Author: 18

  • Bitcoin Sideways di Level $70.813

    Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan pergerakan yang sangat terbatas dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan tipis hanya +0,03% ke level $70.813,26.

    Kondisi ini mencerminkan fase konsolidasi yang kuat, di mana pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu katalis baru.

    Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,41 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $34,89 miliar, Bitcoin tetap menjadi aset dominan di pasar kripto meski volatilitasnya saat ini relatif rendah.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $70.792, Belum Breakout?

    Pergerakan Harga: Sideways dalam Rentang Sempit

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam kisaran harga terendah $70.558,71 dan harga tertinggi di level $71.985,74.

    Rentang ini menunjukkan volatilitas yang menyempit, menandakan fase sideways consolidation.

    Tidak adanya pergerakan besar mengindikasikan bahwa pelaku pasar sedang menunggu arah makro baru, mengamati level teknikal penting, dan menahan posisi setelah pergerakan sebelumnya.

    Kondisi ini sering kali menjadi fase sebelum breakout besar, baik ke atas maupun ke bawah.

    Tren Jangka Menengah Masih Positif

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 26 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski dalam jangka pendek cenderung stagnan, performa Bitcoin dalam timeframe lebih panjang masih menunjukkan kekuatan:

    • 7 hari: ~0% (flat)
    • 30 hari: +12,19%
    • 60 hari: -20,37%
    • 90 hari: -20,21%

    Kenaikan lebih dari 12% dalam 30 hari terakhir menunjukkan bahwa tren pemulihan masih berlangsung, meskipun belum sepenuhnya menghapus tekanan dalam jangka menengah.

    Volume Menurun, Tanda Konsolidasi

    Dalam catatan Tokocrypto, volume perdagangan sebesar $34,89 miliar menunjukkan penurunan dibandingkan periode volatil sebelumnya.

    Ini mengindikasikan aktivitas trading mulai melambat, tidak ada arus modal besar yang masuk, dan pasar berada dalam fase “cooling down”.

    Penurunan volume sering kali menjadi sinyal bahwa pasar sedang membangun energi sebelum pergerakan berikutnya.

    Level Kunci: Area Penentu Arah

    Dalam kondisi seperti ini, level teknikal menjadi sangat penting untuk menentukan arah selanjutnya:

    • Support terdekat: $70.500
    • Support kuat: $69.000
    • Resistance terdekat: $72.000
    • Resistance lanjutan: $74.000

    Jika Bitcoin mampu menembus $72.000 dengan volume tinggi, peluang untuk melanjutkan tren naik akan terbuka lebar. Sebaliknya, jika turun di bawah $70.500, tekanan jual bisa meningkat.

    Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan

    Beberapa faktor utama yang memengaruhi kondisi pasar saat ini:

    1. Konsolidasi Pasca Kenaikan

    Setelah kenaikan signifikan dalam 30 hari terakhir, pasar cenderung mengambil jeda.

    2. Sentimen Netral

    Tidak ada berita besar atau katalis kuat yang mendorong arah tertentu.

    3. Dominasi Bitcoin Stabil

    Dengan dominasi sekitar 95,25%, BTC masih menjadi indikator utama arah pasar kripto secara keseluruhan.

    Jarak dari Rekor Tertinggi

    Bitcoin masih berada jauh dari all-time high di $126.198,07.

    Hal ini menunjukkan bahwa potensi jangka panjang masih terbuka, namun pasar masih dalam fase pemulihan dari penurunan sebelumnya.

    Fase konsolidasi seperti saat ini sering kali menjadi fondasi sebelum tren baru terbentuk.

    Outlook Jangka Pendek: Menunggu Breakout

    Melihat kondisi saat ini, Bitcoin berada dalam fase menunggu arah dengan volatilitas rendah.

    Artinya, pasar belum menunjukkan kecenderungan kuat ke arah bullish maupun bearish. Arah selanjutnya sangat bergantung pada breakout dari range saat ini.

    Sementara itu, ada beberapa indikator penting untuk memantau pergerakan BTC, diantaranya breakout di atas $72.000, penurunan di bawah $70.500, lonjakan volume perdagangan, dan sentimen makro global.

    Pergerakan di luar range ini akan menjadi sinyal awal tren baru.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.498, Bullish Terbentuk?

    Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin sedang berada dalam fase konsolidasi dengan pergerakan yang sangat terbatas di sekitar $70.800.

    Dengan volume yang menurun dan volatilitas rendah, pasar tampak menunggu katalis baru untuk menentukan arah berikutnya.

    Bagi investor, kondisi ini menjadi momen penting untuk mengamati level teknikal kunci dan tidak terburu-buru mengambil posisi besar.

