Di awal pekan ini, pasar kripto hari Senin (29/12) menunjukkan tanda pemulihan dengan sejumlah altcoin memimpin kenaikan, di mana AT menguat 17%, BIGTIME naik 12%, dan GMT bertambah 10%.
Di sisi lain, prospek Bitcoin menuju akhir 2025 masih bergantung pada kemampuannya menembus level krusial $90.000 untuk mengonfirmasi momentum bullish, meski indikator teknikal saat ini mengarah pada tren kenaikan jangka pendek. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar. di Awal Pekan Ini
AT mencatat penguatan harian 17%, harganya naik $0,1907.
Harga BIGTIME mengalami kenaikan 12%, harga mencapai $0,02268.
GMT melonjak 10%, saat ini diperdagangkan di level $0,01658.
Prediksi Bitcoin 2025: Analis Soroti Level Kunci Akhir Tahun
Bitcoin perlu tembus $90.000 untuk konfirmasi momentum bullish.
Indikator teknis tunjukkan tren kenaikan jangka pendek.
Rapat FOMC dan kebijakan The Fed berpotensi picu volatilitas.
Akhir Tahun Makin UntungTotal Cashback Rp20 JUTA*
Akhir tahun makin untung bareng Tokocrypto 🚀 Dadakan Cashback 100% hadir buat nemenin momen liburan kamu!! 🤩
Total hadiah hingga Rp25 JUTA* siap dibagiin khusus untuk kamu yang deposit via BCA Virtual Account 💸
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Quantum computing sering disebut sebagai revolusi teknologi berikutnya yang bisa mengubah dunia, termasuk sektor keuangan digital seperti Bitcoin. Tidak seperti komputer biasa yang menggunakan bit (0 atau 1), quantum computer menggunakan qubit yang bisa berada di banyak keadaan sekaligus berkat prinsip superposition. Ini memungkinkan pemrosesan data yang sangat cepat untuk tugas-tugas kompleks.
Sebagai aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (dalam konteks aset digital) sering menjadi tolok ukur keamanan blockchain. Jika sekelas Bitcoin saja dapat dibobol, tentunya dampak hal tersebut bisa menjalar ke seluruh ekosistem kripto. Tapi apakah quantum computing benar-benar menjadi ancaman bagi Bitcoin?
Apa Itu Quantum Computing?
Gambar quantum computer milik Google. Sumber: Quantum AI
Quantum computing adalah jenis komputasi yang memanfaatkan prinsip mekanika kuantum, seperti (multiple kemungkinan sekaligus) dan entanglement (keterkaitan antar qubit), untuk memproses informasi.
Dari kedua prinsip ini lahirlah qubit (quantum bit), yaitu unit informasi kuantum. Berbeda dengan bit klasik yang hanya bernilai 0 atau 1, qubit dapat berada dalam kombinasi keduanya sekaligus (superposisi), dan dapat saling terhubung secara kuat dengan qubit lain melalui entanglement.
Kemampuan inilah yang membuat quantum computing secara teori mampu menyelesaikan perhitungan kompleks jauh lebih cepat dibanding komputer klasik (yang dipakai di zaman modern sekarang). Sehingga masalah tertentu yang akan memakan waktu ribuan tahun bagi superkomputer klasik dapat diselesaikan jauh lebih cepat oleh algoritma kuantum.
Secara sederhana, bayangkan kamu sedang bermain catur dan ingin mencari langkah terbaik.
Dalam memilih langkah yang terbaik, komputer klasik akan mencoba satu per satu kemungkinan langkah, lalu menghitung konsekuensinya. Proses ini seperti menelusuri cabang pohon langkah catur secara berurutan. Semakin banyak langkah ke depan yang dihitung, semakin lama waktunya.
Sedangkan dengan quantum computing, komputer kuantum bisa langsung memikirkan akhir dari banyak langkah sekaligus.
Dikutip dari deloitte, Bitcoin bekerja dengan menggunakan kriptografi elliptic curve digital signature algorithm (ECDSA) untuk mengamankan private key dan transaksi.
Algoritma Shor pada quantum computing di sisi lain, digadang-gadang mampu memfaktorkan bilangan besar dengan cepat, sehingga dapat mengekstrak private key dari public key yang terekspos di blockchain. Ini berpotensi memungkinkan pencurian dana dari wallet Bitcoin.
Selain itu, Grover’s algorithm bisa mempercepat serangan terhadap fungsi hash seperti SHA-256. Hasil analisis deloitte, menunjukkan bahwa alamat lama jenis P2PK dan alamat P2PKH yang belum migrasi ke wallet terbaru adalah yang paling rentan.
Sederhananya:
P2PK (Pay-to-Public-Key) adalah format alamat Bitcoin paling awal yang digunakan dari 2009–2010, di mana koin dikirim langsung ke public key penerima.
