Author: 32

  • Harga Dogecoin Turun Hingga $0,17, Bertahan atau Menyerah?

    Harga Dogecoin (DOGE) kembali menghadapi tantangan besar karena terus menurun hingga ke level $0,17.

    Setelah mengalami penurunan signifikan dari puncaknya pada Mei 2025, DOGE kini juga diuji oleh tekanan jual yang meningkat.

    Pertanyaan utama yang muncul adalah: apakah investor cerdas akan tetap bertahan (HODL) atau memilih untuk menjual?

    Tekanan Jual Meningkat

    Pada awal Juni 2025, sekitar 400 juta DOGE mengalir ke Binance, menunjukkan bahwa banyak pemegang jangka pendek hingga menengah mulai menjual aset mereka.

    Data on-chain mengungkapkan bahwa 30% alamat DOGE kini berada dalam posisi rugi, dengan harga akuisisi di atas $0,18.

    Dalam tiga hari terakhir, tercatat kerugian yang direalisasikan mencapai lebih dari $800 juta, mencerminkan keputusasaan para investor yang sebelumnya membeli pada harga lebih tinggi.

    Baca Juga: Ketegangan Musk dan Trump Bikin Dogecoin Kian Terpuruk

    Peran Investor Cerdas

    Meskipun tekanan jual meningkat, investor jangka panjang (HODLers) tampaknya tetap tenang.

    Namun, jika DOGE gagal bertahan di atas $0,17, ada kemungkinan besar bahwa investor cerdas akan mulai menjual untuk mengurangi kerugian.

    Kondisi ini dapat memperburuk tekanan jual dan menurunkan harga DOGE lebih lanjut.

    Analisis Teknis dan Prospek

    Secara teknikal, DOGE berada di persimpangan kritis. Jika harga berhasil bertahan di atas $0,17, ada potensi untuk rebound menuju level $0,20.

    Namun, jika tembok jual terus mendominasi, DOGE bisa jatuh ke level support berikutnya di sekitar $0,14.

    Analis juga memperingatkan tentang kemungkinan terjadinya “Death Cross”, di mana rata-rata pergerakan jangka pendek melintasi rata-rata pergerakan jangka panjang ke bawah, menandakan potensi tren bearish lebih lanjut.

    Aktivitas Whale dan Sentimen Pasar

    Whale DOGE, atau pemegang dalam jumlah besar, juga mulai menunjukkan tanda-tanda distribusi.

    Data menunjukkan bahwa proporsi pasokan DOGE yang dimiliki oleh pemegang selama 3–6 bulan meningkat dari 10% pada Maret menjadi 15,53% pada puncak rally.

    Namun, setelah itu, proporsi ini menurun menjadi 12,4%, mengindikasikan bahwa banyak whale mulai menjual untuk merealisasikan keuntungan.

    Baca Juga: Cek Harga Dogecoin Hari Ini Di Sini

    DOGE kini berada di persimpangan penting. Jika harga berhasil bertahan di atas $0,17 dan investor cerdas tetap bertahan, ada potensi untuk rebound menuju level yang lebih tinggi. Namun, jika tekanan jual terus meningkat dan investor mulai menjual, DOGE bisa mengalami penurunan lebih lanjut. Investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat dan mempertimbangkan strategi investasi yang sesuai dengan toleransi risiko mereka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Turun 9,4%, Shiba Inu Berada di Titik Penentuan

    Shiba Inu (SHIB) terus mengalami kerugian karena penjualan yang intensif menjadi pusat perhatian dalam ekosistemnya.

    Koin meme terbesar kedua itu telah kehilangan 9,4% nilainya dalam seminggu terakhir dan saat ini diperdagangkan pada $0,00001273.

    Menurut analis data kripto Buddy King, tren penurunan ini mungkin dipicu oleh melonjaknya tekanan jual, yang mengakibatkan gelombang besar likuidasi.

    Baca Juga: Kejutan Shiba Inu: 316 Juta Dolar SHIB Dikirim ke Coinbase

    Reaksi Pasar

    Semua harapan tidak hilang karena Shiba Inu sedang meninjau kembali level teknis utama yang sebelumnya memicu kenaikan harga SHIB sebesar 400%.

    Level ini, yang sering dikaitkan dengan dukungan atau resistensi historis yang kuat pada grafik, bertindak sebagai landasan peluncuran bagi pertumbuhan eksplosif SHIB dalam siklus pasar sebelumnya,” kata analis pasar dari Yahu Crypto, seperti dikutip dari Zycrypto pada Minggu (8/6).

    Menurutnya, dengan kondisi ini menunjukkan volatilitas baru pasar meme coin dan volume perdagangan yang melonjak.

