Author: 28

  • Pasar Kripto dan Bitcoin Mulai Bangkit, namun Belum Optimal

    Sepanjang sepekan terakhir pasar kripto dibuat gonjang-ganjing oleh kebijakan Securities Exchange Commission (SEC) yang melakukan gugat terhadap dua bursa kripto terbesar di dunia. Tekanan SEC sempat membuat pasar kripto anjlok dalam jangka pendek, namun kini sudah mulai bangkit. Apakah akan terus bangkit?

    Menurut Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, secara jangka pendek, pasar kripto dan Bitcoin (BTC) terpantau naik tipis pada Jumat (9/6) pagi. Kenaikan harga Bitcoin yang bertahan di level US$ 26.400-26.500 didorong karena sebagian besar investor tetap tidak terpengaruh oleh tuntutan hukum SEC dan melihat ke arah keputusan kebijakan moneter The Fed selanjutnya di minggu depan.

    Berdasarkan data CoinMarketCap, Bitcoin naik tipis menjadi US$ 26.500 Jumat pagi dari level terendah Rabu (7/9) malam di bawah US$ 26.150. BTC turun di bawah US$ 25.400 pada hari Selasa (6/6) setelah berita gugatan Coinbase dan Binance. 

    Sementara, Ethereum (ETH) naik mendekati US$ 1.840 pada hari Jumat dari level terendah US$ 1.822 pada hari Rabu. ETH jatuh ke US$ 1.796 pada hari Senin (5/6) dari tertinggi hari Minggu (4/6) di US$ 1.912 sebelum pengumuman SEC. 

    Keresahan Investor

    “Di samping investor masih resah dengan tuntutan SEC, kini data makroekonomi AS terbaru yang mengecewakan ketika pasar menunggu pertemuan The Fed pekan depan. Data angka klaim tunjangan pengangguran AS kini melonjak ke level tertinggi sejak 2021. Klaim data pengangguran awal di AS naik menjadi 261.000, dibandingkan ekspektasi 235 ribu,” kata Fyqieh. 

    Ilustrasi market aset kripto.
    Ilustrasi market aset kripto.

    Baca juga: Masa Depan Terang Blockchain: Sentimen Positif Terhadap Kripto

    Lonjakan tersebut mendorong klaim pengangguran awal ke level tertinggi sejak Oktober 2021, sebuah tanda bahwa pasar tenaga kerja yang terus-menerus ketat. Pasar tenaga kerja yang ketat dipandang sebagai hambatan selama usaha The Fed untuk memperlambat inflasi.

    Kenaikan klaim pengangguran memicu ekspektasi pasar bahwa The Fed mungkin tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakannya minggu depan, sehingga meredam pasar kripto, yang pada gilirannya mendukung emas.

    Menurut CME Fedwatch Tools, kemungkinan suku bunga tidak akan naik atau tetap pada tingkat target saat ini 5%-5,25% adalah 71,4%, turun dari 72,5% sehari sebelumnya.

    Selera investor juga tidak menunjukan semangat tinggi melihat sentimen dari Bitcoin Fear and Greed Index, pada Jumat (9/6) berada di level 50, kategori Neutral. Angka ini bahkan tidak berubah pada sehari sebelumnya. Keraguan investor bertambah juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau berkinerja positif naik di 103,39 (+0,04%).

    “Para pelaku pasar sekarang memperhatikan data inflasi AS yang akan dirilis pada Selasa (13/6), sehari menjelang pengumuman kebijakan moneter The Fed. Sehingga kemungkinan besar pasar kripto masih akan sideways dan cenderung koreksi. Situasi tersebut cocok untuk strategi nabung kripto dengan metode Dollar Cost Averaging (DCA) yang mengakumulasi aset kripto saat harga ‘diskon’,” jelas Fyqieh.

    Analisis Pergerakan Harga 

    Bitcoin (BTC) Masuk ke Area Sideways, Konfirmasi Tren Bearish

    BTC/USDT Index by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Berdasarkan analisis teknikal, pergerakan harga Bitcoin menunjukkan arah menuju level support di harga US$ 26.400. Pola channel menunjukkan bahwa BTC telah menembus ke bawah (break down) dan mengkonfirmasi tren bearish dalam jangka pendek. Namun, terdapat support yang mencegah penurunan lebih lanjut di area harga US$ 26.400. 

    Jika bitcoin berhasil menembus level support ini dan terkonfirmasi dengan penutupan harga di bawahnya pada time frame 4 jam, kemungkinan harga akan menuju ke level support kedua di sekitar US$ 26.000.

    Meskipun ada potensi pergerakan bullish, jika Bitcoin bergerak menuju level US$ 27.550, namun potensi tersebut dianggap cukup kecil berdasarkan analisis teknikal. Bitcoin cenderung melanjutkan pergerakan bearish dalam jangka pendek.

    Solar (SXP) Bullish dan Terkonfirmasi Break Out

    SXP/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Baca juga: Prediksi ChatGPT: 5 Faktor Memicu Pasar Bull Bitcoin Berikutnya

    Pergerakan harga SXP atau Solar mengalami pembalikan tren yang awalnya downtrend menjadi uptrend. Harga telah berhasil menembus garis resisten pada level US$ 0,3845, dan saat ini juga telah melewati area resisten sebelumnya di harga US$ 0,343. Hal ini menunjukkan adanya konfirmasi breakout dan harga bergerak menuju resisten selanjutnya di harga US$ 0.398.

    Potensi bullish ini diprediksi akan berlanjut selama satu bulan ke depan, mengindikasikan kemungkinan kenaikan harga yang lebih lanjut. Namun, penting untuk diingat bahwa prediksi pasar kripto dapat berubah secara dinamis, dan pergerakan harga dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti sentimen pasar, berita fundamental, dan perubahan kondisi pasar secara umum.

    Avalanche (AVAX) Double Bottom Support, Tunggu untuk Konfirmasi Break Out

    AVAX/USD by Fyqieh Fachrur Rossy – TradingView.com.

    Pergerakan harga AVAX menunjukkan pola double bottom support, yang mengindikasikan sinyal bullish. Target resisten berikutnya diharga US$ 13,8. Namun, setelah mencapai harga ini, AVAX mengalami penolakan (rejection) dan bergerak kembali ke area support untuk melakukan retest terhadap resistennya. Potensi penurunan AVAX bisa mencapai US$ 13,55 sebelum mencoba kembali bergerak menuju US$ 13,8.

    Jika AVAX berhasil menembus resisten di US$ 13,9, kemungkinan harga bisa menuju US$ 14,32 dengan potensi keuntungan sebesar 5,65%. Saat ini, disarankan untuk melakukan DCA (Dollar Cost Averaging) secara berkala jika diperlukan, karena terdapat indikasi bahwa AVAX akan mengalami rebound.

    Namun, jika AVAX turun di bawah US$ 14,55, kemungkinan akan terjadi koreksi lanjutan dengan potensi penurunan mendekati harga US$ 14,00.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Hasilkan Passive Income dari Kripto untuk Pemula

    Apakah Anda tertarik untuk menghasilkan pendapatan pasif atau passive income melalui investasi aset kripto? Jika Anda seorang pemula yang ingin memanfaatkan potensi pasar blockchain, kami memiliki panduan lengkap yang akan membantu Anda memulai. 

    Dalam artikel ini, kami akan mengungkapkan cara-cara efektif untuk menghasilkan pendapatan pasif dengan aset kripto. Dari penambangan (mining) hingga staking dan pemberian pinjaman (lending), Anda akan mempelajari strategi-strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan portofolio tanpa harus menghabiskan waktu dan usaha yang berlebihan. 