P2PKH (Pay-to-Public-Key-Hash) adalah format yang lebih aman dan umum digunakan, di mana koin dikirim ke hash dari public key, bukan public key langsung.
Jumlah Bitcoin yang terancam oleh quantum computing. Sumber: Deloitte
P2PK hingga kini masih menyimpan sekitar 2 juta BTC yang belum pernah dipindahkan. Sementara itu, penggunaan P2PKH meningkat pesat sejak 2010, dengan sekitar 2,5 juta BTC tersimpan di alamat yang pernah digunakan kembali.
Secara total, ada lebih dari 4 juta BTC atau sekitar 25% dari seluruh Bitcoin yang berpotensi dicuri jika komputer kuantum mampu menjalankan serangan ini.
Harga Bitcoin (BTC/USDT) pada tanggal 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto
Dengan harga saat ini, nilai yang terancam mencapai lebih dari $395,35 miliar USD atau senilai Rp6,62 kuadriliun, lebih besar dari dari APBN Indonesia 2025 yang sekitar Rp3.3 kuadriliun, menjadikan quantum computing ancaman serius bagi keamanan ekosistem Bitcoin.
Bagaimana Quantum Computing Bisa Membobol Bitcoin?
Ilustrasi bagaimana quantum computer bisa membobol Bitcoin.
Menurut ABA Banking Journal, quantum computing hanya memerlukan 6 tahap untuk melancarkan serangan terhadap Bitcoin atau aset kripto.
Pengguna mengirim transaksi kripto tapi memakai ulang alamat wallet lama. Akibatnya, public key sudah terlihat di blockchain sebelum transaksi benar-benar selesai.
Komputer kuantum menangkap public key tersebut saat transaksi sedang diproses.
Penyerang menjalankan algoritma Shor untuk menghitung private key dari public key yang terbuka.
Private key berhasil diperoleh.
Penyerang langsung membuat transaksi palsu dengan tanda tangan digital yang tampak sah. Transaksi palsu ini bisa diproses lebih cepat daripada transaksi asli.
Dana akhirnya dialihkan ke wallet penyerang, karena sistem blockchain gagal membedakan mana pemilik asli dan mana yang palsu.
Status Perkembangan Quantum Computing Saat Ini
Quantum computing telah mengalami kemajuan pesat sepanjang 2025, menjadi topik yang semakin menonjol di kalangan peneliti, investor, dan komunitas kripto. Meskipun perusahaan seperti IBM dan Google menunjukan adanya perkembangan signifikan, dikutip Chainalysis, teknologi ini masih jauh dari kemampuan untuk memecahkan kriptografi Bitcoin secara efektif.
Selain itu, untuk menjalankan hacking pada sistem Bitcoin, quantum computer diperkirakan memerlukan ribuan logical qubits fault-tolerant, yang setara dengan jutaan physical qubits setelah memperhitungkan error correction, sementara sistem saat ini hanya memiliki ratusan hingga ribuan qubits dengan error tinggi.
Pakar memperkirakan cryptographically relevant quantum computers (CRQC) mungkin baru akan muncul pada pertengahan 2030-an atau lebih lambat, memberikan waktu bagi Bitcoin untuk beradaptasi, dan melakukan persiapan diperlukan seperti upgrade jaringan atau transisi bertahap ke alamat yang tahan terhadap quantum.
Quantum computing saat ini memang diagadang-gadang menjadi ancaman bagi Bitcoin, namun dengan ancaman nyata quantum computing yang diprediksi baru akan muncul di pertengahan tahun 2030, dan sistem keamanan Bitcoin yang masih bisa diperbaharui untuk menghadapi serangan quantum computing, saat ini Bitcoin masih terbukti aman dan tetap menjadi opsi investasi aset kripto nomor 1. Jika kamu tertarik membeli Bitcoin, kamu bisa menggunakan exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto — mulai dengan deposit Rp50.000! Ayo daftar di sini dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Dogecoin kembali tertekan dan mencatat level terendah sejak 10 Oktober, seiring melemahnya minat pasar dan belum adanya dorongan dari exchange-traded fund (ETF) Dogecoin. Analisis teknikal menunjukkan potensi penurunan lanjutan di tengah minimnya permintaan investor.
Berdasarkan data pasar, Dogecoin (DOGE) diperdagangkan di kisaran US$0,1227, turun sekitar 75% dari level tertinggi tahun ini. Penurunan tajam tersebut menyebabkan hilangnya valuasi pasar hingga miliaran dolar AS.
