Author: 28

  • Keuntungan Trading Kripto dengan Limit Order

    Dalam dunia trading kripto, kecepatan dan volatilitas pasar menjadi dua faktor yang sangat penting. Untuk mengatasi ketidakstabilan harga dan memaksimalkan potensi keuntungan, banyak trader kripto menggunakan berbagai strategi. 

    Salah satu strategi yang sering digunakan adalah “limit order.” Artikel ini akan menjelaskan tentang keuntungan menggunakan limit order dalam trading kripto dan bagaimana strategi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi trading Anda.

    Pengertian Limit Order

    Sebelum membahas keuntungan, mari kita pahami apa itu limit order. Limit order adalah jenis pesanan di pasar yang memungkinkan trader untuk membeli atau menjual aset kripto pada harga yang telah ditentukan sebelumnya atau lebih baik. 

    Ketika trader menempatkan limit order, pesanan tersebut akan tetap aktif di pasar sampai harga yang diinginkan tercapai atau lebih baik, atau hingga pesanan tersebut dibatalkan oleh trader. 

    Limit order merupakan alat yang sangat berguna bagi trader kripto karena memberikan mereka lebih banyak kontrol atas harga yang ingin mereka peroleh dalam perdagangan. 

    Ilustrasi trading kripto dengan limit order. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi trading kripto dengan limit order. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: 6 Cara Belajar Main Kripto untuk Pemula yang Baik dan Bijak

    Dalam konteks perdagangan kripto yang beroperasi selama 24/7 tanpa henti, trader seringkali tidak dapat secara aktif memantau pergerakan harga setiap saat. Dengan menggunakan limit order, trader dapat dengan tepat menentukan harga masuk atau keluar dari pasar tanpa harus berada di depan layar sepanjang waktu.

    Keuntungan Limit Order

    Salah satu keuntungan utama dari menggunakan limit order adalah mengurangi pengaruh emosi dalam pengambilan keputusan. Saat trading kripto, fluktuasi harga yang tajam dapat menyebabkan kepanikan dan membuat trader mengambil keputusan impulsif. Dengan menggunakan limit order, Anda telah menentukan level harga yang sesuai dengan analisis sebelumnya. Ini membantu Anda tetap pada rencana trading tanpa terpengaruh oleh perubahan harga yang mendadak.

    Dalam kondisi pasar yang sangat volatil, harga aset kripto dapat bergerak dengan cepat dan melebihi ekspektasi trader. Dengan limit order, Anda dapat memastikan bahwa eksekusi trading dilakukan pada harga yang ditentukan atau lebih baik. Ini memberi Anda kesempatan untuk memanfaatkan pergerakan harga sesuai dengan strategi trading Anda.

    Di pasar yang likuiditasnya rendah, slippage dapat menjadi masalah serius. Slippage adalah perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga di mana perdagangan sebenarnya dilakukan.

    Limit order membantu mengurangi risiko slippage karena pesanan akan dieksekusi hanya pada level harga yang ditentukan. Dalam kondisi pasar yang bergejolak, menghindari slippage adalah langkah penting untuk mengurangi potensi kerugian.

    Menerapkan Strategi Limit Order

    Ilustrasi trading kripto dengan limit order pada transaksi BIDR/IDR. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: 5 Strategi Untung Investasi Kripto saat Sideways Market

    Salah satu keuntungan menarik dalam trading kripto dengan limit order adalah biaya transaksi yang rendah. Beberapa platform perdagangan kripto menawarkan opsi trading dengan biaya yang sangat minim atau bahkan nol untuk limit order. Sebagai contoh, mari kita lihat bagaimana trading limit order di platform Tokocrypto dapat memberikan keuntungan kepada para trader.

    Dalam kasus khusus trading di Tokocrypto, seperti trade di Rp 1 untuk setiap BIDR/IDR menggunakan limit order, trader dapat melakukan transaksi dengan biaya yang hampir tidak terasa atau nol. Hal ini tentunya memberikan keuntungan bagi trader dengan modal terbatas atau yang ingin memaksimalkan potensi keuntungan dengan mengurangi biaya transaksi mereka.

    Bayangkan, ketika Anda melakukan perdagangan dengan volume yang cukup besar, biaya transaksi yang rendah seperti itu dapat memberikan efek kumulatif yang signifikan, meningkatkan keuntungan bersih dari trading Anda.

    Trading kripto dengan limit order menawarkan sejumlah keuntungan yang signifikan. Dari mengurangi pengaruh emosi dalam pengambilan keputusan, mengoptimalkan eksekusi trading, hingga mengurangi risiko slippage, limit order adalah alat yang berguna bagi para trader untuk meningkatkan efisiensi perdagangan kripto mereka.

    Ditambah lagi, biaya transaksi yang rendah, seperti trading di Rp 1 untuk setiap BIDR/IDR transaksi di platform Tokocrypto, memberikan keuntungan tambahan bagi trader dengan modal terbatas atau yang ingin mengurangi biaya transaksi mereka. Apalagi promosi bebas biaya trading BIDR/IDR-nya masih panjang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bursa Kripto Potensi Kembalikan Gairah Pasar dan Investor di Indonesia

    Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) memberi sambutan hangat atas diresmikannya Bursa, Kliring, dan Pengelola Tempat Penyimpanan (Depository) aset kripto di Indonesia oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI). Peresmian ini menunjukkan langkah progresif BAPPEBTI dan komitmen pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan teknologi aset kripto di Indonesia.

    Ketua ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda mengatakan, pendirian dan pemberian izin ini merupakan langkah awal dalam penyelenggaraan transaksi yang sesuai dengan peraturan BAPPEBTI. 

