Author: 28

  • Bitcoin Masih di Bawah Level Kunci, Meskipun Ada Lonjakan Grayscale

    Harga Bitcoin melonjak kemarin, memantul dari level support kritis. Lonjakan tersebut terjadi menyusul berita Grayscale. Namun, kelanjutan bearish masih mungkin terjadi jika harga tetap berada di bawah rata-rata pergerakan 200-day.

    Tren penurunan harga BTC mungkin telah berakhir, didukung oleh gelombang berita regulasi yang positif, termasuk kemenangan Grayscale melawan SEC. Kejutan rebound Bitcoin ke US$ 28,000 telah meyakinkan para analis di pasar bahwa aksi jual hampir berakhir dan pemulihan ke pasar bullish sedang dalam tahap awal.

    Reli ini, meskipun singkat, mengubah aspek teknis harga BTC, menurunkan kemungkinan penurunan lagi di bawah support/resistance US$ 25.000.

    Lonjakan Volume

    Metrik Bitcoin Exchange Reserve, yang mengukur jumlah BTC yang disimpan di dompet bursa. Sumber: CryptoQuant.
    Metrik Bitcoin Exchange Reserve, yang mengukur jumlah BTC yang disimpan di dompet bursa. Sumber: CryptoQuant.

    Baca juga: SEBA Bank Dapat Restu Tawarkan Layanan Kripto di Hong Kong

    Kripto paling terkemuka mengalami lonjakan volume perdagangan karena investor dengan cepat bereaksi terhadap kemenangan Grayscale Investments yang banyak dipublikasikan melawan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).

    Keputusan yang dibuat oleh pengadilan banding mengizinkan Grayscale untuk mengubah produk Bitcoin Trust (GBTC) menjadi dana yang diperdagangkan di bursa Bitcoin (ETF) setelah mendapat persetujuan dari SEC.

    Banyak analis, pemimpin opini, dan pakar di industri kripto percaya bahwa persetujuan ETF BTC spot dan halving yang akan datang akan memicu kenaikan berikutnya yang diantisipasi pada tahun 2024/2025.

    Namun, SEC terus menolak proposal dengan alasan volatilitas dan kemungkinan manipulasi pasar di antara alasan lain untuk tidak memberikan lampu hijau.

    Apakah Harga BTC Kembali Turun?

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Jumlah Investor Kripto RI Tembus 17,67 Juta hingga Juli 2023

    Pada grafik harian, harga akhirnya menunjukkan beberapa aksi harga bullish setelah menemukan support di level US$ 25.000. Rata-rata pergerakan 200-day, yang terletak di sekitar US$ 27.500, saat ini sedang diuji.

    Penembusan di atasnya kemungkinan akan menghasilkan reli lebih lanjut dan kemungkinan pengujian ulang level US$ 30.000. Namun, jika rata-rata pergerakan 200 hari menolak harga ke bawah, kemungkinan pergerakan bearish lainnya akan terjadi, berpotensi mendorong harga menuju level US$ 25.000 dalam beberapa minggu mendatang.

    Sementara, pada Grafik 4 jam menunjukkan pasar kembali berada di sekitar area utama. Harga sedang menguji level US$ 27.500 karena momentum bullish telah memudar.

    Jika BTC naik di atas level resistensi yang disebutkan, reli menuju US$ 30.000 dan seterusnya akan sangat mungkin terjadi. Namun, mengingat sinyal overbought yang ditunjukkan oleh RSI dan pergerakan harga saat ini, penolakan bearish tampaknya lebih mungkin terjadi. Dalam hal ini, penurunan lagi menuju level US$ 25.000 dapat diperkirakan terjadi dalam jangka pendek.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jumlah Investor Kripto RI Tembus 17,67 Juta hingga Juli 2023

    Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengungkap data jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 17,67 juta orang hingga Juli 2023. Jika dibandingkan bulan sebelumnya, jumlah tersebut meningkat 13.000 orang atau naik 0,74% dari Juni 2023 sebanyak 17,54 juta orang.

    Walaupun terus mengalami peningkatan, pertumbuhan investor kripto di dalam negeri cenderung melambat. Mulai dari Oktober 2022 sampai dengan Juli 2023, peningkatan jumlah investor kripto tidak pernah melebihi 1%. Secara tahunan (YoY), jumlah investor kripto telah bertambah sekitar 2,09 juta orang atau tumbuh 13,4% dibanding pada Juli 2022 sebesar 15,58 juta orang. 

    Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko menuturkan dinamika perdagangan fisik aset kripto tengah mengalami pasang surut sejak beberapa tahun terakhir. Didid menjelaskan “dunia masih mengalami fase crypto winter. Artinya, terjadi penurunan transaksi perdagangan aset kripto, tapi dari sisi jumlah pelanggan masih terjadi penambahan. Kondisi di Indonesia saat ini semakin banyak orang yang wait and see. Investor sudah mulai sedikit paham untuk transaksi kripto harus lebih hati-hati dan sebagainya,” tuturnya. 

    Investor Pasar Kripto

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis memaparkan bahwa penurunan pertumbuhan jumlah investor di pasar kripto Indonesia berasal dari penurunan tren perdagangan kripto global. Dampak dari situasi ini menyebabkan menurunnya minat para investor untuk berpartisipasi dalam pasar kripto.

    “Pelambatan ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk penurunan nilai aset kripto dalam beberapa periode terakhir. Hal ini juga sejalan dengan tekanan yang masih dirasakan oleh pasar kripto global. Saat ini, kapitalisasi pasar aset kripto global belum mengalami lonjakan yang signifikan sejak awal tahun 2023. Terdapat faktor lain yang turut berperan, seperti ketidakpastian ekonomi global dan tingginya tingkat inflasi di beberapa negara. Kondisi ini membuat para investor ragu-ragu dalam menentukan keputusan untuk masuk atau meninggalkan pasar,” jelas Yudho.