Tekanan Terhadap Dogecoin
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Crypto News, tekanan terhadap DOGE terjadi di tengah tanda-tanda melemahnya permintaan. Data SoSoValue menunjukkan bahwa ETF Dogecoin milik Grayscale dan Bitwise tidak mencatat arus masuk dana (inflow) sejak 11 Desember. Secara keseluruhan, kedua ETF tersebut hanya membukukan inflow sekitar US$2 juta dengan total aset bersih sekitar US$5 juta, menandakan minat investor institusional yang semakin terbatas.
Selain itu, open interest futures Dogecoin tercatat turun ke kisaran US$1,4 miliar, jauh dari level tertinggi tahun ini yang sempat melampaui US$6 miliar. Penurunan open interest umumnya mencerminkan berkurangnya partisipasi investor dan minimnya posisi baru di pasar derivatif.
Dari sisi teknikal, tekanan jual dinilai masih dominan. Grafik tiga hari menunjukkan bahwa harga Dogecoin berada dalam tren turun yang kuat dan membentuk sejumlah pola bearish. Salah satunya adalah death cross, yakni persilangan antara exponential moving average (EMA) 50 hari dan 200 hari yang terjadi pada 9 Desember. Pola ini kerap dianggap sebagai sinyal lanjutan pelemahan harga.
Analisis Teknikal DOGE
Dogecoin juga membentuk pola head and shoulders, yang sering dipandang sebagai sinyal pembalikan bearish. Pola tersebut menunjukkan level “kepala” di area US$0,4855, dengan bahu kiri di US$0,2285 dan bahu kanan di sekitar US$0,30. Harga saat ini telah menembus garis leher (neckline), yang mengonfirmasi potensi penurunan lanjutan.
Indikator teknikal lain seperti Relative Strength Index (RSI) dan MACD juga masih bergerak menurun. Kondisi ini membuka peluang bagi harga DOGE untuk menguji support berikutnya di US$0,080, yang merupakan level terendah pada Agustus tahun lalu, atau sekitar 35% lebih rendah dari harga saat ini.
Meski demikian, analis mencatat bahwa skenario bearish dapat gugur apabila harga Dogecoin mampu bergerak naik dan menembus level psikologis US$0,15. Selama hal tersebut belum terjadi, tekanan terhadap Dogecoin diperkirakan masih akan berlanjut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pasar kripto memasuki Januari 2026 dengan kombinasi optimisme dan kewaspadaan tinggi. Setelah menutup tahun 2025, pasar global kripto mencatat kenaikan 0,79% dalam 24 jam terakhir. Bitcoin bertahan di atas level USD 87.000, sementara Ethereum stabil di atas USD 2.900. Meski demikian, tekanan likuiditas dan sentimen yang terbelah masih membebani altcoin.
Dilaporkan Coingape, sejumlah agenda besar, mulai dari risiko penutupan pemerintah Amerika Serikat hingga kebijakan suku bunga The Federal Reserve, diperkirakan menjadi katalis utama pergerakan harga kripto sepanjang Januari 2026. Berikut tiga peristiwa penting yang menjadi sorotan pelaku pasar.
Risiko Shutdown Pemerintah AS Menguat
Amerika Serikat menghadapi ancaman penutupan pemerintahan (government shutdown) menjelang tenggat 31 Januari 2026. Kongres diketahui memasuki masa libur Natal tanpa menyepakati anggaran final maupun jadwal pemungutan suara.
Meski Senat dan DPR telah menyepakati total belanja, perbedaan pendapat terkait distribusi dana masih menghambat kesepakatan. Partai Demokrat menyatakan kesediaan mengikuti batasan anggaran baru, sementara kelompok Republik yang konservatif menolak peningkatan belanja dan menuntut anggaran lembaga tetap.
Jika tidak tercapai kesepakatan, operasional lembaga federal berpotensi terganggu dan menciptakan ketidakpastian pasar. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi aktivitas regulasi, termasuk pengawasan dan kebijakan terkait industri kripto.
CLARITY Act dan Isu Cadangan Kripto AS
Peristiwa krusial lainnya adalah kelanjutan pembahasan Digital Asset Market Clarity Act of 2025 (CLARITY Act). RUU ini telah disahkan DPR dan kini menunggu keputusan Senat. Jika lolos, CLARITY Act akan memperjelas definisi aset digital, membatasi kewenangan SEC terhadap blockchain tertentu, serta menetapkan aturan kepatuhan baru bagi bursa dan broker kripto.
Regulasi ini berpotensi berdampak besar pada aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, dan XRP yang telah memiliki produk ETF. Pengesahan pada Januari diperkirakan meningkatkan kepastian hukum dan menarik lebih banyak modal institusional.
Di sisi lain, wacana pembentukan cadangan kripto nasional AS masih menuai perdebatan. Meski mantan Presiden Donald Trump mendukung gagasan tersebut, dukungan di Kongres belum solid. Data Polymarket menunjukkan peluang AS memiliki cadangan Bitcoin sebelum 2027 baru sekitar 27%.
Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menurun
Dari sisi makroekonomi, peluang pemangkasan suku bunga pada rapat Federal Reserve Januari 2026 terus menyusut. Data CME FedWatch menunjukkan kemungkinan pemangkasan 25 basis poin hanya 13,3%, sementara peluang suku bunga tetap berada di level saat ini mencapai 86%.
Penurunan ekspektasi ini dipicu oleh data PDB kuartal III AS yang lebih baik dari perkiraan serta serangkaian pemangkasan suku bunga sepanjang 2025. Pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams, juga mengisyaratkan sikap lebih berhati-hati memasuki 2026.
Kondisi ini berpotensi menekan pasar kripto, mengingat reli harga sebelumnya banyak didorong oleh kebijakan pelonggaran moneter. Ketika likuiditas kembali mengetat, investor diperkirakan akan menyesuaikan strategi perdagangan mereka.
Kesimpulan
Dengan ancaman shutdown pemerintah AS, keputusan penting terkait regulasi kripto, dan arah kebijakan suku bunga The Fed, Januari 2026 menjadi bulan penuh risiko dan peluang bagi pasar kripto. Ketiga peristiwa ini berpotensi memicu volatilitas tinggi sekaligus menentukan arah pasar dalam beberapa bulan ke depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pasar kripto kategori Storage Tokens menunjukkan performa positif. Berdasarkan data terbaru, total kapitalisasi pasar aset kripto penyimpanan digital tercatat mencapai $2.58 miliar, naik 6.74% dalam 24 jam terakhir.
Sejumlah altcoin di sektor ini mencatat lonjakan harga dan volume perdagangan yang signifikan. Berikut 3 top altcoin storage tokens berdasarkan kapitalisasi pasar dikutip CoinMarketCap.
1. Impossible Cloud Network (ICNT) Pimpin Pasar
Impossible Cloud Network (ICNT) menempati posisi teratas sebagai storage token dengan kapitalisasi pasar terbesar saat ini. Harga ICNT tercatat di level $0.4919, naik 14.37% dalam 24 jam dan 11.06% dalam 7 hari terakhir.
Kapitalisasi pasar ICNT mencapai $82.27 juta dengan volume transaksi harian sebesar $12.22 juta. Total suplai beredar berada di angka 167.22 juta ICNT, menjadikan aset ini salah satu yang paling likuid di sektor penyimpanan terdesentralisasi.
2. Storj (STORJ) Tancap Gas dengan Volume Fantastis
Pergerakan harga Stroj (STORJ/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Storj (STORJ) berada di posisi kedua dengan kapitalisasi pasar sebesar $71.07 juta. Harga STORJ saat ini berada di level $0.1680, melonjak 46.31% dalam 24 jam dan 40.81% dalam 7 hari.
Menariknya, STORJ mencatat volume perdagangan harian yang sangat tinggi mencapai $123.77 juta, jauh melampaui storage token lain. Jumlah suplai beredar STORJ tercatat 422.97 juta token, menandakan minat pasar yang kuat terhadap aset ini.
3. IAGON (IAG) Masuk Jajaran Atas
IAGON (IAG) melengkapi daftar 3 besar storage token dengan kapitalisasi pasar sebesar $26.25 juta. Harga IAG berada di level $0.06982, naik 10.90% dalam 24 jam dan 8.39% dalam 7 hari terakhir.
Volume perdagangan 24 jam IAG tercatat $439 ribu dengan suplai beredar mencapai 376.02 juta IAG. Meski volumenya lebih kecil dibanding ICNT dan STORJ, performa harga IAG tetap menunjukkan tren positif.
Kesimpulan Sektor Storage Tokens kembali menjadi sorotan seiring meningkatnya kebutuhan penyimpanan data terdesentralisasi. ICNT, STORJ, dan IAG saat ini menjadi 3 altcoin unggulan berdasarkan kapitalisasi pasar, dengan pergerakan harga dan volume yang mencerminkan tingginya minat investor dalam jangka pendek.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pergerakan harga Solana (SOL) kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto. Setelah mencatat kenaikan signifikan pada akhir musim panas, aset kripto ini justru mengalami tren penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir. Sejumlah analis bahkan memperingatkan potensi kejatuhan lanjutan hingga ke bawah level USD 70 dalam waktu dekat.
Analis kripto Ali Martinez menilai struktur pergerakan harga Solana sejak Maret 2024 hingga saat ini membentuk pola teknikal “head and shoulders”, yang dikenal sebagai sinyal bearish klasik. Pola tersebut terlihat dengan puncak tertinggi (head) yang terbentuk pada akhir tahun lalu, saat harga SOL menyentuh USD 240.
