Author: 18

  • Bitcoin Masih Terjebak di Bawah $70K: Sinyal Bearish Berlanjut?

    Bitcoin masih menunjukkan tekanan pasar setelah gagal menembus level penting yang kini menjadi indikator utama pergerakan harga.

    Bitcoin (BTC) hingga saat ini masih belum berhasil kembali ke atas adjusted realized price, yaitu metrik yang mencerminkan rata-rata harga beli dari suplai yang benar-benar beredar di pasar. Perhitungan ini mengecualikan BTC yang tidak bergerak selama lebih dari 7 tahun, sehingga memberikan gambaran yang lebih relevan terhadap kondisi pasar saat ini.

    Pendekatan ini menyaring aset yang kemungkinan hilang maupun yang disimpan jangka panjang oleh investor yang dikenal sebagai “diamond hands”. Dengan metode tersebut, realized price Bitcoin saat ini berada di kisaran $72.500, yang kini berfungsi sebagai level resistance kuat.

    Sudah dua bulan tertahan di bawah resistance

    Dalam sekitar dua bulan terakhir, Bitcoin terus diperdagangkan di bawah level $72.500 tanpa mampu bertahan di atasnya. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih cukup dominan atau minat beli belum cukup kuat untuk mendorong harga naik secara signifikan.

    Dilaporkan CryptoQuant, kondisi ini juga mengindikasikan bahwa sebagian besar investor aktif berada dalam posisi rugi, yang umumnya terjadi pada fase pasar bearish.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan ini sinyal yang dingin: pasar belum benar-benar kembali sehat selama BTC masih tertahan di bawah adjusted cost basis aktifnya.

    “Kalau pola historis terulang, fase menyebalkan ini bisa lanjut beberapa bulan lagi dan semua orang yang terlalu cepat teriak bottom bakal digebuk sabar oleh waktu,” analisanya.

    Baca juga: Bitcoin Terlihat Kuat, Tapi Rapuh? Cek Fakta di Balik Harga

    Pola historis mengindikasikan potensi tekanan lanjutan

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika melihat siklus sebelumnya, Bitcoin biasanya berada di bawah level adjusted cost basis selama 6 hingga 10 bulan sebelum akhirnya berhasil menembus kembali. Saat ini, periode dua bulan masih tergolong awal dibandingkan pola historis tersebut.

    Apabila pola yang sama kembali terjadi, maka pasar berpotensi menghadapi beberapa bulan yang menantang ke depan, dengan harga yang kemungkinan masih bergerak di bawah level $72.500.

    Outlook pasar masih belum pasti

    Meskipun metrik adjusted realized price memberikan insight penting terhadap kondisi pasar, indikator ini tidak dapat memastikan arah pergerakan harga ke depan. Namun, kegagalan Bitcoin untuk menembus level ini memperkuat sentimen kehati-hatian di kalangan investor.

    Untuk saat ini, pergerakan Bitcoin yang masih berada di bawah level tersebut menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase yang belum stabil dan membutuhkan waktu serta katalis tambahan untuk pemulihan.

    Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Onyxcoin Pindah ke Layer-1: Goliath Mainnet Resmi Mengudara

    Onyxcoin telah memasuki fase baru dalam pengembangan ekosistemnya setelah peluncuran Goliath mainnet versi publik sejak 27 Maret 2026.

    Langkah ini menandai transisi penting dari tahap pengembangan menuju jaringan yang siap digunakan secara luas oleh pengguna dan developer.

    Sebagaimana dikutip dari Coinmarketcal, peluncuran ini diposisikan sebagai salah satu milestone teknikal paling signifikan dalam roadmap Onyxcoin, membuka peluang baru mulai dari staking hingga pembangunan aplikasi di atas jaringan baru tersebut.

    Baca Juga: Onyxcoin Catat Lonjakan 67% dan Jadi Peraih Keuntungan Tertinggi

    Dari Pengembangan ke Adopsi Nyata

    Selama ini, Onyxcoin masih berada dalam fase pengembangan dengan berbagai pengujian dan penyempurnaan infrastruktur. Dengan hadirnya Goliath mainnet, proyek ini secara resmi memasuki fase operasional.

    Mainnet publik memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan jaringan, melakukan transaksi, serta memanfaatkan berbagai fitur yang sebelumnya hanya tersedia dalam lingkungan terbatas.

    Selain itu, peluncuran ini juga membuka jalan bagi developer untuk mulai membangun aplikasi berbasis blockchain di atas ekosistem Onyxcoin. Ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan utilitas nyata bagi token XCN.

    Potensi Staking dan Ekosistem Baru

    Salah satu daya tarik utama dari Goliath mainnet adalah potensi aktivasi fitur staking. Dengan adanya staking, pemegang XCN dapat berpartisipasi dalam keamanan jaringan sekaligus memperoleh insentif.

    Lebih jauh lagi, mainnet ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan ekosistem, termasuk integrasi dengan berbagai layanan Web3, DeFi, hingga aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Jika berhasil menarik minat developer dan pengguna, Onyxcoin berpotensi meningkatkan adopsi serta memperkuat posisi XCN di pasar kripto yang semakin kompetitif.

    Event Material, Tapi Sudah Diantisipasi Pasar

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa peluncuran ini merupakan event yang benar-benar material karena menyangkut realisasi produk inti, bukan sekadar wacana.

