Author: 14

  • Harga Pi Network Menguat 0,80% Saat Pasar Lesu, Kenaikan Rapuh?

    Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan tipis 0,80% dalam 24 jam terakhir ke level $0,172, menurut catatan Coinmarketcap pada Rabu (4/3).

    Penguatan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung datar hingga melemah, di mana Bitcoin justru turun sekitar 0,55% dan total kapitalisasi pasar kripto menyusut 0,61%.

    Kenaikan Pi yang bergerak berlawanan arah dengan Bitcoin ini menunjukkan adanya aliran beli independen.

    Namun, tanpa dukungan volume yang besar atau katalis fundamental yang jelas, reli ini dinilai masih tetap rapuh.

    Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini Naik 1,33% ke $0,171, Ikuti Reli Pasar Kripto

    Kenaikan Terjadi di Tengah Volume Tipis

    Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Pi tercatat sebesar $11,27 juta, turun sekitar 8,77% dibanding hari sebelumnya. Artinya, meskipun harga naik, partisipasi pasar justru melemah.

    Kondisi ini mengindikasikan bahwa penguatan harga tidak didorong oleh lonjakan minat besar-besaran, melainkan kemungkinan akibat pembelian dalam kondisi likuiditas tipis (thin market).

    Dalam situasi seperti ini, pergerakan harga relatif mudah terdorong naik atau turun dengan volume yang relatif kecil.

    Secara teknikal, kenaikan tanpa dukungan volume sering kali tidak memiliki daya tahan kuat.

    Pasar cenderung membutuhkan konfirmasi berupa peningkatan volume signifikan untuk memastikan momentum bullish yang berkelanjutan.

    Level volume di atas $15 juta dinilai sebagai ambang awal untuk menunjukkan keyakinan beli yang lebih solid.

    Tidak Ada Katalis Spesifik

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Dari data yang tersedia, tidak terlihat adanya berita, pembaruan ekosistem, ataupun faktor eksternal yang secara langsung memicu kenaikan harga Pi. Tidak ada pula rotasi sektor besar di pasar altcoin yang bisa menjelaskan lonjakan tersebut.

    Absennya katalis fundamental membuat kenaikan ini tampak sebagai pergerakan teknikal semata.

    Dalam kondisi pasar kripto yang masih diliputi sentimen hati-hati, terutama dengan indeks ketakutan (fear index) berada di level tinggi, pergerakan tanpa dukungan narasi kuat biasanya rentan terhadap aksi ambil untung cepat.

    Dengan kata lain, reli kecil ini belum mencerminkan perubahan tren.

    Struktur Harga Masih Konsolidasi

    Secara teknikal, Pi saat ini bergerak dalam rentang sempit antara support $0,168 dan resistance $0,175. Struktur ini menunjukkan fase konsolidasi, di mana pasar masih mencari arah berikutnya.

    Level yang perlu diperhatikan dalam 24–48 jam ke depan:

    • Support kunci: $0,168
    • Resistance terdekat: $0,175
    • Target bawah jika breakdown: $0,16

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,168, peluang untuk menguji kembali area $0,175 cukup terbuka. Namun, jika support tersebut ditembus, tekanan jual bisa mendorong harga turun cepat ke kisaran $0,16.

    Dalam kondisi konsolidasi seperti ini, arah pergerakan berikutnya sangat bergantung pada munculnya katalis baru atau lonjakan volume signifikan.

    Decoupling dari Bitcoin: Sinyal Positif atau Sementara?

    Salah satu aspek menarik dari pergerakan ini adalah decoupling sementara dari Bitcoin. Ketika BTC melemah, Pi justru mencatat kenaikan tipis.

    Meski terdengar positif, decoupling dalam volume rendah belum tentu mencerminkan kekuatan fundamental. Bisa jadi ini hanya fluktuasi jangka pendek dalam pasar dengan likuiditas terbatas.

    Untuk mengonfirmasi bahwa Pi benar-benar menunjukkan kekuatan relatif, diperlukan:

    1. Breakout tegas di atas $0,175.
    2. Volume meningkat secara konsisten di atas rata-rata harian.
    3. Stabilitas harga di atas resistance yang berhasil ditembus.

    Tanpa faktor-faktor tersebut, kenaikan ini masih berisiko menjadi false breakout atau sekadar pantulan teknikal ringan.

    Netral Cenderung Konsolidatif

    Dalam jangka pendek, prospek Pi dapat dikategorikan sebagai netral. Tidak ada sinyal kuat yang menunjukkan pembalikan tren besar, namun juga belum ada tekanan jual agresif.

    Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh dinamika volume dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

    Jika pasar global tetap berhati-hati dan tidak muncul katalis baru, Pi kemungkinan akan terus bergerak sideways dalam kisaran sempit.

    Baca Juga: Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

    Kenaikan 0,80% Pi ke $0,172 mencerminkan pembelian independen di tengah pasar kripto yang cenderung melemah.

    Namun, dengan volume perdagangan yang justru menurun dan tanpa katalis jelas, reli ini masih tergolong rapuh.

    Level $0,168 menjadi kunci pertahanan jangka pendek, sementara $0,175 menjadi gerbang menuju momentum bullish lanjutan.

    Tanpa lonjakan volume dan dorongan fundamental, Pi kemungkinan tetap berada dalam fase konsolidasi dalam waktu dekat.

