Author: 37

  • Indonesia Resmi Resesi, Bagaimana Nasib Bitcoin?

    Pandemi membuat banyak perekonomian dunia merosot tajam. Pada 5 November 2020, pemerintah Indonesia mengumumkan masuk ke jurang resesi secara resmi.

    Resesi ekonomi ini disebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi suatu negara berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB). Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi kuartal III yang berada dalam level kontraksi di minus 3 persen secara tahunan. Jika melihat kembali kuartal II/2020, itu artinya pertumbuhan negatif ekonomi sudah mencapai 5,32 persen secara tahunan.

    Baca Juga: Pahami Perbedaan investasi Antara Saham dan Bitcoin

    Indonesia Resesi, Adakah Efek Bagi Bitcoin?

    Secara fundamental, Bitcoin berada di dalam jaringan blockchain terdesentralisasi. Itu artinya, tidak ada entitas pengendali utama. Namun, jika menilik kembali sejarah mata uang crypto, ada beberapa keterkaitan antara pasar crypto dan juga pasar tradisional biasa yang berada di Amerika Serikat dan bukan Indonesia.

    Misalnya saja, Bitcoin pernah mengalami anjloknya harga lebih dari 50% hanya dalam beberapa waktu pada Maret 2020 lalu ketika Pembatasan Sosial di seluruh dunia khususnya Amerika Serikat mulai diberlakukan seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini.

    indonesia resesi nasib bitcoinBeberapa analis juga pernah mengkorelasikan Bitcoin dan pasar saham AS, tetapi hal itu hanya pernah Bitcoin lakukan beberapa kali saja dan kemudian Bitcoin tidak terlihat lagi memiliki korelasi dengan aset lain. Ini mengacu kembali pada sistem Bitcoin yang terdesentralisasi dan mendunia.Berbeda dari Indonesia yang mengalami penurunan ekonomi, justru Bitcoin saat ini sedang mengalami pasar bullish dan kondisi pasar yang sangat baik. Hal ini bertepatan juga dengan momen pemilihan presiden di Amerika Serikat.

    Baca juga: Menanti Hasil Pemilu AS, Bitcoin Tembus $14.000!

    Pada saat penulisan Bitcoin berhasil menembus Rp209 Juta dan diprediksi akan terus melonjak hingga Rp215 juta di masa mendatang.

    Baca juga: Analis Prediksi Harga Bitcoin Bisa Capai Rp215 Juta Segera!

    BitcoinIDR

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Staking Ethereum Siap Desember 2020, Harga ETH Melambung

    Setelah pengembangan yang memakan waktu berbulan-bulan, Ethereum Foundation merilis secara resmi kontrak deposit Eth2 Fase 0 pada 4 November 2020.

    Menurut Danny Ryan, salah satu pengembang utama, Fase 0 ini akan diluncurkan ke publik pada 1 Desember 2020 mendatang pada pukul 12 waktu setempat. Peluncuran ini bergantung pada beberapa persyaratan yang sebelumnya harus dipenuhi. Jika semua telah selesai, fase 0 ini akan segera dapat dilakukan.

    Baca juga: Apa Itu Ethereum 2.0 ? Pahami ETH 2.0 Dalam 3 Menit!

    Vitalik Buterin juga mengumumkan hal yang sama pada cuitan di Twitter pribadinya,

    Untuk menghindari adanya cacat pada sistem, Eth2 akan diluncurkan dalam beberapa fase dimulai dari peluncuran Mainnet Beacon Chain. Tahap pertama ini akan dimulai setelah ambang minimum validator 16.384 32-ETH bergabung seminggu sebelum 1 Desember nanti. Jika hal itu belum terjadi, perilisan akan ditunda selama seminggu hingga semuanya tercapai secara tepat.

    Baca juga: Apa itu Staking Ethereum 2.0 ? Panduan untuk Pemula

    Dalam peluncuran nanti, ETH asli akan dikirimkan ke kontrak deposit bersamaan dengan beberapa data lainnya. Sebelum genesis terjadi, satu-satunya pemain aktif Eth2 adalah node Beacon ini. Tugasnya adalah menjaga status jaringan dan mengawasi 32 setoran ETH dikirim ke alamat yang benar.

    Ethereum 2.0 Rilis, Buat Harga ETH Melambung ke Lebih Dari Rp5,8 Juta

    Harga Ethereum hari ini saat penulisan sudah mencapai lebih dari Rp5.800.000. Hal ini meningkat dari sebelumnya dikisaran Rp5.400.000 per ETH dan diprediksi akan terus melambung.

    Tembusnya harga ETH ini secara teknis, dipicu pula dengan rally kuat raja mata uang crypto, Bitcoin. Ditambah dengan pengumuman perilisan Ethereum 2.0 ke publik dalam waktu dekat.

    Para analis memprediksi akan ada dorongan yang lebih besar terkait dengan kenaikan harga ETH ini. Pasalnya, jaringan blockchain Ethereum 2.0 akan terus berkembang dari waktu ke waktu, ditambah pula dengan peningkatan teknologi yang ada.

