Ethereum kembali menjadi sorotan setelah peluncuran peningkatan jaringan (upgrade) terbarunya, Pectra, pada 7 Mei 2025.
Peningkatan ini telah mendorong aliran dana masuk ke produk investasi kripto mencapai $785 juta dalam sepekan, menandai pemulihan penuh dari penarikan dana sebesar $7 miliar yang terjadi antara Februari dan Maret lalu.
Upgrade Pectra: Langkah Besar Menuju Masa Depan Ethereum
Pectra merupakan gabungan dari dua pembaruan besar, yaitu lapisan eksekusi Prague dan lapisan konsensus Electra, yang mencakup 11 Ethereum Improvement Proposals (EIPs).
Beberapa fitur utama dari peningkatan ini meliputi:
EIP-7702: Memperkenalkan akun pintar (smart accounts) yang memungkinkan dompet pengguna berfungsi seperti kontrak pintar, membuka jalan bagi abstraksi akun.
EIP-7251: Meningkatkan batas saldo efektif maksimum untuk validator dari 32 ETH menjadi 2.048 ETH, memungkinkan efisiensi yang lebih besar dalam staking.
EIP-6110: Mempercepat proses aktivasi validator dengan mengurangi waktu tunggu dari sekitar 12 jam menjadi sekitar 13 menit.
Peningkatan ini bertujuan untuk meningkatkan skalabilitas, efisiensi, dan pengalaman pengguna di jaringan Ethereum, serta mempersiapkan infrastruktur untuk adopsi yang lebih luas di masa depan.
Dampak Positif terhadap Aliran Dana dan Kepercayaan Investor
Menurut laporan CoinShares, Ethereum mencatatkan aliran dana masuk sebesar $205 juta dalam sepekan setelah peluncuran Pectra, meningkat tajam dari $1,5 juta pada minggu sebelumnya.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Ethereum.
Secara keseluruhan, produk investasi kripto mencatatkan aliran dana masuk sebesar $785 juta dalam sepekan, dengan Amerika Serikat memimpin sebesar $681 juta, diikuti oleh Jerman ($86,3 juta) dan Hong Kong ($24,2 juta).
Pergerakan harga Ethereum (ETHUSDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tantangan dan Prospek ke Depan
Meskipun peningkatan Pectra membawa banyak perbaikan, harga Ether (ETH) masih mengalami tekanan.
Sejak awal tahun 2025, ETH telah turun sekitar 45,5%, sementara Bitcoin naik 3,6% dalam periode yang sama.
Beberapa analis menyoroti bahwa Ethereum masih menghadapi tantangan dalam hal kecepatan dan biaya transaksi dibandingkan dengan pesaing seperti Solana.
Namun, dengan total nilai terkunci (TVL) sebesar $51,9 miliar dan dominasi dalam aktivitas kontrak pintar, Ethereum tetap menjadi tulang punggung ekosistem aplikasi terdesentralisasi.
Peningkatan Pectra menandai langkah penting dalam evolusi Ethereum, memperkuat fondasi jaringan untuk pertumbuhan dan adopsi di masa depan.
Meskipun tantangan masih ada, respons positif dari investor menunjukkan optimisme terhadap arah yang diambil Ethereum.
Dengan terus berinovasi dan meningkatkan infrastruktur, Ethereum berpotensi memperkuat posisinya sebagai platform utama dalam dunia kripto dan teknologi blockchain.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pi Network kembali menjadi sorotan setelah dua perkembangan signifikan: peluncuran kontrak futures perpetual untuk token PI di bursa Kraken dan pengumuman dua pembaruan utama dalam ekosistemnya.
Langkah ini menandai kemajuan penting dalam upaya Pi Network untuk memperluas adopsi dan meningkatkan utilitas tokennya.
Peluncuran Futures PI di Kraken: Akses Baru bagi Trader
Pada 23 Mei 2025, Kraken mengumumkan peluncuran kontrak futures perpetual untuk token PI, memungkinkan trader untuk berspekulasi terhadap harga PI dengan leverage hingga 20x.
Ini adalah pertama kalinya token PI tersedia di platform derivatif utama, memberikan akses baru bagi investor untuk mengambil posisi panjang atau pendek tanpa harus memiliki aset secara langsung.
Futures perpetual ini tersedia di Kraken Pro, yang mendukung lebih dari 360 pasar perdagangan dan menawarkan lebih dari 40 opsi kolateral.