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.

    Baca juga: SEBA Bank Dapat Restu Tawarkan Layanan Kripto di Hong Kong

    Dalam hal nilai transaksi kripto di Indonesia pada bulan Juli 2023, tercatat adanya peningkatan sebesar 4,5% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Jumlahnya mencapai Rp 9,37 triliun, melonjak dari angka Rp 8,97 triliun pada bulan Juni 2023. Yudho mengungkap trading volume  Tokocrypto pada Juli 2023 masih mencapai lebih dari US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,59 triliun.

    Yudho memiliki harapan bahwa pertumbuhan jumlah investor kripto di Indonesia akan mengalami perbaikan di masa mendatang. Keyakinan ini muncul seiring adanya stimulus dari pemerintah yang telah mendirikan bursa kripto, lembaga kliring, dan lembaga penyimpanan atau depository. Semua ini bertujuan untuk memberikan perlindungan, kepastian, serta peraturan yang lebih komprehensif saat terlibat dalam perdagangan kripto.

    “Pemerintah menjadikan aset kripto salah satu komponen utama dalam ekosistem ekonomi digital nasional. Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dalam industri kripto. Dengan ekosistem yang lengkap diharapkan bahwa para investor akan merasa lebih percaya diri dan aman dalam menjalankan aktivitas perdagangan kripto,” ujar Yudho.

    Stimulus Pasar Kripto

    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.
    Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: MI/Despian.

    Baca juga: Kompetisi BinaryX Hackathon Sediakan Hadiah Lebih dari Rp 458 Juta

    Di samping itu, saat ini pelaku usaha sedang  Peraturan Pemerintah (PP) dan masterplan yang secara spesifik akan mengatur peralihan pengaturan dan pengawasan  perdagangan aset kripto dari Bappebti kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Peralihan pengawasan ini merupakan perwujudan pengambilan kebijakan oleh pemerintah yang kedua industri ini beririsan dengan sektor keuangan.

    Menurut Yudho, masa transisi dari Bappebti ke OJK adalah momen penting dalam perjalanan regulasi Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di Indonesia. Pemindahan pengawasan aset kripto menunjukkan upaya yang lebih menyeluruh dalam mengatur dan mengawasi segmen pasar yang semakin berkembang pesat ini.

    “Masa transisi memiliki peran krusial dalam memastikan perpindahan otoritas yang mulus dan efisien. Salah satu tantangan khusus dalam masa transisi ini adalah memastikan kontinuitas dalam pengawasan dan regulasi. Sementara pemindahan pengawasan ke OJK bisa membawa manfaat seperti koordinasi yang lebih efektif dan sinergi antara berbagai bidang pengawasan sektor keuangan, tetapi juga penting untuk memastikan bahwa tidak ada celah dalam pengawasan yang mungkin muncul selama proses ini,” jelas Yudho.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEBA Bank Dapat Restu Tawarkan Layanan Kripto di Hong Kong

    SEBA Bank, yang berfokus pada layanan kripto, mengumumkan pada hari Rabu (30/8) bahwa mereka telah menerima persetujuan prinsip dari regulator sekuritas Hong Kong. Langkah ini hanya memerlukan satu tahap lagi sebelum mereka dapat menyediakan layanan aset virtual di pusat keuangan Asia.

    Dalam pernyataannya, SEBA Bank (Hong Kong) menyatakan bahwa Komisi Sekuritas dan Berjangka akan menerbitkan lisensi setelah persyaratan untuk persetujuan akhir terpenuhi.

    Setelah mendapatkan lisensi tersebut, mereka akan diizinkan untuk melakukan transaksi sekuritas, termasuk produk terstruktur yang terkait dengan kripto. Selain itu, mereka akan memberikan nasihat serta mengelola aset digital dan sekuritas tradisional.

    Layanan Kripto

    SEBA Bank, yang berbasis di Swiss, dikenal dengan pendekatan integratif terhadap perbankan, memadukan layanan keuangan tradisional dengan aset digital. Menawarkan serangkaian layanan yang mencakup manajemen kekayaan, perdagangan, dan kapasitas konsultasi, bank ini telah membuat langkah penting dalam lanskap perbankan kripto di seluruh dunia.

    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Melihat Keseruan Tokocrypto OBRAS Special Edition di Bali

    Dengan adanya lisensi, SEBA Hong Kong sedang bersiap untuk memperluas penawarannya dari konsultasi sekuritas konvensional hingga memberikan nasihat tentang aset virtual dan menangani aset untuk rekening diskresioner. Perkembangan ini berpotensi menempatkan SEBA Hong Kong di antara perusahaan berlisensi pertama di kota tersebut yang menyediakan layanan investasi yang berpusat pada kripto.

    Amy Yu, CEO APAC untuk SEBA Hong Kong, menyoroti pentingnya kemajuan ini. “Grup SEBA ingin melayani investor kripto di yurisdiksi yang mengakui nilai aset digital. Kami melihat potensi besar dalam perjalanan Hong Kong untuk menjadi pemimpin pasar kripto global dan berharap dapat berkontribusi terhadap perkembangan tersebut.”

    Hong Kong Pusat Kripto

    Perkembangan ini berlangsung setelah kota tersebut memperkenalkan kerangka kerja pada bulan Juni lalu yang bertujuan untuk mengatur perdagangan aset kripto ritel. Kerangka kerja ini juga mengharuskan platform dan bursa perdagangan kripto untuk mendapatkan lisensi.

