Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, kembali menunjukkan performa yang mengesankan.
Pada perdagangan hari ini, harga Ethereum di Tokocrypto pada Minggu (17/8) tercatat di $4,481.60 per ETH, dengan kapitalisasi pasar mencapai $540.96 miliar.
Angka ini sekaligus memperkuat dominasi Ethereum sebagai motor penggerak ekosistem Web3, DeFi, dan NFT.
Kenaikan ini sekaligus menandai momentum positif yang cukup stabil, dengan ETH mencatat kenaikan +1.18% dalam 24 jam terakhir.
Tidak hanya itu, data historis harga dalam 90 hari terakhir juga menampilkan reli yang impresif. ETH sudah naik hampir +88.43%, sebuah pencapaian yang membuat banyak analis berspekulasi bahwa rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) akan segera dipecahkan.
Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Performa Harga Ethereum: Dari Konsolidasi ke Tren Bullish
Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di kisaran $4,379–$4,494. Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang relatif sehat dan stabil jika dibandingkan dengan altcoin lain yang cenderung lebih fluktuatif.
Jika ditarik lebih jauh:
30 Hari terakhir: ETH menguat +21.98% atau setara dengan kenaikan $806.34.
60 Hari terakhir: ETH melesat +76.30% atau setara dengan kenaikan $1,936.68.
90 Hari terakhir: ETH sukses menambahkan nilai sebesar $2,100.05, mencatat lonjakan +88.43%.
Dengan tren kenaikan yang konsisten, Ethereum kini hanya terpaut sekitar $410 dari rekor tertingginya di $4,891.70.
Jika momentum bullish ini terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan ETH akan mencatatkan ATH baru dalam waktu dekat.
Faktor Pendorong Kenaikan Ethereum
Beberapa faktor utama diyakini menjadi pemicu menguatnya harga ETH, di antaranya:
Adopsi DeFi & NFT yang Kembali Menguat Ekosistem decentralized finance (DeFi) dan non-fungible tokens (NFT) kembali menggeliat. Dengan Ethereum sebagai jaringan utama, lonjakan aktivitas transaksi turut meningkatkan permintaan ETH sebagai bahan bakar (gas fee).
Peningkatan Staking ETH 2.0 Beralihnya Ethereum ke mekanisme Proof-of-Stake (PoS) membuat banyak investor mengunci ETH mereka dalam staking. Hal ini secara langsung mengurangi suplai ETH yang beredar di pasar, mendorong harga naik akibat berkurangnya tekanan jual.
Optimisme Pasar Kripto secara Umum Seiring dengan penguatan Bitcoin yang menembus level $118.000, altcoin besar seperti Ethereum mendapat limpahan arus modal dari investor institusi maupun ritel. ETH sebagai aset kripto “blue chip” menjadi pilihan utama kedua setelah BTC.
Analisis Pasar: Potensi Bullish Masih Terbuka
Dari perspektif teknikal, ETH menunjukkan tren bullish yang kuat:
Support terdekat: $4,350
Resistance utama: $4,500 – $4,600
Jika harga mampu menembus resistance $4,600 dengan volume perdagangan tinggi, ETH berpotensi menuju rekor tertinggi di $4,891, bahkan menembus ke level psikologis baru di $5,000.
Sebaliknya, jika gagal mempertahankan momentum, koreksi ke area support $4,200 – $4,300 bisa saja terjadi.
Volume perdagangan 24 jam yang mencapai $27.65miliar juga menandakan adanya minat besar dari pasar, sekaligus memberi sinyal kuat bahwa investor masih percaya pada reli Ethereum.
Ethereum saat ini bukan hanya sekadar altcoin terbesar, melainkan fondasi utama dari inovasi blockchain modern.
Kenaikan harga ETH hingga $4,481 hari ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap proyek ini semakin solid.
Dengan performa yang stabil, fundamental yang kuat, dan ekosistem yang terus berkembang, peluang Ethereum untuk memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa semakin terbuka lebar.
Bagi investor jangka panjang, ETH tetap menjadi aset yang menarik untuk diakumulasi. Namun, untuk trader jangka pendek, volatilitas tetap harus diwaspadai, terutama menjelang level resistance kritis di $4,500 – $4,600.
Dengan tren positif ini, pertanyaan yang muncul adalah, apakah Ethereum akan menjadi aset kripto kedua setelah Bitcoin yang menembus kapitalisasi pasar $1 triliun?
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Sebagai bagian dari perayaan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, pemerintah tengah menyelenggarakan rangkaian Bulan Kemerdekaan yang sarat makna.