    Pengertian Passive Income dari Crypto

    Penghasilan pasif dengan kripto yaitu penghasilan yang dihasilkan dari partisipasi sesekali dalam perdagangan atau investasi di dalam industri blockchain.

    Namun, hal ini biasanya membutuhkan penelitian mendalam dan investasi waktu yang signifikan, dan tidak menjamin adanya sumber pendapatan yang stabil.

    Bahkan para investor terbaik pun dapat mengalami kerugian dalam jangka waktu yang panjang atau terus-menerus, sehingga penting bagi mereka untuk memiliki sumber pendapatan alternatif.

    Terdapat beberapa metode selain berdagang atau berinvestasi yang dapat membantu meningkatkan aset kripto Anda.

    Metode ini dapat memberikan pendapatan pasif yang berkelanjutan, seperti menerima bunga, dengan usaha awal yang relatif kecil dan membutuhkan sedikit atau bahkan tidak ada usaha untuk menjaga pendapatan tersebut tetap berlangsung.

    Dengan demikian, Anda dapat memiliki beberapa sumber pendapatan yang, jika digabungkan, dapat mencapai jumlah yang cukup signifikan.

    Artikel ini akan membawa Anda melalui beberapa metode yang dapat dicoba untuk menghasilkan pendapatan pasif dengan aset kripto.

    Cara Hasilkan Passive Income dari Crypto

    Penambangan (Mining)

    Penambangan pada dasarnya adalah menggunakan kekuatan komputasi untuk menjaga keamanan jaringan dan sebagai imbalannya, Anda menerima penghargaan. Meskipun tidak selalu memerlukan kepemilikan kripto itu sendiri, metode ini merupakan salah satu metode tertua untuk menghasilkan pendapatan pasif dalam dunia kripto.

    Pada awal perkembangan Bitcoin, menambang menggunakan unit pemrosesan pusat (CPU) sehari-hari merupakan pilihan yang layak.

    Namun, seiring dengan peningkatan tingkat hash jaringan, sebagian besar penambang beralih ke unit pemrosesan grafis (GPU) yang lebih kuat.

    Seiring dengan kompetisi yang semakin ketat, metode penambangan ini menjadi medan pertempuran bagi sirkuit terpadu khusus aplikasi (ASIC) – perangkat elektronik yang menggunakan chip penambangan yang dirancang khusus.

    Industri penambangan ASIC sangat kompetitif dan didominasi oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki sumber daya untuk melakukan penelitian dan pengembangan.

    Ketika chip-chip ini akhirnya sampai ke pasar konsumen, kemungkinan mereka sudah usang dan akan membutuhkan waktu penambangan yang lama untuk mencapai titik impas (break-even point).

    Dengan demikian, penambangan Bitcoin sekarang lebih menjadi bisnis bagi perusahaan daripada menjadi sumber pendapatan pasif yang layak bagi individu.

    Di sisi lain, menambang koin-koin Proof of Work (PoW) dengan tingkat hash yang rendah dapat menjadi usaha yang menguntungkan bagi beberapa orang.

    Pada jaringan seperti ini, penggunaan GPU masih efektif. Menambang koin yang kurang dikenal dapat memberikan potensi penghasilan yang lebih tinggi, tetapi juga memiliki risiko yang lebih tinggi.

    Koin-koin ini dapat menjadi tidak berharga dalam hitungan hari, memiliki likuiditas yang rendah, mengalami bug, atau memiliki faktor-faktor buruk lainnya.

    Perlu diperhatikan bahwa pengaturan dan pemeliharaan peralatan penambangan membutuhkan investasi awal dan keahlian teknis tertentu.

    Staking

    Staking merupakan alternatif lain untuk mendapatkan pendapatan pasif dengan menggunakan sumber daya yang lebih kecil daripada penambangan. Biasanya, proses ini melibatkan menyimpan dana Anda di dalam dompet khusus dan melakukan berbagai fungsi jaringan (seperti memvalidasi transaksi) untuk menerima imbalan dari staking.

    Token yang disimpan (stake) memberikan insentif untuk menjaga keamanan jaringan melalui kepemilikan.

    Jaringan yang menggunakan staking umumnya menggunakan algoritma konsensus Proof of Stake (PoS). Terdapat juga variasi lain seperti Delegated Proof of Stake (DPoS) atau Leased Proof of Stake (LPoS).

    Umumnya, proses staking melibatkan penyiapan dompet staking dan menyimpan kripto Anda. Dalam beberapa kasus, proses ini melibatkan penambahan atau penyerahan dana ke dalam staking pool.

    Beberapa bursa juga dapat melakukan ini untuk Anda, sehingga Anda hanya perlu menyimpan token Anda di bursa dan semua persyaratan teknis akan ditangani oleh mereka.

    Staking dapat menjadi cara yang baik untuk meningkatkan jumlah kripto Anda dengan usaha minimal. Namun, beberapa proyek staking menerapkan taktik dengan menggembungkan tingkat pengembalian yang dijanjikan.

    Oleh karena itu, sangat penting untuk menyelidiki model ekonomi token secara mendalam untuk mengurangi risiko proyeksi imbalan staking yang berlebihan.

    Pemberian Pinjaman (Lending)

    Pemberian pinjaman adalah cara yang sepenuhnya pasif untuk mendapatkan bunga dari kepemilikan aset kripto Anda. Terdapat banyak platform peer-to-peer (P2P) yang memungkinkan Anda mengunci dana untuk jangka waktu tertentu dan menerima pembayaran bunga sebagai imbalan.

    Tingkat bunga bisa tetap (ditetapkan oleh platform) atau Anda dapat menetapkannya sendiri berdasarkan kondisi pasar saat ini.

    Beberapa bursa yang menawarkan perdagangan dengan margin juga memiliki fitur ini di dalam platform mereka.

    Metode ini cocok untuk para pemegang kripto jangka panjang yang ingin meningkatkan jumlah aset mereka dengan usaha yang minimal. Namun, perlu diingat bahwa mengunci dana dalam kontrak pintar (smart contract) selalu memiliki risiko terkait bug atau kerentanan keamanan.

    Menjalankan Node Lightning

    Protokol Lightning Network adalah lapisan kedua yang beroperasi di atas blockchain, seperti Bitcoin, dan memungkinkan transaksi cepat di luar blockchain utama.

    Transaksi dalam jaringan Bitcoin biasanya bersifat satu arah, artinya jika seseorang mengirimkan bitcoin ke penerima, penerima tidak dapat menggunakan saluran yang sama untuk mengirimkan kembali bitcoin ke pengirim.

    Namun, Lightning Network menggunakan saluran dua arah yang memungkinkan dua pihak untuk melakukan transaksi dengan ketentuan yang telah disetujui sebelumnya.

    Node Lightning merupakan entitas yang menyediakan likuiditas dan meningkatkan kapasitas jaringan dengan mengunci Bitcoin dalam saluran pembayaran. Node ini juga memperoleh biaya transaksi dari saluran yang mereka jalankan.

    Menjalankan node Lightning bisa menjadi tantangan bagi pemilik bitcoin yang tidak memiliki pemahaman teknis yang cukup, dan keberhasilannya sangat tergantung pada adopsi Lightning Network secara keseluruhan.

