Aktivitas derivatif kripto mengalami peningkatan signifikan seiring terjadinya relief rally pada pekan ketiga Maret. Lonjakan ini tercermin dari kenaikan open interest (OI) pada kontrak perpetual futures Bitcoin dan Ethereum yang mencapai sekitar US$30 miliar pada 16 Maret, tertinggi sejak akhir Januari.
Data menunjukkan open interest Bitcoin menyentuh sekitar US$23 miliar, sementara Ethereum mendekati US$16 miliar. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan leverage di tengah penguatan harga aset kripto.
Binance Dominasi Arus Modal
Dilaporkan Crypto, Quant, bursa kripto Binance tercatat sebagai kontributor utama dalam lonjakan open interest. Peningkatan terbesar terjadi pada kontrak Bitcoin dengan tambahan sekitar US$829 juta, sementara Ethereum mencatat kenaikan sekitar US$1,6 miliar.
Kondisi ini mengindikasikan masuknya arus modal baru dari trader yang membuka posisi long, memanfaatkan momentum kenaikan harga di pasar.
Selain Binance, platform lain seperti Bybit dan Gate.io juga mencatat peningkatan aktivitas derivatif yang cukup signifikan, meski tidak sebesar Binance.
Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini bilang pasar sedang kembali mengambil risiko lewat leverage, dan mayoritas modal itu larinya ke bursa-bursa paling besar.
“Itu bagus buat likuiditas jangka pendek, tapi juga berarti kalau momentum harga patah, area yang sama bisa berubah jadi pusat unwind leverage yang brutal,” analisanya.
Data heatmap menunjukkan bahwa pertumbuhan open interest terkonsentrasi pada bursa-bursa besar dengan likuiditas tinggi. Binance menjadi pusat utama, diikuti oleh Gate.io dan Bybit.
Fenomena ini menegaskan bahwa dalam kondisi pasar yang bullish, trader dan investor cenderung memusatkan aktivitas pada platform utama yang dianggap lebih aman dan likuid.
Indikasi Ekspansi Leverage
Peningkatan open interest yang signifikan di tengah kenaikan harga mencerminkan ekspansi penggunaan leverage di pasar derivatif. Hal ini biasanya terjadi ketika pelaku pasar memiliki ekspektasi lanjutan terhadap tren naik.
Namun, tingginya leverage juga meningkatkan risiko volatilitas, terutama jika terjadi pembalikan arah harga secara tiba-tiba.
Lonjakan open interest hingga US$30 miliar menunjukkan bahwa arus modal besar kini mulai kembali ke pasar derivatif kripto. Dominasi Binance serta meningkatnya posisi long menandakan optimisme jangka pendek, namun juga membuka potensi risiko akibat penggunaan leverage yang semakin agresif.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Setelah enam bulan berturut-turut mencatatkan penurunan, Chainlink (LINK) akhirnya menunjukkan tanda pemulihan dengan munculnya candle hijau bulanan. Meski demikian, harga LINK masih bergerak di bawah level psikologis US$10, dengan pergerakan sideways sepanjang Maret yang dinilai investor sebagai fase akumulasi.
Sejumlah data on-chain terbaru mengindikasikan adanya sentimen positif yang berpotensi mendorong pemulihan harga LINK pada April mendatang.
Dilaporkan BeInCrypto, aktivitas pembelian oleh investor besar (whale) menjadi salah satu sinyal utama. Data Arkham Intelligence mencatat beberapa transaksi besar dalam sepekan terakhir, termasuk pembelian 217.000 LINK senilai sekitar US$2 juta melalui transaksi over-the-counter (OTC), serta 83.000 LINK senilai US$800.000 di Binance.
Selain itu, satu alamat besar juga tercatat membeli 384.000 LINK atau sekitar US$3,49 juta dari B2C2 Group dan Galaxy Digital.
Kenaikan aktivitas ini diperkuat oleh data Santiment yang menunjukkan jumlah wallet yang memegang minimal 1.000 LINK meningkat menjadi 25.420 — level tertinggi sejak Desember 2025.
Tren ini mengindikasikan bahwa investor menengah hingga besar cenderung menambah kepemilikan, bukan melakukan aksi jual.
Minat institusi terhadap Chainlink juga terlihat dari produk keuangan tradisional. Pada Maret 2026, total aset bersih ETF spot LINK di Amerika Serikat mencapai rekor baru sebesar US$93,74 juta.
Data menunjukkan arus masuk dana (inflow) terjadi secara konsisten setiap minggu tanpa adanya arus keluar. Hal ini mencerminkan permintaan institusional yang tetap kuat terhadap eksposur LINK.
Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur on-chain LINK sekarang jauh lebih sehat daripada kelihatannya dari harga yang masih lesu.
“Saat whale beli agresif, wallet besar bertambah, ETF terus menyerap, dan exchange reserve turun bersamaan, pasar sebenarnya sedang membangun tekanan beli tersembunyi yang biasanya jadi fondasi recovery yang lebih serius,” jelasnya.
Pasokan di Bursa Menyusut
Di sisi lain, data CryptoQuant menunjukkan cadangan LINK di bursa terus menurun dan kini berada di angka 127,3 juta token.
Penurunan suplai di exchange biasanya menandakan berkurangnya tekanan jual. Jika dikombinasikan dengan akumulasi investor besar, kondisi ini dapat menciptakan tekanan beli yang mendorong harga naik.
Level Support Kritis Jadi Penentu
Secara teknikal, LINK saat ini berada di zona support penting yang telah bertahan sejak 2019. Analis menilai bahwa jika level ini mampu dipertahankan, maka struktur harga berpotensi berbalik arah menjadi bullish.
Zona support jangka panjang secara historis sering menjadi titik awal pemulihan harga yang signifikan.
Risiko Tetap Mengintai
Meski indikator terlihat positif, pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian makroekonomi. Laporan terbaru menunjukkan volume perdagangan altcoin turun hingga 85%, seiring pergeseran minat investor ke Bitcoin.
Kondisi ini berpotensi membatasi kenaikan harga LINK, meskipun skenario pemulihan terjadi pada April.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
McLaren Racing resmi bergabung dengan Hedera Council, sebuah langkah yang menandai ekspansi serius tim balap legendaris ini ke dunia blockchain.
Dilaporkan Coin Turk, keputusan ini menempatkan McLaren sebagai bagian dari pengambil keputusan dalam pengembangan jaringan Hedera, sejajar dengan perusahaan-perusahaan besar global lainnya. Dengan basis penggemar yang tersebar di lebih dari 180 negara, langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa industri motorsport mulai mengarah ke integrasi teknologi Web3.
Sebagai bagian dari kolaborasi ini, McLaren langsung meluncurkan program digital collectibles yang bisa diklaim secara gratis oleh penggemar. Koleksi ini akan dirilis sepanjang musim balap 2026 dan terhubung langsung dengan event besar seperti Formula 1 dan IndyCar.
Dimulai dari Grand Prix Australia, dilanjutkan China dan Jepang, setiap collectibles dirancang untuk memperkuat pengalaman fans dengan pendekatan yang lebih interaktif. Menariknya, akses dibuat lebih mudah karena pengguna bisa mengklaim tanpa harus memiliki wallet crypto, cukup melalui login biasa berbasis web.
Koleksi Digital Gratis Jadi Strategi Baru Gaet Fans Global
Program ini bukan sekadar gimmick, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun komunitas digital. Pemilik collectibles akan mendapatkan akses ke konten eksklusif serta aktivitas komunitas berbasis blockchain, terutama melalui Discord.
McLaren melihat ini sebagai cara baru untuk menciptakan keterlibatan yang lebih dalam antara tim dan penggemar, sekaligus memperkenalkan teknologi blockchain ke audiens yang lebih luas.
Tim Research Tokocrypto mengatakan ini jelas adopsi, bukan gimik logo tempel. Saat brand sebesar McLaren masuk sampai level governance dan loyalty program on-chain, blockchain mulai dipakai sebagai rel hubungan pelanggan global, bukan sekadar alat spekulasi aset digital.
Dampak Lebih Luas, Web3 Masuk ke Dunia Olahraga Elite
Kolaborasi antara McLaren dan Hedera juga mencerminkan tren yang lebih besar di industri olahraga, di mana teknologi blockchain mulai digunakan untuk membangun loyalty program, aset digital, hingga sistem interaksi baru dengan fans.
🏎️ Today marks the launch of @McLarenF1 MCL / COLLECT, a new digital collectibles platform powered by Hedera.
Free limited-edition artwork will drop every F1 race weekend throughout the 2026 season, bringing fans closer to the team.
Hedera sendiri menargetkan posisinya sebagai jaringan blockchain yang efisien dan siap digunakan oleh perusahaan besar. Kehadiran McLaren memperkuat posisi tersebut, sekaligus membuka peluang baru bagi inovasi di sektor olahraga.
