Author: 28

  • Peran Blockchain dalam Industri Game

    Blockchain adalah teknologi revolusioner yang telah merombak berbagai sektor, termasuk dunia game. Kini, game bukan hanya sekadar hiburan semata, melainkan juga sumber peluang ekonomi yang substansial bagi para pemain dan pengembangnya.

    Ekosistem blockchain tumbuh dengan pesat, menghasilkan dampak yang semakin signifikan dari hari ke hari. Walaupun teknologi ini awalnya dikenal dalam ranah mata uang kripto, blockchain juga telah membuka pintu bagi inovasi-inovasi luar biasa dalam berbagai industri, termasuk dunia game.

    Kehadiran blockchain telah mengubah lanskap permainan, menjadikannya lebih transparan, aman, dan terdesentralisasi. Artikel ini akan mengulas berbagai aspek penting dari peran blockchain dalam dunia game, termasuk kepemilikan aset digital dan pertumbuhan ekonomi dalam permainan. Mari kita eksplorasi bagaimana teknologi blockchain telah mengubah cara kita bermain dan berinteraksi dengan permainan digital.

    Industri Game Saat Ini

    Saat ini, mayoritas game daring mengikuti model sentralisasi. Artinya, semua data yang terkait dengan permainan tersebut disimpan di server yang sepenuhnya dikuasai oleh penyelenggara game.

    Data ini meliputi informasi akun pemain dan riwayat server yang mencatat segala aktivitas dan aset digital yang dikumpulkan oleh pemain, seperti barang koleksi, item, dan mata uang virtual.

    Karena basis data ini dimiliki oleh satu perusahaan, pemain tidak memiliki kepemilikan sejati atas akun dan aset mereka. Selain itu, server sentralisasi memiliki banyak keterbatasan dan kerentanan, termasuk:

    • Kerusakan server akibat masalah teknis.
    • Pencurian data oleh peretas.
    • Penutupan tiba-tiba permainan.
    • Penonaktifan akun tanpa alasan yang jelas.
    • Kurangnya transparansi mengenai mekanisme dan tarif dalam permainan.
    • Manipulasi ekonomi permainan oleh pengembang dan administrator.

    Dengan kata lain, kekuasaan mutlak berada di tangan perusahaan game. Namun, beruntungnya, teknologi blockchain dapat mengatasi atau mengurangi banyak dari masalah ini.

    Bagaimana Blockchain Bekerja dalam Game

    Sebagai sistem basis data terdistribusi, blockchain dapat digunakan untuk memverifikasi dan mengamankan berbagai jenis data digital, termasuk riwayat dalam permainan, aset digital, dan aset yang di-tokenisasikan. Konsep utamanya adalah mengembalikan kendali atas aset dan akun digital kepada pemain.

    Dengan demikian, setiap pemain dapat memiliki kendali penuh atas akun dan aset digital mereka, serta dapat menukarnya kapan saja. Ada berbagai metode yang berbeda dalam pengembangan dan pengelolaan game berbasis blockchain.

    Dampak Blockchain pada Dunia Game

    Bagian ini akan memperkenalkan beberapa cara umum di mana teknologi blockchain telah memengaruhi industri game:

    Kepemilikan Sejati: Game berbasis blockchain memungkinkan pemain untuk memiliki kepemilikan permanen atas aset mereka dalam permainan. Setiap aset biasanya diwakili oleh token non-fungible (NFT) unik, seperti token ERC-721. Aset ini dapat berupa kartu permainan, skin karakter, perlengkapan, atau karakter itu sendiri. Semua aset ini dapat dihubungkan dengan token blockchain, yang dikelola oleh jaringan terdistribusi.

    Pasar Terdesentralisasi: Blockchain memungkinkan terciptanya pasar dalam game yang terdesentralisasi. Ini memungkinkan pemain untuk membeli, menjual, dan menukar aset mereka secara peer-to-peer tanpa harus bergantung pada perusahaan game. Selain itu, pasar terdesentralisasi juga meningkatkan keamanan dan transparansi.

    Pembayaran Efisien: Teknologi blockchain dan smart contract memungkinkan transaksi keuangan yang lebih murah dan lebih cepat. Ini mempermudah semua jenis pembayaran, baik antara pemain (peer-to-peer) maupun antara pemain dan pengembang.

    Multi-Universe Gaming: Dengan menghubungkan data permainan dan aset digital ke dalam token blockchain, pemain dapat menukar aset mereka antara berbagai game yang berbeda. Ini membuka peluang baru untuk mendaur ulang aset digital saat bermain berbagai jenis permainan.

    Arena Bermain yang Adil: Blockchain memungkinkan pembuatan server permainan yang open-source, terdistribusi, dan transparan. Mekanisme permainan hanya dapat diubah jika mayoritas jaringan setuju, dan sifat terdistribusi dari blockchain mencegah akses tidak sah dan penipuan.

    Game yang Abadi: Ketika game berbasis blockchain berjalan, pemain dapat terus bermain bahkan jika pengembangnya tidak aktif. Asalkan jaringan blockchain tetap beroperasi, game akan terus berlanjut, bahkan dengan pengembang baru yang mengambil alih.

    Dengan demikian, blockchain telah membuka potensi besar dalam mengubah cara kita bermain dan berpartisipasi dalam permainan digital. Ini adalah awal dari era baru dalam dunia game, di mana pemain memiliki kendali lebih besar atas pengalaman mereka sendiri.

    Keterbatasan yang Harus Diatasi

    Meskipun teknologi blockchain membuka peluang baru dalam dunia permainan digital, tetap ada sejumlah tantangan yang perlu dihadapi. Beberapa dari tantangan tersebut termasuk:

    Skalabilitas: Blockchain seringkali memiliki kinerja yang lebih lambat dibandingkan dengan jaringan tersentralisasi, yang membuatnya sulit diadopsi dalam skala global.

    Kurangnya Adopsi: Meskipun ada ratusan game berbasis blockchain yang tersedia, permintaan masih cukup rendah. Banyak game memiliki jumlah pemain yang terbatas.

    Sentralisasi Tersembunyi: Tidak semua permainan digital berbasis blockchain benar-benar terdesentralisasi. Beberapa di antaranya mungkin menggunakan token ERC-721 atau token dari blockchain lain, tetapi masih dijalankan pada server yang tersentralisasi.

    Kesederhanaan yang Berlebihan: Sementara ada beberapa game blockchain yang menarik, banyak di antaranya masih terlalu sederhana untuk menarik perhatian pemain yang menginginkan grafis berkualitas tinggi atau pengalaman bermain yang kompleks.

    Hambatan Masuk: Membangun dan mengelola game blockchain memerlukan dana yang cukup besar. Kekurangan adopsi, bersama dengan masalah skalabilitas, bisa menjadi hambatan bagi para pengembang.

    Kompetisi dengan Perusahaan Besar: Game blockchain seringkali dikembangkan oleh tim independen kecil (pengembang game indie). Mereka mungkin menghadapi kesulitan bersaing dengan perusahaan-perusahaan game besar di dunia yang masih tersentralisasi.

    Namun, ada sejumlah solusi yang sedang dikembangkan. Beberapa tim sedang menguji teknologi seperti Ethereum Plasma, Lightning Network, dan Layer 2 lainnya untuk mengatasi masalah skalabilitas.

    Contoh Game Berbasis Blockchain

    Bandingkan dengan industri game tradisional, permainan digital berbasis blockchain masih merupakan dunia yang relatif baru dan kecil. Namun, sudah ada ratusan DApps dan game yang dibangun di atas berbagai jaringan blockchain.

    Sebagian besar game berjalan di atas jaringan Ethereum, tetapi ada juga proyek-proyek yang berkembang di berbagai jaringan lain seperti EOS, Enjin, Loom, TRON, ONT, NEO, VeChain, dan IOST. Beberapa contoh permainan digital berbasis blockchain termasuk:

    1. Decentraland (platform realitas virtual)
    2. Cryptokitties
    3. Gods Unchained
    4. My Crypto Heroes
    5. Cheeze Wizards
    6. Crypto Space Commander
    7. Mythereum
    8. Axie Infinity
    9. HyperSnakes
    10. EOS Dynasty
    11. EOS Knights
    12. Beyond the Void
    13. CryptoZombies
    14. Relentless
    15. HyperDragons Go
    16. CryptoWars

    Kesimpulan

    Dengan jelas, teknologi blockchain memiliki potensi besar dalam industri game. Blockchain membawa kemajuan yang signifikan bagi pemain dan pengembang, terutama dalam hal desentralisasi, transparansi, dan interoperabilitas.

