Author: 38

  • The Fed Pangkas Suku Bunga, Ini Dampaknya Terhadap Bitcoin

    The Fed pangkas suku bunga acuan dekati nol persen. Bagaimana dampaknya terhadap harga Bitcoin. Berikut wawancara kami dengan Douglas Tan, pelaku pasar modal, sekaligus Pendiri BullWhales.

    The Fed pangkas suku bunga acuan dekati nol persen. Apa pendapat Anda sebagai pelaku pasar saham?

    Secara teoritis pemangkasan suku bunga acuan dari bank sentral merupakan signal dovish, dikarenakan perlu adanya stimulasi moneter terhadap pasar, agar bergairah melakukan aktivitas ekonomi.

    Pemotongan suku bunga ini diharapkan dapat membuat bank komersial lebih murah dalam mendapatkan akses pendanaan dari bank lain untuk menutupi Giro Wajib Minimumnya (GWM), sehingga dapat mematok bunga lebih rendah ke bisnis dan perseorangan (end customer).

    Namun pada praktinya saat ini, keadaan tersebut terbalik, dikarenakan ekspektasi pemangkasan suku bunga tersebut sudah jauh diprediksi pasar beberapa minggu sebelumnya.

    Itu terjadi sebab persepsi mengenai realita lebih nyata dibandingkan realita itu sendiri. Bisa dikatakan persepsi akan penurunan 100 bps suku bunga acuan oleh The Fed menggerakkan pasar terlebih dahulu, daripada pemotongannya itu sendiri.

    Oleh karena itu, pasar merespon dengan negatif “emergency cut” tersebut dengan turunnya hingga ke batas bawah harga index saham futures (SPX Futures) ke level -5 persen.

    Itu yang memberikan signal ketidakpercayaan investor dan pasar terhadap kemampuan bank sentral menangani krisis ekonomi ada di depan mata.

    Apa dampaknya ke ke negara lain?
    Seiring dengan SPX Futures, pasar di berbagai belahan dunia lain seperti Australia (ASX) juga membukukan “senin merah”, di mana mengalami penurunan hingga 10 persen, Shanghai Index hingga -3.5 persen, KOSPI index -3.5 persen, serta Nikkei Index -2.5 persen.

    BERITA TERKAIT  Ramah Terhadap Bitcoin, Bank Sentral Perancis Akan Bikin Uang Digital Sendiri

    Hal ini mencerminkan ketakutan dan pesimisme oleh pemain pasar, meskipun pada beberapa hari selanjutnya bank sentral masing-masing menawarkan paket kebijakan moneter dan pemerintahnya menawarkan paket kebijakan fiskal.

    Pemangkasan itu sangatlah besar?
    Ya, stimulus oleh The Fed bisa dikatakan dalam ukuran jumbo atau besar-besaran, dikarenakan kebijakan moneter yang ditawarkan bukan hanya pemangkasan suku bunga acuan, tetapi juga menawarkan paket kelonggaran moneter sebesar 700 miliar dollar (dalam bentuk treasury dan MBS), reserve requirement yang menjadi 0.

    Itu juga meningkatkan ketersediaan dolar di pasar global bekerjasama dengan bank sentral lainnya dalam bentuk currency swap line.

    Perlu dicatat bahwa paket kebijakan jumbo dari The Fed ini tidak pernah diberlakukan sebelumnya, bahkan pada krisis 2008, sehingga menimbulkan skeptisme pada kalangan pasar mengenai pesimisme The Fed sendiri dalam hal menjalankan dual mandate-nya.

    Bagaimana nasib Indonesia?
    Sejalan dengan Amerika Serikat, pasar saham Indonesia juga membukukan kerugian secara index sebesar -4.5 persen, hampir mengenai batas Auto Rejection Bawah (ARB) yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia.

    Secara garis besar, dampak pelonggaran moneter yang dilakukan oleh The Fed terhadap ekonomi global tidak diapresiasi baik oleh pelaku pasar, karena sama seperti menambah bahan bakar pada mobil yang sama sekali tidak mempunyai ban.

    Dampak ketakutan dan pesimisme pasar diperkirakan akan berlanjut pada beberapa minggu hinggu bulan ke depan, bahkan ketika COVID-19 sudah berhasil diberantas pada beberapa negara maju.

    Lebih jauh, apa makna pelonggaran moneter sebesar US$700 miliar itu?
    Pelonggaran moneter dalam bentuk quantitative easing US$700 miliar memberikan dampak langsung pada suplai uang yang beredar di pasaran. Ia dibagi menjadi 2 kelompok, yakni treasury atau surat utang dan Mortgage Backed Securities (MBS) atau Efek Beragun Aset (EBA).