Ke depan, McLaren juga akan terlibat dalam berbagai aktivitas blockchain lainnya, termasuk partisipasi dalam HederaCon di Miami yang bertepatan dengan Formula 1 Miami Grand Prix 2026. Langkah ini semakin menegaskan bahwa masa depan interaksi fans tidak lagi hanya di tribun atau layar TV, tetapi juga di dunia digital yang terdesentralisasi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Aktivitas investor retail pada jaringan Bitcoin menunjukkan dinamika yang berbeda antara volume transaksi dan kontribusinya terhadap keseluruhan aktivitas pasar.
Dilaporkan Crypto Quant, data terbaru memperlihatkan bahwa volume transaksi kecil dengan nilai antara 0 hingga 1.000 dolar AS masih mengalami lonjakan aktivitas, dengan rata-rata 30 hari berada di kisaran 95 juta dolar AS. Kondisi ini mencerminkan perilaku investor retail yang cenderung reaktif terhadap pergerakan harga dan volatilitas pasar.
Di sisi lain, pangsa aktivitas retail dengan rentang transaksi 0 hingga 10.000 dolar AS sempat mengalami kenaikan sejak pertengahan 2022 hingga awal 2023. Namun setelah itu, tren tersebut berbalik menurun dan kini memasuki fase stabilisasi.
Tim Research Tokocrypto menjelaskan artinya retail belum hilang, tapi mereka sekarang lebih mirip penumpang reaktif daripada mesin penggerak pasar.
“Selama partisipasinya cuma meledak saat harga bergerak tanpa memperbesar market share secara berkelanjutan, fondasi rally Bitcoin tetap lebih bergantung pada pemain besar daripada keterlibatan organik retail,” tuturnya.
Saat ini, kontribusi retail terhadap total aktivitas jaringan Bitcoin bertahan di sekitar 0,7 persen, menunjukkan bahwa pertumbuhan peran retail dalam struktur pasar tidak lagi mengalami ekspansi.
Perbedaan antara lonjakan volume transaksi dan stagnasi pangsa pasar ini menegaskan bahwa aktivitas retail lebih didorong oleh momentum jangka pendek dibandingkan partisipasi yang berkelanjutan.
Dengan demikian, meskipun investor retail masih aktif dalam arus transaksi, perannya dalam membentuk struktur pasar Bitcoin secara keseluruhan cenderung tidak mengalami peningkatan signifikan.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Laporan riset kripto yang disusun oleh tim Research Tokocrypto ini berfungsi sebagai referensi strategis bagi investor untuk memahami dinamika ekonomi global dan perkembangan industri aset digital. Melalui analisis mendalam yang mencakup data makroekonomi, fluktuasi harga, serta peristiwa penting dalam ekosistem blockchain, laporan ini membedah tren utama yang memengaruhi arah pasar.
Fokus utama dari riset ini adalah menyediakan wawasan yang tajam dan terpercaya bagi setiap pembaca. Dengan informasi yang tepat waktu, laporan ini diharapkan dapat menjadi kompas bagi Anda dalam menentukan strategi investasi yang cerdas di tengah dinamika industri aset digital yang sangat fluktuatif.
Fokus Utama
Makroekonomi Global
Donald Trump secara resmi mengirim proposal damai sebanyak 15 poin kepada Iran. Tetapi, Iran menolak dan menyatakan tidak akan bernegosiasi dengan pihak yang melanggar perjanjian.
Lebih dari 10 negara, termasuk FIlipina, Australia, dan India, mengalami kekurangan bahan bakar karena perang Iran dan US-Israel mengganggu pasokan global.
Presiden Trump menjadwalkan ulang pertemuannyadengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada tanggal 14-15 Mei yang telah lama ditunggu-tunggu.
Makroekonomi Nasional
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya usulan efisiensi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menghemat anggaran hingga Rp40 triliun per tahun.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyatakan perjanjian dagangdengan Amerika Serikat tidak bisa ditawar, termasuk penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen dan pemberian tarif nol persen bagi 1.819 komoditas strategis Indonesia seperti kopi serta minyak sawit.
Bank Indonesia (BI)mencatat pertumbuhan kredit perbankan mulai melambat, dengan laju 9,37 persen pada Februari 2026, turun dari 9,96 persen pada Januari.
Performa Pasar Kripto
Market Cap & Volume mencatatkan kenaikan tipis ke angka $2.43 Triliun (+0.06%), sementara CoinMarketCap 100 Index sedikit melemah ke level $140.08 (-0.05%). Indikator Fear & Greed merangkak naik ke angka 36, menandakan kepanikan pasar mulai mereda meskipun masih tertahan di zona ‘Fear’ (Ketakutan).
Sementara itu, CMC Altcoin Season Index melesat naik ke skor 50/100. Angka netral ini menegaskan bahwa dominasi ‘Bitcoin Season’ mulai memudar dan pasar sedang berada di fase transisi keseimbangan. Di tengah fase konsolidasi ini, likuiditas tidak lagi hanya terpusat secara absolut pada aset-aset berkapitalisasi besar (Big Cap), melainkan sudah terlihat adanya rotasi modal yang jauh lebih merata dan agresif menuju berbagai aset altcoin.
Sektor DAO Maker (+89.29%) dan Bittensor Subnets (+58.28%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke narasi launchpad dan teknologi kecerdasan buatan (AI). TokenSN4 mencatat kenaikan tertinggi sebesar (+84.88%), disusul oleh lonjakan pada SN3 (+70.69%) dan BANANAS31 (+41.91%).
Aksi Pasar & Proyeksi Mingguan
Harga Bitcoin kembali sidewayssetelah gagal mempertahankan breakoutnya dari 72K.
Definitive (EDGE) → Risiko distribusi suplai sangat ekstrem (~50.2%).
Multi Exchange Reserve ➜ Cadangan bursa anjlok ekstrem ~77.000 BTC
📌 Kesimpulan: Fokuskan portofolio pada sektor DAO Maker dan AI (Bittensor) yang sedang memimpin tren profit. Hindari token berisiko dumpakibat unlock masif seperti EDGE (~50.2%) dan GUNZ (~25%). Sebaliknya, manfaatkan konsolidasi pasar untuk cicil beli (DCA) aset fundamental beremisi rendah seperti SUI dan OP. Dengan sentimen pasar yang mulai naik ke level ‘Fear’ (36) dan mulai bertransisi menuju Altcoin Season (50), tetap utamakan manajemen risiko: amankan profit secara berkala (scalping) dan pastikan cadangan uang tunai (cash) kalian aman.
Makroekonomi Global
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Federal Reservemenambah US$8,07 miliar likuiditaske sistem keuangan pada 25 Maret 2026 melalui operasi pembelian Treasury Bills.
Donald Trump secara resmi mengirim proposal damai sebanyak 15 poin kepada Iran. Tetapi, Iran menolak dan menyatakan tidak akan bernegosiasi dengan pihak yang melanggar perjanjian.
Presiden Trump menjadwalkan ulang pertemuannyadengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing pada tanggal 14-15 Mei yang telah lama ditunggu-tunggu.
Lebih dari 10 negara, termasuk FIlipina, Australia, dan India, mengalami kekurangan bahan bakar karena perang Iran dan US-Israel mengganggu pasokan global.
Impor minyak mentah AS dari Venezuelamencapai ke tingkat tertinggi sejak 2019.
Makroekonomi Nasional
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa. Sumber: Bloomberg.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya usulan efisiensi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berpotensi menghemat anggaran hingga Rp40 triliun per tahun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewamenyatakan bahwa pemerintah belum berencana melakukan pembatasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meski harga minyak dunia bergejolak di tengah konflik geopolitik.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi menyatakan perjanjian dagangdengan Amerika Serikat tidak bisa ditawar, termasuk penurunan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen dan pemberian tarif nol persen bagi 1.819 komoditas strategis Indonesia seperti kopi serta minyak sawit.
Bank Indonesia (BI)mencatat pertumbuhan kredit perbankan mulai melambat, dengan laju 9,37 persen pada Februari 2026, turun dari 9,96 persen pada Januari.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memproyeksikan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,5 persen tercapai pada kuartal I 2026. Hal itu ditopang oleh peningkatan konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H.
Kalender Makroekonomi
Mar 24, 2026
U.S. Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI)
U.S. Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) Actual: 52.4 Forecast: 51.5 Previous: 51.6 → Indeks manufaktur AS (PMI) naik ke level 52,4, menunjukkan ekspansi sektor pabrik yang lebih kuat dari perkiraan pasar.
Data ini menjadi sentimen Bearish bagi kripto karena ekonomi yang terlalu tangguh memberi alasan bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama (Higher for Longer), yang memperkuat Dolar AS dan menekan aset berisiko.
