Author: 28

  • Prediksi Harga BTC, Jika ETF Bitcoin Spot Disetujui SEC

    Pakar industri di ekosistem pasar kripto terus menyuarakan optimisme atas persetujuan ETF Bitcoin spot. Selain itu, keputusan penting dalam gugatan Grayscale dapat bertindak sebagai preseden hukum dan peraturan untuk persetujuan ETF spot di Amerika Serikat.

    Sebelumnya, CoinGape melaporkan bahwa analis JP Morgan yakin Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akan dipaksa untuk menyetujui ETF Bitcoin Grayscale menjadi ETF spot. Namun, masih harus dilihat perusahaan mana di antara perusahaan seperti Blackrock, Ark Invest, Fidelity Bitwise yang akan menerima pengajuan ETF.

    Gelombang Baru Investasi Bitcoin

    Penggiat komunitas kripto percaya bahwa persetujuan ETF dapat mendatangkan gelombang dana baru ke pasar aset digital. Lark Davis, seorang investor Bitcoin, mengatakan diperkirakan antara US$ 20 miliar hingga US$ 30 miliar uang tunai dapat diinvestasikan dalam Bitcoin, ketika ETF disetujui. Sebagai gambaran, jumlah ini bisa bernilai sekitar 50% dari seluruh BTC yang ada di bursa kripto saat ini.

    “Perkiraannya adalah bahwa ETF Bitcoin spot akan menghasilkan US$ 20 miliar-US$ 30 miliar uang tunai segar ke dalam Bitcoin. Itu akan membeli sekitar setengah dari seluruh koin di bursa dengan harga saat ini.”

    Grafik harga emas saat Gold Trust ETF diluncurkan di Amerika Serikat. Sumber: X (@TheCryptoLark).
    Grafik harga emas saat Gold Trust ETF diluncurkan di Amerika Serikat. Sumber: X (@TheCryptoLark).

    Baca juga: Bursa Komoditi Nusantara akan Jadi Pusat Informasi Kripto di Indonesia

    Konsep ETF yang didukung oleh aset non-pemerintah secara historis berhasil dengan baik di Amerika Serikat. Misalnya, peluncuran SPDR Gold Trust ETF (GLD), dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas pada bulan November 2004 ternyata sukses. Setelah peluncuran ETF pertama yang didukung emas, nilai emas terus meningkat selama bertahun-tahun. Akankah harga BTC mengulangi tren serupa setelah ETF Bitcoin disetujui?

    Prediksi Harga BTC

    Berdasarkan angka perkiraan, pemasukan baru setidaknya dapat memicu reli Bitcoin sebesar 50% dari kisaran saat ini. Michael Saylor, salah satu pendiri MicroStrategy dan pendukung Bitcoin, terus percaya pada aset tersebut karena perusahaan memproyeksikan pembelian BTC lebih lanjut, memperkuat posisinya sebagai pemegang Bitcoin institusional terbesar.

    Sementara itu, Davis menjelaskan kemenangan hukum tidak menjamin hal itu akan terjadi, tapi setidaknya SEC harus mempertimbangkan permintaan ini secara adil. Kenaikan Bitcoin menarik pasar kripto lainnya naik. Namun, kurang dari seminggu kemudian, mata uang digital terkemuka dunia ini kembali ke level US$ 26.000 dan bahkan turun sedikit.

    Musim panas dan musim semi ini, beberapa pemain besar Wall Street, termasuk Ark Invest yang dijalankan oleh investor terkenal Cathie Wood, dan dana manajemen terbesar di dunia BlackRock, mengajukan pengajuan mereka ke SEC untuk mendapatkan izin meluncurkan ETF spot Bitcoin. Keputusan pengajuan Ark Invest telah ditunda oleh SEC.

    Seperti dilansir U.Today baru-baru ini, pakar Bloomberg, Eric Balchunas, yakin dengan izin yang akan datang untuk meluncurkan ETF spot Bitcoin. Ia yakin kemungkinan hal tersebut kini meningkat sekitar 75% pada tahun ini dan 94% pada akhir tahun 2024.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bursa Komoditi Nusantara akan Jadi Pusat Informasi Kripto di Indonesia

    Bursa Komoditi Nusantara (BKN) akan menjadi pusat informasi kripto yang lengkap di Indonesia. Direktur Utama BKN Subani mengatakan, bursa akan melakukan berbagai inovasi dalam rangka pengembangan dan mengenalkan perdagangan aset kripto kepada masyarakat luas.

    BKN akan memiliki pusat informasi kripto dengan konsep crypto village. Sehingga, Bursa Aset Kripto juga menjadi pusat untuk berkumpul, belajar, dan berbagi informasi seputar perdagangan aset kripto bagi komunitas, pelaku usaha, mahasiswa, dan masyarakat. Di samping itu, crypto village juga akan menyediakan sarana edukasi dan promosi bagi para Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK).

    “Sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, BKN juga akan menyediakan informasi terkait top
    PFAK, top aset kripto, dan informasi lain tentang pergerakan harga. Masyarakat juga akan
    dipermudah dalam membuka akun, apabila akan melakukan transaksi aset kripto,” kata Subani dalam keterangan resminya dikutip Senin (4/9).

    Integrasi Sistem

    Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
    Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

    Baca juga: Elon Musk Siapkan Media Sosial Berbasis Blockchain, Bayar Pakai DOGE

    Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Didid Noordiatmoko, menjelaskan dalam melakukan transaksi kripto, saat ini Aplication Programming Interface (API) BKN ke Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) sebagian sudah terkoneksi. Telah ada beberapa CPFAK yang melaporkan transaksinya ke BKN dan selebihnya masih terus berproses.

    Dijelaskan pula oleh Didid, sistem pengawasan BKN dapat menampilkan fitur pelaku usaha teraktif dan aset kripto yang dominan ditransaksikan. Ke depan,akan diupayakan lebih banyak fitur sebagai upaya evaluasi dan edukasi. “Sistem dari BKN ini diperkirakan sudah terkoneksi dengan seluruh CPFAK pada Oktober—November 2023,” kata Didid.

    Didid meminta agar BKN lebih proaktif mendorong para CPFAK untuk tepat waktu menyampaikan laporan transaksinya secara berkala sesuai dengan Surat Edaran Kepala Bappebti Nomor 49 Tahun 2022 Tentang Penyampaian Laporan Berkala dan Sewaktu-waktu atas Pelaksanaan Perdagangan Aset Kripto.

    27 Anggota Bursa

    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
    Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Kuasai Pasar Kripto Sebagai Exchange No. 1 di Indonesia

    Didid menjelaskan, dengan dibentuknya Bursa Berjangka Aset Kripto, semua pencatatan, pengawasan, serta pelaporan yang awalnya dilakukan oleh Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK), kini dilakukan oleh bursa. Saat ini, tercatat 27 CPFAK telah mendaftar sebagai anggota BKN. CPFAK tersebut selanjutnya akan mengajukan pendaftaran sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) ke Bappebti.

    Didid menyampaikan, ekosistem perdagangan aset kripto di Indonesia saat ini telah lengkap. Selain pedagang, saat ini terdapat tiga kelembagaan yang telah dibangun pemerintah, yaitu Bursa Berjangka Aset Kripto (PT Bursa Komoditi Nusantara), Lembaga Kliring Berjangka Aset Kripto (PT Kliring Berjangka Indonesia), serta Pengelola Tempat Penyimpanan Aset Kripto (PT Tennet Depository Indonesia).

    “Kementerian Perdagangan melalui Bappebti terus berkomitmen mendukung pengembangan perdagangan aset kripto di Indonesia. Lengkapnya pendukung ekosistem aset kripto yang telah dibangun menjadi bukti nyata dukungan pemerintah dalam menciptakan ekosistem yang baik bagi pengembangan perdagangan aset kripto di Indonesia,” terang Didid.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Elon Musk Siapkan Media Sosial Berbasis Blockchain, Bayar Pakai DOGE

    Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX, baru-baru ini mengungkapkan rincian tentang keterlibatannya dalam proyek Dogecoin (DOGE) dan ide untuk meluncurkan platform media sosial berdasarkan blockchain.

    Musk dilaporkan tertarik dalam mengembangkan Dogecoin, aset kripto yang semula diciptakan sebagai lelucon mengenai Bitcoin. Tidak hanya itu, ia juga sedang mempertimbangkan untuk menciptakan platform media sosial baru yang berbasis blockchain dengan fitur pembayaran.

    Rencananya terkait platform media sosial ini terungkap dalam sebuah biografi yang dijadwalkan akan diterbitkan pada tanggal 12 September. Buku tersebut, juga menyebutkan upaya gagal mantan raja kripto Sam Bankman-Fried untuk membantu Musk mengakuisisi Twitter.

    Media Sosial Basis Blockchain

    Pandangan Musk terhadap Twitter melibatkan transformasinya menjadi platform pembayaran di mana pengguna dapat melakukan transfer uang, memberikan tip kepada pembuat konten, dan bahkan membayar untuk beragam konten seperti artikel, musik, dan video.

    Dalam upaya untuk mengatasi masalah spam dan mencari sumber pendapatan baru, Musk mengusulkan penerapan biaya kecil sekitar US$ 2 per bulan kepada pengguna agar mereka dapat memverifikasi akun mereka.

    Elon Musk ganti nama dan logo Twitter jadi X. Sumber: Getty Images.
    Elon Musk ganti nama dan logo Twitter jadi X. Sumber: Getty Images.

    Baca juga: 4 Kripto yang Diprediksi Capai ATH Baru di Bulan September 2023

    Musk telah lama menjadi pendukung kebebasan berbicara di platform media sosial dan telah mengkritik upaya Twitter dalam mengatur apa yang dapat diungkapkan oleh penggunanya. Menurutnya, demokrasi akan lebih baik jika Twitter tidak mencoba membatasi kebebasan berbicara penggunanya.

    Ide untuk memulai platform media sosial berbasis blockchain muncul dari saran saudara Elon, Kimbal Musk. Musk tertarik dengan konsep tersebut dan bahkan menyuarakan agar platform ini menggunakan Dogecoin sebagai sistem pembayaran.

    Seorang bankir dari Morgan Stanley yang bekerja dengan Musk juga mendorongnya untuk berbicara dengan Sam Bankman-Fried, pendiri bursa kripto FTX, yang berniat menginvestasikan 5 miliar dolar AS (sekitar Rp 60 triliun) dalam proyek tersebut. Namun, Musk menolak tawaran ini karena ia merasa bahwa membangun jaringan sosial berbasis blockchain akan terlalu lambat untuk mendukung kecepatan posting di Twitter.

    Dukung DOGE

    Musk diam-diam mendanai pengembangan Dogecoin, menurut biografi baru pemilik Spacex dan Tesla yang akan diterbitkan pada 12 September. Aset kripto, yang dimulai sebagai lelucon satu dekade lalu, berhutang banyak pada popularitasnya di mata Musk yang juga memantapkan dirinya sebagai influencer kripto.

    Komentar Elon Musk tentang Dogecoin (DOGE) diduga menggerakkan pasarnya. Dalam gugatan class action yang melibatkan koin meme awal tahun ini, penggugat menuduhnya melakukan perdagangan orang dalam dan menaikkan harga kripto. Pada akhir Maret, Musk berusaha untuk mengakhiri gugatan senilai US$ 258 miliar, bersikeras bahwa tweet yang mendukung dogecoin tidak melanggar hukum.

    Ilustrasi Dogecoin (DOGE). Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi Dogecoin (DOGE). Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Smartphone Ethereum Pertama Terjual Habis Dalam 24 Jam

    Miliarder itu menjuluki dirinya sendiri “The Dogefather” dalam tweet yang mempromosikan penampilan Saturday Night Live pada Mei 2021 sementara tahun ini ia mengubah logo burung biru Twitter menjadi logo Dogecoin Shiba Inu. Dia membeli layanan mikroblog dan jejaring sosial seharga US$ 44 miliar tahun lalu dan baru-baru ini mengganti namanya menjadi X.