    Dalam siklus pasar kripto, fase tenang seperti ini sering kali menjadi awal dari pergerakan besar berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • OJK Tunjuk Adi Budiarso Pimpin Pengawasan Kripto dan Aset Digital

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi melantik Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto sekaligus anggota Dewan Komisioner OJK.

    Pelantikan ini dilakukan melalui pengambilan sumpah jabatan oleh Ketua Mahkamah Agung RI Sunarto di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3), berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 30/P Tahun 2026.

    Adi Budiarso menjadi salah satu dari tujuh Anggota Dewan Komisioner OJK yang resmi dilantik untuk menjalankan tugas pengawasan sektor jasa keuangan.

    Penunjukan ini menandai langkah strategis OJK dalam memperkuat pengawasan terhadap sektor inovasi keuangan digital dan kripto yang terus berkembang pesat di Indonesia. Dengan mandat tersebut, Adi akan berperan penting dalam memastikan tata kelola, stabilitas, serta perlindungan konsumen di sektor aset digital.

    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto merangkap anggota Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Adi Budiarso. Sumber: OJK.
    Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto merangkap anggota Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Adi Budiarso. Sumber: OJK.

    Baca juga: Tokenisasi Emas dan Properti Disiapkan OJK, Jalan Baru Kripto Syariah?

    Pengucapan Sumpah Jabatan

    Selain Adi Budiarso, anggota lain yang turut dilantik antara lain Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK, Hernawan Bekti Sasongko sebagai Wakil Ketua, Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono, serta dua anggota ex-officio dari Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia. Pelantikan ini merupakan hasil proses uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR RI yang telah disahkan dalam Rapat Paripurna pada 12 Maret 2026.

    Dengan pengucapan sumpah jabatan ini, seluruh anggota Dewan Komisioner OJK resmi menjalankan tugas sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang PPSK. Kehadiran Adi Budiarso di posisi strategis ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan terhadap ekosistem kripto dan aset digital, sekaligus mendorong inovasi yang tetap berada dalam koridor regulasi.

    Pengucapan Sumpah Jabatan Anggota Dewan Komisioner OJK. Sumber: OJK.
    Pengucapan Sumpah Jabatan Anggota Dewan Komisioner OJK. Sumber: OJK.

    Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menegaskan bahwa OJK akan terus menjaga stabilitas sektor keuangan, memperkuat perlindungan konsumen, serta meningkatkan kepercayaan publik melalui pengawasan terintegrasi.

    OJK juga berkomitmen mendorong sektor jasa keuangan menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk melalui pengembangan sektor digital dan kripto yang semakin relevan ke depan.

    “OJK akan tetap mengedepankan pelindungan kepada konsumen dan masyarakat serta akan terus melakukan penegakan hukum yang akan lebih kita giatkan,” kata Friderica dalam keterangan resminya

    Baca juga: Perlindungan Dana Nasabah Crypto di Indonesia: Apa Peran Regulator?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ontology Melejit 52% dalam 24 Jam, Apa Pemicu Lonjakan ONT?

    Harga Ontology (ONT) mencatat lonjakan tajam dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan lebih dari 52% ke level $0,065449.

    Pergerakan ini menjadikan ONT sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik hari ini, menarik perhatian trader dan investor di tengah pasar kripto yang relatif fluktuatif.

    Dengan kapitalisasi pasar sekitar $61 juta dan volume perdagangan harian yang melonjak hingga $281 juta, terjadi anomali menarik: volume jauh melampaui market cap, menandakan aktivitas perdagangan yang sangat tinggi dalam waktu singkat.

    Baca Juga: Ontology (ONT) Menarik Perhatian Meski Alami Tekanan Harga Harian

    Lonjakan Volume Jadi Kunci Utama

    Salah satu faktor paling mencolok dari kenaikan ONT adalah lonjakan volume yang sangat signifikan. Volume 24 jam mencapai lebih dari empat kali kapitalisasi pasar, yang menunjukkan:

    • Aktivitas trading ekstrem
    • Masuknya spekulan jangka pendek
    • Potensi pump berbasis momentum

    Dalam kondisi seperti ini, harga dapat bergerak sangat cepat, baik naik maupun turun, tergantung pada arus likuiditas.

    Pergerakan Harga: Volatilitas Tinggi

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat ONT bergerak dalam rentang yang lebar, yakni antara $0,04283 – $0,075255.

    Kenaikan dari area bawah ke puncak menunjukkan adanya dorongan beli agresif, meskipun harga sempat mengalami koreksi ringan setelah mencapai level tertinggi.

