Author: 18

  • Harga Pi Network Naik Tipis di Tengah Pasar Lesu, Sinyal Awal Rebound?

    Pergerakan harga Pi Network (PI) menunjukkan ketahanan relatif di tengah tekanan pasar kripto.

    Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat Pi naik sekitar 0,80% ke level US$0,194, sementara pasar kripto secara keseluruhan justru turun sekitar 1,22%.

    Kenaikan ini menarik perhatian karena terjadi saat aset utama seperti Bitcoin (BTC) mengalami pelemahan.

    Namun, di balik pergerakan positif ini, muncul pertanyaan penting: apakah ini tanda awal pemulihan atau sekadar efek narasi komunitas?

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 5,98%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

    Pergerakan Melawan Arus Pasar

    Dalam kondisi pasar yang cenderung risk-off, altcoin biasanya ikut tertekan. Namun, Pi justru mampu bergerak berlawanan arah, meskipun kenaikannya relatif kecil.

    Fenomena ini mengindikasikan adanya dukungan spesifik terhadap PI yang tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi pasar global.

    Namun, pergerakan ini belum tentu mencerminkan kekuatan fundamental, melainkan bisa jadi dipengaruhi oleh faktor lain di luar data teknis dan ekonomi.

    Narasi Komunitas Jadi Penopang Utama

    Salah satu faktor utama yang mendorong ketahanan harga Pi adalah narasi yang berkembang di komunitas.

    Dalam beberapa waktu terakhir, media sosial dipenuhi dengan pembahasan mengenai visi jangka panjang Pi sebagai “mata uang dasar” (base currency) dalam ekosistem digital.

    Selain itu, beberapa narasi lain yang turut beredar meliputi:

    • Pengembangan dApps dalam ekosistem Pi
    • Proses migrasi jaringan yang berkelanjutan
    • Potensi adopsi di masa depan

    Narasi-narasi ini menciptakan sentimen positif yang mampu menahan tekanan jual, meskipun tidak didukung oleh katalis berita besar dalam jangka pendek.

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Volume Rendah Jadi Sinyal Peringatan

    Meski harga naik, ada satu indikator penting yang perlu diperhatikan: volume perdagangan.

    Dalam 24 jam terakhir, volume PI justru turun hampir 40% ke sekitar US$22,1 juta. Ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak didukung oleh partisipasi pasar yang kuat.

    Kondisi ini biasanya menandakan minat beli yang terbatas, kurangnya konfirmasi tren, dan risiko koreksi yang lebih tinggi

    Tanpa lonjakan volume, pergerakan harga cenderung rapuh dan mudah berbalik arah.

    Tidak Ada Katalis Fundamental Baru

    Selain narasi komunitas, tidak ditemukan faktor fundamental baru yang signifikan dalam periode ini, seperti:

    • Listing di bursa besar
    • Kemitraan strategis
    • Pembaruan teknologi utama

    Absennya katalis ini memperkuat asumsi bahwa pergerakan harga saat ini lebih bersifat spekulatif dan berbasis sentimen.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, ada beberapa level penting yang menjadi fokus trader:

    • Support utama: US$0,19
    • Support lanjutan: US$0,185
    • Resistance terdekat: US$0,20 – US$0,205

    Jika Pi mampu bertahan di atas US$0,19, peluang untuk menguji resistance di area US$0,20 masih terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan level ini dapat memicu penurunan ke kisaran US$0,18.

    Breakout yang lebih meyakinkan baru akan terlihat jika harga mampu menembus US$0,205 dengan dukungan volume tinggi.

    Outlook Jangka Pendek: Netral dengan Bias Bullish Ringan

    Melihat kondisi saat ini, Pi berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan netral hingga sedikit bullish.

    Artinya, meskipun ada potensi kenaikan, tren tersebut masih rentan dan sangat bergantung pada peningkatan volume perdagangan, perubahan sentimen pasar, hingga munculnya katalis fundamental baru.

    Ketergantungan pada Sentimen dan Pasar

    Sebagai altcoin dengan karakteristik unik, Pi sangat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni sentimen komunitas dan arah pasar kripto secara umum.

    Jika Bitcoin kembali melemah, tekanan terhadap Pi kemungkinan akan meningkat. Sebaliknya, jika pasar membaik dan volume meningkat, Pi berpotensi melanjutkan kenaikan.

    Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

    Kenaikan tipis harga Pi Network di tengah pasar yang melemah menunjukkan adanya ketahanan berbasis narasi komunitas. Namun, tanpa dukungan volume dan katalis fundamental, pergerakan ini masih tergolong rapuh.

    Bagi investor, fase ini menjadi momen untuk bersikap hati-hati. Level support di US$0,19 menjadi kunci dalam menjaga momentum, sementara breakout di atas US$0,205 dapat membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

    Ke depan, pasar akan menunggu satu hal penting: apakah Pi mampu mengubah narasi menjadi aksi nyata yang dapat mendukung tren jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kamino Bahas RWA, Harga Masih Minim Fundamental?

    Proyek DeFi Kamino dijadwalkan tampil dalam diskusi live bertajuk “23.5 Degrees” pada 17 Maret bersama sejumlah pelaku industri, termasuk Solstice, phtEvenstrong, dan ProofOfTravis.

    Event ini mengangkat sejumlah tema populer di industri kripto saat ini, seperti stablecoin yield, fixed income, leveraged lending, hingga real-world assets (RWA) dalam satu ekosistem blockchain.

    Namun, meski topiknya relevan dengan tren pasar, belum ada indikasi adanya peluncuran produk baru, listing token, atau perubahan tokenomics yang diumumkan bersamaan dengan event tersebut.