    “Ini salah satu event yang benar-benar material karena menyangkut delivery produk inti, bukan cuma sesi ngobrol kosong. Tapi karena tanggalnya sudah diketahui jauh hari dan ekspektasi pasar sudah sempat dibangun, efek paling realistis tetap kombinasi antara dorongan naratif jangka pendek dan risiko sell-the-news setelah mainnet resmi hidup,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Artinya, meskipun peluncuran ini penting secara fundamental, dampaknya terhadap harga tidak selalu langsung positif dalam jangka pendek.

    Risiko Sell-the-News

    Fenomena sell-the-news sering terjadi di pasar kripto, di mana harga naik menjelang event besar karena ekspektasi, lalu justru turun setelah event tersebut benar-benar terjadi.

    Dalam kasus Onyxcoin, tanggal peluncuran yang sudah diketahui sebelumnya membuat pasar memiliki waktu untuk “price in” ekspektasi tersebut.

    Jika tidak ada kejutan tambahan seperti kemitraan besar, lonjakan pengguna, atau adopsi langsung pasca peluncuran, maka harga XCN berpotensi mengalami tekanan setelah mainnet resmi berjalan.

    Faktor Penentu Setelah Launch

    Setelah Goliath mainnet aktif, perhatian pasar akan bergeser dari narasi ke eksekusi. Beberapa faktor kunci yang akan menentukan keberhasilan jangka panjang antara lain:

    • Jumlah pengguna aktif di jaringan
    • Aktivitas staking dan partisipasi komunitas
    • Jumlah aplikasi yang dibangun di atas mainnet
    • Kemitraan strategis dengan proyek lain

    Tanpa pertumbuhan nyata di aspek-aspek tersebut, euforia peluncuran bisa cepat mereda.

    Antara Harapan dan Realita

    Peluncuran mainnet selalu menjadi momen penting bagi proyek blockchain, karena menunjukkan bahwa proyek tersebut telah mencapai tahap implementasi nyata.

    Namun, pasar kripto dikenal sangat dinamis dan seringkali bereaksi berlawanan dengan ekspektasi awal.

    Dalam jangka pendek, XCN berpotensi mendapatkan dorongan dari sentimen positif. Namun dalam jangka menengah hingga panjang, performanya akan sangat bergantung pada seberapa sukses Onyxcoin membangun ekosistem di atas Goliath mainnet.

    Baca Juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?

    Peluncuran Goliath mainnet oleh Onyxcoin menjadi langkah besar menuju adopsi yang lebih luas. Ini bukan sekadar update teknis, tetapi transisi menuju penggunaan nyata di dunia blockchain.

    Meski demikian, investor perlu mewaspadai potensi volatilitas, terutama dengan adanya risiko sell-the-news.

    Pada akhirnya, keberhasilan XCN tidak hanya ditentukan oleh peluncuran mainnet, tetapi oleh apa yang terjadi setelahnya, yaitu adopsi, utilitas, dan pertumbuhan ekosistem secara berkelanjutan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proyek Wajib Transparan Soal Market Maker

    Binance kembali mengambil langkah tegas dalam meningkatkan transparansi pasar kripto dengan merilis pedoman baru terkait peran market maker dalam proses listing token.

    Dalam kebijakan terbaru ini, Binance mewajibkan setiap proyek untuk mengungkap identitas market maker, termasuk badan hukum yang terlibat serta detail kontrak kerja sama.

    Selain itu, bursa juga secara eksplisit melarang praktik profit-sharing dan guaranteed return yang selama ini kerap menjadi area abu-abu dalam industri.

    Langkah ini menandai upaya serius Binance untuk memperbaiki integritas pasar, khususnya pada fase awal perdagangan token baru.

    Baca Juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

    Wajib Transparansi: Siapa Market Maker di Balik Token?

    Salah satu poin utama dalam aturan baru ini adalah kewajiban bagi proyek untuk mengungkap secara jelas siapa pihak market maker yang mereka gunakan.

    Market maker sendiri memiliki peran penting dalam menyediakan likuiditas dan menjaga stabilitas harga di pasar.

    Namun, kurangnya transparansi selama ini sering membuka celah untuk manipulasi harga dan volume perdagangan.

    Dengan aturan ini, Binance ingin memastikan bahwa hubungan antara issuer token dan market maker tidak lagi tersembunyi dari publik maupun regulator.

    Larangan Skema “Abu-Abu”

    Selain transparansi, Binance juga melarang secara tegas dua praktik yang dinilai berisiko tinggi:

    • Profit-sharing: Pembagian keuntungan antara proyek dan market maker
    • Guaranteed return: Jaminan keuntungan tertentu kepada market maker

    Kedua skema ini sering dianggap sebagai potensi konflik kepentingan, karena dapat mendorong manipulasi harga demi mencapai target profit tertentu.

    Dengan melarang praktik tersebut, Binance berupaya menciptakan mekanisme pasar yang lebih fair dan berbasis permintaan nyata.

    Aturan Ketat untuk Peminjaman Token

    Binance juga memperketat aturan terkait peminjaman token kepada market maker.

    Dalam pedoman baru, setiap perjanjian pinjaman harus menjelaskan secara rinci bagaimana token tersebut boleh digunakan.