    Perubahan harga dalam 1 jam terakhir yang sedikit negatif (-0,25%) juga mengindikasikan mulai munculnya aksi ambil untung (profit-taking).

    Pergerakan harga Ontology (ONT/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ontology (ONT/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tren Positif dalam Beberapa Periode

    Tidak hanya dalam 24 jam, performa ONT juga menunjukkan tren positif dalam berbagai timeframe:

    • 7 hari: +43,88%
    • 30 hari: +62,70%
    • 60 hari: +12,88%
    • 90 hari: +21,29%

    Data ini menunjukkan bahwa lonjakan terbaru bukan sepenuhnya pergerakan acak, melainkan bagian dari tren naik yang sudah mulai terbentuk dalam beberapa minggu terakhir.

    Jarak dari All-Time High Masih Jauh

    Meski mengalami lonjakan signifikan, harga ONT saat ini masih sangat jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $11,18.

    Ini berarti potensi upside jangka panjang masih besar (secara teoritis), namun juga mencerminkan penurunan besar dari masa kejayaan sebelumnya.

    Hal ini penting untuk diingat agar investor tidak hanya fokus pada kenaikan jangka pendek.

    Apa yang Mendorong Kenaikan?

    Meski tidak ada katalis spesifik yang terlihat dalam data, beberapa faktor umum yang kemungkinan mendorong lonjakan ini antara lain:

    1. Momentum Trading

    Trader memanfaatkan pergerakan harga untuk masuk dan keluar dengan cepat.

    2. Likuiditas Relatif Tipis

    Kapitalisasi pasar yang kecil membuat harga lebih mudah digerakkan oleh volume besar.

    3. Rotasi ke Altcoin

    Dalam kondisi tertentu, dana berpindah dari aset besar ke altcoin berkapitalisasi kecil untuk mencari keuntungan lebih tinggi.

    Level Penting yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, beberapa level kunci ONT adalah:

    • Support terdekat: $0,055
    • Support kuat: $0,045
    • Resistance terdekat: $0,075
    • Resistance lanjutan: $0,08

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,055, peluang untuk melanjutkan tren naik tetap terbuka. Namun, jika turun di bawah level tersebut, koreksi bisa semakin dalam.

    Risiko: Volatilitas dan Koreksi Tajam

    Lonjakan harga yang cepat sering kali diikuti oleh koreksi tajam. Risiko utama yang perlu diperhatikan aksi ambil untung besar-besaran, penurunan volume setelah hype mereda, dan pergerakan harga yang tidak stabil.

    Dalam kondisi seperti tersebut, manajemen risiko menjadi sangat penting. Melihat kondisi saat ini, ONT berada dalam fase bullish jangka pendek, namun dengan risiko tinggi.

    Artinya, potensi kenaikan masih ada, tetapi volatilitas tinggi membuat pergerakan sulit diprediksi.

    Baca Juga: Ontology Melonjak 42%, Altcoin Lawas Kembali Jadi Perhatian Pasar

    Lonjakan harga Ontology sebesar lebih dari 52% dalam 24 jam menunjukkan bagaimana altcoin berkapitalisasi kecil dapat bergerak sangat cepat dalam kondisi pasar tertentu.

    Didukung oleh volume yang sangat tinggi, ONT berhasil menarik perhatian pasar secara signifikan.

    Namun, tanpa katalis fundamental yang jelas, kenaikan ini lebih cenderung didorong oleh momentum dan spekulasi. Oleh karena itu, investor perlu berhati-hati terhadap potensi koreksi tajam.

    Dalam pasar kripto, lonjakan besar sering kali menjadi pedang bermata dua—memberikan peluang keuntungan tinggi, tetapi juga risiko yang tidak kalah besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bukan $69.000! Data Ini Jadi Kunci Rahasia Harga Bottom Bitcoin

    Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran 69.234 dolar AS dan mencoba mengonsolidasikan area 65.000–70.000 dolar AS sebagai support baru. Setelah sempat menyentuh level terendah di sekitar 60.000 dolar AS pada awal Februari 2026, pasar kini berada dalam fase pengujian kekuatan tren.

    Namun, di tengah kondisi ini, muncul pertanyaan penting di kalangan investor: apakah harga nominal cukup untuk menentukan apakah Bitcoin sudah mencapai titik terendah siklusnya?

    Harga Nominal Dinilai Tidak Cukup

    Harga nominal Bitcoin sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan dan penawaran jangka pendek, termasuk aktivitas leverage di pasar derivatif. Dalam kondisi volatilitas tinggi, harga sering kali tidak mencerminkan nilai sebenarnya karena adanya spekulasi dan potensi manipulasi pasar.

