Author: 14

  • Ripple Tambahkan Custody dan Liquidity Management Segmen Enterprise

    Perusahaan blockchain asal AS, Ripple, kembali memperkuat posisinya di sektor pembayaran global dengan memperluas kapabilitas platformnya.

    Dalam pembaruan terbaru, Ripple mengintegrasikan layanan custody, liquidity management, serta automated payout capabilities guna meningkatkan efisiensi pengelolaan aset kripto bagi klien enterprise.

    Langkah ini menandai transformasi strategis Ripple dari sekadar penyedia solusi remitansi lintas negara menjadi penyedia ekosistem keuangan terpadu berbasis blockchain.

    Baca Juga: Ripple Masuk Pasar Aset Mewah, Berlian $280 Juta Ditokenisasi On-Chain

    Dari Remittance ke Infrastruktur Keuangan Terpadu

    Selama bertahun-tahun, Ripple dikenal luas melalui solusi pembayaran lintas batas yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk mempercepat dan menekan biaya transaksi internasional.

    Namun, dengan ekspansi terbaru ini, perusahaan mulai merambah layanan yang lebih komprehensif.

    Menurut laporan Cryptobriefing, integrasi custody memungkinkan institusi menyimpan aset kripto secara aman dalam infrastruktur terkelola.

    Sementara itu, fitur liquidity management membantu perusahaan mengoptimalkan ketersediaan dana di berbagai yurisdiksi dan mata uang digital.

    Fitur automated payout capabilities melengkapi sistem dengan kemampuan distribusi dana secara otomatis, yang dapat mengurangi proses manual dan meningkatkan efisiensi operasional.

    Fokus pada Kebutuhan Enterprise

    Ekspansi ini secara jelas menyasar pasar institusional dan korporasi besar yang membutuhkan solusi terpadu untuk mengelola aset kripto secara aman dan efisien.

    Bagi perusahaan multinasional, pengelolaan likuiditas lintas negara menjadi tantangan besar.

    Dengan adanya sistem manajemen likuiditas terintegrasi, mereka dapat mengurangi ketergantungan pada perantara tradisional sekaligus memanfaatkan kecepatan transaksi blockchain.

    Layanan custody juga menjadi faktor krusial, mengingat keamanan aset digital merupakan prioritas utama bagi institusi.

    Dengan menyediakan solusi penyimpanan yang sesuai standar enterprise, Ripple berupaya meningkatkan kepercayaan institusional terhadap adopsi aset kripto.

    Potensi Dampak terhadap XRP

    Ekspansi platform ini juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap utilisasi XRP.

    Sebagai aset digital yang digunakan dalam ekosistem Ripple untuk likuiditas dan penyelesaian transaksi, peningkatan penggunaan platform dapat mendorong permintaan XRP secara tidak langsung.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah tersebut menunjukkan arah strategis Ripple yang semakin luas.

    “Ekspansi platform ini menunjukkan bahwa Ripple bergerak melampaui sekadar remittance menuju ekosistem keuangan terpadu. Jika berhasil, ini bisa meningkatkan utilisasi XRP dan menarik lebih banyak institusi,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, keberhasilan integrasi layanan baru ini dapat memperluas basis klien sekaligus meningkatkan aktivitas dalam jaringan Ripple.

    Tantangan dan Peluang

    Meski prospeknya positif, Ripple tetap menghadapi sejumlah tantangan.

    Persaingan di sektor infrastruktur blockchain untuk enterprise semakin ketat, dengan banyak perusahaan lain menawarkan solusi serupa dalam hal custody dan manajemen likuiditas.

    Selain itu, adopsi institusional masih sangat bergantung pada kepastian regulasi dan stabilitas pasar kripto secara keseluruhan.

    Namun, jika Ripple mampu memanfaatkan reputasi dan jaringan globalnya untuk mendorong integrasi lebih luas, perusahaan berpotensi memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam infrastruktur pembayaran berbasis blockchain.

    Indikator yang Perlu Dipantau

    Untuk menilai dampak nyata ekspansi ini, pelaku pasar dapat memantau beberapa indikator utama.

    Dimulai dengan peningkatan jumlah klien enterprise yang menggunakan platform Ripple, juga dengan memantau lonjakan volume transaksi dan penyelesaian lintas negara.

    Pertumbuhan utilisasi XRP dalam proses likuiditas dan settlement pun tak luput dari pantauan, serta memperhatikan integrasi tambahan dengan institusi keuangan global.

    Jika metrik-metrik tersebut menunjukkan tren positif, ekspansi ini bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.

    Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

    Langkah Ripple mengintegrasikan layanan custody, liquidity management, dan automated payout menandai evolusi penting dalam strategi bisnisnya.

    Perusahaan kini tidak hanya fokus pada remitansi, tetapi membangun ekosistem keuangan digital yang lebih komprehensif untuk kebutuhan enterprise.

