Author: 14

  • X Buka Kembali Iklan Kripto, Influencer Wajib Pasang Label Khusus

    Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) resmi mencabut larangan iklan kripto dan perjudian untuk promosi berbayar. Kebijakan baru ini membuka kembali peluang bagi influencer dan key opinion leader (KOL) untuk memonetisasi konten kripto, namun dengan syarat transparansi yang lebih ketat.

    Dilaporkan BeInCrypto, perubahan tersebut menandai pembalikan kebijakan yang telah berlaku setidaknya sejak Juni 2024. Dalam pembaruan terbaru, kategori produk keuangan, termasuk pinjaman, layanan investasi, dan kripto, tidak lagi tercantum dalam daftar industri terlarang untuk promosi berbayar.

    Wajib Gunakan Label “Paid Partnership”

    Di bawah kerangka Paid Partnership yang baru, setiap konten promosi berbayar wajib mencantumkan label “Paid Partnership”. Influencer juga diwajibkan mengungkapkan hubungan kompensasi mereka dan memastikan konten mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk aturan Federal Trade Commission (FTC) terkait endorsement dan testimoni.

    Head of Product X, Nikita Bier, menyatakan bahwa promosi tanpa pengungkapan dapat merusak integritas platform dan menurunkan kepercayaan pengguna. Dengan fitur baru ini, kreator diharapkan lebih transparan terhadap audiensnya.

    Kebijakan terbaru juga membedakan antara Paid Partnership dan iklan standar melalui X Ads. Artinya, konten yang dilarang dalam skema Paid Partnership belum tentu otomatis dilarang dalam format iklan resmi platform.

    Komunitas Kripto Terbelah

    Langkah ini memicu beragam respons dari komunitas kripto. Sebagian menyambut positif karena membuka kembali jalur legal promosi proyek kripto di platform tersebut.

    Namun, sejumlah analis mengingatkan dampaknya terhadap model bisnis influencer kripto. Analis Benjamin Cowen menilai banyak influencer harus menyesuaikan strategi mereka, terutama yang selama ini mengandalkan promosi proyek tanpa transparansi penuh.

    Kekhawatiran juga muncul terkait penerapan aturan di lapangan. Beberapa pihak mempertanyakan bagaimana platform akan membedakan promosi berbayar dan opini pribadi, serta potensi risiko gelombang pembatasan akun jika terjadi pelanggaran.

    Arah Baru Pemasaran Kripto di X

    Secara umum, kebijakan ini dipandang sebagai upaya X menyeimbangkan kepatuhan regulasi dengan monetisasi kreator. Dengan aturan yang berlaku efektif segera, transparansi dan pelabelan yang jelas diperkirakan menjadi pilar utama strategi pemasaran kripto di platform tersebut ke depan.

    Bagi brand kripto, kebijakan ini memberikan jalur promosi yang lebih jelas secara hukum, selama memenuhi ketentuan pengungkapan. Sementara bagi influencer, era promosi informal tanpa label tampaknya akan semakin dibatasi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini pedang bermata dua. Di satu sisi bursa dapet jalur legal buat kampanye, di sisi lain ini bakal jadi ladang ranjau ban buat influencer yang nggak transparan soal promosi koin sampah.

    Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Reli Bitcoin Tertahan, Sinyal Peringatkan Tren Bearish Bisa Lebih Dalam

    Harga Bitcoin (BTC) masih bergerak di bawah tekanan meski sempat mencatat reli jangka pendek. Hingga saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran US$66.443 dan belum mampu kembali menembus level psikologis US$70.000.

    Struktur teknikal menunjukkan Bitcoin masih tertahan di bawah garis resistance menurun yang aktif hampir sebulan terakhir. Upaya penembusan berulang kali gagal, mencerminkan lemahnya momentum beli di tengah sentimen pasar yang belum pulih sepenuhnya.

    Indikator Siklus Tunjukkan Fase Bearish Menengah

    Dilaporkan BeInCrypto, data historis melalui Pi Cycle Top Indicator memberikan gambaran bahwa Bitcoin saat ini berada di fase konsolidasi bearish menengah. Indikator ini membandingkan rata-rata pergerakan 111 hari dengan dua kali lipat rata-rata 350 hari.

    Dalam siklus saat ini, kedua rata-rata tersebut tidak menunjukkan kondisi ekstrem, baik overheat maupun undervalued. Posisi ini mengindikasikan pasar berada di pertengahan fase bearish yang lebih luas.

    Secara historis, fase bearish di tengah siklus empat tahunan Bitcoin dapat berlangsung selama satu tahun atau lebih sebelum pemulihan terjadi. Divergensi saat ini antara 111-day SMA dan 350-day SMA x2 masih mencerminkan tekanan turun yang berlanjut.

    Baca juga: Bitcoin Naik 5%, Tapi Risiko Likuidasi Besar Mengintai di Pasar Futures

    Investor Masih Jual di Bawah Harga Beli

    Indikator Spent Output Profit Ratio (SOPR) turut memperkuat pandangan hati-hati. SOPR yang berada di bawah level 1 menunjukkan banyak investor menjual dalam kondisi rugi.

    Pembacaan yang terus bertahan di bawah angka 1 biasanya menandakan tekanan psikologis dan dominasi aksi jual berbasis ketakutan. Selama SOPR belum konsisten bergerak di atas 1, potensi kenaikan berkelanjutan dinilai terbatas.

    Selain itu, Money Flow Index (MFI) menunjukkan arus keluar modal masih lebih dominan dibandingkan arus masuk. Ketidakpastian makroekonomi global dan ketegangan geopolitik turut memperkuat sikap defensif pelaku pasar.