    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Diambang Kebimbangan

    Meskipun demikian, analis tersebut menambahkan bahwa komunitas kripto masih bimbang antara apakah SHIB akan mengulangi kinerja masa lalu atau koreksi sudah di depan mata karena data on-chain, seperti sentimen pemegang dan aktivitas paus, menunjukkan sinyal yang beragam.

    Hal ini berdasarkan fakta bahwa beberapa investor menyimpan lebih banyak SHIB dalam kepemilikan mereka, sementara yang lain mengambil untung, karena perubahan harga terkini.

    Minat terbuka Shiba Inu telah melonjak setelah mencatat peningkatan 4,11% hingga mencapai $163,73 juta, yang menunjukkan bahwa likuiditas dan aktivitas pasar masih aktif.

    Selain itu, para pemegang saham SHIB telah memindahkan aset mereka ke penyimpanan dingin secara besar-besaran, yang menandakan lonjakan harga tertinggi sepanjang masa.

    Baca Juga: Shiba Inu (SHIB) Tingkatkan Laju Pembakaran Token hingga 2.408%

    Oleh karena itu, waktulah yang akan menentukan bagaimana Shiba Inu akan berkembang dalam jangka pendek dan jangka panjang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Coinbase Pertimbangkan PancakeSwap, BNB Chain Catat Volume Rekor

    Coinbase, salah satu bursa kripto terbesar di dunia, baru-baru ini menambahkan PancakeSwap (CAKE) ke dalam roadmap listing-nya.

    Langkah ini menandakan bahwa token asli dari decentralized exchange (DEX) terkemuka di BNB Chain tersebut akan segera tersedia untuk diperdagangkan di platform Coinbase.

    Pengumuman ini datang di tengah lonjakan aktivitas perdagangan PancakeSwap, yang mencatatkan volume bulanan tertinggi sepanjang masa sebesar $173 miliar pada Mei 2025.

    Baca Juga: BNB Bertahan di $668, Didukung PancakeSwap dan Strategi Binance

    Lonjakan Volume Perdagangan PancakeSwap

    PancakeSwap telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

    Pada Mei 2025, platform ini mencatatkan volume perdagangan bulanan sebesar $173 miliar, sebuah rekor baru yang menempatkannya di depan Uniswap, yang tercatatkan di $95,7 miliar pada periode yang sama.

    Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh adopsi yang lebih luas dari BNB Chain dan minat yang meningkat terhadap memecoin serta aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi).

    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Faktor Pendorong Pertumbuhan

    Beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap lonjakan aktivitas PancakeSwap antara lain:

    • Adopsi Layer-2 dan Multi-Rantai: PancakeSwap telah memperluas jangkauannya ke berbagai jaringan, termasuk Arbitrum dan Base, yang masing-masing mencatatkan peningkatan volume perdagangan tahunan sebesar 3.656% dan 3.539% pada tahun 2024.
    • Kenaikan Harga Token CAKE: Harga token CAKE mengalami lonjakan signifikan, mencerminkan kepercayaan investor yang meningkat terhadap platform ini.
    • Hype Memecoin: Peluncuran memecoin seperti $MUBARAK dan $BROCCOLI di BNB Chain telah menarik perhatian trader, meningkatkan volume perdagangan di PancakeSwap.

    Implikasi Listing di Coinbase

    Penambahan PancakeSwap ke dalam roadmap listing Coinbase menunjukkan bahwa platform ini memenuhi standar yang ditetapkan oleh bursa kripto AS tersebut.

    Meskipun harga token CAKE tidak menunjukkan lonjakan signifikan setelah pengumuman ini, listing di Coinbase dapat meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas token bagi investor ritel di pasar AS.

    Langkah ini juga dapat memperkuat posisi PancakeSwap sebagai pemain utama di ekosistem DeFi global.

    Baca Juga: Harga BNB Siap Tembus $670: Analisis dan Prospek ke Depan

    Dengan volume perdagangan yang terus meningkat dan adopsi yang meluas, PancakeSwap menunjukkan bahwa DEX berbasis BNB Chain memiliki potensi besar untuk bersaing dengan platform DeFi lainnya.

    Penambahan ke dalam roadmap listing Coinbase menandakan pengakuan terhadap kualitas dan potensi PancakeSwap di pasar global.

    Investor dan pengguna dapat mengharapkan lebih banyak inovasi dan pertumbuhan dari platform ini dalam waktu dekat.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Deutsche Bank Pertimbangkan Stablecoin untuk Pembayaran Global

    Deutsche Bank tengah menjajaki penerapan teknologi stablecoin untuk memperbarui sistem pembayaran internasional.