    Kerangka kerja ini diimplementasikan setelah satu tahun penuh gejolak dalam pasar kripto, termasuk insiden jatuhnya bursa FTX.

    Hong Kong merupakan pasar ketiga di mana bank yang berkantor pusat di Zug telah mengajukan izin, setelah sebelumnya di Swiss dan Abu Dhabi. Persetujuan prinsip yang diberikan ini memungkinkan SEBA untuk bersiap-siap beroperasi segera setelah mendapatkan izin resmi.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Twitter (X) Peroleh Lisensi untuk Pembayaran Kripto

    Twitter atau kini dikenal X dilaporkan telah menerima lisensi yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran dengan aset kripto. Rhode Island telah secara resmi menyetujui lisensi yang diminta oleh Twitter Payments LLC, cabang pembayaran X, untuk dapat menyimpan, mentransfer, dan menukar Bitcoin dan aset digital lainnya atas nama penggunanya.

    Dilaporkan Cointelegraph, Lisensi Currency Transmitter diperlukan bagi perusahaan yang ingin melakukan aktivitas terkait Bitcoin dan kripto atas nama penggunanya. Lisensi ini juga mencakup penyedia layanan terkait, seperti dompet, pemroses pembayaran, dan bursa.

    Elon Musk sebelumnya menyatakan bahwa dia ingin mengubah X menjadi “aplikasi segalanya,” dan menyatakan bahwa platform tersebut “akan menambah komunikasi komprehensif dan kemampuan untuk menjalankan seluruh dunia keuangan Anda.”

    Perubahan Twitter (X)

    Ilustrasi Elon Musk beli Twiiter. Foto: Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Image.
    Ilustrasi Elon Musk beli Twiiter. Foto: Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Image.

    Baca juga: Bitcoin Naik ke US$ 27K Usai Grayscale Menangkan Gugatan Hukum

    Meskipun sumber menyatakan bahwa fitur pembayaran X yang akan datang pada awalnya hanya akan menawarkan dukungan untuk mata uang fiat, Musk dilaporkan telah menginstruksikan pengembang di X untuk membangun sistem pembayaran platform sedemikian rupa sehingga fungsionalitas kripto dapat ditambahkan di masa depan.

    Persetujuan tersebut diberikan hampir dua bulan setelah X mendapatkan izin pengiriman uang di Michigan, Missouri dan New Hampshire yang semuanya disetujui pada tanggal 5 Juli. Lisensi terbaru X menandai total tujuh negara bagian Amerika Serikat yang mendapatkan izin pengirimannya.

    Masih belum jelas penawaran keuangan apa yang akan tersedia jika dan kapan X meluncurkan fitur pembayaran.

    Orang-orang yang mengetahui rencana perusahaan telah mengindikasikan bahwa X pada awalnya akan menawarkan layanan transaksi mata uang fiat yang mirip dengan PayPal – yang didirikan bersama Musk – dengan ruang untuk integrasi kripto di masa depan.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Naik ke US$ 27K Usai Grayscale Menangkan Gugatan Hukum

    Harga Bitcoin (BTC) terpantau naik lebih dari 5% pada Rabu (30/8) pagi dengan candle ke atas yang tajam dan mengirim harga ke level tertinggi dua minggu di atas US$ 27.000. Kenaikan tajam ini terjadi setelah Hakim Pengadilan Banding Amerika Serikat, Neomi Rao memihak Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) dalam kasusnya terhadap Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC).

    Dikutip Cointelegraph, keputusan tersebut berdampak positif terhadap Bitcoin yang melonjak di kisaran harga US$ 27.000-US$ 27.509. Harga Bitcoin memulai reli naik pada 29 Agustus setelah Rao membatalkan perintah SEC untuk menolak ETF GBTC spot karena kekhawatiran “penipuan.”

    Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan membawa SEC ke pengadilan banding untuk memperdebatkan kesehatan Bitcoin berjangka pada tanggal 30 Juni 2022. Meskipun perintah tersebut tidak menyetujui ETF spot, Rao memutuskan:

    “Permohonan peninjauan Grayscale dikabulkan dan perintah Komisi dikosongkan, sesuai dengan pendapat pengadilan.”

    Hakim yang membatalkan penolakan ETF Grayscale SEC juga memberikan dorongan pada ETF Grayscale. Diskonnya mendekati level tertinggi tahun 2023 di bawah 25%.

    Minat Institusi

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Volume Perdagangan Bitcoin Capai Titik Terendah, Ada Potensi Kenaikan?

    Perkembangan ini memperkuat minat institusional terhadap dunia kripto, terutama Bitcoin. Hingga saat ini, SEC telah menolak untuk menyetujui ETF Bitcoin spot, meskipun banyak pelamar — termasuk BlackRock , Fidelity, ARK Cathie Wood, dan 21Shares, yang telah mengajukan persetujuan tiga kali.

    BlackRock adalah manajer aset terbesar di dunia, dengan aset yang dikelola lebih dari US$ 8,5 triliun. Perusahaan juga akan menggunakan Coinbase untuk menyimpan BTC dalam kepercayaan tersebut, menurut pengajuan ke SEC. Mulai bulan September, SEC memiliki sejumlah keputusan ETF yang harus disetujui, ditolak, atau ditunda.

    Keputusan terhadap Grayscalke dapat berdampak pada perusahaan lain yang ingin membuat ETF Bitcoin, seperti BlackRock dan Fidelity.

