Author: 14

  • Coreum dan SOLO Resmi Bermigrasi ke Token TX, Supply Awal 1,9 Miliar

    Migrasi besar dalam ekosistem kripto kembali terjadi setelah token Coreum dan Sologenic resmi bertransformasi menjadi token baru bernama TX pada 6 Maret 2026, sebagaimana dilaporkan Coinmarketcal.

    Langkah ini menandai fase penting dalam evolusi proyek blockchain yang sebelumnya berjalan secara terpisah.

    Melalui proses Token Generation Event (TGE), kedua ekosistem tersebut kini disatukan dalam satu struktur token yang diharapkan mampu meningkatkan utilitas jaringan sekaligus memperbaiki model ekonomi token.

    Salah satu sorotan utama dari peluncuran ini adalah jumlah pasokan beredar awal (circulating supply) yang hanya sebesar 1,9 miliar token TX.

    Angka ini jauh lebih kecil dari rumor yang sempat beredar di komunitas kripto yang menyebut supply token baru tersebut bisa mencapai 100 miliar.

    Baca Juga: Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Turun Hari Ini (6/6)?

    Klarifikasi Tokenomics: Supply Awal 1,9 Miliar

    Sebelum peluncuran resmi, komunitas kripto sempat diramaikan dengan berbagai spekulasi mengenai tokenomics TX.

    Salah satu yang paling banyak dibahas adalah potensi jumlah pasokan token yang disebut-sebut bisa mencapai 100 miliar unit.

    Rumor ini memicu kekhawatiran mengenai potensi tekanan jual besar di pasar, karena jumlah supply yang terlalu besar dapat meningkatkan risiko inflasi token.

    Namun setelah pengumuman resmi TGE, data menunjukkan bahwa circulating supply awal TX hanya 1,9 miliar token, sehingga kekhawatiran tersebut tidak terbukti.

    Tim Research Tokocrypto menilai klarifikasi ini menjadi faktor penting yang dapat memperbaiki sentimen investor terhadap proyek tersebut.

    “FUD soal supply 100B terbantahkan. Dengan awal supply yang jauh lebih rendah, tekanan jual (supply overhang) berkurang drastis. Struktur vesting 7 tahun untuk PSE menunjukkan komitmen jangka panjang tim untuk stabilitas ekosistem TX,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dengan pasokan awal yang lebih kecil, potensi tekanan jual dalam fase awal perdagangan dapat ditekan sehingga memberikan peluang bagi harga token untuk berkembang lebih stabil.

    Skema Vesting 7 Tahun untuk Emisi Token

    Selain pasokan awal yang relatif terbatas, proyek TX juga menerapkan mekanisme vesting jangka panjang untuk distribusi sisa token.

    Sisa emisi token yang dikenal sebagai Programmatic Supply Emissions (PSE) tidak akan dilepas secara langsung ke pasar.

    Sebaliknya, token tersebut akan didistribusikan secara bertahap melalui periode vesting selama 7 tahun atau sekitar 84 bulan.

    Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas pasar dan stabilitas harga.

    Model vesting jangka panjang semakin banyak digunakan oleh proyek blockchain modern karena dinilai mampu mengurangi risiko dump token dalam jumlah besar sekaligus memberikan insentif jangka panjang bagi tim pengembang dan investor awal.

    Integrasi Ekosistem Coreum dan Sologenic

    Migrasi ke token TX juga membuka peluang integrasi yang lebih dalam antara teknologi yang sebelumnya dikembangkan oleh Coreum dan Sologenic.

    Coreum dikenal sebagai blockchain layer-1 yang dirancang untuk mendukung aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), smart contract, serta tokenisasi aset digital dengan performa tinggi.

    Di sisi lain, Sologenic memiliki fokus kuat pada tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

    Melalui penggabungan ini, token TX diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekosistem baru yang menghubungkan berbagai layanan blockchain, mulai dari DeFi, tokenisasi aset, hingga aplikasi finansial berbasis blockchain.

    Baca Juga: Tokocrypto Luncurkan T-Hub Solo Perluas Adopsi Blockchain dan Aset Kripto

    Reaksi Pasar dan Prospek ke Depan

    Peluncuran token TX menjadi salah satu agenda penting dalam kalender kripto pada awal Maret 2026. Bagi investor dan komunitas blockchain, kejelasan tokenomics menjadi faktor penting dalam menilai potensi jangka panjang suatu proyek.

    Klarifikasi mengenai pasokan awal serta skema vesting jangka panjang memberikan sinyal bahwa tim pengembang berupaya menjaga stabilitas ekonomi token.

    Namun seperti banyak proyek kripto lainnya, keberhasilan token TX tidak hanya bergantung pada struktur tokenomics, tetapi juga pada tingkat adopsi dan penggunaan nyata di dalam ekosistem.

    Jika integrasi antara teknologi Coreum dan Sologenic mampu menghasilkan aplikasi yang menarik bagi pengguna dan pengembang, token TX berpotensi mendapatkan momentum baru di pasar kripto.

    Sebaliknya, tanpa pertumbuhan aktivitas jaringan yang signifikan, peluncuran token baru ini bisa saja hanya menjadi momentum sementara di tengah dinamika industri blockchain yang sangat kompetitif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 38% Altcoin Dekati Titik Terendah, Lebih Parah dari Krisis FTX?

    Pasar altcoin kembali berada di bawah tekanan setelah sekitar 38% aset kripto alternatif kini diperdagangkan di dekat level terendah sepanjang masa (all-time low). Kondisi ini bahkan disebut lebih buruk dibandingkan periode setelah runtuhnya bursa kripto FTX pada 2022.

    Dilaporkan Cointelegrph, analis CryptoQuant Darkfost menyebut situasi pasar saat ini tidak kondusif bagi aset berisiko seperti altcoin. Menurutnya, investor masih menunjukkan sikap hati-hati dan minat terhadap altcoin terus melemah.

    “Untuk perbandingan, metrik ini mencapai 35% pada April 2025 dan 37,8% tepat setelah krisis FTX. Grafik ini menggambarkan kondisi altcoin saat ini dengan sangat jelas,” kata Darkfost.

    Banyak Altcoin Mendekati Rekor Terendah

    Beberapa altcoin besar juga tercatat berada sangat dekat dengan titik terendahnya. Cardano (ADA) saat ini diperdagangkan hanya sekitar US$0,10 di atas all-time low di level US$0,17.

    Sementara itu Polkadot (DOT) sempat mencetak all-time low di sekitar US$1,13 bulan lalu, meskipun kini telah naik sekitar 33% dari level tersebut. Polygon (POL) juga berada tidak jauh dari rekor terendahnya, diperdagangkan sekitar US$0,10 atau hanya sekitar US$0,02 di atas titik terendah sepanjang masa.

    Secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan banyak altcoin masih kesulitan pulih setelah penurunan besar yang terjadi pada Oktober 2025.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan kondisi market sekarang bener-bener gak ramah buat aset berisiko. Altcoin kehilangan narasi “digital gold” dan dukungan institusional yang dinikmati BTC.

    “Ini peluang beli buat yang punya napas panjang, tapi hati-hati: oversupply token bikin pemulihan makin berat,” tutur.

    Likuiditas Berpindah ke Aset Lain

    Menurut Darkfost, salah satu penyebab utama pelemahan altcoin adalah perpindahan likuiditas dari pasar kripto ke aset lain seperti saham dan komoditas.

    Volume perdagangan kripto harian sempat mencapai lebih dari US$417 miliar pada 10 Oktober 2025, hari ketika pasar kripto mengalami penurunan besar. Namun dalam beberapa bulan terakhir, volume harian hanya berkisar antara US$49,4 miliar hingga US$268 miliar.

    Sementara itu indikator Total3, yang mengukur kapitalisasi pasar kripto tanpa Bitcoin dan Ethereum, telah kembali ke level yang terakhir terlihat pada November 2024.

    Minat Investor Terhadap Altcoin Menurun

    Selain tekanan harga, minat investor terhadap altcoin juga menurun secara signifikan. Data dari platform analisis sentimen Santiment menunjukkan pembahasan mengenai altcoin di media sosial turun ke level terendah dalam dua tahun terakhir.

    Pencarian global untuk kata kunci “altcoins” di Google juga jatuh ke level terendah dalam satu tahun berdasarkan data Google Trends.

    Co-founder platform likuiditas Axis, Jimmy Xue, menyebut altcoin saat ini mengalami fenomena yang disebut “liquidity drain”, di mana sedikit perubahan sentimen dapat memicu penurunan harga yang besar.

    Hal ini terjadi karena altcoin tidak memiliki dukungan institusional yang kuat seperti Bitcoin, yang sering diposisikan sebagai “emas digital”.

    Jumlah Token Terlalu Banyak

    Analis juga menyoroti meningkatnya jumlah proyek kripto sebagai salah satu faktor yang menekan pasar altcoin. Saat ini tercatat lebih dari 36,8 juta token kripto terdaftar di CoinMarketCap.

    Persaingan yang sangat besar untuk menarik modal investor membuat likuiditas tersebar ke terlalu banyak proyek.

    Di sisi lain, kehadiran produk investasi seperti ETF Bitcoin juga dinilai mengubah dinamika pasar dengan menyerap sebagian likuiditas yang sebelumnya mengalir ke altcoin.

    Meski demikian, Darkfost menilai penurunan tajam altcoin saat ini juga dapat menjadi peluang bagi investor jangka panjang, karena koreksi besar sering kali terjadi sebelum fase pemulihan pasar berikutnya.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Sentuh US$2.200, Analis Prediksi Rebound Lebih Besar

    Harga Ether (ETH) menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah melonjak hingga menyentuh US$2.200 pada perdagangan terbaru. Kenaikan ini terjadi setelah ETH sempat jatuh ke bawah US$1.800, level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

    Analis pasar menilai tren kenaikan mulai terbentuk setelah Ether berhasil mencatat pemulihan sekitar 25% dari titik terendahnya. Namun, momentum bullish ini dinilai sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas level support penting di sekitar US$2.100.

