Author: 37

  • Satu Faktor Utama Yang Perlu Bitcoin Atasi Sebelum Tembus $ 20.000

    Tahun 2020 menjadi tahun yang berat bagi saham tradisional, tapi Bitcoin mulai menunjukkan bullish. Bitcoin tembus $13.725, berdasarkan Binance, hal ini akan mempermudah lonjakan Bitcoin untuk tembus $ 20.000.

    Namun, harga Bitcoin sangat cepat turun ke $13.100 dan ranging pada saat ini.

    Baca Juga: Bersiap! Ethereum 2.0 Akan “Segera” Rilis

    Tapi, para ahli pasar mengatakan ada satu faktor yang perlu Bitcoin atasi sebelum tembus $ 20.000. Mereka mengharapkan resistensi di zona $ 13.500 dan $ 14.250. Artinya jika pergerakan lebih lanjut ingin dicapai, Bitcoin harus menembus level resistensi $ 14.250 terlebih dahulu.

    Ahli pasar optimis bahwa Bitcoin pada akhirnya mampu melewati rintangan ini, karena Bitcoin sebelumnya sudah mampu menembus $ 12.000 – yang menjadi penghalang resistensi selama berminggu-minggu lamanya.

    Para ahli mengatakan, dengan ‘membereskan’ satu level resistensi utama ini, maka Bitcoin akan dengan mudah untuk menembus $ 20.000. Para ahli berasumsi Bitcoin mungkin saja tidak menembusnya dalam satu kesempatan, sebaliknya, Bitcoin mungkin perlu mencobanya beberapa kali.

    Menguji ulang level tersebut tidak selalu berarti bearish, karena pemimpin pasar telah mengatakan bahwa pengujian lebel dukunganresistensi adalah hal yang normal sebelum tren naik.

    Selain itu, dolar AS yang terus terdepresiasi, juga menunjukkan bahwa harga Bitcoin akan melonjak lebih tinggi – menyiratkan kemungkinan besar Bitcoin mampu menaklukan level $ 14.250.

    Berita Terkait: Inilah 3 Alasan Mengapa harga Bitcoin yang Turun Bukanlah Tanda Bearish

    Kelangkaan Bitcoin membuat para investor ritel dan institusional berbondong-bondong mengadopsi Bitcoin sebagai aset safe haven yang andal. Mike Novogratz baru-baru ini menggembar-gemborkan cryptocurrency. Selain itu, CEO Galaxy Gdigital juga menyuarakan hal serupa.

    “Berdasarkan penyesuaian risiko, $ BTC adalah taruhan yang lebih mudah pada hari ini dari pada sebelumnya. Bitcoin dipertaruhkan setiap hari,” katanya melalui Twitter.

    Terlepas dari semua bencana pandemi global Covid-19, tahun 2020 nampaknya benar-benar tahunnya Bitcoin. Survey Grayscale Investments, semakin banyak investor dolar AS yang tertarik dengan Bitcoin di tahun ini.

    “Lebih dari setengah invetor AS tertarik untuk berinvestasi di Bitcoin pada tahun 2020, lebih dari setengah (55%) responden survei menyatakan minatnya pada Bitcoin,” laporan resmi Grayscale Investments.

    Menurut Crypto Michael, analis crypto di Twitter, Bitcoin harus mampu menahan di $13.250-$13.325, jika tidak, harga akan kembali ke $12.700.

    Namun, jika dilihat dari grafik mingguan, BTC masih berada di trend bullish.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Trading Saham dan Aset Kripto

    Tak seperti 10 tahun lalu, istilah trading kini tak lagi asing di telinga masyarakat umum, khususnya di bursa efek, untuk jual-beli saham. Dan kini dengan munculnya kelas aset baru, yakni aset kripto seperti Bitcoin, publik kian gemar dan dekat dengannya.

    Kemudahan akses untuk melakukan trading menjadi faktor pendukung dari berkembangnya metode ini. Tak sedikit orang yang bisa menghasilkan uang dengan jumlah banyak dengan melakukan trading.

    Salah satu situs yang bisa Anda kunjungi edusaham melakukan trading saham ataupun aset kripto. Di sini anda bisa mendapatkan edukasi saham serta kripto dan panduan dalam membuka rekening hingga melakukan transaksi.

