Author: 18

  • Kasus BitClout Disetop SEC, Angin Segar Buat Kripto?

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat, Securities and Exchange Commission (SEC), secara resmi menghentikan kasus hukum terhadap pendiri BitClout, Nader Al-Naji, setelah proses yang berlangsung selama dua tahun.

    Keputusan ini diambil dengan status dismissed with prejudice, yang berarti SEC tidak dapat mengajukan kembali tuntutan yang sama terhadap Al-Naji dalam perkara tersebut.

    Langkah ini langsung memicu perhatian luas di industri kripto karena berpotensi mencerminkan perubahan pendekatan regulator terhadap sektor aset digital.

    Baca Juga: Sinyal SEC: Gugatan Airdrop Dicabut, Aturan Token Berubah?

    Latar Belakang Kasus BitClout

    Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph, kasus ini bermula dari tuduhan bahwa Al-Naji menghimpun lebih dari $257 juta melalui penjualan token BTCLT yang terkait dengan proyek BitClout.

    SEC juga menuduh adanya penyalahgunaan dana lebih dari $7 juta untuk kepentingan pribadi.

    Selain itu, proyek tersebut disebut menyesatkan investor dengan klaim desentralisasi yang tidak sepenuhnya akurat.

    Namun, setelah meninjau ulang bukti dan mempertimbangkan perkembangan terbaru dalam kebijakan internal, SEC memutuskan untuk menghentikan kasus tersebut.

    Peran Crypto Task Force

    Keputusan penghentian ini tidak terlepas dari pengaruh crypto task force yang dibentuk SEC pada Januari 2025.

    Tim ini bertugas mengevaluasi ulang pendekatan regulator terhadap industri kripto, termasuk kasus-kasus yang sedang berjalan.

    Langkah ini menunjukkan adanya upaya untuk menyesuaikan strategi penegakan hukum dengan dinamika industri yang terus berkembang.

    Apa Arti “Dismissed with Prejudice”?

    Status hukum ini memiliki implikasi penting: kasus tidak dapat diajukan ulang oleh SEC, memberikan kepastian hukum bagi pihak terdakwa, dan menutup peluang litigasi lanjutan untuk tuduhan yang sama.

    Dengan kata lain, Al-Naji dan pihak terkait kini terbebas dari ancaman hukum atas kasus tersebut secara permanen.

    Tentang Regulasi, Bukan Adopsi

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, perkembangan ini harus dilihat sebagai isu regulasi, bukan sinyal adopsi pasar.

    “Ini jelas isu regulasi karena intinya adalah rollback penegakan hukum oleh SEC, bukan adopsi pasar atau peluncuran produk. Implikasi lebih besarnya brutal: pasar akan membaca langkah ini sebagai sinyal bahwa pendekatan enforcement-first era lama makin dilepas, tapi SEC sendiri sudah menegaskan hasil ini sangat case-specific, jadi jangan bodoh dan menganggap semua kasus crypto bakal ambruk otomatis,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun keputusan ini signifikan, dampaknya tidak bisa digeneralisasi ke seluruh industri.

    Sinyal Perubahan Pendekatan SEC?

    Selama beberapa tahun terakhir, SEC dikenal dengan pendekatan enforcement-first, di mana regulator lebih fokus pada penegakan hukum dibandingkan memberikan panduan yang jelas.

    Namun, penghentian kasus ini bisa diartikan sebagai evaluasi ulang strategi lama, upaya mengurangi ketidakpastian hukum, dan pendekatan yang lebih selektif terhadap kasus.

    Meski demikian, SEC menegaskan bahwa keputusan ini bersifat spesifik untuk kasus tertentu.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Keputusan ini memiliki beberapa implikasi penting:

    1. Sentimen Pasar

    Pelaku pasar bisa melihat ini sebagai sinyal pelonggaran tekanan regulasi.

    2. Preseden Hukum

    Meski tidak bisa dijadikan acuan umum, kasus ini tetap menjadi referensi penting.

    3. Strategi Proyek Kripto

    Proyek lain mungkin akan lebih berhati-hati dalam desain token dan komunikasi kepada investor.

    Risiko Interpretasi Berlebihan

    Salah satu risiko terbesar dari keputusan ini adalah overinterpretation oleh pasar. Banyak pelaku industri mungkin menganggap bahwa SEC mulai melonggarkan semua kasus kripto.

    Padahal, setiap kasus memiliki konteks yang berbeda, termasuk struktur proyek, cara distribusi token, bukti yang tersedia, dan dampak terhadap investor.

    Baca Juga: Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

    Penghentian kasus BitClout oleh SEC menjadi salah satu perkembangan paling menarik dalam lanskap regulasi kripto saat ini.

    Keputusan ini menunjukkan adanya perubahan pendekatan, meskipun masih bersifat terbatas dan spesifik.

    Bagi industri, ini adalah pengingat bahwa regulasi tetap menjadi faktor kunci yang tidak bisa diabaikan. Sementara itu, bagi investor dan pelaku pasar, penting untuk tidak menarik kesimpulan berlebihan dari satu kasus.

    Ke depan, arah kebijakan SEC akan menjadi penentu utama apakah industri kripto akan menghadapi lingkungan yang lebih kondusif atau tetap berada di bawah tekanan ketat regulator.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skandal Libra Seret Javier Milei Senilai $5 Juta

    Dunia kripto kembali diguncang isu kontroversial setelah muncul laporan mengenai dugaan dokumen yang mengaitkan Presiden Argentina, Javier Milei, dengan promosi token Libra.

    Dokumen tersebut, yang diklaim ditemukan dari ponsel pelobi kripto Mauricio Novelli, disebut merinci skema pembayaran senilai $5 juta yang diduga berkaitan dengan dukungan terhadap token tersebut.