    Langkah ini mencerminkan komitmen bank asal Jerman tersebut dalam mengadopsi inovasi digital guna meningkatkan efisiensi dan keamanan transaksi lintas batas.

    Apa Itu Stablecoin?

    Stablecoin adalah aset kripto yang dirancang untuk mempertahankan nilai stabil dengan mengaitkannya pada aset tradisional seperti dolar AS atau euro.

    Berbeda dengan cryptocurrency lain yang nilainya sangat fluktuatif, stablecoin menawarkan kestabilan yang penting untuk transaksi keuangan.

    Baca Juga: Deutsche Bank hingga Fidelity Bikin Bitcoin Bergairah, Optimis Naik Tinggi

    Inisiatif Deutsche Bank dalam Stablecoin

    Deutsche Bank, melalui anak perusahaannya DWS, berencana meluncurkan stablecoin euro yang sepenuhnya diatur oleh BaFin, otoritas pengawas keuangan Jerman.

    Proyek ini, yang dinamakan AllUnity, merupakan hasil kolaborasi dengan Galaxy Digital dan Flow Traders.

    Stablecoin ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan investor institusional dan perusahaan di Eropa.

    DWS menargetkan peluncuran stablecoin ini dalam 12 hingga 18 bulan ke depan, setelah memperoleh lisensi e-money dari BaFin.

    Ilustrasi Standard Chartered yang prediksi harga bitcoin. Sumber: Standard Chartered.
    Ilustrasi Standard Chartered. Sumber: Standard Chartered.

    Kolaborasi dengan Standard Chartered: Uji Coba UDPN

    Selain itu, Deutsche Bank bersama Standard Chartered telah menguji coba sistem pembayaran berbasis blockchain yang disebut Universal Digital Payments Network (UDPN).

    Sistem ini memungkinkan transaksi antar stablecoin dan mata uang digital bank sentral (CBDC) dengan menggunakan pesan digital, mirip dengan sistem SWIFT yang digunakan dalam perbankan tradisional.

    Dalam uji coba tersebut, kedua bank berhasil melakukan transfer dan pertukaran stablecoin seperti USDC dan EURS secara real-time.

    UDPN dirancang untuk mendukung interoperabilitas antara berbagai jaringan blockchain sambil memastikan kepatuhan terhadap standar identitas digital terdesentralisasi.

    Potensi dan Tantangan

    Penerapan stablecoin dalam sistem pembayaran global menawarkan berbagai keuntungan, antara lain:

    • Efisiensi Biaya dan Waktu: Mengurangi biaya transaksi dan waktu penyelesaian dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional.
    • Aksesibilitas Global: Memungkinkan akses ke layanan keuangan bagi individu dan perusahaan di berbagai belahan dunia.
    • Transparansi dan Keamanan: Meningkatkan transparansi dan keamanan transaksi melalui teknologi blockchain.

    Namun, terdapat juga tantangan yang perlu diatasi, seperti:

    • Kepatuhan Regulasi: Memastikan bahwa stablecoin mematuhi regulasi yang berlaku di berbagai yurisdiksi.
    • Interoperabilitas: Mencapai interoperabilitas antara berbagai platform dan sistem pembayaran.
    • Kepercayaan Pasar: Membangun kepercayaan pasar terhadap stabilitas dan keamanan stablecoin.

    Prospek Masa Depan

    Langkah Deutsche Bank dalam mengadopsi teknologi stablecoin menunjukkan bahwa bank-bank besar mulai melihat potensi digitalisasi dalam sistem pembayaran global.

    Dengan dukungan regulasi yang semakin jelas, seperti penerapan Markets in Crypto Assets Regulation (MiCAR) di Uni Eropa, diharapkan adopsi stablecoin akan semakin meluas.

    Baca Juga: Standard Chartered Ramal Harga XRP Tembus $12,50

    Inisiatif ini tidak hanya akan menguntungkan bagi institusi keuangan, tetapi juga bagi konsumen yang mencari solusi pembayaran yang lebih efisien dan aman.

    Dengan terus berkembangnya teknologi dan regulasi di sektor ini, Deutsche Bank dan institusi keuangan lainnya diharapkan dapat memainkan peran kunci dalam transformasi sistem pembayaran global menuju era digital yang lebih maju.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengapa Harga Ravencoin Melejit, dan Mengapa Bisa Segera Anjlok

    Harga Ravencoin (RVN), salah satu aset kripto hasil fork dari Bitcoin, mengalami lonjakan spektakuler pada Kamis, 5 Juni 2025. Namun, euforia tersebut mungkin tidak bertahan lama, dan para investor perlu bersiap untuk potensi koreksi tajam dalam waktu dekat.