Dimulai dari Doa Kebangsaan pada 1 Agustus di Tugu Proklamasi, hingga Upacara Detik-detik Proklamasi, Pesta Rakyat, Karnaval Malam, dan Merdeka Run 8.0K, semua digelar untuk menggugah kebersamaan dan optimisme nasional.
Namun di tengah riuhnya semangat kebangsaan, muncul pertanyaan menarik: bisakah gelombang patriotik ini juga menyentuh ranah “kripto merdeka”?
Semangat Inklusif dalam Hari Kemerdekaan
Dikutip Dari laman resmi Setneg pada Minggu (17/8), pemerintah tahun ini berfokus pada inklusivitas dalam peringatan nasional.
8.000 masyarakat umum diajak hadir langsung ke Istana, dan 80 % kursi undangan diberikan kepada warga, dengan pendaftaran via aplikasi “Pandang Istana”.
Semangat merdeka ini dimaknai sebagai milik semua, termasuk bisa direnungkan pula oleh komunitas kripto di tanah air:
Desentralisasi yang merata: seperti pembagian akses ke upacara, kripto bisa memperluas akses ke layanan keuangan tanpa diskriminasi.
Partisipasi luas: semangat pesta rakyat dan karnaval bisa diterjemahkan dalam penggunaan token komunitas dan voting terdesentralisasi di platform blockchain.
Aksi Nasional yang Berdampak—Menjadi Katalis Kripto Lokal
Beberapa program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Bayangkan potensi sinerginya jika dikelola bersama teknologi kripto:
Token lokal sebagai voucher digital untuk layanan publik: terpadu dengan program pangan atau pendidikan gratis, token bisa berlaku sebagai alat tukar digital yang transparan.
Koperasi digital berbasis blockchain: maraknya koperasi desa bisa semakin kuat dengan sistem smart contract untuk distribusi bantuan dan pelaporan otomatis, mendorong akuntabilitas.
Semangat Kolaborasi Generasi Muda & Kripto
Kemensetneg mengajak generasi muda, termasuk mahasiswa UNJ dan kampus lainnya, untuk terlibat aktif dalam merayakan kemerdekaan dengan dialog dan kontribusi ide pembangunan nasional. Ini adalah momentum tepat untuk mengajak talenta muda:
Hackathon decentralisasi: kompetisi teknologi blockchain dalam tema kemerdekaan—seperti aplikasi voting digital, identitas digital warga, atau sistem amal transparan—bisa menghasilkan inovasi berkelanjutan.
Literasi kripto di kampus: melalui dialog interaktif, generasi muda bisa dilatih memahami ekonomi digital, termasuk kripto dan potensinya dalam inklusi keuangan.
“Pesta Digital” di Bulan Kemerdekaan
Pesta Rakyat di Monas, kuliner dari UMKM, dan karnaval malam merupakan simbol kebersamaan dan kreativitas warga nasional. Analoginya bisa diterapkan di dunia kripto:
NFT Peringatan Merdeka: Ciptakan karya seni digital interaktif bertema kemerdekaan sebagai NFT, dapat menjadi sumber pendanaan digital untuk warisan budaya.
‘Crypto Merdeka Sale’ untuk UMKM: UMKM lokal bisa menjual produk lewat marketplace NFT dengan fiat-onramp kripto, mempromosikan ekonomi digital inklusif.
Mengakhiri dengan “Kripto Berdaulat, Rakyat Digital Sejahtera”
Semangat HUT ke-80 RI bukan sekadar simbol upacara. Ini adalah momentum refleksi, persatuan, dan kolaborasi.
Ketika hari kemerdekaan dikaitkan dengan kripto, peluang menciptakan “kemerdekaan finansial digital” dan inklusi ekonomi menjadi nyata.
Bayangkan negara yang memproklamirkan diri tidak hanya merdeka secara politik, tapi juga mandiri dalam ekonomi digital.
“Kripto Merdeka”—tak hanya jargon, tapi visi untuk masa depan Indonesia digital yang bersatu, berdaulat, dan sejahtera.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Saat Bitcoin mengalami penurunan, pasar kripto juga cenderung ikut turun. Namun di balik penurunan BTC, ada peluang tersembunyi di altcoin yang justru bisa jadi penyelamat portofolio lho!
Yuk, kenali strategi diversifikasi yang cocok saat Bitcoin sedang turun.
Hal yang Perlu Kamu Tahu Saat Bitcoin Turun
Pergerakan harga Bitcoin menjadi penentu pergerakan harga aset kripto lainnya—atau sering disebut dengan altcoin.