    Investor disarankan memantau pergerakan volume sebagai indikator utama sebelum mengambil keputusan strategis.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Rebound Tipis ke Level $68.284

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $68.284,07 per BTC, mencatat kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (4/3), BTC menguat sekitar +0,37% hingga +0,61% dalam sehari, menunjukkan adanya upaya rebound meski tekanan jangka menengah masih terasa.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin saat ini berada di kisaran $1,36 triliun, mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan dominasi suplai yang telah mencapai 20 juta BTC dari total maksimum 21 juta BTC.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 4 Maret 2026: Bitcoin Kembali Tunjuk Kekuatan

    Pergerakan Harga 24 Jam Terakhir

    Dalam perdagangan 24 jam terakhir, BTC bergerak di rentang harga terendah $66.237,61 hingga level tertinggi di $68.978,02.

    Rentang volatilitas ini mencerminkan tekanan beli yang mulai muncul setelah harga sempat mendekati area support $66 ribuan.

    Volume perdagangan harian tercatat di kisaran $49,56 miliar hingga $50,39 miliar, menunjukkan likuiditas pasar yang masih cukup solid.

    Perubahan harga jangka pendek menunjukkan momentum positif:

    • 1 jam: +0,65%
    • 24 jam: +0,37%
    • 7 hari: +5,05%

    Kenaikan mingguan sebesar 5% mengindikasikan adanya fase pemulihan teknikal setelah tekanan jual dalam beberapa bulan terakhir.

    Tekanan 30–90 Hari Masih Terasa

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski BTC menunjukkan penguatan jangka pendek, tren 30 hingga 90 hari terakhir masih berada dalam fase koreksi:

    • 30 hari: -9,46% (-$7.127,25)
    • 60 hari: -24,21% (-$21.795,46)
    • 90 hari: -26,63% (-$24.755,17)

    Penurunan hampir 27% dalam tiga bulan terakhir mencerminkan tekanan makro dan aksi ambil untung pasca reli sebelumnya.

    Namun, stabilisasi di area $68 ribuan membuka peluang terbentuknya basis harga baru jika support mampu dipertahankan.

    Kapitalisasi Pasar dan Fundamental

    Bitcoin saat ini memiliki:

    • Kapitalisasi pasar: $1,364 triliun
    • Kapitalisasi terdilusi penuh (FDV): $1,432 triliun
    • Sirkulasi pasokan: 20 juta BTC (95,23% dari total maksimum)

    Dengan hanya sekitar 1 juta BTC tersisa untuk ditambang, struktur suplai Bitcoin semakin ketat. Secara fundamental, hal ini memperkuat narasi kelangkaan (scarcity) jangka panjang.

    Rekor harga tertinggi (All-Time High) Bitcoin sebelumnya berada di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih berada jauh di bawah puncaknya.

    Ini berarti, secara historis, Bitcoin masih memiliki ruang pemulihan asalkan siklus bullish kembali terbentuk.

    Analisa Teknis Singkat

    Secara teknikal, area $66.000–$67.000 kini menjadi support penting jangka pendek. Jika BTC mampu bertahan di atas zona ini, potensi pengujian ulang resistance di $69.000–$70.000 terbuka lebar.

    Sebaliknya, jika tekanan jual kembali meningkat dan harga turun di bawah $66.000, pasar bisa kembali menguji support psikologis di kisaran $64.000.

    Volume yang tetap tinggi menunjukkan bahwa pelaku pasar masih aktif, sehingga pergerakan selanjutnya kemungkinan akan dipicu oleh sentimen makro, arus ETF, atau katalis eksternal lainnya.

    Rebound atau Dead Cat Bounce?

    Kenaikan 5% dalam sepekan terakhir memberi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda. Namun, dengan koreksi hampir 27% dalam 90 hari terakhir, pasar masih berada dalam fase konsolidasi besar.

    Untuk mengonfirmasi pembalikan tren (trend reversal), BTC perlu menembus dan bertahan di atas $70.000 yang disertai peningkatan volume beli berkelanjutan dan mendapat dukungan sentimen makro positif.

    Tanpa konfirmasi ketiga faktor tersebut, kenaikan saat ini bisa dikategorikan sebagai rebound teknikal jangka pendek.

    Baca Juga: Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin stabil di kisaran $68.284 dengan penguatan harian tipis dan kenaikan mingguan 5%.

    Meski tekanan 30–90 hari terakhir masih membayangi, struktur suplai yang semakin ketat dan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun menegaskan posisi BTC sebagai aset kripto utama.

    Investor kini menantikan apakah fase pemulihan ini akan berkembang menjadi tren bullish baru atau hanya jeda sementara dalam siklus koreksi yang lebih panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Chainlink Aktifkan Transfer cbBTC ke Monad

    Ekosistem DeFi kembali mencatatkan perkembangan penting setelah Chainlink melalui protokol CCIP (Cross-Chain Interoperability Protocol) mengaktifkan transfer cbBTC dari jaringan Base ke Monad.

    Cointelegraph menyebut, integrasi ini membuka jalur bagi likuiditas berbasis Bitcoin untuk masuk ke dalam ekosistem DeFi Monad.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menghadirkan kolateral berbasis Bitcoin ke pasar lending dan borrowing Monad, sekaligus memperluas utilitas aset wrapped BTC seperti cbBTC dalam sektor keuangan terdesentralisasi.