Sebaliknya, jika angka ini rilis di bawah 50,0 (zona kontraksi), pasar akan melihatnya sebagai tanda pelambatan ekonomi yang bisa memicu pemangkasan suku bunga lebih cepat (Bullish).
Mar 26, 2026
U.S. Initial Jobless Claims
U.S. Initial Jobless Claims Actual: – (Akan dirilis malam ini, 26 Mar 2026) Forecast: 211.00K Previous: 205.00K → Klaim pengangguran mingguan AS diprediksi naik ke 211.000, menunjukkan sedikit pelonggaran di pasar tenaga kerja.
Data ini menjadi sentimen Bullish bagi kripto jika angka Actual nanti dirilis lebih tinggi dari perkiraan (misal >215K), karena memperkuat alasan bagi The Fed untuk segera memangkas suku bunga.
Sebaliknya, jika angka rilis di bawah 205K (Bearish), hal ini membuktikan pasar tenaga kerja masih terlalu kuat, sehingga memicu penguatan Dolar AS yang menekan harga aset berisiko.
Mar 27, 2026 (Mar)
U.S. Michigan 1-Year Inflation Expectations
U.S. Michigan 1-Year Inflation Expectations Actual: – (Akan dirilis 27 Mar 2026) Forecast: – Previous: 3.4% → Ekspektasi inflasi satu tahun dari University of Michigan mencerminkan pandangan konsumen terhadap laju kenaikan harga di masa depan.
Data ini menjadi sentimen Bullish bagi kripto jika angka Actual besok dirilis di bawah 3,4%, karena menunjukkan ekspektasi inflasi masyarakat mulai mendingin dan memberi ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Sebaliknya, jika angka tetap tinggi atau naik di atas 3,4% (Bearish), hal ini menandakan ketakutan akan inflasi masih kuat, sehingga memicu penguatan Dolar AS yang menekan harga aset berisiko.
Kesimpulan
Ekspansi sektor manufaktur yang kuat (52,4) memberikan tekanan Bearish karena ekonomi AS terbukti masih terlalu tangguh bagi pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat.
Saat ini pasar berada dalam posisi menunggu rilis klaim pengangguran malam ini dan ekspektasi inflasi besok sebagai penentu arah; jika kedua data tersebut menunjukkan pelemahan, barulah aset berisiko seperti kripto memiliki celah untuk kembali menguat.
Perkembangan Regulasi Kripto
Delaware, negara bagian di Amerika Serikat, mengajukan paket regulasi yang memperkenalkan kerangka lisensi stablecoin dan aturan aset digital untuk bank serta perusahaan dalam mempermudah institusi mengelola aset digital secara legal.
CFTC membentuk Innovation Task Force untuk menyusun kerangka aturan yang lebih jelas bagi produk kripto, blockchain, AI, prediction market, dan event contracts di pasar derivatif AS. Unit ini berkoordinasi dengan SEC dan Innovation Advisory Committeeagar batas yurisdiksi antar regulator menjadi lebih tegas.
Dua senator ASmemperkenalkan Prediction Markets Are Gambling Act untuk melarang kontrak prediksi olahraga dan kasino di platform yang terdaftar di CFTC seperti Kalshi dan Polymarket.
Binance mengeluarkan regulasi baru yang mewajibkan proyek untuk mengungkap identitas market maker, badan hukum, dan syarat kontrak mereka, sambil melarang skema profit-sharing serta guaranteed return.
Pemerintah Inggris memberlakukan moratorium donasi kriptoke partai politik. Larangan ini berlaku untuk donasi dalam jumlah berapa pun, memberi tenggat 30 hari untuk mengembalikan donasi kripto setelah legislasi disahkan, dan akan diikuti sanksi pidana bila dilanggar.
Adopsi Kripto oleh Institusi
Ilustrasi ETF Ethereum.
Hostplus, salah satu dana pensiun terbesar di Australia dengan aset lebih dari $150 miliar, sedang mempertimbangkan untuk menambahkan eksposur Bitcoin dan aset digital lain lewat opsi self-directed Choiceplus.
Bursa Saham New York (NYSE) bekerja sama dengan Securitize, platform tokenisasi yang didukung oleh BlackRock, untuk mengembangkan platform sekuritas tertokenisasi 24/7.
Franklin Templeton meluncurkan ETF tokenized yang bisa diperdagangkan 24/7 melalui Benji Technology Platform, serta integrasi penggunaan tokenized fund shares sebagai collateral institusional di Binance.
Bank MontrealKanada memperkenalkan tokenized cash dan tokenized deposit bersama CME Group dan Google Cloud untuk institusional secara 24/7 yang direncanakan pada paruh kedua 2026 menunggu persetujuan regulator.
Bitpanda meluncurkan Vision Chain, jaringan blockchain baru untuk membantu bankEropa menerbitkan aset tokenized di bawah kerangka regulasi seperti MiCA dan MiFID II. Dengan memakai stablecoin euro untuk biaya transaksi dan infrastruktur Optimism agar settlement dan scaling tetap efisien.
Performa Pasar Kripto Mingguan
Memasuki minggu terakhir, pasar kripto memperlihatkan perputaran arus modal (capital flow) yang berfokus pada inovasi teknologi masa depan dan platform inkubasi proyek baru. Jika sebelumnya pasar dibanjiri oleh tren permainan digital (GameFi), kali ini likuiditas terpantau mengalir deras ke sektor Kecerdasan Buatan (AI) serta platform Launchpad (pendanaan awal).
📈 Highlights:
Dominasi Platform Peluncuran & Ekosistem AI 🤖🚀 Sektor DAO Maker melesat di posisi puncak dengan lonjakan sebesar +89.29%, menyusul kuat di belakangnya, narasi AI mendominasi aliran dana melalui sektor Bittensor Subnets (+58.28%), AI Agents (+37.74%), Robotics (+24.95%), dan Generative AI (+23.25%).
Spekulasi Meme & Utilitas Jaringan 🐶⛓️ Meskipun fokus bergeser ke AI, selera risiko (risk appetite) untuk aset spekulatif masih terjaga dengan baik, terlihat dari Four.Meme Ecosystem yang mencetak pertumbuhan +47.56%. Di sisi infrastruktur, pembaruan teknologi dan ekosistem spesifik juga terus memancing likuiditas; Binance Wallet IDO naik +35.58% dan standar token baru Solana Token-2022 tumbuh +28.23%.
Top Gainers (Pertumbuhan Agresif Terpusat) 📈 Di level aset individu, SN4 memimpin klasemen dengan kenaikan sangat agresif sebesar +84.88%, diikuti oleh “saudaranya” SN3 yang meroket +70.69%. Token BANANAS31 menempati posisi ketiga dengan kenaikan +41.91%, disusul oleh ZANO (+36.28%) dan KITE (+34.49%). Pertumbuhan harga yang terpusat pada beberapa token spesifik ini menunjukkan adanya aksi beli (akumulasi) yang sangat meyakinkan pada koin-koin berkapitalisasi menengah tersebut di tengah rotasi narasi pasar.
Pertama-tama, tim research mengucapkan Minal Aidzin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin apabila ada banyak kesalahan pada analisis. Semoga kita semua jadi pribadi yang lebih baik ke depannya.
Pada 2 minggu sebelumnya, apabila harga gagal dari mempertahankan resistance become support maka akan kembali menjadi Sideways. Hal tersebut terjadi hingga saat ini karena Trump tantrum dengan Iran. Lalu, selanjutnya kemana?
Pada timeframe daily, harga menunjukkan masih dalam fase sideways yang tidak menentu akan ke mana, tidak seperti biasanya, tim research kali ini harus memakai Ichimoku untuk menentukan trendnya lebih jelas yang dapat diketahui masih downtren sangat kuat dengan resistance 72K nya di dalam Fibonacci 0.236. Hal ini menunjukkan tidak adanya penentuan akan sebullish apa harga Bitcoin sebelum adanya katalis yang kuat. RSI menunjukkan masih berada di bawah garis MA-nya, sehingga sewaktu-waktu harga bisa semakin melemah hingga Fibonacci Retracement 0.618 (66,154) – 0.786 (63,447).
Pada timeframe weekly, secara garis besar harga mulai menunjukkan bounce back di atas garis MA 200 (warna hijau) yang didorong MA 7 (warna merah) dengan dukungan angka RSI di atas garis MA nya meski di bawah 50, hal ini bisa mendorong kuat Bitcoin secara bullish meski tetap membutuhkan katalis yang kuat seperti yang disinggung pada penjelasan timeframe daily. Artinya, Bitcoin secara jangka pendek masih sideways, tetapi secara jangka panjang ada peluang bullish.
Daily:
Harga Bitcoin pada timeframe dailykembali sideways dari breakout sebelumnya
Weekly:
Harga Bitcoin pada timeframe weekly bounce back di atas garis MA 200 (warna hijau) yang didorong MA 7 yang ada indikasi bullish.
