Sejak kembali ke Gedung Putih, Presiden Donald Trump menunjukkan pendekatan baru terhadap industri kripto. Ia fokus pada aturan yang lebih jelas dan membangun Cadangan Strategis Kripto.
Namun, yang menarik perhatian banyak orang adalah kecenderungannya memilih aset tertentu seperti XRP, Solana (SOL), dan Cardano (ADA) dibandingkan dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Alasan Trump Mendukung XRP, SOL, dan ADA
CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, menjelaskan bahwa pemerintahan Trump hanya mendukung aset kripto yang dapat melayani kepentingan nasional Amerika Serikat. Dengan kata lain, aset-aset ini dianggap sebagai bagian dari strategi dominasi pasar keuangan AS.
Menurut laporan Zycrypto, dalam unggahannya di platform X, Young Ju menyebut bahwa industri kripto telah menjadi alat bagi Amerika Serikat untuk memperkuat posisinya di kancah global. Pilihan aset yang didukung ini bisa berkontribusi pada aliran modal asing ke dalam pasar kripto AS dan memberikan keunggulan bagi negara.
Trump telah mengarahkan Kelompok Kerja Presiden untuk terus mengembangkan Cadangan Strategis Kripto dengan memasukkan XRP, SOL, dan ADA.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Awalnya, Bitcoin dan Ethereum tidak masuk dalam daftar, tetapi kemudian kedua aset tersebut juga ditambahkan. Namun, menurut Young Ju, langkah ini bukan keuntungan bagi Bitcoin dan Ethereum karena kedua aset ini lebih netral secara global.
Kripto sebagai Senjata Ekonomi Amerika
Kebijakan Trump menekankan bahwa aset yang mendukung kepentingan AS akan mendapatkan perlindungan dan dukungan regulasi. Sebaliknya, aset yang dianggap netral atau tidak menguntungkan bagi AS bisa menghadapi tantangan regulasi yang lebih besar.
Hal ini terlihat dalam kebijakan yang lebih permisif terhadap proyek-proyek kripto yang sejalan dengan agenda nasional, termasuk penerbitan koin meme bertema Trump.
“Sekarang, jika sesuatu menguntungkan Trump dan mendukung kepentingan nasional AS, itu tidak lagi dianggap ilegal,” kata Young Ju. Ini menandakan bahwa selama proyek kripto mengikuti arah kebijakan pemerintah, mereka akan mendapatkan dukungan.
Dukungan dari Komunitas Kripto
Meskipun ada perdebatan tentang pemilihan aset dalam Cadangan Strategis Kripto, banyak pemegang kripto yang menyambut baik kebijakan ini. Mereka melihatnya sebagai bentuk penerimaan yang lebih besar terhadap industri kripto di AS dan peluang untuk meningkatkan modal baru di pasar.
Sejak dilantik kembali, Trump telah mengambil beberapa langkah strategis dalam dunia kripto. Ia membentuk gugus tugas khusus untuk merancang regulasi yang lebih jelas, serta mendorong beberapa negara bagian untuk mengesahkan RUU tentang Cadangan Bitcoin Strategis. Ini menjadi perubahan signifikan dibandingkan dengan pendekatan pemerintahan sebelumnya yang lebih ketat terhadap industri kripto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Solana, salah satu blockchain terkemuka di industri kripto, baru saja mencatat penurunan besar dalam pertumbuhan token bulanannya.
Menurut laporan U Today, berdasarkan data terbaru dari Dune Analytics, jumlah token yang dibuat di jaringan Solana pada Februari hanya mencapai 330.000. Angka ini menurun drastis sebesar 88% dibandingkan dengan Januari, di mana lebih dari 2,3 juta token baru tercipta.
Tingkat Pertumbuhan Terendah Sepanjang Sejarah
Analis kripto terkemuka, Conor Grogan, mengungkapkan bahwa ini merupakan tingkat pertumbuhan terendah yang pernah tercatat untuk ekosistem Solana. Ia berpendapat bahwa penurunan tajam ini kemungkinan besar disebabkan oleh berkurangnya aktivitas pertanian bot (bot farming).
“Sebagian besar token baru yang diciptakan berasal dari aktivitas bot dan praktik penipuan. Perlambatan ini bisa menjadi tanda bahwa investor ritel mulai lebih waspada terhadap skema penipuan, sehingga membuat praktik farming token menjadi kurang menguntungkan,” ujar Grogan.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dampak terhadap Ekosistem Solana
Selain penurunan jumlah token, ekosistem Solana juga mengalami kemerosotan pada metrik lainnya. Menurut analis Solana, Miles Deutscher, jumlah alamat baru di jaringan ini turun drastis hingga 53% sejak awal tahun.
Penurunan ini mirip dengan yang terjadi pada musim panas tahun lalu, yang menandai titik terendah jaringan Solana dalam beberapa indikator on-chain.
Lebih lanjut, laporan dari U.Today juga menunjukkan bahwa kepemilikan oleh investor besar (whales) di Solana mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini berdampak negatif pada performa harga token SOL, yang telah turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir, menurut data CoinGecko.
Masa Depan Solana: Akankah Bangkit Kembali?
