Author: 38

  • Tokocrypto Resmi Perdagangkan Token Origin

    Jakarta, 16 Maret 2020Tokocrypto, pedagang aset kripto pertama yang terdaftar dan diawasi oleh BAPPEBTI dan merupakan yang terdepan di Indonesia, secara resmi mengumumkan kehadiran Origin Token dari Origin Protocol. Koin dengan kode OGN ini resmi diperdagangkan pada hari ini, dan langsung dapat diperjualbelikan oleh nasabah Tokocrypto.

    Origin Protocol adalah perusahaan teknologi blockchain yang berkantor pusat di Silicon Valley yang didirikan oleh pengusaha berpengalaman Matthew Liu dan Josh Fraser pada 2017. Misi mereka adalah untuk menghadirkan perdagangan peer-to-peer dimana para pembeli dan penjual dapat bertransaksi secara langsung di pasar utama Origin tanpa perantara dan tanpa biaya transaksi. Saat ini, Aplikasi Marketplace Origin juga telah tersedia didalam wallet Blockchain milik Samsung.

    Co-Founder Origin, Matthew Liu menyatakan, kehadirannya di Tokocrypto merupakan bagian penting  dari strategi ekspansi global dan mencerminkan komitmen berkelanjutan untuk bekerja dengan mitra regional untuk mendorong adopsi perdagangan peer-to-peer yang lebih besar di kawasan Asia Tenggara termasuk Indonesia. 

    “Indonesia adalah pasar besar yang memiliki komunitas blockchain yang kuat, dan masyarakat Indonesia juga memiliki minat yang kuat pada cryptocurrency. Dengan hadirnya OGN di Tokocrypto, pedagang Indonesia dan calon pemegang token akan dapat dengan mudah memperjualbelikan OGN dengan jaminan penyimpanan yang aman dan biaya perdagangan yang kompetitif,” Liu menambahkan.

    Sebagai bentuk komitmen, Tokocrypto selalu melakukan seleksi ketat terhadap koin yang akan kami perdagangkan, termasuk apakah mereka masuk ambang batas persayaratan dari BAPPEBTI. Dan kami dengan bangga mengumumkan kehadiran Origin Token di Tokocrypto” ujar Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

    Di Tokocrypto, pengguna dapat melakukan penarikan harian hingga 40.000 OGN dengan minimum penarikan sebesar 5 OGN. Setiap penarikan Origin akan dikenakan biaya sebesar  3 OGN.

    Saat ini, Origin Token  berada di top 350 coinmarketcap dengan volume perdagangan harian lebih dari US$30 juta, atau setara dengan lebih dari Rp440 miliar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perlukah milenial investasi bitcoin? – Tokocrypto News

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tren investasi di kalangan generasi milenial Indonesia sedang meningkat, berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI mengungkapkan data bahwa jumlah investor dalam kategori usia 18 tahun-25 tahun meningkat hingga 120,6% antara tahun 2016 dan 2018.

    Tidak hanya memilih instrumen investasi tradisional seperti saham, obligasi, dan reksadana, generasi milenial juga mulai menginvestasikan dana dalam bentuk mata uang kripto (cryptocurrency).

    Sejak popularitasnya yang melambung pada tahun 2015, Bitcoin dikenal sebagai aset digital pertama yang menjadi pionir ekosistem cryptocurrency. Bitcoin adalah mata uang kripto yang tidak dikelola oleh bank atau agensi.

    Baca Juga: Tokocrypto gaet Merkle Science untuk pastikan investasi aset kripto aman

    Namun, semua transaksi Bitcoin tercatat dalam blockchain yang bersifat publik. Transaksi cryptocurrency diperjualbelikan dengan menggunakan akses ‘kunci’ yang bertindak selayaknya dompet.

    Nilai dari Bitcoin terus meningkat dengan cepat, bahkan mencapai puncak tertinggi pada akhir tahun 2017, dimana valuasinya mencapai Rp 275 juta (US$ 20.000) untuk 1 Bitcoin. Berdasarkan kajian dari CNN akhir tahun lalu, Bitcoin merupakan instrumen investasi paling menguntungkan di dekade ini. CNN meninjau kinerja dan profit dari berbagai investasi sebelum mengumumkan hasil studinya.

    Sebagai perbandingan, jika seseorang menginvestasikan Rp 14.000 pada awal dekade ini untuk Bitcoin, maka investasi tersebut akan bernilai Rp1,2 miliar pada hari ini. Dalam 10 tahun terakhir, keuntungan dari investasi Bitcoin mengungguli bentuk investasi lain, seperti saham dan obligasi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menguntungkan! Hodl 5 Emas Digix Dapat 1 Emas Digix Lagi

    Emas senantiasa menjadi instrumen penting dalam rencana keuangan. Sejak dahulu sampai sekarang, emas adalah aset penting untuk menyimpan kekayaan. Menabung emas merupakan salah satu bentuk investasi yang paling konvensional, dan terbukti menguntungkan dari waktu ke waktu.