    BERITA TERKAIT  Ini Sinyal Baru Bitcoin yang Patut Diperhatikan

    Hal ini krusial dalam hal pembelian langsung oleh bank sentral dikarenakan menciptakan permintaan atau order book pembelian di dalam pasar, sehingga tidak menciptakan spread terlalu tinggi pada pasar iliquid di kala krisis ekonomi seperti ini.

    Bayangkan apabila bank-bank komersial yang memiliki aset berupa surat utang atau EBA ingin menjual aset tersebut guna meningkatkan kinerja balance sheetnya, namun tidak ada yang dapat menyerap di pasar.

    Di sinilah The Fed berperan dengan sangat penting, agar pasar surat utang dan pasar EBA tetap kompetitif dan bebas dari masalah likuiditas. hal ini juga berujung pada end customer, guna menjaga keyakinannya akan industri perbankan dalam menyimpan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dipercayakan oleh para Nasabah.

    Apa pendapat Anda soal Bitcoin terkait situasi itu?
    Bitcoin pada saat menjelang hingga konferensi pers oleh Jerome Powell sempat mengalami kenaikan hingga 20 persen dari level US$5.000 ke hampir US$6.000. Namun kenaikan harga tersebut sebelum pasar SPX Futures dibuka pada jam 6 pagi waktu Jakarta.

    Pada saat pasar SPX Futures telah buka dan membukukan penurunan hingga 5 persen, Bitcoin langsung turun, menghapus kenaikan 20 persen tersebut dalam sekejap.

    Bisa dipastikan bahwa Bitcoin meniru pergerakan pasar saham dan pasar saham futures di beberapa negara maju di dunia. Juga terbukti pada pembukaan pasar saham eropa seperti Jerman pada jam 3 waktu Jakarta, ketika DAX membukukan penurunan sebesar 10 persen, Bitcoin juga ikut mengalami penurunan dari level US$5.200 ke level US$4.700.

    Menurut saya, Bitcoin yang lahir dari krisis ekonomi sebelumnya yakni 2008, praktis belum pernah menemui krisis keuangan sepanjang umurnya.

    Banyak pihak yang menganggap Bitcoin digunakan sebagai aset safe haven pun dibuat keliru dengan pergerakan harga Bitcoin yang terakhir ini mengalami penurunan signifikan, bahkan sempat mengalami penurunan drastis sekitar -50 persen dalam sehari pada 13 Maret 2020 lalu.

    Dapat dikatakan Bitcoin sama seperti aset saham dalam hal spekulatif, namun memiliki beta atau risiko inheren yang jauh lebih besar dibandingkan aset pada legacy market seperti saham.

    Bitcoin dapat melihat tren positif atau mengalami rebound hanya ketika pasar legacy seperti pasar saham mengalami rebound juga, tidak dapat melakukan langkah tersebut secara independen untuk saat ini. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Rhode Island Dukung Inovator Teknologi & Blockchain

    Rhode Island memang merupakan sebuah tempat yang sangat prestisius dan juga menjanjikan bagi ekosistem suatu bisnis. Ini bisa dilihat kalau sebuah negara yang sudah memiliki ekosistem yang baik dalam menunjang kegiatan bisnis dari sisi regulasi dan lain sebagainya, pertumbuhan ekonomi di sebuah negara tersebut akan semakin meningkat khususnya melalui jalur investasi.

    Hal inilah yang ingin diciptakan oleh Rhode Island dengan cara menjadi  salah satu tempat terbaik bagi dunia teknologi dan blockchain, setidaknya ada usulan dua perwakilan negara AS di Rhode Island, yang memperkenalkan rancangan undang-undang baru yang mempromosikan blockchain dan adopsi teknologi.Kedua perwakilan negara AS di Rhode Island itu adalah David Place dan Blake Filippi, memperkenalkan rancangan undang-undang baru yang berjudul “Rhode Island Economic Growth Blockchain Act”. Di mana, Rancangan Undang-Undang Baru (RUU) ini bertujuan untuk semakin menumbuhkan inovasi pada blockchain serta membuat Rhode Island tidak ketinggalan zaman alias mengikuti tren teknologi yang sedang berkembang.

    Dalam RUU tersebut berbunyi:

    “Bahwa Rhode Island ingin menawarkan kepada para pengiat teknologi sebagai salah satu lingkungan bisnis terbaik di Amerika Serikat yang sangat ramah bagi ekosistem blockchain dan inovator teknologi, dan juga menawarkan regulasi terkait mekanisme keamanan teknologi yang komprehensif bagi para inovator. Hal ini bertujuan sebagai langkah pengembangan produk dan layanan digital berkelanjutan di Rhode Island.”