    Permintaan ETH Mulai Kembali

    Dilaporkan Cointelegraph, data dari CryptoQuant menunjukkan tekanan jual di pasar derivatif mulai melemah. Hal ini terlihat dari indikator net taker volume yang kembali berubah menjadi positif setelah hampir dua bulan berada di zona negatif.

    Net taker volume merupakan indikator yang mengukur ketidakseimbangan antara pembeli dan penjual di pasar derivatif. Ketika indikator ini berada di wilayah positif, hal tersebut menandakan aktivitas pembelian mulai mengungguli tekanan jual.

    Analis CryptoQuant MorenoDV_ menyebut perubahan ini sering kali menjadi tanda awal reli jangka pendek yang dipicu oleh short covering dan peningkatan likuiditas pasar.

    “Perubahan dari tekanan jual berkepanjangan ke wilayah positif sering kali mendahului reli rebound setelah periode penjualan besar,” tulisnya.

    Permintaan Investor AS Menguat

    Kembalinya permintaan terhadap ETH juga tercermin dari Coinbase Premium Index, yang kembali naik ke level yang terakhir terlihat pada Desember 2025.

    Indikator ini sebelumnya berada di wilayah negatif selama beberapa bulan terakhir. Perubahan menjadi positif menunjukkan meningkatnya tekanan beli dari investor di Amerika Serikat.

    Analis CryptoQuant lainnya, CW8900, menilai kenaikan indeks ini menjadi sinyal penting bagi potensi lanjutan reli harga Ether.

    “Jika Coinbase Premium terus meningkat, reli harga ETH berpotensi semakin kuat,” ujarnya.

    Selain itu, produk ETF Ether spot juga mencatat arus masuk dana yang cukup besar. Pada Rabu, ETF Ether mencatat inflow sebesar US$169,4 juta, yang menunjukkan kembalinya minat investor institusional terhadap aset tersebut.

    Level Harga yang Dipantau

    Meski menunjukkan pemulihan, analis menilai beberapa level harga tetap menjadi penentu arah pergerakan ETH berikutnya.

    Menurut analis Crypto Patel, support utama yang harus dipertahankan berada di sekitar US$1.750. Jika level ini ditembus, tekanan bearish berpotensi kembali mendominasi pasar.

    Sebaliknya, jika momentum kenaikan tetap terjaga, ETH berpotensi menuju kisaran US$2.500 hingga US$2.600 dalam jangka menengah.

    Analis lain juga menyebut bahwa jika harga mampu bertahan di atas US$2.100 setelah koreksi jangka pendek, ETH dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut bahkan menuju US$3.400.

    Selain itu, penutupan harga harian di atas US$2.100 dinilai dapat membuka jalan menuju level rata-rata pergerakan 50 hari di sekitar US$2.381, yang menjadi indikasi bahwa fase koreksi kemungkinan telah berakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dominasi seller mulai pudar, dan ini biasanya awal dari short covering rally. $2.100 jadi support krusial; kalau bertahan, target berikutnya $2.500-$2.600.

    “Bullish divergen di Coinbase Premium adalah sinyal kuat kalau institusi US mulai “belanja” lagi di harga diskon,” analisanya.

    Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

    Harga Solana (SOL) mencatat lonjakan signifikan sebesar 14% dalam 24 jam terakhir, mengakhiri fase konsolidasi yang berlangsung hampir empat minggu. Reli ini membawa SOL menembus kisaran harga sebelumnya di antara US$77 hingga US$88, sekaligus menghidupkan kembali sentimen positif di pasar.

    Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$90,5 dan berhasil bertahan di atas level support baru di US$88. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas jaringan serta dukungan investor yang kembali mengalir ke ekosistem Solana.

    Alamat Baru Solana Naik 17%

    Salah satu faktor utama yang mendorong reli SOL adalah meningkatnya jumlah alamat baru di jaringan Solana. Dalam dua minggu terakhir, jumlah alamat baru harian naik sekitar 17%, dari 7,42 juta menjadi sekitar 8,7 juta.

    Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna dan minat terhadap jaringan Solana. Pertumbuhan alamat baru sering dianggap sebagai indikator masuknya modal baru ke dalam ekosistem kripto.

    Semakin banyak pengguna yang berinteraksi dengan jaringan, semakin besar potensi permintaan terhadap token SOL.

    Baca juga: Sinyal Balik Arah Solana Muncul, Tapi Data Ini Peringatkan Koreksi 7–10%

    Tekanan Beli Mulai Menguat

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Money Flow Index (MFI), yang mengukur tekanan beli dan jual berdasarkan volume transaksi, juga menunjukkan perbaikan signifikan.

    Setelah sebelumnya berada dalam fase tekanan jual, MFI kini kembali masuk ke wilayah positif. Hal ini menandakan bahwa aliran modal mulai kembali masuk ke Solana dan permintaan mulai mengungguli tekanan jual.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga SOL tidak semata dipicu oleh spekulasi jangka pendek, tetapi juga oleh peningkatan aktivitas dan minat investor terhadap jaringan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan alamat baru adalah bukti aktivitas real network, bukan cuma spekulasi. Kalau 8 bertahan, target berikutnya 7.

    “Solana ngebuktiin dirinya masih jadi “center of attention” buat on-chain activity meskipun market lagi tertekan,” jelasnya.

    Dominasi Whale Sedikit Menurun

    Di sisi lain, data distribusi suplai menunjukkan perubahan kecil dalam dominasi pemegang besar atau whale. Investor yang memegang lebih dari 100.000 SOL tercatat sedikit mengurangi kepemilikannya dalam dua minggu terakhir.

    Porsi suplai yang mereka kuasai turun dari sekitar 59% menjadi 58,6%. Hal ini mengindikasikan sebagian whale menjual aset mereka saat reli terjadi.

    Namun penjualan tersebut tampaknya diserap oleh investor yang lebih kecil dan alamat baru di jaringan, sehingga membantu menjaga stabilitas harga.

    Level Penting Harga SOL

    Setelah menembus kisaran konsolidasi, Solana kini menghadapi resistance berikutnya di sekitar US$97. Jika momentum kenaikan tetap terjaga, harga berpotensi melanjutkan reli menuju US$105 dalam jangka pendek.

    Namun skenario bullish ini dapat berubah jika tekanan jual kembali meningkat. Penurunan di bawah level support US$88 berpotensi membawa harga kembali ke area konsolidasi sebelumnya di sekitar US$77.

    Jika support tersebut juga gagal dipertahankan, harga SOL berpotensi turun lebih dalam menuju sekitar US$67.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Makin Sedikit di Bursa, Apakah Tekanan Jual Mulai Hilang?

    Data cadangan XRP di bursa Binance menunjukkan penurunan tajam sejak puncaknya pada 2025. Nilai cadangan XRP yang sebelumnya sempat melampaui US$10 miliar kini turun menjadi sekitar US$3,9 miliar per 6 Maret, memunculkan spekulasi apakah pasar telah mendekati titik terendah harga.

    Cadangan bursa sering digunakan sebagai indikator untuk membaca perubahan dinamika suplai dan likuiditas di pasar kripto. Pergerakan besar aset masuk atau keluar dari bursa dapat mencerminkan perubahan perilaku investor serta potensi tekanan jual di pasar.

    Cadangan XRP di Binance Turun Tajam

    Data aliran harian XRP di Binance menunjukkan nilai cadangan aset tersebut kini berada di kisaran US$3,9 miliar. Metrik ini tidak hanya mencerminkan jumlah token XRP yang tersimpan di bursa, tetapi juga memperhitungkan harga pasar XRP saat itu.

    Dengan demikian, perubahan nilai cadangan dapat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni jumlah token XRP yang berada di Binance serta harga XRP di pasar.

    Pada Januari dan Juli 2025, nilai cadangan XRP di Binance sempat mencapai lebih dari US$10 miliar, menandai periode ketika likuiditas XRP di bursa berada pada level tertinggi.

    Namun setelah periode tersebut, harga XRP mengalami penurunan signifikan hingga lebih dari 60% dan sempat berada di bawah level US$1,35.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, cadangan di exchange yang menipis adalah sinyal berkurangnya selling pressure secara struktural.

    “Kalau demand stabil, penurunan ketersediaan barang di Binance ini bakal maksa harga buat re-adjust ke atas. Bottom might be in,” ungkapnya.

    Cadangan Bursa Jadi Indikator Tekanan Jual

    Dalam analisis pasar kripto, cadangan aset di bursa sering dianggap sebagai indikator potensi suplai yang siap diperdagangkan.

    Dilaporkan Crypto Quant, jika jumlah aset di bursa meningkat, kondisi ini dapat menandakan potensi tekanan jual yang lebih tinggi karena lebih banyak aset tersedia untuk dijual.

    Sebaliknya, penurunan cadangan dapat mengindikasikan investor memindahkan aset ke dompet pribadi atau cold storage, yang berarti jumlah aset yang tersedia untuk dijual di pasar menjadi lebih sedikit.

    Kondisi ini dapat mengurangi tekanan jual jika permintaan tetap stabil.

    Sinyal Potensi Perubahan Tren

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 6 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan cadangan XRP di Binance ke level US$3,9 miliar dapat menandakan perubahan struktur suplai di pasar. Jika tren penarikan aset dari bursa terus berlanjut, jumlah XRP yang tersedia untuk dijual bisa semakin terbatas.

    Dalam kondisi tersebut, harga berpotensi mengalami penyesuaian jika permintaan pasar tetap terjaga.

    Meski demikian, analis menilai data cadangan bursa perlu dilihat bersama indikator pasar lain, termasuk sentimen investor, arus dana institusional, serta kondisi makro ekonomi yang memengaruhi pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokenisasi Emas dan Properti Disiapkan OJK, Jalan Baru Kripto Syariah?