    “Langkah ini juga menjadi momentum penting bagi Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) untuk memperoleh status pedagang fisik aset kripto. Selain itu, peresmian ini juga memberikan wadah bagi pelaku usaha untuk bertransaksi secara aman dan terpercaya,” kata pria yang akrab disapa Manda. 

    Asih Karnengsih, Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I), juga menyatakan optimismenya akan masa depan kripto di Indonesia. “Peresmian Bursa, Kliring, dan Pengelola Tempat Penyimpanan (Depository) aset kripto ini membuka jalan bagi akselerasi pertumbuhan industri aset kripto domestik dalam hal pengawasan dan pengembangan produk dan jasa dalam transaksi aset kripto,” tutur Asih. 

    Aspirasi Pelaku Industri

    Asih Karnengsih, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI).
    Asih Karnengsih, Chairwoman Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I).

    Baca juga: CFX Resmi Jadi Bursa Kripto di Indonesia: Perkuat Ekosistem Aset Digital

    Asih juga menekankan pentingnya Bursa, Lembaga Kliring, dan Depository untuk mempertimbangkan biaya keanggotaan dan transaksi demi mempertahankan daya saing pelaku usaha lokal. Adanya beban biaya pajak yang harus dibayarkan CPFAK (PPh Badan) serta pajak yang dikenakan pada pelanggan (PPN & PPh), pengenaan biaya keanggotaan dan transaksi aset kripto pada organ penyelenggaraan pasar, diharapkan tidak akan menjadi penambahan beban bagi CPFAK atau pengenaan biaya lebih pada pelanggan.

    Hal ini dapat mendorong berpindahnya minat pada penggunaan platform transaksi aset kripto asing atau tidak terdaftar, yang juga dapat mengakibatkan capital outflow. Diperlukan upaya akselerasi dan intensif dari Pemerintah, untuk membina pertumbuhan industri, mengingat Indonesia memiliki potensi dalam industri aset kripto yang besar untuk bersaing dengan negara-negara Asia Tenggara. 

    Saat ini, industri aset kripto di Indonesia telah memasuki babak baru yang diiringi dengan semangat optimisme. Yudhono Rawis, CEO Tokocrypto mengatakan langkah selanjutnya yang harus dilakukan industri kripto di Indonesia adalah pengembangan inovasi produk dan layanan kripto yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pasar Indonesia. 

    Gairahkan Pasar Lokal

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis. Sumber: IDNFT.

    Baca juga: Apa Itu Kelas Crypto Tokocrypto?

    Menurut Yudho, meskipun pasar global saat ini cenderung turun, keberadaan bursa kripto dengan segala fungsinya dapat memberikan sentimen positif bagi pasar lokal. Dengan adanya lebih banyak pilihan dan layanan yang ditawarkan oleh bursa kripto, diharapkan akan menarik minat investor dan mendongkrak likuiditas, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sentimen harga aset kripto secara global.

    “Kami berharap industri kripto di Indonesia dapat lebih matang dalam menciptakan ekosistem agar lebih terintegrasi dan berdaya saing dengan global players. Dengan adanya bursa kripto, potensi untuk menggairahkan transaksi di pasar lokal sangat mungkin terjadi. Bursa berperan sebagai pusat perdagangan aset kripto dan mampu menciptakan likuiditas yang lebih tinggi. Pengembangan produk juga dapat menjadi pendorong penting untuk kembali menghidupkan pasar kripto di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan minat dan aktivitas perdagangan,” kata Yudho.

    Dalam keterangannya, Yudho memastikan Tokocrypto sudah mengajukan pendaftaran untuk mendapatkan Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB). Setelah meperoleh SPAB, Calon Pedagang Fisik Aset Kripto akan kembali mendaftar ke Bappebti untuk mendapat izin sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto. “Semoga proses ini bisa berlangsung dengan cepat dan tidak ada hambatan.” 

    ASPAKRINDO dan A-B-I berkomitmen terus berkolaborasi dengan pihak berwenang dan stakeholder dalam membangun regulasi yang inklusif, mendukung pertumbuhan berkelanjutan industri aset kripto di Indonesia dan untuk mencapai keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan konsumen.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tether (USDT) Jadi Stablecoin Favorit, Punya Cadangan Aset Besar

    Tether (USDT) masih menjadi stablecoin favorit para pelaku pasar aset kripto sehingga nilai cadangan asetnya terus melonjak. Karena hal penting bagi USDT adalah mempertahankan cadangan, bahkan setelah disesuaikan dengan inflasi.

    Dilaporkan Cryptonomist, Tether merilis laporan keuangan stablecoin USDT untuk kuartal kedua tahun 2023. Sejak The Fed menaikkan suku bunga ke level tertinggi, investasi Tether di obligasi pemerintah AS mulai menghasilkan lebih banyak dari biasanya.

    Berkat keuntungan selama kuartal tersebut, Tether mampu meningkatkan kelebihan cadangan aset sebanyak US$ 850 juta menjadi total US$ 3,3 miliar. Keabsahan laporan ini dikonfirmasi oleh auditor independen BDO, salah satu dari lima besar kantor akuntan publik independen dunia, yang menyatakan sesuai dengan data yang sebenarnya.

    Berkat semua ini, per 30 Juni 2023, Tether memiliki aset hampir US$ 86,5 miliar, tetapi hanya liabilitas US$ 83,2 miliar, di mana 83.178.020.411 di antaranya adalah token digital yang diterbitkan.

    Cadangan Tether untuk USDT

    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).
    Ilustrasi stablecoin Tether (USDT).

    Baca juga: Perbandingan Stablecoin USDT dan BUSD: Mana Lebih Baik?

    Kelebihan cadangan adalah aset yang tidak digunakan untuk menutupi nilai pasar dari token yang dikeluarkan, namun sebenarnya merupakan surplus, yang dilakukan dengan kehati-hatian sederhana.