    Level Kritis di US$65.000

    Secara teknikal, Bitcoin berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dalam waktu dekat. Penurunan di bawah US$65.000 dapat membuka jalan menuju support berikutnya di US$62.893. Level tersebut telah dua kali diuji pekan ini, sehingga semakin rentan jika tekanan jual meningkat.

    Di sisi lain, jika Bitcoin mampu bertahan di atas US$66.224 dan menarik arus masuk baru, harga berpeluang menguji resistance di US$68.830.

    Penembusan tegas di atas US$70.000 akan membatalkan skenario bearish saat ini dan menandakan penguatan struktural baru. Namun hingga itu terjadi, indikator teknikal dan on-chain masih menunjukkan bahwa fase tekanan belum sepenuhnya berakhir.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Jangan fomo sama pantulan kecil. Resiko turun ke $62K masih besar kalau support $65K jebol.

    “Tetap main defensif sampe SOPR balik di atas 1 secara konsisten,” jelasnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melejit 4,28% ke $68.206


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Mengunci di Range Sempit, US$100 Kembali Terlihat?

    Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda potensi lonjakan volatilitas setelah hampir empat pekan bergerak dalam rentang sempit. Saat ini, SOL diperdagangkan di kisaran US$85 dan masih terjebak dalam area konsolidasi antara US$77 hingga US$88.

    Pergerakan sideways yang berkepanjangan ini membuat volatilitas semakin terkompresi. Analis menilai kondisi tersebut kerap menjadi fase sebelum terjadi pergerakan harga besar, baik ke atas maupun ke bawah.

    Alamat Baru Naik 1,4 Juta

    Data on-chain menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan Solana. Dalam 12 hari terakhir, jumlah alamat baru harian bertambah sekitar 1,4 juta, sehingga totalnya mencapai 8,6 juta alamat.

    Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan partisipasi ini mencerminkan meningkatnya keterlibatan pengguna di ekosistem Solana. Masuknya pengguna baru berpotensi menambah likuiditas dan memperkuat fondasi fundamental, yang dapat mendukung upaya breakout harga jika tren ini berlanjut.

    Di sisi lain, metrik HODLer Net Position Change menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang masih mempertahankan posisi mereka. Meskipun laju akumulasi melambat, tren keseluruhan tetap mencerminkan posisi bersih positif. Ketahanan investor jangka panjang ini membantu menjaga harga tetap stabil dalam fase konsolidasi.

    Namun, perlambatan momentum beli menjadi catatan penting. Jika pemegang jangka panjang mulai beralih ke distribusi, tekanan turun dapat meningkat dan mengganggu keseimbangan harga saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, squeeze volatilitas biasanya jadi awal pergerakan besar. Kalau tembus 8, target berikutnya 7. Sebaliknya, kalau HODLers mulai distribusi, 7 jadi support kritis yang harus dijaga.

    Baca juga: Solana Melonjak 10%, Target $110 Terbuka, Apakah SOL Tembus $100?

    Bollinger Bands Isyaratkan Lonjakan Volatilitas

    Dari sisi teknikal, indikator Bollinger Bands menunjukkan penyempitan (squeeze), sinyal klasik yang sering mendahului ekspansi volatilitas. Kondisi ini memperkuat kemungkinan terjadinya breakout dalam waktu dekat.

    Jika momentum bullish muncul bersamaan dengan pelepasan volatilitas, SOL berpotensi menembus resistensi US$88 dan bergerak menuju US$97. Penembusan berkelanjutan di atas US$97 dapat membuka jalan kembali ke atas US$100, memulihkan sentimen positif yang lebih luas.

    Sebaliknya, jika tekanan beli tidak cukup kuat, harga kemungkinan tetap bergerak dalam rentang saat ini. Penurunan di bawah support US$77 akan membuka ruang menuju US$67 sebagai level kunci berikutnya, sekaligus membatalkan skenario bullish jangka pendek.

    Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan dan sinyal teknikal yang mengarah pada ekspansi volatilitas, pasar kini menantikan arah pergerakan berikutnya. Level US$77 dan US$88 menjadi batas penentu arah Solana dalam jangka pendek.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Uniswap Gelar UNIfication Jadi Mesin Pendapatan DeFi, Dampak Harga?

    Uniswap Foundation resmi meluncurkan pemungutan suara (vote) kedua untuk aktivasi biaya protokol atau fee switch di delapan jaringan baru serta seluruh pool v3 yang tersisa.

    Proposal ini dinilai sebagai langkah krusial dalam mengotomatisasi pendapatan protokol dan memperkuat model ekonomi jangka panjang ekosistem Uniswap.

    Aktivasi fee switch menjadi topik yang telah lama dinantikan komunitas, mengingat potensi dampaknya terhadap token Uniswap (UNI) sebagai aset tata kelola utama dalam protokol decentralized exchange (DEX) terbesar di dunia tersebut.

    Baca Juga: Uniswap Ekspansi ke MegaETH, Dorong Harga ke $3,38

    Mekanisme Fee Switch

    Fee switch adalah mekanisme yang memungkinkan sebagian biaya transaksi di protokol Uniswap dialokasikan langsung ke kas protokol atau pemegang token UNI.

    Menurut laporan Coinmarketcal, selama ini sebagian besar biaya transaksi diberikan kepada penyedia likuiditas (LP).