Meskipun peluncuran ini meningkatkan visibilitas PI di pasar, harga token mengalami penurunan sekitar 5,33% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan pada $0,77.
Dua Pembaruan Utama dalam Ekosistem Pi Network
Bersamaan dengan peluncuran di Kraken, tim Pi Network mengumumkan dua pembaruan signifikan untuk memperkuat ekosistemnya:
Integrasi Lima Aplikasi Komunitas Baru: Pi Network menambahkan lima aplikasi terdesentralisasi (dApps) ke dalam antarmuka ekosistem utama mereka, memperluas fungsionalitas dan memberikan lebih banyak utilitas bagi pengguna.
Penyederhanaan Proses Pemulihan Akun: Proses pemulihan akun telah disederhanakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan partisipasi pengguna, memungkinkan pengguna untuk lebih mudah mengakses kembali akun mereka jika terjadi kehilangan akses.
Pembaruan ini mencerminkan upaya berkelanjutan Pi Network untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan memperluas ekosistemnya.
Meskipun ada perkembangan positif, Pi Network menghadapi kritik terkait sentralisasi dan privasi data.
Sekitar 60% dari total pasokan PI masih dikendalikan oleh tim inti, menimbulkan kekhawatiran tentang distribusi token yang adil.
Selain itu, konsentrasi node validator di Vietnam, yang menghadapi regulasi kripto yang lebih ketat, menimbulkan pertanyaan tentang desentralisasi dan stabilitas jaringan.
Kekhawatiran juga muncul terkait praktik privasi data Pi Network, dengan beberapa pihak menyoroti kurangnya transparansi dalam pengumpulan dan penggunaan data pengguna.
Prospek Masa Depan PI
Peluncuran futures PI di Kraken dan pembaruan ekosistem menunjukkan langkah maju bagi Pi Network dalam upayanya untuk memperluas adopsi dan utilitas tokennya.
Namun, tantangan terkait sentralisasi, privasi data, dan regulasi tetap menjadi perhatian utama.
Keberhasilan jangka panjang Pi Network akan bergantung pada kemampuannya untuk mengatasi kritik ini dan membangun kepercayaan di antara komunitas dan investor.
Dengan langkah-langkah yang tepat, Pi Network memiliki potensi untuk memperkuat posisinya di pasar kripto yang kompetitif.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Cetus Protocol, platform pertukaran terdesentralisasi (DEX) terbesar di jaringan Sui, mengalami serangan siber yang mengakibatkan kerugian sekitar $223 juta.
Insiden ini menjadi salah satu peretasan terbesar dalam sejarah DeFi, memicu kekhawatiran serius tentang keamanan dan desentralisasi dalam ekosistem blockchain.
Langkah Cepat: Pembekuan Aset dan Negosiasi
Segera setelah serangan terdeteksi, tim Cetus Protocol bekerja sama dengan Sui Foundation dan firma keamanan siber Inca Digital untuk membekukan sekitar $162 juta dari dana yang dicuri.
Langkah ini bertujuan untuk mencegah pergerakan lebih lanjut dari dana tersebut dan memberikan waktu bagi tim untuk merancang strategi pemulihan.
Selain itu, Cetus menawarkan hadiah sebesar $5–6 juta kepada siapa pun yang dapat memberikan informasi yang mengarah pada identifikasi atau pengembalian dana yang dicuri.
Strategi Pemulihan: Pemungutan Suara dan Kompensasi
Untuk memulihkan dana yang dibekukan, Cetus mengusulkan peningkatan protokol melalui pemungutan suara berbasis Proof-of-Stake (PoS).
Tujuan dari peningkatan ini adalah untuk memungkinkan pengembalian dana kepada pengguna tanpa mengubah catatan transaksi sebelumnya.
Proses ini melibatkan partisipasi aktif dari validator Sui dan komunitas pengguna, menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan partisipatif dalam ekosistem DeFi.
Meskipun langkah-langkah pemulihan ini menunjukkan respons cepat dari tim Cetus, mereka juga memicu perdebatan tentang desentralisasi dan keamanan dalam jaringan Sui.
Beberapa anggota komunitas mengkritik keputusan Sui Foundation untuk mendukung proposal pemulihan tanpa memberikan suara, menilai hal ini sebagai indikasi potensi sentralisasi dalam jaringan.
