Author: 24

  • Mengapa Pasar Kripto Naik Saat Ini? Ini Faktor Pendorong Utamanya

    Pasar kripto mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah mengalami tekanan hebat pada akhir pekan lalu. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto melonjak sebesar $48 miliar, mencapai $2,51 triliun. Level $2,50 triliun kini menjadi titik dukungan penting yang dinilai krusial untuk mendorong tren pemulihan jangka pendek.

    Jika level ini berhasil dipertahankan, kapitalisasi pasar bisa terus naik menuju $2,61 triliun, yang akan memulihkan sebagian besar kerugian sebelumnya dan meningkatkan kepercayaan investor. Namun, jika gagal bertahan, tekanan jual bisa membawa pasar kembali turun ke kisaran $2,41 triliun.

    Bitcoin Bertahan di Atas Support $82.503, Targetkan Breakout ke $85.000

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Bitcoin (BTC) menjadi salah satu indikator utama kekuatan pasar, saat ini diperdagangkan di atas level support $82.503. Target berikutnya adalah menembus resistance $85.000, yang selama ini menjadi batas atas gerak harga dalam beberapa pekan terakhir. Jika berhasil dilewati, harga BTC berpotensi naik ke $86.822 dan bahkan mendekati $90.000.

    Namun, jika gagal mempertahankan level support saat ini, Bitcoin bisa turun ke $80.000, dengan risiko penurunan lanjutan hingga $76.741. Arah harga BTC dalam waktu dekat akan sangat menentukan sentimen pasar secara keseluruhan.

    Fartcoin Naik 32%, Jadi Altcoin Terpanas Hari Ini

    Di antara altcoin, Fartcoin (FARTCOIN) mencuri perhatian setelah melonjak 32% dalam satu hari, kini diperdagangkan di $0,58. Koin meme ini tengah menguji resistance di $0,60. Jika berhasil menembusnya, Fartcoin bisa melanjutkan reli hingga $0,69—level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

    Namun, jika gagal menembus $0,60, harga Fartcoin kemungkinan akan terkoreksi ke $0,37. Keberlanjutan momentum bullish akan bergantung pada kekuatan pasar dan kemampuan koin untuk mempertahankan lonjakan harga saat ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rupiah Melemah: Peluang atau Ancaman untuk Trader Kripto?

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika kembali melemah. Sebagai trader kripto bagaimana kita memanfaatkan situasi ini? Mari kita bahas.

    Rupiah Melemah Lagi, Apa Artinya Buat Kita?

    • Per 8 April 2025, nilai tukar rupiah turun jadi Rp16.846 per 1 dolar AS, hampir menyentuh Rp 17.000.
    • Penyebabnya: Amerika Serikat mau naikkan tarif impor dari banyak negara, termasuk Indonesia.
    • Presiden AS Donald Trump bilang, tujuannya buat lindungi industri dalam negeri mereka.
    • Negara Asia Tenggara lain juga kena: Malaysia, Vietnam, Thailand, dan lainnya.
    • Akibatnya? Pasar jadi takut (risk-off), banyak investor lari ke dolar.

    Efeknya Buat Kita di Indonesia

    • Harga barang impor bisa naik.
    • Tiket pesawat jadi lebih mahal.
    • Biaya hidup ikut terdampak.
    • Nilai tabungan dalam rupiah bisa makin kecil kalau dolar makin kuat.

    Baca juga: Perhitungan Potensi Keuntungan DCA USDT Saat Rupiah Melemah

    Lalu, Gimana dengan Trader atau Investor?

    • Kalau kita menyimpan semua uang dalam rupiah, nilainya akan terus turun.
    • Tapi kalau tahu triknya, ini justru bisa jadi peluang.
    • Salah satu caranya: alih aset ke stablecoin atau kripto berbasis dolar.

    Apa Itu Stablecoin?

    • Stablecoin = aset digital yang nilainya melekat pada aset stabil lainnya, misalnya dolar AS.
    • 1 stablecoin = sekitar 1 dolar AS.
    • Contoh stablecoin yang bisa dipakai:

    Kenapa Stablecoin Bisa Jadi Pilihan?

    • Tidak terpengaruh pelemahan rupiah.
    • Bisa dipakai untuk simpanan atau transaksi.
    • Aman dan stabil dibandingkan kripto yang harganya naik turun.

    Gunakan Strategi DCA: Beli Rutin, Anti Ribet

    • DCA = Dollar Cost Averaging.
    • Kamu beli stablecoin sedikit demi sedikit secara rutin (harian atau mingguan).
    • Nggak perlu mikirin kapan harga naik atau turun.
    • Lebih tenang, lebih stabil.

    Contoh Sederhana DCA

    • Setiap minggu beli USDT senilai Rp50.000.
    • Tanpa sadar, kamu sudah ubah rupiah ke dolar digital secara bertahap.
    • Kalau nilai rupiah makin turun, aset kamu tetap aman dalam bentuk dolar.

    Cara Mulai

    Gunakan fitur DCA stablecoin di Aplikasi Legal Tokocrypto. Klik di sini caranya.
    Cukup atur jumlah & jadwal, lalu stablecoinmu akan terbeli otomatis.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Peristiwa Ekonomi AS yang Berdampak pada Pasar Kripto Minggu Ini

    Lima indikator ekonomi utama Amerika Serikat (AS) menjadi sorotan pelaku pasar kripto pekan ini. Data tersebut diperkirakan dapat memengaruhi sentimen investor terhadap Bitcoin (BTC) dan aset digital lainnya, di tengah tekanan bearish yang tengah melanda pasar.