Meskipun mengalami tantangan berat, beberapa analis meyakini bahwa Solana masih memiliki potensi untuk bangkit. Jika aktivitas on-chain dan kepercayaan investor kembali meningkat, ekosistem ini dapat kembali menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil.
Para pengamat pasar kini menantikan langkah strategis dari tim Solana dan komunitasnya untuk mengatasi masalah ini. Apakah ini hanya penurunan sementara atau tanda dari tren yang lebih besar? Hanya waktu yang akan menjawabnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan volatilitas ekstrem, dengan data dari TradingView dan Glassnode mencatat lonjakan fluktuasi harga mendekati rekor tertinggi dalam siklus ini.
Mengutip laman Cointelegraph dan Thedefiant pada Kamis (6/3), ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh perang dagang dan rencana cadangan kripto nasional semakin memperburuk kondisi pasar.
Faktor Pemicu Lonjakan Volatilitas
Berdasarkan laporan Glassnode, volatilitas Bitcoin dalam periode satu dan dua minggu telah melampaui 80%.
Sementara itu, rata-rata true range (ATR), indikator volatilitas lainnya, mencapai lebih dari 4.900 dibandingkan sekitar 3.000 pada akhir Februari.
Dampak Penurunan Harga Bitcoin
Sejak mencapai harga tertinggi sepanjang masa sekitar $109.000 pada Desember lalu, harga Bitcoin telah turun hampir 30% hingga 5 Maret.
Penurunan ini juga berdampak pada altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL), yang masing-masing turun lebih dari 50% dari puncaknya.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pengaruh Tarif dan Cadangan Kripto AS
Pada 4 Maret, Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 25% terhadap Kanada dan Meksiko, yang memicu ketidakpastian pasar.
Sebelumnya, optimisme sempat meningkat ketika Trump mengumumkan rencana cadangan kripto AS yang mencakup BTC, ETH, XRP, dan Cardano (ADA) pada 2 Maret.
Namun, reaksi pasar menunjukkan bahwa faktor makroekonomi lebih dominan dibandingkan sentimen positif dalam industri kripto.
Penurunan Tajam dan Likuidasi Besar-Besaran
Setelah menyentuh $93.000 pada 3 Maret, harga Bitcoin anjlok ke $82.000 akibat sentimen negatif dari kebijakan tarif.
Data menunjukkan bahwa lebih dari $1 miliar likuidasi terjadi di pasar derivatif kripto akibat fluktuasi harga yang ekstrem, dengan Bitcoin menyumbang sekitar $126 juta dan Ethereum $52 juta.
Pemulihan Harga Pasca Relaksasi Tarif
Pasar kripto mulai bangkit kembali setelah Presiden Trump melonggarkan tarif impor otomotif dari Kanada dan Meksiko, memberikan kelegaan bagi para investor.
Bitcoin kembali naik di atas $90.000, sementara Ethereum naik 3% ke $2.200 dan SOL menguat 2,5%.
Kapitalisasi pasar kripto pun meningkat 1,7% dalam 24 jam terakhir, menembus angka $3,05 triliun.
Kinerja Altcoin dan Indikator Sentimen Pasar
Di tengah reli pasar, beberapa altcoin mencatat kinerja yang luar biasa. Bitcoin Cash (BCH) melonjak 24%, sementara Jito (JTO) dan ONDO masing-masing naik 16%.
Namun, beberapa aset digital seperti Celestia (TIA) dan Toncoin (TON) mengalami penurunan sekitar 3%.
Indikator Sentimen Pasar: Extreme Fear
Indeks Ketakutan dan Keserakahan Bitcoin naik menjadi 20 setelah pemulihan harga, namun masih berada dalam kategori ‘Extreme Fear’.
Grafik ini mencerminkan ketidakpastian yang masih tinggi di kalangan investor, meskipun ada pemulihan harga.
Lonjakan volatilitas Bitcoin mencerminkan dampak besar faktor makroekonomi terhadap pasar kripto.
Kebijakan tarif AS dan rencana cadangan kripto menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan harga.
Investor perlu tetap waspada terhadap perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi yang dapat terus mempengaruhi pasar dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pemerintah federal Amerika Serikat (AS) telah memutuskan untuk hanya membeli Bitcoin dalam cadangan kripto strategisnya.
Menurut sumber yang dikutip oleh Cryptointelligence, meskipun sebelumnya ada pengumuman bahwa berbagai aset kripto seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Ripple (XRP) akan dimasukkan, pemerintah hanya akan aktif membeli Bitcoin.
Dampak Pengumuman terhadap Pasar Kripto
Setelah pengumuman ini, pasar kripto merespons dengan lonjakan harga signifikan. Bitcoin naik lebih dari 11% ke $94.164, sementara Ethereum meningkat 13% ke $2.516.
XRP, Solana, dan Cardano juga mengalami kenaikan. Namun, antusiasme ini tidak bertahan lama karena pada 3 Maret 2025, harga Bitcoin kembali terkoreksi ke $86.000, mencerminkan volatilitas tinggi dalam pasar kripto.
Implikasi Strategis bagi Keuangan Nasional
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Keputusan ini mencerminkan diversifikasi strategi cadangan nasional AS. Dengan menambahkan aset digital seperti Bitcoin, pemerintah berupaya meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan finansial negara.