🔭 Short-Term Projection:
✅ Bullish Case:
Bitcoin dapat dikatakan Bullish apabila berhasil menembus Resistance angka 72K nya.
⚠️ Bearish Case:Bitcoin kembali Sideways dalam keadaan yang tidak menentu arahnya dan dapat diprediksi kembali menurun hingga liquidity bawahnya pada Fibonacci Retracement 0.618 (66,154) – 0.786 (63,447).
Analisis Data On-Chain Bitcoin
Heatmap Liquidation Bitcoin 1 Week
Bitcoin saat ini berada dalam fase sideways setelah pergerakan volatilitas harga sebelumnya. Likuiditas memperlihatkan dengan jelas ke mana arah “magnet” harga selanjutnya yang sedang diincar oleh pasar:
Tembok Resistance ($72.000): Terlihat garis kuning yang sangat terang menumpuk tepat di level $72.000. Ini adalah kumpulan likuiditas posisi Short yang sangat tebal dan bertindak sebagai “magnet” utama terdekat untuk menarik harga kembali naik ke atas.
Support Bawah ($68.000 – $70.000): Di sisi bawah, bantalan likuiditas terlihat menebal di kisaran $68.000 hingga $70.000. Level $68.000 kini berfungsi sebagai lantai pijakan (support) yang krusial untuk menahan harga agar tidak jatuh lebih dalam jika tekanan jual kembali datang.
🔍 Insight:Pasar cenderung mengejar kumpulan likuiditas yang paling tebal dan terdekat; dengan adanya ‘magnet’ kuning terang di $72.000, Bitcoin memiliki dorongan kuat untuk menguji resistance tersebut, selama bantalan pelindung di area $68.000-$70.000 tetap solid menjaga momentum bawah.
Bitcoin: Cost Basis Comparison (Realized Price)
Data on-chain terkait Cost-basis (rata-rata harga modal beli) menunjukkan gambaran psikologis yang sangat jelas mengenai posisi para pemegang modal besar di pasar saat ini:
Fondasi Kuat Pemain Lama: Harga Bitcoin masih kokoh di atas modal rata-rata Long-term Whales, Miner Whales, dan deposit pengguna Binance. Posisi mereka yang masih profit membuat kelompok ini enggan menjual dan menjaga kestabilan pasar.
Tekanan pada “Paus” Baru (New Whales): Di sisi lain, harga Bitcoin saat ini masih tertahan di bawah realized price (harga modal rata-rata) kelompok New Whales yang berada di level $83.365. Kondisi ini menempatkan para investor besar yang baru masuk ke pasar dalam posisi rugi tertahan (underwater), membuat psikologi kelompok ini berada di bawah tekanan.
🔍 Insight: Fondasi pasar dijaga kuat oleh holder lama yang masih profit, namun Bitcoin butuh momentum menembus $83.365 agar whale baru lepas dari tekanan rugi dan kembali percaya diri mendorong harga naik.
BTC: Multi Exchange Reserves
Tren penarikan Bitcoin secara massal dari bursa kripto utama terpantau kembali terjadi dengan sangat agresif.
Penyusutan Cadangan Masif: Cadangan BTC di bursa besar seperti Bitfinex, Binance, dan Gemini anjlok total sekitar 77.000 BTC baru-baru ini. Penurunan ekstrem ini tercatat lebih besar dibandingkan pola historis serupa sebelum BTC reli tajam dari $84.000 ke $118.000 pada tahun 2025 lalu.
Suplai Jual Menipis: Merosotnya likuiditas lintas bursa (cross-exchange reserve) ini menegaskan bahwa mayoritas investor menarik asetnya untuk disimpan pribadi (hoarding). Akibatnya, jumlah koin yang siap dijual atau di-dump ke pasar menjadi semakin langka.
🔍 Insight:Terkurasnya puluhan ribu BTC dari bursa memperkuat potensi kelangkaan pasokan (supply shock); pasokan jual yang menipis tajam ini adalah fondasi yang sangat kuat untuk memicu lonjakan harga ke atas ketika arus permintaan beli kembali masuk.
Bitcoin: Coinbase Premium Index
Data on-chain menunjukkan kekuatan beli dari kalangan institusi saat ini memperlihatkan ketidakseimbangan yang sangat mencolok
Dominasi Tunggal Kas Perusahaan (Treasury): Aksi borong Bitcoin oleh perusahaan publik kini dikuasai mutlak oleh satu raksasa (“Strategy”) yang menyapu bersih sekitar 45.000 BTC sebulan terakhir. Di sisi lain, daya beli perusahaan lain justru terjun bebas 99% ke angka ~1.000 BTC saja, menjadikan satu pemain ini penguasa atas 76% total BTC di kategori treasury.
Sinyal Lesu dari Coinbase Premium: Kondisi berat sebelah ini tercermin jelas pada grafik Coinbase Premium Index yang masih labil dan terperosok di zona negatif (-0.03). Bar berwarna merah pada indeks ini menjadi bukti bahwa arus modal dari mayoritas investor dan institusi Amerika Serikat masih tertahan dan belum ikut meramaikan pasar.
🔍 Insight:
Pergerakan harga saat ini cukup rentan karena hanya ditopang oleh daya beli satu entitas raksasa saja; untuk menciptakan tren kenaikan yang jauh lebih kuat dan sehat, Bitcoin sangat butuh aliran dana segar dari institusi AS lainnya agar indeks Coinbase Premium kembali menghijau.
Altcoin Update
Perkembangan Proyek Altcoin
Ethereum Foundationmeluncurkan situs Post-Quantum Ethereum yang merangkum roadmap, spesifikasi, riset, dan EIP untuk transisi keamanan pasca-kuantum, dengan target upgrade protokol layer-1 utama bisa selesai pada 2029. Lebih dari 10 tim client juga disebut sudah aktif membangun devnet pasca-kuantum tiap pekan melalui proses interop rutin.
Mantle menjadwalkan upgrade Arsia v1.5.3 di Sepolia pada 25 Maret untuk membawa new fee model dan menyatukan beberapa fork OP Stack ke satu aktivasi yang lebih bersih. Karena ini terjadi di testnet Sepolia, dampaknya lebih terasa di sisi kesiapan developer, node operator, dan kualitas infrastruktur daripada perubahan langsung pada utilitas token di mainnet.
Solana Foundationmeluncurkan Solana Developer Platform (SDP), toolkit yang memudahkan institusi membangun aplikasi keuangan di Solana tanpa perlu keahlian infrastruktur kripto mendalam, dengan pengguna awal termasuk Mastercard, Western Union, dan Worldpay. Platform ini menggabungkan lebih dari 20 penyedia infrastruktur, mendukung pembuatan stablecoin, tokenized deposits, RWA, serta alur pembayaran fiat dan stablecoin, dengan modul trading menyusul akhir 2026.
SOON mengumumkan soonBase L3 resmi dihentikan pada 26 Maret. Di saat yang sama, tim menegaskan perubahan ini adalah pergeseran fokus menuju pengembangan AI Capital Market, sementara SOON Mainnet dan svmBNB tetap berjalan normal tanpa terdampak shutdown tersebut.
Ripple memanfaatkan Monetary Authority of Singapore untuk menguji penggunaan RLUSD dalam trade finance lintas negara bersama Unloq. Hal ini dirancang agar pembayaran perdagangan bisa dilepas otomatis ketika kondisi seperti verifikasi pengiriman terpenuhi, sehingga proses yang biasanya manual dan lambat bisa dipindahkan ke settlement berbasis XRP Ledger.
Analisis On Chain Altcoin
Data on-chain menunjukkanrasio staking ETH naik ke rekor tertinggi sekitar 31,4%dengan sekitar 38,31 juta ETH terkunci,sementara suplai ETH di Binance turun ke level terendah sejak 2020 dan suplai di seluruh bursa menyentuh titik terendah sejak 2016. Pergeseran ini menunjukkan makin banyak pasokan ETH keluar dari pasar likuid dan berpindah ke mode hold jangka panjang serta staking.
HYPE masih naik lebih dari 60% sepanjang tahun. Data on-chain pasar derivatif menunjukkan posisi short justru menumpuk besar dengan potensi short liquidation hampir US$29 juta melawan sekitar US$22 juta long, sementara ekspansi Hyperliquid ke 24/7 TradFi perpetual trading dan kenaikan pangsa pasar DEX terus menjaga minat pasar.
Data on-chain XRP menunjukkan Realized volatility 30 hari XRP di Binance turun ke sekitar 0,5266,level terendah sejak awal 2026, sementara Volatility Z-Score berada di -0,9048 dan harga bertahan dekat US$1,43. Kombinasi ini menunjukkan XRP sedang berada dalam fase volatility compression dengan pergerakan harga yang makin sempit.
