Author: 14

  • Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

    Kapitalisasi pasar stablecoin kembali mencetak rekor baru pada Maret 2026, menembus angka US$313 miliar. Meski sering dianggap sebagai “dry powder” atau likuiditas siap pakai untuk membeli aset kripto, data terbaru menunjukkan dana tersebut belum sepenuhnya mengalir ke pasar kripto.

    Dikutip BeInCrypto, lonjakan kapitalisasi stablecoin terjadi di tengah volatilitas pasar kripto dan meningkatnya ketegangan geopolitik global yang membuat investor cenderung mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.

    Kapitalisasi Stablecoin Capai Rekor Tertinggi

    Data dari DefiLlama menunjukkan total kapitalisasi pasar stablecoin mencapai lebih dari US$313 miliar pada 8 Maret 2026. Angka tersebut menandai level tertinggi sepanjang sejarah bagi sektor stablecoin.

    Secara keseluruhan, kapitalisasi stablecoin meningkat sekitar 1,8% sejak awal tahun 2026. Dalam ekosistem kripto, stablecoin biasanya berfungsi sebagai mata uang dasar untuk aktivitas perdagangan dan sering dianggap sebagai indikator likuiditas yang siap masuk ke pasar aset digital.

    Ketika pasokan stablecoin meningkat, banyak analis biasanya menilai kondisi tersebut sebagai tanda masuknya modal baru yang berpotensi mendorong pembelian kripto.

    Namun dalam situasi saat ini, peningkatan pasokan stablecoin tidak sepenuhnya mencerminkan arus dana ke pasar kripto.

    Arus Dana ke Bursa Kripto Masih Negatif

    Menurut analis on-chain Darkfost, aliran stablecoin ke bursa kripto terpusat (CEX) masih menunjukkan tren negatif sejak awal 2026.

    Di antara platform besar, Binance mencatat arus keluar stablecoin sekitar US$2 miliar per bulan. Bitfinex juga mengalami arus keluar sekitar US$336 juta.

    Meski begitu, laju arus keluar tersebut mulai melambat dibandingkan periode sebelumnya. Pada pertengahan Februari, arus keluar Binance tercatat mencapai sekitar US$6,7 miliar.

    Data ini menunjukkan bahwa sebagian likuiditas stablecoin tidak mengalir ke aktivitas perdagangan kripto, melainkan bergerak ke penggunaan lain di luar pasar aset digital.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, implikasinya penting: likuiditas memang ada, tetapi belum tentu siap diputar ke aset berisiko.

    “Selama stablecoin lebih banyak diparkir untuk settlement, pembayaran, atau menunggu momentum, pasar crypto bisa tetap terlihat lesu meski basis likuiditas terus tumbuh—artinya masalahnya bukan ketiadaan uang, melainkan rendahnya conviction untuk melakukan risk deployment,” ucapnya.

    Baca juga: Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

    Stablecoin Digunakan di Luar Perdagangan Kripto

    Pertumbuhan kapitalisasi stablecoin saat ini juga dipengaruhi oleh semakin luasnya penggunaan aset tersebut dalam sektor keuangan digital yang lebih luas.

    Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti meningkatnya peran stablecoin dalam pembayaran lintas negara. Stablecoin dinilai mampu mengatasi hambatan yang sering muncul dalam sistem pembayaran tradisional.

    Survei yang dilakukan oleh BVNK terhadap 4.658 responden di 15 negara menunjukkan bahwa bagi sebagian pengguna, pembayaran dalam bentuk stablecoin bahkan dapat mencapai sekitar sepertiga dari total pendapatan tahunan mereka.

    Selain itu, stablecoin juga semakin banyak digunakan untuk pembayaran bisnis-ke-bisnis (B2B) serta berbagai aktivitas ekonomi digital lainnya.

    Penggunaan stablecoin kini juga meluas ke sektor baru, termasuk perdagangan saham yang ditokenisasi, lindung nilai terhadap inflasi di negara tertentu, hingga investasi pada infrastruktur komputasi seperti GPU untuk pengembangan kecerdasan buatan.

    Potensi Peran Stablecoin dalam Ekonomi Digital

    Sejumlah perusahaan teknologi dan keuangan juga mulai mengembangkan sistem pembayaran berbasis stablecoin.

    Circle Internet Group dan Stripe, misalnya, tengah mengembangkan sistem pembayaran yang memungkinkan agen kecerdasan buatan otonom melakukan transaksi menggunakan stablecoin.

    Beberapa analis menilai perkembangan ini dapat membuka pasar baru yang jauh lebih besar dibandingkan penggunaan stablecoin hanya untuk perdagangan kripto.

    Volume penyelesaian transaksi stablecoin secara global bahkan diperkirakan telah mencapai sekitar US$46 triliun per tahun.

    Meski demikian, sebagian analis berpendapat bahwa jika likuiditas stablecoin yang saat ini mengalir ke berbagai sektor tersebut kembali ke pasar kripto, hal itu dapat menjadi katalis penting bagi pemulihan pasar aset digital di masa mendatang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Bertahan di $2.000, Trader Bidik Short Squeeze?

    Harga Ethereum (ETH) kembali bertahan di atas level psikologis US$2.000 di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan derivatif. Data terbaru menunjukkan lonjakan posisi leverage dan arus dana ke bursa derivatif, yang memicu spekulasi bahwa trader sedang membidik likuiditas short di atas harga saat ini.

    Pada perdagangan terbaru, ETH diperdagangkan di sekitar US$2.059 setelah sempat menguji area resistensi dalam kisaran US$2.000. Aktivitas derivatif yang meningkat menunjukkan potensi volatilitas lebih tinggi dalam waktu dekat.