    Trading kini semuanya bisa dikendalikan melalui smartphone maupun laptop pribadi. Anda tidak perlu ke kantor cabang sekuritas karena semuanya serba online saat ini.

    Bagi Anda yang belum mengenal trading, sebaiknya memahami seluk-beluknya. Ini dia!

    Apa Itu Trading?
    Pada dasarnya, trading merupakan kegiatan pertukaran barang, jasa maupun mata uang, bahkan aset. Pada zaman dahulu, trading juga dikenal dengan istilah barter, ketika manusia belum mengenal konsep uang sebagai standard transaksi.

    Sekarang trading lebih dikenal sebagai aktivitas menjual dan membeli instrumen investasi yang dapat dikendalikan dengan mudah.

    Seiring berjalannya waktu, trading saham dan aset kripto pun mulai mendominasi pasar. Hal itu tak lepas dari kemudahan aksesnya yang membuat siapa saja bisa memulai trading dengan modal yang minim.

    Trading juga diminati banyak orang, karena dapat memberikan keuntungan dalam jangka waktu yang pendek, berbeda dengan investasi yang lebih panjang.

    Namun seorang trader harus aktif melakukan perdagangan untuk menghasilkan keuntungan.

    Persentase keuntungan sangat dipengaruhi oleh keterampilan dari seorang trader. Trader bahkan harus mampu menganalisa mengenai waktu kapan membuka perdagangan dan menutupnya.

    Perlu diketahui, trading menjadi aktivitas perdagangan yang berisiko tinggi. Ketidakhati-hatian dalam melakukan trading dapat membuat uang Anda kacau.

    Terdapat dua jenis trading yang kini banyak digemari masyarakat, yakni trading saham dan aset kripto. Lalu apa perbedaan dari trading saham dan aset kripto sebenarnya?

    Perbedaan Trading Saham dan Aset Kripto
    Ada beberapa aspek yang menjadi dasar dari perbedaan kedua jenis trading tersebut. Untuk cara mendapatkan keuntungan, keduanya serupa, yakni dengan membeli di harga murah dan menjualnya di harga yang lebih mahal.

    Apa yang Diperdagangkan?
    Dalam trading saham, tentu yang diperdagangkan berupa saham dari perusahaan yang ada di bursa efek. Sementara trading aset kripto memperdagangkan aset kripto/mata uang kripto/cryptocurrency yang jenisnya sangat beragam mulai dari Bitcoin, Ether dan masih banyak lagi.

    Trader juga bebas melakukan perdagangan dengan aset lebih dari satu. Asalkan modal yang dimiliki cukup dan paham resiko dari aktivitas yang dilakukannya.

    Jam Perdagangan
    Perbedaan dari kedua jenis trading ini terlihat jelas pada jam perdagangannya. Kalau trading saham hanya bisa dilakukan pada 6 jam x 5 hari kerja saja.

    Waktu yang sedikit ini harus bisa dimanfaatkan trader untuk melakukan perdagangan sesuai analisa yang dilakukan.

    Sedangkan trading aset kripto, bisa dilakukan setiap hari, 24 jam, 7 hari sepekan, 365 hari, tanpa ada batasan waktu.

    Trader bisa melakukan perdagangan pada pagi maupun malam hari, bahkan saat weekend sekalipun.

    Keamanan
    Baik trading saham maupun aset kripto memiliki keamanan yang terjamin. Namun keamanan ini dijamin oleh pihak yang berbeda.

    Untuk keamanan trading saham dijamin oleh perusahaan sekuritasnya, bursa efek. Sementara aset kripto keamanannya bergantung dengan bursa yang digunakan, karena kebanyakan digelar oleh perusahaan swasta.

    Namun di sejumlah negara memiliki lisensi tertentu oleh pemerintah, demi menjamin keamanan dana nasabah.

    Namun tidak perlu khawatir soal keamanan saat melakukan trading, asalkan memilih tempat yang tepat.

    Perdagangan aset kripto di Indonesia misalnya diatur dan diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang bernaung di bawah Kementerian Perdagangan.