    Ketertarikannya terhadap teknologi blockchain bukan hal baru, karena sebelumnya ia telah menunjukkan dukungannya terhadap Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Selain itu, Musk juga mengungkapkan bahwa ia memiliki sejumlah Bitcoin dan Dogecoin yang ditujukan sebagai hadiah untuk anak-anaknya.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Kripto yang Diprediksi Capai ATH Baru di Bulan September 2023

    Ada sejumlah aset kripto yang diprediksi akan mencapai all-time high (ATH) baru di bulan September mendatang. Seperti yang kita tahu, dunia kripto selalu penuh dengan kejutan.

    Harga dari Aset kripto bisa naik turun dengan cepat, dan ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Bulan September 2023 diprediksi akan menjadi bulan yang menarik untuk para investor kripto.

    Ada empat kripto yang diperkirakan akan mencapai ATH baru di bulan ini. Beberapa analis dan pengamat pasar telah menunjukkan minat yang besar pada beberapa kripto yang menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang kuat. Memahami tren ini bisa sangat bermanfaat bagi para investor yang ingin mengoptimalkan keuntungan mereka.

    Meskipun pasar mata uang kripto bearish, beberapa altcoin memiliki formasi yang tampak bullish. BeInCrypto melihat kripto teratas untuk bulan September yang dapat mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa.

    OKB (OKB)

    Harga token OKB telah mengalami peningkatan yang signifikan sejak Juni 2021. Kenaikan tersebut menggambarkan pola pergerakan lima gelombang ke atas (disebut sebagai gelombang putih). Jika ini benar, saat ini harga berada dalam fase gelombang empat dalam pola Elliott Wave.

    Analis teknikal menggunakan teori Elliott Wave untuk mengidentifikasi arah tren dengan menganalisis pola harga jangka panjang yang berulang dan psikologi investor.

    Grafik Mingguan OKB/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik Mingguan OKB/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Manfaat Blockchain dalam Pengiriman Uang Antar Negara

    Gelombang empat memiliki bentuk segitiga simetris, yang merupakan pola yang sering terjadi pada gelombang empat. Hal ini mendukung proyeksi pergerakan harga, menunjukkan kemungkinan terjadinya penembusan dari pola segitiga tersebut.

    Apabila OKB berhasil menembus, level resistensi selanjutnya berada di $72,10, yang merupakan harga tertinggi dalam sejarahnya. Target ini dihitung berdasarkan perpanjangan Fibonacci 1.61 dari gelombang empat. Proyeksi ini juga sejalan dengan panjang segitiga yang diukur hingga titik penembusannya (gelombang putih). Target ini berada sekitar 70% di atas harga saat ini.

    Meskipun prediksi harga OKB cenderung bullish, tetapi jika terjadi penembusan dari pola segitiga dan harga turun di bawah area support sekitar US$ 42, maka tren bearish masih dapat berlanjut. Dalam situasi ini, harga bisa turun hingga 25% ke area support selanjutnya di sekitar US$ 30.

    Ocean Protocol (OCEAN)

    Harga token OCEAN mengalami penurunan di bawah garis resistensi menurun setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di US$ 1,94 pada April 2021. Tren penurunan ini telah berlangsung selama 829 hari. Selama periode tersebut, harga telah mencoba enam kali untuk keluar dari garis tren ini (ditandai dengan ikon merah).

    Karena setiap kali garis tren tersebut disentuh, kekuatannya cenderung melemah, maka peluang untuk keluar dari garis tren tersebut menjadi lebih besar.

    Grafik Mingguan OCEAN/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik Mingguan OCEAN/USDT. Sumber: TradingView.

    Sejak awal Februari, harga OCEAN bergerak dalam saluran paralel menurun (ditunjukkan dalam pola putih). Pola ini biasanya menandakan gerakan korektif. Oleh karena itu, skenario harga yang paling mungkin adalah penembusan dari saluran ini. Ekspektasi ini sejalan dengan upaya berulang untuk menembus resistensi jangka panjang.

    Namun demikian, mencapai kembali puncak sebelumnya akan menjadi tantangan mengingat perbedaan yang signifikan, lebih dari 500%, antara harga tertinggi sepanjang masa dan harga saat ini.

    Setelah berhasil menembus resistensi jangka panjang, target yang lebih realistis adalah zona resistensi di sekitar US$ 1. Hal ini akan mewakili kenaikan sekitar 215% dari harga saat ini.

    Harga Bitcoin Cash (BCH) mulai mengalami kenaikan pada bulan November 2022. Setelah mencapai titik terendah yang lebih tinggi pada bulan Juni 2023, kenaikan harga menjadi lebih cepat. Ini menghasilkan level tertinggi tahunan baru sebesar US$ 329.

    Seluruh pergerakan naik ini dapat diartikan sebagai lima gelombang yang meningkat. Jika ini benar, maka BCH telah menyelesaikan gelombang empat dengan memantul dari level support retracement Fibonacci 0.618 pada tanggal 17 Agustus (ditandai dengan ikon hijau). Selain mengkonfirmasi support Fibonacci, pemantulan ini juga mengonfirmasi garis support dalam saluran paralel menurun.

    Grafik 3 Hari BCH/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik 3 Hari BCH/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Jumlah Investor Kripto RI Tembus 17,67 Juta hingga Juli 2023

    Apabila gelombang kelima terjadi, BCH akan keluar dari saluran menurun dan mencapai level tertinggi sekitar US$ 400. Walaupun ini tidak menjadi harga tertinggi baru, tetapi mewakili kenaikan sekitar 90% dari harga saat ini.

    Namun, jika harga BCH gagal menembus garis resistensi saluran, prediksi harga bullish tersebut menjadi tidak valid. Dalam skenario ini, harga bisa turun sekitar 35% menuju support terdekat di sekitar US$ 140.

    Toncoin (TON)

    Harga token TON telah turun di bawah garis resistensi menurun sejak Desember 2022. Penolakan pada bulan April 2023 (dinyatakan dengan ikon merah) memicu penurunan tajam yang mendorong harga ke level terendah di US$ 0,96 pada 11 Juni.

    Namun sejak saat itu, harga TON mengalami peningkatan. Setelah mengalami pergerakan awal yang berbeda, TON berhasil menguat kembali di atas level horizontal US$ 1,35 dan mengkonfirmasikannya sebagai support.

    Grafik 3 Hari TON/USDT. Sumber: TradingView,
    Grafik 3 Hari TON/USDT. Sumber: TradingView,

    TON berusaha untuk keluar dari garis resistensi menurun. Jika berhasil, harga kemungkinan akan mencapai level resistensi horizontal berikutnya di sekitar US$ 2,60. Ini akan mewakili kenaikan sekitar 50% dari harga saat ini.

    Namun, prediksi harga bullish TON akan menjadi tidak valid jika harga tidak berhasil menembus resistensi tersebut. Dalam skenario ini, kemungkinan terbesar adalah harga akan turun sekitar 22% menuju support terdekat di sekitar US$ 1,35.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah untuk dapat keuntungan dari kenaikan di bulan September 2023.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Manfaat Blockchain dalam Pengiriman Uang Antar Negara

    Salah satu sektor yang menunjukkan inovasi dari teknologi blockchain adalah dalam pengiriman uang lintas batas. Teknologi revolusioner blockchain, yang awalnya dikenal melalui mata uang digital Bitcoin, telah berkembang menjadi lebih dari sekadar alat untuk transaksi kripto.

    Kemampuannya untuk menciptakan jejak transparan, aman, dan terdesentralisasi untuk setiap transaksi, membuat blockchain membuka peluang transformasi dalam perspektif pengiriman uang global.

    Pengiriman uang, yang sering disebut remittance, merujuk pada proses transfer dana ke lokasi yang berjauhan, khususnya antara individu yang tinggal di negara yang berbeda. Kegiatan ini umumnya dilakukan oleh pekerja migran yang mengirimkan uang ke negara asal mereka.

    Pada masa kini, pengiriman uang menjadi salah satu aliran dana terbesar dalam negara-negara berkembang, mengungguli investasi langsung asing dan bantuan pembangunan resmi. Berdasarkan data dari Grup Bank Dunia, sektor pengiriman uang mengalami pertumbuhan signifikan pada tahun-tahun sebelumnya, mencapai 8,8% pada 2017, dan meningkat menjadi 9,6% pada 2018.

    Terdapat beberapa negara berkembang yang sangat bergantung pada aliran dana dari luar negeri, menjadikan pengiriman uang sebagai komponen penting dalam perekonomian mereka. Sebagai contoh, Haiti mengandalkan pengiriman uang internasional yang menyumbang sekitar 29% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2017, angka ini meningkat menjadi 30,7% pada tahun 2018.

    Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi berbagai pemanfaatan teknologi blockchain dalam konteks pengiriman uang lintas batas, serta dampak positifnya dalam mengatasi tantangan-tantangan konvensional dalam sektor keuangan.

    Tantangan yang Dihadapi

    Menurut estimasi Bank Dunia, biaya rata-rata untuk pengiriman uang saat ini sebesar $200 adalah sekitar 7% dari jumlah tersebut secara global. Jika total pengiriman uang mencapai $689 miliar pada tahun 2018, maka sekitar $48 miliar harus dikeluarkan hanya untuk biaya operasional.

    Selain dari biaya yang tinggi, sebagian besar solusi pengiriman uang saat ini bergantung pada layanan pihak ketiga dan institusi keuangan. Keterlibatan banyak perantara ini menyebabkan sistem yang ada menjadi tidak efisien. Selain mahalnya biaya, proses pengiriman juga memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

    Dalam konteks ini, teknologi blockchain muncul sebagai alternatif yang mampu meningkatkan efisiensi dalam sektor pengiriman uang. Artikel ini akan memperkenalkan beberapa solusi yang memungkinkan, disertai contoh perusahaan yang telah bergerak di bidang ini.

    Potensi Solusi Melalui Blockchain

    Perusahaan-perusahaan yang berfokus pada teknologi blockchain dalam pengiriman uang bertujuan untuk menyederhanakan seluruh proses dan menghilangkan perantara yang tidak diperlukan. Konsep intinya adalah memberikan solusi tanpa hambatan dan hampir instan. Berbeda dengan layanan tradisional, jaringan blockchain tidak tergantung pada proses persetujuan transaksi yang lambat, yang melibatkan banyak perantara dan kerja manual.

    Sebagai gantinya, sistem blockchain mampu menangani transaksi finansial di seluruh dunia melalui jaringan komputer terdistribusi. Hal ini berarti beberapa komputer berpartisipasi dalam proses verifikasi dan validasi transaksi, yang dapat dilakukan secara terdesentralisasi dan aman. Jika dibandingkan dengan sistem perbankan tradisional, teknologi blockchain mampu menyediakan solusi pembayaran yang lebih cepat dan dapat diandalkan, dengan biaya yang lebih rendah.

    Secara sederhana, teknologi blockchain memiliki potensi untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh sektor pengiriman uang, seperti biaya tinggi dan waktu transaksi yang lama. Dengan mengurangi jumlah perantara, biaya operasional dapat ditekan dengan efektif.

    Pemanfaatan Teknologi Blockchain dalam Pengiriman Uang

    Aplikasi di Era Mobile

    Banyak perusahaan saat ini sedang menguji teknologi blockchain untuk menciptakan solusi pembayaran baru. Beberapa dompet kripto mobile memungkinkan pengguna untuk melakukan pengiriman dan penerimaan aset digital di seluruh dunia, serta menukarkan antara mata uang kripto dan fiat dengan cepat.

    Contoh konkret dari aplikasi dompet mobile adalah Coins.ph. Aplikasi ini menyediakan beragam fitur, termasuk kemampuan pengguna untuk melakukan pengiriman uang lintas negara, membayar tagihan, membeli pulsa permainan, atau bahkan berdagang Bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Selain itu, beberapa layanan finansial bahkan dapat diakses tanpa memerlukan rekening bank.

    Platform Digital

    Beberapa perusahaan sedang mengembangkan infrastruktur yang berinteraksi langsung dengan sistem keuangan tradisional. Misalnya, BitPesa adalah platform online yang menerapkan teknologi blockchain di benua Afrika. Didirikan pada tahun 2013, BitPesa menyediakan solusi pembayaran dan pertukaran mata uang dengan biaya rendah dan kecepatan tinggi.

