Author: 20

  • Market Awal Pekan: The Fed Bikin Kripto Tak Berdaya

    Pergerakan market aset kripto pada Senin (29/8) pagi pasrah tak berdaya. Harga Bitcoin, Ethereum dan aset kripto utama lainnya terpantau anjlok imbas sinyal kebijakan hawkish The Fed untuk menjinakan inflasi AS yang tinggi dalam empat dekade terakhir.

    Melansir data CoinMarketCap pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kompak terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) anjlok 1,55% ke US$ 19.777 dalam sehari terakhir. Nasib sama terjadi pada Ethereum (ETH) ambles 3,50% ke US$ 1.448 di waktu yang sama.

    Sejumlah altcoin lainnya, seperti nilai Cardano (ADA), XRP dan Solana (SOL) juga kompak turun lebih dari 3% dalam 24 jam terakhir di waktu bersamaan. Apa yang terjadi pada pergerakan market pagi ini?

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market kripto awal pekan ini secara keseluruhan memang alami penurunan. Bahkan nilai Bitcoin kini kembali berada di bawah harga US$ 20.000, balik lagi ke titik terendah yang terjadi pada bulan Juli lalu.

    Kapitalisasi pasar atau market cap kripto berjuang di bawah US$ 1 triliun sebagai dampak Bitcoin, dan sebagian besar altcoin gagal menghasilkan keuntungan yang signifikan.

    market aset kripto
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

    “Akhir pekan lalu atau Jumat (26/8), Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan bahwa pihaknya akan terus menempuh kebijakan moneter yang ketat lantaran pertempuran melawan inflasi membutuhkan waktu lama. Sontak, nilai aset kripto pun berguguran, bahkan masih melanjutkan pelemahan pada awal pekan ini,” kata Afid.

    Lebih lanjut Afid mengatakan penurunan market ini dapat dimaklumi mengingat investor tentu jadi tak selera melakukan aksi akumulasi di pasar aset berisiko, seperti saham dan kripto di tengah ancaman suku bunga tinggi. Kenaikan suku bunga acuan akan mengerek tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap. Sehingga, investor pun akan menjauh dari aset kripto, menuju aset-aset yang dinilai aman.

    “Kenaikan suku bunga acuan akan mengetatkan suplai uang beredar, sehingga bisa mengurangi likuiditas di pasar kripto. Investor akan cenderung wait and see dalam kondisi ketidakpastian ekonomi dan ancaman resesi saat ini,” jelasnya.

    Rumor Mt. Gox hingga Mimpi Buruk di September

    Selain itu, sentimen negatif yang juga sempat memukul market kripto adalah rumor Mt. Gox, platform exchange kripto asal Jepang yang bakal mendistribusikan sekitar 140.000 keping BTC kepada penggunanya pekan ini, sebagai lanjutan dari tindakan ganti rugi pasca peretasan yang terjadi pada tahun 2014 lalu.

    Ilustrasi aset kripto
    Ilustrasi aset kripto

    Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    “Investor takut bahwa pengguna Mt. Gox yang mendapat ganti rugi tersebut akan segera menjual Bitcoin itu ke exchange kripto. Terlebih, jumlah BTC yang didistribusikan pun bernilai besar, sehingga akan membuat nilai BTC akan semakin tertekan. Namun, hal ini telah dibantah dan hanya kabar hoaks, Mt. Gox belum akan mentransfer BTC dalam waktu dekat,” ungkap Afid.

    Proyeksi market untuk pekan ini dan menjelang awal September, akan mengalami tekanan yang cukup berat. Ada sentimen yang membuat lesu kinerja market kripto disebabkan oleh aksi jual musiman investor menjelang September.

    “Investor tengah mengantisipasi fenomena yang dijuluki “Septembear”, yakni peristiwa di mana nilai Bitcoin selalu melemah rata-rata 5,9% secara bulanan sepanjang September dalam 10 tahun terakhir. Tahun ini, ketidakstabilan makroekonomi digabungkan dengan tradisi penurunan tersebut memberikan proyeksi suram dari para analis,” tuturnya.

    Analisi Gerak Bitcoin dan Ethereum

    Dari analisis teknikal gerak Bitcoin kini titik support ada di level US$ 18.902 yang menjadi tahanan selanjutnya untuk laju penurunan harga. Titik tersebut menjadi level psikologis untuk kembali memulai pembelian kembali Bitcoin secara perlahan.

    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto pada hari Senin (29/8).
    Ilustrasi Fear and Greed Index Crypto pada hari Senin (29/8).

    Baca juga: Kenal Mythical Beings NFT, Proyek Seni Digital Bangun Kesadaran Restorasi Bumi

    Major support Bitcoin berada pada level US$ 17.514, yang menjadi tahanan terakhir apabila harganya penurunan. Jika titik tersebut dapat ditembus, kemungkinan harga Bitcoin akan membentuk lower low (LL) baru pada level US$ 15.539.

    Dari Fear and Greed Index Bitcoin pada hari Senin (29/8) kembali menyentuh level Extreme Fear pada level 24. Kondisi tersebut merubah sentimen pasar yang sudah membaik menjadi negatif kembali menjelang awal September.

    Sementara, gerak Ethereum saat ini titik support terdekat ada di level US$ 1.386. Jika, level support tersebut tertembus, penurunan lanjutan bisa bergerak ke harga US$ 1.275.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Belajar Kripto dan Blockchain Dapat Sertifikat Gratis di Tokoscholar

    Tokocrypto akhirnya meluncurkan website edukasi untuk mempelajari lebih dalam aset kripto dan blockchain. Website ini merupakan bagian dari TokoScholar, yaitu sebuah platform dari salah satu ekosistem Tokocrypto yang fokus memberikan edukasi dan meningkatkan literasi terkait teknologi blockchain dan aset kripto.