    Baca Juga: Moonwell mengajukan proposal tata kelola terbaru ke Standar Chainlink

    Mengenal cbBTC

    cbBTC merupakan representasi Bitcoin yang diterbitkan di jaringan EVM tertentu, memungkinkan pemegang BTC untuk mengakses aplikasi DeFi tanpa harus menjual aset utamanya.

    Dengan aktivasi transfer lintas jaringan melalui CCIP, pemilik cbBTC di Base kini dapat memindahkan aset mereka ke Monad.

    Artinya, Bitcoin yang sebelumnya “diam” sebagai store of value kini bisa dimanfaatkan sebagai kolateral untuk meminjam, memberikan likuiditas, atau mendapatkan yield di protokol DeFi Monad.

    Akses terhadap kolateral berbasis BTC selama ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Total Value Locked (TVL) di berbagai ekosistem DeFi.

    Dampak terhadap Ekosistem Monad

    Monad, sebagai blockchain layer-1 yang dirancang untuk performa tinggi dan kompatibilitas EVM, tengah membangun fondasi likuiditas agar ekosistem DeFi-nya berkembang pesat.

    Masuknya cbBTC berpotensi menjadi katalis penting, karena Bitcoin masih menjadi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar dan basis pemegang yang luas.

    Likuiditas berbasis BTC dapat mempercepat pertumbuhan protokol lending dan borrowing di Monad, terutama jika pengguna mulai aktif memanfaatkan cbBTC sebagai jaminan pinjaman.

    Namun, keberhasilan integrasi ini sangat bergantung pada adopsi nyata di lapangan.

    Analisis: Potensi Besar, Tapi Belum Tentu Instan

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa akses terhadap kolateral BTC memang membuka peluang besar, tetapi dampaknya tidak otomatis terjadi hanya karena pengumuman integrasi.

    “Akses ke kolateral BTC bisa mempercepat TVL, tapi itu baru nyata jika pengguna menerapkan cbBTC dalam skala besar. Asumsi keamanan bridge dan permintaan berkelanjutan akan menentukan ini sekadar pengumuman atau perubahan nyata,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Garis besarnya, transfer via cbBTC ini menyoroti dua faktor kunci: keamanan dan permintaan.

    Pertama, keamanan bridge menjadi isu krusial dalam ekosistem cross-chain. Sejarah industri kripto mencatat berbagai insiden eksploitasi bridge yang menyebabkan kerugian besar.

    Meskipun CCIP dirancang dengan standar keamanan tinggi, kepercayaan pengguna tetap menjadi faktor utama.

    Kedua, permintaan riil dari pengguna akan menentukan apakah cbBTC benar-benar digunakan sebagai kolateral atau hanya sekadar dipindahkan tanpa aktivitas signifikan.

    Peran Chainlink CCIP dalam Interoperabilitas

    CCIP dari Chainlink dirancang untuk menyediakan infrastruktur transfer aset dan pesan lintas jaringan secara aman.

    Dengan meningkatnya fragmentasi likuiditas di berbagai blockchain, solusi interoperabilitas menjadi kebutuhan mendesak.

    Integrasi ini menunjukkan bagaimana Chainlink memperluas perannya, bukan hanya sebagai oracle harga, tetapi juga sebagai penghubung ekosistem multi-chain.

    Jika adopsi CCIP terus berkembang, model interoperabilitas semacam ini dapat menjadi standar baru dalam perpindahan likuiditas lintas jaringan.

    Outlook: Katalis TVL atau Sekadar Eksperimen?

    Dalam jangka pendek, dampak terhadap TVL Monad kemungkinan bertahap.

    Aktivitas lending dan borrowing perlu menunjukkan peningkatan signifikan agar integrasi ini benar-benar mengubah lanskap likuiditas.

    Namun dalam jangka panjang, akses terhadap kolateral BTC dapat memperkuat fondasi DeFi Monad, terutama jika dikombinasikan dengan insentif yield atau program likuiditas tambahan.

    Bagi pasar DeFi secara keseluruhan, integrasi ini mencerminkan tren besar: Bitcoin semakin terintegrasi ke dalam ekosistem keuangan terdesentralisasi lintas chain.

    Baca Juga: Ondo x Chainlink Buka Era Baru, Token Saham AS Bisa Jadi Jaminan

    Aktivasi transfer cbBTC dari Base ke Monad melalui Chainlink CCIP membuka peluang baru bagi pemanfaatan likuiditas berbasis Bitcoin di DeFi. Potensinya besar, terutama untuk mendorong pertumbuhan TVL dan pasar lending.

    Namun, keberhasilan nyata akan ditentukan oleh tingkat adopsi pengguna, keamanan bridge, dan permintaan berkelanjutan terhadap produk DeFi berbasis cbBTC.

    Apakah ini akan menjadi lonjakan likuiditas besar bagi Monad atau sekadar integrasi teknis tanpa dampak signifikan, pasar akan segera memberikan jawabannya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengadilan AS Tolak Gugatan Class Action terhadap Uniswap, Efeknya?

    Kabar positif datang dari ranah hukum kripto Amerika Serikat.

    Pengadilan federal AS resmi membatalkan gugatan class action terkait dugaan scam token terhadap Uniswap dengan prejudice, yang berarti gugatan tersebut tidak dapat diajukan kembali.

    Dalam putusannya, pengadilan menyatakan bahwa para penggugat gagal menetapkan kewajiban hukum terhadap pengembang protokol atas tindakan pihak ketiga, termasuk penerbit token yang diduga melakukan penipuan.