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat pengembangan tokenisasi aset riil seperti emas, properti, dan surat berharga sebagai langkah untuk mendukung penerapan prinsip syariah dalam ekosistem aset kripto di Indonesia.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK Hasan Fawzi mengatakan langkah tersebut dilakukan sambil menunggu pembaruan fatwa terkait investasi kripto dari otoritas keagamaan.

    “Kita harus menghadirkan kecukupan suplainya dulu. Aset-aset nasional yang underlying-nya memenuhi prinsip syariah ini harus kita lakukan,” kata Hasan dalam keterangan di Jakarta, Selasa, seperti dilaporkan Antara.

    OJK Dorong Tokenisasi Aset Riil

    OJK menyebut sejumlah model bisnis berbasis aset riil telah lolos uji coba dalam regulatory sandbox. Beberapa di antaranya meliputi tokenisasi komoditas seperti emas, kepemilikan properti, serta instrumen berbasis surat berharga.

    Menurut Hasan, keberadaan aset nyata sebagai underlying menjadi salah satu syarat penting dalam memenuhi prinsip syariah.

    “Dengan underlying yang ada aset nyatanya, ini kan memenuhi salah satu prinsip syariah utama,” ujarnya.

    Pendekatan ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pengembangan produk aset digital yang lebih selaras dengan prinsip ekonomi Islam.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah OJK ini sangat strategis mengingat potensi pasar keuangan syariah yang sangat besar di Indonesia.

    “Tokenisasi RWA dengan status kepatuhan syariah yang jelas akan menarik gelombang modal baru dari sektor perbankan dan asuransi syariah ke ekosistem aset digital,” jelasnya.

    Fatwa Kripto Masih Dikaji

    Ilustrasi aset kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Transaksi Kripto RI Turun ke Rp29 Triliun, OJK Ungkap Penyebabnya

    OJK juga menyambut baik inisiatif organisasi Islam yang tengah mengkaji kemungkinan pembaruan fatwa terkait investasi kripto.

    Pembahasan tersebut telah dijadwalkan dalam Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS). Diskusi akan mencakup aspek investasi hingga aktivitas dalam industri kripto nasional.

    Selain itu, OJK bersama Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) telah mengirimkan surat kepada Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) untuk membuka ruang dialog resmi.

    Proses ini akan diawali dengan penyamaan persepsi dan penguatan kapasitas sebelum masuk ke pembahasan substantif hingga kemungkinan pembaruan fatwa.

    Regulasi Aset Digital Diperkuat

    Sejalan dengan proses tersebut, OJK juga menyiapkan sejumlah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) baru yang akan mengatur tata kelola, manajemen risiko, serta penawaran aset yang ditokenisasi di sektor aset keuangan digital.

    Hasan menjelaskan bahwa meskipun regulasi tersebut tidak secara khusus membahas aspek syariah, karakteristik tokenisasi berbasis aset riil dinilai memiliki keselarasan dengan prinsip keadilan ekonomi Islam.

    Selain itu, mekanisme perdagangan aset kripto yang dilakukan melalui bursa berizin juga dinilai memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam ekosistem perdagangan.

    Peluang Daftar Token Syariah

    Meski demikian, Hasan menegaskan bahwa tidak semua aset kripto akan otomatis dikategorikan sebagai syariah. Penilaian akan dilakukan secara periodik, serupa dengan mekanisme penilaian saham syariah.

    Saat ini OJK memiliki kebijakan daftar aset keuangan digital (DAKD) yang ditetapkan melalui bursa kripto berizin di dalam ekosistem resmi nasional.

    Ke depan, OJK membuka kemungkinan adanya daftar token syariah jika diperlukan, sebagaimana praktik penetapan DAKD yang telah berjalan saat ini.

    “Kita optimis. Praktiknya sudah ada di negara lain yang menyatakan pemenuhan kesyariahan dari jenis aset kripto tertentu,” kata Hasan.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik

    Laporan riset kripto yang disusun oleh tim Research Tokocrypto ini berfungsi sebagai referensi strategis bagi investor untuk memahami dinamika ekonomi global dan perkembangan industri aset digital. Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, fluktuasi harga, serta peristiwa penting dalam ekosistem blockchain, laporan ini membedah tren utama yang memengaruhi arah pasar.

    Fokus utama dari riset ini adalah menyediakan wawasan yang tajam dan terpercaya bagi setiap pembaca. Dengan informasi yang tepat waktu, laporan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Anda dalam menentukan strategi investasi yang cerdas di tengah dinamika industri aset digital yang sangat fluktuatif.

    Fokus Utama

    1. Makroekonomi Global
      • Trump mengakhiri semua perdagangan dengan Spanyol karena menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalannya untuk menyerang Iran.
      • Presiden China Xi Jinping secara resmi mendesak Iran, Israel, dan Amerika Serikat untuk segera menghentikan seluruh operasi militer guna mencegah eskalasi perang regional yang lebih luas.
      • Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan kekhawatirannya bahwa cadangan minyak Jepang hanya cukup untuk 254 hari di tengah penutupan Selat Hormuz.
    2. Makroekonomi Nasional
      • Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di kisaran 5% pasca-pandemi, stabilitas yang sulit ditemukan di negara tetangga.
      • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, menyatakan cadangan BBM nasional hanya aman untuk 20 hari ke depan karena konflik AS-Israel vs Iran memanas. 
      • Fitch Ratings menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif karena ketidakpastian kebijakan dan kekhawatiran atas inkonsistensi serta kredibilitas kebijakan Indonesia.
    3. Performa Pasar Kripto
      • Market Cap & Volume naik ke angka $2.45 Triliun (+4.69%), CoinMarketCap 100 Index menguat ke level $140.89 (+4.73%). Fear & Greed naik ke angka 29, menandakan pasar akhirnya berhasil melepaskan diri dari cengkeraman ‘Extreme Fear’ dan masuk ke zona ‘Fear’ (Ketakutan) yang lebih rasional.
      • Sementara itu, CMC Altcoin Season Index tertahan di skor 32/100. Angka ini menegaskan bahwa ‘Bitcoin Season’ masih memegang kendali penuh. Di tengah pemulihan harga ini, likuiditas pasar masih terpusat pada aset-aset berkapitalisasi besar (Big Cap) dan belum terlihat adanya keberanian spekulatif untuk melakukan rotasi modal secara masif ke aset altcoin.
      • Sektor Binance Buildkey TGE (+72.36%) dan Mantra Ecosystem (+68.27%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke narasi ekosistem bursa dan aset dunia nyata (RWA). Token SUT mencatat kenaikan tertinggi sebesar (+111%), disusul oleh lonjakan pada RIVER (+89.56%) dan VVV (+74.45%).
    4. Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
      • Harga Bitcoin pada timeframe daily berhasil breakout dari 70K
      • WhiteBIT Coin (WBT) → Risiko distribusi suplai ekstrem (~38,2%).
      • Coin Days Destroyed ➜ Old Whales tetap menahan aset di tengah isu geopolitik.

    📌 Kesimpulan: Fokus pada sektor Binance Buildkey TGE dan Mantra Ecosystem yang terbukti menjadi narasi paling profit di tengah pemulihan pasar. Sangat krusial untuk menghindari aset yang akan menghadapi token unlock seperti WhiteBIT Coin (WBT) (~38.2%), karena risiko harga anjlok akibat inflasi token sangatlah nyata. Sebaliknya, manfaatkan momentum ini untuk menyicil (DCA) proyek infrastruktur solid dengan token unlock rendah seperti Aptos (APT). Mengingat psikologi investor baru saja beranjak ke zona ‘Fear’ (29) dan dominasi Bitcoin Season (32) masih sangat kuat, strategi terbaik adalah bermain aman.

    Kurangi porsi pada aset berisiko tinggi, realisasikan keuntungan jangka pendek (scalping), dan jaga ketersediaan uang tunai (cash), karena di tengah fase transisi ini, melindungi modal adalah prioritas utama.

    Makroekonomi Global

    Daftar aset kripto yang dilabeli 'koin China' sedang masuk fase bullish. Sumber: Getty Images.
    Daftar aset kripto yang dilabeli ‘koin China’ sedang masuk fase bullish. Sumber: Getty Images.
    • Presiden China Xi Jinping secara resmi mendesak Iran, Israel, dan Amerika Serikat untuk segera menghentikan seluruh operasi militer guna mencegah eskalasi perang regional yang lebih luas.
    • Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan kekhawatirannya bahwa cadangan minyak Jepang hanya cukup untuk 254 hari di tengah penutupan Selat Hormuz.
    • Harga bensin rata-rata di AS naik ke $3 per gallon untuk pertama kalinya sejak November 2025. Kenaikan ini terjadi di tengah ketidakstabilan energi global.
    • Trump mengakhiri semua perdagangan dengan Spanyol karena menolak mengizinkan militer AS menggunakan pangkalannya untuk menyerang Iran.
    • Presiden Rusia, Putin, menyatakan mungkin sudah saatnya untuk menghentikan pasokan gas ke pasar Eropa karena ketidakstabilan energi global.

    Makroekonomi Nasional

    Ilustrasi aset kripto dan bendera Indonesia.
    Ilustrasi aset kripto dan bendera Indonesia.
    • Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil di kisaran 5% pasca-pandemi, stabilitas yang sulit ditemukan di negara tetangga.
    • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, menyatakan cadangan BBM nasional hanya aman untuk 20 hari ke depan karena konflik AS-Israel vs Iran memanas. 
    • Indonesia dan AS menyepakati kesepakatan dagang dengan memberikan tarif 0% untuk 1.819 tarif produk pertanian dan industri dalam negeri, seperti minyak kelapa sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik, komponen pesawat, tekstil, dan apparel.
    • Nilai transaksi kripto di Indonesia pada Januari 2026 mencapai Rp 29,24 triliun, turun dari Rp 32,68 triliun pada Desember 2025. Penurunan month-to-month sebesar 10,53% terjadi seiring dengan memanasnya isu geopolitik.
    • Fitch Ratings menurunkan outlook utang Indonesia dari stabil menjadi negatif karena ketidakpastian kebijakan dan kekhawatiran atas inkonsistensi serta kredibilitas kebijakan Indonesia.