    Jika pengembang dapat mengatasi tantangan-tantangan besar yang masih ada, blockchain memiliki potensi untuk mengubah dunia game menjadi lebih baik, membuka pintu menuju bentuk hiburan yang memberikan kebebasan kepada pemain.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Blockchain Privat, Publik, dan Konsorsium

    Blockchain telah menjadi sorotan dalam dunia teknologi, dan berbagai jenis blockchain muncul dengan perbedaan kegunaannya. Dalam beragam jenis blockchain yang ada, tiga yang paling umum dikenal adalah blockchain privat, publik, dan konsorsium. Setiap jenis ini memiliki karakteristik dan tujuan yang unik.

    Artikel ini akan menjelajahi perbedaan mendasar antara ketiganya dan mengapa pemahaman tentang perbedaan ini sangat penting dalam konteks perkembangan teknologi blockchain yang terus berlanjut.

    Ketika Bitcoin pertama kali diperkenalkan, teknologi blockchain yang mendukungnya telah membuka pintu bagi inovasi di berbagai sektor. Meskipun Bitcoin sendiri adalah mata uang kripto yang beroperasi tanpa otoritas pusat, teknologi blockchain yang mendasarinya memiliki potensi yang jauh lebih luas.

    Bitcoin menggunakan teknologi database terdistribusi, insentif finansial, dan enkripsi kriptografi untuk menciptakan ekosistem yang dapat berkoordinasi secara terdesentralisasi tanpa memerlukan pemimpin atau entitas pengendali.

    Blockchain yang Menarik

    Selama lebih dari satu dekade sejak penciptaannya, teknologi blockchain telah menarik perhatian luas dan dieksplorasi dalam berbagai sektor, termasuk keuangan, rantai pasokan, sistem hukum, dan pemerintahan.

    Dalam artikel panduan teknologi blockchain untuk pemula, kami telah menjelaskan bahwa blockchain adalah struktur data sederhana yang memungkinkan penambahan data baru tetapi tidak memungkinkan perubahan data yang sudah ada. 

    Anda dapat membayangkannya seperti lembaran kerja (spreadsheet) di mana setiap entri data terkait dengan entri sebelumnya, sehingga setiap upaya untuk mengubah data sebelumnya akan dengan mudah terdeteksi. Secara umum, blockchain digunakan untuk menyimpan informasi transaksi keuangan, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai jenis data digital.

    Untuk memahami lebih lanjut, kita dapat menggunakan analogi spreadsheet sebelumnya. Dokumen tersebut tidak ada pada satu sumber pusat; sebaliknya, disimpan oleh dua pihak atau lebih. Setiap pihak menjalankan perangkat lunak khusus yang terhubung dengan perangkat lain yang juga menjalankan perangkat lunak serupa, sehingga semua partisipan memiliki salinan database yang diperbaharui secara bersamaan.

    Penting untuk dicatat bahwa tidak ada satu sumber pusat tempat partisipan mendapatkan informasi; ini adalah karakteristik jaringan terdistribusi yang membuat penyebaran informasi lebih lambat dibandingkan dengan sistem terpusat. Namun, hal ini juga menjadikan jaringan lebih aman dan data lebih terdistribusi secara merata di seluruh jaringan.

    Dalam pembahasan berikutnya, kita akan mengeksplorasi tiga jenis utama blockchain: privat, publik, dan konsorsium. Namun, sebelum itu, ada beberapa fitur umum yang dimiliki ketiganya:

    Ledger yang Hanya Bisa Ditambahkan: Salah satu karakteristik inti dari sebuah blockchain adalah kemampuannya untuk menyimpan data hanya dengan menambahkannya ke dalam struktur rantai blok. Ini mirip dengan sel dalam spreadsheet, dengan setiap blok terkait erat dengan yang sebelumnya.

    Jaringan Peers: Setiap partisipan dalam jaringan memiliki salinan blockchain. Mereka disebut sebagai “node” dan berkomunikasi secara langsung dalam model peer-to-peer.

    Mekanisme Konsensus: Blockchain membutuhkan mekanisme di mana node-node dalam jaringan dapat mencapai kesepakatan tentang kebenaran transaksi yang ditulis dalam blockchain. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada data palsu yang dapat dimasukkan ke dalam rantai.

    Tabel di bawah ini merangkum perbedaan utama.

    Blockchain Publik

    Jika Anda telah menggunakan mata uang kripto saat ini, Anda kemungkinan besar telah berinteraksi dengan blockchain publik. Ini adalah salah satu jenis blockchain yang paling umum digunakan dalam ledger terdistribusi saat ini. Terkadang disebut juga sebagai blockchain tanpa izin (permissionless), karena siapa pun dapat melihat transaksi yang terjadi dan mengikuti jaringannya dengan hanya mengunduh perangkat lunak yang diperlukan.

    Istilah “permissionless” sering digunakan bersamaan dengan blockchain publik. Hal ini karena pada jenis blockchain ini, tidak ada yang dapat menghalangi partisipasi siapa pun, dan setiap orang memiliki kesempatan untuk terlibat dalam mekanisme konsensus, seperti menambang atau staking. Dengan semua orang bebas untuk bergabung dan berpartisipasi dalam mencapai konsensus, blockchain publik umumnya memiliki topologi yang sangat terdesentralisasi.

    Selain itu, blockchain publik diharapkan memiliki tingkat ketahanan terhadap sensor yang lebih tinggi dibandingkan dengan blockchain privat (atau semi-privat). Karena siapa pun dapat bergabung dengan jaringan, protokol blockchain publik harus menggabungkan mekanisme tertentu untuk mencegah pihak jahat mengambil keuntungan secara anonim.

    Namun, pendekatan yang ditekankan pada keamanan dalam blockchain publik juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satu tantangan utama adalah masalah penskalaan, yang dapat memengaruhi hasil atau throughput yang relatif lambat. Selain itu, mengimplementasikan perubahan dalam jaringan tanpa memecahnya menjadi tantangan tersendiri, karena tidak semua partisipan selalu setuju dengan perubahan yang diusulkan.

    Blockchain Privat

    Berbeda dengan sifat alami blockchain publik yang tanpa izin, blockchain privat memiliki aturan dan peraturan yang mengatur siapa yang dapat melihat dan menulis di dalam chain (biasanya disebut sebagai lingkungan yang berizin). Ini bukan sistem yang terdesentralisasi karena ada hierarki yang jelas dalam hal kendali. Namun, jenis blockchain ini masih terdistribusi, dengan banyak node yang menyimpan salinan chain pada mesin mereka.

    Blockchain privat lebih sesuai untuk penggunaan di perusahaan, di mana organisasi ingin memanfaatkan teknologi blockchain tanpa memberikan akses kepada pihak eksternal ke dalam jaringan mereka.

    Proof of Work tidak selalu penting dalam blockchain privat seperti halnya dalam blockchain publik, mengingat alasan keamanan yang berbeda. Dalam blockchain privat, ancaman yang ditangkal oleh PoW tidak seberat pada blockchain publik. Identitas setiap partisipan sudah diketahui, dan tata kelola umumnya lebih langsung.

    Dalam hal ini, algoritme yang lebih efisien, seperti algoritme dengan validator yang ditunjuk, lebih umum digunakan. Node-node dipilih untuk menjalankan fungsi validasi tertentu dalam transaksi. Secara umum, ini melibatkan berbagai node yang harus memberikan persetujuan untuk setiap blok. Jika ada node yang berperilaku jahat, mereka dapat dengan cepat terdeteksi dan dihapus dari jaringan. Dengan kendali yang lebih terpusat dalam blockchain privat, koordinasi perubahan dalam jaringan biasanya lebih mudah.