    Kenaikan Tajam Usai Pencatatan di Upbit

    Ravencoin mencatat kenaikan harga signifikan hingga mencapai $0,027, naik sekitar 155% dari harga pembukaan harian dan 210% sejak posisi terendahnya di April. Kenaikan ini menjadikannya salah satu kripto dengan performa terbaik dalam seminggu terakhir, sebelum akhirnya terkoreksi dan ditutup di level $0,016, dengan kapitalisasi pasar sekitar $255 juta.

    Faktor utama pemicu lonjakan harga Ravencoin adalah pencatatannya di Upbit, bursa kripto terbesar di Korea Selatan. Pencatatan ini membuka akses lebih luas bagi investor Korea untuk membeli RVN menggunakan mata uang lokal mereka, sehingga menciptakan lonjakan permintaan secara instan.

    Berdasarkan data dari CoinMarketCap, volume perdagangan harian Ravencoin melonjak hingga $445 juta, di mana Upbit menyumbang sekitar $170 juta — menunjukkan betapa besar pengaruh bursa ini terhadap pergerakan harga RVN.

    Fenomena “Pomp” Kripto Usai Pencatatan

    Lonjakan seperti ini bukanlah hal baru di dunia kripto, khususnya ketika token baru dicatatkan di bursa besar Korea Selatan. Sebelumnya, token seperti Orca naik lebih dari 200% setelah tercatat di Upbit, sebelum akhirnya anjlok 70% hanya dalam beberapa hari. Pola serupa juga terjadi pada Arkham dan Kaito, yang masing-masing melonjak 55% dan 25%, namun kemudian terkoreksi tajam.

    Pola pump-dump ini menjadi indikasi bahwa euforia pasca-pencatatan sering kali tidak berkelanjutan, dan pergerakan harga cenderung tidak stabil setelah hype awal mereda.

    Pergerakan harga Ravencoin (RVN/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ravencoin (RVN/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Turun 9,4%, Shiba Inu Berada di Titik Penentuan

    Fakta di Balik Ravencoin

    Ravencoin merupakan turunan dari Bitcoin yang dirancang untuk memiliki biaya transaksi lebih rendah dan waktu konfirmasi lebih cepat. Perbedaan utama lainnya terletak pada jumlah pasokan maksimal: Ravencoin memiliki total suplai 21 miliar koin, jauh lebih besar dibandingkan Bitcoin yang hanya 21 juta.

    Dengan karakteristik tersebut, Ravencoin memang menawarkan alternatif menarik bagi pengguna yang menginginkan efisiensi lebih tinggi dalam transaksi. Namun, dari sudut pandang investor, volatilitasnya tetap menjadi risiko utama.

    Analisis Teknikal: Waspadai Koreksi Lanjutan

    Secara teknikal, grafik harian Ravencoin menunjukkan pola ascending channel sejak April, dengan titik terendah di $0,0089. Lonjakan harga baru-baru ini menciptakan formasi candlestick yang dikenal sebagai “God candle” — sinyal teknikal kuat dari lonjakan volume dan harga secara tiba-tiba.

    Namun, harga saat ini sudah menembus sisi atas channel tersebut dan mulai terkoreksi kembali ke dalam pola. RVN masih bertahan di atas moving average 50 hari dan 100 hari, tetapi tekanan jual mulai terlihat.

    Jika koreksi berlanjut, target penurunan berikutnya kemungkinan berada di area $0,0125 — level support penting yang terakhir disentuh pada Agustus tahun lalu. Penurunan ke level ini berarti koreksi sekitar 25% dari harga saat ini.

    Kesimpulan: Peluang atau Perangkap?

    Ravencoin menjadi sorotan berkat lonjakan tajam yang dipicu oleh pencatatan di Upbit. Namun, investor perlu berhati-hati karena sejarah mencatat bahwa euforia semacam ini cenderung bersifat sementara. Dengan potensi koreksi hingga 25%, Ravencoin bisa berubah dari peluang menjadi perangkap bagi mereka yang masuk terlambat.

    Seperti biasa dalam dunia kripto: “Naik cepat, turun lebih cepat.”


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Platform Bitcoin DeFi ALEX Lab Diretas, Kerugian Capai $8,3 Juta

    Sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) kembali diguncang oleh insiden keamanan besar. Protokol DeFi berbasis Bitcoin, ALEX Lab, mengalami eksploitasi serius pada 6 Juni 2025, dengan total kerugian lebih dari $8,3 juta dari berbagai aset kripto yang dimiliki pengguna.