    Protokol Stellar adalah contoh lain dari platform blockchain yang memberikan layanan dalam industri pengiriman uang. Berdiri pada tahun 2014, Stellar awalnya bertujuan untuk mempromosikan akses keuangan global dengan menghubungkan individu dengan institusi keuangan di seluruh dunia.

    Stellar menggunakan jaringan dengan buku besar terdistribusi yang memiliki mata uang sendiri, yang dikenal sebagai Stellar lumens (XLM). Token asli ini berfungsi sebagai jembatan antara mata uang, memfasilitasi perdagangan global antara fiat dan aset kripto. Seperti BitPesa, platform Stellar memungkinkan pengguna dan institusi keuangan untuk melakukan pengiriman dan penerimaan uang dengan biaya transaksi yang lebih rendah.

    ATM Sebagai Solusi

    Selain aplikasi mobile dan platform online, penggunaan ATM juga bisa menjadi solusi untuk pengiriman uang global. Pendekatan ini mungkin sangat efektif, terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan akses internet atau sistem perbankan yang terbatas.

    Perusahaan seperti Bit2Me dan MoneyFi sedang mengembangkan sistem pengiriman uang yang mengintegrasikan teknologi blockchain dengan ATM. Tujuan mereka adalah untuk meluncurkan kartu prabayar yang memiliki beragam fungsi.

    Melalui penggabungan teknologi blockchain dengan ATM, potensi untuk mengurangi keterlibatan perantara semakin besar. Pengguna tidak lagi tergantung pada rekening bank, dan biaya yang dikenakan oleh perusahaan ATM pun mungkin menjadi lebih terjangkau dalam proses ini.

    Tantangan dan Kendala Saat Ini

    Walaupun manfaat teknologi blockchain terhadap industri pengiriman uang sudah jelas, masih banyak hal yang perlu diselesaikan. Berikut adalah beberapa hambatan dan keterbatasan utama yang dihadapi, beserta kemungkinan solusinya.

    • Pertukaran Kripto-Fiat. Meskipun mata uang dunia masih berbasis fiat, menukar antara mata uang kripto dan fiat tidak selalu sederhana. Dalam banyak kasus, rekening bank masih diperlukan. Transaksi peer to peer (P2P) bisa mengurangi ketergantungan pada bank, tetapi pengguna tetap perlu menukarkan fiat ke kripto sebelum bisa menggunakannya.
    • Ketergantungan pada Ponsel dan Internet. Jutaan orang tinggal di negara-negara miskin yang tidak memiliki akses internet, dan sebagian besar dari mereka tidak memiliki ponsel. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ATM yang bekerja dengan teknologi blockchain mungkin bisa menjadi solusi untuk ini.
    • Regulasi. Regulasi terkait mata uang kripto masih dalam tahap awal. Di beberapa negara, bahkan belum jelas atau belum ada regulasi yang berlaku, terutama di negara-negara yang mengandalkan aliran uang dari luar negeri. Namun, dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas, proses regulasi ini kemungkinan akan semakin dipercepat.
    • Kompleksitas. Penggunaan mata uang kripto dan teknologi blockchain membutuhkan pemahaman tentang konsep teknis yang khusus. Banyak pengguna masih bergantung pada layanan pihak ketiga karena pengoperasian dan penggunaan blockchain bukanlah hal yang mudah. Selain itu, banyak dompet kripto dan platform perdagangan yang belum menyediakan panduan edukatif yang memadai dan antarmuka yang intuitif.
    • Volatilitas. Pasar mata uang kripto masih relatif baru dan cenderung volatil. Oleh karena itu, mata uang kripto tidak selalu cocok untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari karena nilainya bisa berfluktuasi dengan cepat. Selain itu, mata uang dengan volatilitas tinggi kurang cocok bagi mereka yang hanya ingin mengirim uang dari satu tempat ke tempat lain. Namun, permasalahan ini mulai dapat teratasi dengan adanya stablecoin yang menawarkan stabilitas nilai.

    Penutup

    Industri pengiriman uang telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam dekade terakhir dan kemungkinan akan terus berkembang di masa mendatang. Tingkat migrasi manusia yang terus meningkat untuk mencari pekerjaan atau peluang pendidikan menjadi salah satu faktor utamanya. Menurut Laporan World Migration 2018, jumlah migran internasional diperkirakan mencapai 244 juta pada tahun 2015, meningkat sekitar 57% dari angka 155 juta pada tahun 2000.

    Namun, lingkungan pengiriman uang masih memiliki tantangan dan ketidakefisienan. Karena itu, banyak perusahaan berharap teknologi blockchain dapat memberikan solusi yang lebih efisien, dan kemungkinan besar kita akan melihat adopsi yang semakin besar oleh para pekerja migran di masa depan.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Terjun Bebas, Potensi Penurunan Lebih Lanjut?

    Harga Bitcoin dan pasar kripto keseluruhan terpantau terjun bebas pada Jumat (1/9) pagi usai SEC memutuskan menunda aplikasi ETF BTC spot dari enam perusahaan keuangan tradisional, termasuk BlackRock, Fidelity, dan Lainnya. Tekanan harga pada BTC ini kemungkinan kuat masih akan besar jelang akhir pekan.

    Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, sebenarnya Bitcoin telah terlihat dalam tren menurun dalam rangkaian publikasi data perekonomian Amerika Serikat yang terjadi sejak kemarin, pasca lonjakan harga yang didorong kemenangan Grayscale. Saat ini diprediksi bahwa Bitcoin akan lanjut bergerak turun pada awal September 2023. 

    “Sebelumnya, Amerika Serikat baru saja melakukan publikasi data prediksi pertumbuhan ekonomi kuartalannya yang tumbuh sekitar 2,1%. Angka ini lebih baik dari pertumbuhan sebelumnya, namun sayangnya lebih buruk dari prediksi pasar. Data ini menjadi sentimen positif untuk Dolar AS sehingga terlihat menguat terhadap beberapa aset berisiko, termasuk kripto,” kata Fyqieh.

    Selanjutnya, data terkait inflasi melalui data PCE atau Price Consumption Expenditure pada bulan Juli naik 4,2% YoY sejalan dengan ekspektasi para analis. Data ekonomi tetap penting untuk kripto karena investor menyesuaikan pandangan mereka mengenai prospek suku bunga, yang telah didorong oleh The Fed ke level tertinggi sejak Maret 2022. 

    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Bitcoin Terjun ke US$ 25K Usai SEC Tunda ETF untuk BlackRock dkk

    Lebih lanjut, Fyqieh menjelaskan tanda-tanda perlambatan ekonomi dapat mendorong The Fed untuk menunda kenaikan suku bunga dan mungkin mempertimbangkan untuk memotong biaya pinjaman lebih cepat, menjadikan laporan pekerjaan atau Non-Farm Payroll (NFP) bulan Agustus pada hari Jumat (1/9) nanti malam sebagai fokus utama setelah laporan inflasi PCE.

    “Data ini menjadi salah satu pertanda bagaimana kondisi inflasi di AS saat ini apakah masih buruk atau sudah mulai membaik. Prediksi saat ini adalah NFP masih akan naik sehingga dapat menjadi sentimen negatif untuk Dolar AS,” ujarnya. 

    Oleh karena itu, ada kemungkinan koreksi akan terjadi menuju batas bawah harga Bitcoin saat ini untuk kemudian naik kembali jika data NFP sesuai dengan prediksi dan dianggap oleh investor sebagai pertanda buruk bagi perekonomian AS. 

    Dari segi sentimen, pasar kripto memang dalam tren bearish. Dilihat dari Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat (1/9) menginjak level Fear turun dari Neutral pada sehari sebelumnya. Kondisi bearish pasar kripto menurunkan kepercayaan diri investor. Pelaku pasar kripto masih menunggu pergerakan impulsif dari para whale untuk mengakumulasi Bitcoin dan altcoin saat data ekonomi AS sudah terlihat sedikit membaik.

    Fakta bahwa banyak aset kripto mengalami koreksi signifikan selama bulan Agustus menunjukkan betapa pentingnya melakukan riset dan analisis sebelum melakukan investasi atau trading. Dalam pasar yang berfluktuasi seperti kripto, strategi diversifikasi (memiliki berbagai macam aset) dan strategi dollar cost averaging (DCA) dapat membantu mengelola risiko.

    Mengingat pergerakan harga yang cukup signifikan dalam bulan Agustus, ini bisa menjadi kesempatan bagi mereka yang memiliki rencana investasi jangka panjang untuk mempertimbangkan strategi DCA.

    “Pendekatan ini melibatkan pembelian secara berkala dengan jumlah tetap, tanpa terpengaruh oleh fluktuasi harga harian atau bulanan. Ini membantu mengurangi dampak volatilitas pasar dalam jangka panjang,” saran Fyqieh.

    Analisis Pergerakan Harga Bitcoin (BTC)

    BTC/USDT 4H Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Smartphone Ethereum Pertama Terjual Habis Dalam 24 Jam

    Kemungkinan besar, saat ini BTC akan bergerak turun ke daerah US$ 25.900 atau sekitar Rp 395 juta, jika hasil NFP memberikan dampak buruk. Hal ini sesuai dengan perspektif pasar yang lebih bearish, banyak di antaranya menyerukan pengembalian ke US$ 25.000 atau lebih rendah.

    Namun, apabila Bitcoin telah melewati garis EMA 50 yang menjadi garis batas bawah rata-rata pergerakannya saat ini, menjadi pertanda bahwa BTC akan mulai bergerak turun. Dari indikator RSI dan MACD dapat dilihat bahwa saat ini volume jual juga sudah mulai naik yang mendukung kemungkinan bahwa Bitcoin memiliki potensi turun. 

    “Beberapa level harga kunci dapat diperhatikan, jika Bitcoin berhasil menembus area US$ 27.500, ada potensi untuk kembali mencapai kisaran US$ 30.000. Namun, jika Bitcoin berada di bawah harga US$ 25.471, diprediksi bahwa kemungkinan akan terjadi penurunan lanjutan, dengan target harga sekitar US$ 24.000,” analisis Fyqieh.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Smartphone Ethereum Pertama Terjual Habis Dalam 24 Jam

    Pre-order smartphone berbasis Ethereum (ETH) ternyata sukses besar. Dalam waktu 24 jam, 50 perangkat seluler pertama dengan sistem operasi berbasis jaringan smart contract Ethereum ini terjual habis.

    “Ethereum Phone” didasarkan pada Google Pixel 7a dan hadir dengan sistem operasi open source yang unik: ethOS. Ini adalah kependekan dari sistem operasi Ethereum tetapi juga berarti “karakter” dalam bahasa Yunani.

    Perangkat ini dibedakan dari ponsel pintar Web3 lainnya dengan klien ringan Ethereum yang ada di dalamnya. Fitur ini memungkinkan sistem operasi ethOS untuk memvalidasi blok secara independen, menjadikan perangkat sebagai “light node” di jaringan Ethereum.

    Smartphone Ethereum memiliki beberapa alat bawaan untuk menangani pembayaran dan menerima serta mengirim pesan. Selain itu, perangkat seluler menyertakan integrasi untuk Ethereum Name Services (ENS), yang memungkinkan pengguna melakukan pembayaran dengan cara yang lebih mudah. Selain itu, ia mendukung Ethereum Virtual Machines (EVM) dan jaringan penskalaan Layer-2.

    Smartphone Ethereum pertama terjual habis dalam 24 Jam. Sumber: X (Twitter).
    Smartphone Ethereum pertama terjual habis dalam 24 Jam. Sumber: X (Twitter).

    Baca juga: Bitcoin Terjun ke US$ 25K Usai SEC Tunda ETF untuk BlackRock dkk

    Smartphone Ethereum Terbatas

    Hanya 50 perangkat seluler yang tersedia selama pre-order. Agar memenuhi syarat untuk membeli ponsel pintar Ethereum ini, pembeli yang berminat harus membeli non-fungible token (NFT) ethOS. Mereka dapat membakar atau menghancurkannya untuk menyimpan ponsel mereka.

    Sebuah postingan di X (Twitter) memperingatkan pengguna tentang NFT palsu di OpenSea , platform perdagangan NFT terbesar.

