $5 Miliar USDT Masuk Bursa, Tapi Investor Bitcoin Justru Panik?

    Data on-chain terbaru menunjukkan divergensi menarik di pasar kripto. Di satu sisi, cadangan USDT di bursa Binance melonjak tajam hingga miliaran dolar. Namun di sisi lain, investor Bitcoin jangka pendek justru mengalami tekanan kerugian yang semakin dalam.

    Perbedaan kondisi ini memunculkan pertanyaan baru di kalangan analis: apakah pasar sedang bersiap untuk reli baru atau justru menghadapi tekanan jual lanjutan.

    Cadangan USDT di Binance Melonjak

    Dilaporkan Crypto Quant, data transaksi USDT melalui jaringan TRON (TRC20) menunjukkan lonjakan signifikan pada cadangan stablecoin di bursa kripto.

    Dalam periode sekitar satu bulan, cadangan USDT di Binance berubah drastis dari sekitar minus US$460 juta pada 8 Januari menjadi lebih dari US$4,55 miliar pada 7 Februari. Artinya, terjadi arus masuk likuiditas lebih dari US$5 miliar.

    Sepanjang Februari, cadangan tersebut juga tercatat tetap berada di atas US$4 miliar.

    Lonjakan ini sering dianggap sebagai indikator adanya “dry powder”, yakni likuiditas siap pakai yang dapat digunakan investor untuk membeli aset kripto.

    Tekanan Berat pada Investor Jangka Pendek

    Di tengah meningkatnya likuiditas, data lain menunjukkan kondisi berbeda pada investor Bitcoin jangka pendek atau short-term holders (STH).

    Indikator STH realized capitalization menunjukkan penurunan tajam hingga sekitar minus US$62,5 miliar per 3 Maret 2026.

    Level ini terakhir kali terlihat pada September 2024, periode yang kemudian diikuti pembentukan dasar harga Bitcoin di sekitar US$53.000.

    Penurunan ini menandakan banyak investor jangka pendek sedang menanggung kerugian belum terealisasi.

    Kondisi tersebut sering memicu tekanan psikologis di pasar karena kelompok investor ini cenderung lebih cepat menjual aset ketika mengalami kerugian.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi ini berarti likuiditas siap tembak telah berkumpul, tapi banyak holder jangka pendek masih dalam posisi rugi dan rawan jual panik.

    “Setup historis bisa jadi dasar bottoming, tapi timing entry tetap butuh konfirmasi,” jelasnya.

    Baca juga: LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

    Kapitulasi Investor Mulai Terlihat

    Data juga menunjukkan penurunan signifikan pada realized capitalization milik investor jangka pendek dalam beberapa bulan terakhir.

    Sejak November 2025 hingga 2 Maret 2026, nilai realized cap kelompok ini turun dari sekitar US$658 miliar menjadi US$535 miliar. Artinya, terjadi penurunan sekitar US$123 miliar.

    Penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya harga Bitcoin dari sekitar US$88.000 ke bawah US$66.000.

    Dalam siklus pasar sebelumnya, penurunan tajam seperti ini sering terjadi saat fase kapitulasi, yaitu ketika investor yang rentan mulai keluar dari pasar.

    Setelah fase tersebut selesai dan tekanan jual mereda, pasar sering kali memasuki fase pemulihan yang lebih kuat.

    Divergensi Pasar Jadi Sorotan

    Kombinasi antara meningkatnya cadangan USDT di bursa dan tekanan pada investor jangka pendek menciptakan situasi yang cukup unik di pasar kripto.

    Di satu sisi, likuiditas besar menunjukkan potensi daya beli yang sedang terbentuk. Namun di sisi lain, tekanan kerugian pada investor jangka pendek dapat memicu aksi jual tambahan.

    Para analis menilai arah pasar selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah likuiditas baru tersebut benar-benar digunakan untuk membeli Bitcoin atau justru menunggu kondisi pasar yang lebih stabil.

    Baca Juga: Jelajahi Interoperabilitas Blockchain: Memahami LayerZero (ZRO)


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

    Kenaikan harga Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir telah mengubah sentimen pasar dari “Extreme Fear” menjadi lebih optimistis. Namun sejumlah analis on-chain menilai reli ini masih perlu diuji lebih jauh untuk memastikan apakah merupakan pemulihan yang kuat atau hanya bull trap.