Federico Brokate, kepala bisnis AS di 21Shares, menyebut langkah ini sebagai sinyal keterlibatan aktif pemerintah dalam ekonomi kripto.
Kritik dan Tantangan
Keputusan ini tidak lepas dari kritik. Beberapa ekonom menilai langkah tersebut berisiko karena volatilitas tinggi Bitcoin.
Selain itu, kurangnya regulasi di pasar kripto menimbulkan kekhawatiran terkait stabilitas finansial dan potensi penyalahgunaan.
Kritik lainnya menyebut bahwa kebijakan ini bisa menguntungkan investor besar yang telah memiliki Bitcoin dalam jumlah yang besar.
Meskipun kebijakan ini menandai era baru dalam pengelolaan cadangan kripto nasional, risiko dan tantangan tetap menjadi perhatian utama.
Dengan pasar kripto yang terus berkembang, langkah pemerintah AS ini akan menjadi sorotan utama dalam industri aset digital global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pemerintah Rusia, melalui Kementerian Keuangan dan Bank Sentral, tengah mengembangkan skema Experimental Legal Regime (EPR) untuk perdagangan kripto di dalam negeri seperti dikabarkan oleh Coincu pada Kamis (6/3).
Langkah ini akan membatasi partisipasi perdagangan kripto hanya untuk investor yang sangat terampil atau super-qualified investors.
Meski begitu, kriteria pasti mengenai klasifikasi investor ini masih dalam tahap pengembangan.
Hanya Investor Super-qualified yang Bisa Berdagang Kripto
Alexey Yakovlev, Direktur Departemen Kebijakan Keuangan di Kementerian Keuangan Rusia, menegaskan bahwa perdagangan mata uang digital bukan sekadar wacana, melainkan sedang dalam proses realisasi.
Investor yang memenuhi syarat diharapkan berasal dari bank, pelaku pasar profesional, serta individu tertentu yang memiliki kualifikasi keuangan tinggi.
Saat ini, batasan kekayaan bagi investor berkualifikasi di Rusia adalah 12 juta rubel dan akan meningkat menjadi 24 juta rubel pada 1 Januari 2026.
Fokus Regulasi: Keamanan dan Perlindungan Investor
Ilustrasi kripto.
Yakovlev menekankan bahwa keberhasilan regulasi ini bergantung pada tiga faktor utama, yaitu pembentukan kerangka EPR, seleksi ketat bagi investor berkualifikasi, serta mitigasi risiko perdagangan.
Hingga kini, diskusi antara Kementerian Keuangan, Bank Sentral, dan pelaku pasar masih berada pada tahap awal, dengan fokus utama pada keamanan dan perlindungan hak investor.
Rusia Izinkan Kripto untuk Transaksi Internasional
Sejak 1 September 2024, Bank Sentral Rusia telah mengizinkan penggunaan kripto dalam aktivitas ekonomi luar negeri berdasarkan kerangka hukum khusus.
Regulasi ini memungkinkan bank menentukan aturan perdagangan serta membentuk operator penyelesaian transaksi berbasis mata uang digital di bawah Sistem Pembayaran Nasional.
Meski begitu, penggunaan kripto untuk pembayaran domestik tetap dilarang oleh pemerintah Rusia.
Adopsi Kripto Sebagai Alternatif Sistem Pembayaran Global
Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov, mengungkapkan bahwa beberapa perusahaan Rusia telah menggunakan Bitcoin dan mata uang digital lainnya untuk transaksi internasional.
Langkah ini menjadi bagian dari respons Rusia terhadap sanksi ekonomi Barat pasca-invasi ke Ukraina.
Salah satu dampak terbesar dari sanksi tersebut adalah dikeluarkannya bank-bank Rusia dari sistem pembayaran internasional SWIFT, yang menyulitkan transaksi lintas negara.
Putin dan Strategi Kripto untuk Menghindari Sanksi Barat
Presiden Rusia Vladimir Putin menilai bahwa dominasi dolar dalam sistem keuangan global telah dimanfaatkan oleh Amerika Serikat sebagai alat politik.
Oleh karena itu, Rusia berupaya mengembangkan alternatif pembayaran yang tidak bergantung pada sistem keuangan Barat, salah satunya dengan mengadopsi mata uang digital.
Meski begitu, strategi ini memicu perdebatan karena bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang menjadi dasar utama mata uang kripto seperti Bitcoin.
Langkah Rusia dalam mengatur perdagangan kripto menandai perubahan signifikan dalam kebijakan keuangan negara tersebut.
Dengan memperkenalkan sistem EPR dan membatasi perdagangan hanya bagi investor berkualifikasi tinggi, Rusia berusaha menyeimbangkan inovasi teknologi dengan perlindungan ekonomi.
Di sisi lain, penggunaan kripto untuk transaksi internasional menunjukkan bagaimana negara ini semakin bergantung pada aset digital sebagai respons terhadap tekanan geopolitik global.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Grayscale Investments, salah satu manajer aset kripto terbesar di dunia, mengajukan proposal baru untuk meluncurkan exchange-traded fund (ETF) bagi token asli Hedera Network, HBAR.
Dailyhodl menyebutkan bahwa langkah ini terlihat dalam pengajuan dokumen 19b-4 oleh Nasdaq kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk mencatatkan dan memperdagangkan Grayscale Hedera Trust.