    Baca Juga: Tokocrypto Resmi Luncurkan Aplikasi Perdagangan Aset Kripto

    Sudah siap menyambut staking Ethereum 2.0 yang semakin dekat? Jika kamu ingin staking ETH ada jumlah minimal uang dibutuhkan yakni 32 ETH. Sambil menunggu kamu bisa mulai mengumpulkan ETH dengan cara membelinya di berbagai bursa crypto. Salah satunya kam u bisa beli di sini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trump atau Biden Sama Saja, Posisi Bitcoin Tetap Diuntungkan

    Sangat sulit menakar pasti bagaimana kaitan antara pemilihan presiden AS dengan pasar aset kripto, terlebih-lebih Bitcoin. Namun, pelaku pasar melihatnya justru dipertimbangkan, bahwa Trump atau Biden yang menang, hasilnya sama saja, dolar bertambah banyak, menguatkan harga Bitcoin.

    “Sejauh ini baik-baik saja, pasar aset kripto tampak bagus, walau sulit mengatakan penyebab jelas Bitcoin mencapai US$14 ribu per BTC. Namun, pilpres AS tampaknya memainkan peran penting bagi sentimen pasar,” jelas Jason Deane, Analis di Quantum, dilansir dari Forbes, 3 November 2020

    Baca Juga: Beginilah Cara Pelaku Institusi Membantu Industri Penambangan Bitcoin Bertumbuh

    Deane juga menyoroti soal sentimen awal bahwa kemenangan Biden berdasarkan hasil hitung cepat saat ini, menandai stimulus oleh AS akan terus berlangsung dan jumlah kasus COVID-19 pulih dengan cepat.

    “Dalam skenario itu, Bitcoin sedikit banyak ‘menumpang’ yang menguatkan harganya, daripada faktor fundamental,” kata Deane.

    Sementara itu, Cory Klippsten dari Swan Bitcoin mengatakan, siapapun nanti presidennya, pelonggaran kuantitatif dan stimulus (menambahkan pasokan uang ke ekonomi-Red) oleh AS justru menguntungkan posisi Bitcoin.

    “Semua faktor makro adalah peluang bagi kenaikan harga Bitcoin,” katanya.

    Klippsten mengakui sentimen pasar terhadap Bitcoin masih sangat besar, karena penurunan sekecil apapun aset kripto itu, selalu saja ada yang membeli.

    Pernyataan Klippsten itu merujuk pada aksi perusahaan publik Square dan MicroStrategy yang berinvestasi di Bitcoin, belum lama ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Game Blockchain Ini Diprediksi Akan Hadir di PS5

    PS5 diperkirakan dijual seharga 499 dolar Amerika atau setara dengan Rp7,3 juta. Harga konsol game PS5 digital edition akan dibanderol dengan harga 399 dolar AS setara dengan Rp5,9 juta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memberikan sertifikasi untuk unit PS5 dari PT Sony Indonesia.

    Bagi kamu para pencinta game dan hobi main PS, sudah siap budget untuk mendapatkan konsol game terbaru?

    Selain soal harga PS5 ini, sejumlah game yang menarik untuk konsol ini pun tidak mau ketinggalan. Salahs satunya adalah game yang disinyalir akan menggunakan teknologi blockchain. BlockPegnio (The Six Dragons) menjadi mitra resmi Playstation.  Kabar ini diumumkan melalui telegram TSD oleh CEO BlockPegnio, Savvas Lazopoulos.

    Baca Juga: Kapitalisasi Pasar USDC Tumbuh Lebih Cepat Dibandingkan Tether

    Dilansir dari egamers.io Six Dragons akan hadir di Playstation 5, menjadikannya game yang pertama kali diumumkan untuk mesin beast baru Sony.

    Penggemar game RPG klasik akan menikmati dunia terbuka substansial yang terus berkembang. The Six Dragons adalah game yang didanai komunitas dan anggota program pengadopsi Enjin.

    Presale yang sukses pada bulan Juni 2019 mengumpulkan lebih dari €150.000 ($ 168.000) dengan menjual Loot boxes, yang berisi item berdasarkan standar Token ERC-1155 dan didukung oleh 156.000 ENJ ($ 23.000).

    Game ini telah berkembang pesat sejak hari itu dengan sistem yang kompleks dan canggih, diverifikasi oleh teknologi VRF Chainlink. TSD menetapkan beberapa crafting system dan menegaskan bahwa tidak ada yang bisa mengacaukan hasilnya, bahkan para pengembang.

    “ The Six Dragons sedang bermigrasi dari pemain tunggal ke lingkungan multipemain. Dulu kami ada niat untuk membangun TSD untuk Xbox tetapi Microsoft belum membuat kebijakannya jelas mengenai cryptocurrency dan blockchain, “ kata Savvas Lazopaolus Founder Blockpegnio.

    Baca Juga: Inilah 5 Manfaat Fitur Order Book Tokocrypto!

