Author: 18

  • Inggris Larang Donasi Kripto: Starmer Sebut Demi Demokrasi

    Pemerintah Inggris resmi memberlakukan moratorium langsung terhadap donasi politik menggunakan kripto.

    Kebijakan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Keir Starmer ini diambil sebagai respons atas kekhawatiran meningkatnya potensi pendanaan asing tersembunyi yang dapat memengaruhi sistem demokrasi.

    Crypto Dianggap Berisiko untuk Transparansi Politik

    Dilaporkan Coindesk, larangan ini mencakup seluruh bentuk donasi crypto tanpa batas nominal. Pemerintah menilai bahwa sifat anonim dari aset digital dapat dimanfaatkan untuk menyembunyikan asal-usul dana, khususnya dari pihak asing.

    Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk menekan campur tangan asing dalam politik domestik Inggris, sekaligus menempatkan crypto sebagai isu serius dalam konteks keamanan demokrasi.

    Hasil Rycroft Review Jadi Dasar Kebijakan

    Keputusan ini didasarkan pada Rycroft Review, laporan independen yang menyoroti lemahnya sistem pengawasan terhadap donasi berbasis crypto. Meski tidak merekomendasikan larangan permanen, laporan tersebut menyarankan penghentian sementara hingga regulasi yang lebih ketat dapat diterapkan.

    Penulis laporan, Philip Rycroft, menegaskan bahwa fokus utama adalah melindungi integritas proses demokrasi, bukan kepentingan partai politik tertentu.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini contoh jelas bagaimana kripto kini diperlakukan bukan cuma sebagai isu keuangan, tapi juga risiko demokrasi dan keamanan nasional.

    “Kalau pendekatan seperti ini menyebar ke negara lain, area politik dan pendanaan kampanye bisa jadi salah satu medan regulasi paling keras terhadap penggunaan aset digital yang anonim,” tuturnya.

    Baca juga: Hyperliquid Donasikan $254.000 ke ZachXBT, Siapa ZachXBT?

    Aturan Baru dan Sanksi Tegas

    Dalam implementasinya, partai politik diberikan waktu 30 hari untuk mengembalikan donasi crypto yang telah diterima setelah undang-undang resmi diberlakukan. Jika tidak dipatuhi, pelanggaran dapat berujung pada sanksi pidana.

    Selain itu, pemerintah juga membatasi donasi dari luar negeri, termasuk dari warga Inggris di luar negeri, maksimal sebesar £100.000 per tahun. Kebijakan ini akan dimasukkan ke dalam Representation of the People Bill yang saat ini sedang dibahas di parlemen.

    Kontroversi Politik Muncul

    Pengumuman kebijakan ini memicu reaksi keras di parlemen. Sejumlah anggota dari partai Reform UK bahkan melakukan walkout sebagai bentuk protes.

    Dalam pernyataannya, Starmer juga melontarkan kritik tajam terhadap pemimpin Reform UK, Nigel Farage, dengan menyebut bahwa ia bersedia mengatakan apa saja selama ada imbalan finansial.

    Moratorium Sementara, Tapi Sulit Dicabut

    Meski disebut sebagai langkah sementara, dimasukkannya aturan ini ke dalam undang-undang membuat kebijakan tersebut tidak mudah untuk dicabut di masa depan. Pemerintah menegaskan bahwa langkah ini diperlukan untuk memastikan transparansi dan menjaga kepercayaan publik terhadap sistem politik.

    Kebijakan ini sekaligus menandai meningkatnya perhatian regulator global terhadap peran cryptocurrency, tidak hanya dalam sektor keuangan, tetapi juga dalam stabilitas politik dan tata kelola demokrasi.

    Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

    Pasar Bitcoin saat ini menunjukkan kondisi yang tampak stabil di permukaan, namun menyimpan kerentanan struktural di dalamnya.

    Data terbaru dari CryptoQuant mengungkap bahwa permintaan Bitcoin kini semakin terkonsentrasi pada satu pemain besar, yaitu Strategy, yang dalam 30 hari terakhir mengakumulasi sekitar 45.000 BTC, laju tercepat dalam hampir satu tahun.

    Permintaan Terkonsentrasi di Satu Pemain

    Di sisi lain, pembelian dari perusahaan treasury lainnya justru anjlok drastis menjadi hanya sekitar 1.000 BTC, turun hingga 99% dari puncaknya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan permintaan secara keseluruhan hampir berhenti, dan pasar kini bergantung pada satu sumber utama.

    Akibatnya, Strategy kini menguasai sekitar 76% dari total kepemilikan Bitcoin di antara perusahaan treasury, mempertegas struktur pasar yang semakin terpusat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur ini kelihatan kuat di permukaan karena satu pembeli besar masih menopang harga, tapi fondasinya rapuh karena breadth demand di luar Strategy nyaris hilang.

    “Kalau pembelian Strategy melambat atau berhenti, pasar bisa langsung menghadapi vacuum permintaan dan itu membuat reli Bitcoin saat ini lebih bergantung pada konsentrasi daripada ekspansi demand yang sehat,” jelasnya.

    Partisipasi Pasar Semakin Menyusut

    Penurunan tidak hanya terjadi pada volume pembelian, tetapi juga pada jumlah partisipan. Semakin sedikit perusahaan yang melakukan akumulasi Bitcoin, mencerminkan melemahnya distribusi permintaan dan berkurangnya kedalaman pasar.

