Author: 18

  • Aave Resmi Live di X Layer OKX, Permudah Akses DeFi

    Aave resmi memperluas jangkauannya dengan meluncur di X Layer, jaringan milik OKX. Integrasi ini membuka akses baru bagi pengguna OKX Wallet untuk langsung menggunakan layanan DeFi tanpa perlu setup tambahan yang rumit.

    Langkah ini dinilai sebagai salah satu ekspansi paling strategis bagi Aave, karena menggabungkan kekuatan protokol DeFi dengan basis pengguna besar dari ekosistem exchange.

    Akses DeFi Langsung dari Wallet

    Dengan integrasi ini, pengguna kini dapat langsung memasok berbagai aset ke dalam protokol Aave melalui OKX Wallet.

    Sebagai permulaan, terdapat beberapa aset yang didukung antara lain Tether, USDG, GHO, xBTC, xETH, xSOL, xBETH, dan juga xOKSOL.

    Pengguna dapat memperoleh yield yang compounding otomatis, tanpa harus memindahkan aset ke platform lain atau menyerahkan kustodi ke pihak ketiga.

    Pendekatan ini menjadi solusi bagi pengguna retail yang selama ini enggan masuk ke DeFi karena kompleksitas teknis seperti bridging, setup wallet tambahan, atau risiko keamanan.

    Baca Juga: Aave Perkenalkan Pembaruan Aavenomics, Apa yang Baru?

    Fitur Pinjam dengan LTV Tinggi

    Selain fitur penyimpanan dan yield, Aave di X Layer juga menghadirkan kemampuan untuk meminjam aset langsung dari wallet dengan menjaminkan aset yang dimiliki.

    Menariknya, platform ini menawarkan hingga 88% loan-to-value (LTV) pada enam kategori eMode tertentu.

    Ini memberikan fleksibilitas tinggi bagi pengguna dalam mengelola likuiditas tanpa harus menjual aset mereka.

    Fitur ini menjadi salah satu daya tarik utama, karena menggabungkan kemudahan akses dengan efisiensi penggunaan modal.

    Ekspansi TVL ke Ekosistem Baru

    Sebagai salah satu protokol DeFi terbesar, The Block melaporkan bahwa Aave saat ini memiliki total value locked (TVL) sekitar $23,8 miliar.

    Dengan masuk ke X Layer, Aave tidak hanya menambah jaringan baru, tetapi juga memperluas distribusi ke basis pengguna OKX yang sangat besar.

    Yang membedakan langkah ini dari ekspansi chain lainnya adalah pendekatan integrasi yang langsung ke wallet exchange, sehingga mengurangi friksi pengguna secara signifikan.

    Tidak diperlukan bridging manual atau konfigurasi kompleks, yang sering menjadi hambatan utama dalam adopsi DeFi.

    Perspektif Industri: Katalis Adopsi Nyata

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa integrasi ini merupakan katalis nyata bagi pertumbuhan Aave.

    “Ini jelas katalis adopsi yang nyata karena distribusinya menempel langsung ke wallet exchange besar, bukan cuma menambah chain demi headline,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Menurutnya, penggunaan di X Layer benar-benar tumbuh, Aave bisa menang bukan cuma dari TVL, tapi dari akses ke arus user retail yang jauh lebih luas dan malas ribet.

    Pernyataan ini menyoroti bahwa kekuatan utama dari langkah ini bukan hanya pada teknologi, tetapi pada distribusi dan kemudahan akses bagi pengguna.

    Dampak ke Ekosistem DeFi

    Integrasi Aave ke X Layer mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto: penyederhanaan akses ke DeFi.

    Selama ini, DeFi sering dianggap terlalu kompleks bagi pengguna awam. Dengan integrasi langsung ke wallet exchange, hambatan tersebut mulai dihilangkan.

    Jika model ini berhasil, bukan tidak mungkin akan diikuti oleh protokol lain, menciptakan ekosistem di mana DeFi menjadi fitur default dalam wallet, bukan layanan terpisah.

    Potensi untuk Token AAVE

    Dari sisi token, ekspansi ini berpotensi memberikan dampak positif terhadap AAVE, terutama jika diikuti oleh peningkatan penggunaan nyata.

    Namun, seperti biasa, pasar akan menunggu data konkret seperti pertumbuhan pengguna aktif di X Layer, volume transaksi dan pinjaman, dan peningkatan TVL dari integrasi ini.

    Tanpa metrik tersebut, dampak terhadap harga kemungkinan akan terbatas pada sentimen jangka pendek.

    Baca Juga: Harga AAVE Melonjak 22% dalam Sehari, Sentuh Level Tertinggi Baru

    Peluncuran Aave di X Layer OKX menjadi langkah strategis yang menggabungkan teknologi DeFi dengan distribusi massal melalui wallet exchange.

    Dengan kemudahan akses, fitur pinjam fleksibel, dan potensi yield otomatis, integrasi ini membuka peluang besar untuk memperluas adopsi DeFi ke pengguna retail.

    Jika berhasil menarik pengguna dalam skala besar, Aave tidak hanya akan memperkuat posisinya sebagai protokol DeFi terdepan, tetapi juga menjadi pionir dalam membawa DeFi ke arus utama.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kanada Usulkan Larangan Donasi Kripto untuk Politik

    Pemerintah Kanada tengah mengusulkan kebijakan kontroversial yang berpotensi mengubah lanskap penggunaan kripto dalam politik.