    Kalender Makroekonomi

    Mar 04, 2026 U.S. ADP Nonfarm Employment Change U.S. ADP Nonfarm Employment Change
    Actual: 63.00K
    Forecast: 50.00K
    Previous: 11.00K→ Tenaga kerja swasta AS (ADP) tumbuh 63.000, melampaui prediksi (50.000).

    Data yang “lebih baik” ini menjadi sentimen Bearish jangka pendek bagi kripto; kekuatan ekonomi AS ini mengurangi urgensi The Fed untuk segera memangkas suku bunga, sehingga Dolar AS (DXY) berpotensi menguat dan menekan harga aset berisiko.

    Mar 05, 2026 U.S. Initial Jobless Claims U.S. Initial Jobless Claims
    Actual: – (Akan dirilis nanti malam)
    Forecast: 215.00K
    Previous: 212.00K→ Pasar memprediksi klaim pengangguran naik tipis ke 215.000.

    Jika data Actual nanti malam dirilis lebih tinggi (misal >220K), ini menjadi sentimen Bullish bagi kripto; sinyal melemahnya pasar tenaga kerja akan menekan The Fed untuk segera memangkas bunga.

    Sebaliknya, angka di bawah 215K (Bearish) berarti ekonomi AS masih terlalu kuat untuk pelonggaran moneter.

    Mar 06, 2026 (Feb) U.S. Nonfarm Payrolls U.S. Nonfarm Payrolls
    Actual: – (Akan dirilis 6 Mar 2026)
    Forecast: 58.00K
    Previous: 130.00K→ Pasar memprediksi penambahan tenaga kerja (NFP) anjlok drastis ke 58.000 (dari 130.000).

    Jika data Actual nanti dirilis sesuai atau lebih rendah (<58K), ini menjadi sentimen Bullish kuat bagi kripto; sinyal ekonomi AS yang “sekarat” akan memaksa The Fed memangkas suku bunga.

    Sebaliknya, angka kejutan di atas 100K (Bearish) akan memupus harapan pelonggaran moneter dan menguatkan Dolar AS.

    Mar 06, 2026 (Feb) U.S. Unemployment Rate U.S. Unemployment Rate
    Actual: – (Akan dirilis 6 Mar 2026)
    Forecast: 4.3%Previous: 4.3%→ Pasar memprediksi tingkat pengangguran AS bertahan di 4.3%.

    Jika data Actual nanti dirilis lebih tinggi (misal 4.4% atau 4.5%), ini menjadi sentimen Bullish bagi kripto; sinyal melemahnya ekonomi akan memaksa The Fed segera memangkas suku bunga.

    Sebaliknya, angka di bawah 4.3% (Bearish) menandakan ekonomi AS masih terlalu kuat untuk pelonggaran moneter.

    Kesimpulan Ekonomi AS sedang berada di titik kelesuan pasar tenaga kerja.

    Prediksi penurunan tajam penambahan tenaga kerja (NFP) dari 130K ke 58K adalah sinyal “lampu merah” bagi pertumbuhan ekonomi tradisional, tetapi katalis positif (Bullish) bagi aset kripto.

    Dampak ke Pasar Kripto:

    Skenario Bullish: Jika data rilis besok (NFP & Tingkat Pengangguran) terbukti buruk atau lebih rendah dari perkiraan, pasar akan semakin yakin bahwa The Fed terpaksa memangkas suku bunga (rate cut) lebih cepat. Hal ini akan melemahkan Dolar AS dan memicu aliran likuiditas besar-besaran ke Bitcoin.

    Skenario Bearish: Sebaliknya, jika data ketenagakerjaan ternyata masih kuat (di atas ekspektasi), The Fed punya alasan untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama, yang akan membuat harga kripto cenderung stagnan atau terkoreksi.

    Perkembangan Regulasi Kripto

    Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK. Sumber: Antara.
    Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK. Sumber: Antara.
    • Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah merancang kerangka regulasi untuk tokenisasi aset riil (RWA) seperti emas dan properti agar selaras dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah.
    • RUU ekonomi Turki mengusulkan aturan pemungutan pajak 10% atas keuntungan kripto per kuartal di platform yang diregulasi, plus pajak transaksi 0,03% untuk penyedia jasa.
    • Trump mendesak pengesahan U.S. Clarity Act dan mengkritik bank yang meremehkan aturan GENIUS. Trump menargetkan industri crypto sebagai bagian dari agenda ekonomi.
    • Pemerintah di Korea Selatan dilaporkan telah menyepakati proposal untuk membatasi kepemilikan saham mayoritas di bursa kripto hingga 20%
    • Gubernur Indiana, Mike Braun, telah menandatangani undang-undang yang mengizinkan investasi bitcoin dan mata uang kripto dalam rencana pensiun dan tabungan publik negara bagian.

    Adopsi Kripto oleh Institusi

    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.
    Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.
    • Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) bekerja sama dengan biro data Shanghai untuk membangun platform blockchain lintas batas guna mendigitalkan data kargo dan trade finance. 
    • Bank Sentral Jepang (BOJ) mengumumkan uji coba blockchain untuk penyelesaian cadangan bank sentral, sekaligus menekankan bahwa upaya untuk mata uang digital bank sentral (CBDC) ritel sedang berlangsung.
    • Visa memperluas kemitraan kartu stablecoin dengan Bridge (milik Stripe) ke 18 negara, dengan rencana untuk mencapai lebih dari 100 negara di Eropa, APAC, Afrika, dan Timur Tengah akhir tahun ini.
    • Sony Bank menandatangani MoU dengan penerbit JPYC untuk menguji integrasi stablecoin yen JPYC langsung dengan rekening nasabah.
    • Elon Musk membuat kartu X Money bernama Teslaconomics yang dirancang untuk sumber utama semua transaksi moneter dan juga terintegrasi oleh kripto agar bersaing dengan kartu lainnya seperti Visa, Stripe, dan Meta

    Performa Pasar Kripto Mingguan

    Minggu ini, pasar kripto menunjukkan peralihan fokus yang lebih matang dan terarah. Jika sebelumnya pasar didominasi oleh spekulasi pada koin meme, kali ini arus modal (capital flow) mengalir deras ke sektor ekosistem bursa (exchange) dan infrastruktur teknologi blockchain.

    Rotasi ini menandakan bahwa investor mulai kembali melirik fundamental proyek dan narasi teknikal jangka panjang, meninggalkan sejenak euforia spekulasi sesaat.

    📈 Highlights:

    • Dominasi Ekosistem & Bursa 🏦🏗️ Sektor yang berkaitan dengan ekosistem Binance menjadi primadona minggu ini. Binance Buildkey TGE memimpin klasemen sektoral dengan kenaikan +72.36%, disusul oleh Binance Wallet IDO yang tumbuh +29.12%. Selain itu, Mantra Ecosystem juga mencatat lonjakan masif +68.27%, mengonfirmasi kuatnya narasi RWA (Real World Assets) yang menjadi andalan ekosistem tersebut.
    • Infrastruktur Modular & Robotik 🤖🔗 Investor institusi dan ritel cerdas tampaknya sedang mengakumulasi “tulang punggung” teknologi kripto. Sektor Data Availability naik +32.88% dan Modular Blockchain tumbuh +23.16%. Ini adalah sinyal bullish untuk narasi efisiensi jaringan. Di sisi lain, sektor Robotics tetap relevan dengan kenaikan +32.87%, menjaga momentum irisan antara teknologi fisik dan blockchain tetap hidup.
    • Top Gainers (Pertumbuhan Organik) 🚀 Berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya yang diwarnai kenaikan ribuan persen yang tidak wajar, daftar top gainers kali ini terlihat jauh lebih sehat. Token SUT memimpin dengan kenaikan +111%, diikuti oleh RIVER (+89.56%) dan VVV (+74.45%). Absennya kenaikan ekstrem (seperti 10.000%) mengindikasikan bahwa likuiditas pasar saat ini bergerak lebih stabil dan fokus pada penemuan harga (price discovery) yang wajar, bukan sekadar skema pump-and-dump.

    Pergerakan Harga Bitcoin

    Daily Chart Bitcoin – TradingView

    Pada minggu sebelumnya, Bitcoin diprediksi apabila Bitcoin breakout dari Resistance Fibonacci Retracement 0.236 (69,874) maka akan lanjut naik hingga Fibonacci Extension 1.618 (78,253) bertepatan dengan MA 50-nya. Kenaikannya sudah benar, tetapi targetnya belum terpenuhi. Selanjutnya bagaimana?

    Pada timeframe daily Bitcoin saat ini berada di Fibonacci 1.272 (74,903.0) berhasil breakout dari Resistance psikologisnya di angka 70K dengan candle yang full hijau dan RSI di atas angka > 50 meski ada tekanan dari geopolitik saat ini. Kemungkinan Bitcoin akan mengalami Retracement terlebih dahulu untuk membentuk Higher Low di Fibonacci 0.786 (70,196.3) – 0.886 (71,164.8) sebelum akhirnya melanjutkan kenaikan hingga Fibonacci Extension 1.618 (78,253). Jika gagal mempertahankan, maka ada kemungkinan ia akan kembali sideways dan membentuk deviasi yang mengindikasikan adanya false breakout. Lalu, bagaimana dengan Weekly-nya?

    Timeframe Weekly menunjukkan harga saat ini masih tertahan dengan MA 7 nya(warna merah), akan sangat bullish jika harga berhasil closing di atasnya dan RSI berada di angka lebih dari 50. Untuk kenaikan dan penurunannya sama seperti prediksi di Timeframe Daily. Apa yang sebaiknya dilakukan? Jangan lupa Take Profit, hal simpel tapi gak banyak orang Indonesia yang bisa karena greedy mereka yang berharap dari $10 jadi McLaren.