    Data on-chain turut menguatkan kondisi ini, di mana Coinbase Premium yang tidak stabil menunjukkan bahwa permintaan spot, khususnya dari pasar Amerika Serikat, belum pulih secara merata.

    Baca juga: Strategy Siapkan Dana Rp1.000 Triliun untuk Borong Bitcoin?

    Kuat di Permukaan, Lemah di Struktur

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Struktur pasar seperti ini memiliki dua sisi. Di satu sisi, pembelian konsisten dari pemain besar mampu menjaga harga tetap stabil dan mengurangi tekanan turun. Namun di sisi lain, ketergantungan pada satu entitas menciptakan risiko sistemik.

    Pasar yang sehat seharusnya ditopang oleh permintaan yang tersebar luas, bukan terkonsentrasi. Kondisi saat ini lebih mencerminkan konsolidasi daripada ekspansi.

    Risiko Demand Vacuum Mengintai

    Jika Strategy memperlambat atau menghentikan akumulasinya, pasar berpotensi menghadapi kekosongan permintaan secara tiba-tiba. Tanpa dukungan dari pemain lain, harga Bitcoin bisa kehilangan fondasi penopangnya.

    Situasi ini menegaskan bahwa kekuatan pasar saat ini bukan berasal dari banyaknya pembeli, melainkan dari satu entitas dominan. Di fase seperti ini, pertanyaan penting bukan lagi siapa yang membeli, tetapi siapa yang sudah berhenti membeli.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Dunia Lirik Aset Blockchain: Era Baru Keuangan Dimulai

    Industri perbankan global mulai bergerak cepat menghadapi perubahan besar dalam sistem keuangan digital.

    Laporan terbaru dari RWA.io mengungkap bahwa bank-bank kini активно mengembangkan tokenized deposits sebagai bagian dari persaingan menghadirkan “uang onchain”, di tengah meningkatnya popularitas stablecoin dan rencana mata uang digital bank sentral (CBDC).

    Tokenized Deposits Jadi Senjata Baru Bank

    Tokenized deposits merupakan representasi digital dari simpanan bank yang ditempatkan di atas teknologi blockchain. Berbeda dengan stablecoin, aset ini tetap menjadi kewajiban langsung bank penerbit dan berada dalam kerangka regulasi perbankan, termasuk perlindungan simpanan, aturan modal, serta standar AML dan KYC.

    Konsep ini dinilai sebagai solusi tengah antara inovasi teknologi dan keamanan sistem keuangan tradisional, memungkinkan bank tetap relevan di era digital tanpa kehilangan kontrol terhadap dana nasabah.

    Persaingan “Onchain Cash” Semakin Memanas

    Laporan tersebut menyebutkan bahwa tokenized deposits kini berkembang sebagai bagian dari ekosistem “onchain cash” bersama stablecoin dan CBDC. UK Finance bahkan menilai instrumen ini akan memainkan peran penting dalam sistem “multi-money” di masa depan, di mana berbagai bentuk uang digital akan hidup berdampingan.

    Langkah ini juga mencerminkan upaya bank untuk mempertahankan peran mereka dalam sistem pembayaran, pengelolaan likuiditas, dan layanan treasury di tengah meningkatnya adopsi teknologi blockchain.

    Tim Research Tokocrypto mengungkap ini jelas sinyal adopsi, bukan eksperimen pinggiran. Saat bank besar mulai membangun representasi digital dari deposit mereka sendiri, pasar sedang bergerak ke fase di mana institusi tidak lagi sekadar bereaksi pada stablecoin.

    “Tapi mulai menyiapkan versi onchain dari uang mereka sendiri untuk mempertahankan relevansi di era settlement 24/7,” ujarnya.

    Baca juga: Bank Inggris Pindahkan Tabungan ke Blockchain: Apakah Aman?

    Uji Coba Mulai Dilakukan di Eropa

    Dilaporkan Cointelegraph, sejumlah bank besar telah memulai uji coba teknologi ini. Pada Januari lalu, Lloyds Banking Group bersama Archax berhasil menyelesaikan transaksi blockchain publik pertama di Inggris menggunakan tokenized deposits di jaringan Canton.

    Selain itu, proyek Great British Tokenised Deposit yang dipimpin UK Finance tengah menguji berbagai use case seperti pembayaran peer-to-peer, refinancing properti, hingga settlement aset digital, dengan target pengujian berlangsung hingga pertengahan 2026.

    Eropa Siapkan Infrastruktur Keuangan Digital

    Di sisi kebijakan, European Central Bank (ECB) juga tengah mempercepat pengembangan digital euro sebagai respon terhadap dominasi stablecoin berbasis dolar AS. ECB bahkan merancang infrastruktur baru bernama “Pontes” untuk menghubungkan sistem keuangan berbasis blockchain dengan jaringan pembayaran tradisional Eropa (TARGET Services).

    Sistem ini dijadwalkan mulai diluncurkan pada kuartal ketiga 2026, sementara uji coba digital euro direncanakan dimulai pada paruh kedua 2027.

    Menuju Sistem Keuangan Hybrid

    Menurut pelaku industri, masa depan sistem keuangan tidak akan bergantung pada satu jenis uang digital saja. Tokenized deposits dipandang sebagai fondasi penting karena membawa uang bank komersial ke dalam ekosistem digital tanpa mengubah struktur dasar sistem keuangan.