    Dengan kata lain, tidak hanya semua token yang diedarkan oleh Tether tercakup dalam cadangan standar, tetapi dalam laporan itu diklaim, perusahaan juga memiliki kelebihan cadangan sebesar US$ 3,3 miliar untuk digunakan, jika terjadi ‘peristiwa’ yang tidak biasa.

    Misalnya, pada bulan Maret lalu, ketika Silicon Valley Bank bangkrut, pesaing stablecoin utama Tether, yaitu USDC, tiba-tiba kehilangan akses ke cadangan lebih dari US$ 3 miliar, sehingga kehilangan cakupan token penuh dan pasak dengan dolar AS.

    Kelebihan cadangan dapat berguna dalam kasus seperti itu, yaitu ketika bagian dari cadangan aset yang menjamin stablecoin hilang karena alasan apa pun, bahkan tidak terkait dengan pengelola.

    Pada tahun 2018, Tether mengalami masalah yang sama, ketika sekitar US$ 800 juta dibekukan karena penyitaan aset bank yang digunakan sebagai tempat cadangannya. Dana tersebut kemudian dikeluarkan, tetapi butuh waktu berbulan-bulan, selama itu USDT tidak lagi tercakup 100%.

    Perusahaan telah lama memutuskan untuk memasukkan keuntungan bersihnya ke dalam cadangan tambahan, tepatnya untuk membangun semacam perbendaharaan yang dapat digunakan dalam keadaan darurat.

    Apa Itu Tether (USDT)?

    gambaran jenis jenis stable coin
    Ilustrasi stablecoin.

    Baca juga: MicroStrategy Mau Borong BTC Lagi, Pasar Kripto dan Harga Bitcoin Naik

    Tether adalah salah satu jenis stablecoin yang dikeluarkan oleh Tether Limited. Nilainya diikatkan pada mata uang fiat, seperti dolar AS (USD), untuk menciptakan stabilitas harga. Tether menjadi solusi bagi para trader dan investor dalam industri mata uang kripto yang ingin mempertahankan nilai aset mereka tanpa harus meninggalkan ekosistem kripto.

    Tether menawarkan stabilitas nilai karena nilainya diikat pada mata uang fiat. Hal ini membantu menghindari fluktuasi harga yang tinggi yang sering terjadi pada kripto lainnya. Sebagai stablecoin yang paling umum diperdagangkan, Tether menawarkan likuiditas tinggi, memudahkan para pengguna untuk masuk dan keluar dari posisi perdagangan dengan mudah.

    Tether telah diadopsi secara luas oleh para trader, investor, dan perusahaan di seluruh dunia. Keberadaannya yang luas membuatnya menjadi salah satu stablecoin terdepan dalam industri kripto.

    Sebagai alat yang penting dalam industri, Tether terus menjadi pilihan utama para pelaku pasar untuk melindungi nilai aset mereka dan memfasilitasi perdagangan dan investasi di dunia kripto.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Tak Bergairah, Ini Penyebabnya Dalam Sepekan Terakhir

    Pasar kripto masih kurang bergairah dalam sepekan terakhir. Bahkan, Bitcoin, Ether, dan semua 10 kripto non-stablecoin teratas lainnya turun dalam perdagangan Jumat (4/8) pagi. Sementara secara keseluruhan, volatilitas harga BTC dan ETH tetap rendah karena sentimen bearish mencengkeram investor, terutama karena aksi harga Bitcoin. 

    Total kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 1,7 persen, berjumlah sekitar US$ 1,16 triliun pada hari Jumat pagi. Harga Bitcoin terpantau diperdagangkan sekitar US$ 29.000 mendekati level dukungan penting US$ 28.400. Selain itu, altcoin gagal memanfaatkan kelemahan Bitcoin, menandakan sentimen bearish lebih lanjut.

    Ada beberapa sentimen negatif utama yang membuat pasar kripto tetap lesu di awal Agustus ini, meski kabar MicroStrategy yang akan menjual saham untuk akumulasi lebih banyak Bitcoin tidak cukup mendorong BTC ke zona hijau.

    Pertama, volume perdagangan kripto yang merosot yang menimbulkan investor dan trader kurang bergairah karena likuiditas yang belum stabil. Anehnya, peristiwa halving Litecoin ketiga yang terjadi pada hari Rabu (2/8), tetapi volume perdagangan kripto menyaksikan kemerosotan yang signifikan. Mungkin trader melakukan aksi “buy the rumor, sell the news,” dan kemudian mengambil untung sebelum kenaikan Bitcoin.

    Insiden peretasan Curve Finance dan AAVE Protocol Fiasco atas pinjaman US$ 60 juta USDT, serta kabar SEC mengintensifkan pengawasannya terhadap proyek kripto dan tuntutan terhadap Terraforms Labs dan Don Kwon tetap dilanjutkan, mengikuti keputusan Ripple atas penjualan XRP juga memicu sentimen bearish di pasar.

    Sentimen Bearish

    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat, 04 Agustus 2023. Sumber: Alternative.me.
    Ilustrasi Bitcoin Fear and Greed Index pada Jumat, 04 Agustus 2023. Sumber: Alternative.me.

    Baca juga: Bursa Kripto Potensi Kembalikan Gairah Pasar dan Investor di Indonesia

    Rug pull pada BALD menimbulkan ketakutan di kalangan investor kripto, meskipun ada jaminan peningkatan pengawasan peraturan. Data on-chain juga mengungkapkan lonjakan signifikan dalam aktivitas crypto whale, menambah ketakutan keseluruhan akan sentimen bearish yang berlaku di pasar. Banyak whale yang mulai memindahkan asetnya ke exchange untuk siap-siap dalam posisi jual, ketika harga Bitcoin naik.