    Menurut laporan Coindesk, tujuan aturan ini adalah untuk mencegah penyalahgunaan, seperti dumping besar-besaran atau manipulasi likuiditas yang merugikan investor ritel.

    Jika ditemukan pelanggaran, Binance menegaskan akan mengambil tindakan cepat, termasuk blacklist terhadap market maker yang terlibat.

    Perspektif Industri: Menyasar Area Gelap

    Tim riset dari Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai langkah penting dalam membersihkan salah satu area paling problematik di industri kripto.

    “Langkah ini menunjukkan Binance sedang mencoba menutup salah satu area paling gelap dalam pasar kripto: hubungan kotor antara issuer dan market maker yang bisa memelintir volume serta harga,” tutur Tim Research Tokocrypto.

    “Kalau penegakannya benar-benar keras, aturan ini bisa meningkatkan integritas listing baru, tapi juga berisiko membuka betapa busuknya praktik likuiditas semu yang selama ini dibiarkan hidup,” imbuhnya.

    Pernyataan ini menyoroti bahwa meskipun aturan baru membawa potensi perbaikan, implementasinya akan menjadi kunci utama keberhasilan.

    Dampak ke Pasar Kripto

    Kebijakan ini berpotensi memberikan dampak luas terhadap ekosistem kripto, terutama bagi proyek baru yang ingin listing di Binance.

    Di satu sisi, aturan ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dengan memastikan bahwa harga dan volume lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya.

    Namun di sisi lain, proyek yang selama ini bergantung pada praktik likuiditas buatan mungkin akan kesulitan memenuhi standar baru ini.

    Hal ini juga bisa menyebabkan penurunan jumlah listing dalam jangka pendek, karena hanya proyek dengan struktur yang lebih transparan dan profesional yang mampu memenuhi persyaratan.

    Menuju Pasar yang Lebih Sehat

    Langkah Binance ini mencerminkan tren yang lebih besar di industri kripto: pergeseran menuju transparansi dan akuntabilitas.

    Seiring meningkatnya perhatian regulator global, bursa kripto dituntut untuk menerapkan standar yang lebih tinggi guna melindungi investor dan menjaga stabilitas pasar.

    Jika kebijakan ini berhasil diterapkan secara konsisten, bukan tidak mungkin akan menjadi standar baru yang diikuti oleh bursa lain.

    Baca Juga: Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

    Aturan baru Binance terkait market maker menjadi sinyal kuat bahwa industri kripto sedang bergerak menuju fase yang lebih matang.

    Dengan menutup celah manipulasi dan meningkatkan transparansi, perusahaan berupaya menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih adil dan terpercaya.

    Namun, seperti yang disoroti pelaku industri, tantangan terbesar bukan pada aturan itu sendiri, melainkan pada seberapa konsisten dan tegas aturan tersebut ditegakkan di lapangan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Core Bahas Quantum Resistance Bitcoin, Awal Upgrade Besar?

    Core kembali menarik perhatian pasar dengan menggelar sesi Quantum Resistance Deep Dive pada 27 Maret 2026.

    Acara tersebut menghadirkan sejumlah kontributor inti untuk membahas arah pengembangan teknologi quantum-resistant yang diklaim dapat memperkuat keamanan infrastruktur blockchain, khususnya yang berkaitan dengan Bitcoin.

    Meski terdengar ambisius, penting untuk dicatat bahwa event ini lebih bersifat diskusi teknis dan eksplorasi visi, bukan peluncuran fitur final atau perubahan langsung pada jaringan.

    Baca Juga: Apa itu Coretax dan Apa Saja Keluhan yang Sering Dialami?

    Fokus pada Keamanan Era Quantum

    Quantum resistance menjadi salah satu topik paling hangat dalam dunia kripto, seiring kekhawatiran bahwa komputasi kuantum di masa depan dapat mengancam sistem kriptografi yang saat ini digunakan.

    Menurut laporan Coinmarketcal, dalam sesi ini Core membahas bagaimana pendekatan mereka dalam menghadapi potensi ancaman tersebut, termasuk strategi untuk memperkuat keamanan jaringan berbasis Bitcoin.

    Topik yang diangkat mencakup visi jangka panjang pengembangan quantum-resistant, dampak terhadap keamanan infrastruktur blockchain, dan arah teknis upgrade di masa depan.

    Dengan kata lain, event ini lebih berfungsi sebagai sarana edukasi dan transparansi kepada komunitas dibandingkan sebagai pengumuman produk siap pakai.

    Bukan Launching, Tapi Positioning

    Berbeda dengan peluncuran mainnet atau upgrade jaringan yang langsung aktif, Quantum Resistance Deep Dive lebih berfokus pada komunikasi dan positioning teknologi.

    Hal ini penting dalam membangun kepercayaan komunitas dan menarik perhatian developer, namun biasanya tidak memiliki dampak langsung terhadap fundamental harga dalam jangka pendek.

    Pasar kripto cenderung merespons lebih kuat terhadap deliverable nyata, seperti fitur yang sudah berjalan atau integrasi yang langsung digunakan.

    Perspektif Industri: Booster Sentimen

    Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa event ini lebih cocok dipandang sebagai penguat narasi teknologi dibandingkan katalis harga.

