Author: 22

  • Nyla Hayes, Remaja 13 Tahun Berpenghasilan Jutaan dari NFT

    Seorang remaja bernama Nyla Hayes telah menemukan rahasia sukses di usia belia menjadi jutawan. Hayes yang kini berusia 13 tahun berhasil mendapatkan pundi-pundi kekayaan dengan menjual karya seninya sebagai NFT (non-fungible token).

    Karya-karya NFT milik Hayes tergolong unik dan memiliki ciri khas. Ia selalu menggambar sosok wanita berleher panjang yang menurutnya terinspirasi dari dinosaurus, hewan purba yang telah punah. Ketika dia selesai membuatnya, Hayes mem-posting ke situs web NFT, di mana seseorang dapat membelinya dengan aset kripto.

    “Saya suka menggambar wanita dari seluruh dunia karena saya sangat menyukai budaya yang berbeda dan latar belakang yang berbeda,” kata Hayes dikutip Today.

    Karya NFT Nyla Hayes.
    Karya NFT Nyla Hayes.

    Baca juga: CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

    Inspirasi NFT karya Nyla Hayes

    Sejauh ini, Hayes telah menggambar lebih dari 3.000 potret wanita leher memanjang. Dia menjelaskan bahwa ciri khas itu berasal dari masa kecilnya.

    Ketika dia masih muda, Hayes terpesona dengan dinosaurus, Brontosaurus, jadi dia memberi mereka nama panggilan yang lucu. “Awalnya saya hanya ingin menyatukan dua hal yang saya sukai, yaitu Brontosaurus dan wanita,” katanya.

    “Saya ingin menunjukkan betapa cantik dan kuatnya wanita, dan saya juga memikirkan brontosaurus.”

    Pada bulan Maret lalu, Hayes menjual potret “Long Neckie Lady” miliknya seharga $ 6.621 (Rp 95 juta) di Instagram. Dan bulan sebelumnya, dia menjual lukisan lain seharga $ 3.920 (Rp 56 juta).

    Karya NFT Nyla Hayes.
    Karya NFT Nyla Hayes.

    Baca juga: Inilah 5 Deretan NFT Marketplace Buatan Indonesia!

    NFT Termahal yang Dijual Nyla Hayes

    Ibu Hayes, Latoya, mengatakan dia memberikan putrinya sebuah smartphone pada usia 9 tahun karena dia sangat tertarik pada seni. Mulai dari situ Hayes mulai berkarya dan mendapat dukungan dari keluarga.

    “Saya bisa melihat betapa bersemangatnya dia tentang seninya dan saya hanya berpikir, jika saya bisa mendukungnya dengan cara apa pun. Itulah tepatnya yang akan saya lakukan,” kata Latoya.

    Sebelum Hayes mulai menghasilkan banyak uang, dia akan menggambar potretnya di ponsel cerdasnya dan hanya menunjukkannya kepada keluarga dan teman-temannya. Tetapi dengan sedikit dorongan dari pamannya, Hayes dan ibunya memutuskan untuk melihat ke NFT untuk melihat apakah itu bisa menjadi pasar yang menguntungkan baginya.

    “Jujur, ketika saya pertama kali mendengar tentang NFT, saya agak menyukainya, sejujurnya saya tidak tahu tentang ini, tetapi saya sudah lama ingin mengeluarkan karya seni saya, jadi ini adalah platform yang bagus untuk melakukannya,” katanya.

    Hayes juga dinobatkan sebagai “Artist-in-Residence” pertama majalah Time pada Oktober 2021 , yang dibuat untuk merayakan artis yang memajukan karir mereka melalui NFT.

    NFT termahal miliknya dijual seharga 4 ETH, atau sekitar $ 11.737 (Rp 168 juta) pada Agustus 2021, dan secara total karya seninya dilaporkan telah terjual hampir $ 7 juta atau setara Rp 100 miliar.

    Baca juga: Tutorial Lengkap Cara Beli dan Minting NFT di TokoMall



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TVL Aplikasi Berbasis Cardano (ADA) Ini Naik 8 Ribu Persen dalam 7 Hari

    Wingriders, platform perdagangan desentralistik dengan teknologi pasar terotomasi dan cepat berbasis Cardano (ADA), mengalami peningkatan total aset dikelola (TVL) sebesar 8 ribu persen dalam kurun waktu tujuh hari.

    Menurut data situs pelacakan aplikasi DeFi, DeFiLlama, Wingriders menerima deposit aset lebih dari US$41 juta yang dikunci dalam proyek tersebut. Kendati demikian, peningkatan tinggi yang dilacak oleh DeFiLlama tersebut belum tentu terkait dengan permintaan natural.

    Lonjakan tajam itu disebabkan perilisan resmi Wingriders, dan aset senilai US$500 ribu yang berada di dalam platform itu sebelum listing diduga dimiliki oleh pengguna yang berpartisipasi dalam uji coba tertutup bursa desentralistik tersebut.