    Perkembangan ini menandakan bahwa persaingan tidak lagi hanya soal aset kripto, tetapi juga tentang siapa yang menguasai infrastruktur “uang digital” di masa depan.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NYSE Siapkan Settlement Blockchain: Era Baru Wall Street?

    New York Stock Exchange (NYSE) semakin serius menjajaki pemanfaatan teknologi blockchain dalam infrastruktur pasar modal.

    Namun berbeda dengan narasi disruptif yang sering melekat pada kripto, pendekatan yang diambil justru bersifat evolusioner: bukan mengganti sistem lama, melainkan “melapisinya” dengan teknologi baru.

    Berdasarkan laporan CoinDesk, NYSE tengah mengeksplorasi sejumlah inovasi penting, termasuk settlement real-time atau near real-time, perpanjangan jam perdagangan, hingga interoperabilitas antara aset yang ditokenisasi dengan sistem keuangan tradisional.

    Pendekatan ini mencerminkan perubahan paradigma di level institusional. Jika sebelumnya pertanyaan utamanya adalah “apakah blockchain akan digunakan?”, kini bergeser menjadi “bagaimana blockchain diintegrasikan tanpa mengganggu sistem yang sudah berjalan.”

    Baca Juga: Cerita Pendek Bitcoin dengan Bakkt dan NYSE

    Integrasi, Bukan Disrupsi

    Alih-alih melakukan overhaul total terhadap infrastruktur keuangan, NYSE tetap mempertahankan komponen inti seperti clearing terpusat, perlindungan investor, serta kerangka regulasi yang sudah mapan. Blockchain diposisikan sebagai lapisan tambahan untuk meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas.

    Langkah ini dianggap lebih realistis, mengingat kompleksitas sistem pasar modal global yang telah terbangun selama puluhan tahun. Integrasi bertahap memungkinkan inovasi tanpa memicu risiko sistemik yang besar.

    Salah satu fokus utama adalah settlement transaksi yang lebih cepat.

    Saat ini, proses penyelesaian transaksi saham masih membutuhkan waktu (T+1 atau lebih), sementara blockchain berpotensi memangkasnya menjadi hampir instan. Efisiensi ini bisa berdampak besar pada likuiditas dan pengurangan risiko counterparty.

    Tokenisasi Jadi Kunci

    Selain settlement, NYSE juga melihat potensi besar pada tokenisasi aset.

    Dengan mengubah aset tradisional menjadi token digital di blockchain, perdagangan bisa menjadi lebih fleksibel, transparan, dan bahkan dapat diakses di luar jam pasar konvensional.

    Interoperabilitas antara aset tokenized dan sistem lama menjadi aspek krusial. Ini memastikan bahwa inovasi tidak menciptakan fragmentasi, melainkan justru memperluas fungsi dari infrastruktur yang sudah ada.

    Pendekatan ini juga membuka peluang untuk memperpanjang jam perdagangan, bahkan menuju pasar yang beroperasi hampir 24/7, tanpa harus membangun sistem baru dari nol.

    Perspektif Industri: Diam-Diam Tapi Signifikan

    Tim riset dari Tokocrypto menilai strategi ini sebagai bentuk adopsi institusional yang sangat signifikan, meski tidak terlihat revolusioner di permukaan.

    “Ini jelas adopsi level institusional karena pesan dari NYSE bukan lagi ‘apakah blockchain dipakai’, tapi ‘bagaimana blockchain dipasang tanpa merusak mesin Wall Street yang sudah berjalan.’ Pendekatan seperti ini jauh lebih berbahaya buat sistem lama justru karena ia tidak revolusioner di permukaan, tapi perlahan membuat tokenisasi terasa normal dan tak terhindarkan,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, pendekatan “diam-diam” ini justru berpotensi mempercepat normalisasi blockchain di dunia keuangan. Ketika teknologi diintegrasikan tanpa gesekan besar, resistensi dari pelaku industri cenderung lebih rendah.

    Dampak Jangka Panjang

    Jika strategi ini berhasil, dampaknya bisa sangat luas. Blockchain tidak lagi dipandang sebagai alternatif sistem keuangan, tetapi sebagai bagian integral dari infrastruktur yang ada.

    Hal ini juga bisa menjadi sinyal kuat bagi regulator dan institusi lain untuk mengikuti jejak serupa. Dengan tetap mempertahankan kerangka regulasi, adopsi blockchain bisa berjalan lebih harmonis tanpa menimbulkan ketidakpastian hukum.

    Di sisi lain, pendekatan ini juga memperkuat narasi bahwa masa depan keuangan bukanlah “tradisional vs kripto”, melainkan kombinasi keduanya.

    Baca Juga: NYSE Siap Tokenisasi Saham, Sinyal Bullish Besar untuk Kripto

    Langkah NYSE menunjukkan bahwa evolusi teknologi finansial tidak selalu harus bersifat disruptif. Integrasi bertahap blockchain ke dalam sistem lama justru bisa menjadi strategi paling efektif untuk mendorong adopsi massal.

    Dengan fokus pada efisiensi, interoperabilitas, dan stabilitas, NYSE tampaknya sedang membangun fondasi baru bagi pasar modal—tanpa harus meruntuhkan yang lama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AI Kini Bisa Eksekusi Transaksi Kripto

    Trust Wallet kembali mendorong inovasi di sektor kripto dengan meluncurkan Trust Wallet Agent Kit, sebuah infrastruktur baru yang dirancang untuk mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) langsung ke dalam aktivitas transaksi blockchain.

