Author: 38

  • Perempuan AS Danai ISIS Pakai Bitcoin Cs

    Seorang perempuan warga Amerika Serikat (AS) mendanai ISIS senilai lebih dari US$150 ribu (Rp2,1 miliar). Sebagian besar dari dana itu dalam bentuk aset kripto Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    Adalah Zoobia Shahnaz dijatuhi hukuman penjara selama 13 tahun di New York, karena terbukti mendanai organisasi teroris ISIS.

    Mantan teknisi laboratorium di sebuah rumah sakit di Manhattan itu sebelumnya ditangkap di Bandara Internasional John F. Kennedy pada 31 Juli 2017 ketika hendak ke Suriah melalui Turki.

    Departemen Kehakiman New York mengumumkan kemarin, Jumat (13 Maret 2020), bahwa Shahnaz mengirim lebih dari $150.000 kepada orang-orang dan kelompok-kelompok di Pakistan, Tiongkok dan Turki yang berafiliasi dengan ISIS.

    Uang itu telah dikumpulkan secara ilegal, sebagai bagian dari perampokannya. Shahnaz juga menggunakan kartu kredit curian untuk membeli sekitar US$62.000 dalam bentuk Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    Aset kripto seperti Bitcoin digunakan untuk mendanai terorisme bukanlah hal baru. Laporan tahun lalu oleh Media Research Institute berbasis di Washington DC, mengungkapkan bahwa sejumlah kelompok teroris seperti ISIS, Al-Qaeda, Hamas, dan Ikhwanul Muslimin menggunakan aset kripto untuk pendanaan aksi-aksinya.

    Namun FBI, CIA dan Departemen Kehakian Amerika Serikat sendiri, dalam beberapa tahun terakhir semakin meningkatkan kemampuannya untuk melacak kejahatan keuangan berbasis aset kripto. Chainalysis misalnya adalah perusahaan yang digandeng lembaga pemerintah AS untuk melacak itu. [Decrypt/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin Booming Selama Virus Covid-19

    Saat pasar saham dan crypto seperti Bitcoin mengalami penurunan paada beberapa pekan terakhir karena pandemi virus corona ataupun kondisi global yang tidak stabil. Pasar stablecoin justru mengalami lonjakan senilai $1,5 miliar pada bulan lalu dan sekarang bernilai lebih dari $7 miliar, menurut data oleh Coin Metrics.

    Dalam sebuah utas tentang kenaikan stablecoin baru-baru ini, salah satu pendiri Coin Metrics, Nic Carter mengatakan hal itu bisa terkait dengan kekhawatiran tentang  pencetakan uang fiat yang dilakukan AS untuk bisa menyuntikkan  dana ke pasar agar bisa membendung dampak dari perlambatan ekonomi global.

    Dengan pasar saham AS dan penjualan pasar crypto dalam beberapa minggu terakhir, di mana investor pindah ke aset yang kurang berisiko seperti uang tunai, mungkin beberapa investor melarikan diri ke stablecoin yang dipatok USD karena mereka adalah hal terdekat dengan uang tunai selama krisis likuiditas.

    Menurut Carter, itu bukan satu-satunya alasan yang mungkin. “Ada penciptaan stablecoin yang terjadi, bukan hanya aset risiko crypto mengalir kembali ke stablecoin,  ada beberapa demografis di luar sana yang mengubah dolar digital menjadi fiat tokenized,”  cuitnya melalui Twitter.

    Carter lebih lanjut menunjuk pada pertumbuhan stablecoin pada Ethereum, karena nilainya yang beredar di Ethereum semakin mendekati nilai Ether, cryptocurrency yang memicu blockchain.

    Ketika ditanya tentang efek yang mungkin terjadi dari pertumbuhan stablecoin pada Ethereum,  dilansir dari Decrypt Carter memberikan informasi bahwa mungkin berarti bahwa jika pengguna di blockchain mulai menggunakan stablecoin dalam mata uang USD untuk menyelesaikan transaksi dan membayar biaya, itu akan mengurangi permintaan Ether.

    Menurut Carter ini juga bisa berdampak negatif pada keseluruhan sistem karena mengurangi pendapatan penambang.