    Blockchain Konsorsium

    Blockchain konsorsium berada di tengah-tengah antara blockchain publik dan blockchain privat, menggabungkan elemen dari keduanya. Salah satu perbedaan paling mencolok adalah dalam hal mekanisme konsensus. Alih-alih sistem terbuka di mana siapa pun dapat memvalidasi blok atau sistem tertutup di mana hanya satu entitas yang menunjuk pembuat blok, dalam blockchain konsorsium, beberapa pihak yang memiliki kekuatan yang seimbang bertindak sebagai validator.

    Dari sini, aturan pada sistem dapat lebih fleksibel: visibilitas chain dapat dibatasi hanya untuk validator, dapat dilihat oleh individu yang berwenang, atau dapat dilihat oleh semua orang. Selama validator dapat mencapai konsensus, perubahan dapat dengan mudah diimplementasikan. Dalam hal fungsi blockchain, jika sebagian besar pihak bertindak jujur, sistem tidak akan menghadapi masalah yang serius.

    Blockchain konsorsium sangat berguna dalam lingkungan di mana banyak organisasi beroperasi dalam industri yang sama dan memerlukan landasan bersama untuk melakukan transaksi atau berbagi informasi. Bergabung dengan konsorsium semacam ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi organisasi, karena memungkinkan mereka untuk berkolaborasi dan berbagi wawasan tentang industri mereka dengan pemain lainnya.

    Yang Mana Lebih Unggul?

    Pada dasarnya, blockchain publik, privat, dan konsorsium adalah teknologi yang berbeda dengan keunggulan masing-masing:

    Blockchain publik yang dirancang dengan baik umumnya lebih unggul dalam hal ketahanan terhadap sensor, biaya, kecepatan, dan hasil. Ini menjadi pilihan terbaik dalam hal keamanan untuk menyelesaikan transaksi atau smart contract.

    Blockchain privat dapat memberikan prioritas pada kecepatan sistem karena tidak harus mengatasi titik-titik sentral yang rentan seperti yang terjadi pada blockchain publik. Biasanya digunakan dalam situasi di mana individu atau organisasi harus tetap mengendalikan data dan menjaga kerahasiaan informasi.

    Blockchain konsorsium mengatasi beberapa risiko yang mungkin terjadi pada blockchain privat dengan menghilangkan kendali sentral. Dengan jumlah node yang lebih sedikit, blockchain konsorsium cenderung lebih efisien daripada blockchain publik. Ini biasanya menjadi pilihan yang menarik bagi organisasi yang ingin meningkatkan komunikasi antara satu sama lain.

    Kesimpulannya

    Ada banyak pilihan blockchain yang tersedia bagi individu dan bisnis yang terlibat dalam berbagai kegiatan. Bahkan di dalam kategori blockchain publik, privat, dan konsorsium, pengalaman pengguna dapat sangat berbeda. Pilihan terbaik tergantung pada penggunaan yang diinginkan, dan pengguna harus memilih platform yang paling cocok untuk mencapai tujuan mereka sendiri.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Skalabilitas Blockchain: Sidechain dan Saluran Pembayaran

    Skalabilitas Blockchain pada dasarnya merujuk pada kemampuan sistem untuk tumbuh seiring dengan peningkatan permintaan. Dalam konteks komputasi, seringkali kita meningkatkan kinerja perangkat keras untuk meningkatkan kecepatan dalam menyelesaikan tugas tertentu. Namun, dalam dunia blockchain, skalabilitas mengacu pada pengembangan kapasitas untuk mengelola lebih banyak transaksi.

    Meskipun protokol seperti Bitcoin memiliki banyak keunggulan, sayangnya skalabilitas bukanlah salah satu kekuatan utamanya. Jika Bitcoin dijalankan dalam suatu basis data yang terpusat, administrator dapat dengan relatif mudah meningkatkan kecepatan dan kinerja. Namun, filosofi dasar Bitcoin, seperti ketahanan terhadap sensor, mendorong banyak partisipan untuk menjaga konsistensi salinan blockchain.

    Tantangan Utama dalam Skalabilitas Blockchain

    Mengoperasikan node Bitcoin relatif terjangkau, bahkan dengan perangkat keras yang sederhana. Namun, karena ribuan node harus terus-menerus berada dalam sinkronisasi dengan yang lainnya, ini mengakibatkan beberapa batasan yang signifikan dalam kapasitasnya.

    Untuk menghindari pertumbuhan yang tidak terkendali dalam ukuran basis data, dibuatlah batasan pada jumlah transaksi yang dapat diproses secara langsung di blockchain. Jika batas ini terlalu besar atau transaksi terlalu cepat, node-node tersebut akan kesulitan mengikuti perkembangan. Bahkan, jika ukuran blok terlalu besar, blok tersebut mungkin tidak dapat ditransmisikan melalui jaringan.

    Dalam akibatnya, kita berhadapan dengan apa yang sering disebut sebagai “leher botol.” Blockchain dapat dibayangkan seperti layanan kereta api dengan jadwal keberangkatan yang telah ditentukan. Terdapat jumlah kursi yang terbatas dalam setiap gerbong, dan para penumpang harus bersaing untuk mendapatkan tempat. 

    Jika semua orang mencoba untuk naik ke kereta api pada saat yang sama, harga tiket akan melonjak. Demikian pula, jaringan blockchain yang tersumbat oleh transaksi tertunda akan meminta pengguna untuk membayar biaya yang lebih tinggi agar transaksi mereka diproses dengan cepat.

    Salah satu solusi yang diajukan adalah dengan memperluas kapasitas gerbong. Ini berarti akan ada lebih banyak kursi tersedia, dan tiket mungkin menjadi lebih terjangkau. Namun, tidak ada jaminan bahwa kursi akan selalu tersedia. 

    Gerbong tidak dapat diperbesar secara tak terbatas, sama seperti blok atau gas yang digunakan dalam blockchain tidak dapat diperluas tanpa batas. Hal ini dapat membuat biaya yang harus dikeluarkan oleh node untuk tetap berpartisipasi dalam jaringan semakin mahal, karena memerlukan perangkat keras yang lebih canggih agar tetap sinkron.

    Pencipta Ethereum, Vitalik Buterin, mengembangkan konsep Trilema Skalabilitas untuk menjelaskan tantangan yang dihadapi oleh blockchain. Teori ini menyatakan bahwa dalam pengembangan protokol, kita harus memilih satu dari tiga pilihan: skalabilitas, keamanan, atau desentralisasi. Ini merupakan dilema yang kompleks, karena jika terlalu banyak fokus pada dua dari tiga aspek tersebut, maka yang ketiga akan mengalami penurunan kualitasnya.

    Dalam konteks ini, banyak yang berpendapat bahwa skalabilitas sebaiknya dicapai dengan cara off-chain, sementara keamanan dan desentralisasi harus tetap menjadi fokus utama dalam jaringan blockchain itu sendiri.

    Solusi Skalabilitas Off-chain: Mengenalkan Sidechain dan Saluran Pembayaran

    Skalabilitas off-chain adalah pendekatan yang memungkinkan pelaksanaan transaksi tanpa membebani blockchain utama. Protokol yang terhubung ke blockchain utama ini memungkinkan pengguna untuk mengirim dan menerima dana tanpa perlu mencatat transaksi tersebut dalam blockchain utama. Dalam konteks ini, kita akan mengulas dua inovasi penting: sidechain dan saluran pembayaran.

    Mengenal Sidechain

    Apa itu sebenarnya sidechain?

    Sidechain adalah blockchain yang berdiri sendiri tetapi memiliki kaitan dengan blockchain utama secara khusus. Blockchain utama dan sidechain ini dapat dioperasikan dengan cara yang serupa, memungkinkan aset-aset untuk bergerak bebas antara keduanya.

    Terdapat beberapa metode untuk mentransfer dana. Misalnya, dalam beberapa kasus, aset dipindahkan dari blockchain utama dengan cara menyetorkannya ke alamat khusus. Secara efektif, dana tersebut tidak dipindahkan, melainkan dikunci dalam alamat tersebut, dan jumlah yang setara diterbitkan di dalam sidechain. Alternatifnya, ada opsi yang lebih sederhana tetapi lebih terpusat, yaitu dengan mengirimkan dana kepada pihak penyimpan, yang akan menukar setoran tersebut dengan dana di dalam sidechain.