    ETF Bitcoin spot akan diperdagangkan melalui bursa saham tradisional, meskipun Bitcoin akan dipegang oleh pialang, dan akan memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap aset kripto terbesar di dunia tanpa harus memiliki koin itu sendiri. Banyak crypto bulls percaya bahwa persetujuan ETF Bitcoin spot akan mengarah pada adopsi institusional yang lebih umum.

    Pasokan Bitcoin

    Saldo BTC di bursa. Sumber: Glassnode.
    Saldo BTC di bursa. Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Potensi Kenaikan Harga Aset Kripto Ini Mencapai 16%, Simak Analisisnya

    Bertepatan dengan kenaikan harga Bitcoin pada 29 Agustus, pasokan BTC di bursa turun ke level terendah sejak Januari 2018. Pasar menganggap BTC yang meninggalkan bursa kripto sebagai sinyal bullish, mengingat trader biasanya menarik BTC mereka ketika mereka ingin menyimpannya dalam hak asuh dalam jangka panjang.

    Menariknya, data on-chain menunjukkan bahwa bursa telah melepaskan Bitcoin sejak 18 Mei 2023. Dengan kata lain, sebagian besar investor Bitcoin bersiap untuk kenaikan harga BTC, bahkan di tengah tren pasar bearish yang berkepanjangan pada tahun 2023.

    Dengan Bitcoin yang terus meninggalkan bursa, likuidasi memiliki lebih sedikit daya dukung, sehingga menyebabkan volatilitas. Dalam 24 jam terakhir saja, lebih dari US$ 46,5 juta short BTC telah dilikuidasi, dengan lebih dari US$ 100 juta short BTC dilikuidasi di seluruh pasar kripto.

    Sementara harga Bitcoin yang naik menunjukkan momentum bullish dalam jangka pendek setelah keputusan Grayscale dan likuidasi singkat, Bitcoin Fear & Greed Index menunjukkan pasar masih ketakutan atau Fear, turun lebih dari 13 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Hash? – Tokocrypto News

    Banyak pengiat blockchain belum mengerti apa itu hash? Proses hash merujuk pada langkah pembuatan keluaran dengan ukuran tetap dari masukan yang memiliki ukuran berbeda-beda. Proses ini dijalankan dengan memanfaatkan rumus matematika yang disebut fungsi hash (diterapkan sebagai algoritma hashing).

    Walaupun tidak semua fungsi hash terkait dengan penggunaan dalam bidang kriptografi, yang menjadi pusat perhatian dalam konteks kripto adalah fungsi hash kriptografi. Kehadiran fungsi ini memainkan peran utama dalam mata uang kripto, seperti yang terlihat dalam teknologi blockchain dan sistem terdistribusi lainnya, dengan dampak signifikan terhadap integritas data dan keamanan.

    Fungsi hash konvensional dan hash kriptografi memiliki kesamaan dalam sifatnya yang deterministik. Sifat deterministik ini berarti bahwa selama masukan tidak berubah, algoritma hashing akan selalu menghasilkan keluaran yang sama, juga dikenal sebagai digest atau hash.

    Secara khusus, algoritma hashing yang digunakan dalam mata uang kripto dirancang sebagai fungsi satu arah. Ini berarti bahwa algoritma ini sulit untuk diinverskan dengan mudah, memerlukan waktu dan sumber daya yang besar. Dengan kata lain, meskipun mudah untuk menghasilkan hash dari masukan, sangat sulit untuk melakukan sebaliknya (menghasilkan masukan dari hash). Secara umum, semakin sulit untuk menemukan masukan yang menghasilkan hash tertentu, semakin aman algoritma hash tersebut.

    Bagaimana Fungsi Hash Bekerja

    Berbagai fungsi hash akan menghasilkan keluaran dengan ukuran yang berbeda-beda, tetapi ukuran keluaran dari setiap algoritma hashing selalu tetap. Sebagai contoh, algoritma SHA-256 selalu menghasilkan keluaran berukuran 256 bit, sementara SHA-1 selalu menghasilkan digest 160 bit.

    Sebagai ilustrasi, kita akan menjalankan kata “Binance” dan “binance” melalui algoritma hashing SHA-256 (yang digunakan dalam Bitcoin).

    Perubahan kecil (misalnya, ukuran huruf pertama) menghasilkan hash yang sangat berbeda. Namun, karena menggunakan SHA-256, keluaran akan selalu berukuran 256 bit (atau 64 karakter) tanpa memperhatikan ukuran masukan. Terlebih lagi, berapa kali pun kedua kata ini dijalankan melalui algoritma, keluaran tetap sama.

    Sebaliknya, jika menggunakan algoritma hashing SHA-1, hasilnya akan seperti berikut:

    Secara spesifik, akronim SHA mengacu pada Secure Hash Algorithms. Ini mencakup algoritma SHA-0 dan SHA-1, serta kelompok SHA-2 dan SHA-3. SHA-256 termasuk dalam kelompok SHA-2, bersama dengan SHA-512 dan variasi lainnya. Saat ini, hanya kelompok SHA-2 dan SHA-3 yang dianggap aman.

    Pentingnya Konsep Ini

    Fungsi hash konvensional memiliki berbagai manfaat, termasuk dalam pencarian basis data, analisis data besar, dan pengelolaan data. Di sisi lain, fungsi hash kriptografi memiliki penerapan yang luas dalam keamanan informasi, seperti autentikasi pesan dan sidik jari digital. Dalam konteks Bitcoin, fungsi hash kriptografi memainkan peran penting dalam proses penambangan dan dalam pembuatan alamat serta kunci baru.