    Namun meskipun begitu, menabung emas dalam bentuk fisik seperti perhiasan maupun batangan ternyata memiliki kekurangan tersendiri, salah satu konsekuensi menabung emas fisik adalah adanya kemungkinan kehilangan emas fisik tersebut yang secara fatal dapat menghilangkan seluruh nilai investasinya.

    Seiring perkembangan teknologi finansial, cara menabung emas yang dulu tidak praktis karena harus bolak balik ke toko untuk membeli dan ke bank untuk menyimpan emas, sekarang bisa diatasi dengan inovasi teknologi. Salah satunya adalah emas yang telah terdigitalisasi dalam bentuk Aset Kripto bernama Digix.

    Apa itu Tabungan Emas Digix?

    Berbeda dengan umumnya tabungan, pembukaan tabungan emas dilakukan lewat aplikasi Tokocrypto yang tersedia di Google Play Store. Dalam aplikasi tersebut, proses pendaftaran dan penyetoran awal tabungan emas dilakukan secara online.

    Dan saat ini adalah saat yang tepat untuk memulai menabung emas Digix karena Tokocrypto bersama Digix akan membagikan Token Digix gratis kepada 1000 user pertama yang membeli Digix pada periode 24 Februari — 22 Maret 2020.

    Caranya mudah banget, cukup beli 5 Digix pada periode diatas, kemudian Hodl selama 90 hari maka kamu bisa dapat sekitar 1 Digix, Berikut adalah ketentuan bonus token yang akan didapatkan.

    – Hold selama 30 hari: 0.1 DGX (untuk 1000 orang pertama)
    – Hold selama 60 hari: 0.3 DGX (untuk 100 orang pertama)
    – Hold selama 90 hari: 0.6 DGX (untuk 50 orang pertama)

    Syarat dan ketentuan:

    • Kompetisi ini berlaku untuk seluruh pengguna Tokocrypto yang telah menyelesaikan KYC;
    • Periode pembelian Digix 24 Februari – 22 Maret;
    • Hanya sah pada pengguna yang membeli 5 Digix atau lebih pada periode tersebut;
    • Jumlah Digix yang dilacak hanya yang dibeli di Tokocrypto selama periode tersebut. Deposit Digix ke akun Tokocrypto tidak akan dihitung;
    • Selama periode campaign, pengguna harus mempertahankan jumlah Digix tidak kurang dari 5 DGX.
    • Pengguna yang membeli DGX selama periode dalam jumlah kecil dapat bergabung dengan campaign ketika saldo pengguna mencapai 5 DGX;
    • 1.000 pengguna pertama yang menyimpan 5 DGX selama 30 haridan memenangkan 0,1 DGX, akan diumumkan pada 23 April, dan dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
    • 100 pengguna pertama yang bertahan selama 60 hari dan memenangkan 0,3 DGX akan diumumkan pada 3 Juni, dan dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Pengguna yang tidak masuk dalam 100 pemenang, dapat menjual atau menarik DGX mereka;
    • 50 pengguna pertama yang bertahan selama 90 hari dan memenangkan 0,6 DGX akan diumumkan pada 23 Juni;
    • Selama periode campaign, jika pengguna menjual sejumlah token yang membuat saldonya kurang dari 5 DGX, periode penyimpanannya akan kembali dari awal;
    • Hadiah akan didistribusikan paling lambat 2 minggu setelah pengumuman.

    Nabung Digix Sekarang

    Selain dari bonus itu, para pengguna tentunya berkesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga emas, tergantung pada kondisi pergerakan harga emas global, nah tunggu apa lagi? Yuk nabung emas Digix sekarang juga di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ngakak! Kesalahan Lucu di Dunia Bitcoin, Yuk Simak

    Orang-orang telah kehilangan 2,5 juta Bitcoin senilai $ 25 miliar, sejak crypto itu dibuat pada tahun 2009, menurut perkiraan sebelumnya oleh Chainalysis.

    Alasan bagaimana mereka hilang uang crypto: kesalahan, kunci yang terlupakan, transaksi yang tidak disengaja dan nasib buruk yang sial.

    Di Twitter, Anthony Sassano, manajer pemasaran produk di Set Protocol, bertanya , “Apa kesalahan terbesar Anda terkait crypto?” Dan dia mendapat cukup banyak tanggapan.

    Seorang pengembang Ethereum inti, yang dikenal dengan nama samaran Antiprosynthesis, mengingat bencana yang paling terkenal Bitcoin ini: Mt. Gox. Setelah exchanger Bitcoin yang paling populer tersebut diretas untuk waktu yang lama, dan kehilangan $ 460 juta.

    Antiprosynthesis menulis, “Pindahkan BTC saya ke MtGox untuk dijual karena ada harga premium di sana … pada awal 2014.” Waktu adalah yang penting di sini, Mt. Gox ditutup pada bulan Februari 2014. Dan mereka yang berharap mendapatkan sisa uang kembali masih menunggu tanpa batas.

    Dia bukan satu-satunya yang menyesal. Pengembang Eric Elliott mengingat penambangan Bitcoin kembali pada 2010 — ketika nilainya antara $ 0,008 dan $ 0,08. Saat itu, mudah untuk menambang Bitcoin dan Anda bisa mendapatkan ratusan per hari. Tetapi dia menyerah, berpikir itu tidak akan menghasilkan uang.