Ketika Bitcoin turun misalnya, sebagian besar altcoin biasanya ikut merosot karena pasar masih sangat dipengaruhi oleh pergerakan BTC. Fenomena ini biasanya bisa dilihat dari tingginya dominasi Bitcoin (BTC.D), yaitu seberapa kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding altcoin.
Melakukan diversifikasi portofolio kriptomu ke beberapa altcoin bisa jadi opsi menarik untuk mengantisipasi akan adanya rotasi modal yang awalnya modal secara dominan ada di Bitcoin, beralih ke altcoin lain yang ada di pasar kripto.
Rotasi ini biasanya terjadi setelah Bitcoin mengalami reli atau konsolidasi, di mana investor mencari peluang keuntungan lebih besar di altcoin yang memiliki fundamental kuat.
Sebelum Diversifikasi, Pahami Dulu Dominasi Bitcoin (BTC.D)
Secara sederhana, dominasi Bitcoin (BTC.D) adalah persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibandingkan dengan total kapitalisasi pasar seluruh aset kripto.
Misalnya: Kalau total pasar kripto bernilai $3 triliun dan Bitcoin menyumbang $1,8 triliun, maka dominasi Bitcoin adalah 60%.
Dominasi ini bisa menjadi sinyaluntuk kamu menentukan apakah lebih baik diversifikasi ke altcoin potensial sebagai diversifikasi yang agresif atau ke altcoindengan backed asset sebagai diversifikasi yang defensif.
Jika Bitcoin mengalami penurunan dan indikator teknikal menunjukkan potensi penurunan dominasi Bitcoin—misal; karena BTC.D terlihat rejected di level resistance. Rotasi modal biasanya akan terjadi, di mana dana yang semula terkonsentrasi di Bitcoin mulai mengalir ke altcoin berfundamental kuat.
Maka ini bisa jadi peluang untuk masuk ke altcoin besar yang potensial seperti Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), atau Solana (SOL).
Skenario Potensi Kenaikan BTC.D
Jika dominasi Bitcoin tinggi, pasar lesu, dan grafik BTC.D justru terlihat akan terus menanjak, maka altcoin berisiko jatuh lebih dalam saat BTC melemah. Dalam kondisi ini, pilihan yang lebih aman adalah diversifikasi ke altcoin dalam bentuk stablecoin seperti USDT, USDC, atau bahkan aset lindung nilai seperti PAX Gold (PAXG)—sebagai diversifikasi dari volatilitas yang sedang terjadi.
Altcoin Terbaik untuk Hedging
Ketika pasar kripto melemah beberapa altcoin didesain untuk melindungi nilai portofolio dari volatilitas, sehingga disebut sebagai instrumen hedging. Tiga di antaranya adalah stablecoin populer dan aset kripto berbasis emas berikut:
USDT adalah stablecoin terbesar di dunia dengan kapitalisasi pasar lebih dari $100 miliar. Koin ini dipatok 1:1 terhadap dolar AS, sehingga nilainya relatif stabil meski harga Bitcoin dan altcoin lain turun drastis. Karena likuiditasnya sangat tinggi, USDT sering menjadi pilihan utama investor global maupun Indonesia untuk parkir dana sementara sebelum kembali membeli aset lain.
Mirip dengan USDT, USDC juga dipatok ke dolar AS dengan rasio 1:1. Bedanya, USDC dikelola oleh Circle dan Coinbase melalui konsorsium Centre, sehingga lebih fokus pada transparansi cadangan aset. Bagi investor yang mengutamakan kejelasan regulasi dan tingkat keamanan lebih tinggi, USDC bisa menjadi alternatif hedging selain USDT.
Berbeda dengan stablecoin dolar, PAX Gold dipatok 1:1 dengan emas fisik yang disimpan di brankas London. Artinya, setiap 1 PAXG merepresentasikan kepemilikan emas nyata. Keunggulannya, PAXG bisa diperdagangkan layaknya kripto, tapi nilainya akan tetap mengikuti harga emas dunia—meskipun ketika harga pasar kripto turun. Saat pasar yang dianggap berisiko seperti kripto jatuh, emas sering menjadi aset pelindung nilai (safe haven), sehingga cocok untuk opsi diversifikasi portofolio kamu.
Berdasarkan sejarah pergerakan pasar, ada beberapa altcoin yang konsisten mengalami kenaikan setelah fase dominasi Bitcoin melemah. Berikut altcoin yang layak diperhatikan:
Grafik perbandingan pergerakan harga Ethereum dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.