    Program Lead TokoScholar by Tokocrypto, Dimas Al-faruq, mengatakan situs TokoScholar kini sudah bisa diakses oleh publik secara gratis melalui perangkat dekstop maupun mobile. Siapa pun dapat langsung bergabung dan memulai kursus mereka, belajar mengenai aset kripto dan blockchain mulai dari hal mendasar hingga level ahli.

    “Harapan adanya website tokoscholar.io ini sudah pasti untuk membuka literasi masyarakat mengenai aset kripto dan blockchain. Lalu dapat memberikan semua tools yang diperlukan agar siapapun yang mendaftar di TokoScholar sukses mempelajari materi kursus yang disediakan,” kata Dimas.

    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Industri Blockchain Positif Ciptakan Lapangan Pekerjaan di Indonesia

    Keunggulan Belajar Kripto di Tokoscholar

    Dimas menjelaskan ada beberapa keunggulan yang bisa didapatkan oleh masyarakat yang memulai kursusnya di Tokoscholar. Mulai dari akses dan biaya, karena TokoScholar adalah platform online learning yang terbuka 24 jam untuk pembelajaran. Selain itu secara biaya juga lebih unggul karena akses semua konten-kontennya gratis.

    “Kami juga bermitra dengan speakers, mentor, coach yang pastinya expert di bidang aset kripto. Semua konten dibuat sesuai dengan perkembangan latest crypto trends. Kemudian, nantinya semua teman-teman yang berhasil menyelesaikan kursus hingga tuntas akan mendapatkan sertifikasi penyelesaian belajar dalam bentuk NFT,” tutur Dimas.

    Konten pembelajaran di website TokoScholar pun beragam mulai dari teks, infografik, video. Semua bisa diakses oleh masyarakat secara gratis. Untuk mendapatkan akses tersebut, masyarakat bisa langsung membuka website tokoscholar.io, dan di setiap course yang ada bisa klik “Join As Partner” atau “Daftar Jadi Mitra”.

    “Untuk join di TokoScholar, tidak banyak persyaratan. Cukup registrasi seperti nama, universitas, dan akun Tokocrypto,” terangnya.

    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.
    Ilustrasi belajar aset kripto dan blockchain di website Tokoscholar.io. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

    Misi TokoScholar

    TokoScholar tidak hanya menyediakan program self learning dari website-nya saja. Program edukasi lainnya, juga menawarkan workshop, seperti bootcamp intensive, seminar, dan webinar.

    “Salah satu upcoming class yang akan kami selenggarakan adalah financial literacy, di mana nantinya di kelas ini akan dijelaskan kiat kiat managing money dalam berinvestasi di kripto. Tujuannya agar teman-teman yang berpartisipasi paham tentang financial-nya sendiri sehingga mulai berani untuk mencoba berinvestasi,” jelas Dimas.

    TokoScholar juga baru saja membuat sebuah kurikulum mata kuliah berstandar DIKTI tentang Bitcoin, blockchain dan aset kripto. Kurikulum ini akan mulai diadopsi oleh perguruan tinggi yang sudah menjadi partner.

    Sejauh ini TokoScholar sudah menjalin mitra dengan UNS Surakarta, Telkom University, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Kristen Indonesia (UKI).

    TokoScholar juga berkolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) di bawah payung program Kampus Merdeka untuk memberikan pengalaman belajar berbasis karier di industri blockchain bagi para mahasiswa.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Sepekan: Sinyal The Fed Jadi Penentu Laju Market Kripto

    Menjelang akhir pekan keempat Agustus 2022, market aset kripto terus mengalami tekanan. Namun, secara keseluruhan pergerakan harga 10 kripto berkapitalisasi besar atau big cap masih tergolong sideways dengan perdagangan direntang harga yang terbatas dengan volatilitas tinggi.

    Melansir CoinMarketCap pada hari Jumat (26/8) pada pukul 13.00 WIB, nilai Bitcoin bertengger di zona merah dengan harga US$ 21.376 atau turun 1,59% selama 24 jam terakhir atau anjlok 2,95% dalam sepekan. Altcoin lainnya, Ethereum (ETH) yang digadang-gadang akan memasuki fase bullish jelang The Merge, juga lengser 3,21% di harga US$ 1.649 selama 24 jam terakhir

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto bergerak flat atau sideways dalam beberapa hari terakhir, lantaran mengantisipasi simposium The Fed di Jackson Hole, Wyoming, AS, pada Jumat (26/8) waktu setempat. Investor memilih wait and see terhadap kepastian arah kebijakan moneter AS ke depan ketimbang buru-buru melakukan price actions di market kripto.

    “Investor tengah bersikap memasang kuda-kuda menanti hasil simposium ekonomi The Fed di Jackson Hole. Dalam perhelatan itu, Ketua The Fed, Jerome Powell, digadang akan menyampaikan arah kebijakan moneter terbaru AS demi meredam inflasi. Saat ini banyak spekulasi menawarkan beberapa petunjuk apakah The Fed lebih memilih kenaikan suku bunga 50 atau 75 basis poin, yang akan diumumkan di pertemuan FOMC pada 13 September mendatang,” kata Afid.

    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
    Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

    Baca juga: Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Dari sisi sentimen makroekonomi lainnya memang saat ini belum mendukung market kripto. Meningkatnya inflasi di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa yang tinggi, tentu membuat komoditas beresiko seperti aset kripto ikut terdampak. 

    “Investor sedang memutar otak untuk mengamankan aset mereka dan memilih instrumen investasi yang dirasa lebih aman. Terlebih dalam beberapa hari terakhir ini indeks dolar AS menguat moderat,” jelas Afid.

