Author: 18

  • Smart Money Menyerah? Bitcoin Siap Melejit ke Level $70.000 Lagi

    Harga Bitcoin yang berada di kisaran $68.928 menjadikan area $70.000 sebagai medan pertempuran baru antar investor institusional.

    Dilaporkan Crypto Quant, fenomena yang disebut sebagai “institutional cannibalism” mulai terlihat, di mana whale kelas menengah (1.000–10.000 BTC) melepas sekitar 17.308,9 BTC dalam kondisi panik.

    Sementara posisi tersebut justru diambil alih oleh pemain terbesar atau “Supreme Elite” dengan kepemilikan di atas 10.000 BTC melalui transaksi OTC (over-the-counter). Perpindahan aset ini menunjukkan pergeseran kekuatan dari investor yang reaktif terhadap siklus ke pihak dengan likuiditas jauh lebih besar.

    Transaksi OTC Dominasi Perdagangan Bitcoin

    Data menunjukkan sekitar 85,74% volume Bitcoin terjadi di luar exchange, setara dengan 298.060 BTC atau sekitar US$21 miliar.

    Besarnya transaksi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual dari whale menengah tidak berdampak signifikan ke harga pasar, karena langsung diserap oleh institusi besar melalui jalur privat. Mekanisme ini menjaga stabilitas harga dan mempertahankan level support di sekitar $70.000.

    Baca juga: Miner Menyerah, Sinyal Bitcoin Bakal Bullish

    Sinyal Kapitulasi dari Investor Jangka Panjang

    Indikator LTH SOPR yang berada di level 0,78 menunjukkan bahwa investor jangka panjang mulai merealisasikan kerugian, sebuah sinyal yang sering dikaitkan dengan fase puncak kepanikan pasar.

    Kondisi ini diperkuat dengan turunnya Inflow Mean CDD sebesar 42.900 unit dalam 24 jam, yang menandakan aliran Bitcoin ke exchange mulai mengering. Secara historis, kombinasi ini sering muncul mendekati fase dasar siklus harga.

    Tim Research Tokocrypto mengungkap ini bukan smart money menang, ini smart money dimakan oleh pemain yang lebih kaya dan lebih sabar.

    “Selama transfer kepemilikan semacam ini terus terjadi di bawah permukaan dan retail masih sibuk shorting area support, pasar Bitcoin justru sedang membangun fondasi supply shock, bukan kehancuran baru,” ujarnya.

    Retail Terjebak, Risiko Short Squeeze Menguat

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Di sisi lain, investor ritel justru mengambil posisi berlawanan dengan tren dengan membuka posisi short di area support. Data funding rate Binance yang negatif (-0,004704) menunjukkan bahwa pelaku pasar membayar untuk mempertahankan posisi jual. Kondisi ini berpotensi memicu short squeeze jika harga bergerak naik, karena likuidasi posisi short dapat mendorong kenaikan harga secara cepat.

    Secara keseluruhan, area $65.000–$70.000 kini menjadi zona penting yang ditopang oleh perpindahan kepemilikan skala besar. Selama tidak terjadi peristiwa tak terduga (black swan) yang mendorong harga turun hingga mendekati realized price di $54.000, pasar berpotensi memasuki fase kekurangan suplai (supply shock). Situasi ini dapat menjadi pemicu pergerakan harga yang lebih agresif dalam waktu dekat.

    Baca juga: Mengenal Mining Pool Kripto: Solusi Efektif untuk Miners Kecil 


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Miner Menyerah, Sinyal Bitcoin Bakal Bullish

    Pasar kripto menunjukkan sinyal perubahan struktural setelah tekanan jual dari para miner Bitcoin mengalami penurunan signifikan. Data terbaru mengindikasikan bahwa fase kapitulasinya miner mulai mencapai titik akhir, di mana aksi jual paksa yang sebelumnya membanjiri pasar kini semakin berkurang.

    Secara historis, kondisi ini sering kali menjadi penanda fase terbentuknya dasar harga (bottom), meski saat ini permintaan pasar masih terlihat lemah.

    Tekanan Jual Miner Turun Drastis

    Dilaporkan Crypto Quant, penurunan tekanan jual ini mencerminkan berkurangnya suplai Bitcoin yang masuk ke pasar. Dalam siklus sebelumnya, kondisi seperti ini kerap terjadi menjelang fase pemulihan harga. Namun, berbeda dengan pola klasik, saat ini belum diikuti oleh peningkatan permintaan yang signifikan, sehingga pergerakan harga masih cenderung tertahan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, setup ini bullish secara struktural karena sumber supply paksa dari miner makin habis, sementara industri mining justru terkonsolidasi ke pemain yang lebih tahan banting.

    “Dalam jangka pendek ini memberi bantalan ke harga, dan dalam jangka menengah bisa menciptakan pasar Bitcoin yang lebih sehat karena tekanan jual alami dari penambang makin mengecil,” tuturnya.

    Hash Rate Naik di Tengah Profitabilitas Menurun

    Di sisi lain, hash rate Bitcoin justru terus meningkat, menandakan persaingan antar miner semakin ketat. Hal ini terjadi di tengah kondisi profitabilitas yang memburuk, di mana hash price mendekati titik terendah sepanjang sejarah. Biaya produksi Bitcoin kini diperkirakan berada di kisaran $80.000, membuat sebagian miner beroperasi dalam kondisi merugi.

    Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan besar di industri mining, terutama bagi pelaku dengan modal terbatas yang kesulitan bertahan.

    Baca juga: Solo Miner Ini Berhasil Tambang 3 BTC Senilai Rp4,5M! Kok Bisa?!

    Miner Kecil Tersingkir, Pemain Besar Menguat

    Divergensi antara kenaikan hash rate dan penurunan profitabilitas mengindikasikan terjadinya konsolidasi di sektor mining. Miner dengan skala kecil mulai tersingkir, sementara perusahaan besar dengan modal kuat justru memperluas pangsa pasar mereka.

    Selain itu, banyak perusahaan mining kini mulai mengalihkan fokus ke sektor lain seperti artificial intelligence (AI) dan high-performance computing (HPC) untuk menjaga keberlanjutan bisnis mereka, tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil mining Bitcoin.

    Sinyal Awal Fase Bullish Struktural

    Secara keseluruhan, kondisi ini mengarah pada perubahan struktural dalam pasar Bitcoin. Dalam jangka pendek, berkurangnya tekanan jual memberikan ruang bagi stabilisasi harga. Sementara dalam jangka menengah hingga panjang, kombinasi antara berkurangnya suplai dan konsolidasi kekuatan mining berpotensi menciptakan fondasi bagi tren bullish yang lebih kuat.

    Perkembangan ini menjadi sinyal penting bahwa dinamika pasar Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan, tetapi juga oleh perubahan fundamental di sisi produksi dan distribusi aset tersebut.

    Baca juga: Mengenal Mining Pool Kripto: Solusi Efektif untuk Miners Kecil 


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Inggris Pindahkan Tabungan ke Blockchain: Apakah Aman?

    Monument Bank mengumumkan rencana ambisius untuk mentokenisasi hingga £250 juta dana simpanan nasabah ke dalam jaringan blockchain publik yang dikembangkan oleh Midnight Foundation. Langkah ini menjadi salah satu inisiatif pertama dari bank berlisensi di Inggris yang membawa produk tabungan ritel langsung ke teknologi blockchain, tanpa menghilangkan perlindungan konsumen yang berlaku.

    Tokenized Savings Tetap Dijamin dan Terlindungi

    Dilaporkan Coin Turk, bank yang berdiri sejak 2018 dan diawasi oleh Bank of England ini saat ini mengelola sekitar £7 miliar dana dari lebih 100.000 nasabah. Dalam skema baru tersebut, setiap token digital akan merepresentasikan pound sterling yang disimpan di bank. Nasabah tetap dapat memperoleh bunga, menarik dana dalam GBP kapan saja, serta tetap terlindungi oleh Financial Services Compensation Scheme (FSCS).

    Menariknya, penggunaan blockchain tidak akan terasa langsung oleh nasabah karena seluruh interaksi tetap dilakukan melalui aplikasi Monument tanpa perlu memahami wallet atau private key. Infrastruktur blockchain di balik layar dirancang untuk memastikan keamanan data, transparansi, serta pencatatan transaksi yang tidak dapat dimanipulasi.

    Teknologi Midnight Jawab Tantangan Privasi

    Teknologi yang digunakan berasal dari Midnight Foundation, yang berfokus pada blockchain publik dengan fitur privasi tinggi. Sistem ini memungkinkan transaksi tetap tercatat secara transparan di jaringan, namun data sensitif hanya dapat diakses oleh pihak terkait. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab tantangan utama industri keuangan, yaitu menyeimbangkan transparansi blockchain dengan kebutuhan privasi dalam sistem perbankan modern.

    Presiden Midnight Foundation, Fahmi Syed, menyebut bahwa permintaan terhadap produk keuangan berbasis blockchain yang tetap patuh regulasi terus meningkat.

    Baca juga: Inggris Siapkan Langkah Besar Lawan Ancaman Penipuan Kripto

    Industri Keuangan Mulai Bergeser ke Blockchain

    Pendiri Monument Bank, Mintoo Bhandari, menegaskan bahwa inovasi ini ditujukan untuk menghadirkan layanan keuangan canggih kepada segmen nasabah mass-affluent yang selama ini kurang mendapatkan akses optimal.

    Langkah ini juga menandai pergeseran penting dalam industri keuangan global, di mana institusi mulai mengeksplorasi penggunaan blockchain untuk produk yang sebelumnya hanya tersedia secara konvensional.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau ini jalan, dampaknya jauh lebih besar dari sekadar eksperimen bank dengan blockchain.

    “Ini berarti deposito ritel mulai dipindahkan ke rel on-chain tanpa memaksa pengguna jadi crypto-native, dan itu salah satu bentuk adopsi paling berbahaya buat sistem lama karena terjadi diam-diam di balik antarmuka perbankan biasa,” analisanya.

    Roadmap 3 Tahap: Dari Tabungan Hingga Pinjaman

    Tidak hanya berhenti pada tokenisasi tabungan, Monument juga menyiapkan roadmap tiga tahap. Pada fase berikutnya, nasabah akan mendapatkan akses ke produk investasi yang telah ditokenisasi seperti private equity, komoditas, dan instrumen terstruktur yang biasanya hanya tersedia bagi investor institusi.