Secara historis, Ethereum hampir selalu memimpin altcoin season setelah Bitcoin selesai reli besar. Misalnya, pada 2021, ketika ETH mencetak ATH di $4.800 beberapa minggu setelah Bitcoin mencapai puncak $69.000. Pola yang sama juga terjadi pada tahun 2025 dimana ETH reli setelah Bitcoin menembus beberapa kali ATH. Hal ini menunjukkan bahwa ETH cenderung menjadi “pemimpin” rotasi modal dari BTC ke altcoin.
Grafik perbandingan pergerakan harga XRP dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.
XRP punya sejarah unik: lonjakannya sering datang belakangan, setelah konsolidasi panjang. Pada 2021 misalnya, meski sempat terpukul oleh kasus hukum dengan SEC, XRP tetap mencatat reli besar setelah BTC. Begitu pula pada akhir 2024, setelah mengalami konsolidasi selama beberapa tahun XRP mengalami kenaikan setelah BTC. Ini membuktikan bahwa XRP sering jadi target rotasi modal.
Grafik perbandingan pergerakan harga Solana dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.
Solana cenderung lebih volatil daripada Bitcoin: jatuh lebih dalam saat bear market, tapi juga naik lebih tajam saat ada rotasi modal ke altcoin. Di 2024–2025, SOL sempat menyaingi dan bahkan melampaui performa BTC, namun akhirnya ditutup dengan selisih lebih rendah. Pola ini konsisten dengan historis altcoin season—SOL reli setelah Bitcoin melemah, tapi dengan risiko fluktuasi yang lebih tinggi.
Grafik perbandingan pergerakan harga BNB dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.
Masuk dalam ekosistem Binance, membuat BNB selalu dibutuhkan—baik untuk membayar biaya transaksi, staking, maupun berbagai layanan lainnya. BNB masih stabil di top 5 kripto, likuiditas tinggi, dan meski kenaikan tidak setajam SOL atau XRP, BNB tetap jadi pilihan investor saat rotasi modal terjadi pasca-Bitcoin.
Grafik perbandingan pergerakan harga Tron dan Bitcoin. Sumer data: CoinMarketCap.
Jika dibandingkan altcoin lain, Tron (TRX) tidak selalu jadi bintang utama rally setelah Bitcoin, tapi justru punya kelebihan dalam hal daya tahan pasar berkat pasar stablecoin yang sering menggunakan Tron sebagai jaringan utama untuk mengirim aset—TRX memproses lebih dari 51% dari seluruh USDT yang beredar. TRX dapat diposisikan sebagai altcoin jangka panjang dengan risiko lebih rendah dibanding SOL, namun tidak setajam ETH dalam memimpin altseason.
Bagaimana Strategi Beli untuk Diversifikasi Saat Pasar Lesu?
Saat pasar kripto lesu, strategi terbaik bukanlah menebak kapan harga mencapai titik terendah, melainkan membangun portofolio secara bertahap.
Salah satu cara yang bisa kamu gunakan adalah metode Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto dengan jumlah tetap secara rutin, misalnya mingguan atau bulanan—dengan DCA, kamu tidak perlu khawatir soal timing, karena harga beli otomatis diratakan dari waktu ke waktu.
Berikut langkah-langkah untuk melakukan pembelian Dollar Cost Averaging (DCA) dengan minimal deposit Rp50.000 di Tokocrypto:
Saat harga Bitcoin turun, kamu bisa melakukan diversifikasi ke altcoin—baik dengan stablecoin sebagai lindung nilai saat pasar turun atau menilik potensi rotasi modal yang akan terjadi dengan memposisikan diversifikasi di altcoin potensial.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Pasar meme coin kembali bergejolak setelah Bitcoin (BTC) mencatat penurunan tajam akibat komentar investor besar Scott Bessent. Kondisi ini memicu aksi jual besar-besaran di pasar, membuat valuasi koin meme merosot lebih dari $8 miliar hanya dalam satu hari.
Tiga koin meme teratas – Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB), dan Pepe (PEPE) – menjadi korban terbesar, dengan koreksi harga mendekati dua digit.
Dogecoin Turun 9,3%
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dogecoin mencatat penurunan lebih dari 9,3% dan kini diperdagangkan sedikit di atas $0,22. Secara teknikal, DOGE sedang membentuk pola segitiga simetris yang berpotensi memicu breakout, meskipun arahnya masih bergantung pada kondisi makroekonomi.
Analis kripto Ali Martinez mencatat adanya lonjakan aktivitas paus DOGE yang mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Namun, fenomena ini bisa menjadi sinyal ganda: baik akumulasi untuk reli harga, maupun potensi aksi jual besar-besaran.