    Daily:

    • Harga Bitcoin pada timeframe daily berhasil breakout dan diprediksi bisa lanjut hingga Fibonacci Extension 1.618 (78,253)

    Weekly:

    • Harga Bitcoin pada timeframe weekly berhasil pulih tetapi masih tertahan di MA 7 (Garis Warna Merah)

    🔭 Short-Term Projection:

    ✅ Bullish Case:

    • Harga saat ini Breakout sangat kuat dan bisa naik hingga Fibonacci Extension di 1.618 (78,253).

    ⚠️ Bearish Case:Jika harga gak mampu menahan Support ketika Retracement, maka akan kembali ke fase sideways.

    Analisis Data On-Chain Bitcoin

    Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week

    Bitcoin kini bermain di arena baru setelah berhasil naik dan menembus level-level penting. Peta likuiditas memperlihatkan dengan jelas ke mana arah “magnet” harga selanjutnya yang sedang diincar oleh pasar.

    • Tembok Resistance ($74.000 – $75.000): 

    Terlihat garis kuning terang yang menumpuk di atas posisi harga saat ini. Ini adalah kumpulan likuiditas posisi Short yang sangat tebal. Area ini bertindak sebagai “magnet” utama yang menarik harga untuk terus mendaki guna menjemput likuiditas tersebut.

    • Support Bawah ($69.000 – $70.000): 

    Di sisi bawah, area yang sebelumnya menjadi atap penghalang kini telah berubah fungsi menjadi lantai pijakan (support) yang kokoh. Terlihat adanya bantalan likuiditas di kisaran $69.000 yang siap menahan harga agar tidak jatuh terlalu dalam jika terjadi koreksi sesaat.

    🔍 Insight:

    • Pasar memiliki kecenderungan alami untuk mengejar likuiditas yang tersedia; dengan tebalnya antrean di atas, jalur paling mudah bagi Bitcoin saat ini adalah lanjut naik untuk menguji area $75.000, didukung oleh support bawah yang kuat di $69.000.

    Bitcoin Price and Difficulty

    Jaringan Bitcoin kembali menunjukkan kekuatan fundamentalnya. Setelah sempat mengalami penurunan atau stagnasi, tingkat kesulitan penambangan (Mining Difficulty) tiba-tiba melonjak tajam, menandakan bahwa kompetisi antar penambang untuk mengamankan jaringan kembali memanas.

    • Lonjakan Aktivitas Tambang: Grafik oranye memperlihatkan kenaikan vertikal yang sangat signifikan, di mana kesulitan penambangan melonjak 15% hingga menyentuh angka rekor 144.40T. Kenaikan garis yang menyerupai “anak tangga” ini mengindikasikan bahwa ribuan mesin penambang baru telah dinyalakan kembali secara serentak.
    • Perubahan Strategi Penambang: Di balik layar, perilaku penambang juga berubah drastis. Data menunjukkan mereka mulai meninggalkan fase penjualan massal (selling) dan beralih ke fase menimbun aset (hoarding). Keputusan ini didorong oleh harga Bitcoin yang mulai stabil di atas area $65.000, memberikan ruang napas bagi profitabilitas operasional mereka.

    🔍 Insight: 

    Biaya produksi per koin kini makin mahal; historis mencatat biasanya akan ‘terpaksa’ ikut naik mengejar biaya modal ini agar penambang tetap untung.

    Coin Days Destroyed

    Di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah yang memanas, data on-chain justru memperlihatkan ketenangan yang mengejutkan dari para investor jangka panjang. Meskipun berita makro mengguncang pasar, fondasi Bitcoin terlihat lebih kokoh dari yang diperkirakan berkat perilaku para veteran.

    • Pemegang Lama Jadi Penyelamat: Grafik menunjukkan indikator Coin Days Destroyed (CDD) melandai ke angka rata-rata 10 Juta, posisi yang masih jauh di bawah “zona bahaya” distribusi (14 Juta ke atas). Artinya, para pemegang lama (old holders) memilih untuk diam dan menahan aset mereka sebagai penopang struktur pasar, alih-alih panik menjual karena isu perang.
    • Ketakutan Institusi AS: Secara harga, Bitcoin sedang berjuang mempertahankan level $70.000 di tengah guncangan isu Selat Hormuz. Namun, dukungan dari investor Amerika terlihat lemah; Coinbase Premium yang bernilai negatif menandakan bahwa institusi AS masih ragu-ragu dan belum benar-benar kembali masuk ke pasar. Bantalan pertahanan saat ini praktis hanya datang dari arus masuk ETF yang bersifat defensif.

    🔍 Insight:Harga bertahan di $70.000 bukan karena diborong secara agresif, melainkan karena ‘pemain lama’ tidak jualan yang menjadi benteng utama saat institusi besar AS masih wait and see memantau situasi perang.

    Bitcoin: Coinbase Premium Index

    Angin segar akhirnya berhembus dari pasar Amerika. Indikator Coinbase Premium yang selama ini memerah (negatif) akhirnya berbalik menjadi hijau (positif), menandakan bahwa para investor “raksasa” di AS sudah mulai bangun dari tidurnya dan kembali belanja.

    • Sinyal Beli dari Amerika: Grafik di ujung kanan memperlihatkan perubahan warna bar yang jelas dari merah menjadi hijau, menyentuh angka positif 0.01. Perubahan ini mengonfirmasi bahwa permintaan pasar spot (beli fisik) di bursa AS membaik secara signifikan setelah sekian lama lesu dan jualan terus.
    • Efek Borong ETF: Kenaikan premi ini sejalan dengan data arus masuk dana (inflow) ke ETF yang mencapai sekitar $1,1 Miliar hanya dalam 3 hari. Ini membuktikan bahwa kenaikan harga saat ini didorong oleh aksi beli barang yang nyata, bukan sekadar panik karena isu geopolitik semata.

    🔍 Insight: 

    • Harga naik kali ini terasa lebih ‘sehat’ karena didukung oleh uang asli yang masuk dari institusi AS; ketika orang Amerika berani membayar lebih mahal (premi positif) daripada harga pasar global, itu tandanya mereka sangat percaya diri tren akan lanjut naik.

    Altcoin Update

    Perkembangan Proyek Altcoin

    Magic Eden memutuskan untuk menghentikan dukungan untuk pasar NFT EVM (Ethereum) dan Bitcoin demi fokus pada platform kasino dan sportsbook online mereka, Dicey. Langkah ini diambil karena 80% biaya operasional mereka terikat pada produk yang hanya menyumbang 20% pendapatan. Magic Eden akan kembali fokus pada akarnya di Solana.

    PancakeSwap meluncurkan Infinity StableSwap, fitur baru untuk perdagangan stablecoin dengan slippage ultra-rendah dan efisiensi modal tinggi, menantang dominasi Curve di ekosistem BSC. Langkah ini untuk mendapatkan volume stablecoin sekelas institusional. Efisiensi modal = fee lebih tinggi buat protokol.

    Mantra Chain merilis proposal tata kelola untuk upgrade software v7.0.0 pada blok 13.000.000 (target 3 Maret). Upgrade ini mencakup redenominasi token asli (OM ke MANTRA) dengan rasio split 1:4, meningkatkan suplai maksimal dari 2,5Miliar menjadi 10Miliar token tanpa mendilusi nilai ekonomi. Redenominasi ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan likuiditas dan psikologi pasar (unit-bias).

    Pengadilan federal AS membatalkan gugatan class action scam token terhadap Uniswap dengan prejudice, menyatakan penggugat gagal menetapkan kewajiban untuk penerbit token pihak ketiga. Keputusan ini memperkuat pandangan bahwa pengembang protokol tidak bertanggung jawab atas aktivitas ilegal yang dilakukan pengguna.

    Sui Network resmi meluncurkan Sui Dollar (USDsui), sebuah stablecoin native yang dikembangkan oleh @Stablecoin (Stripe company). Dirancang untuk infrastruktur pembayaran global yang skalabel dan patuh terhadap regulasi. Masuknya Stripe ke ekosistem Sui memberikan validasi institusional yang sangat kuat. Ini.

    Analisis On Chain Altcoin

    Data on-chain menunjukkan lebih dari 472 juta XRP senilai $650 juta masuk ke Binance dalam seminggu terakhir. Lonjakan ini merupakan inflow terbesar di bulan Maret, dipicu oleh eskalasi konflik AS-Israel-Iran yang membuat investor whale bersikap defensif. Arus masuk masif ke bursa biasanya menandakan kesiapan untuk likuidasi. Di tengah ketidakpastian perang di Timur Tengah, whale lebih memilih posisi likuid.

    Jumlah ETH di bursa turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir, mengindikasikan investor lebih memilih menyimpan secara on-chain dibandingkan di exchange. Tren ini menunjukkan kepercayaan jangka panjang yang meningkat di kalangan holder. Supply di exchange yang rendah bisa memperketat likuiditas dan mendorong harga naik jika demand meningkat.

    Venice Token (VVV) melonjak 20% ke level tertinggi tahunan dan data on-chain menunjukkan pertumbuhan 7,5x dalam 3 bulan terakhir. Hal ini didorong oleh pemangkasan emisi tahunan sebesar 25% (8M ke 6M VVV) dan integrasi ke protokol DeFi utama seperti Aerodrome, Morpho, dan Plena. Venice AI kini memiliki 2 juta pengguna terdaftar.

    Data On-Chain menunjukkan bahwa World Liberty Financial (WLFI) meningkatkan kepemilikan stablecoin mereka, mendominasi 42% dari total suplai USD1. Langkah ini menunjukkan kepercayaan pada stablecoin secara native di blockchain sekaligus dominasi WLFI di USD1 bisa memengaruhi dinamika pasar stablecoin. Monitor aktivitas mereka bisa memberikan sinyal tren pasar stablecoin selanjutnya.