    Bagaimana Sidechain Beroperasi?

    Bayangkan Alice, yang memiliki lima bitcoin, ingin menukarkannya dengan lima unit sidecoin pada sidechain Bitcoin. Sidechain ini menggunakan tautan dua arah, yang memungkinkan pengguna untuk mengalihkan aset mereka dari blockchain utama ke sidechain dan sebaliknya.

    Penting untuk dicatat bahwa sidechain adalah blockchain yang terpisah dengan blok, node, dan mekanisme validasi yang berbeda. Agar Alice bisa memiliki sidecoin, dia mengirimkan lima bitcoin ke alamat yang ditentukan. Alamat tersebut mungkin dimiliki oleh pihak lain yang akan mengkreditkan lima sidecoin ke alamat sidechain Alice setelah menerima bitcoin. Atau, dalam beberapa kasus, sistem dapat memiliki pengaturan otomatis di mana sidecoin secara otomatis dikreditkan setelah perangkat lunak mendeteksi pembayaran yang sesuai.

    Sekarang, setelah Alice menukarkan koinnya dengan sidechain, dia bebas bertransaksi dalam sidechain ini. Dia dapat dengan mudah mengirim dan menerima sidecoin seperti yang dia lakukan di blockchain utama.

    Misalnya, Alice ingin membayar Bob satu sidecoin untuk membeli sebuah hoodie di Binance. Ketika dia ingin menukarkan kembali ke Bitcoin, dia cukup mengirimkan empat sidecoin ke alamat khusus. Setelah transaksi dikonfirmasi, empat bitcoin akan dilepaskan dan dikirimkan ke alamat yang dia kendalikan di blockchain utama.

    Mengapa Menggunakan Sidechain?

    Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa Alice tidak hanya menggunakan blockchain Bitcoin langsung?

    Alasannya adalah bahwa sidechain memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh Bitcoin. Blockchain adalah sistem yang dirancang dengan teliti, dan meskipun Bitcoin menawarkan tingkat keamanan dan desentralisasi yang tinggi, namun dalam hal throughput, Bitcoin memiliki keterbatasan. Meskipun transaksi Bitcoin lebih cepat daripada sistem keuangan tradisional, namun relatif lambat jika dibandingkan dengan beberapa blockchain lainnya. Blok Bitcoin ditambang setiap sepuluh menit, dan biaya transaksi dapat meningkat secara signifikan saat jaringan sibuk.

    Untuk pembayaran sehari-hari kecil, tingkat keamanan tersebut mungkin tidak selalu diperlukan. Alice tidak ingin menunggu berjam-jam hanya untuk mengonfirmasi pembayaran saat membeli kopi. Sidechain memberikan fleksibilitas yang lebih besar. Sidechain tidak harus mengikuti aturan yang sama dengan blockchain utama. Anda dapat memilih mekanisme konsensus yang berbeda, mengandalkan validator tunggal, atau mengubah beberapa parameter. Anda dapat mengenalkan perbaikan yang tidak mungkin diimplementasikan pada blockchain utama, seperti memperluas ukuran blok dan mempercepat transaksi.

    Yang menarik, sidechain bahkan bisa mengalami kegagalan atau bug yang signifikan tanpa memengaruhi blockchain utama. Ini membuat sidechain menjadi platform ideal untuk bereksperimen dan menguji fitur-fitur yang mungkin memerlukan persetujuan mayoritas jaringan.

    Jika pengguna tidak memandang trade-off tersebut sebagai masalah, maka sidechain dapat menjadi langkah yang krusial dalam mencapai skalabilitas yang efisien. Tidak diperlukan bagi node blockchain utama untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi dalam sidechain. Bagi Alice, masuk dan keluar dari sidechain hanya memerlukan dua langkah sederhana.

    Memahami Saluran Pembayaran

    Apa yang Dimaksud dengan Saluran Pembayaran?

    Konsep saluran pembayaran memiliki tujuan serupa dengan sidechain dalam konteks skalabilitas, meskipun keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Sama seperti sidechain, saluran pembayaran bertujuan untuk menghindari membebani blockchain utama dengan menjalankan transaksi di luar sana. Namun, perbedaannya adalah bahwa saluran pembayaran tidak memerlukan adanya blockchain terpisah.

    Dalam kasus saluran pembayaran, smart contract digunakan untuk memfasilitasi transaksi tanpa perlu mencatatnya dalam blockchain utama. Proses ini dilakukan melalui perjanjian yang didukung oleh perangkat lunak antara dua pihak.

    Bagaimana Saluran Pembayaran Beroperasi?

    Contoh umumnya adalah Jaringan Lightning yang populer. Dalam model ini, dua pihak pertama-tama menyetor koin ke alamat bersama yang disebut alamat multisignature. Alamat ini membutuhkan dua tanda tangan untuk mengeluarkan dana, artinya Alice dan Bob, sebagai contoh, memerlukan persetujuan keduanya untuk mengakses dana tersebut.

    Misalkan mereka masing-masing menyetor 10 BTC ke alamat yang sekarang menampung 20 BTC. Mereka bisa dengan mudah melacak neraca keuangan mereka dengan mencatat bahwa Alice memiliki 10 BTC dan Bob memiliki 10 BTC. Ketika Alice ingin mentransfer koin kepada Bob, mereka cukup memperbaharui neraca sehingga mencerminkan perubahan: Alice memiliki 9 BTC dan Bob memiliki 11 BTC. Yang menarik adalah, mereka tidak perlu mencatat setiap transaksi ini di blockchain karena saldo mereka terus diperbarui.

    Pada saat yang ditentukan, misalnya Alice memiliki 5 BTC dan Bob memiliki 15 BTC, mereka dapat membuat transaksi yang akan mengirimkan saldo ini ke alamat mereka bersama, menandatanganinya, dan menyiarkannya. Dengan demikian, dari sudut pandang blockchain utama, hanya ada dua operasi yang terjadi on-chain: satu untuk pendanaan awal dan satu untuk penyelesaian akhir. Semua transaksi lainnya berlangsung di luar blockchain utama, bebas dari biaya penambang dan tanpa perlu menunggu konfirmasi blok.

    Contoh di atas memerlukan kerja sama antara kedua pihak, yang mungkin tidak selalu ideal jika pihak-pihak tersebut tidak saling mengenal. Namun, ada mekanisme yang dapat digunakan untuk menghukum percobaan kecurangan, sehingga semua pihak dapat berinteraksi dengan aman tanpa harus sepenuhnya mempercayai satu sama lain.

    Jejak Pembayaran

    Jelas bahwa saluran pembayaran sangat berguna bagi pihak-pihak yang melakukan banyak transaksi bersama. Lebih lagi, jaringan saluran ini dapat diperluas, artinya Alice dapat melakukan pembayaran kepada pihak yang tidak terhubung langsung dengannya. Jika Bob memiliki saluran terbuka dengan Carol, misalnya, Alice dapat membayar Carol selama kapasitasnya mencukupi. Setelah itu, Bob dapat meneruskan pembayaran tersebut ke Carol. Apabila Carol terhubung dengan pihak lain, seperti Dani, hal yang sama dapat terjadi secara berkelanjutan.

    Dengan cara ini, jaringan tersebut berkembang menjadi topologi terdistribusi di mana setiap individu terhubung ke beberapa pihak lainnya. Terdapat beberapa jalur atau rute yang tersedia menuju tujuan tertentu, sehingga pengguna dapat memilih jalur yang paling efisien.

    Kesimpulan

    Kami telah membahas dua pendekatan penting dalam mencapai skalabilitas tanpa menghambat blockchain yang mendasarinya. Baik sidechain maupun teknologi saluran pembayaran masih relatif baru, namun semakin banyak pengguna yang tertarik untuk menghindari keterbatasan transaksi di tingkat dasar.