    Pasar kripto akan cenderung sideways dan turbulensi akan segera menjelang perilisan data ketenagakerjaan AS atau Non-Farm Payroll (NFP) pada Jumat (4/8) malam yangakan menjadi sorotan di mana, investor akan mencari tanda-tanda untuk melihat kondisi inflasi AS.

    Dalam jangka panjang, data CPI Juli pada 10 Agustus dan keputusan pertama SEC yang akan datang pada aplikasi ETF Bitcoin BlackRock pada 12 Agustus juga menjadi perhatian di pekan depan. SEC memiliki tenggat waktu hingga 240 hari untuk menyetujui, menolak, atau menunda aplikasi ETF Bitcoin.

    Sementara itu, kemungkinan dominan di bulan Agustus dan September akan mengalami penurunan harga Bitcoin. Oleh karena itu, Agustus dan September dapat menjadi titik yang potensial untuk melakukan trading atau strategi dollar cost averangi (DCA) untuk mengakumulasi aset.

    Menurut Fear and Greed Index, sentimen pasar terhadap Bitcoin saat ini masih netral, dengan poin berada di 54, yang mengalami kenaikan dari 52 poin. Kenaikan ini masih mencerminkan sikap optimis pelaku pasar menjelas rilis data ekonomi AS menjelang akhir pekan.

    Analisis Harga Bitcoin (BTC)

    BTC/USDT 4H Time Frame by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Proyeksi Pasar Kripto Agustus 2023: Potensi Turun atau Naik?

    Prediksi pergerakan harga Bitcoin dalam 1-2 minggu ke depan adalah mengalami penurunan, dengan target penurunan di sekitar US$ 28.322. Saat ini, Bitcoin sedang konsolidasi di kisaran harga US$ 29.100-US$ 29.500 dan belum menunjukkan adanya breakdown dari level support-nya.

    Namun, apabila harga Bitcoin turun di bawah US$ 29.000, itu dapat menjadi konfirmasi untuk pergerakan harga breakdown. Sebagai investor atau pengguna Bitcoin, sangat penting untuk berhati-hati selama periode tersebut. Jika prediksi penurunan harga terjadi dari harga saat ini sekitar US$ 29.366, maka estimasi penurunan harganya adalah sekitar -3,48%. 

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Halving Litecoin Tidak Mendorong Kenaikan Harga Segera, Ini Analisanya

    Litecoin telah menyelesaikan halving ketiga dalam sejarahnya pada 2 Agustus lalu. Momen halving Litecoin ini terjadi setiap empat tahun, memotong setengah penghargaan penambang dari 12,5 LTC menjadi 6,25 LTC.

    Halving biasanya dilihat sebagai katalis yang dapat mendorong kenaikan harga token asli jaringan yaitu LTC dalam jangka panjang. Namun, LTC bergerak ke arah yang berlawanan beberapa jam setelah peristiwa tersebut, saat ini diperdagangkan pada Kamis (3/8) pukul 12.00 WIB berada disekitar US$ 86,80 (6% lebih rendah dari penilaian kemarin).

    Tim di belakang salah satu protokol blockchain tertua ini mengumumkan Litecoin akan memotong hadiah per blok menjadi 6,25 LTC dari 12,5 LTC. halving sebelumnya terjadi pada 5 Agustus 2019, dan 25 Agustus 2015. Menurut pendiri Litecoin Charlie Lee, halving disinflasi ini membantu mencapai adopsi massal tanpa mengorbankan keamanan jaringan.

    Harga LTC

    Grafik harga Litecoin LTC/USDT. Sumber: Tradingview.
    Grafik harga Litecoin LTC/USDT. Sumber: Tradingview.

    Baca juga: Tether (USDT) Jadi Stablecoin Favorit, Punya Cadangan Aset Besar

    Namun, respons Litecoin terhadap dua kejadian sebelumnya sama sekali tidak bullish. Setelah halving pada Agustus 2015, Litecoin diperdagangkan antara US$ 2,8-US$ 3,6 selama 19 bulan, sebelum penembusan yang bertepatan dengan reli Bitcoin dan melihat harga naik setinggi US$ 370 pada Desember 2017. Pola yang agak mirip terjadi setelah separuh Agustus 2019.

    Dikutip CoinDesk, mungkin trader memberi harga pada halving sebelum terjadi, seperti yang terlihat dari aksi “buy the rumor, sell the news,” dan kemudian mengambil untung selama berbulan-bulan sebelum menunggu kenaikan Bitcoin.

    Sikap acuh tak acuh LTC terhadap peristiwa penting tersebut dapat dijelaskan oleh fakta bahwa pada kedua kesempatan tersebut, Bitcoin, aset kripto terkemuka berdasarkan nilai pasar dan jangkar industri, merawat efek lanjutan dari bear market yang brutal.

    Lebih penting lagi, pasar kripto bull biasanya dimulai beberapa bulan setelah halving Bitcoin, yang terjadi 8-9 bulan setelah pengurangan separuh Litecoin. Halving keempat Bitcoin akan jatuh tempo pada Maret/April 2024.

    Litecoin Peningkatan Adopsi

    Ilustrasi halving Litecoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi halving Litecoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Altcoin Layak Dipantau: Litecoin (LTC), Solana (SOL) hingga Ripple (XRP)

    Di samping potensi harga LTC, halving Litecoin menjadi momen penting. Berbicara tentang adopsi Litecoin sebagai metode pembayaran, CEO BitPay Stephen Pair mengatakan kepada Cointelegraph bahwa pembayaran Litecoin dan Bitcoin Lightning memiliki bulan terbaik dalam sejarah platform pembayaran global.

