Author: 24

  • Stablecoin, Bukan Bitcoin, yang Jadi Transaksi Utama di Afrika

    Di tengah pergeseran paradigma penggunaan kripto di Afrika, stablecoin kini menggantikan Bitcoin sebagai alat transaksi utama. Dalam wawancara eksklusif dengan BeInCrypto, CEO Yellow Card, Chris Maurice, mengungkapkan bahwa lebih dari 99% transaksi di bursa pan-Afrika berbasis stablecoin—didorong oleh kebutuhan finansial yang nyata, bukan spekulasi.

    Stablecoin Menjadi Pilar Utama Transaksi di Afrika

    Dilaporkan BeInCrypto, Chris Maurice menjelaskan bahwa sejak peluncuran Yellow Card pada tahun 2019, kripto di benua ini awalnya identik dengan Bitcoin. Namun, dengan semakin jelasnya regulasi dan runtuhnya sistem keuangan fiat, stablecoin seperti Tether (USDT) telah mendominasi. Maurice menegaskan,

    “Stablecoin memecahkan tantangan praktis layanan keuangan di Afrika. Orang-orang membutuhkan cara yang cepat dan murah untuk memindahkan uang agar dapat bertahan dan berkembang.”

    Penggunaan stablecoin terbukti lebih andal sebagai penyimpanan nilai, terutama di negara-negara seperti Nigeria yang tengah mengalami tekanan inflasi dan keterbatasan layanan perbankan.

    Integrasi Uang Seluler dan Mata Uang Lokal untuk Solusi Nyata

    Yellow Card tidak hanya berperan sebagai bursa kripto, tetapi juga sebagai penyedia infrastruktur keuangan. Dengan mengintegrasikan sistem uang seluler—seperti M-Pesa di Kenya—serta mata uang fiat lokal seperti naira Nigeria dan cedi Ghana, perusahaan ini membantu pengguna yang tidak memiliki rekening bank.

    Menurut Maurice, infrastruktur ini memungkinkan bisnis untuk fokus pada pertumbuhan, tanpa harus khawatir soal kepatuhan dan pengelolaan pertukaran mata uang.

    Regulasi dan Kolaborasi: Mendorong Kepastian di Pasar Kripto

    Maurice mencatat bahwa tahun 2024 menandai titik kritis dalam perkembangan regulasi kripto di Afrika. Negara-negara seperti Afrika Selatan, Kenya, dan Maroko kini mulai menetapkan kerangka kerja yang lebih jelas untuk aset kripto.

    “Ada momentum regulasi di Afrika yang terus meningkat. Bendungan telah jebol,” ujar Maurice.

    Yellow Card pun aktif membantu pembentukan undang-undang di beberapa pasar utama, sehingga menciptakan kondisi yang lebih kondusif untuk pertumbuhan ekosistem keuangan berbasis kripto.

    Melawan Dominasi Pasar Informal

    Meskipun terdapat kemajuan di sektor regulasi, tantangan masih ada. Di sejumlah negara seperti Ethiopia, Kamerun, dan Maroko, larangan langsung telah mendorong pengguna untuk memilih jaringan P2P berisiko tinggi. Maurice menekankan pentingnya persaingan yang setara dengan menjaga standar AML (Anti Money Laundering) dan perlindungan data agar dapat memitigasi risiko yang ada.

    Yellow Card: Jembatan Menuju Pasar Global

    Pendanaan ventura sebesar $85 juta memungkinkan Yellow Card tidak hanya untuk meningkatkan kepatuhan, namun juga memperluas jaringan kemitraan lintas batas. Dalam hal pembayaran internasional, perusahaan ini membantu bisnis mengurangi kebutuhan modal kerja serta mengoptimalkan ekspansi ke pasar baru.

    “Yellow Card telah membangun serangkaian tombol mudah bagi perusahaan untuk berekspansi ke pasar-pasar yang rumit dan bertumbuh pesat,” tambah Maurice.

    Prediksi Akhir SWIFT dan Masa Depan Transfer Internasional

    Salah satu prediksi paling berani dari Maurice adalah penurunan sistem SWIFT dalam lima tahun ke depan. Dengan keamanan tingkat perusahaan dan dukungan regulasi yang ketat, stablecoin diyakini dapat menggantikan transfer internasional tradisional. Maurice menambahkan bahwa sudah banyak praktisi keuangan tradisional yang mulai menggunakan stablecoin untuk menyimpan dan mentransfer nilai, menandai pergeseran struktural dalam sistem keuangan global.

    Dengan adopsi stablecoin yang semakin meluas, Afrika kini menunjukkan contoh nyata bagaimana kripto dapat memberdayakan ekonomi melalui solusi praktis dan inklusif. Yellow Card, yang terus mengembangkan kemitraan dan inovasi, semakin menegaskan peran vitalnya dalam transformasi keuangan di benua ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset Kripto: Efek Domino Tarif Trump, Tekanan Global, Aksi Jual Lokal

    Pengenaan tarif besar-besaran oleh Presiden Trump terhadap negara-negara mitra dagang memicu sentimen global risk-off yang signifikan. Dampaknya menyebar dari koreksi tajam di Wall Street hingga pelemahan rupiah dan panic selling di IHSG.