    Melalui Bill C-25, otoritas federal ingin melarang donasi kripto untuk berbagai entitas politik, mulai dari partai, kandidat, hingga pihak ketiga dalam kampanye pemilu.

    Langkah ini diambil dengan alasan utama bahwa aset kripto dinilai sulit dilacak dan berpotensi dimanfaatkan untuk intervensi asing dalam proses demokrasi.

    Baca Juga: Stablecoin Lokal Pertama Kanada Siap Meluncur 2026!

    Larangan Menyeluruh untuk Donasi Kripto

    Dalam proposal tersebut, larangan tidak hanya berlaku untuk partai politik, tetapi juga mencakup kandidat individu, asosiasi riding (struktur lokal partai), kontestan kepemimpinan partai, dan third-party election advertisers.

    Dengan cakupan yang luas, kebijakan ini secara efektif akan menutup seluruh jalur penggunaan kripto sebagai alat pendanaan politik di Kanada.

    Pemerintah berargumen bahwa transparansi dalam pendanaan politik sangat penting, sementara karakteristik kripto, terutama dalam aspek anonimitas, menjadi tantangan besar dalam pengawasan.

    Sanksi Ketat bagi Pelanggaran

    Tidak hanya melarang, Bill C-25 juga memperkenalkan sanksi yang cukup keras bagi pelanggaran aturan ini.

    Penerima donasi kripto diwajibkan untuk mengambil tindakan dalam waktu 30 hari, dengan memilih opsi untuk mengembalikan dana kepada pengirim, menghancurkan aset kripto tersebut, atau menyetorkan dana ke Receiver General (otoritas keuangan negara).

    Jika tidak dipatuhi, pelanggar dapat dikenakan denda administratif hingga dua kali nilai donasi. Selain itu, hukuman maksimum juga ditingkatkan secara signifikan untuk memberikan efek jera.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintah Kanada tidak hanya ingin membatasi, tetapi juga secara aktif mencegah penggunaan kripto dalam sistem politik.

    Risiko Intervensi Asing

    Sebagaimana dikutip dari The Block, salah satu kekhawatiran terbesar di balik kebijakan ini adalah potensi penggunaan kripto untuk mendanai aktivitas politik oleh pihak asing.

    Karena transaksi kripto dapat dilakukan lintas negara dengan relatif mudah dan dalam beberapa kasus sulit dilacak, pemerintah melihat ini sebagai celah yang dapat dimanfaatkan untuk memengaruhi hasil pemilu.

    Dengan melarang donasi kripto, Kanada berharap dapat memperkuat integritas sistem pemilu dan mencegah potensi manipulasi eksternal.

    Regulasi Defensif

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini lebih didorong oleh kekhawatiran negara dibandingkan dorongan inovasi.

    “Ini jelas regulasi defensif yang lahir dari paranoia negara terhadap anonimitas politik, bukan dari semangat inovasi. Kalau Kanada dan Inggris sama-sama mulai menutup jalur donasi kripto, ruang penggunaan aset digital di ranah politik bisa cepat menyempit di negara demokrasi maju lainnya,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pandangan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa regulasi serupa dapat menyebar ke negara lain, terutama di kawasan dengan sistem demokrasi yang kuat.

    Dampak ke Industri Kripto

    Larangan ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap persepsi penggunaan kripto di sektor publik.

    Di satu sisi, kebijakan ini dapat memperkuat narasi bahwa kripto masih dianggap berisiko dalam konteks transparansi dan keamanan.

    Namun di sisi lain, langkah ini juga dapat memicu diskusi lebih luas tentang bagaimana teknologi blockchain sebenarnya dapat digunakan untuk meningkatkan transparansi, bukan justru menguranginya.

    Jika negara-negara lain mengikuti langkah Kanada, maka penggunaan kripto dalam aktivitas politik global bisa semakin terbatas.

    Tren Global Regulasi Ketat

    Langkah Kanada juga mencerminkan tren global di mana pemerintah semakin berhati-hati terhadap penggunaan kripto dalam sektor sensitif seperti politik dan keuangan publik.

    Negara-negara seperti Inggris juga mulai menunjukkan pendekatan yang lebih ketat terhadap penggunaan aset digital dalam konteks tertentu.

    Hal ini menandakan bahwa regulasi kripto tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada stabilitas politik dan keamanan nasional.

    Baca Juga: Hakim-Kanada-Tunjuk-Perwakilan-Hukum-untuk-Nasabah-Quadriga-CX.jpg

    Usulan larangan donasi kripto di Kanada melalui Bill C-25 menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah semakin serius mengawasi penggunaan aset digital dalam ranah politik.

    Meskipun bertujuan menjaga integritas pemilu, kebijakan ini juga berpotensi mempersempit ruang inovasi dan adopsi kripto di sektor publik.