    Seiring berjalannya waktu dan semakin banyak pengguna yang bergabung dalam jaringan ini, penting untuk tetap mencapai tujuan desentralisasi. Hal ini dapat dicapai dengan memberlakukan batasan pertumbuhan blockchain utama sehingga node-node baru dapat dengan mudah bergabung. Para pendukung solusi skalabilitas off-chain percaya bahwa di masa depan, blockchain utama hanya akan digunakan untuk transaksi bernilai tinggi atau untuk menghubungkan sidechain dan saluran pembayaran secara efisien.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mengubah PC Menjadi Alat Mining Bitcoin

    Cryptocurrency atau aset kripto saat ini menjadi salah satu aset investasi yang banyak dicari oleh berbagai kalangan di seluruh dunia. Dua cara untuk mendapatkan bitcoin adalah dengan membelinya di platform exchange atau menambang dengan menggunakan pc/laptop sebagai alat mining bitcoin.

    Pertumbuhan harga yang terus menerus meningkat merupakan salah satu sebabnya. Selain itu, teknologi blockchain yang merupakan teknologi yang dipakai oleh berbagai aset kripto sehingga semua transaksi cryptocurrency menjadi aman. Dengan sifatnya yang sangat aman blockchain diperkirakan akan menjadi masa depan dalam sistem keamanan financial.

    Salah satu aset kripto yang semakin hari harganya semakin naik adalah bitcoin. Mata uang ini ditemukan oleh seseorang yang mengaku bernama Satoshi Nakamoto pada 11 tahun yang lalu, untuk mendapatkan bitcoin ada dua cara yang bisa dilakukan, yang pertama adalah membelinya dari seseorang secara langsung ataupun membelinya dari platform exchange. Kedua, adalah menambang bitcoin dengan pc dengan spesifikasi tertentu.

    Kegiatan untuk menambang bitcoin, atau mining bitcoin menurut buku Bitcoin for Dummies karya Wiley Brand, mengatakan bahwa banyaknya penambang bitcoin sejalan dengan perkembangan teknologi yang ada di dunia. Perkembangan alat yang makin canggih dan harga bitcoin yang makin tinggi membuat banyak kalangan ikut mencari bitcoin dengan cara menambang atau yang biasa disebut mining bitcoin

    Persiapan untuk Mining Bitcoin di PC

    Secara umum menambang bitcoin bisa dilakukan dengan dua tipe, yang pertama menambang bersama-sama dengan kelompok (menambang di kolam) dan yang kedua menambang sendiri. Baik secara kelompok maupun sendiri, umumnya menambang bitcoin dapat dilakukan dengan Personal Computer (PC). Namun ada hal-hal yang harus Anda siapkan sebelum menjadikan PC Anda sebagai alat mining bitcoin, seperti:

    Motherboard

    Hal pertama yang harus disiapkan untuk menambang bitcoin dengan PC adalah motherboard. untuk penambangan kripto, kami merekomendasikan Anda untuk mencari motherboard yang menyediakan lebih dari satu slot PCI-E. Ada banyak merek yang bisa disesuaikan dengan budget Anda, semakin banyak slot PCI-E maka harganya akan semakin mahal.

    Baca juga: Daftar 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan

    Processor

    Prosesor merupakan hal kedua yang perlu disiapkan untuk mining bitcoin di PC. Meski bukan hal yang utama untuk meningkatkan kecepatan mining Anda, namun setidaknya Anda menggunakan prosesor i5 atau i7 agar komputer Anda terus stabil ketika mining.

    Hard Drive

    Hard drive menjadi salah satu komponen penting yang harus dipertimbangkan. Hard drive yang berfungsi untuk menjalankan sistem operasi dan penyimpanan data akan memerlukan space yang besar dalam penyimpanan blockchain, khususnya jika Anda memilih menambang sendiri. Kami merekomendasikan untuk minimal menggunakan hard drive sebesar 250 gb atau bisa juga Anda menggunakan solid state drive (SSD) sebesar 60-120 gb.

    RAM

    Sama seperti prosesor, RAM merupakan bukan hal yang utama untuk menambang bitcoin dengan PC, namun RAM hanya akan berfungsi untuk menjalankan sistem operasi dan program mining. Kami merekomendasikan Anda untuk minimal menggunakan RAM 8GB DDR4.

    Power Supply

    Daya yang dibutuhkan untuk menjalankan suatu PC mining termasuk besar, karena komputer akan bekerja maksimal sehingga memerlukan daya yang tinggi serta stabil. Jika dalam dalam motherboard Anda menggunakan satu kartu grafis, Anda bisa memakai power supply di bawah 700 watt, namun jika menggunakan dua kartu grafis Anda memerlukan power supply 1000 watt atau lebih. Semakin banyak menggunakan kartu grafis pada PC Anda, daya yang dibutuhkan akan semakin besar.

    Baca juga: Yuk, Buat Mining Makin Mudah dengan Kalkulator Bitcoin!

    Kartu Grafis

    Dalam menambang bitcoin dengan PC, kartu grafis merupakan satu hal penentu untuk mendapatkan bitcoin secara lebih cepat. Namun, untuk Anda yang baru ingin mulai untuk menambang, kami merekomendasikan untuk memulainya dengan menggunakan spek R7900, GTX1060 6GB GDDR5.  Memilih kartu grafis terbaik akan mempermudah cara mining bitcoin di PC.

    Kipas Pendingin

    Kipas pendingin yang tangguh akan membantu sirkulasi udara agar komputer Anda tidak cepat panas. Anda juga bisa menggunakan AC pada ruangan komputer Anda  untuk membantu dan mengurangi penggunaan kipas

    Software Mining

    Hal terakhir yang perlu Anda siapkan untuk menambang bitcoin menggunakan PC adalah software mining. Jika Anda ingin menambang bitcoin, Anda bisa menggunakan software bitcoin miner, BTC miner, easy miner, CG miner atau BFG miner.

    Itulah beberapa hal yang perlu Anda siapkan untuk mining bitcoin di PC. Memang tidak sedikit biaya yang akan dikeluarkan untuk menambang bitcoin dengan PC. Namun, ketika hal-hal diatas terpenuhi, kegiatan penambangan bitcoin Anda akan jauh lebih cepat untuk mendapatkan hasilnya. Sehingga pengeluaran Anda untuk membeli alat-alat tersebut akan cepat tergantikan dengan hasil yang didapatkan.

    Baca juga: Apa itu Mining Bitcoin? Pengertian, Cara Mining, Biaya

    Selain menambang, jika tujuan Anda mencari bitcoin adalah untuk mendapatkan profit yang besar. Cara lainya Anda bisa melakukan adalah trading dalam platform exchange. Platform Exchange merupakan tempat atau platform khusus yang digunakan untuk menukarkan mata uang fiat (konvensional) seperti rupiah, dolar dan sebagainya dengan bitcoin atau aset kripto yang ada pada platform exchange tersebut. Sebaliknya, jika sudah mempunyai aset kripto, Anda bisa menukarnya dengan mata uang fiat di platform exchange. 

    Selain penukaran aset kripto dengan mata uang fiat dan sebaliknya. Pada, platform exchange cryptocurrency biasanya juga tersedia market dari tiap aset kripto. Sehingga Anda bisa mengambil keputusan untuk membeli aset kripto atau menjualnya sesuai prediksi Anda. 

    Tokocrypto merupakan salah satu platform exchange di Indonesia yang sudah di verifikasi oleh Pemerintah indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Anda bisa menggunakan Tokocrypto untuk mendapat keuntungan dari pertukaran antar mata uang fiat dan cryptocurrency. Jika Anda ingin bergabung bersama Tokocrypto Anda bisa menghubungi kami di media sosial dengan user @tokocrypto atau bisa juga mengunjungi website kami di www.tokocrypto.com



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Asic Miner yang Bisa Kamu Pilih Untuk Mining Aset Kripto!

    Terbaru, ada hardware yang bisa dipakai untuk menambang aset digital bernama ASIC Miner. Setidaknya perangkat keras tersebut disinyalir bisa menjawab dua keresahan yang banyak dialami oleh para penambang aset kripto.

    Kegiatan menambang Bitcoin tentu butuh beberapa persiapan. Salah satunya komputer dengan spesifikasi canggih dan listrik. Tak jarang menambang Bitcoin dengan cara tersebut dianggap lebih mahal karena harus memenuhi perangkat komputer dan membiayai listrik yang terpakai. 

