Author: 22

  • CEO Robinhood: Bagaimana Dogecoin Bisa Menjadi Mata Uang Internet

    CEO dari platform perdagangan saham dan crypto asal AS, Robinhood, Vladimir Tenev, telah membagikan pandangannya mengenai bagaimana Dogecoin (DOGE) agar bisa menjadi mata uang internet.

    Pandangan tersebut ia bagikan melalui serangan cuitan di Twitter, yang membahas tentang langkah-langkah apa saja yang perlu dijalankan untuk menjadikan token meme ini mata uang digital yang  bisa dipergunakan sebagai pembayaran transaksi harian di internet.

    Pada permulaan, Tenev memfokuskan pada biaya transaksi DOGE yang rendah, sekitar $0,003 per transaksi. Tentu saja, ini sudah bisa dianggap layak menjadi alasan penggunaan DOGE sebagai alat pembayaran internet.

    Namun, ia mengoreksi soal ukuran dan waktu blok dari DOGE, yang menurutnya masih perlu perbaikan agar dapat diadopsi lebih luas.

    Saat ini, Dogecoin memiliki ukuran blok 1 MB dan waktu blok 1 menit. Itu artinya, TPS (transaksi per detik) yang bisa dicapai oleh jaringannya adalah 40 TPS.

    Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini: Teknikal Analisis

    Dan untuk menjadi mata uang internet utama, DOGE harus bisa mengungguli TPS dari Visa, raksasa pembayaran kartu, yang berkemampuan 65.000 TPS.

    Meski terpaut jauh, Tenev masih yakin ini mudah untuk diatasi hanya dengan meningkatkan ukuran blok menjadi 1GB, yang berlanjut hingga nantinya ke 10GB. Baginya, batas ukuran blok adalah segalanya untuk menuju adopsi impian di di dunia nyata.

    Bagaimana ini akan mampu terwujud akan bergantung pada para pengembang, apakah akan mengambil langkah untuk itu atau belum.

    Memang, secara ekosistem, DOGE tidaklah memiliki visi yang luas, hanya berfokus sebagai alat pembayaran saja setelah menyandang nama token meme sejak kelahirannya.

    Terlebih lagi, backingan DOGE terbesar adalah Elon Musk dan Milyuner Mark Cuban. Jika DOGE mempunyai struktur yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran, bukan mimpi. Apalagi, Elon Musk mempunyai saham terbesar di Twitter, apakah Dia akan mengintegrasikan DOGE dengan Twitter?

    Baca juga: Penting! Gunakan Uang Dingin Ketika Berinvestasi Aset Kripto

    Dibandingkan Shiba Inu, yang merambah ke metaverse, NFT, blockchain layer-2 dan sebagainya, DOGE tidak begitu. Maka dari itu, fokus sebagai alat pembayaran yang lebih luas adalah satu-satunya jalan untuk berkembang. Kita lihat saja!

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ANKR Coin, Aset Kripto Yang Dilirik Para Trader

    Kepopuleran altcoin semakin merajalela di kalangan trader dan juga investor aset kripto, salah satunya adalah ANKR coin dari protokol Ankr. Aset yang satu ini berhasil menarik banyak pembeli akibat sebuah tweet dan juga kerja sama Ankr dengan DEX, yang membuat harganya melambung tinggi. Yuk, ketahui lebih lengkapnya berikut ini!

    Apa itu ANKR Coin?

    Seperti halnya Ethereum dengan aset kriptonya yaitu ETH, protokol Ankr juga memiliki native token tersendiri yang dikenal dengan ANKR coin. Kegunaan dari ANKR tentunya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dari protokol Ankr, utamanya untuk membayar sumber daya dari aktivitas cloud computing antar platform.

    Selain itu, ANKR juga banyak digunakan oleh para investor sebagai aset kripto yang diinvestasikan. Tidak hanya karena harganya yang cenderung murah, ANKR juga dianggap berpengaruh dalam perubahan teknologi. Hal ini dikarenakan protokol yang menaungi ANKR, yaitu protokol Ankr, bergerak menggunakan sistem Web3. Oleh karena itu, ANKR merupakan aset yang berperan penting dalam inovasi yang diciptakan dalam penggunaan internet di masa depan. 

    Nah, agar bisa lebih memahami ANKR, alangkah baiknya untuk kita berkenalan dengan protokol yang menaunginya yaitu Ankr, yuk!

    Serba-Serbi Protokol Ankr

    Ankr merupakan sebuah protokol yang memungkinkan penggunanya untuk mewadahi peluncuran node dalam blockchain dengan biaya yang cenderung rendah. Kehadiran Ankr mempermudah para developer yang ingin membangun sebuah proyek kripto, khususnya dalam penyediaan data dan kode yang diperlukan. Developer hanya perlu memilih rantai mana yang mereka inginkan dan dapat langsung mengolahnya.

    Protokol Ankr menggunakan sistem Web3 yang memaksimalkan kinerja internet untuk memindahkan suatu web ke dalam blockchain, sehingga membuat data dan jaringan menjadi tersedia dan terbuka. Sistem Web3 ini selaras dengan tujuan dari Ankr sendiri, yaitu untuk mendesentralisasikan web.

    Dengan Ankr, memungkinkan para pengguna untuk menyebarkan node di lebih dari 40 blockchain Proof of Stake (PoS), melakukan staking, dan mengakses aplikasi DeFi. Hal inilah yang membuat membuat partisipasi pengguna dalam pengembangan blockchain menjadi lebih mudah.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

    Hingga kini, sudah ada beberapa proyek kripto yang mengadopsi protokol Ankr tersebut dan memungkinkan node-nya tersedia di Ankr. Di antaranya adalah Eth2, Binance, Polkadot, Avalanche, hingga Tezos. Selain itu, sudah terdapat lebih dari 8.000 nodes yang diluncurkan berkat teknologi yang dimiliki Ankr.

    Mengapa Harga ANKR Coin Naik Baru-Baru Ini?

    Keputusan Facebook untuk rebranding menjadi Meta ternyata memberikan pengaruh besar dalam segala bidang, salah satunya adalah aset kripto. Hal ini terbukti dengan harga ANKR coin yang mengalami kenaikan pesat setelah sang founder, Chandler Song, membagikan tweet yang berbunyi, “Crypto needs its own meta.” pada 30 Oktober 2021 lalu. 

    Ankr Coin

    Tentunya, founder dari Ankr ini mengacu pada rebranding yang dilakukan oleh Facebook beserta metaverse yang akan diluncurkannya. Chandler Song mengimplikasikan bahwa peristiwa tersebut bisa dimanfaatkan oleh blockchain dengan menciptakan sebuah inovasi berupa produk baru, yang mungkin akan dilakukan oleh Ankr. Hal inilah yang membuat banyak investor melirik Ankr dan mulai membelanjakan native token-nya, yaitu ANKR.