Selain itu, strategi Cetus dalam menawarkan hadiah kepada peretas mengingatkan pada pendekatan serupa yang digunakan oleh Crema Finance, proyek DeFi berbasis Solana yang juga dikembangkan oleh tim yang sama.
Pada tahun 2022, Crema berhasil memulihkan sebagian besar dana yang dicuri melalui negosiasi dengan peretas.
Namun, pendekatan ini juga menuai kritik karena dianggap memberikan insentif kepada pelaku kejahatan siber.
Dampak pada Pasar dan Kepercayaan Pengguna
Serangan terhadap Cetus Protocol berdampak signifikan pada harga token terkait. Token CETUS mengalami penurunan nilai yang tajam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap keamanan platform.
Namun, harga token SUI menunjukkan ketahanan, dengan kenaikan sebesar 50,72% dalam 60 hari terakhir, meskipun terjadi penurunan sebesar 0,83% dalam 24 jam terakhir.
Respons cepat dan transparan dari tim Cetus dan Sui Foundation dalam menangani insiden ini dapat membantu memulihkan kepercayaan pengguna dan investor.
Namun, insiden ini juga menyoroti perlunya peningkatan keamanan dan tata kelola dalam ekosistem DeFi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Insiden peretasan terhadap Cetus Protocol menjadi pengingat penting tentang risiko yang melekat dalam ekosistem DeFi.
Meskipun langkah-langkah pemulihan yang diambil menunjukkan komitmen terhadap keamanan dan transparansi, tantangan terkait desentralisasi dan tata kelola tetap menjadi perhatian utama.
Keberhasilan pemulihan dana dan pemulihan kepercayaan pengguna akan menjadi indikator penting bagi masa depan Cetus dan ekosistem DeFi secara keseluruhan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Komunitas Shiba Inu (SHIB) melaksanakan pembakaran (burn) lebih dari 14 juta token dalam 24 jam terakhir.
Namun, alih-alih mendorong harga naik, nilai SHIB justru turun sekitar 2,92% menjadi $0,00001442. Volume perdagangan juga menurun menjadi $220 juta, menandakan minat investor ritel yang melemah.
Mengapa Pembakaran Token Tidak Meningkatkan Harga?
Strategi pembakaran token bertujuan mengurangi pasokan dan meningkatkan kelangkaan, yang diharapkan mendorong harga naik.
Namun, dengan total pasokan SHIB yang masih mendekati 999 triliun token, pembakaran 14 juta token hanya memberikan dampak minimal.
Meskipun total token yang telah dibakar mencapai sekitar 410,7 triliun, efeknya terhadap harga tetap terbatas.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIBUSDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Shibarium, solusi Layer-2 untuk SHIB, secara otomatis membakar token melalui mekanisme biaya transaksi.
Dalam seminggu terakhir, lebih dari 1,1 miliar SHIB telah dibakar melalui metode ini, membantu menstabilkan tokenomik SHIB dan mendukung apresiasi harga di masa depan.
Sentimen Komunitas dan Tantangan Ke Depan
Komunitas SHIB tetap optimis terhadap strategi pembakaran token.
Namun, beberapa analis menekankan bahwa pengurangan pasokan saja tidak cukup untuk mendorong harga naik secara signifikan.
Faktor-faktor lain seperti adopsi, utilitas, dan kondisi pasar secara keseluruhan juga memainkan peran penting.
Meskipun pembakaran 14 juta SHIB menunjukkan komitmen komunitas untuk mengurangi pasokan, dampaknya terhadap harga masih terbatas.
Dengan total pasokan yang sangat besar, diperlukan strategi tambahan dan kondisi pasar yang mendukung untuk mendorong harga SHIB naik secara signifikan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga aset kripto Sui (SUI) mengalami kenaikan signifikan sebesar 22,45% dalam sebulan terakhir, mencapai level $3,64. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya permintaan pasar dan pertumbuhan ekosistem, dengan total nilai terkunci (TVL) Sui kini melampaui $2 miliar.
Di tengah penguatan SUI, proyek baru Ruvi AI (RUVI) mulai menarik perhatian pasar. Ruvi AI merupakan platform superapp berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dibangun di atas teknologi blockchain. Proyek ini menargetkan integrasi AI dalam aplikasi dunia nyata melalui pendekatan terdesentralisasi.
Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan Cryptodaily, pada fase pertama prapenjualan, token RUVI terjual habis dalam dua minggu, memberikan keuntungan 50% bagi investor awal. Saat ini, harga token berada di level $0,015 dan diperkirakan akan naik sebesar 0,33% pada fase berikutnya. Analis memperkirakan harga RUVI berpotensi mencapai $1, seiring dengan meningkatnya minat investor.
Ruvi AI juga telah menjalin kemitraan strategis dengan WEEX Exchange untuk meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas token. Selain itu, proyek ini menawarkan skema investasi bertingkat dengan bonus token yang bervariasi tergantung jumlah investasi, serta program insentif bagi kontributor aktif dengan total bonus hingga 500.000 token.
Dengan kombinasi teknologi AI dan blockchain, serta dukungan komunitas yang berkembang, Ruvi AI disebut memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang di industri aset digital.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Permintaan global akan sistem pembayaran lintas negara yang lebih cepat, efisien, dan transparan terus meningkat didorong inovasi Ripple dengan XRP. Di tengah perkembangan ini, Ripple tampil sebagai pemain kunci dengan teknologi blockchain dan aset digital XRP-nya.
Laporan terbaru dari US Faster Payments Council (FPC) menyoroti potensi besar Ripple dalam mendukung target ambisius G20 untuk merevolusi pembayaran lintas batas pada tahun 2030. Dengan total nilai pasar yang mencapai $34 triliun, solusi Ripple kini semakin dianggap sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, perdagangan internasional, dan inklusi keuangan.
Visi Global Menuju Pembayaran Tanpa Batas
Menurut Cointrackdaily, G20 telah menyusun peta jalan untuk memperbaiki sistem pembayaran internasional, dengan target besar untuk tahun 2027 dan 2030. Beberapa sasaran utamanya meliputi penurunan biaya transaksi menjadi maksimal 1% serta percepatan penyelesaian pembayaran hingga 75% dalam waktu satu jam.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tujuan ini dirancang untuk menciptakan sistem pembayaran yang tidak hanya cepat dan murah, tetapi juga inklusif. Laporan FPC menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan AS, termasuk Ripple, memiliki peran vital dalam mewujudkan visi ini lewat pemanfaatan teknologi canggih dan kolaborasi lintas industri.
Teknologi Ripple sebagai Pondasi Inovasi
RippleNet, jaringan pembayaran global milik Ripple yang didukung oleh XRP dan teknologi Distributed Ledger (DLT), menjadi inti dari inovasi ini. Dengan mengadopsi standar global seperti ISO 20022 dan memprioritaskan interoperabilitas, Ripple berada di posisi strategis untuk mengoptimalkan efisiensi sistem pembayaran internasional.
Laporan FPC juga menyebut Ripple dan Stellar sebagai dua platform yang paling menjanjikan dalam mempercepat transformasi pembayaran global, terutama karena fokus mereka pada kemitraan terbuka dan inklusi keuangan.
A confidential 2025 report from the U.S. Faster Payments Council stated that for U.S. domestic payment providers to align with the G20’s cross-border payment objectives, they should accelerate the adoption of ISO 20022 and promote “inter-industry collaboration” with fintech… pic.twitter.com/TjRssXPptA
Seiring semakin banyak lembaga keuangan yang mengadopsi teknologi Ripple, kepercayaan terhadap prospek XRP pun meningkat. Para analis memperkirakan bahwa nilai XRP dapat melonjak ke kisaran $10–$20 pada 2025, seiring dengan pertumbuhan permintaan terhadap sistem pembayaran lintas batas yang efisien. Proyeksi jangka panjang yang lebih optimistis bahkan menyebut angka hingga $100 pada awal 2026, dan berpotensi mencapai $1.000 seiring ekspansi jaringan Ripple secara global.
Ripple tidak hanya menjawab tantangan efisiensi pembayaran lintas negara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya global menuju sistem keuangan yang lebih terbuka dan terjangkau. Dengan terus mendorong inovasi melalui blockchain dan membangun kemitraan strategis, Ripple menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam transformasi finansial masa depan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Harga Bitcoin (BTC) terus menunjukkan kekuatan baru setelah menembus rekor tertinggi baru di atas $111.000, memicu semangat positif di pasar kripto. Salah satu analis teknikal terkemuka, TradingShot, memproyeksikan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $200.000 pada akhir tahun 2025. Prediksi ini didasarkan pada analisis mendalam terhadap pola historis dan indikator teknis yang dipublikasikan melalui TradingView pada 23 Mei.