    Dilaporkan BeInCrypto, pengaruh kebijakan dan data ekonomi AS terhadap kripto semakin signifikan. Oleh karena itu, pelaku pasar memperhatikan rilis indikator makroekonomi pekan ini untuk menentukan arah pergerakan harga.

    1. Risalah Rapat FOMC Maret

    Risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bulan Maret dijadwalkan rilis pada Rabu (10/4). Dokumen ini akan memberikan pandangan terkini terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), terutama menyangkut suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.

    Nada agresif dari risalah yang mengindikasikan kebijakan ketat dapat menekan harga Bitcoin karena investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti obligasi. Sebaliknya, sinyal dovish yang mengarah pada kemungkinan pemangkasan suku bunga dapat meningkatkan minat terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

    JPMorgan sebelumnya memprediksi potensi resesi di AS dan menyebut Fed mungkin perlu memangkas suku bunga lebih cepat dari jadwal. Namun, hingga kini tidak ada indikasi akan adanya rapat darurat sebelum pertemuan FOMC berikutnya pada 6–7 Mei 2025.

    2. Klaim Pengangguran Awal

    Data mingguan klaim pengangguran awal akan dirilis pada Kamis (11/4). Indikator ini mencerminkan kondisi pasar tenaga kerja dan menjadi acuan bagi pelaku pasar untuk menilai kesehatan ekonomi.

    Jumlah klaim yang lebih rendah dari 219.000 akan mencerminkan kekuatan ekonomi AS, namun bisa mengurangi daya tarik Bitcoin. Sebaliknya, lonjakan klaim dapat mendorong kekhawatiran resesi dan meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed, yang umumnya mendukung harga kripto.

    Daftar peristiwa ekonomi Amerika Serikat.
    Daftar peristiwa ekonomi Amerika Serikat periode 7-11 April 2025.

    3. Indeks Harga Konsumen (CPI)

    Indikator inflasi utama, Consumer Price Index (CPI), juga akan diumumkan pada Kamis (11/4). Jika inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, pasar dapat mengantisipasi kebijakan moneter ketat dari Fed, yang berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan harga kripto.

    CPI bulan Maret diperkirakan naik 2,6% secara tahunan. Apabila realisasinya lebih tinggi, Bitcoin berisiko tertekan. Namun jika data lebih rendah, kripto bisa mendapat dorongan sebagai lindung nilai terhadap pelonggaran kebijakan moneter.

    4. Indeks Harga Produsen (PPI)

    Pada Jumat (12/4), data Indeks Harga Produsen (PPI) akan memberikan gambaran tentang inflasi di tingkat grosir. Kenaikan PPI di atas 3,3% secara tahunan bisa menandakan meningkatnya tekanan biaya produksi, termasuk bagi sektor pertambangan kripto.

    PPI yang tinggi berpotensi memicu respons hawkish dari The Fed, yang dapat mengurangi likuiditas di pasar dan menekan kripto. Sebaliknya, data yang lebih lemah bisa mendukung narasi pemangkasan suku bunga.

    5. Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan

    Juga pada Jumat (12/4), data awal indeks sentimen konsumen Universitas Michigan akan dirilis. Angka yang lebih tinggi dari ekspektasi (54,5) menandakan optimisme konsumen, yang bisa mendorong pengambilan risiko dan mendukung harga Bitcoin. Namun, angka yang lebih rendah bisa menimbulkan kekhawatiran inflasi atau ketidakpastian pekerjaan.

    Selain mencerminkan keyakinan ekonomi, indeks ini juga memuat ekspektasi inflasi, yang menjadi acuan tambahan bagi narasi Bitcoin sebagai lindung nilai.

    Pekan ini menjadi periode penting bagi pasar kripto dengan jadwal padat rilis data ekonomi makro. Pelaku pasar diimbau untuk mencermati indikator tersebut serta memperhatikan reaksi pasar guna menyusun strategi investasi yang matang.

    Baca juga: Tren Bitcoin 24-28 Maret 2025: PCE adalah Kunci by Hoteliercrypto


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC: Stablecoin Berbasis Dolar AS Seperti USDT Bukan Sekuritas!

    Pada 7 April 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengeluarkan pernyataan penting yang menyatakan bahwa stablecoin berbasis dolar AS, seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), tidak dikategorikan sebagai sekuritas.

    Keputusan ini sekaligus menandai langkah signifikan dalam regulasi aset kripto, memberikan kejelasan bagi penerbit dan pengguna stablecoin.

    Kriteria “Covered Stablecoins”

    SEC mendefinisikan “covered stablecoins” sebagai token yang didukung satu banding satu oleh aset likuid berkualitas tinggi, seperti uang tunai atau setara kas, dan dapat ditebus kapan saja dengan nilai penuh.

    Stablecoin yang memenuhi kriteria ini dianggap tidak melibatkan penawaran dan penjualan sekuritas, sehingga transaksi penciptaan dan penebusan tidak memerlukan pendaftaran dengan SEC.

    Pengecualian untuk Stablecoin Algoritmik dan Berbasis Imbal Hasil

    Penting untuk dicatat bahwa pernyataan SEC ini tidak mencakup stablecoin algoritmik atau yang menawarkan imbal hasil kepada pemegangnya.

    Pasalnya, stablecoin jenis ini mungkin masih dikategorikan sebagai sekuritas dan tunduk pada regulasi yang berbeda.