    Eksploitasi pada Sistem Verifikasi On-Chain

    Dilaporkan Coindoo, serangan tersebut berhasil mengeksploitasi kelemahan dalam logika verifikasi daftar mandiri dari ALEX Lab—komponen krusial yang berfungsi untuk menegakkan batasan on-chain di jaringan Stacks, ekosistem yang memungkinkan smart contract di atas blockchain Bitcoin.

    Akibatnya, sejumlah besar aset berhasil disedot oleh penyerang, termasuk:

    • 8,4 juta STX senilai sekitar $5,69 juta
    • 21,85 sBTC senilai $2,24 juta
    • 149.850 USDC/USDT
    • 2,8 WBTC senilai $287.000

    Ini menjadi insiden besar kedua yang menimpa ALEX Lab dalam dua tahun terakhir, yang menyoroti risiko berkelanjutan pada kontrak pintar di sektor Bitcoin DeFi yang tengah berkembang.

    Baca juga: SUI Melonjak Hampir 9%, Bitcoin Pulih $5.000 Usai Aksi Jual Tajam

    Janji Penggantian 100% dalam USDC

    Menanggapi krisis ini, pihak ALEX Lab Foundation berkomitmen memberikan penggantian penuh dalam bentuk USDC kepada seluruh pengguna yang terdampak. Dana kompensasi akan diambil dari cadangan kas internal protokol. Nilai penggantian dihitung berdasarkan rata-rata nilai tukar on-chain antara pukul 10:00 hingga 14:00 UTC pada hari terjadinya insiden, 6 Juni 2025.

    “Kami berkomitmen penuh untuk memulihkan dana setiap pengguna yang terdampak,” ujar perwakilan ALEX Lab. “Total nilai pengembalian adalah $8.373.227,13.”

    Proses Klaim dan Timeline

    ALEX Lab telah mengumumkan proses klaim dana penggantian yang mencakup:

    • 8 Juni, pukul 23:59 UTC: Pengguna terdampak akan menerima notifikasi on-chain yang berisi tautan pribadi menuju formulir klaim.
    • 10 Juni, pukul 23:59 UTC (batas waktu): Pengguna harus melengkapi formulir klaim dan mengonfirmasi alamat dompet penerima.
    • Dalam 7 hari kerja: Dana USDC akan dikirimkan kepada pengguna yang telah diverifikasi.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Kekhawatiran Komunitas dan Masa Depan Bitcoin DeFi

    Meskipun langkah cepat ALEX Lab dalam menanggulangi insiden mendapat pujian, sejumlah pihak dalam komunitas tetap mempertanyakan apakah kepercayaan terhadap protokol ini dapat dipulihkan tanpa adanya reformasi struktural yang mendalam. Terlebih lagi, insiden ini memperkuat kekhawatiran atas keamanan protokol DeFi yang dibangun di atas ekosistem Bitcoin seperti Stacks.

    Seiring meningkatnya minat terhadap Bitcoin DeFi, kasus ini menjadi pengingat keras bahwa inovasi teknologi tidak datang tanpa risiko. Keamanan tetap menjadi tantangan utama dalam menjaga keberlanjutan dan kepercayaan dalam sistem keuangan terdesentralisasi.

    Baca juga: Harga BTC Tembus $100.000, Bitcoin Jadi Aset Langka?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Upgrade Pectra Ethereum: Penilaian Setelah Sebulan Implementasi

    Transformasi teknis terbesar Ethereum sejak The Merge pada 2022 kini mulai menunjukkan dampak nyatanya. Dalam sebulan sejak peluncuran peningkatan Pectra, data awal menunjukkan dampak signifikan terhadap efisiensi biaya dan dinamika jaringan Ethereum, terutama di ekosistem lapisan-2 (L2).

    Apa Itu Pectra dan Mengapa Penting?

    Dilaporkan Cointrackdaily, inti dari peningkatan Pectra adalah kemampuan baru Ethereum untuk mengelola blob—struktur data sementara pada lapisan konsensus. Dengan dukungan dari proposal EIP-7691, Pectra dirancang untuk mengurangi biaya transaksi secara drastis, terutama bagi teknologi rollup seperti Arbitrum, Optimism, dan Base (platform L2 dari Coinbase).

    Biaya Transaksi Mendekati Nol

    Dalam tujuh hari pertama implementasi, biaya transaksi di jaringan rollup anjlok dari beberapa dolar menjadi hanya beberapa sen. Ulyana Skladchikova, Kepala Produk di Blockscout, menyebut peningkatan ini sebagai “kunci utama bagi skalabilitas Ethereum.”

    Zack Pokorny dari Galaxy mencatat bahwa biaya transaksi blob turun drastis hingga hanya empat per seribu sen per hari—bandingkan dengan pengeluaran harian sebelum Pectra yang mencapai $16.000.