Dalam laporannya, TradingShot menyebut bahwa pergerakan harga Bitcoin mengikuti prinsip Diminishing Returns Theory—di mana setiap siklus bull market menunjukkan kenaikan yang lebih moderat seiring bertambahnya usia pasar. Dengan menelaah siklus sebelumnya, seperti periode 2009–2011, 2012–2013, 2015–2017, dan 2019–2021, terlihat pola konsisten: lonjakan awal yang tajam diikuti dengan pertumbuhan yang lebih stabil namun tetap signifikan.
Pola Kenaikan BItcoin
Siklus saat ini, menurut TradingShot, bergerak dalam pola channel naik yang terstruktur dengan baik. Meskipun diperkirakan akan terjadi koreksi singkat sekitar Februari 2025, harga Bitcoin diyakini akan kembali ke jalur bullish berkat momentum pemulihan enam minggu terakhir.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Berdasarkan perhitungan teknikal, puncak siklus ini diprediksi terjadi antara Oktober hingga Desember 2025, dengan target harga di kisaran $150.000 hingga $200.000. TradingShot menekankan pentingnya strategi keluar yang tepat waktu dibanding hanya berpegang pada target harga tertentu.
Menurut laporan Cointrackdaily, pandangan optimistis ini juga didukung oleh analis lainnya. Peter Brandt, seorang trader berpengalaman, memperkirakan Bitcoin akan menyentuh $150.000 pada Agustus 2025 berdasarkan pola teknikal yang sedang berkembang.
Pendapat Ahli
Sementara itu, analis Gert van Lagen dalam postingannya di X (24 Mei), menyoroti kecenderungan Bitcoin untuk mengalami pertumbuhan eksponensial. Ia merujuk pada pola cup-and-handle yang berulang dalam sejarah BTC, dan menyebut bahwa puncak harga selanjutnya bisa mencapai tiga hingga enam kali dari level saat ini.
Saat artikel ini ditulis, Bitcoin berada di harga $108.811, turun 2% dalam 24 jam terakhir namun masih mencatat kenaikan mingguan sebesar 5%. Dengan posisi harga yang berada jauh di atas moving average 50 dan 200 hari, sentimen pasar secara umum tetap bullish dan mendukung tren kenaikan jangka menengah hingga panjang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Game berbasis blockchainVoxies resmi menggelar turnamen terbarunya bertajuk Extreme & Titan Arena Tournament dengan total hadiah mencapai 100.000 VOXEL. Turnamen ini berlangsung selama 14 hari, mulai dari 8 Mei hingga 22 Mei 2025, dan terbuka bagi seluruh pemain global yang ingin bersaing dalam dua mode arena berbeda: Titan dan Extreme.
Turnamen ini menampilkan sistem kompetisi berbasis papan peringkat, di mana hadiah VOXEL akan dibagikan kepada pemain terbaik berdasarkan jumlah kemenangan (Titan Arena) dan skor ELO tertinggi (Extreme Arena). Titan Arena menawarkan hadiah sebesar 20.000 VOXEL untuk 50 pemain teratas, sementara Extreme Arena menyediakan 80.000 VOXEL untuk 80 pemain teratas.
“Ini adalah bentuk komitmen Voxies untuk terus membangun komunitas gaming berbasis Web3 dan mendorong adopsi token VOXEL dalam ekosistemnya,” tulis tim Voxies dalam pengumuman resmi.
Peluncuran turnamen ini diiringi dengan lonjakan harga VOXEL. Berdasarkan data per 12 Mei 2025:
Harga VOXEL/USDT: $0,0781 (setara Rp1.273,34)
Kenaikan 24 Jam: +21,09%
Harga Tertinggi 24 Jam: $0,0850
Harga Terendah 24 Jam: $0,0640
Volume Perdagangan 24 Jam: 269 juta VOXEL atau sekitar $20,86 juta
Kenaikan harga ini didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap token VOXEL seiring dengan dimulainya turnamen dan meningkatnya aktivitas dalam game, terutama pembelian ramuan, barang habis pakai, serta biaya partisipasi arena yang sebagian besar dibayar dengan aset terkait.