    Bitcoin sempat mendekati level US$72.900 pada awal Maret 2026 setelah sebelumnya turun ke kisaran pertengahan US$60.000. Sejumlah indikator on-chain kini menjadi perhatian untuk melihat kekuatan reli tersebut.

    Arus Keluar Besar dari Bursa Derivatif

    Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa lebih dari 30.000 BTC keluar dari bursa derivatif ketika harga Bitcoin mendekati US$72.900.

    Pergerakan ini sering dikaitkan dengan penutupan posisi short atau short covering oleh trader. Ketika posisi bearish ditutup, tekanan jual jangka pendek di pasar biasanya berkurang.

    Kondisi tersebut juga mengindikasikan bahwa sejumlah pelaku pasar besar kemungkinan melihat area harga US$65.000 hingga US$68.000 sebagai titik dasar sementara.

    Akumulasi Tersembunyi di Pasar Spot

    Sementara itu, pada 18 Februari 2026 sekitar 8.000 BTC tercatat keluar dari bursa spot ketika harga berada di level rendah.

    Pergerakan ini sering disebut sebagai “stealth accumulation”, yaitu ketika investor besar membeli aset dan memindahkannya ke penyimpanan jangka panjang seperti cold storage.

    Langkah tersebut biasanya dilakukan untuk menyimpan aset dalam jangka panjang, bukan untuk segera dijual kembali ke pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini reli yang secara struktural sehat (“structurally sound”), bukan sekadar pump kosong. Level psikologis $70.000 adalah garis krusial di pasir.

    “Dengan biaya nambang di area yang sama, support ini jadi sangat kuat. DCA tetap jadi strategi terbaik di tengah kebisingan makro,” analisanya.

    Baca juga: Bitcoin Bangkit ke US$73.000 Setelah Anjlok, ETF Jadi Penyelamat

    Holder Lama Tetap Bertahan

    Data UTXO Age Bands menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin jangka panjang masih mempertahankan aset mereka.

    Pemegang yang telah menyimpan Bitcoin selama lebih dari lima tahun hampir tidak menunjukkan aktivitas penjualan meskipun terjadi volatilitas harga.

    Selain itu, kelompok investor yang memegang BTC selama 6 hingga 12 bulan juga terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor ritel mulai berubah menjadi holder jangka panjang.

    Likuiditas Stablecoin Mulai Kembali

    Indikator Stablecoin Supply Ratio (SSR) saat ini berada di sekitar angka 10,6.

    SSR membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan kapitalisasi stablecoin. Nilai yang menurun biasanya menunjukkan lebih banyak stablecoin yang tersedia untuk membeli Bitcoin.

    Setelah sempat melonjak pada Januari dan turun pada Februari, indikator ini kini kembali meningkat secara bertahap. Hal ini menunjukkan potensi daya beli di pasar mulai kembali, meski belum mencapai fase euforia.

    Biaya Mining Jadi Batas Penting

    Faktor lain yang menjadi perhatian adalah biaya produksi Bitcoin oleh para penambang. Berdasarkan laporan Marathon Digital (MARA), biaya rata-rata penambangan pada kuartal keempat 2025 berada di sekitar US$70.027 per BTC.

    Dengan harga Bitcoin saat ini sekitar US$73.000, jarak dengan titik impas penambangan hanya sekitar US$3.000.

    Dalam siklus sebelumnya, penurunan harga di bawah biaya produksi sering memicu capitulation dari para miner. Namun saat ini beberapa perusahaan penambang mulai mendiversifikasi bisnis mereka ke pusat data AI, yang berpotensi memperkuat level dukungan harga tersebut.

    Level US$70.000 Jadi Garis Penting

    Sejumlah analis menilai reli Bitcoin saat ini memiliki struktur yang cukup kuat, meskipun belum dapat dipastikan akan berlanjut menjadi tren bullish besar.

    Level psikologis US$70.000 kini dianggap sebagai garis penting yang menentukan arah pasar. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, sentimen positif dapat terus berlanjut.