    Fase ketiga akan menghadirkan layanan pinjaman berbasis agunan investasi, memungkinkan nasabah memperoleh likuiditas tanpa harus menjual aset mereka. CEO Monument Bank, Ian Rand, menyatakan bahwa integrasi teknologi ini bertujuan menggabungkan inovasi finansial dengan standar perlindungan bank konvensional.

    Potensi Pasar Tokenisasi Capai Triliunan Dolar

    Daniel Fozzati dari The Building Blocks menyebut proyek ini sebagai terobosan global yang memanfaatkan ekosistem inovasi Inggris.

    Sebagai gambaran skala perkembangan, Boston Consulting Group memproyeksikan pasar aset tokenisasi dapat mencapai nilai antara $4 triliun hingga $16 triliun pada tahun 2030. Langkah Monument Bank dinilai menjadi sinyal kuat bahwa transformasi menuju sistem keuangan berbasis blockchain kini mulai menyasar sektor perbankan ritel secara langsung.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pelaku Terancam Bui Seumur Hidup

    Otoritas Amerika Serikat mengungkap kasus besar yang mengaitkan penggunaan cryptocurrency dalam jaringan perdagangan narkoba global.

    Sebuah grand jury federal di Ohio resmi mendakwa dua perusahaan farmasi asal China dan enam warga negaranya atas dugaan perdagangan prekursor fentanyl serta pencucian uang lintas negara.

    Crypto Jadi Alat Utama Transaksi Narkoba

    Dalam dakwaan tersebut, perusahaan Shandong Believe Chemical Company Pte Ltd. dan Shandong Ranhang Biotechnology Co. Ltd. disebut menjual bahan kimia prekursor dan zat campuran (cutting agents) yang digunakan untuk memproduksi fentanyl. Para pelanggan diarahkan untuk melakukan pembayaran menggunakan cryptocurrency ke wallet yang dikendalikan oleh para pelaku.

    Dilaporkan The Block, Otoritas menyebut dana dari transaksi tersebut kemudian dipindahkan ke institusi keuangan luar negeri, menunjukkan peran penting crypto dalam memfasilitasi aliran dana ilegal secara global.

    Bagian dari Operasi Besar FBI

    Kasus ini merupakan bagian dari inisiatif FBI bertajuk “Operation Box Cutter” yang bertujuan membongkar jaringan perdagangan fentanyl internasional. Tiga dari terdakwa juga didakwa mencoba memberikan dukungan kepada kartel narkoba Meksiko yang telah ditetapkan sebagai organisasi teroris asing.

    Jaksa AS Dominick S. Gerace II menegaskan bahwa penegakan hukum kini menargetkan seluruh rantai pasokan, mulai dari produsen bahan kimia hingga distributor di lapangan.

    Zat Campuran Tingkatkan Produksi Hingga 20 Kali Lipat
    Salah satu bahan yang diperdagangkan adalah medetomidine, obat penenang hewan yang digunakan untuk mencampur fentanyl. Zat ini dapat meningkatkan volume produksi secara signifikan, di mana satu kilogram fentanyl bisa diperbanyak hingga 20 kali lipat dan menghasilkan jutaan dosis yang beredar di jalanan.

    Jika terbukti bersalah, para terdakwa menghadapi ancaman hukuman berat, termasuk penjara seumur hidup untuk kasus perdagangan narkoba serta hingga 20 tahun untuk pencucian uang dan pendanaan terorisme.

    Pola Pencucian Uang Crypto Terungkap

    Peneliti dari TRM Labs mengungkap pola pencucian uang yang digunakan dalam kasus ini. Prosesnya dimulai dari penerimaan stablecoin di satu alamat, kemudian dana dipecah dan dialirkan melalui serangkaian wallet sebelum akhirnya dikonversi menjadi fiat di titik keluar lintas negara.

    Data juga menunjukkan bahwa sekitar 97% produsen prekursor narkoba berbasis di China menerima pembayaran crypto. Aliran dana on-chain ke vendor ini mencapai $39,1 juta pada 2025, meningkat dari $34,7 juta di 2024 dan $30,9 juta di 2023.

    Tim Research Tokocrypto mengatakan kasus ini mempertegas arah regulasi AS yang makin agresif terhadap penggunaan kripto dalam kejahatan lintas negara, terutama ketika menyentuh fentanyl dan kartel.

    “Begitu narasinya bergeser dari sekadar money laundering umum ke suplai narkotika global, tekanan penegakan hukum terhadap wallet, payment rails, dan fasilitator on-chain bakal jadi jauh lebih brutal,” ungkapnya.

    Penegakan Hukum Mulai Sasar Rantai Hulu

    Kasus ini menandai perubahan strategi penegakan hukum, yang kini tidak hanya fokus pada kartel, tetapi juga menyasar pemasok bahan baku, fasilitator pembayaran, hingga pemilik wallet crypto.

    Langkah ini menunjukkan bahwa penggunaan cryptocurrency dalam aktivitas ilegal semakin menjadi perhatian global, seiring meningkatnya peran aset digital dalam rantai pasokan narkotika internasional.

    Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Harga Bitcoin kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 3,29% ke level $66.098.

    Penurunan ini memperpanjang tren pelemahan jangka pendek, di mana Bitcoin kini telah terkoreksi lebih dari 6% dalam sepekan terakhir dan lebih dari 24% dalam periode 90 hari.