    Ke depan, arah regulasi global akan menjadi faktor kunci dalam menentukan sejauh mana kripto dapat digunakan di luar sektor finansial tradisional, termasuk dalam sistem demokrasi modern.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lido DAO Usul Buyback $20 Juta: Upaya Angkat Harga LDO

    Lido DAO tengah menjadi sorotan setelah mengajukan proposal buyback satu kali hingga 10.000 stETH atau setara sekitar $20 juta.

    Menurut laporan The Block, langkah ini bertujuan untuk mengakumulasi token LDO yang saat ini diperdagangkan mendekati level terendah sepanjang masa (all-time low).

    Proposal ini menjadi salah satu aksi paling agresif dari DAO dalam merespons tekanan harga, sekaligus menandai perubahan pendekatan dari sekadar governance menuju intervensi pasar yang lebih langsung.

    Baca Juga: Nilai Lido DAO (LDO) Naik Efek Tweet CEO Coinbase Brian Armstrong

    Buyback Besar di Tengah Diskon Harga

    Dalam proposal tersebut, Lido DAO menyoroti bahwa rasio harga LDO terhadap Ethereum saat ini berada di kisaran 0,00016, atau sekitar diskon 70% dibandingkan dua tahun lalu.

    Kondisi ini dianggap sebagai peluang untuk mengakumulasi token dengan valuasi yang relatif murah.

    Jika disetujui, buyback ini berpotensi menyerap sekitar 65 juta LDO, atau sekitar 8% dari total suplai beredar. Jumlah ini cukup signifikan untuk memengaruhi dinamika pasar, terutama dalam kondisi likuiditas yang terbatas.

    Likuiditas Tipis Jadi Faktor Penting

    Proposal tersebut juga menyoroti kondisi likuiditas on-chain yang tergolong tipis. Depth likuiditas di kisaran ±2% hanya sekitar $90.000, yang berarti pasar relatif dangkal.

    Dalam kondisi seperti ini, aksi pembelian dalam jumlah besar dapat memberikan dampak harga yang cukup signifikan.

    Namun di sisi lain, likuiditas rendah juga meningkatkan risiko volatilitas tinggi, baik saat buyback berlangsung maupun setelahnya.

    Upaya Menopang Harga

    Buyback token sering digunakan sebagai strategi untuk mengurangi suplai beredar, meningkatkan permintaan, dan memberikan sinyal kepercayaan dari proyek.

    Dalam kasus Lido DAO, langkah ini juga dapat dilihat sebagai upaya untuk menopang harga LDO di tengah tekanan pasar yang berkepanjangan.

    Selain itu, aksi ini berpotensi menciptakan sentimen positif di kalangan investor, terutama jika dipersepsikan sebagai indikasi bahwa DAO melihat valuasi saat ini sebagai undervalued.

    Agresif Tapi Berisiko

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa langkah ini bukan sekadar kebijakan biasa, melainkan intervensi yang cukup agresif.

    “Ini jelas upaya pertahanan harga yang agresif, bukan governance kosmetik. Kalau disetujui, LDO dapat dorongan naratif dan serapan suplai yang nyata, tapi pasar juga akan membaca ini sebagai pengakuan bahwa valuasi token sudah terlalu tertekan sampai DAO merasa harus turun tangan langsung,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini mencerminkan dua sisi dari kebijakan tersebut: potensi positif dari sisi teknikal dan risiko persepsi negatif dari sisi psikologis pasar.

    Dampak Potensial ke LDO

    Jika proposal ini disetujui dan dieksekusi, beberapa dampak yang mungkin terjadi antara lain:

    1. Tekanan jual berkurang karena suplai diserap
    2. Harga berpotensi naik akibat peningkatan permintaan
    3. Sentimen pasar membaik dalam jangka pendek

    Namun, keberlanjutan efek tersebut akan sangat bergantung pada faktor lain seperti kondisi pasar kripto secara umum dan perkembangan fundamental Lido sebagai protokol.

    Bukan Solusi Jangka Panjang?

    Meskipun buyback dapat memberikan dorongan jangka pendek, banyak analis menilai bahwa strategi ini bukan solusi jangka panjang jika tidak diikuti oleh pertumbuhan fundamental.

    Lido sendiri dikenal sebagai salah satu protokol liquid staking terbesar di ekosistem Ethereum, sehingga nilai jangka panjang LDO tetap bergantung pada pertumbuhan staking, adopsi layanan, dan pendapatan protokol.

    Tanpa peningkatan di aspek-aspek tersebut, efek buyback berpotensi hanya bersifat sementara.

    Baca Juga: Lido DAO Naik 57% Dalam Seminggu, Bagaimana Prospek ke Depan?

    Proposal buyback dari Lido DAO menjadi langkah berani dalam menghadapi tekanan harga yang signifikan.

    Dengan potensi menyerap hingga 8% suplai beredar, aksi ini bisa memberikan dampak nyata terhadap harga dan sentimen pasar dalam jangka pendek.

    Namun, seperti yang disoroti pelaku industri, langkah ini juga membawa risiko persepsi bahwa proyek sedang berada dalam tekanan.

    Pada akhirnya, keberhasilan strategi ini akan ditentukan oleh kombinasi antara eksekusi buyback dan kekuatan fundamental Lido di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Turun ke $0,176, Gagal Tembus Resistance

    Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan 0,70% ke level $0,176 menurut catatan Coinmarketcap pada Selasa (31/3).