    Keputusan ini menjadi tonggak penting dalam perdebatan panjang soal tanggung jawab hukum platform DeFi terhadap aktivitas pengguna di atas protokol terbuka.

    Baca Juga: Uniswap Gelar UNIfication Jadi Mesin Pendapatan DeFi, Dampak Harga?

    Inti Putusan Pengadilan

    Gugatan class action sebelumnya menuduh bahwa Uniswap bertanggung jawab atas kerugian investor akibat token scam yang diperdagangkan melalui platform tersebut.

    Namun, hakim menilai bahwa protokol terdesentralisasi seperti Uniswap tidak dapat secara otomatis dianggap bertanggung jawab atas token yang dibuat dan diterbitkan oleh pihak ketiga.

    Pengadilan menekankan bahwa pengembang protokol tidak memiliki kontrol langsung atas tindakan individu atau entitas yang memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk tujuan ilegal.

    Dengan pembatalan “with prejudice”, perkara ini secara hukum dinyatakan selesai, dan penggugat tidak dapat mengajukan ulang gugatan serupa dengan dasar yang sama.

    Preseden Penting bagi Industri DeFi

    Menurut laporan Cryptobriefing, putusan ini dipandang sebagai kemenangan signifikan bagi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Selama beberapa tahun terakhir, regulasi dan tekanan hukum menjadi salah satu risiko terbesar bagi protokol berbasis smart contract.

    Keputusan pengadilan ini memperkuat pandangan bahwa protokol open-source tidak serta merta memikul tanggung jawab atas penyalahgunaan oleh pengguna, selama tidak ada bukti kontrol langsung atau keterlibatan aktif dalam aktivitas ilegal tersebut.

    Hal ini dapat menjadi preseden penting bagi proyek-proyek DeFi lain yang menghadapi risiko hukum serupa di masa depan.

    Dampak terhadap UNI dan Sentimen Pasar

    Token UNI, yang menjadi aset tata kelola ekosistem Uniswap, berpotensi mendapat dorongan sentimen positif dari keputusan ini. Ketidakpastian hukum sering kali menjadi faktor penekan harga dalam industri kripto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa putusan ini membantu mengurangi beban hukum dan meningkatkan kepercayaan pasar terhadap model bisnis DeFi.

    “Ini mengurangi beban hukum dan memperkuat preseden pro-DeFi yang bisa memperbaiki sentimen di sekitar UNI dan protokol sejenis. Dampak harga masih bergantung pada apakah aktivitas dan fee capture mengikuti, bukan sekadar headline hukum,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun kabar hukum ini positif, pergerakan harga UNI tetap akan ditentukan oleh fundamental seperti volume perdagangan, pendapatan protokol (fee capture), dan pertumbuhan pengguna.

    Implikasi Regulasi Lebih Luas

    Putusan ini juga menyoroti tantangan regulator dalam mengatur protokol terdesentralisasi.

    Berbeda dengan bursa terpusat, protokol DeFi berjalan melalui smart contract yang bersifat permissionless dan tidak dikendalikan oleh satu entitas tunggal.

    Jika pengembang tidak dapat secara langsung mengendalikan token yang diperdagangkan, maka menetapkan tanggung jawab hukum menjadi lebih kompleks.

    Meski demikian, hal ini tidak berarti sektor DeFi sepenuhnya bebas dari risiko hukum.

    Regulator masih dapat menargetkan individu atau entitas yang secara aktif mempromosikan, menerbitkan, atau memfasilitasi token ilegal.

    Antara Hukum dan Fundamental

    Dalam jangka pendek, keputusan ini dapat memperbaiki sentimen terhadap Uniswap dan sektor DeFi secara umum. Risiko litigasi yang berkurang berarti ruang inovasi yang lebih luas bagi pengembang.

    Namun, untuk mendorong apresiasi harga yang berkelanjutan, Uniswap tetap perlu menunjukkan pertumbuhan aktivitas, peningkatan volume, serta optimalisasi mekanisme pembagian fee kepada pemegang UNI.

    Jika pertumbuhan ekosistem sejalan dengan kepastian hukum yang lebih baik, maka keputusan ini bisa menjadi katalis jangka panjang bagi protokol DeFi.

    Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

    Pembatalan gugatan class action terhadap Uniswap oleh pengadilan federal AS menjadi preseden penting bagi industri DeFi.

    Keputusan ini menegaskan bahwa pengembang protokol tidak otomatis bertanggung jawab atas aktivitas ilegal pihak ketiga di atas platform mereka.

    Meski sentimen pasar berpotensi membaik, arah harga UNI tetap akan ditentukan oleh performa fundamental dan aktivitas nyata di dalam ekosistem.

    Bagi industri kripto secara keseluruhan, putusan ini menjadi langkah maju dalam membangun kepastian hukum yang lebih jelas bagi inovasi berbasis blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Efek Instan! NEAR Melonjak 17% Usai Peluncuran Confidential Intents

    Token NEAR Protocol mencatat lonjakan tajam 17% setelah peluncuran Confidential Intents, sebuah lapisan eksekusi privat opsional yang dirancang untuk mengurangi praktik front-running dan melindungi trader dari serangan sandwich attack.

    Kenaikan ini memperpanjang reli mingguan NEAR yang sudah berlangsung kuat dalam beberapa hari terakhir.