    Hal ini membuat harga semata menjadi indikator yang kurang akurat untuk menentukan posisi Bitcoin dalam siklus jangka panjang.

    Peran Capitalization Models dalam Analisis

    Sebagai alternatif, analis menyoroti pentingnya penggunaan Capitalization Models seperti MVRV, NUPL, dan Puell Multiple. Model-model ini berbasis data on-chain yang lebih mencerminkan kondisi fundamental pasar dibandingkan harga semata.

    Dilaporkan Crypto Quant, jika Bitcoin kembali menembus level 60.000 dolar AS, dan secara bersamaan indikator seperti MVRV turun di bawah 1, NUPL di bawah -0,2, serta Puell Multiple di sekitar 0,35, maka kondisi tersebut dinilai sebagai zona “favorable asymmetry”.

    Zona ini menggambarkan situasi di mana risiko penurunan relatif lebih kecil dibandingkan potensi kenaikan jangka panjang, sekaligus sering dikaitkan dengan fase akumulasi oleh investor institusional.

    Baca juga: Bitcoin Balik Arah? Pembeli Muncul Usai Tekanan Jual Besar

    Indikasi Fase Akumulasi

    Konvergensi indikator tersebut biasanya terjadi saat pasar berada dalam fase kepanikan, terutama dari investor ritel. Dalam kondisi ini, investor besar cenderung mulai melakukan akumulasi secara bertahap.

    Pendekatan ini memungkinkan investor untuk melihat nilai struktural aset, bukan hanya pergerakan harga jangka pendek yang fluktuatif.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penggunaan indikator berbasis kapitalisasi menjadi semakin relevan dalam kondisi pasar yang kompleks dan penuh volatilitas seperti saat ini.

    Menurut mereka, harga nominal sering kali menyesatkan, terutama ketika pasar dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek dan pergerakan leverage. Oleh karena itu, pendekatan berbasis data on-chain dapat membantu investor memahami posisi siklus dengan lebih objektif.

    Namun demikian, Tim Research Tokocrypto juga menekankan bahwa tidak ada satu indikator tunggal yang dapat digunakan sebagai acuan absolut. Kombinasi antara analisis on-chain, kondisi makro, dan sentimen pasar tetap diperlukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

    Selain itu, mereka melihat bahwa fase saat ini masih berada dalam tahap konsolidasi, di mana pasar sedang mencari keseimbangan sebelum menentukan arah selanjutnya.

    Pasar Masih Dalam Fase Penentuan

    Dengan Bitcoin yang masih bergerak di kisaran 65.000–70.000 dolar AS, pelaku pasar kini berada dalam fase menunggu konfirmasi apakah level ini benar-benar akan menjadi support jangka panjang.

    Pendekatan berbasis Capitalization Models memberikan perspektif tambahan dalam membaca siklus pasar, terutama dalam mengidentifikasi potensi titik terendah yang tidak selalu terlihat dari harga semata.

    Ke depan, arah Bitcoin akan sangat bergantung pada interaksi antara faktor teknikal, fundamental, dan kondisi makro global yang terus berkembang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 26 Maret 2026: Sentimen Global Membaik

    Pasar kripto hari ini, Kamis (26/3) kembali menunjukkan tanda pemulihan setelah sentimen global membaik. Bitcoin berhasil menembus level $71.000, didorong oleh kabar bahwa Amerika Serikat tengah mengupayakan pembicaraan damai dengan Iran dalam waktu dekat. Gedung Putih disebut sedang mengatur negosiasi akhir pekan ini, dan klaim bahwa Iran belum menolak tawaran tersebut turut memicu optimisme pasar serta meningkatkan minat terhadap aset berisiko.

    Di tengah rebound ini, sejumlah altcoin mencatatkan kinerja positif. SUPER memimpin kenaikan dengan lonjakan 22% ke kisaran Rp2.274,66. PROVE turut menguat 20% ke Rp5.048,80, sementara ATH naik 13% dan diperdagangkan di sekitar Rp132,17. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Prospek Altcoin Potensial Hari Ini Saat Pasar Rebound

    • SUPER melesat tajam 22% dan kini berada di level Rp2.274,66.
    • PROVE menguat signifikan sebesar 20% ke posisi harga Rp5.048,80.
    • ATH naik 13% dan saat ini diperdagangkan di angka Rp132,17.

    AS Upayakan Damai dengan Iran, Bitcoin Melonjak

    • Gedung Putih atur pembicaraan damai dengan Iran akhir pekan ini.
    • AS klaim Iran belum menolak tawaran negosiasi.
    • Bitcoin tembus $71.000 berkat kabar tersebut.

    Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

    Prediksi Dogecoin: Rencana IPO SpaceX Elon Musk Beri Dampak

    • Dogecoin dekati $0,10 seiring menguatnya momentum bullish.
    • Rencana IPO SpaceX dongkrak optimisme pasar kripto.
    • Pola breakout teknikal tunjukkan potensi kenaikan DOGE 29%.

    Prospek Cardano: Peluncuran Mainnet dan UU Clarity

    • ADA incar $0,30 jelang peluncuran mainnet tengah malam.
    • Putusan Senat soal UU Klarifikasi Kripto pengaruhi sentimen.
    • Minat terbuka derivatif melonjak seiring aktifnya perdagangan ADA.

    Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 25 Maret 2026: Penguatan di Tengah Geopolitik

    Pasar kripto hari ini, Rabu (25/3) menunjukkan penguatan di tengah dinamika geopolitik yang masih berkembang. Arah pergerakan Bitcoin kini sangat dipengaruhi oleh respons Iran terhadap situasi konflik di Timur Tengah.

    Klaim gencatan senjata dari Israel sempat memicu sentimen positif, namun bantahan dari Iran membuat pasar kembali waspada. Dalam kondisi seperti ini, potensi gencatan senjata cenderung mendorong reli (bullish), sementara eskalasi konflik dapat meningkatkan volatilitas secara signifikan, terutama karena kaitannya dengan harga minyak global.

    Di tengah ketidakpastian tersebut, sejumlah altcoin justru mencatat performa impresif. ONT memimpin dengan lonjakan tajam hingga 60% ke level $0,06694. Token C turut menguat 32% ke $0,064067, sementara DUSK naik 17% dan diperdagangkan di sekitar $0,126815. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Prospek Altcoin Potensial Hari Ini (25 Maret)

    • ONT melesat tajam 60% dan kini berada di level $0,06694.
    • C menguat signifikan sebesar 32% ke posisi harga $0,064067.
    • DUSK naik 17% dan saat ini diperdagangkan di angka $0,126815.

    Respons Iran tentukan arah Bitcoin

    • Israel klaim gencatan senjata, Iran bantah.
    • Iran manfaatkan narasi pasar demi harga minyak.
    • Gencatan senjata memicu bullish, konflik memicu volatilitas.

    Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

    Prospek DOGE, SHIB & PEPE Membaik Pasca-jeda Konflik AS-Iran

    • Harga DOGE, SHIB, dan PEPE melonjak optimis.
    • Pasar tenang berkat jeda lima hari dari Trump.
    • Kripto naik seiring meningkatnya keberanian investor.

    Goldman Sachs Prediksi Fed Pangkas Bunga meski Minyak Naik

    • Goldman: Fed pangkas bunga pada September dan Desember.
    • Harga minyak dan risiko perang tekan prospek inflasi.
    • Fed tetap waspada karena pasar antisipasi kenaikan bunga.

    Baca juga: Strategi Dasar Crypto Futures yang Sering Digunakan Trader


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Supply Ethereum di Bursa Anjlok ke Titik Terendah!

    Pasar Ethereum menunjukkan perubahan besar setelah data terbaru mengungkap lonjakan signifikan dalam aktivitas staking dan penurunan tajam suplai di exchange. Kondisi ini dinilai sebagai sinyal penting yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat.

    Berdasarkan data on-chain, sekitar 31,4% dari total suplai Ethereum kini telah di-stake, menandai level tertinggi sepanjang sejarah.

    Staking ETH Capai Rekor Tertinggi

    Jumlah Ethereum yang terkunci dalam staking kini mencapai sekitar 38,31 juta ETH, atau hampir sepertiga dari total suplai. Kondisi ini menunjukkan bahwa semakin banyak investor memilih untuk menahan aset dalam jangka panjang dibandingkan menjualnya di pasar.

    Peningkatan staking ini secara langsung mengurangi jumlah ETH yang tersedia untuk diperdagangkan, sehingga memperketat likuiditas di pasar.

    Fenomena ini juga mencerminkan pergeseran perilaku investor dari trading jangka pendek menuju strategi holding jangka panjang.

    Supply di Exchange Turun ke Level Terendah

    Di sisi lain, suplai Ethereum di exchange, termasuk Binance, tercatat turun ke level terendah sejak 2020, bahkan secara global mencapai titik terendah sejak 2016.

    Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini menandakan semakin sedikitnya ETH yang tersedia untuk dijual di pasar terbuka. Dalam kondisi seperti ini, pasar menjadi lebih sensitif terhadap permintaan, karena peningkatan pembelian dalam jumlah kecil sekalipun dapat mendorong harga secara signifikan.

    Kombinasi antara staking tinggi dan rendahnya suplai di exchange memperkuat potensi terjadinya supply shock.