    Keunggulan sebenarnya dari fungsi hash terlihat saat memproses informasi dalam jumlah besar. Sebagai contoh, kita bisa menjalankan berkas besar atau kumpulan data melalui fungsi hash dan menggunakan keluaran hash untuk dengan cepat memverifikasi akurasi dan integritas data. Hal ini dimungkinkan karena sifat deterministik fungsi hash: masukan selalu menghasilkan keluaran (hash) yang sederhana dan ringkas. Pendekatan semacam ini menghilangkan kebutuhan untuk menyimpan dan mengingat data dalam jumlah besar.

    Secara khusus, teknologi hash sangat berperan dalam teknologi blockchain. Dalam blockchain Bitcoin, berbagai tahapan melibatkan penggunaan hash, terutama dalam proses penambangan. Hampir semua protokol mata uang kripto bergantung pada hash untuk menghubungkan transaksi-transaksi ke dalam blok-blok, serta untuk membentuk tautan kriptografi antar-blok, yang pada akhirnya membentuk struktur efektif dari blockchain.

    Fungsi-Fungsi Hash Kriptografi

    Sekali lagi, fungsi hash yang melibatkan teknik-teknik kriptografi dapat didefinisikan sebagai fungsi hash kriptografi. Pada umumnya, meretas fungsi hash kriptografi memerlukan upaya yang sangat besar, seperti pendekatan brute-force. Jika seseorang berupaya untuk “membalikkan” fungsi hash kriptografi, mereka harus secara berulang kali menerka inputnya melalui metode percobaan dan kesalahan hingga menghasilkan output yang cocok. Namun, terdapat situasi di mana berbagai input menghasilkan output yang serupa, yang dikenal sebagai “benturan”.

    Dalam konteks teknis, sebuah fungsi hash kriptografi harus memenuhi tiga sifat untuk dianggap aman dan efektif. Kita dapat merangkum ini menjadi tiga kalimat singkat berikut.

    • Kekebalan Benturan (Collision Resistance): Tidak mudah untuk menemukan dua input yang berbeda menghasilkan hash yang sama sebagai output.
    • Kekebalan Pra-Gambar (Preimage Resistance): Tidak mudah “membalikkan” fungsi hash (menemukan input dari output yang diberikan).
    • Kekebalan Pra-Gambar Kedua (Second Preimage Resistance): Tidak mudah menemukan input kedua yang berkolisi dengan input yang sudah diketahui.

    Collision resistance

    Seperti yang telah dijelaskan, benturan terjadi saat berbagai input menghasilkan hash yang sama. Dengan demikian, fungsi hash dianggap tahan benturan hingga titik di mana benturan ditemukan. Harap dicatat bahwa benturan akan selalu ada dalam setiap fungsi hash karena jumlah kemungkinan input tidak terbatas, sementara jumlah kemungkinan output terbatas.

    Dengan kata lain, fungsi hash dikatakan tahan benturan ketika kemungkinan menemukan benturan sangat rendah, menghabiskan jutaan tahun untuk menghitungnya. Oleh karena itu, walaupun tidak ada fungsi hash yang bebas benturan, beberapa di antaranya sangat kuat dan dianggap tahan (seperti SHA-256).

    Dalam berbagai algoritma SHA, kelompok SHA-0 dan SHA-1 tidak lagi dianggap aman karena benturan telah ditemukan. Pada saat ini, kelompok SHA-2 dan SHA-3 dianggap tahan terhadap benturan.

    Preimage resistance

    Kekebalan pra-gambar berkaitan dengan konsep fungsi satu arah. Fungsi hash dianggap memiliki kekebalan pra-gambar jika probabilitas menemukan input yang menghasilkan output tertentu sangatlah rendah.

    Harap dicatat bahwa ini berbeda dari sifat sebelumnya karena penyerang akan mencoba menebak input yang cocok dengan melihat output yang ada. Di sisi lain, benturan terjadi ketika dua input yang berbeda menghasilkan output yang sama, tanpa memedulikan input mana yang digunakan.

    Preimage resistance kedua

    Sederhananya, kekebalan pra-gambar kedua adalah sifat yang berada di antara dua sifat sebelumnya. Serangan pra-gambar kedua terjadi ketika seseorang berhasil menemukan input tertentu yang menghasilkan output yang sama dengan output lain yang berasal dari input berbeda yang sudah diketahui.

    Dengan kata lain, serangan pra-gambar kedua adalah mencari benturan, tetapi bukan dengan mencari dua input acak yang menghasilkan hash yang sama. Sebaliknya, mereka mencari input yang menghasilkan hash yang cocok dengan hash yang dihasilkan oleh input yang sudah diketahui.

    Oleh karena itu, setiap fungsi hash yang tahan benturan juga akan tahan serangan pra-gambar kedua. Namun, serangan pra-gambar masih dapat terjadi pada fungsi yang tahan terhadap benturan karena ini juga berarti menemukan input tunggal dari output tunggal.

    Penambangan

    Terdapat berbagai tahap dalam proses penambangan Bitcoin yang melibatkan fungsi-fungsi hash, termasuk verifikasi saldo, menghubungkan transaksi input dan output, serta pembentukan Merkle Tree dari transaksi-transaksi dalam satu blok. Namun, salah satu alasan utama keamanan blockchain Bitcoin adalah fakta bahwa para penambang harus menjalankan operasi hash secara berulang untuk menemukan solusi yang valid untuk blok berikutnya.

    Secara khusus, seorang penambang harus mencoba berbagai input yang berbeda untuk menghasilkan nilai hash bagi blok kandidatnya. Intinya, ia hanya dapat mengesahkan blok tersebut jika mampu menghasilkan keluaran hash yang dimulai dengan sejumlah angka nol tertentu. Jumlah angka nol ini menentukan tingkat kesulitan penambangan, yang berfluktuasi berdasarkan tingkat hash yang ada dalam jaringan.