    Dengan kapitalisasi pasar yang masih berada di kisaran $1,32 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $45 miliar, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan.

    Namun, data terbaru menunjukkan bahwa dominasi tersebut tidak membuatnya kebal terhadap tekanan makro dan perubahan sentimen investor global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $68.926, Tekanan Pendek

    Tekanan Jangka Pendek: Koreksi Berlanjut

    Dalam perdagangan 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di $68.909 sebelum akhirnya turun ke titik terendah harian di $65.532.

    Pergerakan ini mencerminkan volatilitas tinggi yang dipicu oleh aksi jual yang cukup agresif di pasar.

    Penurunan harian sebesar lebih dari $2.200 menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat, terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung risk-off.

    Investor tampaknya mulai mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto, seiring meningkatnya ketidakpastian global.

    Selain itu, dalam jangka waktu 30 hari, Bitcoin juga mencatat penurunan sebesar 3,41%, yang mengindikasikan bahwa momentum bullish sebelumnya mulai kehilangan tenaga.

    Tren Lebih Panjang Masih Tertekan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dalam perspektif yang lebih luas, kondisi Bitcoin saat ini masih jauh dari titik optimal. Dalam 60 hari terakhir, harga telah terkoreksi lebih dari 25%, sementara dalam 90 hari penurunannya mencapai sekitar 24,5%.

    Jarak yang masih cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198 menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi panjang setelah reli besar sebelumnya. Kondisi ini sering kali diwarnai oleh volatilitas tinggi dan pergerakan harga yang tidak stabil.

    Meski demikian, suplai Bitcoin yang beredar kini telah mencapai sekitar 20,01 juta BTC, atau lebih dari 95% dari total maksimum 21 juta.

    Faktor kelangkaan ini tetap menjadi salah satu fondasi fundamental jangka panjang yang kuat bagi Bitcoin.

    Faktor Sentimen: Kombinasi Makro dan Teknis

    Untuk analisa harga BTC hari ini, penurunan harga Bitcoin saat ini tidak bisa dilepaskan dari kombinasi faktor makro dan teknikal.

    Dari sisi makro, meningkatnya ketidakpastian global, termasuk isu geopolitik dan pergerakan harga komoditas seperti minyak, telah mendorong investor untuk mengambil posisi lebih defensif.

    Sementara dari sisi teknikal, Bitcoin terlihat kesulitan mempertahankan level support penting di atas $68.000. Kegagalan ini memicu aksi jual lanjutan yang membawa harga turun ke area $66.000.

    Perubahan harga dalam satu jam terakhir yang hanya naik tipis 0,13% menunjukkan bahwa upaya rebound masih terbatas dan belum cukup kuat untuk membalikkan tren jangka pendek.

    Level Kritis yang Perlu Diperhatikan

    Dalam jangka pendek, level $65.000 menjadi area support penting yang harus dipertahankan. Jika tekanan jual berlanjut dan level ini ditembus, maka potensi penurunan lebih lanjut ke area $62.000 hingga $60.000 bisa terbuka.

    Sebaliknya, untuk memulihkan sentimen bullish, Bitcoin perlu kembali menembus dan bertahan di atas level $68.000 hingga $70.000. Level tersebut menjadi area psikologis penting yang sering menjadi acuan pelaku pasar.

    Volume perdagangan yang masih cukup tinggi menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin belum hilang, namun arah pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh dinamika pasar global.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $70.722, Sinyal Rebound?

    Penurunan harga Bitcoin ke level $66.098 mencerminkan tekanan yang masih kuat di pasar kripto, terutama di tengah sentimen risk-off yang mendominasi.

    Meskipun fundamental jangka panjang tetap solid, pergerakan jangka pendek masih menunjukkan potensi volatilitas tinggi.

    Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci, serta perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi arah pasar. Dalam kondisi seperti ini, manajemen risiko menjadi faktor krusial dalam menghadapi fluktuasi harga yang cepat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun 3%, Tertekan Arus Keluar ETF Bitcoin

    Harga Pi Network kembali melemah dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 3,08% ke level $0,177 menurut catatan Coinmarketcap pada Sabtu (28/3).

    Penurunan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto secara luas yang dipicu oleh meningkatnya sentimen risk-off global, sekaligus menunjukkan tingginya korelasi Pi terhadap pergerakan Bitcoin sebagai aset utama.

    Secara umum, pergerakan harga Pi Network kali ini tidak didorong oleh katalis spesifik dari dalam ekosistemnya, melainkan lebih sebagai efek lanjutan dari tekanan makro yang memukul hampir seluruh aset berisiko, termasuk kripto.

    Baca Juga: Pi Network Melonjak 11% Pasca Upgrade Protocol 20

    Tekanan Makro Jadi Pemicu Utama

    Penurunan harga Pi sejalan dengan pelemahan pasar kripto global yang juga turun sekitar 3%.

    Faktor utama di balik kondisi ini adalah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, khususnya terkait ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta lonjakan harga minyak yang mendekati $110 per barel.

    Kondisi tersebut memicu pergeseran sentimen investor ke arah lebih defensif.

    Salah satu indikator yang paling terlihat adalah arus keluar dana dari ETF Bitcoin spot di AS yang mencapai sekitar $171 juta dalam satu hari, yang tercatat sebagai jumlah terbesar dalam tiga minggu terakhir.