    Program Afiliasi

    Beberapa bisnis kripto menawarkan imbalan kepada pengguna yang berhasil mengundang orang lain ke platform mereka melalui program afiliasi. Program ini bisa melibatkan tautan afiliasi, referral, atau memberikan diskon kepada pengguna baru yang direferensikan. Jika Anda memiliki pengikut yang cukup banyak di media sosial, program afiliasi dapat menjadi cara yang baik untuk menghasilkan pendapatan tambahan. Namun, penting untuk melakukan penelitian terlebih dahulu agar tidak terjebak dalam program yang tidak berkualitas.

    Masternodes

    Secara sederhana, masternode adalah server yang beroperasi dalam jaringan terdesentralisasi dan memiliki fungsi khusus yang tidak dimiliki oleh node lainnya. Masternode biasanya diperlukan oleh proyek kripto untuk menjaga stabilitas jaringan dan hanya tersedia bagi mereka yang memiliki insentif yang cukup besar. 

    Biasanya, memulai masternode memerlukan investasi awal yang signifikan dan pengetahuan teknis yang memadai.

    Namun, beberapa proyek masternode memiliki persyaratan kepemilikan token yang sangat tinggi, yang dapat membuat staking kurang likuid.

    Selain itu, perlu selalu melakukan penelitian yang menyeluruh sebelum berinvestasi, karena proyek-proyek masternode cenderung memperbesar tingkat pengembalian yang dijanjikan.

    Forks dan Airdrops

    Memanfaatkan hard fork adalah taktik yang relatif mudah bagi para investor. Hanya dengan menyimpan koin yang akan di-fork saat hard fork terjadi, pemegang token akan memiliki saldo di masing-masing rantai baru yang terbentuk setelah fork. 

    Airdrop mirip dengan fork, di mana hanya dengan memiliki alamat dompet pada saat airdrop terjadi, pengguna dapat menerima token gratis.

    Beberapa bursa juga sering mengadakan airdrop untuk penggunanya. Penting untuk dicatat bahwa menerima airdrop tidak pernah memerlukan Anda untuk membagikan kunci privat, dan tindakan tersebut dapat menjadi tanda penipuan (scam).

    Platform Konten Berbasis Blockchain

    Perkembangan teknologi distributed ledger telah membawa lahirnya berbagai jenis platform konten baru yang menarik. Platform-platform ini memberikan kesempatan bagi para pembuat konten untuk menghasilkan pendapatan dari karya-karya mereka dengan cara yang unik, tanpa harus mengandalkan iklan yang mengganggu.

    Dalam sistem ini, para pembuat konten mempertahankan kepemilikan penuh atas karya-karya yang mereka ciptakan, dan mereka memiliki berbagai cara untuk mengoptimalkan perhatian yang mereka terima.

    Meskipun pada awalnya mungkin memerlukan usaha yang signifikan, namun ketika kumpulan konten penting telah tersedia dan siap untuk dipasarkan, sistem ini dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil.

    Platform-platform konten berbasis blockchain memungkinkan para pembuat konten untuk menjual karya mereka secara langsung kepada pengguna, menggunakan sistem tokenisasi yang didukung oleh teknologi blockchain.

    Dalam beberapa kasus, para pengguna dapat membeli token atau memperoleh akses ke konten melalui langganan atau donasi.

    Ini memberikan kesempatan bagi pembuat konten untuk menghasilkan pendapatan secara langsung dari penggemar mereka tanpa perlu melibatkan pihak ketiga atau iklan yang mengganggu.

    Selain itu, platform-platform ini juga dapat menyediakan sistem insentif bagi pengguna yang berkontribusi pada ekosistem konten.

    Misalnya, pengguna yang memberikan komentar atau mengunggah konten berkualitas dapat menerima token atau hadiah lainnya sebagai penghargaan. Ini mendorong partisipasi aktif dalam komunitas dan memperkuat konektivitas antara pembuat konten dan pengguna.

    Meskipun proses membangun dan mengoptimalkan sumber penghasilan dari platform konten berbasis blockchain bisa membutuhkan waktu dan usaha yang signifikan, para pembuat konten memiliki potensi untuk menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan ketika konten mereka berhasil menarik perhatian dan mendapatkan dukungan dari pengguna.

    Dengan terus berkembangnya teknologi blockchain, kita dapat melihat munculnya lebih banyak inovasi dalam industri ini.

    Platform-platform konten berbasis blockchain menjanjikan kebebasan kreatif, kontrol penuh atas karya, dan potensi penghasilan yang lebih besar bagi para pembuat konten.

    Risiko dalam Menghasilkan Passive Income dengan Kripto: Apa yang Perlu Diperhatikan

    Ketika Anda mencoba menghasilkan passive income dengan kripto, ada beberapa risiko yang perlu Anda perhatikan. Berikut adalah beberapa risiko yang sering terkait dengan upaya tersebut:

    Membeli aset berkualitas rendah: Tingkat pengembalian yang terlalu tinggi atau yang dibesar-besarkan secara artifisial dapat menyesatkan investor, mengarah pada pembelian aset yang pada akhirnya memiliki nilai yang sangat rendah.

    Beberapa jaringan staking bahkan menggunakan sistem multi-token di mana upah diberikan dalam token kedua. Hal ini seringkali menciptakan tekanan konstan untuk menjual token hasil staking, yang dapat mempengaruhi nilai aset Anda secara signifikan.

    Kurang informasi: Karena industri blockchain masih dalam masa pertumbuhan, memulai dan menjaga sumber pendapatan ini membutuhkan pemahaman teknis yang baik dan kemampuan berpikir kritis.

    Bagi beberapa pemegang kripto, mungkin lebih bijaksana untuk menunggu hingga layanan-layanan ini menjadi lebih ramah pengguna atau memilih hanya beberapa layanan yang memerlukan tingkat keahlian teknis yang lebih rendah.

    Periode penguncian: Beberapa metode lending atau staking membutuhkan Anda untuk mengunci dana Anda untuk jangka waktu tertentu.

    Hal ini membuat aset Anda menjadi tidak likuid selama periode tersebut, sehingga Anda tidak dapat mengambil tindakan apa pun ketika terjadi situasi yang mungkin mempengaruhi nilai aset Anda secara negatif.

    Risiko bug: Mengunci token Anda dalam dompet staking atau smart contract selalu memiliki risiko terkait bug. Ada berbagai pilihan yang tersedia dengan tingkat kualitas yang berbeda. Penting untuk melakukan penelitian yang cermat sebelum memutuskan platform atau layanan mana yang akan Anda gunakan.

    Kesimpulan

    Meskipun ada risiko-risiko yang terkait dengan menghasilkan passive income dengan kripto, cara-cara untuk mencapai hal ini terus berkembang dan semakin populer dalam industri blockchain. Bisnis blockchain juga mengadopsi berbagai metode, termasuk layanan penambangan yang telah menjadi umum.

    Seiring dengan peningkatan keamanan dan keandalan produk-produk ini, kemungkinan mereka akan menjadi pilihan yang menarik sebagai sumber pendapatan tetap. Namun, penting untuk selalu melakukan penelitian, memahami risiko yang terkait, dan membuat keputusan berdasarkan informasi yang akurat dan terkini.

    Sumber : Binance Academy Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masa Depan Terang Blockchain: Sentimen Positif Terhadap Kripto

    Dunia menemukan kasus penggunaan blockchain baru setiap saat, memperluas manfaat tidak hanya soal aset kripto saja. Kripto hanyalah permulaan, sekarang Blockchain telah muncul dari bayang-bayang untuk memasuki pasar arus utama.

    Baru-baru ini, seorang ilmuwan komputer dan seorang profesor di Universitas Birmingham, Yu Chen, menjelaskan bagaimana teknologi blockchain dapat digunakan selain mata uang virtual. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan oleh The Conversation, Chen menjelaskan beberapa implikasi blockchain di berbagai industri.