    Baca juga:WHO Nyatakan Covid-19 sebagai Pandemi, Crypto dan Saham pun Anjlok

    Efek Booming Stablecoin Lebih Terasa pada Eter Daripada Bitcoin

    “Perbedaannya adalah bitcoin tidak memiliki keberadaan stablecoin yang bermakna, tether sebelumnya sangat besar pada bitcoin tetapi sebagian besar telah bermigrasi ke ETH, ” ,” ujar Carter lagi.

    Namun, efek terbesar dari krisis ekonomi  dan booming stablecoin terkait kemungkinan terjadi karena percepatan  dalam penyebaran mata uang digital bank sentral (CBDCs).

    “Suatu periode pemberian langsung pemerintah langsung kepada individu tentu dapat menambah urgensi menciptakan CBDC, “

    Namun sayangnya CBDC saat ini tidak dapat membantu lebih jauh untuk mengatasi pandemi dan krisis global karena masih banyak negara yang sedang dalam tahap pembelajaran dan pengembangan untuk memiliki mata uang digital bank sentralnya.

    “Saya tidak yakin CBDC yang berhadapan dengan ritel dapat diputar balik dengan cukup cepat untuk dapat diterapkan,” pungkas Carter

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Majalah Fortune: Bitcoin di Daftar 100 Besar Rancangan Terbaik Sepanjang Masa

    Majalah Fortune menempatkan Bitcoin di daftar 100 besar rancangan terbaik sepanjang masa. Pemeringkatan itu berdasarkan survei terhadap sejumlah praktisi dan akademisi di bidang bisnis, industri, rancang grafis dan seni.

    “100 besar rancangan terbaik ini diharapkan menginspirasi Anda, karena rancangan produk yang baik, lebih dari sekadar tentang mengganti tampilan. Ini tentang membuat hidup Anda lebih mudah dan sederhana. Dan itu indah,” jelas Fortunedalam pengantarnya, Senin, 16 Maret 2020.

    Dari 100 besar rancangan terbaik dunia itu, Bitcoin yang dirancang oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008-2009 itu, berada di posisi ke-90.

    “Bitcoin tidak ditemukan (invented), tetapi dirancang sedemikian rupa, sehingga berbagai pemangku kepentingan (pengembang, investor, bisnis, penambang, individu), semuanya mendapatkan imbalan guna memperkuat adopsi mata uang digital baru ini. Bitcoin dirancang tanpa entitas terpusat ataupun otoritas pemerintahan manapun. Hanya dalam 10 tahun sejak dirilis, sekarang bernilai hampir US$200 miliar dan digunakan oleh jutaan orang lintas negara. Bitcoin secara efektif menarik perhatian orang dalam waktu singkat,” kata David Kelley, Pendiri perusahaan desain IDEO dan dosen di Universitas Stanford.

    BERITA TERKAIT  SnapEx Gelar Kompetisi Trading Aset Kripto Mulai 17 Maret, Total Hadiah Hingga Rp1,7 Miliar

    Di atas Bitcoin ada Rumah Sakit Mata Aravind yang dirancang oleh Dr Govindappa Venkataswamy pada tahun 1976. Sedangkan di bawah Bitcoin adalah Peta Taman Nasional Amerika Serikat yang dirancang oleh Massimo dan Lella Vignelli, pada tahun 1977. Sedangkan di peringkat pertama adalah Apple iPhone tahun 2007. [vins]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Blockchain dan AI Dikombinasikan untuk Melawan Covid-19

    Di tengah-tengah banyaknya kasus Covid-19 yang meluas hingga ke penjuru dunia, para pelaku teknologi nampaknya tidak akan diam begitu saja melihat keadaan dan kondisi saat ini. Sebab, kemudahan dan kecepatan akses menjadi salah satu hal yang bisa mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh Covid-19.Hal yang bisa dilakukan adalah mempercepat dan melacak proses produksi obat-obatan di manufaktur farmasi seperti yang dilakukan oleh Mateon Therapeutics, perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan.

    Perusahaan kesehatan ini bermitra dengan Meridian IT, yang mengembangkan penggunaan platform blockchain  agar sesuai dengan proses pembuatan obat-obatan sesuai dengan ketentuan Food and Drug Administration (FDA), sebuah badan pengawas makanan dan obat-obatan di Amerika Serikat.