    TSD akan hadir di PS5, tapi baru setelah rilis resmi. Saat ini, gamenya masih berformat Beta, dan selain itu masih di Ethereum dengan biayanya mahal. Enjin mengeluarkan sejumlah biaya dari pasar, tetapi biaya untuk mentransfer Token Non-Fungible tetap tinggi.

    “ Masih akan memakan waktu lama untuk melihat The Six Dragons di Playstation. Saya memiliki kesempatan untuk masuk ke TSD pada tahap awal dan mengalami peningkatan secara langsung. Game ini memiliki potensi, dan BlockPegnio selalu menunjukkan cara untuk adopsi massal. “ tulis artikel E-gamers.io

    Model game hybrid yang digunakan Enjin, dalam kombinasi dengan lapisan kepercayaan antara game dan komunitas, dapat memperkuat game yang luar biasa. Platform Enjin memiliki seperangkat alat pengembangan yang mencakup SDK blockchain untuk Unity, Enjin untuk Java, dan Enjin untuk Godot.

    Hadirnya playstation 5 PS5 dengan membawa serangkaian performa canggih dan memiliki berbagai game pilihan termasuk game yang akan menggunakan blockchain akan sangat menarik. Dan sekali lagi kehadiran blockchain semakin dekat dengan kehidupan kita sehari-hari salah satunya melalui permainan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beginilah Cara Pelaku Institusi Membantu Industri Penambangan Bitcoin Bertumbuh

    Pelaku institusi kini telah memasuki industri penambangan aset crypto, mendorong terciptanya solusi tingkat perusahaan, tetapi juga menawarkan solusi baru untuk tantangan yang ada, menurut Igor Runets, pendiri dan CEO BitRiver, penyedia layanan penambangan yang berbasis di Rusia.

    Sempat hampir bangkrut di tahun 2016, Runets pun menghadapi dua pilihan yaitu menyatakan kebangkrutan pada data pusat yang didedikasikan untuk perangkat tersebut, atau membelinya dan mengubahnya menjadi bisnis colocation.

    Baca Juga: Hot Wallet dan Cold Wallet, Mana yang Lebih Aman?

    Dia pun memilih opsi kedua sehingga membentuk BitRiver. Ia mengatakan:

    “Segera setelah pusat data mulai menghasilkan keuntungan, saya mengumpulkan uang dari investor internasional.”

    Ia mengklaim bahwa mereka saat ini adalah “pusat data terbesar yang menawarkan layanan colocation penambangan Bitcoin di Rusia dan Asia Tengah, dan beroperasi secara menguntungkan.”

    Runets, bagaimanapun, telah memperhatikan beberapa trend yang menjadi lebih menonjol akhir-akhir ini, mengatakan bahwa:

    “Salah satu tren utama dalam industri pertambangan adalah masuknya pelaku institusi dan, sebagai hasilnya, pengenalan layanan tingkat perusahaan baru untuk industri pertambangan.”

    Adapun, masuknya institusi keranah ini dapat memberikan kemungkinan solusi seperti yang diungkapkan oleh Runets:

    “Saat penambangan menjadi lebih dilembagakan, pelaku institusional juga menawarkan solusi baru untuk tantangan yang ada di industri pertambangan.”

    Ia menambahkan dengan memberikan contoh kemitraan yang baru-baru ini diumumkan antara Foundry dan MicroBT, produsen perangkat keras penambangan crypto utama yang berbasis di China, sebagai yang terakhir bertujuan untuk meningkatkan pangsa pasarnya di Amerika Utara dan meningkatkan efisiensi rantai pasokan bagi pembeli mesin pertambangan di Amerika Utara.

    Baca Juga: Bitcoin Sudah Turun, Bagaimana Prediksi Selanjutnya?

    Sejalan dengan hal tersebut, dalam waktu dekat, BitRiver berencana untuk meningkatkan penawaran produknya kepada investor institusional secara global, khususnya mereka yang belum mengenal penambangan cryptocurrency. Pendiri BitRiver pun mengatakan:

    “Produk-produk ini memberi investor pengalaman produk investasi tradisional tanpa perlu masuk ke seluk-beluk ekonomi penambangan Bitcoin.”

    Untuk dampaknya, tentu ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat luas kepada crypto disaat banyak pemain bermodal besar yang terjun kedalamnya, termasuk keranah penambangan crypto, yang akan mendongkrak angka persentase dari adopsi masal dan juga sentimen positif untuk Bitcoin agar dapat terus bertumbuh ke target optimisme, level $ 20.000 yang merupakan level tertinggi sepanjang masanya, dan mungkin akan menembusnya ke level yang lebih tinggi yang belum bisa Anda bayangkan. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 2 Tokoh Ini Percaya Bitcoin Lebih Baik dari Emas!

    Lagi, perdebatan sengit antara Bitcoin dan emas kembali mencuat. Mengingat Bitcoin baru-baru ini rally meninggalkan posisi terendahnya dan diharapkan akan bergerak melaju ke tingkat yang lebih tinggi lagi.