Shiba Inu Turun 7,4%
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Shiba Inu (SHIB) juga masuk daftar pecundang, dengan koreksi lebih dari 7,4% dalam 24 jam terakhir. Saat ini, SHIB diperdagangkan di kisaran $0,000013 dengan kapitalisasi pasar sekitar $7,66 miliar.
Selain tekanan makroekonomi, SHIB terdampak isu keamanan setelah tim proyek memperingatkan investor terkait penipuan Discord yang menargetkan dompet pengguna. Dari sisi teknikal, grafik SHIB membentuk pola segitiga asimetris dengan puncak menurun, yang bisa mengindikasikan penurunan lebih lanjut.
Pepe Anjlok 10%
Pergerakan harga Pepe (PEPE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pepe (PEPE) mencatat penurunan paling tajam, yakni lebih dari 10% dalam sehari. Token bertema katak ini sebelumnya sempat menjadi sorotan pada 2023 karena berhasil menarik minat pasar pasca musim dingin kripto. Namun, sejak puncaknya pada November tahun lalu, harga PEPE terus membentuk titik tertinggi yang lebih rendah.
Saat ini, PEPE diperkirakan memasuki fase perdagangan sideways dalam jangka pendek. Meski demikian, dukungan komunitas yang kuat masih menjadi alasan sebagian investor untuk menyimpannya sebagai aset jangka panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Protokol pasar uang terdesentralisasi (DeFi) Aave mencatatkan sejumlah rekor baru seiring meningkatnya adopsi pinjaman kripto. Menurut data Token Terminal, Aave mencapai $3 triliun dalam simpanan kumulatif pada 15 Agustus 2025, sementara pinjaman aktif melampaui $29 miliar pada 13 Agustus.
Pencapaian ini turut didukung oleh lonjakan total nilai terkunci (TVL) yang menembus $40 miliar pada 14 Agustus, berdasarkan data DefiLlama. Kenaikan tersebut terjadi di tengah pertumbuhan sektor peminjaman DeFi, yang kini menjadi kategori terbesar kedua setelah liquid staking dengan TVL gabungan $75,3 miliar.
Aave Dominasi Pasar Pinjaman DeFi
Dilaporkan Cryptoslate, sektor peminjaman DeFi mencatat pertumbuhan kuat dalam sebulan terakhir dengan kenaikan 18,7%, melampaui sebagian besar kategori DeFi lainnya. Pinjaman aktif secara keseluruhan mencapai rekor $43 miliar pada 13 Agustus.
Dalam lanskap ini, Aave menguasai sekitar 66,7% pangsa pasar. Pesaing terdekatnya, Morpho, tercatat hanya memiliki simpanan sebesar $6,3 miliar, atau hampir enam kali lebih kecil dibanding Aave. TVL Aave sendiri tumbuh 25,7% dalam 30 hari terakhir, sementara pinjaman aktif naik sekitar $8 miliar (38%) pada periode yang sama.
Pergerakan harga Aave (AAVE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dengan volume simpanan tersebut, Aave kini berada pada level yang setara dengan 41 bank komersial teratas di AS, bahkan melampaui lembaga mapan seperti Barclays.
Prospek dan Pertumbuhan Token AAVE
Token asli protokol, AAVE, telah melonjak 138% sejak titik terendahnya pada April 2025. Pendiri Aave, Stani Kulechov, memperkirakan platform ini bisa mencapai $100 miliar simpanan bersih sebelum akhir tahun, menempatkannya sejajar dengan 35 bank terbesar di dunia, setara dengan Deutsche Bank.
Pertumbuhan Aave turut ditopang oleh adopsi institusional dan kemitraan strategis. Perusahaan publik BTCS, yang terdaftar di Nasdaq, menggunakan Aave untuk menghasilkan imbal hasil atas kepemilikan Ethereum. Selain itu, stablecoin USDe Ethereum senilai $6,4 miliar beserta aset terkait juga tersimpan di protokol ini.
Rangkaian pencapaian terbaru ini menegaskan posisi Aave sebagai salah satu infrastruktur keuangan terdesentralisasi terdepan, seiring meningkatnya integrasi lembaga tradisional dengan layanan pinjaman berbasis blockchain.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Pasar Dogecoin (DOGE) kembali diguncang setelah laporan adanya transfer besar-besaran dari dompet anonim ke bursa kripto terkemuka. Platform pemantau blockchain, Whale Alert, mencatat pergerakan 900 juta DOGE senilai sekitar $207,97 juta yang dikirim ke Binance.
