Author: 18

  • 3 Negara Bersatu Lawan Penipuan Phishing Kripto

    Koordinasi global dalam penegakan hukum kripto semakin diperkuat.

    Lembaga penegak hukum dari Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada resmi meluncurkan inisiatif bersama bertajuk Operation Atlantic untuk memberantas skema penipuan kripto berbasis approval-phishing.

    Operasi ini menargetkan modus penipuan yang semakin marak, di mana korban ditipu untuk memberikan izin akses ke wallet mereka melalui pop-up atau notifikasi palsu yang tampak meyakinkan.

    Langkah ini menandai evolusi pendekatan regulator dan aparat penegak hukum, yang kini tidak hanya fokus pada aturan, tetapi juga pada tindakan langsung di lapangan.

    Baca Juga: Kerugian Phishing Kripto Melonjak 200%, Apa yang Harus Diwaspadai?

    Apa Itu Approval-Phishing?

    Approval-phishing adalah metode penipuan yang mengeksploitasi fitur smart contract approval pada wallet kripto.

    Dalam skema ini, korban diminta untuk menyetujui transaksi yang sebenarnya memberikan akses penuh kepada pelaku untuk menguras aset.

    Biasanya, serangan dilakukan melalui pop-up palsu yang menyerupai aplikasi resmi, notifikasi keamanan palsu, situs web tiruan (phishing sites), hingga link berbahaya di media sosial atau email.

    Karena transaksi ini disetujui langsung oleh pengguna, banyak korban tidak menyadari bahwa mereka telah memberikan izin berbahaya.

    Fokus Operation Atlantic: Disrupsi Real-Time

    Berbeda dengan pendekatan tradisional yang lebih reaktif, Operation Atlantic dirancang untuk bekerja secara proaktif dan real-time.

    Menurut laporan Coindesk, beberapa fokus utama operasi ini meliputi:

    • Peringatan langsung ke calon korban sebelum transaksi terjadi
    • Panduan pengamanan wallet yang sudah terkompromi
    • Pelacakan dana curian melalui analisis blockchain
    • Upaya pemulihan aset jika memungkinkan

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa penegakan hukum kripto kini semakin adaptif terhadap kecepatan dan kompleksitas kejahatan digital.

    Kelanjutan dari Inisiatif Sebelumnya

    Operation Atlantic bukanlah langkah pertama dalam upaya global ini. Operasi ini melanjutkan pola kerja dari inisiatif sebelumnya seperti Project Atlas dan Operation Spincaster.

    Kedua program tersebut juga berfokus pada deteksi dan pencegahan penipuan kripto, namun Operation Atlantic memperluas cakupan dengan kolaborasi lintas negara yang lebih intens.

    Enforcement, Bukan Adopsi

    Meski berkaitan dengan perkembangan ekosistem kripto, langkah ini lebih tepat dikategorikan sebagai penguatan regulasi dan enforcement.

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, inti dari berita ini adalah koordinasi penegakan hukum, bukan ekspansi pasar.

    “Ini sinyal bahwa pengawasan pasar kini bukan cuma soal lisensi dan aturan tertulis, tapi juga kemampuan aparat untuk memburu scam secara aktif dan real-time di level internasional,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dengan demikian, regulasi kripto kini bergerak dari tahap kebijakan menuju aksi nyata.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Peluncuran Operation Atlantic berpotensi membawa beberapa dampak penting bagi industri:

    1. Peningkatan Keamanan Pengguna

    Pengguna kripto akan mendapatkan perlindungan lebih baik dari serangan phishing.

    2. Tekanan pada Pelaku Kejahatan

    Koordinasi lintas negara membuat pelaku lebih sulit beroperasi.

    3. Kepercayaan Pasar Meningkat

    Upaya aktif dari regulator dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto.

    Tantangan Penegakan Hukum

    Meski menjanjikan, operasi ini juga menghadapi sejumlah tantangan, antara lain sifat anonim transaksi blockchain, perbedaan yurisdiksi antar negara, dan kecepatan inovasi metode penipuan.

    Namun, kolaborasi internasional seperti ini menjadi langkah penting untuk mengatasi hambatan tersebut.

    Baca Juga: Apa Itu Phishing?

    Operation Atlantic menjadi bukti bahwa penegakan hukum di sektor kripto telah memasuki fase baru yang lebih agresif dan terkoordinasi secara global.

    Dengan fokus pada disrupsi real-time terhadap penipuan, operasi ini menunjukkan bahwa perlindungan pengguna kini menjadi prioritas utama.

    Bagi industri kripto, langkah ini merupakan sinyal positif bahwa ekosistem semakin matang, tidak hanya dari sisi teknologi dan adopsi, tetapi juga dari aspek keamanan dan pengawasan.

    Ke depan, kolaborasi lintas negara seperti ini kemungkinan akan menjadi standar dalam menghadapi kejahatan digital yang semakin kompleks.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulasi Ketat! ASIC Incar Finfluencer Kripto

    Regulator sekuritas Australian Securities and Investments Commission (ASIC) mengeluarkan peringatan tegas kepada investor muda terkait penggunaan finfluencer dan chatbot berbasis AI dalam pengambilan keputusan investasi, khususnya di sektor kripto.

    Langkah ini diambil setelah survei terbaru menunjukkan bahwa sekitar 23% generasi muda di Australia (Gen Z) kini telah memiliki aset kripto, menandakan meningkatnya adopsi di kalangan investor pemula.