    Menurut laporan Coindesk, peluncuran fitur tersebut langsung memicu sentimen positif di pasar, dengan investor melihatnya sebagai langkah strategis untuk menarik partisipasi institusional melalui peningkatan privasi dan keamanan eksekusi transaksi.

    Baca Juga: NEAR Protocol Luncurkan Near.com Super App, Jadi AI Financial Layer

    Apa Itu Confidential Intents?

    Confidential Intents merupakan fitur eksekusi privat yang memungkinkan pengguna menyembunyikan detail transaksi hingga proses finalisasi, sehingga meminimalkan risiko eksploitasi oleh bot MEV (Maximal Extractable Value).

    Dalam ekosistem DeFi, front-running dan sandwich attack sering menjadi masalah serius. Bot dapat membaca transaksi di mempool publik dan mengeksekusi transaksi terlebih dahulu untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang diprediksi.

    Dengan Confidential Intents, NEAR berupaya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil dan aman, terutama bagi pelaku pasar besar yang rentan terhadap manipulasi eksekusi.

    Reli Dipicu Narasi Privasi, Bukan Lonjakan Pendapatan

    Meskipun harga NEAR melonjak signifikan, data menunjukkan bahwa pendapatan on-chain dan metrik fundamental lainnya belum mengalami lonjakan berarti.

    Aktivitas jaringan relatif stabil, tanpa lonjakan drastis pada volume transaksi atau fee yang dihasilkan.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa reli ini lebih didorong oleh narasi dan ekspektasi masa depan ketimbang perubahan fundamental saat ini.

    “Ini katalis berbasis narasi (privasi eksekusi tingkat institusi), bukan infleksi pendapatan. Kalau adopsi/arus nyata tidak muncul, reli ini rentan koreksi,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Ini berarti, pasar merespons potensi jangka panjang dari fitur ini, bukan dampak langsung terhadap kinerja ekonomi jaringan.

    Mengapa Privasi Eksekusi Penting?

    Dalam beberapa tahun terakhir, isu MEV menjadi perhatian utama di berbagai blockchain.

    Praktik front-running dan sandwich attack dapat menggerus keuntungan trader ritel maupun institusi, sekaligus menciptakan persepsi bahwa pasar tidak sepenuhnya adil.

    Dengan menghadirkan lapisan eksekusi privat opsional, NEAR mencoba menempatkan diri sebagai jaringan yang ramah institusi, terutama bagi pemain besar yang membutuhkan perlindungan terhadap strategi perdagangan mereka.

    Langkah ini juga membuat NEAR bersaing lebih langsung dengan blockchain lain yang menonjolkan fitur privasi dan efisiensi eksekusi.

    Apakah Reli NEAR Berkelanjutan?

    Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Rabu, 4 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari perspektif teknikal, lonjakan 17% memperkuat momentum bullish jangka pendek dan memperpanjang tren kenaikan mingguan.

    Namun, tanpa peningkatan signifikan pada Total Value Locked (TVL), volume DeFi, atau pendapatan protokol, reli ini berisiko mengalami koreksi.

    Untuk mempertahankan momentum, NEAR perlu menunjukkan:

    1. Peningkatan adopsi Confidential Intents oleh aplikasi DeFi utama.
    2. Lonjakan volume perdagangan yang benar-benar memanfaatkan fitur privasi ini.
    3. Pertumbuhan fee dan pendapatan jaringan yang mencerminkan aktivitas ekonomi riil.

    Jika fitur ini hanya menjadi headline tanpa penggunaan nyata, harga berpotensi kembali terkoreksi setelah euforia awal mereda.

    Perspektif Pasar: Antara Harapan dan Realisasi

    Pasar kripto sering kali bergerak berdasarkan ekspektasi masa depan.

    Peluncuran fitur baru yang relevan dengan kebutuhan institusi dapat menjadi katalis kuat, bahkan sebelum dampaknya terlihat dalam data on-chain.

    Namun, investor yang lebih konservatif kemungkinan akan menunggu konfirmasi berupa peningkatan aktivitas dan arus modal nyata sebelum menganggap reli ini sebagai tren jangka panjang.

    Dalam konteks makro, sentimen terhadap sektor privasi dan perlindungan MEV juga berperan penting. Jika isu ini terus menjadi perhatian utama, NEAR bisa mendapatkan posisi strategis sebagai solusi eksekusi yang lebih aman.

    Baca Juga: NEAR Turun ke $1,03, Nansen Rilis Fitur Pelacakan Wallet dan Token

    Lonjakan 17% NEAR pasca peluncuran Confidential Intents menunjukkan kuatnya respons pasar terhadap inovasi yang menyasar privasi dan perlindungan eksekusi transaksi.

    Namun, reli ini saat ini masih berbasis narasi, bukan peningkatan pendapatan atau aktivitas on-chain yang signifikan.

    Keberlanjutan kenaikan harga akan sangat bergantung pada adopsi nyata dan pertumbuhan ekonomi jaringan.

    Jika arus likuiditas dan penggunaan riil mengikuti, fitur ini bisa menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang. Sebaliknya, tanpa realisasi konkret, reli berisiko mengalami koreksi dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 4 Maret 2026: Bitcoin Kembali Tunjuk Kekuatan

    Bitcoin kembali menunjukkan kekuatan dengan menembus level $68.000, memicu lonjakan pada sejumlah altcoin di pasar kripto, hari ini Rabu (4/3). PHA memimpin penguatan dengan kenaikan 49% ke $0,0384, disusul AIXBT yang naik 23% ke $0,029421 dan FORM yang menguat 18% ke $0,3317. Momentum ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan pasar saat BTC mampu bertahan di level psikologis penting.