    Analisis Berdasarkan Tes Hukum

    Sebelum sampai pada keputusan final ini, SEC telah menggunakan dua tes hukum utama untuk menentukan status stablecoin dalam regulasi resmi, yaitu:

    1. Tes Reves: Menilai apakah instrumen keuangan dikategorikan sebagai “catatan” dan apakah memiliki fitur pengurangan risiko. Stablecoin yang didukung penuh oleh aset likuid dan dapat ditebus kapan saja dianggap memiliki fitur pengurangan risiko yang signifikan.
    2. Tes Howey: Menentukan apakah ada investasi uang dalam usaha bersama dengan harapan keuntungan dari upaya orang lain. Stablecoin yang digunakan semata-mata sebagai alat pembayaran dan tidak menjanjikan keuntungan tidak memenuhi kriteria sebagai sekuritas berdasarkan tes ini.

    Tuai Pro dan Kontra

    Heath Tarbert, Presiden Circle, perusahaan di balik USDC, menyambut baik keputusan ini. Ia menyatakan bahwa SEC telah memberikan kejelasan bahwa stablecoin yang didukung satu banding satu dengan aset likuid berkualitas tinggi, seperti USDC, bukanlah sekuritas.

    Namun, tidak semua pihak dalam SEC sepakat dengan pernyataan tersebut. Beberapa komisaris menyatakan keprihatinan mengenai risiko yang masih ada terkait stablecoin, terutama yang melibatkan perantara dalam proses penciptaan dan penebusan.

    Bagi mereka yang kontra dengan keputusan ini berpendapat bahwa SEC seharusnya menekankan perlunya pengawasan lebih lanjut untuk melindungi investor.

    Implikasi bagi Pasar Kripto

    Keputusan SEC ini memberikan kejelasan regulasi yang sangat dibutuhkan bagi penerbit dan pengguna stablecoin.

    Dengan status non-sekuritas, stablecoin seperti USDT dan USDC dapat terus beroperasi tanpa hambatan regulasi tambahan, selama mereka memenuhi kriteria yang ditetapkan.

    Namun, penerbit stablecoin algoritmik dan berbasis imbal hasil harus mempertimbangkan implikasi regulasi yang mungkin timbul.

    Dengan demikian, pernyataan SEC pada 7 April 2025 menandai langkah maju dalam regulasi aset kripto, khususnya stablecoin.

    Dengan memberikan kejelasan mengenai status hukum stablecoin yang didukung penuh oleh aset likuid, SEC membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan transparan bagi industri kripto.

    Namun, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan regulasi dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Ethereum Merosot ke Level $1.415, Kenali Dampaknya

    Harga Ethereum merosot ke level terendah dalam dua tahun terakhir di tengah gejolak pasar kripto yang sangat fluktuatif.

    Pada 7 April 2025, Ethereum (ETH) mengalami penurunan tajam, mencapai harga $1.415 menurut CoinMarketCap, yang merupakan level terendah dalam dua tahun terakhir.

    Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual besar-besaran di pasar kripto yang menghapus miliaran dolar dari total kapitalisasi pasar.

    Faktor Penyebab Penurunan

    Menurut laporan Bankless pada Selasa (8/4), beberapa faktor berkontribusi terhadap penurunan signifikan harga Ethereum dan aset kripto lainnya:

    1. Kebijakan Tarif Pemerintah AS: Pengumuman Presiden Donald Trump mengenai tarif baru sebesar 10% pada impor global dan tambahan tarif untuk negara-negara dengan praktik perdagangan yang dianggap tidak adil telah meningkatkan ketegangan perdagangan global. Langkah ini memicu volatilitas di pasar keuangan, termasuk pasar kripto.
    2. Likuidasi Paksa Posisi Leverage: Penurunan harga yang tajam menyebabkan likuidasi posisi leverage dalam jumlah besar. Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa dalam dua hari terakhir, lebih dari $370 juta posisi futures ETH terlikuidasi, dengan mayoritas berasal dari posisi long.
    3. Penjualan oleh Pemegang Besar (Whales): Beberapa pemegang besar Ethereum menjual aset mereka dalam jumlah signifikan. Misalnya, seorang whale dilaporkan melikuidasi sekitar 67.570 ETH senilai sekitar $106 juta di Maker, yang memicu reaksi berantai dan penurunan harga lebih lanjut.

    Dampak pada Pasar Kripto Secara Keseluruhan

    Seperti efek domino, Ethereum bukan satu-satunya aset yang terdampak. Beberapa mata uang kripto lainnya juga mengalami penurunan, antara lain:

    • Bitcoin (BTC): Harga Bitcoin turun di bawah $75.000, level terendah sejak reli pasca-pemilu tahun sebelumnya.
    • Altcoin Lainnya: Solana (SOL) dan Cardano (ADA) mengalami penurunan dua digit dalam persentase, mencerminkan sentimen negatif yang meluas di pasar.

    Analisis Teknis Ethereum

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 8 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski turun jika ditinjau dari harga, namun secara teknis, Ethereum menunjukkan tren bearish yang masih kuat:

    • Level Support: Level support sebelumnya di $1.829 dan $1.550 gagal bertahan, dengan ETH turun hingga $1.507 sebelum sedikit pulih.
    • Indikator Moving Average: ETH diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 50 dan 200 hari, mengindikasikan momentum penurunan yang berkelanjutan.

    Reaksi Pasar dan Prospek ke Depan

    Di sisi lain, penurunan harga ETH yang cukup tajam ini menimbulkan berbagai reaksi di komunitas kripto:

    • Kekhawatiran Investor: Investor khawatir tentang stabilitas pasar kripto dan potensi penurunan lebih lanjut jika kondisi makroekonomi tidak membaik.
    • Harapan Pemulihan: Beberapa pedagang profesional tetap optimis, percaya bahwa level harga saat ini mungkin menawarkan peluang pembelian sebelum potensi pemulihan.