    Seusai tweet tersebut tersebar luas, harga ANKR langsung naik sebesar 82 persen. Di tanggal 31 Oktober, harganya berhasil menyentuh angka 0.1586 USD dengan volume perdagangan mencapai 2.74 miliar USD. Hal tersebut juga mendorong aset kripto satu ini hingga menjadi buah bibir di kalangan crypto geek.

    Selain karena sebuah tweet, harga ANKR juga mengalami apresiasi berkat kerjasama yang dijalin antara protokol Ankr dan Portal, sebuah DEX yang memungkinkan pertukaran antara BTC dan aset lainnya secara cepat, terlindungi, dan privat. Tujuan dari kemitraan ini adalah tentunya untuk meningkatkan adopsi DeFi. Tercatat pada 2 November 2021 lalu, ANKR menyentuh 0.1514 USD.

    Bagaimana Perkembangan ANKR Coin Saat Ini?

    Selain untuk biaya antar platform, banyak partisipan yang hold ANKR dalam wallet kripto miliknya sebagai investasi. Terbukti dengan apresiasi harga yang dialaminya hingga 700% pada awal tahun 2021. ANKR juga berhasil mencatat harga tertinggi sepanjang masa pada Maret 2021 di angka 0.2252 USD, disebabkan karena keberhasilannya sebagai top validator di Binance Smart Chain.

    Setelah sempat koreksi, harga ANKR kembali melonjak dengan kenaikan sebesar 82% dengan volume mencapai lebih dari 2 miliar USD yang disebabkan oleh cuitan milik sang founder, Chandler Song, pada 31 Oktober lalu seperti yang telah dibahas sebelumnya. Diikuti dengan kenaikan harga selanjutnya pada 2 November yang disebabkan oleh kemitraan antara Ankr dan Portal.

    ANKR memiliki maksimal supply sebanyak 10 miliar ANKR coin, dan saat ini sudah terdapat lebih dari 8.1 miliar ANKR yang tersebar di pasaran. Dilansir dari CoinMarketCap per tanggal 11 November 2021, harga ANKR sedang menurun dan berada di angka 0.1194 USD dengan volume sebesar 168,129,672 USD.

    Lalu, Bagaimana Potensi ANKR Coin di Masa Depan?

    Tidak bisa dipungkiri, ANKR disebut sebagai altcoin yang punya potensi jangka panjang, lho, meskipun kini harganya memang masih fluktuatif. Dikutip dari InvestorPlace, hal ini disebabkan oleh platform Ankr yang memanfaatkan konsep DeFi yang masih akan terus mengalami perkembangan sebagai alternatif dari bank konvensional. 

    Masih berhubungan dengan teknologi pada platform yang menaungi ANKR, sistem Web3 milik Ankr juga diprediksi bisa membawa perubahan besar dalam penggunaan internet di masa depan, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, ANKR dianggap bermanfaat sebagai aset untuk investasi jangka panjang dan cocok bagi para investor yang ingin berpartisipasi dalam inovasi yang tercipta dalam blockchain juga internet. Ditambah lagi dengan harganya yang kini masih cenderung terjangkau.

    Para trader pemula bisa, nih, menjadikan ANKR coin menjadi pilihan untuk di-hold dalam wallet mengingat harganya yang masih rendah, tetapi punya masa depan yang amat cerah. 

    Yuk, daftar, tuntaskan KYC Anda dan langsung investasi ANKR di Tokocrypto. Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung dengan Group Telegram Tokocrypto! Kamu juga bisa dapat informasi paling update hingga edukasi mengenai dunia kripto lainnya di website Tokonews.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Membuat NFT Untuk Pemula Dan Rekomendasi Platformnya

    Belakangan ini, Non-Fungible Token (NFT) ramai diperbincangkan di kalangan para seniman, transaksi NFT terjadi secara digital. NFT kebanyakan digunakan untuk transaksi karya seni. Penasaran gimana cara membuat NFT crypto? 

    Sebelum kita membahas cara membuat NFT crypto, bijaknya untuk terlebih dahulu mengenal NFT. Yuk, simak NFT lebih lengkap di sini!

    Apa sih NFT itu?

    Non fungiable token atau NFT adalah token yang ditautkan ke dalam sistem blockchain,  sistemnya sama seperti melakukan transaksi aset kripto pada umumnya, hanya saja NFT tidak dapat direplikasi atau diduplikasi. Selain itu, NFT tidak bisa dijadikan sebagai alat tukar, tetapi bisa diperjualbelikan.

    Saat ini NFT banyak digunakan untuk mewakili sebuah barang, seperti item dalam game, video pendek, hingga lukisan di forum digital. Bisa dibilang NFT adalah sebuah sertifikasi kepemilikan sebuah barang.

    Sebetulnya NFT sudah ada sejak tahun 2014, namun saat ini semakin terkenal karena dianggap sebagai metode yang praktis untuk membeli serta menjual karya seni digital. Umumnya NFT dinilai sebagai salah satu dari proses transaksi yang sangat terbatas, dikarenakan memiliki kode pengenal yang unik.

    Cara Membuat NFT

    Jika Anda berminat untuk membuat NFT, Anda dapat membuatnya dengan beberapa pilihan platform yang tersedia untuk pembuatan NFT, salah satunya seperti OpenSea. OpenSea merupakan salah satu pasar NFT yang paling terkenal saat ini, namun masih terdapat beberapa pasar terkenal lainnya seperti Rarible dan SuperRare.

    Berikut langkah-langkah yang dapat Anda ikuti dalam membuat NFT melalui platform OpenSea:

    • Menyiapkan Dompet Digital

    Langkah utama yang perlu Anda lakukan adalah membuat dompet digital yang diperuntukan menyimpan NFT serta uang digital (aset kripto). Umumnya OpenSea akan merekomendasikan MetaMask sebagai dompet digital Anda dan ekstensi dompetnya untuk Google Chrome dan Firefox. 

    Kemudian, Anda membuka OpenSea, setelah itu arahkan kursor Anda ke ikon profil di kanan atas untuk memilih My Profile (Profil Saya).

    Selanjutnya, klik Sign In (Masuk) lalu Anda disarankan untuk mengikuti petunjuk di layar agar dapat menyelesaikan penyiapan akun Anda.

    • Akses Halaman Akun OpenSea

    Setelah Anda menyelesaikan persiapan akun OpenSea, Anda akan melihat halaman akun Anda, selanjutnya klik Create dengan mengarahkan kursor Anda ke kanan atas, kemudian pilih My Collections. Selanjutnya Anda diminta untuk menghubungkan dompet digital Anda dengan OpenSea.

    • Setup Halaman My Collections

    Setelah dompet digital Anda terhubung dengan OpenSea, lakukan setup pada halaman My Collections sebagai sarana menjual barang-barang. Klik Create new collection, lalu pilih Create kemudian Anda masukkan detail untuk koleksi Anda.

    Setelah menyelesaikan koleksi Anda, selanjutnya klik Add New Item dan Anda akan diminta untuk mengupload metadata yang meliputi video, gambar, dan file audio , selanjutnya berikan nama NFT Anda.