Apa Itu ETF Kripto?
ETF adalah instrumen investasi yang memungkinkan investor memperoleh eksposur terhadap aset seperti logam mulia dan kripto tanpa harus membelinya secara langsung.
SEC telah menyetujui ETF berbasis Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) pada tahun 2024, sekaligus membuka jalan bagi aset kripto lainnya untuk memasuki pasar ETF.
Pergerakan harga Hedera (HBAR/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Sebagai pesaing Ethereum, Hedera menjadi salah satu aset kripto yang sedang diupayakan untuk masuk dalam ETF oleh Grayscale.
Harga HBAR saat ini diperdagangkan di kisaran $0,24, mengalami kenaikan 7,4% dalam 24 jam terakhir.
Ekspansi Grayscale ke Aset Kripto Lainnya
Selain Hedera, Grayscale juga telah mengajukan ETF untuk Cardano (ADA), yang jika disetujui akan menjadi ETF pertama untuk pesaing Ethereum tersebut.
Perusahaan ini juga sedang mengupayakan ETF untuk Solana (SOL) dan konversi Grayscale XRP Trust menjadi ETF berbasis spot.
Dukungan Regulasi dari Pemerintah AS
Aktivitas pengajuan ETF oleh Grayscale semakin meningkat seiring dengan janji Presiden AS Donald Trump untuk menciptakan lingkungan regulasi yang lebih ramah terhadap aset digital.
Paul Atkins, yang dikenal sebagai pendukung industri kripto, telah ditunjuk untuk memimpin SEC menggantikan Gary Gensler yang sebelumnya dianggap anti-kripto.
Dengan tren positif ini, pasar ETF kripto berpotensi semakin berkembang, memberikan investor lebih banyak pilihan untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital tanpa harus memilikinya secara langsung.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Ethereum (ETH) mengalami kenaikan harga sebesar 14,2% setelah pulih dari level support $2,000 (Rp 32,6 juta) pada 4 Maret.
Namun, harga Ethereum kesulitan untuk menembus angka $2.200 (Rp 35,8 juta) dan tertinggal 11% dibandingkan dengan pasar kripto secara keseluruhan dalam dua minggu terakhir.
Hal ini disebabkan beberapa faktor utama yang menjadi penghambat Ethereum untuk kembali bullish. Berikut faktor utama yang menjadi penghambat Ethereum untuk kembali bullish.
Aktivitas Onchain yang Melemah
Cointelegraph melaporkan pada Kamis (6/3) bahwa salah satu penyebab utama stagnasi harga Ethereum adalah menurunnya aktivitas onchain.
Data menunjukkan volume transaksi di beberapa platform utama berbasis Ethereum mengalami penurunan signifikan.
Misalnya, Curve Finance mengalami penurunan aktivitas hingga 49%, sementara Pendle mencatat penurunan sebesar 16% dalam periode yang sama.
Penurunan Total Value Locked (TVL)
Total Value Locked (TVL) Ethereum turun 13% dalam dua minggu terakhir menjadi $50,8 miliar.
Penurunan ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap Ethereum sebagai ekosistem DeFi sedang melemah.
Sebagai perbandingan, TVL BNB Chain hanya turun 8% di periode yang sama, meskipun dengan nilai yang jauh lebih kecil sebesar $5,1 miliar.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 6 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Kekhawatiran terhadap Emisi ETH
Penurunan aktivitas transaksi juga menyebabkan penurunan biaya transaksi rata-rata Ethereum hingga di bawah $1 untuk pertama kalinya sejak Juli 2020.
Meskipun biaya transaksi yang lebih rendah dapat meningkatkan adopsi, tapi kondisi yang sama juga menunjukkan lemahnya permintaan jaringan.
Ditambah lagi, mekanisme burn ETH yang diperkenalkan melalui EIP-1559 tidak cukup untuk menyeimbangkan peningkatan pasokan akibat ekspansi solusi layer-2.
Outflow dari Spot ETF Ethereum
Dalam kurun waktu 19 Februari hingga 4 Maret 2025, ETF Ethereum mengalami outflow bersih sebesar $336 juta.
Nilai tersebut mencerminkan bahwa minat institusional terhadap ETH semakin menurun, terutama dengan adanya spekulasi bahwa Solana (SOL) bisa mendapatkan persetujuan ETF di AS.
Saat ini, hanya Bitcoin dan Ethereum yang memiliki status tersebut, namun dominasi ETH dalam ETF tampaknya mulai tergerus.
Tantangan dari Regulasi dan Kebijakan AS
Ethereum juga menghadapi ketidakpastian dari sisi regulasi. Pada 7 Maret nanti, Gedung Putih akan mengadakan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan kripto untuk membahas kebijakan aset digital strategis di bawah pemerintahan Donald Trump.
Laporan menyebutkan bahwa Bitcoin mungkin akan diberikan status khusus, sementara peluang Ethereum untuk mendapatkan pengakuan serupa masih dipertanyakan.
Ethereum menghadapi tantangan besar untuk kembali menguat di atas $2.200. Melemahnya aktivitas onchain, penurunan TVL, peningkatan pasokan ETH, serta spekulasi terkait regulasi dan ETF menjadi faktor utama yang menghambat pertumbuhan harga ETH.