    Namun di balik tren tersebut, muncul kekhawatiran besar terkait cara mereka mengambil keputusan finansial.

    Baca Juga: X Buka Kembali Iklan Kripto, Influencer Wajib Pasang Label Khusus

    Media Sosial dan AI Jadi Sumber Utama Keputusan Finansial

    Data survei yang dilansir dari Cointelegraph mengungkap perubahan signifikan dalam perilaku investor muda:

    • 63% responden menggunakan media sosial sebagai panduan keuangan
    • 52% mempercayai finfluencer dalam memberikan rekomendasi
    • 18% menggunakan platform AI untuk keputusan investasi
    • 64% bahkan mempercayai AI sebagai sumber saran finansial

    Angka ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap sumber non-tradisional, seperti influencer dan AI, telah melampaui pendekatan konvensional seperti penasihat keuangan profesional.

    Bagi regulator, tren ini menimbulkan risiko besar, terutama karena tidak semua informasi yang beredar memiliki dasar yang valid atau sesuai dengan profil risiko individu.

    ASIC Tegaskan Batasan Nasihat Keuangan

    ASIC menegaskan bahwa pemberian nasihat keuangan personal tidak bisa dilakukan sembarangan. Di Australia, aktivitas tersebut harus dilakukan oleh pihak yang memiliki lisensi resmi.

    Dalam beberapa kasus, regulator bahkan telah mengambil tindakan terhadap influencer yang mempromosikan produk berisiko tinggi, memberikan rekomendasi spesifik tanpa lisensi, dan menyesatkan investor melalui konten promosi.

    Langkah ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap promosi investasi kini semakin ketat, terutama di era digital.

    AI Masuk Radar Regulasi

    Tidak hanya finfluencer, penggunaan AI dalam investasi juga menjadi perhatian serius.

    Chatbot dan platform AI yang memberikan rekomendasi investasi berpotensi masuk dalam kategori personal financial advice jika:

    • Memberikan saran spesifik
    • Menyesuaikan rekomendasi dengan profil pengguna
    • Mendorong tindakan investasi tertentu

    Jika memenuhi kriteria tersebut, maka layanan AI juga wajib mematuhi aturan lisensi yang sama seperti penasihat keuangan manusia.

    Regulasi Masuk ke Era Digital

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ASIC ini merupakan bentuk regulasi yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.

    “Pesannya ke industri jelas: kalau exchange, influencer, atau tool AI mulai memberi rekomendasi yang terlalu spesifik tanpa payung lisensi, ASIC siap menganggapnya sebagai personal financial advice dan menyeretnya ke wilayah enforcement,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa batas antara edukasi dan nasihat kini semakin diawasi secara ketat.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Langkah ASIC berpotensi membawa dampak signifikan bagi berbagai pihak dalam ekosistem kripto:

    1. Influencer Harus Lebih Hati-hati

    Konten edukasi harus dibedakan dengan jelas dari rekomendasi investasi.

    2. Platform AI Perlu Kepatuhan Regulasi

    Pengembang AI harus memastikan produknya tidak melanggar aturan advice tanpa lisensi.

    3. Exchange Lebih Selektif dalam Promosi

    Bursa kripto perlu memastikan bahwa kampanye pemasaran tidak melanggar regulasi.

    Risiko bagi Investor Muda

    Bagi Gen Z, penggunaan finfluencer dan AI memang memberikan kemudahan akses informasi. Namun, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan:

    • Informasi yang tidak terverifikasi
    • Konflik kepentingan dari influencer
    • Rekomendasi AI yang tidak mempertimbangkan kondisi personal

    Tanpa pemahaman yang cukup, keputusan investasi dapat menjadi spekulatif dan berisiko tinggi.

    Baca Juga: Korea Selatan Wajibkan Influencer Kripto Bongkar Portofolio

    Peringatan ASIC menandai fase baru dalam regulasi industri kripto, di mana fokus tidak hanya pada platform dan produk, tetapi juga pada sumber informasi yang memengaruhi keputusan investor.

    Dengan meningkatnya peran finfluencer dan AI, batas antara edukasi dan nasihat finansial menjadi semakin kabur.

    Regulator kini berusaha memastikan bahwa inovasi tetap berjalan tanpa mengorbankan perlindungan investor.

    Bagi pelaku industri, pesan ini jelas: di era digital, siapa pun yang memberi rekomendasi investasi—baik manusia maupun mesin—harus siap tunduk pada aturan yang sama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • GSR Akuisisi Autonomous dan Architech, Perkuat Treasury

    Perusahaan trading kripto global GSR resmi mengakuisisi dua firma, yaitu Autonomous dan Architech, dengan total nilai transaksi mencapai US$57 juta.

    Langkah ini dilakukan untuk memperluas layanan advisory token, capital markets, serta manajemen treasury bagi proyek kripto.

    Akuisisi ini menandai fase baru dalam evolusi industri, di mana layanan profesional dan terintegrasi semakin dibutuhkan untuk mendukung peluncuran dan pengelolaan token secara berkelanjutan.

    Baca Juga: Mastercard Akuisisi BVNK $1,8 Miliar, Perluas Akses Stablecoin Global

    Bangun Platform Terintegrasi End-to-End

    Melalui struktur baru ini, Coindesk melaporkan bahwa GSR berupaya menggabungkan berbagai layanan penting ke dalam satu platform terpadu.

    Beberapa layanan utama yang akan diintegrasikan meliputi desain tokenomics; fundraising dan capital markets; akses likuiditas dan market making; manajemen treasury; serta strategi distribusi token.