    Jika dia menambang hanya 1.000 Bitcoin, itu akan bernilai hampir $ 10 juta hari ini. “Rasa penyesalan yang saya rasakan ketika mencapai $ 100 ribu selama lonjakan 10x berikutnya,” tambahnya.

    Baca Juga: 2 Investasi Terbaik yang Membawa Anda Kaya Raya

    Baca Juga: 19 Cara Mendapatkan Uang Dari Internet Tanpa Modal Di Tahun 2020

    Ada kisah serupa dari seberang cryptosfer. Inilah beberapa momen berharga yang membuat orang menyesal.

    ICO

    ICO adalah kegemaran pendanaan yang menyebabkan badai 2017. Tetapi sementara beberapa koin melambung tinggi, tidak semua orang ada di dalamnya.

    Seorang investor crypto pseudonim menjual tiga juta token Tron hanya tiga minggu sebelum harganya naik 100x dari $ 0,0025 menjadi $ 0,25. Jika dia memegang koinnya, itu akan bernilai $ 750.000 pada puncaknya.

    Selebrities Palsu

    Dukungan selebriti bisa efektif, tetapi bisa juga palsu. Seorang pengguna Twitter pseudonim mengungkapkan bahwa ia mengirim beberapa Ethereum ke situs web ICO karena “Elon Musk telah berinvestasi di dalamnya.” Dan koin itu tidak pernah terlihat lagi.

    Kesalahan Mengetik

    Kesalahan lainnya lebih sederhana. Ada kesalahan klasik: salah mengetik, di mana Anda secara tidak sengaja menjual koin dengan harga yang jauh lebih rendah dari biasanya, biasanya dengan menambahkan 0 (nol) ekstra pada harga. (Beberapa koin bernilai $ 0,0001 dan sulit untuk melihat perbedaannya). Dalam hal ini, penggemar crypto ini kehilangan $ 4.000 pada exchanger desentralisasi EtherDelta. 

    Apakah anda merasa sial? Jangan Khawatir, anda tidak sendirian.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bersekutu dengan HP Bitcoin “Exodus 1s”

    Beberapa hari yang lalu, HTC, produsen telepon selular asal Taiwan mengumumkan “CryptoPhone” terbarunya, HTC Exodus 1s. Model ini adalah model termurah dari model pertama, yakni Exodus 1. Tak tanggung-tanggung Exodus 1s diklaim sebagai “HP Bitcoin” karena mampu menangani “tugas berat”, yakni Bitcoin Full Node, yang selama ini lazim dijalankan di komputer desktop atau laptop atau perangkat khusus.

    HTC Exodus 1s.

    Exodus 1s pada prinsipnya sama dengan ponsel biasa, yakni bersistem operasi Android Oreo dan berkekuatan Qualcomm® Snapdragon 435. System on a chip(SOC) itu pun sebenarnya tak terlalu baru, karena diluncurkan pertama kali pada tahun 2016 silam dan kini lazim ditanam di sejumlah ponsel-ponsel kelas medium.

    Mengingat ponsel ini adalah ponsel blockhain, atau yang disebut HTC adalah CryptoPhone, maka amat sangat bergantung pada mutu wallet-nya agar transaksi Bitcoin dan semua jenis aset kripto aman sentosa. Dalam hal ini HTC menyerahkan tugas itu pada Zion, yang punya Trusted Execution Environment (TEE) untuk melindungi private key dan data penting pengguna.

    Nah, setiap transaksi terjadi, maka TEE ini secara otomatis aktif dan mengisolasinya untuk sementara dari sistem operasi Android. Dengan kata lain, Android yang senantiasa terhubung dengan Internet tidak bakal disusupi oleh peretas nakal, sehingga ia bisa masuk ke wallet dan menyalin private key.

    Dan asal tahu saja ada dua orang cukup ternama di balik Exodus ini, yakni Elizabeth Stark (pendiri Lightning Lab)  dan Charlie Lee (Pendiri dan Direktur Litecoin Foundation).

    Bitcoin Full Node di HP?

    Dalam konteks Internet (Interconnected Network), yang disebut node adalah semua perangkat elektronik yang terhubung dengan jaringan tersebut. Ponsel Anda ketika membuka situs web ini misalnya adalah node terhadap jaringan yang saling terhubung itu. Jika lemari es Anda bisa punya fitur WiFi dan bisa mengakses internet melalui browser (peramban), maka lemari es itu juga adalah sebuah node.

    Dalam konteks blockchain Bitcoin, setidaknya ada 4 jenis node, yakni Full Nodes, Super Nodes, Light Nodes dan Mining Nodes. Peran dan fungsi dasar Full Nodes, Super Nodes dan Light Nodes adalah sama.

