Author: 27

  • Mulai Jadi Sorotan, Alpine F1 Fan Token Naik 45% Dalam 24 Jam

    Token berbasis komunitas olahraga sepertinya benar-benar sedang naik daun, seperti yang tengah dialami Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE).

    Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga ALPINE melonjak tajam +45.33%, membawa nilai per koin ke level $1.983118.

    Lonjakan ini membuat banyak investor dan penggemar Formula 1 melirik kembali potensi besar token penggemar (fan token) dalam ekosistem Web3.

    Baca Juga: Harga Token ALPINE Naik 26% Usai Binance Umumkan Kontrak Futures

    Kapitalisasi Kecil, Volume Perdagangan Fantastis

    Meski kapitalisasi pasar ALPINE terbilang kecil, yakni hanya sekitar $37.12 juta USD, token ini mencatatkan volume perdagangan yang luar biasa, yakni mencapai $234.85 juta USD dalam 24 jam.

    Angka ini menunjukkan tingginya minat pasar terhadap token tersebut, baik dari investor ritel maupun trader jangka pendek yang memburu momentum.

    Dengan jumlah sirkulasi 18.72 juta token dari total maksimum 40 juta token, artinya lebih dari 46% pasokan sudah beredar di pasar.

    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Alpine F1 Team Fan Token (ALPINE/USDT) pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Hal ini memberikan keseimbangan antara kelangkaan dan ketersediaan, yang bisa menjadi faktor pendorong harga dalam jangka menengah hingga panjang.

    Performa dalam 90 Hari

    Bila menengok riwayat harga, performa ALPINE benar-benar mengesankan. Dalam 30 hari terakhir, token ini naik +131.23%, sementara dalam 60 hari terakhir bahkan melonjak +178.42%.

    Tidak berhenti sampai di situ saja, bahkan dalam 90 hari terakhir, harga ALPINE mencatat kenaikan +101.36%.

    Artinya, meskipun ada koreksi di beberapa titik, tren besar ALPINE masih sangat bullish. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya popularitas fan token yang memberi pengalaman eksklusif bagi pemegangnya, seperti akses voting untuk keputusan tim, merchandise, hingga hadiah khusus terkait Formula 1.

    Anomali Harga: Data yang Perlu Dicermati

    Menariknya, data resmi menunjukkan terendah & tertinggi 24 jam terakhir tercatat $0, begitu pula untuk rekor tertinggi (ATH) yang masih tercatat $0.

    Hal ini kemungkinan besar merupakan anomali data atau belum diperbarui secara resmi. Faktanya, harga ALPINE sudah terbukti aktif diperdagangkan dan mengalami lonjakan signifikan dalam 3 bulan terakhir.

    Meski ada sedikit kekeliruan teknis pada data historis, hal ini tidak mengurangi fakta bahwa ALPINE sedang berada dalam tren pertumbuhan yang solid.

    Dukungan Formula 1 sebagai Nilai Tambah

    Sebagai fan token resmi Alpine F1 Team, ALPINE memiliki keunikan tersendiri dibandingkan token kripto lain.

    Token ini bukan sekadar aset spekulatif, melainkan juga sarana interaksi antara tim balap dan penggemarnya.

    Melalui integrasi blockchain, pemegang token bisa berpartisipasi dalam polling terkait keputusan tim; mendapat akses ke merchandise edisi terbatas; serta berkesempatan memenangkan pengalaman eksklusif, seperti bertemu pembalap atau hadir di pit lane F1.

    Dukungan dari Formula 1, salah satu olahraga paling populer di dunia, memberi legitimasi tambahan terhadap eksistensi ALPINE di pasar kripto.

    Risiko dan Potensi ke Depan

    Walau kenaikannya fantastis, investor tetap perlu berhati-hati. Fan token seperti ALPINE biasanya memiliki volatilitas lebih tinggi dibandingkan aset kripto utama seperti Bitcoin atau Ethereum.

    Dalam jangka pendek, harga bisa naik-turun tajam seiring sentimen komunitas atau agenda besar di dunia balap Formula 1.

    Namun, jika tren adopsi fan token terus berkembang, ALPINE bisa menjadi contoh sukses bagaimana blockchain mampu membangun ekosistem interaktif antara olahraga, hiburan, dan penggemar.

    Terlebih, semakin banyak tim olahraga global yang mulai meluncurkan token serupa, dari sepak bola hingga e-sports.

    Baca Juga: Pasar Fan Token: AS Roma, OG, dan Juventus Catat Lonjakan Mingguan

    Dengan harga saat ini $1.98 dan kenaikan harian lebih dari 45%, Alpine F1 Team Fan Token menunjukkan bahwa fan token bukan sekadar tren sesaat.

    Dukungan komunitas, nilai utilitas, serta branding global dari Formula 1 memberi pondasi kuat bagi keberlangsungan ALPINE di masa depan.

    Bagi investor, ALPINE bisa menjadi opsi menarik untuk diversifikasi portofolio, khususnya bagi mereka yang ingin memiliki aset kripto dengan nilai emosional sekaligus potensi pertumbuhan.