    Dalam riset yang dilakukan oleh Tim Research Tokocrypto, disoroti bahwa bagi pelaku pasar Indonesia, terutama di sektor kripto, penting untuk mengadopsi strategi defensif dan mengutamakan lindung nilai terhadap volatilitas eksternal.

    1. Kebijakan Tarif Trump & Tujuannya

    ​Pada 2 April 2025, Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang dikenal sebagai “Reciprocal Tariffs,” yang mencakup:

    • Tarif dasar 10% untuk semua barang impor ke AS.
    • Tarif tambahan spesifik untuk negara-negara dengan praktik dagang yang dianggap tidak adil: China (34%), Vietnam (46%), Indonesia (32%), Uni Eropa (20%), India (26%), dsb.

    Sumber: bbc.com

    Sebagai perkembangan terbaru, pada 8 April 2025, AS menaikkan tarif terhadap barang impor asal Tiongkok menjadi 104% sebagai bentuk pembalasan atas tarif 34% yang sebelumnya diberlakukan oleh Beijing terhadap produk-produk AS. 

    Tujuan utama penerapan Tarif

    • Mengurangi defisit perdagangan AS.​
    • Mendorong produksi manufaktur dalam negeri.
    • ​Menanggapi praktik perdagangan yang dianggap tidak adil oleh mitra dagang.​

    Kebijakan ini memicu reaksi keras dari berbagai negara, termasuk ancaman pembalasan tarif, yang meningkatkan ketegangan dalam perdagangan internasional.​

    2. Respon Global

    Kebijakan tarif Trump langsung memicu respons keras dari negara-negara mitra dagang utama:

    • Uni Eropa: Menyebut tarif ini sebagai “serangan terhadap prinsip perdagangan internasional”, dan berjanji akan mengambil langkah balasan terkoordinasi, termasuk kemungkinan tarif pembalasan dan tindakan hukum di WTO.
    • Jepang, Korea Selatan, India: Menyuarakan kekhawatiran atas ketegangan dagang dan mempertimbangkan untuk memperkuat aliansi dagang intra-Asia.
    • Kanada dan Meksiko: Mengindikasikan bahwa mereka akan menyesuaikan hubungan perdagangan mereka dengan AS, dan mempertimbangkan respon terukur terhadap tarif.
    • China: Sebagai respons awal atas tarif 34% dari AS, China menerapkan tarif balasan dengan persentase serupa terhadap produk Amerika, mencerminkan meningkatnya frustrasi Presiden Xi Jinping terhadap tekanan perdagangan dari Washington. Setelah AS menaikkan tarif menjadi 104% pada 8 April, China memperingatkan bahwa mereka akan “melawan sampai akhir” jika AS terus memaksakan kebijakan tersebut

    3. Respon Indonesia & Dampak terhadap Market Domestik

    Tarif 32% terhadap Indonesia memicu kekhawatiran dalam negeri:

    • Presiden Prabowo menyatakan komitmen terhadap hubungan dagang yang adil dan akan kirim delegasi negosiasi ke AS.
    • Rencana peningkatan impor dari AS (kapas, gandum, migas) sebagai langkah kompromi.
    • Rupiah
      • Spot (onshore): Melemah ke Rp16.864/USD (Bloomberg, 8 April), atau turun 4,43% YTD dari Rp16.132 pada akhir 2024.
      • NDF (offshore): Menyentuh Rp17.006/USD, mencerminkan pelemahan 11,15% dari level estimasi awal tahun (Rp15.300/USD), dan mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah rupiah.
      • Gap ini mencerminkan tekanan ekspektasi investor global terhadap stabilitas makro Indonesia.
    • IHSG anjlok hingga -17,21% dari ATH 2025 dan memicu trading halt pada 8 April 2025.
    • BI: Siapkan intervensi agresif untuk menstabilkan rupiah dan menjaga likuiditas

    4. Dampak terhadap Market

    Ketegangan global akibat tarif Trump dan pelemahan mata uang negara berkembang memicu aksi jual di berbagai kelas aset. Mayoritas indeks saham utama dunia dan Bitcoin mengalami koreksi signifikan dari level tertinggi tahun 2025.