TAO naik 22% dalam sepekan setelah breakout pola cup and handle yang mendorong reli sekitar 58% sejak 13 Maret, didukung oleh data On-Chain penurunan tekanan jual spot dan social dominance yang naik ke level tertinggi bulanan 0,40%. Namun, struktur ini dibayangi pasar derivatif yang sangat berat ke sisi long, dengan sekitar US$20,76 juta leverage long berhadapan dengan hanya US$5,36 juta short, serta muncul bearish RSI divergence di timeframe 8 jam.
PUMP diperdagangkan di sekitar US$0,0018 setelah sempat anjlok 18% ke US$0,0016, tetapi pemulihannya masih tertahan karena data on-chain menunjukkan long-term holders terus mencatat arus keluar bersih sejak 18 Februari,MFI turun ke 49,93 dari puncak di atas 75, dan pertumbuhan alamat baru mulai melambat.
Token Unlock (30 Maret – 03 April 2026)
Memasuki akhir kuartal pertama menuju awal April 2026, pasar kripto akan kembali diuji oleh pelepasan token dengan skala dilusi yang cukup bervariasi. Sorotan utama minggu ini adalah adanya proyek yang akan melepas lebih dari separuh total suplainya ke pasar secara bersamaan. Ini adalah momen krusial di mana investor harus jeli membedakan mana aset yang aman untuk disimpan dan mana yang berpotensi terjun bebas karena inflasi suplai (penambahan koin baru) yang tak terbendung.
🔍 Highlight Unlock
🔺 Unlock Besar (>10% dari Kapitalisasi Pasar): Perhatian utama minggu ini tertuju pada status “Zona Bahaya” yang dipegang oleh Definitive (EDGE). Pada tanggal 2 April, EDGE akan melepas token setara 50.2% dari kapitalisasi pasarnya. Angka yang sangat masif ini menjadikannya aset paling rentan minggu ini. Selain itu, GUNZ (GUN) akan merilis 25% suplainya pada 31 Maret, disusul oleh PlaysOut (PLAY) sebesar 18.3% dan Audiera (BEAT) sebesar 15.3% pada 1 April. Proyek Treehouse (TREE) juga patut diwaspadai karena menyentuh ambang batas merah dengan rilis 10%.
🟡 Unlock Menengah (5–10% dari Kapitalisasi Pasar): Di kategori risiko sedang, waspadai StakeStone (STO) yang akan menambah suplai beredar sebesar 8.95% pada 3 April. Token lain yang perlu dipantau ketat antara lain ika (IKA) dengan rilis 7.22%, io.net (IO) sebesar 6.09%, serta Maverick Protocol (MAV) (5.89%) dan EigenCloud (EIGEN) (5.69%). Penambahan suplai di kisaran ini sering kali memicu volatilitas harga sesaat dan guncangan jangka pendek, terutama jika daya beli ritel sedang lesu.
🟢 Unlock Ringan (<5% dari Kapitalisasi Pasar): Kabar tenang bagi para pemegang aset berkapitalisasi besar (blue-chip) dan ekosistem solid. Raksasa Layer-1 seperti Sui (SUI) sangat aman dengan rilis hanya 1.37%, begitu pula jaringan Layer-2Optimism (OP) yang hanya mencatatkan penambahan 1.52%. Proyek populer lain seperti Ethena (ENA) juga hanya merilis emisi kecil sebesar 1.11%. Angka rilis di bawah 5% ini umumnya dianggap sebagai jadwal emisi rutin yang bisa diserap pasar dengan mudah tanpa merusak tren harga jangka panjang.
💡 Analisis untuk Investor/Trader:
Hindari “Tsunami Suplai” (EDGE & GUN): Sangat disarankan untuk menjauh atau mengambil posisi wait and see pada aset seperti Definitive (EDGE) dan GUNZ (GUN). Melepas suplai 25% hingga 50% dalam satu hari adalah resep pasti untuk memicu tekanan jual ekstrem. Jangan mencoba “menangkap pisau jatuh”; biarkan pasar merespons dan menyerap supply shock tersebut terlebih dahulu.
Waspada Volatilitas Menengah (STO, IKA, IO): Dengan rilis di kisaran 6% hingga mendekati 9%, token-token seperti StakeStone, ika, dan io.net kemungkinan besar akan menghadapi aksi jual dari internal atau investor awal. Trader harian (scalper) bisa bersiap memanfaatkan volatilitas ini untuk perdagangan cepat, namun investor jangka panjang disarankan berhati-hati masuk di sekitar tanggal rilis.
Peluang Serok Bawah (SUI & OP): Bagi investor fundamental, periode unlock pada proyek berskala raksasa seperti Sui (SUI) atau Optimism (OP) sering kali tidak berdampak signifikan secara teknikal. Apabila terjadi “koreksi psikologis” (penurunan harga sesaat murni karena kepanikan ritel yang membaca berita unlock), ini justru bisa menjadi peluang emas untuk akumulasi aset (buy the dip) dengan harga diskon yang menguntungkan.
Proyeksi & Analisis
Pasar kripto minggu ini menunjukkan fase konsolidasi yang cenderung stabil. Market Cap & Volume mencatatkan sedikit kenaikan ke angka $2.43 Triliun (+0.06%), CoinMarketCap 100 Indexterkoreksi sangat tipis ke level $140.08 (-0.05%). Fear & Greed, merangkak naik dan kini berada di angka 36.
Di sisi lain, CMC Altcoin Season Index melesat hingga mencapai titik tengah di skor 50/100. Angka yang netral ini merupakan sinyal krusial bahwa dominasi ‘Bitcoin Season’ mulai memudar dan pasar sedang berada tepat di fase transisi.
Ini mengindikasikan bahwa likuiditas tidak lagi hanya terpusat pada aset-aset besar, melainkan rotasi modal ke berbagai altcoin sudah berjalan semakin agresif. Investor kini terlihat jauh lebih berani mendiversifikasi portofolio mereka untuk mencari peluang keuntungan yang lebih luas.
🔮Outlook Minggu Depan:
✅Harga Bitcoin pada timeframe dailykembali sideways dari breakout sebelumnya
Bullish case:Bitcoin dapat dikatakan Bullish apabila berhasil menembus Resistance angka 72K.
Bearish case: Bitcoin kembali Sideways dalam keadaan yang tidak menentu arahnya dan dapat diprediksi kembali menurun hingga liquidity bawahnya pada Fibonacci Retracement 0.618 (66,154) – 0.786 (63,447).
✅ Zona likuidasi & teknikal:
Zona $72.000 ➜ Menjadi resistance terdekat sekaligus magnet utama; tumpukan likuiditas posisi Short di level ini sangat tebal (terlihat dari garis kuning terang) dan berpotensi menarik harga ke atas.
Zona $68.000 – $70.000 ➜ Area support (batas bawah) paling krusial yang kini berfungsi sebagai bantalan likuiditas terkuat untuk mencegah harga jatuh lebih dalam jika terjadi tekanan jual susulan.
✅ Narrative utama:
Sektor DAO Maker (+89.29%) dan Bittensor Subnets (+58.28%) memimpin tren, menggeser fokus pasar ke narasi launchpad dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Token SN4 mencatat kenaikan tertinggi sebesar (+84.88%), disusul oleh lonjakan pada SN3 (+70.69%) dan BANANAS31 (+41.91%).
✅ On-chain Insight & Derivatif:
BTC: Cost-basis Comparison ➜ Whale baru merugi dengan harga di bawah $83.365.
Multi Exchange Reserve ➜ Cadangan bursa anjlok ekstrem ~77.000 BTC
Bitcoin: Coinbase Premium Index ➜ Akumulasi didominasi Strategy.
Fokuskan portofolio kalian pada sektor DAO Maker dan AI (Bittensor) yang sedang memimpin tren profit. Hindari token berisiko dump akibat unlock masif seperti EDGE (~50.2%) dan GUNZ (~25%).
Sebaliknya, manfaatkan konsolidasi pasar untuk cicil beli (DCA) aset fundamental beremisi rendah seperti SUI dan OP. Dengan sentimen pasar yang mulai naik ke level ‘Fear’ (36) dan mulai bertransisi menuju Altcoin Season (50), tetap utamakan manajemen risiko: amankan profit secara berkala (scalping) dan pastikan cadangan uang tunai (cash) kalian aman.
Edukasi Kripto
Memahami “Rotasi Modal” – Bagaimana Altcoin Season Terjadi?
Pernahkah Anda bingung mengapa saat Bitcoin naik tajam, koin lain (altcoin) yang Anda pegang malah diam saja atau bahkan turun? Jawabannya ada pada pola Rotasi Modal (Capital Flow). Dalam pasar kripto, uang tidak mengalir ke semua koin secara bersamaan. Ada hierarki atau urutan alami perpindahan likuiditas yang biasanya berulang dari waktu ke waktu.