    Bitcoin Full Node dan Super Node atau Simpul Penuh Bitcoin adalah salah satu bagian terpenting dari sistem uang elektronik peer-to-peer Bitcoin. Sebuah simpul yang disebut “full” adalah semua perangkat elektronik yang mampu menyimpan semua data blockchain (data transaksi), mulai dari block awal (block 0) hingga blok terakhir dan terhubung dengan jaringan Bitcoin melalui Internet. Berdasarkan data dari Blockchain.com, per 17 Oktober 2019, total ukuran blockchain Bitcoin mencapai 245.000 MB (245 GB) dan akan terus bertambah seiring waktu.

    BERITA TERKAIT  Investor Saham, Tommy Yu: Bitcoin Bagus Sebagai Investasi Alternatif

    Data terakhir dari bitnodes.earn.com disebutkan, jumlah Bitcoin Full Node mencapai 9.310 node yang tersebar di 97 negara. Lebih dari seperempat berada di Amerika Serikat (AS) dan ada dua node di Indonesia. Tapi ditaksir jumlahnya lebih daripada itu, karena tidak semua address IP komputer Bitcoin Full Node itu bisa dijangkau dan terdata di sistem bitnodes.earn.com. Setidaknya kita memiliki acuan dan bukti bahwa Bitcoin Full Node itu ada dan merupakan bagian terpadu dari sistem blockchain Bitcoin.

    Jikalau Anda ingin menjadi Bitcoin Full Node, maka Anda diharuskan mengunduh, menyimpan ratusan GB data blockchain tersebut di komputer Anda. Salah satu peranti lunak yang dapat digunakan adalah Bitcoin Core alias Bitcoin Qt. Dengan kecepatan unduh yang cukup cepat dan stabil, perlu lebih dari 14 hari untuk selesai mengunduhnya. Fungsi lain dari Bitcoin Core pun sebenarnya adalah dompet elektronik (wallet) Bitcoin “untuk menyimpan Bitcoin” dengan cara menghubungkan public key dan private key dan data terunduh dengan jaringan blockchain Bitcoin. Fungsi lain tentu saja Bitcoin Core digunakan untuk menambang Bitcoin. Tetapi penambang Bitcoin saat ini menggunakan software lain yang berfungsi serupa.

    BERITA TERKAIT  Binance Research: Bitcoin Diharapkan Mendominasi 80 Persen

    Sedangkan Mining Nodes berperan lebih khusus dalam fungsinya dalam proses “Penambangan Bitcoin”, yakni memvalidasi dan mengonfirmasi setiap transaksi Bitcoin dan “produksi Bitcoin” sebagai bentuk imbalan per 10 menit (per block).

    Yang terakhir, Light Nodes adalah simpul yang tidak sepenuhnya mengunduh semua data blockchain ratusan GB itu. Light Nodes cukup “memanggil” data header pada block bilamana dibutuhkan. Cold wallet Ledger dan Trezor misalnya menggunakan Light Nodes. Cara ini lebih pada kepraktisan, tetapi tetap aman.

    Dari sekian banyak jenis node itu, Full Nodes/Super Nodes adalah yang paling aman, karena semua data blockchain terunduh, tersimpan dan terhubungkan.

    Nah, mari mengulik soal HTC Exodus 1s yang disebut bisa berperan sebagai Bitcoin Full Node itu. Secara teknis iya, semua perangkat elektronik termasuk ponsel bisa berperan sebagai Bitcoin Full Node, tetapi ada sejumlah syarat. Pertama, perangkat itu harus mampu menyimpan data blockchain Bitcoin lebih dari 200 GB. Di website, HTC menyebutkan Exodus 1s sudah dilengkapi Micro SD berkapasitas 400 GB dan di dalamnya sudah tersimpan sebagian data blockchain.

    Masalahnya yang belum terungkap adalah spesifikasi Micro SD itu. Belum ada informasi soal kecepatan baca (read speed) dan kecepatan tulis (write speed) Micro SD-nya. Lazimnya, media simpan di komputer berteknologi SSD (Solid Secure Disk), read speed dan write speed sudah mencapai ribuan Byte per detik. Untuk menjadi Bitcoin Full Node biasanya minimal media simpannya harus punya read speed dan write speed lebih dari 100 MB per detik. Selain itu RAM minimal 4GB, yang mana sudah dipenuhi oleh Exodus s1

    BERITA TERKAIT  Peneliti: Dalam 10 Menit, Komputer Kuantum Bisa Retas Bitcoin pada Tahun 2027

    Dalam konteks Micro SD sebagai media simpan, hingga detik ini sangat jarang Micro SD berkekuatan seperti itu. Belum lagi kita belum tahu kemampuan Micro SD Reader Exodus 1s itu.

    Berdasarkan penelusuran Blockchainmedia.id, salah satu Micro SD yang memenuhi syarat minimal itu adalah SanDisk 400GB Extreme microSDXC yang diklaim punya read speed mencapai 160 MB per detik dan write speed 90 MB per detik. Untuk mencapai besaran itu, maka Micro SD Reader yang digunakan di Exodus 1s pun harus sesuai.

    Di awal pengiriman, Exodus 1s sudah tersedia di Eropa, Taiwan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Untuk negara lain segera menyusul dan belum ada kepastian apakah bisa masuk ke Asia, termasuk Indonesia.