    Menurut beberapa laporan, bahkan analis JP Morgan, Nikolaos Panigirtzoglou menjelaskan bahwa di masa mendatang Bitcoin akan bisa menyaingi emas sebagai aset. Ia juga percaya mata uang crypto nantinya akan lebih berharga dibandingkan dengan hanya dijadikan sebagai penyimpan nilai.

    Baca juga: 4 Persamaan Bitcoin dan Emas Sebagai Alat Investasi Masa Kini

    Pendapat analis ini juga didasari dengan fakta bahwa Bitcoin memiliki kapitalisasi pasar cukup besar untuk disandingkan dengan jumlah keseluruhan Exchange-Trade FundsEmas dan juga total emas dalam bentuk batangan dan koin yang ada.

    Meskipun Bitcoin masih dalam perjalanan panjang untuk bisa benar-benar menyaingi emas, dengan adanya beberapa investor besar dan pengadopsian mata uang crypto, ini cukup untuk mendorong Bitcoin berjalan lebih jauh lagi.

    Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas dalam 10 Tahun?

    Selain, Nikolaos Panigirtzoglou, Michael Saylor sebagai CEO MicroStrategy juga mengemukakan pendapat bahwa Bitcoin jauh lebih baik dari pada emas.

    Dilansir dari wawancara bersama media seputar berita finansial, Real Vision, jutawan tersebut membeberkan bahwa Bitcoin lebih baik daripada emas. Ia juga mengatakan bahwa perusahaannya MicroStrategy akan menyimpan Bitcoin bahkan hingga 100 tahun.

    Baca Juga: Yuan Digitan Ampuh Tebas Dominasi Dollar?

    Tidak hanya disandingkan dengan emas, CEO ini juga percaya bahwa Bitcoin merupakan sebuah aset jangka panjang dan dapat menjadi penyelamat banyak negara dengan keadaan ekonomi dan mata uang yang sedang runtuh.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peluang Tambahan Penghasilan dari Bitcoin Saat Pandemi

    Aset kripto seperti Bitcoin seringkali dianggap sebagai alternatif untuk mendapatkan penghasilan tambahan di tengah krisis ekonomi akibat pandemi COVID-19, karena Bitcoin terus berkinerja dengan baik.

    Pandemi COVID-19 menjadi tantangan bagi semua orang. Tidak hanya mempengaruhi likuiditas UMKM dan bisnis sehari-hari, tetapi juga mempengaruhi sistem ekonomi yang lebih luas dan pasar mata uang digital.

    Penghasilan Tambahan dari Bitcoin

    Pandemi ini menciptakan banyak peluang bagi penggemar teknologi blockchain terutama para penambang bitcoin. Sejumlah aset digital, salah satunya adalah aset kripto kerap menunjukkan kinerja positif di tengah perlambatan ekonomi dikarenakan pandemi ini.

    Sebagai contoh, pada Maret 2020, prospek aset kripto terlihat lemah ketika harga Bitcoin (BTC) turun drastis dalam satu minggu namun kemudian melambung hingga ke posisi tertinggi sampai saat ini dalam waktu singkat , karena volume perdagangan yang meningkat tiga kali lipat. Kondisi ini memungkinkan para penambang untuk menambang bitcoin lebih banyak lagi.

    Hal ini menunjukkan bagaimana aset kripto mampu bangkit hebat, jauh lebih cepat daripada jenis investasi lainnya. Bahkan setelah tiga bulan berada di level US$9 ribuan per BTC, pada 28 Juli 2020 dini hari, Raja Aset Kripto itu mampu menembus level psikologisnya, US$10 ribu menjadi lebih dari US$11 ribu per BTC.

    Berita Terkait: Bitcoin Capai $10.000, Pertama Kali Dalam Tujuh Minggu

    Momentum ini bisa dimanfaatkan bagi masyarakat Indonesiauntuk mencari tambahan penghasilan dari bitcoin ini. Investasi aset kripto dapat dijadikan pilihan untuk meningkatkan penghasilan tambahan dari trading bitcoin dan tentunya dapat mendongkrak perekonomian.

    Selain itu, investasi aset kripto juga dapat menjadi pilihan bagi para trader dan investor untuk menutup kerugian akibat menurunnya kinerja investasi lain yang disebabkan oleh pandemi COVID-19.

    Indonesia adalah salah satu negara yang sudah melegalkan aset kripto sebagai sebuah komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka sebagai sebuah aset digital. Di Indonesia sendiri terdapat 13 pedagang aset kripto yang sudah terdaftar secara legal dan formal di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

    “Memilih pedagang aset kripto yang sudah terdaftar secara resmi itu penting, karena dengan terdaftar di Bappebti artinya pedagang aset kripto tersebut telah mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah dalam menjalankan bisnis jual-beli aset kripto dan juga untuk melakukan perlindungan terhadap pelanggan aset kripto”, kata Teguh Harmanda, COO bursa aset kripto Tokocrypto, Selasa (28 Juli 2020).