    Tujuan utamanya adalah mengurangi ketergantungan proyek kripto terhadap banyak penyedia jasa yang sering kali memiliki insentif berbeda dan tidak selaras.

    Dengan pendekatan ini, proyek dapat mengelola seluruh siklus hidup token dalam satu ekosistem yang lebih efisien dan terkoordinasi.

    Fragmentasi Layanan

    Selama ini, banyak proyek kripto harus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk meluncurkan token, seperti konsultan tokenomics, market maker, bursa kripto, penyedia likuiditas, atau manajer treasury.

    Masalahnya, masing-masing pihak memiliki kepentingan sendiri, yang terkadang saling bertabrakan.

    Hal ini dapat menciptakan risiko seperti distribusi token yang tidak optimal, tekanan jual berlebihan setelah listing, dan pengelolaan dana yang kurang efisien.

    Dengan mengintegrasikan layanan ini, GSR mencoba mengatasi salah satu kelemahan struktural dalam industri kripto.

    Adopsi Infrastruktur Semakin Matang

    Langkah GSR ini mencerminkan pergeseran besar dalam industri kripto, mulai dari fase eksperimental menuju fase yang lebih matang dan profesional.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa akuisisi ini merupakan sinyal kuat adopsi, bukan sekadar perkembangan bisnis biasa.

    “Pesannya simpel: pasar makin dewasa, dan proyek kripto sekarang butuh bankir bayangan serta operator treasury yang proper, bukan cuma tokenomics cantik dan market maker dadakan,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa kebutuhan industri kini telah berubah, dari sekadar inovasi menjadi eksekusi yang terstruktur dan berkelanjutan.

    Peran Baru: “Bankir Bayangan” Kripto

    Dengan layanan terintegrasi seperti ini, perusahaan seperti GSR mulai berperan layaknya “bank investasi” dalam dunia kripto.

    Mereka tidak hanya membantu peluncuran token, tetapi juga mengelola likuiditas pasar, mengatur distribusi token, mengoptimalkan penggunaan dana proyek, dan memberikan strategi jangka panjang.

    Peran ini semakin penting seiring meningkatnya kompleksitas pasar kripto dan masuknya investor institusional.

    Dampak bagi Proyek Kripto

    Bagi proyek kripto, kehadiran platform seperti ini dapat memberikan sejumlah keuntungan:

    1. Efisiensi Operasional

    Mengurangi kebutuhan koordinasi dengan banyak pihak.

    2. Strategi yang Lebih Terarah

    Seluruh aspek peluncuran dan pengelolaan token dapat dirancang secara holistik.

    3. Pengelolaan Risiko Lebih Baik

    Menghindari konflik kepentingan antar penyedia layanan.

    Namun, di sisi lain, proyek juga perlu memastikan transparansi dan akuntabilitas dari penyedia layanan terintegrasi.

    Tren Industri: Menuju Profesionalisasi

    Akuisisi ini merupakan bagian dari tren yang lebih besar, yaitu profesionalisasi industri kripto. Beberapa indikator tren ini antara lain masuknya pemain institusional, meningkatnya kebutuhan kepatuhan dan transparansi, serta fokus pada keberlanjutan proyek.

    Dalam konteks ini, layanan advisory dan treasury menjadi komponen penting dalam ekosistem.

    Baca Juga: Pumpfun Akuisisi Vyper, Potensi Harga PUMP Capai $0,00300

    Akuisisi Autonomous dan Architech oleh GSR senilai US$57 juta menjadi bukti bahwa industri kripto semakin berkembang menuju struktur yang lebih matang dan profesional.

    Dengan membangun platform terintegrasi untuk advisory token dan manajemen treasury, GSR mencoba menjawab kebutuhan baru pasar yang semakin kompleks.

    Ke depan, proyek kripto tidak lagi cukup mengandalkan ide dan hype semata.

    Eksekusi yang solid, pengelolaan dana yang baik, dan strategi pasar yang terintegrasi akan menjadi faktor penentu utama keberhasilan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transaksi XRP Meledak 3x Lipat, Tapi Harga Masih Diam?

    Aktivitas jaringan XRP Ledger mengalami lonjakan signifikan dalam satu tahun terakhir. Data terbaru menunjukkan jumlah transaksi harian kini mendekati 3 juta, meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan sekitar 1 juta transaksi per hari pada pertengahan 2025.

    Peningkatan ini menjadikan periode saat ini sebagai salah satu fase paling aktif dalam sejarah jaringan XRP, sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai hubungan antara aktivitas jaringan dan pergerakan harga.

    • Aktivitas Jaringan Capai Level Tertinggi

    Dilaporkan News BTC, data yang dipublikasikan Evernorth menunjukkan bahwa lonjakan aktivitas mulai terlihat sejak awal 2026. Pada Februari 2026, rata-rata transaksi harian mencapai sekitar 1,3 juta, naik dari sekitar 800.000 transaksi pada Mei 2025.

    Memasuki Maret 2026, jumlah transaksi harian bahkan sempat menyentuh angka 3 juta. Angka ini jauh melampaui puncak sebelumnya di pertengahan 2025 yang berada di sekitar 1 juta transaksi per hari.

    Meski demikian, perjalanan pertumbuhan ini tidak terjadi secara linear. Sepanjang 2025, aktivitas transaksi sempat mengalami fluktuasi, bahkan turun hingga di bawah 700.000 transaksi harian sebelum kembali pulih.