    Kenaikan Bitcoin terjadi di tengah aksi beli investor saat harga sempat terkoreksi, termasuk di tengah isu geopolitik terkait Iran. Dukungan arus ETF serta net flow negatif di bursa mengindikasikan akumulasi yang relatif stabil. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial di Saat Bitcoin Tembus $68.000

    • PHA naik tajam 49% hingga mencapai level $0,0384.
    • AIXBT melesat 23% dan kini menyentuh angka $0,029421.
    • FORM menguat 18% ke posisi harga $0,3317 saat ini.

    Bitcoin Naik: Investor Borong Saat Harga Jatuh

    • BTC kuat di $68.000 berkat dukungan pembeli di tengah isu perang Iran.
    • Arus ETF dan net flow negatif sinyal akumulasi stabil BTC.
    • Risiko minyak naik di Selat Hormuz, namun kripto tetap stabil.

    Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

    3 Token RWA Potensial Maret 2026

    • RWA Stellar naik 25%, namun XLM anjlok 40%.
    • ETF Chainlink konsisten tanpa arus keluar bersih.
    • Inflow bursa Ondo anjlok 89% usai bullish divergence.

    Prediksi Berani CEO VanEck: Bitcoin Sudah Dasar?

    • Jan van Eck: BTC capai dasar akibat siklus halving.
    • CryptoQuant: Dasar harga BTC diprediksi Juni-November 2026.
    • Analis debat: Adopsi institusi vs siklus halving.

    Baca juga: Riset Kripto 23-27 Feb 2026: Bitcoin Menghijau!, We Are So Back?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar

    Harga Solana (SOL) bergerak di kisaran US$83 setelah turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir. Meski terlihat lebih lemah secara harian, dalam sepekan terakhir SOL masih mencatat kenaikan hampir 8%, menunjukkan ketahanan relatif dibandingkan sejumlah aset kripto utama.

    Dikutip BeInCrypto, sejumlah indikator teknikal dan data derivatif kini mengarah pada potensi rebound jangka pendek sekitar 5%. Namun, analis menilai satu level kunci akan menentukan apakah pantulan tersebut berhenti sementara atau berkembang menjadi reli lebih besar.

    Pola Bullish dan Divergensi RSI Muncul

    Pada grafik 12 jam, SOL membentuk pola inverse head and shoulders, struktur teknikal yang kerap muncul menjelang pembalikan tren turun. Setelah membentuk bahu kanan pada 28 Februari, harga sempat melonjak hampir 15% sebelum kembali tertahan di area resistance.

    Level yang kembali menjadi penghalang adalah exponential moving average (EMA) 20 periode. Sejak akhir Januari, SOL beberapa kali gagal menembus garis ini. Satu-satunya penembusan bersih pada 25 Februari memicu reli sekitar 11%.

    Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bullish divergence. Antara 31 Januari hingga 1 Maret, harga mencetak lower low, tetapi RSI justru membentuk higher low, mengindikasikan tekanan jual mulai melemah.

    Selama SOL mampu bertahan di atas swing low terbaru di US$81, struktur pantulan jangka pendek masih dinilai valid.

    Potensi Short Squeeze di Area US$85

    Data likuidasi menunjukkan sekitar 63% posisi leverage satu hari di Binance berada di sisi short. Nilai potensi likuidasi short mencapai sekitar US$66 juta, dibandingkan posisi long sekitar US$39 juta.

    Klaster likuidasi terbesar berada di sekitar US$85. Dengan harga saat ini di US$83, pergerakan naik menuju area tersebut dapat memicu short squeeze, yakni penutupan paksa posisi short yang justru mempercepat kenaikan harga.

    Namun, reli berbasis likuidasi saja jarang berkelanjutan tanpa dukungan pembeli riil.

    Holder Jangka Pendek Mulai Kembali

    Data HODL Waves menunjukkan peningkatan kepemilikan pada kelompok holder 1 minggu hingga 1 bulan, serta 1 hari hingga 1 minggu. Kelompok ini kerap masuk mendekati titik dasar lokal sebelum terjadi pantulan harga.

    Pola serupa terlihat pada 24 Februari, yang kemudian diikuti kenaikan dari US$79 ke US$88 dalam satu hari.

    US$87 Jadi Garis Penentu

    Level paling krusial kini berada di sekitar US$87. Area ini bertepatan dengan retracement Fibonacci 0,618 sekaligus klaster akumulasi sekitar 11,7 juta SOL di rentang US$86–US$87. Banyak pemegang berpotensi menjual di area tersebut untuk impas.

    Jika harga tertahan di US$87, rebound sekitar 5% akan tetap terkonfirmasi. Namun jika level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, peluang terbuka menuju US$90 hingga US$93.

    Di atas US$99, yang sejalan dengan neckline pola bullish, SOL bahkan berpotensi mengarah ke US$120 dalam skenario lanjutan.

    Sebaliknya, penurunan di bawah US$80 dapat melemahkan struktur bullish jangka pendek, dan penembusan di bawah US$75 akan membatalkan skenario rebound.

    Untuk saat ini, pasar menanti apakah Solana hanya akan mencatat pantulan teknikal terbatas atau memulai fase reli yang lebih luas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika reclaim EMA 20 dan tembus $85, squeeze bisa mempercepat rally; kalau $81 jebol, setup invalid dan downside lanjut.