    Langkah yang terakhir adalah klik Create, maka seni digital NFT Anda sudah siap.

    Selanjutnya Anda dapat mendaftarkan koleksi Anda dalam bentuk video maupun gambar untuk dijual di OpenSea, namun hal yang penting untuk Anda ingat adalah Anda harus membayar gas atau biaya transaksi blockchain Ethereum sebelum Anda menambahkan NFT baru ke pasar.

    Biaya “gas” bervariasi tergantung pada kemacetan jaringan. Semakin tinggi jumlah orang yang bertransaksi melalui jaringan pada waktu tertentu, semakin tinggi harga “gas” dan sebaliknya.

    Bagaimana Cara Menjual NFT

    Apabila Anda ingin untuk menjual NFT Anda di NFT Marketplace. Klik menu koleksi Anda, selanjutnya klik tombol “sell” atau “jual”. Setelah Anda melakukan klik pada tombol tersebut, Anda akan dibawa menuju halaman harga. Pilih jenis penjualan yang Anda inginkan untuk listing. Saat ini pilihan yang tersedia adalah harga tetap, harga menurun, dan lelang. 

    Kemudian Anda atur harga NFT serta mengatur waktu yang Anda butuhkan NFT Anda untuk di-listing. Tunggu hingga ada seorang yang membeli, pembayaran akan otomatis masuk ke dompet digital Anda, bila NFT sudah terjual dalam bentuk Ethereum. Biaya listing merupakan biaya kirim dari address Anda ke OpenSea.

    Setelah mengetahui cara membuat NFT crypto, apakah Anda berniat untuk membeli aset digital sebagai sarana investasi? Atau Anda lebih tertarik untuk investasi dengan aset kripto? Hanya bermodalkan Rp 50.000 Anda sudah dapat memulai investasi aset kripto, lho. Yuk, mulai investasi di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rekomendasi Cloud Mining Terpercaya Yang Bikin Kamu Auto Cuan!

    Manakah situs cloud mining terpercaya?

    Mining atau menambang merupakan salah satu cara untuk mendapatkan aset kripto. Metode mining sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu personal mining, pool mining, dan terakhir cloud mining.

    Hingga saat ini, cloud mining dianggap sebagai metode mining aset kripto yang paling efisien. Sebab, metode ini memungkinkan Anda melakukan penambangan tanpa harus membeli alat yang mahal.

    Untuk memahami tentang cloud mining dan keuntungannya, simak ulasan berikut ini. Di bagian akhir, Anda juga bisa menemukan rekomendasi beberapa situs cloud mining, lho! Terpercaya.

    Baca juga: Inilah 4 Cara Mining Bitcoin Paling Mudah dan Menguntungkan

    Pengertian Cloud Mining

    Seperti yang sudah disebutkan pada bagian pembuka, cloud mining merupakan salah satu metode mining atau menambang aset kripto.

    Bagaimana cara kerja cloud mining ini?

    Ketika memilih metode cloud mining untuk mendapatkan aset kripto, Anda tidak perlu membeli alat atau membangun mining rig berharga mahal untuk bisa mulai menambang.

    Sebagai gantinya, metode ini memungkinkan Anda untuk terhubung dengan penyedia hash power. Dengan hash power tersebut, Anda bisa tetap menambang tanpa harus memiliki alat sendiri. Anda pun cukup membuat sebuah akun untuk mulai menambang. Selain itu, cloud mining juga mendukung penambangan jarak jauh.

    Apa itu hash power?

    Untuk perolehan aset, penyedia hashpower memiliki ketentuan pembagiannya masing-masing. Semakin besar hash power yang Anda pilih, maka semakin besar pula potensi keuntungan yang akan didapat.

    Keuntungan Menambang dengan Cloud Mining

    Keuntungan Menambang dengan Cloud Mining

    Lalu, apa keuntungan cloud mining jika dibandingkan dengan metode mining lainnya? Mari kita bahas satu persatu:

    1. Efisien

    Keuntungan utama dari metode cloud mining tentu terletak pada efisiensinya. Dengan memilih metode ini, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membangun mining rig yang harganya cukup mahal.

    2. Praktis

    Selain itu, cloud mining juga mudah dioperasikan dan praktis. Ini karena seluruh peralatan untuk menambang, baik hardware maupun software, sudah disediakan oleh pihak penyedia hash power. Proses penambangannya pun bisa dikontrol dari jarak jauh. Maka, tidak mengherankan lagi jika metode ini cocok bagi pemula.

    3. Lebih Hemat Listrik

    Penggunaan listrik menjadi concern Anda saat melakukan mining? Tidak perlu khawatir, di cloud mining, daya listrik pun telah disediakan oleh penyedia hash power. Jadi, konsumsi listrik di tempat Anda tidak akan terganggu selama proses mining. Bukan hanya itu, Anda juga tidak perlu bingung dengan urusan perawatan hardware. Sebab, proses perawatan telah dilakukan oleh penyedia layanan.

    Situs Cloud Mining Terpercaya

    Situs Cloud Mining Terpercaya

    Masih bingung menentukan situs cloud mining terpercaya? Untuk membantu Anda memilih, berikut daftar situs cloud mining terpercaya yang bisa dipertimbangkan.

    1. Bitcoin Pool

    Bitcoin Pool merupakan layanan cloud mining yang disediakan oleh Bitcoin.com. Jika dibandingkan dengan situs lain, Bitcoin Pool memang memberikan penawaran yang paling kompetitif. Untuk PPS (Pay per Share), mereka berani memberikan gift block sebesar kurang lebih 98%.

    Bitcoin Pool menawarkan dua opsi cloud mining, yaitu BCH (Bitcoin Cash) dan BTC (Bitcoin Core). Selain itu, situs ini juga menyediakan fitur monitoring yang memudahkan Anda untuk mengamati proses mining. Fitur tersebut bahkan bisa diakses melalui gadget Android atau iOS.

    2. Bitcoinrain

    Berikutnya ada Bitcoinrain. Di situs ini, Anda bisa menemukan beberapa layanan yang berhubungan dengan aset kripto, termasuk opsi cloud mining. Jika dilihat dari kontrak yang ditawarkan, Bitcoinrain memang tergolong lama. Durasi kontraknya yang paling singkat adalah satu tahun. Meski begitu, untuk setoran awalnya, mereka menyediakan opsi pembayaran yang ringan.

    Untuk masalah profit, Bitcoinrain menawarkan profitability rate sebesar kurang lebih 0,5%. Bukan hanya itu, situs ini juga membebaskan Anda untuk menggunakan hash power sesuai keinginan.

    3. Hashnet

    Hashnet merupakan pionir penyedia layanan cloud mining tepercaya. Sebagai pionir, jumlah penggunanya merupakan salah satu yang terbanyak di dunia. Hingga saat ini, situs tersebut sudah memiliki lebih dari 400.000 pengguna yang tersebar di seluruh dunia.