    Tren Penggunaan dan Efek Skala

    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Ethereum DIdorong $320 Juta: Sinyal Kuat dari Investor Institusional?

    Data pasca-peluncuran menunjukkan lonjakan pemanfaatan blob sebesar 20%, dengan permintaan harian mencapai 25.600 unit segera setelah aktivasi. Menjelang akhir Mei, angka ini terus meningkat hingga 28.000 unit, atau naik 33% sejak peluncuran Pectra.

    Namun, peningkatan kapasitas ini belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kelebihan pasokan blob menekan harga transaksi menjadi sangat murah, memberi insentif besar bagi proyek rollup untuk meningkatkan throughput.

    Tantangan bagi Validator: Konsolidasi atau Tersingkir?

    Meskipun efisiensi biaya meningkat, tekanan terhadap validator juga bertambah. Volume data blob yang tinggi menciptakan beban tambahan dalam memverifikasi dan menyimpan informasi, mendorong beberapa validator kecil untuk bergabung dengan entitas yang lebih besar agar dapat bertahan.

    Menariknya, meski konsolidasi validator biasanya dikaitkan dengan risiko sentralisasi, Skladchikova menilai fenomena ini bisa memunculkan desentralisasi baru karena memungkinkan lebih banyak pihak untuk ikut serta melalui staking kolektif dan infrastruktur bersama.

    ETH Naik 27% di Tengah Volatilitas

    Harga Ethereum mencerminkan optimisme pasar terhadap peningkatan ini. ETH naik dari sekitar $1.800 menjadi puncaknya di $2.800 sebelum terkoreksi ke $2.510, namun tetap mencatatkan kenaikan bulanan sebesar 27%.

    Modularisasi Ethereum Mulai Terwujud

    Peningkatan Pectra menjadi tonggak penting dalam visi Ethereum menuju arsitektur modular. Dengan manfaat nyata berupa biaya transaksi yang rendah dan peluang baru untuk efisiensi jaringan, Pectra membuka jalan menuju ekosistem blockchain yang lebih terjangkau dan inklusif—terutama bagi solusi lapisan-2 yang semakin menjadi tulang punggung adopsi massal.

    Baca juga: ETF Ethereum Melesat: Blackrock ETHA Pimpin Arus Masuk US$25 Juta


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Optimisme ETF Kripto Semakin Kuat

    Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengizinkan penyertaan sejumlah altcoin, termasuk XRP, ke dalam Indeks Harga Penyelesaian Kripto AS Nasdaq (NCIUS).

    Menurut laporan The Coin Republik, langkah ini memicu spekulasi luas bahwa persetujuan ETF spot untuk altcoin mungkin semakin dekat, dan membuka peluang baru bagi lonjakan harga di sektor kripto.

    XRP, ADA, SOL, dan XLM Masuk Indeks Nasdaq: Sinyal Kuat Menuju ETF Spot

    Dalam pembaruan terbarunya, Indeks Harga Penyelesaian Kripto AS Nasdaq kini mencakup XRP, Cardano (ADA), Solana (SOL), dan Stellar (XLM), melengkapi dua aset sebelumnya: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Inklusi ini mencerminkan peningkatan likuiditas dan kestabilan harga dari keempat altcoin tersebut—dua elemen penting yang menjadi syarat utama persetujuan ETF spot oleh SEC.

    Menurut Nasdaq, kehadiran altcoin ini dalam indeks membuka jalan bagi penggunaan mereka sebagai aset dasar dalam produk investasi masa depan. Analis regulasi melihat langkah ini sebagai upaya membuka pintu bagi partisipasi institusional yang lebih luas dalam ekosistem altcoin.

    Setelah pengumuman tersebut, harga XRP naik tipis sebesar 1%, sementara ADA melonjak 1,5%, SOL 2%, dan XLM mencatat kenaikan 1,96%. Kenaikan ini dianggap sebagai reaksi awal pasar terhadap potensi realisasi ETF altcoin di masa mendatang.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Analisis Harga XRP: Uji Ketahanan di Level $2,20

    Analis Prediksi Lonjakan XRP hingga 2.500%

    Optimisme terhadap masa depan XRP tak hanya datang dari sisi regulasi. Analis teknikal populer, Egrag Crypto, memperkirakan bahwa XRP sedang memasuki fase kedua dari “Siklus 3” dalam siklus fraktalnya. Dalam grafik yang ia bagikan, Egrag menunjukkan bahwa XRP sebelumnya mengalami lonjakan harga dari bawah $0,01 hingga hampir $3,50—dan kini sedang membangun momentum untuk siklus pertumbuhan selanjutnya.