    Namun di tengah ketidakpastian ekonomi global, pergerakan Bitcoin masih sangat dipengaruhi oleh faktor makro.

    Bagi investor jangka panjang, pendekatan akumulasi bertahap atau dollar-cost averaging (DCA) masih dianggap sebagai strategi yang relevan dalam menghadapi volatilitas pasar.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token VVV Melejit 20% Saat Pasar Kripto Merah, Apa yang Terjadi?

    Di tengah tekanan yang melanda pasar kripto global, Venice Token (VVV) justru mencatat kenaikan harga yang signifikan. Token ini melonjak lebih dari 20% dalam 24 jam terakhir dan menjadi salah satu aset dengan kinerja terbaik di antara 300 kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Data pasar menunjukkan VVV sempat menyentuh harga intraday sekitar US$6,78, level tertinggi sejak Februari 2025. Pada saat yang sama, total kapitalisasi pasar kripto justru turun hampir 1%, dengan sebagian besar aset utama mengalami pelemahan.

    Kenaikan ini membuat VVV menonjol di tengah kondisi pasar yang cenderung bearish.

    VVV Melonjak Saat Pasar Kripto Tertekan

    Dilaporkan BeInCrypto, Venice Token merupakan token asli dari ekosistem Venice AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang berfokus pada privasi dan akses tanpa sensor terhadap model AI open-source. Platform ini menyediakan layanan pembuatan teks, gambar, video, hingga kode.

    Proyek ini didirikan oleh Erik Voorhees, mantan CEO ShapeShift. Token VVV sendiri diluncurkan pada Januari 2025 dan berfungsi terutama sebagai token staking dalam ekosistem Venice AI.

    Melalui mekanisme staking, pengguna dapat memperoleh imbal hasil atau mencetak token DIEM. Setiap token DIEM memberikan akses API senilai US$1 per hari secara permanen.

    Dalam beberapa bulan terakhir, performa VVV juga terbilang kuat. Data CoinGecko menunjukkan token ini telah mencatat pertumbuhan sekitar 7,5 kali lipat dalam tiga bulan terakhir, dengan kapitalisasi pasar yang kini melampaui US$290 juta.

    Baca juga: 38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

    Pengurangan Emisi Token Dorong Kelangkaan

    Salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga VVV adalah perubahan pada mekanisme pasokan token. Venice AI mengumumkan pengurangan emisi tahunan token dari 8 juta VVV menjadi 6 juta VVV mulai 10 Februari.

    Pemotongan sekitar 25% ini mengurangi jumlah token baru yang masuk ke pasar, sehingga berpotensi menekan tekanan jual dari sisi suplai.

    Dengan berkurangnya emisi token, tingkat kelangkaan VVV meningkat, yang pada akhirnya dapat memberikan dukungan terhadap harga.

    Integrasi DeFi dan Pertumbuhan Pengguna

    Selain perubahan pada sisi suplai, peningkatan utilitas token juga menjadi faktor pendorong kenaikan harga. VVV kini telah terintegrasi dengan beberapa platform keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Beberapa integrasi tersebut mencakup Aerodrome untuk penyediaan likuiditas, Morpho sebagai jaminan (collateral), serta Plena untuk fitur swap tanpa biaya gas.

    Di sisi lain, pertumbuhan pengguna juga menunjukkan tren positif. Venice AI dilaporkan telah memiliki lebih dari 2 juta pengguna terdaftar, dengan jumlah pengguna API yang juga terus meningkat.

    Data dari platform analisis LunarCrush menunjukkan interaksi sosial terhadap VVV melonjak signifikan. Tingkat engagement tercatat 255% di atas rata-rata harian, sementara dominasi percakapan di media sosial naik hingga 424% dibandingkan pekan sebelumnya.

    Prospek VVV Masih Terbuka

    Meski mencatat kenaikan tajam dalam waktu singkat, harga VVV saat ini masih sekitar 70% di bawah rekor tertingginya sepanjang masa.

    Kombinasi antara pengurangan suplai token, integrasi DeFi, dan pertumbuhan ekosistem Venice AI menjadi faktor utama yang mendorong reli terbaru.