    Data On-Chain Reserve USDT di exchange (via TRON/TRC20) melonjak sekitar $5 miliar dalam sebulan sebagai “dry powder” yang siap digunakan untuk membeli. Di sisi lain, STH realized cap turun ke level September 2024, menandakan tekanan/kapitulasi di tangan short-term holders.

    Token Unlock (09–13 Maret 2026)

    Menuju pertengahan Maret 2026, pasar kripto akan diuji oleh pelepasan token dengan nilai yang sangat fantastis. Sorotan utama minggu ini adalah adanya fenomena ‘banjir bandang’ suplai dari salah satu token bursa (Exchange) yang akan melepas hampir 40% suplainya sekaligus. Ini adalah momen krusial di mana investor harus sangat jeli membedakan mana aset yang aman disimpan dan mana yang berpotensi terjun bebas karena inflasi suplai (penambahan jumlah koin) yang tak terbendung.

    🔍 Highlight Unlock

    • 🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Minggu ini tertuju pada WhiteBIT Coin (WBT). Pada tanggal 13 Maret, proyek ini akan melepas token setara 38,2% dari kapitalisasi pasarnya (dengan nilai fantastis $4,25 miliar!). Selain itu, Cheelee (CHEEL) juga masuk zona merah dengan rilis 11.4%, angka yang cukup berat untuk ditanggung oleh pasarnya yang kecil.
    • 🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Di kategori risiko sedang, waspadai Baby Shark Universe (BSU) yang akan menambah suplai beredar sebesar 9.31% pada 9 Maret. Token lain yang perlu dipantau adalah Rain (RAIN) dengan rilis 7.83%. Penambahan suplai di kisaran ini sering kali memicu “guncangan” harga sementara, terutama jika pembeli sedang sepi.
    • 🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Kabar tenang bagi pemegang token infrastruktur dan gaming. Movement (MOVE) dan Linea (LINEA) hanya mencatatkan penambahan suplai di kisaran 4%. Raksasa seperti Aptos (APT) juga sangat aman dengan rilis hanya 1.28%, begitu pula Magic Eden (ME) sebesar 2.21%. Angka kecil ini dianggap emisi rutin yang biasanya tidak akan merusak tren harga jangka panjang.

    💡 Analisis untuk Investor/Trader:

    • Hindari “Unlock Besar” (WBT): Sangat disarankan untuk menjauh atau wait and see pada WhiteBIT Coin (WBT). Melepas aset senilai $4 Miliar (38% market cap) dalam satu hari adalah resep pasti untuk tekanan jual masif. Jangan mencoba “menangkap pisau jatuh”; biarkan pasar menyerap kejutan suplai tersebut dulu.
    • Waspada Volatilitas (CHEEL & BSU): Dengan rilis di atas 9-11%, token Cheelee dan Baby Shark kemungkinan besar akan menghadapi tekanan jual dari investor awal yang ingin mencairkan keuntungan. Trader harian (scalper) bisa memanfaatkan naik-turunnya harga ini, tapi investor jangka panjang sebaiknya berhati-hati.
    • Peluang Serok Bawah (APT & LINEA): Bagi investor fundamental, periode unlock pada proyek solid seperti Aptos (APT) atau Linea sering kali hanya menciptakan kepanikan sesaat. Karena persentase rilisnya sangat kecil, penurunan harga apa pun justru bisa dianggap sebagai “diskon” untuk membeli (buy the dip) sebelum harga kembali naik.

    Proyeksi & Analisis

    Pasar kripto minggu ini menunjukkan pemulihan yang semakin solid dan meyakinkan. Market Cap & Volume tumbuh positif ke angka $2.45 Triliun (+4.69%), CoinMarketCap 100 Index naik ke level $140.89 (+4.73%). Fear & Greed melonjak ke angka 29. Meskipun masih berstatus ‘Fear’ (Ketakutan), pasar akhirnya berhasil keluar dari zona mencekam ‘Extreme Fear’ seperti minggu lalu, menandakan mental investor mulai pulih.

    Di sisi lain, CMC Altcoin Season Index berada di skor 32/100. Angka ini menegaskan bahwa ‘Bitcoin Season’ masih menjadi narasi utama pasar. Walaupun sentimen membaik, investor belum sepenuhnya beralih ke mode agresif; likuiditas masih terjebak di aset-aset besar dan belum terjadi rotasi modal besar-besaran ke seluruh aset altcoin

    🔮Outlook Minggu Depan:

    ✅Harga Bitcoin pada timeframe daily berhasil breakout dan diprediksi bisa lanjut hingga Fibonacci Extension 1.618 (78,253)

    • Bullish case: Harga saat ini breakout sangat kuat dan bisa naik hingga Fibonacci Extension di 1.618 (78,253).
    • Bearish case: Jika harga gak mampu menahan Support ketika Retracement, maka akan kembali ke fase sideways.

    ✅ Zona likuidasi & teknikal:

    • Zona $68.500 ➜ Menjadi resistance terdekat; tumpukan likuiditas di level ini kini bertindak sebagai tembok tebal yang menghambat pemulihan harga. 
    • Zona $66.000 ➜ Area support (batas bawah) paling krusial yang berfungsi sebagai likuiditas terakhir untuk mencegah harga jatuh lebih dalam.

    ✅ Narrative utama: 

    • Sektor Binance Buildkey TGE (+72.36%) dan Mantra Ecosystem (+68.27%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke narasi ekosistem bursa dan aset dunia nyata (RWA). 
    • Token SUT mencatat kenaikan tertinggi sebesar (+111%), disusul oleh lonjakan pada RIVER (+89.56%) dan VVV (+74.45%).

    ✅ On-chain Insight & Derivatif:

    • Bitcoin Mining Difficulty ➜ Melonjak tajam 15% penambang beralih ke menimbun (hoarding).
    • Coin Days Destroyed (CDD) ➜ Old Whales tetap menahan aset di tengah isu geopolitik.
    • Bitcoin: Coinbase Premium Index ➜ Sinyal kuat kembalinya minat beli institusi AS.

    Fokus pada sektor Binance Buildkey TGE dan Mantra Ecosystem yang terbukti menjadi narasi paling profit di tengah pemulihan pasar. Sangat krusial untuk menghindari aset yang akan menghadapi token unlock seperti WhiteBIT Coin (WBT) (~38.2%), karena risiko harga anjlok akibat inflasi token sangatlah nyata.

    Sebaliknya, manfaatkan momentum ini untuk menyicil (DCA) proyek infrastruktur solid dengan token unlock rendah seperti Aptos (APT). Mengingat psikologi investor baru saja beranjak ke zona ‘Fear’ (29) dan dominasi Bitcoin Season (32) masih sangat kuat, strategi terbaik adalah bermain aman. Kurangi porsi pada aset berisiko tinggi, realisasikan keuntungan jangka pendek (scalping), dan jaga ketersediaan uang tunai (cash), karena di tengah fase transisi ini, melindungi modal adalah prioritas utama.

    Edukasi Kripto

    Efek Geopolitik: Mengapa Kenaikan Harga Minyak Menjadi ‘Musuh’ Bagi Bitcoin?

    prediksi-harga-bitcoin-blockchainmedia-tokocrypto

    Sering kali kita melihat pola yang berulang: ketika ketegangan geopolitik di negara penghasil minyak memanas, harga minyak dunia melonjak, tetapi harga aset kripto seperti Bitcoin justru cenderung turun. Mengapa dua aset yang tidak berhubungan ini bisa saling memengaruhi?

    Jawabannya terletak pada Rantai Makroekonomi. Begini alur logikanya:

    • Geopolitik Memicu Kekhawatiran Pasokan (Supply Shock)

    Konflik di wilayah strategis (seperti Timur Tengah atau Eropa Timur) memicu kekhawatiran pasar bahwa distribusi minyak akan terganggu. Karena ketakutan akan kelangkaan ini, harga minyak mentah dunia otomatis merangkak naik.

    • Minyak Naik = Biaya Hidup Naik (Inflasi) 

    Minyak adalah energi utama bagi roda ekonomi global (transportasi, pabrik, logistik). Jika harga minyak naik, biaya produksi dan pengiriman barang ikut naik. Akibatnya, harga barang-barang kebutuhan pokok menjadi mahal. Kenaikan harga secara umum inilah yang disebut Inflasi.

    Menahan Suku Bunga Tinggi Bank Sentral (seperti The Fed di AS) bertugas menjaga kestabilan harga. Jika inflasi naik karena harga minyak yang mahal, The Fed tidak akan berani menurunkan suku bunga. Mereka justru akan menahan suku bunga tetap tinggi untuk mengerem laju ekonomi agar inflasi tidak semakin parah.

    • Sentimen “Risk-Off” (Menghindari Risiko)

    Inilah pukulan telaknya bagi Bitcoin.

    • Saat suku bunga tinggi, instrumen investasi yang aman (seperti Obligasi Pemerintah AS atau Deposito Dolar) memberikan imbal hasil yang menarik dengan risiko nol.
    • Investor besar (institusi) akan berpikir rasional: “Untuk apa mengambil risiko di pasar kripto yang fluktuatif jika saya bisa mendapatkan keuntungan pasti di aset aman?”
    • Akibatnya, arus modal keluar dari aset berisiko (Risk-On) seperti Saham Teknologi dan Bitcoin, lalu pindah ke Dolar AS atau Emas (Safe Haven).

    🔍 Kesimpulan: “Ketegangan geopolitik mendorong harga minyak naik ➜ Biaya ekonomi melambung (Inflasi) ➜ Bank Sentral memperketat kebijakan uang (Suku Bunga Tinggi) ➜ Investor memilih aset aman dan menjual Bitcoin.

    Pengumuman

    Panen Cuan di Bulan Suci: Tokocrypto Bagi-Bagi THR Total IDR 250 Juta!