    Alhasil, arus keluar ini memberikan tekanan tambahan pada harga Bitcoin, yang kemudian menyeret altcoin seperti Pi.

    Dalam konteks ini, Pi kembali menunjukkan karakter sebagai aset high-beta, bergerak searah dengan Bitcoin, tetapi dengan volatilitas yang lebih tinggi.

    Tekanan Internal Perkuat Penurunan

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Sabtu, 28 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain faktor eksternal, Pi juga masih menghadapi sejumlah tekanan dari dalam ekosistemnya.

    Salah satu yang paling disorot adalah proses migrasi token yang masih berlangsung, yang secara bertahap meningkatkan suplai beredar di pasar.

    Peningkatan suplai ini berpotensi menciptakan tekanan jual tambahan, terutama ketika tidak diimbangi oleh permintaan baru yang cukup kuat. Dalam kondisi pasar yang sedang melemah, faktor ini menjadi semakin signifikan.

    Dari sisi teknikal, struktur harga Pi juga menunjukkan kelemahan. Aset ini masih bergerak dalam pola penurunan (descending structure), dengan level support penting di sekitar $0,17 yang kini mulai teruji.

    Ketidakmampuan Pi untuk mempertahankan level ini dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut.

    Outlook Jangka Pendek: Waspadai Level Kritis

    Dalam jangka pendek, pergerakan Pi masih cenderung bearish selama harga bertahan di bawah area resistance sekitar $0,19.

    Level ini menjadi batas penting untuk menentukan apakah pasar bisa mulai stabil atau justru melanjutkan tren penurunan.

    Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus support $0,17 secara meyakinkan, maka potensi penurunan lanjutan ke area $0,15 menjadi semakin terbuka.

    Sebaliknya, jika Pi mampu bertahan dan kembali menembus $0,19, hal ini bisa menjadi sinyal awal pemulihan.

    Namun demikian, arah pergerakan Pi tetap sangat bergantung pada kondisi pasar secara keseluruhan, terutama stabilitas Bitcoin. Selama Bitcoin belum menemukan titik keseimbangan yang kuat, altcoin seperti Pi kemungkinan akan tetap berada dalam tekanan.

    Sentimen Pasar Masih Mendominasi

    Pergerakan terbaru ini menegaskan bahwa harga Pi Network masih lebih dipengaruhi oleh sentimen pasar global dibandingkan perkembangan internalnya.

    Tanpa adanya katalis kuat seperti pembaruan besar atau peningkatan adopsi signifikan, Pi cenderung mengikuti arah pasar yang lebih luas.

    Meski roadmap pengembangan jaringan tetap berjalan, termasuk rencana upgrade node ke versi 23.0 dalam beberapa bulan ke depan, dampaknya terhadap harga dalam jangka pendek masih terbatas jika tekanan eksternal belum mereda.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

    Penurunan harga Pi Network kali ini mencerminkan kombinasi antara tekanan makro global dan faktor internal yang belum sepenuhnya terselesaikan.

    Dengan struktur teknikal yang masih lemah dan suplai yang terus bertambah, Pi berada dalam posisi rentan di tengah kondisi pasar yang tidak kondusif.

    Ke depan, level $0,17 menjadi titik krusial yang perlu diperhatikan. Sementara itu, stabilitas Bitcoin akan menjadi faktor utama yang menentukan apakah tekanan terhadap Pi akan berlanjut atau mulai mereda.




    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akses Emas Tokenisasi Kian Luas

    Perusahaan stablecoin terbesar, Tether, resmi memperluas jangkauan produk emas tokenized miliknya, XAUt, dengan meluncurkannya di BNB Chain.

    Langkah ini langsung diperkuat oleh dukungan dari Binance yang menambahkan berbagai pasangan perdagangan (spot pair), termasuk USDT, BTC, USDC, TRY, dan U.

    Ekspansi ini menjadi tonggak penting bagi adopsi aset berbasis emas di dunia kripto, sekaligus memperkuat narasi real-world assets (RWA) yang semakin dominan di pasar.

    Baca Juga: Tether Angkat Simon McWilliams sebagai CFO

    XAUt: Pemimpin Pasar Emas Tokenized

    Produk Tether Gold (XAUt) saat ini merupakan token emas terbesar di dunia kripto, dengan kapitalisasi pasar sekitar $3,2 miliar.

    Menurut laporan Cryptobriefing, potensi XAUt untuk ‘bersinar’ cukup besar karena didukung oleh sekitar 1.800 batang emas fisik yang disimpan di vault Swiss. Apalagi, XAUt menguasai sekitar 60% pangsa pasar global gold-backed stablecoin.

    Dengan basis fundamental tersebut, XAUt telah menjadi jembatan antara aset fisik tradisional dan ekosistem digital.

    Integrasi ke BNB Chain: Game Changer Distribusi

    Masuknya XAUt ke BNB Chain membawa dampak signifikan dari sisi distribusi dan aksesibilitas.

    BNB Chain dikenal sebagai salah satu jaringan dengan pengguna aktif terbesar yang punya ekosistem DeFi dan trading yang luas, serta biaya transaksi relatif rendah.

    Dengan integrasi ini, pengguna kini dapat mengakses emas tokenized langsung dari wallet on-chain, memperdagangkan XAUt secara lebih mudah, dan menggunakan XAUt dalam berbagai aplikasi DeFi.