    Kelebihan Hashnet terletak pada durasi kontrak. Hashnet menawarkan kontrak seumur hidup yang berlaku selama pasar aset kripto masih ada. Selain itu, Anda juga bisa menambang beberapa jenis mata uang kripto seperti Bitcoin, Dash, hingga Litecoin.

    4. Genesis Mining

    Genesis Mining dikenal karena kemudahannya dalam melakukan penyetoran dan penarikan saat menambang Bitcoin atau cryptocurrency lainnya. Apalagi sekarang cloud mining satu ini mendukung penambangan Bitcoin, Ethereum, Dash, Litecoin, dan lebih dari 7 cryptocurrency lainnya untuk ditambang di 6 algoritme penambangan utama.

    Keuntungan menggunakan cloud mining satu ini adalah penawaran dari berbagai kapasitas penambangan cryptocurrency, membuatnya cocok untuk semua jenis penambang — baik itu pendatang baru, penambang rumah, atau investor skala besar dan dengan cepat menjadikan salah satu pilihan situs cloud mining terpercaya dan legal.

    5. Mine Dollars

    MineDollars adalah cloud mining untuk smartphone anda yang memungkinkan siapa saja untuk menambang Bitcoin dari kenyamanan rumah mereka sendiri.

    Mine Dollars sendiri sudah memiliki lebih dari 320.000 pengguna dan lebih dari 1 juta transaksi sejak didirikan. Maka dari itu dengan cepat menjadi pilihan populer para cloud miners.

    Keuntungan dari Minedollars adalah Cloud mining ini menggunakan teknologi cloud mining yang sangat canggih dan dapat memberikan cloud miners biaya yang sangat kompetitif.

    Itulah beberapa rekomendasi situs cloud mining terpercaya yang bisa Anda pertimbangkan. Perlu diingat, selain mining, Anda juga bisa mendapatkan aset kripto melalui cara lain, salah satunya adalah trading mata uang kripto.

    Kini, Anda bisa trading mata uang kripto melalui Tokocrypto, platform jual beli aset kripto teregulasi pertama di Indonesia. Dengan fitur stop-limit, Anda bisa mendapatkan atau menjual aset kripto dalam harga yang paling menguntungkan. Jadi, Anda bisa trade mata uang yang didapat dari situs cloud mining terpercaya dan menjualnya di Tokocrypto. Daftar sekarang juga di sini!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT ART Finance – Pengertian dan Serba Serbinya, Simak Disini!

    Meski tergolong baru, token yang diluncurkan pada April 2021 ini dinilai cocok untuk memperjualbelikan karya seni digital. Mengapa demikian? Mari simak penjelasan Token NFT Art Finance berikut ini!

    Apa itu NFT ART Finance?

    Apa itu NFT Art Finance
    Sumber: coinmarketcap.com/nft-art-finance/

    NFT ART Finance adalah sebuah token yang beroperasi dalam jaringan Binance Smart Contract (BSC). Fungsi utamanya adalah sebagai alat tukar dalam transaksi jual beli NFT. Token ini diciptakan oleh Enter, perusahaan blockchain asal Norwegia. Sejak diperkenalkan pada 22 April 2021 lalu, NFT ART Finance cenderung fokus pada ekosistem karya seni digital. Sebab, market Enter sendiri ada pada dunia seni digital, terutama fotografi, video, dan juga musik.

    Baca juga: Yuk, Pahami Konsep dan Cara Kerja Biaya Royalti pada NFT!

    Ketika pertama diluncurkan, harga awal NFT Art Finance sangat rendah, bahkan bisa dibilang ekstrem, sekitar 0,0000000010 USD. Saat itu, supply token yang disediakan sangat besar karena masih tergolong baru, yaitu mencapai 100 kuadriliun.

    Namun, kini sirkulasinya terbilang lancar. Dilansir dari CoinMarketCap per 20 Desember  2021, sirkulasi supply NFT ART token telah mencapai angka 30 kuadriliun lebih dengan kapitalisasi pasar mencapai 20 juta USD. Rata-rata volume penjualannya ada pada angka 205.580,56 USD.

    Cara kerja Token NFT ART Finance

    Cara kerja NFT ART Finance

    Lalu, bagaimana cara kerja token NFT ART Finance? Apa perbedaannya dengan token NFT lainnya?

    Keunggulan utama token ini terletak pada biaya transaksinya yang cukup rendah. Enter juga tidak menerapkan biaya pendaftaran. Menariknya lagi, seniman NFT bisa mendapatkan komisi tambahan tiap karyanya berpindah tangan.

    Token ini beroperasi dengan mekanisme hiper deflasi, memungkinkan Anda untuk mendapatkan passive income yang didapat secara real-time.

    Berdasarkan Official Website dari token ini, operasional token mengikuti 6 prinsip yaitu:

    1. Deflasi

    NFT ART token menerapkan pajak transaksi sebesar 10%. Lima persen akan dibakar dan lima persen sisanya kembali kepada pemilik.

    2. Utilitas

    NFT ART mendukung ekosistem Enter, sebagai aset default yang berfungsi untuk membuat, mengklaim, membeli, hingga menjual NFT.

    3. Passive income

    Dengan 5% redistribusi pajak pada setiap transaksi, pemilik token bisa mendapatkan keuntungan tambahan untuk dijadikan passive income.

    4. Diaudit dan aman

    Dilengkapi dengan kontrak khusus yang telah lulus audit kode lengkap oleh TechRate.

    5. Biaya transaksi rendah

    Dikarenakan BSC menerapkan biaya transaksi yang relatif rendah, sehingga pembuatan dan perdagangan NFT dapat terjangkau siapa saja.

    6. Tokenomics (tanpa pemilik)

    Tokenomics merupakan bagian dari kontrak dan tidak akan pernah berubah, termasuk kode khusus yang menandakan kepemilikan. Pajak transaksi 5% akan didistribusikan kembali kepada pemegang token. Dengan begitu, pemegang jangka panjang bisa memperoleh pendapatan pasif. Mekanisme ini bertujuan untuk mendorong investasi jangka panjang dalam token.

    Lalu Bagaimana Cara Mendapatkannya?

    Cara mendapatkan NFT Art Token
    Sumber: https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Saat baru diluncurkan, NFT ART token hanya bisa dibeli melalui PancakeSwap. Namun, kini Enter telah bekerja sama dengan lebih banyak platform. Selain melalui PancakeSwap, Anda juga bisa mendapatkan utility token ini DigiFinex, FEGex, Hotbit, dan juga Lbank.

    Pada update terbarunya, NFT ART token kini juga bisa dibeli melalui AutoShark. Lewat AutoShark ini, para penikmat NFT bisa membeli atau menjual NFT ART hingga farming NFT ART-BNB. Untuk farming, Anda bisa mendapatkan FINS yang bisa langsung dipanen atau dikelola kembali untuk meraih keuntungan lebih besar.