    Arus Dana Derivatif Meningkat

    Dilaporkan Cointelegraph, data dari CryptoQuant menunjukkan bursa derivatif mencatat arus masuk bersih sekitar 110.343 ETH pada 7 Maret. Lonjakan ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang 2026.

    Pergerakan serupa sebelumnya terjadi pada 6 Februari, yang kemudian diikuti kenaikan harga ETH sekitar 13% dari titik terendah tahunan di US$1.736.

    Namun dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan arus dana ke bursa derivatif juga sering diikuti periode volatilitas tajam atau koreksi jangka pendek.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan derivatif, area di atas harga saat ini tampak penuh dengan likuiditas short yang bisa menjadi bahan bakar rally jangka pendek jika ditembus.

    “Namun selama penembusan itu belum dikonfirmasi dengan volume dan momentum yang kuat, ETH tetap berada di fase rawan fakeout antara squeeze teknikal dan tekanan tren yang belum sepenuhnya pulih,” jelasnya.

    Baca juga: Co-Founder Ethereum Kirim ETH Rp2,4 Triliun ke Bursa, Sinyal Jual?

    Rasio Leverage Sentuh Rekor

    Selain arus masuk dana, rasio leverage Ether juga meningkat ke level tertinggi baru di sekitar 0,78.

    Indikator ini mengukur perbandingan antara open interest di pasar derivatif dengan cadangan ETH di bursa. Nilai yang tinggi menunjukkan semakin banyak trader menggunakan dana pinjaman untuk membuka posisi.

    Kondisi ini biasanya memperbesar potensi pergerakan harga karena likuidasi posisi leverage dapat terjadi secara berantai jika harga bergerak tajam.

    Zona Likuiditas di Atas Harga

    Secara teknikal, ETH saat ini masih bergerak dalam rentang bulanan antara sekitar US$1.800 hingga US$2.000 setelah mengalami penolakan di sekitar US$2.150 pada pekan lalu.

    Grafik jangka pendek menunjukkan adanya upaya pemulihan setelah harga sempat menyentuh area likuiditas di sekitar US$1.908.

    Saat ini perhatian pasar tertuju pada zona suplai antara US$2.050 hingga US$2.100. Jika ETH berhasil menembus area ini dan menjadikannya sebagai support baru, peluang kenaikan lebih lanjut terbuka.

    Data dari CoinGlass juga menunjukkan konsentrasi likuidasi posisi short yang cukup besar di atas harga saat ini.

    Sekitar US$273 juta posisi short terakumulasi di sekitar level US$2.030. Zona tersebut sering menjadi target pergerakan harga karena likuidasi posisi short dapat memicu pembelian paksa yang mempercepat kenaikan harga.

    Level Kunci ETH

    Analis kripto Cyril-DeFi menyebut area US$1.900 hingga US$2.000 sebagai level penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Menurutnya, dalam beberapa siklus sebelumnya, setiap kali harga ETH menyentuh garis tren naik jangka panjang di area tersebut, pasar cenderung mengalami rebound yang kuat.

    Jika ETH mampu bertahan di atas level tersebut dan menembus area resistensi di atasnya, target berikutnya yang mulai diperhatikan pasar berada di sekitar US$2.150 hingga US$2.500.

    Namun dengan tingginya penggunaan leverage di pasar derivatif, pergerakan harga Ether juga berpotensi menjadi lebih volatil dalam waktu dekat.

    Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • $50 Miliar XRP Nyangkut di Kerugian, Harga Sulit Bangkit?

    XRP kembali berada di bawah tekanan setelah data on-chain menunjukkan sebagian besar pemegang token tersebut masih berada dalam posisi rugi. Kondisi ini membuat reli harga sulit berlanjut karena banyak investor cenderung menjual saat harga mendekati titik impas mereka.

    Data terbaru menunjukkan sekitar 60% dari total pasokan XRP saat ini berada di posisi rugi secara tidak terealisasi, menandakan tekanan jual yang masih cukup besar di pasar.

    Sebagian Besar Pasokan XRP Masih Rugi

    Menurut data Glassnode, sekitar 36,8 miliar XRP saat ini berada dalam kondisi rugi berdasarkan harga pasar terbaru. Jika dihitung dalam nilai dolar, kerugian tidak terealisasi tersebut mencapai sekitar US$50,8 miliar.

    Situasi ini membuat banyak pemegang aset berada “di bawah air” atau membeli pada harga yang lebih tinggi dibandingkan harga saat ini. Ketika harga mencoba naik, sebagian investor cenderung menjual untuk mengurangi kerugian atau keluar mendekati titik impas.

    Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa XRP kesulitan mempertahankan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

    Sepanjang tahun ini, harga XRP telah turun sekitar 26% dan merosot sekitar 54% dalam enam bulan terakhir. Pada perdagangan terbaru, XRP sempat turun dari sekitar US$1,37 ke US$1,33 sebelum kembali stabil di kisaran US$1,35.

    Baca juga: Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

    Level $1,44 Jadi Batas Penting Pasar

    Dilaporkan Crypto Slate, salah satu level yang menjadi perhatian pasar berada di sekitar US$1,44, yang merupakan realized price XRP atau rata-rata harga beli agregat para pemegang token berdasarkan data on-chain.

    Ketika harga pasar berada di bawah level tersebut, secara rata-rata investor masih berada dalam posisi rugi.

    Dengan harga XRP saat ini di sekitar US$1,35, jarak terhadap realized price tersebut membuat area US$1,44 berpotensi menjadi zona tekanan jual karena banyak investor mungkin ingin keluar di level tersebut.

    Indikator lain juga menunjukkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase kerugian. Rasio Spent Output Profit Ratio (SOPR) XRP masih berada di bawah angka 1, yang berarti koin yang berpindah tangan rata-rata dijual dalam kondisi rugi.