    Tempo Eksekusi Order
    Butuh waktu untuk melakukan eksekusi order ketika melakukan trading saham. Lamanya tergantung dengan antrian yang masih berlaku. Berbeda dengan trading aset kripto, eksekusi yang dilakukan akan diproses secara instan. Hal ini yang membuat banyak orang yang memilih trading aset kripto, karena jauh lebih cepat.

    Pembelian Dipindahkan Ke Broker Lain
    Pada trading saham, jika ingin memindahkan pembelian ke broker lain bisa dilakukan setelah T+3 dengan sejumlah biaya. Sedangkan pada trading aset kripto, bisa dilakukan dengan mudah tanpa syarat dan biaya, kendati sebagian mewajibkan syarat KYC (Know Your Customer), berupa data identitas diri, termasuk foto pengguna.

    Proses Pendaftaran
    Proses pendaftaran trading saham lebih rumit dan membutuhkan waktu yang lama. Trader tidak bisa langsung melakukan perdagangan setelah mendaftar.

    Berbeda dengan trading aset kripto, setelah mendaftar akun baru, Anda bisa melakukan deposit. Sedangkan untuk memulai jual dan beli, lazimnya harus melewati tahapan KYC, kecuali di bursa aset kripto berjenis peer-to-peer ataupun decentralized exchange.

    Itulah perbedaan trading saham dan trading aset kripto yang perlu dipahami. Keduanya memiliki risiko yang sama, namun tingkatannya tergantung kemampuan dari seorang trader.

    Resiko kerugian dapat ditekan dengan melakukan analisa terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Perdagangkan Token SANDBOX (SAND)



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank DBS Singapura Hadirkan Layanan Aset Digital

    Ada lagi! Bank DBS yang terbesar di Singapura tampak memasuki ruang mata uang crypto beberapa saat yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan kemunculan halaman terkait layanan aset digital bank tersebut. Namun, sayangnya sesaat setelah rilis ke publik, halaman tersebut kembali tidak dapat diakses.

    Layanan Crypto dari Bank DBS Singapura

    Menurut beberapa laporan dan hasil tangkapan halaman terkait berita ini dari tim Coinvestasi, bank DBS Singapura nampaknya akan meluncurkan 3 layanan utama berupa perdagangan aset, kustodian, dan juga security token offerings seperti gambar di bawah ini.

    Dalam halaman tersebut, bank DBS menjelaskan terkait dengan layanan dan fasilitas yang nantinya akan beroperasi. Salah satunya, DBS Digital Exchange yang nantinya akan melayani pertukaran aset digital dengan mendukung pembelian menggunakan mata uang fiat dengan empat mata yang crypto teratas seperti Bitcoin, Bitcoin Cash, Ether, dan XRP.

    Terlebih, Su Zhu selaku CEO Three Arrows Capital melalui cuitan di Twitter pribadinya mengatakan mata uang fiat yang mendukung pertukaran tersebut berupa Dolar Singapur, Dolar Hongkong, Yen Jepang, dan Dolar Amerika.

    Tidak sampai di situ, dari gambar cuitan pribadi salah satu pengguna Twitter yang berhasil menangkap cuplikan tersebut menjelaskan pasangan mata uang fiat dengan crypto yang dapat diperdagangkan, seperti BTC/SGD, BTC/HKD, dan lainnya.

    Halaman bank DBS tersebut juga menjelaskan layanan ini dengan kalimat pertama,

    “Aset digital siap menjadi ekonomi berbasis digital masa depan…”

    Hal ini membuat banyak spekulasi terkait keseriusan bank tersebut dalam membuka layanan terkait mata uang crypto.

    Tanggapan Komunitas Terkait Adopsi Bitcoin oleh Bank DBS Singapura

    Baru-baru ini, industri crypto dihebohkan dengan banyaknya perusahaan besar seperti MicroStrategy, Square, Grayscale, bahkan PayPal yang ikut serta dalam kemeriahan industri ini. Tentunya, pertumbuhan pengadopsian crypto khususnya Bitcoin ini melalui perjalanan yang cukup panjang.

    Baca juga: Grayscale Tambah Rp4,4 Triliun Aset Crypto ke dalam Portofolio

    Menanggapi hal ini Changpeng Zhao, Co-Founder sekaligus CEO dari bursa pertukaran dunia Binance, menganggap hal ini adalah “langkah yang benar”.