Berdasarkan pola ini, Martinez memprediksi harga Solana berpotensi turun hingga USD 66,20. Jika skenario tersebut terjadi, SOL akan mengalami koreksi sekitar 50% dari harga saat ini yang berada di kisaran USD 132.
Pola head and shoulders terbentuk dari tiga puncak harga, yakni bahu kiri, kepala, dan bahu kanan. Jika harga menembus level support penting yang disebut neckline, trader biasanya menganggapnya sebagai sinyal kelanjutan tren penurunan.
Dilaporkan Crypto Potato, pandangan bearish tidak hanya datang dari Martinez. Analis lain yang dikenal dengan nama Crypto Tony memperkirakan adanya kenaikan kecil menuju area USD 134 sebelum harga kembali tertekan. Ia menyebut akan memanfaatkan kenaikan tersebut sebagai peluang untuk membuka posisi jual (short).
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tekanan terhadap SOL juga tercermin dari indikator teknikal Relative Strength Index (RSI). Saat ini, RSI Solana berada di kisaran 69, mendekati zona jenuh beli (overbought). Dalam analisis teknikal, RSI di atas 70 sering dianggap sebagai sinyal potensi pembalikan arah ke bawah, sementara di bawah 30 dianggap sebagai peluang beli.
Meski demikian, tidak semua analis sepakat dengan skenario kejatuhan tajam. Sejumlah pihak justru melihat peluang kebangkitan harga Solana. TraderSZ, analis kripto dengan hampir 700 ribu pengikut di platform X, memprediksi harga SOL berpotensi menembus level USD 160 dalam beberapa hari ke depan. Analis lain bernama James juga memasang target optimistis di kisaran USD 152.
Data Pergerakan Solana
Data exchange netflow turut menjadi dasar pandangan bullish tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, arus keluar SOL dari bursa kripto tercatat jauh lebih besar dibandingkan arus masuk. Kondisi ini mengindikasikan investor memindahkan aset ke dompet pribadi (self-custody), yang umumnya dianggap sebagai sinyal positif karena menurunkan tekanan jual jangka pendek. Sebaliknya, lonjakan dana masuk ke bursa biasanya dikaitkan dengan persiapan aksi jual besar-besaran.
Dengan sinyal teknikal yang saling bertolak belakang, pergerakan harga Solana ke depan diperkirakan akan tetap volatil. Pelaku pasar kini menantikan apakah SOL akan benar-benar terperosok lebih dalam, atau justru mampu bangkit dan mematahkan prediksi bearish yang beredar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga XRP masih kesulitan menguat meskipun minat investor institusional terus meningkat. Hingga perdagangan terbaru, XRP bergerak di kisaran US$1,84, melemah sekitar 14% sejak awal tahun dan turun lebih dari 17% dalam sebulan terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah tekanan pasar altcoin secara keseluruhan yang belum menunjukkan tanda pemulihan.
Padahal, dari sisi fundamental, XRP mencatat perkembangan positif. ETF spot XRP di Amerika Serikat kini telah menembus US$1 miliar aset kelolaan, menandakan adanya permintaan yang stabil dari investor institusi. Sejarah perdagangan XRP yang panjang serta kepastian regulasi dinilai membuat aset ini lebih mudah diterima oleh investor tradisional.
Permintaan ETF XRP dan Pasokan yang Menurun di Bursa
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Selain itu, data on-chain menunjukkan sinyal jangka panjang yang cukup kuat. Sekitar 750 juta XRP tercatat keluar dari bursa dalam beberapa pekan terakhir, menyisakan sekitar 1,5 miliar XRP di platform perdagangan. Jika tren ini berlanjut, analis memperkirakan potensi kelangkaan pasokan (supply squeeze) bisa terjadi pada awal 2026, terutama bila arus dana institusional terus meningkat.
Meski demikian, analis menilai kondisi pasar saat ini belum mendukung kenaikan harga yang berkelanjutan. Analis riset senior Nansen, Jake Kennis, memprediksi harga XRP akan bergerak sideways dalam jangka pendek. Menurutnya, altcoin cenderung sulit menguat sebelum Bitcoin stabil atau membentuk dasar harga yang jelas. Ia memperkirakan kondisi pasar yang lebih kondusif baru akan muncul pada paruh kedua 2026, seiring membaiknya sentimen investor dan faktor makroekonomi.
Dilaporkan Coinpedia, Kennis menegaskan bahwa pergerakan besar XRP ke depan akan sangat bergantung pada katalis nyata, seperti pertumbuhan ETF, adopsi XRP dalam sistem pembayaran dunia nyata, serta peningkatan partisipasi institusi, bukan sekadar dorongan spekulatif jangka pendek.