    Namun, seperti biasa, prinsip “do your own research” tetap penting, mengingat volatilitasnya yang tinggi. Satu hal pasti, saat ini ALPINE sedang melaju kencang, bukan hanya di lintasan balap, tapi juga di arena kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Tertahan $117 Ribu: Tanda Kekuatan atau Awal Koreksi?

    Setelah Nyaris mendekati harga tertinggi sepanjang sejarah, raja aset kripto Bitcoin (BTC) dipaksa mengalami penurunan tipis, namun tetap bertahan di level tinggi.

    Pergerakan harga Bitcoin terbaru menunjukkan BTC saat ini berada di $117,687.09 per BTC, turun sekitar -1.03% dalam 24 jam terakhir.

    Meski demikian, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap mencengangkan di angka $2.34 triliun USD, dengan volume perdagangan harian mencapai $66.16 miliar USD.

    Baca Juga: Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tetap Perkasa di Atas $119 Ribu

    Stabil di Tengah Gejolak Pasar

    Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin diperdagangkan di rentang $116,864.57 (terendah) hingga $119,332.31 (tertinggi).

    Angka ini menunjukkan volatilitas yang relatif wajar untuk aset sebesar BTC, apalagi jika dibandingkan dengan altcoin lain yang sering bergerak lebih liar.

    Menariknya, jika menengok ke belakang, performa BTC dalam 30 hari terakhir justru mencatat sedikit koreksi sebesar -0.57%, atau turun sekitar $671.54.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, jika dilihat dalam jangka lebih panjang, Bitcoin masih menguat cukup signifikan, yakni +9.73% dalam 60 hari terakhir dan +13.75% dalam 90 hari terakhir.

    Ini menegaskan bahwa meski ada koreksi jangka pendek, tren jangka menengah Bitcoin masih condong positif.

    Rekor Tertinggi Masih Mengintai

    Sejauh ini, harga tertinggi sepanjang sejarah Bitcoin (ATH) berada di level $124,457.12. Dengan harga saat ini di sekitar $117 ribu, BTC hanya terpaut sekitar 6% dari rekor tertinggi.

    Pertanyaan besar bagi investor dan trader adalah: apakah Bitcoin siap menembus ATH baru dalam waktu dekat, atau justru akan terkoreksi lebih dalam?

    Faktor eksternal seperti regulasi, kebijakan suku bunga bank sentral, serta adopsi institusional menjadi penentu arah pergerakan.

    Data terbaru dari Tokocrypto menunjukkan semakin banyak perusahaan besar yang menambah eksposur terhadap BTC, baik melalui spot ETF maupun investasi langsung. Hal ini tentu bisa menjadi katalis bullish.

    Pasokan Terbatas, Permintaan Meningkat

    Salah satu kekuatan fundamental Bitcoin terletak pada mekanisme pasokannya yang terbatas. Saat ini, jumlah sirkulasi BTC mencapai 19.91 juta koin, mendekati batas maksimum 21 juta koin. Artinya, hanya tersisa sekitar 1,09 juta BTC yang belum ditambang.

    Dengan tingkat adopsi yang kian meningkat, kelangkaan ini menjadi faktor utama yang menjaga harga Bitcoin tetap tinggi.

    Ditambah lagi, halving Bitcoin berikutnya yang diperkirakan terjadi pada 2028 akan semakin memperketat suplai baru yang masuk ke pasar.

    Sentimen Pasar: Antara Optimisme dan Kewaspadaan

    Meski jangka pendek BTC mengalami penurunan, sebagian besar analis melihatnya sebagai konsolidasi sehat setelah reli panjang. Pergerakan +0.74% dalam 7 hari terakhir menandakan adanya dorongan beli yang masih aktif.

    Namun, risiko tetap ada. Investor jangka pendek harus mewaspadai potensi koreksi yang lebih dalam jika BTC gagal mempertahankan level support di sekitar $116 ribu. Jika level ini ditembus, peluang penurunan ke kisaran $113 ribu hingga $110 ribu terbuka lebar.

    Sebaliknya, jika BTC mampu menembus level resistance $120 ribu dengan volume tinggi, jalan menuju rekor ATH baru akan semakin dekat.

    Baca Juga: Koreksi Tipis, Harga Bitcoin Tetap Perkasa di Atas $119 Ribu

    Dengan harga saat ini di $117,687.09, Bitcoin menunjukkan ketahanan luar biasa di tengah pasar kripto yang penuh gejolak.

    Meski harga Bitcoin turun tipis dalam 24 jam terakhir, BTC masih berada dalam jalur positif secara jangka menengah.

    Bagi investor jangka panjang, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk akumulasi sebelum BTC benar-benar menembus rekor tertinggi baru.

    Namun bagi trader harian, disiplin membaca support dan resistance tetap kunci agar tidak terjebak dalam volatilitas.

    Satu hal yang jelas, Bitcoin terus membuktikan dirinya sebagai aset digital paling dominan, dengan kapitalisasi pasar fantastis $2.34 triliun dan posisi kokoh di puncak daftar kripto global.