    Dengan mengaktifkan fee switch, protokol dapat mulai menghasilkan pendapatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

    Pendapatan tersebut berpotensi digunakan untuk berbagai skema seperti buyback, burn, atau distribusi nilai lainnya yang memperkuat utilitas token UNI.

    Proposal terbaru ini memperluas aktivasi fee switch ke delapan jaringan tambahan (termasuk beberapa Layer-2) serta seluruh pool v3 yang belum terintegrasi dalam skema tersebut.

    Strategi “UNIfication” dan Ekspansi ke L2

    Ekspansi fee switch ke jaringan Layer-2 (L2) menjadi sorotan utama.

    Aktivitas DeFi di jaringan L2 meningkat pesat berkat biaya transaksi yang lebih rendah dan kecepatan eksekusi yang lebih tinggi dibandingkan jaringan utama.

    Tim Research Tokocrypto melihat langkah ini sebagai bagian dari transformasi fundamental UNI.

    “Langkah menuju ‘UNIfication’. Aktivasi fee switch di L2 memperkuat narasi pendapatan UNI melalui buyback/burn. G-Protocol Filter: UNI beralih dari sekadar token tata kelola menjadi mesin pencetak uang nyata di ekosistem DeFi,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dengan demikian, aktivasi fee switch bukan sekadar perubahan teknis, melainkan potensi pergeseran paradigma dalam model ekonomi UNI.

    Dampak terhadap Token UNI

    Secara historis, UNI dikenal sebagai token tata kelola yang memberikan hak suara kepada pemegangnya dalam pengambilan keputusan protokol.

    Namun, tanpa aliran pendapatan langsung, valuasi token sering kali bergantung pada spekulasi pertumbuhan ekosistem.

    Jika fee switch diaktifkan secara luas dan konsisten, UNI berpotensi mendapatkan narasi baru sebagai token dengan arus pendapatan nyata (real yield narrative).

    Beberapa implikasi potensial dari langkah Uniswap ini antara lain:

    1. Meningkatkan permintaan UNI – Jika ada mekanisme buyback atau distribusi nilai.
    2. Memperkuat fundamental jangka panjang – Karena protokol menghasilkan cash flow.
    3. Meningkatkan daya tarik institusional – Investor cenderung menyukai aset dengan model pendapatan jelas.

    Namun, implementasi dan detail teknis tetap menjadi faktor penentu. Tanpa struktur distribusi yang transparan dan efisien, dampaknya terhadap harga bisa terbatas.

    Tantangan dan Risiko

    Meski prospeknya menjanjikan, aktivasi fee switch juga memiliki tantangan, seperti potensi resistensi dari LP jika insentif berkurang.

    Selain itu, kemungkinan risiko regulasi terkait distribusi pendapatan token tetap masih ada. Begitu juga dengan ketergantungan pada volume transaksi DeFi.

    Pendapatan protokol tetap sangat bergantung pada aktivitas perdagangan dan likuiditas di Uniswap. Jika volume DeFi menurun, pendapatan dari fee switch pun akan ikut terdampak.

    Momentum Strategis di Tengah Kompetisi DEX

    Persaingan antar DEX semakin ketat, terutama dengan munculnya protokol baru yang menawarkan model insentif agresif.

    Dengan mengaktifkan fee switch secara lebih luas, Uniswap berupaya mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar sekaligus memperkuat loyalitas komunitas.

    Langkah ini juga bisa menjadi preseden bagi protokol DeFi lain untuk mengadopsi model distribusi pendapatan serupa.

    Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback

    Menuju Era Baru Ekonomi UNI?

    Vote kedua aktivasi fee switch oleh Uniswap Foundation menandai fase penting dalam evolusi protokol.

    Jika disetujui dan diimplementasikan secara efektif, langkah ini berpotensi mengubah UNI dari sekadar token tata kelola menjadi aset dengan narasi pendapatan nyata.

    Bagi investor, hasil pemungutan suara dan detail implementasi akan menjadi faktor kunci dalam menentukan prospek harga UNI ke depan.

    Pasar kini menunggu hasil vote tersebut, apakah ini awal transformasi besar ekonomi Uniswap, atau sekadar penyesuaian teknis dalam ekosistem DeFi yang terus berkembang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aleo Luncurkan Kartu Pembayaran Kripto Berbasis Privasi, Seperti Apa?

    Jaringan blockchain berbasis zero-knowledge, Aleo, resmi meluncurkan kartu pembayaran native pertama yang memungkinkan transaksi dunia nyata dengan pendekatan private-by-default.

    Inovasi ini memanfaatkan teknologi ZK-proofs (zero-knowledge proofs) untuk melindungi data finansial sensitif pengguna saat bertransaksi di merchant fisik maupun digital.

    Peluncuran Aleo Card menjadi langkah penting dalam evolusi penggunaan kripto untuk pembayaran sehari-hari, khususnya dalam menjawab isu privasi yang selama ini menjadi sorotan di industri aset digital.

    Baca Juga: TON Bahas AI dan Pembayaran di Real Talk, Ada Kejutan untuk Harga?

    Pembeda Aleo Card

    Berbeda dari sebagian besar kartu kripto yang mencatat transaksi di blockchain publik, Aleo Card dirancang dengan sistem privasi bawaan. Artinya, detail transaksi pengguna tidak dapat diakses secara terbuka oleh publik.

    Teknologi ZK-proofs memungkinkan validasi transaksi tanpa mengungkapkan informasi sensitif seperti jumlah dana, identitas pengguna, atau detail transaksi lainnya.

    Konsep ini menjadikan privasi sebagai fitur utama, bukan tambahan.