    Selain itu dalam RUU tersebut juga tertuang dan menyuarakan keinginan untuk sistem pengarsipan dan pencatatan berbasis blockchain, dan menyoroti manfaat dari penerapan blockchain dalam sektor keuangan dan kesehatan.

    Di dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut  juga ditekankan bahwa diperlukan perubahan dari kerangkan hukum yang saat ini berlaku karena membatasi inovasi teknologi. Lantas, dibutuhkan sebuah mekanisme teknologi yang bisa menjamin keamanan pengguna dan juga para inovator teknologi saat mengembangkan produk dan layanan digitalnya.

    Negara bagian Amerika Serikat Rhode Island adalah satu negara bagian yang telah mengajukan usulan undang-undang kripto dan blockchain.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Zynga Bangun Infrastruktur Game Berbasis Blockchain

    Perusahaan game Zynga sedang membangun infrastruktur berbasis blockchain, yang dikenal sebagai Gala Network. Ini akan memungkinkan pengembang untuk membuat game baru dan memungkinkan pemain untuk memiliki konten dalam game mereka dan mengambil item dari satu game ke game lainnya.

    Zynga telah menciptakan sejumlah  game media sosial, yang paling terkenal adalah Farmville yang terkenal di Facebook.

    Eric Schiermeyer, salah satu pendiri Zynga, berharap Gala Network akan memanfaatkan sifat abadi dari blockchain dan kegunaan cryptocurrency.

    “Ini akan menjadi pengalaman revolusioner bagi orang-orang, tidak seperti pengalaman lain yang pernah saya lihat, ketika Anda menghabiskan uang di sini, Anda benar-benar mendapatkan sesuatu, sesuatu yang dapat Anda simpan, dan mungkin bahkan memberikan atau memberikannya kepada orang lain, Anda tidak dapat melakukan itu di permainan tradisional gratis saat ini, ” ,” kata Schiermeyer, berbicara kepada VentureBeat. “

    Blockchain Game Partners,  perusahaan di balik rencana besar Schiermeyer  juga bekerja sama dengan Mike McCarthy, direktur kreatif di FarmVille 2. McCarthy saat ini sedang mengerjakan game blockchain yang dikenal dengan Townstar, yang akan dibangun di Gala Network. Ini memancarkan banyak properti yang ingin diperkenalkan oleh Schiermeyer di line-up-nya sendiri.

    Townstar memungkinkan pemain untuk benar-benar memiliki barang yang mereka beli atau hasilkan, memfasilitasi pembelian, penjualan, dan perdagangan yang aman melalui pasar peer-to-peer.

    Item-item dalam game ini mewujudkan tingkat kelangkaan yang sebenarnya karena mereka unik secara digital. Mereka mirip dengan Cryptokitties, sebuah permainan berbasis Ethereum yang menjadi viral di akhir 2017.

    Baca juga: Main Game di Minecraft Bisa Dapat Bitcoin!

    Mendapatkan uang dari dunia game

    Dengan keunikan digital yang melekat pada token, pemain dapat menjual barang mereka dengan uang tunai dunia nyata.

    “Sama seperti game jaringan dan game sosial saya percaya bahwa game blockchain adalah evolusi berikutnya dalam game,” Schiermeyer berpendapat.

    “Tidak lama lagi, tidak ada yang akan memainkan permainan yang merupakan lubang hitam waktu dan uang, jika mereka memiliki alternatif bagus yang memungkinkan pemain mempertahankan kepemilikan waktu dan uang mereka, ” tambahnya.

    Berkat kemampuan ini untuk memberi tokenize item dalam game dan memberikan nilai asli kepada para pemain, game disebut sebagai salah satu titik kritis untuk adopsi massal blockchain.

    Namun, Schiermeyer tidak hanya ingin memungut popularitas game blockchain. Sebagai gantinya, ia bermaksud untuk membangun game yang berdiri di atas kemampuan mereka sendiri.

    “Kami ingin menjadi yang pertama dengan game pasar massal nyata yang merupakan game pertama dan blockchain yang kedua, ” katanya lagi.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Dijual Premium di Exchange OTC Cina

    Kemarin, untuk pertama kalinya, Bitcoin diperdagangkan dengan harga premium di platform exchange OTC Tiongkok.

    Cina perlahan tapi pasti mulai menunjukan tanda pemulihan dari virus Covid-19 yang telah menyerang negara itu sejak awal tahun ini, sekarang di tengah kondisi yang mulai stabil di sana negara ini pun memimpin pembelian Bitcoin selama periode bearish pasar crypto.