    Apakah ini saat yang tepat untuk masuk, atau justru menunggu koreksi lebih dalam? Jawabannya bergantung pada strategi dan profil risiko masing-masing investor. Yang pasti, Bitcoin masih menjadi primadona utama yang tak bisa diabaikan dalam dunia kripto.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SharpLink Gaming: Dominasi Baru di Dunia Ethereum

    SharpLink Gaming, sebuah perusahaan yang sebelumnya dikenal di dunia pemasaran olahraga, membuat gebrakan besar dengan beralih sepenuhnya ke strategi treasury berbasis Ethereum (ETH).

    Transformasi ini bukan hanya memikat pasar kripto, tetapi juga menunjukkan ambisi perusahaan untuk mendefinisikan ulang posisi korporasi di ekosistem blockchain.

    Pergeseran Strategis Menuju Ethereum

    Mulai Juni 2025, SharpLink mengubah arah bisnisnya: ETH menjadi aset cadangan utama, tidak lagi sekadar opsi, tapi inti dari strategi treasury korporatnya.

    Hasilnya? Dalam waktu singkat, perusahaan ini berhasil mengumpulkan lebih dari 728.804 ETH, senilai sekitar $3,3–$3,4 miliar.

    Pencapaian ini menjadikan perusahaaan sebagai pemegang korporat terbesar kedua di dunia hanya di bawah BitMine Immersion Technologies.

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Pecahkan Rekor, Arus Masuk ETF Ethereum Tembus Miliaran!

    Penggalangan Dana dan Eksekusi Cepat

    Untuk mendanai akumulasi ETH besar-besaran ini, SharpLink berhasil menghimpun lebih dari $2,6 miliar melalui berbagai penawaran saham, termasuk PIPE, ATM, dan offering terdaftar.

    Bahkan, dalam satu minggu terakhir saja, perusahaan mengumpulkan tambahan $900 juta. Pendanaan tersebut memungkinkan SharpLink mengakumulasi ETH secara agresif, meningkatkan rasio “ETH Concentration” (jumlah ETH per 1.000 saham) dengan tajam.

    Staking & Yield—Bukan Sekadar Simpan

    Untuk dicatat, hampir seluruh ETH yang dimiliki SharpLink telah ditempatkan dalam staking atau solusi liquid staking.

    Strategi ini menghasilkan lebih dari 1.300 ETH dalam rewards, memperkuat nilai tambah bagi pemegang saham.

    Peta Kepemimpinan & Jaringan Strategis

    Keberhasilan strategis ini juga didukung oleh nama-nama besar: Joseph Lubin, salah satu pendiri Ethereum dan CEO Consensys, kini menjabat sebagai Chairman di SharpLink.

    Sementara eks-eksekutif BlackRock, Joseph Chalom, ditunjuk sebagai Co-CEO—mengkombinasikan pengalaman korporasi klasik dengan wawasan blockchain.

    Finansial: Loss, Tapi Momentum Merekah

    Di balik lonjakan ETH, terdapat laporan keuangan yang kurang menggembirakan di Q2 2025: pendapatan turun ke $0,7 juta dari $1 juta tahun sebelumnya, dan mencatat kerugian bersih sebesar $103,4 juta.

    Menurut laporan Coincu pada Sabtu (16/8), kerugian ini sebagian besar dikarenakan impairment tidak tunai sebesar $87,8 juta pada ETH yang distake, serta kompensasi berbasis saham sebesar $16,4 juta.

    Meski begitu, saham perusahaan tetap mencatat penguatan lebih dari 170% sepanjang tahun ini, mencerminkan optimisme investor terhadap strategi Ethereum mereka.

    Tantangan Akuntansi & Regulasi

    Salah satu hambatan utama adalah standar akuntansi yang membutuhkan penggunaan harga terendah pasar saat penilaian ETH, menyebabkan impairment besar meski aset tersebut masih berpotensi yield yang tinggi.

    Selain itu, strategi ini membuka peluang, seiring desakan regulator untuk menyediakan kerangka regulasi yang mendukung aset digital, sebuah momentum yang disambut optimis oleh SharpLink.

    Baca Juga: Menanti Ethereum Menembus $5.000

    SharpLink Gaming telah bertransformasi dari entitas sports-betting menjadi institusi treasury korporat ETH kelas dunia.

    Dengan kepemilikan besar, staking aktif, leadership visioner, dan modal miliaran dolar, perusahaan ini muncul sebagai pionir di garis depan adopsi institusional Ethereum.

    Meski menghadapi tantangan akuntansi dan belum mencetak profit operasional, langkah agresif ini menunjukkan keyakinan kuat terhadap Ethereum sebagai “trustware” keuangan global di masa depan.

    Apakah langkah ini memicu pelaku korporat lain mengikuti jejak SharpLink? Yang jelas, SharpLink Gaming telah mengubah paradigma, dengan Ethereum sebagai inti strategi treasury modern.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Kripto AI dan Big Data Teratas yang Patut Dipantau di 2025

    Kecerdasan Buatan (AI) dan Big Data bukan lagi sekadar tren di dunia teknologi. Dalam industri kripto, keduanya kini menjadi fondasi bagi berbagai proyek inovatif yang menawarkan peluang investasi menjanjikan.

    Sinergi AI dan blockchain membuka jalan bagi solusi yang lebih pintar, efisien, dan terdesentralisasi, menjadikannya sorotan utama di tahun 2025.