    Baca Juga: Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

    Fokus pada Narasi, Bukan Produk

    Materi promosi “23.5 Degrees” menekankan pada diskusi strategis dan pertukaran ide seputar masa depan DeFi, khususnya dalam menggabungkan berbagai instrumen keuangan dalam satu chain.

    Menurut laporan Coinmarketcal, beberapa topik utama yang diangkat meliputi optimalisasi yield dari stablecoin, integrasi fixed income di DeFi, strategi leveraged lending, dan potensi return dari aset dunia nyata (RWA).

    Tema-tema ini memang sedang menjadi perhatian pasar, terutama dengan meningkatnya minat terhadap RWA sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan blockchain.

    Namun, tanpa adanya implementasi nyata atau pengumuman konkret, event ini lebih bersifat edukatif dan naratif.

    Bukan Katalis Fundamental

    Dalam konteks pasar kripto, tidak semua event memiliki dampak langsung terhadap harga atau valuasi token.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa event ini termasuk kategori dengan dampak paling lemah dibandingkan event lain dalam periode yang sama.

    “Untuk KMNO, ini event yang paling lemah di batch ini karena lebih dekat ke promosi narasi dan thought-leadership daripada katalis fundamental nyata. Masih bisa memicu perhatian spekulatif ringan kalau tema RWA dan yield lagi panas, tapi tanpa produk atau angka penggunaan yang jelas, dampaknya kemungkinan pendek dan cepat pudar,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa pasar cenderung membutuhkan data konkret, seperti peluncuran fitur baru atau peningkatan aktivitas pengguna untuk memberikan respons yang lebih signifikan.

    Potensi Efek Jangka Pendek

    Meski tidak memiliki katalis fundamental, event seperti ini tetap berpotensi memicu pergerakan jangka pendek, terutama jika sentimen pasar sedang mendukung.

    Beberapa kemungkinan dampak yang akan terjadi antara lain:

    • Kenaikan minat spekulatif: Trader bisa memanfaatkan momentum narasi
    • Peningkatan visibilitas proyek: Kamino mendapat eksposur lebih luas
    • Volatilitas ringan: Pergerakan harga tanpa dukungan fundamental kuat

    Namun, efek ini biasanya tidak bertahan lama jika tidak diikuti oleh perkembangan nyata.

    Tren RWA dan Yield Masih Jadi Magnet

    Salah satu alasan event ini tetap relevan adalah karena topik yang diangkat sedang menjadi tren utama di industri kripto.

    RWA, misalnya, dianggap sebagai salah satu sektor dengan potensi pertumbuhan besar karena menghubungkan aset dunia nyata dengan blockchain, menawarkan sumber yield yang lebih stabil, dan menarik minat investor institusional.

    Begitu juga dengan strategi yield dan fixed income di DeFi, yang semakin diminati di tengah volatilitas pasar. Namun, pasar kini semakin selektif sehingga narasi saja tidak cukup tanpa bukti implementasi.

    Tantangan untuk Kamino

    Bagi Kamino, tantangan utama adalah mengubah narasi menjadi produk nyata yang dapat digunakan dan diukur.

    Beberapa indikator yang akan menjadi perhatian ke depan diantaranya adalah total value locked (TVL), aktivitas pengguna, volume transaksi, dan integrasi dengan protokol lain.

    Tanpa peningkatan pada metrik ini, sulit bagi proyek untuk mempertahankan perhatian pasar dalam jangka panjang.

    Baca Juga: Rekor Baru! Dana Tokenisasi Tembus $17 Miliar, RWA Jadi Perhatian

    Partisipasi Kamino dalam diskusi “23.5 Degrees” menunjukkan upaya untuk tetap relevan dalam narasi besar DeFi, khususnya di sektor yield dan RWA.

    Namun, tanpa pengumuman konkret, dampaknya terhadap harga token KMNO diperkirakan terbatas. Kemungkinan, outlook jangka pendeknya akan netral dengan potensi spekulasi ringan.

    Bagi investor, event ini lebih cocok dilihat sebagai indikator arah pemikiran proyek, bukan sebagai pemicu perubahan fundamental.

    Ke depan, pasar akan menunggu langkah nyata dari Kamino, karena dalam dunia kripto, eksekusi tetap menjadi faktor penentu utama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $69.198, Tekanan Kembali

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan tekanan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Minggu (21/3), Bitcoin turun sekitar 2,17% dan diperdagangkan di level $69.198,10.

    Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, setelah sebelumnya BTC gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis $70.000.

    Dengan kapitalisasi pasar yang kini berada di kisaran $1,38 triliun, Bitcoin masih menjadi aset kripto terbesar, namun tekanan jual mulai kembali mendominasi.

    Baca Juga: Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

    Pergerakan Harga: Gagal Bertahan di Atas $70.000

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga tertinggi $71.051,27 dan harga terendah $68.265,83.

    Kegagalan mempertahankan harga di atas $70.000 menjadi sinyal bahwa resistance di area tersebut masih cukup kuat.

    Setelah sempat menyentuh level tertinggi harian, BTC mengalami penolakan (rejection) yang mendorong harga turun ke bawah.

    Penurunan ini juga diiringi oleh melemahnya volume perdagangan yang hanya mencapai sekitar $25,99 miliar, menunjukkan minat beli yang belum cukup kuat untuk menahan tekanan jual.

    Tren Historis: Tekanan Masih Dominan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari data historis, pergerakan Bitcoin masih berada dalam tekanan dalam jangka menengah:

    • 30 hari: naik 1,98%
    • 60 hari: turun 23,06%
    • 90 hari: turun 22,21%

    Meski dalam 30 hari terakhir masih mencatat kenaikan tipis, tren penurunan dalam 60 dan 90 hari terakhir menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya pulih dari koreksi sebelumnya.