    Beberapa NFT ethOS dijual di OpenSea seharga tiga Ethereum (ETH), atau hampir US$ 5.000. Dibandingkan dengan Google Pixel 7a biasa, yang dijual seharga US$ 499 di AS, perbedaannya 10x lipat.

    Meskipun pra-penjualan ponsel pintar Ethereum sukses besar, ponsel pintar Solana ( SOL ) memiliki awal yang kurang sukses . Hanya lebih dari 2.000 unit yang telah terjual sejak dirilis, menurut catatan Flipside.

    Untuk meningkatkan penjualan ponsel kripto Solana yang ramah pengguna, Solana Labs baru-baru ini menurunkan harga dari US$ 1.000 menjadi US$ 599. Penurunan harga terjadi setelah pengumuman peluncuran perdana smartphone Ethereum yang akan berlangsung pada musim gugur 2023.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Terjun ke US$ 25K Usai SEC Tunda ETF untuk BlackRock dkk

    Harga Bitcoin langsung terjun turun ke level US$ 25.000 saat SEC menunda keputusan mengenai aplikasi ETF BTC Spot dari BlackRock dan lima perusahaan lainnya. Dalam waktu kurang dari sehari, Bitcoin telah kehilangan hampir seluruh keuntungan yang diperoleh dari kemenangan pengadilan Grayscale Investment melawan SEC.

    Dikutip Cointelegraph, pada tanggal 29 Agustus, Bitcoin melonjak ke level tertinggi dalam dua minggu setelah hakim memutuskan bahwa SEC “sewenang-wenang dan berubah-ubah” ketika menolak aplikasi ETF Bitcoin spot Grayscale.

    Namun, penundaan SEC baru-baru ini terhadap tujuh aplikasi ETF Bitcoin yang tertunda telah menyebabkan harga Bitcoin turun hampir 5% dalam 24 jam terakhir.

    Data Cointelegraph Markets Pro menunjukkan harga BTC saat ini berada di kisaran US$ 25.991 pada Jumat (1/9) pukul 09.00 WIB, turun tajam dari sekitar level US$ 27.300 yang dipertahankan sejak kemenangan Grayscale.

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Bitcoin Masih di Bawah Level Kunci, Meskipun Ada Lonjakan Grayscale

    Penundaan ETF Bitcoin

    BlackRock, WisdomTree, VanEck, Bitwise, Valkyrie dan Fidelity bersama dengan dana bersama oleh Invesco dan Galaxy semuanya ditunda pada 31 Agustus oleh SEC.

    Penurunan harga terjadi meskipun beberapa pihak memperkirakan penundaan akan terjadi termasuk analis ETF Bloomberg, Eric Balchunas dan James Seyffart.

    Penundaan SEC memberikan waktu 45 hari lagi untuk menyetujui, menolak, atau menunda lagi permohonan.

    Batas waktu keputusan berikutnya untuk permohonan ETF adalah antara 16 Oktober dan 19 Oktober, meskipun SEC juga dapat memilih untuk menunda pengambilan keputusan hingga sekitar pertengahan Maret tahun depan, ketika SEC akan dipaksa untuk mengambil keputusan.

    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

    Baca juga: Jumlah Investor Kripto RI Tembus 17,67 Juta hingga Juli 2023

    Namun, Balchunas mengatakan pada 30 Agustus bahwa kemungkinan SEC menyetujui ETF Bitcoin spot tahun ini adalah 75% – naik dari prediksi sebelumnya sebesar 65%.

    Dia menekankan kemungkinan kenaikan pada kemenangan Grayscale di pengadilan dengan mengatakan bahwa penolakan hakim dengan suara bulat terhadap argumen SEC berarti “akan kesulitan untuk membenarkan penolakan lebih lanjut karena menghadapi tenggat waktu.”

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengenalan Konsep Ethereum Casper – Tokocrypto News

    Dalam evolusi teknologi blockchain, Ethereum telah tetap menjadi pionir dalam inovasi. Salah satu langkah signifikan dalam perkembangan Ethereum adalah pengenalan protokol konsensus yang dikenal sebagai “Casper”.

    Casper, berbeda dengan metode Proof-of-Work (PoW) yang telah lama mendominasi dunia blockchain, merupakan pendekatan revolusioner dalam menciptakan mekanisme konsensus yang bertujuan meningkatkan skalabilitas, keamanan, dan efisiensi energi dalam jaringan Ethereum.

    Dalam artikel ini, kami akan menggali lebih dalam mengenai konsep Ethereum Casper, bagaimana cara operasinya, serta dampak yang diantisipasi ketika konsep ini diimplementasikan dalam ekosistem blockchain secara keseluruhan.

    Konsep Ethereum Casper

    Casper merupakan implementasi yang pada akhirnya akan mengubah Ethereum menjadi sebuah blockchain berbasis Proof of Stake (PoS) (juga dikenal sebagai Ethereum 2.0). Meskipun Ethereum awalnya diluncurkan pada musim panas tahun 2015 sebagai blockchain berbasis Proof of Work (PoW), para pengembang telah merencanakan transisi jangka panjang menuju model staking. Setelah transisi ini selesai, aktivitas penambangan tidak lagi menjadi bagian integral dari jaringan Ethereum.

    Hingga saat ini, terdapat dua implementasi Casper yang sedang dikembangkan secara bersama-sama dalam ekosistem Ethereum: Casper CBC dan Casper FFG. Versi CBC awalnya diajukan oleh peneliti dari Ethereum Foundation, Vlad Zamfir. Meskipun penelitian awal terkait CBC berfokus pada protokol PoS untuk blockchain publik, bidang penelitian ini telah berkembang menjadi area yang lebih luas, melibatkan beberapa model PoS.

    Penelitian mengenai Casper FFG diprakarsai oleh pendiri Ethereum, Vitalik Buterin sendiri. Proposal awal melibatkan sistem campuran PoW/PoS, tetapi implementasinya masih dalam tahap pengembangan, dan proposal baru mungkin akan menggantikan pendekatan awal ini dengan model PoS yang murni.

    Secara spesifik, Casper FFG direncanakan untuk memulai peluncuran Ethereum 2.0. Namun, ini tidak mengindikasikan bahwa Casper CBC tidak akan memiliki nilai sama sekali. Bahkan, Casper CBC mungkin akan menggantikan atau melengkapi peran Casper FFG di masa depan.

    Meskipun kedua versi ini tengah dibangun untuk digunakan dalam jaringan Ethereum, model Casper sebagai PoS juga memiliki potensi untuk diadopsi dan diimplementasikan dalam jaringan blockchain lainnya.

    Mekanisme Operasi Casper

    Transisi dari Ethereum 1.0 ke 2.0 disebut sebagai update “Serenity”. Proses ini melibatkan tiga tahap. Pada tahap awal (Fase 0), akan diluncurkan sebuah blockchain baru yang dikenal sebagai Beacon Chain. Aturan-aturan dari Casper FFG akan mengontrol mekanisme konsensus dalam blockchain baru yang berbasis PoS ini.

    Berbeda dengan PoW yang melibatkan penambang yang menggunakan perangkat khusus untuk menciptakan dan memvalidasi blok-blok transaksi, implementasi Casper akan menghilangkan proses penambangan dalam konteks Ethereum.

    Dengan kata lain, kemampuan voting dari setiap validator akan ditentukan oleh jumlah ETH yang mereka staking. Sebagai contoh, individu yang telah melakukan staking sebesar 64 ETH akan memiliki kemampuan voting yang dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang hanya melakukan staking dengan jumlah minimum. 

    Untuk menjadi validator blok pada tahap awal Serenity, pengguna harus melakukan staking minimal sebesar 32 ether (ETH) – jumlah ini akan di-depositokan melalui smart contract khusus yang berbasis pada blockchain Ethereum sebelumnya (1.0).

    Apabila tahap ini berjalan sukses, komite validator akan dipilih secara acak untuk mengajukan blok-blok baru dan sebagai imbalan, mereka akan diberikan hadiah blok atas kontribusi mereka. Hadiah blok kemungkinan hanya akan terdiri dari biaya transaksi karena tidak ada insentif blok.

    Namun, perlu dicatat bahwa setiap implementasi PoS dapat memiliki pendekatan yang berbeda, termasuk model hadiah yang berbeda pula. Model Casper masih dalam pengembangan, dan banyak detail mengenai hal ini belum ditentukan.

    Keunggulan Ethereum Casper

    Salah satu aspek menguntungkan dari Ethereum Casper yang memungkinkan adopsi staking adalah kontribusinya terhadap aspek keberlanjutan lingkungan. Ketika berbicara tentang penggunaan daya listrik dan komputasi, model Proof of Work (PoW) yang dominan saat ini memberikan tantangan besar. 

    Di sisi lain, model Proof of Stake (PoS) jauh lebih efisien dalam hal ini. Dengan implementasi model PoS secara menyeluruh dalam Ethereum, aktivitas penambangan yang membutuhkan sumber daya besar tidak lagi diperlukan, sehingga permintaan terhadap sumber daya menjadi lebih terkendali.

    Keuntungan lain yang potensial dari Casper terkait dengan aspek keamanan. Intinya, Casper akan berperan sebagai mekanisme pemilihan, bertugas mengatur urutan blok-blok dalam rantai. Pada dasarnya, Casper akan bertindak sebagai “akuntan” dalam buku besar Ethereum 2.0. 

    Jika validator berperilaku mencurigakan, mereka akan segera dihapus dan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut berupa stake (dalam bentuk ETH) yang dimiliki oleh validator tersebut, mengindikasikan bahwa melanggar aturan dalam jaringan ini sangat mahal. Meski demikian, para pengembang masih memperdebatkan kemungkinan serangan dengan persentase 51%.

    Terakhir, beberapa individu berpendapat bahwa Casper akan memberikan kontribusi signifikan terhadap tingkat desentralisasi di dalam jaringan Ethereum. Saat ini, mereka yang memiliki sumber daya kuat mendominasi jaringan karena dapat menjalankan operasi penambangan. Namun, di masa depan, setiap individu yang mampu membeli jumlah ether yang memadai akan dapat turut serta dalam mengamankan blockchain.

    Keterbatasan dan Tantangan

    Perjalanan menuju implementasi penuh Casper masih memerlukan waktu dan upaya yang signifikan. Saat ini, efisiensi dan tingkat keamanan Casper masih perlu diuji lebih lanjut. Ada banyak aspek rinci yang harus ditetapkan dan disesuaikan. Hingga versi yang stabil diluncurkan pada Fase 0 dari pembaruan Serenity, kita tidak dapat dengan pasti memprediksi bagaimana hasil akhirnya akan terlihat dan beroperasi.

    Namun demikian, karena adanya keterbatasan teoritis, Casper tidak akan dapat mengatasi situasi ketika sistem validasi Ethereum mengalami gangguan. Dalam struktur saat ini, Casper tetap rentan terhadap serangan dengan persentase 51%. Selain itu, spesifikasi formal masih dibutuhkan untuk menguraikan aturan fork yang mungkin diperlukan sebagai respons terhadap serangan.

    Kesimpulan

    Ethereum sedang beralih dari model penambangan ke staking, di mana para pengguna akan melakukan staking pada ether (ETH) di alamat deposit untuk mengamankan blockchain. Casper adalah teknologi yang akan mengelola penyelesaian blok-blok ini, memberikan pondasi bagi perkembangan lanjutan Ethereum 2.0. 

    Selain itu, Casper didesain untuk merampingkan transisi ke model PoS. Dengan sifat open-source alamiah dalam ekosistem blockchain, manfaat dari Casper dapat diadopsi, dimodifikasi, dan dikembangkan oleh proyek-proyek lain secara berkelanjutan.

    Ketika Casper akhirnya dijalankan secara resmi, ini akan menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan Ethereum. Tanggal pasti peluncuran masih dalam proses konfirmasi, namun peneliti Ethereum, Justin Drake, pernah mengindikasikan kemungkinan peluncuran Fase Pertama Casper pada 3 Januari 2020 (peringatan ulang tahun Bitcoin yang ke-11). Namun, tanggal ini masih bersifat tentatif dan peluncuran dapat terjadi kapan saja dalam tahun 2020.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Teknologi Blockchain? Definisi, Fungsi, dan Manfaatnya

    Meski masih berada dalam tahap pertumbuhan, pasar blockchain menunjukkan potensi besar sebagai investasi yang menjanjikan.