    Pelemahan Aktivitas di Exchange Kripto

    Di samping itu data Glassnode, dalam laporan on-chain terbarunya yang berjudul “A Bear Market Mirage” menyebutkan total arus masuk (inflows) dan arus keluar (outflows) di semua exchange kripto turun ke posisi terendah sejak akhir 2020. Penurunan tersebut menunjukkan kurangnya minat investor secara umum terhadap market kripto.

    Glassnode menyebutkan kondisi pasar kripto saat ini hampir sama dengan pada saat bear market tahun 2018. Namun, tahun ini pasar belum mencatat arus masuk yang signifikan untuk mendorong tren pemulihan yang berkelanjutan. Artinya market kripto untuk bull run sulit terjadi dalam jangka pendek hingga akhir tahun.

    market kripto bitcoin
    Ilustrasi market kripto bitcoin.

    Baca juga: BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

    Kapitalisasi atau market cap kripto secara keseluruhan juga masih bertengger di atas US$ 1 triliun sejauh bulan Agustus ini. Secara umum, market cap kripto telah kehilangan nilai kapitalisasi sekitar US$ 1,2 triliun sejak Januari 2022.

    Pergerakan nilai Bitcoin untuk level resistensi terdekat berada di harga US$ 22.370. Level support masih berada pada level US$ 20.701 dan jika breakdown atau tertembus penurunan selanjutnya bisa menargetkan ke harga US$ 19.005.

    Sementara, untuk Ethereum level support terdekat masih berada di harga US$ 1.597 dan jika terus tertekan bisa terjadi penurunan lanjutan menuju US$ 1.356. Semua pergerakan masih menunggu konfirmasi dari sinyal The Fed dalam acara pertemuan Jackson Hole nanti.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BI Pastikan Rupiah Digital Pakai Teknologi Blockchain, Kapan Dirilis?

    Bank Indonesia (BI) semakin dekat dengan penerbitan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau yang bakal dikenal sebagai rupiah digital. Salah satu kabar terbaru adalah BI akan menggunakan teknologi blockchain untuk proses distribusinya.

    Dikutip Antara, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan pihaknya kini sedang dalam proses seleksi pemain terbesar di perbankan atau perusahaan sistem pembayaran, yang akan ditunjuk atau diamanatkan untuk mendistribusikan rupiah digital.

    “Platform distribusinya nanti akan menggunakan Distributed Ledger Technology (DLT) blockchain dan perbankan yang ditunjuk akan memiliki dua akun, akun digital dan akun standar. Hanya bank yang bisa menggunakan DLT,” kata Perry dalam Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-16 dan Call for Papers di Jakarta, Kamis.

    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto dan uang rupiah. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Bank Indonesia Mau Rilis CBDC, Apa Itu Rupiah Digital?

    Rupiah Digital Distribusikan Secara Grosir

    Perry melanjutkan salah satu perwujudan transformasi dalam membangun bank sentral digital masa depan adalah dengan penerbitan CBDC. BI memilih untuk mendistribusikan rupiah digital secara wholesale atau grosir, artinya hanya kepada perbankan dan perusahaan sistem pembayaran yang besar.

    Di dunia, sebenarnya terdapat dua pilihan untuk mendistribusikan CBDC. Pertama, bank sentral hanya berfokus pada sistem grosir dengan memilih pemain besar secara sistemik, yang berarti berhubungan dengan suatu sistem atau susunan yang teratur.

    Pilihan kedua yakni perbankan dan perusahaan sistem pembayaran diamanatkan untuk mendistribusikan secara ritel. “Bank sentral lainnya di dunia cenderung memilih keduanya, yakni grosir dan ritel,” jelas Perry.

    Tiga Aspek Utama Penerbitan Rupiah Digital

    Soal pendistribusian rupiah digital akan menggunakan blockchain. Nantinya masyarakat juga akan ada dua akun bank yakni bank biasa dan digital, dengan begitu bisa menggunakan uang digital seperti di metaverse.

    ilustrasi blockhain di web3
    Ilustrasi blockhain. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Bank Indonesia: Aset Kripto Ciptakan Inklusi Keuangan

    Perry mengungkap peluncuran rupiah digital nantinya akan sebagai kedaulatan negara menjadi alat pembayaran yang sah. Untuk itu harus menyiapkan integrasi, interkoneksi, dan interoperabilitas. Menurutnya ada tiga aspek utama terkait penerbitan CBDC:

    • Pentingnya penerbitan CBDC sebagai salah satu mandat bank sentral dalam proses penciptaan uang digital mencerminkan pilar kedaulatan suatu negara dan sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah.
    • Distribusi CBDC dapat dilakukan melalui sistem wholesale dan/atau ritel dengan mengadopsi Distributed Ledger Technology (DLT).
    • Terdapat tiga prasyarat penerbitan CBDC. Prasyarat ini terdiri dari pengembangan conceptual design, membangun infrastruktur yang mengintegrasikan sistem pembayaran dengan pasar uang secara Integrated, Interconnected, Interoperability (3I), serta bersinergi bersama bank sentral lainnya mengembangkan platform digital CBDC terbaik yang mendukung ekspansi transaksi antar negara.

    Ke depan, Bank Indonesia terus mendorong inisiasi pengintegrasian sistem pembayaran antar negara utamanya regional ASEAN+5, di mana saat ini sudah terjalin kerja sama dengan Thailand dan Malaysia melalui dukungan penerapan QR Cross Border dan Local Currency Settlement (LCS).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indonesia Berpotensi Pimpin Pertumbuhan Kripto di Asia Tenggara

    Pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia sudah tidak bisa dipandang sebelah mata. Banyak ahli yang memprediksi Indonesia akan memimpin pertumbuhan industri kripto dan blockchain di kawasan Asia Tenggara.

    Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA, mengatakan ekosistem aset kripto di Indonesia terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Indonesia diprediksi akan menjadi pemimpin sentral ekosistem kripto dan blockchain di Asia Tenggara.

    Menurut Irena, setiap negara punya pertimbangannya masing-masing dalam pengadopsian aset kripto, baik dari sisi regulasi dan manfaatnya. Misalkan, di Amerika serikat, kesadaran untuk mengadopsi kripto sudah terbangun sejak 2013. Hal tersebut didasarkan atas pemahaman dan perlakuan Bitcoin yang sudah dianggap sama seperti sebuah properti.

    Adapula Jepang yang menjadi pemimpin dari penerapan mata uang kripto dalam sistem hukum negaranya. “Jepang juga memiliki jumlah trader bitcoin terbesar dengan akumulasi total transaksi mencapai 40% transaksi bitcoin dunia di Q4 pada 2017,” ujar Irena dikutip Antara.

    Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA dalam Konferensi Internasional Manajemen di Pasar Berkembang Ketujuh (7th International Conference on Management in Emerging Markets/ICMEM) 2022 yang digelar oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual, Rabu (10/8). Foto: SBM ITB.
    Director, Finance Programs and Chair, Administrative Sciences Department Metropolitan College, Boston University, Professor Irena Vodenska, Ph. D., CFA dalam Konferensi Internasional Manajemen di Pasar Berkembang Ketujuh (7th International Conference on Management in Emerging Markets/ICMEM) 2022 yang digelar oleh Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) secara virtual, Rabu (10/8). Foto: SBM ITB.

    Baca juga: Mengenal Mushroom Mob NFT, Proyek ‘Jamur’ Digital Fokus di Kesehatan Mental

    Adopsi Kripto dan Blockchain di Berbagai Negara

    Australia menjadi salah satu negara yang maju soal adopsi kripto dan blockchain. Masyarakat Negeri Kangguru itu sedang mengadopsi teknologi transaksi Bitcoin dan aset kripto dengan rentang waktu penerapan dua tahun. Switzerland adalah salah satu negara yang menjadi rumah dari perusahaan terkemuka terkait pengembang teknologi blockchain di dunia.

    Switzerland bahkan disebut sebagai “CryptoValley” yang serupa dengan Silicon Valley di AS. Swiss menawarkan platform yang sangat kuat untuk peningkatan pertumbuhan ekosistem aset kripto global. Mulai dari infrastruktur yang mumpuni, talenta kerja kelas dunia dan lain sebagainya.

    Selain itu, akses terhadap pemerintahan Swiss yang ramah kripto lewat penerimaan pembayaran pajak dengan kripto dan sistem pemilihan berbasis blockchain.

    Di kawasan Asia lainnya, ada China yang menerima teknologi terkait dengan tangan terbuka. Saat ini, China merupakan rumah bagi berbagai usaha rintisan berbasis blockchain.

    Dari sisi perbankan, terdapat konsorsium yang menyatakan akan maju dan mendalami blockchain. Terakhir dari sisi pemerintah China, mereka secara aktif mendukung top aset kripto dan platform smart contact.

    Ilustrasi market kripto di Indonesia.
    Ilustrasi market kripto di Indonesia.

    Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

    Aset Kripto Investasi Spekulatif

    Menurut Irena, kripto masih merupakan aset investasi yang spekulatif. Hal tersebut mengacu pada kondisi natural dari aset kripto yang masih belum stabil. Volatilitas dari nilai aset yang cepat justru bisa menimbulkan ketidakpastian bahkan kekacauan.

    “Penerapan mata uang digital (Central Bank Digital Currency/CBDC) diharapkan dapat berjalan di seluruh dunia untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama,” jelas Irena.

    Lebih lanjut, Irena mengemukakan pada dasarnya penggunaan teknologi yang berkembang dalam sektor keuangan ini bisa berpotensi mencapai tujuan dari prinsip berkelanjutan. Terutama dalam menumbuhkan dan mempromosikan proyek-proyek berbasis pembangunan yang berkelanjutan.

    Namun, menurut Irena, hingga hari ini dan beberapa tahun kedepan, penggunaan CBDC tidak akan menggantikan secara utuh uang yang ada. Orang tidak bisa dipaksa untuk menggunakan mata uang digital. Karena hal tersebut dapat menimbulkan ketidakadilan bagi banyak pihak. Dengan demikian, penggunaan CBDC dan mata uang negara-negara perlu digunakan secara bersamaan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hari Pertama Coinfest Asia 2022 Sukses Dihadiri Lebih dari 1.000 Peserta

    Indonesia kini sedang menjadi pusat perhatian bagi penggemar dan komunitas kripto di Asia. Pasalnya selama tanggal 25-26 Agustus 2022, digelar acara Coinfest Asia yang di hari pertamanya sukses mendatangkan lebih dari 1.000 peserta yang antusias dengan perkembangan kripto, blockchain, NFT hingga web3.

    Coinfest Asia sendiri adalah acara yang diadakan oleh Coinvestasi, portal berita kripto dan blockchain anak perusahaan dari Indonesia Crypto Network (ICN). Festival ini fokus pada masa depan aset kripto dan web3 di Asia.

    Head of Coinvestasi, Felita Setiawan, menjelaskan diadakan dalam bentuk festival, Coinfest Asia bertujuan untuk menjadi platform bagi para penggemar aset kripto, pemimpin industri, serta eksekutif untuk berkumpul dan berdiskusi untuk membangun masa depan aset kripto dan teknologi blockchain di Asia.