    Dalam ekosistem blockchain yang sebagian besar transparan secara default, pendekatan ini menawarkan solusi bagi pengguna yang menginginkan kerahasiaan dalam aktivitas finansial mereka.

    Privasi Jadi Nilai Tambah di Era Transparansi Blockchain

    Blockchain publik seperti Bitcoin dan Ethereum memungkinkan siapa pun melacak alamat dan riwayat transaksi.

    Meski bersifat pseudonim, data tetap dapat dianalisis melalui alat pelacakan on-chain. Pasalnya, Aleo mengambil pendekatan berbeda dengan menjadikan privasi sebagai fondasi sistem.

    Dengan kartu pembayaran native, pengguna dapat melakukan transaksi di dunia nyata tanpa mengekspos data finansial mereka ke publik.

    Tim Research Tokocrypto menilai inovasi ini sebagai terobosan di segmen retail.

    “Aleo memecahkan masalah privasi retail. Saat kartu kripto lain bersifat publik, Aleo kasih proteksi data di kasir. G-Protocol Filter: Privasi adalah kemewahan baru. Aleo Card bisa jadi standar baru buat user yang low-profile,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Garis besarnya bahwa di era digital seperti saat ini, privasi finansial semakin dianggap sebagai nilai premium.

    Potensi Dampak bagi Industri Pembayaran Kripto

    Kartu kripto telah menjadi jembatan penting antara aset digital dan ekonomi tradisional.

    Namun, sebagian besar produk yang ada tetap bergantung pada sistem konversi ke fiat atau menggunakan blockchain publik untuk pencatatan.

    Dengan pendekatan private-by-default, Aleo berpotensi menciptakan kategori baru dalam industri pembayaran kripto:

    1. Privasi sebagai fitur utama
    2. Transaksi retail tanpa eksposur data publik
    3. Penguatan narasi zero-knowledge sebagai solusi skalabilitas dan keamanan

    Jika adopsi meningkat, Aleo Card bisa menjadi standar baru bagi pengguna yang mengutamakan anonimitas dan perlindungan data.

    Tantangan Regulasi dan Adopsi

    Meski inovatif, Coinmarketcal mencatat bahwa solusi berbasis privasi tinggi sering menghadapi tantangan regulasi.

    Otoritas keuangan di berbagai negara cenderung berhati-hati terhadap teknologi yang mempersulit pelacakan transaksi, terutama dalam konteks anti pencucian uang (AML) dan pencegahan pendanaan terorisme.

    Keberhasilan Aleo Card akan sangat bergantung pada keseimbangan antara privasi pengguna dan kepatuhan regulasi.

    Selain itu, faktor adopsi merchant dan integrasi infrastruktur pembayaran juga menjadi kunci.

    Tanpa dukungan luas dari ekosistem pembayaran, produk inovatif sekalipun bisa menghadapi hambatan penetrasi pasar.

    Privasi sebagai “Kemewahan Baru”

    Dalam lanskap digital yang semakin terbuka, data menjadi komoditas berharga. Banyak platform teknologi memonetisasi informasi pengguna, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Aleo memposisikan diri sebagai alternatif dengan filosofi bahwa privasi adalah hak dasar, bukan fitur tambahan.

    Jika tren ini berlanjut, solusi berbasis zero-knowledge dapat menjadi fondasi generasi berikutnya dari aplikasi Web3.

    Baca Juga: Starknet Gelar Private Trader Meetup, Ada Dampak ke Harga STRK?

    Awal Era Baru Pembayaran Kripto

    Peluncuran Aleo Card menandai langkah strategis dalam membawa teknologi zero-knowledge ke penggunaan sehari-hari.

    Dengan sistem private-by-default, Aleo menawarkan pendekatan berbeda dibanding kartu kripto konvensional.

    Bagi investor dan pengamat industri, produk ini dapat memperkuat posisi Aleo sebagai pemain utama di sektor blockchain berbasis privasi.

    Ke depan, pasar akan menilai apakah Aleo Card mampu mencapai adopsi luas dan menjadi standar baru bagi transaksi kripto yang aman, privat, dan relevan untuk kebutuhan retail modern.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Avalanche Rilis Builder Console 2.0, Kuatkan Ekosistem dan Infrastruktur

    Ekosistem Avalanche kembali menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat fondasi Web3 dengan merilis Builder Console 2.0.

    Dalam laporan Coinmarketcal, pembaruan ini membawa perubahan signifikan: dukungan dompet EVM pihak ketiga seperti MetaMask dan Rabby Wallet untuk membangun L1 (Subnet) tanpa harus menggunakan Core Wallet bawaan.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis Avalanche dalam memangkas hambatan teknis bagi pengembang (developer) yang ingin membangun jaringan khusus di atas infrastrukturnya.

    Baca Juga: Avalanche Comeback: Volume DeFi Melejit Rp17 Miliar!

    Bangun Subnet Kini Lebih Fleksibel

    Builder Console 2.0 dirancang untuk menyederhanakan proses pembuatan Subnet, atau yang kini lebih dikenal sebagai Avalanche L1.

    Sebelumnya, developer diwajibkan menggunakan Core Wallet untuk mengakses dan mengelola proses deployment jaringan.

    Kini, dengan integrasi dompet EVM populer seperti MetaMask dan Rabby, pengalaman tersebut menjadi jauh lebih fleksibel.

    Karena MetaMask dan Rabby telah menjadi standar de facto di ekosistem Ethereum Virtual Machine (EVM), integrasi ini membuka pintu bagi lebih banyak developer lintas ekosistem untuk membangun di Avalanche tanpa harus beradaptasi dengan tool baru yang berbeda.