    Yang mana, hal ini bertujuan agar produsen bisa mencapai tingkat Return of Investment (ROI) dengan memangkas biaya tenaga kerja. Namun tetap mempercepat produksi obat-obatan. Ini menjadi salah satu hal yang penting dalam memerangi Covid-19.

    Hal ini dirasa penting untuk semakin mempercepat dan meningkatkan produktifitas pembuatan obat-obatan, sebab, saat ini masih banyak produsen obat yang memproduksi obat-obatannya secara manual, yang terkadang proses pembuatannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku oleh FDA.

    Divisi AI Mateon yakni EdgePoint, akan menyediakan mesin teknologi AI untuk platform di Mateon, di mana layaknya toko-toko otomatis tanpa kasir yang sudah dimplementasikan oleh EdgePoint di Amazon Go Store.

    Di mana, teknologi yang digunakan di Amazon Go Store, ingin coba digunakan dalam industri manufaktur farmasi untuk produk utama milik Mateon yakni OT-101, yang diuji untuk Covid-19.

    Jadi, Meridian IT akan membantu proses produksi obat-obatan di lantai produksi untuk produk farmasi dengan bantuan blockchain agar bisa melacak produk-produknya dengan secara cepat dan akurat dan mengefisiensikan proses kerja namun tetap sesuai dengan ketentuan FDA.

    Platform Meridian IT dan Mateon yang dikembangkan sudah memiliki kesepakatan kerja sama oleh perusahaan manufaktur obat-obatan, iBIO Inc, yang berguna untuk menguji dan mengotomasikan prosedur-prosedur proses produksi obat-obatan di perusahaan tersebut. Pihak perusahaan iBIO Inc ingin melihat dan mengetahui terlebih dahulu utilitas atau manfaat dari teknologi blockchain dan AI machine yang dipasang di area lantai produksi mereka.

    Hal ingin dilihat oleh iBIO Inc, adalah tingkat ROI dari pemasangan mesin AI, biaya langganan, dan biaya transaksi. Agar mereka benar-benar memiliki gambaran bahwa memang penggunaan mesin AI yang dikembangkan Mateon dan Meridian IT bisa mempercepat proses produksi obat-obatan dengan memangkas biaya tenaga kerja. Sebab, proses kerja sudah diawasi oleh blockchain dan AI machine yang sesuai dengan prosedur-prosedur pembuatan produk farmasi di manufaktur yang berlaku.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Cara Blockchain Menghadapi Virus Corona

    Ketika wabah Covid-19 semakin meluas, peran supply chain managementsemakin dibutuhkan untuk memastikan bahwa suplai produk-produk farmasi untuk membantu para pasien yang terinfeksi virus corona (Covid-19) menjadi kian penting saja.

    Masalah-masalah yang dihadapi untuk melawan Covid-19 adalah kebutuhan produk, kredibilitas pemasok, pembayaran, sertifikasi dari bea cukai, dan pelacakan transportasi. Dari kelima tantangan tersebut, teknologi blockchain dapat memberikan solusinya antara lain:

    1. Kebutuhan produk, blockchain memberikan sebuah mekanisme untuk sistem kesehatan guna secara berkala memperbaruhi kebutuhan produk kesehatan dan spesifikasinya, hampir seperti production auction.
    2. Kredibilitas pemasok, memberikan cara bagi sistem kesehatan untuk menilai secara kredibel pabrik mana yang memiliki kontrol kualitas paling tinggi, dan memenuhi spesifikasi dan volume produksi yang dibutuhkan.
    3. Pembayaran, membantu proses pembayaran di muka, untuk pabrik-pabrik yang bisa langsung digunakan oleh para pabrik untuk memulai proses produksi kebutuhan farmasi yang telah disepakati sebelum dan ketika proses suplai bergerak ke langkah selanjutnya dari rantai pasokan yang terjadi.
    4. Sertifikasi Bea Cukai, pendistribusian obat-obatan dan peralatan medisnya pasti harus melalui departemen bea cukai. Hal ini akan dibantu oleh blockchain dengan sertifikasi bea cukai digital, yang dapat digunakan untuk mengatur kegiatan ekpor dan impor.
    5. Pelacakan Transportasi, persediaan obat-obatan harus dapat dilacak oleh seluruh dunia untuk memastikan transparansi dalam rantai pasokan, yang dapat dilakukan oleh blockchain.