    Apabila implementasi berjalan optimal dan adopsi institusional meningkat, ekspansi ini berpotensi mendorong utilisasi XRP sekaligus memperkuat posisi Ripple di industri blockchain global.

    Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada seberapa cepat layanan baru ini diadopsi serta dampaknya terhadap pertumbuhan volume dan aktivitas jaringan Ripple secara keseluruhan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pump.fun Ekspansi Fitur, Dukung Perdagangan Token Lintas Launchpad

    Platform meme coin berbasis Solana, Pump.fun, resmi memperluas cakupan aplikasinya dengan mendukung perdagangan aset di luar token native yang diluncurkan melalui platform mereka.

    Dilansir dari Cryptobriefing, ekspansi ini mencakup token dari launchpad lain serta aset populer di jaringan Solana seperti USDC dan Wrapped Bitcoin yang dijembatani melalui Wormhole.

    Langkah strategis ini menandai pergeseran posisi Pump.fun dari sekadar launchpad meme coin menjadi antarmuka perdagangan (trading interface) yang lebih umum dan terintegrasi dalam ekosistem Solana.

    Baca Juga: 3 Altcoin Pump.fun Ecosystem Ini Meledak Hingga 158% Sepekan

    Dari Launchpad ke Trading Hub

    Selama ini, Pump.fun dikenal sebagai platform yang mempermudah peluncuran dan perdagangan meme coin secara instan di Solana.

    Namun, dengan memperluas dukungan aset, aplikasi tersebut kini berupaya mengurangi kebutuhan pengguna untuk berpindah-pindah aplikasi saat melakukan transaksi lintas token.

    Dengan integrasi token dari launchpad lain dan aset besar seperti USDC serta WBTC, pengguna dapat melakukan perdagangan lebih fleksibel langsung dalam satu ekosistem.

    Strategi ini berpotensi meningkatkan “stickiness” atau tingkat retensi pengguna, karena trader tidak perlu lagi membuka DEX atau agregator lain untuk menukar aset non-native.

    Potensi Kenaikan Volume dan Efisiensi Eksekusi

    Ekspansi fitur ini pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan volume perdagangan dan aktivitas di dalam aplikasi.

    Jika Pump.fun mampu menghadirkan kualitas eksekusi dan sistem routing order yang kompetitif, maka pengalaman pengguna bisa meningkat signifikan.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada kualitas teknis implementasinya.

    “Jika kualitas eksekusi dan routing meningkat, ini dapat meningkatkan stickiness dan volume dengan mengurangi friksi multi-aplikasi. Jika tidak, berisiko hanya kosmetik dibandingkan rute DEX utama dan agregator,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, jika sistem order routing tidak optimal atau harga yang diperoleh pengguna kalah kompetitif dibandingkan DEX besar dan agregator likuiditas, maka ekspansi ini hanya akan menjadi fitur tambahan tanpa dampak signifikan terhadap volume.

    Tantangan: Bersaing dengan DEX dan Agregator

    Ekosistem Solana saat ini telah memiliki sejumlah DEX dan agregator yang menawarkan likuiditas dalam dan harga optimal melalui smart routing.

    Pump.fun harus memastikan bahwa fitur barunya mampu bersaing dari sisi slippage rendah, kecepatan eksekusi, kedalaman likuiditas, dan biaya transaksi kompetitif.

    Jika kualitas eksekusi tidak optimal, pengguna berisiko kembali menggunakan DEX utama atau agregator yang telah terbukti efisien.

    Namun, jika Pump.fun berhasil memadukan kemudahan penggunaan dengan performa eksekusi yang solid, platform ini berpotensi menjadi pintu masuk (gateway) utama bagi trader ritel di Solana.

    Dampak bagi Ekosistem Solana

    Langkah ini juga berpotensi memperkuat posisi Solana sebagai ekosistem dengan pengalaman trading yang terintegrasi.

    Integrasi USDC dan WBTC melalui Wormhole membuka akses ke likuiditas berbasis stablecoin dan Bitcoin dalam satu antarmuka.

    Hal ini penting karena stablecoin seperti USDC sering menjadi pasangan utama perdagangan, sementara WBTC memungkinkan eksposur terhadap Bitcoin dalam ekosistem Solana.

    Dengan menyediakan akses langsung ke aset-aset tersebut, Pump.fun memperluas basis pengguna potensialnya dari sekadar trader meme coin menjadi trader kripto umum.

    Bakal Jadi Game Changer?

    Secara strategis, ekspansi ini menunjukkan ambisi Pump.fun untuk berevolusi dari niche platform menjadi aplikasi perdagangan yang lebih luas.

    Namun, dampak nyata terhadap volume dan adopsi masih perlu dibuktikan melalui data aktivitas beberapa minggu ke depan.