    Langkah ini menandai pergeseran penting dalam evolusi wallet kripto: dari sekadar alat penyimpanan aset digital menjadi platform eksekusi pintar berbasis AI yang tetap mempertahankan prinsip self-custody.

    Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Trust Wallet (TWT)

    AI Bisa Eksekusi Transaksi Nyata

    Melalui Agent Kit, Trust Wallet memungkinkan agen AI untuk melakukan transaksi kripto secara langsung di lebih dari 25 blockchain.

    Namun yang membedakan, seluruh aktivitas tersebut tetap berada dalam batas izin yang ditentukan oleh pengguna.

    Artinya, kontrol tetap sepenuhnya berada di tangan user, bukan pada AI atau pihak ketiga. Ini menjadi poin krusial di tengah meningkatnya kekhawatiran soal keamanan dan kustodi dalam integrasi AI ke dunia kripto.

    Selain itu, toolkit ini terhubung dengan Model Context Protocol (MCP), sebuah standar yang memungkinkan AI memahami konteks dan bertindak sesuai parameter yang telah ditentukan.

    Dengan pendekatan ini, AI tidak hanya menjalankan perintah, tetapi juga dapat beroperasi secara lebih kontekstual dan adaptif.

    Dukungan Wallet Lama dan Ekosistem Terbuka

    Menurut laporan Bitcoin Magazine, Agent Kit juga mendukung dua mode utama: agent wallet dan koneksi langsung ke wallet yang sudah ada.

    Integrasi ini dimungkinkan melalui WalletConnect, yang memungkinkan pengguna menghubungkan Trust Wallet mereka tanpa perlu migrasi aset.

    Pendekatan ini membuat adopsi menjadi lebih mudah, karena pengguna tidak harus meninggalkan ekosistem yang sudah mereka gunakan.

    Trust Wallet tampaknya sadar bahwa hambatan terbesar dalam adopsi teknologi baru adalah friksi pengguna.

    Dengan tetap mempertahankan kompatibilitas lintas blockchain dan wallet, Agent Kit diposisikan sebagai fondasi infrastruktur yang fleksibel dan scalable.

    Self-Custody Tetap Jadi Prioritas

    Di tengah tren meningkatnya penggunaan layanan kustodian pihak ketiga, Trust Wallet justru mengambil arah sebaliknya.

    Agent Kit dirancang sebagai solusi self-custody yang ramah AI, di mana pengguna tetap memegang kendali penuh atas aset mereka.

    Tidak ada transfer kontrol ke entitas eksternal, bahkan saat AI digunakan untuk mengeksekusi transaksi. Ini bisa menjadi nilai jual utama, terutama bagi pengguna yang mengutamakan keamanan dan desentralisasi.

    Pendekatan ini juga selaras dengan prinsip dasar Web3, di mana kepemilikan aset dan kontrol data tetap berada di tangan individu.

    Dampak ke Token TWT

    Peluncuran Agent Kit juga berpotensi memberikan sentimen positif terhadap token native Trust Wallet, yaitu Trust Wallet Token. Namun, seperti biasa di pasar kripto, narasi kuat saja tidak cukup tanpa adopsi nyata.

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini membuka peluang baru bagi TWT untuk naik kelas dalam ekosistem.

    “Trust Wallet sedang mencoba naik kelas dari sekadar dompet jadi lapisan eksekusi AI untuk user retail. Kalau adopsinya jalan, TWT bisa ikut terangkat sebagai proxy ekosistem wallet-AI, meski pasar tetap perlu bukti pemakaian nyata sebelum kasih valuasi premium yang serius,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Dengan kata lain, TWT bisa menjadi representasi dari pertumbuhan sektor wallet berbasis AI, tetapi valuasi jangka panjang tetap bergantung pada seberapa besar penggunaan Agent Kit di dunia nyata.

    Menuju Era Wallet + AI

    Integrasi AI ke dalam wallet kripto membuka berbagai kemungkinan baru. Mulai dari otomatisasi trading, manajemen portofolio cerdas, hingga interaksi berbasis perintah natural language.

    Namun, tantangan tetap ada. Selain aspek keamanan, adopsi juga bergantung pada seberapa intuitif teknologi ini bagi pengguna awam.

    Trust Wallet tampaknya mengambil langkah awal yang strategis dengan menjaga keseimbangan antara inovasi dan kontrol pengguna. Jika berhasil, Agent Kit bisa menjadi fondasi bagi generasi baru aplikasi kripto berbasis AI.

    Baca Juga: Integrasi dengan WalletConnect, TokoMall Permudah Proses Koleksi NFT art

    Peluncuran Trust Wallet Agent Kit menunjukkan bahwa masa depan wallet kripto tidak hanya soal penyimpanan, tetapi juga eksekusi dan kecerdasan.

    Dengan menggabungkan AI dan self-custody, Trust Wallet mencoba menciptakan standar baru dalam industri.

    Namun seperti semua inovasi di kripto, keberhasilan akhirnya akan ditentukan oleh adopsi nyata di lapangan.

    Untuk saat ini, Agent Kit menawarkan gambaran menarik tentang bagaimana AI dan blockchain bisa bekerja berdampingan—tanpa mengorbankan prinsip desentralisasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perangi Markas Scam Asia Tenggara

    Pemerintah Inggris meningkatkan tekanan terhadap ekosistem kripto yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal dengan menjatuhkan sanksi terhadap Xinbi, sebuah marketplace berbasis China yang dikaitkan dengan jaringan penipuan di Asia Tenggara.