    Ia memperkirakan puncak siklus saat ini bisa terjadi pada Juli 2025, dengan potensi harga XRP melonjak hingga kisaran $27 hingga $39, atau kenaikan lebih dari 2.500% dari level saat ini. Prediksi ini semakin relevan mengingat semakin meningkatnya minat institusional dan kemungkinan persetujuan ETF spot altcoin dalam waktu dekat.

    Desakan Industri: Kembalikan Aturan ‘First-to-File’

    Di tengah perlombaan pengajuan ETF kripto, sejumlah manajer aset besar seperti VanEck, 21Shares, dan Canary Capital menyerukan kepada SEC untuk mengembalikan aturan “first-to-file”—yakni prinsip bahwa pengajuan yang lebih awal harus mendapatkan prioritas dalam proses persetujuan.

    Ketiga firma tersebut menilai bahwa praktik persetujuan bersamaan seperti yang terjadi pada ETF Bitcoin dan Ethereum baru-baru ini cenderung menguntungkan pemain besar seperti BlackRock, yang mengajukan lebih lambat tetapi berhasil mendominasi pasar. Mereka berharap kembalinya aturan berbasis antrean akan menciptakan persaingan yang lebih sehat dan adil di antara penerbit ETF.

    Selain itu, mereka menggarisbawahi bahwa keterlambatan persetujuan ETF altcoin bisa menghambat akses institusi ke instrumen investasi kripto yang terdiversifikasi dan teregulasi.

    Institusi Mulai Melirik Altcoin

    Dengan disetujuinya ETF spot Ethereum pada Juli 2024, fokus investor institusional perlahan mulai bergeser dari BTC dan ETH ke altcoin unggulan seperti XRP, ADA, dan SOL. Jika ETF spot untuk altcoin ini mendapatkan persetujuan, maka manajer aset, dana pensiun, hingga hedge fund akan memiliki jalur resmi untuk mengakses portofolio kripto yang lebih luas.

    Instrumen ETF ini tidak hanya memudahkan akses ke aset digital, tetapi juga bisa meningkatkan stabilitas pasar dan mendorong adopsi kripto lebih jauh, terutama untuk aset-aset yang telah lolos seleksi indeks seperti XRP.

    Penyertaan XRP dalam indeks Nasdaq dan meningkatnya dorongan dari industri untuk pengesahan ETF spot menjadi tanda-tanda positif bagi pasar altcoin. Jika tren ini berlanjut, XRP dan altcoin lainnya bisa berada di jalur menuju pertumbuhan harga yang signifikan, seiring meningkatnya kejelasan regulasi dan minat institusional yang semakin menguat.

    Baca juga: Harga XRP Anjlok 22% Pasca Hakim Tolak Kesepakatan Ripple-SEC


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Solana Melepas $17 Juta Setelah 4 Tahun, Investor Khawatir?

    Solana (SOL) baru saja mengalami pergerakan besar dari salah satu pemegang jangka panjangnya. Whale kripto tersebut mencairkan lebih dari $17 juta setelah empat tahun melakukan staking. Apakah ini pertanda akan datangnya koreksi besar atau justru peluang untuk akumulasi?

    Menurut laporan AMBcrypto, dalam dua minggu terakhir, Solana [SOL] menunjukkan tren menurun setelah menyentuh titik tertinggi lokal di $187. Harga altcoin ini sempat anjlok ke titik terendah $141, yang memicu ketidakpastian di kalangan investor, terutama pemegang jangka panjang yang mulai kehilangan kesabaran terhadap stagnasi pasar.

    Salah satu whale Solana yang telah melakukan staking selama empat tahun memutuskan untuk menjual sebagian besar asetnya. Menurut data dari Onchain Lens, whale ini melepas 125.045 SOL senilai sekitar $17,64 juta, dengan 25.000 SOL di antaranya dikirim langsung ke Binance.

    Namun, penting untuk dicatat bahwa whale tersebut masih memegang sekitar 1,17 juta SOL (senilai lebih dari $174 juta) dalam kontrak staking. Artinya, meskipun ada aksi jual, sebagian besar aset masih dikunci dan belum bergerak keluar dari jaringan.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 8 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Incar Target $300, Apakah Bull Mampu Melanjutkan Reli?

    Arus Masuk Bersih Kembali Positif – Pertanda Apa?

    Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa arus bersih SOL ke bursa kembali positif untuk pertama kalinya dalam 16 hari terakhir. Meskipun ini umumnya dianggap sebagai sinyal tekanan jual, harga SOL justru mengalami stabilisasi dan kenaikan moderat.