    Baca juga: XRP Bisakah Terbang 10%? Sinyal Bahaya dari Pergerakan Whale

    Harga Belum Ikuti Lonjakan Aktivitas

    Di tengah lonjakan aktivitas jaringan, harga XRP justru masih bergerak dalam kisaran terbatas di sekitar 1,4 dolar AS. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara peningkatan utilitas jaringan dan valuasi pasar.

    Namun, beberapa analis menilai bahwa kesenjangan ini tidak akan bertahan dalam jangka panjang. Peningkatan penggunaan jaringan biasanya menjadi salah satu indikator fundamental yang dapat memengaruhi harga di masa depan.

    Menurut Tim Resesarch Tokocrypto, divergensi antara aktivitas jaringan yang meledak dan harga yang masih stagnan biasanya menarik karena menandakan utilitas naik lebih cepat daripada repricing pasar.

    “Tapi untuk XRP, lonjakan transaksi saja belum otomatis bullish kalau tidak diikuti arus modal, penggunaan yang berkualitas, dan katalis regulasi yang benar-benar memperkuat demand investor jangka panjang,” tuturnya.

    Faktor Regulasi dan Institusi Jadi Penentu

    Head of Research Grayscale Investments, Zach Pandl, menyatakan bahwa kejelasan regulasi di Amerika Serikat dapat menjadi faktor penting dalam menentukan valuasi XRP ke depan. Ia menyoroti bahwa produk investasi berbasis XRP telah menarik minat besar dari investor.

    Menurutnya, jika regulasi seperti CLARITY Act disahkan, hal tersebut dapat memicu penyesuaian harga yang signifikan tidak hanya untuk XRP, tetapi juga aset kripto lainnya.

    Peran Institusi Mulai Terlihat

    Minat institusi terhadap XRP juga mulai terlihat melalui langkah Evernorth, yang pada Oktober 2025 mencapai valuasi 1 miliar dolar AS untuk mengembangkan strategi treasury berbasis XRP.

    Berbeda dengan pendekatan tradisional yang hanya menyimpan aset, Evernorth juga berupaya meningkatkan nilai XRP per saham melalui aktivitas seperti lending institusional dan keterlibatan dalam ekosistem DeFi.

    Arah Selanjutnya Masih Ditentukan Pasar

    Lonjakan aktivitas jaringan XRP menunjukkan adanya peningkatan penggunaan yang signifikan. Namun, tanpa dukungan faktor eksternal seperti regulasi dan arus dana institusional yang berkelanjutan, dampaknya terhadap harga masih belum sepenuhnya terealisasi.

    Pelaku pasar kini mencermati apakah peningkatan utilitas ini akan diikuti oleh pergerakan harga dalam waktu dekat, atau justru tetap tertahan dalam fase konsolidasi.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ghana Legalkan 11 Perusahaan Kripto Sekaligus

    Otoritas pasar modal Ghana resmi memberikan persetujuan kepada 11 perusahaan kripto untuk mengikuti program regulatory sandbox. Langkah ini menjadi tonggak penting setelah negara tersebut mengesahkan undang-undang aset digital pada Desember lalu untuk memberikan kepastian regulasi di pasar lokal.

    Program ini menjadi sinyal awal dukungan pemerintah Ghana terhadap inovasi kripto, sekaligus upaya mengawasi perkembangan industri secara lebih terstruktur.

    11 Perusahaan Masuk Sandbox Kripto

    Sebanyak 11 platform kripto yang disetujui antara lain Africoin, Blu Penguin, Goldbod, Hanypay, Hyro Exchange, HSB Global, KoinKoin, Whitebits, Vaulta, XChain, dan Bsystem.

    Seluruh perusahaan ini akan beroperasi di bawah kerangka Virtual Asset Service Providers (VASP) Act, yang memungkinkan mereka menguji produk dan layanan dalam lingkungan terbatas dengan pengawasan langsung dari Securities and Exchange Commission (SEC) Ghana.

    Program sandbox ini dirancang untuk mendorong inovasi sekaligus memastikan perlindungan konsumen tetap terjaga.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi regulasi, sandbox seperti ini penting karena memberi kerangka yang lebih aman bagi eksperimen industri sekaligus mengurangi ketidakpastian hukum.

    “Jika program berjalan baik, Ghana bisa memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar Afrika yang mencoba membangun regulasi crypto dengan pendekatan bertahap dan pro-inovasi,” analisanya.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Peluang Dapat Lisensi Penuh

    Dilaporkan Cointelegraph, program sandbox akan berlangsung selama 12 bulan. Namun, perusahaan yang dinilai siap secara pasar dan memenuhi seluruh persyaratan regulasi dapat memperoleh lisensi penuh hanya dalam waktu enam bulan.

    Selama masa uji coba, peserta wajib mematuhi standar anti pencucian uang (AML) dan pencegahan pendanaan terorisme (CFT).

    Hasil dari program ini nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah Ghana dalam merumuskan kebijakan kripto di masa depan.

    Regulasi Baru Perkuat Pengawasan

    Undang-undang VASP yang baru juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas aset digital berada di bawah pengawasan SEC. Pelaku industri diwajibkan untuk memperoleh lisensi atau mendaftar ke Bank of Ghana atau SEC agar dapat beroperasi secara legal.

    Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman dan transparan di dalam negeri.