    Saat ini, teknologi ini terutama digunakan oleh aset kripto. Tahun lalu, sektor blockchain bernilai hampir US$ 7 Miliar.

    “Sebagai seorang ilmuwan komputer yang mengeksplorasi teknologi baru untuk jaringan komunikasi pintar di masa depan, saya, bersama dengan banyak insinyur dan pengembang, telah menunjukkan bahwa blockchain adalah solusi yang menjanjikan untuk banyak masalah yang menantang dalam kepercayaan dan keamanan jaringan generasi mendatang- berbasis aplikasi.”

    Dia menambahkan, “Saya melihat beberapa cara blockchain membuktikan dirinya berguna yang tidak terikat dengan aset kripto.”

    Manfaat Blockchain

    Ilustrasi teknologi blockchain. Sumber: Leewayhertz.
    Ilustrasi teknologi blockchain. Sumber: Leewayhertz.

    Baca juga: Menggali Potensi Metaverse dalam Transformasi Industri Jasa Keuangan

    Kondisi saat ini, perusahaan kesulitan melacak dan memelihara data rantai pasokan. Metode pelacakan tradisional tidak dapat mengikuti. International Business Machine (IBM), sebuah perusahaan teknologi multinasional, menggunakan blockchain untuk IBM Food Trust untuk melacak produk dari asalnya hingga pengiriman.

    Perawatan kesehatan yang efektif dan mudah diakses adalah salah satu fondasi masyarakat yang sehat. Chen menyarankan blockchain dapat menawarkan solusi yang lebih efisien untuk privasi data dalam perawatan kesehatan. Baru-baru ini, U.S. National Library of Medicine (NLM), perpustakaan medis terbesar di dunia, mengusulkan solusi blockchain untuk memelihara electronic health records (EHR).

    Chen menyoroti sektor perbankan yang dapat memanfaatkan blockchain untuk penyimpanan data. Pasar menyaksikan penurunan yang signifikan setelah kegagalan institusi terkemuka termasuk Silicon Valley Bank, Signature Bank, dan lainnya. Bank sentral di seluruh dunia sedang bereksperimen dengan central bank digital currencies (CBDC) yang dibangun di atas blockchain.

    Chen juga percaya masa depan teknologi informasi (TI) adalah desentralisasi, dan untuk itu blockchain adalah kuncinya.

    Ramah Lingkungan

    Ilustrasi pelestarian lingkungan dengan kripto.
    Ilustrasi pelestarian lingkungan dengan kripto.

    Baca juga: Proyeksi Gerak Pasar Kripto Bulan Juni: Bitcoin dan Kebijakan The Fed

    Ada kekhawatiran tentang dampak lingkungan dari blockchain terhadap lingkungan, terutama karena aset digital seperti kripto karena bahan bakar fosil adalah sumber energi utama bagi perusahaan penambangan kripto. Menurut Badan Lingkungan Eropa (EEA), transaksi Bitcoin 20.000 kali lebih haus energi daripada Visa, yang mengonsumsi 635 kWh. Konsumsi daya sebesar itu dapat menjalankan 21 rumah tangga selama sehari.

    Ethereum, aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, mengubah operasi mereka dari mekanisme proof-of-work (PoW) intensif energi menjadi proof-of-stake (PoS) selama The Merge. Transisi ini mengurangi lebih dari 99% emisi rumah kaca dari blockchain-nya. Menurut penelitian Universitas Columbia, mata uang virtual bertanggung jawab atas 0,3% jejak karbon secara global.

    Meskipun utilitas blockchain lainnya mungkin tampak ramah lingkungan, teknologi yang menangani tumpukan data besar membutuhkan ‘alat berat.’ Bahkan jika bahan bakar tradisional digantikan oleh energi terbarukan, pusat data seukuran aslinya masih akan menghasilkan panas yang cukup untuk mengubah planet menjadi raksasa merah.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menggali Potensi Metaverse dalam Transformasi Industri Jasa Keuangan

    Metaverse, sebuah dunia virtual yang menawarkan ruang tiga dimensi bagi interaksi manusia melalui avatar dan agen piranti lunak, telah muncul sebagai potensi yang menarik bagi Industri Jasa Keuangan (IJK). Dengan menggunakan teknologi seperti Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR), metaverse memungkinkan pengguna untuk memasuki dunia virtual yang menghapus batasan fisik dunia nyata. Namun, apa manfaat yang dapat diperoleh oleh IJK dari pemanfaatan metaverse?

    Menurut Hikmah Rinaldi, Direktur Pengembangan Sektor Jasa Keuangan OJK Institute, Indonesia memiliki prospek yang baik dalam pengembangan teknologi metaverse. Kondisi demografi penduduk Indonesia yang besar dan tingkat penetrasi internet yang tinggi (77% masyarakat Indonesia telah melek internet) memberikan peluang yang harus dioptimalkan oleh pelaku IJK. Namun, Hikmah juga mengingatkan bahwa setiap kemajuan teknologi juga membawa ancaman digital baru yang perlu ditangani melalui kajian-kajian yang lebih lanjut.

    “Dalam rangka merealisasikan visi “beyond banking” dan mencapai ekspansi bisnis secara digital yang menyeluruh, Hikmah menekankan pentingnya inovasi produk dan jasa yang dihasilkan melalui teknologi metaverse. Penggunaan metaverse mampu memperkaya pengalaman terhadap produk dan layanan yang ditawarkan oleh para pelaku IJK. Dengan memanfaatkan teknologi metaverse secara bijak, pelaku industri jasa keuangan dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan mengatasi batasan-batasan yang ada,” kata Hikmah dalam sambutan webinar “Peluang Metaverse di Industri Jasa Keuangan,” dikutip Kamis (8/8).

    Metabank Bangun Bank Terdesentralisasi Pertama di Metaverse
    Metabank Bangun Bank Terdesentralisasi Pertama di Metaverse.

    Baca juga: Prediksi ChatGPT: 5 Faktor Memicu Pasar Bull Bitcoin Berikutnya

    Pemanfaatan teknologi metaverse dalam IJK juga akan memungkinkan realisasi visi beyond banking, di mana batasan sektoral dapat dilampaui. Melalui inovasi-inovasi yang tepat, pelaku IJK dapat memperluas bisnis secara digital dengan menyediakan pengalaman yang memikat bagi pelanggan. Metaverse menjadi jalan untuk mencapai visi ini dengan memberikan ruang untuk ekspansi bisnis yang tak terbatas.

    Wujudkan Potensi Metaverse

    Dalam upaya mewujudkan potensi metaverse, penting bagi para pelaku industri jasa keuangan untuk terus melakukan penelitian, studi kelayakan, dan eksperimen. Hal ini akan memastikan pemanfaatan metaverse berjalan dengan baik, menjaga keamanan privasi data, dan meminimalkan risiko yang mungkin timbul. Dengan pendekatan yang cermat dan kolaborasi dengan para ahli, IJK dapat memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh metaverse dalam menghadapi era transformasi digital yang terus berkembang.

    Dengan demikian, penggunaan metaverse dalam Industri Jasa Keuangan bukan hanya sebagai inovasi teknologi, tetapi juga sebagai strategi untuk mencapai visi beyond banking, melampaui batasan-batasan yang ada, dan memberikan pengalaman yang memikat bagi pelanggan. Dalam ekosistem digital yang terus berkembang, metaverse menjadi jalan yang menarik untuk menghadirkan perubahan positif dan memperkuat posisi IJK dalam era transformasi digital.