    Namun, keberlanjutan tren kenaikan tersebut masih akan sangat bergantung pada perkembangan ekosistem dan kondisi pasar kripto secara keseluruhan dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Anjlok 57%, Tapi ETF Solana Justru Kebanjiran Dana

    Harga Solana (SOL) memang mengalami penurunan tajam sejak peluncuran ETF Solana di Amerika Serikat pada Juli 2025. Namun menariknya, produk investasi berbasis ETF tersebut justru masih mencatat arus dana yang kuat.

    Analis ETF Bloomberg Eric Balchunas menyebut ETF Solana berhasil mengumpulkan sekitar US$1,5 miliar arus masuk sejak peluncurannya. Hal ini terjadi meskipun harga token SOL telah turun lebih dari 57% dalam periode yang sama.

    Menurut Balchunas, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan minat investor institusional terhadap Solana.

    “Sekitar 50% arus dana ETF berasal dari investor institusional. Ini menunjukkan basis investor yang serius dan merupakan sinyal positif untuk masa depan,” ujarnya.

    ETF Solana Catat Kinerja Kuat

    Dilaporkan Cointelegraph, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar, kinerja ETF Solana bahkan disebut melampaui Bitcoin pada tahap awal peluncurannya.

    Dengan kapitalisasi pasar Solana sekitar US$50 miliar dibandingkan Bitcoin yang mencapai sekitar US$1,4 triliun, arus dana ETF Solana setara dengan sekitar US$54 miliar dalam skala Bitcoin.

    Angka tersebut sekitar dua kali lipat dibandingkan arus dana yang diterima ETF Bitcoin pada periode yang sama setelah peluncurannya.

    Balchunas menilai angka tersebut cukup mengesankan mengingat kondisi pasar Solana yang sedang mengalami penurunan harga.

    Biasanya, ETF yang diluncurkan saat harga aset dasar turun tajam akan kesulitan menarik dana investor.

    “Jika sebuah aset turun 57% dalam enam bulan pertama, biasanya hampir mustahil bagi ETF untuk tetap mendapatkan arus masuk dana,” kata Balchunas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, resiliensi institusi di SOL jauh lebih kuat dari ritel. Meski harga lumat, inflow tetap stabil.

    “Ini sinyal kalau big money nggak peduli sama volatilitas jangka pendek dan lebih fokus ke akumulasi jangka panjang. SOL bukan cuma mainan memecoin lagi,” ungkapnya.

    Baca juga: Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

    Pergerakan Dana ETF Masih Stabil

    Meski secara umum masih mencatat arus dana positif, ETF Solana sempat mengalami arus keluar bersih pertama dalam lebih dari satu bulan pada Kamis, dengan sekitar US$6 juta keluar dari enam produk ETF yang tersedia.

    Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah ETF Solana mencatat arus masuk bersih sekitar US$19 juta.

    Hal ini menunjukkan bahwa meskipun minat investor masih kuat, volatilitas tetap terjadi dalam aliran dana ETF.

    Harga SOL Masih Tertekan

    Harga Solana sendiri masih berada jauh di bawah rekor tertingginya. Token ini sempat mencapai all-time high di sekitar US$293 pada Januari 2025 ketika tren memecoin mendorong aktivitas jaringan.

    Saat ini SOL diperdagangkan di kisaran US$88, atau sekitar 70% lebih rendah dari puncak tersebut.

    Sejak awal 2026, harga Solana juga telah turun hampir 30%, mencerminkan tekanan yang masih terjadi di pasar altcoin secara umum.

    Meski demikian, kuatnya arus dana ke ETF menunjukkan sebagian investor institusional masih melihat potensi jangka panjang pada ekosistem Solana.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MYX Anjlok 95% dalam Sebulan, Bisakah Whale Menyelamatkan Harga?

    Token MYX Finance mengalami salah satu penurunan paling tajam di pasar kripto dalam beberapa waktu terakhir. Dalam sebulan terakhir, harga MYX tercatat anjlok sekitar 95%, mencerminkan tekanan jual yang terus mendominasi pasar.