    Asset / Indeks ATH 2025 Posisi 8 Apr 2025 Penurunan (%)
    S&P 500 $ 6,144.15 $ 5,062.25 -17.61%
    NASDAQ $ 20,056.25 $ 15,603.26 -22.20%
    Bitcoin (BTC) $ 106,788.72 $ 79,774.50 -25.30%
    Gold Spot ($/Oz) $ 3,134.17 $ 3,001.24 -4.24%
    Nikkei 225 ¥ 40,833.30 ¥32,836.54 -19.58%
    FTSE 100 (UK) £ 8,634.80 £7,702.08 -10.80%
    Hang Seng (HK) HK$ 24,771.14 HK$20,124.16 -18.76%
    CSI 300 (China) ¥ 4,010.17 ¥3,611.34 -9.95%
    IHSG (Jakarta) Rp 7,257.13 Rp6,008.48 -17.21%

    Source:Bloomberg

    Insight:

    • Koreksi terbesar terjadi di Bitcoin dan NASDAQ, mencerminkan pelarian modal dari aset-aset spekulatif.
    • Pasar Asia mengalami tekanan berat, terutama Hang Seng dan Nikkei, akibat ekspos besar terhadap perdagangan internasional.
    • IHSG terkena kombinasi tekanan global dan faktor domestik seperti pelemahan rupiah (offshore Rp17.000/USD).
    • Emas menguat sebagai pelindung nilai, menunjukkan rotasi investor ke aset defensif.

    5. Next Potential Market Action

    Dalam kondisi makro yang menantang dan depresiasi nilai tukar, pelaku pasar kripto secara global terlihat cenderung menghindari aset berisiko dan mengambil pendekatan defensif. Berikut adalah gambaran dinamika yang dapat dipertimbangkan oleh pelaku pasar kripto di Indonesia:

    1. Short-Term Pain: Volatilitas Tinggi Masih Berlanjut
    • Bitcoin terkoreksi lebih dari 25% dari ATH ($106.788 → $79.774)
    • Tekanan jual masih berlangsung, terutama jika support $75.000 tidak bertahan
    • Altcoin menunjukkan performa lemah, dengan volume perdagangan menurun

    Strategi yang dapat di pertimbangkan:

    • Fokus sementara terhadap aset mayor seperti Bitcoin
    • Pendekatan DCA (Dollar Cost Averaging) dapat dipertimbangkan di level support
    • Eksposur terhadap altcoin spekulatif sebaiknya dihindari saat kondisi pasar belum stabil.
    1. Penguatan USD & Pelemahan Rupiah Tekan Aktivitas Lokal
    • USD/IDR spot naik ke Rp16.864 (+4,43% YTD), dan offshore sempat menyentuh Rp17.006
    • Hal ini berdampak pada penurunan daya beli investor domestik di pasar kripto.
    • Arus modal lokal menunjukkan kecenderungan menuju stablecoin

    Strategi yang dapat di pertimbangkan:

    • Diversifikasi sebagian IDR ke USDT/USDC dapat berpotensi sebagai lindung nilai.
    • Eksplorasi produk staking melalui platform CEX terpercaya berpotensi membantu menjaga cash flow.
    • Penting untuk memperhatikan risiko nilai tukar sebelum menambah eksposur.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Memecoin Retard Finder (RFC) Naik 140% di Tengah Rumor Elon Musk

    Di tengah tingginya volatilitas pasar kripto, sejumlah koin meme justru menunjukkan performa positif. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Retard Finder Coin (RFC), yang melonjak lebih dari 140% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan tajam ini terjadi seiring rumor keterlibatan tidak langsung Elon Musk dengan proyek tersebut.

    Retard Finder Coin (RFC) Naik 141% Usai Disorot Musk

    RFC dilaporkan mengalami lonjakan harga sebesar 141%, mencapai $0,040 setelah interaksi Elon Musk dengan akun resmi X (sebelumnya Twitter) dari koin tersebut. Meski tidak ada bukti keterlibatan langsung, spekulasi pasar cukup untuk mendorong minat dan volume perdagangan secara signifikan.

    Koin yang diluncurkan pada Maret 2025 ini memiliki total pasokan beredar 961,43 juta dari maksimum 1 miliar token, dengan valuasi terdilusi penuh (FDV) mencapai $39,83 juta. Jika sentimen positif terus berlanjut, RFC diprediksi bisa menembus level resistensi $0,050 dalam waktu dekat. Namun, investor tetap perlu waspada, karena aksi ambil untung cepat bisa mendorong harga turun kembali ke $0,030 atau bahkan $0,020.

    Analisis Harga RFC. Sumber:  TradingView.
    Analisis Harga RFC. Sumber: TradingView.

    Fartcoin (FARTCOIN) Dekati Level Kritis $0,600

    Koin meme lainnya, Fartcoin (FARTCOIN), juga mencatatkan pertumbuhan 32% dalam sehari, diperdagangkan di kisaran $0,591. Koin ini mendekati level resistensi penting $0,600. Jika berhasil menembus, FARTCOIN berpotensi melanjutkan reli hingga mencapai $0,693.

    FARTCOIN, yang diluncurkan pada Oktober 2024, memiliki total pasokan 999,99 juta token dengan FDV sebesar $588,26 juta. Namun, bila gagal menembus resistensi tersebut, FARTCOIN bisa kembali turun ke $0,417, menghapus sebagian besar kenaikan yang baru saja diraih.

    Mog Coin (MOG) Pulih Setelah Koreksi Besar

    Sementara itu, Mog Coin (MOG) naik 25% dalam 24 jam terakhir, memulihkan diri setelah mengalami penurunan 50% pada akhir Maret. Saat ini, MOG diperdagangkan di $0,000000346 dan berupaya menembus level resistensi $0,000000370.