    Ilustrasi metaverse.
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: Apple Vision Pro Diklaim Dapat Mengubah Cara Merancang Metaverse

    Tren pemanfaatan platform metaverse juga didorong oleh faktor-faktor pertumbuhan yang signifikan. Jumlah pengguna internet di seluruh dunia terus meningkat, dengan proyeksi mencapai US$ 6,0 miliar pada tahun 2025 dan US$ 7,5 miliar pada tahun 2030. Selain itu, teknologi augmented/virtual/mixed reality (AR/VR/MR) diperkirakan akan tumbuh lebih dari 800% menjadi USD150 miliar pada tahun 2030. Pemanfaatan Web 3.0 dan aset kripto juga diharapkan meningkat lebih dari 700% menjadi US$ 9,2 triliun pada tahun 2030. Dengan perkembangan yang demikian, metaverse menjadi salah satu teknologi yang berpengaruh dalam transformasi digital di IJK.

    Kolaborasi

    Penting untuk dicatat bahwa pandemi COVID-19 juga telah mempercepat perkembangan metaverse. Pembatasan interaksi fisik antara pelanggan dan penyedia jasa keuangan menjadi kendala yang dapat diatasi dengan teknologi metaverse. Melalui metaverse, IJK dapat menyediakan pengalaman baru yang aman dan terkoneksi bagi pelanggan. Misalnya, perbankan dapat menghadirkan kantor virtual yang menawarkan layanan dan interaksi yang mirip dengan kantor fisik, mendukung layanan priority banking atau private banking. Bahkan sektor pasar modal telah mengadopsi teknologi metaverse melalui platform game online dan perdagangan mata uang kripto.

    Meskipun terdapat potensi besar, penerapan teknologi metaverse juga menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah biaya tinggi untuk membangun infrastruktur metaverse, termasuk perangkat VR dan AR yang mahal. Selain itu, tantangan lainnya adalah menyediakan akses yang merata dan mudah bagi masyarakat agar dapat mengadopsi metaverse secara luas. Keamanan privasi data juga menjadi perhatian, mengingat beberapa insiden kebocoran data pribadi yang telah terjadi.

    Oleh karena itu, pemahaman yang lebih mendalam, diskusi, dan kolaborasi dengan para ahli yang kompeten dalam konsep dasar, perangkat pendukung, serta implementasi dan pemanfaatan teknologi metaverse di IJK sangatlah penting. Dengan menjelajahi potensi metaverse, IJK dapat menghadapi masa depan yang terhubung dan meningkatkan layanan keuangan mereka di era digital yang terus berkembang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Faktor Memicu Pasar Bull Bitcoin Berikutnya

    Platform AI, ChatGPT dapat mengungkap faktor apa saja yang dapat memicu pasar bull Bitcoin (BTC) selajutnya di masa depan. Bitcoin telah mengalami banyak pasang surut dalam sejarahnya yang relatif singkat, tetapi hanya sedikit yang dinyatakan sebagai pasar bullish penuh.

    Pasar bull BTC yang terbaru terjadi pada akhir tahun 2021 ketika aset kripto berkapitalisasi terbesar itu harganya meroket ke ATH-nya sebesar US$ 69.000. Namun, yang terjadi kini selanjutnya adalah penurunan harga besar-besaran yang mengakibatkan dumping BTC hingga di bawah US$ 20.000 di tengah berbagai keruntuhan di industri kripto, serta inflasi global yang cepat dan perang di Eropa.

    Kini Bitcoin telah pulih banyak sejak berada di bawah US$ 16.000, komunitas sering berspekulasi apakah pasar bullish baru telah dimulai atau sudah dekat. Dalam topik yang dikutip CryptoPotato, akan mengeksplorasi pendapat AI chatbot, ChatGPT tentang lima faktor pemicu bull run Bitcoin selanjutnya.

    1. Adopsi

    Meskipun ChatGPT memiliki beberapa kesalahan tentang BTC, seperti prediksi harga tertinggi sepanjang masa, chatbot memberikan beberapa temuan menarik tentang apa yang dapat mendorong pasar bull berikutnya. Pertama dan terpenting, ini menyoroti adopsi global, yang terdiri dari dua bagian – pasar dan kelembagaan – dan kami menggabungkannya menjadi satu.

    Sejauh adopsi pasar berjalan, ChatGPT yakin harga kripto akan melanjutkan lintasan ke atas begitu lebih banyak bisnis mulai menerimanya sebagai metode pembayaran. Ini akan membantu “menciptakan sentimen positif dan mendorong permintaan.”

    Nabung kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Nabung kripto sekarang, potensi panen cuan saat halving Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    “Faktor-faktor seperti integrasi opsi pembayaran Bitcoin oleh perusahaan besar atau peluncuran kendaraan investasi Bitcoin yang diatur dapat berkontribusi pada bull market.”

    Adopsi institusional juga dapat membantu mendorong harga BTC naik. Ingatlah bahwa banyak perusahaan, seperti MicroStrategy, MassMutual, Tesla, BlackRock, dan lainnya, membeli sebagian aset atau terlibat dengannya dengan cara yang berbeda selama pasar bullish terakhir. Pengulangan skenario ini bisa memulai bull run lainnya.

    2. Perkembangan Teknologi

    AI chatbot juga memunculkan perkembangan teknologi tertentu yang mungkin menjadi salah satu alasan di balik peningkatan lainnya. Misalnya, jaringan Bitcoin mulai melihat peningkatan adopsi dan keterlibatan setelah pemutakhiran Tarpoot, yang memungkinkan pembuatan NFT di atasnya.

    Sejauh ini, hal yang menguntungkan para penambang adalah meningkatnya jumlah transaksi dan biaya yang lebih tinggi. Namun, ada faktor dan kemungkinan lain, menurut ChatGPT.

    “Kemajuan signifikan dalam teknologi dasar Bitcoin atau peningkatan dalam skalabilitas, keamanan, atau fitur privasi dapat menghasilkan kegembiraan dan menarik lebih banyak pengguna dan investor.”

    3. Kejelasan Regulasi

    Meskipun beberapa negara telah melakukan upaya awal untuk mengatur industri kripto dalam beberapa tahun terakhir, sebagian besar masih tidak diawasi. Faktanya, beberapa negara terbesar, seperti China dan AS, telah secara resmi melarang kelas aset atau gagal memberikan peraturan terperinci yang dapat membantunya berkembang sekaligus melindungi investor pada saat yang bersamaan.

    Jika itu akhirnya berubah, ChatGPT yakin harga BTC akan mulai mengarah naik sekali lagi.

    “Peraturan yang jelas dan menguntungkan dapat memberikan lingkungan yang lebih stabil untuk aset kripto, meningkatkan kepercayaan investor. Perkembangan peraturan yang positif, seperti pengakuan Bitcoin sebagai bentuk pembayaran yang sah atau pembentukan kerangka kerja pendukung untuk bisnis kripto, dapat mendorong pertumbuhan pasar.”

    koin bitcoin
    Ilustrasi aset kripto Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Lanskap di AS sangat berbahaya dalam beberapa bulan terakhir karena SEC, tanpa memberikan pedoman yang jelas tentang aset kripto mana yang merupakan sekuritas, telah mengejar Coinbase, Binance, Kraken, dan lainnya.

    4. Faktor Ekonomi dan Geopolitik

    Seperti disebutkan di atas, perang yang pecah di Eropa menimbulkan rasa sakit bagi investor di berbagai sektor, termasuk kripto. Selain itu, meningkatnya inflasi dan upaya putus asa bank sentral untuk melawannya mengakibatkan arus keluar dari aset berisiko, seperti BTC.