    Artinya, XAUt tidak lagi hanya menjadi produk niche, tetapi mulai masuk ke arus utama pasar kripto.

    Binance Perkuat Likuiditas

    Dukungan dari Binance menjadi faktor kunci dalam ekspansi ini. Dengan penambahan berbagai pasangan trading, likuiditas XAUt berpotensi meningkat secara signifikan.

    Pasangan yang ditambahkan meliputi XAUt/USDT, XAUt/BTC, XAUt/USDC, XAUt/TRY, dan XAUt/U. Langkah ini memungkinkan trader untuk:

    • Mengakses eksposur emas tanpa keluar dari ekosistem kripto
    • Melakukan hedging terhadap volatilitas pasar
    • Diversifikasi portofolio secara lebih efisien

    Momentum Emas dan Narasi Safe Haven

    Ekspansi ini juga terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap aset safe haven seperti emas. Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, investor cenderung mencari instrumen yang lebih stabil.

    Dengan XAUt, investor mendapatkan eksposur terhadap harga emas, likuiditas tinggi seperti aset kripto, serta fleksibilitas penggunaan dalam ekosistem digital.

    Ini berarti, XAUt berada di persimpangan antara tradisional finance dan DeFi, menjadikannya produk yang semakin relevan.

    Katalis Adopsi Nyata

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini merupakan katalis penting bagi pertumbuhan XAUt.

    “Ini katalis yang cukup kuat buat XAUt karena distribusinya naik kelas dari sekadar produk niche menjadi instrumen yang makin dekat ke arus utama trading kripto,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, saat emas fisik, safe-haven trade, dan RWA bertemu di BNB Chain, XAUt punya peluang besar buat menarik likuiditas baru dari trader yang ingin eksposur gold tanpa keluar dari ekosistem on-chain.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa ekspansi distribusi menjadi kunci dalam mendorong adopsi aset tokenized.

    Dampak bagi Pasar Kripto

    Peluncuran XAUt di BNB Chain membawa beberapa implikasi penting:

    1. Peningkatan Adopsi RWA

    Aset dunia nyata seperti emas semakin terintegrasi ke dalam ekosistem kripto.

    2. Diversifikasi Instrumen Trading

    Trader memiliki lebih banyak pilihan selain aset volatil seperti Bitcoin atau altcoin.

    3. Kompetisi di Sektor Tokenized Assets

    Produk serupa kemungkinan akan muncul untuk bersaing di pasar yang sama.

    Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital

    Langkah Tether membawa XAUt ke BNB Chain, didukung oleh listing di Binance, menandai fase baru dalam adopsi emas tokenized di dunia kripto.

    Dengan kombinasi likuiditas tinggi, distribusi luas, dan narasi safe haven, XAUt berpotensi menjadi salah satu instrumen utama dalam kategori RWA.

    Jika tren ini berlanjut, emas tokenized tidak hanya menjadi alternatif investasi, tetapi juga bagian integral dari ekosistem keuangan digital global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock Integrasi Chronicle ke Fund BUIDL

    Raksasa manajer aset global, BlackRock, kembali memperkuat posisinya di sektor real-world assets (RWA) dengan menambahkan lapisan verifikasi baru ke produk on-chain andalannya, BlackRock USD Institutional Digital Liquidity Fund (BUIDL).

    Menurut laporan The Block, kali ini BlackRock menggandeng Chronicle untuk menghadirkan sistem verifikasi data yang lebih transparan dan dapat diaudit secara independen.

    Langkah ini menjadi tonggak penting dalam evolusi tokenized fund, dari sekadar eksistensi di blockchain menuju infrastruktur keuangan digital yang benar-benar siap digunakan oleh institusi besar.

    Baca Juga: BlackRock Lepas $250 Juta ETH, Akankah Harga Ethereum Terkoreksi?

    BUIDL: Tokenized Fund Terbesar di Pasar

    BUIDL saat ini merupakan salah satu dana on-chain terbesar di dunia, dengan total aset sekitar US$1,7 miliar.

    Portofolio utamanya terdiri dari US Treasury, instrumen overnight repo, dan aset likuid berisiko rendah.

    Produk ini dirancang untuk memberikan eksposur ke instrumen pasar uang tradisional, namun dengan efisiensi dan transparansi blockchain.

    Chronicle: Lapisan Verifikasi Baru

    Integrasi Chronicle memungkinkan BUIDL menghadirkan data holding-level yang dapat diverifikasi secara independen oleh berbagai pihak, termasuk investor institusional, protokol DeFi, hingga manajer aset dan alokator modal.

    Fitur utama yang ditawarkan meliputi transparansi komposisi aset secara real-time, verifikasi ketersediaan dana, validasi integritas data, serta informasi “freshness” atau pembaruan data.

    Artinya, investor tidak lagi hanya mengandalkan laporan berkala, tetapi dapat memverifikasi kondisi dana secara langsung di blockchain.

    Jembatan antara DeFi dan TradFi

    Langkah ini juga memperkuat posisi BUIDL sebagai jembatan antara dunia keuangan tradisional (TradFi) dan decentralized finance (DeFi).

    Dengan adanya verifikasi granular, BUIDL kini lebih kompatibel untuk digunakan dalam protokol DeFi sebagai collateral, strategi yield berbasis institusi, dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.