    Dengan demikian, Ethereum dan pasar kripto secara keseluruhan menghadapi tantangan signifikan akibat kombinasi faktor makroekonomi dan dinamika internal pasar.

    Investor disarankan untuk tetap waspada, melakukan analisis menyeluruh, dan mempertimbangkan toleransi risiko pribadi sebelum membuat keputusan investasi di tengah volatilitas yang tinggi ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Market Sinyal Harian: Peluang Pergerakan Kripto 8 April 2025

    Selamat datang di Market Sinyal Harian Tokocrypto. Hari ini Selasa, 8 April 2025, kami akan memberikan analisis dan sinyal perdagangan untuk tiga kripto yang memiliki potensi pergerakan signifikan di Tokocrypto.

    Rangkuman Berita Aset Kripto 24 Jam Terakhir : 

    1. BlackRock CEO Larry Fink membuka kemungkinan penurunan pasar hingga 20%, tapi melihatnya sebagai peluang beli.
    2. Galaxy Digital mendapat persetujuan SEC untuk listing di NASDAQ dengan ticker $GLXY.
    3. Pierre Rochard mendirikan The Bitcoin Bond Company.
    4. Lebih dari 50 negara yang dikenai tarif AS menghubungi Gedung Putih untuk negosiasi.
    5. Presiden Israel Netanyahu menyatakan akan menghilangkan defisit perdagangan dengan AS secepat mungkin.
    6. SEC akan mengadakan diskusi putaran meja (roundtable) terkait crypto trading hari Jumat.
    7. Trump mengancam tambahan tarif 50% ke China jika tarif 34% tidak dihapus sebelum 8 April.
    8. CZ Binance bergabung sebagai penasihat Pakistan Crypto Council untuk mendukung pertumbuhan Web3 dan blockchain.
    • Strategi MicroStrategy (Michael Saylor) tidak menambahkan BTC antara 31 Maret hingga 6 April.

    Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

    AVAX/USDT (🔼 9.62%)

    • Entry: $16.57
    • Stop Loss: $16.03
    • Take Profit: $18.16

    Harga AVAX/USDT saat ini berada di kisaran $16.81 dan sedang membentuk pola pennant yang menandakan potensi kelanjutan tren naik. RSI 1 jam menunjukkan pembacaan di 55.72, mencerminkan momentum bullish yang cukup kuat.

    Support terdekat berada di $16.57, sementara resistance utama terletak di $18.16, dengan potensi upside sekitar 9.62% jika berhasil breakout dari pola ini. Kenaikan volume mendukung kemungkinan breakout ke atas.

    Avalanche dikenal dengan arsitektur tri-chain uniknya yang terdiri dari C-Chain, P-Chain, dan X-Chain sebagai fondasi ekosistem. Namun, keterbatasan pada subnet lama seperti biaya staking tinggi dan masalah interoperabilitas memicu evolusi ke arah subnet yang lebih menyerupai Layer 1. Inovasi ini memperkuat posisi AVAX sebagai platform yang scalable dan fleksibel, memberi sentimen positif terhadap ekosistemnya di tengah tren adopsi blockchain modular.

    RENDER/USDT (🔼 13.99%)

    • Entry: $2.917
    • Stop Loss: $2.799
    • Take Profit: $3.326

    Harga RENDER/USDT saat ini berada di $3.011 setelah rebound kuat dari area support $2.799. Harga berhasil menembus resistance minor di $2.917 dan kini mendekati resistance penting di $3.326. RSI 1 jam berada di level 61.10, menunjukkan momentum yang cenderung bullish namun belum overbought. Volume meningkat seiring dengan kenaikan harga, mendukung potensi lanjutan tren naik.

    Breakout di atas $3.326 akan membuka ruang menuju level lebih tinggi.Render Network baru saja mengumumkan proposal penting RNP-019, yang berfokus pada ekspansi layanan AI/ML dan memberikan framework untuk emisi dan reward bagi node komputasi umum dan AI.

    Voting komunitas atas proposal ini ditutup pada 6 April dan menjadi langkah awal dalam memperluas Render menjadi lapisan komputasi universal. Hal ini menunjukkan minat proyek dalam menangkap peluang dari sektor AI, yang dapat memperkuat fundamental jangka panjang RENDER.

    SOL/USDT (🔼 8.35%)

    Entry: $105.59
    Stop Loss: $102.10
    Take Profit: $114.42

    SOL/USDT bergerak di kisaran $107.04 setelah mengalami pemantulan dari support $102.10. RSI 1 jam di 51.23 menunjukkan netral-bullish. Jika harga mampu bertahan di atas $105.59, ada potensi kenaikan menuju resistance $114.42 dengan estimasi profit sekitar +8.35%.

    Solana menunjukkan perkembangan pesat minggu ini dengan berbagai update seperti Solana Breakout Hackathon, integrasi dengan PayPal & Venmo, dan peluncuran produk dari @matchaxyz dan @KaminoFinance.

    Selain itu, Solana juga mengumumkan peluncuran Solana Policy Institute untuk edukasi kebijakan publik. Aktivitas ini menunjukkan ekosistem yang aktif dan mendukung outlook positif terhadap SOL.