    Selain itu, indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) juga masih berada di zona negatif, menunjukkan bahwa secara agregat pasar XRP masih berada dalam fase kerugian.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, besarnya unrealized losses ini penting karena dapat meningkatkan risiko capitulation jika harga terus melemah dan holder mulai menyerah.

    “Namun di sisi lain, fase ketika sebagian besar suplai berada di bawah harga beli juga sering menjadi area stres ekstrem yang mendekati titik kelelahan jual, sehingga XRP kini berada di zona yang sensitif baik untuk breakdown lanjutan maupun relief rebound,” jelasnya.

    Tekanan Jual Masih Dominan

    Di sisi aliran dana, produk investasi berbasis XRP juga mulai mencatat arus keluar dalam beberapa minggu terakhir.

    Data SoSoValue menunjukkan produk ETF XRP mencatat arus keluar sekitar US$5 juta pada pekan yang berakhir 6 Maret. Secara keseluruhan, produk investasi XRP juga mencatat lebih dari US$30 juta arus keluar sepanjang bulan ini menurut CoinShares.

    Sementara itu, aktivitas spekulatif di pasar derivatif juga menurun. Open interest XRP turun menjadi sekitar US$2,25 miliar, level terendah sejak Januari 2025.

    Penurunan open interest biasanya menandakan trader mulai menutup posisi dan mengurangi eksposur terhadap aset tersebut.

    Data order flow juga memperlihatkan dominasi tekanan jual. Rasio taker buy-sell XRP di Binance berada di sekitar 0,912, yang berarti order jual agresif lebih banyak dibandingkan order beli agresif.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa penjual saat ini lebih aktif mendorong pergerakan pasar dibandingkan pembeli.

    Volume dan Aktivitas Pasar Menurun

    Selain tekanan jual, aktivitas perdagangan XRP juga menunjukkan tanda-tanda melambat.

    Data CryptoQuant menunjukkan volume perdagangan XRP di Binance berada di bawah rata-rata dalam 30 hari terakhir, dengan z-score sekitar -1,16. Volume harian tercatat sekitar 27 juta XRP.

    Di saat yang sama, jumlah wallet yang aktif melakukan deposit dan penarikan XRP di bursa juga turun ke level terendah sejak awal 2025.

    Penurunan aktivitas ini dapat membuat likuiditas pasar menjadi lebih tipis. Dalam kondisi tersebut, pergerakan harga bisa menjadi lebih sensitif terhadap aliran dana yang masuk atau keluar.

    Dengan kombinasi pasokan yang masih banyak berada dalam posisi rugi, tekanan jual yang dominan, serta aktivitas pasar yang menurun, XRP saat ini berada dalam fase yang menantang.

    Meski demikian, reli harga tetap memungkinkan terjadi jika permintaan baru mampu menyerap tekanan jual dari pemegang lama yang menunggu kesempatan untuk keluar di harga yang lebih baik.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

    Produk ETF spot Solana kembali menjadi sorotan setelah tetap mencatat arus dana masuk meski harga SOL masih berada dalam tekanan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di pasar: dari mana sebenarnya permintaan terhadap ETF Solana berasal saat aset dasarnya justru melemah?

    Sejak awal tahun, harga Solana tercatat turun lebih dari 31%. Bahkan sejak ETF Solana diluncurkan pada Juli 2025, harga SOL telah merosot sekitar 57%. Meski begitu, produk ETF berbasis Solana tetap mampu menarik minat investor.

    ETF Solana Tetap Catat Arus Dana

    Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut ETF spot Solana telah mengumpulkan arus masuk sekitar US$1,5 miliar sejak peluncurannya. Menurutnya, angka ini tergolong kuat jika mempertimbangkan kondisi harga SOL yang terus melemah.

    Balchunas menilai, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar Solana dibandingkan Bitcoin, arus masuk ke ETF Solana setara dengan sekitar US$54 miliar. Angka tersebut bahkan disebut sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan ETF Bitcoin pada tahap peluncuran yang sebanding.

    Ia menilai kondisi ini tidak lazim karena ETF yang diluncurkan saat aset dasarnya sedang turun tajam biasanya sulit mempertahankan inflow dalam jangka panjang.

    Namun tren positif itu mulai menunjukkan gangguan. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, ETF Solana mencatat arus keluar berturut-turut dengan total hampir US$16 juta. Ini menjadi streak arus keluar terpanjang sejak produk tersebut diperdagangkan. Meski demikian, total inflow kumulatif masih berada di sekitar US$955,5 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan pasar, divergensi seperti ini menarik karena mengisyaratkan bahwa lemahnya harga belum tentu berarti minat benar-benar hilang.

    “Jika arus permintaan terstruktur ini berlanjut sementara tekanan jual spot mereda, SOL bisa membangun fondasi akumulasi yang lebih sehat, meski dalam jangka pendek pasar masih akan tetap sensitif terhadap volatilitas dan rotasi likuiditas,” analisanya.

    Baca juga: Harga SOL Anjlok 57%, Tapi ETF Solana Justru Kebanjiran Dana

    Investor Institusi atau Sekadar Perpindahan Aset?

    Di tengah perdebatan pasar, analis riset senior Bloomberg Intelligence, James Seyffart, mengatakan basis investor ETF Solana mencakup sejumlah institusi besar, termasuk market maker dan dana investasi kripto.

    Beberapa nama yang disebut memiliki alokasi besar di produk ini antara lain Electric Capital, Goldman Sachs, Multicoin Capital, dan Morgan Stanley. Seyffart menilai hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar arus dana memang berasal dari investor institusional.