    Wah, seperti apa sih ASIC Miner tersebut? Untuk penjelasan lengkapnya, yuk, simak artikel ini.

    Apa itu ASIC Miner?

    ASIC sendiri adalah singkatan dari Application Specific Integrated Circuit. Pengertian ASIC Miner adalah perangkat yang dirancang untuk menambang mata uang digital. Adapun bentuk perangkat ASIC bisa dikatakan seperti mikroprosesor dan chip RAM yang ada di komputer milik Anda.

    Apakah ASIC Miner Bisa Menambang Segalanya? 

    Jika pertanyaannya “apakah ASIC Miner bisa menambang segalanya?” Jawabannya adalah tidak. Seperti yang sudah disebut di awal, ASIC Miner hanya bisa menambang aset digital. Nah, yang patut digaris bawahi adalah Anda tidak bisa menambang lebih dari satu jenis aset kripto dengan hardware yang sama. 

    Jika Anda membeli satu perangkat khusus untuk Bitcoin (ASIC Bitcoin), Anda hanya dapat menambang Bitcoin. Karena Bitcoin ASIC ini memang merupakan komputer khusus yang digunakan hanya untuk menambang Bitcoin. Begitu pula pada Ethereum, Dogecoin dan sebagainya. 

    Lalu, Apakah Perangkat Mining Ini Berharga?

    Yap, menariknya bagi para penambang, ASIC bisa digunakan untuk menambang Bitcoin dalam jumlah yang banyak namun tak membutuhkan biaya yang banyak. Berbeda halnya dengan menambang menggunakan perangkat komputer canggih yang butuh pasokan listrik banyak. Sehingga para penambang bisa dengan cepat menghasilkan Bitcoin-nya. Inilah yang akhirnya bisa dikatakan perangkat menambang satu ini patut dipertimbangkan. 

    Baca Juga: Daftar 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan 

    Apa Saja yang Dibutuhkan Sebagai Pendukung ASIC Miner?

    Tentu untuk menjadikan perangkat mining ini dapat bekerja, ia memerlukan beberapa pendukung, yaitu sbb.

    1. Pertama, software khusus, seperti BTC Miner, CGMiner, EasyMine, dan lain-lain. 
    2. Pastikan juga Anda telah memiliki wallet Bitcoin untuk menerima hasil penambangan. 
    3. Selanjutnya ada kalkulator penambang Bitcoin yang berfungsi untuk mengetahui hasil penambangan Bitcoin yang telah didapat berdasar daya komputasi dari perangkat mining satu ini.

    Jenis-jenis ASIC Miner

    Berikut kami rangkumkan beberapa jenis ASIC Miner berdasarkan artikel Software Testing Help yang bisa Anda pilih:

    1. Antminer S19 Pro
    antminer s19 pro

    Source by Software Testing Help

    Anda mencari perangkat yang ekonomis dan efisien? Perangkat ini adalah jawabannya. Antminer S19 Pro diproduksi oleh Bitmain, perusahaan manufaktur hardware terkemuka. Perangkat ini paling menguntungkan untuk Bitcoin dan algoritma SHA-256. Saat artikel ini ditulis, perangkat ini dihargai USD 2,860.

    1. AvalonMiner 1166 Pro
    avalonminer 1166 pro

    Source by Software Testing Help

    Masih sama dengan perangkat mining sebelumnya, AvalonMiner 1166 Pro digunakan untuk menambang Bitcoin juga. AvalonMiner 1166 Pro merupakan Bitcoin ASIC yang populer karena diproduksi oleh Canaan, perusahaan hardware penambangan asal China. Adapun harganya sendiri menyentuh USD 3,000. 

    1. Innosilicon A10 Pro
    innosilicon a10 pro

    Source by Software Testing Help

    Nah, kalau Innosilicon A10 Pro ini merupakan peralatan penambangan algoritma Ethas, yakni hardware untuk menambang Ethereum. Perangkat ini pun dirilis pada tahun 2020 oleh Innosilicon dan menjadikan salah satu Ethereum ASIC yang paling menguntungkan. Untuk harganya, Innosilicon A10 Pro dibandrol USD 2,580. 

    Menarik ya menambang aset kripto dengan ASIC Miner. Tapi, ada cara lain juga lho untuk mendapatkan aset kripto, yakni dengan membelinya di exchange aset kripto seperti Tokocrypto. Segera daftarkan diri Anda dan selesaikan KYC-nya. Oh iya, supaya tak ketinggalan berita seputar aset kripto, jangan lupa untuk bergabung dengan Komunitas Resmi Tokocrypto di Discordya!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Website Mining Bitcoin Terpercaya dan Aman di 2022

    Di tengah hiruk pikuknya kegilaan yang terjadi pada NFT di awal tahun 2022 ini, tak bisa dipungkiri, mempunyai Bitcoin masih menjadi minat banyak orang. Sejatinya, mendapatkan Bitcoin bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya ialah dengan menambang atau mining Bitcoin. Tak bisa sembarangan, mining Bitcoin haruslah dilakukan dengan prosedur yang benar dan dilakukan pada website yang terpercaya. Lalu, dimanakah kita dapat melakukan mining Bitcoin terpercaya?

    Berikut kami hadirkan rangkumannya!

    Apa itu Mining Bitcoin?

    situs mining bitcoin terpercaya

    Eits, jika Anda membayangkan penambangan ini dilakukan menggunakan alat pertambangan secara langsung, itu kurang tepat, ya! Mining (penambangan) yang dimaksud di sini adalah upaya mendapatkan Bitcoin melalui pemecahan algoritma atau hitungan matematika menggunakan perangkat tertentu.

    Nah, seiring canggihnya perkembangan teknologi, mining Bitcoin bisa dilakukan pada website tertentu penyedia mining Bitcoin di internet. Cara ini dinamakan cloud mining. Dengan menggunakan cara ini, setidaknya Anda tak membutuhkan biaya yang terlalu besar karena harus melengkapi hardware ketika melakukannya menggunakan PC. 

    Baca juga: Hal yang Harus Disiapkan untuk Menambang Bitcoin dengan PC

    5 Website Mining Bitcoin Terpercaya

    1. Hashnesthashnest situs mining bitcoin

    Hashnest sudah beroperasi sejak 2014 dan memiliki kantor pusat di Beijing, China. Sebagai perusahaan induk mereka, Bitmain Technologies dapat menjamin 99.9% uptime dengan peralatan canggih mereka. 

    Anda dapat membeli kontrak cloud mining di Hashnest mulai dari 1GH/s. Bagi Anda yang ingin mendaftar dengan kontrak standar, kapasitas yang ditawarkan seharga $1699 dengan biaya pemeliharaan per harinya $0,21/TH.

    Baca juga : Apa itu Mining Bitcoin? Pengertian, Cara Mining, Biaya

    2. Hashing 24hashing 24 situs mining bitcoin

    Website mining Bitcoin yang sudah ada sejak 2015 ini menawarkan kemudahan bagi calon penggunanya karena menyediakan tampilan yang sederhana dan bahasa yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. 

    Selain itu, Hashing 24 juga menjamin hashpower stabil 100% uptime, deposit yang bisa dilakukan dengan cepat ke akun Anda, dan efisiensi maksimum yang didukung dengan peralatan canggih. Adapun harga yang ditawarkan di situs ini mulai dari $19 hingga $68 untuk 100 Tb/s.

    3. IQ MiningIQ Mining situs mining bitcoin

    Website mining Bitcoin terpercaya selanjutnya adalah IQ Mining. Platform yang didirikan pada tahun 2016 ini berhasil mendapatkan banyak popularitas serta kepercayaan para penggunanya. Salah satu yang menjadi kelebihan dari IQ Mining ialah Anda bisa menambang beberapa mata uang digital secara bersamaan.

    IQ Mining sendiri menawarkan 3 pilihan kontrak yang bisa dipilih dan disesuaikan dengan keuntungan yang akan didapat. Ketika ingin mendaftar, Anda bisa memilih salah satu dari tiga pilihan akun yang terdiri dari Bronze, Silver, dan Gold. 