    Baca juga: Tren Bitcoin 7-11 April 2025: Bitcoin Jump! by Hoteliercrypto

    Selalu perhatikan pergerakan pasar dan berita terbaru yang dapat mempengaruhi harga aset kripto di Market Sinyal Harian. Untuk terus mendapatkan market sinyal harian secara full 5 sinyal kripto segera join sebagai VIP Tokocrypto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tren Bitcoin 31 Maret-4 April 2025: DXY JUNAM by Hoteliercrypto

    Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.

    SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BAGI SAUDARAKU YANG MERAYAKAN.

    BERKAH UNTUK SEMUA BANGSA DAN TANAH AIRKU INDONESIA

    Analisa kita minggu lalu cukup akurat, S&P 500 Manufacturing PMI benar terprediksi turun, House Price Index betul naik, New home sales Betul naik consumer confidence lesu tepat terpediksi, tetapi saya salah di Durable Good Order, saya tidak ambil pusing, bayangkan dimana logikanya Retail sales turun, Belanja Pabrik Turun, Consumer Confience turun lalu Durable Good Order naik? Siapa yg belanja? Nanti kita bahas lebih detil.

    Pada subs saya jelaskan: 

    Sampai hari Kamis ini kebetulan benar. Dan hari Jum’at Salah

    Mari kita bedah data minggu depan.

    Data Minggu Depan

    Senin, 31 Maret 2025

    – Tidak ada data dan RRP naik

    Hari terakhir di akhir bulan RRP selalu naik, juga di akhir quarter, di akhir semester dan akhir tahun, kenaikannya lebih besar. 

    Maka curi start hari minggu itu boleh jadi pindah hari Selasa Dini hari.

    Kira-kira Begini Candle hari Senin, Prediksi saya Senin Merah

    Selasa, 1 April 2025

    22.00 WITA- JOLTS

    Kita dapati data, Retail sales jatuh, Consumer Confidence jatuh, belanja Pabrik jatuh, claim data naik, maka seharusnya Jumlah Lowongan (Jolts) tidak naik.

    Perlu diingat bahwa Jolts yang dirilis bulan April bukanlah Jolts bulam maret, tetapi bulan Februari 2025, yaitu saat jelek-jeleknya data. Jika Jolts naik, DXY naik, jika Jolts turun DXY turun, maka prediksi saya dua, antara Jolts turun, atau angka yang sebelumnya diedit turun. 😆😆😆 Ada-ada saja ya republik banana.

    Kira-kira begini candle Selasa. Dan perlu diingat, 1 April 2025 adalah QT dikurangi hanya menjadi 5 milyar dollar dari 25 milyar dollar, Trump akan punya pidato tentang Tariff 2 April ditambah RRP yang ambles, boleh jadi dump and pump terjadi. Pumpnya saat dini hari setelah RRP rilis. Selasa dini hari hijau.

    Rabu, 2 April 2025

    08.15 WITA – Jumlah Pegawai Swasta (ADP)

    Jolts turun, PMI turun, Claim data naik, Retail sales lesu, saya ingin sekali mengatakan bahwa Jumlah Karyawan Swasta akan turun, tetapi melihat angkanya yang 77K, saya kira tipis sekali kesempatan untuk turun dibawah itu. Jadi saya harus inverse data.

    Jika ADP naik, DXY naik jika ADP turun DXY turun, maka prediksi saya ADP naik dan DXY turun. Di hari ini Bitcoin juga akan volatile, dump and pump akan terjadi melihat efek Tariff Trump. Namum bukan itu yang saya tunggu, yang saya tunggu adalah apakah balasan Tiongkok terhadap AS.

    Dunia ini hanya milik mereka berdua, kita semua nebeng, strategi Trump telah mampu dibaca pasar, karena terlalu banyak revisi, nah strategi Xi Jin Ping belum kentara. Tetapi sudah pasti inverse Trump, Tiongkok tidak nyari beken, tapi nyari duit. Sedangkan AS nyari duit dari popularitasnya. Faham bedanya?

    22.00 WITA- Factory Order

    Factory order saya prediksi naik, Mobil Inden akan merajalela, terlihat dari saham Tesla yang naik, ada investasi Hyundai, ada rampokan investasi Tiongkok di Meksiko yang dipindahkan ke AS, ada investasi dari Arab, UAE capai 1.4 Trilyun dollar dan banyak lagi, menandakan bahwa Factory Order naik memberikan image liquidity AS basah lagi. Masa iya, Fednya akan rusak suasana? 🤣🤣🤣🤣

    22.00-WITA Durable Excluding defense

    Saya jelaskan diatas, Durable Good Order naik ditengah retail sales turun, saya pahami bahwa yang belanja adalah Kementrian pertahanan untuk persiapan perang. 

    Menurut saya hari Rabu, kira-kira candle-nya begini:

    ADP naik DXY naik dan Bitcoin koreksi, tetapi karena RRP turun Koreksi Bitcoin menjadi Wick.

    Kamis, 3 April 2025

    20.30 WITA – Claim data

    Minggu lalu saya prediksi angka pengangguran itu akan diedit, dan benar diedit. 🤣 Sekarang kita prediksi lagi minggu depan akan diedit, angka 224K tanggal 27 Maret 2025 akan dirubah menjadi 226K tanggal 3 April 2025 dan actualnya naik.

    Kira-kira begini candle hari Kamis:

    Jum’at 4 April 2025

    20.30 WITA – Non Farming Payroll

    Nah, sampailah kita pada ujung data 4P yang pekerjaan, yaitu Non Farming Payroll, pada postingan subs kita temukan analisa Harnett dari Bank of America, bahwa sekali lagi NFP jatuh maka AS akan masuk resesi.