    Tokocrypto sendiri adalah pedagang aset digital kripto pertama yang terdaftar secara legal di Bappebti yang menyediakan fasilitas bagi masyarakat Indonesia yang ingin mencari alternatif investasi dan meningkatkan literasi keuangan digital, jelas teguh. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuan Digital Ampuh Tebas Dominasi Dolar?

    Dari sisi Bank Sentral Tiongkok (PBOC), mereka tampak percaya diri dengan mengklaim, bahwa yuan digital dalam sistem DCEP (Digital Currency Electronic Payment), kelak mampu menebas dominasi dolar. Tapi ini lebih condong ke pertanyaan daripada pernyataan.

    Bahkan pada September 2020 lalu, Steven Suhadi, pejabat di Dewan Pengawas Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), dengan sejumlah argumennya meyakini yuan digital mungkin akan menjadi katalisator yang menjadikan yuan [yuan adalah sebutan satuan mata uang, dan renminbi nama mata uangnyaRed], sebagai mata uang cadangan dunia berikutnya.

    Kalimat terakhir itu sangat keliru. Mungkin yang Steven maksudkan adalah “bisa mendominasi dolar”, karena renminbi sudah menjadi mata uang cadangan sejumlah negara, walaupun masih kecil, yakni 2,05 persen. Sedangkan dolar lebih besar, yakni 61 persen. Renminbi hanya menang melawan dolar Australia (1,69 persen) dan dolar Kanada (1,89 persen).

    Pada tahun 2015 saja Bank Indonesia sudah mengakui sudah menggunakan renminbi sebagai cadangan devisa.

    Maka, tak heran pula Bank Indonesia dan Bank Sentral Tiongkok (PBOC) sepakat menggunakan rupiah-yuan dalam perdagangan antar kedua negara, termasuk dalam program investasi langsung.

    Penggunaan sejumlah mata uang negara sebagai mata uang cadangan negara lain. Sumber: IMF.

    Steven juga menyandarkan pernyataannya itu pada proyek One Belt One Road (OBOR) yang mencakup banyak negara termasuk Indonesia, yang memampukan penggunaan renminbi yang semakin luas.

    Di sisi itu Suhadi benar, tetapi sangat tidak mudah, mengingat pengaruh Amerika Serikat masih amat kuat, khususnya soal cara merawat dan mengelola kebijakan perdagangan, politik dan lain sebagainya, demi menguatkan nilai dolar di tingkat internasional. Artinya, perlu waktu lagi dan bukan sekadar gara-gara teknologinya.

    Adalah fakta bahwa mata uang renminbi sejak Oktober 2016 menjadi bagian dari Special Drawing Rights Basket (SDRB) IMF.

    Itu tonggak penting sebagai pengakuan lembaga internasional terhadap pertumbuhan perdagangan dan ekonomi Tiongkok. Dengan status bergengsi itu pula mata uang renminbi setaraf dengan dolar AS, euro, yen dan pound Inggris.

    Kita lihat lagi soal klaim yuan digital yang disebut-sebut sebagian berteknologi blockchain itu, mampu bersaing dengan dolar AS

    Pada 27 Oktober 2020 lalu, Zhou Xiaochuan, mantan Gubernur Bank Sentral Tiongkok (PBOC) mengatakan bahwa faktor utama yuan digital adalah untuk menghindari “dolarisasi”, di mana dolar AS digunakan secara paralel atau sebagai pengganti mata uang lokal.

    Pada Jumat pekan lalu PBOC bahkan sudah menerbitkan rancangan undang-undang bagi DCEP itu agar berkekuatan hukum tetap, sebelum bisa digunakan secara luas.

    DCEP sendiri dibidani sejak tahun 2014, ketika bank sentral itu secara agresif meneliti dan mengembangkan mata uang digital sendiri, ketika Bitcoin dan sejumlah aset kripto/mata uang digital “swasta” lainnya yang berteknologi blockchain, sedang naik daun.

    Dan sejak Mei 2020 yuan digital sudah diujicoba beberapa kali di dalam negeri, seperti di Suzhou, Shenzhen, Chengdu dan Xiongan.

    Bahkan PBOC berencana akan mengujicoba yuan digital itu dalam skala yang lebih luas dalam ajang Olimpiade Musim Dingin pada tahun 2022 mendatang di Beijing.

    Beijing telah memperjelas bahwa tujuan DCEP termasuk kelak mengganti uang tunai sepenuhnya [kelak tak ada lagi uang kertas fisik, seperti yang sekarang masih digunakan di desa-desa di Tiongkok-Red], mempertahankan kendali pemerintah atas mata uang dan menciptakan skenario aplikasi ritel kecil sebanyak mungkin.

    Yuan digital akan didistribusikan melalui Bank Sentral Tiongkok ke penyedia tingkat kedua yang resmi, termasuk bank-bank besar milik negara, operator telekomunikasi yang dikendalikan negara dan penyedia pembayaran daring oleh Ant Group dan Tencent, kata Zhou.