Dengan kondisi ini, investor masih menunggu langkah selanjutnya dari jaringan Ethereum, terutama dalam hal peningkatan ekosistem dan adopsi teknologi baru.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Setelah mengalami fase penurunan, koin Pi Network (PI) kini menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
Dilaporkan BeInCrypto, momentum pembelian yang meningkat memberikan dorongan baru bagi PI, membuat para investor optimis bahwa koin ini dapat kembali mencapai harga tertinggi sepanjang masa (ATH) di $3.
PI sempat mencapai ATH di $3 pada 27 Februari sebelum aksi ambil untung membuatnya turun drastis ke $1,51 pada 2 Maret.
Namun, sejak saat itu, harga PI telah mulai pulih, menandakan adanya perubahan sentimen di pasar. Para investor tampaknya kembali menguasai keadaan dan membawa koin ini ke jalur pemulihan.
Salah satu indikator teknis utama, Balance of Power (BoP), menunjukkan peningkatan kekuatan pembeli di pasar. Saat ini, BoP berada pada level tertinggi di 0,92, yang mengindikasikan bahwa pembeli memiliki kendali penuh atas pergerakan harga.
BoP mengukur keseimbangan antara kekuatan beli dan jual dalam periode tertentu. Ketika indikator ini berada di zona positif, itu berarti ada tekanan beli yang kuat yang dapat mendorong harga lebih tinggi. Jika tren ini berlanjut, PI memiliki peluang besar untuk kembali menyentuh level $3 dalam waktu dekat.
Arus Masuk Modal Menguat, Permintaan PI Meningkat
Analisis Harga PI Network. Sumber: TradingView.
Indikator lain yang memperkuat optimisme pasar adalah Chaikin Money Flow (CMF), yang saat ini berada di angka 0,08. CMF mengukur aliran uang masuk dan keluar dari aset, dan posisi di atas nol menunjukkan adanya arus masuk modal yang berkelanjutan ke PI.
Dengan permintaan yang lebih besar dibandingkan pasokan, PI memiliki peluang untuk terus mengalami kenaikan harga. Jika tren ini tetap kuat, level resistance di $2,12 bisa ditembus, membuka jalan bagi PI untuk kembali ke ATH $3.
PI Menghadapi Tantangan di Level Kritis
Saat ini, PI bertahan di atas support di $1,97. Jika tekanan beli terus meningkat, koin ini bisa menembus resistance di $2,12 dan melanjutkan tren bullish menuju ATH. Namun, ada risiko yang perlu diperhatikan: jika permintaan tidak cukup kuat untuk menyerap pasokan yang beredar, harga PI bisa kembali turun.
Sejauh ini, lebih dari 188 juta PI telah didistribusikan kepada lebih dari 1 juta Pioneer. Jika tekanan jual meningkat tanpa adanya dukungan permintaan yang cukup, harga PI bisa jatuh ke $1,62 atau bahkan turun lebih dalam ke $1,34.
Jika tekanan beli berlanjut, ATH $3 bukanlah hal yang mustahil dalam waktu dekat!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Selamat datang di Market Sinyal Harian edisi spesial Ramadan. Hari ini Kamis, 6 Maret 2025, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk lima kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.
Rangkuman Berita dan Sentimen Pasar Crypto
Avalanche (AVAX) merestrukturisasi program Ambassador menjadi Avalanche Team1, dengan sistem XP untuk mengukur kontribusi komunitas.
Harga AVAX naik ke $22.18 dengan potensi kenaikan hingga $22.99 (+5.71%), didukung level support di $21.36 dan $21.75.
Indikator RSI menunjukkan 70.76, mendekati overbought, menandakan kemungkinan koreksi atau kelanjutan tren bullish.
Bybit hacker telah berhasil mencuci 499,000 ETH dalam 10 hari menggunakan THORChain, menghasilkan $5.5 juta dalam biaya transaksi.
Coinbase CEO diundang ke White House Crypto Summit yang akan membahas kebijakan crypto dengan pemerintahan Trump.
Michael Saylor juga diundang ke White House Crypto Summit pada hari Jumat, memperkuat hubungan antara pemerintah dan ekosistem Bitcoin.
SBI VC Trade di Jepang menjadi perusahaan pertama yang memperoleh lisensi stablecoin, akan memulai perdagangan USDC pada 12 Maret.
U.S. Treasury menegaskan kebijakan untuk menurunkan suku bunga guna mendukung pasar keuangan.
IMF mengumumkan kebijakan baru yang melarang akumulasi Bitcoin oleh sektor publik di El Salvador.
Coinbase mengajukan permintaan FOIA untuk mengungkap seberapa banyak dana yang dihabiskan SEC dalam penegakan regulasi crypto.
Pasar crypto saat ini menunjukkan volatilitas tinggi, dengan berbagai faktor ekonomi dan kebijakan regulasi yang memengaruhi pergerakan harga.
Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.
AVAX/USDT (🔼 5.71%)
Entry: $21.75
Stop Loss: $21.36
Take Profit: $22.99
AVAX/USDT menunjukkan potensi kenaikan harga dengan harga saat ini berada di sekitar $22.11, setelah harga sempat melambung ke $22.18. Saat ini harga bergerak di sekitar level support di $21.75. Jika harga dapat bertahan di atas support tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance di $22.99 sangat terbuka.