Pergerakan harga Voxies (VOXEL/USDT) pada Minggu, 25 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Analis pasar melihat lonjakan ini sebagai reaksi positif dari komunitas terhadap integrasi utility token VOXEL dalam mekanisme permainan dan reward. “VOXEL menunjukkan pola bullish jangka pendek, dengan potensi menembus resistance berikutnya di kisaran $0,088–$0,090 jika volume terus meningkat,” kata analis teknikal dari komunitas trader Voxies.
Sistem Permainan dan Hadiah
Titan Arena mengedepankan permainan yang adil, di mana pemain memilih karakter Titan dengan perlengkapan setara. Sementara itu, Extreme Arena ditujukan bagi pemain veteran yang menggunakan NFT milik sendiri untuk bertanding dan mendapatkan VOXEL secara langsung.
Pemain yang tidak memiliki NFT masih bisa berpartisipasi dengan cara menyewa karakter dan perlengkapan dari marketplace Voxies, memungkinkan pembagian hasil antara penyewa dan pemilik aset digital.
Hadiah VOXEL akan dikirimkan ke dompet pemenang pada minggu pertama bulan Juni 2025. Pemain juga dapat memantau peringkat mereka secara langsung melalui papan peringkat publik yang akan tersedia di Voxies Marketplace selama kompetisi berlangsung.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Saat melakukan trading, banyak strategi yang bisa digunakan tergantung pada time frame, risiko, dan tujuan. Pemilihan strategi yang tepat dapat berpengaruh besar terhadap hasil trading, baik dari sisi profit maupun manajemen risiko.
Beberapa strategi yang sering digunakan oleh trader adalah Swing Trading, Day Trading, dan Scalping. Ketiga strategi ini memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda—mulai dari durasi posisi yang diambil, tingkat aktivitas trading, hingga potensi keuntungan dan risiko yang dihadapi.
Lalu apa perbedaan dari ketiga strategi ini dan mana yang paling menguntungkan? Simak ulasannya di bawah ini.
Apa Itu Swing Trading, Day Trading, dan Scalping?
Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai apa itu Swing Trading, Day Trading, dan Scalping, mari kita pelajari terlebih dahulu pengertian dari ketiga strategi trading tersebut.
Swing trading: Swing trading merupakan strategi trading di mana trader mempertahankan posisinya dalam jangka waktu hitungan hari hingga minggu.
Day trading: Day trading merupakan strategi trading di mana trader membuka dan menutup posisi di hari yang sama.
Scalping: Scalping merupakan strategi trading di mana trader membuka dan menutup posisi dalam hitungan detik hingga menit.
Perbandingan Swing Trading, Day Trading, dan Scalping
Gaya Trading
Time Frame
Durasi Posisi
Frekuensi Transaksi
Fokus
Swing Trading
4 Jam – 1 Minggu
Beberapa Hari hingga Minggu
Beberapa per minggu
Tren jangka menengah
Day Trading
15 Menit – 1 Jam
Beberapa Jam (dalam satu hari)
1 – 5 transaksi per hari
Menangkap pergerakan harga dalam satu hari perdagangan
Scalping
1 – 5 Menit
Beberapa detik hingga menit
Puluhan per hari
Eksekusi cepat dalam hitungan menit.
Swing Trader
Trader dengan strategi ini menunggu peluang besar dengan menahan posisi dalam jangka menengah, biasanya beberapa hari hingga minggu. Mereka mencari momen di mana harga mengalami perubahan tren atau reversal yang signifikan, memanfaatkan pergerakan yang lebih luas dibandingkan scalping atau day trading.
Biasanya para trader yang menggunakan strategi swing trading mereka menggunakan time frame di H4 – Daily – Weekly untuk melihat tren lebih luas tanpa gangguan noise dari pergerakan kecil.
Frekuensi entry yang mereka lakukan juga tidak terlalu sering, hanya membuka posisi saat ada sinyal kuat bahwa tren akan berlanjut atau mengalami reversal.
Day Trading
Day Trading berada di antara Swing Trading dan Scalping dalam hal durasi dan pendekatan. Seorang day trader membuka dan menutup posisi dalam satu hari perdagangan, tanpa membiarkan posisi terbuka hingga hari berikutnya.
Mereka mencari keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek, tetapi dengan risiko yang lebih terkendali dibandingkan scalping.
Biasanya para trader yang menggunakan strategi day trading memantau pasar menggunakan time frame M15 hingga H1 (15 menit – 1 jam), namun tidak jarang juga menggunakan H4 untuk konfirmasi tren.