    Berikut adalah lima proyek kripto berbasis AI dan Big Data yang layak mendapat perhatian investor.

    1. Injective Protocol (INJ): Blockchain Khusus Dunia Keuangan

    Ilustrasi Injective.
    Ilustrasi Injective.

    Injective Protocol memposisikan dirinya sebagai “blockchain yang dirancang untuk keuangan”, dengan misi memberdayakan pengembang untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (dApps) berfokus pada sektor finansial.

    Keunggulan Injective terletak pada desainnya yang terbuka dan interoperabel, sehingga mampu terhubung dengan berbagai blockchain lain. Token INJ berfungsi sebagai pusat ekosistem — mendukung tata kelola, validasi transaksi melalui staking, dan memastikan keamanan jaringan. Fokusnya pada aplikasi keuangan membuat INJ cepat mendapat tempat di hati pengembang dan investor.

    Baca juga: Token AI Meroket di Tengah Kemunduran DeepSeek

    2. Numeraire (NMR): Hedge Fund Bertenaga AI

    Diluncurkan sejak 2015, Numeraire adalah pionir di persimpangan AI dan pasar modal. Token NMR digunakan oleh komunitas untuk mempertaruhkan (staking) prediksi pasar berbasis algoritma AI.

    Pengguna yang mampu memberikan prediksi akurat akan mendapatkan imbalan dalam bentuk NMR. Model crowdsourced prediction ini menggabungkan kecerdasan kolektif dan AI demi meningkatkan akurasi analisis pasar keuangan.

    3. Borroe Finance (ROE): Pendanaan Web3 dengan NFT AI

    Borroe Finance hadir dengan solusi pendanaan unik bagi kreator konten dan pelaku bisnis Web3. Platform ini menggunakan NFT faktur berbasis AI untuk memberikan arus kas cepat, dengan menjual pendapatan berulang di masa depan dalam bentuk NFT.

    Minat pasar terhadap Borroe terlihat dari prapenjualannya yang telah mengumpulkan lebih dari $2,1 juta, dengan 89% token terjual pada tahap ketiga. Dipimpin oleh tim berpengalaman seperti Michael Price dan Maxim Prishchepo, Borroe Finance menawarkan transparansi, efisiensi, dan keadilan bagi komunitasnya.

    4. Render Network (RNDR): Masa Depan Rendering Terdesentralisasi

    Ilustrasi Render Token.
    Ilustrasi Render Token.

    Render Network menggabungkan AI, blockchain, dan teknologi rendering grafis untuk menciptakan jaringan rendering GPU terdesentralisasi.

    Dengan memanfaatkan kekuatan Ethereum, RNDR memungkinkan alokasi sumber daya GPU yang tidak terpakai untuk proses rendering 3D dan AI secara efisien. Solusi ini tak hanya memangkas biaya dibanding metode tradisional, tetapi juga mendukung model ekonomi berbagi daya komputasi yang lebih berkelanjutan.

    5. InQubeta (QUBE): Investasi Startup AI untuk Semua

    InQubeta bertujuan mendemokratisasi akses investasi di startup AI melalui token QUBE dan pasar NFT.

    Struktur tokenomics-nya menggabungkan mekanisme burn 2% untuk pembelian dan penjualan, serta alokasi 5% ke reward pool bagi staker. Integrasi NFT memudahkan investasi fraksional, memungkinkan investor ritel berpartisipasi dalam pertumbuhan perusahaan rintisan AI yang menjanjikan.

    AI dan Big Data sedang membentuk ulang lanskap kripto, membawa inovasi yang mampu mendefinisikan ulang industri ini. Proyek seperti Injective, Numeraire, Borroe Finance, Render Network, dan InQubeta menunjukkan bahwa perpaduan teknologi ini bukan sekadar hype — melainkan sebuah transformasi nyata.

    Bagi investor yang ingin berada di garis depan revolusi teknologi terdesentralisasi, memantau perkembangan lima proyek ini di 2025 bisa menjadi langkah strategis.

    Baca juga: MIND of Pepe: Token AI Baru yang Siap Geser Fartcoin dan VIRTUAL


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pidato Presiden Bahas Transformasi Ekonomi, Akankah Kripto Masuk Strategi Digital Nasional?

    Pidato kenegaraan selalu jadi momentum strategis untuk menangkap arah kebijakan pemerintah.

    Dilaporkan Tirto, dalam pidato pertamanya sebagai Presiden di Sidang Tahunan MPR-DPR tanggal 15 Agustus 2025, Prabowo Subianto menyoroti sejumlah isu penting: efisiensi anggaran, perlindungan konsumen dari praktik kekerasan ekonomi (“serakahnomics”), serta reformasi anggaran APBN senilai Rp300 triliun untuk dialokasikan demi kesejahteraan rakyat.

    Namun di luar sorotan utama itu, ada satu sudut pandang yang belum disentuh secara eksplisit: peran aset kripto dalam mempercepat transformasi ekonomi digital Indonesia.

    Di tengah dunia mulai mengakui crypto sebagai instrumen investasi dan teknologi, apakah pidato Presiden bisa jadi momentum untuk membuka pintu bagi kebijakan aset digital?