    Dengan total pasokan beredar 390,5 triliun dari maksimum 420 triliun token, MOG memiliki FDV sebesar $135,64 juta. Jika breakout berhasil, MOG berpotensi menuju target berikutnya di $0,000000433. Namun, kegagalan menembus resistensi dapat menyebabkan koreksi kembali ke $0,000000273.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rasio Harga Ethereum Terhadap Bitcoin Terus Menurun

    Rasio harga Ethereum (ETH) terhadap Bitcoin (BTC) terus mengalami penurunan signifikan, mencapai level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

    Penurunan ini mencerminkan pergeseran dinamika pasar kripto dan menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja Ethereum dibandingkan Bitcoin.

    Penurunan Rasio ETH/BTC

    Rasio ETH/BTC merupakan indikator yang membandingkan nilai Ethereum terhadap Bitcoin.

    Penurunan rasio ini menunjukkan bahwa Ethereum berkinerja lebih buruk dibandingkan Bitcoin dalam periode tertentu.

    Bahkan pada Maret 2025, rasio ini turun hingga 0,02, sekaligus menjadikannya sebagai level terendah sejak Januari 2021.

    Penurunan ini menandakan bahwa investor lebih memilih Bitcoin dibandingkan Ethereum dalam portofolio mereka.

    Faktor Penyebab Penurunan

    Menurut laporan U.Today pada Rabu (9/4), beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap penurunan rasio ETH/BTC meliputi:

    1. Aliran Dana Institusional: Investor institusional menunjukkan preferensi yang lebih besar terhadap Bitcoin, terutama melalui produk seperti Exchange-Traded Funds (ETF). ETF Bitcoin menerima aliran dana yang signifikan, sementara ETF Ethereum mengalami aliran keluar dana.
    2. Peningkatan Pasokan ETH: Dalam 30 hari terakhir, sekitar 66.748 ETH baru telah ditambahkan ke pasokan yang beredar, meningkatkan tekanan jual dan menurunkan harga.
    3. Volatilitas dan Staking: Ethereum memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan Bitcoin, membuatnya kurang menarik bagi investor yang mencari stabilitas. Selain itu, imbal hasil dari staking Ethereum relatif rendah dibandingkan dengan peluang staking di ekosistem blockchain lainnya.

    Dampak pada Harga Ethereum

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan rasio ETH/BTC berdampak langsung pada harga Ethereum. Pada Maret 2025, harga ETH turun lebih dari 30% dalam sebulan, mencapai sekitar $2.089, level yang terakhir terlihat pada Desember 2023.

    Tekanan jual yang meningkat, ditambah dengan peningkatan pasokan, menyebabkan penurunan harga ini terus berlanjut.

    Prospek Masa Depan

    Meskipun Ethereum menghadapi tantangan saat ini, prospek masa depannya bergantung pada beberapa faktor:

    • Adopsi Teknologi: Peningkatan adopsi teknologi Ethereum, seperti kontrak pintar dan aplikasi terdesentralisasi, dapat meningkatkan permintaan dan harga ETH.
    • Peningkatan Jaringan: Pembaruan jaringan yang meningkatkan skalabilitas dan efisiensi dapat menarik lebih banyak pengguna dan investor.
    • Dinamika Pasar: Perubahan dalam preferensi investor dan kondisi makroekonomi akan terus mempengaruhi kinerja Ethereum dibandingkan Bitcoin.

    Dengan demikian, investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dan mempertimbangkan diversifikasi portofolio guna mengelola risiko yang terkait dengan volatilitas pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Turun 17% Dalam 7 Hari: Apa yang Terjadi?

    Harga Dogecoin (DOGE) turun tajam sebesar 17% dalam sepekan terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan investor dan analis kripto akan potensi penurunan lebih lanjut. Saat ini, DOGE diperdagangkan di kisaran Rp 0,1447 atau turun 3,17% dalam 24 jam terakhir.

    Penembusan Saluran Naik Jadi Sinyal Bearish

    Dilaporkan benziga, analis kripto Ali Martinez mencatat bahwa Dogecoin telah menembus keluar dari saluran paralel menaik—indikasi teknikal bearish yang dapat membuka jalan menuju penurunan ke level $0,060.

    Martinez juga menambahkan bahwa sejak Oktober 2023, DOGE konsisten mempertahankan garis tren naik, yang kini selaras dengan level Fibonacci retracement 61,8% di $0,13. Zona ini dipandang sebagai titik dukungan penting untuk menentukan arah selanjutnya dari pergerakan harga DOGE.

    “#Dogecoin $DOGE menembus saluran paralel menaik, menandakan pergerakan potensial menuju $0,060,” tulis Martinez di akun X miliknya.