Dilaporkan Blockchain Reporter, transfer ini langsung memicu spekulasi di kalangan trader mengenai potensi aksi jual besar-besaran. Meski begitu, sejumlah analis mengingatkan bahwa setoran dalam jumlah besar ke bursa tidak selalu berarti akan dijual, karena bisa terkait dengan perdagangan blok OTC, transfer kustodian, atau kebutuhan agunan margin.
Reaksi Harga Dogecoin
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Saat transaksi terjadi, DOGE diperdagangkan di kisaran $0,22–$0,24, dengan harga terakhir tercatat sekitar $0,23 dan volume perdagangan harian mencapai $4,58 miliar.
Selama beberapa pekan terakhir, Dogecoin bergerak dalam rentang $0,20 di sisi bawah dan $0,26–$0,28 di sisi atas, yang menjadi area resistensi kuat setelah beberapa kali uji coba gagal menembus level tersebut. Level psikologis $0,20 juga terus menjadi titik support utama yang diawasi investor.
Para pedagang menyebutkan akan mengamati apakah muncul dinding permintaan (ask wall) besar di Binance atau lonjakan order jual pasar, yang berpotensi menekan harga lebih jauh. Di sisi lain, beberapa pemegang ritel menilai pergerakan whale ini belum tentu menandakan tekanan jual, mengingat bursa sering berfungsi sebagai pusat kliring untuk transaksi institusional.
Sentimen Pasar
Analis on-chain menyoroti bahwa distribusi kepemilikan DOGE masih sangat terkonsentrasi pada beberapa dompet besar. Kondisi ini membuat setiap pergerakan signifikan dari whale cenderung memicu reaksi pasar berlebihan karena dianggap memiliki pengaruh besar terhadap arah harga jangka pendek.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
XRP kembali menjadi sorotan setelah pergerakan harga yang menegangkan membuat para trader terbelah: apakah token yang terhubung dengan Ripple ini siap melesat ke $4, atau justru tergelincir menuju $2?
Saat ini, pasar menilai ada peluang 63,7% bahwa XRP akan menembus $4 (skenario “moon”) dibandingkan 36,3% kemungkinan turun ke $2 (skenario “doom”), menurut prediksi di platform Myriad milik Dastan, induk perusahaan Decrypt.
Medan Perang di Level $3
Menurut Decrypt, harga $3 kini menjadi area kritis. Setelah data inflasi tinggi menurunkan ekspektasi pemotongan suku bunga awal pekan ini, XRP terkoreksi 6,4% dan kembali ke level tersebut. Dari sini, arah selanjutnya sangat ditentukan: apakah menanjak lagi atau justru runtuh.
Kapitalisasi pasar XRP di level $3 mencapai $181 miliar, menempatkannya di posisi ketiga terbesar setelah Bitcoin dan Ethereum. Bahkan, kurang dari sebulan lalu XRP berhasil mencetak rekor harga baru di $3,65. Kini pertanyaannya: apakah tren bullish akan berlanjut?
Analisis Teknis XRP
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
RSI (Relative Strength Index) berada di level 48, sedikit di bawah netral. Ini menandakan kondisi pasar masih dalam “zona keputusan”—tidak jenuh beli maupun jenuh jual.
ADX (Average Directional Index) di level 28 menunjukkan tren yang kuat sedang berlangsung. Artinya, meski koreksi ada, kecenderungan arah masih mendukung tren naik.
EMA (Exponential Moving Average) 50 hari berada di atas EMA 200 hari, membentuk pola bullish stack. Ini biasanya menjadi sinyal kuat bahwa tren naik masih akan berlanjut.
Momentum Squeeze Indicator menunjukkan fase konsolidasi. Pasar tampak “menarik napas” sebelum menentukan arah baru. Jika terjadi short squeeze, XRP bisa melonjak cepat. Sebaliknya, pelepasan posisi besar-besaran bisa memicu penurunan tajam.
Faktor Fundamental
Meski indikator teknis mendukung tren positif, ada tanda bahaya. Data arus masuk XRP ke bursa melonjak signifikan: 260 juta token dalam 30 hari terakhir, naik dari 141 juta pada awal Juli. Para pemegang besar (whales) diperkirakan telah melepas sekitar $6 miliar XRP sejak pertengahan Juli—indikasi distribusi yang kerap mendahului koreksi harga.
Di sisi lain, kabar baik datang dari faktor regulasi. Pertarungan hukum panjang antara Ripple dan SEC akhirnya berakhir, menghapus salah satu hambatan utama bagi XRP. Ditambah lagi, peluang persetujuan ETF spot XRP diperkirakan mencapai 88% pada Desember, memberikan katalis positif tambahan.