    “Tema quantum resistance memang seksi buat narasi teknologi, tapi event berbentuk Spaces seperti ini jarang cukup kuat buat mengubah valuasi secara nyata. Selama belum ada deliverable final yang hidup di jaringan, dampaknya buat CORE lebih cocok dibaca sebagai booster sentimen dan positioning brand teknologi, bukan pemicu repricing besar,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa meskipun topiknya menarik, pasar tetap membutuhkan bukti implementasi nyata sebelum memberikan valuasi lebih tinggi.

    Quantum Resistance: Narasi Masa Depan

    Topik quantum resistance sendiri memang memiliki daya tarik kuat, terutama karena menyangkut masa depan keamanan blockchain secara global.

    Jika komputer kuantum berkembang hingga mampu memecahkan algoritma kriptografi saat ini, maka banyak jaringan blockchain, termasuk Bitcoin, berpotensi terdampak.

    Karena itu, proyek yang mulai membahas dan mengembangkan solusi quantum-resistant sejak dini dapat memperoleh keunggulan positioning sebagai inovator teknologi.

    Namun, hingga saat ini, ancaman tersebut masih berada dalam tahap teoritis dan belum menjadi risiko langsung dalam jangka pendek.

    Dampak ke CORE Token

    Bagi investor, event seperti ini biasanya memberikan efek berupa peningkatan awareness terhadap proyek, dorongan sentimen jangka pendek, hingga penguatan narasi teknologi.

    Namun tanpa adanya implementasi nyata, dampak tersebut cenderung terbatas dan bersifat sementara.

    Pergerakan harga CORE kemungkinan besar tetap akan dipengaruhi oleh faktor lain seperti kondisi pasar secara umum, likuiditas, serta perkembangan fundamental yang lebih konkret.

    Baca Juga: Hard-Core-Fund-Sinyal-Positif-Bagi-Pengembang-Bitcoin-Independen

    Sesi Quantum Resistance Deep Dive dari Core menjadi langkah penting dalam membangun narasi dan positioning teknologi di tengah persaingan industri kripto.

    Namun, investor perlu memahami bahwa event ini bukanlah peluncuran fitur atau upgrade yang langsung berdampak pada jaringan.

    Dalam jangka pendek, dampaknya lebih condong ke sentimen dan branding. Sementara dalam jangka panjang, nilai sebenarnya akan ditentukan oleh sejauh mana konsep quantum resistance tersebut benar-benar diwujudkan dalam bentuk teknologi yang dapat digunakan.

    Dengan kata lain, ini adalah langkah awal yang menarik, tetapi belum cukup untuk mengubah arah pasar secara signifikan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Pi Network Hari Ini Turun 1,98% ke $0,177, Likuiditas Tipis

    Harga Pi Network kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir dengan penurunan 1,98% ke level $0,177.

    Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang relatif stabil hingga sedikit menguat, sehingga menunjukkan bahwa pergerakan Pi cenderung dipengaruhi faktor internal.

    Berbeda dengan aset besar seperti Bitcoin yang cenderung bergerak datar, Pi justru melemah, menandakan adanya tekanan spesifik yang tidak berasal dari sentimen pasar secara umum.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

    Likuiditas Rendah Jadi Penyebab Utama

    Merujuk pada laporan Coinmarketcap pada Senin (30/3), faktor utama di balik penurunan ini adalah likuiditas yang rendah dan kondisi pasar yang tipis (thin market).

    Dengan volume perdagangan sekitar $15,1 juta dibandingkan kapitalisasi pasar sebesar $1,76 miliar, rasio turnover Pi hanya berada di kisaran 0,86%.

    Angka ini tergolong sangat rendah, yang berarti order book cenderung dangkal. Dalam kondisi seperti ini, bahkan tekanan jual yang tidak terlalu besar bisa menyebabkan pergerakan harga yang signifikan.

    Artinya, pergerakan harga Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh aliran transaksi jangka pendek dibandingkan faktor fundamental.

    Tidak Ada Katalis Jelas

    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
    Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

    Selain likuiditas, faktor lain yang menonjol adalah tidaknya ada katalis signifikan yang memicu penurunan harga.

    Tidak ditemukan pengumuman besar, kemitraan baru, atau sentimen negatif yang dapat menjelaskan pergerakan ini. Bahkan secara sosial, diskusi komunitas cenderung netral tanpa adanya lonjakan sentimen negatif.

    Menariknya, Pi juga tidak mengikuti arah pasar secara keseluruhan. Hal ini memperkuat indikasi bahwa penurunan lebih bersifat isolated move yang dipicu oleh dinamika internal pasar.

    Tanpa katalis eksternal, harga menjadi lebih rentan terhadap fluktuasi acak.

    Struktur Harga Masih Rapuh

    Dari sisi teknikal, struktur harga Pi saat ini masih tergolong lemah, meskipun belum sepenuhnya masuk ke tren bearish yang kuat.

    Level kunci yang perlu diperhatikan antara lain:

    • Support utama: $0,17
    • Support lanjutan: $0,16
    • Resistance terdekat: $0,185

    Jika harga mampu bertahan di atas $0,17, maka ada peluang untuk konsolidasi dalam rentang $0,17 hingga $0,185.

    Namun, jika level ini ditembus, risiko penurunan lebih dalam menuju $0,16 akan semakin besar.

    Penutupan harian di bawah $0,17 akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan bearish mulai menguat.