    Secara teknis, Subnet memungkinkan proyek menciptakan blockchain khusus dengan parameter sendiri, mulai dari mekanisme konsensus, biaya transaksi, hingga aturan validasi, namun tetap terhubung ke jaringan utama Avalanche.

    Developer Experience Jadi Fokus Utama

    Tim Research Tokocrypto menilai pembaruan ini sebagai sinyal kuat bahwa Avalanche serius menggarap sisi developer experience (DX).

    “Avalanche serius soal developer experience. Dengan membuka akses dompet non-native, hambatan bangun subnets runtuh. G-Protocol Filter: AVAX makin solid sebagai pondasi Web3 yang ramah pengembang,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Dalam industri blockchain yang sangat kompetitif, pengalaman pengembang menjadi faktor penentu.

    Platform seperti Ethereum, Solana, hingga Cosmos berlomba menghadirkan tooling yang intuitif dan kompatibel dengan standar industri.

    Dengan membuka dukungan dompet non-native, Avalanche mengurangi friction atau gesekan awal yang kerap menjadi penghalang adopsi.

    Dampak terhadap Ekosistem AVAX

    Token asli Avalanche, AVAX, berpotensi mendapatkan sentimen positif dari pembaruan ini.

    Semakin mudah developer membangun Subnet, semakin besar kemungkinan lahirnya proyek-proyek baru di atas jaringan tersebut.

    Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan staking, validasi, serta utilitas token AVAX dalam jangka panjang.

    Avalanche sendiri dikenal dengan arsitektur uniknya yang mendukung skalabilitas tinggi melalui pendekatan multi-chain.

    Dengan Builder Console 2.0, proses orkestrasi jaringan menjadi lebih streamlined dan ramah pengguna. Selain itu, integrasi dengan dompet populer juga meningkatkan interoperabilitas lintas ekosistem EVM.

    Artinya, developer yang sebelumnya aktif di Ethereum atau jaringan EVM lain dapat dengan mudah melakukan ekspansi ke Avalanche tanpa perlu perubahan infrastruktur yang signifikan.

    Persaingan L1 Semakin Ketat

    Rilis Builder Console 2.0 juga terjadi di tengah persaingan ketat antar layer-1 blockchain. Banyak jaringan kini berlomba menarik developer melalui grant, tooling, dan kemudahan deployment.

    Avalanche mengambil pendekatan pragmatis: alih-alih memaksa penggunaan produk internal, mereka membuka akses ke tool yang sudah familier bagi komunitas kripto global.

    Strategi ini berpotensi mempercepat adopsi dan meningkatkan jumlah Subnet aktif.

    Jika tren ini berlanjut, Avalanche dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu infrastruktur Web3 paling fleksibel dan scalable di pasar.

    Baca Juga: Avalanche dan BNB Menguat: Apakah Siap Cetak ATH Baru di Q4?

    Outlook: Fondasi Jangka Panjang

    Dalam jangka pendek, dampak harga AVAX mungkin tetap bergantung pada sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

    Namun, dari sisi fundamental, peningkatan pengalaman pengembang merupakan katalis jangka panjang yang kuat.

    Builder Console 2.0 bukan sekadar pembaruan teknis, melainkan sinyal arah strategi Avalanche: membangun ekosistem yang terbuka, interoperable, dan ramah developer.

    Dengan semakin rendahnya hambatan membangun Subnet, Avalanche berpotensi menarik gelombang baru proyek Web3, mulai dari DeFi, gaming, hingga enterprise blockchain.

    Jika adopsi meningkat dan Subnet terus bertambah, AVAX bisa semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung infrastruktur Web3 generasi berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $66.741, Tekanan Menengah

    Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $66.741,36 per koin, melemah 0,99% dalam 24 jam terakhir.

    Meski tekanan harian relatif tipis, data historis menunjukkan koreksi jangka menengah masih membayangi pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai US$1,33 triliun, Bitcoin tetap kokoh di peringkat 1 aset kripto global, menguasai sekitar 95,22% dari total suplai maksimum 21 juta BTC yang telah ditambang, dengan suplai beredar saat ini menyentuh 20 juta BTC.

    Pergerakan Harga 24 Jam: Fluktuasi Terbatas

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat (2/3) bahwa BTC bergerak di rentang $65.076,73 hingga $67.550,66.

    Rentang ini mencerminkan volatilitas moderat, dengan tekanan jual yang masih mampu ditekan oleh minat beli di area support psikologis $65.000.

    Secara intraday, harga sempat mencatat kenaikan 0,31% dalam satu jam terakhir, mengindikasikan adanya upaya rebound jangka pendek. Namun secara keseluruhan, perubahan 24 jam masih berada di zona negatif.

    Volume perdagangan harian tercatat sebesar $38,51 miliar, menunjukkan likuiditas tetap tinggi meski pasar sedang dalam fase konsolidasi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound ke $67.141, Bisa Bertahan?

    Tekanan 30–90 Hari: Koreksi Masih Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 2 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat performa dalam periode lebih panjang, tekanan harga terlihat lebih signifikan.

    Dalam 30 hari terakhir, Bitcoin telah turun sekitar $17.199 atau setara 20,49%. Sementara dalam 60 hari, koreksi mencapai 23,72%, dan dalam 90 hari tercatat penurunan 23,37%.

    Data ini mengindikasikan bahwa BTC masih berada dalam fase retracement dari level yang lebih tinggi sebelumnya.