    Menurut laporan The Block, jika dugaan ini terbukti, kasus ini berpotensi berkembang dari sekadar kontroversi kripto menjadi isu politik serius.

    Baca Juga: Skandal Libra: CEO Kelsier Diduga Bayar Adik Presiden Argentina

    Isi Dokumen: Pembayaran Bertahap dan Keterkaitan Promosi

    Berdasarkan laporan yang beredar, dokumen tersebut menguraikan skema pembayaran dalam beberapa tahap.

    Pembayaran ini diduga dikaitkan dengan pengumuman publik terkait token Libra, hubungan dengan tokoh kripto Hayden Davis, kontrak konsultasi di bidang blockchain dan kecerdasan buatan (AI), dan keterlibatan pihak yang disebut berada dalam lingkaran dekat Milei.

    Selain itu, catatan panggilan forensik yang beredar juga disebut memperkuat dugaan adanya koordinasi dalam promosi token tersebut.

    Dari Memecoin ke Dugaan Isu Politik

    Awalnya, token Libra hanya dipandang sebagai bagian dari tren memecoin yang sering kali mengandalkan hype dan dukungan figur publik. Namun, dengan munculnya dokumen ini, narasi kasus berubah secara drastis.

    Jika tuduhan ini terbukti benar, maka kasus Libra tidak lagi sekadar soal spekulasi pasar, melainkan berpotensi menjadi dugaan penyalahgunaan jabatan, potensi konflik kepentingan, hingga risiko pelanggaran hukum terkait korupsi.

    Perubahan ini dapat meningkatkan tekanan terhadap pihak-pihak yang terlibat, termasuk pemerintahan Argentina.

    Dampak Lebih Luas dari Sekadar Skandal Kripto

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, temuan ini memiliki implikasi yang jauh lebih besar dari sekadar isu kripto biasa.

    “Kalau temuan ini terbukti, kasus Libra akan bergeser dari sekadar skandal memecoin menjadi isu penyalahgunaan jabatan dan potensi korupsi politik yang jauh lebih berat,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dalam skala yang lebih luas, Tim Research Tokocrypto menjelaskan dampaknya bukan cuma ke Milei, tapi juga ke cara regulator dan publik memandang promosi token oleh tokoh negara, karena pasar akan makin menuntut disclosure, jejak komunikasi, dan akuntabilitas yang lebih brutal terhadap endorsement kripto bernuansa politik.

    Secara keseluruhan, dampak dari kasus ini bisa saja meluas ke seluruh ekosistem kripto global.

    Risiko Reputasi dan Regulasi

    Jika dugaan ini terbukti, konsekuensinya bisa sangat signifikan, baik dari sisi politik maupun industri kripto:

    1. Risiko Reputasi

    Nama Presiden Milei dan pemerintahannya dapat terdampak serius.

    2. Pengetatan Regulasi

    Regulator kemungkinan akan memperketat aturan terkait promosi token, terutama oleh pejabat publik.

    3. Perubahan Persepsi Publik

    Masyarakat bisa menjadi lebih skeptis terhadap endorsement kripto oleh figur terkenal.

    Transparansi Jadi Kunci

    Kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dalam promosi aset kripto. Ke depan, pasar kemungkinan akan menuntut:

    • Pengungkapan (disclosure) yang lebih jelas
    • Dokumentasi komunikasi yang dapat diaudit
    • Akuntabilitas penuh dari pihak yang terlibat

    Hal ini menjadi penting untuk menjaga kepercayaan investor dan stabilitas pasar.

    Dampak bagi Industri Kripto Global

    Terlepas dari hasil investigasi, kasus ini berpotensi memicu perubahan besar, terutama terkait standar etika dalam promosi kripto meningkat.

    Selain itu, keterlibatan tokoh politik dalam aset digital diawasi lebih ketat sehingga proyek kripto harus lebih berhati-hati dalam strategi pemasaran.

    Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempercepat profesionalisasi industri kripto.

    Baca Juga: Token Libra: Kontroversi dan Seruan Akuntabilitas di Dunia Meme Coin

    Dugaan dokumen pembayaran $5 juta yang mengaitkan Javier Milei dengan promosi token Libra membuka babak baru dalam hubungan antara kripto dan politik.

    Jika terbukti, kasus ini dapat menjadi salah satu skandal terbesar yang menggabungkan kedua dunia tersebut.

    Lebih dari sekadar isu lokal, perkembangan ini berpotensi mengubah cara regulator, investor, dan publik memandang endorsement kripto oleh tokoh publik.

    Di tengah pertumbuhan industri yang pesat, transparansi dan akuntabilitas kini menjadi faktor yang tidak bisa ditawar lagi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 1,17% di Tengah Pasar Stabil, Minim Katalis

    Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan sebesar 1,17% ke level $0,187.

    Pergerakan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil hingga sedikit positif, menciptakan sinyal underperformance dari aset tersebut.

    Berbeda dengan aset utama seperti Bitcoin (BTC) yang cenderung bergerak stabil, Pi justru menunjukkan pelemahan yang lebih dipengaruhi oleh faktor internal, terutama minimnya katalis positif dan turunnya aktivitas perdagangan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3,24% Saat Pasar Naik, Likuiditas Tipis

    Volume Anjlok 43%, Minat Pasar Melemah

    Salah satu indikator utama yang menjelaskan penurunan ini adalah merosotnya volume perdagangan secara signifikan.

    Dalam 24 jam terakhir, Coinmarketcap mencatat bahwa volume PI turun hingga 43% menjadi sekitar $14,97 juta.

    Penurunan volume ini menunjukkan berkurangnya minat investor, minimnya aliran dana baru ke pasar, dan melemahnya momentum setelah kenaikan sebelumnya.

    Dalam kondisi seperti ini, harga menjadi lebih rentan terhadap tekanan jual, bahkan dari order dalam jumlah kecil.