    Blockchain memang merupakan salah satu teknologi yang sangat bisa diandalkan dalam kegiatan rantai pasok di sebuah perusahaan, khususnya untuk mengawasi transparansi dari masing-masing titik rantai pasok dan memastikan bahwa produk-produk yang diproduksi di perusahaan manufaktur farmasi sesuai dengan badan pengawas obat-obatan yang berlaku. Di mana, ketika salah satu titik rantai pasok tidak sesuai dengan prosedur yang telah diatur dalam blockchain, proses rantai pasok tersebut tidak bisa melanjutkan kegiatannya ke langkah selanjutnya.  Karena, hal ini bisa mengurangi bottleneck, yang menyebabkan adanya penundaan saat proses produksi dan suplai sehingga membuat distribusi produk-produk farmasi menjadi terganggu karena panjangnya antrian. Karena tidak adanya sistem manufaktur kesehatan yang mampu mengawasi setiap prosedur-prosedur produksi di pabrik.

    Contoh Kasus Penggunaan Blockchain untuk Melacak Produk Farmasi Demi Mengatasi Virus Corona

    Seperti yang sudah dilakukan oleh Mateon dan Meridian IT, yang menggabungkan AI dan blockchain agar bisa mempercepat produksi produk farmasi yang dapat disesuaikan prosedur produksinya  di pabrik berdasarkan FDA (badan pengawas obat-obatan AS).

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Membalikkan Kerugian Setelah The Fed Melakukan Langkah Ini

    Jelajahcoin.comBitcoin (BTC), cryptocurrency terbesar membalikkan kerugian hari ini setelah Federal Reserve AS (Fed). Mengumumkan langkah-langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendukung perekonomian. (Diperbarui pada 13:47 UTC: diperbarui di seluruh teks)

    Pada saat itu, Bitcoin (BTC) diperdagangkan pada US $6.283, dan naik 3% dalam sehari. Sebelumnya pada hari Senin kemarin, Bitcoin berada di bawah USD 5.900 sebelum rally ke USD 6.535. Ethereum (ETH) naik kurang dari 1%, menjadi USD 131. Koin lainnya dari 10 teratas naik sekitar 1% -2% hari ini.

    Langkah oleh Fed pada hari Senin menandai perubahan besar dari pengaturan pembelian aset sebelumnya seperti program Quantitative Easing (QE) yang banyak dibahas. Yang selalu memiliki batas atas yang terkait dengannya.

    Namun, kali ini, aset akan dibeli dalam jumlah tak terbatas. Dan tidak akan berhenti sampai The Fed menentukan bahwa ia telah mencapai tujuannya. Peter Boockvar, kepala investasi di Bleakley Advisory Group, mengatakan dalam sebuah catatan, seperti dilansir CNBC:

    “Kami sekarang berada di infinity [pelonggaran kuantitatif], lagi.”

    Sebagian besar aset tradisional, termasuk saham, logam mulia, dan minyak semuanya diperdagangkan lebih tinggi setelah The Fed menjanjikan pembelian aset seperti Bitcoin tanpa batas untuk mendukung pasar. Pasar saham, khususnya, bereaksi positif terhadap berita tersebut. Membalikkan penurunan tajam sebelumnya dalam perdagangan berjangka S&P 500, yang sekali lagi diperdagangkan “membatasi turun” semalam.

    Bitcoin melonjak setelah berita diumumkan

    Bitcoin melonjak segera setelah berita itu diumumkan oleh The Fed:

    Hal yang sama juga berlaku untuk indeks saham luas S&P 500:

    Selain rencana pembelian aset, The Fed juga mengumumkan program pinjaman baru senilai US $300 miliar untuk bisnis non-keuangan. Meskipun rincian spesifik masih langka. Semua langkah baru dari Fed datang di atas langkah-langkah sebelumnya yang diumumkan minggu lalu, termasuk pengenalan kembali QE.

    Pembayaran langsung ke rumah tangga yang sering disebut sebagai “uang helikopter,” dan fasilitas kredit baru di pasar uang, yang sekarang akan diperluas untuk mencakup berbagai sekuritas. Menurut CNBC, pengumuman dari The Fed mewakili “intervensi pasar paling agresif yang dilakukan Fed hingga saat ini,” dan secara efektif “komitmen terbuka untuk program QE.”