    Pola Wyckoff dan Divergensi Bullish Picu Harapan Rebound

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, tidak semua pihak sepakat dengan pandangan bearish tersebut. Trader Tardigrade mengidentifikasi kemungkinan terbentuknya pola Wyckoff Accumulation dalam grafik DOGE, yang bisa menjadi sinyal awal dari pembalikan arah harga ke atas. Meskipun pola ini belum sepenuhnya sempurna, beberapa elemen kunci telah terpenuhi.

    Sementara itu, analis lain bernama Kevin menunjukkan adanya bullish divergence pada grafik harian, sebuah kondisi teknikal yang sering dikaitkan dengan potensi pemulihan harga.

    Tekanan Jual TradFi dan Volatilitas Pasar Kripto

    Menurut data dari Coinglass, dalam 24 jam terakhir Dogecoin mengalami likuidasi senilai $9,9 juta—angka tertinggi sejak awal Maret—dengan posisi long yang dilikuidasi mencapai $5,88 juta. Ini menandakan tekanan besar dari pelaku pasar, terutama dari aksi jual yang terjadi di sektor keuangan tradisional (TradFi).

    Minat terbuka terhadap DOGE tercatat mencapai $1,3 miliar, mencerminkan tingginya keterlibatan trader meski volatilitas pasar sedang meningkat.

    Dogecoin Turun Peringkat di Pasar Kripto

    Koreksi pasar kripto yang lebih luas telah berdampak pada posisi Dogecoin dalam daftar kapitalisasi pasar. Saat ini, DOGE tergelincir ke posisi kesembilan, kehilangan satu tempat di antara aset digital teratas.

    Meski sempat menembus di bawah garis support utama, DOGE berhasil pulih dan menutup kembali di atas level tersebut—pergerakan yang mencerminkan pola mirip dengan aksi harga Bitcoin baru-baru ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Token RWA Tetap Lebih Aman daripada Bitcoin Selama Tarif AS Berlaku

    Binance Research merilis laporan terbaru yang menyoroti dampak usulan tarif Presiden Donald Trump terhadap pasar kripto. Laporan tersebut menunjukkan bahwa token Real World Assets (RWA) dan aset kripto berbasis bursa memiliki risiko paling rendah dibandingkan aset lain, termasuk Bitcoin, selama kebijakan tarif diberlakukan.

    Binance menyatakan bahwa aset dengan tingkat risiko tinggi, seperti koin meme dan token berbasis kecerdasan buatan (AI), mengalami dampak paling besar. Sejak pengumuman tarif, nilai koin meme dan token AI anjlok lebih dari 50%, sedangkan token RWA hanya turun 16% dan token bursa merosot 18%.

    Peningkatan Risiko Bitcoin

    Penelitian ini juga mencatat adanya peningkatan risiko yang dirasakan terhadap Bitcoin. Aset kripto terbesar tersebut kini menunjukkan korelasi yang lebih kuat dengan pasar saham, membuatnya kurang diminati investor sebagai aset lindung nilai dalam skenario perang dagang. Hanya 3% responden dalam survei FMS (Fund Manager Survey) yang memilih Bitcoin sebagai aset utama mereka saat terjadi ketegangan perdagangan.

    “Faktor-faktor ekonomi makro — khususnya kebijakan perdagangan dan ekspektasi suku bunga — semakin mendorong perilaku pasar kripto, yang untuk sementara waktu melampaui dinamika permintaan yang mendasarinya,” tulis Binance Research dalam laporannya. “Apakah struktur korelasi ini bertahan akan menjadi kunci untuk memahami posisi jangka panjang dan nilai diversifikasi Bitcoin.”

    Dampak Tarif pada Kripto. Sumber: Binance Research.
    Dampak Tarif pada Kripto. Sumber: Binance Research.

    Khawatir Stagnasi Global

    Laporan juga menyebutkan bahwa tarif yang diusulkan Trump diperkirakan menjadi yang paling ketat sejak 1930-an, sehingga memicu kekhawatiran stagnasi ekonomi global. Dampaknya tidak hanya dirasakan pasar kripto, namun juga pasar saham AS, yang mencatatkan kerugian lebih dari USD 11 triliun selama 44 sesi perdagangan terakhir.

    Direktur Pelaksana GoMining Institutional, Fakhul Miah, menyebut bahwa penghindaran risiko akibat kebijakan tarif membuat indeks S&P 500 kehilangan lebih dari USD 5 triliun hanya dalam dua hari perdagangan. Ia juga menambahkan bahwa JP Morgan kini menaikkan probabilitas resesi menjadi 60%.

    Binance Research menutup laporan dengan menyatakan bahwa meskipun pasar tengah bergejolak, masih ada peluang untuk berinvestasi secara aman. Proyek blockchain yang berfokus pada utilitas dan pengembangan jangka panjang dinilai sebagai opsi paling stabil di tengah ketidakpastian saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Sinyal Harian: Peluang Pergerakan Kripto 9 April 2025

    Selamat datang di Market Sinyal Harian Tokocrypto. Hari ini Rabu, 9 April 2025, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk tiga kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.