    Baca juga: Penelitian Digital Yuan Cina Tertunda Karena Covid 19

    Akun twitter  Dovey Wan (@DoveyWan) melaporkan bahwa Tiongkok membeli Bitcoin dengan harga di atas rata-rata. Ini jelas adalah kejadian langka dan merupakan perkembangan baru yang dapat mempengaruhi tren pasar yang mungkin sedang berubah.

    Pada platform perdagangan over-the-counter seperti Huobi OTC, OKEx OTC, dan LocalBitcoins, memperdagangkan BTC secara signifikan dnegan harga yang  lebih tinggi daripada bursa lainnya. Misalnya, harga rata-rata pada Huobi OTC selama 24 jam terakhir adalah sekitar ¥ 39541 ($ 5,638). Harga Bitcoin pada saat yang sama adalah sekitar $4.725.

    Mungkinkah ini menjadi bagian dari ‘paradigma baru?’ Saat Cina pulih dari epidemi coronavirus dan seluruh dunia berjuang, kita bisa melihat perbedaan besar antara pasar cryptocurrency. Cina, untuk saat ini, memimpin dan menunjukkan permintaan tinggi untuk mata uang digital terkemuka.

    Beberapa berspekulasi bahwa ini adalah bukti bahwa Bitcoin telah mencapai puncaknya. Namun, Bitcoin masih turun -13% pada hari itu dan grafiknya menunjukan layaknya pisau yang menukik tajam.

    Meskipun kemungkinan bukan yang terbawah untuk pasar cryptocurrency, perkembangan di Cina ini dapat semakin memperkuat dominasi Asia atas industri blockchain.

    Dampak Harga Premium Bitcoin di Cina Masih Harus Dilihat

    Dengan futures AS memposting -5% sebelum dibuka, minggu depan sepertinya hanya akan bergejolak sebagai yang terakhir. Pekan lalu, pasar beralih dari tertinggi sepanjang masa ke pola bearish hanya dalam 16 hari  dan ini adalah rekor baru. Kemudian penurunan -50% pada hari Kamis untuk sebagian besar pasar cryptocurrency  yang memiliki kemungkinan untuk membuat investor memiliki sentimen negatif terhadap crypto secara permanen.

    Sampai sekarang, Cina berada dalam posisi terkuat untuk pulih setelah menyelesaikan krisis coronavirus di negara mereka sendiri. Kita masih harus melihat apakah harga premium ini berlaku dan apakah ini merupakan indikasi tren baru.

    Jangan lupa bahwa Cina telah berkomitmen untuk memblokir teknologi sebagai bagian dari ‘infrastruktur digital kritisnya.’ Jadi, ada keinginan besar untuk cryptocurrency di negara ini jika pihak yang berkuasa mengizinkan kegiatan tersebut.

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Abad 20 Telah Mati, Begini Tanggapan Salah Satu Pendiri Ethereum

    Salah satu Pendiri Ethereum dan Pendiri Cardano, Charles Hoskinson mengungkapkan “tatanan ekonomi abad ke-20” telah mati dalam video streaming Youtube baru-baru ini.

    Hoskinson menjelaskan bahwa sistem ekonomi hierarkis terpusat yang dibangun melalui “serangkaian perjanjian” dan dibuat oleh lembaga-lembaga besar. Sistem ekonomi ini dibangun untuk masa “ketika informasi tidak instan”, dan ketika kebanyakan orang bersedia menerima diktum “big brother”.

    Hoskinson mengatakan bahwa penurunan pasar baru-baru ini disebabkan oleh ketidaksesuaian tatanan hierarkis yang diciptakan oleh lembaga-lembaga besar seperti pemerintah, perusahaan, organisasi internasional, di mana beberapa entitas yang kuat menentukan nasib miliaran. Struktur hierarkis terpusat ini tidak lagi mewakili dunia tempat kita hidup, dunia yang menjadi datar dan terdesentralisasi, katanya.

    Menurut Hoskinson, tatanan desentralisasi baru yang diiringi oleh teknologi blockchain dimaksudkan untuk memecahkan beberapa masalah modernitas yang paling mendesak seperti kepemilikan data, privasi, dan identitas serta data yang harus memerlukan persetujuan CEO atau presiden.

    Hoskinson percaya bahwa jalinan tatanan dunia terurai di depan mata kita

    Apa yang kita lihat saat ini adalah terbongkarnya tatanan ekonomi abad ke-20. Dimana dengan asumsi tertentu tentang bagaimana kekuasaan harus bekerja, bagaimana uang harus bekerja, bagaimana kredit harus bekerja, bagaimana keuangan harus bekerja, bagaimana keuangan seharusnya bekerja, bagaimana informasi perlu mengalir, sistem ekonomi ini berkelanjutan dan stabil saat informasi tidak instan.