    Dalam 7 hari terakhir, Bitcoin juga turun 3,28%, mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih berlangsung dalam jangka pendek.

    Faktor Penyebab Penurunan

    Beberapa faktor yang mendorong pelemahan harga Bitcoin hari ini antara lain:

    1. Resistance Kuat di $70.000

    Level $70.000 kembali menjadi batas psikologis yang sulit ditembus, memicu aksi ambil untung (profit-taking) dari trader.

    2. Sentimen Pasar Melemah

    Kondisi pasar kripto secara umum masih dalam fase hati-hati, dengan investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

    3. Volume yang Menurun

    Turunnya volume perdagangan menunjukkan kurangnya dorongan beli yang signifikan, sehingga harga lebih mudah tertekan.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi perhatian:

    • Support utama: $68.200
    • Support lanjutan: $67.000
    • Resistance terdekat: $70.000 – $71.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $68.200, peluang untuk kembali menguji resistance masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, potensi penurunan ke area $67.000 menjadi lebih besar.

    Sebaliknya, breakout di atas $71.000 dapat menjadi sinyal awal pembalikan tren ke arah bullish.

    Saat ini, Bitcoin masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun BTC tetap dominan, perjalanan menuju level tersebut masih membutuhkan waktu dan katalis yang kuat.

    Dominasi Pasar Tetap Tinggi

    Bitcoin masih mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%. Dominasi ini menunjukkan bahwa pergerakan BTC masih menjadi acuan utama bagi aset kripto lainnya.

    Ketika Bitcoin melemah, altcoin biasanya akan mengalami tekanan yang lebih besar, terutama dalam kondisi pasar yang sensitif terhadap sentimen.

    Outlook Jangka Pendek: Bearish Ringan

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish ringan, sehingga diperkirakan akan bearish ringan.

    Pasar masih membutuhkan katalis positif untuk mendorong pemulihan yang lebih kuat, seperti peningkatan volume atau perubahan sentimen makro.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun Tipis $70.587, Menunggu Arah

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin kembali mengalami tekanan setelah gagal bertahan di atas level $70.000.

    Penurunan ke $69.198 mencerminkan lemahnya momentum bullish dalam jangka pendek.

    Dengan volume yang menurun dan resistance yang kuat di atas, pergerakan Bitcoin dalam waktu dekat kemungkinan masih akan dipengaruhi oleh sentimen pasar secara keseluruhan.

    Bagi investor, level support di sekitar $68.200 menjadi area krusial untuk dipantau. Jika mampu bertahan, peluang rebound tetap ada. Namun, jika tembus, pasar bisa memasuki fase koreksi lanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 5,98%, Likuiditas Tipis Perbesar Tekanan Jual

    Harga aset kripto Pi Network (PI) mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir, turun 5,98% ke kisaran US$0,189.

    Penurunan ini terjadi di tengah pelemahan pasar kripto secara keseluruhan, yang tercatat turun sekitar 1,82% pada periode yang sama.

    Koreksi PI yang lebih dalam dibandingkan pasar menunjukkan bahwa pergerakan token ini sangat sensitif terhadap perubahan sentimen, terutama karena faktor likuiditas yang relatif rendah.

    Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

    Pergerakan Mengikuti Pasar, Namun Dampaknya Lebih Besar

    Secara umum, Coinmarketcap mencatat penurunan harga PI selaras dengan pergerakan pasar yang sedang dalam mode risk-off.

    Ketika investor mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, altcoin dengan likuiditas tipis biasanya menjadi yang paling terdampak.

    Dalam kasus PI, rasio perputaran (turnover ratio) yang hanya berada di sekitar 0,0178 menunjukkan bahwa kedalaman order book masih terbatas.

    Akibatnya, tekanan jual yang relatif kecil dapat memicu pergerakan harga yang lebih tajam dibandingkan aset dengan likuiditas tinggi.

    Hal ini menjelaskan mengapa PI mencatat penurunan hampir 6%, sementara kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hanya turun kurang dari 2%.

    Tidak Ada Katalis Negatif Spesifik

    Berbeda dengan beberapa koreksi besar yang biasanya dipicu oleh berita negatif atau peristiwa tertentu, penurunan harga PI kali ini tidak disertai dengan katalis spesifik dari dalam proyek.

    Tidak ditemukan indikasi peretasan atau insiden keamanan, pembaruan tokenomics yang kontroversial, atau pembukaan kunci token besar (token unlock).

    Volume perdagangan bahkan justru turun sekitar 18,10% menjadi sekitar US$33 juta, yang menandakan bahwa tekanan jual tidak didorong oleh kepanikan massal, melainkan lebih oleh kurangnya minat beli.

    Kondisi ini memperkuat asumsi bahwa penurunan PI lebih bersifat beta-driven: mengikuti arah pasar, daripada dipicu faktor fundamental internal.

    Sentimen Pasar Masih Lemah

    Indikator sentimen seperti CMC Fear & Greed Index yang berada di level 29 (kategori fear) mencerminkan bahwa pelaku pasar masih berhati-hati.

    Dalam fase seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur pada altcoin berisiko tinggi, memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, dan menunggu konfirmasi tren sebelum masuk kembali.

    Bagi PI, kondisi ini menjadi tantangan karena token dengan likuiditas rendah biasanya membutuhkan sentimen positif yang kuat untuk dapat bangkit.

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 22 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

    Dari perspektif teknikal jangka pendek, terdapat beberapa level harga yang menjadi perhatian pasar:

    • Support terdekat: US$0,185
    • Support berikutnya: US$0,175
    • Resistance awal: US$0,195

    Jika harga PI mampu bertahan di atas US$0,185, skenario konsolidasi dalam kisaran sempit antara US$0,185–US$0,195 masih mungkin terjadi.