    Tanpa Katalis, Harga Cenderung “Drift” Turun

    Tidak adanya berita besar, kemitraan baru, atau pembaruan teknis membuat Pi kehilangan pendorong utama untuk mempertahankan momentum kenaikan.

    Dalam pasar kripto, katalis seperti listing di exchange besar, upgrade jaringan, dan integrasi ekosistem sering menjadi pemicu lonjakan harga.

    Tanpa faktor-faktor tersebut, harga cenderung bergerak secara alami mengikuti arus likuiditas, yang dalam kasus ini justru melemah.

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Koreksi Setelah Kenaikan Mingguan

    Meski mengalami penurunan harian, penting dicatat bahwa Pi sebelumnya mencatat kenaikan sekitar 8% dalam tujuh hari terakhir.

    Hal ini membuka kemungkinan bahwa penurunan saat ini merupakan bagian dari aksi ambil untung (profit-taking).

    Dalam skenario seperti ini, trader jangka pendek mengunci keuntungan dan tekanan jual meningkat sementara. Alhasil, harga mengalami koreksi sehat.

    Fenomena ini umum terjadi dalam pasar kripto, terutama pada aset dengan likuiditas terbatas.

    Tidak Didukung Sentimen Altcoin

    Dari sisi makro, kondisi pasar altcoin juga tidak memberikan dorongan signifikan. Indikator seperti Altcoin Season Index berada di level 48, yang mencerminkan kondisi netral.

    Artinya, tidak ada rotasi besar ke altcoin membuat momentum sektor relatif lemah sehingga investor cenderung berhati-hati.

    Dalam lingkungan seperti ini, aset seperti Pi yang bergantung pada minat spekulatif cenderung kesulitan untuk naik.

    Level Kunci: $0,185 Jadi Penopang Utama

    Dalam jangka pendek, pergerakan harga Pi sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support penting.

    Level yang perlu diperhatikan:

    • Support utama: $0,185
    • Support lanjutan: $0,18
    • Resistance terdekat: $0,195

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,185, ada peluang untuk konsolidasi dalam rentang $0,185–$0,195. Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan ke area $0,18 akan semakin besar.

    Outlook Jangka Pendek: Netral ke Bearish

    Melihat kondisi saat ini, outlook Pi dalam jangka pendek cenderung netral ke bearish.

    Tanpa adanya peningkatan volume atau katalis baru, pergerakan harga kemungkinan akan tetap lemah dan cenderung sideways dengan bias turun.

    Apa yang Harus Diperhatikan?

    Untuk melihat potensi pembalikan arah, ada beberapa indikator penting yang perlu dipantau:

    • Kenaikan volume di atas $20 juta
    • Munculnya berita atau update dari ekosistem Pi
    • Peningkatan aktivitas komunitas dan sosial media
    • Perubahan sentimen pasar altcoin secara keseluruhan

    Jika faktor-faktor ini mulai terlihat, peluang rebound akan meningkat.

    Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis di Tengah Pasar Lesu, Sinyal Awal Rebound?

    Penurunan harga Pi Network sebesar 1,17% mencerminkan kondisi pasar yang minim katalis dan melemahnya minat perdagangan.

    Dengan volume yang turun tajam dan tidak adanya pendorong baru, harga cenderung bergerak melemah secara bertahap.

    Level $0,185 kini menjadi titik krusial yang harus dipertahankan. Jika gagal, tekanan jual berpotensi berlanjut. Sebaliknya, pemulihan hanya akan terjadi jika volume kembali meningkat dan minat pasar pulih.

    Bagi investor, kondisi ini menegaskan pentingnya memperhatikan likuiditas dan momentum, bukan hanya harga semata, dalam mengambil keputusan di pasar kripto yang dinamis.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Stabil di $70.792, Belum Breakout?

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan stabil dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan tipis sebesar 0,66% ke level $70.792,19.

    Meski tidak signifikan, pergerakan ini mencerminkan fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi dalam beberapa hari sebelumnya.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,41 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $40,60 miliar, Bitcoin tetap menjadi pusat perhatibbviklan investor di tengah dinamika pasar kripto global.

    Baca Juga: Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

    Pergerakan Harga: Stabil dalam Rentang Sempit

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin bergerak dalam kisaran harga terendah $68.920,69 dan harga tertinggi di level $71.371,30.

    Rentang ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencari arah baru. Setelah sempat menyentuh area atas di $71.300, BTC mengalami sedikit tekanan jual, namun masih mampu bertahan di atas level psikologis $70.000.

    Pergerakan ini mengindikasikan adanya keseimbangan antara tekanan beli dan jual.

    Tren Jangka Pendek dan Menengah

    Dari sisi historis, performa Bitcoin menunjukkan gambaran campuran:

    • 24 jam: +0,55%
    • 7 hari: -4,75%
    • 30 hari: +9,36%
    • 60 hari: -21,11%
    • 90 hari: -19,39%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun dalam jangka pendek BTC masih berada dalam tekanan, tren 30 hari terakhir mulai menunjukkan pemulihan.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Volume Perdagangan Masih Solid

    Volume perdagangan sebesar $40,60 miliar dalam 24 jam menunjukkan bahwa aktivitas pasar tetap tinggi. Ini menjadi indikator penting bahwa:

    • Likuiditas pasar masih kuat
    • Minat investor tetap terjaga
    • Potensi pergerakan besar masih terbuka

    Namun, dibandingkan lonjakan volume sebelumnya, angka ini sedikit menurun, yang biyg thesa mengindikasikan fase konsolidasi.

    Level Kunci: Support dan Resistance

    Dalam jangka pendek, beberapa level penting yang perlu diperhatikan adalah:

    • Support utama: $68.900
    • Support lanjutan: $67.500
    • Resistance terdekat: $71.300
    • Resistance kuat: $73.000

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $71.300 dengan volume tinggi, peluang untuk melanjutkan kenaikan ke area $73.000 akan semakin besar.

    Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $70.000, BTC berpotensi kembali menguji support di bawahnya.

    Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

    Beberapa faktor yang memengaruhi harga Bitcoin saat ini antara lain:

    1. Konsolidasi Pasca Volatilitas

    Setelah pergerakan tajam sebelumnya, pasar cenderung memasuki fase stabilisasi.

    2. Sentimen Pasar Campuran

    Investor masih berhati-hati di tengah ketidakpastian makro dan arah pasar global.

    3. Dominasi Bitcoin Tetap Tinggi

    Dengan dominasi pasar sekitar 95,25%, BTC tetap menjadi acuan utama bagi pergerakan altcoin.

    Bitcoin masih berada jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Namun, setiap fase konsolidasi seperti saat ini sering kali menjadi fondasi untuk pergerakan besar berikutnya.

    Outlook Jangka Pendek: Sideways dengan Potensi Breakout

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin cenderung bergerak sideways dengan potensi breakout.

    Artinya, meskipun belum ada sinyal kuat untuk kenaikan besar, peluang tersebut tetap terbuka jika didukung oleh volume dan sentimen positif.

    Beberapa indikator penting untuk memantau arah BTC selanjutnya antara lain breakout di atas $71.300, penurunan di bawah $68.900, perubahan volume perdagangan, dan sentimen pasar global.

    Pergerakan di sekitar level-level ini akan menentukan arah tren berikutnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $68.237, Bearish Berlanjut?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam fase konsolidasi di atas $70.000 setelah kenaikan sebelumnya.

    Dengan volume yang masih solid dan support yang terjaga, peluang untuk breakout tetap terbuka.

    Namun, pasar masih membutuhkan katalis yang lebih kuat untuk mendorong pergerakan signifikan. Selama belum ada konfirmasi breakout, BTC kemungkinan akan bergerak dalam rentang terbatas.

    Bagi investor, kondisi ini menjadi momen penting untuk mengamati level kunci dan menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil keputusan besar di pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

    Perusahaan publik Strategy (sebelumnya MicroStrategy) kembali menarik perhatian pasar setelah memperluas kapasitas pendanaan hingga lebih dari 60 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.000 triliun. Langkah ini dilakukan untuk mendukung strategi akumulasi Bitcoin dalam skala besar, yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga di pasar kripto.

    Melalui pengajuan terbaru, Strategy membuka peluang penerbitan saham dan instrumen keuangan baru yang dapat digunakan secara bertahap untuk mendanai pembelian Bitcoin.

    Strategi Pendanaan Jumbo untuk Bitcoin

    Dalam dokumen terbaru, Strategy mengungkapkan rencana untuk menerbitkan hingga 21 miliar dolar AS saham biasa, 21 miliar dolar AS saham preferen STRC, dan sekitar 2,1 miliar dolar AS saham preferen STRK.

    Secara total, kapasitas penerbitan aktif perusahaan kini mencapai sekitar 64,15 miliar dolar AS. Namun, perusahaan menegaskan bahwa dana tersebut belum seluruhnya dihimpun, melainkan akan diterbitkan secara bertahap sesuai kebutuhan.

    Langkah ini menjadi peta pendanaan jangka panjang yang akan mendukung ekspansi kepemilikan Bitcoin perusahaan.

    Baca juga: Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

    Strategy Tetap Jadi Pemegang Bitcoin Terbesar

    Strategy saat ini merupakan perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia, dengan total sekitar 762.099 BTC. Nilai akumulasi pembelian mencapai sekitar 57,7 miliar dolar AS, dengan harga rata-rata sekitar 75.700 dolar AS per Bitcoin.

    Meski demikian, posisi tersebut saat ini masih mencatatkan kerugian belum terealisasi lebih dari 3 miliar dolar AS, seiring fluktuasi harga Bitcoin di pasar.

    STRC Jadi Instrumen Utama

    Salah satu perubahan penting dalam strategi pendanaan ini adalah meningkatnya peran saham preferen STRC. Perusahaan bahkan meningkatkan jumlah saham STRC yang diotorisasi secara signifikan.

    Instrumen ini menawarkan imbal hasil variabel sekitar 11,5% dan telah menarik minat investor institusional besar seperti BlackRock, Anchorage, dan Strive.

    Sebaliknya, peran STRK mulai dikurangi, menunjukkan adanya penyesuaian strategi dalam struktur modal perusahaan.

    Potensi Dampak ke Harga Bitcoin

    Langkah agresif Strategy dalam mengumpulkan dana untuk membeli Bitcoin dinilai dapat memberikan tekanan beli tambahan di pasar, terutama jika realisasi pembelian dilakukan secara bertahap dalam jumlah besar.

    Namun, strategi ini juga membawa risiko, termasuk potensi dilusi saham dan ketergantungan pada pendanaan berbasis pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa strategi Strategy menunjukkan tingkat keyakinan yang tinggi terhadap prospek jangka panjang Bitcoin, terutama sebagai aset treasury perusahaan.

    Menurut mereka, jika sebagian besar dana tersebut benar-benar digunakan untuk membeli Bitcoin, hal ini dapat menjadi katalis positif yang mendorong harga, terutama dalam kondisi suplai yang semakin terbatas.

    Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa pendekatan ini memiliki risiko struktural. Ketergantungan pada pendanaan berbasis pasar dapat meningkatkan tekanan jika kondisi likuiditas global memburuk atau jika harga Bitcoin bergerak tidak sesuai ekspektasi.

    Selain itu, mereka menyoroti bahwa pergerakan harga Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh satu entitas, melainkan oleh kombinasi faktor seperti arus dana institusional, kebijakan moneter, dan sentimen global.

    Pasar Menanti Realisasi Strategi

    Dengan kapasitas pendanaan yang besar, langkah Strategy akan terus menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa waktu ke depan.

    Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, dampaknya dapat memperkuat posisi Bitcoin di kalangan institusi. Namun, pasar tetap akan mencermati bagaimana perusahaan mengeksekusi rencana tersebut di tengah dinamika pasar yang masih fluktuatif.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Viral! Penipuan Kripto Manfaatkan Isu Perang

    Seorang investigator blockchain, ZachXBT, mengungkap adanya akun palsu di platform X (Twitter) yang diduga digunakan untuk memancing perhatian publik dan mengarah pada skema penipuan kripto. Akun bernama “Rashid bin Saeed” tersebut diketahui menyebarkan informasi sensasional terkait konflik geopolitik untuk membangun basis pengikut.

    Kasus ini muncul di tengah kondisi pasar kripto yang sedang diliputi sentimen ketakutan ekstrem, yang dinilai membuat investor lebih rentan terhadap manipulasi.

    Akun Viral Diduga Digunakan untuk Skema Scam

    Dilaporkan BeInCrypto, akun tersebut sempat menjadi viral setelah memposting klaim bahwa Iran telah merilis daftar target infrastruktur sipil yang akan diserang jika Amerika Serikat menyerang fasilitas energi mereka. Postingan tersebut mencantumkan 12 lokasi di enam negara, termasuk fasilitas nuklir dan pembangkit listrik.

    Meski klaim tersebut tidak terbukti, akun ini berhasil mengumpulkan lebih dari 353.000 pengikut. Investigasi menunjukkan bahwa akun tersebut baru diverifikasi pada Februari 2026 dan telah beberapa kali mengganti nama sejak 2025.

    ZachXBT menyebut akun ini sebagai bagian dari pola yang sering digunakan dalam skema pump-and-dump, di mana pelaku membangun audiens melalui konten viral sebelum mempromosikan token dengan likuiditas rendah.

    Baca juga: Inggris Siapkan Langkah Besar Lawan Ancaman Penipuan Kripto

    Terhubung dengan Promosi Meme Coin

    Indikasi keterkaitan dengan aktivitas kripto terlihat dari akun Telegram yang diduga terkait, yang mempromosikan meme coin bernama Chibification (CHIBI). Token tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang relatif kecil, sekitar 3,9 juta dolar AS, dan mengalami penurunan lebih dari 23% dalam 24 jam terakhir.

    Skema seperti ini biasanya memanfaatkan momentum perhatian publik untuk mendorong harga token sebelum akhirnya dijual secara besar-besaran oleh pelaku, meninggalkan investor ritel dengan kerugian.

    ZachXBT sebelumnya juga mengungkap kasus serupa pada 2025, di mana seorang influencer terlibat dalam skema yang menyebabkan harga token anjlok hingga 97%.

    Sentimen Pasar Mempermudah Manipulasi

    Kasus ini terjadi di tengah kondisi pasar yang berada dalam fase extreme fear. Crypto Fear and Greed Index tercatat di level 8, setara dengan kondisi saat runtuhnya FTX pada 2022.

    Sentimen ketakutan yang berkepanjangan, ditambah dengan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, menciptakan lingkungan yang ideal bagi penyebaran informasi menyesatkan.

    Dalam kondisi seperti ini, konten sensasional cenderung lebih cepat menyebar dan dipercaya, sehingga meningkatkan efektivitas skema manipulasi.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kasus ini menjadi pengingat penting bahwa risiko di industri kripto tidak hanya berasal dari volatilitas harga, tetapi juga dari manipulasi informasi

    Menurut mereka, kombinasi antara sentimen pasar yang negatif dan isu geopolitik sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membangun narasi yang menarik perhatian investor.

    Tim Research Tokocrypto menekankan pentingnya verifikasi sumber informasi, terutama ketika berkaitan dengan klaim besar atau berita yang belum dikonfirmasi. Investor juga disarankan untuk berhati-hati terhadap promosi token yang muncul secara tiba-tiba, terutama yang didukung oleh akun dengan riwayat tidak jelas.

    Selain itu, mereka menilai bahwa edukasi dan literasi menjadi kunci untuk mengurangi risiko penipuan, terutama di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

    Waspada di Tengah Ketidakpastian

    Kasus ini menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya adopsi kripto, risiko penipuan juga semakin berkembang dengan metode yang lebih kompleks.

    Pelaku pasar diharapkan untuk tetap kritis terhadap informasi yang beredar, terutama yang memanfaatkan isu sensitif seperti konflik global, agar tidak terjebak dalam skema yang merugikan.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Optimis! Sinyal Emas Tandai Bottom Bitcoin

    Pergerakan Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah muncul sinyal langka dari korelasinya dengan emas. Data terbaru menunjukkan bahwa hubungan antara Bitcoin dan emas mencapai level terendah dalam tiga tahun terakhir, memicu spekulasi bahwa Bitcoin kemungkinan telah membentuk titik dasar (bottom) pada Maret ini.

    Di saat emas mengalami penurunan selama empat minggu berturut-turut, Bitcoin justru bergerak stabil di kisaran 70.000 dolar AS, menciptakan divergensi yang menarik perhatian pelaku pasar.

    Rasio BTC/Gold Beri Sinyal Historis

    Dilaporkan BeInCrypto, analis melihat bahwa rasio BTC terhadap emas saat ini mengalami penurunan sekitar 70%, level yang sebelumnya sering bertepatan dengan titik terendah siklus pasar. Dalam siklus sebelumnya, penurunan rasio sebesar 86% pada 2014, 83% pada 2018, dan 76% pada 2022 semuanya menandai fase bottom sebelum tren naik dimulai.

    Kondisi saat ini dinilai mulai memasuki fase konsolidasi, yang berpotensi menjadi awal pemulihan harga Bitcoin. Jika rasio ini kembali meningkat, hal tersebut menandakan bahwa Bitcoin mulai mengungguli emas sebagai aset investasi.