    Dibuat oleh Charlie Lee pada tahun 2011, Litecoin adalah salah satu protokol blockchain pertama. Secara detail teknis, karakteristik utamanya mirip dengan Bitcoin. Jika Bitcoin sering dibandingkan dengan “emas digital,” sedangkan Litecoin mendapat julukan “perak digital” karena kesamaan yang mendasarinya dengan yang pertama.

    Protokol blockchain memiliki batas pasokan tetap sebesar 84 juta koin yang pernah ada. Terlepas dari harapan jangka panjang itu, harga aset LTC bisa berpotensi mengalami kenaikan di masa depan.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proyeksi Pasar Kripto Agustus 2023: Potensi Turun atau Naik?

    Setelah paruh pertama tahun 2023 yang kuat, pasar kripto memulai semester kedua tahun ini dengan kinerja yang lesu. Meskipun ada sejumlah sentimen positif, belum cukup untuk menggerakan pasar kripto ke zona hijau secara terus menerus.

    Menurut indeks Bitcoin Monthly returns, Pergerakan harga Bitcoin pada bulan Juli lalu berakhir dengan minus, karena tidak dapat mempertahankan harga di atas US$ 30.400 hingga tanggal 31 Juli 2023. Meskipun selama tiga tahun berturut-turut (2020, 2021, dan 2022) Bitcoin mengalami tren bullish pada bulan Juli, namun pada tahun ini ditutup dengan koreksi merah. 

    Menurut Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, pergerakan Bitcoin di awal semester dua tahun 2023 mengalami koreksi sebesar -4,02%. Bagi para trader, bulan Juli merupakan bulan pertama di kuartal ke-3 yang memiliki banyak harapan, karena pergerakannya dapat menjadi penentu bagi posisi Bitcoin selama tiga bulan ke depan.

    “Jika dibandingkan dengan performa Bitcoin pada kuartal I dengan kenaikan sebesar 71,77% dan kuartal II dengan kenaikan 7,19%, prediksi untuk kuartal III adalah bahwa Bitcoin memang akan mengalami pelemahan harga. Namun, tidak ada yang bisa tahu dengan pasti apakah kuartal ini akan ditutup dengan persentase harga minus atau plus. Pergerakan Bitcoin sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar dan berbagai faktor fundamental yang terjadi di masa depan,” jelas Fyqieh.

    Proyeksi Agustus 2023

    Bitcoin Monthly returns. Sumber: Coinglass.
    Bitcoin Monthly returns. Sumber: Coinglass.

    Baca juga: Riset: Bitcoin Sekarang Lebih Stabil dari Emas, Potensi Bullish BTC?

    Menurut Fyqieh, pergerakan Bitcoin dan aset kripto utama lainnya masih cenderung datar atau sideways sepanjang bulan Agustus 2023. Indikator teknis jangka pendek BTC pada awal Agustus ini berubah menjadi bearish, menandakan adanya kemungkinan penurunan menjadi di bawah US$ 29.000. Namun bisa juga berbalik arah raih kembali di level psikologisnya US$ 30.000, dengan catatan ada kabar positif yang fundamental terjadi di industri kripto dan ekonomi global.

    “Pergerakan harga Bitcoin masih berada di level US$ 30.000 dalam dua minggu terakhir, belum ada sentimen yang kuat mendorong laju BTC ke zona hijau. Kabar MicroStrategy yang akan membeli lebih banyak Bitcoin, juga tak menjadi fondasi kuat. Di samping itu, kondisi ekonomi makro belum stabil untuk menggairahkan pasar,” jelasnya.

    Satu hal yang penting dan akan benar-benar menggerakkan Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan adalah sikap Federal Reserve AS terhadap kenaikan suku bunga. Bitcoin setelah sempat melewati level US$ 31.000 sekarang diperdagangkan dalam kisaran terkonsolidasi karena para investor tampak gelisah. 

    “Meskipun demikian, tidak perlu khawatir terkait dengan koreksi tersebut, karena bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk mulai melakukan akumulasi aset Bitcoin. Kita hampir selesai dengan siklus kenaikan suku bunga, sehingga hambatan ekonomi makro saat ini akan segera mulai memudar. Secara bersamaan, kita berjarak sekitar delapan bulan dari peristiwa halving Bitcoin berikutnya, yang secara historis selalu mendorong harga naik secara dramatis,” tutur Fyqieh.

    Sentimen dan Potensi Altcoin

    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

    Baca juga: D3 Labs Melalui Seaseed Dorong Inovasi Blockchain Enterprise

    Di samping itu, ada sentimen yang patut dicermati oleh pelaku pasar di bulan Agustus, salah satunya soal nasib pengajuan aplikasi ETF Bitcoin spot. SEC memiliki waktu hingga 12 dan 13 Agustus untuk menyetujui, menolak, atau menunda ETF Bitcoin oleh BlackRock, 21Shares dan Ark Invest.

    Tanggal 13 Agustus menandai 45 hari dari batas waktu yang diberikan oleh SEC. Pada tanggal tersebut, SEC akan mengeluarkan keputusan atas produk atau meminta perpanjangan untuk pertimbangan lebih lanjut. SEC sendiri memiliki tenggat waktu bertahap yang dibagi empat periode, mulai 45 hari, 90 hari, 60 hari dan 240 hari.

    Pelaku pasar bisa mempertimbangkan untuk memperhatikan altcoin utama. Menurut Fyqieh, altcoin sejauh ini akan terus mengungguli Bitcoin.Saat dominasi Bitcoin mulai goyah, ada tanda-tanda bahwa musim altcoin baru akan segera tiba.

    “Tingkat Bitcoin Dominance (BTCD)  telah meningkat secara signifikan sejak titik terendahnya di 39% pada September 2022. Peningkatan tersebut mendapatkan momentum padamencapai level tertinggi selama dua tahun terakhir, lebih dari 52% pada akhir Juni, tetapi kemudian turun di bawah 50 persen karena reli altcoin yang dipicu oleh kemenangan Ripple,”tutur Fyqieh.