    Fakta ini menunjukkan bahwa tekanan jual dari whale tampaknya terserap oleh minat beli investor ritel. Data dari Coinalyze mencatat bahwa sekitar 479 ribu SOL dibeli di pasar spot dalam beberapa hari terakhir, dengan delta positif sebesar 113 ribu—menandakan bahwa permintaan mengalahkan pasokan.

    Sinyal Pemulihan dari Sisi Teknis

    Dari sisi teknikal, indikator Stochastic RSI pada grafik harga SOL menunjukkan persilangan bullish, yang sering kali menjadi tanda awal pemulihan harga. Jika tren ini berlanjut, SOL berpotensi naik kembali ke level $165 dalam waktu dekat.

    Namun, investor tetap harus waspada. Jika lebih banyak whale mengikuti langkah likuidasi ini, harga SOL bisa kembali turun ke zona dukungan utama di $140.

    Aksi jual oleh whale tentu mencuri perhatian, namun bukan berarti sinyal pasti akan penurunan jangka panjang. Selama minat beli tetap tinggi dan data teknikal mendukung, Solana masih memiliki peluang untuk pulih. Tetap pantau pergerakan pasar dan sentimen on-chain agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

    Baca juga: Aksi Berlebihan Whale Turunkan Harga Solana


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Anjlok 22% Pasca Hakim Tolak Kesepakatan Ripple-SEC

    Harga XRP mengalami penurunan tajam sebesar 22% setelah Hakim Distrik AS, Analisa Torres, menolak permohonan bersama antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk menyelesaikan kasus hukum yang telah berlangsung sejak 2020.

    Penolakan ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan investor dan memperpanjang ketidakpastian hukum yang membayangi masa depan XRP.

    Baca Juga: Analisis Harga XRP: Uji Ketahanan di Level $2,20

    Latar Belakang Kasus Ripple-SEC

    Pada Desember 2020, SEC menggugat Ripple dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut telah mengumpulkan dana sebesar $1,3 miliar melalui penjualan XRP yang dianggap sebagai sekuritas yang tidak terdaftar.

    Ripple langsung membantah tuduhan ini, menyatakan bahwa XRP adalah mata uang kripto dan bukan sekuritas.

    Pada Juli 2023, Hakim Torres memutuskan bahwa penjualan XRP di bursa publik tidak memenuhi definisi sekuritas, memberikan kemenangan parsial bagi Ripple.

    Penolakan Kesepakatan dan Dampaknya

    Pada 16 Mei 2025, Ripple dan SEC mengajukan permohonan bersama untuk menyelesaikan kasus ini, termasuk pengurangan denda dari $125 juta menjadi $50 juta dan pencabutan larangan penjualan XRP kepada investor institusional.

    Namun, Hakim Torres menolak permohonan ini dengan alasan prosedural, menyatakan bahwa permohonan tersebut “tidak sesuai prosedur” karena kasus ini sedang dalam proses banding di pengadilan yang lebih tinggi.

    Penolakan ini menyebabkan harga XRP turun tajam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian hukum yang berkelanjutan.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 7 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 7 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Reaksi Pasar dan Investor

    Penolakan kesepakatan ini memicu aksi jual besar-besaran di pasar, dengan volume perdagangan XRP meningkat tajam.

    Banyak investor yang khawatir bahwa ketidakpastian hukum yang berkelanjutan akan terus menekan harga XRP.

    Beberapa analis mencatat bahwa meskipun XRP memiliki fundamental yang kuat, ketidakpastian regulasi menjadi hambatan utama bagi pemulihan harga.

    Langkah Selanjutnya dan Tanggal Penting

    SEC diharuskan untuk mengajukan pembaruan status penyelesaian kepada Pengadilan Banding Sirkuit Kedua paling lambat 16 Juni 2025.

    Pembaruan ini akan memberikan gambaran tentang arah negosiasi antara SEC dan Ripple, serta potensi penyelesaian di masa depan.

    Jika tidak ada kemajuan, kasus ini kemungkinan akan berlanjut ke proses banding yang lebih panjang, memperpanjang ketidakpastian bagi XRP dan pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca Juga: Cek Harga XRP Di Sini

    Penolakan kesepakatan antara Ripple dan SEC oleh Hakim Torres menambah lapisan kompleksitas dalam kasus hukum yang telah berlangsung lama ini.

    Sementara beberapa kemenangan hukum sebelumnya tetap berlaku, ketidakpastian yang berkelanjutan mengenai status regulasi XRP terus membayangi pasar.

    Investor disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan hukum selanjutnya, terutama menjelang tenggat waktu 16 Juni 2025, yang dapat menjadi titik balik penting dalam kasus ini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com