Level Harga Ripple yang Perlu Dipantau
Dari sisi teknikal, analis Ali Charts menyebut XRP saat ini sedang berkonsolidasi dalam pola segitiga, yang biasanya diikuti oleh pergerakan tajam. Ia memperkirakan potensi pergerakan harga sekitar 10% setelah terjadi breakout atau breakdown.
Level teknikal penting juga menjadi sorotan. Area US$1,80 dinilai sebagai support krusial. Jika harga menembus ke bawah level ini, XRP berpotensi turun hingga US$1,37. Sementara itu, peluang pembalikan arah ke atas masih memerlukan peningkatan volume transaksi dan sinyal teknikal bullish yang hingga kini belum terlihat.
Untuk proyeksi harga, pandangan analis masih beragam. Skenario konservatif memperkirakan XRP bertahan di kisaran US$1,80–US$1,90 jika tidak ada katalis besar dalam waktu dekat. Namun, proyeksi yang lebih optimistis menempatkan XRP di rentang US$3 hingga US$4 atau lebih pada paruh kedua 2026, dengan catatan arus ETF terus tumbuh, regulasi tetap mendukung, dan pasar kripto global kembali pulih.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas yang relatif terbatas.
Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin berada di level $87.701,00 per BTC, mencatatkan kenaikan tipis +0,26% dalam 24 jam terakhir.
Meski bergerak positif secara harian, tekanan dari tren jangka menengah masih membatasi ruang kenaikan BTC.
Bitcoin saat ini tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar sekitar $1.751 triliun, menempatkannya di peringkat pertama aset kripto global.
Namun, volume perdagangan 24 jam tercatat menurun ke kisaran $13,77–13,80 miliar, mengindikasikan berkurangnya agresivitas pelaku pasar.
Dalam 24 jam terakhir, BTC diperdagangkan pada rentang terendah $87.294,83 dan tertinggi $87.888,30.
Rentang yang sempit ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung menunggu arah, dengan pembeli dan penjual berada dalam posisi seimbang.
Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat -0,05%, menandakan tekanan jual ringan.
Sementara itu, secara mingguan, harga BTC masih turun -0,38% dalam 7 hari terakhir, memperkuat indikasi bahwa pasar masih belum menemukan momentum bullish yang kuat.
Tekanan Terlihat di Timeframe Lebih Panjang
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Jika ditinjau dari perspektif jangka menengah, performa Bitcoin sebenarnya masih berada di bawah tekanan.
Dalam 30 hari terakhir, harga BTC terkoreksi 3,81%, sementara dalam 60 hari, penurunan mencapai 22,09%. Bahkan dalam 90 hari terakhir, BTC masih melemah 21,57%.
Koreksi ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase penyesuaian setelah sebelumnya mengalami lonjakan besar dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.
Sentimen pasar saat ini cenderung berhati-hati, terutama di tengah ketidakpastian global dan minimnya katalis besar dalam jangka pendek.
Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar
Bitcoin tercatat pernah mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level $126.198,07. Dengan harga saat ini di kisaran $87.700, BTC masih berada sekitar 30% di bawah ATH.
Jarak ini menunjukkan bahwa potensi pemulihan masih terbuka, namun membutuhkan dorongan volume dan sentimen yang lebih kuat.
Area $87.000–$88.000 kini menjadi zona psikologis penting. Selama Bitcoin mampu bertahan di atas level ini, peluang konsolidasi lanjutan tetap terbuka, meski risiko penurunan tetap perlu diantisipasi.
Fundamental Bitcoin Tetap Solid
Dari sisi fundamental, struktur suplai Bitcoin tetap menjadi salah satu yang terkuat di pasar kripto.
Jumlah pasokan beredar saat ini mencapai 19,97 juta BTC, setara dengan 95,09% dari total suplai maksimum 21 juta BTC. Kelangkaan suplai inilah yang terus menjadi fondasi utama nilai jangka panjang Bitcoin.
Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Bitcoin saat ini berada di kisaran $1.841,53 triliun, mencerminkan valuasi maksimal jika seluruh BTC telah beredar.
Faktor kelangkaan ini membuat Bitcoin masih dipandang sebagai lindung nilai digital oleh sebagian investor.
Sentimen Pasar dan Prospek Bitcoin
Volume perdagangan yang menurun menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar memilih untuk menunggu konfirmasi arah sebelum masuk lebih agresif.
Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan masih akan bergerak sideways dengan volatilitas terbatas.
Namun, secara historis, fase konsolidasi seperti ini sering kali menjadi fondasi sebelum pergerakan besar berikutnya.
Arah selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makro global, pergerakan pasar keuangan tradisional, serta dinamika likuiditas di pasar kripto.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi di area $87.700, dengan kenaikan harian yang terbatas dan tekanan dari tren jangka menengah.