    Secara historis, ketika dominasi Bitcoin telah meningkat untuk memperhitungkan sebagian besar pasar kripto, itu sering menandakan dimulainya musim altcoin. Ini karena investor mulai merotasi keuntungan mereka dari BTC karena mereka yakin aset digital itu tidak akan naik lebih jauh. Keuntungan ini kemudian masuk ke altcoin, meningkatkan permintaan sebagian besar altcoin dan menyebabkan harganya naik.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • D3 Labs Melalui Seaseed Dorong Inovasi Blockchain Enterprise

    D3 Labs, perusahaan fintech berbasis blockchain di Indonesia, dengan bangga mengumumkan peluncuran produk inovatif mereka, Enterprise Multi-currencies Financial System (EMFS), yang didukung oleh Seaseed. Platform revolusioner ini menjadi fasilitator penting untuk transaksi intra-perusahaan dalam negeri maupun lintas batas.

    Kolaborasi ini melibatkan D3 Labs dan Seaseed, produk unggulan untuk infrastruktur blockchain enterprise yang dikembangkan oleh tim talenta teknologi dari Indonesia dan Singapura. Seaseed adalah produk luar biasa dari D3 Labs yang menawarkan solusi blockchain untuk perusahaan, memberikan nilai dan efisiensi yang nyata.

    Selama fase Minimum Viable Product (MVP), D3 Labs menggunakan EMFS untuk serangkaian transaksi, berkolaborasi dengan mitra perbankan yang telah memiliki lisensi. Tujuan utama transaksi ini adalah untuk mengidentifikasi dan mendokumentasikan potensi penghematan dan nilai yang dapat dihasilkan dengan mengadopsi teknologi Seaseed.

    Chung Ying Lai, CEO D3 Labs, menjelaskan bahwa dalam ekonomi global saat ini, bisnis menghadapi biaya transaksi yang tinggi, terutama saat melakukan transfer lintas batas. EMFS hadir untuk menyediakan alternatif yang efisien dengan meminimalkan biaya untuk transfer dalam negeri dan menawarkan penghematan biaya hingga 70% untuk transaksi mata uang asing (FX spot). Pengurangan biaya ini memungkinkan perusahaan mengalokasikan sumber daya secara strategis dan mendorong pertumbuhan dan inovasi.

    “Keunggulan produk kami terletak pada penggunaan teknologi blockchain untuk memastikan transaksi yang aman dan transparan. Produk kami memungkinkan transaksi langsung dengan mata uang negara-negara di Asia Tenggara, menghilangkan kebutuhan akan perantara tradisional sehingga menghasilkan operasi bisnis yang lebih cepat dan efisien,” ujar Ying.

    Keunggulan Produk

    TIm D3 Labs. Sumber: D3 Labs.
    TIm D3 Labs. Sumber: D3 Labs.

    Baca juga: Cardano Spot: Platform Inovatif untuk Perkuat Komunitas Blockchain

    Hasil dari studi kasus yang dilakukan D3 Labs terhadap produk EMFS ini mencakup beberapa hal:

    • Penghematan Biaya: EMFS menghadirkan pengurangan biaya langsung untuk berbagai jenis transaksi.
      • Di platform ini, tidak ada biaya yang dibebankan untuk transfer dalam negeri, berbeda dengan hingga 4% dari jumlah transaksi yang dikenakan oleh penyedia layanan saat ini.
      • Selain itu, dalam transaksi mata uang asing (FX spot), klien perusahaan dapat mengantisipasi penghematan biaya hingga 70% dibandingkan dengan biaya FX saat ini, yang ditentukan berdasarkan selisih total antara nilai tengah dan biaya terkait.
    • Waktu Penyelesaian yang Lebih Singkat: EMFS meningkatkan kecepatan transaksi untuk beberapa jenis transaksi. Platform ini mengurangi waktu penyelesaian sebelumnya yang memakan waktu 2 hari kerja menjadi hampir seketika, tersedia 24/7, termasuk hari libur dan akhir pekan.
    • Efisiensi Proses yang Ditingkatkan: Platform ini menyederhanakan pengelolaan dana di berbagai entitas dalam suatu ekosistem. Hal ini dicapai dengan standarisasi proses pembayaran, sehingga meningkatkan efisiensi dan mengurangi rekonsiliasi dan potensi kesalahan.
    • Optimisasi Dana Operasional: EMFS menawarkan pendekatan pengelolaan dana operasional yang dioptimalkan dan terpusat, memastikan aliran likuiditas yang lancar dalam ekosistem.

    “Potensi penghematan biaya bagi perusahaan bisa mencapai tingkat yang mengesankan. Kolaborasi ini bukan hanya tentang teknologi, tetapi merupakan simbol dari berbagai kemungkinan. Dengan menghubungkan ekosistem mereka melalui solusi ini, mereka tidak hanya menciptakan produk; namun membangun hubungan jaringan dengan perusahaan-perusahaan di seluruh dunia,” tambah Ying.

    Momen Bersejarah

    Peluncuran MVP pilot ini menandai momen bersejarah dalam dunia blockchain. Dengan tekad yang teguh dan semangat kolaborasi, D3 Labs bergabung dengan perusahaan fintech terpercaya di Indonesia untuk mewujudkan visi mereka.

    Hasilnya adalah MVP pilot yang luar biasa, yang menunjukkan potensi besar untuk penghematan biaya dan efisiensi proses serta mengkonfirmasi komitmen bersama Seaseed dan D3 Labs terhadap keunggulan dan inovasi. Tonggak ini menandai awal era baru, di mana teknologi canggih dan kemitraan strategis bersatu untuk menentukan ulang lanskap transaksi enterprise.