    Kita temukan fakta bahwa Fed tidak potong suku bunga, maka seharusnya NFP tidak jatuh lagi. Gembar-gembor Tariff dan investasi menekankan bahwa Amerika mau diturutin, memaksa investor untuk invest atau akan kena hukuman. Menurut saya NFP akan naik, tetapi pada rumus umumnya mengatakan jika NFP naik maka DXY naik.

    Kita harus melihat kembali angka NFP yang 151K itu sudah dasar, dan investor hanya akan invest jika dipandang kebijakan moneternya mulai kearah Quantitative Easing, bukan Quantitative Tightening. Dengan Fed mengurangi QT saja dari 25 milyar dollar ke 5 milyar dollar, jumlah edar uang dollar sudah bertambaha, maka naiknya NFP dipandang liquidity sudah disuntik Fed. 

    Yang artinya inflasi maret akan naik lagi. Sehingga jika NFP naik, DXY kali ini tidak ikutan naik, dan Bitcoin akan naik. 

    Kira-kira Candlenya begini: 

    Terimakasih sudah membaca, saya ingatkan lagi hindari nyinyir, saya tidak hendak mengumpulkan follower toxic, catatan Tren Bitcoin mingguan adalah cara saya belajar dan berkarya untuk diri sendiri.

    Saya dan Trada sama, meraba pasar dengan data yang ada. Sehingga menjadikan saya acuan adalah salah, dan pasti rugi. Tetaplah menganalisa sendiri namun juga jangan percaya, sesungguhnya sebaik-baiknya pelajaran adalah pengalaman bukan influencer langganan.

    Ini bukanlah nasehat keuangan, Trada tidak diminta untuk menjadikan tulisan saya acuan, semua transaksi jual beli dilakukan oleh jari tanganmu sendiri, dilarang menyalahkan influencer. Barang siapa Toxic akan saya mute, jika masih kebangetan akan saya remove. Saya ingin mengundang ide-ide bagus dari anak bangsa, dengan membuat circle yang sopan dalam berdiskusi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Expense Tracker: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya untuk Bisnis

    Pernah merasa keuangan bisnis sering bocor tanpa tahu ke mana perginya? Atau kesulitan mencatat pengeluaran dengan rapi sehingga sulit mengevaluasi keuangan? Jika iya, berarti kamu butuh expense tracker!

    Expense tracker adalah sistem yang memudahkan pencatatan setiap pengeluaran bisnis, mulai dari biaya operasional hingga pembelian stok. Dengan sistem yang rapi, kamu bisa lebih mudah mengontrol cash flow, hingga membuat keputusan finansial yang lebih tepat.

    Yuk, cari tahu lebih lanjut mengenai apa itu expense tracker, cara kerjanya, apa saja manfaatnya untuk bisnis, hingga rekomendasi aplikasi terbaik di artikel ini!

    Apa Itu Expense Tracker?

    Expense tracker adalah alat bantu, berupa aplikasi, software, atau fitur yang berfungsi untuk melacak pengeluaran bisnis secara rinci. Dengan menggunakan expense tracker, kamu bisa mengetahui aliran kas bisnismu, termasuk pemasukan, pengeluaran, saldo, dan berbagai transaksi keuangan lainnya.

    Aplikasi ini menjadi solusi dari pengelolaan keuangan manual yang sering kali memakan waktu dan merepotkan. Faktanya, banyak pemilik bisnis yang menghabiskan puluhan jam setiap bulan hanya untuk mencatat dan mengecek keuangan secara manual. Padahal, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk fokus mengembangkan bisnis.

    Beberapa expense tracker sederhana hanya berfungsi untuk mencatat dan mengelola keuangan, sementara yang lebih canggih dapat menganalisis pola pengeluaran. Dengan begitu, kamu bisa mengetahui ke mana uangnya mengalir dan membuat anggaran yang lebih efektif.

    Aplikasi Expense Tracker (Sumber: Paper.id)

    Salah satunya adalah Paper.id, platform invoicing dan pembayaran ini dilengkapi dengan fitur expense tracker. Kamu bisa buat invoice digital dan rekonsiliasi otomatis, artinya kamu tidak perlu lagi menginput transaksi secara manual.

    Kamu bisa terima pembayaran dari buyer dengan 30+ metode pembayaran, termasuk dengan kartu kredit dan cicilan, sehingga mereka dapat tambahan tempo pembayaran 30-45 hari, sementara kamu bisa dapat pembayaran tepat waktu.

    Menariknya lagi, di Paper.id kamu bisa atur role akun atau akses pengguna, sehingga data keuangan kamu makin aman dari oknum yang tidak bertanggung jawab. 

    Gunakan Paper.id sekarang dan rasakan manfaatnya dengan klik tombol di bawah!

    Gunakan Paper.id Gratis

    Baca Juga: 5 Rekomendasi Corporate Card Terbaik untuk Bisnismu

    Cara Kerja Expense Tracker

    Berikut langkah-langkah cara kerja expense tracker:

    1. Mencatat transaksi bisnis

    Pencatatan transaksi dalam expense tracker bisa dilakukan secara manual maupun otomatis, misalnya:

    • Manual: Tim keuangan atau akuntansi mencatat pengeluaran secara manual di spreadsheet atau aplikasi akuntansi.
    • Otomatis: Beberapa bisnis menggunakan software yang terhubung langsung dengan rekening bank atau kartu kredit perusahaan untuk mencatat transaksi secara otomatis.