    Indikator yang perlu diperhatikan meliputi peningkatan volume perdagangan harian, pertumbuhan jumlah pengguna aktif, lonjakan transaksi lintas aset non-native, hingga stabilitas harga dan likuiditas.

    Jika metrik-metrik tersebut meningkat, maka ekspansi ini bisa menjadi katalis pertumbuhan jangka menengah.

    Baca Juga: PUMP Anjlok 75%, Dugaan Dump Jutaan Dolar oleh Insider Menguat

    Ekspansi Pump.fun untuk mendukung perdagangan token lintas launchpad serta aset Solana seperti USDC dan WBTC melalui Wormhole menandai langkah penting menuju platform trading yang lebih komprehensif.

    Keberhasilan strategi ini akan sangat ditentukan oleh kualitas eksekusi dan efisiensi routing. Tanpa itu, fitur baru berisiko hanya menjadi tambahan kosmetik di tengah persaingan ketat DEX dan agregator.

    Namun, jika implementasinya solid, Pump.fun berpeluang meningkatkan retensi pengguna, volume perdagangan, dan perannya dalam ekosistem Solana secara signifikan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Melonjak 7,55% ke $0,183, Ikuti Arus Reli Pasar Global

    Harga Pi Network (PI) melonjak 7,55% dalam 24 jam terakhir ke level $0,183, sedikit mengungguli reli pasar kripto secara keseluruhan yang naik 6,21%.

    Kenaikan ini terjadi seiring lonjakan aset berisiko global, termasuk saham teknologi AS, yang mencerminkan sentimen makro yang membaik.

    Data menunjukkan bahwa pergerakan Pi memiliki korelasi kuat (0,91) dengan ETF Nasdaq-100, yaitu Invesco QQQ Trust (QQQ).

    Korelasi tinggi ini menandakan bahwa reli Pi lebih didorong oleh arus modal makro ke aset berisiko ketimbang faktor spesifik proyek.

    Baca Juga: Harga Pi Network Menguat 0,80% Saat Pasar Lesu, Kenaikan Rapuh?

    Reli Berbasis Makro, Bukan Katalis Internal

    Kenaikan harga Pi terjadi di tengah penguatan luas pasar kripto dan ekuitas global.

    Total kapitalisasi pasar kripto melonjak lebih dari 6% dalam sehari, mencerminkan masuknya kembali minat investor terhadap aset berisiko.

    Dengan korelasi 0,91 terhadap QQQ, Coinmarketcap melaporkan bahwa Pi Network bergerak hampir seirama dengan saham teknologi AS.

    Ini menunjukkan bahwa investor memperlakukan Pi sebagai aset beta tinggi, yakni aset yang sensitif terhadap perubahan sentimen makro, khususnya ekspektasi suku bunga dan likuiditas global.

    Artinya, pergerakan ini bukan hasil dari pengumuman besar, kemitraan strategis, atau lonjakan aktivitas on-chain spesifik Pi, melainkan bagian dari reli pasar yang lebih luas.

    Volume Meledak 127%, Konfirmasi Momentum

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 5 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 5 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Meski tidak ada katalis fundamental khusus, lonjakan harga Pi kali ini didukung oleh peningkatan volume perdagangan hingga 127%.

    Ini menandakan partisipasi pasar yang jauh lebih besar dibandingkan pergerakan sebelumnya.

    Namun, volume tinggi hanya mengonfirmasi kekuatan momentum, bukan menjelaskan penyebab utama kenaikan. Tanpa faktor pendorong internal, arah harga Pi tetap sangat tergantung pada kelanjutan reli makro.

    Jika arus modal global kembali melemah, Pi berisiko terkoreksi secepat kenaikannya.

    Level Teknis Penting: $0,18 dan $0,19

    Secara teknikal, Pi kini menghadapi zona resistance krusial di kisaran $0,185–$0,19. Area ini menjadi hambatan utama yang harus ditembus untuk membuka ruang kenaikan lebih lanjut.

    Level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support kunci: $0,175
    • Support minor: $0,18
    • Resistance utama: $0,185–$0,19

    Jika Pi mampu bertahan di atas $0,18 dan pasar global tetap bullish, peluang untuk menguji bahkan menembus $0,19 cukup besar.

    Namun, penurunan di bawah $0,175 dapat mengindikasikan pembalikan tren jangka pendek.

    Faktor Sentimen: Fear & Greed Index

    Indeks Fear & Greed kripto saat ini masih berada di zona “Fear” (29). Artinya, meskipun terjadi reli kuat, sentimen pasar secara umum masih berhati-hati.

    Jika indeks ini bergerak menuju zona “Neutral”, reli berpotensi mendapat dorongan tambahan. Sebaliknya, jika sentimen kembali memburuk, aset beta tinggi seperti Pi kemungkinan akan mengalami tekanan jual lebih besar dibandingkan aset defensif.