    Tetapi pada skala yang lebih makro, ChatGPT percaya situasi ekonomi yang mengerikan, devaluasi mata uang, atau gejolak politik dapat membuat orang beralih ke Bitcoin. Ketertarikan pada aset kripto utama kemungkinan akan meningkat karena orang akan mencari “aset yang terdesentralisasi dan tidak dikendalikan pemerintah seperti Bitcoin.”

    Melihat perkembangan serupa di negara-negara seperti Argentina dan Turki, di mana penduduk setempat telah berjuang dengan tingkat inflasi dua dan bahkan tiga digit untuk sementara waktu. Dengan demikian, ChatGPT menggemakan:

    “Di saat ketidakpastian ekonomi, beberapa investor mungkin melihat Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap sistem keuangan tradisional, yang berpotensi menaikkan harganya.”

    5. Halving Bitcoin

    Last but not least, AI chatbot mengungkit halving Bitcoin. Dimasukkan ke dalam jaringan Bitcoin sejak dimulainya pada tahun 2009, mereka terjadi di setiap 210.000 blok (kira-kira empat tahun) dan bertujuan untuk mengurangi hadiah blok, sehingga mengurangi kecepatan pembuatan BTC baru.

    Tiga halving sebelumnya diikuti oleh kenaikan besar-besaran, dan ChatGPT menegaskan bahwa halving berikutnya – diharapkan terjadi pada bulan April tahun depan – kemungkinan akan mengarah pada pergerakan harga yang sama.

    “Secara historis, peristiwa halving bertepatan dengan pasar bull karena berkurangnya pasokan dan potensi peningkatan permintaan memiliki efek positif pada harga Bitcoin.”

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Asia Menguasai Pasar Bitcoin dan Kripto, Meninggalkan AS di Belakang!

    Kawasan Asia kini menjadi pasar terbesar Bitcoin (BTC) dan aset kripto secara keseluruhan mengalahkan Amerika Serikat (AS). Pasokan Bitcoin yang dipegang oleh entitas di Asia meningkat sebesar 9,9% pada tahun 2023, karena kawasan tersebut mulai memperkenalkan peraturan ramah kripto dan AS memperketat sikap pengaturannya.

    Tekanan peraturan AS terus mengengkang industri aset kripto, tren baru mulai terbentuk, sehingga mengubah dinamika permintaan global Bitcoin. Lingkungan politik AS tengah berusaha untuk memperketat regulasi perdagangan dan sektor pertambangan kripto.

    Pergeseran ini terbukti membuat perubahan pasokan Bitcoin secara global. Berdasarkan data Glassnode pada tanggal 5 Juni, mengungkapkan perbedaan antara persediaan Bitcoin di AS dan Asia yang dimiliki atau diperdagangkan telah melebar.

    Tercatat bahwa entitas Amerika sekarang memiliki Bitcoin 11% lebih sedikit dibandingkan pada Juni 2022. Selain itu, pasokan yang dipegang oleh entitas Asia telah meningkat hampir 10% pada periode yang sama atau year-over-year (YoY).

    Asia Jadi Raja Kripto

    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode
    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Naik Hari Ini (7/6)?

    Ketertarikan Asia terhadap Bitcoin memicu pertanyaan tentang kemungkinan faktor pendorong di balik perubahan ini.

    Seperti yang dilaporkan CryptoSlate, meningkatnya regulasi terkait kripto di AS membuat para trader beralih dari Bitcoin dan Ethereum, ke stablecoin yang dirasa lebih aman. Langkah defensif oleh para trader ini menunjukkan dampak nyata yang dapat ditimbulkan oleh regulasi, atau ancamannya, terhadap perilaku dan keputusan pelaku pasar kripto.

    Risiko potensi hukuman dan tindakan keras terkait kepatuhan dapat mendorong permainan yang lebih aman, terkadang dengan biaya investasi hasil tinggi. Sementara pengetatan regulasi membayangi pasar kripto AS, namun di Asia telah mengalami gelombang perubahan peraturan yang lebih positif.

    Peningkatan kehadiran kripto pada akhirnya dapat membantu meningkatkan inklusi keuangan di beberapa negara berkembang terpenting di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Setidaknya ada 70% orang Vietnam tidak memiliki rekening bank, demikian pula sekitar 66% orang Indonesia dan 44% orang Filipina.

    Mengingat potensi manfaat inklusi keuangan dari aset kripto, diharapkan regulator di negara berkembang Asia Tenggara akan secara bertahap mengambil langkah untuk melegalkan penggunaannya. Area abu-abu tempat kripto beroperasi di negara-negara ini sampai sekarang pada akhirnya akan menjadi semakin hitam dan putih.

    Ramah Kripto

    Saldo Bitcoin (BTC) di tiga bursa kripto teratas global. Sumber: Glassnode.
    Saldo Bitcoin (BTC) di tiga bursa kripto teratas global. Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    Bukti kawasan Asia lebih ramah terhadap kripto terlihat ketika Komisi Sekuritas dan Futures (SFC) Hong Kong telah membuka jalan bagi investor retail untuk melakukan perdagangan aset digital. Hong Kong telah menciptakan lingkungan yang lebih ramah kripto, menandakan lisensi lebih dari delapan perusahaan kripto pada akhir tahun dan mengurangi persyaratan peraturan untuk bursa kripto.

    Menanggapi perubahan yang mengakomodasi ini, beberapa entitas kripto, seperti CoinEx , secara strategis memanfaatkan aturan yang ramah di Hong Kong. Sementara itu, Bitget telah berkomitmen untuk menginvestasikan US$ 100 juta untuk mendukung ekosistem Web3 Asia.

    Selain itu, meningkatnya spekulasi tentang potensi kepemilikan perbendaharaan Bitcoin di negara Asia Tengah mencerminkan pergeseran sentimen regional terhadap Bitcoin. Sementara, regulator AS telah menindak keras platform perdagangan kripto yang memaksa banyak orang untuk menutup, menangguhkan akun mereka, atau pindah ke luar negeri.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Koreksi: Amankan Investasi dengan Stablecoin

    Di tengah tren penurunan berkelanjutan di pasar kripto global, firma analitik on-chain, Glassnode melaporkan beberapa pergerakan signifikan yang tercatat di Bitcoin (BTC) dan stablecoin. Menurut Glassnode, dominasi aliran Bitcoin dan stablecoin telah mengalami “pergeseran dramatis” selama bertahun-tahun.

    Glassnode merilis laporan baru-baru ini yang menyoroti lanskap yang berkembang dari kepemilikan pasokan Bitcoin dan dinamika seputar stablecoin. Temuan mereka mengungkapkan pergeseran signifikan dalam dominasi pasokan kripto Bitcoin dan distribusi kepemilikan stablecoin, menunjukkan perubahan perilaku investor dan potensi migrasi likuiditas menuju aset digital berisiko rendah.

    Menurut laporan, dominasi pasokan BTC telah menyaksikan transformasi penting selama dua tahun terakhir. Entitas AS sekarang memiliki Bitcoin 11% lebih sedikit dibandingkan pada Juni 2022, sementara investor yang aktif selama jam perdagangan Asia telah meningkatkan kepemilikan mereka sebesar 9,9%.

    Pembalikan keberuntungan ini menunjukkan perubahan berbeda dari tren yang diamati selama siklus bullish 2020-2021, menandakan pergeseran dalam dinamika pasar dan preferensi investor.

    Dinamika Stablecoin

    Dominasi volume abadi BTC vs ETH. Sumber: Glassnode.
    Dominasi volume abadi BTC vs ETH. Sumber: Glassnode.