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Marketplace NFT Rarible yang Populer

    Menurut penyebaran TVL, jumlah proyek desentralistik pada Cardano telah mencapai 10. Hal ini menunjukkan pertumbuhan fundamental jaringan tersebut.

    Sejumlah pakar menyatakan Cardano memiliki sekitar 20 proyek yang belum didaftarkan secara publik atau masih berada di tahap akhir pengembangan.

    Selain platform perdagangan desentralistik, Cardano bersiap-siap merilis solusi stablecoin pertama yang ditenagai jaringan tersebut.

    Sebelumnya, U.Today melaporkan fitur terbaru bagi pendukung Cardano setelah IOHK mengumumkan 10 pembaruan penting bagi ekosistem tersebut.

    Pengumuman panjang itu mencakup kemitraan dengan platform yang diperkirakan akan menambah likuiditas dan staking bagi keuangan desentralistik.

    Platform seperti MuesliSwap mengumumkan limit swap dan penerapan Djed, stablecoin berbasis Cardano.

    Baca juga: Mimpi Harga Bitcoin Jadi US$100 Ribu, Ini Kata Pengamat

    Terbaru, Proyek NFT Clay Nation telah meluncurkan kolaborasi resmi dengan rapper Snoop Dogg untuk penjualan tanah virtual dan konten musik di blockchain Cardano (ADA).

    Metaverse Cardano, Pavia, memiliki 100 ribu NFT yang tersedia dan 60 ribu sudah dijual pada bulan Oktober dan November 2021.

    Chicago Mercantile Exchange (CME) mengincar peluncuran perdagangan berjangka bagi aset kripto ADA selang beberapa hari setelah pengumuman perdagangan opsi Ether (ETH) dan Bitcoin (BTC) ukuran mikro lot.

    Sayangnya, sejumlah pembaruan jaringan, penerapan teknologi baru dan pertumbuhan secara umum tampaknya tidak cukup untuk menarik investor.

    ADA merupakan salah satu aset dengan performa terburuk di pasar kripto, dimana nilainya longsor 25 persen dalam kurun waktu 14 hari terakhir.

    ADA sudah kehilangan nilai 70 persen dari peningkatan nilai yang sempat terjadi antara 16 Maret dan 1 April. Kini, ADA diperdagangkan pada harga US$0,89. [ed]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Co-Founder Glassnode: Bitcoin (BTC) Sedang di Mata Badai

    Co-founder dari perusahaan analitik Glassnode mengatakan bahwa aksi jual terbaru pada Bitcoin (BTC) masih bisa terjadi karena kondisi ekonomi global.

    Menurut laporan Glassnode, Jan Happel dan Yann Allemann mengatakan bahwa crypto utama sebagai aset berisiko masihlah tinggi di mata investor. Itu artinya, jika pasar saham AS terkoreksi, maka begitu pula dengan BTC. Buletin tersebut pun mengungkapkan:

    “Analisa dari kami menunjukkan bahwa kepekaan baru terhadap risiko pasar dan kemungkinan penarikan yang lebih kuat ini bukan karena kurangnya kepercayaan kepada BTC melainkan karena lingkungan ekonomi makro yang dibebankan.”

    Itu artinya, meski secara fundamental Bitcoin masih bagus dan dipercaya, namun keadaan ekonomi yang luas bisa saja memaksa banyak uang untuk lari darinya dan beralih ke aset yang lebih aman dan menyesuaikan selera risiko yang menyusut.

    Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

    Salah satu pendiri Glassnode pun melihat bahwa lanskap ekonomi makro terlihat goyah setelah bank sentral AS, the Fed, mengumumkan pengurangan neraca menjadi $ 95 miliar per bulan untuk “melawan inflasi.”

    Mereka juga menyebutkan risiko yang mengancam bahwa agresi militer Rusia dapat meluas dan menargetkan wilayah Uni Eropa.

    Buletin tersebut juga mengungkapkan bahwa telah ada lebih dari $ 100 juta yang keluar dari Bitcoin, dan ini tampaknya belum berakhir.

    “Memperbesar ke ruang crypto, minggu lalu melihat arus keluar dana $ 134 juta, menandai arus keluar mingguan tertinggi kedua pada tahun 2022. Solana menerima arus masuk $ 3,7 juta, dan Altcoin mencatat arus masuk $ 5 juta, sementara $ 131 juta mengalir keluar dari Bitcoin.”

    Baca juga: CEO Amazon: Platform Bisa Menjual NFT di Masa Depan

    Namun, jika mengabaikan faktor ekonomi global, Glassnode memandang bahwa BTC telah secara konsisten menunjukkan kekuatan on-chain.

    Saat investor memilih menarik BTC mereka dari pertukaran ke dompet pribadi, ini bisa menjadi tanda bahwa Bottom akan segera terlihat di grafik harganya.

    Secara jelas, fundamental Bitcoin tidaklah buruk, justru bagus dan positif. Kita hanya tinggal menunggu kondisi ekonomi global mereda, atau pun membaik, baru akan melihat kembali pertumbuhan yang semestinya terjadi di aset crypto ini. Kita lihat saja!