Berikut adalah 4 fase klasik perputaran uang di pasar kripto:
👑 Fase 1: Dominasi Bitcoin (BTC Season): Uang segar dari institusi dan investor besar (smart money) pertama kali masuk ke Bitcoin sebagai aset kripto paling aman dan likuid. Harga BTC melesat menyerap mayoritas likuiditas pasar, sementara mayoritas altcoin biasanya tertinggal.
🔷 Fase 2: Pergeseran ke Blue-Chips (Big Caps): Setelah harga Bitcoin mencapai puncak lokal dan mulai stabil (sideways), para investor mulai merealisasikan keuntungan mereka. Profit dari BTC ini kemudian diputar ke altcoin berkapitalisasi besar dengan fundamental paling solid (seperti Ethereum atau Solana).
🚀 Fase 3: Masa Mekar Sektoral (Mid-Caps): Kepercayaan diri pasar semakin tinggi. Uang mengalir turun ke proyek-proyek kelas menengah yang memiliki narasi kuat. Di sinilah sektor spesifik seperti Kecerdasan Buatan (AI), GameFi, atau Real World Assets (RWA) mulai mengalami lonjakan harga yang agresif. Ini adalah fase ketika indikator Altcoin Season mulai menyentuh angka 50.
🎰 Fase 4: Pesta Spekulasi (Micro-Caps & Memecoins): Ini adalah fase akhir euforia. Likuiditas meluber ke aset-aset berisiko ekstrem dengan kapitalisasi sangat kecil, termasuk koin meme baru. Kenaikan ratusan persen dalam hitungan jam menjadi hal biasa. Namun waspada, rotasi agresif ke koin “tanpa utilitas” ini sering kali menjadi penanda puncak pasar (market top) sebelum akhirnya terjadi koreksi besar-besaran (uang kembali ditarik menjadi cash atau stablecoin).
🎯 Kesimpulan: Kunci meraup untung maksimal adalah mengikuti arah arus uang. Sabarlah mengakumulasi saat modal pasar masih fokus di Bitcoin, dan segera amankan profit (take profit) saat pasar sudah dikuasai euforia koin spekulatif.
Pengumuman
Promo Tokocrypto: Raih Hadiah Rp60 Juta & Cashback Menarik!
Tokocrypto menghadirkan berbagai promo menarik untuk pengguna setianya, mulai dari program berhadiah hingga cashback spesial. Berikut rangkumannya:
APEL x UTDC: Hadiah Total Rp60 Juta
Periode: 23 Maret – 16 April 2026
Lebih dari 500 pemenang berkesempatan mendapatkan hadiah
Cara ikut:
Login dan aktif di aplikasi setiap hari
Lakukan aktivitas seperti trading, deposit, staking, atau convert
Ajak teman sebanyak-banyaknya
Syarat penting:
Wajib KYC level 1
Tidak boleh absen aktivitas selama 24 jam
Bonus tambahan:
Welcome bonus Rp45.000 untuk 100 pengguna baru (acak)
Promo ShopeePay: Cashback 50.000 Koin
Periode: 25 Maret – 3 April 2026
Berlaku untuk pengguna baru ShopeePay di Tokocrypto
Syarat:
Deposit minimal Rp1.000.000
Cashback hingga 50.000 Koin Shopee
Kuota terbatas setiap hari
Promo OVO: Cashback hingga Rp25.000
Periode: 21 – 31 Maret 2026
Deposit minimal Rp1.000.000
Cashback 1% dalam bentuk OVO Points (maks. Rp25.000)
Berlaku hingga 2x transaksi selama periode promo
Dengan berbagai promo ini, Tokocrypto memberikan peluang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan tambahan sekaligus pengalaman trading yang lebih seru. Jangan sampai ketinggalan!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Proyek kripto SOON resmi mengumumkan penghentian jaringan soonBase L3 yang akan berlaku mulai 26 Maret.
Keputusan ini menjadi langkah strategis yang cukup signifikan, mengingat pengguna diminta untuk segera menarik aset mereka sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan.
Setelah tanggal tersebut, jaringan tidak lagi akan dipelihara secara aktif, dan proses penarikan aset hanya dapat dilakukan secara manual, sebuah kondisi yang berpotensi meningkatkan risiko operasional bagi pengguna yang terlambat melakukan migrasi.
Dalam pengumuman resminya, tim SOON menegaskan bahwa seluruh pengguna harus menarik aset mereka melalui bridge resmi sebelum jaringan ditutup sepenuhnya.
Coinmarketcal menyebut, terdapat beberapa poin penting dari proses ini, termasuk penarikan yang hanya dapat dilakukan secara otomatis sebelum tenggat.
Kemudian setelah shutdown, proses akan menjadi manual sehingga risiko keterlambatan dan kompleksitas meningkat pasca-penutupan.
Langkah ini menunjukkan bahwa penghentian soonBase L3 bukan sekadar pengurangan aktivitas, melainkan benar-benar penghentian operasional.
Mainnet Tetap Aman, Ekosistem Tidak Sepenuhnya Mati
Meski penutupan L3 bisa memicu kekhawatiran, tim SOON memastikan bahwa SOON Mainnet tetap berjalan normal.
Selain itu, svmBNB tidak terdampak karena infrastruktur inti proyek masih aktif. Artinya, shutdown ini bersifat selektif dan tidak mencerminkan kegagalan total proyek.
Sebaliknya, langkah ini lebih mengarah pada konsolidasi sumber daya dan fokus pengembangan.
Pergeseran Strategi ke AI Capital Market
Di saat yang sama dengan pengumuman shutdown, SOON juga mengungkapkan bahwa mereka akan mengalihkan fokus ke pengembangan AI Capital Market, sebuah narasi yang saat ini sedang naik daun di industri kripto dan teknologi.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa proyek tidak berhenti, melainkan mengubah arah pengembangan dan mengalokasikan ulang sumber daya sambil mengikuti tren pasar yang lebih relevan.
Integrasi AI dalam sektor keuangan kripto menjadi salah satu tema besar yang mulai menarik perhatian investor global.
Dampak ke Sentimen Pasar
Penutupan jaringan seperti soonBase L3 biasanya memiliki dampak ganda terhadap pasar:
Dampak Negatif:
Kekhawatiran terhadap stabilitas proyek
Persepsi kegagalan eksperimen teknologi
Tekanan jual jangka pendek
Dampak Positif:
Fokus yang lebih jelas pada pengembangan inti
Efisiensi penggunaan sumber daya
Potensi narasi baru yang lebih kuat (AI)
Dengan kata lain, pasar kemungkinan akan bereaksi secara campuran terhadap berita ini.
Reset Strategi, Bukan Kematian Proyek
Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini lebih tepat dilihat sebagai penyesuaian strategi daripada sinyal negatif permanen.
“Ini event yang campur aduk: penutupan L3 jelas bisa memicu kekhawatiran soal eksperimen yang gagal dan bikin volatilitas sentimen jangka pendek, apalagi user dipaksa keluar dari jaringan,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Tapi karena mainnet inti tetap hidup dan tim justru mengonsolidasikan sumber daya ke narasi AI yang lagi panas, efek akhirnya lebih cocok dibaca sebagai reset strategi daripada kematian ekosistem total.
Pandangan ini menekankan bahwa konteks keseluruhan proyek harus diperhatikan sebelum menarik kesimpulan.
Tren Lebih Luas: Konsolidasi di Industri Kripto
Langkah SOON mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto, di mana banyak proyek mulai menghentikan produk yang kurang efisien.
Sebagian besar proyek kini mengalihkan fokus ke sektor dengan pertumbuhan tinggi untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
AI, tokenisasi, dan real-world assets (RWA) kini menjadi area utama yang menarik perhatian.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski memiliki potensi positif, beberapa risiko tetap ada, yaitu:
Ketidakpercayaan dari pengguna lama
Tantangan dalam eksekusi strategi baru
Ketergantungan pada narasi AI yang masih berkembang
Keberhasilan langkah ini sangat bergantung pada implementasi nyata, bukan hanya perubahan arah.
Penutupan soonBase L3 oleh SOON merupakan langkah strategis yang menandai pergeseran fokus proyek menuju sektor AI Capital Market.
Meski berpotensi memicu volatilitas jangka pendek, langkah ini tidak berarti akhir dari ekosistem SOON.
Dengan mainnet tetap berjalan dan arah baru yang lebih relevan dengan tren industri, keputusan ini lebih tepat dilihat sebagai upaya reset strategi.
Bagi investor dan pengguna, periode ini menjadi momen penting untuk memantau bagaimana SOON mengeksekusi visinya di sektor AI, apakah mampu menjadi katalis pertumbuhan baru, atau justru menghadapi tantangan yang lebih besar di masa depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Perusahaan exchange kripto raksasa, Coinbase, dilaporkan menolak kompromi terbaru dalam pembahasan RUU struktur pasar kripto di Senat Amerika Serikat.