    Perusahaan Global Mulai Masuk Ghana

    Seiring dengan perkembangan regulasi, perusahaan kripto global juga mulai melirik Ghana sebagai pasar potensial. Blockchain.com, misalnya, baru-baru ini mengumumkan ekspansi ke negara tersebut dengan fokus pada pengembangan infrastruktur pembayaran kripto.

    Integrasi dengan sistem mobile money menjadi salah satu prioritas utama, mengingat tingginya penggunaan layanan tersebut di Ghana.

    Potensi Pasar Kripto Afrika Terus Tumbuh

    Ghana merupakan salah satu ekonomi terbesar di Afrika dan memiliki tingkat adopsi kripto yang cukup tinggi, terutama untuk transaksi bernilai kecil di bawah 1.000 dolar AS.

    Data menunjukkan bahwa nilai transaksi kripto di kawasan Sub-Sahara Afrika meningkat 52% secara tahunan menjadi lebih dari 205 miliar dolar AS dalam periode Juli 2024 hingga Juni 2025.

    Meski Nigeria masih menjadi pasar terbesar, Ghana bersama Afrika Selatan, Ethiopia, dan Kenya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan.

    Langkah Ghana membuka sandbox kripto ini dinilai sebagai strategi untuk memanfaatkan potensi pasar sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi aset digital.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MEXC Luncurkan Prediction Market Peristiwa Dunia

    Bursa kripto global MEXC resmi meluncurkan platform prediction market, sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna memperdagangkan kontrak berbasis hasil dari peristiwa dunia nyata.

    Melalui produk ini, pengguna dapat berspekulasi terhadap berbagai outcome, mulai dari geopolitik, peristiwa makroekonomi, hingga milestone dalam industri kripto.

    Langkah ini menandai ekspansi besar dalam use case exchange, dari sekadar perdagangan aset menjadi perdagangan berbasis probabilitas.

    Baca Juga: Token $0.12 Ini Melonjak 212%! Prediction Market Mulai Berguncang

    Mengubah Berita Menjadi Aset yang Bisa Diperdagangkan

    Prediction market pada dasarnya mengubah informasi dan peristiwa global menjadi instrumen finansial.

    Dalam platform MEXC, pengguna dapat mengambil posisi berdasarkan kemungkinan suatu kejadian terjadi atau tidak.

    Beberapa contoh use case yang ditawarkan antara lain hasil pemilu atau keputusan politik, kebijakan suku bunga global, peristiwa besar di industri kripto, hingga pencapaian milestone proyek blockchain.

    Dengan kata lain, berita yang sebelumnya hanya menjadi konsumsi informasi kini dapat diubah menjadi peluang trading.

    Fitur Unggulan: Tanpa Biaya dan Eksekusi Cepat

    Untuk menarik pengguna, Cryptobriefing mengabarkan MEXC menawarkan sejumlah fitur kompetitif dalam platform ini, termasuk:

    • Zero trading fees (tanpa biaya transaksi)
    • Eksekusi dalam hitungan milidetik
    • Integrasi langsung dalam satu akun exchange

    Pendekatan ini membuat prediction market lebih mudah diakses oleh trader ritel, tanpa perlu menggunakan platform terpisah.

    Tren Prediction Market Semakin Kuat

    Peluncuran ini tidak terjadi dalam ruang kosong. Dalam beberapa waktu terakhir, prediction market mulai mendapatkan perhatian besar di industri kripto dan fintech.

    Konsep ini dianggap sebagai salah satu frontier baru karena menggabungkan informasi dan trading; menawarkan peluang diversifikasi di luar aset tradisional; serta menciptakan pasar berbasis sentimen dan probabilitas

    Beberapa platform besar bahkan mulai mengintegrasikan fitur serupa, menandakan bahwa prediction market berpotensi menjadi bagian penting dari ekosistem keuangan digital.

    Bukan Sekadar Inovasi

    Tim riset dari Tokocrypto menilai langkah MEXC sebagai bentuk adopsi nyata, bukan sekadar eksperimen produk.

    “Ini jelas ekspansi produk nyata dan perluasan use case exchange dari spot/derivatif ke event-based trading. Kalau traction prediction market terus naik, MEXC sedang memposisikan diri di jalur yang sama dengan pemain besar lain yang melihat “outcomes” sebagai frontier baru monetisasi trading, bukan cuma aset semata,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini seakan menegaskan bahwa exchange kini mulai mencari sumber pertumbuhan baru di luar perdagangan kripto tradisional.

    Dampak bagi Industri Exchange

    Langkah MEXC berpotensi memicu perubahan besar dalam cara exchange beroperasi. Jika prediction market berhasil menarik pengguna, maka:

    1. Diversifikasi Produk

    Exchange tidak lagi bergantung pada spot dan derivatif sebagai sumber utama volume.

    2. Peningkatan Engagement

    Trader memiliki lebih banyak alasan untuk tetap aktif di platform.

    3. Monetisasi Baru

    Outcome-based trading membuka peluang model bisnis baru.

    Tantangan dan Risiko

    Meski menjanjikan, prediction market juga menghadapi sejumlah tantangan:

    • Regulasi: Beberapa negara menganggapnya sebagai bentuk perjudian
    • Validitas data: Keakuratan outcome menjadi krusial
    • Manipulasi pasar: Risiko spekulasi ekstrem

    Selain itu, keberhasilan produk ini sangat bergantung pada likuiditas dan partisipasi pengguna.

    Dari Aset ke Outcome

    Jika tren ini terus berkembang, dunia trading bisa mengalami pergeseran besar, dari fokus pada aset menjadi fokus pada outcome.