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kementerian Rusia Ajukan Kripto sebagai Alat Pembayaran yang Sah

    Portalkripto.com — Kementerian Keuangan Rusia selesai merevisi Rancangan Undang-Undang “On Digital Currency” yang merekomendasikan penggunaan aset kripto sebagai alat pembayaran yang sah.

    RUU yang memberikan kejelasan peraturan terkait sirkulasi, penerbitan, perdagangan, penambangan, dan aktivitas lain di pasar kripto kini menunggu persetujuan pemerintah untuk disahkan menjadi undang-undang.

    “Kementerian Keuangan Rusia menyelesaikan rancangan undang-undang federal “Tentang Mata Uang Digital”, dengan mempertimbangkan posisi departemen yang diterima sebelumnya dan mengirimkannya ke Pemerintah Federasi Rusia,” tulis sebuah siaran pers di website resmi Kementrian Keuangan Rusia, 18 April 2022.

    Desas-desus Rusia yang akan melegalkan aset kripto itu menyebar luas setelah surat kabar harian lokal Rusia Kommersant mengangkatnya menjadi berita.

    Baca juga: CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

    Kommersant disebut mendapatkan versi final otentik dari rancangan undang-undang tersebut. Seperti disebutkan sebelumnya, RUU tersebut merekomendasikan untuk menerima mata uang digital sebagai alat pembayaran yang bukan bagian dari unit moneter Federasi Rusia.

    Laporan Kommersant juga menyoroti bahwa RUU tersebut merekomendasikan untuk membuat regulasi terkait semua aktivitas mata uang kripto sembari menyiapkan operator terdaftar.

    Pada 14 April, Presiden Kamar Dagang dan Industri Rusia, Sergei Katyrin mengusulkan berkolaborasi dengan negara-negara Afrika untuk melakukan kerja sama dalam mata uang digital kripto dan bank sentral (CBDC). Sejumlah negara di Afrika yang mengalami perkembangan industri mata uang digital antara lain Kenya, Afrika Selatan, dan Ghana.

    Baca juga: Portugal Berikan Lisensi pada Bison Bank untuk Kelola Aset Kripto

    Rusia menilai kebutuhan utnuk menggunakan mata uang kripto sudah mendesak. Salah satunya adalah untuk melawan sanksi internasional akibat invasi ke Ukraina.

    Kepala Energi Federasi Rusia Pavel Zavalny mengisyaratkan kemungkinan menerima Bitcoin sebagai pembayaran untuk mengekspor minyak dan gas.

    Zavalny merekomendasikan menerima pembayaran dalam Rubel Rusia, Yuan Tiongkok, Lira Turki, atau bahkan Bitcoin dari negara-negara sahabat. Namun bagi negara yang tidak sejalan dengan kebijakan Rusia, dapat membayar minyak mereka dalam Rubel atau emas.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Amazon Optimis Tentang Masa Depan Aset Kripto dan NFT

    Dunia aset kripto dan NFT ternyata menarik perhatian CEO Amazon, Andy Jassy. Bos baru Amazon yang menggantikan Jeff Bezos itu optimis tentang prospek bisnis industri aset digital di masa depan.

    Dikutip Cointelegraph, Jassy mengatakan bahwa meskipun dia tidak memiliki aset kripto atau NFT, dia optimis tentang prospek industrinya. Dia pun mengakui sejauh ini belum mau menambahkan mekanisme pembayaran menggunakan kripto dalam waktu dekat.

    “Kami tidak mungkin dalam waktu dekat menambahkan kripto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritel kami, tetapi saya percaya seiring waktu bahwa Anda akan melihat crypto menjadi lebih besar. Saya berharap NFT akan terus tumbuh sangat signifikan,” ungkap Jassy selama wawancara dengan CNBC.

    Ilustrasi e-commerce, Amazon.
    Ilustrasi e-commerce, Amazon. Foto: Pixabay.

    Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun, Investor Mulai Jenuh?

    Amazon Cari Talenta Ahli Kripto dan Blockchain

    Secara khusus, mengenai penjualan NFT oleh Amazon, Jassy mengisyaratkan mungkin ada kesempatan besar mengenai hal tersebut. Pada November lalu, Cointelegraph melaporkan bahwa Amazon mempekerjakan tenaga ahli yang memahami ekosistem kripto dan aset digital secara keseluruhan.

    Kemudian, lowongan pekerjaan yang sama juga baru-baru ini di-posting Amazon. Tanggung jawab pekerjaan tersebut dituntut mampu menentukan pesan khusus industri dan jaminan yang secara efektif mengomunikasikan proposisi nilai AWS (Amazon Web Service) untuk solusi aset digital dalam layanan keuangan.

    Ilustrasi mengenal berbagai kelebihan aset kripto.
    Ilustrasi aset kripto.

    Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bakal Ekspansi ke Indonesia?

    Kapan Belanja di Amazon Pakai Kripto?