    Namun, jika level ini ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga mendekati US$0,175.

    Sebaliknya, pemulihan momentum baru dapat dipertimbangkan jika harga berhasil kembali menembus dan bertahan di atas US$0,195.

    Sensitivitas Tinggi terhadap Bitcoin

    Sebagai altcoin dengan basis pengguna yang besar namun likuiditas terbatas, pergerakan PI juga sangat bergantung pada arah Bitcoin (BTC).

    Jika BTC berhasil stabil atau kembali naik, sentimen pasar biasanya akan membaik dan memberikan ruang bagi altcoin untuk pulih.

    Namun, jika BTC melanjutkan tren turun, tekanan terhadap PI kemungkinan akan tetap tinggi.

    Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjut Turun?

    Dengan tidak adanya katalis positif dalam waktu dekat, arah harga PI dalam jangka pendek kemungkinan besar akan tetap dipengaruhi oleh kondisi pasar secara keseluruhan.

    Skenario yang paling mungkin:

    • Bullish ringan: Konsolidasi di atas US$0,185 dan perlahan naik
    • Bearish: Breakdown di bawah US$0,185 yang membuka jalan ke US$0,175

    Investor dan trader disarankan untuk memantau perubahan sentimen pasar, volume perdagangan, serta pergerakan Bitcoin sebagai indikator utama.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,29% Saat Bitcoin Melemah, Likuiditas Tipis?

    Penurunan hampir 6% pada harga Pi dalam 24 jam terakhir mencerminkan kombinasi antara sentimen pasar yang melemah dan struktur likuiditas yang masih tipis.

    Tanpa katalis fundamental yang jelas, PI saat ini bergerak lebih sebagai aset beta tinggi yang mengikuti arah pasar kripto secara umum.

    Selama likuiditas belum membaik dan sentimen masih berada di zona takut, volatilitas tinggi kemungkinan akan tetap menjadi karakter utama pergerakan harga PI dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank AS Gandeng Matter Labs untuk Deposito Tokenized

    Langkah besar menuju integrasi blockchain dalam sistem perbankan tradisional kembali terjadi. Cari Network memilih infrastruktur Prividium dari Matter Labs untuk membangun jaringan deposito tokenized bagi bank regional dan menengah di Amerika Serikat.

    Inisiatif ini menjadi salah satu contoh paling nyata bagaimana institusi keuangan mulai mengadopsi teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi operasional tanpa mengorbankan kepatuhan regulasi.

    Baca Juga: Kapitalisasi Tokenized US Treasurys Naik Lebih dari $1 Miliar, Ada Apa?

    Deposito Tokenized: Evolusi dari Stablecoin?

    Platform yang dikembangkan oleh Cari Network dirancang agar bank dapat menerbitkan dan mentransfer deposito dalam bentuk token secara real-time, bahkan selama 24 jam nonstop.

    Berbeda dengan stablecoin yang biasanya diterbitkan oleh entitas non-bank, deposito tokenized ini tetap tercatat sebagai liabilitas di neraca bank.

    Artinya, dana nasabah tetap berada dalam sistem perbankan tradisional, bukan berpindah ke luar sistem.

    Menurut laporan Cointelegraph, fitur utama dari sistem ini meliputi transfer dana instan 24/7, penyimpanan dana tetap di bank, dan lingkungan permissioned (tertutup dan terkontrol).

    Pendekatan ini memungkinkan bank mendapatkan manfaat efisiensi blockchain tanpa kehilangan kontrol atas dana nasabah.

    Lima Bank AS Sudah Terlibat

    Sebagai tahap awal, lima bank di Amerika Serikat telah bergabung dalam proses desain dan pengujian sistem ini.

    Keterlibatan langsung institusi keuangan menunjukkan bahwa teknologi ini bukan sekadar konsep, melainkan sudah memasuki fase implementasi.

    Partisipasi bank regional dan mid-sized juga menjadi sinyal penting, karena kelompok ini sering kali lebih fleksibel dalam mengadopsi inovasi dibandingkan bank besar.

    Strategi Bank: Lawan Dominasi Stablecoin

    Munculnya proyek ini tidak lepas dari meningkatnya tekanan terhadap sektor perbankan akibat popularitas stablecoin.

    Aset digital seperti USDT dan USDC memungkinkan transfer nilai secara cepat tanpa melalui sistem perbankan tradisional.

    Dengan membangun jaringan deposito tokenized sendiri, bank berupaya mempertahankan relevansi mereka dalam era digital.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai langkah ini sebagai bentuk adopsi nyata, bukan sekadar wacana regulasi.

    “Yang sedang terjadi di sini bukan debat aturan di atas kertas, tapi bank-bank mulai membangun rel onchain sendiri supaya tidak dikudeta issuer stablecoin dari luar sistem perbankan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa bank kini tidak hanya bereaksi terhadap perubahan, tetapi mulai membangun solusi mereka sendiri.

    Peran Prividium dan Matter Labs

    Teknologi Prividium dari Matter Labs menjadi fondasi utama dalam proyek ini.

    Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung sistem blockchain yang aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan institusi keuangan.

    Dengan pendekatan permissioned, hanya pihak tertentu yang dapat mengakses dan berpartisipasi dalam jaringan, sehingga lebih sesuai dengan standar kepatuhan perbankan.

    Dampak untuk Industri Keuangan

    Jika berhasil diimplementasikan secara luas, jaringan deposito tokenized ini berpotensi mengubah cara bank beroperasi. Beberapa dampak yang mungkin terjadi:

    1. Efisiensi Transaksi

    Transfer antar bank dapat dilakukan secara instan tanpa bergantung pada sistem lama seperti SWIFT.