    Performa ini terlihat tertinggal dibandingkan pasar kripto secara umum yang justru mencatat kenaikan sekitar 1,49%.

    Pelemahan ini mencerminkan kombinasi antara faktor teknikal dan kondisi pasar yang kurang mendukung, terutama terkait likuiditas yang rendah serta pergeseran minat investor dari altcoin.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

    Gagal Tembus Resistance Jadi Pemicu Utama

    Salah satu faktor utama penurunan harga Pi adalah gagalnya breakout di area resistance $0,180–$0,190.

    Setelah sempat menguji zona tersebut, harga tidak mampu bertahan dan akhirnya terkoreksi kembali ke area support di kisaran $0,170–$0,175.

    Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup kuat di level atas, sementara minat beli belum cukup besar untuk mendorong harga lebih tinggi.

    Selain itu, rasio turnover yang hanya sekitar 0,75% dengan volume perdagangan sekitar $13,2 juta, menunjukkan bahwa pasar Pi masih tergolong tipis.

    Dalam kondisi likuiditas rendah, pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap tekanan jual, bahkan dalam jumlah yang relatif kecil.

    Sentimen Altcoin Melemah

    Faktor lain yang turut menekan harga adalah melemahnya sentimen di sektor altcoin. Sementara Bitcoin justru mencatat kenaikan sekitar 1,88%, aliran dana ke altcoin terlihat melambat.

    Indikator seperti Altcoin Season Index tercatat turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir ke level 48, yang mengindikasikan bahwa pasar belum sepenuhnya masuk fase bullish untuk aset berisiko tinggi.

    Artinya, Pi tidak mengalami penurunan karena faktor spesifik, melainkan sebagai bagian dari tren sektor altcoin yang cenderung melemah.

    Level Kunci Penentu Arah

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 31 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 31 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Dalam jangka pendek, pergerakan harga Pi akan sangat bergantung pada kemampuan mempertahankan area support.

    Berikut level penting yang perlu diperhatikan:

    • Support utama: $0,170–$0,175
    • Support lanjutan: $0,165
    • Resistance terdekat: $0,180

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,170, maka ada peluang untuk konsolidasi sebelum mencoba kembali menembus resistance.

    Namun, jika support ini ditembus, tekanan jual bisa meningkat dan mendorong harga ke level lebih rendah di sekitar $0,165.

    Sebaliknya, breakout di atas $0,180 dengan dukungan volume yang kuat akan menjadi sinyal awal pemulihan.

    Event Penting: Upgrade 6 April

    Fokus utama pasar saat ini tertuju pada upgrade node wajib Protocol 21 yang dijadwalkan pada 6 April 2026.

    Upgrade ini menjadi katalis penting karena berpotensi memengaruhi stabilitas jaringan dan kepercayaan pengguna.

    Jika proses upgrade berjalan lancar dan diikuti peningkatan aktivitas jaringan, hal ini bisa menjadi pemicu positif bagi harga. Namun, jika terjadi kendala atau respons pasar negatif, tekanan jual bisa semakin besar.

    Kemungkinan, pergerakan harga Pi dalam waktu dekat sangat bergantung pada reaksi pasar terhadap event ini.

    Outlook: Netral ke Bearish

    Secara keseluruhan, kondisi pasar Pi saat ini dapat dikategorikan sebagai netral cenderung bearish.

    Penurunan harga Pi Network bukan disebabkan oleh sentimen negatif besar, melainkan kombinasi dari:

    • Kegagalan breakout teknikal
    • Likuiditas pasar yang rendah
    • Melemahnya minat terhadap altcoin

    Tanpa katalis kuat atau peningkatan volume, pergerakan harga kemungkinan akan tetap terbatas dan rentan terhadap tekanan.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3%, Tertekan Arus Keluar ETF Bitcoin

    Penurunan harga Pi Network ke $0,176 mencerminkan kondisi pasar yang masih rapuh, terutama akibat likuiditas tipis dan kegagalan menembus resistance penting.

    Dalam jangka pendek, level $0,170 menjadi kunci utama yang harus dipertahankan. Sementara itu, upgrade jaringan pada 6 April akan menjadi penentu arah selanjutnya.

    Bagi investor, fase ini menuntut kewaspadaan tinggi, dengan fokus pada kombinasi antara level teknikal dan perkembangan fundamental jaringan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke $67.935, Reli Menguat?

    Harga Bitcoin hari ini menunjukkan penguatan signifikan dengan kenaikan 1,48% dalam 24 jam terakhir, berada di level $67.935,88 per BTC.

    Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Selasa (31/3), kapitalisasi pasar tercatat mencapai $1,35 triliun, sementara volume perdagangan melonjak ke $38,34 miliar.

    Kenaikan ini mencerminkan adanya momentum jangka pendek yang mulai menguat, meskipun tren jangka menengah masih dibayangi tekanan koreksi.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Pergerakan Harian: Momentum Mulai Terbentuk

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang yang cukup luas dengan level terendah di $66.205,39 dan tertinggi di $68.323,62.

    Kenaikan harian sekitar $864 (+1,29%) menunjukkan adanya dorongan beli yang cukup kuat, didukung oleh peningkatan volume perdagangan.