Meski volume melemah dan momentum belum kuat, fundamental Bitcoin tetap solid dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimum.
Bagi investor dan trader, kondisi ini menuntut kehati-hatian dan disiplin manajemen risiko, sembari terus memantau potensi katalis yang dapat menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pi Network (PI) mencatatkan pergerakan positif dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan 0,55% ke level $0,205, sedikit mengungguli kinerja pasar kripto secara keseluruhan yang naik sekitar 0,53%.
Meski kenaikannya tergolong tipis, pergerakan ini dinilai penting karena menunjukkan ketahanan teknikal PI di atas level psikologis $0,20, di tengah sentimen pasar yang masih berhati-hati.
Kenaikan harga PI terjadi saat indeks Fear & Greed masih berada di zona fear (29/100), mencerminkan bahwa pelaku pasar belum sepenuhnya percaya diri untuk mengambil risiko besar.
Namun, altcoin tertentu seperti PI tetap mendapat aliran beli terbatas, seiring adanya ekspektasi jangka panjang terhadap pengembangan ekosistemnya.
Sejalan dengan Pasar Kripto, Likuiditas Masih Tipis
Dari sisi pergerakan makro, harga PI cenderung selaras dengan arah pasar kripto global.
Penurunan tipis dominasi Bitcoin ke sekitar 58,95% memberi ruang bagi altcoin untuk bergerak naik, meski masih dalam skala terbatas.
Namun demikian, rasio perputaran (turnover) PI yang hanya sekitar 0,443% menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih relatif tipis.
Dalam kondisi seperti ini, tekanan beli kecil saja sudah cukup untuk mendorong harga naik, tetapi di sisi lain juga membuat PI rentan terhadap volatilitas jika muncul tekanan jual mendadak.
Bagi investor, kondisi ini menandakan bahwa kenaikan harga saat ini lebih bersifat relief rally ketimbang sinyal pembalikan tren yang kuat.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Support $0,20 Bertahan Meski Ada Unlock Token
Salah satu sorotan utama dari pergerakan PI adalah keberhasilannya mempertahankan support kuat di level $0,20, meskipun terjadi unlock sekitar 8,7 juta token pada 25 Desember.
Sejak Oktober, area $0,20 telah berulang kali diuji dan sejauh ini masih mampu bertahan.
Ketahanan ini dinilai sebagai sinyal positif dari sisi teknikal. Minimnya tekanan jual pasca-unlock menunjukkan bahwa sebagian besar pemegang PI cenderung memilih menahan aset mereka, alih-alih melakukan aksi jual panik.
Hal ini diduga berkaitan dengan basis pengguna Pi Network yang besar, termasuk jutaan pengguna yang telah melalui proses KYC.
Secara teknikal, penutupan harian di bawah $0,20 berpotensi membuka ruang koreksi lanjutan menuju area $0,186.
Sebaliknya, jika PI mampu kembali merebut area $0,23, maka peluang momentum bullish jangka pendek akan terbuka lebih lebar.
Harapan dari Kemitraan Web3 Gaming
Dari sisi fundamental, sentimen terhadap PI masih ditopang oleh narasi jangka panjang, khususnya terkait kemitraan Pi Network dengan CiDi Games yang diumumkan sebelumnya.
Kolaborasi ini bertujuan mengintegrasikan PI ke dalam ekosistem Web3 gaming dan ekonomi mikro berbasis blockchain, dengan fase pengujian direncanakan berlangsung pada kuartal pertama 2026.
Meski belum memberikan dampak utilitas langsung terhadap permintaan PI saat ini, kemitraan tersebut terus menjadi bahan optimisme komunitas.
Banyak pihak melihat langkah ini sebagai upaya Pi Network untuk menggeser fokus dari spekulasi harga menuju penggunaan nyata di dalam ekosistem digital.
Namun, tantangan tetap ada. Dengan sekitar 72% pasokan PI masih terkunci, potensi unlock token di masa depan dapat menjadi faktor penekan harga jika pertumbuhan permintaan tidak berjalan seimbang.
Kenaikan 0,55% harga Pi Network dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi antara stabilitas pasar kripto, ketahanan teknikal di level $0,20, dan optimisme jangka panjang terhadap pengembangan ekosistem.
Meski demikian, likuiditas yang tipis dan risiko unlock token membuat pergerakan PI masih rentan terhadap volatilitas.
Fokus utama pasar kini tertuju pada kemampuan PI bertahan di atas $0,20 hingga akhir periode unlock Desember.
Jika level ini tetap terjaga, peluang konsolidasi sehat terbuka. Namun jika ditembus, tekanan koreksi jangka pendek perlu diantisipasi oleh investor.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Ethereum (ETH) hari ini mencatatkan pergerakan positif meski masih terbatas.