Frekuensi entry dari day trading lebih sedikit sedikit dibandingkan scalping, tetapi lebih sering daripada swing trading. Hal ini karena day trading memiliki tidak menunggu membentuk besar yang berlangsung berhari-hari seperti swing trading, namun tidak juga menangkap pergerakan harga mikro seperti scalping. Bisa dibilang day trading ini berada di tengah-tengah swing trading dan scalping.
Scalping
Scaling berfokus pada keuntungan kecil pergerakan harga mikro, dengan frekuensi transaksi tinggi dalam waktu singkat. Seorang trader yang melakukan scalping bisa masuk dan keluar pasar berkali-kali dalam sehari, mengeksploitasi fluktuasi harga yang terjadi dalam hitungan detik hingga menit.
Time frame yang biasa digunakan adalah M1 – M5 ( 1-5 menit) karena strategi ini membutuhkan reaksi cepat terhadap pergerakan harga.
Frekuensi dari scalping ini sangat tinggi, bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan kali buka posisi dalam sehari untuk mendapatkan target profit kecil namun sering.
Keuntungan dan Kekurangan
Swing Trading
Keuntungan
Kekurangan
Tidak perlu memantau pasar sepanjang hari.
Risiko pergerakan harga saat tidak memperhatikan pasar karena posisi ditahan semalaman atau lebih.
Potensi keuntungan besar jika berhasil menangkap tren yang kuat.
Perlu kesabaran ekstra karena posisi bisa berlangsung beberapa hari.
Cocok untuk trader dengan waktu terbatas, seperti pekerja kantoran.
Perlu pemahaman kombinasi teknikal dan fundamental yang baik.
Day Trading
Keuntungan
Kekurangan
Semua posisi ditutup di hari yang sama, menghindari risiko saat tidak memperhatikan harga seperti saat tidur atau beraktivitas.
Butuh waktu dan fokus tinggi selama jam trading berlangsung.
Banyak peluang harian untuk mendapat profit dari pergerakan jangka pendek.
Risiko kehilangan besar jika tidak disiplin.
Cocok untuk trader aktif yang senang membaca pasar.
Rentan terhadap emosi karena harus membuat keputusan cepat.
Scalping
Keuntungan
Kekurangan
Potensi profit cepat dari banyak transaksi kecil.
Sangat melelahkan dan menuntut fokus penuh.
Risiko per porsi kecil karena target profit dan loss ketat.
Spread dan biaya transaksi bisa menggerus keuntungan jika tidak efisien.
Tidak tergantung arah tren jangka panjang, bisa profit di pasar datar.
Tidak cocok untuk trader yang mudah stres atau impulsif.
Koin Kripto yang Cocok untuk Swing Trading, Day Trading, dan Scalping
Swing Trading
Koin dengan likuiditas tinggi dan tren yang lebih stabil, akan sangat cocok untuk swing trading, contohnya seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan PaxGold (PAXG).
Day Trading
Koin dengan likuiditas tinggi namun tidak terlalu volatil bisa menjadi opsi untuk day trading, seperti Bitcoin (BTC), BNB, Ethereum (ETH), dan berbagai koin dengan kapitalisasi pasar besar serta menengah lain.
Scalping
Agar bisa memanfaatkan pergerakan harga dalam waktu singkat, koin yang digunakan untuk scalping biasanya koin dengan volatilitas sangat tinggi, seperti meme coin. Contohnya seperti FARTCOIN, Pepe, BONK, dan meme coin lainnya.
Contoh koin yang cocok untuk digunakan baik swing trading, day trading, maupun scalping bisa kamu tradingkan dengan mudah mulai dari deposit Rp20.000 saja di Tokocrypto lho!
Swing trader mirip seperti pemancing yang sabar, menunggu ikan besar datang dan menangkapnya pada waktu yang tepat.
Day trader, di sisi lain, mirip dengan nelayan yang berburu ikan di lautan dan menangkap ikan beberapa kali dalam satu hari sebelum akhirnya kembali ke daratan.
Scalper lebih seperti nelayan yang menggunakan jaring kecil, menangkap ikan kecil sebanyak mungkin dalam waktu singkat.