    Meski demikian, pergerakan per jam yang hanya naik 0,12% mengindikasikan bahwa momentum tersebut masih bertahap dan belum sepenuhnya eksplosif.

    Volume Naik, Sinyal Positif

    Salah satu indikator penting dari kenaikan ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $38 miliar dalam 24 jam.

    Volume yang tinggi biasanya menjadi konfirmasi bahwa pergerakan harga didukung oleh partisipasi pasar yang luas, bukan sekadar fluktuasi sementara.

    Hal ini memberikan sinyal bahwa minat beli mulai kembali masuk ke pasar Bitcoin setelah periode tekanan sebelumnya.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 31 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 31 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tren Lebih Panjang Masih Tertekan

    Meski menunjukkan kenaikan dalam jangka pendek, data timeframe yang lebih panjang masih menunjukkan tekanan:

    • 7 hari: turun 3,59%
    • 30 hari: naik tipis 0,4%
    • 60 hari: turun 17,10%
    • 90 hari: turun 23,29%

    Penurunan dalam 60 hingga 90 hari terakhir menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dari siklus sebelumnya.

    Dengan kata lain, kenaikan saat ini masih berada dalam konteks pemulihan, bukan tren bullish penuh.

    Meski demikian, harga Bitcoin saat ini masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Ini berarti harga masih terkoreksi lebih dari 45% dari puncaknya.

    Kondisi ini sering kali dianggap sebagai fase akumulasi oleh investor jangka panjang, namun juga mencerminkan kehati-hatian pasar secara umum.

    Struktur Pasokan Tetap Kuat

    Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menunjukkan kekuatan sebagai aset dengan suplai terbatas:

    • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
    • Maksimum suplai: 21 juta BTC
    • Persentase beredar: 95,28%

    Dengan sebagian besar suplai sudah beredar, tekanan inflasi sangat terbatas, yang menjadi salah satu alasan utama Bitcoin dianggap sebagai aset lindung nilai dalam jangka panjang.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh saat ini mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan potensi nilai maksimum jika seluruh suplai beredar.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Untuk pergerakan selanjutnya, beberapa level teknikal penting menjadi perhatian:

    • Support terdekat: $66.200
    • Support kuat: $64.000
    • Resistance terdekat: $68.300
    • Resistance utama: $70.000

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $68.300 dengan volume yang tetap tinggi, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $70.000 akan terbuka.

    Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $66.200, maka tekanan jual bisa kembali muncul.

    Bullish Jangka Pendek, Hati-Hati Jangka Menengah

    Secara keseluruhan, kondisi pasar saat ini menunjukkan bias bullish dalam jangka pendek, didukung oleh kenaikan harga dan volume.

    Namun, tren jangka menengah masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut, terutama dengan adanya penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Pasar masih berada dalam fase transisi antara koreksi dan potensi pemulihan.

    Baca Juga: Harga Bitcoin Tembus $107.000: Sinyal Lonjakan atau Koreksi Panjang?

    Setelah melihat analisa harga BTC hari ini, sang raja kripto menunjukkan performa positif dengan kenaikan ke $67.935, didukung oleh volume perdagangan yang meningkat.

    Meski demikian, investor tetap perlu berhati-hati karena tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan koreksi.

    Fokus utama saat ini adalah apakah Bitcoin mampu mempertahankan momentum dan menembus resistance kunci, atau kembali tertekan dalam fase konsolidasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 31 Maret 2026: Pergerakan Relatif Terbatas

    Pasar kripto hsri ini, Selasa (31/3) memasuki akhir Maret dengan pergerakan yang relatif terbatas, mencerminkan fase konsolidasi setelah periode volatilitas sebelumnya.

    Sepanjang bulan Maret, Bitcoin hanya mencatat kenaikan tipis sekitar 0,19%, sementara arus keluar dari ETF terus berlanjut di pekan terakhir. Di sisi lain, rasio kepemilikan oleh whale meningkat tajam, yang sering diartikan sebagai sinyal potensi aksi jual besar atau reposisi menjelang pergerakan pasar berikutnya.

    Meski demikian, beberapa altcoin justru menunjukkan performa yang cukup menarik. Token D naik 23% ke level Rp122,69, diikuti G yang menguat 22% ke Rp71,37. Sementara itu, GOAT juga mencatat kenaikan 15% dan diperdagangkan di kisaran Rp310,21. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial di Awal Bulan Maret

    • D melesat tajam 23% dan kini berada di level Rp122,69.
    • G menguat signifikan sebesar 22% ke posisi harga Rp71,37.
    • GOAT naik 15% dan saat ini diperdagangkan di angka Rp310,21.

    Prediksi Bitcoin April 2026: Ekspektasi Pasar Terkini

    • Maret stagnan, kenaikan BTC hanya tipis +0,19%.
    • Tren arus keluar ETF berlanjut di minggu terakhir Maret.
    • Rasio paus melonjak, indikasi aksi jual agresif jelang April.

    Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

    3 Altcoin Pantauan pekan pertama April 2026

    • DOGE ($0,09315) uji saluran bawah imbas penambangan Qubic.
    • CELO dekati dasar harga jelang Jovian Hardfork hari ini.
    • SUI hadapi unlock token 42,94 juta pada 1 April.