    Sebuah laporan dari New York Times yang baru-baru ini dirilis, menunjukkan bahwa sejumlah lebih dari US$28 miliar telah dialokasikan ke startup-startup blockchain dan kripto di seluruh dunia pada tahun 2021.

    Angka tersebut empat kali lipat dari tahun sebelumnya dan diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2022.

    Seiring waktu, teknologi blockchain dan kripto akan terus mengalami perkembangan dan menawarkan berbagai fitur, fungsi, dan kapabilitas baru. Prediksi menunjukkan bahwa adopsi teknologi ini di kalangan mainstream akan semakin meningkat di masa mendatang.

    Bab 1: Blockchain 101

    Apa itu blockchain?

    Blockchain adalah database khusus. Istilah lain yang mungkin Anda kenal adalah teknologi buku besar terdistribusi (Distributed ledger technology/DLT), yang pada banyak situasi memiliki makna yang sama dengan blockchain.

    Blockchain memiliki karakteristik yang unik. Ada aturan spesifik tentang bagaimana data dapat ditambahkan, dan setelah data disimpan, hampir mustahil untuk mengubah atau menghapusnya.

    Data ditambahkan secara berurutan dalam struktur yang disebut blok. Setiap blok dibangun di atas blok sebelumnya dan mengandung informasi yang terkait dengan blok tersebut. Dengan melacak “rantai” ini sampai ke awal, kita akan menemui blok pertama, yang dikenal sebagai blok genesis.

    Untuk memahaminya, bayangkan Anda memiliki lembar kerja dengan dua kolom. Di sel pertama dari baris pertama, Anda memasukkan data apa pun yang ingin disimpan.

    Identitas dari data sel pertama diubah menjadi pengidentifikasi dua huruf, yang kemudian digunakan sebagai bagian dari input berikutnya.

    Misalnya, pengidentifikasi dua huruf KP harus digunakan untuk mengisi sel berikutnya di baris kedua (defKP). Artinya, jika Anda mengubah data input pertama (abcAA), Anda akan mendapatkan kombinasi huruf yang berbeda di setiap sel berikutnya.

    tabel contoh blockchain
    Database di mana setiap entri terkait ke yang terakhir. Sumber: Binance Academy.

    Di baris keempat, pengidentifikasi terbarunya adalah TH. Mengapa Anda tidak dapat kembali dan menghapus atau mengubah entri? Karena akan sangat mudah bagi siapa pun untuk mengetahui perubahan tersebut, sehingga tidak ada gunanya mencoba melakukan perubahan.

    Jika Anda mengubah data di sel pertama, Anda akan mendapatkan pengidentifikasi yang berbeda, yang berarti blok kedua akan berisi data yang berbeda juga. Hal ini akan menghasilkan pengidentifikasi yang berbeda di baris 2, dan seterusnya. Intinya, TH adalah hasil dari semua informasi sebelumnya.

    Tonton juga penjelasan singkat mengenai blockchain di bawah ini:

    Baca juga : Sejarah Blockchain

    Bagaimana blok-blok tersebut saling terhubung?

    Pengidentifikasi dua huruf yang telah kita bahas di atas adalah analogi sederhana tentang bagaimana blockchain menggunakan fungsi hash.

    Hashing adalah mekanisme yang menghubungkan blok-blok. Hashing bekerja dengan mengambil data dalam berbagai ukuran dan memprosesnya melalui fungsi matematika untuk menghasilkan output (hash) yang panjangnya tetap.

    Hash yang digunakan di dalam blockchain sangat unik, karena hampir mustahil Anda menemukan dua potongan data yang menghasilkan hash yang sama.

    Mirip dengan pengidentifikasi yang kita bahas sebelumnya, perubahan kecil pada data input akan menghasilkan output yang berbeda secara total.

    Mari kita ambil contoh SHA256, sebuah fungsi yang banyak digunakan dalam Bitcoin. Seperti yang Anda lihat, perubahan sekecil apa pun, misalnya perubahan penulisan huruf kapital, cukup untuk merubah output secara signifikan.

    Fakta bahwa tidak ada benturan SHA256 yang diketahui (yaitu, dua input yang berbeda memberikan output yang sama) sangat berharga dalam konteks blockchain.

    Ini berarti bahwa setiap blok dapat merujuk kembali ke blok sebelumnya dengan menyertakan hash, dan setiap upaya untuk mengedit blok sebelumnya akan segera terdeteksi.

    animasi setiap blok memiliki sidik jari dari blok yang sebelumnya
    Setiap blok memiliki sidik jari dari blok yang sebelumnya. Sumber: Binance Academy.

    Baca juga : Manfaat Blockchain untuk Rantai Pasokan

    Blockchain dan desentralisasi

    Kita telah membahas tentang struktur dasar blockchain. Namun, ketika orang membicarakan tentang teknologi blockchain, biasanya mereka tidak hanya merujuk pada database itu sendiri, melainkan ekosistem yang dibangun di sekitar blockchain.

    Sebagai struktur data independen, blockchain hanya benar-benar bermanfaat dalam aplikasi yang tepat.

    Keunikan blockchain muncul ketika digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi koordinasi antara individu-individu yang tidak saling mengenal.

    Dengan kombinasi teknologi lain dan beberapa teori permainan, blockchain dapat berfungsi sebagai buku besar terdistribusi yang tidak dikuasai oleh pihak manapun.

    Dalam hal ini, tidak ada pihak yang memiliki wewenang untuk mengedit entri di luar aturan sistem (aturan ini akan dibahas lebih lanjut).

    Anda bisa menganggap buku besar ini dimiliki bersama oleh semua orang: para partisipan mencapai kesepakatan mengenai bentuk dan isi dari buku besar ini setiap saat.

    Baca juga :

    Byzantine generals problem

    Tantangan utama yang menghambat sistem seperti yang dijelaskan di atas adalah yang dikenal sebagai Byzantine Generals Problem. Konsep ini muncul pada tahun 1980-an, menggambarkan dilema di mana partisipan yang terisolasi harus berkomunikasi untuk mengkoordinasikan aksi mereka.

    Dalam konteks lebih spesifik, dilema ini melibatkan sekelompok jenderal militer yang mengepung sebuah kota, dan harus memutuskan apakah mereka akan menyerang kota tersebut.

    Jenderal-jenderal ini hanya dapat berkomunikasi melalui pesan yang disampaikan oleh kurir.

    Mereka semua harus memutuskan apakah akan menyerang atau mundur. Yang terpenting bukanlah apakah mereka menyerang atau mundur, melainkan semua jenderal sepakat dengan keputusan bersama.

    Jika mereka memutuskan untuk menyerang, mereka hanya akan berhasil jika mereka bergerak bersamaan.

    Lalu, bagaimana kita memastikan hal ini bisa terjadi?

    Anda mungkin akan menjawab, tentu saja mereka bisa berkomunikasi melalui kurir. Tetapi bagaimana jika kurir tersebut ditangkap saat membawa pesan yang mengatakan “kita menyerang saat fajar”, dan pesan tersebut diganti dengan “kita menyerang malam ini”?

    Bagaimana jika salah satu jenderal berkhianat dan sengaja menyesatkan yang lain untuk memastikan mereka dikalahkan?

    Contoh ilustrasi byzantine generals problem
    Semua jendral berhasil ketika menyerang (kiri). Jika beberapa mundur saat yang lain menyerang, mereka akan dikalahkan (kanan). Sumber: Binance Academy.

    Kita memerlukan strategi di mana konsensus dapat dicapai, meskipun ada beberapa peserta yang berkhianat atau pesan-pesan dicegat. Memang, menjaga database tidak sama pentingnya dengan menyerang kota tanpa bala bantuan, tetapi prinsip yang sama berlaku.

    Jika tidak ada pihak yang mengawasi blockchain dan memberikan informasi yang “benar” kepada pengguna, maka pengguna harus bisa berkomunikasi di antara mereka sendiri.

    Untuk mengatasi potensi kegagalan dari satu (atau beberapa) pengguna, mekanisme blockchain harus dirancang dengan hati-hati untuk dapat tahan terhadap hambatan semacam itu.

    Sistem yang mampu mencapai ini disebut sebagai tahan terhadap kesalahan Byzantine (Byzantine fault-tolerant). Seperti yang akan kita lihat nanti, algoritma konsensus digunakan untuk menegakkan aturan yang kuat.

    Baca juga: Manfaat Blockchain dalam Kegiatan Amal

    Mengapa blockchain harus terdesentralisasi?

    Anda tentu bisa menjalankan blockchain sendiri. Tapi kemungkinan besar Anda akan berhadapan dengan database yang kurang efisien dibandingkan dengan alternatif lain yang lebih baik.

    Potensi besar dari blockchain dapat dimanfaatkan di lingkungan yang terdesentralisasi – yaitu, di mana semua pengguna setara dan berada pada level yang sama.

    Dengan demikian, blockchain tidak bisa dihapus atau direbut oleh pihak yang berkhianat atau jahat. Ini menjadi satu-satunya sumber kebenaran yang bisa dilihat oleh semua orang.

    Apa itu jaringan Peer-to-Peer?

    Jaringan peer-to-peer (P2P) adalah sebuah sistem di mana pengguna terhubung secara langsung tanpa perantara atau administrator pusat. Dalam jaringan ini, pengguna dapat langsung bertukar informasi dengan rekan atau “peer” mereka tanpa melalui server pusat.

    Dalam gambar di atas, kita melihat perbedaan antara komunikasi melalui server pusat dan komunikasi langsung antara pengguna.

    Pada sisi kiri, pengguna A harus mengirim pesan melalui server agar sampai ke pengguna F. Namun, pada sisi kanan, mereka terhubung secara langsung tanpa perantara.

    Jaringan tersentralisasi (kiri) vs. jaringan terdesentralisasi (kanan). Sumber: Binance Academy.

    Baca juga: Serangan Sybil dalam Dunia Blockchain

    Pada umumnya, server berperan sebagai penyimpan informasi yang diperlukan oleh pengguna. Misalnya, ketika mengakses TokoNews, pengguna meminta server untuk memberikan semua artikel yang tersedia.

    Namun, jika server tidak dapat diakses, pengguna tidak dapat melihat kontennya. Namun, jika pengguna mengunduh semua konten, mereka dapat menyimpannya di komputer mereka sendiri tanpa perlu bergantung pada TokoNews.

    Prinsip ini juga diterapkan oleh setiap peer dalam jaringan blockchain. Setiap pengguna menyimpan seluruh database di komputernya sendiri.

    Jika ada pengguna yang keluar dari jaringan, pengguna lain masih dapat mengakses blockchain dan berbagi informasi satu sama lain.

    Ketika blok baru ditambahkan ke rantai blockchain, data tersebut disebar ke seluruh jaringan, memungkinkan setiap orang memperbarui salinan ledger mereka sendiri.

    Apa Itu node blockchain?

    Node blockchain merupakan mesin yang terhubung ke jaringan blockchain. Node ini menyimpan salinan lengkap dari blockchain dan berbagi informasi dengan mesin lain dalam jaringan.

    Pengguna tidak perlu melakukan proses ini secara manual, biasanya mereka hanya perlu mengunduh dan menjalankan perangkat lunak blockchain, dan sisanya akan diurus secara otomatis.

    Definisi node tidak hanya terbatas pada mesin dalam arti murni, tetapi juga mencakup pengguna lain yang berinteraksi dengan jaringan blockchain dengan berbagai cara. Sebagai contoh, dalam mata uang kripto, aplikasi dompet sederhana pada ponsel juga disebut sebagai light node.

    Baca lebih lengkap tentang Node dalam Blockchain

    Blockchain publik vs privat

    Dalam blockchain, terdapat dua jenis utama, yaitu blockchain publik dan privat. Bitcoin, sebagai contoh, merupakan blockchain publik.

    Artinya, siapa pun dapat melihat transaksi yang terjadi di dalamnya, dan siapa pun dapat bergabung dengan jaringan hanya dengan memiliki koneksi internet dan perangkat lunak yang sesuai.