    Baca Juga: Industri Kripto Indonesia Sambut Pemerintah Baru, Apa Harapannya?

    Momentum Kripto di Q2 2025: Peluang yang Tak Boleh Diabaikan

    Sementara itu, laporan Tokocrypto Q2 2025 menunjukkan bahwa dominasi Bitcoin terus menguat, didorong oleh akumulasi institusi dan minat kuat terhadap produk ETF Bitcoin.

    Selain itu, tren sektor RWA (real-world asset), lending, dan stablecoin diperkirakan tumbuh seiring regulasi yang lebih jelas dan partisipasi institusi meningkat.

    Lebih lanjut, data global dari CoinGecko menunjukkan lonjakan volume pada DEX dan perp trading seluruh pasar kripto, sementara Ethereum (ETH) mencatat kenaikan +36,4% selama Q2, meski belum balik ke level awal tahun.

    Potensi ekonomi digital ini tentu relevan memasuki fokus pemerintah soal efisiensi belanja dan inklusi keuangan: dua tema yang sempat menonjol dalam pidato Presiden.

    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

    Dari Anggaran Efisien ke Inklusi Digital: Kenapa Kripto Bisa Relevan

    1. Efisiensi Anggaran APBN
      Presiden menyampaikan penghematan Rp300 triliun melalui reformasi birokrasi. Teknologi blockchain (basis dari kripto) dikenal mampu memangkas birokrasi dan mempercepat layanan publik melalui sistem digital terdesentralisasi. Ini bisa menjadi pendekatan inovatif menjawab mandat efisiensi pemerintah.
    2. Lindungi Rakyat dari “Serakahnomics”
      Prabowo menekankan perlindungan konsumen dari praktik curang dan penimbunan barang kebutuhan. Dengan transparansi ledger blockchain, risiko manipulasi distribusi atau harga barang penting bisa direduksi, kripto dan teknologi terkait bisa hadir sebagai sistem audit publik modern.
    3. Ekonomi Digital dan Inklusi Keuangan
      Dalam pidato, transformasi digital menjadi sorotan. Kripto memungkinkan inklusi finansial bagi masyarakat belum tersentuh bank konvensional: dari remittance hingga micro-financing berbasis DeFi. Laporan pasar menunjukkan stablecoin dan lending crypto semakin diminati sebagai alat finansial alternatif.

    Tantangan yang Perlu Diantisipasi

    Meskipun potensi positifnya besar, pemerintah harus meniti jalan hati-hati:

    • Regulasi belum matang untuk stablecoin, lending, atau penggunaan blockchain publik.
    • Volatilitas harga aset kripto bisa berimpak ke sektor keuangan ritel jika belum ada batasan risiko yang memadai.
    • Literasi dan infrastruktur masih perlu diperkuat agar teknologi kripto dan blockchain bisa diakses secara aman dan efektif oleh masyarakat luas.

    Baca Juga: Jangan Lewatkan! Aset Kripto Ini Berpotensi Guncang Pasar Pekan Ini

    Presiden Prabowo sudah membuka pintu lewat isu efisiensi anggaran dan transformasi digital dalam pidato kenegaraan.

    Kini, saatnya melihat apakah kripto dan blockchain bisa secara nyata diintegrasikan dalam kerangka kebijakan ekonomi digital nasional, sebagai alat efisiensi, transparansi, dan inklusi.

    Jika didukung regulasi yang progresif dan literasi memadai, kripto tak hanya jadi fenomena spekulatif, tetapi bisa menjadi bagian dari strategi ekonomi masa depan.

    Agenda pemerintah berikutnya mungkin menjawab apakah pidato kenegaraan ini akan diikuti langkah konkret di ranah digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Harga Solana: SOL Bisa Pimpin Reli Altcoin, Target $250?

    Solana (SOL) kembali menjadi sorotan setelah menembus harga $200 untuk pertama kalinya sejak Februari, memimpin reli altcoin di tengah kapitalisasi pasar kripto yang menembus $4,2 triliun. Kenaikan ini terjadi di tengah musim altcoin yang resmi dimulai, dengan Ethereum (ETH) juga mendekati level $5.000.

    Dalam 30 hari terakhir, SOL mencatat kenaikan hampir 28%. Dorongan tambahan datang dari ETF REX-Osprey Solana + Staking (SOL) yang mencatat lonjakan aset kelolaan (AUM) menjadi $182 juta. Lonjakan minat ini diperkirakan akan memicu FOMO, mendorong lebih banyak investor masuk ke instrumen teregulasi yang memberikan eksposur pada SOL.

    Volume Perdagangan SOL

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: BONK.Fun: Pesaing Baru yang Mengguncang Dunia Memecoin Solana!

    Volume perdagangan SOL dalam 24 jam terakhir mencapai $13 miliar atau sekitar 13% dari total pasokan beredar. Historinya, lonjakan volume di atas $10 miliar sering kali diikuti kenaikan harga signifikan, yang kali ini berhasil membawa SOL menembus level $200.