    Seperti, cuitan Changpeng Zhao, belum bisa dipastikan apakah nantinya Bitcoin dan mata uang crypto yang ada di bank DBS tersebut bisa dikirimkan dan diterima oleh wallet lain. Namun, dengan berita pengadopsian ini, menjelaskan babak baru dari pengadopsian Bitcoin oleh publik luas.

    Baca Juga: Perbedaan Bitcoin dan Altcoin, Mana yang Lebih Aman?

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bersiap! Ethereum 2.0 Akan “Segera” Rilis

    Quantstamp, perusahaan audit smart contract, beberapa waktu lalu menyatakan Ethereum 2.0 hampir siap untuk diluncurkan. Berita tersebut mengikuti audit Teku yang diselesaikan oleh Quantstamp sebagai klien Ethereum 2.0 yang dikembangkan oleh ConsenSys.

    Nantinya, Ethereum 2.0 ini akan menggunakan Proof-of-Stake (PoS) dalam sistem protokolnya. Hal ini berbeda dari Ethereum terdahulu yang menggunakan mekanisme Proof-of-Work (PoW). Dengan pergantian mekanisme ini memungkinkan pengguna melakukan staking atau pertaruhan ETH di dalam jaringan.

    Baca Juga: Testnet Ethereum 2.0 Dilakukan! Kapasitas Capai 75 GB per Node

    CEO Quantstamp Richard Ma menjelaskan,

    “Ethereum 2.0 berada di jalur yang tepat untuk segera menghadirkan Fase 0 dalam waktu dekat.”

    Audit yang dilakukan Quantstamp ini melibatkan pengujian batas dan kemampuan jaringan. Terlebih, aksi kali ini berfokus juga untuk menyelesaikan masalah seputar serangan DDoS, kesalahan sinkronisasi, dan logika validasi yang hilang.

    Perilisan Ethereum 2.0 Masih Simpang Siur

    Meski proses pengembangan berjalan lancar, perusahaan tersebut belum memberikan detail lebih jelas terkait dengan tanggal pasti perilisan Ethereum 2.0 ke publik. Kabarnya, fasilitas kontrak deposit akan rampung pada pertengahan November 2020 mendatang.

    Kedatangan Ethereum 2.0 ini sudah sangat dinatikan oleh komunitas crypto dan blockchain. Pasalnya, jaringan ini nantinya akan dapat meningkatkan efisiensi dengan mengurangi jumlah validator kerja yang harus dilakukan.

    Padatnya jaringan dan membludaknya biaya gas Ethereum terdahulu juga membuat perilisan ini menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu.

    Baca Juga: Cara Praktis Agar Transaksi Cryptocurrency Tidak Gagal

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Toyota Sudah Masuk Ke Ranah Crypto, Yang Lain Kapan?

    Toyota Systems, divisi TI dari produsen mobil raksasa asal Jepang, Toyota Motor Corporation, tengah berkolaborasi dengan pertukaran cryptocurrency Jepang, DeCurret, untuk mengembangkan mata uang digital bermerek Toyota, menurut pengumuman resmi pada 26 Oktober.

    Baca Juga: Inilah Cara Praktis Deposit Bitcoin di Tokocrypto

    Percontohan skala besar akan melibatkan 2.500 karyawan di Toyota Systems. Platform ini akan menampilkan pembayaran mata uang digital untuk mendapatkan keuntungan.

    Menurut pengumuman tersebut, karyawan yang berpartisipasi akan dapat menukar mata uang digital dengan poin manfaat atau hadiah dari katalog. Toyota Systems mencatat bahwa mata uang digital tidak dapat ditukar dengan yen Jepang.

    Percontohan baru menggunakan platform berbasis blockchain milik DeCurret untuk menerbitkan dan mengelola mata uang digital. Uji coba ini akan menguji skalabilitas model peer-to-peer di blockchain serta masalah bisnis yang terkait dengan pembayaran ke sekelompok besar orang.

    Sekedar informasi, Toyota telah secara aktif menjelajahi industri blockchain,  mendirikan Lab Blockchain Toyota sendiri pada Maret 2020. Otomotif bergabung dengan konsorsium R3, aliansi industri utama, pada tahun 2016.

    Dan juga, Toyota bukanlah satu-satunya produsen mobil yang bereksperimen dengan blockchain dan crypto.