    Enter juga terus mengupayakan agar NFT ART finance bisa tersedia di lebih banyak platform jual beli aset kripto. Selain itu, Enter juga sedang menjajaki peluang kerja sama dengan payment gateway agar pengguna bisa membeli NFT ART token dan mengklaim NFT menggunakan akun bank mereka.

    Masa depan Token NFT ART

    roadmap dari nft art finance
    https://mobile.twitter.com/NFTArt_Finance

    Enter telah membekali token ini dengan beragam fitur unik yang membuat token hiper deflasi ini mudah diakses dan ramah pengguna. Pengembangan dan kerja sama juga terus berjalan, membuka peluang transaksi yang lebih luas dengan mitra potensial untuk membuka pasar baru bagi NFT ART token. Untuk meningkatkan aksesibilitas token, di Q4 2021 ini pun Enter juga sedang dalam tahap pengembangan aplikasi smartphone.

    Rasanya tidak berlebihan jika menganggap masa depan NFT ART finance ini cukup cerah. Terlebih, mekanisme operasional yang diterapkan pun sangat mendukung kesejahteraan seniman NFT. Utility token ini memungkinkan para seniman untuk mendapatkan penghasilan seumur hidup melalui pekerjaan mereka.

    Bagaimana, tertarik untuk mulai mengumpulkan NFT ART token? Anda bisa langsung menuju platform yang telah bekerja sama dengan Enter untuk membeli utility token tersebut. Namun, jika Anda baru mulai terjun ke dunia NFT dan belum menemukan platform yang tepat untuk memamerkan karya seni, TokoMall yang merupakan NFT marketplace pertama di Indonesia bisa menjadi solusi.

    TokoMall menghubungkan Official Partner (Kreator) dan Creator (Kolektor) NFT. Di TokoMall, Anda bahkan bisa meluncurkan kreasi terbaik ke panggung dunia. Bagi para Creator juga disediakan ruang untuk memperlihatkan koleksi yang dimiliki. Yuk, tunjukkan kreasi terbaik Anda bersama TokoMall sekarang juga!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Review Aplikasi Kriptoversity, Belajar Kripto Gratis Bisa Dapat Cuan

    Tokocrypto pun terus berupaya untuk menghadirkan solusi yang relevan untuk mengedukasi masyarakat terkait aset kripto dan ekosistem blockchain. Pada tahun 2020, Tokocrypto berinovasi menghadirkan aplikasi Kriptoversity yang dapat membantu masyarakat memahami kripto, blockchain, NFT, DeFi hingga literasi manajemen keuangan.

    Aplikasi Kriptoversity ini menarik dan unik. Kriptoversity menjadi aplikasi edukasi pertama di Indonesia yang mengusung konsep learn & earn dengan rewards aset kripto.

    Pengguna yang belajar dan menyelesaikan misi di dalam aplikasi berhak mendapatkan aset kripto, berupa token TKO yang bisa disimpan dalam wallet mereka atau didonasikan melalui TokoCare, platform CSR dari Tokocrypto.

    Baca juga: Daftar Orang Terkaya di Dunia Berkat Kripto dan Blockchain, Berapa Hartanya?

    “Pengguna Kriptoversity diberi insentif untuk menyelesaikan kursus dan kuis berupa token TKO yang dapat disimpan dan ditransfer ke wallet akun Tokocrypto mereka atau didonasikan melalui TokoCare. Solusi menarik dan sederhana ini secara efektif mendorong masyarakat memahami apa yang pelajari dalam aplikasi,” ungkap Nanda Ivens, Chief Marketing Officer (CMO) Tokocrypto.

    Aplikasi Kriptoversity yang kini bisa diunduh gratis di Google Play Store dan Apple Apps Store memiliki sejumlah topik pembelajaran. Pengguna dapat memilih topik yang ingin dipelajari, mulai dari pengenalan terhadap teknologi blockchain, project blockchain, aset kripto, NFT hingga literasi crypto finance. Aplikasi ini juga dibalut dengan UI (user interface) yang apik untuk memudahkan proses pembelajaran.

    Aplikasi Kriptoversity akan terus mengalami perkembangan dan berinovasi untuk membuat pengguna semakin nyaman belajar. Tim riset Tokocrypto akan mengembangkan topik, dan kurikulum yang sesuai dengan minat dan perkembangan aset kripto dan ekosistem blockchain agar tetap relevan.

    Simak review aplikasi Kriptoversity di video berikut ini!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tertarik Litecoin Mining? Ini Dia Caranya Buat Kamu Pemula!

    Pernah dengar aset kripto Litecoin? Altcoin yang dianggap sebagai bentuk perak dari Bitcoin ini terus menunjukkan potensinya, tergambar dari harganya yang kembali mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat koreksi. Ternyata, selain dengan dibeli, Litecoin bisa didapatkan juga lewat penambangan, lho! Ingin tahu selengkapnya soal Litecoin mining? Yuk, baca terus artikel ini!

    Apa yang dimaksud dengan Litecoin (LTC)?

    Litecoin adalah sebuah aset kripto alternatif (altcoin) selain Bitcoin yang merupakan hasil dari modifikasi atau forking dari Bitcoin. Hal inilah yang membuat Litecoin sering disebut sebagai Bitcoin dalam bentuk perak. Pencipta Litecoin adalah Charlie Lee dan pertama kali dirilis pada Oktober 2011. Ia menciptakan Litecoin dengan tujuan untuk membuat sebuah aset kripto yang mirip dengan Bitcoin, tetapi versi lebih sederhana dan cepat.

    Lalu, berapa harga 1 koin LTC?

    Pada awal kemunculannya, harga LTC hanya berkisar di angka 3 hingga 4 USD saja. Bahkan, empat tahun setelah perilisannya yaitu pada Januari 2011, LTC mencatat harga sebesar 1.11 USD, lho! Di mana angka tersebut menjadi harga terendah yang dimiliki LTC sepanjang masa alias all-time-low

    Meski begitu, LTC kembali meroket dengan mencapai harga yang fantastis yaitu 412.96 USD pada Mei 2021, di mana hingga kini, nilai tersebut masih menjadi harga tertinggi sepanjang masa atau all-time-high. Fluktuasi yang dialami oleh LTC membuat harga per kepingnya saat ini berada di angka 114.54 USD, mengutip CoinMarketCap per tanggal 8 April 2022. 

    litecoin to usd chart

    Source: https://coinmarketcap.com/currencies/litecoin/

    Penyebab naik-turunnya harga LTC pun berasal dari berbagai aspek, mulai dari pembaruan yang dilakukan oleh para developer LTC dalam membangun ekosistem Litecoin yang lebih baik seperti Litecoin Mimblewimble pada Januari 2022 lalu, hingga kemudahan adopsi LTC dalam berbagai bisnis di seluruh dunia. 

    Selain itu, kondisi pasar juga berpengaruh terhadap aktivitas harga LTC, juga cara yang dipilih para investor dalam mengoleksi LTC. Mulai dari pembelian via exchange seperti Tokocrypto, hingga mining.