    Kebijakan bukan Teknologi
    Mengacu pada pernyataan Anthony Pompliano beberapa waktu lalu, teknologi pada prinsipnya bukanlah penentu utama nilai pada mata uang, melainkan pada kebijakan penggunaan mata uang itu dalam transaksi.

    “Uang tidak ada urusan dengan teknologi, melainkan masalah kebijakan moneter,” katanya.

    Lalu, Dr. Saifedean Ammous, pakar ekonomi yang juga penulis buku The Bitcoin Standard, mencontohkan, antara dolar AS dan yen.

    Katanya, ketika sejumlah orang kurang suka 10 yen daripada 1 dolar AS, maka orang lainnya masih lebih suka menyimpan 1 dolar AS daripada 10 yen. Penyebabnya adalah, karena nilai 1 dolar AS lebih daripada 10 yen.

    “Jadi, bukan jumlah unit uangnya yang Anda peroleh, tetapi daya belinya,” jelas Ammous.

    Bahwa nilai dolar AS itu diapresiasi, bukan karena dia berteknologi tinggi atau tidak, melainkan dilatarbelakangi kemampun negara AS dalam mengelola kebijakan moneter, kebijakan fiskal, termasuk keputusan politik dalam dan luar negeri. Inilah pula yang menentukan nilai dan daya belinya.

    Sentimen yang positif terhadap kebijakan itu, maka sejauh dan seluas itulah dolar AS digunakan. Sebaliknya, ketika situasi ekonomi genting seperti ini dan memaksa bank sentral menambah pasokan dolar ke ekonomi, maka nilainya tertekan. Itu juga bisa membuat Tiongkok keringat dingin, karena sejumlah investasinya di luar negeri bersatuan dolar AS.

    Bahwa teknologi menjadi faktor yang seolah-olah teramat penting, itu keliru. Sama halnya dengan Bitcoin. Benar karena teknologi blockchain-lah dan bersifat terbukalah ia unggul dibandingkan kelas aset lain, termasuk dolar. Namun, berkat dolar pulalah dia memiliki nilai, termasuk dengan mata uang fiat lain. Karena keunggulan relatif itulah Bitcoin juga diapresiasi selayak dolar dan emas.

    “Dalam sudut pandang faham ekonomi Austria, Bitcoin memenuhi kriteria sebagai bentuk uang. Pasokan Bitcoin yang tetap dan terbatas dan ketahanannya terhadap inflasi adalah kunci keunggulan Bitcoin sebagai mata uang,” kata Ammous lagi.

    Sekarang perhatikan seberapa banyak yuan digunakan secara global. Jikalau mengacu pada data SWIFT sebagai jaringan pembayaran global antar bank, dolar masih mendominasi, yakni mencapai 40 persen. Sedangkan yuan hanya 2 persen.

    Ini adalah satu penanda bahwa tingkat “konversi bebas” yuan masih sangat terbatas, walaupun riak perdagangan internasional mereka mampu bersaing ketat dengan AS.

    “Karena mata uang digital sedikit berbeda dari yuan itu sendiri, maka tidak akan menjadi pengubah permainan yang meningkatkan peran renminbi dalam keuangan internasional,” tulis Eswar Prasad, profesor di Cornell University.

    Prasas mencatat, bagaimanapun, pemerintah Tiongkok masih membatasi arus masuk dan keluar modal dan PBOC masih mengelola nilai tukar renminbi.

    “Tidak ada kebijakan yang akan berubah secara signifikan dalam waktu dekat,” katanya.

    Victor Shih, seorang ahli ekonomi politik Tiongkok dan profesor di University of California San Diego, menjelaskan bahwa hanya dengan memperkenalkan mata uang digital “tidak menyelesaikan masalah bahwa beberapa orang yang memegang renminbi di luar negeri akan ingin menjual renminbi itu dan menukarnya dengan dolar.

    Shih mencontohkan, misalnya Iran menjual minyak dalam jumlah besar ke Tiongkok, dan menerima yuan digital sebagai pembayaran. Itu akan membantu tujuan Beijing dalam mengejar penggunaan yuan yang lebih luas dalam transaksi internasional.

    Tetapi Iran mungkin ingin menggunakan setidaknya seperempat dari pendapatan itu untuk membeli barang-barang dari Eropa, kata Shih, jadi mereka perlu mengubah sebagian dari yuan digital menjadi dolar dan euro, mata uang yang paling banyak digunakan kedua untuk pembayaran global.

    “Jika itu terjadi dalam skala yang sangat besar, Anda akan memiliki ratusan miliar renminbi terakumulasi di Hong Kong, pusat kliring utama untuk transaksi dalam mata uang yuan. Dan jika yuan tersebut dikonversi ke mata uang lain dalam jumlah besar, renminbi akan berada di bawah tekanan ke bawah dan PBOC harus turun tangan untuk menopang nilainya,” sebut Shih.