    Sebelumnya dibulan ini, BMW Korea telah mengumumkan akan menjadi cabang pertama di BMW Group yang menjalankan uji coba token berbasis blockchain yang diharapkan dapat diluncurkan sepenuhnya di negara itu pada akhir tahun 2020.

    Baca Juga: Bintang Sepak Bola Jepang Keisuke Honda Meluncurkan Crypto-nya Sendiri

    Pada September 2020, produsen mobil mewah Groupe Renault juga telah mengujicobakan proyek blockchain yang dimaksudkan untuk memfasilitasi sertifikasi kepatuhan suku cadang kendaraan.

    Apakah ini akan menjadi tanda dari semakin merambahnya blockchain di lini kehidupan masyarakat untuk output yang lebih baik? Kita akan segera tahu jawabannya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pandemi Menjadi Pemicu Grafik “Parabola” Bitcoin

    BTC yang merupakan pemimpin pasar cryptocurrency kembali stabil setelah jatuh ke $3.700 pada pertengahan Maret lalu ini, sekarang dinobatkan sebagai salah satu “investasi terbaik” yang tersedia.

    Kiyosaki berkomentar “Pemerintah AS mencetak sekitar $10 triliun dollar AS PALSU untuk menyelamatkan AS dari keterpurukan. FED mencetak uang tersebut untuk menyelamatkan Bank-Bank BAYANGAN”. Lalu ia juga menambahkan:

    “Dollar berada pada pasar bull untuk saat ini. Namun, ketika dollar masuk ke dalam pasar bear, Emas, Silver, dan Bitcoin akan menghadapi grafik parabola-nya (kenaikan). Itu adalah investasi terbaik saat ini. JANGAN SAMPAI TERLEWATKAN.”

    Tonggak yang paling populer memanfaatkan narasi yang semakin lazim di kalangan pendukung Bitcoin dan bahkan lebih luas lagi. Dalam kondisi jutaan orang mencari tunjangan karena menjadi pengangguran, pasar saham secara paradoks justru menunjukkan peningkatan.Teori ini ada di balik pusat narasi mengenai pemerintah dan bank sentral menggunakan pandemi Covid-19 untuk menciptakan keadaan “neo-feodalisme”, menurut tuan rumah RT Max Keizer.Bank-bank sentral membeli ekuitas, dengan dalih hukum yang sebenarnya sangat diragukan, untuk memperkaya kelompok minoritas dan membuat para pelaku pasar utama tetap kuat secara finansial sementara peserta lain kalah dalam pertarungan.

    Hidup Uang Tunai!

    Tindakan bank sentral tersebut akhirnya berhasil membuat dolar menguat dan menyebabkan kehancuran pada pasar saham global pada bulan Maret lalu.

    Uang tunai, yang padahal disebut sebagai “sampah” oleh Ray Dalio pada bulan Januari sebelumnya, dipandang sebagai satu-satunya sebagai “juru selamat” oleh para investor. Kepanikan ini mengakibatkan tekanan likuiditas yang besar.

    Posisi Takhta Masih Goyah

    Terlepas dari slogan “Hidup Uang Tunai!” tersebut, beberapa pemimpin bisnis percaya bahwa waktu untuk uang tunai berjaya hanya sebentar. Hal ini disebabkan karena stimulus moneter yang secara agresif diterapkan dan diprakarsai oleh bank sentral.

    Menurut Mark W. Yusko, Pendiri Morgan Creek, Bitcoin adalah “yang selanjutnya” menempati takhta tersebut. Ia juga memprediksi gelombang kejut ekonomi yang sebanding dengan depresi hebat.

    Sementara itu, Kiyosaki berpendapat dolar hanya akan menghancurkan ekonomi dunia, dan krisis pandemi ini hanya akan memicu ledakannya.

    Baca juga: Harga Emas Makin Tinggi, Bagaimana dengan Bitcoin?

    Bitcoin Mengalahkan Kredensial Logam Mulia

    Lebih lanjut, Kiyosaki berpendapat bahwa solusinya ada pada Bitcoin. Cara ini akan membuat opsi untuk keluar dari model fiat.

    “Alasan saya mendukung Bitcoin hanya karena satu alasan, yaitu Anda bukan bagian dari sistem”.