    Volume Jadi Kunci Arah Selanjutnya

    Salah satu indikator terpenting yang perlu diperhatikan ke depan adalah volume perdagangan.

    Saat ini, volume yang rendah menunjukkan kurangnya partisipasi pasar. Untuk mengonfirmasi arah tren yang lebih kuat, baik naik maupun turun, dibutuhkan peningkatan volume yang signifikan.

    Sebagai acuan, kenaikan volume di atas $30 juta per hari dapat menjadi sinyal bahwa likuiditas mulai membaik dan pergerakan harga memiliki dasar yang lebih kuat.

    Tanpa dukungan volume, pergerakan harga berisiko tetap volatil dan tidak stabil.

    Bearish Hati-Hati

    Secara keseluruhan, kondisi pasar Pi saat ini dapat dikategorikan sebagai cautiously bearish.

    Penurunan harga yang terjadi bukan disebabkan oleh sentimen negatif besar, melainkan oleh kelemahan struktural dalam likuiditas pasar. Hal ini membuat harga lebih mudah tertekan, bahkan oleh aktivitas trading yang relatif kecil.

    Di sisi lain, belum adanya katalis positif membuat potensi pemulihan juga terbatas dalam jangka pendek.

    Baca Juga: Harga Pi Network Turun 3,24% Saat Pasar Naik, Likuiditas Tipis

    Penurunan harga Pi Network ke $0,177 mencerminkan kerentanan aset ini dalam kondisi likuiditas rendah.

    Tanpa dukungan volume dan katalis baru, pergerakan harga cenderung tetap rapuh dan mudah berubah arah.

    Fokus utama pasar saat ini adalah apakah level $0,17 mampu bertahan. Jika ya, konsolidasi bisa terjadi. Namun jika tidak, tekanan bearish berpotensi berlanjut ke area yang lebih rendah.

    Bagi investor, kondisi ini menuntut kehati-hatian lebih, terutama dalam menghadapi volatilitas yang dipicu oleh faktor non-fundamental.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik Tipis ke Level $67.085

    Harga Bitcoin hari ini tercatat di $67.085,19 per BTC, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,48% dalam 24 jam terakhir.

    Menurut laporan Tokocrypto pada Senin (30/3), kapitalisasi pasarnya berada di level $1,34 triliun, sementara volume perdagangan harian mencapai $24,92 miliar.

    Kenaikan ini menunjukkan adanya stabilisasi jangka pendek, meskipun tekanan koreksi dalam beberapa bulan terakhir masih membayangi pergerakan Bitcoin secara keseluruhan.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun $66.098, Ada Apa?

    Pergerakan Harian: Rebound Moderat

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang cukup lebar dengan level terendah di $64.971,71 dan tertinggi di $67.364,00.

    Kenaikan sebesar $322,62 (+0,48%) mencerminkan upaya pasar untuk pulih setelah tekanan jual sebelumnya.

    Bahkan dalam timeframe lebih pendek, BTC mencatat kenaikan 0,62% dalam 1 jam terakhir, menandakan adanya dorongan beli jangka pendek.

    Namun demikian, kenaikan ini masih tergolong moderat dan belum menunjukkan momentum bullish yang kuat.

    Kinerja Campuran di Berbagai Timeframe

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Jika dilihat dari berbagai periode waktu, pergerakan Bitcoin menunjukkan pola yang beragam:

    • 7 hari: turun 2,11%
    • 30 hari: naik 1,78%
    • 60 hari: turun 23,67%
    • 90 hari: turun 22,87%

    Data ini menunjukkan bahwa meskipun ada pemulihan dalam jangka pendek hingga menengah (30 hari), tren besar dalam 2–3 bulan terakhir masih berada dalam fase koreksi.

    Dengan kata lain, kenaikan saat ini belum cukup untuk membalikkan tren bearish yang lebih dominan.

    Jarak dari All-Time High

    Bitcoin masih berada jauh di bawah rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07. Ini berarti harga saat ini masih terkoreksi hampir 47% dari puncaknya.

    Kondisi ini mencerminkan fase penyesuaian pasar setelah periode bullish sebelumnya, di mana investor cenderung lebih selektif dan berhati-hati.

    Struktur Pasokan dan Dominasi Pasar

    Dari sisi fundamental, Bitcoin tetap menjadi aset kripto dengan dominasi tertinggi di pasar.

    • Sirkulasi saat ini: 20,01 juta BTC
    • Maksimum suplai: 21 juta BTC
    • Persentase beredar: 95,28%

    Tingginya persentase suplai yang sudah beredar menunjukkan bahwa tekanan inflasi dari sisi suplai sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu faktor yang mendukung nilai jangka panjang Bitcoin.

    Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di sekitar $1,40 triliun, menunjukkan potensi nilai maksimum jika seluruh suplai beredar.

    Likuiditas dan Aktivitas Pasar

    Volume perdagangan harian di kisaran $24,5 miliar menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih cukup kuat, meskipun belum mencapai level euforia.

    Volume ini menjadi indikator penting karena pergerakan harga yang didukung oleh volume tinggi biasanya lebih berkelanjutan.

    Tanpa lonjakan volume, kenaikan harga cenderung bersifat sementara dan rentan terhadap koreksi.