    Baca juga: Harga Emas Bergejolak, Investor Justru Borong XAUT dan PAXG

    Korelasi Bitcoin–Emas Capai Titik Terendah

    Data menunjukkan bahwa korelasi antara Bitcoin dan emas turun hingga -0,9, level terendah sejak akhir 2022. Pada periode tersebut, Bitcoin berada di level 15.600 dolar AS sebelum memulai tren kenaikan yang berlangsung lebih dari dua tahun.

    Korelasi negatif yang kuat ini mengindikasikan bahwa kedua aset bergerak berlawanan arah, dan dalam konteks saat ini, memberikan sinyal potensi penguatan Bitcoin dibandingkan emas dalam waktu dekat.

    Di sisi lain, analis teknikal juga melihat bahwa emas sedang membentuk pola bearish yang jarang terjadi, yang secara historis sering diikuti oleh periode pemulihan yang panjang.

    Peran Faktor Makro dan Investor Besar

    Divergensi antara Bitcoin dan emas juga dipengaruhi oleh faktor makroekonomi dan geopolitik. Bitcoin dinilai telah lebih cepat merespons risiko global, termasuk konflik di Timur Tengah, dibandingkan aset tradisional.

    Selain itu, data menunjukkan bahwa jumlah whale Bitcoin dengan kepemilikan di atas 1.000 BTC mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh investor besar di tengah ketidakpastian pasar.

    Dalam waktu dekat, rilis data ekonomi seperti PMI dan jobless claims juga akan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi arah pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa korelasi negatif antara Bitcoin dan emas saat ini menjadi sinyal penting dalam membaca fase siklus pasar. Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan bahwa Bitcoin mulai berperan lebih kuat sebagai aset alternatif yang tidak sepenuhnya mengikuti pergerakan aset safe haven tradisional.

    Namun, mereka juga mengingatkan bahwa konfirmasi tren tidak hanya bergantung pada satu indikator. Faktor seperti likuiditas global, kebijakan moneter, dan sentimen geopolitik tetap menjadi penentu utama dalam jangka pendek.

    Tim Research Tokocrypto menambahkan bahwa akumulasi oleh whale menjadi indikator positif, tetapi pergerakan harga tetap membutuhkan dukungan dari arus dana yang lebih luas untuk membentuk tren naik yang berkelanjutan.

    Pasar Menanti Konfirmasi Tren

    Dengan kombinasi antara sinyal teknikal, divergensi makro, dan aktivitas investor besar, pasar kini berada pada fase yang krusial. Pelaku pasar akan mencermati apakah Bitcoin mampu mempertahankan stabilitas dan mulai menunjukkan penguatan yang konsisten.

    Jika pola historis kembali terulang, kondisi saat ini berpotensi menjadi titik awal fase baru bagi Bitcoin. Namun, kepastian arah tetap akan bergantung pada perkembangan faktor eksternal dan respons pasar dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca juga: Tether Luncurkan Mining OS (MOS), Dorong Efisiensi Penambangan BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bittensor (TAO) Meroket 80%! Akankah Kalahkan Dominasi Bitcoin?

    Harga Bittensor (TAO) mencatat lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, dengan kenaikan mencapai 17% dalam 24 jam dan sekitar 80% secara bulanan. Aset ini kini diperdagangkan di kisaran 317 dolar AS, menjadikannya salah satu kripto dengan performa terbaik di tengah pemulihan pasar.

    Dilaporkan Coingape, kenaikan ini terjadi seiring stabilnya pasar kripto secara umum, di mana Bitcoin kembali berada di atas 71.000 dolar AS dan Ethereum menembus 2.100 dolar AS. Sentimen positif juga didukung oleh penguatan altcoin lain seperti XRP, Solana, dan Dogecoin.

    Lonjakan Dipicu Sentimen dan Dukungan Pasar

    Salah satu pemicu utama kenaikan TAO adalah viralnya unggahan investor Jason Calacanis yang menyebut “TAO > BTC”, yang memicu diskusi luas di komunitas kripto. Tak lama setelah itu, harga TAO melonjak dan mencetak level tertinggi baru tahun ini.

    Selain sentimen sosial, minat institusional juga mulai meningkat. Produk investasi berbasis Bittensor telah diluncurkan di Nasdaq Stockholm, sementara Grayscale Bittensor Trust diperdagangkan dengan premium terhadap nilai aset bersihnya.

    Faktor lain yang mendorong optimisme adalah narasi seputar pengembangan kecerdasan buatan terdesentralisasi (decentralized AI), yang menjadi fokus utama ekosistem Bittensor.

    Baca juga: TAO Bittensor Rontok 13% Sehari! Harga Terjun ke US$160

    Didukung Fundamental dan Narasi AI

    Bittensor memiliki suplai maksimum sebesar 21 juta token, mirip dengan Bitcoin, serta mekanisme halving setiap empat tahun. Struktur ini memberikan karakteristik kelangkaan yang dinilai menarik bagi investor jangka panjang.

    Selain itu, komentar dari CEO Nvidia, Jensen Huang, terkait perkembangan AI turut memperkuat sentimen terhadap proyek-proyek berbasis AI, termasuk Bittensor.

    Di sisi pasar, meningkatnya kapitalisasi sektor meme coin hingga 33,6 miliar dolar AS juga menunjukkan meningkatnya risk appetite investor, yang turut mendukung pergerakan altcoin seperti TAO.

    Target Harga dan Level Kunci

    Secara teknikal, level 300 dolar AS kini menjadi support penting setelah berhasil ditembus. Sementara itu, area 320 dolar AS menjadi resistance terdekat yang masih sulit ditembus.