    Harus diakui HTC memanglah perintis soal “HP Bitcoin” seperti ini dan barangkali hendak menjadi trend setter. Jikalau disambut pasar dengan baik, bisa jadi diikuti oleh produsen HP lainnya. Kita menanti dan bukan sekadar marketing gimmick. [Vins]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Luncurkan IEO SWIPE, Initial Exchange Offering Pertama di Indonesia

    Jakarta, 22 Juli 2019Tokocrypto melalui Toko Launchpad, secara resmi meluncurkan Initial Exchange Offering (IEO) pertama di Indonesia. Proyek pertama yang akan melakukan IEO di Tokocrypto adalah SWIPE pada 5-18 Agustus 2019. Saat ini, Pre-IEO sendiri telah dimulai sejak 15 Juli, dan berakhir pada 28 Juli 2019.

    Toko Launchpad merupakan salah satu dari 3 inisiatif dari Tokocrypto yang bertujuan untuk mendorong perkembangan proyek blockchain dan aset kripto di Indonesia, dan salah satunya dengan melakukan Initial Exchange Offering (IEO).

    “IEO merupakan solusi dalam hal penjualan perdana token dari sebuah proyek blockchain yang lebih aman, khususnya dari sisi pengguna. Tokocrypto melalui Toko Launchpad berkomitmen untuk menghadirkan proyek blockchain terbaik kepada pelanggan untuk terlibat dalam IEO. Dan kami bangga menjadi bursa aset kripto pertama yang secara resmi melakukan IEO di Indonesia. Tidak hanya itu, selain menggunakan aset kripto, IEO di Tokocrypto juga dapat dilakukan menggunakan Rupiah secara langsung,” ujar Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto.

    Selain memberikan rasa aman kepada para pelanggan yang menempatkan aset mereka dalam proyek blockchain karena Tokocrypto telah melakukan uji kelayakan terlebih dahulu, keunggulan IEO lainnya adalah kepastian pejualan token terkait di platform tersebut. SWIPE token sendiri dipastikan dapat diperdagangkan di Tokocrypto setelah IEO selesai.

    Perkenalkan SWIPE, Platform Monetisasi Data Melalui Blockchain

    SWIPE merupakan sebuah proyek inovasi data yang memanfaatkan teknologi blockchain sebagai landasannya dan  bertujuan untuk memberdayakan pengguna dengan lebih banyak kontrol terhadap data pribadi, yang mana pengguna bisa mendapatkan imbal balik melalui penggunaan datanya. Pengumpulan data terjadi melalui integrasi SWIPE SDK (Software Development Kits) ke berbagai aplikasi seluler.

    Data pengguna, seperti data perilaku, minat, transaksional, dan demografis dapat dikumpulkan, dengan persetujuan pengguna dan dienkripsi menggunakan sharing data protocol dan privasi SWIPE, yang memungkinkan kepemilikan penuh atas data seseorang. Ini akan memungkinkan data real-time dan berkualitas untuk dirilis di pasar terbuka, menarik lebih banyak peserta (seperti pengguna, pengembang, firma riset pasar, dan pembeli data lainnya) di ekosistem untuk melakukan hal yang sama.

    Dengan pendekatan scalable untuk membangun SDK yang dapat dengan mudah diintegrasikan ke aplikasi seluler, SWIPE siap untuk mengganggu industri data dan mendapatkan adopsi global. Saat ini, SWIPE memiliki jaringan lebih dari 20 aplikasi dan akses ke 2 juta pengguna di Asia Tenggara.

    “Banyak dari kita sadar bahwa data digital kita telah digunakan oleh pihak ketiga untuk monetisasi, dan kita sebagai pemilik data, tidak memiliki kontrol maupun mendapat keuntungan apapun ketika hal tersebut terjadi. SWIPE dengan teknologi blockchain memberikan solusi terhadap hal tersebut, sehingga pengguna juga mendapat reward ketika datanya digunakan oleh pihak ketiga,” ujar Andrew Marchen, CTO SWIPE



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Alibaba Sokong Dana bagi Startup Blockchain

    QEDIT, sebuah startup pengembang teknologi blockchain, belum lama ini mendapatkan sokongan dana investasi dari Ant Financial, anak perusahaan Alibaba Group yang bergerak di bidang keuangan. about Tak hanya Ant Financial yang menyokong QEDIT, perusahan lainnya ikut serta, yakni WMWare dan RGAX, anak perusahaan Reinsurance Group, Amerika Serikat dan Meron Capital.

    “Ant Financial memiliki visi serupa dengan QEDIT untuk melindungi privasi data, terlebih-lebih untuk sektor keuangan sangat penting memiliki ukuran baru. Bersama QEDIT, Ant Financial akan menyediakan kemampuan seperti itu, sebagai bagian dari layanan blockchain kami,” kata Geoff Jiang, Wakil Presiden Ant Financial kepada Coindesk.

    Bukanlah rahasia umum bahwa Alibaba menggenjot penelitian, pengembangan dan investasi besar-besaran di bidang teknologi keuangan. Mereka paham betul perihal potensinya untuk membawa efisiensi bisnis di tingkat yang lebih tinggi.