    “D3 Labs dengan antusias menantikan pengembangan solusi blockchain kami, dan kami sangat mengucapkan terima kasih kepada semua pendukung atas kepercayaan dan dukungannya yang berkelanjutan. Bersama-sama, kami memulai fase berikutnya dari perjalanan kami, menciptakan masa depan yang visioner untuk teknologi blockchain enterprise,” tutup Ying.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Bloomberg Berbagi Peluang ETF Bitcoin Disetujui Bikin Kripto Naik

    Persetujuan aplikasi ETF Bitcoin oleh sejumlah perusahaan keuangan raksasa di Amerika Serikat (AS) diyakini akan memicu lonjakan harga kripto di pasar. Analis Bloomberg, James Seyffart dan Eric Balchunas menaikkan ekspektasi mereka untuk persetujuan ETF Bitcoin oleh Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) di masa depan.

    Seyffart dan Balchunas menaikkan ekspetasi sekitar 65% dari 50%, bahwa SEC akan menyetujui aplikasi ETF Bitcoin dari sejumlah perusahaan, seperti BlackRock. Analis mencantumkan keterlibatan BlackRock dan Coinbase dalam pengajuan aplikasi akan berdampak luas.

    Sejauh ini pertarungan hukum yang sedang berlangsung antara SEC dan Grayscale Investments atas kepercayaan Bitcoin, dan kemenangan signifikan XRP dalam gugatannya terhadap SEC sebagai peristiwa penting yang memengaruhi pandangan akhir mereka.

    Keniscayaan ETF Bitcoin

    Ilustrasi Bitcoin.
    Ilustrasi Bitcoin.

    Baca juga: Halving Litecoin Tidak Mendorong Kenaikan Harga Segera, Ini Analisanya

    Seyffart mengatakan dia mengikuti perlombaan antara delapan pelamar ETF BTC tempat lainnya dan Grayscale, yang ingin mengubah kepercayaan Bitcoin menjadi ETF.

    Grayscale berspekulasi tentang waktu tanggal litigasi, tetapi berpikir skenario yang paling mungkin adalah SEC menyetujui kesembilan produk secara bersamaan setelah pengadilan membatalkan penolakan SEC terhadap aplikasi Grayscale.

    “Premis dari tesis saat ini adalah kemenangan Grayscale atas SEC di pengadilan Federal. Bisakah itu mengatur hal yang benar untuk gelombang persetujuan SEC di Q4? Itu semua tergantung pada seberapa keras keinginan Ketua SEC Gary Gensler untuk bermain-main di sini.,” kata Seyffart.

    Dia menambahkan bahwa perjanjian layanan strategis (SSA) yang memungkinkan BlackRock dan Coinbase menggunakan layanan penitipan dan eksekusi Coinbase untuk aplikasi ETF BlackRock adalah pengubah permainan untuk analisis prospek ETF BTC spot.

    Tenggat waktu

    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.
    BlackRock makin mantap melangkah ke market kripto incar investor kaya. Sumber: Jeenah Moon/Bloomberg.

    Baca juga: Ini Alasan Bullish Bitcoin Tetap Kuat, Meskipun Sideways di US$ 29K

    Banyak yang memperhatikan jadwal keputusan SEC untuk ETF bitcoin spot BlackRock yang direncanakan pada 12 Agustus dapat mengirim sinyal ke manajer aset dan emiten lainnya. Sementara, SEC memiliki waktu hingga 13 Agustus untuk menyetujui, menolak, atau menunda ETF bitcoin oleh 21Shares dan Ark Invest.

    Tenggat waktu mewakili tahap kedua dari proses 240 hari yang dibagi menjadi empat periode: 45 hari, 90 hari, 60 hari dan 240 hari. Pada akhir tiga periode pertama, SEC harus mengizinkan peluncuran produk yang direncanakan, memblokirnya, atau meminta lebih banyak waktu.

    SEC tidak dapat meminta lebih banyak waktu di akhir 240 hari. Putusan awal seringkali menceritakan bagaimana SEC akan memperlakukan proposal tersebut di kemudian hari, kata pengamat industri.

    “Sangat jarang bagi SEC untuk menyetujui pengarsipan ETF setelah begitu banyak kecemasan yang jelas, dengan banyak ekstensi dan pengarsipan/pengarsipan ulang dan sebagainya,” menurut Lara Crigger, pemimpin redaksi di perusahaan data VettaFi.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Alasan Bullish Bitcoin Tetap Kuat, Meskipun Sideways di US$ 29K

    Harga Bitcoin (BTC) terjebak antara US$ 31.500 dan US$ 29.000 selama lebih dari sebulan. Bitcoin menembus di bawah kisaran harga US$ 30.000 karena kurangnya rangsangan positif. Namun, metrik on-chain kerangka waktu yang lebih tinggi terus memberi sinyal bullish.

    Dikutip CryptoPotato, dalam laporan Bitfinex Alpha edisi terbaru mengatakan bahwa pelaku pasar masih bisa optimis Bitcoin akan berada di awal periode bullish. Menurut laporan tersebut , meskipun mengalami penurunan, harga pasar BTC saat ini berada di atas realisasinya yaitu US$ 20.361.

    Hal tersebut pada dasarnya berarti bahwa pelaku pasar mendapat untung, yang cenderung mempertahankan posisi mereka karena, secara agregat, pemegang jangka panjang telah mendapat untung sejak awal tahun, jelas Bitfinex.

    Realisasi Bitcoin

    Ketika Bitcoin merebut kembali posisinya di atas Harga Realisasi setelah lama berada di bawahnya, ini biasanya menandakan dimulainya pasar bullish baru. Laporan tersebut menambahkan bahwa korelasi antara rebound harga aset kripto unggulan dan dimulainya pasar bullish adalah “tren yang patut diperhatikan” dalam kinerja historisnya.