    Bitcoin Greed Terendah, Dekati 60 Hari Fase Fear

    • Indeks Greed capai angka 8, 59 hari Extreme Fear.
    • Tekanan makro 2026 picu penurunan pasar tanpa faktor tunggal.
    • Holder jangka panjang akumulasi BTC ke dompet pribadi.

    Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Futures Trading untuk Pemula: Hal yang Perlu Dipahami

    Crypto futures trading menjadi salah satu instrumen trading paling populer untuk mendapatkan keuntungan dari Bitcoin, Ethereum, atau altcoin lain di pasar kripto. 

    Tak heran banyak pemula tertarik untuk mencoba, sebab crypto futures memberikan peluang untuk menghasilkan profit cepat, bahkan dengan modal kecil karena adanya leverage. 

    Namun, sebelum kamu benar-benar memutuskan untuk terjun dan mencoba crypto futures trading, ada baiknya kamu memahami apa itu futures trading. Artikel ini membahas semua yang perlu kamu ketahui sebagai pemula.

    Apa Itu Futures?

    Crypto futures merupakan kontrak keuangan yang memungkinkan kamu berspekulasi atas pergerakan harga aset kripto seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH), tanpa harus memiliki aset tersebut secara langsung. Berbeda dengan trading spot di mana kamu membeli aset secara langsung dan dapat menyimpannya, aktivitas trading futures menggunakan basis kontrak yang merepresentasikan nilai aset di masa depan.

    Dalam kontrak futures, kamu membuat kesepakatan untuk membeli atau menjual aset pada harga tertentu di masa depan sesuai kesepakatan. 

    Bayangkan seperti ini: 

    Andi adalah penambang Bitcoin yang setiap bulan harus membayar listrik dan biaya perawatan mesin. Andi memperkirakan bahwa dia baru bisa mendapatkan 10 BTC 2 bulan ke depan, tapi karena takut harga Bitcoin turun, ia membuat kontrak futures untuk menjual 10 BTC di harga $60.000 tiga bulan ke depan setelah BTC miliknya cair.

    Ketika waktunya tiba, harga pasar ternyata jatuh ke $50.000, nah karena ada kontrak futures tadi Andi tetap bisa menjual di $60.000 sesuai kontrak. Dengan begitu, ia aman menutup biaya operasional meski kehilangan peluang untung lebih besar jika harga naik.

    Dalam praktiknya, di pasar kripto ada jenis futures:

    • Dated Futures (futures biasa) → punya tanggal kedaluarsa.
    • Perpetual Futures (perps) → tanpa tanggal kadaluarsa.

    Dari kedua jenis tersebut, jenis yang paling umum digunakan di pasar kripto adalah adalah perpetual futures, yakni kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa yang bisa dipegang selama margin mencukupi.

    Perbedaannya sudah dibahas di artikel sebelumnya, baca di sini: Perpetual Futures Crypto: Apa Bedanya dengan Futures Biasa?

    Istilah Penting yang Harus Dipahami Pemula

    Berikut beberapa istilah yang perlu dipahami oleh pemula:

    Istilah Penjelasan Singkat
    Long Posisi beli → untung jika harga naik
    Short Posisi jual → untung jika harga turun
    Leverage Pinjaman dana dari exchange (10x, 20x, bahkan 100x)
    Margin Modal jaminan yang disetor saat membuka posisi ber-leverage
    Liquidation Posisi otomatis ditutup jika kerugian terlalu besar
    Funding Rate Funding rate adalah biaya berkala yang dibayarkan antara pemegang posisi long dan short pada perpetual futures
    Mark Price Harga pasar yang menjadi acuan untuk menghitung unrealized profit/loss dan likuidasi posisi yang kamu miliki.

    Baca juga: Cara Kerja Perpetual Futures Crypto: Funding Rate & Mekanismenya

    Kelebihan dan Risiko Futures

    Kelebihan Risiko
    Profit 2 arah: Bisa untung saat harga naik atau turun Likuidasi: Salah dalam melakukan analisa arah bisa kehilangan seluruh modal
    Modal kecil: Leverage memungkinkan eksposur besar dengan modal terbatas Volatilitas: Pergerakan harga dengan leverage menjadi lebih volatil
    Likuiditas tinggi: Volume transaksi besar karena adanya leverage Funding fee: Biaya menahan posisi jangka panjang bisa membengkak
    Hedging: Efektif untuk melindungi portofolio aset dari risiko fluktuasi harga yang merugikan. Bukan untuk semua trader: Bagi trader muslim futures dianggap haram, selain itu futures tidak ramah pemula

    Tips Memulai untuk Pemula

    • Pelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu: Pahami konsep margin, leverage, funding rate, dan mekanisme likuidasi sebelum menyentuh uang nyata. Manfaatkan materi edukasi di platform atau komunitas trader.
    • Mulai dengan leverage rendah: Jangan langsung pakai leverage tinggi. Leverage 2x–5x sudah cukup untuk belajar merasakan dinamika pasar tanpa risiko likuidasi yang terlalu besar.
    • Terapkan manajemen risiko ketat: Gunakan fitur Stop Loss untuk membatasi kerugian. Jangan pernah menggunakan dana kebutuhan pokok untuk trading. Alokasikan hanya sebagian kecil portofolio per posisi.
    • Fokus pada satu atau dua aset dahulu: Pelajari pergerakan BTC atau ETH secara mendalam sebelum mencoba aset lain. Jangan tergoda FOMO dari media sosial tanpa riset mendalam.