    BERITA TERKAIT Lacak Produk, Nestle dan Carrefour Pakai Teknologi Blockchain

    Alibaba, perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma kini sudah mengantongi 90 paten teknologi blockchain. Alibaba menempati peringkat pertama dunia di antara perusahaan dan organisasi yang lain, berdasarkan riset iPR Daily, 4 September 2018. Jikalau dengan hitungan “matematika polos” terhitung sejak ditemukannya teknologi blockchain oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008, maka Alibaba mematenkan karyanya satu setiap tahun.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Uang Fiat Meradang, Bitcoin Tak Tergoyang

    Sejumlah data menunjukkan Amerika Serikat di ambang resesi ekonomi berikutnya, yang bisa berdampak secara global. Sejumlah ahli bahkan berpendapat resesi itu akan terjadi pada tahun 2020. Bagaimana nasib Bitcoin yang disebut-sebut sebagai safe haven? Nah, mengingat Bitcoin belum teruji dalam situasi resesi global, namun sejumlah data historis menunjukkan Bitcoin memberikan imbal hasil lebih tinggi ketika situasi ekonomi sedang lesu. Di sinilah bukti bahwa ketika uang fiat meradang, bitcoin tak tergoyang.

    Dilansir dari CNBC Indonesia, pada November 2018, disebutkan pasar saham anjlok, karena investor pindah ke obligasi negara dan imbal hasil utang perusahaan yang membengkak lebih tinggi. Pandangan investor, pada kenyataannya, mungkin, bahkan lebih suram daripada para ekonom. Goldman Sachs dan JP Morgan melihat pertumbuhan melambat menjadi di bawah 2 persen pada paruh kedua tahun 2019. Tetapi pada saat yang sama, kedua perusahaan itu memperkirakan Federal Reserve menaikkan suku bunga empat kali, sementara para ekonom lainnya percaya The Fed mungkin harus bergerak dengan lebih lambat. Para ekonom menunjukkan sejumlah faktor pertumbuhan yang lebih lambat, tetapi pemuncak daftar faktor yang menakutkan bagi pasar adalah kenaikan suku bunga The Fed serta dampak dari tarif impor dan perang perdagangan. Para ekonom tidak memperkirakan resesi terjadi pada tahun 2020.

    “Itu tergantung pada Fed. Jika mereka terus mengikuti lintasan saat ini (kenaikan suku bunga), saya pikir (ada resesi di) paruh pertama tahun 2020,” kata Joseph LaVorgna, kepala ekonom Amerika di Natixis, dilansir dari CNBC International. LaVorgna memperkirakan pertumbuhan 2,5 persen tahun depan, meskipun lebih lambat di paruh kedua.

    Dalam situasi resesi, harga indeks saham akan jatuh cukup dalam dan investor mengalihkan uangnya ke jenis aset lain, seperti emas. Resesi ekonomi di Negeri Paman Sam itu tentu membawa dampak pada situasi ekonomi global termasuk Indonesia, seperti resesi tahun 2008 silam, di mana sejumlah mata uang negara lain mengalami pelemahan terhadap dolar AS.

    Emas masih menjadi pilihan utama. Namun, sejak tahun 2013 harga emas justru trun dan kini relatif stabil. Bagaimana dengan Bitcoin? Bitcoin diperkenalkan oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 sebagai sistem pembayaran lintas negara melalui Internet secara peer-to-peer. Karena Bitcoin tidak dikendalikan oleh negara, maka nilainya relatif independen terhadap situasi ekonomi mikro dan makro. Artinya ia berdiri sendiri berdasarkan hukum permintaan dan penawaran.

    Mudahnya sebut saja ia spekulatif, tetapi diadopsi secara mantap oleh sejumlah besar perusahan, seperti Ameritrade, E*trade, Fidelity Investment, CME, Nasdaq. Adopsi ini kian menguatkan tingkat likuiditasnya di tingkatan global. Artinya Bitcoin tahun 2019 jelas berbeda dengan tahun 2017, di mana pemain ritel lebih banyak. Hari ini sejumlah produk terkait Bitcoin juga digemari oleh kalangan institusi sebagai kelas aset baru yang menjanjikan.

    Namun, mengingat karakteristik Bitcoin seperti emas, yakni ada pengurangan suplai dan jumlahnya terbatas, maka nilai Bitcoin sangatlah unik. Ini berbeda dengan uang fiat yang sejatinya tak terbatas, sehingga rentan terhadap inflasi dan menekan nilainya ketika ada gejolak ekonomi, terlebih-lebih uang fiat digunakan di pasar modal, di mana ada uang publik yang dipertaruhkan di dalamnya.

    Berdasarkan penelitian Grayscale terbaru, untuk menandai besaran krisis, dapat mengacupada derajat liquidity risk (resiko sejumlah aset turun besar berbanding harga belinya). Salah satu komponen untuk mengukurnya adalah besaran utang dalam sistem keuangan. Grayscale mengacu pada rasio utang global tahun 2018, yang sudah mencapai US$250 triliun dan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai lebih dari 300 persen. Jelas Grayscale, kendati volatilitas mengecil pada beberapa tahun belakang, namun resiko likuiditasnya masih tinggi.