Berdasarkan data terbaru, harga Ethereum berada di level $2.941,45 per ETH, naik sekitar 0,44% dalam 24 jam terakhir.
Kenaikan tipis ini mencerminkan upaya ETH bertahan di zona psikologis $2.900 di tengah tekanan tren jangka menengah yang masih dominan.
Sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia, Ethereum saat ini memiliki kapitalisasi pasar sekitar $354,78–355,02 miliar, mempertahankan posisinya di peringkat kedua aset kripto global.
Namun, volume perdagangan 24 jam tercatat hanya $7,40 miliar, menurun signifikan dibandingkan periode sebelumnya dan mengindikasikan melemahnya minat transaksi jangka pendek.
Pergerakan Harga ETH: Naik Tipis, Volatilitas Terbatas
Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak dalam rentang terendah $2.917,27 hingga tertinggi $2.957,30.
Rentang yang relatif sempit ini menunjukkan bahwa Ethereum sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana tekanan beli dan jual masih seimbang.
Secara intraday, perubahan harga 1 jam terakhir tercatat -0,08%, mengindikasikan adanya tekanan jual ringan setelah kenaikan harian.
Sementara itu, dalam 7 hari terakhir, harga ETH justru masih turun 1,21%, menandakan bahwa momentum jangka pendek belum sepenuhnya pulih.
Tekanan Masih Kuat di Timeframe Menengah
Jika ditinjau dalam periode yang lebih panjang, Ethereum masih menghadapi tekanan yang cukup signifikan.
Dalam 30 hari terakhir, harga ETH terkoreksi 2,56%, sementara dalam 60 hari, penurunan mencapai 26,79%. Bahkan dalam 90 hari, ETH masih tercatat melemah 28,66%.
Koreksi ini menegaskan bahwa kenaikan tipis harian belum cukup untuk mengubah struktur tren menengah Ethereum.
Banyak pelaku pasar masih bersikap hati-hati, menunggu konfirmasi yang lebih kuat sebelum kembali masuk secara agresif.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 28 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Jarak dari Rekor Tertinggi Masih Lebar
Ethereum sebelumnya mencetak rekor tertinggi (all-time high) di level $4.953,73. Dengan harga saat ini di kisaran $2.940-an, ETH masih berada lebih dari 40% di bawah ATH.
Jarak yang cukup lebar ini membuka potensi pemulihan jangka panjang, namun juga menegaskan bahwa fase pemulihan penuh belum terjadi.
Area $2.900–$3.000 kini menjadi zona krusial. Jika ETH mampu bertahan stabil di atas area ini, peluang konsolidasi sehat terbuka.
Sebaliknya, pelemahan di bawah $2.900 berpotensi memicu tekanan lanjutan.
Fundamental Ethereum Tetap Kokoh
Terlepas dari tekanan harga, fundamental Ethereum tetap kuat.
Dengan jumlah pasokan beredar sekitar 120,69 juta ETH, Ethereum tidak memiliki batas maksimum suplai seperti Bitcoin.
Namun, mekanisme burning biaya transaksi membantu menahan laju inflasi suplai dalam jangka panjang.
Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) Ethereum saat ini setara dengan market cap, yakni sekitar $354,78 miliar, menunjukkan bahwa valuasi pasar telah sepenuhnya mencerminkan suplai yang beredar.
Sebagai tulang punggung ekosistem DeFi, NFT, dan Web3, Ethereum masih menjadi platform utama bagi berbagai inovasi blockchain, yang secara fundamental menopang nilai jangka panjang ETH.
Sentimen Pasar dan Prospek ETH
Volume perdagangan yang relatif rendah mengindikasikan bahwa pasar masih menunggu katalis baru, baik dari sisi makro ekonomi maupun perkembangan internal Ethereum.
Dalam jangka pendek, ETH diperkirakan akan melanjutkan pergerakan sideways dengan volatilitas terbatas.
Namun secara historis, fase konsolidasi seperti ini sering kali menjadi fondasi sebelum pergerakan harga yang lebih besar.
Arah selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar kripto secara keseluruhan dan pergerakan Bitcoin sebagai pemimpin pasar.
Harga ETH hari ini menunjukkan kenaikan tipis ke level $2.941, namun masih berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan tren menengah yang belum sepenuhnya mereda.
Meski volume perdagangan melemah dan jarak dari rekor tertinggi masih lebar, fundamental Ethereum tetap solid sebagai aset kripto terbesar kedua di dunia.
Bagi investor, kondisi ini menuntut kehati-hatian dan strategi jangka panjang, sembari terus memantau level kunci di area $2.900 sebagai penentu arah pergerakan Ethereum selanjutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.