    Outlook Jangka Pendek: Cautiously Bullish

    Dalam konteks tren saat ini, bias jangka pendek untuk Pi dapat dikategorikan sebagai cautiously bullish: positif namun sangat bergantung pada momentum eksternal.

    Skenario yang perlu dipantau:

    1. Bullish breakout: Penutupan harga di atas $0,19 dengan volume tinggi dapat mengonfirmasi kelanjutan tren naik.
    2. Konsolidasi sehat: Bertahan di atas $0,18 sambil membangun basis volume stabil.
    3. Reversal: Penurunan di bawah $0,175 dapat membatalkan struktur uptrend jangka pendek.

    Pertanyaan utama bagi investor adalah apakah Pi mampu “decouple” dari beta makro dan mempertahankan kenaikan jika pasar global mulai mendingin.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound Tipis ke Level $68.284

    Kenaikan 7,55% Pi ke $0,183 merupakan bagian dari reli pasar kripto yang lebih luas, dengan korelasi tinggi terhadap pergerakan saham teknologi AS melalui QQQ.

    Lonjakan volume memperkuat momentum, tetapi tidak menunjukkan adanya katalis internal spesifik. Selama reli makro berlanjut dan harga bertahan di atas $0,18, peluang pengujian $0,19 tetap terbuka.

    Namun, tanpa dukungan fundamental proyek, arah Pi Network tetap sangat bergantung pada sentimen pasar global.

    Investor disarankan memantau level teknikal kunci dan dinamika makro sebelum mengambil keputusan dalam jangka pendek.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Melejit ke $72.742, Volume $74 Miliar

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini melonjak signifikan ke level $72.742,05 per BTC, mencatat kenaikan harian sekitar +7,02% hingga +7,13%.

    Dalam pantauan Tokocrypto pada Kamis (5/3), lonjakan ini terjadi di tengah peningkatan volume perdagangan yang tajam, mencapai $74,52 miliar dalam 24 jam terakhir, menandakan masuknya arus beli besar ke pasar.

    Dengan kapitalisasi pasar kini menyentuh $1,45 triliun, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto terbesar di dunia dan menjadi pendorong utama reli pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound Tipis ke Level $68.284

    Lonjakan Tajam dalam 24 Jam

    Dalam perdagangan 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang volatil yang lebar diantara $67.704,16 (harga terendah) hingga $74.051,81 (harga tertinggi).

    Kenaikan hampir $4.762 dalam sehari menunjukkan momentum bullish yang kuat. Volume yang menembus $74 miliar memperlihatkan partisipasi pasar yang tinggi, memperkuat validitas reli kali ini.

    Meski demikian, pada skala waktu sangat pendek, harga sempat terkoreksi tipis:

    • Perubahan 1 jam: -0,29%
    • Perubahan 24 jam: +7,02%
    • Perubahan 7 hari: +6,28%

    Koreksi minor dalam 1 jam terakhir dapat dianggap sebagai aksi ambil untung wajar setelah lonjakan tajam.

    Tren 30–90 Hari Masih Negatif

    Walaupun BTC mencatat reli kuat hari ini, performa jangka menengah masih menunjukkan tekanan:

    • 30 hari: -7,44%
    • 60 hari: -20,59%
    • 90 hari: -21,16%

    Artinya, meski harga mulai pulih, Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan dari koreksi tiga bulan terakhir. Lonjakan hari ini bisa menjadi sinyal awal pembalikan tren, namun konfirmasi lanjutan masih dibutuhkan.

    Struktur Pasokan dan Fundamental

    Dengan begitu, Bitcoin kini memiliki sirkulasi 20 juta BTC (95,23% dari total maksimum 21 juta BTC), kapitalisasi pasar $1,451 triliun, dan kapitalisasi terdilusi penuh (FDV) $1,524 triliun.

    Dengan suplai yang hampir mencapai batas maksimal, narasi kelangkaan (scarcity) Bitcoin semakin kuat. Faktor ini menjadi salah satu fondasi fundamental jangka panjang bagi aset tersebut.

    Rekor harga tertinggi (All-Time High) Bitcoin berada di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih sekitar 42% di bawah puncaknya.

    Tentunya, kondisi ini membuka ruang apresiasi lebih lanjut jika siklus bullish berlanjut.

    Analisa Teknikal: Uji Breakout di Atas $72K

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 5 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Secara teknikal, penembusan di atas $70.000 menjadi sinyal penting bagi pasar. Area ini sebelumnya berfungsi sebagai resistance psikologis.

    Level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support terdekat: $70.000
    • Support lanjutan: $67.700
    • Resistance berikutnya: $74.000–$75.000

    Jika BTC mampu bertahan di atas $70.000 dan mengonsolidasikan kenaikan, peluang untuk menguji $75.000 semakin terbuka.