    Baca juga: Yuk, Buat Mining Makin Mudah dengan Kalkulator Bitcoin!

    4. Genesis Mininggenesis mining situs mining bitcoin

    Genesis Mining didirikan pada Desember 2013 dan membuka fasilitas miningnya di Oktober 2014. Tak tanggung-tanggung, berselang 2 tahun dari waktu didirikannya, Genesis Mining berhasil mempunyai 100.000 pelanggan! 

    Adapun fitur yang dihadirkan oleh Genesis Mining beragam. Mulai dari adanya hasil penambangan yang bisa didapatkan secara harian, didukung dengan teknologi yang canggih, kebebasan alokasi, serta semua grafik maupun data penambangan Anda dihadirkan dengan dasbor uang intuitif. Tentunya, situs ini juga dilengkapi dengan keamanan dan tingkat privasi yang tinggi. 

    Baca Juga: Berikut Jenis Asic Miner yang Bisa Dipakai Untuk Mining Aset Kripto!

    5. CryptoUniverse

    cryptouniverse situs mining bitcoin

    Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Mining Agar Tetap Aman

    Terlepas dari website mining Bitcoin terpercaya yang Anda pilih, sebelumnya ada beberapa hal yang patut Anda perhatikan agar penambangan bisa dilakukan dengan aman. Pertama, tentunya Anda harus melakukan riset mengenai penyedia layanan tersebut. Seperti hashpower yang ada, biaya kontrak yang ditawarkan, jangka waktu kontrak yang diberikan, serta biaya maintenance yang dikenakan. Karena tiap penyedia layanan memiliki harga yang berbeda-beda.  

    Kedua, pastikan penyedia jasa mining tersebut mampu memperlihatkan pusat data mereka. Karena kembali lagi, banyak sekali oknum yang tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan jasa cloud mining ini sebagai kedok penipuan. Anda tak boleh begitu saja tergiur dengan ROI yang tinggi. Sebab keuntungan yang ada sangat bergantung dengan harga Bitcoin yang Anda tambang. 

    Itulah 5 website mining Bitcoin Terpercaya yang dapat Anda pertimbangkan. Nah, kalau Anda ingin langsung membeli Bitcoin atau aset kripto lainnya, kunjungi Tokocrypto untuk beli, jual, dan investasi yang mudah dan aman. Untuk terus dapatkan informasi terbaru, Anda bisa bergabung di Komunitas Resmi Tokocrypto juga, lho!

    Salam to the moon!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lebih dari 40 Ribu Miliarder Kripto di Seluruh Dunia Memegang Bitcoin

    Dalam sebuah laporan yang dirilis oleh perusahaan konsultan investasi yang berbasis di London, yakni Henley & Partners, terungkap bahwa ada lebih dari 40.000 miliarder kripto di seluruh dunia yang memiliki Bitcoin.

    Menurut laporan yang diberi judul “Crypto Wealth Report” dan diterbitkan pada tanggal 5 September, Henley & Partners mencatat bahwa ada sekitar 88.200 miliarder di seluruh dunia yang memiliki aset kripto, dan dari jumlah tersebut, 40.500 adalah pemegang Bitcoin.

    Laporan ini juga mengungkapkan bahwa dari 182 individu yang memiliki aset kripto senilai lebih dari US$ 100 juta, sebanyak 78 di antaranya adalah pengguna Bitcoin. Bahkan, enam dari 22 trader kripto yang memiliki lebih dari US$ 1 miliar “mengumpulkan kekayaan mereka melalui perdagangan Bitcoin.”

    Namun, laporan ini tidak mengungkap secara eksplisit nama-nama miliarder dan miliarder kripto yang dimaksud. Beberapa nama yang terkenal di dunia kripto, seperti Barry Silbert (pendiri dan CEO Digital Currency Group), Cameron dan Tyler Winklevoss (salah satu pendiri Gemini), Changpeng Zhao (CEO Binance), Brian Armstrong (CEO Coinbase), Chris Larsen (salah satu pendiri Ripple), dan Michael Saylor (ketua eksekutif MicroStrategy), telah lama dikenal sebagai pemegang Bitcoin yang berpengaruh.

    Ilustrasi investasi aset kripto.
    Ilustrasi investasi aset kripto.

    Baca juga: Visa Pakai Solana dan USDC untuk Tingkatkan Pembayaran Lebih Cepat

    Laporan ini juga mencatat bahwa pada tahun 2022, ketika pasar kripto mengalami penurunan, jumlah alamat dompet kripto dengan aset senilai lebih dari US$ 1 juta turun sekitar 80.000. Forbes bahkan melaporkan bahwa banyak pemain besar di industri ini mengalami kerugian lebih dari US$ 116 miliar karena kebangkrutan bursa dan kondisi pasar yang beruang.

    Adopsi Kripto di Seluruh Dunia

    Selain statistik tentang pemegang kripto, Henley & Partners juga menyajikan Indeks Adopsi Kripto, yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti adopsi publik terhadap kripto, peraturan pemerintah, dan perpajakan kripto. Indeks ini juga memperhitungkan aspek-aspek infrastruktur kripto, inovasi, serta faktor ekonomi yang terkait dengan penggunaan kripto.

    Menurut indeks ini, Singapura menduduki peringkat tertinggi, diikuti oleh Swiss di peringkat kedua, dan Uni Emirat Arab di peringkat ketiga. Sementara itu, Amerika Serikat dan Inggris masing-masing berada di peringkat kelima dan ketujuh. Negara-negara lain yang masuk dalam sepuluh besar termasuk Australia, Kanada, Malta, dan Malaysia.

    Singapura dan Uni Emirat Arab meraih skor tinggi karena kebijakan pajak yang ramah terhadap investor kripto. Meskipun Amerika Serikat dan Inggris tertinggal dalam hal pajak, mereka masih menarik banyak minat dan adopsi kripto. Amerika Serikat memimpin dalam adopsi infrastruktur kripto, sedangkan Inggris unggul dalam inovasi dan teknologi.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • JPMorgan Ciptakan Token Blockchain untuk Pembayaran Global

    JPMorgan, bank terbesar di AS, sedang mengembangkan token berbasis blockchain untuk pembayaran dan penyelesaian internasional. Langkah ini membuat JPMorgan semakin dekat dengan era baru dalam keuangan digital.

    Selain itu, token deposit yang dibangun di blockchain sedang dalam tahap pengembangan akhir meskipun peluncurannya bergantung pada persetujuan peraturan AS. Produk baru ini, pada awalnya, akan ditargetkan untuk klien korporat dengan tujuan mempercepat penyelesaian dan pembayaran.

    Berbeda dengan stablecoin, yang biasanya diterbitkan oleh entitas non-perbankan, lembaga penyimpanan akan menerbitkan token deposit JPMorgan. Selain itu, token deposit berbeda dari JPM Coin bank yang ada.

    JPM Coin hanya memungkinkan transaksi di dalam JPMorgan, sedangkan token baru akan memungkinkan transaksi dengan bank lain. Ini juga akan sesuai untuk berbagai penyelesaian berbasis blockchain, termasuk perdagangan sekuritas yang diberi token.

    JPMorgan telah menyiapkan landasan bagi inovasi ini. Tahun lalu, token deposit diuji dalam proyek kolaboratif oleh Otoritas Moneter Singapura. Seperti JPM Coin, token baru ini akan mematuhi langkah-langkah kepatuhan. Oleh karena itu, seluruh transaksi akan melalui proses “kenali pelanggan Anda” dan anti-penipuan.

    Ilustrasi blockhain di web3.
    Ilustrasi blockchain di web3.

    Baca juga: Grab Menambahkan Fitur Web3 Wallet ke Aplikasinya, Hadir di Indonesia?

    Kendala Kepatuhan dan Peraturan

    Juru bicara JPMorgan menekankan optimisme bank yang berhati-hati; “Token deposit membawa banyak potensi manfaat, namun kami juga menghargai bahwa regulator harus berhati-hati dan rajin sebelum produk baru dikembangkan dan digunakan,” kata mereka.