    Sebagai catatan, rekor harga tertinggi Bitcoin tercatat di $126.198,07, yang kini menjadi resistance psikologis jangka panjang.

    Meski demikian, dalam 7 hari terakhir Bitcoin masih membukukan kenaikan 2,67%, yang bisa menjadi sinyal awal stabilisasi setelah tekanan panjang.

    Struktur Pasar dan Sentimen

    Dengan kapitalisasi pasar $1,33 triliun dan fully diluted market cap di kisaran $1,40 triliun, struktur fundamental Bitcoin tetap kuat.

    Rasio suplai beredar yang sudah mencapai 95% dari maksimum 21 juta BTC mempertegas narasi kelangkaan (scarcity) yang selama ini menjadi daya tarik utama BTC sebagai “digital gold”.

    Namun, koreksi jangka menengah menunjukkan investor masih berhati-hati, kemungkinan dipengaruhi sentimen makro global, kebijakan suku bunga, serta arus dana institusional.

    Secara teknikal, area $65.000 menjadi support penting. Jika level ini ditembus dengan volume besar, BTC berpotensi menguji area psikologis berikutnya di kisaran $62.000–$60.000.

    Sebaliknya, jika mampu bertahan dan menembus resistance $67.500 secara konsisten, peluang menuju $70.000 kembali terbuka.

    Likuiditas dan Dominasi Pasar

    Volume transaksi US$38 miliar per hari menunjukkan minat pasar terhadap Bitcoin tetap tinggi.

    Likuiditas yang besar ini membuat BTC relatif lebih stabil dibanding altcoin, meskipun tetap sensitif terhadap arus keluar dana besar.

    Dominasi suplai yang telah mencapai 20 juta BTC juga menjadi faktor penting. Dengan hanya sekitar 1 juta BTC tersisa untuk ditambang, tekanan pasokan jangka panjang cenderung terbatas.

    Faktor ini sering kali menjadi katalis bullish dalam siklus berikutnya.

    Outlook Jangka Pendek

    Dalam jangka pendek, harga BTC berada di fase konsolidasi dengan bias netral hingga sedikit bearish.

    Penurunan harian 0,99% belum cukup untuk mengubah struktur besar, namun tren 30–90 hari masih menunjukkan tekanan.

    Kunci pergerakan selanjutnya akan bergantung pada ketahanan support $65.000, volume beli saat mendekati area resistance $67.500, sentimen makro, dan arus dana institusi.

    Jika BTC mampu mempertahankan kenaikan mingguan 2,67% dan memperluas momentum positif, peluang pemulihan menuju $70.000 tetap terbuka.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Terkoreksi ke $67.699, Tekanan Jual

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jangka menengah meski fluktuasi harian relatif terkendali.

    Dengan harga Bitcoin yang berada di level di $66.741 dan kapitalisasi pasar $1,33 triliun, BTC tetap menjadi aset kripto paling dominan.

    Investor kini menantikan apakah Bitcoin mampu mempertahankan support krusial di $65.000 atau justru melanjutkan fase koreksi.

    Dalam kondisi pasar yang dinamis, manajemen risiko dan pemantauan level teknikal menjadi kunci bagi pelaku pasar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,37% ke $0,169, Ini Faktor Penyebabnya

    Harga Pi Network (PI) melemah 1,37% dalam 24 jam terakhir ke level $0,169 menurut pantauan Coinmarketcap pada Senin (2/3).

    Penurunan ini terjadi seiring dengan koreksi pasar kripto secara keseluruhan, di mana Bitcoin juga turun 1,13% dan total kapitalisasi pasar kripto menyusut 1,33% dalam periode yang sama.

    Data tersebut menunjukkan bahwa pergerakan PI lebih dipengaruhi sentimen pasar global dibanding faktor fundamental atau katalis spesifik dari proyek itu sendiri.

    Baca Juga: Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat

    Tekanan Jual Dipicu Sentimen Risk-Off

    Penurunan harga PI mencerminkan pergeseran sentimen ke mode risk-off di pasar kripto.

    Indikator CMC Fear & Greed Index saat ini berada di level 15 atau kategori “Extreme Fear”, menandakan investor cenderung defensif dan menghindari aset berisiko tinggi.

    Dalam kondisi seperti ini, aset dengan karakter beta tinggi, yakni aset yang cenderung bergerak lebih agresif mengikuti arah pasar biasanya mengalami tekanan lebih besar.

    PI dalam 24 jam terakhir bergerak hampir seirama dengan Bitcoin dan total market cap, menunjukkan korelasi kuat terhadap sentimen makro kripto.

    Artinya, penurunan ini bukan disebabkan oleh kabar negatif internal, melainkan karena arus keluar likuiditas secara luas dari pasar kripto.

    Tidak Ada Katalis Spesifik

    Berdasarkan data yang tersedia, tidak ditemukan pengumuman kemitraan baru, pembaruan jaringan, atau lonjakan aktivitas on-chain yang dapat menjelaskan pergerakan independen harga PI.

    Bahkan, volume perdagangan PI justru turun 42,9% menjadi US$12,1 juta dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan volume ini mengindikasikan bahwa tekanan jual tidak disertai lonjakan likuiditas besar, melainkan lebih pada minimnya minat beli di tengah sentimen negatif.

    Dengan kata lain, pelemahan harga terjadi dalam kondisi volume yang menyusut, yang biasanya mencerminkan kurangnya conviction atau keyakinan kuat dari pelaku pasar untuk melakukan akumulasi.