    “Tahun ini kita bawa konsep yang berbeda, tapi belum ada yang mengangkat konsep yang lebih fun, kita piker untuk crypto dibuat lebih santai, karena di sini pusatnya kita untuk dapat network dan insight, karena lebih nyaman dan berkoneksi dengan yang lain, dan rencananya kita akan buat ini rutin setiap tahun dan bisa lebih baik lagi,” kata Felita dalam keterangan resminya.

    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: TZ APAC (@TzApac).
    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: TZ APAC (@TzApac).

    Baca juga: SMS Vs Google Authenticator, Lebih Aman Mana Lindungi Akun Kripto?

    Konsep Coinfest Asia 2022 yang Unik

    Coinfest Asia 2022 diselenggarakan di Cafe del Mar Bali pada 25-26 Agustus 2022. Di hari pertama penyelenggaraannya terbilang sukses dengan kehadiran lebih dari 1.000 peserta baik dari dalam dan luar negeri.

    Mereka terdiri dari penggemar, penggiat, hingga pemain industri kripto yang mendapatkan pengalaman menyenangkan di Coinfest Asia ini dengan memperoleh wawasan dan koneksi, yang diharapkan bisa menjadi peluang untuk memperluas adopsi kripto.

    Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti, Tirta Karma Sanjaya, mengatakan Coinfest Asia menjadi salah satu acara yang luar biasa di tingkat Asia dan banyak sekali pembicara dari luar negeri yang terlibat dalam industri aset kripto.

    “Saya harap Coinvestasi akan terus menyelenggarakan acara-acara positif seperti ini juga bisa memberikan literasi, dan edukasi aset kripto,” ujarnya.

    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: TZ APAC (@TzApac).
    Coinfest Asia 2022 digelar selama tanggal 25-26 Agustus 2022 di Cafe del Mar Bali. Foto: TZ APAC (@TzApac).

    Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

    Di hari pertama tersebut, Coinfest Asia memiliki berbagai agenda menarik, di antaranya adalah sebagai berikut:

    • Is Indonesia The Crypto Sleeping Giant in Asia
    • The Future of Payments
    • Who’s Hacking The Blockchain?
    • Unstable Stablecoins
    • How Web2 Companies Get to Web3
    • NFTs… Now What?
    • Tokenization: The Future of Financial Markets
    • How Web3 Companies Get Traction in SEA

    Beberapa pembicara yang mengisi berbagai sesi tersebut adalah Jeth Soetoyo, CEO PINTU; Yos Ginting, Ketua Kadin; Tirta Karma Senjaya, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti; Tung Li Lim. Senior Advisor Elliptic; Rahul Advani. Policy Director APAC Ripple; Sagar Sarbhai, Head Of Business Solutions & Advisory Fireblocks, dan lain sebagainya.

    Coinfest Asia 2022 juga didukung oleh Coindesk, Fireblocks, Enjinstarter, KunciCoin, Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Blockchain Alliance, Aspakrindo, dan Blockchain Association Singapore (BAS).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Sandbox Rilis Alpha Season 3 Harapkan Pengguna Bahagia

    Platform metaverse, The Sandbox, akhirnya meluncurkan Alpha Season 3 pada hari Rabu (24/8) lalu dengan menambahkan berbagai permainan dan gameplay baru yang memikat para pengguna untuk bahagia. Di Alpha Season 3 tersedia 90 experiences atau permainan dan 100 jam gameplay.

    Lebih dari 10 minggu, The Sandbox ingin menarik setengah juta penggunanya untuk berpartisipasi dalam musim baru ini, kata Chief Operations Officer The Sandbox, Sébastien Borget, dalam konferensi persnya dengan wartawan. Alpha Season 3 akan ditutup pada 1 November mendatang.

    “Kami tidak ingin terlalu optimis, karena ini hampir setahun setelah metaverse menjadi mainstream,” kata Borget dikutip Fortune.

    Borget menjelaskan sejak Maret hingga awal April 2022, sekitar 340.000 pemain ambil bagian dalam 35 experiences selama Alpha Season kedua Sandbox. Musim baru ini menandai pengalaman paling banyak tersedia hingga saat ini di dunia metaverse dan mencakup permainan dan konten dari 22 selebriti dan brand seperti The Walking Dead, DJ Steve Aoki, Warner Music, dan Snoop Dogg.

    The Sandbox luncurkan Alpha Season 3. Foto: The Sandbox.
    The Sandbox luncurkan Alpha Season 3. Foto: The Sandbox.

    Baca juga: Mengenal Mushroom Mob NFT, Proyek ‘Jamur’ Digital Fokus di Kesehatan Mental

    Banyak Permainan di Sandbox Metaverse

    Beberapa permainan termasuk labirin parkour bertema Aoki, permainan puzzle yang berpusat di sekitar koleksi NFT World of Women, dan demo game yang bertema apocalyptic survival disebut “You’re a Big Boy Now.”

    Dalam upaya untuk meningkatkan interoperabilitas di seluruh komunitas kripto dan NFT yang lebih besar, Sandbox mengizinkan peserta menggunakan NFT apa pun yang mereka miliki dari 13 koleksi sebagai avatar mereka dalam game, termasuk koleksi paling populer, Bored Ape Yacht Club.

    The Sandbox, anak perusahaan dari raksasa investasi Web3 yang berbasis di Hong Kong, Animoca Brands, adalah salah satu platform metaverse paling populer meskipun masih dalam pengembangan. Tetapi, penurunan market baru-baru ini telah merugikan perusahaan serta pelaku usaha lainnya di ruang kripto dan metaverse.