Penolakan ini berfokus pada klausul yang berpotensi melarang pihak ketiga (termasuk exchange) untuk menawarkan atau membayar yield dari stablecoin kepada pengguna.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa proses legislasi kripto di AS masih jauh dari kata selesai, dengan konflik kepentingan antara industri kripto dan sektor perbankan semakin mengemuka.
Salah satu isu paling krusial dalam RUU ini adalah regulasi terkait yield stablecoin. Dalam draf terbaru, terdapat bahasa yang dianggap dapat membatasi.
Sebut saja exchange dalam memberikan insentif bunga atau yield, model bisnis berbasis stablecoin di platform kripto, hingga distribusi hasil dari produk berbasis likuiditas.
Padahal bagi industri kripto, yield stablecoin merupakan salah satu fitur penting yang dapat menarik pengguna baru, meningkatkan likuiditas, dan menjadi sumber pendapatan utama.
Namun bagi perbankan tradisional, fitur ini dipandang sebagai ancaman langsung terhadap sistem deposito.
Konflik Kripto vs Perbankan
Perdebatan ini mencerminkan konflik yang lebih luas antara dua sektor.
Dari sudut pandang industri kripto, tentu saja ingin mempertahankan fleksibilitas produk untuk mendorong inovasi keuangan berbasis blockchain dan mengembangkan ekosistem DeFi dan CeFi.
Tapi dari perbankan tradisional, mayoritas khawatir terhadap deposit flight (perpindahan dana nasabah) sehingga mendesak regulator untuk membatasi kompetisi, sekaligus meminta perlindungan terhadap sistem keuangan konvensional.
Menurut laporan Cointelegraph, tarik-menarik kepentingan inilah yang menjadi salah satu alasan utama mengapa kompromi sulit dicapai.
Senator Alsobrooks, yang difoto pada sebuah acara perbankan di awal Maret, mengatakan bahwa RUU kompromi tersebut mungkin akan membuat baik dunia kripto maupun bank-bank tidak senang. Sumber: American Bankers Association.
Peran Gedung Putih
Pemerintah AS melalui Gedung Putih dilaporkan telah beberapa kali mempertemukan kedua kubu untuk mencari titik tengah.
Namun hingga saat ini, belum ada kesepakatan final yang dapat diterima semua pihak. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi kripto semakin menjadi isu politik strategis.
Maka dari itu, pemerintah berusaha menyeimbangkan inovasi dan stabilitas. Namun sebagai ganjarannya, proses legislasi akan memakan waktu lebih panjang.
Dampak bagi Industri Kripto
Penolakan dari Coinbase membawa beberapa implikasi penting:
1. Ketidakpastian Regulasi
Pasar masih belum memiliki kejelasan terkait aturan stablecoin di AS.
2. Potensi Regulasi Lebih Ketat
Jika kompromi condong ke arah perbankan, aturan bisa menjadi lebih restriktif.
3. Pengaruh Global
Sebagai pasar terbesar, regulasi AS akan berdampak pada kebijakan di negara lain.
Pertarungan Masih Jauh dari Selesai
Menurut Tim riset dari Tokocrypto, sikap Coinbase menunjukkan bahwa konflik inti dalam RUU ini belum terselesaikan.
“Kalau bahkan Coinbase masih menahan dukungan, berarti pertarungan inti RUU ini belum selesai dan isu stablecoin yield tetap jadi ranjau politik utama. Bagi pasar, ini sinyal bahwa jalur legislasi kripto AS masih hidup, tapi bentuk akhirnya bisa lahir jauh lebih keras dan lebih bank-friendly dari yang diinginkan industri,” ujar Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa hasil akhir regulasi bisa berbeda jauh dari ekspektasi awal industri kripto.
Apa Artinya bagi Stablecoin?
Stablecoin merupakan salah satu pilar utama ekosistem kripto, digunakan untuk perdagangan aset digital, penyimpanan nilai, dan transfer lintas batas.
Jika yield stablecoin dibatasi, dampaknya bisa meluas seiring berkurangnya daya tarik bagi pengguna, penurunan likuiditas di exchange, dan perubahan model bisnis platform kripto.
Melihat situasi saat ini, arah regulasi kripto di AS masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian.
Artinya, pelaku pasar harus siap menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari regulasi yang mendukung hingga pembatasan yang lebih ketat.
Penolakan Coinbase terhadap kompromi terbaru dalam RUU kripto AS menegaskan bahwa perdebatan seputar regulasi stablecoin masih jauh dari kata selesai. Isu yield menjadi titik konflik utama antara industri kripto dan perbankan tradisional.
Meski jalur legislasi tetap berjalan, bentuk akhir regulasi kemungkinan akan sangat dipengaruhi oleh kepentingan politik dan stabilitas sistem keuangan.
Bagi investor dan pelaku industri, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa regulasi tetap menjadi faktor kunci yang akan menentukan arah masa depan kripto—tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga secara global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Gelombang regulasi terhadap industri prediction market semakin menguat setelah rancangan undang-undang bipartisan bertajuk PREDICT Act resmi diajukan di Amerika Serikat.
RUU ini menargetkan pembatasan langsung terhadap pejabat tinggi negara, termasuk anggota Kongres, presiden, dan wakil presiden, untuk tidak terlibat dalam aktivitas taruhan berbasis peristiwa politik di platform prediction market.
Langkah ini menandai eskalasi signifikan dalam pendekatan regulator terhadap sektor yang selama ini berada di wilayah abu-abu antara perdagangan derivatif dan taruhan digital.
RUU ini secara tegas melarang sejumlah pihak untuk berpartisipasi dalam prediction market, termasuk Anggota Kongres AS; Presiden dan Wakil Presiden; pejabat politik federal; serta pasangan dan tanggungan mereka.
Sebagaimana dilaporkan Cointelegraph, larangan ini mencakup taruhan atas berbagai jenis peristiwa, seperti hasil pemilu, keputusan kebijakan publik, dan tindakan pemerintah.
Selain larangan, RUU ini juga menetapkan sanksi yang cukup berat, yaitu denda sebesar 10% dari nilai kontrak dan penyitaan seluruh keuntungan ke kas negara (US Treasury).
Fokus pada Risiko Insider Trading Politik
Alasan utama di balik RUU ini adalah kekhawatiran bahwa pejabat publik memiliki akses terhadap informasi non-publik yang dapat dimanfaatkan untuk keuntungan pribadi melalui prediction market.
Dalam konteks ini, prediction market mulai dipandang tidak hanya sebagai alat spekulasi atau hedging, tetapi juga sebagai potensi celah insider trading berbasis politik.
Platform seperti Kalshi dan Polymarket kini berada di bawah sorotan karena menyediakan pasar berbasis outcome yang bisa diperdagangkan secara real-time.
Tekanan Regulasi yang Semakin Luas
RUU PREDICT Act tidak berdiri sendiri. Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan terhadap prediction market datang dari berbagai arah, seperti regulator federal di AS, pemerintah negara bagian, dan otoritas pengawas derivatif.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor prediction market sedang memasuki fase pengawasan yang lebih ketat, terutama karena pertumbuhan pengguna yang pesat; integrasi dengan platform kripto dan DeFi; serta potensi dampak terhadap integritas sistem politik.
Dampak bagi Industri Kripto
Prediction market merupakan salah satu sektor yang berkembang cepat dalam ekosistem kripto, dengan menawarkan cara baru untuk:
Mengukur probabilitas peristiwa dunia nyata
Menggabungkan informasi pasar secara kolektif
Menciptakan instrumen trading berbasis outcome
Namun dengan meningkatnya tekanan regulasi, beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:
1. Penyempitan Ruang Operasi
Platform harus menyesuaikan model bisnis agar sesuai dengan aturan baru.
2. Peningkatan Kepatuhan
KYC, verifikasi identitas, dan pembatasan pengguna kemungkinan akan diperketat.
3. Risiko Fragmentasi Pasar
Platform global mungkin menghadapi pembatasan akses di wilayah tertentu.
Regulasi Masuk Fase Baru
Menurut Tim riset dari Tokocrypto, pengajuan RUU ini merupakan sinyal jelas bahwa regulator mulai melihat prediction market sebagai isu serius, bukan sekadar eksperimen teknologi.
“Ini jelas eskalasi regulasi, bukan sekadar omelan etika. Kalau prediction market mulai diposisikan sebagai celah insider trading politik, tekanan hukum ke sektor ini bakal makin keras dan ruang abu-abunya bakal menyusut cepat,” kata Tim Research Tokocrypto.
Pernyataan ini menegaskan bahwa pendekatan regulator kini lebih agresif dan berorientasi pada enforcement.
Apa Selanjutnya untuk Prediction Market?