    Shih juga mengkritik soal sifat keterlacakan penuh yuan digital oleh Pemerintah Tiongkok. Katanya, salah satu keuntungan utama dari orang-orang yang menggunakan yuan digital adalah memungkinkan para bankir Tiongkok untuk melacak dengan tepat ke mana arah setiap yuan secara lebih rinci daripada yang mungkin saat ini.

    “Jika Iran melakukan pembelian dengan penghasilan yuan digitalnya, misalnya, PBOC akan dapat melihat apa yang dibelinya, dan dari siapa, hingga satuan sen,” jelas Shih.

    Namun hal itu justru dianggap buruk di negara lain, sebab ada banyak situasi ketika bahkan orang yang sangat taat hukum tidak ingin pemerintah mengetahui apa yang mereka lakukan, terutama ketika pemerintah itu adalah Partai Komunis Tiongkok.

    Namun Shih menilai adanya potensi perluasan penggunaan yuan selain dalam konteks perdagangan internasional biasa, misalnya melalui produk teknologi asal Tiongkok seperti TikTok (ByteDance) dan Fortnite (Epic Games).

    Dapat disimpulkan, bahwa yang dicari investor dalam mata uang cadangan (global reserve currency) bukanlah teknologinya, melainkan mata uang yang stabil, didukung oleh ekonomi yang kuat, dapat dikonversi secara bebas dan dapat digunakan secara luas.

    Namun, itu semua sangat tergantung pada kebijakan pemerintah Tiongkok, termasuk bank sentralnya. Bahwa yuan digital bisa menebas dominasi dolar di masa depan, bukan masalah “kapan”, tetapi “bagaimana” dan “mengapa”.

    Baca Juga: Kenali Jenis-jenis Investasi Decentralized Finance (DeFi)



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Amankan Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

    Kemajuan industri dan teknologi, investasi saat ini semakin mudah untuk dilakukan. Berbagai kalangan sudah memulai investasi dan menentukan jenis investasinya sedari dini untuk kehidupan masa depan. Salah satu investasi yang saat ini menjadi banyak diperbincangkan adalah aset kripto. Masa depan bitcoin diprediksikan akan menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak dicari.

    Masa Depan Anda dengan Investasi Bitcoin

    Ada beberapa hal yang mendorong aset kripto sebagai instrumen investasi yang menjanjikan, Diantaranya:

    1. Return on Investment yang Besar

    Return on Investment atau ROI merupakan laba atas investasi yang dihitung berdasarkan hasil pembagian dari pendapatan yang dihasilkan dengan besaran modal yang ditanam.

    2. Sifatnya yang Terdesentralisasi

    Aset kripto  menggunakan teknologi yang mendasarinya yaitu Blockchain, teknologi tersebut yang memungkinkan dilakukannya desentralisasi dan memberikan kesempatan bagi semua user untuk menjadi bagian dari validator atau nodes untuk memproses transaksi. Sehingga transaksi dapat di proses secara cepat

    3. Jumlahnya yang Terukur

    Seperti diketahui, Satoshi Nakamoto si pencipta Bitcoin, membatasi kepingan bitcoin hanya akan ada 21 juta Bitcoin di dunia dan saat ini mencapai 80% atau sekitar 16,8 juta BTC. Hal tersebut menjadikan harga bitcoin akan terus naik ke depannya. 

    Sejalan dengan aset kripto yang paling dahulu muncul yakni bitcoin, aset-aset kripto lainya pun punya batasan kepingan tertentu untuk membatasi peredaran aset kripto tersebut.

    4. Legal sebagai Komoditi di Indonesia

    Aset kripto seperti bitcoin dan altcoin lainya, sudah legal di Indonesia sebagai komoditi berjangka yang aturanya tercakup pada Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019.

    Melalui landasan hukum tersebut, pemilik platform exchange bursa berjangka bisa menambahkan aset kripto ke deretan instrumen keuangan yang bisa diperjual-belikan dengan rupiah di Indonesia.

    Selain alasan-alasan diatas yang mendorong aset kripto sebagai salah satu instrumen investasi yang paling baik. Seperti halnya aset investasi lain, Anda perlu untuk menciptakan portofolio yang sejalan dengan toleransi risiko dan tujuan finansial.

    Maka dari i itu, Anda dapat memulai dengan memeriksa kriteria yang mendukung portofolio kripto; seperti manajemen risiko. Lalu manfaatkan untuk mengembangkan perencanaan dengan berbagai tipe aset kripto dalam bermacam-macam kategori. Setelah itu, Anda harus selalu mengingat untuk memanajemen portofolio Anda. Sehingga investasi jangka panjang berjalan dengan lancar.

    Setelah Anda mengetahui alasan kenapa bitcoin menjadi aset investasi masa depan dan menciptakan portofolio untuk investasi jangka panjang. Selanjutnya adalah menentukan tujuan finansial apa yang Anda akan targetkan. Dari berbagai cerita yang pernah diungkapkan oleh media, masa depan bitcoin atau aset kripto dapat mengabulkan impian untuk membeli suatu barang yang  diinginkan.