    🗞️ Crypto News Highlights:

    • Bitwise CIO menyatakan bahwa Bitcoin akan mencetak rekor tertinggi baru jika volatilitas pasar stabil.
    • Deputy Attorney General AS rilis memo: regulasi lewat penuntutan akan diakhiri, mengakui aset digital penting untuk inovasi ekonomi.
    • Gedung Putih mengumumkan tarif impor 104% terhadap China akan berlaku mulai tengah malam.
    • Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut langkah China sebagai kesalahan besar dan “tangan yang kalah.”
    • Ripple sepakat untuk mengakuisisi broker utama Hidden Road senilai $1.25 miliar.
    • Departemen Kehakiman AS membubarkan unit crypto, menandakan pengurangan regulasi di bawah pemerintahan Trump.
    • James Murphy, pengacara crypto, menggugat Homeland Security untuk mengungkap identitas pencipta Bitcoin (Satoshi Nakamoto).
    • ARK Invest membeli saham Coinbase senilai $13.3 juta dan menjual Bitcoin ETF senilai $12.4 juta.
    • Canary mengajukan permohonan ETF SUI ke CBOE.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    ZRX/USDT (🔼 4.55%)

    • Entry: $0.2072
    • Stop Loss: $0.2035
    • Take Profit: $0.2166

    Harga ZRX/USDT saat ini berada di kisaran $0.2105 setelah rebound dari area support $0.2035 dan mencoba naik menuju resistance di $0.2166. RSI 1 jam menunjukkan pembacaan 49.02, masih berada di zona netral namun ada kecenderungan mengarah ke atas. Volume mulai meningkat, menandakan potensi momentum ke arah resistance atas.

    Jika breakout di atas $0.2166 terjadi, maka bisa membuka ruang untuk reli lanjutan. Namun, waspadai juga kemungkinan penolakan di area resistance ini.0x Protocol baru saja mengadakan hackathon pertamanya bersama @monad_xyz dengan tantangan mengintegrasikan Ox Swap API ke aplikasi berbasis Monad.

    Dengan lebih dari 80 peserta dan 11 proyek yang diajukan, proyek pemenang “KiSignal” menerima hadiah sebesar $5,000 karena kemampuannya mengubah sinyal Telegram menjadi perdagangan otomatis berbasis AI melalui eksekusi seamless dari 0x. Aktivitas komunitas dan inovasi ini menunjukkan bahwa 0x tidak hanya berkembang dari sisi teknologi, namun juga dari adopsi nyata developer. Ini bisa menjadi katalis jangka pendek yang mendukung pergerakan positif harga $ZRX.

    PORTAL/USDT (🔼 7.48%)

    • Entry: $0.0651
    • Stop Loss: $0.0640
    • Take Profit: $0.0700

    PORTAL/USDT saat ini memantul dari area support kuat di $0.0640 dan sedang mencoba menembus resistance minor di $0.0665. RSI 1 jam berada di 43.76 dengan sinyal bullish divergence yang muncul di area oversold sebelumnya.

    Potensi target penguatan berada di resistance $0.0700 dengan proyeksi kenaikan sebesar 7.48%.Portal baru saja mengumumkan event Portal Community Huddle pertama mereka bersama GM @ezrastrauss pada 27 Maret.

    Inisiatif ini menggarisbawahi pentingnya komunitas dalam roadmap Portal. Komunikasi langsung dengan tim inti dapat meningkatkan kepercayaan dan dukungan dari komunitas, yang berpotensi memberi dampak positif pada harga.

    TKO/USDT (🔼 11.03%)

    • Entry: $0.1307
    • Stop Loss: $0.1251
    • Take Profit: $0.1451

    Harga TKO/USDT berada di area $0.1336 dan berusaha pulih dari support $0.1307, dengan target resistance $0.1451 atau potensi kenaikan 11.03%. RSI menunjukkan pembacaan 43.78, mengindikasikan momentum mulai berbalik setelah fase konsolidasi. Kenaikan volume dapat menjadi sinyal awal reversal jangka pendek.

    TKO Foundation menegaskan bahwa tidak ada penjualan token yang dilakukan oleh tim saat ini, menandakan bahwa pergerakan harga murni pasar. Roadmap tetap berjalan dengan fokus pada integrasi Web3 wallet, ekspansi ekosistem DeFi, dan peningkatan kemitraan strategis. Sentimen positif juga ditopang oleh komitmen regulasi dan fleksibilitas treasury untuk pertumbuhan jangka panjang.

    Baca juga: Tren Bitcoin 7-11 April 2025: Bitcoin Jump! by Hoteliercrypto

    Selalu perhatikan pergerakan pasar dan berita terbaru yang dapat mempengaruhi harga aset kripto di Market Sinyal Harian. Untuk terus mendapatkan market sinyal harian secara full 5 sinyal kripto segera join sebagai VIP Tokocrypto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Naik 78%, Lewati Capaian BTC, ETH, dan SOL

    Mata uang kripto racikan Ripple, XRP, telah menunjukkan kinerja yang mengesankan, melampaui Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) dalam beberapa metrik utama.