    Level Kunci yang Harus Diperhatikan

    Beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian pasar saat ini antara lain:

    • Support terdekat: $65.000
    • Support kuat: $63.000
    • Resistance terdekat: $67.400
    • Resistance utama: $69.000

    Jika Bitcoin mampu menembus resistance di $67.400 dengan volume kuat, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju $69.000 akan terbuka.

    Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas $65.000, tekanan jual bisa kembali membawa harga ke level support yang lebih rendah.

    Outlook: Konsolidasi dengan Bias Netral

    Secara keseluruhan, kondisi pasar Bitcoin saat ini menunjukkan fase konsolidasi dengan bias netral.

    Kenaikan tipis dalam 24 jam terakhir memberikan sinyal positif, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

    Pasar masih menunggu katalis yang lebih besar, baik dari faktor makroekonomi, kebijakan moneter global, maupun perkembangan industri kripto.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Sideways di Level $70.813

    Setelah melihat analisa harga BTC hari ini, Bitcoin hari ini mengalami kenaikan moderat ke $67.085, mencerminkan upaya pemulihan jangka pendek.

    Namun, tren jangka menengah masih menunjukkan tekanan koreksi yang signifikan. Dengan kondisi ini, pergerakan harga kemungkinan akan tetap berada dalam fase konsolidasi hingga muncul katalis baru.

    Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci serta memantau volume perdagangan sebagai indikator kekuatan tren selanjutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solusi Investasi Emas yang Fleksibel dan Modern

    Di tengah perkembangan pesat industri kripto dan kebutuhan investor akan aset lindung nilai, tokenized gold atau emas yang ditokenisasi muncul sebagai solusi inovatif yang menggabungkan kestabilan emas dengan fleksibilitas teknologi blockchain.

    Tokenized gold merupakan representasi digital dari emas fisik yang disimpan di brankas oleh kustodian terpercaya. Umumnya, satu token mewakili satu ons emas atau jumlah tertentu dari emas asli, sehingga nilainya tetap mengikuti harga emas di pasar global.

    Konsep ini menjadi bagian dari tren Real World Assets (RWA), di mana aset dunia nyata diubah menjadi bentuk digital agar lebih mudah diakses dan diperdagangkan.

    Akses Lebih Mudah dan Fleksibel

    Berbeda dengan emas fisik yang membutuhkan biaya besar dan penyimpanan khusus, tokenized gold memungkinkan investor memiliki emas dalam jumlah kecil (fractional ownership). Hal ini membuka akses investasi emas bagi lebih banyak kalangan, bahkan hanya dengan modal kecil.

    Selain itu, token ini dapat diperdagangkan 24 jam sehari di platform kripto, berbeda dengan pasar emas tradisional yang terbatas pada jam operasional tertentu. Proses transaksi pun menjadi lebih cepat dan efisien.

    Cara Kerja Tokenized Gold

    Secara umum, proses tokenisasi emas melibatkan tiga tahap utama, yaitu penyimpanan emas fisik oleh penerbit, pembuatan token digital melalui smart contract, serta audit berkala untuk memastikan jumlah token sesuai dengan cadangan emas yang dimiliki.

    Investor yang memiliki token juga dapat memperdagangkannya di bursa kripto atau, dalam beberapa kasus, menukarkannya kembali dengan emas fisik sesuai ketentuan yang berlaku.

    Transparansi dan Integrasi DeFi

    Keunggulan lain dari tokenized gold adalah transparansi melalui teknologi blockchain. Catatan kepemilikan tersimpan secara permanen dan dapat diverifikasi, terutama jika didukung oleh sistem proof of reserve.

    Tidak hanya itu, aset ini juga dapat dimanfaatkan dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), seperti dijadikan jaminan pinjaman atau sumber likuiditas, sehingga memberikan nilai tambah dibandingkan emas fisik yang cenderung pasif.

    Contoh Produk dan Perkembangan Pasar

    Beberapa contoh tokenized gold yang populer di pasar adalah Tether Gold (XAUT) dan Paxos Gold (PAXG), yang masing-masing didukung oleh emas fisik yang disimpan di brankas di Swiss dan London.

    Seiring meningkatnya minat terhadap aset digital, tokenized gold diperkirakan akan terus berkembang sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

    Risiko yang Perlu Diperhatikan

    Meski menawarkan berbagai keunggulan, tokenized gold juga memiliki risiko, terutama terkait kepercayaan terhadap pihak kustodian yang menyimpan emas. Jika terjadi masalah pada penerbit, nilai token bisa terdampak.

    Selain itu, regulasi terkait aset digital masih terus berkembang di berbagai negara, sehingga dapat memengaruhi perdagangan dan penggunaan tokenized gold di masa depan.

    Likuiditas yang masih lebih rendah dibandingkan pasar emas global serta potensi biaya transaksi juga menjadi pertimbangan bagi investor.

    Penutup

    Tokenized gold menjadi salah satu inovasi penting dalam transformasi keuangan digital. Dengan menggabungkan keamanan emas dan kemudahan teknologi blockchain, instrumen ini menawarkan alternatif investasi yang lebih modern, fleksibel, dan inklusif di era digital.

    Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 30 Maret 2026: Cenderung Stabil, Ada Kenaikan?