    Saat ini MYX diperdagangkan di kisaran US$0,30. Penurunan drastis tersebut terjadi di tengah melemahnya kepercayaan investor dan minimnya katalis positif yang mampu mendorong pemulihan harga.

    Tekanan Jual Masih Mendominasi

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan kondisi yang masih negatif untuk MYX. Selama sebulan terakhir, indikator ini berada jauh di bawah garis nol, menandakan arus keluar dana yang terus berlanjut.

    Posisi CMF di wilayah negatif menunjukkan lebih banyak modal keluar dari aset dibandingkan yang masuk. Kondisi ini menegaskan bahwa sentimen pasar terhadap MYX masih didominasi oleh sikap pesimistis.

    Tekanan jual yang konsisten tersebut membuat peluang pemulihan harga dalam jangka pendek terlihat terbatas tanpa perubahan besar dalam sentimen investor.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, sentimen negatif di pasar futures semakin memperburuk situasi dengan risiko likuidasi besar jika harga menembus ke bawah $0,45.

    “Pemulihan signifikan hanya mungkin terjadi jika bursa mampu membalikkan level $0,399 menjadi support untuk menargetkan kembali angka psikologis $1,” jelasnya.

    Baca juga: MYX Finance Anjlok 70% dan Masuk Zona Oversold, Koreksi Berlanjut?

    Risiko Likuidasi di Pasar Derivatif

    Selain tekanan dari pasar spot, data dari pasar derivatif juga menunjukkan potensi penurunan lebih lanjut. Peta likuidasi menunjukkan bahwa trader bearish bersiap menghadapi kemungkinan penurunan harga tambahan.

    Jika harga MYX turun di bawah level US$0,45, likuidasi sekitar US$2,6 juta dapat terjadi di pasar futures. Kondisi ini menunjukkan banyak trader memposisikan diri untuk penurunan harga lebih lanjut.

    Dominasi posisi bearish tersebut memperkuat pandangan bahwa pasar masih memperkirakan tekanan turun pada harga MYX.

    Whale Mulai Akumulasi

    Di tengah kondisi pasar yang lemah, investor besar atau whale mulai meningkatkan kepemilikan mereka. Data menunjukkan alamat yang memegang lebih dari US$1 juta dalam MYX telah meningkatkan kepemilikannya sekitar 24%.

    Saat ini kelompok investor tersebut memegang lebih dari 253.013 token MYX. Meski langkah ini dapat menunjukkan kepercayaan sebagian investor besar, akumulasi tersebut sejauh ini belum mampu membalikkan tren penurunan harga.

    Analis menilai bahwa tanpa perubahan sentimen pasar secara luas, pembelian oleh whale saja kemungkinan belum cukup untuk menghentikan tekanan jual.

    Level Harga Penting MYX

    Dari sisi teknikal, MYX masih menghadapi risiko penurunan lebih lanjut. Jika harga turun di bawah support US$0,209, aset ini berpotensi jatuh ke level sekitar US$0,138 bahkan hingga US$0,091.

    Namun skenario tersebut dapat berubah jika pasar kripto secara keseluruhan mengalami pemulihan. Jika MYX mampu menembus dan mempertahankan level US$0,399 sebagai support, harga berpotensi naik menuju resistance di sekitar US$1,005.

    Untuk saat ini, MYX masih berada dalam tekanan kuat, dengan arah harga ke depan sangat bergantung pada perubahan sentimen pasar serta potensi katalis baru yang dapat mengembalikan kepercayaan investor.

    Baca Juga: 5 Token IDO Teratas di Binance Wallet: MYX Finance Meroket 66%


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token HYPE Melonjak, Potensi Naik 90% ke Rekor Harga Baru

    Token Hyperliquid (HYPE) mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir, memicu spekulasi bahwa harga aset ini berpotensi mencapai rekor tertinggi baru. Sejak 24 Februari, HYPE telah naik sekitar 31% dan saat ini diperdagangkan di kisaran US$32.

    Kinerja ini bahkan melampaui beberapa aset kripto besar seperti Bitcoin, Ethereum, dan Solana yang masih mencatat pelemahan dalam periode 30 hari terakhir. Analis menilai kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan aset keuangan tradisional di platform Hyperliquid.