    Namun, kegagalan mempertahankan level tersebut bisa memicu retracement menuju area support sebelumnya.

    Volume tinggi menjadi faktor kunci. Selama volume tetap kuat, reli memiliki peluang lebih besar untuk berlanjut.

    Sentimen Pasar dan Prospek

    Lonjakan 7% ini mencerminkan perubahan sentimen pasar yang lebih positif terhadap aset berisiko. Faktor makro seperti ekspektasi kebijakan suku bunga, arus dana institusional, atau katalis global lainnya dapat menjadi pendorong utama reli.

    Namun, dengan riwayat koreksi 90 hari terakhir yang masih dalam zona merah, investor perlu mewaspadai potensi volatilitas lanjutan.

    Baca Juga: Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin menguat tajam ke $72.742 dengan dukungan volume perdagangan yang solid.

    Penembusan level $70.000 menjadi sinyal teknikal penting yang dapat membuka peluang kenaikan lanjutan menuju $75.000.

    Meski demikian, tren jangka menengah masih dalam fase pemulihan setelah koreksi beberapa bulan terakhir.

    Jika momentum dan volume tetap terjaga, reli ini berpotensi menjadi awal pembalikan tren yang lebih besar.

    Investor disarankan memantau level support $70.000 dan dinamika volume sebagai indikator utama arah pergerakan berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Rebound $73K, Reli Lanjut?

    Situasi pasar kripto, hari ini Kamis (5/3), Bitcoin melanjutkan reli dan menembus level $73.000, mencatat harga tertinggi dalam beberapa minggu terakhir. Penguatan ini didorong arus masuk ETF AS yang solid serta kembalinya minat beli investor seiring membaiknya likuiditas dan volume perdagangan. Sejumlah kripto utama pun ikut terapresiasi di kisaran 5%–8%, menandakan sentimen pasar yang kembali kondusif.

    Seiring lonjakan BTC, beberapa altcoin mencuri perhatian. MANTRA melonjak 41% ke $0,02374, PHA naik 30% ke $0,049049, dan RIF menguat 16% ke $0,03616. Kenaikan tajam ini mencerminkan rotasi modal ke aset berisiko lebih tinggi saat momentum bullish kembali menguat. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial di Saat Bitcoin Tembus $73.000

    • MANTRA naik tajam 41% hingga mencapai level $0,02374.
    • PHA melesat 30% dan kini menyentuh angka $0,049049.
    • RIF menguat 16% ke posisi harga saat ini $0,03616.

    Bitcoin Tembus $73.000 Berkat Arus ETF dan Aksi Beli

    • Bitcoin sentuh level tertinggi beberapa minggu terakhir di dekat $73.000.
    • ETF AS catat arus masuk kuat saat pendanaan dan minat pasar pulih.
    • Kripto utama naik 5%–8% seiring membaiknya likuiditas dan volume pasar.

    Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

    Prospek Dogecoin Saat BTC Tembus $73.000

    • Dogecoin melonjak 15% mengikuti kenaikan Bitcoin.
    • Pasar pulih, BTC dan ETH naik signifikan.
    • Dogecoin tembus $0,10, incar resistance $0,15.

    Prediksi XRP: Reli Kripto Berkat Damai Iran-AS

    • XRP melonjak 7% ikuti optimisme pasar.
    • Arus ETF $7,53 juta dongkrak kepercayaan institusi.
    • Pasar berpotensi tembus resistensi $1,50.

    Baca juga: Riset Kripto 23-27 Feb 2026: Bitcoin Menghijau!, We Are So Back?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Dekati US$70.000, Konflik Timur Tengah Jadi Penentu Arah

    Pergerakan harga Bitcoin kembali mendekati level US$70.000, namun dinamika pasar kripto saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi geopolitik global, khususnya ketegangan di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz yang mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dunia mendorong harga minyak melonjak di atas US$77 per barel dan memicu tekanan baru di pasar keuangan global.

    Dalam kondisi ini, Bitcoin yang diperdagangkan di kisaran US$69.500 dinilai bukan lagi faktor utama penggerak pasar. Sebaliknya, aset kripto terbesar tersebut menjadi bagian dari reaksi pasar terhadap guncangan makro yang dipicu oleh krisis energi dan risiko inflasi.

    Dampak Makro Dominasi Pasar

    Dilaporkan Crypto Quant, penutupan jalur strategis Selat Hormuz berpotensi meningkatkan biaya logistik global dan memperkuat tekanan inflasi. Kondisi tersebut membuat kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) semakin kecil dalam waktu dekat.