    Pasar kripto di awal pekan ini, Senin (30/3) cenderung bergerak stabil di tengah ketidakpastian geopolitik. Bitcoin bertahan di kisaran $66.000–$66.500 setelah munculnya isu potensi serangan darat dari Iran. Meski sentimen sempat memanas, pasar memilih wait and see sambil menunggu pembukaan pasar tradisional dan perkembangan lanjutan dari jalur diplomasi. Kondisi ini membuat pergerakan harga relatif terbatas, dengan volatilitas yang masih bisa meningkat sewaktu-waktu.

    Di tengah kondisi tersebut, sejumlah altcoin justru mencatatkan kinerja positif. NOM memimpin dengan kenaikan 31% ke level Rp67,86. Ontology (ONT) turut menguat 21% ke Rp1.276,81, sementara STO naik 15% dan diperdagangkan di sekitar Rp2.504,08. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Daftar Altcoin Potensial di Awal Pekan Ini

    • NOM melesat tajam 31% dan kini berada di level Rp67,86.
    • ONT menguat signifikan sebesar 21% ke posisi harga Rp1.276,81.
    • STO naik 15% dan saat ini diperdagangkan di angka Rp2.504,08.

    Bitcoin Bertahan di $66.000 Imbas Isu Konflik Iran

    • Bitcoin $66.500 saat isu serangan darat Iran mencuat.
    • Bitcoin stabil menanti pembukaan pasar tradisional.
    • Fokus diplomasi berlanjut meski ada laporan potensi serangan.

    Absen aplikasi + Undang Teman Dapet Hadiah Rp60 Juta!

    Michael Saylor Jeda Beli Bitcoin Setelah Rutin Selama 13 Minggu

    • Absen unggah “Orange Dot” pertama kalinya dalam 13 minggu.
    • Fokus beralih ke saham STRC, bukan sinyal beli BTC baru.
    • Laporan 8-K Senin akan ungkap status pembelian perusahaan.

    YoungHoon Kim Rilis 5 Prediksi Kripto, Fokus pada XRP

    • Klaim “Putra XRP“, ramal harga tembus $100.
    • Prediksi altseason dan sebut Bitcoin sebagai meme coin.
    • Kredibilitas IQ 276 miliknya masih diperdebatkan para ahli.

    Baca juga: Riset Kripto 23-27 Mar 2026: Bitcoin Lesu, Krisis Minyak Global Ancam RI


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Emas Rontok, Bitcoin Naik: Tahta Safe Haven Bergeser?

    Pasar global menunjukkan pergeseran menarik di tengah konflik Timur Tengah, di mana Bitcoin dan emas bergerak berlawanan arah.

    Dilaporkan Coingape, data terbaru menunjukkan Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 7% hingga 10% sejak akhir Februari, sementara harga emas justru turun tajam hingga 19% dari sekitar $5.500 ke $4.493. Perbedaan ini memicu kembali perdebatan mengenai peran kedua aset sebagai lindung nilai di tengah ketidakpastian geopolitik.

    Bitcoin Unggul di Tengah Arus Dana ETF

    Perbedaan kinerja ini tidak lepas dari perubahan arus likuiditas. ETF berbasis emas mengalami arus keluar sebesar $7,9 miliar atau sekitar 54,8 ton, sementara Bitcoin justru mencatat inflow lebih dari $1,1 miliar hanya dalam dua minggu awal konflik. Bahkan pada 2 Maret saja, inflow mencapai $458 juta.

    Selain itu, kenaikan yield obligasi AS 10 tahun ke level 4,415% meningkatkan opportunity cost bagi investor untuk memegang emas yang tidak menghasilkan imbal hasil. Kondisi ini mendorong institusi mengurangi eksposur terhadap emas dan beralih ke aset lain seperti Bitcoin.

    Baca juga: XAU₮ Masuk BNB Chain: Akses Emas Tokenisasi Kian Luas

    Struktur Pasar Jadi Faktor Kunci

    Keunggulan Bitcoin juga didukung oleh struktur pasar yang lebih fleksibel. Berbeda dengan pasar tradisional, Bitcoin dapat diperdagangkan 24 jam tanpa henti, memberikan likuiditas yang konsisten bahkan saat pasar lain tutup. Hal ini menjadi faktor penting selama periode volatilitas tinggi akibat konflik.

    Kenaikan harga minyak Brent hingga 40% ke $108 per barel turut mempertekan pasar global dan memperkuat pergeseran alokasi aset oleh investor.

    Tim Research Tokocrypto melihat fenomena ini sebagai indikasi perubahan narasi dalam pasar global. “Bitcoin mulai diposisikan bukan hanya sebagai aset spekulatif, tetapi juga sebagai alternatif likuid ketika sistem keuangan tradisional mengalami tekanan,” jelas tim riset.

    Namun, mereka juga menekankan bahwa pergerakan ini bukan berarti Bitcoin sepenuhnya menggantikan emas. “Kenaikan Bitcoin lebih didorong oleh faktor likuiditas dan akses, sementara emas masih memiliki peran sebagai lindung nilai jangka panjang. Ini adalah pergeseran taktis, bukan perubahan permanen,” tambahnya.

    Lebih lanjut, tim riset menyoroti bahwa dominasi ETF dalam menggerakkan harga menunjukkan semakin besarnya pengaruh institusi. “Arus dana institusional kini menjadi penggerak utama. Ketika likuiditas berpindah, harga akan mengikuti dengan cepat,” ujar mereka.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 29 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak Konflik Meluas ke Struktur Global

    Di luar pasar finansial, konflik juga berdampak pada rantai pasok global. Serangan terhadap fasilitas helium di Qatar yang menyuplai sekitar sepertiga kebutuhan dunia memicu lonjakan harga dan berpotensi mengganggu industri semikonduktor. Korea Selatan, misalnya, sangat bergantung pada pasokan helium dari Qatar untuk produksi teknologi.