    2. Kompetisi dengan Stablecoin

    Bank dapat menawarkan layanan serupa stablecoin, tetapi dengan dukungan regulasi dan kepercayaan institusi.

    3. Transformasi Infrastruktur

    Sistem pembayaran tradisional dapat beralih ke model berbasis blockchain secara bertahap.

    Tantangan yang Masih Ada

    Meski menjanjikan, proyek ini juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti integrasi dengan sistem legacy perbankan, standarisasi antar bank, hingga adopsi oleh nasabah.

    Selain itu, keberhasilan proyek ini juga bergantung pada seberapa cepat bank dapat mengedukasi pasar tentang manfaat deposito tokenized.

    Baca Juga: Mana yang Lebih Aman? Investasi Kripto atau Deposito?

    Kolaborasi antara Cari Network dan Matter Labs menjadi bukti bahwa adopsi blockchain oleh institusi keuangan semakin nyata.

    Dengan membangun jaringan deposito tokenized, bank berusaha tetap relevan di tengah disrupsi yang dibawa oleh stablecoin.

    Langkah ini menunjukkan bahwa masa depan keuangan kemungkinan besar akan menjadi hibrida—menggabungkan kekuatan sistem tradisional dengan efisiensi teknologi blockchain.

    Jika tren ini terus berlanjut, batas antara bank dan teknologi kripto akan semakin tipis, membuka era baru dalam sistem keuangan global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

    Bagi trader yang sering menggunakan futures untuk trading, fitur leverage menjadi daya tarik utama karena dengan leverage, trader bisa membuka posisi yang jauh lebih besar dibandingkan modal yang dimiliki.

    Melalui leverage ini, potensi trader dalam mendapatkan keuntungan jadi lebih besar seiring dengan posisi leverage yang diambil. Namun tentunya potensi keuntungan yang lebih besar ini berbanding lulus dengan risiko yang menanti.

    Sebelum kamu memutuskan untuk melakukan trading crypto futures, mari pahami terlebih dahulu mengenai peluang dan risiko menggunakan leverage lebih lengkap yuk!

    Apa Itu Leverage dalam Crypto Futures?

    Leverage adalah fasilitas yang memungkinkan trader untuk meminjam dana dari exchange agar bisa membuka posisi trading yang lebih besar dari modal awal yang kamu miliki.

    Bayangkan leverage seperti papan jungkat‑jungkit… modal awal yang kamu miliki berada di satu ujung, sementara total yang bisa kamu beli ada di seberangnya. Dengan menggeser leverage yang ada di tengah tersebut, kamu bisa menentukan seberapa besar daya beli yang bisa kamu dapat.

    Baca juga: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    Bagaimana Cara Kerja Leverage?

    Ketika menggunakan leverage, trader perlu memiliki modal awal (margin) sebagai jaminan untuk meminjam dana dari bursa sehingga bisa membuka posisi yang lebih besar daripada modal sebenarnya.

    Leverage, seperti 2x, 5x, atau 10x menjadi penentu berapa kali modal dikalikan untuk mendapatkan total akhir posisi yang akan dimiliki.

    Agar lebih mudah, coba bayangkan jika kamu hanya memiliki modal $100 untuk melakukan trading Bitcoin. Di pasar biasa (spot), kamu hanya bisa membeli Bitcoin senilai $100. Namun, di pasar futures, jika kamu menggunakan leverage 10x, bursa akan meminjamkan dana sehingga kamu bisa membuka posisi trading sebesar $1.000 atau 10x dari modal awal kamu tadi. 

    Jadi… $100 (modal awal) x 10x (leverage yang kamu pilih) = $1.000 (total modal setelah leverage)

    Keuntungan dan kerugian kemudian dihitung berdasarkan nilai posisi tersebut, bukan hanya dari modal awal.

    Misalnya:

    • Jika harga naik 5%, maka keuntungan = $1.000 × 5% = $50 (50% dari modal awal)
    • Jika turun 5%, maka kerugian = $1.000 × 5% = $50 (50% dari modal awal)
    • Jika turun 10%, maka kerugian = $1.000 × 10% = $100 dan modal awal habis → posisi tertutup otomatis.

    Baca juga: Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

    Peluang Menggunakan Leverage

    Berikut beberapa peluang yang bisa kamu dapatkan dari menggunakan leverage:

    • Peluang Profit Jangka Pendek: Cocok untuk scalping atau day trading, karena pergerakan kecil bisa menghasilkan return besar terhadap modal.
    • Memaksimalkan Potensi Profit: Dengan modal yang relatif kecil, trader bisa mendapatkan eksposur untung-rugi yang lebih besar saat trading.
    • Membuka Posisi Lebih dari Modal: Trader bisa membuka posisi lebih dari batas modal maksimal yang dimiliki.
    • Efisiensi Modal: Leverage memberi kesempatan bagi trader ritel dengan modal terbatas untuk mengakses strategi yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh institusi besar.
    • Diversifikasi Strategi: Karena bisa dengan margin kecil, trader bisa membuka beberapa posisi sekaligus.

    Risiko Menggunakan Leverage

    Berikut beberapa risiko yang wajib kamu tahu saat menggunakan leverage:

    • Potensi Kerugian: Sama seperti profit, kerugian juga akan dihitung berdasarkan total posisi. Bahkan pergerakan harga kecil bisa berdampak besar.
    • Risiko Likuidasi: Jika kerugian mencapai batas tertentu, posisi akan otomatis ditutup oleh sistem (likuidasi). Ini bisa membuat modal hilang karena menutupi kerugian dari leverage yang kamu ambil.
    • Membuat Pergerakan Semakin Volatil: Harga crypto yang sudah fluktuatif akan terasa lebih volatil ketika menggunakan leverage, terutama leverage tinggi karena persentase pergerakan kecil akan jadi besar karena leverage.
    • Butuh Manajemen Risiko: Stop loss, leverage rendah, dan diversifikasi wajib diterapkan untuk menghindari risiko kerugian yang lebih besar.