    Ia juga menepis anggapan bahwa arus masuk ETF didorong terutama oleh basis trade atau arbitrase antara pasar futures dan spot. Menurutnya, basis Solana sepanjang 2026 relatif rendah, sehingga kecil kemungkinan strategi itu menjadi pendorong utama.

    Namun tidak semua analis sepakat. Chief Investment Officer Arca, Jeff Dorman, berpendapat bahwa inflow tersebut bisa jadi bukan pembelian baru, melainkan hasil in-kind swap dari pemegang SOL lama yang hanya memindahkan eksposurnya ke bentuk ETF.

    Seyffart mengakui bahwa modal awal dan sebagian inflow awal kemungkinan memang berasal dari perpindahan eksposur semacam itu. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak seluruh arus dana berasal dari swap dan masih ada pembelian riil yang cukup signifikan.

    Tekanan Pasar Masih Membayangi

    Pergerakan ETF Solana juga tidak terlepas dari kondisi pasar global yang sedang dibayangi sentimen risk-off akibat ketegangan geopolitik. Tekanan ini turut memengaruhi aset kripto lain dan pasar ekuitas.

    Dalam periode yang sama, ETF Ethereum dan XRP juga mengalami tiga hari arus keluar berturut-turut. Sementara itu, ETF Bitcoin justru mencatat inflow sebesar US$167,03 juta pada 9 Maret, setelah sempat mengalami dua hari arus keluar.

    Meski pasar masih bergejolak, harga Solana pada 10 Maret tercatat naik hampir 4% dalam sehari ke kisaran US$86,7. Kenaikan ini memberi sedikit ruang optimisme, meski belum cukup untuk membalikkan tren turun yang terjadi sejak awal tahun.

    Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah pemulihan harga SOL dapat kembali mendorong arus dana segar ke ETF, atau justru tekanan keluar masih akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

    Perusahaan treasury Bitcoin Strategy (MSTR) kembali menambah kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Perusahaan yang dipimpin oleh Michael Saylor tersebut membeli 17.994 BTC senilai sekitar US$1,28 miliar atau lebih dari Rp20 triliun dalam sepekan terakhir.

    Dilaporkan Bitcoin Magazine, pembelian tersebut dilakukan antara 2 hingga 8 Maret 2026 dengan harga rata-rata sekitar US$70.946 per Bitcoin, berdasarkan laporan resmi yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

    Dengan akuisisi terbaru ini, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 738.731 BTC.

    Total Kepemilikan Bitcoin Capai US$50 Miliar

    Secara keseluruhan, Strategy telah menginvestasikan sekitar US$56,04 miliar untuk membangun cadangan Bitcoin perusahaan.

    Harga rata-rata pembelian Bitcoin oleh perusahaan tersebut tercatat sekitar US$75.862 per koin. Dengan harga Bitcoin saat ini di kisaran US$68.000, nilai pasar dari kepemilikan tersebut diperkirakan mendekati US$50 miliar.

    Jumlah tersebut setara dengan lebih dari 3,4% dari total pasokan maksimum Bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.

    Hal ini semakin memperkuat posisi Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, bagi narasi adopsi, pembelian terbaru ini memperkuat posisi Strategy sebagai simbol paling ekstrem dari model perusahaan treasury Bitcoin.

    “Semakin besar akumulasi seperti ini, semakin kuat pula pesan ke pasar bahwa sebagian korporasi melihat BTC sebagai aset neraca jangka panjang, bukan sekadar instrumen trading sementara,” jelasnya.

    Baca juga: Michael Saylor Tambah 3.015 BTC, Borong di Harga Bitcoin Diskon

    Pendanaan Lewat Penjualan Saham

    Pembelian Bitcoin terbaru tersebut dibiayai melalui kombinasi penjualan saham dan penerbitan saham preferen.

    Strategy menjual sekitar 6.327.541 lembar saham biasa Class A melalui program at-the-market, yang menghasilkan dana sekitar US$899,5 juta.

    Selain itu, perusahaan juga mengumpulkan sekitar US$377,1 juta melalui penjualan 3.776.205 saham preferen perpetual STRC.

    Strategy menyatakan masih memiliki kapasitas penerbitan saham biasa senilai sekitar US$6,71 miliar serta kapasitas tambahan US$3,16 miliar dari saham preferen STRC.

    Bagian dari Strategi Akumulasi Bitcoin

    Langkah pembelian ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk terus meningkatkan cadangan Bitcoin.

    Strategy menjalankan beberapa program pembiayaan melalui saham preferen seperti STRK, STRC, STRF, dan STRD yang memberikan akses pendanaan hingga miliaran dolar.

    Seluruh program tersebut merupakan bagian dari rencana penggalangan modal “42/42” yang menargetkan pengumpulan dana hingga US$84 miliar melalui penerbitan saham dan obligasi konversi hingga 2027.

    Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pembelian Bitcoin secara berkelanjutan.

    Isyarat dari Michael Saylor

    Sebelum pengumuman resmi dirilis, Michael Saylor sempat memberi petunjuk mengenai pembelian terbaru ini melalui unggahan di media sosial.

    Dalam unggahannya, ia menuliskan bahwa “the second century begins,” yang merujuk pada pencapaian Strategy melakukan lebih dari 100 transaksi pembelian Bitcoin sejak program akumulasi dimulai pada 2020.

    Sementara itu, saham Strategy (MSTR) tercatat naik sekitar 0,5% pada perdagangan pre-market, sementara harga Bitcoin diperdagangkan mendekati US$69.000.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Melihat Efek Real Harga di Balik Dinner with Turbo Ke-16

    Proyek memecoin berbasis kecerdasan buatan (AI) yang fenomenal, Turbo, kembali menyapa komunitasnya melalui gelaran rutin “Dinner with Turbo” episode ke-16.