    Terlepas dari optimisme Jassy mengenai dunia kripto dan NFT, ia menegaskan kembali sikap perusahaan dari Juli tahun lalu bahwa Amazon mungkin tidak akan menambahkan crypto sebagai mekanisme pembayaran dalam bisnis ritelnya.

    Sejauh ini Amazon belum memberikan lampu hijau mengenai pembayaran menggunakan aset kripto atau membuka platform untuk marketplace NFT. Di antara perusahaan teknologi e-commerce besar, Shopify telah menjadi yang terdepan dalam adopsi kripto.

    Shopify mengumumkan awal bulan April 2022 ini bahwa mereka akan menerima Bitcoin (BTC) sebagai pembayaran di platform melalui The Lightning Network dan Strike. Namun, langkah tersebut juga memicu skeptisisme dari pengguna, dengan beberapa menunjukkan konsekuensi pelanggaran hukum yang tidak melalui proses KYC (Know Your Costumer).

    Baca juga: Review Aplikasi Kriptoversity, Belajar Kripto dan Blockchain Bisa Dapat Cuan



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volume Perdagangan Bitcoin Turun Lebih dari $ 3,6 Triliun

    Market kripto tampaknya mengalami tren bearish yang berkepanjangan sejak akhir Desember 2021. Salah satu bukti indikator tren tersebut ditunjukan dari volume perdagangan Bitcoin terus turun.

    Menurut laporan Be[In]Crypto Research, minat investor pada Bitcoin (BTC) mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama tahun 2022. Volume perdagangan BTC pada kuartal pertama tahun 2022 masih di bawah dua setengah kali kuartal pertama tahun 2021.

    Volume perdagangan yang dicatat untuk Bitcoin selama kuartal pertama tahun ini adalah sekitar $ 2,42 triliun. Ini adalah penurunan 60% dalam volume perdagangan yang tercatat antara Januari dan Maret 2021 sekitar $ 6,02 triliun.

    Minat Investor Terhadap Bitcoin Turun

    Be[In]Crypto melaporkan tren bearish di pasar crypto secara keseluruhan menyebabkan penurunan volume perdagangan harian dan terutama dapat dikaitkan dengan penurunan minat investor terhadap Bitcoin.

    Ilustrasi market kripto anjlok.
    Ilustrasi market kripto anjlok.

    Baca juga: 5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

    Pada Januari 2021, volume perdagangan Bitcoin adalah $ 2,15 triliun dan mencapai angka tertinggi satu hari sekitar $ 123 miliar. Sementara, Januari 2022 setelah tren bearish Desember 2021, volume Bitcoin menyusut. Pada Januari 2022, volume perdagangan BTC adalah $ 923 miliar dengan tertinggi satu hari di angka $ 84 miliar.

    Selanjutnya, pada Februari 2021, volume perdagangan BTC adalah $ 2,26 triliun dengan tertinggi satu hari sekitar $ 350 miliar. Sentimen pasar crypto negatif berlanjut dan diperburuk oleh invasi Rusia ke Ukraina. Selama waktu ini, volume Bitcoin turun menjadi $ 671 miliar dengan tertinggi satu hari sebesar $ 46 miliar.

    Pada Maret 2021, volume perdagangan Bitcoin adalah $ 1,61 triliun dengan tertinggi satu hari di wilayah $ 70 miliar. Meskipun, harga sebagian besar aset digital utama pulih dalam dua minggu terakhir kuartal ini, volume perdagangan BTC akhirnya turun pada bulan ketiga tahun ini. Pada Maret 2022, volume perdagangan $ 830 miliar dengan tertinggi satu hari sekitar $ 39 miliar.

    Baca juga: MicroStrategy Pastikan Akan Terus Beli Bitcoin (BTC)



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 5 Deretan NFT Marketplace Indonesia!

    Tak bisa dipungkiri aset digital Non-fungible Token (NFT) di Indonesia kian populer. Beriringan dengan hal tersebut, komunitas dan ekosistem yang ada pun juga terbentuk. Jika sebelumnya kolektor dan kreator hanya bisa memasarkan NFT mereka di marketplace global, kini sudah pula bermunculan NFT marketplace Indonesia. 

    Penasaran mana saja yang merupakan NFT marketplace asal Indonesia? Yuk, simak selengkapnya!

    NFT Marketplace, Tempat Bertemunya Kolektor dan Kreator

    Sebelum kami menghadirkan beberapa listnya, tentu tidak afdol kalau kita tidak membahas apa itu NFT marketplace itu sendiri. 

    NFT marketplace adalah tempat di mana para kreator memamerkan dan menjual karyanya untuk kemudian dibeli oleh para kolektor. Mudahnya, NFT marketplace bisa dikatakan sebagai platform jual-beli NFT, layaknya marketplace lain yang berfungsi sebagai wadah untuk menjual berbagai macam barang. 

    Awal Mula Kehadiran NFT Marketplace Global

    nft marketplace opensea

    Berbicara NFT marketplace global yang ada di dunia tentu tidak bisa lepas kaitannya dengan OpeanSea. Ya, OpenSea pada laman resminya menyebutkan jika ia adalah marketplace untuk NFT pertama dan juga terbesar di dunia. 