    Tanpa katalis berupa pelonggaran kebijakan moneter, analis menilai fase pasar bearish berpotensi bertahan lebih lama. Faktor makro ini saat ini menjadi variabel utama yang membatasi pemulihan harga aset berisiko, termasuk Bitcoin.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau premium AS tetap negatif, reli cenderung rapuh dan lebih reaktif ke headline makro dibanding arus struktural.

    “Trigger pembalikan tren yang lebih nyata kemungkinan butuh kombinasi stabilisasi geopolitik + kelegaan ekspektasi rate cuts,” jelasnya.

    Baca juga: Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

    Aliran Dana On-Chain Terbatas

    Di tengah tekanan makro tersebut, data on-chain menunjukkan arus masuk stablecoin sebesar US$2,06 miliar dalam sepekan terakhir. Rinciannya meliputi USDT sebesar US$1,06 miliar, USDC US$993 juta, dan DAI sekitar US$4,1 juta.

    Meski terlihat signifikan, jumlah tersebut dinilai masih terlalu kecil untuk memicu reli pasar secara mandiri. Selain itu, indikator Coinbase Premium Index berada di level negatif -0,0276, menandakan minimnya permintaan dari investor institusi di Amerika Serikat.

    Sementara itu, arus dana ke ETF Bitcoin spot di AS tercatat sekitar US$787,4 juta. Namun sebagian besar aliran dana ini terjadi sebelum eskalasi konflik, sehingga saat ini ETF lebih berfungsi sebagai penahan tekanan jual dibanding pendorong kenaikan harga.

    Peran Investor Besar dan Level Kunci

    Data on-chain juga menunjukkan perbedaan perilaku antara kelompok investor. Indikator Coin Days Destroyed yang mencapai 10,03 juta menandakan bahwa pemegang jangka panjang (long-term holders) belum melakukan aksi jual signifikan. Kelompok ini justru dianggap sebagai penopang struktural pasar.

    Di sisi lain, indikator Exchange Whale Ratio berada di level 0,53 yang mengindikasikan potensi tekanan jual dari investor besar di area resistance US$70.000.

    Pelaku pasar kini memantau level support penting di US$64.000, sementara area US$60.000 menjadi zona perlindungan kuat dari pasar opsi atau dikenal sebagai “put wall”.

    Ke depan, arah pasar kripto diperkirakan tetap bergantung pada dua faktor utama, yakni stabilitas geopolitik dan meredanya tekanan inflasi global. Tanpa perubahan pada kedua faktor tersebut, potensi pembalikan tren besar pada Bitcoin dinilai masih terbatas dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transaksi Kripto RI Turun ke Rp29 Triliun, OJK Ungkap Penyebabnya

    Nilai transaksi aset kripto di Indonesia mengalami penurunan pada awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total transaksi kripto selama Januari 2026 mencapai Rp29,24 triliun, turun dibandingkan bulan sebelumnya.

    Dilaporkan Tempo, penurunan ini tercatat sebesar 10,53 persen secara bulanan dari posisi Desember 2025 yang mencapai Rp32,68 triliun. OJK menyebut pelemahan tersebut sejalan dengan tren penurunan harga sejumlah aset kripto utama di pasar global.

    Penurunan Sejalan dengan Harga Global

    Pejabat sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan bahwa pelemahan nilai transaksi terjadi seiring koreksi harga kripto di tingkat global.

    “Ini sejalan dengan tren penurunan harga sejumlah aset kripto utama di kawasan global,” ujar Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

    Meskipun nilai transaksi menurun, OJK menilai tingkat kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem aset keuangan digital, termasuk kripto, masih tetap terjaga.

    Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK. Sumber: Antara.
    Hasan Fawzi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto merangkap Anggota DK OJK. Sumber: Antara.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan ini mencerminkan trend global di mana investor cenderung wait-and-see di midst ketidakpastian ekonomi.

    “Koreksi harga Bitcoin dan aset kripto utama mempengaruhi sentiment pasar Indonesia,” analisanya.

    Baca juga: Indonesia Masuk Era Transparansi Kripto, DJP Gandeng 117 Negara

    Jumlah Investor dan Aset Terus Bertambah

    Data OJK menunjukkan jumlah konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 20,70 juta pengguna pada Februari 2026. Angka ini meningkat 2,56 persen dibandingkan Desember 2025 yang tercatat sebanyak 20,19 juta konsumen.

    Dari sisi aset, terdapat 1.457 aset kripto dan 127 aset derivatif aset keuangan digital (AKD) yang dapat diperdagangkan di pasar domestik.

    Sementara itu, transaksi derivatif AKD juga mengalami penurunan. Nilai transaksi pada Januari tercatat Rp8,01 triliun, turun 6,88 persen dibandingkan Desember 2025 yang mencapai Rp8,60 triliun.

    29 Entitas Kripto Sudah Berizin, Termasuk Tokocrypto

    Ilustrasi Tokocrypto
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    OJK juga melaporkan bahwa hingga saat ini telah memberikan persetujuan perizinan kepada 29 entitas dalam ekosistem perdagangan kripto di Indonesia.