    Acara yang dilangsungkan secara live di platform X (dahulu Twitter) melalui StreamYard ini menjadi magnet bagi para pegiat kripto yang mencari bocoran alpha sharing dan wawasan terbaru langsung dari pusat komunitas.

    Berbeda dengan konferensi pengembang yang kaku, Dinner with Turbo dikemas dengan nuansa yang lebih santai namun padat informasi.

    Menurut laporan Coinmarketcal, Fokus utama dari sesi ini adalah memperkuat interaksi antar anggota komunitas dan mendistribusikan narasi-narasi terbaru yang tengah berkembang di ekosistem Turbo.

    Baca Juga: TURBO Melonjak 24%, Reli Kuat Berkat Volume Perdagangan Meluap

    Menonjolkan Kekuatan Komunitas dan Alpha Sharing

    Dalam dunia memecoin, kekuatan komunitas adalah segalanya. Turbo memahami betul dinamika ini dengan konsisten menggelar sesi berbagi.

    Episode ke-16 ini menekankan pada distribusi narasi, di mana para pemegang token (holders) dan penggemar dapat mendengar langsung visi jangka pendek serta tren yang sedang diikuti oleh proyek ini.

    Meskipun acara ini dinanti-nantikan, para pengamat pasar menyarankan investor untuk melihat event ini dengan perspektif yang jernih.

    Event ini lebih condong sebagai wadah penguatan basis pendukung daripada panggung untuk pengumuman teknis yang revolusioner.

    Waspadai Efek Spekulatif

    Menanggapi rutinnya agenda Dinner with Turbo, Tim Research Tokocrypto memberikan catatan penting terkait dampaknya terhadap volatilitas harga token TURBO di pasar.

    Menurut mereka, investor perlu membedakan antara “sentimen sosial” dan “perubahan fundamental”.

    “Untuk TURBO, event seperti ini lebih berfungsi sebagai bahan bakar social buzz ketimbang katalis struktural. Jika muncul hype atau narasi menarik, harga bisa saja bergerak secara intraday, tetapi tanpa katalis konkret seperti listing, burn, upgrade, atau roadmap baru, efeknya cenderung spekulatif dan mudah memudar,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa meskipun interaksi komunitas sangat krusial untuk menjaga loyalitas pemegang aset, pergerakan harga yang berkelanjutan biasanya membutuhkan pemicu yang lebih padat, seperti integrasi teknologi baru atau pengumuman kemitraan strategis yang berdampak langsung pada kelangkaan atau kegunaan token.

    Strategi Intraday bagi Trader

    Bagi para trader harian (intraday), sesi seperti Dinner with Turbo tetap memberikan peluang. Narasi menarik yang dilemparkan selama sesi live sering kali memicu lonjakan volume perdagangan singkat di bursa.

    Namun, mengingat sifatnya yang lebih ke arah social buzz, risiko koreksi cepat ( retracement) selalu mengintai segera setelah euforia mereda.

    Saat ini, pasar kripto secara keseluruhan memang sangat sensitif terhadap narasi-narasi kecil yang berkembang di media sosial.

    Turbo, sebagai salah satu pelopor memecoin yang lahir dari eksperimen ChatGPT, memiliki keunggulan dalam menciptakan percakapan yang organik.

    Baca Juga: Naik 269% Sehari, Token AI Meme TURBO Tetap Jawara Rp2,7 Triliun!

    Menanti Katalis Konkret

    Secara keseluruhan, episode ke-16 dari Dinner with Turbo sukses menjaga api semangat komunitas tetap menyala.

    Namun, bagi mereka yang mengharapkan lonjakan harga yang permanen atau breakout dari struktur harga jangka panjang, nampaknya harus bersabar menunggu pengumuman yang lebih fundamental.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gandeng Webacy, Velvet Capital Perkuat Keamanan Aset

    Di tengah dinamika pasar kripto yang terus bergejolak di awal tahun 2026, Velvet Capital, protokol sistem operasi DeFAI (Decentralized Finance + AI), mengumumkan kolaborasi komunitas bersama Webacy.

    Kedua proyek ini akan menggelar sesi Community X Space bertajuk diskusi volatilitas pasar, integrasi portofolio, dan pemanfaatan alat peringatan dini (alert tools) untuk para trader.

    Acara ini menarik perhatian karena mempertemukan keahlian Velvet dalam manajemen portofolio berbasis AI dengan infrastruktur keamanan siber milik Webacy.

    Selain berbagi wawasan (insight), sesi ini juga menyediakan insentif partisipasi kecil bagi anggota komunitas yang aktif bergabung dalam diskusi.

    Baca Juga: Tren Baru di Kripto: Token DeFAI Masuk Radar Investor Global

    Sinergi Keamanan dan Strategi DeFAI

    Menurut laporan Coinmarketcal, fokus utama dari pertemuan digital ini adalah menjawab keresahan pengguna terkait volatilitas pasar yang ekstrem.

    Webacy, yang dikenal dengan solusi real-time risk alerts, akan memaparkan bagaimana integrasi teknologi mereka ke dalam platform Velvet dapat membantu pengguna mendeteksi ancaman seperti honeypot atau unlocked liquidity sebelum melakukan eksekusi strategi.

    Bagi Velvet Capital, langkah ini memperkuat posisinya sebagai “Operating System” untuk DeFi yang tidak hanya menawarkan efisiensi melalui intent-based trading, tetapi juga lapisan keamanan tambahan bagi para penggunanya.

    Fokus pada Engagement, Bukan Repricing

    Meskipun kolaborasi ini membawa sentimen positif bagi ekosistem, para pengamat pasar menyarankan investor untuk tetap moderat dalam menanggapi dampaknya terhadap harga token VELVET.