    The Sandbox luncurkan Alpha Season 3. Foto: The Sandbox.
    The Sandbox luncurkan Alpha Season 3. Foto: The Sandbox.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 24 Agustus 2022: Kripto Gerak Sideways Menanti Sinyal The Fed

    Pamor Metaverse yang Mulai Turun

    Bear market telah mendorong token asli Sandbox (SAND) turun 82% sejak awal tahun dan lebih dari 87% dari puncaknya pada akhir November, menurut CoinMarketCap. The Sandbox sempat mengendarai gelombang hype metaverse sejak tahun lalu yang sebagian didorong oleh rebranding Facebook menjadi Meta pada bulan Oktober 2021.

    Perhatian yang meningkat menyebabkan pertumbuhan metaverse yang tinggi, di mana The Sandbox telah menjadi salah satu pemain utama. Borget mengatakan memiliki 22.000 pemilik tanah virtual di platformnya, 60% di antaranya berpartisipasi dalam Alpha Season kedua di bulan Maret.

    Sementara, kegembiraan metaverse telah berkurang, Borget mengatakan dia berharap bahwa Alpha Season terbaru Sandbox akan membantu membawa lebih banyak perhatian dan pengguna ke platform selama market crash untuk kripto.

    “Ada fase berbeda dari pengguna yang memasuki Sandbox,” tambahnya, “jadi mungkin kurang hype secara umum, tetapi kualitas pengguna yang kami lihat jelas lebih tinggi.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SMS Vs Google Authenticator, Lebih Aman Mana Lindungi Akun Kripto?

    Short Message Service (SMS) kini tidak hanya sekadar menjadi platform berkirim pesan, tetapi juga berfungsi sebagai autentikasi akun digital. Sayangnya, SMS dinilai tidak terlalu aman, jika dibandingkan aplikasi Google Authenticator untuk pengamanan akun, khususnya yang berkaitan dengan wallet kripto.

    Sejatinya, menggunakan beberapa bentuk otentikasi dua faktor atau 2FA, selalu merupakan ide yang baik untuk memberikan tingkat perlindungan tambahan terhadap akses tidak sah ke berbagai akun digital, termasuk kripto.

    Teks SMS adalah salah satu pilihan populer, yang meskipun mudah digunakan, bukanlah pilihan yang paling aman. Aplikasi autentikasi, seperti Google Authenticator adalah pendekatan lain untuk 2FA dan telah terbukti lebih aman, lebih andal, dan juga lebih cepat.

    Ilustrasi keamanan 2FA. Foto: Pixabay.
    Ilustrasi keamanan 2FA. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Bahaya! Ini Alasan Kenapa Autentikasi SMS Bisa Bikin Akun Kripto Bobol

    Autentikasi SMS Kurang Aman

    Menggunakan pesan teks SMS untuk mengambil kode login akun kripto adalah kurang aman dibandingkan menggunakan aplikasi authentikator. SMS telah menarik perhatian para peretas.

    Hacker telah merespons dengan menemukan berbagai cara untuk menumbangkan sistem keamanannya. Akibatnya, otentikasi berbasis teks SMS saat ini kurang efektif dibandingkan dulu.

    Alasan utama mengapa ini kurang aman adalah karena lebih mudah bagi peretas untuk mendapatkan akses ke pesan teks daripada mendapatkan akses fisik ke telepon. Ada metode bagi peretas untuk mengalihkan pesan SMS, atau meretas ke operator telepon dan mengakses pesan teks.

    Menggunakan pesan SMS sebagai 2FA masih lebih baik daripada tidak menggunakan sama sekali, namun, perlu diingat bahwa ini tidak 100% aman mengingat kurangnya keamanan di sekitar pesan teks. Dengan aplikasi otentikasi, kode dibuat dan disimpan sementara di ponsel (atau perangkat lain) dan kedaluwarsa dalam jangka waktu tertentu.

    Google Authenticator Lebih Aman

    Menggunakan aplikasi autentikator, termasuk Google Authenticator untuk menghasilkan kode login 2FA akun kripto Anda lebih aman daripada pesan SMS. Alasan utamanya adalah, lebih sulit bagi hacker untuk mendapatkan akses fisik ke ponsel Anda dan membuat kode tanpa disadari.

    Google Authenticator bekerja dengan cara yang mirip dengan teks SMS. Pengguna mendapatkan kode di perangkat mereka dan menggunakannya bersama dengan nama pengguna dan kata sandi untuk masuk ke akun mereka.

    Ilustrasi aplikasi Google Authenticator. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi aplikasi Google Authenticator. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Manfaat Keamanan 2FA Lindungi Akun dan Transaksi Aset Kripto

    Perbedaannya adalah aplikasi terikat langsung ke perangkat fisik. Karena kode tidak dikirimkan melalui jaringan seluler, hacker tidak dapat mencegat kode dengan cara itu. Hasilnya adalah bahkan jika mereka mengubah rute nomor Anda, mereka tetap tidak akan menerima kode.

    Manfaat utama lainnya dari aplikasi autentikator adalah kodenya kedaluwarsa dengan cepat. Kode baru biasanya dibuat setiap 30 detik. Server disinkronkan dengan aplikasi dan perangkat Anda untuk memberikan keamanan yang optimal.

    Semua akun digital harus beralih ke aplikasi autentikator untuk 2FA untuk mengamankan data mereka dengan lebih baik. Ini adalah lapisan tambahan yang sangat efektif yang harus ditambahkan ke rencana pengelolaan keamanan data Anda.

    Perlu diingat, ponsel atau perangkat tempat Anda menginstal aplikasi autentikator harus dilindungi dengan kata sandi yang aman.