    Level Kritis: Support $0,165

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 2 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Secara teknikal, level $0,165 menjadi support jangka pendek yang krusial.

    Jika PI mampu bertahan di atas area ini, maka potensi konsolidasi masih terbuka sebelum menentukan arah selanjutnya.

    Namun, apabila tekanan jual berlanjut dan harga menembus $0,165 dengan volume yang meningkat, maka potensi penurunan lanjutan ke area $0,16 menjadi skenario realistis.

    Sebaliknya, untuk mengubah sentimen jangka pendek menjadi lebih positif, PI perlu merebut kembali area $0,175.

    Level tersebut dapat menjadi sinyal awal pembalikan tren dan membuka ruang menuju kelanjutan tren naik 7 hari sebelumnya.

    Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

    Dalam jangka pendek, arah PI kemungkinan besar masih sangat bergantung pada stabilitas Bitcoin.

    Jika BTC berhasil menemukan titik keseimbangan dan memulihkan momentum, altcoin seperti PI berpotensi ikut rebound.

    Namun jika Bitcoin melanjutkan koreksi, PI sebagai aset dengan likuiditas lebih tipis berisiko mengalami volatilitas lebih besar.

    Kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa faktor eksternal lebih dominan dibanding perkembangan internal proyek.

    Hal ini menegaskan bahwa PI masih berada dalam fase sensitif terhadap dinamika makro kripto.

    Outlook Jangka Pendek

    Secara keseluruhan, tren jangka pendek PI cenderung bearish mengikuti tekanan pasar global.

    Tanpa katalis baru yang mampu mendorong minat beli, harga kemungkinan akan tetap bergerak dalam bayang-bayang sentimen Bitcoin.

    Faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar antara lain ketahanan support $0,165, perubahan indeks Fear & Greed dari “Extreme Fear”, stabilitas harga Bitcoin, dan kenaikan volume beli sebagai tanda akumulasi.

    Jika sentimen pasar membaik dan volume mulai meningkat, peluang stabilisasi terbuka. Namun untuk saat ini, tekanan masih mendominasi.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 1,29% Saat Bitcoin Terkoreksi, Mengapa?

    Analisa harga Pi Network hari ini menunjukkan bahwa penurunan 1,37% ke $0,169 merupakan bagian dari gelombang koreksi pasar kripto yang lebih luas. Tanpa katalis spesifik, PI bergerak mengikuti arah Bitcoin dan total market cap.

    Dengan support penting di $0,165, pasar kini menanti apakah PI mampu bertahan dan berkonsolidasi, atau justru melanjutkan tren turun menuju $0,16.

    Dalam kondisi “Extreme Fear”, disiplin manajemen risiko menjadi kunci utama bagi investor yang ingin tetap aktif di pasar kripto yang volatil.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Kripto 2 Maret 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

    Tokocrypto menyajikan market Sinyal Kripto edisi Senin, 2 Maret 2026, yang merangkum analisis mendalam dan strategi perdagangan harian.

    Edisi awal tahun ini menyoroti tiga aset kripto dengan potensi pergerakan harga signifikan. Berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, informasi ini dirancang untuk membantu trader mengambil keputusan tepat di tengah dinamika pasar yang fluktuatif.

    Rangkuman Berita Hari Ini

    1. Bursa Saham UAE Ditutup Sementara
      Uni Emirat Arab akan menutup pasar sahamnya pada hari Senin dan Selasa akibat konflik yang sedang berlangsung di kawasan. Penutupan ini dilakukan untuk mengantisipasi volatilitas dan menjaga stabilitas pasar keuangan.
    2. Bitcoin Berpotensi Catat 6 Bulan Penurunan
      Bitcoin berpotensi mengalami enam bulan penurunan berturut-turut. Jika terjadi, ini akan menjadi periode merah terpanjang sejak siklus bearish 2018–2019.
    3. Ethereum Siapkan Native Smart Accounts
      Vitalik Buterin menyatakan Ethereum berencana meluncurkan native smart accounts dalam waktu sekitar satu tahun. Fitur ini bertujuan meningkatkan pengalaman pengguna serta fleksibilitas penggunaan wallet di jaringan Ethereum.
    4. Vitalik Usulkan Peningkatan Execution Layer
      Vitalik Buterin mengusulkan penggunaan binary state trees dan RISC-V virtual machine. Solusi ini ditujukan untuk mengatasi bottleneck terbesar pada execution layer Ethereum.

    Harga Minyak Naik Tajam
    Harga minyak melonjak hingga sekitar 12% dan menembus US$75 per barel. Kenaikan ini dipicu konflik AS–Israel dengan Iran yang mengganggu jalur perdagangan di Selat Hormuz.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    SIGN/USDT (🔼 +9.02%)

    • Entry: $0.02571
    • Stop Loss: $0.02451
    • Take Profit: $0.02803

    SIGN/USDT timeframe 4 jam saat ini bergerak sideways setelah sebelumnya mengalami lonjakan harga yang signifikan dengan volume tinggi, menandakan volatilitas pasar meningkat. MACD mulai menunjukkan potensi koreksi, sementara RSI masih berada di atas 50 yang menandakan buyer sedikit lebih dominan.

    Dengan kondisi ini, harga berpotensi bergerak sideways dengan peluang kenaikan terbatas menuju resistance. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah entry di 0,02571, stop loss di 0,02451, dan take profit di 0,02803 dengan tetap menerapkan manajemen risiko.