    Tim Research Tokocrypto memberikan pandangan kritis mengenai signifikansi event ini terhadap valuasi pasar.

    Mereka menilai bahwa kegiatan ini lebih merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun loyalitas pengguna daripada pemicu kenaikan harga instan.

    “Katalis seperti ini biasanya lebih cocok dibaca sebagai event marketing-komunitas daripada pendorong repricing besar untuk VELVET. Selama tidak ada pengumuman konkret soal tokenomics, listing, integrasi besar, atau produk baru yang material, dampaknya kemungkinan terbatas pada lonjakan atensi sosial dan spekulasi jangka pendek,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Analisis ini mengingatkan pelaku pasar bahwa dalam fase “social buzz”, harga aset cenderung bergerak berdasarkan narasi sementara yang mudah memudar jika tidak diikuti oleh pembaruan fundamental yang mengubah struktur ekonomi token tersebut.

    Menimbang Prospek VELVET di Kuartal I 2026

    Hingga saat ini, VELVET telah menunjukkan performa yang cukup stabil di beberapa bursa utama.

    Dengan adanya airdrop fase kedua dan program cashback fee yang baru saja diluncurkan pada Februari lalu, proyek ini sebenarnya memiliki dasar fundamental yang kuat.

    Namun, sesi X Space bersama Webacy ini lebih berfungsi sebagai distribusi awareness kepada publik yang lebih luas mengenai fitur-fitur keamanan yang sudah terintegrasi.

    Bagi komunitas, insentif “Gems” yang ditawarkan menjadi daya tarik tambahan, namun bagi investor institusional, mereka masih menantikan langkah besar berikutnya seperti ekspansi listing ke bursa tier-1 yang lebih luas atau perubahan signifikan pada mekanisme staking.

    Baca Juga: 3 Narasi Kripto Terpanas di Minggu Kedua Feb: DeFAI, RWA, dan WLFI

    Event Community X Space antara Velvet dan Webacy adalah langkah strategis untuk memperkuat basis pengguna dan mengedukasi pasar tentang pentingnya keamanan di ekosistem DeFAI.

    Meski memberikan dorongan pada sisi social engagement, investor diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek dan tetap fokus pada perkembangan roadmap fundamental untuk melihat potensi pertumbuhan VELVET yang berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bithumb Terancam Suspensi 6 Bulan di Korea Selatan

    Industri kripto Korea Selatan kembali diguncang skandal yang cukup besar.

    Salah satu bursa aset digital terbesar di negeri ginseng, Bithumb, kini berada di ujung tanduk setelah otoritas keuangan setempat menemukan celah serius dalam sistem kepatuhan mereka.

    Bithumb menghadapi ancaman suspensi parsial selama enam bulan akibat kegagalan dalam memenuhi standar Anti-Pencucian Uang (AML).

    Langkah tegas ini diambil oleh Unit Intelijen Keuangan (FIU) Korea Selatan setelah melakukan audit mendalam terhadap operasional bursa tersebut.

    Kasus ini menjadi sorotan global mengingat Korea Selatan adalah salah satu pasar kripto paling likuid dan aktif di dunia.

    Baca Juga: Skandal $44 Miliar di Bithumb, Korea Selatan Perketat Aturan Kripto

    Kegagalan AML: Titik Lemah Sang Raksasa

    Berdasarkan laporan dari Crypto Briefing, pemeriksaan otoritas menemukan bahwa Bithumb gagal mengidentifikasi sejumlah pengguna secara memadai dan tidak melaporkan transaksi mencurigakan sesuai dengan protokol Know Your Customer (KYC) yang ketat.

    Di bawah Undang-Undang Informasi Transaksi Keuangan Khusus di Korea Selatan, setiap penyedia layanan aset virtual (VASP) wajib memiliki sistem pemantauan yang mampu mendeteksi potensi pencucian uang dan pendanaan terorisme.

    Kegagalan Bithumb dalam aspek ini dianggap sebagai pelanggaran tata kelola yang serius, yang memicu rekomendasi hukuman berupa penghentian sebagian layanan selama setengah tahun.

    Tekanan bagi Industri dan Perlindungan Investor

    Ancaman suspensi ini menambah daftar panjang tekanan regulasi yang dihadapi bursa kripto di Korea Selatan.

    Sebelumnya, beberapa bursa lokal skala kecil telah gulung tikar karena tidak mampu memenuhi syarat modal dan kemitraan perbankan.

    Namun sialnya, potensi jatuhnya sanksi pada pemain sebesar Bithumb tentu memberikan pesan yang jauh lebih kuat.

    Pasalnya, pasar Korea Selatan dikenal memiliki fenomena “Kimchi Premium,” di mana harga aset kripto seringkali lebih tinggi dibanding pasar global.

    Ketatnya pengawasan ini bertujuan untuk melindungi investor ritel dari risiko penipuan dan manipulasi pasar yang kerap terjadi di industri yang bergerak cepat ini.

    Compliance Adalah Harga Mati

    Menanggapi situasi ini, para pakar industri menilai bahwa era “pertumbuhan tanpa batas” bagi bursa kripto telah berakhir dan digantikan oleh era kepatuhan total.

    Tim Research Tokocrypto memberikan pandangan mendalam mengenai dampak regulasi ini terhadap lanskap bisnis kripto secara global.

    Menurut mereka, ketegasan otoritas Korea Selatan harus menjadi pelajaran bagi seluruh pemain industri.