    Tips Menggunakan Leverage

    Agar leverage tidak menjadi bumerang, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:

    • Pastikan kamu paham dan cukup berpengalaman untuk menggunakan leverage saat trading
    • Gunakan leverage sesuai toleransi risiko
    • Hindari menggunakan leverage terlalu tinggi
    • Selalu gunakan stop loss dan strategi saat trading
    • Kelola ukuran posisi dengan sesuai dengan strategi dan profil risiko
    • Hindari trading berdasarkan emosi

    Kesimpulan

    Leverage dalam crypto futures menjadi alat yang bisa memperbesar peluang keuntungan, tetapi dalam waktu yang bersamaan juga dapat meningkatkan risiko kerugian.

    Oleh sebab itu penting untuk menerapkan disiplin dan strategi trading, sesuai dengan profil risiko yang kamu miliki. 

    Pastikan kamu selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan gunakan exchange resmi serta terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Korea dan Inggris Bersatu Masuk Dunia Kripto

    Hana Financial Group, salah satu konglomerasi keuangan terbesar di Korea Selatan, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Standard Chartered Group untuk mengembangkan bisnis aset digital. Kolaborasi ini menandai langkah serius kedua institusi dalam memperluas peran mereka di sektor keuangan berbasis teknologi.

    Kesepakatan ini dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) yang mencakup berbagai inisiatif di bidang digital asset, termasuk pengembangan stablecoin.

    Kolaborasi Perluas Ekspansi Global

    Dalam kerja sama ini, Hana Financial Group dan Standard Chartered berencana memanfaatkan keahlian serta jaringan global masing-masing untuk memperkuat posisi di sektor keuangan tradisional maupun digital. Kedua pihak juga akan mengeksplorasi berbagai peluang baru di industri aset digital.

    Dilaporkan The Block, Chairman Hana Financial Group, Ham Young-joo, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan peluang pertumbuhan baru melalui sinergi di sektor aset digital dan keuangan masa depan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini lebih cocok masuk adopsi karena yang ditekankan adalah validasi institusional dan ekspansi bisnis, bukan tekanan regulator.

    “Kalau kerja sama ini benar-benar berujung ke produk nyata, dampaknya bisa besar: ia memperkuat sinyal bahwa bank besar Asia tidak lagi cuma mengamati dari pinggir, tapi mulai aktif membangun jalur distribusi untuk stablecoin dan aset digital di level institusional,” ungkapnya.

    Baca juga: USDC Salip USDT, Perusahaan Mulai Tinggalkan Transfer Bank?

    Fokus pada Stablecoin dan Inovasi Digital

    Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan inisiatif terkait cryptocurrency, termasuk stablecoin. Langkah ini mencerminkan meningkatnya perhatian institusi keuangan besar terhadap potensi aset digital dalam sistem keuangan global.

    Baik Hana maupun Standard Chartered telah aktif mengembangkan layanan berbasis digital dalam beberapa tahun terakhir. Kolaborasi ini menjadi kelanjutan dari strategi mereka untuk memperluas inovasi di sektor tersebut.

    Rekam Jejak di Industri Aset Digital

    Hana Financial Group sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan BitGo pada 2023 untuk mengembangkan layanan kustodi kripto. Pada tahun berikutnya, Hana bersama BitGo dan SK Telecom mendirikan BitGo Korea, di mana Hana memiliki sekitar 25% kepemilikan.

    Sementara itu, Standard Chartered termasuk salah satu bank besar pertama yang meluncurkan layanan perdagangan spot Bitcoin dan Ethereum untuk klien institusional pada 2025. Bank ini juga telah menyediakan layanan kustodi aset digital di wilayah Eropa dan Asia.

    Kinerja Keuangan dan Potensi ke Depan

    Hana Financial Group mencatatkan kinerja keuangan yang kuat dengan laba bersih tahunan mencapai lebih dari 4 triliun won atau sekitar 2,67 miliar dolar AS pada 2025.

    Di sisi lain, Standard Chartered juga diperkirakan akan menjadi salah satu institusi pertama yang memperoleh lisensi penerbit stablecoin di Hong Kong, memperkuat posisinya dalam ekosistem aset digital global.

    Kerja sama ini menunjukkan semakin besarnya minat institusi keuangan tradisional dalam mengadopsi teknologi blockchain dan aset digital, serta potensi integrasi yang lebih luas antara sistem keuangan konvensional dan kripto di masa depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

    Harga Bitcoin saat ini tercatat berada di kisaran 70.000 dolar AS dan masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 30 hari. Data dari Binance menunjukkan adanya perubahan struktur tren yang cukup signifikan, tercermin dari perbedaan posisi antara moving average jangka pendek, menengah, dan panjang.

    Kondisi ini menandakan bahwa pasar sedang berada dalam fase transisi, di mana harga bergerak di antara area support jangka pendek dan resistance yang lebih kuat dari tren jangka panjang.

    Harga Bertahan di Atas MA 30 Hari

    Dilaporkan Crypto Quant, rata-rata pergerakan 30 hari (MA 30) berada di level sekitar 68.661 dolar AS, yang saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek. Fakta bahwa harga Bitcoin masih berada di atas level ini menunjukkan adanya dukungan beli yang cukup kuat di pasar.