    Langkah ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas dalam membongkar infrastruktur finansial yang menopang scam centre, bukan sekadar mengejar pelaku individu di lapangan.

    Xinbi Diduga Fasilitasi Aktivitas Ilegal

    Menurut laporan Chainalysis, Xinbi memproses lebih dari US$19,9 miliar transaksi kripto dalam periode 2022 hingga 2025.

    Platform ini diduga menyediakan layanan penting bagi jaringan penipuan, termasuk perdagangan data pribadi curian dan perangkat komunikasi yang digunakan dalam operasi scam.

    Aktivitas ini memperkuat dugaan bahwa marketplace seperti Xinbi berperan sebagai tulang punggung logistik bagi industri penipuan digital yang berkembang pesat di kawasan Asia Tenggara.

    Baca Juga: Kerugian Phishing Kripto Melonjak 200%, Apa yang Harus Diwaspadai?

    Sanksi Meluas ke Jaringan Lain

    Tidak hanya Xinbi, paket sanksi terbaru juga menyasar Huione serta sejumlah operator scam centre yang berbasis di Kamboja.

    Sanksi tersebut mencakup pembekuan aset serta pembatasan akses terhadap sistem keuangan global. Dengan demikian, entitas yang terlibat akan kesulitan mengakses likuiditas dan menjalankan operasional mereka secara normal.

    Langkah ini menunjukkan eskalasi serius dalam pendekatan regulator, yang kini tidak hanya fokus pada individu, tetapi juga pada jaringan dan infrastruktur pendukungnya.

    Regulasi Masuk Fase Baru

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa kebijakan ini mencerminkan perubahan signifikan dalam strategi penegakan hukum di sektor kripto.

    “Ini regulasi yang sudah masuk fase serang infrastruktur, bukan lagi sekadar tangkap operator lapangan. Saat pemerintah mulai membidik marketplace, jalur pembayaran, dan ekosistem kripto yang menopang scam centres, pesan ke pasar jelas: fasilitas on-chain yang bersinggungan dengan kejahatan terorganisir sekarang ada di garis tembak langsung negara,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam jangka panjang, karena memutus sumber daya yang memungkinkan kejahatan terus berlangsung.

    Dampak ke Industri Kripto

    Sanksi terhadap Xinbi dan jaringan terkait berpotensi memberikan dampak luas terhadap industri kripto, khususnya dalam hal kepatuhan (compliance) dan transparansi.

    Platform yang beroperasi di sektor ini kini dihadapkan pada tekanan yang lebih besar untuk memastikan bahwa layanan mereka tidak digunakan untuk aktivitas ilegal.

    Menurut laporan The Block, hal ini dapat mendorong peningkatan penggunaan teknologi analitik blockchain serta kerja sama dengan regulator.

    Di sisi lain, langkah ini juga bisa meningkatkan kepercayaan investor institusional terhadap ekosistem kripto.

    Dengan adanya tindakan tegas terhadap penyalahgunaan, industri dapat terlihat lebih matang dan siap untuk adopsi yang lebih luas.

    Asia Tenggara Jadi Sorotan

    Kawasan Asia Tenggara, termasuk negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Vietnam, dalam beberapa tahun terakhir memang menjadi pusat perhatian terkait maraknya scam centre berbasis digital.

    Faktor seperti pertumbuhan pengguna internet, adopsi kripto yang cepat, serta celah regulasi di beberapa wilayah membuat kawasan ini rentan dimanfaatkan oleh jaringan kejahatan terorganisir.

    Dengan sanksi ini, pemerintah Inggris mengirim sinyal kuat bahwa kejahatan berbasis kripto tidak lagi dianggap sebagai isu lokal, melainkan ancaman global yang membutuhkan respons lintas negara.

    Baca Juga: Inggris Pertimbangkan Izinkan Kripto untuk Judi Online

    Langkah Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Xinbi menandai babak baru dalam perang melawan kejahatan kripto.

    Fokus yang kini beralih ke infrastruktur menunjukkan pendekatan yang lebih strategis dan sistematis.

    Bagi industri kripto, ini adalah peringatan sekaligus peluang. Di satu sisi, tekanan regulasi akan meningkat. Namun di sisi lain, upaya ini juga dapat memperkuat legitimasi sektor ini di mata publik dan investor.

    Ke depan, kolaborasi antara regulator, perusahaan blockchain, dan pelaku industri akan menjadi kunci untuk menciptakan ekosistem kripto yang lebih aman dan berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network kNaik 3,17% ke $0,182, Dibayangi Tren Bearish

    Harga Pi Network menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir dengan kenaikan 3,17% ke level $0,182, sedikit mengungguli pergerakan pasar kripto secara keseluruhan yang naik sekitar 1%.

    Meski terlihat positif di permukaan, pergerakan ini dinilai lebih sebagai rebound jangka pendek dibandingkan sinyal pembalikan tren.

    Tekanan bearish masih mendominasi, terutama karena minimnya katalis kuat dan lemahnya volume perdagangan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

    Kenaikan Dipicu Sentimen Pasar (Beta-Driven)

    Sebagaimana dikutip dari Coinmarketcap pada Minggu (29/3), kenaikan harga Pi terjadi seiring dengan menguatnya kapitalisasi pasar kripto global sekitar 0,96%.

    Ini menunjukkan bahwa pergerakan Pi lebih didorong oleh sentimen pasar secara umum (beta-driven), bukan faktor spesifik dari aset itu sendiri.