    Kesimpulan

    Crypto futures menawarkan peluang yang menarik karena fleksibilitasnya dalam berbagai kondisi pasar. Namun, instrumen ini juga memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan spot trading.

    Bagi pemula, memahami konsep dasar seperti leverage, margin, dan likuidasi adalah langkah awal yang penting sebelum mulai trading.

    Apa pun langkah yang diambil, selalu berhati-hati dalam mengambil keputusan trading dan pastikan menggunakan exchange terpercaya seperti Tokocrypto yang telah terdaftar resmi, serta berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.


    Investasi dan trading crypto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset crypto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediction Market Cetak Rekor Volume Terbesar di Maret 2026

    Pasar prediction market mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang Maret 2026, meskipun tekanan regulasi semakin meningkat di berbagai negara. Data terbaru menunjukkan bahwa sektor ini tidak hanya bertahan, tetapi justru berkembang pesat.

    Transaksi dan pengguna tembus rekor tertinggi

    Dilaporkan BeInCrypto, jumlah transaksi prediction market melampaui 192 juta sepanjang Maret, mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Peningkatan ini menunjukkan bahwa minat terhadap platform seperti Polymarket dan Kalshi terus meningkat secara konsisten.

    Tidak hanya dari sisi aktivitas, jumlah pengguna juga mengalami lonjakan tajam. Total pengguna bulanan mencapai 865.411, meningkat sekitar 118% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berada di angka 396.642.

    Dari sisi volume, nilai perdagangan mencapai sekitar $23,89 miliar, naik lebih dari 1.100% secara tahunan. Meski demikian, angka ini masih sedikit di bawah rekor tertinggi Januari yang mencapai $26,7 miliar.

    Baca juga: RUU PREDICT Act: Pejabat AS Dilarang Main Pasar Prediksi

    Didominasi ritel, pola trading makin aktif

    Data menunjukkan adanya perubahan perilaku pengguna dalam ekosistem prediction market. Lebih dari 57% pengguna melakukan transaksi dengan nilai di bawah $100 per posisi, menandakan dominasi investor ritel.

    Menariknya, rata-rata pengguna aktif melakukan sekitar 25 transaksi per hari. Pola ini lebih menyerupai aktivitas trading saham ritel dibandingkan dengan aktivitas taruhan tradisional.

    Dari sisi kategori, topik seperti olahraga, kripto, dan politik menjadi pendorong utama volume di Polymarket. Sementara di Kalshi, kategori eksotik mulai menggeser dominasi politik sejak akhir Februari.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan ledakan volume dan user menegaskan prediction market telah bergeser dari niche menjadi rel finansial yang serius, dengan sports, crypto, dan politics memimpin aktivitas mingguan di Polymarket sementara Kalshi ikut merebut pangsa lewat kategori eksotik.

    “Namun ekspansi ini datang bersamaan dengan peningkatan pengawasan regulasi, jadi pertumbuhan penggunaan bisa tetap kuat sambil headline risk makin sering menghantam valuasi dan likuiditas,” ungkapnya.

    Regulasi mulai membayangi pertumbuhan

    Di balik pertumbuhan pesat ini, tekanan regulasi mulai meningkat. Beberapa rancangan undang-undang bipartisan kini mulai menargetkan isu insider trading di platform prediction market.

    Hal ini menandakan bahwa pemerintah mulai memberikan perhatian serius terhadap sektor yang kini berkembang menjadi pasar bernilai miliaran dolar.

    Meski demikian, data menunjukkan bahwa minat pengguna dan aktivitas pasar masih terus meningkat. Prediction market pun saat ini berada di titik penting, antara pertumbuhan pesat dan tantangan regulasi yang semakin ketat.

    Baca Juga: Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Misteri Rp39 Triliun Masuk Exchange Saat Pasar Stagnan, Sinyal Bull?

    Arus masuk stablecoin ke exchange Binance melonjak tajam hingga mencapai $2,4 miliar, menandakan kembalinya likuiditas ke pasar kripto. Namun, di tengah lonjakan dana ini, aktivitas trading justru menunjukkan kondisi sebaliknya.

    Likuiditas kembali, tapi belum digunakan

    Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan bahwa netflow stablecoin di Binance berbalik dari negatif menjadi positif. Sebelumnya, pasar sempat mengalami arus keluar besar, termasuk $3,4 miliar pada Desember dan $6,7 miliar pada Februari.

    Kini, dana kembali masuk ke exchange terbesar di dunia tersebut. Secara umum, arus masuk stablecoin sering diartikan sebagai sinyal bahwa investor sedang bersiap untuk masuk ke pasar atau membuka posisi baru.

    Namun, kondisi di lapangan menunjukkan hal yang berbeda.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini on-chain setup yang aneh tapi penting: uang sudah datang, trader belum berani menembak.