    Baca juga: Ethereum Foundation Jual ETH Rp160 Miliar, Strategi Baru?

    Potensi Supply Shock dan Dampaknya

    Dengan semakin banyak ETH yang terkunci dan berkurangnya likuiditas, tekanan jual di pasar cenderung menurun. Kondisi ini dapat menciptakan situasi di mana kenaikan permintaan langsung berdampak besar terhadap harga.

    Supply shock sering kali menjadi pemicu pergerakan harga yang cepat, terutama jika didukung oleh sentimen positif atau arus dana baru ke pasar.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa lonjakan staking dan penurunan suplai di exchange merupakan indikator kuat dari perubahan struktur pasar Ethereum.

    Menurut mereka, kondisi ini menunjukkan bahwa investor semakin percaya terhadap prospek jangka panjang Ethereum, sehingga memilih untuk mengunci aset mereka dalam staking daripada menjualnya.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa meskipun potensi supply shock meningkat, pergerakan harga tetap akan dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi makroekonomi, arus dana institusional, dan sentimen pasar secara keseluruhan.

    Mereka menambahkan bahwa dalam kondisi likuiditas rendah, volatilitas juga berpotensi meningkat, sehingga investor perlu tetap memperhatikan manajemen risiko.

    Pasar Masuk Fase Baru

    Dengan hampir sepertiga suplai Ethereum terkunci dan ketersediaan di exchange terus menurun, pasar kini memasuki fase yang berbeda dibandingkan siklus sebelumnya.

    Pelaku pasar akan mencermati apakah kondisi ini akan benar-benar mendorong kenaikan harga dalam waktu dekat, atau justru tetap tertahan oleh faktor eksternal yang lebih luas.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Guncang Market! Stablecoin Tak Boleh Lagi Beri Imbal Hasil?

    Pasar kripto dikejutkan oleh penurunan tajam saham Circle (CRCL) yang anjlok sekitar 18% dalam satu hari, menghapus nilai kapitalisasi pasar hingga 4,6 miliar dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh draft terbaru dari CLARITY Act yang berpotensi melarang pemberian imbal hasil (yield) pada stablecoin seperti USDC.

    Perkembangan ini tidak hanya berdampak pada harga, tetapi juga memunculkan perubahan besar terhadap peran dan fungsi stablecoin dalam ekosistem keuangan digital.

    Regulasi Mulai Ubah Model Stablecoin

    Selama ini, stablecoin tidak hanya berfungsi sebagai representasi dolar digital, tetapi juga sebagai aset yang dapat memberikan imbal hasil pasif. Namun, regulasi terbaru mengarah pada pembatasan tersebut, di mana hanya insentif berbasis aktivitas yang diperbolehkan.

    Dilaporkan Crypto Quant, perubahan ini menunjukkan bahwa regulator tidak sekadar mengatur, tetapi juga membentuk ulang struktur pasar. Di sisi lain, perbankan tradisional melihat stablecoin sebagai ancaman terhadap dana simpanan, sementara platform kripto bergantung pada insentif untuk menjaga likuiditas.

    Dinamika ini mencerminkan persaingan langsung dalam memperebutkan arus dana di sistem keuangan global.

    Arus Dana Diperkirakan Bergeser

    Meskipun potensi larangan yield dapat mengurangi daya tarik stablecoin sebagai instrumen investasi, permintaan terhadap imbal hasil diperkirakan tidak akan hilang. Sebaliknya, arus dana kemungkinan akan berpindah ke sektor lain seperti DeFi, obligasi pemerintah berbasis token (tokenized Treasuries), atau pasar luar negeri.

    Fenomena ini mirip dengan pergeseran dana ke money market fund pada masa pembatasan suku bunga simpanan di sektor perbankan.

    Dengan demikian, perubahan regulasi ini lebih mencerminkan redistribusi likuiditas daripada pengurangan total permintaan di pasar.

    Baca juga: Selandia Baru: Stablecoin Bukan Produk Keuangan

    Stablecoin Beralih Jadi Infrastruktur

    Tanpa fitur imbal hasil, peran utama stablecoin diperkirakan akan bergeser menjadi alat utilitas, seperti untuk pembayaran, settlement, jaminan (collateral), dan likuiditas.

    Transformasi ini menempatkan stablecoin sebagai infrastruktur penting dalam sistem keuangan digital, bukan sekadar produk investasi.

    Data on-chain juga menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif stablecoin telah mencapai level tertinggi sepanjang masa, mengindikasikan peningkatan penggunaan riil di berbagai sektor.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa potensi pelarangan yield pada stablecoin merupakan langkah besar yang dapat mengubah lanskap industri secara fundamental.