Masih bingung perbedaannya? Gabung komunitas Tokocrypto di Telegram dan buka diskusi hingga tanya jawab santai bareng ribuan trader lainnya GRATIS! Daftar di sini: https://t.me/TokocryptoOfficial
Mana yang Paling Menguntungkan?
Tidak ada strategi trading yang benar-benar unggul dalam segala situasi karena setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan yang bergantung pada gaya trading, toleransi risiko, dan kondisi pasar.
Jika kamu seorang pekerja kantoran dengan waktu terbatas, Swing Trading bisa jadi pilihan karena kamu hanya perlu memantau pasar sesekali dan menahan posisi dalam jangka menengah.
Untuk kamu yang punya fleksibilitas waktu dan bisa menganalisis pasar setiap hari, Day Trading memungkinkanmu memanfaatkan pergerakan harian tanpa harus memegang posisi terlalu lama.
Dan jika kamu ingin melakukan trading cepat dengan eksekusi instan dan sering, serta siap menghadapi tekanan tinggi, maka Scalping bisa jadi strategi yang cocok.
Sudah yakin dengan strategi yang akan kamu gunakan untuk melakukan trading? Yuk, mulai perjalanan trading kamu bareng Tokocrypto mulai dari Rp20.000 aja! Download aplikasinya sekarang di sini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sebastien Borget, salah satu pendiri dan COO The Sandbox, membagikan meme bertajuk “When you see crypto everywhere” di akun Twitter-nya (@borgetsebastien).
Meme ini dengan cepat menjadi viral, mencerminkan meningkatnya visibilitas kripto dalam kehidupan sehari-hari dan menandai fase baru dalam adopsi massal aset digital.
Meme sebagai Cerminan Adopsi Massal
Meme yang dibagikan Borget bukan sekadar lelucon internet; ia mencerminkan kenyataan bahwa kripto kini hadir di berbagai aspek kehidupan, dari iklan hingga percakapan sehari-hari.
Hal ini menunjukkan bahwa kripto telah melampaui batasan komunitas teknologi dan keuangan, memasuki arus utama masyarakat.
Fenomena ini sejalan dengan tren meningkatnya minat publik terhadap aset digital, yang berdampak pada volume perdagangan dan volatilitas pasar.
Dampak pada Pasar Kripto
Tak perlu waktu lama. Setelah meme tersebut viral, pasar kripto menunjukkan respons positif.
Bitcoin (BTC) diperdagangkan sekitar $68.500, naik 2,3% dalam 24 jam terakhir, dengan volume perdagangan mencapai $32 miliar di bursa utama seperti Binance dan Coinbase.
Ethereum (ETH) juga mengalami kenaikan, diperdagangkan pada $3.750 dengan peningkatan 1,8% dan volume $15 miliar dalam periode yang sama.
Peningkatan visibilitas kripto, seperti yang ditunjukkan oleh meme Borget, sering kali berbanding lurus dengan meningkatnya minat investor ritel.
Hal ini dapat mendorong volatilitas harga jangka pendek dan menciptakan peluang perdagangan.
Sentimen pasar yang positif, didorong oleh faktor-faktor seperti meme viral, dapat memicu lonjakan aktivitas perdagangan dan mempengaruhi dinamika pasar secara keseluruhan.
Media sosial telah menjadi alat yang ampuh dalam membentuk sentimen pasar kripto. Meme dan tren viral dapat mempengaruhi persepsi investor dan mendorong tindakan beli atau jual.
Dalam kasus meme Borget, penyebaran luasnya mencerminkan bagaimana elemen budaya pop dapat mempengaruhi pasar keuangan yang didorong oleh sentimen.
Implikasi untuk Masa Depan Kripto
Fenomena ini menandakan bahwa kripto semakin diterima secara luas dan menjadi bagian dari budaya populer.
Dengan meningkatnya adopsi dan partisipasi ritel, pasar kripto kemungkinan akan mengalami pertumbuhan lebih lanjut.
Namun, penting bagi investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang dapat dipicu oleh tren media sosial dan untuk melakukan analisis fundamental sebelum membuat keputusan investasi.
Meme kripto yang dibagikan oleh Sebastien Borget bukan hanya hiburan semata, tetapi juga indikator penting dari meningkatnya adopsi kripto dan perubahan sentimen pasar.
Sebagai bagian dari ekosistem kripto yang terus berkembang, fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya digital dan keuangan saling mempengaruhi dalam membentuk masa depan aset digital.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.