    Apa itu Litecoin mining

    illustrasi seorang pria menambang litecoin

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai Litecoin mining, mari membahas pengertian dari mining itu sendiri. Mining atau penambangan adalah suatu cara yang bisa dilakukan dalam mendapatkan aset kripto. 

    Cara ini mengharuskan para miner untuk memvalidasi suatu transaksi yang terdapat dalam blockchain, dengan memecahkan teka-teki matematika. Apabila seorang miner berhasil dan menciptakan blok baru di blockchain, maka miner tersebut akan diberikan reward sejumlah aset kripto.

    Umumnya, saat melakukan mining, para miners membutuhkan bantuan dari teknologi perangkat komputer atau mining rig yang amat canggih. Sebab, dalam blockchain terdapat banyak sekali miners sehingga kegiatan ini sangatlah kompetitif.

    Kalau begitu, apa artinya Litecoin mining?

    Litecoin mining adalah proses penambangan yang dilakukan untuk mendapatkan sejumlah Litecoin. Namun, berbeda dengan mining Bitcoin, durasi yang diperlukan dalam Litecoin mining lebih cepat 4 kali lipat yaitu dengan hanya membutuhkan 2,5 menit di tiap bloknya. 

    Selain karena Litecoin merupakan altcoin yang terpercaya dan membawa banyak kelebihan, hal inilah yang membuat banyak orang memutuskan untuk mendapatkan Litecoin lewat mining.

    Baca juga: Daftar 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan

    3 jenis Litecoin mining

    Dalam menambang Litecoin, terdapat 3 jenis mining yang bisa dilakukan seperti halnya menambang Bitcoin, yaitu solo, pool, dan cloud. Berikut informasi selengkapnya!

    Solo Mining

    Seperti namanya, solo mining berarti Litecoin mining yang dilakukan secara individu alias perseorangan. Umumnya, jenis mining yang satu ini dilakukan di rumah saja. Meski terdengar sederhana, justru jenis mining inilah yang dianggap sulit dilakukan. Kok, gitu

    Sebab, para miners harus mempersiapkan mining rig yang mumpuni. Tak hanya itu, daya listrik juga internet pun harus besar dan kuat agar proses mining bisa terus berjalan dan membutuhkan cukup banyak waktu. 

    Mengutip Investopedia, untuk solo mining Litecoin setidaknya harus dilakukan dengan beberapa Application-Specific Integrated Circuit (ASIC). ASIC yang dimiliki pun harus yang merupakan versi terbaru, karena berpengaruh terhadap kecepatan mining

    Salah satu yang masih baru dan populer di kalangan miners  ialah Bitmain’s Antminer L3+ atau A4+ LTCMaster. Setelah itu, jangan lupa untuk mengunduh software mining seperti Cgminer atau MultiMiner.

    Pool Mining

    Jenis kedua adalah lewat pool mining atau kolam mining, di mana terdapat sebuah kolam yang berisi beberapa miners Litecoin dan masing-masingnya berkontribusi melalui seberapa besar hash power atau kekuatan mining rig yang dimiliki

    Jadi, apabila suatu blok telah tercipta, reward Litecoin akan dibagikan ke tiap miners yang ada dalam kolam, jumlahnya berbeda-beda tergantung seberapa banyak kontribusi yang diberikan terhadap proses mining dan regulasi yang dimiliki tiap pool.

    Meski tetap membutuhkan mining rig yang canggih, pool mining cenderung lebih ringan dibandingkan dengan solo mining. Selain itu, Anda juga harus mengunduh software mining Litecoin. Pastikan Anda memilih software dan pool Litecoin mining yang terpercaya dan berkualitas, ya, dan lakukan perhitungan agar dana yang Anda keluarkan tidak lebih besar dari hasil yang Anda peroleh. Beberapa pool mining yang populer antara lain LitecoinPool.org, Via BTC, dan F2Pool.

    Cloud Mining

    Sementara itu, jenis terakhir adalah cloud mining. Cloud mining berarti melakukan penambangan Litecoin menggunakan layanan cloud. Sama seperti pool mining, Anda harus memilih layanan cloud yang terpercaya agar terjamin keamanannya. 

    Anda tidak ingin, kan, dana yang Anda sisihkan hilang begitu saja karena salah memilih layanan cloud? Selanjutnya, Anda bisa memilih paket mining yang disediakan dari layanan tersebut.

    Keuntungan dengan memilih cloud mining adalah Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk mining rig yang akan digunakan oleh perusahaan layanan cloud dalam melakukan penambangan Litecoin. 

    Jadi, Anda tidak perlu menyiapkan mining rig sendiri. Beberapa layanan cloud mining Litecoin yaitu Hashnet dan ECOS.

    Baca juga: 3 Cloud Mining Terpercaya dan Keuntungannya

    Apa saja persiapan dalam melakukan Litecoin mining?

    illustrasi token litecoin

    Setelah mempelajari mengenai pengertian dan jenis Litecoin mining, mungkin Anda bertanya-tanya mengenai hal apa saja yang perlu dipersiapkan. Berikut penjelasan lengkapnya!

    1. Pilih jenis mining

    Pastinya, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah tentukan jenis Litecoin mining. Hal ini penting dilakukan karena masing-masing jenisnya memiliki cara kerja yang berbeda. Anda bisa memilih jenis mining berdasarkan kemampuan yang Anda miliki, baik itu secara perangkat komputer, budget, hingga kemudahan prosesnya.

    1. Sediakan sejumlah dana dan waktu

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegiatan Litecoin mining membutuhkan dana dan waktu. Sebab, kegiatan mining tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Selain itu, umumnya dana dikeluarkan untuk membayar biaya pool atau jasa layanan cloud mining

    Namun, dengan solo mining, Anda pun harus menyediakan modal yang cukup besar berupa mining rig yang berkualitas tinggi, lho. Belum lagi tagihan listrik, internet, juga biaya sewa ruangan apabila Anda tidak melakukannya di rumah. 

    1. Pastikan telah menyediakan mining rig yang mumpuni

    Apabila Anda memilih solo dan pool mining, jangan lupa untuk menyiapkan mining rig dengan kualitas tertinggi, ya. Sebab, semakin tinggi kualitas yang dimiliki, maka kemungkinan mining berhasil pun akan lebih tinggi. 

    1. Gunakan layanan mining yang terpercaya

    Jangan lupa, bagi Anda yang memilih jenis pool dan cloud mining, pelajari layanan keduanya terlebih dahulu. Pastikan layanan mining yang Anda pilih telah terbukti baik kualitasnya dengan track record yang bisa dipercaya. Dengan memilih layanan mining tersebut, maka keamanan proses Litecoin mining yang Anda lakukan akan lebih terjamin.
    Jadi, itulah pengertian dari Litecoin mining beserta jenis dan cara yang bisa Anda terapkan sebagai pemula. Selalu ingat untuk tetap berhati-hati dan melakukan riset terlebih dahulu mengenai pilihan yang Anda ambil, ya, agar Anda terhindar dari risiko scam. Kunjungi Tokonews untuk informasi dan edukasi lainnya seputar aset kripto dan jangan lupa untuk gabung di komunitas Tokocrypto sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Penting! Gunakan Uang Dingin Ketika Berinvestasi Aset Kripto

    Gunakan uang dingin ketika berinvestasi adalah salah satu kalimat yang mungkin tak pernah lelah untuk selalu diedukasikan ke banyak orang, terlebih bagi mereka yang baru mau memulai investasi. Khususnya pada aset kripto yang merupakan salah satu aset instrumen yang sifatnya volatile atau harganya yang dapat berubah dengan cepat. 