    “Selama stablecoin hanya numpuk di exchange tanpa diikuti spot volume, pasar tetap hidup dalam mode siaga, punya bensin, tapi belum punya keberanian, dan itu bikin setiap move besar tetap rawan jadi ledakan volatilitas ketimbang tren yang benar-benar sehat,” ujarnya.

    Baca juga: Guncang Market! Stablecoin Tak Boleh Lagi Beri Imbal Hasil?

    Volume trading anjlok drastis

    Meskipun likuiditas meningkat, aktivitas trading justru mengalami penurunan signifikan. Volume spot di Binance turun tajam dari $81 miliar menjadi hanya $3,5 miliar sejak awal 2025.

    Kondisi ini menciptakan ketidakseimbangan yang cukup mencolok. Dana tersedia di exchange, tetapi belum digunakan untuk transaksi. Artinya, investor masih menahan diri dan belum memiliki keyakinan untuk masuk ke pasar.

    Para analis menilai bahwa pasar saat ini terlihat tenang di permukaan, namun sebenarnya menyimpan potensi volatilitas yang tinggi jika terjadi pergerakan di level krusial.

    Pasar diliputi kehati-hatian

    Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tensi geopolitik dan kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi dunia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran turut memengaruhi sentimen pasar, mendorong kenaikan harga minyak dan menekan aset berisiko.

    Meskipun pasar kripto masih relatif bertahan, tekanan eksternal tetap menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.

    Untuk saat ini, data menunjukkan bahwa dana memang sudah kembali ke pasar, tetapi belum diikuti oleh keberanian investor untuk mengambil risiko. Pasar kripto pun berada dalam fase menunggu, dengan arah pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada perubahan sentimen dan kondisi global.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ethereum Nyaris Akhiri Tren Merah 6 Bulan: Masihkah Berisiko?

    Ethereum (ETH) berada di momen krusial setelah mencatat kenaikan tipis 2,93% sepanjang Maret 2026. Jika bertahan, ini akan menjadi bulan hijau pertama sejak Agustus 2025, mengakhiri tren penurunan selama enam bulan berturut-turut yang memangkas lebih dari 50% nilainya.

    Namun, dengan hanya beberapa hari tersisa di bulan ini, tekanan pasar justru meningkat. Pergerakan harga terbaru menunjukkan bahwa peluang Ethereum untuk mempertahankan performa positif masih jauh dari aman.

    Paruh kedua Maret mulai menghapus kenaikan

    Meskipun awal Maret menunjukkan performa positif, kondisi berubah drastis sejak pertengahan bulan. Pada grafik 4 jam, Ethereum bergerak dalam pola falling channel sejak 16 Maret, saat harga mencapai puncak di $2.380.

    Sejak itu, harga turun hingga menyentuh $1.970, atau terkoreksi sekitar 18%. Saat ini, ETH berada di kisaran $2.020 dan masih berada dalam tren penurunan di dalam channel tersebut. Artinya, kenaikan yang terjadi di awal bulan perlahan mulai tergerus.

    Dilaporkan BeInCrypto, tekanan ini menjadi sinyal bahwa momentum bullish mulai melemah, terutama menjelang penutupan bulan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi on-chain, masalah ETH sekarang bukan sekadar harga tertahan, tapi dukungan internalnya mulai menipis.

    “Ketika whale mengurangi posisi bersamaan dengan melemahnya dip-buying, pasar kehilangan dua bantalan penting sekaligus dan itu bikin struktur bulan hijau ini terlihat jauh lebih rapuh daripada kelihatannya.

    Whale jual, minat beli melemah

    Dari sisi on-chain, tekanan juga terlihat dari pergerakan investor besar. Dalam 48 jam terakhir, whale Ethereum tercatat melepas sekitar 180.000 ETH, menurunkan total kepemilikan dari 122,91 juta menjadi 122,73 juta ETH.

    Di saat yang sama, indikator Money Flow Index (MFI) menunjukkan divergensi bearish. Meskipun harga sempat naik, volume pembelian justru menurun sepanjang Maret. Ini menandakan bahwa setiap penurunan harga tidak lagi direspons dengan pembelian yang kuat seperti sebelumnya.

    Kombinasi aksi jual whale dan melemahnya minat beli membuat fondasi harga Ethereum semakin rapuh.

    Level $1.970 jadi penentu arah

    Saat ini, level krusial yang menjadi perhatian adalah area $1.970. Level ini telah menjadi support utama sejak awal Maret.

    Jika Ethereum turun dan ditutup di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi meningkat. Target penurunan berikutnya berada di $1.910 dan $1.830. Bahkan, jika level $1.830 ditembus, harga bisa melanjutkan koreksi hingga ke area $1.650.

    Sebaliknya, untuk meredakan tekanan, ETH perlu kembali naik dan bertahan di atas $2.050. Jika berhasil, target berikutnya adalah area $2.110 yang menjadi batas atas channel saat ini.

    Pasar menunggu penentuan akhir bulan

    Dengan kondisi saat ini, Ethereum berada di persimpangan penting. Level $1.970 menjadi batas antara keberhasilan mencetak bulan hijau pertama dalam tujuh bulan, atau justru melanjutkan tren penurunan menjadi tujuh bulan berturut-turut.

    Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah Ethereum selanjutnya, di tengah tekanan yang masih kuat dari sisi teknikal dan on-chain.

    Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com