    Dalam analisis teknikal, MA 30 sering digunakan untuk mengukur momentum jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, kondisi pasar umumnya masih menunjukkan kecenderungan positif, meskipun belum sepenuhnya memasuki fase bullish yang kuat.

    Tekanan dari MA Jangka Menengah dan Panjang

    Di sisi lain, Bitcoin masih berada di bawah MA 90 hari yang berada di sekitar 79.815 dolar AS, serta MA 200 hari di kisaran 93.892 dolar AS. Posisi ini menunjukkan bahwa tren jangka menengah hingga panjang masih menghadapi tekanan.

    Kondisi tersebut sering diartikan sebagai fase koreksi atau penyesuaian setelah kenaikan signifikan sebelumnya. Selama harga belum mampu menembus kedua level tersebut, pasar masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini sinyal yang lumayan sehat buat recovery bertahap karena support jangka pendek mulai terbentuk, tapi belum cukup buat bilang bull trend penuh sudah kembali.

    “Selama BTC belum bisa reclaim MA 90 hari dan apalagi MA 200 hari, pasar masih lebih cocok dibaca sebagai fase penyembuhan dan akumulasi daripada tren naik yang benar-benar aman,” jelasnya.

    Baca juga: Bukan Main! Metaplanet Kumpulkan Dana Raksasa demi Tambah Bitcoin

    Indikator Z-Score Tunjukkan Fase Konsolidasi

    Data tambahan menunjukkan bahwa Z-Score Bitcoin berada di sekitar -0,57, yang merupakan nilai negatif. Hal ini mengindikasikan bahwa harga saat ini berada di bawah rata-rata historis dalam model analisis tersebut.

    Nilai negatif pada Z-Score umumnya dikaitkan dengan kondisi pasar yang sedang dalam fase konsolidasi atau akumulasi. Dalam beberapa kasus, fase ini menjadi periode sebelum terjadinya pergerakan harga yang lebih besar.

    Pasar Masih Menunggu Konfirmasi Arah

    Pergerakan Bitcoin saat ini menunjukkan keseimbangan antara tekanan jangka pendek dan hambatan jangka panjang. Interaksi antara berbagai moving average menjadi indikator penting yang terus diperhatikan oleh pelaku pasar untuk menentukan arah tren selanjutnya.

    Selama harga tetap berada di atas MA 30 namun belum mampu menembus MA 90 dan MA 200, pasar diperkirakan masih akan bergerak dalam fase transisi sebelum menentukan arah yang lebih jelas ke depan.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto.com Gandeng Raksasa Korea, Bayar Pakai Kripto?

    Crypto.com resmi menjalin kemitraan dengan KG Inicis, salah satu penyedia gateway pembayaran terbesar di Korea Selatan, untuk menghadirkan opsi pembayaran kripto bagi wisatawan asing. Langkah ini membuka akses penggunaan aset digital secara langsung di berbagai merchant di Korea Selatan, baik secara offline maupun online.

    Kerja sama ini menargetkan wisatawan internasional yang selama ini menghadapi kendala dalam sistem pembayaran domestik Korea Selatan, terutama terkait verifikasi identitas.

    Kolaborasi dengan Jaringan Merchant Besar

    Dilaporkan Cointelegraph, KG Inicis dikenal sebagai salah satu pemain utama di sektor pembayaran Korea Selatan, dengan jaringan sekitar 190.000 merchant dan memproses ratusan juta transaksi setiap tahunnya. Perusahaan ini juga menguasai sekitar 40% pangsa pasar.

    Melalui integrasi ini, layanan Crypto.com Pay akan tersedia di seluruh jaringan merchant KG Inicis. Wisatawan asing nantinya dapat menggunakan aset kripto untuk membayar berbagai kebutuhan, sementara merchant dapat memilih menerima pembayaran dalam bentuk fiat atau aset digital secara instan.

    Langkah ini dinilai dapat memperluas adopsi kripto dalam penggunaan sehari-hari, khususnya di sektor pariwisata.

    Baca Juga: Crypto Lending: Perkembangan dan Dampaknya di Indonesia

    Dukungan Regulasi untuk Wisatawan Asing

    Kebijakan ini juga didukung oleh regulator Korea Selatan yang sebelumnya meluncurkan skema sandbox khusus untuk wisatawan. Financial Services Commission (FSC) mengizinkan penggunaan instrumen pembayaran elektronik prabayar bagi turis asing.

    Batas transaksi anonim untuk wisatawan juga ditingkatkan dari 500.000 won menjadi 1 juta won, guna memberikan fleksibilitas lebih dalam bertransaksi tanpa harus melalui proses verifikasi identitas yang kompleks.

    Skema ini menjadi solusi atas keterbatasan akses sistem pembayaran lokal bagi wisatawan internasional.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini Adopsi karena yang terjadi adalah perluasan use case pembayaran nyata lewat infrastruktur merchant besar, bukan perubahan aturan semata.

    “Kalau rollout ini jalan mulus, Korea Selatan bisa jadi contoh bahwa crypto payment lebih masuk akal dimulai dari segmen turis lintas negara dulu, bukan langsung memaksa adopsi retail domestik massal yang ribet soal KYC dan kebiasaan belanja,” jelasnya.

    Ekspansi Layanan Crypto.com

    Kemitraan ini merupakan bagian dari ekspansi global Crypto.com dalam memperluas penggunaan kripto di dunia nyata. Sebelumnya, pada Februari 2026, perusahaan ini memperoleh persetujuan bersyarat untuk charter bank nasional di Amerika Serikat.

    Crypto.com juga telah mendapatkan sertifikasi ISO untuk manajemen sistem berbasis kecerdasan buatan, menunjukkan fokus perusahaan dalam pengembangan teknologi di sektor aset digital.