    “Dari sisi regulasi, kasus ini penting karena menunjukkan bahwa otoritas tidak ragu menghukum pemain besar jika kontrol AML dinilai lemah. Untuk industri, ini mempertegas bahwa compliance kini bukan pelengkap operasional, melainkan penentu utama kelangsungan bisnis exchange di yurisdiksi yang makin agresif terhadap pelanggaran tata kelola,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa kepatuhan (compliance) bukan lagi sekadar formalitas di atas kertas, melainkan fondasi utama agar sebuah bursa bisa tetap beroperasi secara legal dan mendapatkan kepercayaan publik.

    Dampak Terhadap Operasional Bithumb

    Jika suspensi parsial ini resmi diberlakukan, Bithumb kemungkinan besar akan dilarang meluncurkan layanan baru, menerima nasabah baru, atau bahkan harus menghentikan sementara fitur perdagangan tertentu selama enam bulan.

    Hal ini tentu akan menjadi kerugian besar, mengingat persaingan ketat dengan rival utama Bithumb, yakni Upbit.

    Selain kerugian finansial dari volume perdagangan yang hilang, reputasi Bithumb di mata investor institusi juga dipertaruhkan.

    Di tengah upaya Bithumb untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO), kendala regulasi ini bisa menjadi batu sandungan besar bagi rencana ekspansi jangka panjang mereka.

    Baca Juga: Kenalan Kang Jong Hyun, CEO Bithumb Kripto Dekat Park Min Young

    Kasus Bithumb menjadi pengingat bagi seluruh ekosistem kripto bahwa pengawasan pemerintah akan semakin intensif.

    Bagi para investor, langkah otoritas ini mungkin terlihat restriktif dalam jangka pendek, namun dalam jangka panjang, pengawasan yang ketat diperlukan untuk menciptakan ekosistem yang lebih aman dan berkelanjutan.

    Kini, seluruh mata tertuju pada bagaimana Bithumb akan merespons temuan FIU tersebut dan apakah mereka mampu melakukan perbaikan sistem secara menyeluruh sebelum sanksi tersebut benar-benar melumpuhkan operasional mereka.

    Satu yang pasti: di pasar kripto masa kini, kepatuhan terhadap regulasi adalah salah satu kunci untuk bertahan hidup.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Tembus $69.000, Sentimen Menguat

    Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif.

    Dalam perdagangan 24 jam terakhir, BTC berhasil menembus level psikologis $70.000, dengan harga saat ini berada di sekitar $70.057 per BTC.

    Kenaikan ini mencerminkan penguatan sentimen pasar kripto setelah sebelumnya mengalami tekanan dalam beberapa bulan terakhir.

    Berdasarkan data pasar terbaru, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 3,56% dalam 24 jam, dengan volume perdagangan harian mencapai $48,89 miliar.

    Dengan performa tersebut, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,40 triliun.

    Baca Juga: Harga Minyak Meledak 60%, Bitcoin Ikut Tertekan?

    Bitcoin Kembali Menembus Level Psikologis $70.000

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa Bitcoin bergerak dalam kisaran harga $66.902 hingga $70.561.

    Lonjakan harga hingga di atas $70.000 menjadi sinyal bahwa minat beli kembali meningkat di pasar kripto. Level $70.000 sendiri merupakan salah satu batas psikologis penting bagi investor.

    Ketika harga berhasil menembus zona tersebut, biasanya sentimen pasar menjadi lebih optimistis karena menunjukkan kekuatan tren bullish jangka pendek.

    Selain itu, kenaikan harga harian sekitar $2.389 menunjukkan bahwa tekanan beli cukup kuat untuk mendorong BTC keluar dari fase konsolidasi sebelumnya.

    Meski demikian, volatilitas masih terlihat. Dalam pergerakan satu jam terakhir, harga BTC sempat mengalami koreksi sekitar 1,22%, yang menunjukkan adanya aksi ambil untung jangka pendek dari para trader.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Kapitalisasi Pasar Bitcoin Tetap Dominan

    Sebagai aset kripto terbesar, Bitcoin masih mendominasi pasar dengan kapitalisasi sekitar $1,39 triliun.

    Angka ini menjadikan BTC sebagai aset digital dengan nilai pasar tertinggi, jauh melampaui altcoin lainnya.

    Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 20 juta koin, atau sekitar 95,24% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

    Kelangkaan pasokan ini menjadi salah satu faktor utama yang membuat Bitcoin sering dianggap sebagai “emas digital” oleh investor.

    Jika dihitung berdasarkan suplai maksimum, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan berada di sekitar $1,46 triliun.

    Performa Harga BTC dalam Beberapa Periode

    Jika dilihat dari perspektif jangka pendek, Bitcoin menunjukkan tren yang cukup stabil.

    Dalam 7 hari terakhir, harga BTC naik sekitar 1,73%, menandakan adanya pemulihan perlahan setelah periode volatilitas sebelumnya.

    Sementara dalam 30 hari terakhir, kenaikan relatif kecil di sekitar 0,48%. Ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah mengalami pergerakan besar sebelumnya.

    Namun jika melihat periode yang lebih panjang, Bitcoin masih mencatat koreksi cukup dalam. Dalam 60 hari terakhir, harga BTC turun sekitar 23,73%, dan dalam 90 hari terakhir melemah sekitar 24,84%.

    Data tersebut menunjukkan bahwa kenaikan saat ini bisa menjadi bagian dari fase pemulihan setelah koreksi tajam yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

    Jarak Bitcoin dari Rekor Harga Tertinggi

    Meskipun kembali menembus $70.000, harga Bitcoin saat ini masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198.

    Artinya, BTC masih memiliki ruang kenaikan yang cukup besar jika tren bullish kembali terbentuk secara kuat di pasar kripto.