    Tingkat hash ini pada dasarnya mencerminkan seberapa besar daya komputasi yang digunakan dalam penambangan Bitcoin. Jika tingkat hash jaringan meningkat, protokol Bitcoin secara otomatis akan menyesuaikan tingkat kesulitan penambangan, sehingga rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menambang satu blok tetap mendekati 10 menit.

    Namun, jika beberapa penambang memutuskan untuk berhenti, menyebabkan penurunan dramatis dalam tingkat hash, maka tingkat kesulitan penambangan akan menyesuaikan diri dengan menurun pula (hingga rata-rata waktu blok kembali ke 10 menit).

    Penting untuk dipahami bahwa para penambang tidak perlu menemukan benturan hash (collision), karena ada banyak hash yang dapat menghasilkan keluaran yang valid (dimulai dengan sejumlah angka nol tertentu). Dalam hal ini, ada beberapa solusi yang memenuhi syarat untuk blok tertentu, dan para penambang hanya perlu menemukan salah satunya, sesuai dengan ambang batas yang ditetapkan oleh tingkat kesulitan penambangan.

    Karena penambangan Bitcoin melibatkan biaya yang signifikan, para penambang tidak memiliki insentif untuk memanipulasi sistem, karena tindakan semacam itu akan berakibat pada kerugian finansial yang serius. Semakin banyak penambang yang berpartisipasi dalam jaringan blockchain, semakin besar dan kuat jaringan tersebut menjadi.

    Kesimpulan

    Tidak diragukan lagi bahwa fungsi-fungsi hash memiliki peranan sangat penting dalam ilmu komputer, terutama ketika menghadapi data dalam jumlah besar. Ketika dikombinasikan dengan kriptografi, algoritma hashing menjadi alat serba guna, memberikan keamanan dan otentikasi dalam berbagai konteks.

    Dengan demikian, fungsi-fungsi hash kriptografi memiliki peranan yang krusial dalam hampir semua jaringan mata uang kripto. Oleh karena itu, memahami sifat-sifat dan mekanisme kerjanya menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi siapa pun yang tertarik dengan teknologi blockchain.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volume Perdagangan Bitcoin Capai Titik Terendah, Ada Potensi Kenaikan?

    Volume perdagangan Bitcoin (BTC) mencapai level terendah dalam hampir lima tahun pada bulan Agustus ini, karena investor terus menunggu alasan untuk kembali terjun ke pasar.

    Analisis data CryptoQuant dari bursa spot dan derivatif menunjukkan total volume Bitcoin yang disimpan di semua bursa turun awal bulan ini ke level terendah sejak 2018 dan kesulitan untuk pulih.

    Dilaporkan CNBC, pada 26 Agustus, Bitcoin volume perdagangan di semua bursa mencapai 129,307 BTC, menurut CryptoQuant. Awal bulan ini, pada 12 Agustus, harga turun menjadi 112,317 BTC, level terendah sejak 10 November 2018. Sekarang turun dari level tertinggi bulan Maret di 3,5 juta BTC sekitar 94%.

    “Volume perdagangan menurun di pasar bearish karena investor ritel pergi,” Julio Moreno, kepala penelitian di CryptoQuant, mengatakan kepada CNBC. “Ini terjadi pada tahun 2022 di sebagian besar bursa. Saat kita maju lebih jauh ke dalam pasar bullish, volume perdagangan mungkin terus meningkat.”

    Nasib Bitcoin

    Grafik volume perdagangan Bitcoin (BTC) capai titik terendah. Sumber: CNBC.
    Grafik volume perdagangan Bitcoin (BTC) capai titik terendah. Sumber: CNBC.

    Baca juga: Potensi Kenaikan Harga Aset Kripto Ini Mencapai 16%, Simak Analisisnya

    Harga Bitcoin masih naik 57% untuk tahun ini dan berada di sekitar US$ 26.100, menurut Coin Metrics.

    Musim panas ini sangat sepi bagi para pedagang Bitcoin, namun faktor musimanlah yang menyebabkan hal tersebut. Tindakan keras peraturan AS terhadap kripto ditambah dengan berakhirnya krisis perbankan pada bulan Mei (yang menyumbang sebagian besar keuntungan tahun ini) membuat para pembuat pasar dan pedagang menjauh – dan mereka tidak punya alasan untuk kembali.

    Bahkan setelah aksi jual BTC yang hebat pada 17 Agustus – aksi jual satu hari terbesar sejak puncak kejatuhan FTX pada bulan November – pasar dengan cepat menjadi tenang kembali. Data menunjukkan investor jangka panjang tidak mudah terguncang oleh pelemahan yang terjadi baru-baru ini.

    “Secara keseluruhan, pasar tetap membosankan menunggu katalis baru dan likuiditas pasar secara keseluruhan masih terbatas,” kata analis Bernstein Gautam Chhugani dalam catatannya pada hari Senin minggu lalu dalam perdagangan kripto.

    Potensi Bitcoin

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Harga Bitcoin Diprediksi Mencapai Rp 2,2 Miliar pada Pertengahan 2025

    “Pasar ini belum tentu bearish, tetapi para peserta tetap tidak tertarik untuk berdagang, karena pasar menunggu katalis” – khususnya, dalam bentuk keputusan pada aplikasi ETF bitcoin spot mana pun yang sesuai dengan Komisi Sekuritas dan Bursa.

    Chhugani mengatakan bahwa apa pun yang akhirnya membawa pergerakan kembali ke pasar, peluang nyata investor “terletak pada jalur menuju siklus pasar baru,” yang cenderung bertepatan dengan halving Bitcoin. Pertandingan berikutnya diperkirakan akan berlangsung pada musim semi tahun 2024. Cantor Fitzgerald menggemakan penekanannya pada permainan jangka panjang.