    Manfaat Investasi Bitcoin di Masa Depan

    Pada berbagai media banyak cerita tentang kisah seseorang yang berhasil mewujudkan impiannya dengan berinvestasi pada aset kripto. Salah satunya terjadi di Texas, Amerika Seriikat, dikutip dari tempo.co seorang ibu rumah tangga yang mampu membeli rumah real estate dengan menggunakan hasil dari investasi bitcoin. Lalu, apa saja sebenarnya manfaat atau hal yang bisa anda wujudkan dengan investasi kripto?

    Dana Cadangan

    Kemudahan untuk menukarkan aset investasi kripto dengan uang fiat ini bisa Anda gunakan di masa depan untuk kebutuhan-kebutuhan yang mendesak. Dengan waktu kurang dari 24 jam anda sudah bisa mencairkan aset kripto anda, sehingga anda tidak perlu khawatir dengan cara yang lama untuk menukarkan aset anda.

    Rumah/ Properti

    Banyak orang beranggapan membeli rumah dari hasil investasi adalah hal yang mustahil. Namun, dari cerita dari seorang ibu rumah tangga di Texas, Amerika Serikat tersebut membuat anggapan banyak orang terbukti salah. Dengan management investasi yang tepat bukan tidak mungkin Anda juga dapat membeli rumah menggunakan hasil investasi kripto.

    Pendidikan 

    Biaya pendidikan yang dari tahun ketahun semakin naik ini bisa anda siapkan dengan investasi di set kripto. Dengan aset kripto yang terus naik  biaya pendidikan anak anda, merupakan hal yang perlu disiapkan sedini mungkin.

    Selain ketiga pilihan tujuan investasi dari aset kripto di atas, Anda juga bisa menggunakannya untuk kegiatan sehari-hari. Ada banyak platform di dunia yang sudah menerima pembayaran menggunakan bitcoin atau kripto. Seperti menggunakan purse.io untuk berbelanja di marketplace Amazon, atau membeli tiket penerbangan dan pemesanan hotel dengan Bitcoin, melalui Expedia, Cheap Air dan Surf Air

    Itulah beberapa hal yang bisa Anda lakukan dari hasil investasi di aset kripto. Dengan masa depan bitcoin yang diprediksi akan terus meningkat. Tidak ada salahnya untuk memulai investasi dari sekarang. 

    Anda bisa memulai berinvestasi aset kripto dengan mendaftarkannya di Tokocyrpto. Sebagai platform exchange aset kripto yang sudah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), Tokocyrpto akan selalu mengedepankan keamanan yang kenyamanan para penggunanya. Kunjungi media sosial kami @Tokocrypto atau website kami untuk lebih mengenal Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Transaksi Bitcoin Terbesar Baru Saja Terpecahkan, Berapa Ya Nilainya?

    Dengan harga Bitcoin yang terus mendekati $13.000, salah satu dompet crypto dikabarkan baru saja melakukan transaksi Bitcoin dengan memindahkan uang sebesar lebih dari $1 miliar.

    Menurut data on-chain, pemegang dompet BTC tersebut memindahkan lebih dari 88.857 BTC atau bernilai $1,15 miliar – dengan biaya pengiriman hanya 0,00027847 BTC, atau setara $3,58 pada saat berita ini dipublikasikan. Koin-koin tersebut dikonfirmasi di blok 654.364 pada 26 Oktober.

    Baca Juga: Perusahaan Besar Dukung Bitcoin, Sebentar Lagi Giliran Bank

    Data dari platform analitik CrystalBlockchain, tampaknya menunjukkan bahwa pengguna mengirim koin dari alamat dompet yang diberi label sebagai dompet Xapo Bitcoin. Pada 2019 lalu, Coinbase Custody mengakuisisi bisnis institusional Xapo, ada kemungkinan bahwa $1,15 miliar dalam bentuk Bitcoin berasal dari bursa yang berbada di Amerika Serikat.

    Transaksi ini adalah pergerakan terbesar dari semua cryptocurrency berdasarkan nilai mata uang fiat, sebelumnya Bitfinex mencatat rekor sebagai pemegang transaksi Bitcoin terbesar pada bulan April lalu. Saat itu, mentransfer 161.500 BTC – $1,1 miliar – dengan biaya hanya $0,68.

    Walaupun sebenarnya, transaksi Bitcoin ini masih kalah banyak dibanding Mt. Gox, sebuah cryptocurrency exchange yang berbasis di Tokyo, Jepang. Yang memindahkan sebanyak 500.000 BTC atau kala itu bernilai $1,32 juta pada 16 November 2011 silam. Namun bila dikonversikan pada harga BTC/USD hari ini, transaksi yang terjadi pada 2011 silam tersebut bernilai $7 miliar.

    Baca Juga: Bank DBS Singapura Hadirkan Layanan Aset Digital

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com