    Tapi, uang dingin yang dimaksud di sini bukan uang yang diberi es batu supaya dingin, ya.

    Ini hanyalah sebuah istilah yang kerap dipakai oleh para investor. Nah, supaya tidak salah paham, yuk, baca terus artikel ini!

    Pengertian Uang Dingin

    Uang dingin adalah uang menganggur yang terpisah dengan dari keperluan harian dan bisa disisihkan dari sisa dana yang memang tidak terpakai untuk kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, ini bisa juga termasuk uang yang memang Anda alokasikan untuk ditabung atau sebagai dana darurat. 

    Uang ini sebaiknya dipisahkan dengan pos uang yang memang dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari agar menghindari terpakainya dana. Anda bisa menaruhnya di rekening yang berbeda atau pada instrumen investasi seperti pada aset kripto. 

    Lalu, Apa Bedanya dengan Uang Panas?

    Uang panas adalah uang yang memang digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti membeli makan dan minum, bayar listrik atau pulsa, transportasi, hingga cicilan. Besarnya uang panas ini memang dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan tiap bulannya. Tapi, Anda bisa kok membuat alokasi keuangan tiap bulannya agar tidak over budget

    Mengapa Uang Dingin Penting?

    Utamanya adalah untuk menghindari risiko. Pernah mendengar berita orang-orang yang berinvestasi mengalami kerugian yang akhirnya mereka mengeluhkan tidak bisa makan dikemudian hari? Itulah salah satu contoh nyata yang akan kita hadapi ketika berinvestasi menggunakan uang panas. Cash flow yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau membayar kewajiban cicilan tentu bisa terganggu. 

    Ini Dia Besaran Uang Dingin yang Bisa Dipakai Untuk Investasi!

    Anda bisa menentukannya dengan mulai membuat ilustrasi alokasi keuangan bulanan berdasarkan pendapatan yang Anda terima. Komponen penting yang harus termasuk dalam ilustrasi tersebut adalah pendapatan bulanan, kebutuhan operasional, dana darurat, investasi, serta lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Nah, uang tersebut bisa Anda dapatkan ketika penghasilan bulanan dikurangi dengan biaya operasional. 

    Ilustrasi Alokasi Keuangan Bulanan dalam Rupiah

    Penghasilan Bulanan Rp 4.600.000
    Pengeluaran Rutin (Makan, transportasi, pulsa) Rp 2.300.000
    Cicilan Rp 1.380.000
    Dana Darurat Rp 460.000
    Investasi Rp 460.000

    Tabel di atas menggunakan alokasi dana menurut Elizabeth Warren dengan proporsi 50,30,20. Kemudian 20% nya sebagai uang dingin dan dibagi menjadi dua untuk membedakan antara dana darurat dan khusus untuk investasi. 

    Kiat Investasi Aset Kripto dengan Uang Dingin

    Berbicara investasi tentu bukan melulu tentang untung saja. Ada di beberapa waktu tertentu kita mengalami kerugian. Kendati demikian, investasi yang selalu merugi tentu tidak kita harapkan. Berikut beberapa kiat investasi kripto dengan uang dingin: 

    1. Financial planning is a must

    Yap, seperti yang sudah disebutkan di atas, Anda perlu melakukan penganggaran keuangan agar pengeluaran rutin tiap bulannya dapat termonitor dengan baik. Selain itu, dengan adanya financial planning yang jelas akan membuat Anda secara sadar dapat mempertimbangkan setiap pengeluaran yang berdampak pada tujuan hidup yang diyakini. Tak kalah penting, penerapan financial planning bisa membuat Anda lebih disiplin dalam memilah mana yang kebutuhan dan keinginan, lho!

    Baca juga: Pahami Pengertian Financial Planning dan Caranya Bagi Pemula!

    1. Lakukan analisis sebelum memulai

    Yang namanya investasi tentu haruslah dibarengi dengan keputusan-keputusan yang rasional agar tidak FOMO (fear of missing out) dan merugi begitu saja. Tentu langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis aset instrumen yang akan dipilih. Anda bisa mempelajari aset kripto tersebut melalui white paper-nya, artikel-artikel yang memuat informasi terkini aset kripto seperti pada TokoNews, hingga bisa mempelajari analisis fundamental dan teknikal melalui video yang ada di Youtube. 

    Baca juga: 3 Kategori Analisis Fundamental Kripto yang Wajib Dipahami Investor

    1. Diversifikasi kripto

    Cara yang bisa ditempuh untuk meminimalisir kerugian dalam pengaturan uang dingin ketika berinvestasi adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio. Diversifikasi kripto bisa diartikan sebagai melibatkan investasi dana dalam proyek crypto yang berbeda untuk mengurangi risiko jika satu atau lebih proyek berkinerja buruk. Dengan menerapkan strategi diversifikasi ini  akan membantu Anda untuk  mencapai pengembalian terbaik bahkan ketika beberapa elemen portofolio buruk. 

    Bagi Anda seorang pemula, Anda bisa memulainya dengan dua atau tiga koin kripto yang telah Anda identifikasi koin mana yang memiliki pertukaran terbaik. Dan ingat ini kembali lagi dengan kebutuhan Anda, ya

    Pada akhirnya menggunakan uang dingin tak hanya berlaku di investasi aset kripto saja. Begitu pula pada instrumen lainnya. Sudah menentukan aset kripto sebagai pilihan untuk investasi? Yuk, daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di exchange terpercaya Tokocrypto. Ikuti juga perkembangan terbaru mengenai dunia kripto di komunitas resmi Tokocrypto di Discord



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Wedge Pattern Yang Wajib Kamu Kenali Pada Saat Trading Kripto!

    Dalam trading aset kripto, ada sebuah istilah yang bernama ‘wedge pattern

    Apa itu Wedge Pattern?

    Pada dasarnya istilah ini Wedge Pattern adalah pola grafik yang digunakan dalam menganalisis secara teknikal yang bisa menjadi parameter dari tren yang ada dalam jual beli aset kripto. Tak hanya mampu membantu para trader untuk menelaah aset mana yang sedang lemah atau kuat, namun, pola wedge ini juga membantu mereka untuk menentukan kapan harus beli atau menjual aset. 

    Dalam pola ini ada dua pola yang harus kita kenali, di antaranya Rising Wedge dan juga Falling Wedge. Nah, untuk lebih lengkapnya, yuk simak!