    “Meskipun katalis jangka pendek dapat memiliki banyak bentuk, kami terus percaya pada kisah jangka panjang dari adopsi kripto yang sedang berlangsung dan daya tahan Bitcoin sebagai aset alternatif dan penyimpan nilai,” kata analis Cantor Fitzgerald, Josh Siegler dalam sebuah catatan pada hari Senin (28/8).

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Kenaikan Harga Aset Kripto Ini Mencapai 16%, Simak Analisisnya

    Meskipun pasar kripto seringkali mengalami stagnasi, terdapat beberapa aset yang sedang menarik perhatian dengan potensi kenaikan harga hingga 16% dalam waktu seminggu mendatang. Analisis terkini mengenai potensi pertumbuhan nilai ini akan dijelaskan secara mendalam dalam edisi terbaru dari program Sinyal NGOBRAS. Dalam video ini, Fyqieh Fachrur, seorang Trader dari Tokocrypto, akan memandu penonton melalui analisis yang informatif.

    Video Sinyal NGOBRAS terbaru ini akan membahas secara mendalam berbagai aset kripto yang memiliki potensi untuk mengalami kenaikan harga. Di antara aset-aset yang akan dibahas adalah Litentry (LIT), SPACE ID (ID), Tezos (XTZ), dan Bonfida (FIDA). Namun, perlu diingat bahwa sebelum mengambil keputusan investasi, khususnya dalam pasar kripto yang dikenal akan volatilitasnya, langkah yang bijak adalah selalu melakukan analisis dan penelitian yang komprehensif.

    Fyqieh akan mempresentasikan analisis teknikal dalam video ini, sambil juga mempertimbangkan faktor-faktor fundamental yang dapat memengaruhi performa aset-aset kripto yang dibahas. Tak hanya itu, perkembangan terbaru seputar dunia kripto dan teknologi blockchain juga akan menjadi fokus dalam diskusi.

    Daftar kripto yang potensi alami kenaikan pekan lalu. Sumber: Tokocrypto.
    Daftar kripto yang potensi alami kenaikan pekan lalu. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Momen Terbaik dalam Seminggu untuk Investasi Bitcoin, Kapan?

    Namun, sangat penting untuk mencatat bahwa daftar aset yang diulas dalam video ini sebaiknya tidak dianggap sebagai rekomendasi finansial. Disarankan untuk selalu melakukan riset yang mendalam terkait token atau koin yang dibahas dalam video Sinyal NGOBRAS. Video tersebut sebaiknya digunakan sebagai sumber informasi dan panduan, bukan sebagai rekomendasi untuk tujuan investasi. Sebelum membuat keputusan investasi, bijaksanalah untuk melakukan riset independen.

    Mengingat alamiahnya pasar kripto yang sangat dinamis dan penuh fluktuasi, membuat perkiraan terkait potensi kenaikan harga suatu aset kripto harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Keputusan investasi yang cerdas sebaiknya didasarkan pada riset yang mendalam serta pemahaman menyeluruh mengenai situasi pasar dan proyek-proyek terkait.

    Jika Anda tertarik untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai analisis mendalam terkait aset kripto yang memiliki potensi kenaikan harga hingga 16%, video lengkapnya dapat Anda saksikan di bawah ini:

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • OnlyFans Melangkah ke Ranah Kripto, Beli Ethereum Senilai Rp 304 Miliar

    Platform media sosial, OnlyFans, dilaporkan telah membeli aset kripto Ethereum (ETH) dalam jumlah besar untuk aset perusahaan. Keputusan OnlyFans memasuki ruang kripto bertepatan dengan periode di mana perusahaan telah mencatat pertumbuhan yang signifikan.

    Menurut pengajuan keuangan perusahaan induk OnlyFans, Fenix ​​International Limited kepada otoritas Inggris pada hari Kamis (24/8) telah membeli Ethereum (ETH) senilai US$ 19,889 juta atau sekitar Rp 304 Miliar. Namun, nilai Ethereum yang dibeli mengalami penurunan, menyebabkan kerugian penurunan nilai sebesar US$ 8,455 juta pada tanggal 30 November 2022.

    “Selama tahun ini, grup tersebut mendiversifikasi sebagian modal kerjanya menjadi aset kripto—ETH atau Ethereum,” kata perusahaan itu dalam pernyataan strategis yang membuka dokumen setebal 48 halaman. “Tidak ada batasan atau pembatasan terhadap kemampuan grup untuk menjual aset kripto. Aset tersebut telah mengalami penurunan nilai ke nilai wajarnya pada akhir tahun.”

    Nilai Turun

    Akibatnya, sisa nilai Ethereum, yang dikenal sebagai jumlah tercatat, mencapai US$ 11,434 juta. Kerugian penurunan nilai ini menunjukkan bahwa investasi awal di Ethereum telah menurun nilainya, sejalan dengan pergerakan harga baru-baru ini di pasar kripto secara umum.

    Menurut pengajuan tersebut, berinvestasi dalam kripto adalah bagian dari memasukkan uang ke dalam aset tidak berwujud dengan ‘masa manfaat yang tidak terbatas. Usaha OnlyFans dalam kripto dapat memiliki beberapa implikasi, menunjuk pada langkah yang disengaja menuju diversifikasi dan merangkul teknologi blockchain.