    Dalam skenario ini, trader tidak hanya bertaruh pada harga Bitcoin atau Ethereum, tetapi juga pada keputusan bank sentral, peristiwa global, dan perkembangan teknologi.

    Ini membuka dimensi baru dalam dunia keuangan digital yang lebih luas dan kompleks.

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Trading Kripto?

    Peluncuran prediction market oleh MEXC menjadi langkah strategis dalam memperluas ekosistem trading kripto.

    Dengan mengubah peristiwa dunia nyata menjadi instrumen finansial, exchange ini mencoba menangkap peluang baru di tengah persaingan yang semakin ketat.

    Jika adopsi terus meningkat, prediction market berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam evolusi industri kripto—mengubah cara kita melihat trading, dari sekadar aset menjadi prediksi masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Foundation Jual ETH Rp160 Miliar, Strategi Baru?

    Ethereum Foundation dilaporkan telah menjual 5.000 Ether (ETH) senilai sekitar 10,2 juta dolar AS melalui transaksi over-the-counter (OTC) kepada BitMine Immersion Technologies. Transaksi ini dilakukan dengan harga rata-rata sekitar 2.042,96 dolar AS per ETH sebagai bagian dari strategi pengelolaan treasury organisasi.

    Dikutip Cointelegraph, langkah ini menjadi bagian dari upaya Ethereum Foundation dalam menjaga keberlanjutan operasional serta mendukung pengembangan ekosistem Ethereum.

    Penjualan untuk Dukung Operasional dan Ekosistem

    Dalam pernyataannya, Ethereum Foundation menyebut bahwa dana hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas inti, termasuk riset dan pengembangan protokol, inisiatif pertumbuhan ekosistem, serta program hibah komunitas.

    Transaksi ini dilakukan melalui wallet multisignature resmi milik Ethereum Foundation, menegaskan transparansi dalam pengelolaan aset organisasi.

    BitMine Perkuat Posisi sebagai Pemegang ETH Besar

    BitMine, perusahaan publik yang terdaftar di NYSE American dengan kode BMNR, menjadi pihak pembeli dalam transaksi ini. Perusahaan yang dipimpin oleh Tom Lee tersebut saat ini telah menjadi salah satu pemegang Ethereum terbesar di kalangan korporasi.

    BitMine diketahui memiliki lebih dari 4,5 juta ETH dengan nilai sekitar 9,3 miliar dolar AS, dan terus melakukan akumulasi sejak pertengahan 2025 dengan pendekatan yang mirip strategi akumulasi Bitcoin oleh perusahaan besar lainnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini lebih penting sebagai sinyal manajemen treasury yang disiplin daripada bearish event biasa, karena penjualannya dilakukan lewat OTC sehingga tidak langsung membanjiri order book pasar.

    “Tapi pesannya tetap jelas: Ethereum Foundation masih aktif memonetisasi sebagian treasury untuk membiayai operasional, jadi pasar harus membaca langkah ini sebagai bagian dari kerangka treasury yang lebih luas, termasuk staking sekitar 70.000 ETH, bukan sekadar headline jual-beli sesaat,” jelasnya.

    Baca juga: Whale Ethereum Borong Diam-Diam? Data Ini Bikin Pasar Kaget

    Transaksi OTC Kedua oleh Ethereum Foundation

    Penjualan ini merupakan transaksi OTC kedua yang dilakukan Ethereum Foundation kepada pembeli korporasi. Sebelumnya, pada Juli 2025, organisasi ini menjual 10.000 ETH kepada SharpLink Gaming dengan nilai sekitar 25,7 juta dolar AS.

    Kedua transaksi tersebut merupakan bagian dari kebijakan pengelolaan treasury yang diperkenalkan pada Juni 2025. Dalam kebijakan tersebut, Ethereum Foundation secara berkala mengonversi sebagian aset ETH menjadi dana fiat guna memastikan ketersediaan dana operasional jangka panjang.

    Strategi Treasury dan Rencana Staking

    Ethereum Foundation menargetkan penggunaan sekitar 15% dari total treasury setiap tahunnya untuk mendukung operasional, sambil menjaga cadangan dana untuk beberapa tahun ke depan.

    Selain itu, organisasi ini juga mulai mengalokasikan sebagian asetnya untuk staking, dengan rencana menempatkan sekitar 70.000 ETH ke dalam validator menggunakan infrastruktur open-source.

    Fokus pada Desentralisasi dan Pengembangan Jangka Panjang

    Dalam perkembangan terbaru, Ethereum Foundation juga merilis mandat baru yang menegaskan perannya dalam ekosistem Ethereum. Organisasi tersebut menekankan pentingnya desentralisasi, privasi, serta ketahanan terhadap sensor.

    Ke depan, Ethereum Foundation akan lebih fokus pada pengembangan protokol inti, riset jangka panjang, keamanan siber, serta pengembangan alat bagi developer, sembari secara bertahap mengurangi pengaruh langsung terhadap jaringan.

    Langkah penjualan ETH ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan operasional dan pengembangan ekosistem Ethereum secara global.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Selandia Baru: Stablecoin Bukan Produk Keuangan

    Otoritas keuangan Selandia Baru, Financial Markets Authority (FMA), memutuskan bahwa stablecoin lokal NZDD tidak dikategorikan sebagai produk keuangan. Keputusan ini dinilai sebagai langkah penting dalam memberikan kejelasan regulasi di tengah berkembangnya industri aset digital.