    Nah, bagaimana performa Bitcoin terhadap resiko likuiditas aset-aset lain? Grayscale mengambil 5 contoh terbaik berikut ini.

    Utang Tinggi Yunani

    Peristiwa ditutupnya semua bank di Yunani selama 3 minggu pada tahun 2015, gara-gara semakin banyak warga Yunani yang menarik uang secara tunai. Hal itu disebabkan Pemerintah Yunani gagal membayar utang luar negerinya, ditambah isu Yunani ingin keluar dari Uni Eropa. Kekacaubalauan terjadi hingga tiga bulan lamanya. Ketika sebagian besar harga indeks saham dan mata uang ikut merosot, Bitcoin malah mampu cetak untung hingga 28 persen pada periode 20 April-10 Juli 2015. Sedangkan aset lainnya rata-rata minus 1,7 persen. Bitcoin hanya bersaing dengan poundsterling dengan raihan 4,1 persen.

    Yuan Dilemahkan Sang Tuan

    Pada Agustus 2015-Desember 2016, Bank Sentral Tiongkok memutuskan memotong suku bunga acuannya sebesar 1,9 persen. Tapi investor pasar modal di negeri itu sudah keburu menjual aset-aset berisikonya. Pada periode 20 Agustus 2015-20 Januari 2016, Bitcoin memberikan imbal hasil hingga 53 persen (10 Agustus-20 Januari 2016). Sedangkan kelas aset lainnya rata-rata minus 10 persen. Hingga Desember 2016 pula nilai mata uang yuan melemah hingga 11 persen terhadap dolar AS. Inilah pendorong pembelian Bitcoin untuk melindungi nilai uangnya.

    Gerimis “Brexit” di Inggris

    Pada 24 Juni 2016 Inggris membuat dunia terperanjat, ketika hasil referendum menunjukkan bahwa rakyat Inggris ingin terpisah dengan Uni Eropa (Brexit). Satu hari setelah pengumuman itu, harga poundsterling ambruk hingga minus 8,1 persen dan euro jatuh tak terbendung hingga minus 2,4 persen. Sementara itu Bitcoin bullish dengan imbal hasil hingga 7,1 persen. Bitcoin hanya bersaing ketat dengan Indeks harga emas COMEX, yakni 4,7 persen dan yen 3,9 persen. Hingga akhir tahun 2016, poundsterling dan euro terus melemah.

    Gara-gara Bapak Trump

    September-Desember 2016 terjadi gonjang-ganjing politik seputar pemilihan Presiden Amerika Serikat plus situasi geopolitik global. Dua bulan sebelum pemilu presiden, suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS melebihi ekspektasi para pelaku pasar. Aksi jual saham dan aset berisiko tinggi lainnya pun tak terbendung. Pada periode 7 September 2016-10 November 2016 Bitcoin mampu memberikan imbal hasil hingga 17,2 persen. Di posisi kedua ditempati oleh Bloomberg Comodity Index 0,5 persen, selebihnya justru rata-rata minus 3,5 persen.

    Goyangan Perang Dagang

    Ketegangan perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok turut mendorong banyak orang membeli Bitcoin. Sebenarnya ketegangan itu dimulai pada 2017, lalu dipertegas pada 5 Mei 2019, di mana Presiden Trump memerintahkan kenaikan bea masuk barang-barang impor dari Tiongkok dari 10 persen menjadi 25 persen. Hal itu mendorong kenaikan Bitcoin hingga memberikan imbal hasil hingga 47 persen pada periode 5 Mei-31 Mei 2019. Yen Jepang hanya memberikan 2,1 persen, sedangkan yang lainnya rata-rata minus 2 persen. Grayscale menyimpulkan, kendati Bitcoin menguat, khususnya ketika terjadi devaluasi mata uang fiat, bukan berarti Bitcoin dapat disebutkan sebagai “investable asset“. Tetapi, fakta demikian menunjukkan Bitcoin sangat tangguh menghadapi situasi makro ekonomi yang melemah dan Bitcoin memberikan imbal hasil lebih tinggi berbanding jenis aset lain dan mata uang fiat lain.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Saham, Tommy Yu: Bitcoin Bagus Sebagai Investasi Alternatif

    Tommy Yu, investor saham kawakan asal Indonesia mengakui potensi Bitcoinsebagai alat investasi masa depan. Katanya, Bitcoin saat ini masih dalam tahap sangat awal, selayaknya surat elektronik (e-mail) atau Internet ketika pertama kali muncul.

    “Menurut saya Bitcoin sebagai alat investasi yang bagus selain saham dan emas. Agar Bitcoin dapat berkembang, Bitcoin harus mendapatkan trust yang lebih besar dari para pendukung baru dan komunitasnya. Semakin banyak penerimaan dan kepercayaan terhadap Bitcoin, maka nilainya akan semakin naik. Menurut saya itulah tantangan bersama,” kata Tommy, pengasuh kanal Youtube JSXPRO ID ini kepada Blockchainmedia.id hari ini, Senin, (27/05).