    Entitas tersebut terdiri dari satu bursa kripto, satu lembaga kliring penjaminan dan penyelesaian, dua kustodian, serta 25 pedagang aset keuangan digital. Selain itu, OJK juga menyetujui delapan lembaga penunjang yang mencakup enam penyedia jasa pembayaran dan dua bank penyimpan dana konsumen.

    Di sisi lain, OJK masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah permohonan izin baru yang mencakup dua calon bursa kripto, dua lembaga kliring, dua kustodian, empat calon pedagang aset kripto, serta satu penyedia jasa pembayaran.

    Sepanjang Februari 2026, OJK juga menjatuhkan sanksi administratif berupa peringatan tertulis kepada empat penyelenggara di sektor inovasi teknologi keuangan dan aset kripto karena melanggar ketentuan yang berlaku.

    Meski aktivitas transaksi sempat melemah, pertumbuhan jumlah pengguna dan penguatan regulasi menunjukkan bahwa ekosistem kripto di Indonesia masih terus berkembang.

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Likuiditas Menyusut, XRP Bisa Bergerak Lebih Liar di Pasar

    Likuiditas XRP di bursa kripto Binance dilaporkan turun ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir. Data terbaru dari XRP Binance 30-Day Liquidity Index menunjukkan penurunan signifikan dalam aktivitas perdagangan relatif terhadap suplai yang tersedia di platform tersebut.

    Indeks likuiditas saat ini berada di sekitar 0,097, sementara tingkat turnover 30 hari tercatat sekitar 7,02 miliar XRP. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya, menandakan perlambatan aktivitas perdagangan XRP di salah satu bursa terbesar dunia.

    Penurunan Aktivitas Sejak 2025

    Dilaporkan BeInCrypto, indeks ini mengukur rasio antara volume perputaran token selama 30 hari dengan total suplai yang tersedia di platform. Dengan metode tersebut, indikator mampu menggambarkan tingkat aktivitas perdagangan relatif terhadap cadangan aset di bursa.

    Pada periode 2022 hingga 2024, indeks likuiditas XRP sempat menunjukkan lonjakan kuat dengan nilai yang melampaui angka 3. Saat itu, volume turnover bahkan mendekati 180 hingga 240 miliar XRP.

    Fase tersebut mencerminkan lingkungan perdagangan yang sangat aktif dengan spekulasi tinggi dan likuiditas yang kuat di pasar.

    Namun kondisi mulai berubah sepanjang 2025. Aktivitas perdagangan mengalami penurunan bertahap, membuat indeks likuiditas turun di bawah 1 dan akhirnya mencapai level sangat rendah seperti saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, likuiditas yang rendah bisa menyebabkan volatilitas tinggi.

    “Jika holder mulai distribusi, harga bisa mengalami tekanan jual signifikan,” katanya.

    Baca juga: 83,7% Suplai XRP Dikuasai Whales, Harga di Ujung Penentuan?

    Sensitivitas Harga Bisa Meningkat

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan likuiditas tidak selalu berarti harga akan langsung melemah. Namun, kondisi ini menunjukkan bahwa kecepatan perputaran suplai di bursa sedang menurun.

    Dalam lingkungan likuiditas rendah, pergerakan harga cenderung menjadi lebih sensitif terhadap arus masuk atau keluar dana dalam jumlah besar. Artinya, transaksi berskala besar dapat memicu perubahan harga yang lebih tajam dibandingkan kondisi pasar yang sangat likuid.

    Dengan indeks likuiditas yang kini berada di level terendah dalam beberapa tahun, pasar XRP dinilai berada dalam fase menunggu. Jika aktivitas perdagangan kembali meningkat dan turnover melonjak, perubahan tersebut dapat dengan cepat memengaruhi dinamika harga di pasar.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tekanan Jual Solana Meningkat, Level US$77 Jadi Penentu Nasib Harga

    Harga Solana (SOL) menghadapi tekanan jual yang semakin kuat setelah arus masuk ke bursa meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Jika level support penting di US$77 ditembus, analis memperingatkan bahwa harga SOL berpotensi turun hingga 38%.

    Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar US$83 dan masih bergerak dalam rentang konsolidasi antara US$77 hingga US$87 selama beberapa minggu terakhir. Namun indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan risiko penurunan yang semakin besar.

    Profit Holder Jangka Pendek Naik

    Dilaporkan BeInCrypto, salah satu sinyal yang memicu kekhawatiran berasal dari indikator LTH vs STH Net Unrealized Profit/Loss (NUPL). Data menunjukkan keuntungan yang belum direalisasikan milik holder jangka pendek (short-term holders/STH) terus meningkat sejak Februari.