RSI berada pada level 69.99, yang menunjukkan kondisi pasar sudah mendekati overbought, sehingga pergerakan harga selanjutnya bisa sedikit terkoreksi sebelum melanjutkan kenaikan lebih lanjut. Volume perdagangan menunjukkan aktivitas beli yang cukup kuat, namun perlu waspada terhadap tekanan jual yang bisa muncul pada level-level kunci.
STORJ/USDT (🔼 3.28%)
Entry: $0.3121
Stop Loss: $0.3079
Take Profit: $0.3223
STORJ/USDT menunjukkan kenaikan harga yang positif dengan harga saat ini berada di sekitar $0.3141, setelah mencatatkan puncaknya di sekitar $0.3223. Support terdekat terletak pada level $0.3079, dengan resistance yang dapat dijadikan target di sekitar $0.3223.
RSI menunjukkan angka 68.09, yang mengindikasikan kondisi pasar yang sudah memasuki zona overbought, namun belum menunjukkan potensi reversal. Volume perdagangan menunjukan aksi beli yang cukup kuat, dengan tekanan jual yang mulai mereda. Dengan demikian, STORJ berpotensi melanjutkan kenaikannya menuju resistance di $0.3223 sebelum adanya kemungkinan pembalikan harga.
BB/USDT (🔼 5.31%)
Entry: $0.1431
Stop Loss: $0.1410
Take Profit: $0.1507
BB/USDT menunjukkan kenaikan harga yang cukup signifikan dari level sekitar 0.1410 menuju puncaknya di 0.1462. Harga saat ini berada di dekat resistance kuat pada level 0.1507. Dengan pergerakan harga yang cenderung mengarah ke area tersebut, potensi untuk mencapai harga tersebut masih ada, dengan target harga di 0.1507 menunjukkan kenaikan sekitar 5.31%.
RSI menunjukkan angka 67.04, yang menandakan bahwa pasar berada di zona overbought, namun tidak dalam level yang ekstrem. Ini mengindikasikan bahwa masih ada potensi untuk melanjutkan pergerakan bullish dalam jangka pendek.
Volume perdagangan terlihat meningkat, menandakan minat beli yang cukup kuat, namun perlu diperhatikan bahwa RSI yang mendekati angka 70 bisa mengindikasikan potensi koreksi jika tidak ada momentum yang cukup kuat.
DOGE/USDT (🔼 3.74%)
Entry: $0.20514
Stop Loss: $0.20307
Take Profit: $0.21292
DOGE/USDT menunjukkan potensi kenaikan harga dengan harga saat ini berada di sekitar $0.2091, setelah harga sempat mencapai puncaknya di $0.20913. Saat ini harga bergerak di sekitar level support di $0.20514.
Jika harga dapat bertahan di atas support tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance di $0.21292 sangat terbuka. RSI berada pada level 66.43, yang menunjukkan kondisi pasar mendekati overbought, sehingga pergerakan harga selanjutnya bisa sedikit koreksi sebelum melanjutkan kenaikan lebih lanjut.
Volume perdagangan menunjukkan aktivitas beli yang cukup kuat, namun perlu waspada terhadap tekanan jual yang bisa muncul pada level-level kunci.
ZRO/USDT (🔼 4.27%)
Entry: $2.251
Stop Loss: $2.216
Take Profit: $2.347
ZRO/USDT menunjukkan potensi kenaikan harga dengan harga saat ini berada di sekitar $2.269, setelah mengalami penurunan ke level $2.263. Saat ini harga bergerak di sekitar level support di $2.265.
Jika harga dapat bertahan di atas level support tersebut, peluang untuk melanjutkan kenaikan menuju resistance di $2.347 sangat terbuka. RSI berada di level 55.01, menunjukkan bahwa pasar cenderung netral, namun ada kemungkinan pergerakan harga akan sedikit terkoreksi sebelum melanjutkan kenaikan.
Volume perdagangan menunjukkan aktivitas beli yang cukup kuat, namun perlu diwaspadai adanya tekanan jual yang bisa muncul pada level-level kunci.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Bitcoin selalu memperlihatkan pergerakan yang sangat menarik setiap tahunnya, termasuk selama bulan Ramadan.
Pada artikel ini akan membandingkan pergerakan Bitcoin selama bulan Ramadahan dalam 4 tahun terakhir, bagaimana pergerakannya? Yuk simak baik-baik!
Pergerakan Bitcoin Selama Bulan Ramadan 2021
Periode Ramadan tahun 2021 dimulai pada malam Senin, 12 April 2021, dan berakhir pada Rabu, 11 Mei 2021.
Selama Ramadan 2021, pergerakan harga Bitcoin mengalami volatilitas yang cukup signifikan. Pada hari pertama, harga Bitcoin berada di 59,863, mengalami kenaikan tajam pada hari ke 2 sebesar 6.14%. Pada pertengahan Ramadan, harga Bitcoin mengalami beberapa penurunan signifikan, termasuk total penurunan 8$ pada hari ke 10 dan 11.
Meskipun ada beberapa hari dengan kenaikan kecil, tren keseluruhan menunjukkan penurunan. Pada hari ke-30, harga Bitcoin ditutup pada $56,695.70 dengan penurunan total -5.29% selama periode Ramadan ini.