    Sementara itu, emas telah mengalami peningkatan bahkan mendekati nilai All-Time-High-nya sejak tahun 2011 silam. Bahkan perak yang kurang dilihat seperti aset dibandingkan emas dan Bitcoin, mengalami kenaikan yang kuat sejak Maret lalu.

    Seperti yang dicatat oleh Saifedean Ammous, Penulis buku populer “The Bitcoin Standard”, bagaimanapun perak pada akhirnya akan menjadi mudah untuk diproduksi dibandingkan emas, dan hal tersebut membuatnya tidak dapat menjadi solusi yang benar-benar menarik.

    Bitcoin adalah bentuk uang yang paling kuat. Hal ini disebabkan karena Bitcoin merupakan bentuk uang pertama yang tidak dapat dimanipulasi oleh manusia untuk diproduksi secara cepat. Tidak seperti emas, produksinya dibatasi hanya oleh waktu manusia. Emas juga memiliki kelangkaan absolut.

    SumberSumber Artikel



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Optimis Harga Bitcoin Naik di Bulan Mendatang

    Bitcoin telah mengalami reli yang cukup kuat sejak posisi terendahnya pada dua minggu lalu. Raja mata uang crypto saat penulisan ini ditulis berada dikisaran Rp192,7 juta, jauh di atas posisi terendahnya selama koreksi pada September lalu di Rp155 juta. Banyak investor yang berharap, Bitcoin terus melaju ke arah yang lebih tinggi lagi di bulan-bulan mendatang.

    Baca Juga: ConsenSys dan Protocol Labs Integrasikan Filecoin Jadi Alat Pengembangan Ethereum

    Harapan ini juga didukung dengan beberapa indikator yang ada, seperti Indikator Satu Hari dari Fisher Transform. Indikator tersebut menunjukan Bitcoin berada di level tertinggi jangka menengah sejak Mei-Agustus tahun lalu, dan Februari tahun ini.

    Analis: Harga Bitcoin Bisa Lebih Tinggi di Bulan Mendatang

    Terlepas dari pergerakan harga di atas, beberapa analis memperkirakan Bitcoin akan menuju ke harga yang lebih tinggi lagi dalam beberapa bulan ke depan.

    Real Vision, outlet media keuangan terkemuka, beberapa waktu lalu mengeluarkan hasil Survei Bursa Real Vision terbaru. Dalam laporan tersebut, sebagian besar investor sangat optimis Bitcoin akan reli lebih tinggi lagi di bulan mendatang.

    Dengan melihat ekuitas dan mata uang seperti USD, EUR, AUD, dan lainnya yang mengarah lebih rendah, imbal hasil obligasi di Amerika akan turun, emas yang diprediksi akan meningkat tetapi sedikit, serta reli Bitcoin baru-baru ini, membuat sentimen positif terhadap pasar Bitcoin semakin kuat.

    Bill Barhydt, CEO Abra juga memunjukan sentimen positifnya terhadap Bitcoin. Bahkan, hingga saat ini portofolio mata uang crypto tersebut terus bertambah dan mencapai 50% dari portofolio keseluruhan.

    Baca Juga: Ethereum, Blockchain Pertama dengan Transaksi $1 Triliun Setahun

    “Ada 3 alasan saya percaya… Fundamental, Teknis, dan Sentimen.”

    Banyak investor yang berharap, stimulus fiskal di Amerika nanti akan berpotensi mendorong BTC ke harga yang lebih tinggi lagi. Termasuk faktor, adanya devaluasi dolar AS yang membuat kenaikan Bitcoin di bulan-bulan mendatang semakin mungkin terjadi.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dipresiasi Positif di Tengah Pandemi COVID-19

    Pasar aset kripto, khususnya Bitcoin, termasuk pasar ekuitas semuanya naik, karena investor di seluruh dunia menyambut tanda-tanda awal bahwa kebijakan lock down di sejumlah negara-negara mulai memperlambat penyebaran COVID-19.

    Harga Bitcoin sekali lagi telah menembus US$7.000, naik ke US$7.170 di bursa Bitstamp, sekitar US$1.000 pada waktu yang sama tujuh hari yang lalu.

    Menjelang krisis COVID-19, investor Bitcoin optimis di awal tahun, sebuah survei yang ditunjukkan oleh para pengguna Bitcoin dan bursa aset kripto pada bulan lalu.