    Apa Itu Rising Wedge ?

    contoh rising wedge pattern

    Pola rising wedge adalah indikator yang menjadi penanda adanya pembalikan harga ke arah tren bearish. Dilansir dari website Investopedia, pola ini terjadi sewaktu harga sekuritas naik dari waktu ke waktu, namun juga dapat terjadi ketika tren sedang turun. Pola ini digambarkan dengan garis tren yang mengerucut ke atas. Para trader atau analis bisa mengantisipasi terjadinya reversal (perubahan harga aset).  

    Baca juga: Market Aset Kripto Alami Tren Bullish, Apa Penyebabnya?

    Apa Itu Falling Wedge ?

    contoh falling wedge pattern

    Berbeda dengan rising wedge, pola falling wedge menandakan pergerakan harga aset yang akan bullish. Sebagaimana dengan rising wedge pattern, para trader untuk menganalisis secara teknikal. Pada pola ini price action mengerucut ke bawah sebagaimana reaksi rendah dan tinggi bertemu di titik konvergensi. 

    Baik rising wedge maupun falling wedge, kedua pola ini memiliki dua jenis pola yang harus kita ketahui, apa saja itu?

    Jenis-jenis Falling dan Rising Wedge Pattern

    Pola Reversal

    Pada dasarnya, pola reversal atau reversal pattern ini merupakan pola yang mampu memprediksi dan mengidentifikasi perubahan tren dari perubahan pasar. Kedua wedge pattern di atas memiliki pola ini. Namun, yang membedakan keduanya adalah apabila falling wedge mengacu pada bullish, sedangkan untuk rising mengacu pada bearish.

    Pola Continuation

    Selain pola reversal, ada pola lain, yakni pola continuation pattern. Berdasarkan Investopedia, continuation pattern atau pola continuation menandakan bahwa harga akan terus bergerak pada arah yang sama setelah pola ini selesai seperti sebelumnya. 

    Bagaimana Cara Menggunakan Wedge Pattern Pada Trading?

    Tentu, trading tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan tanpa persiapan. Pasalnya, meski kini terkesan populer, trading kripto sangatlah tricky, sehingga para trader atau calon trader perlu mempelajarinya. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, para trader perlu merancang strategi dan memahami bagaimana skema dari trading kripto ini sendiri.

    Dari penjelasandi atas, ada beberapa strategi jitu untuk memaksimalkan aktivitas trading melalui pola rising dan juga falling wedge. Apa sajakah itu?

    1. Menentukan Target Profit dan Risiko

    Trading kripto adalah aktivitas yang memiliki risiko. Dengan demikian, sebaiknya trader harus mengkalkulasikan kerugian dan keuntungan, serta mempertimbangkan target profit sebelum terjun ke pasar aset kripto.

    1. Mengonfirmasi Pola 

    Setelah menentukan target profit dan juga risiko, sebagai trader, Anda harus menganalisa pergerakan pola harga aset. Sebelum membeli aset, Anda harus memperhatikan apakah harga melewati garis tren atas atau menembus garis tren bawah.

    1. Menentukan Kapan Waktu yang Tepat untuk Stop-loss

    Stop-loss merupakan salah satu teknik dalam trading kripto yang mampu memitigasi kerugian. Dengan menggunakan teknik ini, para trader bisa mendapatkan keuntungan seperti mempertahankan uang yang diinvestasikan, menghasilkan keuntungan, dan mencegah kerugian yang lebih besar. 

    Kendati begitu, teknik ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada dua cara agar Anda dapat menentukan kapan harus melakukan stop-loss, di antaranya adalah dengan trailing stop-loss  

    1. Mengkonfirmasi Keaslian Wedge Pattern

    Ketika sedang melakukan aktivitas trading, trader terkadang menemukan pattern yang diragukan keabsahannya. Lantas, apabila menemukan hal seperti itu, apa yang harus dilakukan para trader bisa menganalisa pola dengan tepat? Ada dua metode yang bisa trader lakukan untuk mengkonfirmasi keaslian pola ini. Yang pertama adalah dengan memastikan naik atau turunnya nilai perdagangan aset.

    Kemudian, metode kedua yang bisa trader lakukan adalah memeriksa pergerakan harga aset apakah berada di bawah level Fibonacci 50% atau tidak. 

    Begitulah pembahasan tentang wedge pattern, kedua jenisnya, dan juga bagaimana cara menggunakan pola ini. Agar aktivitas trading kripto Anda tetap aman dan terhindar dari scam, sebaiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu. Untuk mendapatkan informasi yang komprehensif terkait dunia aset kripto, kunjungi website Tokonews dan bergabung di komunitas Tokocrypto sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jual-Beli NFT Enggak Pakai Ribet di TokoMall

    NFT (non-fungible token) adalah sebuah token unik yang merepresentasikan kepemilikan aset digital seperti foto, video, lagu hingga meme yang disimpan di blockchain. Bisa dibilang NFT adalah sebuah sertifikasi kepemilikan terhadap sebuah file digital.

    NFT lagi rame banget jadi topik obrolan orang-orang akhir ini. Kehadiran NFT dirasa sebagai solusi terhadap permasalahan replikasi atau plagiasi konten yang sering menjadi permasalahan dalam dunia digital.

    Di Indonesia sendiri aset digital NFT masih tergolong baru, belum ada data lengkap mengenai tren pertumbuhannya. Namun, mengutip Dappradar, tren transaksi penjualan NFT secara global menyentuh angka US$ 25 miliar sepanjang 2021.

    Ada NFT marketplace lokal yaitu TokoMall sebagai platform seniman atau konten kreator membuat karyanya menjadi aset digital. TokoMall sebagai pelopor marketplace NFT pertama yang ada di Indonesia, sangat mendukung artis hingga kreator lokal.

    Baca juga: Miris! NFT Tweet Pertama Jack Dorsey Dijual Rp 689 Miliar, hanya Ditawar Tertinggi Rp 4 Juta

    Mereka bisa membuat konten dalam bentuk tokenisasi NFT mulai dari tiket konser hingga karya lainnya seperti image, video, audio, hingga opini itu bisa di-NFT kan. Hingga konten NFT itu bisa menjadikan pundi-pundi keuangan mereka.

    Penjualan NFT juga memberikan artis dan kreator lokal peluang untuk mendapat royalti setiap karyanya terjual kembali. Hal ini dianggap dapat memecahkan masalah lain dari karya seni digital, yakni kurangnya apresiasi terhadap seniman atas karya seninya.

    NFT juga memberikan sebuah pengalaman baru yang mendekatkan penggemar dengan artis atau konten kreator. Selain penggemar mengoleksi produk NFT (dari nilai estetika), mereka juga bisa mendapatkan benefit lain dari NFT yang mereka pegang. Ini juga bisa dimonetisasi lagi sehingga mendapatkan pemasukan baru.

    Simak video berikut jika ingin tahu lebih lanjut soal TokoMall.



    Sumber : news.tokocrypto.com