    Contoh Pencatatan:

    • Tanggal: 10 Februari 2025
    • Kategori: Biaya Operasional
    • Jumlah: Rp5.000.000
    • Deskripsi: Pembelian bahan baku kopi

    2. Mengelompokkan pengeluaran

    Setiap pengeluaran diklasifikasikan ke dalam kategori tertentu, seperti biaya operasional (sewa, listrik, gaji karyawan, bahan baku, transportasi), biaya modal (pembelian mesin, investasi software, renovasi), biaya pemasaran (digital marketing, promosi, diskon), hingga biaya lain-lain (pajak, biaya konsultasi, administrasi).

    3. Membandingkan dengan anggaran bisnis

    Expense tracker akan membantu mengevaluasi apakah pengeluaran masih sesuai anggaran atau sudah melampaui batas.

    Contoh perbandingan:

    • Anggaran pemasaran: Rp10.000.000/bulan
    • Pengeluaran saat ini: Rp9.000.000

    Jika pengeluaran mencapai Rp12.000.000, berarti ada kelebihan Rp2.000.000 dari anggaran yang ditetapkan.

    4. Menganalisis pengeluaran melalui laporan keuangan

    Expense tracker menyediakan laporan untuk memantau kondisi keuangan bisnis, seperti:

    • Laporan arus kas: Melihat pergerakan uang masuk dan keluar.
    • Laporan laba rugi: Menilai apakah pengeluaran masih lebih kecil dari pendapatan.
    • Laporan biaya operasional: Mengidentifikasi pos pengeluaran terbesar dalam bisnis.

    5. Mengoptimalkan pengeluaran

    Setelah mengevaluasi laporan, kamu bisa mengambil langkah strategis, seperti:

    • Mengurangi biaya yang kurang efisien, misalnya mencari supplier dengan harga lebih kompetitif.
    • Meningkatkan efisiensi, seperti menggunakan software akuntansi otomatis.
    • Menyesuaikan anggaran bulan berikutnya berdasarkan tren pengeluaran sebelumnya.

    Baca Juga:

    Manfaat Expense Tracker untuk Bisnis

    Menggunakan expense tracker bisa memberikan banyak keuntungan bagi bisnis kamu dalam mengelola keuangan secara lebih efektif. Berikut beberapa manfaat utamanya:

    1. Mencegah pemborosan

    Dengan mencatat setiap pengeluaran secara detail, bisnis bisa lebih mudah mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu atau berlebihan, sehingga membantu mengontrol biaya dan memastikan dana digunakan secara optimal.

    2. Mempermudah pemantauan keuangan

    Expense tracker memungkinkan kamu bisa melihat cash flow secara real-time, sehingga bisa mengetahui kondisi keuangan kapan saja tanpa perlu menunggu laporan manual dari tim keuangan.

    3. Membantu perencanaan anggaran yang lebih akurat

    Dengan data pengeluaran yang tercatat dengan baik, kamu bisa menyusun anggaran yang lebih realistis dan sesuai dengan kebutuhan operasional. Ini juga membantu menghindari pengeluaran melebihi batas yang sudah ditentukan.

    4. Mempercepat proses akuntansi

    Expense tracker mengurangi proses pencatatan manual yang memakan waktu, sehingga tim keuangan bisa lebih fokus pada analisis keuangan dan pengambilan keputusan strategis.

    5. Mengurangi risiko kesalahan keuangan

    Kesalahan pencatatan atau kehilangan bukti transaksi sering terjadi dalam sistem manual. Dengan expense tracker, data tersimpan dengan rapi dan otomatis, sehingga mengurangi risiko kesalahan dalam laporan keuangan.

    Baca Juga: 5 Virtual Credit Card Terbaik di Indonesia, Pebisnis Wajib Punya!

    Demikian penjelasan mengenai expense tracker secara lengkap. Pada kesimpulannya, expense tracker adalah solusi praktis untuk membantu bisnis mengelola keuangan dengan lebih efisien.

    Jika kamu ingin proses pencatatan pengeluaran lebih mudah dan otomatis, gunakan Paper.id! Dengan fitur invoicing dan pembayaran yang terintegrasi, bisnis kamu bisa lebih rapi dalam mengelola transaksi dan keuangan.

    Jadi, sudahkah bisnismu menggunakan expense tracker?
    *Artikel ini hasil kerja sama antara Paper.id dan Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fidelity Siap Luncurkan Stablecoin Berbasis Dolar AS

    Fidelity Investments tengah bersiap untuk merilis stablecoin berbasis dolar AS, menandai langkah signifikan perusahaan dalam ekspansi ke sektor aset digital.

    Ekspansi ke Aset Digital

    Fidelity, perusahaan manajemen aset asal Boston, dikabarkan telah menyelesaikan tahap pengujian untuk stablecoin barunya melalui divisi aset digital khususnya. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memanfaatkan teknologi blockchain dalam modernisasi sistem keuangan.

    Dikutip Benzinga, stablecoin ini dirancang untuk berfungsi sebagai uang digital di pasar kripto, mengikuti tren global yang berkembang pesat dalam penggunaan tokenisasi aset. Peluncuran ini juga beriringan dengan rencana Fidelity untuk menawarkan versi token dari dana pasar uang pada akhir Mei, bersaing langsung dengan produk serupa dari BlackRock dan Franklin Templeton.

    Regulasi dan Dampak di Pasar

    Langkah Fidelity ini terjadi di tengah perdebatan regulasi di AS mengenai penerbitan stablecoin. Di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump, kebijakan terhadap aset kripto mulai beralih ke arah yang lebih mendukung. Trump sebelumnya menyatakan dukungannya terhadap pengembangan stablecoin berbasis dolar yang sah dan mendorong regulasi terkait agar segera disahkan.