    Tren Global Pembayaran Kripto untuk Wisatawan

    Korea Selatan bukan satu-satunya negara yang mulai mengintegrasikan kripto dalam sektor pariwisata. Bhutan sebelumnya telah meluncurkan sistem pembayaran kripto untuk wisatawan, memungkinkan pembayaran menggunakan lebih dari 100 jenis aset digital.

    Thailand juga mengumumkan rencana program “TouristDigiPay” yang memungkinkan wisatawan mengonversi kripto menjadi mata uang lokal untuk bertransaksi.

    Meski demikian, penggunaan kripto untuk transaksi sehari-hari masih tergolong terbatas. Sebagian besar penggunaan saat ini masih terfokus pada transaksi online, lintas negara, atau pembelian bernilai besar.

    Kemitraan antara Crypto.com dan KG Inicis menjadi salah satu langkah terbaru dalam mendorong adopsi kripto di sektor riil, khususnya untuk kebutuhan wisatawan global.

    Baca Juga: Euler Finance: Protokol Lending Modular yang Siap Dominasi DeFi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Ancam Penjara 10 Tahun bagi Pelaku Kripto Ilegal

    Pemerintah Jepang melalui Financial Services Agency (FSA) berencana memperketat regulasi terhadap aktivitas kripto ilegal dengan meningkatkan hukuman pidana secara signifikan. Dalam revisi aturan terbaru, hukuman penjara maksimum untuk penjualan kripto tanpa izin akan naik dari 3 tahun menjadi 10 tahun.

    Dilaporkan BeInCrypto, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Jepang mulai memperlakukan aset kripto setara dengan instrumen keuangan utama seperti saham dan obligasi, bukan sekadar alat pembayaran digital.

    Hukuman dan Denda Naik Tajam

    Selain hukuman penjara, denda bagi pelanggar juga akan meningkat dari 3 juta yen menjadi 10 juta yen, atau kombinasi keduanya. Regulasi kripto juga akan dipindahkan dari Payment Services Act ke Financial Instruments and Exchange Act (FIEA), yang merupakan kerangka hukum utama untuk pasar keuangan di Jepang.

    Perubahan ini menempatkan kripto di bawah pengawasan yang sama dengan instrumen investasi tradisional. Operator resmi juga akan mengalami perubahan istilah dari “crypto asset exchange providers” menjadi “crypto asset trading firms”.

    Baca juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Otoritas Diberi Kewenangan Penindakan Langsung

    Dalam aturan baru ini, Securities and Exchange Surveillance Commission (SESC) akan mendapatkan kewenangan lebih luas untuk melakukan investigasi kriminal terhadap pelaku kripto ilegal. Sebelumnya, otoritas hanya dapat memberikan peringatan atau mengajukan penghentian aktivitas melalui pengadilan.

    Kini, SESC dapat melakukan inspeksi langsung, menyita barang bukti, hingga membawa kasus ke ranah pidana. Kewenangan ini sebelumnya hanya berlaku pada kasus pelanggaran di pasar saham, seperti insider trading dan manipulasi pasar.

    Regulasi ini juga akan mencakup aktivitas derivatif kripto OTC yang tidak terdaftar, tidak hanya perdagangan spot.

    Kasus Meme Coin Picu Percepatan Regulasi

    Dorongan untuk memperketat regulasi ini tidak lepas dari kasus SANAE TOKEN yang sempat menghebohkan pasar. Token berbasis Solana tersebut sempat melonjak lebih dari 30 kali lipat sebelum akhirnya anjlok lebih dari 58% setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, membantah keterlibatannya.

    Kasus ini menjadi perhatian serius regulator, terlebih dengan meningkatnya jumlah keluhan masyarakat. Pada kuartal IV 2025, FSA mencatat lebih dari 500 laporan terkait kripto setiap bulannya, sebagian besar terkait penipuan di media sosial dengan janji imbal hasil yang tidak realistis.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini jelas Regulasi dan nada pesannya keras: Jepang sudah tidak mau lagi memperlakukan crypto liar sebagai area abu-abu yang cukup ditegur lewat surat peringatan.

    “Kalau perubahan ini disahkan, Tokyo sedang bilang bahwa operator tak berizin, termasuk derivatif OTC dan peluncuran memecoin liar, akan dihajar dengan standar penegakan yang mirip pasar sekuritas tradisional.

    Pendekatan “Keras dan Insentif”

    Meski memperketat hukuman, pemerintah Jepang juga menyiapkan insentif bagi investor yang patuh regulasi. Dalam rencana fiskal 2026, Jepang akan menerapkan pajak flat sebesar 20% untuk aset kripto, menggantikan sistem progresif yang sebelumnya bisa mencapai 55%.

    Kebijakan pajak ini diperkirakan mulai berlaku pada 2028, setelah revisi undang-undang selesai diterapkan. Strategi ini menunjukkan pendekatan ganda: memperketat pengawasan terhadap pelaku ilegal sekaligus mendorong partisipasi investor yang taat aturan.

    Persaingan Regulasi di Asia Semakin Ketat

    Langkah Jepang ini sejalan dengan tren di kawasan Asia yang juga memperketat regulasi kripto. Korea Selatan, misalnya, dapat menjatuhkan hukuman penjara tanpa batas untuk manipulasi pasar dalam jumlah besar, sementara Singapura menetapkan hukuman hingga 7 tahun untuk aktivitas perdagangan ilegal.

    Dengan rencana hukuman hingga 10 tahun penjara, Jepang kini berada di antara negara dengan sanksi paling keras terhadap pelanggaran kripto. Kebijakan ini sekaligus menegaskan posisi Jepang dalam membentuk ekosistem kripto yang lebih teratur dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

    Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com