    Karena tidak ada persyaratan khusus untuk berpartisipasi, lingkungan ini disebut sebagai “permissionless” atau tanpa batasan.

    Di sisi lain, terdapat blockchain pribadi atau privat. Blockchain jenis ini memiliki aturan yang menentukan siapa yang dapat melihat dan berinteraksi dengan blockchain tersebut. Oleh karena itu, lingkungan ini disebut sebagai “permissioned” atau memerlukan izin.

    Meskipun blockchain privat mungkin terlihat terlalu dibatasi pada awalnya, namun blockchain ini memiliki beragam aplikasi penting, terutama di lingkungan perusahaan.

    Bagaimana cara kerja transaksi?

    Mari kita ambil contoh transaksi dalam sistem perbankan tradisional. Jika Alice ingin membayar Bob melalui transfer bank, Alice harus memberi tahu banknya. Mari kita asumsikan bahwa Alice dan Bob menggunakan bank yang sama.

    Bank akan memeriksa apakah Alice memiliki dana yang cukup untuk melakukan transaksi tersebut, dan jika ya, bank akan memperbarui database mereka dengan mengurangi US$ 50 dari saldo Alice dan menambahkan US$ 50 ke saldo Bob.

    Prinsip ini tidak terlalu berbeda dengan apa yang terjadi dalam blockchain. Baik sistem perbankan maupun blockchain adalah jenis database.

    Perbedaan utamanya terletak pada fakta bahwa dalam blockchain tidak ada satu pihak yang bertindak sebagai otoritas untuk memeriksa dan memperbarui saldo. Sebaliknya, semua node dalam jaringan blockchain melakukan tugas ini.

    Misalnya, jika Alice ingin mengirim lima Bitcoin (BTC) ke Bob dalam blockchain, Alice akan mengirimkan pesan tersebut ke seluruh jaringan (meng-“broadcast” pesan tersebut).

    Namun, transaksi ini tidak langsung ditambahkan ke blockchain. Setiap node dalam jaringan akan melihat transaksi tersebut, ada langkah-langkah tambahan yang harus diselesaikan untuk memastikan transaksi tersebut dapat dikonfirmasi.

    Anda dapat melihat bagaimana blok ditambahkan ke blockchain untuk memahami lebih lanjut mengenai hal ini.

    ilustrasi blok ditambahkan ke blockchain
    Ilustrasi blok ditambahkan ke blockchain.

    Setelah transaksi ditambahkan ke blockchain, semua node dalam jaringan dapat melihatnya.

    Masing-masing node akan memperbarui salinan blockchain mereka sendiri untuk mencerminkan penambahan transaksi tersebut.

    Sekarang, Alice tidak dapat lagi mengirimkan lima unit Bitcoin yang sama kepada Carol (yang disebut “double-spending“) karena jaringan akan mengetahui bahwa Alice sudah menghabiskan dana tersebut dalam transaksi sebelumnya.

    Dalam blockchain, tidak ada penggunaan istilah username dan password. Sebaliknya, kriptografi kunci publik (public-key cryptography) digunakan untuk membuktikan kepemilikan dana.

    Untuk menerima dana, Bob perlu membuat kunci privat (private key). Kunci privat ini adalah sebuah angka acak yang sangat panjang, hampir mustahil untuk ditebak oleh siapa pun, bahkan jika diberikan ratusan tahun.

    Namun, sangat penting bagi Bob untuk menjaga kerahasiaan kunci privat tersebut, karena jika diketahui oleh orang lain, mereka dapat membuktikan kepemilikan dan bahkan menghabiskan dana tersebut.

    Oleh karena itu, kerahasiaan kunci privat sangat penting.

    Namun, yang seharusnya dilakukan Bob adalah mendapatkan kunci publik (public key) dari kunci privat tersebut.

    Ia kemudian dapat memberikan kunci publik ini kepada siapa pun, karena hampir mustahil untuk melakukan kebalikan dari public key untuk mendapatkan private key

    Dalam banyak kasus, Bob akan melakukan operasi lain (seperti hashing) pada kunci publik untuk mendapatkan alamat publik.

    Bob akan memberikan alamat publik ini kepada Alice, sehingga Alice tahu ke mana harus mengirimkan dana tersebut.

    Alice membuat transaksi yang menyatakan “membayar dana ke alamat publik ini. Setelah itu, untuk membuktikan kepada jaringan bahwa ia tidak mencoba mengeluarkan dana yang bukan miliknya, Alice membuat tanda tangan digital menggunakan kunci privatnya sendiri.

    Siapa pun dapat mengambil pesan yang ditandatangani oleh Alice dan membandingkannya dengan kunci publiknya, dan dengan pasti mengetahui bahwa Alice memiliki hak untuk mengirimkan dana tersebut ke Bob.

    Siapa penemu teknologi blockchain?

    Penemu teknologi blockchain adalah seseorang atau sekelompok orang yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.

    Pada tahun 2009, mereka merilis Bitcoin, yang merupakan implementasi pertama dari konsep blockchain dan menjadi blockchain yang paling populer hingga saat ini. Namun, Satoshi Nakamoto mengambil inspirasi dari teknologi dan proposal sebelumnya dalam menciptakan blockchain.

    Dalam pengembangan blockchain, banyak menggunakan konsep fungsi hash dan kriptografi yang telah ada selama beberapa dekade sebelum Bitcoin diluncurkan.

    Konsep fungsi hash dan kriptografi ini merupakan dasar penting dalam memastikan keamanan dan integritas data dalam blockchain.

    Menariknya, struktur blockchain itu sendiri dapat ditelusuri kembali ke awal 1990-an, meskipun pada waktu itu digunakan lebih banyak untuk penanda waktu (timestamping) dokumen agar tidak dapat diubah di kemudian hari.

    Dengan penggabungan ide-ide dan teknologi yang ada sebelumnya, penemu blockchain menciptakan konsep revolusioner yang menggabungkan elemen-elemen seperti desentralisasi, transparansi, keamanan, dan ketahanan terhadap perubahan.

    Dalam hal ini, penemu blockchain memberikan fondasi yang kuat bagi perkembangan teknologi blockchain dan memungkinkan eksplorasi berbagai penggunaan blockchain di luar bidang keuangan.

    Meskipun identitas sebenarnya dari Satoshi masih menjadi misteri, sumbangsih mereka dalam menciptakan teknologi blockchain telah membuka pintu bagi inovasi yang luar biasa dan mengubah lanskap teknologi.

    Pro dan kontra teknologi blockchain

    Teknologi blockchain, saat dirancang dengan baik, memiliki potensi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi oleh pemangku kepentingan di berbagai industri, mulai dari keuangan hingga pertanian.

    Jaringan terdistribusi yang digunakan oleh blockchain memberikan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan model klien-server tradisional, namun juga memiliki beberapa kelemahan.

    Pro

    Salah satu manfaat utama yang tercatat dalam white paper Bitcoin adalah kemampuan untuk melakukan pembayaran tanpa melibatkan pihak perantara.

    Generasi blockchain selanjutnya bahkan lebih jauh lagi dengan memungkinkan pengguna untuk mentransmisikan segala jenis informasi.

    Menghilangkan pihak perantara mengurangi risiko yang dihadapi oleh pengguna dan juga mengarah pada biaya yang lebih rendah, karena tidak ada pemotongan biaya oleh pihak perantara.

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, jaringan blockchain publik bersifat permissionless, yang berarti tidak ada hambatan bagi siapa pun untuk bergabung, asalkan mereka memiliki koneksi internet. Setiap individu dapat berinteraksi dengan rekan sebaya di jaringan ini.

    Salah satu keunggulan yang sering kali dianggap penting dalam blockchain adalah tingkat ketahanannya terhadap serangan.

    Dalam sistem yang terpusat, serangan hanya perlu ditujukan kepada server. Namun, dalam jaringan peer-to-peer, setiap node berfungsi sebagai server.

    Sebagai contoh, dalam sistem Bitcoin, terdapat lebih dari 10.000 node yang tersebar di seluruh dunia, sehingga sangat sulit bagi penyerang yang bahkan memiliki sumber daya yang kuat untuk mengganggu jaringan tersebut.

    Perlu dicatat bahwa ada juga node tersembunyi yang tidak terlihat oleh jaringan yang lebih luas.

    Ini adalah beberapa keuntungan umum dari teknologi blockchain. Ada banyak manfaat khusus lainnya yang akan dijelaskan dalam bagian berikut mengenai manfaat blockchain.

    Kontra

    Meskipun blockchain memiliki banyak manfaat, tidak dapat memecahkan setiap masalah yang ada.

    Ketika dioptimalkan untuk keuntungan dalam satu area, blockchain dapat melemahkan kinerjanya di area lain.

    Kendala yang paling jelas dalam adopsi blockchain secara massal adalah masalah skalabilitas.

    Hal ini berlaku untuk semua jaringan terdistribusi. Karena semua peserta harus tetap sinkron, tidak mungkin menambahkan informasi baru terlalu cepat.

    Jika prosesnya terlalu cepat, node tidak akan dapat mengikuti dan menjaga sinkronisasi. Oleh karena itu, pengembang sering kali dengan sengaja membatasi kecepatan dengan cara membatasi seberapa cepat blockchain dapat diperbarui, untuk memastikan bahwa sistem tetap terdesentralisasi.

    Bagi pengguna jaringan, ini dapat berarti waktu tunggu yang lama jika ada terlalu banyak orang yang mencoba melakukan transaksi secara bersamaan.

    Setiap blok dalam blockchain hanya dapat menampung sejumlah data tertentu, dan tidak dapat menambahkannya secara instan ke dalam rantai.

    Jika jumlah transaksi melebihi kapasitas blok, maka harus menunggu hingga blok berikutnya dibentuk untuk memasukkan transaksi tersebut.

    Selain itu, dalam lingkungan blockchain terdesentralisasi, peningkatan sistem menjadi lebih sulit dilakukan.

    Jika Anda membuat perangkat lunak sendiri, Anda dapat dengan bebas menambahkan fitur baru sesuai keinginan Anda tanpa perlu berkoordinasi dengan pihak lain atau meminta izin.

    Namun, dalam skala yang besar dengan jutaan pengguna, membuat perubahan akan menjadi jauh lebih kompleks.

    Meskipun Anda dapat memodifikasi beberapa parameter perangkat lunak node Anda sendiri, pada akhirnya Anda akan terisolasi dari jaringan utama.

    Jika perangkat lunak yang dimodifikasi tidak kompatibel dengan node lain, node-node tersebut akan menolak berinteraksi dengan node Anda.

    Sebagai contoh, katakanlah Anda ingin mengubah aturan mengenai ukuran blok dari 1MB menjadi 2MB.

    Anda dapat mencoba mengirimkan blok tersebut ke node-node yang terhubung dengan Anda, tetapi jika mereka memiliki aturan yang mengatakan “jangan menerima blok yang lebih besar dari 1MB”, maka blok tersebut tidak akan dimasukkan ke dalam salinan blockchain mereka.

    Satu-satunya cara untuk mendorong perubahan adalah dengan membuat mayoritas ekosistem menerima perubahan tersebut.

    Dalam lingkungan blockchain yang besar, diperlukan diskusi yang intensif yang mungkin memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun di forum komunitas sebelum perubahan dapat dikoordinasikan.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang ini, Anda dapat mempelajari konsep Hard Fork dan Soft Fork.

    Dalam kesimpulannya, teknologi blockchain memiliki sejumlah manfaat dan kelemahan. Meskipun dapat memecahkan banyak masalah dalam berbagai industri, perlu diperhatikan bahwa tidak ada solusi yang sempurna.

    Skalabilitas dan kemampuan untuk mengubah sistem dengan mudah adalah beberapa kontra yang perlu diperhatikan saat mengadopsi teknologi blockchain.

    Namun, dengan pemahaman yang baik tentang pro dan kontra ini, teknologi blockchain dapat diterapkan dengan cara yang bermanfaat untuk mengatasi tantangan yang ada.

    Bab 2: Bagaimana Cara Kerja Blockchain?

    Bagaimana blok ditambahkan ke blockchain?

    Sampai saat ini, kita telah membahas berbagai aspek terkait blockchain. Kita telah mempelajari tentang node yang saling terhubung dan menyimpan salinan blockchain.