    Bermula dari kegilaan pada hype CryptoKitties yang terjadi pada tahun 2017 di mana game yang berjalan di atas blockchain tersebut menarik perhatian banyak orang. Namun memang fokus dari mereka untuk menjadi mainstream audiens. Sayangnya, CryptoKitties pun belum seterkenal itu. 

    Pencipta dari OpenSea, Devin Finzer dan Alex Attallah terinspirasi dengan cara baru memperkenalkan blockchain yang mulanya tidak miliki oleh siapapun menjadi bisa dilihat dari mana saja, diperjual beli secara terbuka, dan dapat dimiliki dengan ‘cara baru’ yang sebelumnya tak mungkin dilakukan pada dunia digital. Keduanya bergabung dengan komunitas CryptoKitties di Discord, dan akhirnya mereka mendirikan OpenSea versi Beta di akhir tahun 2017. 

    Baca juga: Mengenal Apa itu OpenSea dan Cara Daftarnya

    5 Deretan NFT Marketplace Indonesia

    1. TokoMall

    tokomall nft marketplace pertama indonesia

    Source by TokoMall

    TokoMall merupakan pelopor NFT marketplace di Indonesia. TokoMall berasal dari pengembangan Toko Token (TKO) oleh Tokocrypto yang berjalan di atas jaringan Binance Smart Chain (BSC).  Kreator dan kolektor bisa menghubungkan akun mereka dengan dompet digital Wallet Connect maupun Meta Mask. 

    Hadirnya TokoMall sendiri mengusung konsep unik yang mana sebagai jembatan antara dunia digital dan realita. Selain itu, tentunya TokoMall hadir guna mendukung merek, artist, dan kreator lokal untuk mendunia. 

    2. Baliola

    tampilan balilola

    Source by Baliola

    Jika sebelumnya kita membahas NFT marketplace pertama di Indonesia, kali ini ada Baliola yang merupakan NFT marketplace pertama yang ada di Bali. Awal mula Baliola hadir adalah adanya proyek Kepeng.io yang merupakan token utilitas dan investasi yang dikembangkan sebagai aset digital berbasis teknologi blockchain. Token Kepengen (KPG) disiapkan untuk ekosistem pariwisata, seni, dan budaya.

    Tak hanya NFT yang berbentuk lukisan, di Baliola Anda bisa menemukan  jenis NFT lainnya dalam bentuk fotografi, animasi, ilustrasi, komik, dan bahkan musik. Adapun tujuan dari hadirnya marketplace ini tentu untuk pekerja seni yang ada di Bali. 

    3. Kolektibel

    tampilan kolektibel

    Source by Kolektibel

    Selanjutnya ada dari NFT marketplace Indonesia yang punya ciri khas dengan menjual koleksi NFT terbaik dari olahraga, budaya, musik, hingga lifestyle. Kolektibel sendiri berjalan menggunakan jaringan blockchain Vexanium. Oh iya, Vexanium sendiri didirikan oleh Vexanium Foundation dan merupakan satu-satunya perusahaan berbasis public blockchain pertama di Indonesia.  

    4. Enevti

    tampilan nft marketplace enevti

    Source by Enevti

    Berbeda dengan NFT marketplace lainnya, Enevti menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi para pemegangnya. Enevti adalah platform NFT media sosial yang terdesentralisasi. Di sana penggemar dengan influencer kesayangan mereka dapat berhubungan secara eksklusif. Misalnya, Anda sebagai pemegang NFT bisa melakukan video call langsung, hingga mendapatkan hadiah eksklusif dari para kreator NFT-nya. 

    5. Paras

    tampilan nft marketplace paras

    Source by Paras

    Paras merupakan marketplace yang mempertemukan kreator dan kolektor NFT yang punya kesenangan pada pop culture, khususnya pada fandom dan gamer. Paras didirikan oleh Rahmat Albariqi dan Afiq Shofy Ramadhan beserta tim lainnya yang juga berasal dari Indonesia dan berjalan di atas NEAR Protocol. Sehingga transaksi yang bisa dilakukan saat ini ialah menggunakan aset kripto NEAR.

    Kemunculan NFT marketplace Indonesia pada akhirnya mempunyai tujuan yang sama, yakni sebagai wadah bertemunya antar kreator, dan juga kreator dengan kolektor guna membangun ekosistem NFT yang baik. Sehingga para kolektor bisa terus berkarya dengan baik dan memasarkannya menjadi lebih mendunia. Tertarik punya koleksi NFT pertama kali? Kunjungi TokoMall  dan bergabung dengan komunitas resminya di Telegram sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP dan OXY

    Awal pekan ini dimulai dengan pergerakan koreksi yang cukup signifikan dini hari yang terjadi pada mayoritas crypto secara dadakan. 

    Kabar baiknya, setelah koreksi tersebut saat ini mayoritas crypto sedang bergerak menyamping atau dalam konsolidasi yang memberi harapan baru. 