    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
    Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: Harga Bitcoin Diprediksi Mencapai Rp 2,2 Miliar pada Pertengahan 2025

    Langkah ini bertepatan dengan semakin dianggapnya Ethereum sebagai aset yang menarik karena potensinya sebagai penyimpan nilai yang layak. Integrasinya yang semakin besar ke dalam lembaga keuangan arus utama semakin meningkatkan daya tarik aset ini sebagai pilihan investasi berkelanjutan.

    Selain itu, investasi ini mungkin terkait dengan kemampuan Ethereum untuk berfungsi sebagai aset tahan inflasi, sehingga berpotensi mengurangi dampaknya terhadap fluktuasi pasar keuangan konvensional.

    NFT OnlyFans

    Tahun lalu, OnlyFans membuat gebrakan di dunia kripto dengan mengumumkan bahwa pembuat konten dapat menggunakan Ethereum NFT terverifikasi di gambar profil mereka. Kreator yang melakukannya menerima simbol Ethereum untuk menunjukkan kepemilikan mereka atas aset tersebut.

    Pada saat itu, CEO OnlyFans, Amrapali Gan mengatakan fitur tersebut—mirip dengan yang diperkenalkan untuk Instagram dan Facebook oleh Meta—bertujuan untuk “memberdayakan para pembuat konten untuk memiliki potensi penuh mereka.”

    “Fitur ini adalah langkah pertama dalam mengeksplorasi peran NFT di platform kami,” kata Gan kepada Reuters .

    Sayangnya, perusahaan tidak dapat mengantisipasi pasar bearish kripto yang akan segera terjadi. Pada saat pengumuman NFT, ETH diperdagangkan pada US$ 2.797.43, tetapi turun menjadi US$ 1.298.94 pada tanggal 30 November ketika periode pelaporan berakhir. Pada saat penulisan, ETH diperdagangkan pada US$ 1.645.90.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SHIB Kembali Naik, Saat Peluncuran Ulang Shibarium Beredar

    Setelah awal yang goyah, Shibarium Shiba Inu bersiap untuk diluncurkan kembali, alhasil harga token SHIB langsung melonjak. Pengembang Shibarium akan memperkenalkan langkah-langkah baru untuk menangani tingkat permintaan yang melonjak yang sebelumnya banyak dikeluhkan.

    Pengguna akhirnya dapat menarik token dari bridge Shibarium beberapa minggu setelah keriuhan awal peluncuran mereda karena kelemahan teknis yang menyebabkan jutaan dolar AS terjebak di jaringan.

    Menurut pengembang utama, Shytoshi Kusama, solusi penskalaan lapisan dua telah menjalani pengujian intensif selama dua hari dan “sekarang ditingkatkan dan dioptimalkan” untuk peluncuran publik. Kusama mengungkapkan melalui postingan blognya bahwa meski sedang dalam tahap pengujian, Shibarium masih memproduksi blok.

    Shibarium

    Shibarium adalah upaya Shiba Inu dalam melakukan penskalaan yang akan menggunakan token SHIB asli proyek untuk biaya, dengan laporan awal mengisyaratkan beberapa kasus penggunaan dalam keuangan terdesentralisasi (DeFi), metaverse, dan game.

    Setelah lebih dari setahun dikerjakan, proyek ini diluncurkan minggu lalu, namun menghadapi serangkaian hambatan yang mengurangi optimisme para peminatnya. Pengguna awal melaporkan transaksi terhenti dengan klaim dana terkunci di bridge karena nilai SHIB anjlok dua digit dalam waktu kurang dari 24 jam.

    Pada saat itu, pengembang Shiba Inu menolak klaim adanya masalah pada bridge, dan menyalahkan kemacetan server karena lonjakan volume transaksi. Pengembang membatasi akses ke masyarakat dan mulai mempersiapkan peluncuran kembali dengan fokus pada penyelesaian dan pencegahan masalah kemacetan.

    Ilustrasi Shibarium. Sumber; VCgamers.
    Ilustrasi Shibarium. Sumber; VCgamers.

    Baca juga: Kompetisi BinaryX Hackathon Sediakan Hadiah Lebih dari Rp 458 Juta

    “Selain itu, kami telah mengaktifkan sistem pemantauan baru dan pengamanan kegagalan tambahan, termasuk pembatasan laju pada tingkat RPC dan pengaturan ulang server otomatis jika kami kembali mendapatkan tingkat lalu lintas yang besar,” kata Kusama.

    Harga SHIB

    Shiba Inu (SHIB) saat ini berada dalam kondisi volatilitas yang cukup tinggi akibat rumor peluncuran ulang Shibarium. Pada data terbaru, SHIB diperdagangkan pada US$ 0,00000817, dan telah berada di sekitar level ini selama tujuh hari terakhir. Kurangnya pergerakan harga ini mungkin merupakan awal dari perubahan yang signifikan, dan salah satu metrik utama, global in/out of the money (GIOM) oleh IntoTheBlock, dapat memberikan beberapa wawasan.

    Dari sudut pandang teknis, rendahnya volatilitas harga SHIB bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, hal ini menunjukkan kurangnya tekanan beli, namun di sisi lain, hal ini berarti semakin sedikit likuiditas yang dibutuhkan agar harga bisa naik. Hal ini dapat menguntungkan jika terjadi lonjakan daya beli secara tiba-tiba, karena dibutuhkan lebih sedikit modal untuk mendorong harga lebih tinggi.

    Selain itu, perkembangan ekosistem Shiba Inu yang akan datang, seperti peluncuran kembali Shibarium, dapat berperan sebagai katalisator pergerakan harga. Meskipun ada kendala awal, seperti lebih dari 1.000 ETH terjebak di jembatan, peluncuran kembali dapat mempengaruhi sentimen pasar dan berpotensi menaikkan harga.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com