    Bahkan jika dibandingkan dengan Bitcoin yang naik sekitar 1,06%, Pi memang sedikit outperform. Namun, keunggulan ini belum cukup untuk mengindikasikan momentum bullish yang solid.

    Aktivitas internal jaringan juga turut memberi sedikit dorongan. Beberapa perkembangan seperti fase kedua migrasi jaringan serta laporan transfer sekitar 50 juta PI antar wallet foundation menjadi latar belakang pergerakan ini, meski dampaknya terbatas.

    Artinya, kenaikan ini lebih mencerminkan “ikut naik” bersama pasar, bukan karena kekuatan fundamental baru.

    Minim Katalis, Volume Justru Turun

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Salah satu indikator penting yang menahan optimisme adalah volume perdagangan yang turun hingga 31,61% dalam 24 jam terakhir.

    Hal ini menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak didukung oleh partisipasi pasar yang kuat.

    Selain itu, tidak ada berita besar seperti listing exchange, kemitraan strategis, atau pengumuman utilitas baru yang biasanya menjadi pemicu lonjakan harga signifikan.

    Sentimen komunitas juga cenderung netral. Diskusi lebih banyak berfokus pada potensi jangka panjang dibandingkan faktor jangka pendek yang bisa mendorong harga.

    Ini berarti, tanpa katalis tambahan dan dukungan volume, kenaikan ini rentan mengalami koreksi.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Secara teknikal, struktur harga Pi masih lemah dan berada dalam tekanan tren turun yang lebih besar. Beberapa level penting menjadi acuan dalam jangka pendek:

    • Resistance terdekat: $0,189
    • Support kuat: $0,175
    • Support lanjutan: $0,171 dan $0,159

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,175, ada peluang untuk menguji resistance di $0,189. Namun, jika gagal dan turun di bawah $0,171, maka potensi penurunan ke area $0,159 semakin terbuka.

    Untuk mengubah bias menjadi lebih bullish, Pi perlu mencatatkan penutupan harian di atas $0,210—level yang saat ini masih cukup jauh.

    Event Penting: Deadline 6 April

    Faktor lain yang patut diperhatikan adalah agenda penting dari jaringan Pi, yaitu upgrade node wajib ke Protocol 21 yang dijadwalkan pada 6 April 2026.

    Upgrade ini menjadi momen krusial karena kegagalan dalam implementasi atau partisipasi jaringan dapat memicu tekanan tambahan pada harga. Sebaliknya, jika berjalan lancar, bisa menjadi katalis positif jangka pendek.

    Outlook: Rebound dalam Tren Turun

    Secara keseluruhan, kenaikan harga Pi Network saat ini lebih tepat disebut sebagai counter-trend bounce di tengah tren bearish yang masih dominan.

    Tidak adanya katalis kuat, ditambah volume yang melemah, membuat reli ini belum memiliki fondasi yang solid untuk berlanjut.

    Kenaikan ini lebih mencerminkan pantulan teknikal dalam tren turun yang lebih besar, bukan perubahan fundamental yang signifikan. Tanpa dukungan volume dan katalis baru, pergerakan seperti ini biasanya tidak bertahan lama.

    Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

    Harga Pi Network memang menunjukkan performa positif dalam 24 jam terakhir, namun masih jauh dari aman untuk disebut bullish reversal.

    Fokus pasar kini tertuju pada dua hal utama, yaitu kemampuan harga bertahan di atas level support kunci dan dampak dari upgrade jaringan pada 6 April.

    Jika kedua faktor ini tidak mendukung, maka tren turun berpotensi kembali mendominasi dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik Tipis $66.735 Masih Tertekan

    Harga Bitcoin hari ini tercatat di $66.735,61 per BTC, mencatat kenaikan 0,75% dalam 24 jam terakhir, menurut catatan Tokocrypto pada Minggu (29/3).

    Kapitalisasi pasar berada di kisaran $1,33 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $20,42 miliar.

    Kenaikan ini menunjukkan adanya pemulihan jangka pendek, namun jika dilihat dari perspektif lebih luas, tren Bitcoin masih berada dalam tekanan koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Sempat Tiba-Tiba Naik, Reli Sungguhan atau Bull Trap?

    Pergerakan Harian: Stabil dengan Kenaikan Terbatas

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang yang relatif sempit, dengan level terendah di $66.095,80 dan tertinggi di $67.232,86.

    Kenaikan sekitar $527,90 (+0,8%) hari ini mencerminkan stabilisasi harga setelah tekanan jual sebelumnya.

    Namun, pergerakan per jam menunjukkan sedikit pelemahan sebesar -0,21%, mengindikasikan adanya aksi ambil untung jangka pendek.

    Secara umum, kondisi ini menggambarkan pasar yang masih wait and see, tanpa dorongan kuat dari sisi volume maupun katalis besar.

    Tren Lebih Panjang Masih Bearish

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika ditarik ke timeframe yang lebih panjang, tekanan terhadap Bitcoin masih cukup signifikan:

    • 30 hari: turun 1,57%
    • 60 hari: anjlok 24,93%
    • 90 hari: melemah 26,01%

    Penurunan tajam dalam 60 hingga 90 hari terakhir menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase koreksi setelah periode bullish sebelumnya.

    Meskipun harga saat ini relatif stabil, tren besar masih belum menunjukkan tanda pembalikan yang kuat.