    Menyambut Ramadan 2026, Tokocrypto hadir membawa kabar gembira bagi para Tokonauts. Melalui kampanye “Ramadan Berkah”, bursa aset kripto terkemuka di Indonesia ini menyiapkan total hadiah fantastis senilai IDR 250 Juta serta cashback khusus untuk token terbaru, $DRX.

    Bagi kamu yang ingin menambah saldo “dana lebaran”, berikut adalah panduan lengkap untuk mengikuti aktivitasnya:

    1. Program Referral: Ajak Teman, Kumpulkan Rejeki

    Cukup dengan menyebarkan kode referral dan mengajak kerabat bergabung, kamu bisa mengumpulkan hadiah hingga IDR 85.000 per teman yang diundang.

    • Bonus KYC: Dapatkan IDR 10.000 saat temanmu berhasil verifikasi level 1.
    • Bonus Trading: Dapatkan IDR 50.000 jika temanmu melakukan Spot Trade pertama min. IDR 100.000 (tambahan IDR 25.000 jika menggunakan fitur Convert).
    • Kompetisi Leaderboard: Jadilah bagian dari Top 20 Referrer untuk mendapatkan ekstra bonus IDR 500.000. Tersedia juga tambahan hadiah total 50 Juta untuk pengundang dengan volume dan jumlah first trader terbanyak.
    • Periode: 19 Februari – 18 Maret 2026.

    2. Dadakan Cashback $DRX: Deposit & Trading Berhadiah

    Merayakan listing token $DRX, Tokocrypto mengadakan tantangan khusus dengan total hadiah IDR 50 Juta dalam bentuk token $DRX.

    • Cashback 100%: Lakukan deposit min. IDR 50.000 dalam token $DRX untuk kesempatan mendapatkan cashback senilai IDR 50.000 (untuk 200 pemenang beruntung).
    • Sistem Tiket: Setiap transaksi deposit dan trading senilai IDR 50.000 akan memberikanmu tiket undian. Semakin banyak tiket, semakin besar peluang memenangkan kategori TOP 10 Transaksi.
    • Penting: Peserta dilarang melakukan penarikan (withdrawal) hingga 26 Maret 2026 agar tetap kualifit.

    Periode: 4 Maret – 25 Maret 2026.

    Baca juga: Whale Diam-Diam Borong 3 Altcoin Ini Jelang Maret 2026, Sinyal Reli?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Qubic Gelar Livestream All-Hands, Bedah Roadmap AI Terdesentralisasi

    Proyek blockchain berbasis kecerdasan buatan terdesentralisasi, Qubic, kembali memperkuat komitmennya terhadap transparansi komunitas dengan menggelar sesi All-Hands Livestream.

    Acara dua mingguan ini menjadi forum resmi bagi tim pengembang untuk membagikan pembaruan lintas departemen sekaligus memberikan gambaran terbaru mengenai roadmap teknologi mereka.

    Dilansir dari Coinmarketcal, livestream tersebut merupakan bagian dari strategi komunikasi terbuka Qubic kepada komunitas global.

    Dalam sesi ini, para pengembang akan menjelaskan perkembangan terbaru dari berbagai divisi proyek, mulai dari riset teknologi hingga implementasi fitur yang berkaitan dengan ekosistem AI terdesentralisasi yang tengah mereka bangun.

    Langkah ini dinilai penting di tengah meningkatnya perhatian industri kripto terhadap integrasi teknologi blockchain dan kecerdasan buatan.

    Dengan menyampaikan perkembangan proyek secara berkala, Qubic berupaya menjaga kepercayaan komunitas sekaligus menunjukkan kemajuan konkret dari platform yang dikembangkan.

    Baca Juga: Gila! Token AI Ini Naik Tajam, Kapitalisasi Pasar Tembus Miliaran!

    Transparansi dan Komunikasi dengan Komunitas

    Dalam industri kripto, komunikasi langsung antara tim pengembang dan komunitas sering kali menjadi faktor penting dalam menjaga sentimen pasar.

    Melalui sesi All-Hands ini, Qubic memberikan ruang bagi para pengikut proyek untuk memahami arah pengembangan teknologi secara lebih jelas.

    Sesi livestream biasanya mencakup berbagai topik seperti pembaruan teknis, perkembangan infrastruktur jaringan, hingga diskusi mengenai rencana ekspansi ekosistem.

    Tidak jarang pula tim pengembang membahas tantangan yang sedang dihadapi serta strategi untuk mengatasinya.

    Dengan pendekatan ini, Qubic mencoba membangun ekosistem yang lebih terbuka dan partisipatif, di mana komunitas dapat mengikuti perkembangan proyek secara langsung dan mendapatkan wawasan mengenai prioritas pengembangan di masa depan.

    Fokus pada Pengembangan AI Terdesentralisasi

    Qubic dikenal sebagai proyek yang berupaya menggabungkan teknologi blockchain dengan kecerdasan buatan terdesentralisasi.

    Konsep ini memungkinkan komputasi AI dilakukan melalui jaringan terdistribusi, sehingga tidak bergantung pada satu entitas pusat.

    Pendekatan tersebut berpotensi membuka berbagai peluang baru, termasuk dalam bidang komputasi terdistribusi, pengolahan data skala besar, serta pengembangan aplikasi berbasis AI yang lebih transparan dan aman.

    Dengan meningkatnya minat pasar terhadap teknologi AI, proyek yang menawarkan solusi inovatif dalam sektor ini berpotensi mendapatkan perhatian lebih dari investor maupun pengembang.

    Oleh karena itu, pembaruan roadmap yang disampaikan dalam livestream seperti ini sering menjadi momen penting untuk menilai arah pengembangan teknologi proyek.

    Potensi Dampak terhadap Sentimen Pasar

    Meski acara komunitas seperti All-Hands Livestream umumnya tidak langsung memengaruhi fundamental ekonomi token, pembaruan roadmap atau pengumuman strategis yang muncul selama acara dapat memicu perubahan sentimen di pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa acara semacam ini tetap memiliki nilai penting bagi investor yang memantau perkembangan proyek.

    “Meskipun acara rutin seperti ini jarang mengubah fundamental ekonomi token secara instan, pembaruan roadmap dapat memperbaiki sentimen pasar di tengah tren AI. Investor perlu memantau pengumuman kemitraan besar atau rilis teknis konkret selama livestream untuk mengukur potensi apresiasi harga selanjutnya,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Komentar tersebut menyoroti bahwa nilai utama dari acara komunitas terletak pada informasi strategis yang mungkin diumumkan, seperti kerja sama baru, integrasi teknologi, atau peluncuran fitur utama.

    Apa yang Perlu Dipantau Investor?

    Bagi pelaku pasar kripto, terdapat beberapa faktor yang patut diperhatikan selama sesi livestream berlangsung. Salah satunya adalah pembaruan terkait roadmap pengembangan teknologi, terutama jika mencakup rencana peluncuran fitur baru dalam waktu dekat.

    Selain itu, pengumuman kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi, proyek blockchain lain, atau institusi riset juga bisa menjadi katalis positif bagi ekosistem Qubic.

    Kemajuan nyata dalam implementasi AI terdesentralisasi juga menjadi indikator penting bagi investor yang menilai potensi jangka panjang proyek ini.

    Dengan semakin berkembangnya sektor AI dalam industri kripto, proyek yang mampu menunjukkan kemajuan teknologi yang nyata berpotensi mendapatkan perhatian lebih dari pasar.

    Baca Juga: DePIN: Inovasi Infrastruktur Fisik Desentralisasi dengan Kripto

    All-Hands Livestream yang digelar Qubic menjadi salah satu upaya penting dalam menjaga transparansi dan komunikasi dengan komunitas global.

    Melalui sesi ini, tim pengembang dapat menyampaikan perkembangan terbaru sekaligus memberikan gambaran lebih jelas mengenai arah masa depan proyek.

    Meskipun dampak langsung terhadap harga token tidak selalu terjadi, informasi yang muncul selama acara dapat memengaruhi sentimen pasar, terutama jika disertai pengumuman strategis atau kemajuan teknologi signifikan.

    Bagi investor dan pengamat industri kripto, sesi livestream seperti ini menjadi kesempatan untuk memahami lebih dalam potensi pengembangan ekosistem Qubic serta peluang pertumbuhan di sektor AI terdesentralisasi yang terus berkembang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • GameFi Bangkit! Shrapnel Resmi Hadir, Sinyal Hijau Proyek Blockchain?

    Industri GameFi kembali mendapatkan sorotan setelah proyek game blockchain Shrapnel resmi membuka Early Access untuk fase “Stockpile” pada 5 Maret 2026 melalui platform distribusi game populer Steam.

    Dilaporkan Coinmarketcal, peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi proyek tersebut karena memungkinkan para pemain awal untuk merasakan langsung gameplay first-person shooter (FPS) kelas AAA yang terintegrasi dengan ekonomi berbasis blockchain.

    Fase Early Access ini dirancang sebagai tahap uji coba publik bagi mekanisme gameplay, sistem ekonomi, serta interaksi pemain dengan aset digital berbasis blockchain sebelum peluncuran penuh di masa mendatang.

    Baca Juga: Harga AXS Terkapar di $2,07, Prospek GameFi Masih Bisa Bangkit?

    Tonggak Baru untuk GameFi

    Sebagai salah satu proyek GameFi yang cukup dinantikan, Shrapnel mengusung konsep permainan FPS kompetitif dengan integrasi ekonomi on-chain, yang memungkinkan aset dalam game memiliki nilai nyata di ekosistem blockchain.

    Dalam fase Stockpile, pemain dapat mulai menjelajahi mekanisme dasar permainan, termasuk sistem loot, pengumpulan aset, serta interaksi ekonomi digital yang menjadi fondasi ekosistem Shrapnel.

    Pendekatan ini menandai evolusi baru dalam industri game berbasis blockchain.