    Hal ini menjawab salah satu tantangan terbesar dalam adopsi RWA, yaitu kepercayaan terhadap data dan transparansi.

    Evolusi Tokenized Fund

    Sebelumnya, banyak proyek tokenisasi hanya berhenti pada tahap “membawa aset ke blockchain”. Namun, tanpa transparansi dan standar data yang memadai, adopsinya terbatas.

    Dengan integrasi Chronicle, BUIDL menunjukkan evolusi baru:

    1. Phase 1: Tokenisasi aset
    2. Phase 2: Likuiditas on-chain
    3. Phase 3: Verifikasi dan audit real-time

    Dengan demikian, tokenized fund kini bergerak menuju standar infrastruktur keuangan institusional yang sesungguhnya.

    Fondasi Baru untuk RWA

    Menurut Tim riset dari Tokocrypto, langkah ini merupakan bentuk adopsi nyata yang akan berdampak besar pada industri.

    “Ini adopsi yang sangat nyata karena tokenized fund mulai bergerak dari sekadar “ada di chain” menjadi “bisa diaudit dan dipakai” dengan standar data yang lebih mirip infrastruktur institusional sungguhan,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, saat BlackRock menambah lapisan verifikasi seperti ini, pasar sedang melihat fondasi teknis untuk RWA yang bukan cuma likuid, tapi juga makin dapat dipercaya oleh modal besar.

    Garis besarnya, transparansi tetap menjadi kunci utama untuk menarik modal institusional dalam skala besar.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Integrasi ini membawa beberapa implikasi strategis:

    1. Meningkatkan Kepercayaan Investor

    Data yang dapat diverifikasi secara independen mengurangi risiko informasi asimetris.

    2. Mendorong Adopsi Institusional

    Standar transparansi yang lebih tinggi membuat produk lebih menarik bagi institusi besar.

    3. Memperkuat Narasi RWA

    Tokenisasi aset dunia nyata semakin dianggap sebagai sektor serius dalam kripto.

    4. Standar Baru Industri

    Proyek lain kemungkinan akan mengikuti model verifikasi serupa.

    Baca Juga: BlackRock Diam-Diam Daftarkan Staked Ethereum Trust

    Langkah BlackRock menambahkan Chronicle ke BUIDL menandai evolusi penting dalam dunia tokenized finance.

    Dengan menghadirkan transparansi dan verifikasi data yang lebih mendalam, BUIDL kini tidak hanya menjadi produk on-chain, tetapi juga infrastruktur keuangan yang siap digunakan secara luas.

    Jika tren ini berlanjut, tokenized fund berpotensi menjadi salah satu pilar utama dalam integrasi antara DeFi dan TradFi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aset Tokenisasi Wall Street Masuk 165 Blockchain via LayerZero

    Protokol interoperabilitas LayerZero resmi mengintegrasikan Canton Network, menjadikannya sebagai protokol pertama yang aktif di jaringan blockchain institusional tersebut.

    Integrasi terbaru yang dilakukan LayerZero Labs dengan Canton Network menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam evolusi industri kripto, khususnya di sektor tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA).

    Melalui integrasi ini, LayerZero resmi menjadi protokol interoperabilitas pertama yang aktif di Canton, membuka jalur bagi aset-aset tokenized untuk mengalir dari jaringan privat institusional ke lebih dari 165 blockchain publik.

    Baca Juga: LayerZero (ZRO) Melejit 31%, Sinyal Bullish Mulai Terbentuk

    Mendobrak Batas Interoperabilitas

    Sebagaimana dikutip dari Cryptobriefing, upaya yang dilakukan LayerZero ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis.

    Selama ini, Canton Network dikenal sebagai infrastruktur blockchain yang digunakan oleh institusi keuangan besar untuk mengelola aset seperti obligasi pemerintah (Treasuries), digital cash yang diterbitkan bank, hingga berbagai instrumen pasar modal on-chain.

    Namun, salah satu keterbatasan utama dari sistem ini adalah isolasi likuiditas, aset yang ada di dalamnya sulit mengakses pasar kripto yang lebih luas. Dengan hadirnya LayerZero sebagai jembatan interoperabilitas, batas tersebut mulai runtuh.

    Aset yang sebelumnya hanya beredar di lingkungan tertutup kini berpotensi diperdagangkan, digunakan sebagai jaminan (collateral), atau diintegrasikan ke dalam aplikasi DeFi di berbagai blockchain publik.

    Transformasi ini mencerminkan pergeseran besar dalam narasi industri. Jika sebelumnya kripto dan keuangan tradisional (TradFi) berjalan di jalur terpisah, kini keduanya mulai terhubung melalui infrastruktur yang lebih matang.

    Lebih Dekat dengan Public Chains

    LayerZero tidak lagi sekadar berperan sebagai protokol bridging antar chain kripto, melainkan mulai menempati posisi sebagai penghubung antara sistem keuangan teregulasi dan ekosistem blockchain terbuka.

    Tim Research Tokocrypto menilai perkembangan ini sebagai katalis penting bagi ekosistem LayerZero dan token ZRO.

    “Ini salah satu katalis paling serius buat ZRO karena arah LayerZero jelas bergeser dari sekadar bridging antar ekosistem kripto ke penyambung infrastruktur keuangan teregulasi dengan public chains. Kalau narasi ini benar-benar dieksekusi, ZRO bisa makin diposisikan sebagai middleware penting di era tokenisasi aset dunia nyata, bukan cuma token bridge biasa.”