    Jarak dari All-Time High Masih Jauh

    Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Artinya, harga BTC telah terkoreksi hampir 50% dari puncaknya.

    Hal ini menjadi indikator bahwa pasar masih dalam fase penyesuaian, di mana investor cenderung lebih berhati-hati dan selektif dalam mengambil posisi.

    Struktur Pasar dan Likuiditas

    Dengan kapitalisasi pasar di atas $1,3 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar dan paling dominan di pasar global.

    Sirkulasi suplai saat ini mencapai 20,01 juta BTC, atau sekitar 95,28% dari total maksimum 21 juta BTC. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar suplai sudah beredar, sehingga tekanan inflasi dari sisi suplai relatif terbatas.

    Namun, volume perdagangan harian yang berada di kisaran $20 miliar tergolong moderat dan belum menunjukkan lonjakan signifikan.

    Tanpa peningkatan volume, pergerakan harga cenderung terbatas dan rentan terhadap volatilitas.

    Sentimen Pasar: Konsolidasi

    Kombinasi antara kenaikan tipis harian dan tren penurunan jangka menengah menunjukkan bahwa pasar saat ini berada dalam fase konsolidasi.

    Investor tampaknya masih menunggu kepastian arah, baik dari faktor makroekonomi, kebijakan suku bunga global, maupun perkembangan industri kripto itu sendiri.

    Dalam kondisi seperti ini, Bitcoin biasanya bergerak dalam rentang tertentu sebelum menentukan arah berikutnya: apakah melanjutkan tren turun atau memulai pemulihan yang lebih kuat.

    Level Penting yang Perlu Diperhatikan

    Beberapa level kunci yang menjadi perhatian pelaku pasar saat ini antara lain:

    • Support terdekat: $66.000
    • Support lanjutan: $64.000
    • Resistance terdekat: $67.200
    • Resistance kuat: $69.000

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di atas $67.200 dengan volume yang meningkat, peluang untuk melanjutkan kenaikan akan terbuka.

    Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $66.000, tekanan jual bisa kembali mendominasi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Kenaikan harga Bitcoin hari ini memberikan sinyal positif jangka pendek, namun belum cukup untuk mengubah tren besar yang masih bearish.

    Dengan tekanan koreksi dalam 2–3 bulan terakhir dan volume yang belum solid, pasar masih berada dalam fase konsolidasi.

    Dengan analisa harga BTC hari ini, investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci serta menunggu konfirmasi arah pasar berikutnya sebelum mengambil keputusan besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perpetual Futures Crypto: Apa Bedanya dengan Futures Biasa?

    Dalam dunia trading kripto, istilah futures mungkin sudah cukup familiar. Namun, ada satu jenis yang sering digunakan trader, yaitu perpetual futures.

    Sekilas, keduanya terlihat mirip karena sama-sama memungkinkan trader berspekulasi terhadap pergerakan harga aset kripto. Tapi ternyata, antara futures dan perpetual futures merupakan dua hal yang berbeda lho!

    Artikel ini akan membahas perbedaan keduanya, agar kamu bisa memilih instrumen yang sesuai dengan gaya trading. Yuk kita bedah satu per satu!

    Apa Itu Futures Biasa?

    Crypto futures trading atau perdagangan kontrak berjangka merupakan kontrak derivatif yang mengikat dua pihak untuk membeli atau menjual aset crypto tertentu dengan harga yang sudah disepakati, pada tanggal yang telah ditentukan di masa depan.

    Institusi, penambang, dan trader profesional menggunakan kontrak ini untuk hedging maupun spekulasi. Misalnya, seorang penambang Bitcoin yang memperkirakan akan menerima 5 BTC dalam dua bulan dapat menjual kontrak futures hari ini untuk mengunci harga saat ini dan melindungi diri dari potensi penurunan nilai jika ketika dalam dua bulan nanti harganya turun.

    Strategi hedging ini memberikan kepastian harga, tetapi membutuhkan margin yang tetap terkunci hingga kontrak berakhir.

    Kontrak futures sudah lama digunakan di pasar tradisional untuk komoditas dan saham, dan kini telah diadaptasi untuk aset digital di berbagai exchange besar.

    Baca juga: Crypto Futures vs Spot Trading: Mana yang Cocok untuk Trader?

    Apa Itu Futures Perpetual?

    Kontrak perpetual futures bekerja hampir sama dengan kontrak futures biasa, namun perbedaan ada pada tanggal kadaluarsa, yang mana konrak perpetual futures tidak memiliki tanggal kedaluwarsa.

    Trader bisa menahan posisi tanpa batas waktu, selama persyaratan margin terpenuhi dan posisi tidak terkena likuidasi.

    Karena tidak memiliki tanggal kadaluarsa, kontrak perpetual menjadi salah satu instrumen yang paling banyak diperdagangkan di pasar derivatif kripto. Tapi, ketiadaan tanggal kedaluwarsa dalam kontrak perpetual futures membuat para trader harus membayar biaya funding.

    Funding sendiri merupakan biaya berkala yang dipertukarkan antara trader posisi long dan short untuk menjaga harga perpetual tetap selaras dengan harga pasar spot. Pembayaran ini terjadi beberapa kali dalam sehari, sehingga biaya kecil bisa terakumulasi menjadi signifikan bagi trader yang menggunakan leverage. 