    Reaksi pasar atas pengumuman The Fed muncul ketika para pelaku pasar crypto semakin tidak sabar tentang korelasi antara saham dan crypto. Dengan beberapa anggota komunitas mengklaim bahwa bitcoin akan “terlepas” dari pasar saham. Sentimen yang sama juga dibagikan oleh Mike Novogratz, CEO & Pendiri bank pedagang aset digital Galaxy Digital, yang menulis di Twitter bahwa tahun ini “akan dan perlu tahun BTC.”

    The Fed umumkan tindakan berikut hari ini:

    • Dukungan untuk fungsi pasar yang kritis. Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan membeli sekuritas Treasury dan sekuritas yang didukung hipotek dalam jumlah yang diperlukan untuk mendukung kelancaran fungsi pasar dan transmisi efektif kebijakan moneter ke kondisi keuangan dan ekonomi yang lebih luas. FOMC sebelumnya mengumumkan akan membeli sekurang-kurangnya $500 miliar sekuritas Treasury dan setidaknya $200 miliar sekuritas yang didukung hipotek. Selain itu, FOMC akan mencakup pembelian sekuritas yang didukung hipotek komersial agen dalam pembelian keamanan yang didukung hipotek agensinya.
    • Mendukung aliran kredit kepada pengusaha, konsumen, dan bisnis dengan membangun program baru yang. Secara bersama-sama, akan menyediakan hingga $300 miliar dalam pembiayaan baru. Departemen Keuangan, menggunakan Exchange Stabilization Fund (ESF), akan memberikan $30 miliar dalam ekuitas untuk fasilitas ini.
    • Pembentukan dua fasilitas untuk mendukung kredit kepada pengusaha besar. Fasilitas Kredit Korporasi Pasar Primer (PMCCF) untuk penerbitan obligasi dan pinjaman baru dan Fasilitas Kredit Korporasi Pasar Sekunder (SMCCF). Untuk menyediakan likuiditas untuk obligasi korporasi yang beredar.
    • Pembentukan fasilitas ketiga, Term Loan Asset-Backed Securities Facility (TALF), untuk mendukung aliran kredit kepada konsumen dan bisnis. TALF akan memungkinkan penerbitan sekuritas yang didukung aset (ABS) yang didukung oleh. Pinjaman mahasiswa, pinjaman mobil, Pinjaman kartu kredit, pinjaman yang dijamin oleh Small Business Administration (SBA), dan aset tertentu lainnya.
    • Memfasilitasi aliran kredit ke kotamadya dengan memperluas Fasilitas Likuiditas Reksa Dana Pasar Uang (MMLF) untuk memasukkan sekuritas yang lebih luas. Termasuk catatan tingkat bunga variabel kota (VRDN) dan sertifikat deposito bank.
    • Memfasilitasi aliran kredit ke kota dengan memperluas Fasilitas Pendanaan Kertas Komersial (CPFF) untuk memasukkan kertas komersial berkualitas tinggi yang bebas pajak sebagai surat berharga yang memenuhi syarat. Selain itu, harga fasilitas telah berkurang.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • QCP – Pergerakan Bitcoin Vs Emas Vs S&P Futures

    Adanya konvergensi makro singkat beberapa saat lalu tampaknya berpengaruh langsung terhadap prilaku pasar apalagi setelah adanya pengumuman QE.

    Ditengah ketidakpastian ekonomi global dan dengan adanya isu Covid-19 yang secara alamami membuat komoditas emas terangkat sebagai komoditas yang paling diburu dan merupakan penerima paling langsung dari sistem yang dibanjiri dengan uang tunai. Dan tampaknyajuga memberikan beberapa lift terhadap bitcoin juga yang saat ini mengungguli S&P Futures.