    Jika harga mampu bertahan dan menembus level tersebut, potensi kenaikan menuju 350 dolar AS terbuka. Namun, jika gagal mempertahankan momentum, koreksi ke area 280 dolar AS masih memungkinkan.

    Data derivatif juga menunjukkan peningkatan minat pasar, dengan open interest naik 53% dan volume perdagangan melonjak 128% menjadi sekitar 2,05 miliar dolar AS.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kenaikan TAO saat ini didorong oleh kombinasi kuat antara narasi sektor AI, sentimen sosial, dan peningkatan minat institusional.

    Namun, mereka mengingatkan bahwa lonjakan harga yang cepat dalam waktu singkat juga meningkatkan risiko koreksi, terutama jika didominasi oleh sentimen jangka pendek.

    Menurut mereka, investor perlu membedakan antara fundamental jangka panjang dan euforia pasar. Proyek seperti Bittensor memang memiliki potensi dari sisi teknologi, tetapi pergerakan harga tetap sangat dipengaruhi oleh likuiditas dan sentimen.

    Tim Research Tokocrypto juga menambahkan bahwa peningkatan open interest dan volume menunjukkan adanya partisipasi aktif dari trader, yang dapat memperbesar volatilitas dalam jangka pendek.

    Pasar Masih Uji Kekuatan Tren

    Pergerakan TAO dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support dan menembus resistance utama. Di tengah kondisi pasar yang mulai pulih, aset dengan narasi kuat seperti AI berpotensi terus menjadi perhatian investor.

    Namun, dengan volatilitas yang tinggi, arah selanjutnya masih akan ditentukan oleh keseimbangan antara sentimen pasar, arus dana, dan kekuatan fundamental proyek itu sendiri.

    Baca juga: Token Musik Teratas: Pasar Capai Rp3,01 Triliun, Rata-Rata Naik 5,06%


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Waspada! Serangan AS-Israel Bisa Banting Harga Bitcoin

    Harga Bitcoin kembali menghadapi tekanan setelah konflik geopolitik di Timur Tengah kembali memanas. Meski sebelumnya sempat menguat di atas 71.000 dolar AS, aset kripto terbesar ini kini berisiko mengalami penurunan seiring lonjakan harga minyak global akibat serangan terbaru ke fasilitas energi Iran.

    Perkembangan ini terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan jeda serangan selama lima hari sebagai bagian dari upaya deeskalasi.

    Serangan Energi Picu Lonjakan Harga Minyak

    Dilaporkan Coingape, harga minyak dunia kembali melonjak, dengan Brent crude menembus 102 dolar AS per barel dan WTI naik lebih dari 3% ke level 91 dolar AS. Kenaikan ini dipicu oleh serangan terbaru AS dan Israel terhadap infrastruktur energi Iran, termasuk fasilitas gas dan pembangkit listrik.

    Situasi semakin kompleks setelah Iran membantah adanya pembicaraan damai, serta melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke wilayah Israel dan negara Teluk yang menjadi basis militer AS.

    Selain itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab dilaporkan mulai mempertimbangkan keterlibatan langsung dalam konflik, yang berpotensi memperluas eskalasi dan mengganggu pasokan energi global.

    Baca juga: 3 Altcoin Berpotensi Picu Likuidasi Besar di Akhir Maret 2026!

    Bitcoin Tertekan di Tengah Ketidakpastian

    Kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik cenderung mendorong investor beralih ke aset yang lebih aman, sehingga berpotensi menekan aset berisiko seperti Bitcoin.

    Meski Bitcoin sempat naik sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke kisaran 70.911 dolar AS, tekanan mulai terlihat kembali. Indikator Coinbase Premium Index juga berubah menjadi negatif, yang mengindikasikan adanya tekanan jual dari investor di pasar Amerika Serikat.

    Di sisi lain, data menunjukkan open interest di pasar futures Bitcoin meningkat, menandakan masih adanya minat dari trader derivatif meskipun kondisi pasar tidak stabil.

    Risiko Koreksi ke Level $68.000

    Pelaku pasar kini mencermati kemungkinan Bitcoin kembali turun ke level 68.000 dolar AS jika tekanan makro terus berlanjut. Kenaikan volume perdagangan hingga 60% dalam 24 jam terakhir menunjukkan meningkatnya aktivitas, namun belum tentu mencerminkan arah yang jelas.

    Beberapa analis juga mengingatkan bahwa siklus pasar Bitcoin masih berpotensi mengikuti pola historis, dengan kemungkinan fase bearish berlanjut hingga akhir tahun.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa pergerakan Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, terutama geopolitik dan harga komoditas seperti minyak.

    Menurut mereka, lonjakan harga minyak akibat gangguan pasokan global dapat meningkatkan tekanan inflasi, yang pada akhirnya memperkecil peluang pelonggaran kebijakan moneter. Hal ini menjadi faktor negatif bagi aset berisiko, termasuk kripto.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa lonjakan volatilitas ini membuka peluang trading jangka pendek, terutama bagi pelaku pasar yang mampu memanfaatkan pergerakan cepat akibat sentimen global.

    Mereka menekankan bahwa investor perlu mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta indikator pasar seperti aliran dana institusional dan sentimen derivatif untuk menentukan strategi yang tepat.

    Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian

    Dengan konflik yang berpotensi meluas dan belum adanya kepastian terkait upaya damai, pasar kripto diperkirakan akan tetap bergerak fluktuatif dalam waktu dekat.

    Pergerakan Bitcoin selanjutnya akan sangat bergantung pada dinamika geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi global, yang kini menjadi faktor utama dalam membentuk sentimen investor.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader

    Tak bisa dipungkiri crypto futures trading menjadi salah satu opsi untuk mendapatkan keuntungan dari pasar kripto yang sangat populer di kalangan para trader karena dapat memberikan keuntungan cepat, meskipun dengan time-frame kecil seperti jam, hingga menit.