    Mereka sebagian besar mengharapkan harga Bitcoin melambung hingga lebih dari $20.000 pada tahun 2020.

    “Aksi beli Bitcoin mengikuti tanda-tanda peningkatan sentimen di pasar saham. Segera setelah aset berisiko mulai menarik permintaan secara aktif, investor institusional juga dapat meningkatkan posisi mereka dalam jenis aset baru ini,” kata Alex Kuptsikevich, Analis Keuangan Senior di FxPro.

    Senada dengan Alex, Kepala Analis Pasar AvaTrade, Naeem Aslam mengatakan bahwa investor mengabaikan sejumlah pesimisme tentang kemungkinan serangan COVID-19 yang lebih dahsyat dan kita bisa berada di rentang waktu resesi yang lebih panjang.

    “Saya pikir ada kemungkinan COVID-19 berdampak lebih dalam lagi,” kata Raoul Pal Pendiri Makro Global dan Pendiri platform Real Vision, pekan lalu.

    Pal, terkenal sebagai penghayat Bitcoin, yang pernah memperingatkan, bahwa COVID-10 akan menyebabkan peristiwa kebangkrutan terburuk dalam sejarah. Ia sendiri memindahkan 25 persen portofolionya ke Bitcoin. [Forbes/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pertumbuhan Jaringan Ethereum Melonjak Di Tahun 2020 Ini

    Jelajahcoin.com – Tingkat pertumbuhan jaringan Ethereum (ETH) meningkat secara nyata. Meskipun sebelumnya terjadi penurunan substansial dalam harga ETH dalam beberapa minggu terakhir. Ini menunjukkan bahwa prospek jangka panjang Ethereum tetap sangat positif.

    Sejak Januari 2020, bagan alamat Ethereum milik Santiment menunjukkan peningkatan dari 40.000 menjadi lebih dari 70.000 dalam empat bulan. Menunjukkan bahwa lebih banyak pengguna yang menggunakan jaringan blockchain Ethereum.

    Untuk jaringan blockchain apa pun, pertumbuhan alamat yang unik adalah faktor fundamental penting untuk pertumbuhan jangka menengah dan panjang. Investor papan atas seperti Brian Kelly, CEO BKCM, telah secara konsisten menggunakan statistik untuk memprediksi tren harga cryptocurrency utama termasuk Ethereum dan Bitcoin. Peneliti di Santiment mengatakan:

    “Ini adalah indikator utama potensi jangka panjang Ethereum yang terus terlihat menjanjikan. Pertumbuhan jaringan menunjukkan jumlah alamat baru yang dibuat pada jaringan masing-masing proyek setiap hari. Pada dasarnya, bagan ini menggambarkan adopsi pengguna dari waktu ke waktu. Dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi kapan proyek mendapatkan atau kehilangan daya tarik.”

    Sejak akhir 2019, kenaikan popularitas platform desentralisasi keuangan (DeFi). Untuk pinjaman dengan menggunakan Ethereum sebagai jaminan telah memicu permintaan untuk ETH. Ketika pasar DeFi pulih dari flash crash pasar cryptocurrency pada 12 Maret di mana harga Bitcoin turun ke level $3.600. Jaringan blockchain Ethereum diperkirakan akan melihat pemulihan stabil menuju paruh kedua tahun 2020.

    Stabilitas harga akan menyebabkan alamat Ethereum meningkat

    Menurut data dari defipulse.com, nilai total yang dikunci dalam platform DeFi turun hampir setengah dari $1,2 miliar menjadi $600 juta sejak pertengahan Maret. Karena banyak pinjaman DeFi dilikuidasi dan margin disebut. Itu memaksa mayoritas peminjam untuk menutup pinjaman mereka, menyebabkan pasar DeFi menyusut.

    Ketika pasar DeFi mulai pulih, yang kemungkinan akan terjadi setelah harga Ethereum rebound. Hal itu diperkirakan akan menyebabkan peningkatan aktivitas pengguna. Jika jumlah pengguna melonjak dalam beberapa bulan mendatang pada platform DeFi, itu akan menyebabkan jaringan Ethereum semakin meluas. Meningkatkan jumlah alamat unik dalam protokol.