    Secara teknikal, harga SOL sempat terkoreksi dari resistensi $206 pada 23 Juli. Analis memperkirakan potensi pullback ringan ke area $190 sebelum melanjutkan reli menuju level tertinggi sepanjang masa di $294, lalu ke target menengah $500.

    Dengan potensi kenaikan hingga 180% dalam 3–6 bulan ke depan, target ambisius $1.000 dinilai masih mungkin, meski pasar membutuhkan katalis tambahan untuk mencapainya.

    Dilaporkan Cryptonews, momentum musim altcoin juga diprediksi menguntungkan aset kripto lain, termasuk koin meme seperti Token6900 (T6900) yang telah mengumpulkan dana lebih dari $2 juta hanya dalam beberapa minggu prapenjualan.

    Baca juga: Trader Incar $250, tapi Sinyal Solana Masih Beragam


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pi Network Buka 276 Juta Token dan Momentum Harga Menguat

    Pi Network, yang selama bertahun-tahun kerap diselimuti skeptisisme karena penundaan peluncuran dan janji yang belum terpenuhi, kini memasuki babak baru. Peluncuran Open Mainnet pada Februari lalu menjadi titik balik penting bagi proyek ini.

    Dengan peralihan dari ekosistem tertutup ke ekosistem yang terhubung ke jaringan eksternal, Pi Network kini memungkinkan transaksi lintas platform, penerapan aplikasi terdesentralisasi (dApps), utilitas pertukaran, hingga interoperabilitas yang lebih luas.

    Sejak peluncuran tersebut, lebih dari 13 juta pengguna telah memigrasikan akun mereka ke mainnet. Kini, proyek ini bersiap menghadapi momen besar: rilis 276 juta token PI pada bulan ini, setara sekitar 3,5% dari total pasokan yang beredar.

    Apakah Rilis Token Akan Tekan Harga?

    Dilaporkan Coindoo, sejarah menunjukkan, pembukaan kunci token dalam jumlah besar sering memicu tekanan harga. Pada rilis sebelumnya, Pi sempat terkoreksi hingga 34% dalam dua bulan. Namun, kondisi kali ini berbeda. Dalam sepekan terakhir, harga PI justru menguat 10%, didorong oleh peningkatan aktivitas penambangan melalui ponsel dan model platform yang berfokus pada pengguna mobile.

    Baca juga: Harga Pi Network Akhirnya Naik! Apakah Ini Awal dari Altseason Baru?

    Adopsi Meningkat, Tapi Bursa Besar Masih Absen

    Pi Network terus memperkuat infrastrukturnya dengan peluncuran node publik dan pengembangan perangkat bagi komunitas developer. Fokus mereka jelas: menjadi pintu masuk kripto yang ramah seluler untuk pengguna baru.

    Namun, tantangan terbesar tetap ada — minimnya akses di bursa utama. Saat ini, PI dapat diperdagangkan di OKX dan Bitget, tetapi belum masuk ke bursa besar seperti Binance atau Coinbase. Alasan utamanya meliputi isu tata kelola, utilitas token, dan kepatuhan regulasi.

    Tanpa dukungan bursa utama, likuiditas dan adopsi PI akan tetap terbatas, meskipun basis komunitasnya sangat aktif. Jika nantinya berhasil tercatat di bursa global besar, Pi Network berpotensi bertransformasi dari proyek komunitas menjadi pemain besar di pasar kripto.

    Baca juga: Pi Network Turun ke $0,35: Masih Adakah Harapan Setelah Anjlok 14%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cardano (ADA) Tetap Menguat di Tengah Koreksi Pasar

    Cardano (ADA) menunjukkan ketahanan di tengah pelemahan pasar kripto global. Meskipun mayoritas aset digital mengalami tekanan jual, ADA justru berhasil bertahan di zona hijau dan menarik perhatian analis yang memproyeksikan potensi kenaikan signifikan dalam waktu dekat.

    Bertahan di Tengah Koreksi Pasar

    Pada Kamis (14/8), harga Cardano sempat terkoreksi 11% setelah menembus level psikologis $1,00 untuk pertama kalinya sejak Maret. Koreksi ini terjadi seiring aksi jual besar-besaran di pasar kripto, yang mencatat likuidasi lebih dari $1,05 miliar dalam 24 jam terakhir menurut data CoinGlass.

    Dilaporkan Newsbtc, tekanan jual ini dipicu oleh data makroekonomi AS, di mana indeks harga produsen (PPI) mencatat inflasi tahunan sebesar 3,3%, jauh di atas perkiraan 2,5%. Selain itu, pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent bahwa pemerintah tidak akan membeli Bitcoin tambahan untuk Strategic Bitcoin Reserve juga menambah sentimen negatif, meskipun AS akan menghentikan penjualan BTC milik negara dan terus menambah cadangan dari aset sitaan.

    Akibatnya, Bitcoin yang sempat mencetak rekor tertinggi baru di $124.128, mundur ke zona dukungan $117.000–$118.000. Namun, berbeda dari mayoritas aset, ADA justru naik 3,5% dalam 24 jam terakhir dan menjadi satu-satunya kripto di jajaran 50 besar yang mencatat kenaikan harian.

    Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Jumat, 15 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Cardano Melonjak: Siap Breakout di Atas $0,67?

    Sinyal Teknis Menuju Potensi Rally

    Dalam 24 jam terakhir, ADA menembus kisaran harga lokalnya dan mencapai level tertinggi lima bulan di $1,02. Saat ini, harga bertahan di area $0,89–$0,91 dan tengah mencoba untuk melanjutkan tren naik.

    Analis Ali Martinez mengamati bahwa ADA telah bergerak dalam saluran menurun sejak reli Q4 2024 yang membawa harga ke puncak multi-tahun $1,32 pada Desember lalu. Menurutnya, penembusan di atas $0,84 menjadi sinyal breakout yang dapat mendorong harga naik hingga 70% menuju target $1,50.

    Sementara itu, analis Crypto Yhodda menilai pola pergerakan harga ADA saat ini mirip dengan siklus 2020–2021. Pada periode sebelumnya, setelah melalui koreksi panjang dan konsolidasi, ADA berhasil menembus pola resistensi dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di $3,09 pada 2021.

    Jika pola ini berulang, ADA diperkirakan akan menguji resistensi di kisaran $1,80 sebelum berpotensi menembus ke level tertinggi baru.

    Prospek Ke Depan

    Dengan struktur teknikal yang positif dan ketahanan terhadap tekanan pasar, Cardano menjadi salah satu aset yang diperhatikan investor saat ini. Hingga berita ini ditulis, ADA diperdagangkan di $0,90 atau naik 20% dalam sepekan terakhir.

    Jika momentum bullish berlanjut, para analis optimistis target kenaikan 70% bukan sekadar proyeksi, melainkan potensi yang realistis dalam beberapa bulan mendatang.

    Baca juga: Cardano Integrasi Apple Pay: Target 500 Juta Pengguna


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Bahas Tantangan Dunia Kerja dan Tips Rekrutmen di Era Web3

    Tokocrypto menggelar diskusi langsung bertajuk 9 to 5 Talks with Tokocrypto: Dunia Kerja Hari Ini melalui X Space pada Kamis (14/8) pukul 18.30 WIB. Acara menghadirkan Annisa Irfani, HR Tokocrypto, yang membagikan pengalaman nyata dari sisi perekrut.

    Dalam sesi ini, Annisa menekankan bahwa perekrut saat ini mencari kombinasi hard skill dan attitude. “Kalau harus pilih, attitude biasanya jadi penentu. Hard skill bisa diasah lewat pelatihan, tapi sikap positif dan kemampuan adaptasi lebih sulit dibentuk,” ujarnya.

    Annisa mengungkap tren terbaru di kalangan pencari kerja, di mana semakin banyak kandidat yang menanyakan peluang pengembangan karier. “Gaji dan fleksibilitas tetap penting, tapi pertanyaan tentang kesempatan belajar dan naik level makin sering muncul,” jelasnya.

    Terkait proses seleksi, Annisa menyebut beberapa red flag yang sering ditemui, seperti CV dengan banyak kesalahan ketik, pengalaman kerja tidak konsisten, hingga kandidat yang tidak siap saat wawancara. Sebaliknya, green flag meliputi CV rapi, penjelasan pengalaman yang jelas, dan sikap proaktif.

    Upskiling Jadi Hal Wajib

    Baca juga: Tokocrypto x Binance Beach House: Official (IN)Side Event at Coinfest Asia 2025

    Bagi mereka yang ingin pivot karier, Annisa menyarankan untuk menonjolkan keterkaitan keterampilan lama dengan bidang baru, serta menunjukkan usaha belajar seperti kursus atau proyek sampingan. Sementara bagi kandidat dari industri Web2, kemampuan beradaptasi dan membawa best practice dari sistem kerja terstruktur menjadi nilai lebih.

    Annisa juga menegaskan pentingnya upskilling di era saat ini, khususnya bagi kandidat yang ingin masuk ke industri Web3. “Upskilling bukan lagi nilai tambah, tapi wajib,” katanya. Soft skill seperti resilience dan active listening juga disebut sering menjadi pembeda dalam proses seleksi.

    Di akhir sesi, Annisa menyarankan kandidat untuk menanyakan hal-hal yang relevan dengan budaya kerja dan pengembangan diri saat mencari kecocokan dengan perusahaan, bukan sekadar menanyakan manfaat atau kompensasi.

    Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan Inovasi Keuangan 2025


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto akan Hadirkan Pusat Kolaborasi Web3 di Coinfest Asia 2025

    Tokocrypto, pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia, mengumumkan partisipasinya sebagai salah satu sponsor utama Coinfest Asia 2025, ajang Web3 terbesar di kawasan Asia. Acara ini akan digelar pada 21–22 Agustus 2025 di Bali dengan mengusung tema “Full Moon”, simbol fase penuh industri Web3 pasca-halving Bitcoin, integrasi blockchain dan kecerdasan buatan (AI), serta pertumbuhan ekosistem tokenisasi di Asia.