    Node juga berkomunikasi satu sama lain untuk berbagi informasi mengenai transaksi dan blok baru. Namun, mungkin Anda bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya blok baru ditambahkan ke dalam blockchain?

    Tidak ada satu sumber tunggal yang memberitahu pengguna apa yang harus dilakukan. Karena setiap node memiliki kekuatan yang sama, diperlukan mekanisme yang memutuskan siapa yang berhak menambahkan blok ke dalam blockchain.

    Mekanisme ini harus menjadikan upaya menipu sangat mahal dan memberikan imbalan kepada mereka yang bertindak dengan jujur. Setiap pengguna yang bersikap rasional akan melakukan tindakan yang memberikan keuntungan ekonomi bagi mereka.

    Karena blockchain bersifat permissionless, pembuatan blok harus dapat diakses oleh siapa saja.

    Protokol sering memastikan hal ini dengan mewajibkan pengguna untuk terlibat secara nyata, misalnya dengan mempertaruhkan sejumlah uang mereka sendiri.

    Dengan melakukannya, pengguna diberi kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembuatan blok, dan jika mereka berhasil menciptakan blok yang valid, mereka akan mendapatkan imbalan.

    Namun, jika mereka mencoba melakukan penipuan, semua pengguna dalam jaringan akan mengetahuinya. Aset apa pun yang mereka pertaruhkan dalam jaringan akan hilang. Mekanisme ini disebut sebagai algoritma konsensus, karena memungkinkan peserta jaringan untuk mencapai kesepakatan mengenai blok mana yang harus ditambahkan selanjutnya.

    Penambangan (Proof of Work)

    Ilustrasi penambangan Proof of Work

    Penambangan atau mining merupakan algoritma konsensus yang paling umum digunakan dalam blockchain.

    Dalam penambangan, algoritma yang digunakan disebut Proof of Work (PoW). Pengguna harus menggunakan daya komputasi untuk mencoba memecahkan teka-teki yang ditetapkan oleh protokol.

    Teka-teki ini memerlukan pengguna untuk melakukan operasi hash terhadap transaksi dan informasi lainnya yang dimasukkan ke dalam blok.

    Namun, agar hash tersebut dianggap valid, hasil hash harus berada di bawah angka tertentu. Karena tidak mungkin memprediksi hasil hash yang akan dihasilkan, para penambang harus terus melakukan operasi hash pada data yang sedikit dimodifikasi hingga mereka menemukan solusi yang valid.

    Tentu saja, melakukan operasi hash berulang kali adalah tugas yang membutuhkan biaya tinggi.

    Dalam blockchain Proof of Work, “taruhan” yang dilakukan oleh pengguna adalah investasi mereka dalam perangkat penambang dan konsumsi listrik untuk menjalankannya. Mereka melakukan ini dengan harapan mendapatkan imbalan dalam bentuk blok reward.

    Ingatlah bagaimana kita sebelumnya membahas bahwa membalik hash praktisnya tidak mungkin, tetapi memverifikasinya mudah?

    Ketika seorang penambang mengirimkan blok baru ke seluruh jaringan, semua node lainnya menggunakan blok tersebut sebagai input untuk melakukan operasi hash. Setiap node hanya perlu menjalankan operasi hash satu kali untuk memverifikasi keabsahan blok tersebut sesuai dengan aturan blockchain.

    Jika blok tidak valid, penambang tidak akan menerima imbalan, dan mereka akan sia-sia menghabiskan listrik.

    Blockchain Proof of Work pertama yang diperkenalkan adalah Bitcoin. Sejak saat itu, banyak blockchain lain telah mengadopsi mekanisme PoW ini untuk menjaga keamanan dan keandalan jaringan mereka.

    Kelebihan Proof of Work (PoW)

    1. Telah melalui proses uji coba: Proof of Work telah diuji dan terbukti sebagai algoritma konsensus yang matang dan bernilai ratusan miliar dolar.
    2. Permissionless: Siapa pun dapat bergabung untuk menambang dan menjalankan node untuk memvalidasi transaksi. Tidak ada hambatan untuk bergabung dalam jaringan PoW.
    3. Desentralisasi: Penambang bersaing satu sama lain untuk menghasilkan blok, sehingga kekuatan hash terdistribusi secara merata dan tidak dikendalikan oleh satu entitas tunggal. Hal ini membantu menjaga desentralisasi dalam jaringan blockchain.

    Kekurangan Proof of Work (PoW)

    1. Konsumsi energi yang tinggi: Proses penambangan PoW menghabiskan banyak listrik karena membutuhkan daya komputasi yang intensif. Ini menyebabkan masalah lingkungan dan biaya operasional yang tinggi.
    2. Hambatan masuk yang semakin tinggi: Semakin banyak penambang yang bergabung dalam jaringan, semakin tinggi tingkat kesulitan penambangan. Hal ini mendorong pengguna untuk berinvestasi dalam peralatan penambangan yang lebih mahal, yang dapat menjadi kendala bagi individu atau kelompok dengan sumber daya terbatas.
    3. Potensi serangan 51%: Meskipun PoW mendukung desentralisasi, ada risiko bahwa satu penambang atau kelompok penambang memperoleh mayoritas kekuatan hash. Jika terjadi serangan 51%, mereka dapat memanipulasi transaksi dan mengganggu keamanan jaringan blockchain.

    Perlu dicatat bahwa PoW telah berhasil digunakan dalam berbagai jaringan blockchain seperti Bitcoin dan Ethereum.

    Namun kekurangan-kekurangannya mendorong pengembangan algoritma konsensus alternatif seperti Proof of Stake (PoS) yang mencoba mengatasi masalah konsumsi energi tinggi dan hambatan masuk yang tinggi.

    Staking (Proof of Stake)

    Dalam sistem Proof of Work, insentif untuk bertindak jujur didorong oleh investasi yang dilakukan dalam komputer penambangan dan penggunaan listrik. Sebaliknya, dalam Proof of Stake (PoS), tidak ada biaya eksternal yang diperlukan.

    PoS menggantikan penambang dengan validator yang mengusulkan dan “menempa” blok. Validator dapat menggunakan komputer biasa untuk menghasilkan blok baru, tetapi mereka harus menyimpan sebagian besar dana mereka sebagai staking untuk mendapatkan hak istimewa ini.

    Staking dilakukan dengan menggunakan mata uang kripto asli dari blockchain yang terkait, dalam jumlah yang telah ditentukan sesuai aturan protokol masing-masing.

    Setiap implementasi PoS dapat memiliki variasi yang berbeda, namun setelah validator melakukan staking, mereka dapat dipilih secara acak oleh protokol untuk mengumumkan blok berikutnya.

    Jika validator berhasil melakukannya dengan benar, mereka akan menerima reward. Dalam beberapa kasus, beberapa validator mungkin menyetujui blok berikutnya, dan dalam hal ini, reward akan didistribusikan secara proporsional sesuai dengan jumlah stake yang mereka setorkan.

    Blockchain PoS yang “murni” lebih jarang ditemui dibandingkan dengan DPoS (Delegated Proof of Stake), yang membutuhkan pengguna untuk memberikan suara pada node (witness) yang akan memvalidasi blok di seluruh jaringan.

    Ethereum, salah satu blockchain smart contract terkemuka, berencana untuk beralih ke Proof of Stake dalam migrasi ke ETH 2.0.

    Kelebihan Proof of Stake (PoS)

    1. Ramah lingkungan: Jejak karbon PoS jauh lebih kecil dibandingkan dengan penambangan PoW. Staking menghilangkan kebutuhan akan operasi hashing yang membutuhkan daya komputasi yang tinggi.
    2. Transaksi lebih cepat: Karena tidak ada kebutuhan untuk menggunakan daya komputasi tambahan untuk memecahkan teka-teki yang ditentukan oleh protokol, beberapa pendukung PoS berpendapat bahwa hal ini dapat meningkatkan throughput transaksi.
    3. Reward staking dan bunga: Reward untuk mengamankan jaringan dibayarkan langsung kepada pemegang token, bukan kepada penambang. Dalam beberapa kasus, PoS memungkinkan pengguna untuk menghasilkan passive income dalam bentuk airdrop atau bunga hanya dengan melakukan proses staking.

    Kekurangan Proof of Stake (PoS)

    1. Belum teruji secara luas: Protokol PoS belum diuji dalam skala besar, sehingga mungkin ada beberapa kerentanan yang belum teridentifikasi dalam implementasi atau aspek kriptoeconominya.
    2. Plutokrasi: Terdapat kekhawatiran bahwa PoS dapat mendorong konsentrasi kekayaan, di mana validator dengan stake besar cenderung mendapatkan lebih banyak reward.
    3. Masalah “Nothing-at-stake”: Dalam PoW, pengguna hanya dapat “bertaruh” pada satu chain dan menambang di chain yang mereka yakini memiliki peluang keberhasilan tertinggi. Namun, dalam PoS, validator dapat bekerja pada banyak chain dengan biaya yang relatif rendah, yang dapat menyebabkan masalah ekonomi. Ketika terjadi hard fork, validator PoS dapat memilih untuk bekerja pada beberapa chain yang memiliki hash power yang sama, yang berpotensi mengurangi keamanan jaringan.

    Meskipun Proof of Stake memiliki beberapa keuntungan, ada juga tantangan dan pertimbangan yang harus diperhatikan dalam penerapannya. Perkembangan dan pengujian yang lebih lanjut diperlukan untuk memastikan kehandalan dan keamanan sistem PoS.

    Apakah transaksi blockchain dapat dibalikkan?

    Dalam teknologi blockchain, transaksi yang telah direkam dalam blok tidak dapat secara langsung dibalikkan atau dimodifikasi.

    Blockchain didesain untuk memastikan integritas data dan ketahanan terhadap perubahan. Karena itu, setelah sebuah transaksi tercatat dalam blockchain, sulit untuk mengubah atau menghapusnya.

    Pada umumnya, transaksi di blockchain dianggap abadi dan permanen.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa ada variasi dalam implementasi blockchain yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk membalikkan transaksi.

    Pada beberapa blockchain dengan konsensus yang lebih terpusat atau jaringan yang lebih kecil, sekelompok peserta dapat memiliki cukup kekuatan untuk mempengaruhi atau membatalkan transaksi tertentu.

    Namun, dalam jaringan besar seperti Bitcoin, di mana desentralisasi kuat dan kekuatan hash yang besar, membalikkan transaksi menjadi sangat sulit atau bahkan tidak mungkin dilakukan.

    Apa itu skalabilitas blockchain?

    Skalabilitas blockchain merujuk pada kemampuan sistem blockchain untuk menangani peningkatan permintaan dan beban kerja yang lebih besar seiring waktu.

    Seiring dengan pertumbuhan pengguna dan transaksi di dalam jaringan blockchain, penting untuk memastikan bahwa sistem dapat tetap beroperasi secara efisien tanpa mengorbankan desentralisasi dan fitur utama lainnya.

    Skalabilitas menjadi perhatian utama dalam pengembangan blockchain karena ada trade-off antara desentralisasi dan kinerja.

    Sistem blockchain terdesentralisasi membutuhkan sinkronisasi dan validasi oleh semua node dalam jaringan, yang dapat membatasi kecepatan dan throughput.

    Dalam beberapa kasus, keterbatasan ini dapat menghambat pertumbuhan dan adopsi lebih lanjut.

    Untuk mengatasi masalah skalabilitas, berbagai solusi telah diusulkan dan diimplementasikan. Beberapa pendekatan melibatkan peningkatan kinerja blockchain itu sendiri, seperti peningkatan ukuran blok atau perbaikan protokol.

    Solusi lain melibatkan penggunaan teknologi off-chain, di mana sebagian transaksi diproses di luar blockchain utama. Contoh solusi off-chain termasuk sidechain dan saluran pembayaran.

    Skalabilitas blockchain masih menjadi topik penelitian dan pengembangan yang aktif. Mencapai keseimbangan antara desentralisasi, keamanan, dan kinerja yang optimal tetap menjadi tantangan yang harus diatasi oleh pengembang blockchain.

    Mengapa blockchain perlu skalabilitas?