    Peningkatan ini mencerminkan pergeseran signifikan dalam dinamika pasar dan menyoroti potensi XRP di masa depan.

    Peningkatan Volume Futures XRP

    Data dari Glassnode menunjukkan bahwa volume futures XRP melonjak 78% dalam tujuh hari terakhir, melampaui BTC yang meningkat 68%, serta ETH dan SOL yang masing-masing naik 58%.

    Peningkatan ini menandakan minat yang meningkat dari investor institusional terhadap XRP.

    Kontrak futures perpetual memungkinkan investor untuk berspekulasi pada harga masa depan suatu aset tanpa tanggal kedaluwarsa.

    Instrumen ini penting untuk likuiditas dan penemuan harga di pasar kripto. Peningkatan volume futures XRP menunjukkan bahwa aset ini semakin dianggap sebagai pilihan investasi yang menarik.

    Mayoritas Pasokan XRP dalam Keadaan Untung

    Selain volume futures, XRP juga unggul dalam metrik “supply in profit”. Sebanyak 81,6% dari total pasokan XRP saat ini berada dalam kondisi menguntungkan, menandakan bahwa sebagian besar pemegang XRP membeli aset ini dengan harga lebih rendah daripada harga saat ini.

    Sebagai perbandingan, Tron (TRX) memiliki 84,6% dari pasokannya dalam kondisi menguntungkan, sementara ETH dan SOL mengalami penurunan signifikan dalam keuntungan yang belum direalisasi.

    Metrik “supply in profit” mengacu pada jumlah total koin dalam jaringan yang saat ini menguntungkan, yaitu ketika harga XRP saat ini lebih tinggi daripada saat terakhir kali koin tersebut dipindahkan.

    Ketika persentase ini turun di bawah 50%, biasanya menandakan titik terendah pasar, sementara angka di atas 95% dapat menunjukkan puncak pasar.

    Faktor Pendukung Kinerja Positif XRP

    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Sebagaimana dikutip dari The Coin Republic pada Rabu (9/4), beberapa faktor berkontribusi pada kinerja positif XRP.

    Salah satunya adalah berakhirnya gugatan hukum antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), yang telah meningkatkan sentimen positif di sekitar XRP.

    Selain itu, peluncuran produk ETF dan futures XRP oleh manajer aset telah meningkatkan kepercayaan investor terhadap aset ini.

    Selan itu, aktivitas investor besar atau “whale” telah memberikan dukungan signifikan terhadap XRP.

    Misalnya, seorang whale yang dikenal karena strategi perdagangan cerdasnya membeli 6.000 ETH setelah penurunan harga, menunjukkan kepercayaan pada potensi pemulihan aset tersebut.

    Prospek Masa Depan XRP

    Meskipun XRP telah menunjukkan kinerja yang kuat, penting untuk mempertimbangkan prospek masa depannya.

    Beberapa analis memperkirakan bahwa XRP mungkin menghadapi tantangan di tahun-tahun mendatang.

    Misalnya, analis dari FxPro memprediksi bahwa XRP akan berkinerja lebih rendah dibandingkan pasar pada tahun 2025, karena investor mungkin mengalihkan fokus mereka ke cryptocurrency yang lebih baru.

    Namun, dengan fundamental yang kuat dan dukungan dari komunitas serta investor institusional, XRP memiliki potensi untuk mempertahankan posisinya sebagai pemain utama di pasar kripto.

    Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan dan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan investasi.

    Secara keseluruhan, kinerja impresif XRP dalam metrik utama menunjukkan bahwa aset ini semakin menarik perhatian di pasar kripto.

    Dengan dukungan dari faktor-faktor fundamental dan sentimen positif, harga XRP berpotensi untuk terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi investornya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Makin Gacor Melonjak 40%, Harga FORTH Naik ke Level $5,46

    Pada 8 April 2025, Binance Futures mengumumkan peluncuran kontrak berjangka perpetual berbasis USDT untuk token Ampleforth Governance (FORTH).

    Meski baru diperkenalkan, pengumuman ini memicu lonjakan harga FORTH hingga 15%, mencapai $2,58, mendekati puncak bulanannya di $2,60.

    Sebagai perbandingan, dua hari sebelumnya, pada 6 April, FORTH mencapai titik terendah sepanjang masa di $1,89.

    Kontrak Berjangka Perpetual Binance untuk FORTH

    Kontrak berjangka perpetual memungkinkan trader untuk berspekulasi mengenai pergerakan harga aset tanpa memiliki aset dasar tersebut.

    Dalam kasus ini, kontrak FORTHUSDT memungkinkan trader untuk mengambil posisi panjang atau pendek pada FORTH dengan margin USDT.

    Fitur ini memberikan fleksibilitas lebih dalam strategi trading dan potensi keuntungan dari pergerakan harga FORTH.

    Reaksi Pasar

    Setelah pengumuman Binance, harga FORTH melonjak signifikan. Sebelum pengumuman, FORTH diperdagangkan pada $2,24.