    Sebagai bagian dari rangkaian Coinfest Asia 2025, Tokocrypto akan mengadakan side event Tokocrypto x Binance Beach House pada 22 Agustus 2025 di Tabanan, Bali. Acara yang mengusung “Surfing the Next Crypto Wave: Innovation, Adoption, and Beyond” ini diharapkan menjadi titik temu penting bagi pengembang, investor, regulator, komunitas, dan pelaku industri kripto global untuk bertukar wawasan, memperluas jaringan, serta membangun kemitraan strategis.

    Bali Jadi Pusat Percakapan Web3 Global

    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.

    CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, mengatakan bahwa partisipasi di Coinfest Asia 2025 merupakan bagian dari strategi Tokocrypto untuk memperkuat peran Indonesia dalam peta industri aset digital dunia.

    “Coinfest Asia adalah ajang penting bagi para pelaku Web3 di Asia untuk bertemu, berdiskusi, dan membentuk masa depan industri. Melalui Beach House ini, kami ingin menyediakan ruang yang inklusif, di mana semua pihak bisa berkolaborasi dan menciptakan inovasi bersama,” ujar Calvin.

    Deretan nama besar akan hadir dalam acara ini, mulai dari Calvin Kizana (CEO Tokocrypto), Rachel Conlan (CMO Binance), hingga Bonifacio Renanda (Project Lead TKO). Kolaborasi lintas industri diperkuat dengan partisipasi mitra ekosistem seperti Yield Guild Games (YGG), Manta Network, Stakestone (STO), TKO Token, dan Hooked, serta dukungan dari mitra Tokocrypto Prestige: JTB Indonesia dan Baller.

    Berbeda dari forum formal pada umumnya, Tokocrypto x Binance Beach House dirancang sebagai ruang santai namun produktif, memadukan suasana pantai Bali dengan diskusi strategis seputar tren Web3 dan kripto. Peserta dapat mengikuti talkshow, networking session, hingga diskusi panel yang membahas isu-isu terkini, mulai dari regulasi, keamanan aset digital, hingga peluang investasi di pasar Asia.

    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tokocrypto berharap kehadiran Beach House dapat menjadi katalis untuk kolaborasi lintas negara, memperkuat posisi Asia sebagai pusat inovasi Web3, dan mendorong percepatan adopsi teknologi blockchain di Indonesia.

    Segera bergabung di side event Tokocrypto x Binance Beach House bagi pengunjung Coinfest Asia 2025. Dapatkan insight menarik dan berbagai aktivitas serta merchandise spesial dan jangan lewatkan juga berjejaring dengan berbagai komunitas dan Web3 enthusiast. Pendaftaran bisa dilakukan melalui link: http://bit.ly/BEACHOUSE2025.

    Industri Kripto Indonesia Tumbuh Pesat

    Sejalan dengan tren global, Asia menjadi salah satu pusat adopsi kripto terbesar di dunia. Chainalysis menempatkan Indonesia bersama India, Vietnam, dan Filipina di peringkat 10 besar negara dengan adopsi kripto tertinggi, didorong oleh meningkatnya volume transaksi, daya beli, dan minat terhadap aset digital di kalangan masyarakat. Perkembangan Web3 di Asia turut ditopang oleh semakin matangnya ekosistem teknologi pendukung, termasuk integrasi blockchain dengan AI, perluasan pemanfaatan tokenisasi di sektor keuangan dan real estate, serta adopsi NFT di industri kreatif.

    Hingga pertengahan 2025, nilai transaksi aset kripto di Indonesia telah mencapai Rp224,11 triliun, dengan jumlah investor terdaftar mencapai 15,07 juta orang. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), saat ini terdapat 1.181 aset kripto yang dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia.

    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto Coinfest Asia 2025. Sumber: Tokocrypto.

    “Dalam beberapa diskusi strategis, sejumlah pihak termasuk komunitas kripto lokal mendorong pembentukan cadangan Bitcoin nasional sebagai langkah diversifikasi aset negara dan mitigasi risiko terhadap fluktuasi ekonomi global. Gagasan ini dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam perekonomian digital, sekaligus memberikan sinyal positif kepada pasar internasional mengenai keseriusan pemerintah dalam mengadopsi teknologi blockchain,” ungkap Calvin.

    Sementara itu, OJK dalam pernyataannya juga menyarankan agar Danantara, pengelola dana investasi alternatif, mulai mengeksplorasi instrumen investasi digital yang memiliki legalitas dan underlying yang lebih kuat, seperti Real World Asset (RWA) yang di tokenisasi. Tokenisasi aset riil, seperti properti, proyek infrastruktur, atau komoditas berbasis blockchain, dinilai memiliki potensi konkret dan lebih mudah diterima dalam kerangka hukum yang berlaku.

    Indonesia sendiri memiliki potensi besar dengan lebih dari 277 juta penduduk dan tingkat penetrasi internet mencapai 79%. Setiap bulan, rata-rata ada 500 ribu pengguna kripto baru di Indonesia, menunjukkan minat yang tinggi terhadap investasi dan teknologi berbasis blockchain.

    Calvin menegaskan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun ekosistem Web3 yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. “Dengan dukungan regulasi yang adaptif, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan aktif komunitas, kita bisa menjadikan Indonesia bukan hanya pasar, tapi juga pemain kunci dalam inovasi Web3 di Asia,” ujarnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com