    Namun untuk mencapai level tersebut, Bitcoin perlu menembus beberapa zona resistance penting yang kemungkinan berada di sekitar $72.000 hingga $75.000 dalam jangka menengah.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

    Prospek Pergerakan Bitcoin Selanjutnya

    Ke depan, arah pergerakan Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, seperti sentimen investor global, arus modal ke pasar kripto, serta pergerakan aset kripto besar lainnya.

    Jika momentum beli terus berlanjut dan volume perdagangan tetap tinggi, BTC berpotensi mempertahankan posisi di atas $70.000 dan mencoba menguji level berikutnya.

    Namun jika tekanan jual meningkat, Bitcoin bisa kembali menguji area support di sekitar $67.000 hingga $66.000, yang sebelumnya menjadi level terendah dalam 24 jam terakhir.

    Dengan kapitalisasi pasar yang besar dan dominasi yang kuat di industri kripto, Bitcoin masih menjadi indikator utama arah pasar aset digital secara keseluruhan.

    Oleh karena itu, pergerakan BTC dalam beberapa hari ke depan akan menjadi perhatian utama para investor dan trader kripto di seluruh dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun ke $0,216, Likuiditas Tipis Jadi Tekanan Utama

    Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam perdagangan 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data pasar terbaru, harga PI turun sekitar 1,51% ke level $0,216, sementara pasar kripto secara keseluruhan justru mencatat kenaikan sekitar 3,14%.

    Pergerakan ini menunjukkan bahwa Pi Network sedang underperform dibandingkan pasar kripto yang lebih luas.

    Tanpa adanya katalis positif yang kuat, harga PI cenderung bergerak melemah di tengah minat perdagangan yang relatif rendah.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 4,5% dalam 24 Jam, Reli Mingguan Hampir 30%

    Likuiditas Tipis Tekan Pergerakan Harga

    Menurut laporan Coinmarketcap pada Selasa (10/3), salah satu faktor utama di balik pelemahan harga PI adalah likuiditas pasar yang tipis.

    Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan Pi Network tercatat sekitar $34,7 juta, turun sekitar 22,5% dibanding periode sebelumnya.

    Jika dibandingkan dengan kapitalisasi pasar PI yang mencapai sekitar $2,09 miliar, rasio perputaran (turnover ratio) hanya berada di kisaran 1,66%.

    Angka ini tergolong rendah dan menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan di pasar PI masih terbatas.

    Dalam kondisi seperti ini, pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap tekanan jual kecil sekalipun.

    Tanpa adanya arus masuk dana baru atau berita besar yang memicu minat investor, harga cenderung bergerak mengikuti tekanan pasar jangka pendek.

    Situasi ini juga menjelaskan mengapa PI tidak ikut naik bersama pasar kripto yang lebih luas.

    Ketika likuiditas rendah, aset kripto sering kali bergerak lambat atau bahkan berlawanan arah dengan tren pasar utama.

    Minim Katalis Pergerakan

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain faktor likuiditas, tidak ditemukan katalis khusus yang mendorong sentimen pasar terhadap Pi Network dalam periode pengamatan ini.

    Tidak ada pembaruan besar dari ekosistem, peluncuran produk baru, maupun aktivitas signifikan di pasar derivatif yang biasanya dapat memicu lonjakan harga.

    Hal ini membuat PI cenderung bergerak datar hingga melemah, sementara investor lebih fokus pada aset kripto lain yang memiliki momentum lebih kuat.

    Kondisi tersebut juga terlihat dari absennya rotasi sektor atau lonjakan aktivitas spekulatif yang sering memengaruhi pergerakan altcoin dalam jangka pendek.

    Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

    Secara teknikal, Pi Network saat ini menghadapi beberapa level penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya.

    Area $0,21 menjadi zona support terdekat yang saat ini sedang diuji pasar.

    Jika level ini mampu bertahan, PI berpotensi memasuki fase konsolidasi dalam rentang sempit sebelum menentukan arah berikutnya.

    Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga menembus di bawah $0,21, pasar kemungkinan akan melihat penurunan lebih lanjut menuju zona psikologis $0,20.

    Di sisi lain, resistance terdekat berada di sekitar $0,22, yang merupakan level tertinggi dalam 24 jam terakhir. Penembusan level ini dapat membuka peluang pemulihan jangka pendek.

    Sentimen Altcoin Masih Lemah

    Faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan Pi Network adalah kondisi pasar altcoin secara keseluruhan.

    Saat ini, Altcoin Season Index berada di level 36, yang menandakan bahwa pasar masih belum memasuki fase altcoin season.

    Dalam kondisi seperti ini, sebagian besar aliran modal masih berfokus pada aset kripto besar seperti Bitcoin, sementara altcoin dengan likuiditas lebih kecil sering kali tertinggal.

    Jika indeks tersebut mulai naik mendekati 50 atau lebih, hal ini dapat menjadi sinyal awal bahwa investor mulai kembali melirik altcoin, termasuk Pi Network.

    Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini: PI Turun 6% ke $0,210 Setelah Reli Mingguan

    Prospek Jangka Pendek PI

    Dalam jangka pendek, pergerakan harga Pi Network diperkirakan masih akan bergerak dalam fase konsolidasi kecuali muncul katalis baru yang mampu meningkatkan minat pasar.

    Investor saat ini disarankan untuk memperhatikan beberapa indikator utama, seperti kenaikan volume perdagangan di atas $50 juta serta pergerakan Altcoin Season Index.

    Jika likuiditas meningkat dan sentimen altcoin membaik, PI berpotensi mendapatkan kembali momentum. Namun tanpa faktor tersebut, harga kemungkinan masih akan bergerak terbatas dengan bias netral hingga sedikit bearish.

    Dengan demikian, level $0,21 menjadi titik krusial yang akan menentukan apakah Pi Network mampu mempertahankan stabilitas harga atau justru melanjutkan penurunan menuju level support berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com