    (Bagan di atas: BTC – kuning, S&P futures – abu-abu & Emas – oranye)

    QCP mengungkapkan bahwa mereka masih menunggu untuk melihat apakah RUU coronavirus Senat akan disahkan yang dapat memberikan dorongan tambahan untuk aset berisiko. Pada saat yang sama, situasi koronavirus yang memburuk di AS dan UE tetap menjadi risiko jangka pendek yang penting”

    Dalam jangka panjang, dengan pelonggaran moneter global yang belum pernah terjadi sebelumnya, potongan-potongan tersebut mulai berlaku untuk uptrend BTC. Bitcoin masih tetap bullish untuk jangka panjang.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tidak Perlu Menunggu Bulan Mei, 2 Aset Kripto Ini Akan Halving Duluan Sebelum Bitcoin!

    Bitcoin halving adalah event yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta aset crypto. Banyak yang bilang bahwa dengan adanya halving, berarti supply bitcoin berkurang dan dengan demand yang sama atau lebih besar, harga akan menjadi naik secara dramatis.

    Per Minggu, 22 Maret 2020, Bitcoin halving diperkirakan akan terjadi di 13 Mei 2020.

    sumber: bitcoinhalf.com

    Namun, tidak perlu menunggu selama 6 minggu lagi, karena ada aset crypto lain yang akan segera halving juga!

    Apakah itu?

    Aset crypto yang akan mengalami halving adalah BITCOIN CASH dan BITCOIN SV! (BCH dan BSV)

    Kedua aset yang merupakan fork dari Bitcoin ini (BSV adalah fork dari BCH), akan mengalami halving lebih cepat daripada “orangtua” mereka, bitcoin (BTC)

    Bitcoin Cash

    BCH adalah aset crypto yang tercipta pada tahun 2017 karena adanya perbedaan pendapat di dalam komunitas Bitcoin. Saat ini, aset crypto BCH diperdagangkan di banyak pasar internasional seperti Bitstamp, Kraken, Gemini, dan Bitfinex>

    BCH akan mengalami halving diperkirakan di 8 April 2020

    Sumber: coingecko.com

    Bitcoin SV

    BSV adalah fork dari BCH. Aset crypto ini tercipta dari fork yang terjadi di tahun 2018. Diperkirakan halving akan terjadi 3 hari setelah BCH, yaitu tanggal 11 April 2020

    sumber: coingecko.com

    Signifikasi Dari Halving BCH dan BSV

    Untuk sekarang, kita belum bisa berspekulasi akan bagaimana harga akan bergejolak setelah halving kedua aset crypto tadi. Kedua aset crypto tadi baru akan mengalami halving pertamanya.

    Namun, kita dapat mempelajari bagaimana harga dan pasar bereaksi saat BCH dan BSV halving nanti untuk dijadikan acuan saat bitcoin (BTC) halving di bulan Mei nanti. Apapun itu, perlu diingat bahsa investasi di aset crypto adalah investasi beresiko tinggi dan berpotensi keuntungan tinggi



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fundstrat:Bitcoin Masih Butuh Beberapa Bulan Lagi untuk Pemulihan Yang Stabil

    Bitcoin (BTC) mungkin perlu beberapa bulan lagi untuk pulih dari kehancurannya baru-baru ini, menurut laporan baru-baru ini yang diterbitkan oleh Fundstrat Global Advisors.

    Segi teknis di balik harga Bitcoin tidak dalam kondisi yang baik, sesuai laporan Fundstrat yang diterbitkan beberapa hari lalu, meskipun cryptocurrency telah melonjak lebih dari 13% sejak saat itu. Namun demikian, BTC masih turun 36% dari puncaknya di Februari di atas level $ 10.000.

    Penurunan baru-baru ini dipicu oleh penurunan tajam di pasar tradisional (karena virus corona) menyebabkan harga Bitcoin kembali ke Rp 65 juta. Analis teknis Fundstrat, Rob Sluymer, mengatakan bahwa aksi harga telah dikompromikan dengan buruk.

    “Untuk saat ini, secara teknis kami akan kembali memberikan Bitcoin manfaat dari keraguan bahwa Bitcoin sedang mencoba untuk melakukan bottoming tetapi mengakui Bitcoin kemungkinan akan membutuhkan beberapa bulan konsolidasi untuk memperbaiki penurunan teknis sekarang.”

    Sluymer pun mengatakan:

    “Keruntuhan crypto selama seminggu terakhir mencerminkan kepanikan ‘get me out of everything’ yang mendominasi semua kelas aset, apakah mereka defensif (obligasi dan emas) atau tidak (ekuitas). Nilai Lower High dan Lower Low tersedia untuk Bitcoin, meninggalkan profil jangka panjang yang rentan.”