    Dilaporkan Cointelegraph, penetapan tersebut merupakan hasil dari uji coba sandbox teknologi finansial yang sedang dijalankan oleh regulator setempat.

    NZDD Tidak Dianggap Instrumen Investasi

    Dalam penjelasannya, FMA menyatakan bahwa secara substansi ekonomi, NZDD tidak memenuhi kriteria sebagai sekuritas utang atau instrumen investasi. Hal ini karena pemegang stablecoin tersebut tidak menerima imbal hasil, bunga, maupun keuntungan finansial lainnya.

    Dengan demikian, NZDD dipandang lebih sebagai alat transaksi berbasis digital yang nilainya dipatok terhadap dolar Selandia Baru, bukan sebagai instrumen untuk investasi atau spekulasi.

    Langkah ini menjadi pembeda penting dalam cara regulator memperlakukan stablecoin dibandingkan produk keuangan tradisional.

    Langkah Awal Menuju Kepastian Regulasi

    Firma hukum MinterEllisonRuddWatts, yang mewakili penerbit NZDD yaitu ECDD Holdings dalam program sandbox, menyebut keputusan ini sebagai langkah positif menuju kepastian regulasi.

    Namun demikian, firma tersebut menegaskan bahwa keputusan ini hanya berlaku untuk produk NZDD dalam bentuk yang telah diuji, dan tidak otomatis berlaku untuk semua jenis stablecoin.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa regulator Selandia Baru mengambil langkah bertahap dan selektif dalam mengatur inovasi di sektor keuangan digital.

    Baca juga: PayPal Buka Stablecoin di 70 Negara, Ancam Sistem Keuangan Lama?

    Sandbox dan Rencana Lisensi Baru

    Selain itu, FMA juga mengumumkan rencana untuk memperluas program sandbox dengan memperkenalkan jenis lisensi terbatas bagi perusahaan fintech. Lisensi ini memungkinkan perusahaan untuk masuk ke pasar dengan sejumlah pembatasan yang dapat dilonggarkan seiring pertumbuhan bisnis.

    Kepala eksekutif FMA, Samantha Barrass, menyatakan bahwa sistem keuangan terus berkembang dengan cepat, sehingga diperlukan pendekatan regulasi yang adaptif untuk mendukung inovasi sekaligus menjaga stabilitas pasar.

    Sementara menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, kejelasan regulasi seperti ini bisa menjadi katalis penting karena pasar cenderung lebih nyaman membangun produk saat status hukumnya tidak abu-abu.

    “Jika pendekatan serupa diikuti yurisdiksi lain, stablecoin lokal bisa mendapat ruang tumbuh yang lebih besar sebagai alat pembayaran dan settlement regional,” jelasnya.

    Potensi Pasar Kripto di Selandia Baru

    Minat terhadap aset kripto di Selandia Baru juga menunjukkan tren positif. Laporan pada 2024 memperkirakan hampir 50% dari total populasi sekitar 5,2 juta orang telah atau sedang mempertimbangkan investasi di kripto.

    Selain itu, pasar kripto di negara tersebut diproyeksikan dapat mencapai nilai sekitar 254 miliar dolar AS pada 2033.

    Keputusan FMA terkait NZDD menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk kerangka regulasi yang lebih jelas, seiring meningkatnya adopsi aset digital di Selandia Baru.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Besar? Perusahaan Kesehatan Akumulasi Bitcoin

    Perusahaan kesehatan yang terdaftar di Nasdaq, Cosmos Health Inc. (COSM), kembali menambah kepemilikan Bitcoin dengan pembelian senilai 600.000 dolar AS. Langkah ini merupakan bagian dari strategi treasury aset digital yang terus dikembangkan perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.

    Dengan pembelian terbaru ini, total investasi Cosmos Health di aset digital kini mencapai sekitar 3,1 juta dolar AS, yang mencakup Bitcoin serta aset kripto lainnya.

    Strategi Diversifikasi Lewat Aset Digital

    Dilaporkan Bitcoin Magazine, Chief Executive Officer Cosmos Health, Greg Siokas, menyatakan bahwa perusahaan melihat aset digital tertentu sebagai kelas aset yang memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang. Ia menegaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat disiplin dan bertujuan untuk mendiversifikasi neraca keuangan perusahaan.

    Selain itu, kepemilikan kripto juga dinilai dapat memberikan fleksibilitas likuiditas tambahan. Dalam kondisi tertentu, aset digital dapat digunakan untuk mendukung berbagai inisiatif strategis guna meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

    Siokas juga menambahkan bahwa alokasi ke aset digital dilakukan sebagai pelengkap dari ekspansi bisnis inti perusahaan di sektor kesehatan.

    Total Investasi Kripto Terus Bertambah

    Langkah ini melanjutkan strategi yang telah dimulai sebelumnya. Pada Februari 2026, Cosmos Health telah membeli Bitcoin senilai 500.000 dolar AS, sehingga total investasi kripto saat itu mencapai sekitar 2,5 juta dolar AS, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

    Perusahaan juga menyatakan tengah mengevaluasi kemungkinan menambah aset kripto lain sebagai bagian dari strategi diversifikasi treasury. Pendekatan ini mencerminkan upaya perusahaan untuk memperluas eksposur terhadap teknologi dan instrumen keuangan baru.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, pembelian ini penting karena memperkuat narasi bahwa Bitcoin makin diterima sebagai aset strategis korporasi lintas skala.