Hari
Harga
Perubahan %
Hari
Harga
Perubahan %
Hari ke-1
59,863.80
-0.19%
Hari ke-16
55,036.50
1.88%
Hari ke-2
63,540.90
6.14%
Hari ke-17
54,841.40
-0.35%
Hari ke-3
62,980.40
-0.88%
Hari ke-18
53,560.80
-2.34%
Hari ke-4
63,216.00
0.37%
Hari ke-19
57,720.30
7.77%
Hari ke-5
61,379.70
-2.90%
Hari ke-20
57,807.10
0.15%
Hari ke-6
60,041.90
-2.18%
Hari ke-21
56,603.80
-2.08%
Hari ke-7
56,207.10
-6.39%
Hari ke-22
57,169.80
1%
Hari ke-8
55,646.10
-1.00%
Hari ke-23
53,741.50
-6.00%
Hari ke-9
56,483.20
1.50%
Hari ke-24
57,441.30
6.88%
Hari ke-10
53,820.20
-4.71%
Hari ke-25
56,405.40
-1.80%
Hari ke-11
51,729.50
-3.88%
Hari ke-26
57,337.20
1.65%
Hari ke-12
51,143.60
-1.13%
Hari ke-27
58,840.10
2.62%
Hari ke-13
50,088.90
-2.06%
Hari ke-28
58,238.30
-1.02%
Hari ke-14
48,963.60
-2.25%
Hari ke-29
55,848.90
-4.10%
Hari ke-15
54,020.50
10.33%
Hari ke-30
56,695.70
1.52%
Pergerakan Bitcoin Selama Bulan Ramadan 2022
Periode Ramadan tahun 2022 dimulai pada malam Sabtu, 2 April 2022, dan berakhir pada Minggu, 1 Mei 2022.
Selama Ramadan 2022, pergerakan harga Bitcoin juga menunjukkan volatilitas yang cukup signifikan. Pada hari pertama, harga Bitcoin berada di 45,811.00. Pada bulan Ramadan ini, Bitcoin terlihat mengalami penurunan harga yang cukup konsisten dari awal hinggal tengah bulan Ramadan.
Penurunan signifikan lain, terjadi pada hari pada hari ke-25 , dengan penurunan sebesar -5.72% penurunan ini terus mengiringi Bitcoin sampai dengan akhir Ramadan 2022 yang ditutup pada harga 38,461 dengan penurunan total -16.05% selama periode Ramadan ini.
Hari
Harga
Perubahan %
Hari
Harga
Perubahan %
Hari ke-1
45,811.00
-1.05%
Hari ke-16
39,703.00
-1.68%
Hari ke-2
46,407.00
1.30%
Hari ke-17
40,803.00
2.77%
Hari ke-3
46,629.00
0.48%
Hari ke-18
41,503.00
1.72%
Hari ke-4
45,506.00
-2.41%
Hari ke-19
41,368.00
-0.33%
Hari ke-5
43,173.00
-5.13%
Hari ke-20
40,482.00
-2.14%
Hari ke-6
43,448.00
0.64%
Hari ke-21
39,709.00
-1.91%
Hari ke-7
42,275.00
-2.70%
Hari ke-22
39,418.00
-0.73%
Hari ke-8
42,767.00
1.16%
Hari ke-23
39,464.00
0.12%
Hari ke-9
42,138.00
-1.47%
Hari ke-24
40,427.00
2.44%
Hari ke-10
39,497.00
-6.27%
Hari ke-25
38,113.00
-5.72%
Hari ke-11
40,078.00
1.47%
Hari ke-26
39,243.00
2.96%
Hari ke-12
41,133.00
2.63%
Hari ke-27
39,748.00
1.29%
Hari ke-13
39,936.00
-2.91%
Hari ke-28
38,581.00
-2.94%
Hari ke-14
40,560.00
1.56%
Hari ke-29
37,650.00
-2.41%
Hari ke-15
40,382.00
-0.44%
Hari ke-30
38,461.00
2.15%
Pergerakan Bitcoin Selama Bulan Ramadan 2023
Periode Ramadan tahun 2023 dimulai pada malam Rabu, 22 Maret 2023, dan berakhir pada Kamis, 20 April 2023.
Selama Ramadan 2023, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan fluktuasi yang cukup beragam. Pada hari pertama, harga Bitcoin berada di 27,261 dan dibuka dengan penurunan sebesar 3.03%. Sepanjang bulan hingga Bitcoin cenderung terlihat mengalami stagnasi dan sedikit penurunan.
Pada hari ke-26 Bitcoin kembali mengalami penurunan sebesar 2.89%, hingga pada akhir Ramadan, harga Bitcoin ditutup pada $28,240 dengan total penurunan -1.99%.