    Hyperliquid Buka Akses TradFi 24 Jam

    Dilaporkan BeInCrypto, Hyperliquid menarik perhatian karena menawarkan perdagangan derivatif aset tradisional seperti minyak, emas, perak, hingga saham secara 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.

    Berbeda dengan pasar keuangan tradisional yang memiliki jam operasional terbatas, platform ini memungkinkan trader memperdagangkan aset seperti NVIDIA atau komoditas energi kapan saja menggunakan kontrak perpetual.

    Lonjakan aktivitas terlihat pada akhir pekan 1–2 Maret ketika volume perdagangan di platform tersebut melampaui US$6,4 miliar hanya dalam satu hari. Perdagangan kontrak perpetual minyak bahkan dilaporkan melonjak hampir 20%.

    Data dari Delphi Digital juga menunjukkan bahwa aset tradisional yang ditokenisasi kini menyumbang sekitar 31,6% dari total volume perdagangan Hyperliquid, meningkat tajam dari kurang dari 5% hanya sebulan sebelumnya.

    Baca Juga: Hyperliquid Dirikan Policy Center di Washington, Sinyal Baru Lobi DeFi

    Mekanisme Burn Dorong Tekanan Pasokan

    Kenaikan aktivitas perdagangan ini berdampak langsung pada mekanisme deflasi token HYPE. Sekitar 97% biaya transaksi di platform dialokasikan ke sistem yang secara otomatis membeli token HYPE dari pasar dan membakarnya secara permanen.

    Selain itu, biaya gas dari HyperEVM juga ikut dibakar, sehingga setiap transaksi di platform secara langsung mengurangi suplai token.

    Data terbaru menunjukkan platform menghasilkan sekitar US$2,74 juta biaya transaksi dalam 24 jam dan sekitar US$16,96 juta dalam tujuh hari terakhir. Selama periode tersebut, sekitar US$9,22 juta token HYPE telah dibakar.

    Saat ini jumlah token yang dibakar setiap hari mencapai lebih dari 48.000 HYPE, sementara emisi token baru dari staking hanya sekitar 26.790 HYPE per hari. Artinya, tingkat pembakaran token sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan pencetakan token baru.

    Smart Money Dominan Posisi Long

    Data on-chain juga menunjukkan perbedaan strategi antara investor institusional dan investor ritel. Menurut analisis Nansen AI, dompet yang dikategorikan sebagai smart money memegang posisi long sekitar US$8,5 juta pada HYPE, sementara posisi short hanya sekitar US$70.000.

    Beberapa investor besar seperti Arrington XRP Capital dan Selini Capital juga tercatat membuka posisi long pada token tersebut.

    Sebaliknya, trader ritel justru lebih banyak membuka posisi short. Data peta likuidasi menunjukkan potensi likuidasi short cukup besar di atas level harga US$34, yang dapat memicu short squeeze jika harga berhasil menembus area tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, mekanisme burn flywheel Hyperliquid yang menghanguskan biaya transaksi dari perdagangan aset TradFi menciptakan tekanan suplai negatif yang sangat kuat.

    “Secara teknis, keberhasilan menembus resistance $34 dapat memicu short squeeze menuju target jangka panjang di area $62,” jelasnya.

    Target Harga Hingga US$62

    Dari sisi teknikal, harga HYPE baru saja kembali menembus indikator 20-day exponential moving average (EMA), yang sebelumnya juga menjadi titik awal reli besar pada Januari.

    Pada saat itu, harga HYPE melonjak sekitar 81% hingga mencapai US$43 sebelum mengalami koreksi.

    Jika pola serupa terulang, analis memproyeksikan beberapa level resistance penting di sekitar US$34, US$39, dan US$43. Jika harga mampu menembus level tersebut, target berikutnya berada di kisaran US$48 hingga US$62.

    Level US$62 akan menandai rekor harga baru bagi HYPE, melampaui puncak sebelumnya di atas US$59 pada September 2025.

    Namun skenario bullish ini dapat berubah jika harga turun di bawah US$30. Penurunan lebih dalam hingga US$25 berpotensi membatalkan struktur kenaikan yang sedang terbentuk.

    Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com