    Dari sisi pasar, implikasinya cukup luas. Integrasi ini membuka peluang bagi masuknya likuiditas institusional ke dalam ekosistem kripto dengan cara yang lebih terstruktur dan compliant.

    Institusi keuangan yang sebelumnya ragu masuk ke DeFi karena faktor regulasi kini memiliki jalur yang lebih aman untuk berinteraksi dengan blockchain publik.

    Selain itu, investor kripto juga berpotensi mendapatkan akses yang lebih mudah terhadap instrumen keuangan tradisional dalam bentuk tokenized, seperti obligasi pemerintah atau produk fixed income lainnya. Ini menciptakan peluang diversifikasi baru tanpa harus keluar dari ekosistem on-chain.

    Baca Juga: Harga ZRO Hari Ini Melejit 18%, LayerZero Jadi Magnet Pasar Kripto

    Tantangan Dan Peluang

    Integrasi LayerZero dengan Canton Network menandai langkah besar dalam evolusi industri kripto, khususnya dalam menghubungkan aset dunia nyata dengan ekosistem blockchain publik.

    Dengan membuka akses ke lebih dari 165 jaringan, LayerZero tidak hanya memperluas fungsi interoperabilitasnya, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai penghubung utama antara keuangan tradisional dan digital.

    Meski demikian, proses adopsi tidak akan terjadi secara instan. Integrasi antara sistem privat yang sangat diatur dengan blockchain publik tetap menghadapi tantangan, terutama dari sisi regulasi, compliance, serta kebutuhan akan transparansi dan keamanan yang tinggi.

    Namun, arah yang ditunjukkan oleh langkah ini jelas: industri sedang bergerak menuju integrasi yang lebih dalam antara TradFi dan DeFi.

    Jika implementasi berjalan sesuai rencana, LayerZero berpotensi menjadi salah satu pemain kunci dalam era tokenisasi global.

    Dengan semakin banyaknya institusi yang mengeksplorasi tokenisasi dan kebutuhan akan likuiditas lintas jaringan, peran protokol interoperabilitas seperti LayerZero diperkirakan akan semakin krusial.

    Jika eksekusi integrasi ini berjalan sesuai rencana, LayerZero berpotensi menjadi salah satu infrastruktur inti dalam era baru keuangan digital, di mana aset dunia nyata tidak hanya ditokenisasi, tetapi juga dapat bergerak bebas di seluruh ekosistem blockchain global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Tersembunyi XRP: Awal dari Tren Bullish?

    Kinerja XRP menunjukkan tanda-tanda perbaikan dari sisi risk-adjusted return, setelah sebelumnya mengalami periode volatilitas tinggi dan momentum pasar yang lemah dalam beberapa bulan terakhir.

    Data terbaru dari Binance mengungkapkan bahwa rata-rata return 30 hari XRP berada di kisaran 0,00063. Angka ini memang relatif kecil, namun sudah berada di zona positif dan mencerminkan adanya pemulihan bertahap dalam kinerja jangka pendek.

    Sharpe Ratio Kembali Positif

    Dilaporkan Crypto Quant, indikator Sharpe Ratio XRP saat ini tercatat sekitar 0,0267. Nilai ini menunjukkan bahwa imbal hasil yang diperoleh masih lebih tinggi dibandingkan risiko yang diambil, meskipun belum berada dalam kategori kuat.

    Secara historis, Sharpe Ratio XRP sempat berada di zona negatif atau mendekati nol sepanjang Oktober hingga akhir Desember 2025. Kondisi tersebut mencerminkan lemahnya performa aset dengan risiko yang relatif tinggi.

    Memasuki awal 2026, indikator mulai menunjukkan perbaikan seiring stabilisasi harga XRP setelah sempat mengalami tekanan tajam pada awal Februari, di mana Sharpe Ratio sempat jatuh ke level negatif signifikan.

    Baca juga: XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

    Maret Jadi Titik Balik

    Peningkatan yang lebih jelas terlihat pada Maret 2026, ketika rata-rata return 30 hari mulai naik lebih signifikan. Hal ini turut mendorong Sharpe Ratio kembali ke zona positif.

    Perkembangan ini mengindikasikan bahwa pasar mulai menemukan keseimbangan baru, dengan peningkatan imbal hasil yang tidak diikuti oleh lonjakan risiko yang berarti.

    Peluang Bullish, Tapi Belum Kuat

    Nilai Sharpe Ratio saat ini menunjukkan bahwa XRP berada dalam fase pemulihan yang bertahap. Jika indikator ini terus meningkat, maka peluang terbentuknya tren bullish yang lebih stabil akan semakin besar, terutama jika return terus naik sementara risiko tetap terkendali.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun demikian, potensi pembalikan tetap perlu diwaspadai. Jika Sharpe Ratio kembali turun ke zona negatif, hal tersebut dapat menjadi sinyal meningkatnya volatilitas serta melemahnya momentum pasar.

    XRP saat ini menunjukkan perbaikan kualitas imbal hasil terhadap risiko, namun masih dalam tahap awal. Investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan indikator ini sebagai salah satu sinyal penting dalam membaca arah pasar ke depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com