    Walau pasar crypto masih belum memiliki arah yang jelas, terdapat beberapa crypto dengan sentimen positif yang dapat mendorong harganya naik. 

    Dalam artikel ini akan diberikan lima crypto potensial yang memiliki sentimen positif sehingga dapat mendorong harganya naik. 

    Ripple (XRP)

    Pertama adalah XRP yang sedang mendapat sentimen positif dari kelanjutan kasus sidang dengan Securities and Exchange Commission atau SEC. 

    Dikabarkan bahwa menuju yang diprediksi sebagai sidang terakhir, Ripple masih terlihat unggul. 

    Setelah masa perbincangan sebelum sidang, dimana Ripple dan SEC berbagi data yang kemungkinan akan dijadikan bahan penuntutan atau masa “discovery”, terlihat bahwa Ripple masih unggul. 

    Hal ini disebabkan belum adanya bukti terbaru untuk menjegal Ripple dan SEC kehabisan bahan untuk menuntut sehingga kemungkinan sidang akan berhenti.

    Kabar ini menjadi sentimen positif karena membawa Ripple kemungkinan keluar dari kasus ini yang telah berjalan sejak Tahun 2020.

    Jika benar selesai maka XRP akan kembali naik karena kembali legal dan kemungkinan bisa kembali masuk terdaftar di beberapa exchange. 

    Saat ini satu hambatan adalah terkait testimoni dari mantan kepala SEC yang masih diperdebatkan. Jika perdebatan itu sudah selesai maka kemungkinan XRP akan kembali legal. 

    Dari sisi teknikal, saat ini XRP masih terlihat bergerak naik dalam zona apresiasinya sejak beberapa hari yang lalu. 

    5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
    Grafik Harian XRPUSD

    Selama batas bawah pada $0.70 masih terjaga, kemungkinan besar XRP dapat naik menuju $0.99 dalam beberapa hari ke depan. 

    Baca juga: CEO Robinhood: Bagaimana Dogecoin Bisa Menjadi Mata Uang Internet

    Binance Coin (BNB)

    Kedua adalah BNB yang akan memiliki sentimen positif setelah peluncuran fitur terbaru. Fitur ini adalah Binance Bridge 2.0 dimana Binance meluncurkan bridge atau jembatan antar blockchain

    Dengan fitur ini, Binance telah meluncurkan bridge yang dapat menyambungkannya dengan beberapa blockchain lain. 

    Saat ini yang sudah tersambung adalah Blockchain Ethereum dan kedepannya akan lebih banyak blockchain lain. 

    5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY

    Bridge ini juga akan menyambungkan seluruh aplikasi yang tersentralisasi dan terdesentralisasi antar blockchain. 

    Caranya adalah dengan penciptaan BTokens dimana BTokens ini adalah token yang akan berpindah dalam bridge antar blockchain. 

    Nantinya BTokens bisa ditukarkan dengan token atau koin apa pun yang diinginkan di masing-masing blockchain dengan rasio satu banding satu. 

    Jadi sebuah koin atau token akan berubah menjadi BTokens di bridge dan berubah kembali menjadi token atau koin aslinya saat sudah sampai di aplikasi blockchain lain. 

    Inovasi ini mempermudah perpindahan crypto seperti BNB dari Binance Smart Chain dan mempermudah penerimaan crypto lain kepada Binance Smart Chain. 

    Bersama inovasi ini, kemungkinan besar volume transaksi pada Binance Smart Chain akan meningkat yang dapat menjadi sentimen positif untuk BNB. 

    Dari sisi teknikal, BNB masih terlihat bergerak dalam pergerakan apresiasinya. 

    5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
    Grafik Harian BNBUSD

    Selama batas bawah pada $405 kemungkinan besar BNB dapat bergerak naik menuju $458 dalam beberapa hari ke depan. 

    Eos (EOS)

    Ketiga adalah Blockchain EOS yang akan meluncurkan EVM atau Ethereum Virtual Machine agar token dari Ethereum dapat diterbitkan di EOS. h

    Dikabarkan bahwa pada 19 April 2022 EOS akan meluncurkan versi uji coba dari fitur ini. Peluncurannya dilaksanakan pada jaringan uji coba EOS bernama jungle testnet. 

    Dengan adanya fitur ini, kemungkinan besar volume transaksi pada EOS dapat meningkat.

    Adanya EVM di ekosistem EOS akan membuat lebih banyak token dari Ethereum bergerak di EOS sehingga akan lebih banyak pergerakan di dalam Blockchain EOS.

    Dari sisi teknikal, saat ini EOS masih terjebak dalam pola segitiga simetris dan belum memiliki arah yang jelas. 

    5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
    Grafik Harian EOSUSD

    Jika berhasil melewati $2.5 kemungkinan besar EOS dapat bergerak naik menuju $3.3 dalam beberapa hari ke depan. 

    Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bisa Ekspansi ke Indonesia?

    Synapse Network (SNP)

    Keempat adalah Synapse Network yang saat ini sedang ambisius untuk menjadi salah satu proyek DeFi terbesar di dunia crypto. 