    Menurut mereka, stablecoin kemungkinan akan semakin difokuskan sebagai alat transaksi dan likuiditas, bukan sebagai instrumen penghasil imbal hasil. Hal ini justru dapat memperkuat peran stablecoin dalam ekosistem keuangan digital jangka panjang.

    Namun, Tim Research Tokocrypto juga menyoroti bahwa permintaan terhadap yield tidak akan hilang, melainkan berpindah ke sektor lain yang lebih fleksibel secara regulasi, seperti DeFi.

    Mereka menambahkan bahwa kejelasan regulasi, meskipun bersifat restriktif, dapat meningkatkan kepercayaan institusi dan mendorong adopsi yang lebih luas.

    Transformasi, Bukan Kemunduran

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa industri stablecoin sedang berada di titik perubahan penting. Alih-alih mengalami penurunan, stablecoin justru berpotensi berevolusi menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan digital global.

    Ke depan, arah perkembangan stablecoin akan sangat bergantung pada bagaimana regulator dan pelaku industri menyeimbangkan inovasi dengan stabilitas pasar.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

    Pergerakan harga XRP saat ini menunjukkan kondisi yang relatif stabil di kisaran 1,43 dolar AS. Namun di balik ketenangan tersebut, data terbaru justru mengindikasikan potensi pergerakan besar dalam waktu dekat.

    Berdasarkan indikator Realized Volatility (30D) dari Binance, volatilitas XRP kini berada di level terendah sepanjang 2026, yang sering kali menjadi sinyal awal sebelum terjadinya lonjakan harga signifikan.

    Volatilitas Turun ke Level Terendah 2026

    Data menunjukkan bahwa volatilitas 30 hari XRP berada di sekitar 0,5266, jauh lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya saat harga mengalami lonjakan. Selain itu, Volatility Z-Score tercatat di -0,9048, yang menandakan volatilitas saat ini berada di bawah rata-rata historis.

    Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini mencerminkan kondisi pasar yang sedang memasuki fase konsolidasi, di mana pergerakan harga cenderung terbatas dalam rentang sempit.

    Fenomena ini dikenal sebagai volatility compression, yang secara historis sering menjadi fase sebelum terjadinya pergerakan harga besar, baik ke atas maupun ke bawah.

    Pasar Masuk Fase Konsolidasi

    Stabilnya harga di sekitar level 1,43 dolar AS menunjukkan adanya keseimbangan antara tekanan beli dan jual. Dalam kondisi seperti ini, pasar biasanya sedang “mengumpulkan energi” sebelum menentukan arah berikutnya.

    Selama volatilitas tetap rendah, potensi terjadinya breakout akan semakin besar, terutama jika indikator mulai menunjukkan perubahan arah.

    Baca juga: Nasib XRP di Tangan SEC, Harga Siap Volatil

    Arah Pergerakan Masih Terbuka

    Jika Volatility Z-Score mulai kembali bergerak ke zona positif, hal ini dapat menjadi sinyal awal meningkatnya aktivitas pasar. Kondisi tersebut sering kali diikuti dengan tren harga yang lebih kuat.

    Namun, arah pergerakan belum dapat dipastikan, karena fase kompresi volatilitas dapat berakhir dengan kenaikan maupun penurunan harga, tergantung pada sentimen dan katalis pasar yang muncul.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penurunan volatilitas XRP saat ini merupakan sinyal penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar, terutama trader jangka pendek.

    Menurut mereka, fase volatility compression sering kali menjadi titik awal pergerakan besar, sehingga investor perlu bersiap menghadapi potensi lonjakan volatilitas dalam waktu dekat.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 25 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa arah breakout tidak dapat diprediksi hanya dari satu indikator. Faktor lain seperti sentimen pasar, aliran dana, dan perkembangan regulasi tetap menjadi penentu utama.

    Mereka menyarankan agar investor memperhatikan level support dan resistance terdekat serta menggunakan manajemen risiko yang disiplin dalam menghadapi kondisi pasar seperti ini.

    Pasar Menunggu Momentum

    Dengan volatilitas yang berada di titik rendah dan harga yang stabil, XRP kini berada dalam fase krusial yang berpotensi menentukan arah tren berikutnya.

    Pelaku pasar diperkirakan akan menunggu katalis baru yang dapat mendorong pergerakan harga, baik dari faktor teknikal maupun fundamental, sebelum tren besar berikutnya terbentuk.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hedera (HBAR) Lampaui Performa Bitcoin di 2026? Ini Datanya!