    Selain itu, perubahan juga terlihat dalam sistem pembayaran global. Sebuah kapal yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan menggunakan yuan China sebagai alat pembayaran, menandakan adanya potensi pergeseran dalam mekanisme settlement perdagangan internasional.

    Safe Haven Sedang Berubah?

    Perkembangan ini menunjukkan bahwa konsep safe haven sedang mengalami evolusi. Bitcoin, dengan karakteristik likuiditas tinggi dan akses global, mulai menarik perhatian sebagai alternatif di tengah krisis. Namun, volatilitas yang masih tinggi membuat posisinya berbeda dibanding emas yang telah teruji selama puluhan tahun.

    Dalam jangka pendek, dinamika Bitcoin vs emas kemungkinan akan terus dipengaruhi oleh arus likuiditas global, kebijakan moneter, serta perkembangan geopolitik yang masih penuh ketidakpastian.

    Baca Juga: Tether Integrasikan USA₮ ke Rumble Wallet, Ekspansi Pembayaran Digital


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Worldcoin Jual Token Rp1 Triliun: Harga Ambruk 97%!

    Organisasi di balik proyek Worldcoin, World Foundation, kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan penjualan token WLD senilai $65 juta melalui skema over-the-counter (OTC).

    Transaksi ini dilakukan oleh anak perusahaannya, World Assets Ltd, kepada empat pihak privat dengan harga rata-rata $0,2719 per token, di tengah kondisi harga yang masih berada dekat titik terendah sepanjang sejarah.

    Dana untuk Operasional dan Produksi “Orb”

    Dilaporkan BeInCrypto, World Foundation menyatakan bahwa dana hasil penjualan akan digunakan untuk mendukung operasional inti, termasuk riset dan pengembangan, ekspansi ekosistem, serta produksi perangkat pemindai iris mata yang dikenal sebagai “Orb”.

    Untuk mengurangi tekanan jual di pasar, sekitar $25 juta dari token yang dijual akan dikunci selama enam bulan, sehingga tidak langsung beredar hingga akhir September 2026.

    Pola Penjualan Berulang Picu Kekhawatiran

    Meski disebut sebagai langkah strategis, data on-chain menunjukkan bahwa penjualan ini bukan kejadian tunggal. Dalam dua tahun terakhir, entitas yang terafiliasi dengan Worldcoin secara konsisten menjual token melalui market maker seperti Flow Traders dan Wintermute.

    Bahkan dalam sembilan hari terakhir saja, tercatat penjualan mencapai 226,43 juta WLD dengan nilai sekitar $63 juta dalam bentuk USDC, menandakan adanya tekanan suplai yang terus berulang di pasar.

    Baca juga: Worldcoin Meledak 50%! Inilah Daftar Identity Token yang Sedang Panas

    Harga WLD Tertekan di Tengah Tekanan Pasokan

    Penjualan berkelanjutan ini terjadi saat harga WLD mengalami tekanan berat. Token tersebut sempat menyentuh level terendah sepanjang masa sebelum pulih tipis ke kisaran $0,27.

    Jika dibandingkan dengan puncaknya di $11,72 pada Maret 2024, harga WLD kini telah turun lebih dari 97%, mencerminkan kombinasi tekanan dari sisi suplai dan sentimen pasar yang melemah.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa aksi penjualan yang konsisten ini menciptakan overhang supply yang signifikan di pasar. “Ketika distribusi token terus terjadi tanpa diimbangi pertumbuhan demand yang kuat, maka tekanan harga akan sulit dihindari dalam jangka menengah,” ujar tim riset.

    Lebih lanjut, mereka menyoroti bahwa strategi OTC memang efektif untuk menghindari tekanan harga jangka pendek, namun tidak menghilangkan dampak struktural terhadap pasar. “OTC hanya memindahkan tekanan dari visible market ke latent supply. Ketika lockup berakhir, potensi distribusi lanjutan tetap menjadi risiko,” tambahnya.

    Tim Research Tokocrypto juga menekankan bahwa pasar saat ini semakin sensitif terhadap proyek dengan pola distribusi agresif. “Investor kini lebih memperhatikan sustainability tokenomics. Tanpa keseimbangan antara distribusi dan utilitas, kepercayaan pasar akan sulit pulih,” jelas mereka.

    Tantangan Regulasi dan Masa Depan Proyek

    Di luar faktor pasar, Worldcoin juga menghadapi tekanan dari regulator global terkait isu privasi biometrik. Proyek ini mengusung konsep “proof of humanness”, namun pengumpulan data iris mata memicu kekhawatiran di berbagai yurisdiksi.

    Kombinasi antara tekanan harga, distribusi token yang berkelanjutan, serta tantangan regulasi membuat Worldcoin berada dalam fase krusial. Ke depan, keberhasilan proyek tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan membangun kembali kepercayaan pasar dan menjaga keseimbangan suplai di ekosistemnya.

    Baca Juga: Billions.Network Tantang Worldcoin dengan ID Digital


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com