    Skalabilitas sangat penting bagi sistem blockchain agar dapat bersaing dengan sistem tersentralisasi dan menarik pengembang serta pengguna ke dalam ekosistem blockchain.

    Untuk menjadi pilihan yang menarik, blockchain harus mampu menyediakan kinerja yang setidaknya sebanding dengan sistem tradisional, jika tidak lebih baik.

    Dalam membandingkan dengan sistem tersentralisasi, blockchain harus menawarkan kecepatan transaksi yang lebih tinggi, biaya yang lebih rendah, dan pengalaman pengguna yang lebih mudah.

    Namun, mencapai hal tersebut bukanlah tugas yang mudah. Selain harus mempertahankan karakteristik utama blockchain seperti desentralisasi dan keamanan, skalabilitas juga menjadi faktor kunci dalam memenuhi tuntutan kinerja yang tinggi.

    Apa itu fork pada blockchain?

    Seperti perangkat lunak lainnya, blockchain juga perlu mengalami peningkatan dan perbaikan seiring waktu. Dalam lingkungan open-source blockchain, siapa pun dapat mengusulkan pembaruan atau perubahan aturan yang mengatur jaringan.

    Namun, dalam jaringan blockchain yang terdistribusi, diperlukan konsensus dari ribuan node untuk mengimplementasikan versi baru.

    Jika ada ketidaksetujuan atau konflik mengenai perubahan yang diusulkan, maka dapat terjadi fork pada blockchain, yang mengarah pada pemisahan jaringan menjadi dua cabang yang berbeda.

    Soft fork

    Soft fork terjadi ketika mayoritas peserta dalam jaringan setuju dan menerapkan perubahan aturan yang bersifat backward-compatible. Artinya, node yang telah diperbarui masih dapat berkomunikasi dengan node yang tidak diperbarui. Meskipun diharapkan semua node akan diperbarui dari waktu ke waktu, dalam soft fork ini tidak ada pemisahan yang permanen dalam blockchain.

    Hard fork

    Hard fork merupakan situasi yang lebih kompleks. Dalam hard fork, aturan baru yang diterapkan tidak kompatibel dengan aturan lama. Jika sebuah node menjalankan aturan baru berinteraksi dengan node yang menjalankan aturan lama, keduanya tidak dapat berkomunikasi. Hal ini mengakibatkan pemisahan blockchain menjadi dua cabang yang berbeda, di mana setiap cabang menjalankan protokol yang berbeda.

    Setelah terjadinya hard fork, terdapat dua jaringan yang berbeda yang berjalan secara paralel dengan protokol yang berbeda pula.

    Penting untuk dicatat bahwa saat hard fork terjadi, saldo aset kripto pada blockchain asli direplikasi di kedua jaringan baru tersebut. Jadi, jika Anda memiliki saldo pada blockchain asli sebelum fork, Anda juga akan memiliki saldo yang sama di kedua blockchain baru tersebut.

    Bab 3: Apa Manfaat Blockchain?

    Blockchain untuk rantai pasokan

    Rantai pasokan yang efisien merupakan faktor kunci dalam kesuksesan banyak bisnis, yang melibatkan pengelolaan barang dari pemasok hingga konsumen.

    Tradisionalnya, koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam industri ini sulit dilakukan. Namun, teknologi blockchain membuka peluang untuk tingkat transparansi baru dalam rantai pasokan.

    Untuk menjadi lebih kuat dan andal, industri-industri berbagai sektor membutuhkan ekosistem rantai pasokan yang berbasis pada database yang tidak dapat diubah.

    Blockchain dan industri game

    Industri game telah menjadi salah satu industri hiburan terbesar di dunia, dan teknologi blockchain dapat memberikan dampak yang lebih besar. Secara umum, nasib para pemain game sering kali bergantung pada pengembang game.

    Dalam banyak game online, pemain terikat pada server yang disediakan oleh pengembang dan harus mengikuti aturan yang dapat berubah-ubah.

    Dalam konteks ini, blockchain dapat membantu dalam desentralisasi kepemilikan, manajemen, dan pemeliharaan game online.

    Namun, tantangan terbesar adalah item dalam game yang biasanya terbatas pada dalam game tersebut.

    Hal ini dapat menghambat kemungkinan kepemilikan nyata dan adanya pasar sekunder. Dengan menggunakan pendekatan berbasis blockchain, game dapat menjadi lebih berkelanjutan dalam jangka panjang, dan item dalam game yang diterbitkan sebagai kripto-koleksi dapat memiliki nilai di dunia nyata.

    gambar blockchain dalam industri game

    Blockchain untuk layanan kesehatan

    Pengelolaan catatan medis dengan baik sangat penting dalam sistem layanan kesehatan, dan ketergantungan pada server terpusat dapat memiliki risiko terhadap keamanan informasi sensitif. Teknologi blockchain, dengan transparansi dan keamanannya, menjadi platform ideal untuk menyimpan catatan medis.

    Dengan menyimpan catatan medis secara kriptografis dalam blockchain, pasien dapat menjaga privasi mereka sambil tetap dapat berbagi informasi medis dengan penyedia layanan kesehatan. Jika semua peserta dalam sistem layanan kesehatan memiliki akses ke database global yang aman, aliran informasi akan menjadi lebih cepat di antara mereka.

    Remittance melalui Blockchain

    Mengirim uang secara internasional telah menjadi proses yang rumit dalam sistem perbankan tradisional. Biaya dan waktu penyelesaian yang tinggi karena melibatkan jaringan perantara yang kompleks membuat layanan ini mahal dan kurang efisien untuk transaksi yang mendesak.

    Mata uang kripto dan teknologi blockchain menghilangkan perantara ini dan memungkinkan transfer uang yang murah dan cepat di seluruh dunia. Beberapa proyek telah memanfaatkan teknologi blockchain untuk melakukan transaksi dengan biaya rendah dan hampir instan.

    Blockchain dan identitas digital

    Manajemen identitas secara aman di internet membutuhkan solusi yang cepat. Banyak data pribadi kita disimpan di server pusat dan dianalisis menggunakan algoritme machine learning tanpa sepengetahuan atau persetujuan kita.

    Teknologi blockchain memungkinkan pengguna untuk mengambil kontrol atas data mereka dan secara selektif mengungkapkan informasi kepada pihak ketiga hanya jika diperlukan. Keajaiban kriptografi seperti ini memberikan pengalaman online yang lebih lancar tanpa mengorbankan privasi.

    gambar blockchain dan identitas digital
    sumber: Binance Academy

    Blockchain dan Internet of Things (IoT)

    Banyak perangkat fisik yang terhubung ke internet, dan jumlahnya terus meningkat. Beberapa spekulasi mengatakan bahwa blockchain dapat secara signifikan meningkatkan komunikasi dan kerjasama di antara perangkat-perangkat ini.

    Pembayaran kecil otomatis antar mesin (M2M) dapat menciptakan ekonomi baru yang bergantung pada solusi database yang aman dengan kapasitas tinggi.

    Blockchain untuk tata kelola

    Jaringan terdistribusi dapat menetapkan dan menegakkan aturan sendiri dalam bentuk kode komputer. Maka tidak mengherankan jika blockchain memiliki potensi untuk diterapkan dalam berbagai proses tata kelola di tingkat lokal, nasional, atau bahkan internasional.

    Lebih lanjut lagi, blockchain dapat memecahkan salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh lingkungan pengembangan open-source, yaitu kurangnya mekanisme yang dapat diandalkan untuk pendistribusian dana.

    Tata kelola blockchain memastikan bahwa semua peserta dapat terlibat dalam pengambilan keputusan dan memberikan transparansi terkait kebijakan yang sedang diterapkan.

    Blockchain untuk amal

    Salah satu tantangan yang sering dihadapi oleh organisasi amal adalah terbatasnya sumber dana. Selain itu, sulit untuk melacak secara akurat tujuan akhir dana yang disumbangkan. Kelemahan-kelemahan tersebut dapat menghambat banyak orang untuk mendukung organisasi amal tersebut.

    “Crypto-philanthropy” dengan menggunakan teknologi blockchain dapat mengatasi masalah ini. Sifat inherent dari teknologi blockchain dapat diandalkan untuk memastikan transparansi, partisipasi global, dan pengurangan biaya sehingga dampak dari upaya amal dapat maksimal. Salah satu organisasi dalam bidang ini adalah Blockchain Charity Foundation.

    Blockchain untuk spekulasi

    Tidak diragukan lagi, salah satu penggunaan paling populer dari teknologi blockchain adalah spekulasi. Transfer tanpa hambatan antar bursa, solusi perdagangan non-kustodian, dan ekosistem produk derivatif yang berkembang menjadikannya sebagai arena bermain yang ideal bagi spekulan.

    Karena sifatnya, blockchain adalah instrumen yang sangat baik bagi mereka yang berani mengambil risiko. Beberapa orang bahkan berpikir bahwa ketika teknologi dan regulasi blockchain semakin matang, semua pasar spekulatif global akan ditokenisasi di dalam blockchain.

    gambar blockchain dalam spekulasi

    Crowdfunding dengan blockchain

    Platform crowdfunding online telah membangun fondasi bagi ekonomi peer-to-peer selama dekade terakhir. Keberhasilan platform-platform ini menunjukkan adanya minat besar terhadap perkembangan produk crowdfunding.

    Namun, karena platform-platform ini bertindak sebagai perantara dana, mereka mungkin mengambil sebagian besar dari dana yang terkumpul untuk biaya pengelolaan. Selain itu, setiap platform juga memiliki aturan sendiri untuk memfasilitasi perjanjian antara para peserta.

    Teknologi blockchain, khususnya smart contract, dapat menciptakan crowdfunding yang lebih aman secara otomatis, di mana ketentuan perjanjian ditetapkan dalam kode komputer.

    Aplikasi crowdfunding lain yang menggunakan blockchain adalah Initial Coin Offering (ICO) dan Initial Exchange Offering (IEO).

    Dalam penjualan token seperti ini, investor mengumpulkan dana dengan harapan bahwa jaringan akan sukses di masa depan, sehingga mereka akan mendapatkan return on investment (ROI).

    Blockchain dan sistem file terdistribusi

    Mendistribusikan penyimpanan file di internet memiliki banyak manfaat dibandingkan dengan solusi terpusat konvensional. Sebagian besar data yang disimpan di cloud bergantung pada server dan penyedia layanan terpusat, yang cenderung rentan terhadap serangan dan risiko kehilangan data.

    Dalam beberapa kasus, pengguna juga menghadapi masalah akses karena sensor dari server terpusat.

    Dari perspektif pengguna, solusi penyimpanan file blockchain berfungsi serupa dengan solusi penyimpanan cloud pada umumnya – Anda dapat mengunggah, menyimpan, dan mengakses file. Namun, yang terjadi di balik layar sangat berbeda.

    Ketika Anda mengunggah file ke penyimpanan blockchain, file tersebut didistribusikan dan direplikasi di beberapa node. Dalam beberapa kasus, setiap node akan menyimpan bagian yang berbeda dari file Anda.

    Sistem ini tidak dapat melakukan banyak hal dengan data parsial, tetapi Anda dapat meminta node untuk menyediakan setiap bagian sehingga Anda dapat menggabungkannya untuk mendapatkan file lengkap kembali.

    Ruang penyimpanan disediakan oleh peserta yang menyumbangkan kapasitas penyimpanan dan bandwidth mereka ke jaringan.

    Umumnya, para peserta ini mendapatkan insentif ekonomi untuk menyediakan sumber daya tersebut, dan sebaliknya, mereka dapat dikenakan sanksi ekonomi jika tidak mengikuti aturan atau gagal menyimpan dan menyajikan file.

    Anda dapat menganggap jenis jaringan ini mirip dengan Bitcoin. Namun, tujuan utama dari jaringan ini bukan untuk mendukung transfer nilai moneter, melainkan untuk menyediakan penyimpanan file yang tahan sensor dan terdesentralisasi.

    Protokol open-source lain seperti InterPlanetary File System (IPFS) telah membuka jalan bagi web yang baru, lebih permanen, dan terdistribusi. Meskipun IPFS bukanlah blockchain sepenuhnya, ia menerapkan beberapa prinsip teknologi blockchain untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi.

    Sumber : Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com