    Tinggalkan SMS, Ganti Google Authenticator Amankan Akun Tokocrypto

    Sebagai pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto selalu melakukan improvisasi keamanan untuk tingkatnya kenyamanan pengguna. Dalam platformnya, Tokocrypto menyediakan SMS dan Google Authenticator untuk verifikasi login akun.

    Melihat risiko peretasan yang semakin tinggi, diimbau pengguna Tokocrypto untuk beralih menggunakan aplikasi Google Authenticator sebagai sistem keamanan 2FA-nya. Autentikasi SMS memiliki persoalan kerentanan peretasan akun. Hacker masih bisa menebak kode OTP atau membajak kartu SIM untuk mendapatkan akses.

    Untuk cara mengaktifkan 2FA Google Authenticator di aplikasi Tokocrypto bisa simak selengkapnya video di bawah ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mushroom Mob NFT, Proyek ‘Jamur’ Digital Fokus di Kesehatan Mental

    Proyek NFT saat ini beragam macamnya, salah satu yang menarik adalah Mushroom Mob. Proyek ini tidak hanya fokus pada karya seni digital tetapi juga mensinergikan dengan utilitas di dunia nyata, khusus dunia kesehatan mental.

    Dikutip dari situs Medium Mushroom Mob NFT, Mushroom Mob dibuat oleh seorang dokter terdaftar bernama Audrey dan software engineer, Johnny. Mereka melihat potensi dalam teknologi NFT untuk meningkatkan kesadaran akan masalah kesehatan mental dan meningkatkan akses ke sumber daya dan dukungan promosi kesehatan.

    Proyek ini menggunakan metafora miselium yaitu bagian Jamur Multiseluler yang dibentuk oleh kumpulan beberapa Hifa. Miselium memiliki arti makna yang dalam dan berguna untuk semua aspek kehidupan.

    “Miselium juga memiliki potensi tak terbatas dalam membantu kita hidup lebih berkelanjutan. Sampai saat ini, para penemu telah dapat menggunakan miselium sebagai pengganti plastik (misalnya Ecovative), kulit (misalnya Mylo) dan daging (misalnya Meati),” tulis keterangan proyek tersebut.

    Ilustrasi Mushroom Mob NFT. Foto: Mushroom Mob.
    Ilustrasi Mushroom Mob NFT. Foto: Mushroom Mob.

    Baca juga: Event NFT Bira Siap Digelar, Ajang Kumpul Pegiat Web3 dan Blockchain

    Mushroom Mob NFT Fokus pada Kesehatan Mental

    Mushroom Mob NFT menawarkan model baru ke ruang NFT dengan memberi insentif kepada komunitas untuk terlibat dalam perilaku yang mempromosikan kesehatan mental dengan ADA dan Cardano NFT.

    Pemegang Mushroom Mob NFT mendapatkan akses ke lokakarya online gratis yang mempromosikan kesejahteraan mental menggunakan pendekatan multidisiplin (misalnya psikologi, nutrisi, olahraga).

    Karakter Mushroom Mob juga merupakan pengingat akan peran penting yang dimainkan jamur dalam mempertahankan ekosistem kita.

    “Kami percaya bahwa kesehatan kami harus menjadi investasi terpenting kami dan fondasi kesehatan dan kesejahteraan adalah koneksi ke tanah kami,” jelas Mushroom Mob.

    15% dari hasil penjualan dari Mushroom Mob NFT akan disumbangkan ke organisasi yang meneliti cara melestarikan jamur dan menggunakannya untuk meningkatkan terapi kesehatan mental. Proyek NFT ini berinvestasi dalam kesehatan mental di semua lini:

    • Meningkatkan kesadaran kesehatan mental.
    • Menerapkan strategi untuk promosi dan pencegahan.
    • Meningkatkan akses ke perawatan dan dukungan kesehatan yang berkualitas.
    • Mendanai penelitian untuk mengidentifikasi perawatan baru.

    Tampilan Mushroom Mob NFT

    Pembuatan Mushroom Mob NFT juga tidak asal-asalan dan tetap mengedepankan nilai-nilai karya seni yang tinggi. Koleksi NFT Mushroom Mob di-minting menggunakan layanan NFT Maker.io. Saat ini mereka memiliki tiga rilis koleksi yang direncanakan, dan telah membuat total 10.000 jamur pixelated.

    Ilustrasi Mushroom Mob NFT. Foto: Mushroom Mob.
    Ilustrasi Mushroom Mob NFT. Foto: Mushroom Mob.

    Baca juga: Cara Menghasilkan Uang dari TikTok Bisa Beli Kripto

    Mushroom Mob adalah kumpulan jamur pixelated. Ada 10 jamur inti dan lebih dari 100 sifat berbeda, memberikan lebih dari satu miliar kemungkinan kombinasi. NFT Maker.io adalah cara bagi orang untuk mencetak NFT beragam tampilan yang berbeda dan unik.

    NFT Maker adalah perangkat yang terdiri dari aplikasi web dan API yang menyertainya untuk memungkinkan seseorang membuat, mengelola, dan menjual NFT dalam skala besar di blockchain Cardano. Ini telah dibangun untuk memberdayakan proyek-proyek besar dengan proses penjualan dan distribusi yang lancar.

    Mushroom Mob NFT dapat dibeli seharga 25 ADA melalui situs web mereka: www.mushroommob.io.

    Mushroom Mob NFT Tampil di NFT Bira 2022

    Ingin berkenal dan mengetahui lebih dalam proyek Mushroom Mob NFT bisa langsung menghadiri acara NFT Bira yang akan digelar di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan pada tanggal 29 Agustus-3 September 2022. Perwakilan Mushroom Mob NFT akan hadir di sana sebagai pembicara untuk membagikan tujuan dan visi proyek yang dijalankannya.