Jika RUU PREDICT Act disahkan, implikasinya bisa meluas. Standar global terhadap prediction market bisa ikut berubah.
Selain itu, platform akan terdorong untuk lebih transparan dan teregulasi. Kemudian, inovasi mungkin bergeser ke yurisdiksi yang lebih ramah.
Di sisi lain, regulasi ini juga bisa memberikan legitimasi jangka panjang jika sektor mampu beradaptasi.
RUU PREDICT Act menandai babak baru dalam regulasi prediction market di Amerika Serikat.
Dengan melarang pejabat publik terlibat dalam taruhan berbasis peristiwa politik, pemerintah berupaya menutup celah potensi insider trading dan menjaga integritas sistem politik.
Namun, langkah ini juga membawa konsekuensi besar bagi industri kripto yang mulai mengadopsi model prediction market sebagai bagian dari inovasi finansial.
Ke depan, keseimbangan antara regulasi dan inovasi akan menjadi kunci utama dalam menentukan masa depan sektor ini, apakah akan berkembang sebagai instrumen keuangan sah, atau justru tertekan oleh pembatasan hukum yang semakin ketat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, turun 3,10% ke level $0,183, menurut catatan Coinmarketcap pada Jumat (27/3).
Pelemahan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang sedang lesu, dipicu oleh faktor makro global seperti kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan geopolitik.
Pergerakan Pi terlihat sejalan dengan pelemahan Bitcoin yang turun sekitar 2,4%, menandakan bahwa aset ini masih sangat bergantung pada sentimen pasar secara keseluruhan.
Penurunan harga Pi tidak terjadi secara terisolasi. Total kapitalisasi pasar kripto global tercatat turun sekitar 2,6% dalam periode yang sama, mencerminkan tekanan luas pada aset berisiko.
Beberapa faktor utama yang mendorong kondisi risk-off ini antara lain:
Lonjakan harga minyak dunia yang menembus $94 per barel
Ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait negosiasi AS–Iran yang mandek
Kekhawatiran inflasi global yang kembali meningkat
Dalam kondisi seperti ini, investor cenderung menarik dana dari aset berisiko seperti kripto dan beralih ke instrumen yang lebih aman.
Artinya, Pi bertindak sebagai aset high beta, yang cenderung bergerak searah dengan pasar, tetapi dengan volatilitas lebih tinggi saat tekanan meningkat.
Tekanan Teknikal dan Likuiditas Tipis
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Selain faktor makro, tekanan juga datang dari sisi teknikal. Harga Pi saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan (moving average) jangka menengah, yang mengindikasikan momentum bearish dalam jangka pendek.
Di sisi lain, struktur pasar Pi yang relatif tipis turut memperbesar dampak penurunan harga. Dengan rasio turnover yang rendah, likuiditas di pasar ini tergolong minim.
Akibatnya, order jual dalam jumlah kecil bisa mendorong harga turun lebih dalam sehingga tidak ada cukup tekanan beli untuk menahan penurunan. Volatilitas pun menjadi lebih tinggi dibanding aset besar.
Ini berarti, tanpa katalis positif, Pi sangat rentan terhadap tekanan eksternal dan pergerakan pasar global.
Tidak Ada Katalis Internal
Berbeda dengan beberapa fase sebelumnya, tidak ada berita, pengumuman, atau perkembangan signifikan dari ekosistem Pi yang dapat mendukung harga dalam jangka pendek.
Ketiadaan katalis ini membuat pergerakan harga Pi sepenuhnya bergantung pada sentimen pasar kripto, pergerakan Bitcoin, hingga arus modal global.
Tanpa dorongan internal, Pi hanya mengikuti arus pasar dan lebih mudah terdampak sentimen negatif.
Outlook Jangka Pendek: Waspadai Level Kunci
Dalam jangka pendek, pergerakan Pi diperkirakan akan berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bearish.
Level penting yang perlu diperhatikan:
Support: $0,175
Resistance: $0,19
Jika harga mampu bertahan di atas $0,175, maka potensi konsolidasi sideways masih terbuka. Namun, jika level ini ditembus, Pi berisiko turun lebih dalam menuju area $0,17.
Di sisi lain, pemulihan akan sangat bergantung pada kemampuan Bitcoin untuk bertahan di atas level krusial $69.000.
Arah pasar masih sangat ditentukan oleh pergerakan Bitcoin sebagai pemimpin pasar.
Faktor yang Perlu Dipantau
Beberapa indikator penting yang dapat memengaruhi pergerakan Pi ke depan meliputi:
Stabilitas harga Bitcoin di area $69.000–$70.000
Perkembangan geopolitik global
Data inflasi AS (PCE)
Perubahan volume perdagangan Pi
Lonjakan volume dapat menjadi sinyal awal perubahan momentum, baik ke arah bullish maupun bearish.
Penurunan harga Pi Network sebesar 3,10% mencerminkan tekanan luas di pasar kripto akibat sentimen makro yang negatif.
Tanpa adanya katalis internal, Pi bergerak sebagai aset high beta yang sangat sensitif terhadap pergerakan pasar global.
Dalam kondisi saat ini, risiko penurunan masih terbuka, terutama jika Bitcoin gagal mempertahankan level support utamanya. Namun, jika pasar global mulai stabil, Pi berpotensi kembali bergerak dalam fase konsolidasi.
Apakah Bitcoin mampu kembali menembus $70.000, atau justru turun di bawah $69.000 yang dapat memperpanjang tekanan pada altcoin seperti Pi?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di $70.945 sebelum akhirnya turun ke titik terendah di $68.118.
Kegagalan mempertahankan area $70.000 menjadi sinyal teknikal penting yang memicu aksi jual lanjutan. Level $70.000 selama ini berperan sebagai:
Area resistance psikologis
Zona distribusi bagi trader jangka pendek
Penentu arah momentum pasar
Ketika level ini gagal dipertahankan, tekanan jual cenderung meningkat karena banyak trader memilih mengamankan profit.
Koreksi Jangka Pendek di Tengah Tren Campuran
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Meski mengalami penurunan harian, performa Bitcoin dalam jangka menengah masih menunjukkan ketahanan relatif:
30 hari: naik 4,33%
60 hari: turun 21,42%
90 hari: turun 21,25%
Data ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase pemulihan parsial setelah koreksi besar sebelumnya.
Namun, Tokocrypto mencatat volatilitas sang raja kripto tetap tinggi dan arah tren belum sepenuhnya stabil.
Artinya, kenaikan jangka pendek masih rentan terhadap koreksi jika tidak didukung volume dan sentimen positif.
Volume Tetap Tinggi, Tapi Sentimen Melemah
Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai hampir $39 miliar, menandakan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi.
Namun, tingginya volume ini lebih didominasi oleh tekanan jual dibanding akumulasi beli. Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi sentimen saat ini antara lain:
Ketidakpastian makroekonomi global
Pergerakan pasar saham dan komoditas
Aksi profit-taking setelah kenaikan sebelumnya
Ini berarti, meski likuiditas tinggi, arah pasar masih cenderung defensif.
Level Kunci yang Perlu Diperhatikan
Dalam kondisi saat ini, pergerakan Bitcoin sangat bergantung pada level teknikal penting berikut:
Support:
$68.000 (area psikologis terdekat)
$67.000 (support lanjutan)
Resistance:
$70.000 (level kunci yang harus direbut kembali)
$71.000–$72.000 (zona breakout berikutnya)
Jika BTC mampu kembali menembus $70.000 dengan volume kuat, potensi rebound akan terbuka. Sebaliknya, jika tekanan berlanjut dan harga turun di bawah $68.000, risiko koreksi lebih dalam akan meningkat.
Outlook Jangka Pendek: Konsolidasi atau Lanjut Turun?
Dalam jangka pendek, Bitcoin diperkirakan akan bergerak dalam fase konsolidasi dengan bias bearish ringan. Pasar saat ini sedang mencari keseimbangan setelah volatilitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Beberapa skenario yang mungkin terjadi:
Bullish: BTC kembali ke atas $70.000 dan menguji $72.000
Sideways: bergerak di kisaran $68.000–$70.000
Bearish: turun ke bawah $68.000 dan menguji $67.000
Ini berarti, arah pasar masih belum pasti dan sangat dipengaruhi oleh sentimen eksternal.
Penurunan harga Bitcoin sebesar 2,7% ke level $68.926 menunjukkan bahwa pasar kripto masih menghadapi tekanan jangka pendek, terutama setelah gagal mempertahankan level kunci $70.000.
Meski demikian, struktur pasar secara keseluruhan belum sepenuhnya bearish, dengan peluang rebound tetap terbuka jika BTC mampu merebut kembali resistance penting.
Dengan kondisi tersebut, Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi dengan tekanan turun, namun belum menunjukkan tanda breakdown besar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.