    Para pemilik dompet Bitcoin baru dapat diamati karena Simple Moving Average (SMA) 30 Hari melampaui SMA 365 Hari di bulan November. Kenaikan seperti itu dalam pembuatan dompet biasanya bertepatan dengan atau mendahului dimulainya pasar bullish, menunjukkan potensi pergerakan harga positif untuk kripto dalam waktu dekat.

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Riset: Bitcoin Sekarang Lebih Stabil dari Emas, Potensi Bullish BTC?

    Pasar Bitcoin menyadari lebih banyak keuntungan daripada kerugian lebih lanjut menunjukkan kondisi market yang menguntungkan bagi penjual. Ini adalah tanda lain yang memperkuat tesis bullish.

    Pergerakan harga terbaru menyebabkan sedikit peningkatan volatilitas, namun belum ada perubahan yang signifikan dalam aliran pesanan dan perilaku opsi dari pembeli dan penjual.

    Pasar Derivatif

    Laporan Bitfinex Alpha mengamati bahwa harga tidak hanya turun dari rentang perdagangan yang ditentukan, tetapi upaya untuk menembus kembali ke dalamnya juga ditolak pada 26 Juli. Lebih lanjut ditambahkan bahwa trader teknis mungkin melihat ini sebagai tanda bearish.

    Fundamental jangka panjang juga tetap tidak berubah, karena perilaku pasar derivatif menunjukkan variasi yang minimal. Menyusul gangguan langsung Bitcoin dari kisaran tersebut, minat terbuka melonjak sebesar 7,5% ke tertinggi lokal baru.

    Grafik Harian menunjukkan BTC/USDT berada di bawah band resistensi US$ 30.750 – US$ 31.250. Namun, BTC bertahan di atas EMA 50 hari (US$ 29.479) dan 200 hari (US$ 27.083), mengirimkan sinyal harga dekat dan jangka panjang bullish. Khususnya, EMA 50 hari menarik diri dari EMA 200 hari, mendukung kenaikan lebih lanjut.

    Melihat RSI 14-Harian, pembacaan 52,95 mencerminkan sentimen bullish. RSI menandakan pergerakan BTC pada band resistensi US$ 30.750 – US$ 31.250. Namun, penurunan melalui EMA 50 hari (US$ 29.479) akan membawa sub-US$ 28.000 dan band dukungan US$ 27.500 – US$ 26.850 terlihat.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Menantang Bitcoin Dominance, Saatnya Altcoin Naik?

    Keuntungan XRP yang melejit dalam beberapa waktu terakhir telah menggangu dominasi Bitcoin (BTC). Sejauh ini, altcoin mulai membangkitkan pasar kripto dibandinkan Bitcoin, dengan Ethereum (ETH), XRP yang berafiliasi dengan Ripple, dan Solana (SOL) semuanya mengalami keuntungan dalam 24 jam terakhir.

    Saat dominasi Bitcoin (BTC) mulai goyah, ada tanda-tanda bahwa musim altcoin baru akan segera tiba, sentimen yang digaungkan oleh Co-founder Glassnode, Yann Allemann. ETH saat ini diperdagangkan di sekitar US$ 1.853, menandai kenaikan moderat 0,16% selama beberapa hari terakhir. Altcoin lain seperti XRP dan SOL juga telah melihat keuntungan penting, masing-masing naik lebih dari 2%. Tren kenaikan altcoin ini secara singkat mengarahkan sinyal altcoin ke zona musim altcoin.

    Musim Altcoin

    Ilustrasi altcoin. Sumber: Analytics Insight.
    Ilustrasi altcoin. Sumber: Analytics Insight.

    Baca juga: Perbandingan Stablecoin USDT dan BUSD: Mana Lebih Baik?

    Di tengah pergerakan ini, Dogecoin (DOGE), sebuah altcoin yang terkenal dengan narasinya yang kuat, memimpin kenaikan pasar setelah langkah Elon Musk untuk mengubah citra Twitter menjadi X. Kinerja XRP sangat penting dalam peningkatan altcoin saat ini. Menurut data CoinGecko, XRP diperdagangkan pada US$ 0,72, mewakili peningkatan 2,4%.

    Reli terbarunya muncul setelah keputusan positif dalam kasus Ripple vs SEC. Token kontroversial terus menarik minat pedagang yang signifikan, mencatat volume perdagangan 24 jam lebih dari US$ 1,4 miliar.

    Meskipun prospek jangka pendek menunjukkan BTC mengungguli pasangan ETH/BTC, analisis jangka menengah menunjukkan bahwa ETH memimpin, berpotensi memicu reli altcoin berikutnya.

    Harga XRP

    Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.
    Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.

    Baca juga: Setelah Dogecoin, Synthetix (SNX) Pimpin Kenaikan Altcoin Pasca FOMC

    Harga XRP telah naik sebesar 2% dalam 24 jam terakhir, naik menjadi US$ 0,716275 setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga dasarnya sebesar 0,25% kemarin.

    Meskipun kenaikan suku bunga biasanya memiliki efek negatif pada pasar keuangan, investor tampaknya menganggap langkah kemarin sebagai salah satu langkah terakhir yang akan dilakukan Federal Reserve AS selama siklus ekonomi saat ini, sesuatu yang telah membantu menopang pasar kripto.

    XRP tetap turun sebesar 12% dalam tujuh hari terakhir, tetapi naik sebesar 50% dalam 30 hari terakhir dan sebesar 110% sejak awal tahun, didorong oleh keberhasilan Ripple dalam mengamankan keputusan yang sebagian besar positif dalam kasusnya dengan SEC.

    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com