    Perbedaan Perpetual Futures vs Futures Biasa

    Agar lebih mudah memahami antara perbedaan dari keduanya, berikut perbandingan antara Perpetual Futures vs Futures Biasa dalam bentuk tabel:

    Aspek Futures Biasa Perpetual Futures
    Expiry Ada tanggal jatuh tempo Tidak ada tanggal jatuh tempo
    Pergerakan Harga Akan mendekati harga spot saat jatuh tempo Dijaga tetap dekat dengan harga spot lewat funding
    Penyelesaian Diselesaikan saat kontrak berakhir Berjalan terus selama posisi terbuka
    Biaya Fee trading + potensi biaya rollover Fee trading + funding rate
    Pengguna Umum Institusi & hedger Trader aktif & spekulator

    Baca juga: Saat Pasar Crypto Tak Menentu, Cash is King Jadi Jawaban: Apa Maksudnya?

    Kesimpulan

    Perpetual futures dan futures biasa sama-sama merupakan instrumen derivatif, tetapi memiliki perbedaan utama pada tanggal kedaluwarsa dan mekanisme tradingnya.

    Futures biasa memiliki batas waktu kontrak, sementara perpetual futures menawarkan fleksibilitas tanpa expiry dengan tambahan mekanisme funding rate.

    Dengan memahami perbedaan ini semoga dapat membantu kamu dalam memilih instrumen yang paling sesuai dengan strategi trading yang kamu miliki.

    Apa pun instrumen yang digunakan, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Sumber:

    Binance: Differences Between Perpetual Contract and Traditional Futures Contract

    Leverage Trading: Futures Contracts vs Perpetual Futures: 6 Key Differences Explained



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cadangan Anjlok, Proyek Kota Terancam?

    Pemerintah Kerajaan Bhutan kembali melakukan penjualan Bitcoin dalam jumlah besar, menambah tekanan pada cadangan aset digital negara tersebut.

    Dilaporkan Coindesk, dalam transaksi terbaru, Bhutan memindahkan 519,707 BTC senilai sekitar $36,75 juta ke alamat eksternal, melanjutkan tren penjualan yang semakin agresif sepanjang 2026.

    Penjualan Bitcoin Tembus $150 Juta di 2026

    Sejak awal tahun, total Bitcoin yang keluar dari dompet pemerintah Bhutan telah mencapai sekitar $152 juta. Aktivitas ini meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, termasuk transfer besar senilai $72 juta dalam satu minggu, yang menjadi periode paling aktif dalam sejarah transaksi Bitcoin negara tersebut.

    Jika sebelumnya Bhutan hanya menjual dalam kisaran $5 juta hingga $15 juta per transaksi pada Januari dan Februari, kini nilainya melonjak menjadi $35 juta hingga $45 juta per transaksi sepanjang Maret.

    Cadangan Bitcoin Turun Drastis

    Penjualan berkelanjutan ini membuat kepemilikan Bitcoin Bhutan turun signifikan dari puncaknya sekitar 13.000 BTC pada akhir 2024 menjadi hanya 4.453 BTC saat ini. Penurunan ini setara dengan sekitar 66% dari total cadangan awal.

    Nilai portofolio juga ikut tertekan, dari sempat mencapai $1,88 miliar kini tersisa sekitar $315 juta, dipengaruhi oleh kombinasi aksi jual dan penurunan harga Bitcoin dari $119.000 ke kisaran $70.000.

    Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

    Diduga Gunakan Skema OTC dengan QCP Capital

    Data menunjukkan bahwa sebagian transaksi Bitcoin Bhutan secara konsisten mengarah ke QCP Capital, perusahaan trading berbasis di Singapura. Pola ini mengindikasikan adanya skema penjualan terstruktur melalui jalur OTC (over-the-counter), bukan sekadar penjualan terbuka di pasar.

    Pendekatan ini memungkinkan Bhutan menjual dalam jumlah besar tanpa memberikan tekanan langsung terhadap harga pasar.

    Proyek Ambisius Terancam

    Penurunan cadangan ini juga menimbulkan pertanyaan terhadap komitmen Bhutan dalam proyek Gelephu Mindfulness City. Pada Desember 2024, pemerintah berjanji mengalokasikan hingga 10.000 BTC untuk mendanai proyek tersebut. Namun dengan sisa kepemilikan saat ini di bawah 4.500 BTC, target tersebut dinilai sulit dicapai tanpa menghentikan atau membalikkan tren penjualan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto yang paling penting di sini bukan cuma Bhutan jual BTC lagi, tapi cara jualnya terlihat makin terstruktur dan makin agresif.

    “Kemunculan berulang QCP Capital sebagai counterparty membuat ini lebih mirip distribusi OTC yang disengaja daripada buang barang panik, dan itu berarti pasokan negara yang biaya perolehan-nya nyaris nol masih jadi overhang nyata di pasar Bitcoin,” analisanya.

    Bitcoin Jadi Sumber Pendapatan Negara

    Menariknya, seluruh Bitcoin yang dimiliki Bhutan berasal dari aktivitas mining berbasis tenaga hidro, yang berarti biaya produksinya relatif mendekati nol. Hal ini membuat setiap penjualan menjadi keuntungan langsung bagi negara, yang ekonominya sangat bergantung pada ekspor energi ke India.

    Meski demikian, percepatan penjualan dalam skala besar memunculkan spekulasi mengenai strategi jangka panjang Bhutan terhadap aset kripto, serta dampaknya terhadap proyek-proyek berbasis Bitcoin yang sebelumnya telah diumumkan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com