    NFT Bira sendiri adalah acara NFT yang diselenggarakan oleh Mythical Beings & GaiaOne Project. NFT Bira merupakan salah satu acara komunitas NFT terbesar yang digelar di Indonesia pada tahun ini.

    Acara ini bertujuan untuk menciptakan ruang bagi individu yang ingin mengeksplorasi kemungkinan untuk memasukkan teknologi Web3 ke dalam kehidupan, seperti NFT dan kripto. TokoMall, NFT marketplace pertama di Indonesia pun turut menyemarakan acara ini dengan menghadirkan workshop mengenai kultur NFT dan perkembangannya di scene lokal.

    Bagi kamu yang tertarik ingin menghadir acara NFT Bira ini sudah bisa registrasi dengan perlu menjadi holder 1 NFT Mythical Beings untuk menghadiri semua kegiatan dan workshop.

    Paket akomodasi untuk mengikuti acara secara penuh pun tersedia dan bisa simak detailnya melalui link ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apex Legends Mobile Kedatangan Karakter Crypto, Apa yang Menarik?

    Musim terbaru dari video game, Apex Legends Mobile, akhirnya akan segera hadir. Musim yang dinamakan Hyperbeat ini akan memperkenalkan karakter baru bernama Crypto ke daftar permainan.

    Crypto merupakan Legends atau karakter permainan yang mampu melacak musuh maupun objek yang ada di sekitarnya. Oleh karena itu dia dikenal dengan drone-nya.

    Crypto diperkenalkan ke Apex Legends untuk komputer atau PC di Musim 4 tetapi tidak banyak digunakan sejak itu. Crypto sering dipandang sebagai karakter yang malas karena kerjaannya hanya duduk, pasalnya ia harus tetap diam saat drone-nya berkeliaran.

    Crypto Punya Kemampuan Lebih

    Tetapi, pemain Apex Legends berspekulasi bahwa Crypto akan lebih beruntung di Apex Legends Mobile berkat sistem perk game. Pengembang Apex Legends Mobile telah memaparkan semua yang perlu diketahui pemain tentang kit Crypto dalam sebuah posting blog resmi.

    Ilustrasi karakter Crypto di Apex Legends Mobile. Foto:  Apex Legends.
    Ilustrasi karakter Crypto di Apex Legends Mobile. Foto: Apex Legends.

    Baca juga: Game Shiba Eternity Bikin Harga SHIB Naik, Bakal Rilis di Indonesia

    Pengembang mencatat dalam posting blog bahwa ada beberapa perubahan yang datang ke Crypto yang membuat para pemain PC iri. Drone yang dimiliki Crypto akan secara otomatis melacak musuh terdekat selama beberapa waktu di game mobile.

    Kemampuan drone Crypto telah mengalami beberapa peningkatan karena Apex Mobile adalah game third-person yang sedikit lebih sulit untuk dikendalikan. Pemain Crypto di smartphone akan mendapat manfaat dari memiliki drone yang melakukan beberapa pekerjaan untuk mereka. Tetapi pola yang lebih dapat diprediksi akan memungkinkan musuh untuk menghancurkan drone jauh lebih cepat.

    Kemampuan Crypto di Apex Legends Mobile

    • Passive: Neurolink – Musuh dan jebakan yang terdeteksi oleh pengawasan Anda Drone ditandai untuk pasukan Anda dalam jarak 30 meter.
    • Tactical: Surveillance Drone – Musuh dan jebakan yang terdeteksi oleh pengawasan Anda Drone ditandai untuk pasukan Anda dalam jarak 30 meter.
    • Ultimate: Drone EMP – Drone Anda memicu ledakan EMP yang memberikan kerusakan Shield, memperlambat musuh, dan menonaktifkan jebakan.

    Manfaat Crypto di Apex Legends Mobile

    Peningkatan nyata pada Crypto hadir dengan fasilitas barunya. Setiap Legends di Apex Mobile memiliki sistem perk, termasuk Crypto. Pengembang telah mengungkapkan manfaat dalam pembaruan terbaru mereka, membuat penggemar bersemangat untuk mencoba legenda pengumpulan-intel ini.

    Ilustrasi karakter Crypto di Apex Legends Mobile. Foto:  Apex Legends.
    Ilustrasi karakter Crypto di Apex Legends Mobile. Foto: Apex Legends.

    Baca juga: Cara Mudah Main Rising Force NFT, Game Penghasil Bitcoin Terkini

    • Self Destruct – Drone melakukan self-destruct selama tiga detik saat dihancurkan, memberikan damage dan memperlambat musuh dalam radius kecil.
    • Hidden User – Saat dalam tampilan drone, Crypto menjadi semi-transparan.
    • System Scan – Drone Crypto dapat mengungkapkan HP dan baju besi musuh setelah tiga detik pemindaian
    • Shut Down – EMP Crypto memberikan kerusakan pada musuh. Pada level rendah, itu tidak akan membunuh mereka dan akan meninggalkan mereka dengan 1 HP.
    • Lag Bomb – Drone meluncurkan bom yang dapat digunakan.
    • Salvage Operation – Crypto dapat menggunakan item jarahan dengan drone-nya.
    • Battle Adaption – Saat Anda melakukan finisher, ia menambahkan 100 poin ke Evo-Shield Crypto.
    • Restart – Sebagai alternatif, menggunakan finisher dapat mereset HP drone sambil menambahkan 30% cooldown EMP.
    • Interogator – Seorang finisher yang sukses akan mengungkapkan lokasi rekan satu tim korban di peta Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com