    Meski menawarkan potensi profit yang menarik, futures juga membawa risiko. Banyak strategi crypto futures yang sering digunakan oleh para trader seperti mulai dari scalping, swing trading, hedging, breakout trading, trend following, hingga range trading digunakan untuk menyesuaikan gaya, serta toleransi risiko tersebut.

    Maka dari itu, sebelum kamu memutuskan untuk melakukan trading dengan menggunakan futures di aset kripto, ada baiknya kamu mengetahui beberapa strategi dasar crypto futures yang umum digunakan trader tadi. Yuk simak lebih lengkap di bawah!

    Baca juga: Apa Itu Crypto Futures? Cara Kerja dan Perbedaannya dengan Spot Trading

    1. Scalping

    Scalping menjadi salah satu strategi paling populer di kalangan trader crypto futures karena fokus pada keuntungan kecil tapi sering. 

    Scalping adalah strategi yang dilakukan dengan membuka dan menutup posisi dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan kecil secara konsisten, memanfaatkan pergerakan harga seperti 0,5%-1% dengan memanfaatkan fitur leverage untuk memperbesar keuntungan.

    Strategi ini cocok untuk pasar sideways, namun biaya transaksi dan funding rate bisa menggerus keuntungan jika kamu terlalu sering melakukan trading.

    2. Swing Trading

    Swing trading mengambil keuntungan dari ayunan harga baik dari dalam kondisi penurunan ke kenaikan, atau sebaliknya. 

    Strategi ini mengandalkan analisis teknikal seperti support-resistance, moving averages, dan pola harga, serta kadang dipadukan dengan analisis fundamental untuk konfirmasi arah.

    Swing trading cocok dilakukan di pasar yang sedang memiliki tren, seperti membeli saat harga rebound dari support dan jual saat mendekati resistance. Karena mengikuti tren, jika harga telah bergerak sesuai konfirmasi analisa awal, strategi ini biasanya tidak memerlukan monitoring terus-menerus seperti scalping, dan potensi profit lebih besar per trade dibanding scalping.

    3. Hedging

    Strategi hedging memiliki arti yang sama seperti namanya, yakni sebagai strategi untuk lindung nilai. Strategi ini strategi defensif dan sering dipakai oleh holder jangka panjang. 

    Strategi hedging digunakan oleh trader crypto futures untuk mengunci nilai portofolio atau mengurangi potensi kerugian saat pasar bergerak melawan posisi utama.

    Dalam praktiknya, hedging dilakukan dengan membuka posisi berlawanan dengan posisi yang sebelumnya telah dimiliki. Misalnya, mengambil posisi short untuk melindungi kepemilikan aset kripto yang ada di spot… sehingga ketika harga aset turun, kerugian pada satu sisi dapat dikompensasikan oleh keuntungan dari posisi short.

    Strategi ini sangat berguna saat pasar berada di fase volatil atau ketika ada event besar yang membuat harga sulit diprediksi karena membantu menjaga modal dan mengurangi drawdown tanpa harus menjual aset kripto yang dimiliki.

    Baca juga: Risiko Crypto Futures yang Perlu Dipahami Sebelum Trading

    4. Breakout Trading

    Breakout trading adalah teknik membuka posisi ketika harga menembus resistance (untuk long) atau support (untuk short) dengan harapan momentum akan melanjutkan arah setelah menembus area tersebut. Sebelum benar-benar memutuskan untuk membuka posisi, trader biasanya menunggu konfirmasi seperti penutupan candle di atas/bawah level atau lonjakan volume sebelum masuk.

    Strategi ini efektif pada pasar yang baru keluar dari fase konsolidasi atau sedang membentuk tren karena potensi pergerakan lebih dari 2% namun rentan terhadap false breakout.

    5. Trend Following

    Trend following adalah strategi yang berfokus untuk mengikuti arah tren utama, baik naik maupun turun dengan membuka posisi searah tren dan menahan hingga tanda pembalikan muncul.

    Trend following memanfaatkan momentum jangka menengah hingga panjang untuk menangkap pergerakan besar di pasar crypto futures. Trader biasanya menggunakan indikator sederhana seperti Moving Average Crossover (EMA 9 x EMA 21), MACD, atau Fibonacci Retracement.

    Strategi ini cocok saat pasar menunjukkan tren jelas karena memungkinkan target keuntungan lebih besar per trade dibanding scalping atau swing, namun tetap memerlukan disiplin. Penempatan stop loss, dan penggunaan trailing stop untuk mengunci profit dapat menjadi salah satu cara risiko saat trading dengan trend following. 

    Baca juga: Leverage dalam Crypto Futures: Peluang dan Risiko

    6. Range Trading 

    Ketika pasar tidak memiliki tren yang jelas dan bergerak sideways, banyak trader menggunakan strategi range trading.

    Range trading sendiri merupakan strategi yang memanfaatkan pergerakan harga antara level support dan resistance. Trader membuka posisi long di dekat support dan short di dekat resistance untuk menangkap pergerakan harga layaknya pantulan bola dari atas ke bawah dan sebaliknya. 

    Strategi ini membutukan identifikasi zona harga yang jelas, konfirmasi pola candlestick, dan indikator seperti RSI atau stochastic untuk mendeteksi kondisi overbought/oversold.

    Keunggulannya adalah frekuensi peluang yang relatif tinggi saat pasar tidak trending, namun risiko termasuk false breakout

    Itu dia beberapa contoh strategi dasar crypto futures yang sering digunakan oleh para trader. Apa pun pilihanmu, pastikan untuk selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading, dan pastikan menggunakan exchange resmi seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Binance. 5 Top Crypto Futures Trading Strategies for Pro Traders

    Investopedia. What Is Swing Trading?, Trend Trading: Definition and How Strategy Aims For Profit



    Sumber : news.tokocrypto.com