Ke Mana Arah XRP Selanjutnya?
Secara teknis, tren jangka pendek mendukung skenario bullish. Selama XRP mampu bertahan di atas support $2,80, peluang menuju $3,30 dalam beberapa hari mendatang cukup kuat. Jika level tersebut berhasil ditembus, target berikutnya adalah $4.
Namun, risiko tetap besar. Jika tekanan jual dari whale terus berlanjut dan XRP jatuh di bawah $2,80, skenario bearish bisa mendominasi dengan cepat.
XRP saat ini berada di persimpangan jalan. Indikator teknis memberi sinyal positif, namun arus jual besar-besaran dan volatilitas pasar kripto membuat arah harga selanjutnya masih penuh ketidakpastian.
Apakah XRP akan melesat ke bulan, atau justru menuju malapetaka? Pasar akan segera memberikan jawabannya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Harga Solana ($SOL) turun 3,86% dalam 24 jam terakhir ke posisi US$187,92 pada Jumat (16/8). Penurunan ini terjadi setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menunda keputusan terkait proposal ETF Solana hingga 16 Oktober 2025.
Dilaporkan Blockchain Reporter, penundaan tersebut menimbulkan ketidakpastian di pasar, meskipun pemerintahan Presiden Donald Trump dikenal pro-kripto.
Berdasarkan data pasar, kapitalisasi Solana saat ini mencapai US$101,46 miliar, turun 3,87% dalam sehari. Volume perdagangan harian juga anjlok 42,98%. Dari sisi pasokan, total suplai Solana tercatat sebesar 607,61 juta SOL, dengan suplai beredar 539,93 juta SOL.
Analisis Harga SOL
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 18 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Selama perdagangan, harga $SOL sempat menyentuh level tertinggi US$198,13 dan terendah US$183,76 sebelum pulih ke posisi sekarang. Secara teknikal, resistance terdekat berada di US$190, sedangkan support terdekat di US$183,76.
Jika tren pemulihan berlanjut, Solana diperkirakan dapat naik sekitar 4,25% dalam 30 hari ke depan ke kisaran US$196,09. Namun, keputusan SEC pada Oktober mendatang diperkirakan akan menjadi faktor penentu arah harga berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Anchorage, Alaska, yang berlangsung selama hampir tiga jam, nyatanya hanya meninggalkan slogan dan simbol.
Pertemuan di antara kedua tokoh penting tersebut berakhir tanpa kesepakatan konkret mengenai gencatan senjata, invasi Ukraina, maupun membahas topik seputar kripto.
Sementara itu, pasar kripto tampak lebih mementingkan fundamental ekonomi daripada gejolak diplomatik global.
Ketika Trump dan Putin saling menyampaikan “kemajuan signifikan” namun gagal mencapai kesepakatan nyata.
Menurut laporan Cryptopolitan pada Sabtu (16/8), banyak pihak menyangka kripto bakal bergerak liar. Namun, pasar justru terlihat menangkap ini sebagai kabar basi.
‘Berkat’ pertemuan Trump dan Putin, data menunjukkan Bitcoin hanya sempat turun mendekati $117 ribu, namun segera pulih ke hampir $118 ribu, tanpa reaksi dramatis terhadap summit tersebut.
Hal ini mencerminkan pasar kripto mulai bergerak berdasarkan analisis makro dan teknikal, bukan berita politik semata.
Trader Kripto: Lebih Fokus ke Zelenskiy, Bukan Kalahkan Bitcoin
Sementara itu, platform prediksi Polymarket mencatat 88% trader yakin Trump akan menyebutkan Zelenskiy, sementara hanya 3% percaya Bitcoin akan disebut sama sekali—menegaskan bahwa dunia kripto “terlalu sibuk” untuk sekadar menonton politik.
Pasar konvensional malah menunjukkan stabilitas. Pasar saham cenderung flat, minyak sedikit anjlok, USD melemah, dan emas secara marginal rebound. Kripto? Ikut tenang saja.
Geopolitik vs Kripto: Siapa Kalah, Siapa Unggul?
Di sisi lain, laporan dari Bitget menjelaskan bahwa dalam era ini, aset digital tidak fana dari krisis global—tetapi jauh lebih resilien.
Dalam situasi seperti ini, investor lebih mengarah ke aset “safe-haven” seperti stablecoin daripada membuat panic selling secara impulsif.
Sementara itu, survei AInvest menyiratkan bahwa turbulensi pasar kripto lebih dipicu oleh data ekonomi seperti data PPI atau rencana tarif ketimbang pertemuan politik seperti Trump dan Putin.