    “Konfirmasi terbaik datang dari breakout yang diikuti follow-through volume, bukan divergence doang,” ungkapnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 83,7% Suplai XRP Dikuasai Whales, Harga di Ujung Penentuan?

    Konsentrasi kepemilikan XRP semakin terpusat di tangan investor besar. Data on-chain terbaru menunjukkan alamat yang memegang lebih dari 100.000 XRP kini menguasai 83,7% dari total suplai beredar. Di tengah tren turun yang masih membayangi harga, langkah akumulasi ini memunculkan pertanyaan: apakah reli berikutnya sedang dipersiapkan, atau justru distribusi besar akan terjadi?

    Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,34 dan masih bergerak di bawah tekanan tren menurun yang membatasi kenaikan sejak awal 2026.

    Whales Terus Akumulasi

    Dilaporkan BeInCrypto, sepanjang Februari, dompet besar tercatat meningkatkan kepemilikan mereka. Konsentrasi suplai yang semakin tinggi ini menunjukkan keyakinan kuat dari pelaku bermodal besar.

    Secara historis, whales cenderung mengakumulasi aset saat fase konsolidasi untuk mempersiapkan potensi kenaikan harga di masa depan. Akumulasi berkelanjutan juga dapat mengurangi suplai yang beredar di pasar dan membantu menstabilkan volatilitas.

    Namun, konsentrasi tinggi juga meningkatkan sensitivitas harga terhadap keputusan kelompok ini. Jika arah berubah dari akumulasi menjadi distribusi, dampaknya bisa signifikan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, konsentrasi whale bisa jadi bantalan, tapi kalau mereka distribusi, drop bisa tajam karena supply efektif terpusat.

    “Pantau realized profit dan inflow exchange sebagai early warning sebelum level teknikal jebol,” jelasnya.

    Baca juga: Ketegangan AS–Iran Guncang Kripto, XRP Turun 4%: Potensi Naik?

    Profit Taking Muncul

    Di sisi lain, data menunjukkan lonjakan aktivitas realisasi keuntungan. Dalam 24 jam terakhir, metrik realized profit and loss melonjak hingga US$207 juta, menjadi gelombang profit-taking terbesar dalam hampir satu bulan.

    Realisasi keuntungan dalam jumlah moderat biasanya dianggap sehat. Namun jika tren ini berlanjut dan berubah menjadi distribusi luas, potensi pemulihan harga bisa terhambat.

    Selain itu, pertumbuhan alamat baru memberikan gambaran yang lebih berhati-hati. Sejak Desember 2025, pertumbuhan alamat baru bulanan XRP berada di bawah rata-rata tahunan. Kondisi ini mencerminkan perlambatan aktivitas jaringan dan berkurangnya partisipasi pengguna baru.

    Minimnya ekspansi pengguna dapat membatasi arus modal segar, sehingga reli harga lebih bergantung pada pemegang lama dibandingkan permintaan baru.

    Level Kritis di US$1,34

    Secara teknikal, XRP masih tertahan di bawah resistance US$1,47 dengan garis tren menurun yang membatasi pergerakan naik. Level US$1,34 menjadi support kunci yang sedang diuji.

    Jika tekanan jual meningkat dan support ini ditembus, harga berpotensi turun ke US$1,28 dan bahkan US$1,21, memperkuat struktur downtrend.

    Sebaliknya, stabilisasi realisasi keuntungan dan kemampuan bertahan di atas US$1,34 dapat membuka peluang konsolidasi sehat. Penembusan tegas di atas US$1,47 akan membatalkan skenario bearish dan membuka jalan menuju US$1,58.

    Dengan whales memegang mayoritas suplai dan sinyal on-chain yang saling bertolak belakang, arah harga XRP dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada apakah akumulasi berlanjut atau berubah menjadi distribusi.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Cardano Gagal Total, Whales Jual Rp540 Juta Saat Ritel Borong Dip

    Harga Cardano (ADA) sempat melonjak 24% setelah membentuk sinyal bullish divergence pada grafik harian, namun reli tersebut berakhir cepat. Dalam tiga hari, harga kembali terkoreksi 17% setelah aksi jual besar-besaran dari investor kelas kakap (whales) yang melepas sekitar 2,15 miliar ADA senilai kurang lebih US$540 juta.

    Dilaporkan BeInCrypto, data on-chain menunjukkan bahwa lonjakan harga pada 25 Februari yang sempat membawa ADA menyentuh US$0,31 justru dimanfaatkan sebagai momentum distribusi oleh pemegang besar. Saat ini, ADA kembali diperdagangkan di sekitar US$0,27.

    RSI dan MFI Sempat Beri Sinyal Positif

    Secara teknikal, sejak akhir Desember 2025 hingga 24 Februari 2026, grafik harian ADA membentuk bullish divergence. Harga mencetak lower low, sementara Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low, sinyal klasik pelemahan momentum bearish.

    Indikator Money Flow Index (MFI), yang menggabungkan harga dan volume, turut mengonfirmasi adanya tekanan beli riil. Antara 24 hingga 28 Februari, harga dan MFI sama-sama bergerak naik tanpa divergensi negatif, menandakan aksi beli dengan dukungan volume.

    Namun, meskipun sinyal teknikal valid dan ritel aktif menyerap tekanan jual, reli tetap gagal bertahan.