    Apakah harga Ethereum dan seluruh pasar cryptocurrency memiliki faktor fundamental yang cukup untuk mendorong kenaikan yang lebih lama masih harus dilihat. Beberapa berpendapat bahwa pemulihan bentuk-V Bitcoin dari $3.600 menjadi $6.700 membuat seluruh pasar crypto rentan untuk koreksi tajam lainnya. Mungkin pengujian ulang dari kisaran $ 4.000 hingga kisaran $5.000.

    Perundingan lain untuk cryptocurrency utama menimbulkan risiko terhadap pertumbuhan jaringan Ethereum dalam jangka pendek, karena hal itu dapat mengurangi kepercayaan pengguna sehari-hari dalam stabilitas aplikasi terdesentralisasi.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Telegram Akan Menutup Projek Blockchain TON, Kenapa?

    Jelajahcoin.com – Telegram baru-baru ini mengungkapkan bahwa mereka tidak akan lagi melanjutkan proyek blockchain-nya yaitu TON. Perusahaan telah mengutip bahwa tekanan peraturan sebagai alasan utama untuk penutupan ini.

    Dalam sebuah pengumuman di blog perusahaan pada hari Selasa. Pendiri Telegram Pavel Durov mengatakan bahwa pengadilan A.S. telah menghentikan Telegram Open Network (TON) dari perwujudan. Ia mengatakan:

    “Saya menulis posting ini untuk secara resmi mengumumkan bahwa keterlibatan aktif Telegram dengan TON telah berakhir.”

    TON Dihancurkan oleh SEC

    Pernyataan itu dibuka dengan sejarah singkat, yang menyatakan bahwa perusahaan telah menghabiskan lebih dari dua setengah tahun mengembangkan ‘platform blockchain generasi baru’ dengan cryptocurrency bernama Gram.

    Baca Juga: Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

    Menggunakan analogi investor yang mengumpulkan uang untuk membangun tambang emas, dan kemudian membagi emas. Durov mengatakan bahwa seorang hakim telah menganggapnya melanggar hukum karena investor akan menjual emas itu untuk keuntungan.

    Pengadilan-pengadilan itu tampaknya mengambil penyesalan di Gram, dan distribusinya di dalam dan di luar AS. Dia menambahkan bahwa putusan pengadilan menyiratkan bahwa negara-negara lain tidak memiliki kedaulatan untuk memutuskan apa investasi yang dapat diterima untuk warganya sendiri. Durov secara khusus membenci kekuasaan yang digunakan AS atas negara-negara lain sehubungan dengan sistem keuangan global.

    “AS dapat menggunakan kontrolnya atas dolar dan sistem keuangan global untuk menutup semua bank atau rekening bank di dunia. Itu dapat menggunakan kontrolnya atas Apple dan Google untuk menghapus aplikasi dari App Store dan Google Play.”

    Komisi Sekuritas dan Bursa memenangkan putusan sementara pada bulan Maret, di mana ia mengklaim bahwa Telegram telah menjual sekuritas yang tidak terdaftar. Telegram mengumpulkan $1,7 miliar pada ICO 2018 untuk blockchain TON. Namun, pihaknya telah menunda peluncuran proyek karena masalah regulasi dan sekarang telah sepenuhnya melompat.

    Garansi uang kembali?

    Awal bulan ini, perusahaan mengubah janji bahwa mereka akan membayar token kepada investor saat peluncuran. Pada saat itu, Telegram mengatakan ingin segera membeli investor Amerika. Kepala Pejabat Strategi OKEx, Alysa Xu [@AlysaXuOKEx], mencatat bahwa kekhawatiran sedang meningkat di Cina.

    Xu menambahkan bahwa komunitas TON Cina di WeChat mengeluh dan berduka atas penutupan TON, sementara juga meningkatkan kekhawatiran tentang pengembalian segera Gram futures. Tidak ada menyebutkan pengembalian uang dalam pengumuman dan Durov menutup pos dengan berharap keberuntungan bagi mereka yang masih berjuang untuk desentralisasi, menambahkan;

    “Pertempuran ini mungkin merupakan pertempuran paling penting dari generasi kita. Kami harap Anda berhasil di tempat kami gagal.”





    Sumber : news.tokocrypto.com