Hari
Harga
Perubahan %
Hari
Harga
Perubahan %
Hari ke-1
27,261.70
-3.03%
Hari ke-16
28,036.70
-0.49%
Hari ke-2
28,310.70
3.85%
Hari ke-17
27,910.40
-0.45%
Hari ke-3
27,462.20
-3.00%
Hari ke-18
27,941.20
0.11%
Hari ke-4
27,475.60
0.05%
Hari ke-19
28,326.60
1.38%
Hari ke-5
27,973.50
1.81%
Hari ke-20
29,641.00
4.64%
Hari ke-6
27,129.80
-3.02%
Hari ke-21
30,209.60
1.92%
Hari ke-7
27,262.20
0.49%
Hari ke-22
29,886.40
-1.07%
Hari ke-8
28,350.40
3.99%
Hari ke-23
30,387.40
1.68%
Hari ke-9
28,029.50
-1.13%
Hari ke-24
30,472.50
0.28%
Hari ke-10
28,473.70
1.58%
Hari ke-25
30,299.60
-0.57%
Hari ke-11
28,456.10
-0.06%
Hari ke-26
30,310.30
0.04%
Hari ke-12
28,198.30
-0.91%
Hari ke-27
29,434.90
-2.89%
Hari ke-13
27,802.10
-1.41%
Hari ke-28
30,382.20
3.22%
Hari ke-14
28,164.40
1.30%
Hari ke-29
28,813.70
-5.16%
Hari ke-15
28,173.50
0.03%
Hari ke-30
28,240.50
-1.99%
Pergerakan Bitcoin Selama Bulan Ramadan 2024
Periode Ramadan tahun 2023 dimulai pada malam Senin, 11 Maret 2024, dan berakhir pada Selasa, 9 April 2024.
Selama Ramadan 2024, pergerakan harga Bitcoin mengalami fluktuasi yang cukup dinamis. Di awal Ramadan, harga Bitcoin dibuka pada 72,099 dengan sedikit kenaikan.
Penurunan tajam terjadi pada hari kesembilan, dengan penurunan sebesar 8.20% ke 62,050. Meskipun dalam beberapa hari mengalami kenaikan, seperti pada hari ke sepuluh dengan kenaikan hingga 9.35%, tetapi Bitcoin kembali mengalami penurunan pada hari ke-23 sebesar -6.07%.
Pada akhir Ramadan, harga Bitcoin ditutup pada $69,148.00, dengan total penurunan -4.09%.
Hari
Harga
Perubahan %
Hari
Harga
Perubahan %
Hari ke-1
72,099.10
4.54%
Hari ke-16
69,999.30
0.15%
Hari ke-2
71,470.20
-0.87%
Hari ke-17
69,442.40
-0.80%
Hari ke-3
73,066.30
2.23%
Hari ke-18
70,762.10
1.90%
Hari ke-4
71,387.50
-2.30%
Hari ke-19
69,871.70
-1.26%
Hari ke-5
69,463.70
-2.69%
Hari ke-20
69,611.50
-0.37%
Hari ke-6
65,314.20
-5.97%
Hari ke-21
71,332.00
2.47%
Hari ke-7
68,391.20
4.71%
Hari ke-22
69,664.40
-2.34%
Hari ke-8
67,594.10
-1.17%
Hari ke-23
65,439.20
-6.07%
Hari ke-9
62,050.00
-8.20%
Hari ke-24
65,963.00
0.80%
Hari ke-10
67,854.00
9.35%
Hari ke-25
68,496.50
0.38%
Hari ke-11
65,503.80
-3.46%
Hari ke-26
67,830.60
-0.97%
Hari ke-12
63,785.50
-2.62%
Hari ke-27
68,890.60
1.56%
Hari ke-13
64,037.80
0.40%
Hari ke-28
69,360.40
0.68%
Hari ke-14
67,211.90
4.96%
Hari ke-29
71,630.10
3.27%
Hari ke-15
69,892.00
3.99%
Hari ke-30
69,148.00
-3.47%
Kesimpulan
Dilihat dari pola historisnya selama Ramadan 4 tahun terakhir yakni 2021, 2022, 2023, dan 2024 terlihat bahwa Bitcoin cenderung mengalami penurunan. Tren ini menunjukkan pola yang konsisten meskipun dengan tingkat penurunan yang bervariasi setiap tahunnya.
Pada 2021, harga mengalami penurunan total sebesar -5.29%. Tahun berikutnya, 2022, penurunan lebih tajam terjadi dengan total -16.05%, yang merupakan penurunan terbesar dari data di atas, hal ini mencerminkan kondisi pasar kripto yang sangat bergejolak pada tahun tersebut.
Pada 2023, penurunan lebih moderat sebesar -1.99%, menunjukkan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dua tahun sebelumnya. Sementara pada 2024, penurunan sebesar –4.09% kembali terjadi, mengindikasikan bahwa volatilitas dengan dominasi penurunan harga masih menjadi karakteristik utama pergerakan harga Bitcoin selama bulan Ramadan.
Pola penurunan yang konsisten ini mungkin dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan perilaku trading selama bulan Ramadan, sentimen pasar global, serta faktor makroekonomi lainnya.
Bagi investor, pemahaman akan pola historis ini dapat menjadi pertimbangan penting dalam strategi investasi mereka selama bulan Ramadan.
Sebagai investor, kamu dapat memanfaatkan penurunan ini sebagai waktu yang tepat untuk melakukan akumulasi. Salah satunya dengan menggunakan metode Dollar Cost Averaging (DCA) atau pembelian berkala yang bisa kamu lakukan dengan mudah di Tokocrypto melalui link berikut: Cara Mudah Pakai Fitur Recurring Buy (DCA) di Aplikasi Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.