    BABY/USDT (🔼 +6.93%)

    • Entry: $0.01130
    • Stop Loss: $0.01095
    • Take Profit: $0.01209

    BABY/USDT timeframe 4 jam masih berada dalam tren downtrend yang cukup kuat, terlihat dari MACD yang masih berada di area negatif. Namun mulai muncul potensi reversal setelah adanya breakout kecil pada candle terakhir yang didukung oleh RSI yang mulai golden cross, sementara volume relatif stabil.

    Sinyal ini masih membutuhkan konfirmasi lanjutan, tetapi membuka peluang rebound jangka pendek. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah entry di 0,01130, stop loss di 0,01095, dan take profit di 0,01209.

    PUMP/USDT (🔼 +9.78%)

    • Entry: $0.001926
    • Stop Loss: $0.001838
    • Take Profit: $0.002120

    PUMP/USDT timeframe 4 jam mulai menunjukkan potensi reversal dengan MACD yang bergerak ke area positif, menandakan momentum bullish jangka pendek mulai terbentuk. RSI juga berada di atas level 50 yang mengindikasikan dominasi buyer, sementara volume terlihat cukup meningkat sehingga mendukung peluang kenaikan lanjutan.

    Dengan kondisi ini, PUMP berpotensi melanjutkan penguatan jika momentum tetap terjaga. Strategi yang bisa dipertimbangkan adalah entry di 0,001926, stop loss di 0,001838, dan target take profit di 0,002120.

    Baca juga: Riset Kripto 16-19 Feb 2026: Ketidakpastian Global: Kapan Berakhir?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Private Key Bocor, IoTeX Diretas, Dana Lebih dari US$2 Juta Dikuras

    Blockchain layer-1 IoTeX mengalami insiden keamanan setelah private key yang terhubung dengan token safe dan infrastruktur bridge berhasil dikompromikan. Serangan tersebut memungkinkan pelaku memindahkan dana kripto lintas jaringan, dengan total kerugian terkonfirmasi sekitar US$2 juta.

    Laporan awal dari peneliti keamanan blockchain sempat memperkirakan nilai dana yang dicuri melebihi US$8 juta. Namun, pihak IoTeX kemudian mengklarifikasi bahwa jumlah kerugian yang telah diverifikasi berada di kisaran US$2 juta dan menegaskan bahwa inti jaringan (core blockchain) tidak diretas.

    Dana Dipindahkan Lintas Blockchain

    Menurut tim IoTeX, insiden terjadi setelah private key yang mengontrol token safe berhasil diakses oleh pihak tidak berwenang. Dengan kunci tersebut, pelaku memindahkan aset dari sistem penyimpanan token yang terhubung dengan infrastruktur bridge.

    Dilaporkan BeInCrypto, peneliti keamanan menyebut pelaku dengan cepat menukar token hasil curian menjadi ETH, lalu memindahkannya ke jaringan lain menuju BTC melalui layanan cross-chain. Strategi ini umum digunakan untuk menyamarkan jejak transaksi, karena pelacakan menjadi lebih kompleks setelah dana berpindah antarblockchain.

    Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi mengenai bagaimana private key tersebut bisa terekspos. Penyebabnya masih dalam penyelidikan, apakah karena kesalahan manusia, celah perangkat lunak, atau metode lain.

    Tim IoTeX menyatakan telah mengendalikan situasi dan bekerja sama dengan bursa kripto serta aparat penegak hukum untuk melacak dan membekukan aset yang dicuri.

    Baca juga: Token IoTeX Melesat 57%: Menguak Potensi Besar di Balik IoT

    Token IOTX Sempat Anjlok

    Pergerakan harga IoTeX (IOTX/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga IoTeX (IOTX/USDT) pada Minggu, 1 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Reaksi pasar terjadi segera setelah kabar peretasan menyebar. Token IOTX tercatat turun sekitar 9%, dengan grafik menunjukkan penurunan tajam diikuti pergerakan yang masih fluktuatif.

    IoTeX mengonfirmasi bahwa aset yang terdampak mencakup USDC, USDT, IOTX, dan WBTC. Namun perusahaan menegaskan bahwa jaringan utama tetap aman dan tidak mengalami kompromi.

    Bridge Jadi Titik Lemah

    IoTeX merupakan jaringan blockchain yang diluncurkan pada 2019 dan dirancang untuk menghubungkan perangkat dunia nyata seperti sensor, pelacak, dan mesin dengan aplikasi berbasis blockchain. Token IOTX digunakan untuk membayar biaya transaksi dan menjalankan aplikasi dalam ekosistem tersebut.

    Sistem bridge yang memungkinkan perpindahan aset antara IoTeX dan jaringan lain seperti Ethereum diketahui sering menyimpan dana dalam jumlah besar. Infrastruktur semacam ini kerap menjadi target serangan karena potensi nilai aset yang tinggi.

    Hingga proses investigasi selesai, fokus utama tim IoTeX adalah pemulihan dana dan peningkatan pengamanan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, eksploitasi pada level private key di infrastruktur bridge IoTeX menyoroti kerentanan titik tunggal kegagalan (single point of failure) yang masih menghantui ekosistem L1 non-mainstream.

    “Penurunan token IOTX sebesar 9% hanyalah reaksi awal; dampak jangka panjangnya adalah erosi kepercayaan pada keamanan bridge lintas rantai yang menjadi tulang punggung utilitas DePIN mereka. Reputasi keamanan kini jauh lebih mahal untuk dipulihkan daripada nilai M yang hilang,” analisanya.

    Baca juga: Ironis, Harga Pi Network Melemah 0,32% Saat Pasar Kripto Menguat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com