    Synapse Network ingin menjadi platform DeFi yang dapat menjadi tempat investasi untuk proyek baru layaknya launchpad. 

    Selain itu ia juga memiliki fitur cross chain jadi platformnya tersedia di beberapa blockchain.  

    Saat ini sentimen positif yang akan datang adalah integrasi terbarunya yaitu dengan Solana pada 19 April 2022. 

    Dengan semakin banyaknya blockchain yang ditempati oleh Synapse Network maka volume transaksinya kemungkinan akan terus meningkat. 

    Dari sisi teknikal, saat ini SNP masih bergerak dalam kondisi apresiasi dan kemungkinan masih akan terjaga. 

    5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
    Grafik Harian SNPUSD

    Selama batas bawah pada $39,7 masih terjaga, kemungkinan besar SNP dapat bergerak naik menuju $50,5 dalam beberapa hari ke depan. 

    Oxygen (OXY)

    Kelima adalah Oxygen yang merupakan sebuah protokol DeFi yang bergerak untuk memberi pinjaman untuk para trader yang trading secara terdesentralisasi. 

    Oxygen menggantikan peran broker pada bursa terdesentralisasi atau DeX, sehingga trader masih dapat menggunakan leverage walau tidak ada broker atau pihak ketiga. 

    Saat ini OXY akan mengadakan program staking terbaru dimana biasanya saat ada program ini akan banyak OXY yang dikunci.

    Semakin banyak OXY yang dikunci maka kemungkinan besar jumlahnya akan semakin langka. 

    Jika semakin langka dan permintaannya bergerak naik, maka kemungkinan besar harganya juga akan bergerak naik. 

    Dari sisi teknikal, saat ini OXY masih bergerak dalam pergerakan segitiga menurun atau descending triangle

    5 Crypto Potensial Pekan Ini: XRP, BNB, EOS, SNP, OXY
    Grafik Harian OXYUSD

    Jika OXY dapat bergerak melewati $0.32 kemungkinan besar harga akan bergerak naik menuju $0.4 hingga $0.5 dalam beberapa hari ke depan. 

    Baca juga: Penting! Gunakan Uang Dingin Ketika Berinvestasi Aset Kripto

    Disclaimer

    Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing. 

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MicroStrategy Pastikan Akan Terus Beli Bitcoin (BTC)

    MicroStrategy, perusahaan piranti lunak asal Amerika Serikat, memastikan pihaknya akan terus membeli Bitcoin (BTC) sebanyak mungkin. Perusahaan pimpinan Michael Saylor ini yakin pembelian Bitcoin adalah strategi ampuh untuk mempertahankan nilai perusahaannya.

    Hal itu disampaikan perusahaan dalam sebuah surat yang ditujukan kepada para pemegang saham MicroStrategy, Kamis (14/4/2022). Salinan surat itu diunggah di situs Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) Amerika Serikat.

    Dokumen itu pada prinsipnya adalah materi Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang dijadwalkan digelar pada 22 Mei 2022, di mana aksi pembelian Bitcoin disebutkan akan terus dilakukan. MicroStrategy sendiri mengakumulasi kripto itu sejak tahun 2020, walaupun beberapa tahun sebelumnya sangat pesimis dengan kelas aset baru itu.

    Dalam dokumen itu sang CEO, Michael Saylor juga berjanji bahwa MicroStrategy, perusahaan publik dengan jumlah kepemilikan bitcoin terbanyak, akan terus membeli lebih banyak BTC dan tetap menyediakan layanan intelijen perangkat lunaknya ke basis pelanggan yang lebih luas.

    Saylor menguraikan strategi Bitcoin perusahaan sebagai “pelengkap untuk perangkat lunak analitik dan bisnis layanan kami,” cara yang akan meningkatkan pertumbuhan basis pelanggan perusahaan.

    Selain memperkuat strategi bisnisnya untuk mengejar visi Intelligence Everywhere, perusahaan menganggap strategi paralelnya untuk memperoleh dan menyimpan Bitcoin adalah satu titik penting.

    Strategi Saylor untuk mengakuisisi BTC telah terdiversifikasi menjadi penggunaan hasil transaksi utang dan ekuitas sejak 2011. Perusahaan intelijen bisnis ini mulai mengumpulkan Bitcoin pada Agustus 2020 melalui kelebihan arus kas dari operasinal perusahaan.

    Baca juga: LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bisa Ekspansi ke Indonesia?

    Kemudian, perusahaan memperkuat laju akumulasinya dengan menggunakan penawaran wesel konversi, penawaran saham, dan pinjaman dengan jaminan kripto untuk membeli lebih banyak Bitcoin yang menjadi bagian dari neraca keuangan. Belum lama ini MicroStrategy mendapatkan pinjaman dari Silvergate Bank untuk membeli Bitcoin tambahan.

    Saylor juga menggambarkan perusahaannya sebagai “inovasi dalam DNA perusahaan kami.”