    “Kami melihat tokenisasi sebagai perubahan transformatif untuk layanan keuangan,” kata Cynthia Lo Bessette, Kepala Manajemen Aset Digital di Fidelity. Ia menambahkan bahwa aset berbasis blockchain dapat meningkatkan efisiensi pasar modal dengan mempercepat proses penyelesaian transaksi dan meningkatkan likuiditas.

    Persaingan di Industri Stablecoin

    Saat ini, lebih dari $230 miliar stablecoin beredar di seluruh dunia, sebagian besar diterbitkan oleh perusahaan luar negeri seperti Tether. Dengan masuknya lembaga keuangan berbasis AS ke dalam sektor ini, muncul alternatif yang lebih teregulasi bagi pengguna stablecoin.

    Fidelity bukan satu-satunya pemain baru di industri ini. Perusahaan seperti Ondo Finance dan Hashnote—yang didukung oleh Circle—juga tengah mengembangkan produk tokenisasi berbunga yang berfungsi sebagai agunan dalam perdagangan. Instrumen ini telah menarik simpanan lebih dari $5 miliar meski masih dalam tahap membangun likuiditas.

    Pada saat yang sama, World Liberty Financial, perusahaan kripto yang berafiliasi dengan Trump, mengumumkan rencana peluncuran stablecoin miliknya sendiri, USD1. Koin ini akan sepenuhnya didukung oleh obligasi pemerintah AS jangka pendek dan aset setara kas lainnya.

    Dengan semakin banyaknya institusi keuangan yang memasuki pasar stablecoin, persaingan untuk mendominasi sektor ini diperkirakan akan semakin ketat dalam beberapa bulan mendatang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Interactive Brokers Tambah SOL, XRP, ADA, DOGE ke Opsi Perdagangan Kripto

    Interactive Brokers, salah satu perusahaan pialang terbesar di dunia, memperluas layanan perdagangan mata uang kripto dengan menambahkan empat aset digital baru: Solana (SOL), Cardano (ADA), Ripple (XRP), dan Dogecoin (DOGE). Langkah ini mencerminkan tren adopsi aset digital yang semakin meluas di kalangan lembaga keuangan.

    Menurut laporan Cryptonews, dengan penambahan ini, Interactive Brokers kini menawarkan perdagangan delapan aset kripto, termasuk Bitcoin (BTC), Ether (ETH), Litecoin (LTC), dan Bitcoin Cash (BCH).

    Menurut siaran pers perusahaan pada 26 Maret, klien Interactive Brokers LLC dan Interactive Brokers (UK) Limited yang memenuhi syarat dapat memperdagangkan aset digital tersebut bersama instrumen keuangan tradisional seperti saham, opsi, futures, dan obligasi dalam satu platform.

    Diversifikasi Portofolio dengan Aset Digital

    Steve Sanders, Wakil Presiden Eksekutif Pemasaran dan Pengembangan Produk di Interactive Brokers, mengatakan bahwa ekspansi ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas lebih kepada investor dalam mendiversifikasi portofolio mereka.

    “Penambahan token baru ini memberi klien kami fleksibilitas lebih untuk mendiversifikasi portofolio mereka dan memanfaatkan peluang di seluruh aset digital,” ujar Sanders.

    Interactive Brokers memungkinkan klien untuk mengelola investasi kripto mereka bersamaan dengan aset tradisional. Investor dapat menetapkan posisi mata uang kripto spot, menggunakan instrumen derivatif seperti futures dan opsi, serta mengakses dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) untuk mengelola risiko eksposur mereka.

    Selain itu, klien juga dapat menyimpan dolar AS dan kripto dalam akun perdagangan mereka, memperdagangkan aset digital 24/7, menempatkan limit order untuk kontrol lebih besar, serta menarik aset mereka ke dompet eksternal.

    Biaya Kompetitif dan Kepatuhan Regulasi

    Interactive Brokers menawarkan beberapa biaya perdagangan kripto terendah di industri, dengan komisi antara 0,12% hingga 0,18% dari nilai perdagangan, dengan minimum $1,75 per pesanan. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak mengenakan biaya spread, markup, atau biaya kustodian tambahan.

    Untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi, Interactive Brokers bekerja sama dengan Zero Hash LLC dan Paxos Trust Company. Zero Hash merupakan entitas yang terdaftar di FinCEN dengan lisensi di berbagai yurisdiksi AS, termasuk BitLicense di New York, sementara Paxos Trust Company diawasi oleh Departemen Layanan Keuangan New York.

    TradFi Semakin Masuk ke Dunia Kripto

    Langkah Interactive Brokers ini menjadi bagian dari perubahan besar dalam dunia keuangan tradisional (TradFi) yang semakin terbuka terhadap aset digital. Sebelumnya, Emirates NBD, grup perbankan terbesar di Dubai, mengumumkan rencana menawarkan layanan perdagangan kripto melalui kemitraan dengan Aquanow dan Zodia Custody.

    Di Jerman, Boerse Stuttgart Digital telah memfasilitasi DekaBank untuk masuk ke perdagangan kripto bagi klien institusional. Sementara itu, Taurus, yang didukung Deutsche Bank, meluncurkan platform kustodian dan tokenisasi berbasis Solana untuk mendukung penerbitan dan manajemen aset digital oleh bank.

    Ekspansi ini menunjukkan bahwa industri keuangan tradisional semakin mengadopsi aset digital, membuka peluang lebih luas bagi investor ritel dan institusional di pasar kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com