    Menyinggung perihal cara trading Bitcoin, Tommy mengakuinya sangatlah mudah. Tapi, katanya, yang perlu diperhatikan adalah soal volatilitas harganya yang sangat tinggi.

    “Saya harus mengakui volatilitas harga Bitcoin itu sangat tinggi, bahkan melebihi saham. Kalau di saham ada batas atas dan bawah (autoreject). Sedangkan di kripto ini tidak ada batasan dan murni karena supply and demand. Kemudian dibandingkan dengan valas, terkadang volatilitas Bitcoin ini malah lebih ekstrem. Hal ini menurut saya wajar, sebab likuiditasnya yang jauh lebih kecil daripada perdagangan valas,” tegasnya.

    Namun demikian, Tommy menyebutkan, itu dikembalikan kepada risk tolerance masing-masing trader dalam memilih instrumen investasi.

    “Jika risk tolerance-nya rendah, mungkin lebih cocok di saham. Sedangkan jika risk tolerance-nya cukup besar, crypto trading bisa jadi alternatif,” ujarnya. [vins]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocypto Resmi Hadir di Indonesia

    INBLOCKS 2018 Menjadi Tonggak Penting Dalam Kehadiran Tokocrypto di Indonesia

    Bertempat di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Tokocrypto secara resmi mengumumkan kehadirannya di Indonesia. Mulai beroperasi sejak April 2018, Tokocrypto memiliki visi untuk menjadi bursa dagang aset digital terbesar di Indonesia.

    Untuk itu, Tokocrypto melakukan berbagai isiatif, mulai dari melakukan edukasi kepada publik, menjalin relasi dengan komunitas dan media, serta secara aktif melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah sebagai pembuat regulasi.

    “Teknologi blockchain telah berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan tidak sedikit yang menyatakan blockchain merupkan teknologi revolusioner berikutnya. Tokocrypto hadir untuk menjadi bursa dagang aset digital terdepan di Indonesia. Kami pun secara aktif menjalin hubungan dengan komunitas, pemerintah, dan tentu saja dengan media. Melalui peran aktif ini, kami ingin menyalurkan informasi, edukasi, dan penyembangan terkait digital aset dan blockchain di Indonesia,”– Pang Xue Kai, Co-Founder & CEO Tokocrypto.

    Tokocrypto sadar bahwa isu keamanan dan pengetahuan publik masih sangat terbatas, khususnya terkait bursa dagang terbatas untuk aset digital. Karena itulah Tokocrypto menghadirkan platform yang sederhana dan mudah dipahami, dapat melakukan transkasi secara cepat, dan tentu saja aman.

    Sebagai bentuk nyata menjadikan platform ini terdepan dalam hal perdagangan aset digital, Tokocrypto memperkenalkan Tokocrypto Ekosistem.

    Tokocrypto Ekosistem

    Ekosistem yang dimaksudkan adalah 3 fungsi penting yang saat ini telah berjalan dan akan terus dikembangkan, yaitu News, Outreach, serta Launchpad.

    Toko News

    Toko News bertujuan untuk menghubungkan orang Indonesia dengan informasi terkini terkait aset kripto, dan akan berkolaborasi dengan media untuk menghadirkan konten yang dapat diandalkan dalam Bahasa Indonesia. Selain tentang aset kripto, Toko News juga akan memberikan informasi dan tips untuk mengoptimalkan berbagai fitur yang ada di Tokocrypto.

    Toko Outreach

    Inisiatif Toko Outreach memungkinkan individu maupun kelompok komunitas untuk berkumpul dan berbagai pengetahuan teknis tentang aset digital dan teknologi blockchain.

    Tokocrypto juga siap berkerjasama dengan berbagai universitas untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pemanfaatan teknologi blockchain. Dan apabila ada mahasiswa yang tertarik untuk magang di Tokocrypto, kami pun siap menerima untuk ilmu yang relevan.

    Selain itu, Tokocrypto juga akan bekerjasama dengan komunitas blockchain dan aset kripto di Indonesia, seperti Etherium Indonesia, IBN, ICN, dan lainnya.

    Tokocrypto juga bekerjasama dengan partner lainnya, salah satunya Infonesia, yang memungkinkan Tokocrypto untuk melakukan komunikasi dua arah dengan publik. INBLOCKS 2018 sendiri merupakan salah bentuk nyata dari inisiatif kedua ini.

    Toko Launchpad

    Melalui Toko Launchpad, publik diharapkan mendapatkan akses untukberpartisipasi dalam proyek aset digital yang ada di Indonesia maupun di luar, serta juga memberkan platform bagi para pelaku blockhain maupun aset digital di Indonesia untuk memulai proyek mereka sendiri.

    Launchpad diharapkan dapat menjadi jembatan bagi mereka yang masih awamuntuk mengenal lebih jauh dunia aset digital. Toko Launchpad akan memanfaatkan keahlian dalamhal teknis, pemasaran, operasi dan pengembangan bisnis dari seluruh dunia untuk memberikan panduan kepada proyek-proyek yang potensial.



    Sumber : news.tokocrypto.com