    Terlepas dari segalanya, situasinya tidak seburuk itu. Cryptocurrency berhasil bertahan di atas MA 200 minggu. Menurut analis Fundstrat, ini adalah level Support jangka panjang yang penting untuk sebagian besar aset. Ini telah bekerja dengan baik untuk Bitcoin selama Crash serupa di tahun 2015 dan 2018.

    Pada hari Rabu, mata uang crypto ini mulai bergerak secara independen dari aset tradisional ketika yang terakhir sedang menguji level terendah baru.

    Koin digital stabil selama lebih dari seminggu sebelum melonjak lebih dari 20% pada hari Kamis, yang merupakan kenaikan satu hari terbesar sejak Oktober tahun lalu. Pada hari Jumat, Bitcoin telah memperpanjang rally, memuncak pada level $ 6.838.

    Ketika Bitcoin diperdagangkan tepat di atas $ 6.000, Vijay Ayyar, seorang eksekutif senior pertukaran crypto Luno, mengatakan kepada Bloomberg bahwa mata uang digital bisa menyentuh $ 6.500 dan kemudian menemukan kisaran antara $ 3.000 dan $ 6.000 karena pasar semakin dekat dengan momen Halving. Dia berkata:

    “Ini adalah redistribusi klasik dan akan sangat sehat untuk aksi harga Bitcoin di masa depan dan jika kita ingin memiliki momentum Bullish ke depan.”



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pencarian Bitcoin di Baidu Meningkat 183%

    Dengan kondisi global yang tidak stabil di tengah pandemi, banyak orang mengalami kesulitan dari mulai sulit bekerja, harus mengarantinan diri sendiri dan yang lainnya. Bukan hanya itu saja dalam krisis ini Bitcoin pun ikut terdampak, harganya sempat hancur meski ini berangsur pulih kembali perlahan.

    Namun di tengah krisis ini pencarian soal Bitcoin (BTC) di Baidu atau search engine yang bisa di gunakan di Cina justru mengalami peningkatan. Kata kunci tersebut meningkat 183% selama tiga puluh hari terakhir. Sementara jumlah mereka yang mencari informasi tentang cryptocurrency pada perangkat seluler juga meningkat.

    Ini memperkuat dugaan atau teori yang menyatakan jika krisis ekonomi bisa membuat nilai cryptocurrenc meningkat sebagai alat lindung nilai terhadap bank.

    Pencarian untuk Bitcoin juga muncul di Google

    Dengan Google saat ini diblokir di Cina, Baidu adalah salah satu mesin pencari paling populer. Namun, netizen Cina bukan satu-satunya yang memiliki minat besar terhadap pasar crypto.

    Hasil pencarian Google untuk BTC di Amerika Serikat memiliki volume yang tinggi pada 13 Maret lalu, pencarian tersebut meningkat tidak lama setelah pasar cryptocurrencu mengalami penurunan harian senilai $ 1 miliar longs dilikuidasi dalam tujuh tahub terakhir.

    Baca juga: Pencarian Bitcoin di Google Alami Lonjakan

    Pencarian Online untuk Bitcoin

    Dengan sebagian besar populasi dunia sekarang lebih terhubung daripada sebelumnya, tidak mengherankan banyak yang tertarik pada Bitcoin. Namun, jumlah hasil pencarian mengenai pembelian cryptocurrency jauh lebih tinggi daripada mereka yang ingin menjualnya.

    Data ini agak tidak biasa karena banyak orang Amerika di kota-kota besar disarankan untuk berlindung di tempat, dengan beberapa kehilangan pekerjaan sepenuhnya. Trader Bitcoin mungkin perlu melikuidasi setidaknya sebagian dari kepemilikan mereka untuk membayar pengeluaran sehari-hari, namun tampaknya banyak yang ingin membeli Bitcoin atau aset kripto lainnya.

    Pasar crypto telah menunjukkan bahwa ia bisa sangat bergejolak seperti pasar tradisional ketika ekonomi global menghadapi pandemi. Namun, harga BTC telah stabil setelah dua minggu lalu terpuruk , dan trader mungkin telah mencari untuk membeli ketika harganya sedang rendah.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com