    Performa Hedera (HBAR) sepanjang 2026 menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan Bitcoin di tengah tekanan pasar kripto. Meski tidak mengalami kenaikan signifikan, HBAR hanya turun sekitar 13% sejak awal tahun, sementara Bitcoin mencatat penurunan lebih dalam hingga sekitar 20%.

    Dilaporkan BeInCrypto, perbedaan ini dinilai bukan kebetulan, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti arus dana ETF, sentimen pasar, dan struktur teknikal yang berbeda.

    Arus ETF Jadi Pembeda Utama

    Salah satu faktor yang menopang kinerja HBAR adalah konsistensi arus masuk dana ke ETF-nya. Sejak diluncurkan pada akhir 2025, HBAR ETF tidak pernah mencatat arus keluar bersih bulanan, meskipun jumlah inflow terus menurun dari sekitar 44,39 juta dolar AS menjadi 2,12 juta dolar AS pada Maret 2026.

    Sebaliknya, ETF Bitcoin justru mengalami beberapa periode arus keluar bersih, yang mencerminkan berkurangnya keyakinan dari investor institusional terhadap BTC dalam jangka pendek.

    Kondisi ini memberikan dukungan sentimen yang lebih stabil bagi HBAR dibandingkan Bitcoin.

    Sentimen HBAR Lebih Tahan Dibanding Bitcoin

    Data sentimen pasar juga menunjukkan perbedaan signifikan. Sentimen positif terhadap Bitcoin mengalami penurunan tajam hingga sekitar 95% dalam tiga bulan terakhir, sementara HBAR hanya turun sekitar 57% dalam periode yang sama.

    Penurunan sentimen yang lebih terbatas ini menunjukkan bahwa kepercayaan pasar terhadap HBAR masih relatif terjaga, meskipun kondisi pasar secara keseluruhan sedang tidak stabil.

    Faktor ini menjadi salah satu alasan mengapa HBAR mampu mempertahankan performa lebih baik dibandingkan Bitcoin.

    Sinyal Teknikal Tunjukkan Potensi Pemulihan

    Dari sisi teknikal, HBAR menunjukkan sinyal positif melalui bullish divergence pada indikator Relative Strength Index (RSI). Dalam dua pekan terakhir, pola ini muncul dua kali dan sebelumnya sempat mendorong kenaikan harga hingga sekitar 12%.

    Divergensi terbaru juga telah memicu kenaikan sekitar 8%, yang menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah, meskipun tren belum sepenuhnya berbalik.

    Selain itu, indikator Smart Money Index (SMI) menunjukkan bahwa investor berpengalaman mulai mengambil posisi, memperkuat indikasi potensi pemulihan harga.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Untuk melanjutkan tren kenaikan, HBAR perlu menembus level resistensi di sekitar 0,101 dolar AS, dan konfirmasi yang lebih kuat akan terjadi jika harga mampu bertahan di atas area 0,107–0,110 dolar AS.

    Jika level tersebut berhasil ditembus, potensi kenaikan menuju 0,124 hingga 0,146 dolar AS terbuka. Namun, jika harga turun di bawah support 0,088 dolar AS, risiko penurunan ke 0,072 dolar AS masih perlu diwaspadai.

    Baca juga: HBAR Berpotensi Picu Likuidasi US$4,9 Juta, Trader Short Terancam Terjepit

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa kinerja HBAR yang relatif lebih baik dibandingkan Bitcoin mencerminkan adanya rotasi minat investor ke aset dengan narasi dan fundamental yang lebih spesifik.

    Menurut mereka, konsistensi inflow ETF dan stabilitas sentimen menjadi faktor penting yang menjaga ketahanan harga HBAR di tengah tekanan pasar.

    Namun, Tim Research Tokocrypto juga mengingatkan bahwa outperform dalam fase koreksi tidak selalu berarti tren bullish yang kuat telah dimulai. Pergerakan harga masih sangat bergantung pada kondisi makro dan likuiditas pasar secara keseluruhan.

    Mereka menambahkan bahwa konfirmasi tren baru membutuhkan breakout yang jelas di level resistensi utama, serta dukungan volume dan arus dana yang berkelanjutan.

    Pasar Masih Uji Kekuatan Altcoin

    Dengan kombinasi faktor teknikal, sentimen, dan arus dana, HBAR menunjukkan potensi untuk menjadi salah satu altcoin yang diperhatikan di fase pasar saat ini.

    Namun, arah selanjutnya masih akan ditentukan oleh kemampuan aset ini mempertahankan momentum di tengah kondisi pasar kripto yang masih fluktuatif dan penuh ketidakpastian.

    Baca juga: AI Select Token: BNB, AVAX, Hingga HEMI Masuk Radar Hari Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com