    Perkembangan ini menambahkan lapisan persaingan yang sedang berlangsung di antara token kripto untuk mempercepat penyelesaian keuangan. Selain JPMorgan, PayPal baru-baru ini meluncurkan stablecoin mereka, PYUSD, untuk mendapatkan keuntungan. Akibatnya, pemain mapan seperti Circle memperluas jangkauan penawaran mereka agar tetap kompetitif.

    Menurut Umar Farooq, CEO cabang web3 JPMorgan, Onyx, token deposit pada blockchain publik adalah “langkah selanjutnya dalam evolusi uang bank komersial digital.”

    Perpindahan JPMorgan ke dalam token deposit berbasis blockchain bukan hanya merupakan lompatan maju bagi bank, tetapi juga merupakan penanda penting bagi industri keuangan. Meskipun sistem ini akan beroperasi setelah persetujuan peraturan diperoleh, kesiapan JPMorgan menunjukkan bahwa dampak terhadap transaksi lintas batas dapat bersifat transformatif setelah lampu hijau diberikan.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Grab Menambahkan Fitur Web3 Wallet ke Aplikasinya, Hadir di Indonesia?

    Grab, platform pemesanan kendaraan terbesar di Asia, telah memperkenalkan fitur Web3 baru yang memungkinkan pengguna mendapatkan voucher NFT untuk restoran dan layanan populer di Singapura. Apakah fitur ini akan hadir di Indonesia?

    Integrasi wallet kripto ke dalam platform Grab membuat inovasi baru bagi basis pengguna yang kini telah mencapai 180 juta orang, langkah ini dapat mempunyai implikasi luas terhadap adopsi aset digital di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya.

    Grab, yang sering disebut sebagai “Uber-nya Asia Tenggara,” telah menjadi kekuatan dominan dalam industri ride-sharing, pesan-antar makanan, dan pembayaran digital di kawasan ini. Keputusan mereka untuk mengintegrasikan dompet kripto Web3 merupakan sebuah terobosan yang dapat mengubah cara masyarakat di Asia Tenggara berinteraksi dengan mata uang kripto.

    Web3 Wallet

    Grab menambahkan fitur Web3 Wallet ke aplikasinya. Sumber: @0xjaypeg  WuBlockchain.
    Grab menambahkan fitur Web3 Wallet ke aplikasinya. Sumber: @0xjaypeg
    WuBlockchain.

    Baca juga: Harga Bitcoin Tiba-tiba Melonjak ke US$ 26K: Apa Data Terbarunya?

    Grab telah menyediakan konten panduan untuk wallet dan Non-Fungible Token (NFT). Hal ini menunjukkan bahwa Grab tidak hanya mengintegrasikan mata uang kripto untuk tujuan pembayaran tetapi juga menyadari potensi NFT dan penerapan teknologi blockchain yang lebih luas. Fitur ini dibuat atas kerja sama dengan Otoritas Moneter Singapura.

    Setelah voucher digunakan, pengguna akan secara otomatis menerima barang koleksi digital di web3 wallet Grab mereka. Koleksi yang menggambarkan landmark terkenal di negara tersebut dapat digunakan untuk menerima lebih banyak hadiah.

    Setelah menekan tombol Web3 pada aplikasi untuk pertama kalinya, pengguna diarahkan untuk membuat wallet kripto, yang dihosting di jaringan blockchain Polygon. Wallet tersebut tampaknya hanya dapat menyimpan voucher dan barang koleksi tertentu saat ini.

    Voucher NFT dapat dibeli di aplikasi cashback Fave. Barang-barang tersebut kemudian dapat digunakan di Grand Prix F1 Singapura mendatang serta di toko-toko yang memenuhi syarat di sekitar kota seperti Mint Museum of Toys dan restoran Jumbo Seafood.

    Fitur ini tampaknya merupakan perpanjangan dari uji coba yang dilakukan Grab pada Oktober tahun lalu dengan penerbit stablecoin StraitsX.

    Mengapa Web3 Wallet Grab Unik

    Grab menambahkan fitur Web3 Wallet ke aplikasinya. Sumber: Pixabay.
    Grab menambahkan fitur Web3 Wallet ke aplikasinya. Sumber: Pixabay.

    Baca juga: Prediksi Harga BTC, Jika ETF Bitcoin Spot Disetujui SEC

    Wallet ini, fungsinya mirip dengan Binance, menawarkan pendekatan unik terhadap manajemen aset digital dengan fokus pada aksesibilitas dan keamanan.

    Berbeda dengan wallet kripto tradisional yang mengandalkan kunci pribadi untuk akses aman, Grab memilih pendekatan yang lebih ramah pengguna dengan kata sandi PIN. Desain yang berpusat pada pengguna ini bertujuan untuk menyederhanakan pengalaman kripto bagi basis pengguna Grab yang sangat besar.

    Selain itu, Grab telah menerapkan sistem pemulihan akun yang mudah digunakan berdasarkan pertanyaan dan jawaban. Pendekatan ini memberikan keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan, terutama bagi pengguna yang mungkin baru mengenal mata uang kripto.

    Saat ini, layanan tersebut tampaknya hanya tersedia di Singapura dan belum ada informasi lebih lanjut mengenai kehadirannya di Indonesaia.Reputasi Singapura sebagai pemimpin fintech global dan menunjukkan bahwa negara ini dapat menjadi tempat uji coba integrasi kripto Grab.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Tiba-tiba Melonjak ke US$ 26K: Apa Data Terbarunya?

    Aset kripto terbesar di dunia, Bitcoin (BTC), telah meningkat lebih dari 2% pada Jumat (8/9) pagi dengan pergerakan yang tiba-tiba. Menurut data terbaru, harga Bitcoin telah naik 2,3% dalam 24 jam terakhir dengan pergerakan tiba-tiba dari sekitar US$ 25.800 dan diperdagangkan pada US$ 26.200 pada saat penulisan ini.

    Altcoin diamati mengikuti BTC, meskipun secara proporsional lebih rendah. Harga Ethereum (ETH) meningkat sebesar 1,8%, harga BNB meningkat sebesar 1,2%, dan harga XRP meningkat sebesar 0,7% dalam satu jam terakhir.

    Di antara 100 aset kripto yang mengalami peningkatan paling besar dalam satu jam terakhir adalah ALGO, LTC, dan LINK.

    Likuidasi Tinggi

    Saat memeriksa data likuidasi, terhat bahwa sekitar US$ 28,33 juta likuidasi terjadi di pasar kripto dalam satu jam terakhir. Dari jumlah tersebut, US$ 23,75 juta merupakan transaksi pendek dan US$ 4,59 juta merupakan transaksi panjang.

    Grafik harian Bitcoin BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian Bitcoin BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: ARK Invest, VanEck & 21Shares Mendaftar untuk ETF Ethereum Spot

    Likuidasi terbanyak terjadi di BTC dengan US$ 17,87 juta, diikuti oleh ETH, TRB, dan SOL.

    Berita penting yang dapat memicu kenaikan ini salah satunya datang dari JPMorgan yang akan meluncurkan token berbasis Blockchain adalah salah satu perkembangan positif hari ini.

    Berita Positif

    Berita positif yang mendorong kenaikan harga Bitcoin datang dari JPMorgan, bank terbesar di AS, yang sedang mengembangkan token berbasis blockchain untuk pembayaran dan penyelesaian internasional.

    Menurut laporan Bloomberg, seseorang yang mengetahui masalah ini mengatakan bahwa bank terbesar AS, JPMorgan Chase & Co., sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan mata uang digital jenis baru yang dapat mempercepat pembayaran dan penyelesaian internasional.

    Orang tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya karena proyek tersebut masih dalam tahap awal, mengatakan bahwa bank tersebut sedang menyelidiki penggunaan token deposit berbasis blockchain yang akan bertindak sebagai mata uang digital yang dapat ditransfer yang mewakili klaim deposit terhadap proyek tersebut.

    Sumber tersebut menambahkan bahwa bank telah mengembangkan banyak infrastruktur yang diperlukan untuk menjalankan sistem pembayaran baru, namun tidak akan membuat token kecuali mendapat persetujuan dari regulator AS.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi.



    Sumber : news.tokocrypto.com