Dengan demikian, geopolitik bukan lagi trigger langsung untuk fundamental makro di dunia kripto, melainkan teknikal yang kini jadi faktor utama.
Trader kripto lebih peduli pada narrative global secara luas, bukan drama bilateral antara Trump dan Putin. Volatilitas juga tak muncul meski diplomasi gagal, memperlihatkan peningkatan kedewasaan pasar kripto itu sendiri.
Akan tetapi, apakah artinya kripto telah matang karena tidak terpengaruh geopolitik? Mungkin belum sepenuhnya, tetapi perbedaan reaksinya terhadap summit ini menjadi tanda bahwa dunia aset digital perlahan beradaptasi menjadi instrumen keuangan yang lebih rasional, dan bukan sekadar alat spekulasi sensasional.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Data historis harga MDT memperlihatkan perjalanan yang menarik. Dalam 30 hari terakhir, token ini sudah naik +94.23%, sementara dalam 60 hari terakhir bahkan meroket +107.92%.
Meski dalam jangka 90 hari terakhir kenaikannya lebih rendah, yakni hanya +9.37%, tren terbaru jelas menunjukkan momentum bullish yang sedang terbentuk.
Kenaikan ini bukan sekadar kebetulan. Di tengah pasar kripto yang mulai pulih dari fase konsolidasi, investor semakin tertarik untuk melirik altcoin berkapitalisasi kecil dengan potensi “multibagger”. MDT tampaknya sedang memanfaatkan momen ini dengan sangat baik.
Anomali Data: ATH dan Range Harian Masih Kosong
Satu hal yang menarik adalah adanya anomali pada data harga resmi MDT. Saat ini, informasi mengenai harga tertinggi dan terendah dalam 24 jam terakhir tercatat $0.
Begitu juga dengan rekor tertinggi (ATH) yang masih kosong. Padahal jelas, MDT sedang aktif diperdagangkan dan mengalami lonjakan besar.
Ketidaksesuaian ini kemungkinan besar berasal dari keterlambatan pembaruan data di beberapa platform pelacakan harga.
Namun, investor tetap perlu berhati-hati, mengingat transparansi data adalah faktor penting dalam menentukan strategi perdagangan.
Apa Itu Measurable Data Token (MDT)?
Bagi sebagian investor baru, MDT mungkin terdengar asing. Measurable Data Token adalah proyek blockchain yang berfokus pada pertukaran data konsumen yang terdesentralisasi.
Melalui ekosistemnya, pengguna bisa berbagi data dengan aman dan mendapatkan imbalan berupa token MDT.
Dengan meningkatnya kesadaran global mengenai privasi data dan monetisasi informasi pribadi, proyek seperti MDT memiliki relevansi yang tinggi.
Konsep ini berusaha menjembatani kebutuhan perusahaan akan data berkualitas, sekaligus memberi keuntungan kepada pemilik data, bukan hanya penyedia platform.
Risiko dan Potensi MDT ke Depan
Meski kenaikannya terlihat menjanjikan, MDT tetap termasuk dalam kategori altcoin berkapitalisasi kecil dengan volatilitas tinggi.
Artinya, harga bisa naik dengan cepat, tetapi juga bisa terkoreksi tajam dalam waktu singkat.
Namun, jika konsep data ekonomi berbasis blockchain terus mendapatkan perhatian, MDT bisa menjadi salah satu pemain utama di bidang ini.
Dengan kapitalisasi pasar yang masih di bawah $50 juta, ruang pertumbuhan MDT masih sangat luas dibandingkan dengan proyek blockchain besar lainnya.
Lonjakan harga +39% dalam sehari menempatkan Measurable Data Token di radar banyak trader dan investor.
Dengan harga saat ini $0.032, MDT menunjukkan bahwa altcoin kecil pun bisa memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Faktor utama yang membuat MDT menarik adalah lonjakan volume perdagangan, tren kenaikan konsisten dalam 30–60 hari terakhir, serta konsep proyek yang relevan dengan isu global mengenai data dan privasi.
Namun, volatilitas tinggi dan kapitalisasi pasar yang masih kecil tetap menjadi risiko utama. Bagi investor, MDT bisa dipandang sebagai aset berisiko tinggi dengan potensi reward yang besar sehingga cocok untuk mereka yang berani mengambil peluang di altcoin eksperimental.
Satu hal jelas, Measurable Data Token sedang naik daun, dan komunitas kripto kini menaruh perhatian lebih besar pada token ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.