    “Meski nominalnya relatif kecil, sinyalnya tetap relevan: semakin banyak perusahaan yang masuk, semakin luas pula legitimasi BTC sebagai instrumen treasury di sektor publik,” terangnya.

    Bitcoin Sebagai Lindung Nilai

    Sejak akhir 2024, Cosmos Health telah mulai memasukkan Bitcoin ke dalam cadangan perusahaan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi risiko inflasi dan pelemahan nilai mata uang.

    Manajemen perusahaan juga melihat Bitcoin sebagai salah satu cara untuk mendapatkan eksposur terhadap aset dengan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Selain itu, Cosmos Health tengah mengeksplorasi kemungkinan menerima pembayaran dalam bentuk kripto dari pelanggan.

    Kinerja Perusahaan dan Kondisi Pasar

    Cosmos Health saat ini diperdagangkan di harga sekitar 0,36 dolar AS per saham. Perusahaan menjalankan bisnis kesehatan terintegrasi yang mencakup manufaktur farmasi, produk nutraceutical, distribusi, layanan telehealth, serta riset untuk berbagai penyakit seperti obesitas, diabetes, dan kanker.

    Sementara itu, harga Bitcoin berada di kisaran 71.000 dolar AS setelah sempat menyentuh 73.000 dolar AS pada awal pekan. Langkah Cosmos Health dalam menambah kepemilikan Bitcoin menjadi salah satu indikasi meningkatnya minat perusahaan publik terhadap aset digital sebagai bagian dari strategi keuangan jangka panjang.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun ke $68.237, Bearish Berlanjut?

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir.

    Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Senin (23/3), Bitcoin diperdagangkan di level $68.237,30, turun sekitar 1,54% secara harian.

    Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, dengan BTC kini semakin menjauh dari level psikologis $70.000.

    Kapitalisasi pasar Bitcoin juga turun ke kisaran $1,36 triliun, mencerminkan berkurangnya nilai pasar akibat tekanan jual yang berlanjut.

    Baca Juga: Bitcoin Bertahan di $70K, Tapi Sinyal Ini Bisa Jadi Awal Lonjakan Besar?

    Pergerakan Harga: Konsolidasi di Bawah $70.000

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga $67.372,87 (terendah) hingga $69.561,78 (tertinggi).

    Rentang ini menunjukkan bahwa BTC masih berada dalam fase konsolidasi di bawah level resistance utama. Setelah beberapa kali mencoba naik, harga kembali tertahan dan mengalami penurunan.

    Pergerakan ini mencerminkan bahwa pasar masih belum menemukan momentum kuat untuk membalikkan tren menjadi bullish.

    Tren Historis: Tekanan Jangka Menengah Masih Kuat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 23 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari performa historis, tekanan terhadap Bitcoin masih cukup signifikan:

    • 30 hari: naik tipis 0,34%
    • 60 hari: turun 24,22%
    • 90 hari: turun 22,62%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada upaya pemulihan dalam jangka pendek, tren besar masih berada dalam fase koreksi.

    Selain itu, dalam 7 hari terakhir, BTC tercatat turun 5,85%, menandakan bahwa tekanan bearish masih dominan dalam jangka pendek.

    Faktor Penyebab Pelemahan

    Beberapa faktor yang memicu penurunan harga Bitcoin hari ini antara lain:

    1. Sentimen Risk-Off

    Pasar kripto secara umum masih berada dalam fase hati-hati, di mana investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.

    2. Resistance Kuat di Area $70.000

    Level $70.000 kembali menjadi penghalang utama. Setiap percobaan breakout gagal, memicu aksi jual dari trader.

    3. Volume yang Belum Kuat

    Volume perdagangan berada di kisaran $28 miliar, relatif moderat dan belum cukup untuk mendorong kenaikan signifikan.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, beberapa level penting menjadi perhatian:

    • Support utama: $67.300
    • Support lanjutan: $65.000
    • Resistance terdekat: $69.500 – $70.000

    Jika Bitcoin mampu bertahan di atas $67.300, peluang untuk rebound masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, potensi penurunan ke area $65.000 menjadi lebih besar.

    Sebaliknya, breakout di atas $70.000 akan menjadi sinyal awal perubahan tren ke arah bullish.

    Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Selisih ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan jangka panjang, dengan banyak tantangan yang harus dilalui.

    Dominasi Pasar Tetap Tinggi

    Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto dengan pangsa sekitar 95,25%. Hal ini menunjukkan bahwa pergerakan BTC masih menjadi indikator utama bagi aset kripto lainnya.

    Ketika Bitcoin melemah, altcoin cenderung mengalami tekanan yang lebih besar.

    Outlook Jangka Pendek: Bearish dengan Potensi Konsolidasi

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin masih berada dalam tekanan bearish, meskipun ada potensi konsolidasi di area support.

    Pasar membutuhkan katalis positif untuk membalikkan tren, seperti peningkatan volume atau perubahan sentimen makro.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $69.198, Tekanan Jual Kembali Meningkat

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan setelah turun ke level $68.237. Kegagalan menembus resistance di $70.000 menjadi faktor utama yang menahan kenaikan.

    Dengan tren jangka menengah yang masih negatif dan sentimen pasar yang belum pulih, pergerakan BTC dalam waktu dekat kemungkinan akan tetap volatil.

    Bagi investor, level $67.300 menjadi titik krusial yang harus dipantau. Jika bertahan, peluang rebound masih ada. Namun, jika tembus, pasar bisa melanjutkan penurunan ke level yang lebih rendah.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com