    Baca juga: Asia Menguasai Pasar Bitcoin dan Kripto, Meninggalkan AS di Belakang!

    Laporan Glassnode juga menyoroti perkembangan signifikan dalam ruang stablecoin. Pasokan USDT (Tether) telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa, menunjukkan lonjakan permintaan untuk stablecoin populer ini. Sebaliknya, pasokan USDC (USD Coin) dan BUSD (Binance USD) telah menurun ke posisi terendah dalam beberapa tahun.

    Divergensi ini menunjukkan bahwa stablecoin tanpa bunga, seperti USDT, menarik lebih banyak perhatian dan modal, sehingga berpotensi karena kegunaannya dalam perdagangan dan penyediaan likuiditas.

    Selanjutnya, analisis Glassnode tentang aliran on-chain mengungkapkan penurunan permintaan sejak April. Sementara aliran masuk stablecoin secara signifikan melebihi aliran masuk Bitcoin dan Ethereum pada kuartal pertama, koreksi pasar telah menyebabkan pembalikan tren ini.

    Aman dengan Stablecoin

    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode
    Perubahan pasokan regional Bitcoin (BTC) dari Amerika Serikat ke kawasan Asia pada periode year-over-year (YoY). Sumber: Glassnode

    Baca juga: Daftar Aset Kripto Potensi Bullish Akhir Mei 2023

    Glassnode sekarang mengamati arus masuk BTC dan Ethereum yang lebih besar, kemungkinan menunjukkan aktivitas sisi jual karena pelaku pasar menyesuaikan posisi mereka sebagai respons terhadap lanskap yang berkembang.

    Temuan ini secara kolektif menunjukkan rotasi modal bersih dan migrasi likuiditas menuju aset digital berisiko rendah. Data Glassnode selaras dengan pengamatan bahwa volume perdagangan berjangka BTC semakin mendominasi pasar, melampaui Ethereum dan aset digital lainnya pada tahun 2023.

    Peningkatan dominasi volume Bitcoin baru-baru ini, melebihi 65%, mendukung anggapan bahwa Bitcoin dianggap sebagai aset digital yang relatif berisiko lebih rendah dalam ranah aset digital.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Naik Hari Ini (7/6)?

    Investor dan trader dikejutkan dengan menguatnya pasar kripto dan Bitcoin (BTC) yang kembali menduduki posisi level US$ 27.000. Bitcoin dan kripto lainnya naik, meskipun ada tindakan baru dari Securities and Exchange Commission (SEC).

    Dikutip CoinDesk, Bitcoin kembali naik di atas US$ 27.000 pada hari Rabu (7/6) malam untuk pertama kalinya sejak akhir pekan. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar baru-baru ini diperdagangkan pada US$ 27.200, naik 4,3% selama 24 jam terakhir.

    Ethereum (ETH) juga menghabiskan sebagian besar hari Selasa (6/6) untuk kenaikan perdagangan mendekati US$ 1.900, kenaikan 4% dari hari Senin (5/6), waktu yang sama. BNB, token asli Binance, yang turun baru-baru ini naik sekitar 2% sehari setelah terjun lebih dari 10%.

    Kripto ADA dan SOL, token dari platform smart contract, Cardano dan Solano, mendapatkan kembali sebagian kerugian yang hilang, naik sekitar setengah poin persentase dan yang terakhir lebih dari 1%. Platform blockchain layer-2, Polygon (MATIC) turun sekitar 1,5%. Dalam pengajuannya, SEC mengidentifikasi token tersebut di antara 13 sebagai sekuritas yang tidak terdaftar.

    Bitcoin Bangkit

    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian BTC/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Apple Vision Pro Diklaim Dapat Mengubah Cara Merancang Metaverse

    Pasar kripto dan Bitcoin sempat tenggelam mendekati US$ 25.400 pada hari Senin (6/6) beberapa jam setelah SEC mengumumkan gugatan terhadap Binance, bursa kripto terbesar di dunia berdasarkan volume perdagangan.

    Meski sempat turun, Bitcoin mulai naik tipis sejak Selasa (6/6) malam dan melanjutkan jalurnya bahkan ketika SEC mengumumkan gugatan kedua terhadap saingan Binance, Coinbase pada hari yang sama, dan kemudian pada hari itu juga, meminta pengadilan Federal untuk memberikan perintah penahanan sementara untuk membekukan aset yang diikat ke Binance.US.

    “Fakta bahwa pasar telah pulih membuat saya percaya bahwa ini setidaknya harga yang harus terjadi,” tulis Joshua Franklin, CEO dan salah satu pendiri The Tie. “Tidak ada yang terkejut dengan tindakan Gensler.”

    Ethereum Naik

    Pemantulan ETH di pasar kripto terlihat menariknya, karena langkah tersebut menyertai keputusan SEC untuk tidak menyebut Ethereum sebagai “keamanan” dalam tuntutan hukumnya terhadap Binance dan Coinbase.

    Grafik harian ETH/USDT. Sumber: TradingView.
    Grafik harian ETH/USDT. Sumber: TradingView.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    Pada bulan September 2022, Ketua SEC, Gary Gensler mengatakan bahwa token proof-of-stake seperti Ether termasuk dalam kategori sekuritas menurut “Howey Test”. Namun pendapatnya berbeda dengan pendahulunya William Hinman, yang mengatakan Ether bukanlah sekuritas dalam pidatonya tahun 2018 lalu.

    Selain itu, pada April 2023, Gensler mengesampingkan pertanyaan tentang status Ethereum di hadapan Komite Layanan Keuangan DPR AS. Dan sekarang, SEC menghilangkan Ether dalam daftar aset kripto yang dianggapnya aman — termasuk stablecoin BUSD, Solana (SOL),dan Cardano (ADA)— telah meningkatkan keunggulan kompetitifnya di pasar blockchain layer-1.

    Pada hari Senin, saldo staking ETH bersih anjlok sebesar 94,93% menjadi surplus 2.750 ETH, setara dengan US$ 5,23 juta. Setoran berjumlah 23.590 ETH versus penarikan 20.840 ETH.

    Menurut TokenUnlocks, total penarikan tertunda mencapai 19.130 ETH, setara dengan sekitar US$ 34,73 juta. Khususnya, APR yang dipertaruhkan mencapai 7,09%, turun 14,27% selama 24 jam.

    Pastikan kamu hanya melakukan Nabung kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, nabung kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apple Vision Pro Diklaim Dapat Mengubah Cara Merancang Metaverse

    Apple akhirnya mengungkap Vision Pro, headset augmented reality (AR) yang diklaim dapat mengubah cara pengembangan metaverse di masa depan. Vision Pro adalah salah satu produk Apple yang paling ambisius hingga saat ini, dengan proses satu tahun dalam pembuatan dan dikemas dengan teknologi yang tinggi.

    Tapi ada lebih banyak pengumuman hari ini daripada perangkat keras. Bersamaan dengan Vision Pro, Apple meluncurkan sistem operasi yang sama sekali baru, visionOS , dan sejumlah aplikasi yang akan tersedia di OS saat diluncurkan.

    Pada acara Apple WWDC 2203 yang berlangsung hari Selasa (6/6) dini hari, Apple Vision Pro digambarkan sebagai perangkat ramping dengan perluasan jajaran perangkat keras Apple yang ada, dikendalikan oleh input mata, tangan, dan suara pengguna.