    Namun beberapa menit setelah pengumuman, harga FORTH naik menjadi $2,58, mencerminkan peningkatan minat dan aktivitas trading.

    Hanya saja, volatilitas ini juga menunjukkan bahwa investor harus berhati-hati dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan fluktuasi harga yang tajam.

    Performa FORTH dalam Konteks

    Meskipun terjadi lonjakan harga baru-baru ini, FORTH telah mengalami tren penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ke $1,89 pada 6 April menandai titik terendah baru bagi token ini.

    Oleh karena itu, pengumuman Binance memberikan dorongan positif yang signifikan, meskipun masih harus dilihat apakah momentum ini dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

    Implikasi bagi Trader dan Investor

    Penambahan kontrak berjangka perpetual FORTH di Binance Futures memberikan peluang baru bagi trader yang ingin mengekspos diri mereka pada pergerakan harga FORTH dengan leverage.

    Namun, penting untuk diingat bahwa trading dengan leverage membawa risiko tinggi, terutama dalam aset yang sudah volatil seperti cryptocurrency.

    Maka dari itu, investor disarankan untuk melakukan analisis menyeluruh dan mempertimbangkan toleransi risiko mereka sebelum terlibat dalam trading semacam itu.

    Secara keseluruhan, peluncuran kontrak berjangka perpetual FORTH oleh Binance Futures telah memberikan dampak signifikan pada harga token, menunjukkan bagaimana pengumuman platform utama dapat mempengaruhi pasar cryptocurrency.

    Sementara ini menawarkan peluang bagi trader, penting untuk mendekati dengan hati-hati dan memahami risiko yang terlibat dalam trading aset digital yang volatil.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Teucrium Luncurkan ETF XRP, Janjikan Cuan 2 Kali Lipat

    Teucrium Investment Advisors resmi meluncurkan Teucrium 2x Long Daily XRP ETF dengan simbol XXRP di bursa NYSE Arca.

    Sebagai pembeda, ETF XXRP ini dirancang untuk memberikan dua kali lipat dari kinerja harian token XRP besutan Ripple.

    Apa Itu ETF XXRP?

    ETF XXRP adalah produk investasi yang menggunakan leverage untuk menggandakan pergerakan harian harga XRP.

    Ini berarti, jika harga XRP naik 5% dalam sehari, ETF ini bertujuan memberikan kenaikan 10%. Sebaliknya, jika harga XRP turun 5%, ETF ini akan mengalami penurunan 10%.

    Mekanisme ini memungkinkan potensi keuntungan yang lebih tinggi, meski secara bersamaan juga meningkatkan risiko kerugian yang lebih besar.

    Performa Hari Pertama

    Di hari peluncurannya pada 8 April 2025, lebih dari 215.000 saham ETF XXRP diperdagangkan, menunjukkan minat yang kuat dari para trader.

    Namun, pada hari yang sama, harga XRP mengalami penurunan sekitar 5% menjadi $1,84, sementara ETF XXRP mengalami penurunan sekitar 13%.

    Secara tidak langsung, hal ini mencerminkan sensitivitas tinggi produk leveraged terhadap volatilitas pasar.

    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 9 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Peringatan dan Risiko

    Sal Gilbertie, CEO Teucrium, menekankan bahwa ETF ini ditujukan untuk trading jangka pendek dan cocok untuk kondisi pasar yang volatil.

    Namun, dia juga memperingatkan bahwa produk leveraged membawa risiko signifikan karena eksposur pasar yang diperbesar.

    Pasalnya, penurunan penggunaan XRP juga dapat meningkatkan volatilitas harga lebih lanjut.

    Cara Berinvestasi di ETF XXRP

    Bagi investor yang tertarik, ETF XXRP dapat dibeli melalui platform broker yang mendukung perdagangan di NYSE Arca.

    Beberapa platform populer termasuk Ally Invest, Charles Schwab, eTrade, Fidelity, Interactive Brokers, Robinhood, dan SoFi.

    Namun perlu dicatat, sangat penting untuk memahami bahwa investasi dalam ETF leveraged seperti XXRP memerlukan pemahaman yang mendalam tentang risiko yang terlibat dan disarankan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum berinvestasi.

    Implikasi bagi Pasar Kripto

    Peluncuran ETF XXRP menandai langkah signifikan dalam integrasi aset kripto ke dalam produk investasi tradisional.

    Meskipun SEC belum menyetujui ETF spot XRP, kehadiran produk leveraged ini menunjukkan minat yang meningkat terhadap aset digital di kalangan investor institusional dan ritel.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa produk seperti ini membawa risiko tinggi dan memerlukan strategi investasi yang hati-hati.

    Dengan demikiam, ETF XXRP menawarkan peluang bagi investor untuk mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga XRP dengan potensi keuntungan yang diperbesar.

    Namun, dengan potensi keuntungan yang lebih tinggi datang pula risiko yang lebih besar.

    Pada akhirnya, investor tetap harus mempertimbangkan profil risiko mereka dan melakukan due diligence sebelum berinvestasi dalam produk seperti XXRP.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com