    Jika sebelumnya GameFi identik dengan game kasual atau berbasis strategi sederhana, Shrapnel berupaya menghadirkan kualitas produksi AAA yang biasanya hanya ditemukan pada game dari studio besar.

    Dengan membuka akses melalui Steam, proyek ini juga mencoba menjangkau basis pemain yang lebih luas, termasuk gamer tradisional yang belum terbiasa dengan teknologi blockchain.

    Integrasi Ekonomi Blockchain dalam Gameplay

    Salah satu fitur utama yang membedakan Shrapnel dari game FPS konvensional adalah integrasi ekonomi berbasis blockchain yang memungkinkan pemain memiliki dan memperdagangkan aset digital dalam ekosistem game.

    Aset seperti item, perlengkapan, atau hasil loot dapat memiliki nilai ekonomi yang tercatat secara on-chain. Konsep ini membuka peluang baru bagi pemain untuk memperoleh nilai dari aktivitas bermain game.

    Model ekonomi seperti ini merupakan bagian dari tren yang berkembang dalam sektor GameFi, di mana kepemilikan digital dan interoperabilitas aset menjadi komponen utama ekosistem.

    Namun, implementasi ekonomi blockchain dalam game AAA juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara gameplay yang menarik dan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

    Potensi Katalis bagi Token SHRAP

    Peluncuran Early Access ini juga dipandang sebagai salah satu katalis penting bagi ekosistem token proyek tersebut, yaitu Shrapnel (SHRAP).

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa milestone produk nyata seperti ini dapat memperkuat narasi GameFi yang saat ini sedang kembali mendapat perhatian di pasar kripto.

    “Peluncuran ini merupakan katalis produk nyata dalam narasi GameFi yang sedang populer, namun volatilitas ‘sell-the-news’ tetap mengintai pasca event. Kesuksesan jangka panjang SHRAP akan sangat bergantung pada retensi pengguna dan kekuatan sink ekonomi di dalam game tersebut,” tutur Tim Research Tokocrypto.

    Istilah sell-the-news merujuk pada fenomena di mana harga aset sering kali mengalami kenaikan menjelang suatu peristiwa penting, namun kemudian mengalami koreksi setelah peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

    Tantangan Retensi Pemain

    Meskipun peluncuran Early Access merupakan langkah penting, keberhasilan jangka panjang Shrapnel tidak hanya bergantung pada teknologi blockchain atau ekonomi digital semata.

    Faktor yang lebih krusial adalah kemampuan game tersebut untuk mempertahankan pemain dalam jangka panjang.

    Dalam industri game modern, retensi pengguna sering menjadi indikator utama kesuksesan sebuah judul game.

    Gameplay yang kompetitif, pembaruan konten yang konsisten, serta sistem ekonomi yang seimbang akan menjadi elemen penting untuk memastikan ekosistem game tetap aktif.

    Jika Shrapnel berhasil membangun komunitas pemain yang kuat sekaligus mempertahankan keseimbangan ekonomi dalam game, proyek ini berpotensi menjadi salah satu contoh sukses integrasi blockchain dalam game AAA.

    Baca Juga: Tokocrypto dan Avalanche Kupas Tuntas Update Terbaru di 2024

    Masa Depan Game Blockchain

    Peluncuran Early Access Shrapnel mencerminkan perkembangan baru dalam industri GameFi yang semakin berupaya mendekati kualitas game mainstream.

    Dengan semakin banyak proyek yang mencoba menghadirkan pengalaman bermain yang setara dengan game tradisional, sektor ini berpotensi menarik lebih banyak pemain dari komunitas gaming global.

    Namun, keberhasilan jangka panjang tetap akan ditentukan oleh kualitas gameplay, stabilitas ekonomi digital, serta kemampuan proyek untuk mempertahankan basis pengguna aktif.

    Bagi industri kripto secara keseluruhan, langkah Shrapnel membuka Early Access di Steam dapat menjadi indikator penting bagaimana teknologi blockchain mulai terintegrasi ke dalam ekosistem game yang lebih luas.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aztec Rampungkan Teknologi Smart Contract Privat di Ethereum

    Proyek privasi blockchain Aztec Network mengumumkan perkembangan penting dalam ekosistemnya melalui sesi Roadmap Update Call yang membahas arah strategis proyek setelah hampir delapan tahun pengembangan teknologi.

    Dalam pembaruan tersebut, tim pengembang mengonfirmasi bahwa seluruh kode inti untuk membangun smart contract dengan fitur privasi kini telah selesai dikembangkan di atas jaringan Ethereum.

    Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi Aztec dalam upayanya menghadirkan aplikasi blockchain yang menggabungkan transparansi jaringan publik dengan perlindungan data pengguna.

    Roadmap update ini juga bertujuan memberikan transparansi kepada komunitas mengenai progres teknologi, rencana pengembangan selanjutnya, serta kemungkinan jadwal peluncuran jaringan yang lebih luas.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Bursa Menyusut Drastis, Apa Dampaknya ke Harga?

    Privasi Jadi Fokus Inovasi Blockchain

    Salah satu tantangan utama blockchain publik adalah keterbukaan data transaksi.

    Di satu sisi, transparansi menjadi elemen penting untuk keamanan dan verifikasi jaringan. Namun di sisi lain, banyak penggunaan yang membutuhkan kerahasiaan informasi, terutama untuk sektor keuangan atau aplikasi bisnis.

    Menurut laporan Coinmarketcal, Aztec berupaya menjawab masalah tersebut dengan mengembangkan teknologi privacy-preserving smart contracts, yaitu kontrak pintar yang dapat menjalankan logika aplikasi tanpa membuka seluruh detail transaksi ke publik.

    Teknologi ini memanfaatkan pendekatan zero-knowledge proof, yang memungkinkan sebuah transaksi diverifikasi valid tanpa harus mengungkapkan data di baliknya.

    Jika berhasil diimplementasikan secara luas, teknologi ini dapat membuka berbagai use case baru di blockchain, seperti:

    • transaksi finansial dengan privasi tinggi
    • perlindungan strategi trading dalam aplikasi DeFi
    • sistem identitas digital yang lebih aman
    • aplikasi enterprise berbasis blockchain

    Dengan selesainya kode inti pengembangan, Aztec kini berada pada tahap yang lebih dekat menuju implementasi penuh teknologi privasi tersebut.

    Delapan Tahun Riset Teknologi ZK

    Pengembangan teknologi privasi dalam blockchain dikenal sebagai salah satu bidang paling kompleks dalam industri kripto.

    Aztec telah menghabiskan hampir satu dekade untuk membangun sistem yang mampu menjaga privasi pengguna tanpa mengorbankan keamanan jaringan.

    Dalam proses tersebut, tim pengembang harus memastikan bahwa teknologi yang mereka bangun tetap kompatibel dengan ekosistem Ethereum sekaligus mampu mempertahankan efisiensi transaksi.

    Keberhasilan menyelesaikan kode untuk smart contract privat menjadi langkah penting karena hal tersebut membuka peluang bagi pengembang untuk mulai membangun aplikasi berbasis privasi di jaringan Aztec.

    Selain itu, perkembangan ini juga memperkuat posisi Aztec dalam narasi ZK-privacy, sebuah tren teknologi yang semakin mendapat perhatian di dunia blockchain.

    Potensi Dampak bagi Ekosistem Ethereum

    Privasi menjadi salah satu topik yang semakin relevan dalam ekosistem blockchain, terutama dengan meningkatnya minat institusi terhadap teknologi ini.

    Banyak perusahaan yang tertarik memanfaatkan blockchain untuk efisiensi transaksi dan transparansi sistem, namun tetap membutuhkan kontrol terhadap data sensitif. Solusi seperti yang dikembangkan Aztec berpotensi menjembatani kebutuhan tersebut.

    Jika teknologi Aztec dapat diadopsi secara luas oleh pengembang, maka jaringan Ethereum berpotensi memiliki ekosistem aplikasi baru yang mengutamakan privasi tanpa meninggalkan karakteristik jaringan publik.

    Namun demikian, dampak ekonomi dari perkembangan teknologi ini tidak selalu terjadi secara instan di pasar kripto.

    Sentimen Pasar Masih Dipengaruhi Spekulasi

    Menurut Tim Research dari Tokocrypto, perkembangan teknologi Aztec memang menarik perhatian komunitas, tetapi pergerakan pasar saat ini masih banyak dipengaruhi spekulasi menjelang pengumuman resmi proyek.

    “Fokus pada narasi ZK-privacy menempatkan Aztec di posisi strategis dalam ekosistem Ethereum, namun pergerakan harga saat ini masih didominasi oleh spekulasi pra-acara. Dampak berkelanjutan akan sangat bergantung pada kejelasan jadwal peluncuran mainnet dan pengumuman insentif bagi pengguna awal yang mungkin dibahas dalam panggilan tersebut,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Hal ini menunjukkan bahwa investor dan komunitas masih menunggu perkembangan konkret seperti peluncuran mainnet atau program insentif ekosistem.

    Baca Juga: Arus Dana ETF Ethereum Berbalik Positif, Harga Berpeluang Naik 10%?

    Menunggu Tahap Implementasi Selanjutnya

    Setelah pengembangan kode inti selesai, perhatian komunitas kini tertuju pada langkah selanjutnya dari Aztec.

    Beberapa faktor yang akan menjadi penentu keberhasilan proyek antara lain:

    • jadwal peluncuran jaringan utama (mainnet)
    • dukungan pengembang untuk membangun aplikasi
    • insentif bagi pengguna awal
    • integrasi dengan ekosistem Ethereum yang lebih luas

    Jika semua elemen tersebut berjalan sesuai rencana, Aztec berpotensi menjadi salah satu infrastruktur penting dalam evolusi teknologi privasi di blockchain.

    Dengan meningkatnya perhatian terhadap perlindungan data digital, inovasi seperti yang dikembangkan Aztec dapat menjadi bagian penting dari masa depan aplikasi blockchain berbasis Ethereum.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com