    Kelompok investor ini dikenal cenderung menjual lebih cepat ketika berada dalam posisi profit. Kenaikan profit STH dapat memicu tekanan jual tambahan di pasar.

    Sebaliknya, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) belum menunjukkan peningkatan profit yang signifikan. Kondisi ini berarti dukungan stabilisasi dari investor jangka panjang relatif terbatas.

    Jika LTH ikut melakukan aksi jual, tekanan terhadap harga Solana dapat meningkat lebih tajam.

    Baca juga: Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar

    Arus Masuk ke Bursa Menguat

    Indikator Exchange Net Position Change juga menunjukkan tren kenaikan arus masuk SOL ke bursa selama empat minggu terakhir. Peningkatan inflow ke bursa sering dianggap sebagai sinyal bahwa investor mempersiapkan penjualan.

    Kombinasi meningkatnya profit holder jangka pendek dan arus masuk ke bursa memperkuat sentimen bearish terhadap Solana dalam jangka pendek.

    Jika tren ini berlanjut, tekanan jual dapat semakin memperbesar kemungkinan penurunan harga.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika outflow bursa tidak berubah, potensi likuidasi jangka pendek meningkat. Level $77 harus defended agar tidak terjadi cascade selling.

    Pola Bearish Flag Muncul

    Secara teknikal, grafik Solana menunjukkan pola bearish flag, pola lanjutan yang sering mengindikasikan penurunan lanjutan setelah fase konsolidasi.

    Jika harga turun di bawah support US$77, pola ini dapat mengarah pada penurunan sekitar 38%, dengan target harga di area US$51. Sebelum mencapai level tersebut, SOL kemungkinan akan menguji support di US$64 dan US$57.

    Penurunan lebih lanjut bahkan dapat membawa harga menuju US$45 jika tekanan jual semakin kuat.

    Namun skenario bearish ini dapat dibatalkan jika sentimen pasar berubah. Jika SOL berhasil menembus resistance di US$88 dan US$96, harga berpotensi kembali naik menuju US$100 dan mencetak level tertinggi bulanan.

    Untuk saat ini, level US$77 menjadi batas krusial yang akan menentukan apakah Solana mampu mempertahankan konsolidasi atau memasuki fase penurunan yang lebih dalam.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasokan Ethereum di Bursa Menyusut Drastis, Apa Dampaknya ke Harga?

    Aktivitas penarikan Ethereum (ETH) dari bursa kripto melonjak tajam sepanjang Februari 2026. Data terbaru menunjukkan total penarikan mencapai sekitar 31,6 juta ETH, menjadi angka tertinggi sejak November tahun lalu.

    Lonjakan ini mencerminkan perubahan perilaku investor sekaligus menandakan pergeseran dinamika suplai Ethereum di bursa terpusat (centralized exchanges). Ketika aset dipindahkan keluar dari bursa, jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan secara langsung menjadi lebih terbatas.

    Binance Pimpin Arus Penarikan

    Dari sisi bursa, Binance mencatat volume penarikan terbesar dengan sekitar 14,45 juta ETH, hampir setengah dari total arus keluar. Dominasi ini mencerminkan posisi Binance sebagai bursa dengan likuiditas terbesar, sehingga aktivitas besar sering terpusat di platform tersebut saat terjadi perubahan struktur pasar.

    Dilaporkan Crypto Quant, OKX menempati posisi kedua dengan penarikan sekitar 3,83 juta ETH. Sementara itu, Kraken berada di peringkat ketiga dengan total sekitar 1,04 juta ETH yang ditarik selama periode yang sama.

    Konsentrasi aktivitas pada bursa besar seperti Binance, OKX, dan Kraken menunjukkan bahwa pergerakan dana skala besar sedang terjadi di ekosistem Ethereum.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Penarikan masif dari exchange bisa mendahului rally harga karena berkurangnya supply di bursa.

    “Monitor apakah tren ini berlanjut untuk sinyal bullish,” jelasnya.

    Sinyal Perubahan Dinamika Pasar

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penarikan aset dalam jumlah besar biasanya diartikan sebagai perpindahan dana ke dompet pribadi atau cold storage. Langkah ini sering diasosiasikan dengan strategi penyimpanan jangka panjang atau reposisi portofolio oleh investor.

    Ketika arus keluar terjadi pada level harga yang sensitif, pergerakan tersebut dapat mencerminkan keyakinan investor terhadap prospek jangka panjang atau strategi pengurangan eksposur perdagangan jangka pendek.

    Dengan total penarikan lebih dari 31 juta ETH, pasar kini berada pada titik penting. Jika tren ini berlanjut, pasokan Ethereum di bursa dapat semakin menyusut, yang berpotensi memengaruhi keseimbangan antara penawaran dan permintaan dalam waktu mendatang.

    Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com