    2,15 Miliar ADA Didistribusikan dalam 72 Jam

    Data Santiment menunjukkan seluruh kelompok whale utama kompak mengurangi kepemilikan antara 24–27 Februari.

    Kelompok pemegang lebih dari 1 miliar ADA mencatat penjualan terbesar dengan melepas sekitar 1,02 miliar token hanya dalam satu hari. Kelompok 100 juta hingga 1 miliar ADA juga mengurangi sekitar 860 juta token. Sementara itu, kelompok 10 juta hingga 100 juta ADA menjual sekitar 220 juta token, dan kelompok 1 juta hingga 10 juta ADA melepas sekitar 50 juta token.

    Secara total, sekitar 2,15 miliar ADA didistribusikan dalam tiga hari. Dengan harga rata-rata sekitar US$0,27, nilai tekanan jual mencapai kurang lebih US$540 juta.

    Tekanan ini melampaui daya serap pembeli ritel yang tercermin dalam indikator MFI.

    Pasar Derivatif Melemah

    Dari sisi derivatif, open interest futures Cardano telah turun drastis dari puncak US$1,95 miliar pada September menjadi di bawah US$450 juta pada pertengahan Februari. Artinya, leverage ritel sudah banyak berkurang sebelum reli terjadi.

    Hal ini mengindikasikan pembelian yang terjadi lebih banyak berasal dari pasar spot, bukan dorongan leverage besar. Namun, pembelian spot tidak cukup untuk menahan distribusi masif oleh whales.

    Level Kunci dan Sinyal Berikutnya

    Menurut Tim Research Tokocrypto, sinyal teknikal bisa valid, tapi supply whale lebih kuat dari demand spot sehingga bounce berubah jadi exit liquidity.

    “Pantau perubahan perilaku whale (berhenti distribusi/akumulasi) sebagai konfirmasi bottom yang lebih “real”,” katanya.

    Secara struktur harga, tren lower low masih bertahan. Level US$0,31 menjadi resistensi utama setelah menjadi titik penolakan pada 25 Februari. Penutupan harian di atas level ini dapat membuka peluang menuju US$0,37.

    Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$0,26, tekanan dapat berlanjut ke US$0,23 dan US$0,21. Jika US$0,21 gagal dipertahankan, level ekstensi Fibonacci di US$0,18 hingga US$0,15 menjadi area berikutnya.

    Meski demikian, faktor paling krusial bukan semata level harga, melainkan perilaku whales. Hingga awal Maret, belum terlihat tanda-tanda akumulasi kembali dari pemegang besar.

    Analis menilai reli berikutnya hanya akan lebih kuat jika disertai partisipasi whale sebagai pembeli, bukan penjual. Tanpa itu, struktur harga Cardano masih berisiko melanjutkan tekanan turun dalam jangka pendek.

    Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

    Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam pembelian ke-101 mereka. Dalam laporan ke Securities and Exchange Commission (SEC) AS, perusahaan mengungkapkan telah membeli 3.015 BTC senilai sekitar US$204,1 juta dalam sepekan terakhir.

    Pembelian dilakukan dengan harga rata-rata US$67.700 per BTC, lebih rendah dibandingkan harga rata-rata akumulasi perusahaan yang berada di US$75.985. Dengan tambahan ini, total kepemilikan Strategy kini mencapai 720.737 BTC.

    Secara keseluruhan, Bitcoin tersebut diperoleh dengan total biaya sekitar US$54,8 miliar.

    Beli di Bawah Harga Rata-Rata

    Dikutip Cointelegraph, pembelian terbaru ini termasuk salah satu dari sedikit transaksi yang dilakukan di bawah harga rata-rata akumulasi perusahaan. Data dari SaylorTracker menunjukkan Strategy sebelumnya juga sempat membeli di bawah harga rata-rata pada Februari, ketika harga pasar turun di bawah US$76.000.

    Situasi serupa pernah terjadi pada periode 2022–2023, saat harga Bitcoin jatuh di bawah biaya akumulasi perusahaan sekitar US$30.600. Pada periode tersebut, Strategy melakukan tujuh pembelian tambahan dengan total 28.560 BTC.

    Langkah ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam strategi akumulasi jangka panjang, bahkan ketika harga bergerak di bawah rata-rata pembelian mereka.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, akumulasi korporat konsisten memperkuat narasi Bitcoin sebagai treasury asset, tapi bukan jaminan reversal harga.

    “Hal yang paling penting adalah keberlanjutan akses pendanaan Strategy untuk tetap jadi buyer of size saat market melemah,” analisanya.

    Saham MSTR Menguat Tipis

    Di tengah aksi beli tersebut, saham Strategy (MSTR) mencatat kenaikan moderat pekan lalu, dari sekitar US$125 menjadi hampir US$130.

    Sementara itu, harga Bitcoin relatif datar dalam periode yang sama. BTC sempat menyentuh US$69.000 sebelum kembali turun dan stabil di kisaran US$65.834 saat artikel ini ditulis.

    Kabar ini juga muncul setelah Michael Saylor mengumumkan kenaikan dividen saham preferen STRC atau “Stretch” menjadi 11,50% untuk Maret 2026, naik dari sebelumnya 11,25%. Dana yang dihimpun melalui instrumen tersebut dapat digunakan untuk keperluan korporasi, termasuk potensi pembelian Bitcoin tambahan.

    Dengan total kepemilikan melampaui 720.000 BTC, Strategy semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com