    Dia mencatat bahwa MicroStrategy memelopori perangkat lunak penambangan data pada 1980-an, awal revolusi web pada 1990-an, dan mendukung analitik seluler serta analitik berbasis cloud pada 2000-an.

    Baca juga: Robert Kiyosaki: Beli Bitcoin, Emas dan Perak untuk Hadapi Potensi Badai Resesi

    129.218 BTC Milik MicroStrategy

    Sejauh ini MicroStrategy bersama dengan anak perusahaannya, saat ini memegang 129.218 BTC, dengan total biaya pembelian US$3,97 miliar dengan rata-rata harga US$30.700 per BTC.

    Di konferensi Bitcoin Miami 2022, ia sependapat dengan pandangan CEO Ark Invest Cathie Wood. Saylor mengatakan dia lebih bullish daripada sebelumnya terhadap Bitcoin dan setuju dengan prediksi Wood bahwa BTC dapat mencapai US$1 juta per BTC pada tahun 2030, berdasarkan fakta bahwa adopsi pasar kripto dan Bitcoin kian luas. [ps]

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • LINE Luncurkan Platform Marketplace NFT, Bakal Ekspansi ke Indonesia?

    LINE, aplikasi media sosial asal Jepang, akhirnya resmi meluncurkan marketplace NFT pada 13 April 2022. Pada saat peluncuran perdananya, platform yang diberi nama LINE NFT ini menawarkan sekitar 40.000 produk NFT untuk dijual.

    Dilaporkan Cointelegraph, LINE bermitra dengan Yoshimoto Kogyo, konglomerat hiburan besar Jepang untuk melahirkan LINE NFT di bawah perusahaan LVC Corporation. Saat ini marketplace NFT tersebut tersedia di Jepang dan belum diketahui apakah akan ke ekspansi ke Indonesia yang memiliki jumlah pengguna LINE yang cukup banyak.

    Saat ini saja, aplikasi LINE di Jepang telah digunakan sekitar 90 juta orang. LINE NFT menjawab kebutuhan perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi di bisnis terkait blockchain.

    Di marketplace LINE NFT, pengguna dapat membeli dan memperdagangkan NFT serta menyimpan NFT yang dibeli di LINE BITMAX Wallet, dompet aset digital di akun LINE pengguna. Melalui aplikasi LINE, pengguna juga dapat mengirim atau bertukar NFT dengan teman-teman LINE lainnya.

    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.
    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.

    Baca juga: Tutorial Lengkap Cara Beli dan Minting NFT di TokoMall

    Penjualan Yoshimoto NFT Theatre

    Gelombang pertama NFT yang akan segera dirilis di LINE NFT adalah konten hasil kerja sama dengan Yoshimoto Kogyo Holdings Co. Ltd. Ada Yoshimoto NFT Theater yang menampilkan video pertunjukan dari komedian papan atas Yoshimoto Kogyo.

    Menurut Beincrypto, ada pula konten NFT dari serial anime klasik Patlabor the Mobile Police—yang dibuat khusus untuk merayakan peringatan 30 tahun animasi itu. Selain itu, video NFT dari karakter populer seperti Gyuunyuu, Usagyuuun! dan Betakkuma juga akan meluncur.

    NFT ini bisa diperdagangkan di antara pengguna LINE NFT setelah mereka membelinya. Lantas, mulai 20 April 2022, LINE bakal mengeluarkan NFT untuk memperingati pensiunnya atlet senam Kohei Uchimura serta NFT asli karya seniman manga Yashiroazuki.

    LINE Perkuat Bisnis Blockchain

    Kemunculan marketplace LINE NFT semakin memperkuat dorongan perusahaan untuk mengadopsi teknologi blockchain dalam lanskap bisnis utama mereka.

    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.
    LINE luncurkan platform marketplace NFT bernama, LINE NFT. Foto: Dok. LINE.

    Baca juga: Jual-Beli NFT Enggak Pakai Ribet di TokoMall

    Line memiliki reputasi sebagai salah satu perusahaan teknologi besar pertama di Jepang yang mengadopsi aset kripto dan teknologi blockchain, setelah meluncurkan pertukaran crypto sendiri pada tahun 2018.

    NFT menjadi semakin populer di seluruh Jepang, terlepas dari peraturan kripto yang relatif ketat. Konglomerat jasa keuangan Jepang, Nomura Holdings, menjadi pemain utama terbaru di negara itu yang mengembangkan rencana aksi untuk mengimplementasikan NFT.

    Minat investor Jepang ke NFT terlihat memang besar. Ini tercermin dari survei akhir tahun lalu, yang digelar exchange di Jepang, Bitbank, mengenai minat investasi di pasar aset digital. Hasilnya, sebanyak 26% investor aset kripto di Jepang telah menyimpan NFT ketika mereka berinvestasi dalam kripto.

    Berdasarkan hasil survei, mayoritas investor NFT di pasar Jepang berusia sekitar 20 tahun hingga 40 tahun. Sebagian besar responden tertarik memegang NFT karena peluang investasi jangka panjang.



    Sumber : news.tokocrypto.com