    Yang paling mengesankan, Apple mengatakan bahwa perangkat tersebut akan “berinteraksi dengan konten digital dengan cara yang terasa seperti hadir secara fisik di ruang mereka,” yang berarti perangkat beresolusi tinggi dapat memproyeksikan konten secara mulus ke ruang fisik pengguna.

    “Vision Pro bertahun-tahun ke depan dan tidak seperti apa pun yang dibuat sebelumnya – dengan sistem input baru yang revolusioner dan ribuan inovasi inovatif,” kata CEO Apple, Tim Cook dalam siaran pers . “Ini membuka pengalaman luar biasa bagi pengguna kami dan peluang baru yang menarik bagi pengembang kami.”

    Metaverse dan Apple

    Ilustrasi Apple Vision Pro. Sumber: Apple.
    Ilustrasi Apple Vision Pro. Sumber: Apple.

    Baca juga: Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    Di WWDC dan juga video promosi Apple untuk Vision Pro, tidak ada penggunaan kata “metaverse”. CEO Tim Cook juga mengatakan bahwa headset baru ini akan menjadi perangkat yang “memadukan dunia nyata dan dunia maya dengan mulus.”

    Metaverse telah lama digembar-gemborkan sebagai evolusi internet selanjutnya. Selain itu, Apple memiliki kesempatan untuk mengubah cara orang melihat panggung digital dengan Vision Pro AR/VR Headset. Lebih penting lagi, ini dapat mengubah cara ruang digital berinteraksi dengan konsumen umum.

    Pengalaman metaverse, meskipun tidak terbatas pada mereka, dapat ditingkatkan dengan headset VR. Selain itu, Anda dapat menjelajahi lingkungan digital semacam ini dengan produk baru Apple. Selanjutnya membuka sejumlah peluang bagi dunia digital untuk berkembang dengan kecepatan yang agak cepat.

    Augmented reality adalah proses melapisi dunia nyata dengan dunia maya. Selain itu, basis konsumen Apple yang tersebar luas dan koneksi ke standar tertinggi pengembangan aplikasi dapat membuka pintu baru untuk teknologi tersebut. Platform sosial, pengalaman bermain game, dan lebih banyak lagi dapat melihat perkembangan yang dipercepat dengan Apple sekarang sedang menjajaki upaya tersebut.

    Seluruh industri tampak bersemangat dengan prospek keterlibatan Apple. Berbicara kepada The Verge, CEO platform VR/AR Campfire 3D mencatat kegembiraannya. “Ini adalah satu-satunya hal terbesar yang dapat terjadi pada industri ini,” kata Wright. “Apakah Anda membuat perangkat keras atau perangkat lunak, kami sangat senang karenanya.”

    Nasib Token Metaverse

    ilustrasi metaverse
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: Mengapa Pasar Kripto dan Bitcoin Turun Hari Ini (6/6)?

    Seminggu sebelum Apple WWDC, token metaverse paling populer mengalami kenaikan harga secara bertahap, mungkin karena hype yang bagus dari para influencer kripto. Sebagai hasil dari banyak pum dan shilling , Decentraland (MANA), The Sandbox (SAND), dan Axie Infinity (AXIE), terlihat hijau di lautan merah.

    Pertama, harga MANA sempat naik 18% dari US$ 0,45 menjadi US$ 0,53. Selanjutnya, harga SAND meningkat 17% dari US$ 0,52menjadi US$ 0,61. Terakhir, harga AXIE naik 9% dari US$ 6,83 menjadi US$ 7,45.

    Namun, pada hari yang sama ketika Apple mengumumkan ‘Vision Pro’, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyatakan bahwa token metaverse adalah sekuritas. Tak lama kemudian, harga token metaverse turun tajam.

    SEC memberikan alasan yang sama untuk pelabelan SAND dan AXIE sebagai sekuritas. Ini tentu bukan kabar baik bagi mereka yang telah berinvestasi di platform metaverse Web3.

    Jika suatu entitas dianggap sebagai sekuritas, mereka harus terdaftar di SEC atau regulator sekuritas yang relevan di wilayah tersebut, yang banyak di antaranya tidak terdaftar. Ini dapat menyebabkan denda yang besar, dan beberapa aset kripto bahkan dapat dianggap ilegal.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Kripto Indonesia Terus Tumbuh Capai 17,25 Juta pada April 2023

    Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai 17,25 juta orang pada bulan April 2023. Angka dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ini mengalami peningkatan sebesar 11.000 orang atau naik 0,64% dibandingkan dengan bulan Maret 2023 yang sebanyak 17,14 juta orang.

    Apabila dilihat secara tahunan, terjadi peningkatan sekitar 3,52 juta orang atau 25,64% dari bulan April 2022 yang mencapai 13,73 juta orang. Meskipun terus bertambah, pertumbuhan jumlah investor kripto cenderung melambat. Pada bulan April 2023, pertumbuhannya mencapai 7,52%, menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir.

    Namun, persentase penambahan investor bulanan terus menurun sejak Oktober 2022 hingga April 2023. Bahkan, tidak pernah mencapai angka di atas 1%. Hal ini juga sejalan dengan penurunan nilai transaksi kripto di Indonesia.

    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

    Baca juga: Profil 6 Calon Dewan Komisioner OJK Periode 2023-2028

    Pada bulan April 2023, nilai transaksi kripto mencapai Rp 10,77 triliun, mengalami penurunan sebesar 14,15% dari bulan sebelumnya yang mencapai Rp 12,54 triliun. Jika dibandingkan dengan bulan April 2022 yang mencapai Rp 36,91 triliun, terjadi penurunan sebesar 70,82%.

    Optimis Bangkit

    Dalam pernyataannya di awal tahun 2023, Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko memproyeksikan pada 2023, aset kripto akan bangkit meski secara perlahan.

    “Walaupun nilai transaksinya itu turun, tetapi pelanggannya jumlahnya meningkat. Ini menunjukkan bahwa peminat aset kripto ini memang mengalami peningkatan yang sangat luar biasa,” ujar Didid beberapa waktu yang lalu.

    Di saat kripto terpuruk, Bappebti terus menggodok dan memperbaiki aturan terkait kripto. Didid menyebut hal itu menjadi bekal bila kripto nantinya bangkit kembali.

    VP Corporate Communications Tokocrypto, Rieka Handayani, mengatakan optimis dengan perkembangan investasi aset kripto di Indonesia masih terus menunjukan angka yang positif. Pertumbuhan jumlah investor ini didorong oleh minat yang semakin besar dari masyarakat Indonesia terhadap aset kripto, serta adopsi yang lebih luas dari berbagai platform perdagangan kripto.

    Ilustrasi Tokocrypto
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Transaksi Bitcoin Meningkat di Kalangan Investor Jangka Panjang

    “Kami optimis dengan perkembangan investasi aset kripto di Indonesia masih terus menunjukan angka yang positif. Target kami ingin terus meningkatkan jumlah transaksi atau volume trading dan jumlah investor dengan pemahaman yang cukup tentang dunia investasi kripto. Kami ingin menciptakan industri aset kripto dengan investor yang berkualitas di dalamnya,” jelas Rieka.

    “Ke depannya, kami akan terus mengoptimalkan strategi bisnis yang fokus pada crypto exchange sebagai fundamental perusahaan dan meningkatkan inovasi produk, pelayanan, dan keamanan nasabah. Strategi kami tetap pada pengoptimalan model bisnis, terus melakukan edukasi dan literasi dengan sumber daya yang kami miliki. Dengan begitu diharapkan perusahaan dapat bertahan dan tumbuh beriringan dengan strategi bisnis yang sehat.”



    Sumber : news.tokocrypto.com