    Dalam sistem ekonomi seperti ini berarti satu atau dua negara-bangsa menjadi yang tertinggi di atas yang lain dan menetapkan semua aturan dan peraturan.

    Akankah Uni Eropa bertahan?

    Hoskinson mengklaim bahwa sistem ekonomi lama dengan hal-hal seperti kredit mudah, yang menyebabkan “peningkatan lima kali lipat” dalam hutang nasional Amerika Serikat dalam waktu kurang dari 20 tahun. Dalam kasus Jepang, Olimpiade seharusnya memicu ekonomi stagnan negara itu, tetapi itu tidak akan terjadi karena “pandemi global” yang dikenal sebagai coronavirus. Lalu, Dia beralih ke Italia, di mana “16 juta orang”

    berpotensi dikarantina. Hoskinson yakin ini akan mengarah pada pemilihan pemerintah populis:

    “Dan kita mungkin akan melihat Brexit versi Italia datang. Dan bisakah Uni Eropa bertahan jika Italia pergi? Mungkin Prancis selanjutnya. “

    Setelah mengecam pemerintah internasional, Hoskinson juga membahas tentang Amerika Serikat

    “Presiden kita dan partai oposisi bisa mengesampingkan persaingan kecil mereka dan mengatakan itu untuk kebaikan rakyat kita. Kita harus bekerja sama sebagai gantinya. Tapi apa yang mereka lakukan? Mereka melihatnya seperti permainan politik. Dan mereka berkata, hei, mari kita lanjutkan dan lihat siapa yang bisa mencetak poin terbanyak. Resesi buruk bagi presiden yang sedang menjabat. Dan sementara itu, pihak lain mengabaikan fakta bahwa kita memasuki pandemi dan jutaan orang bisa mati karena mereka tidak ingin pasar runtuh. Itu menjijikkan.”

    Tidak perlu otoritas pusat

    Hoskinson percaya bahwa pembentukan selama 10 tahun terakhir tidak memperhatikan peringatan epidemiologis tentang “pandemi global yang dapat membunuh dua ratus juta orang dan menghancurkan ekonomi global. Itu adalah salah satu prioritas [terakhir] tatanan dunia. ”

    Dia merangkum,

    “Anda melihat kurangnya integritas mendasar. Orang-orang tidak memiliki keyakinan bahwa lembaga yang kita miliki dapat melindungi kita dan memungkinkan kita untuk mengatasi masalah abad ke-21. ”

    Dia juga dengan tegas menyatakan:

    “Kami tidak lagi membutuhkan otoritas pusat. Kita tidak lagi membutuhkan presiden, raja, gubernur, pemimpin, CEO untuk menyelesaikan sesuatu. ”

    Crypto bukan tentang “pengembalian cepat”

    Hoskinson menyatakan bahwa industri cryptocurrency bukan tentang “pengembalian cepat” atau “harga Bitcoin,” tetapi ini tentang mengganti cara lama dalam melakukan sesuatu.

    Gerakan desentralisasi dibangun di atas “aturan abadi” yang tidak tunduk pada aturan, tidak peduli dengan politik, bencana alam, atau wabah. Aturan-aturan ini seperti “hukum fisika,” dan karena itu, industry cryptocurrency perlu dibangun.

    Orang-orang di seluruh dunia ingin mengendalikan aset digital mereka sendiri
    Hoskinson percaya bahwa banyak orang sudah bosan dan tidak suka dengan lembaga dunia lama yang mana mengendalikan akun keuangan, data, dan identitas mereka. Menurutnya, mereka siap mengambil alih kendali atas aset mereka sendiri.

    Dia juga mengamati bahwa “peramban yang tumbuh paling cepat saat ini” adalah Brave, yang dibangun di atas “dasar mata uang kripto.” Pada tingkat adopsi saat ini, Brave mungkin lebih populer daripada Google Chrome dalam lima tahun ke depan.

    Komunitas crypto bisa hidup tenang

    Di akhir pembicaraan, Hoskinson menghimbau kepada komunitas crypto dengan kata-kata yang menenangkan, menyatakan bahwa industri crypto lebih tangguh daripada pasar tradisional, yang panik saat turun 10%, sementara ruang crypto digunakan untuk runtuh 90%.

    Dia percaya bahwa penting untuk melihat gambaran besar dan mengatakan apa yang sedang dibangun industri ini akan secara mendasar mengubah cara masyarakat beroperasi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Membayangkan Kota Blockchain Toyota di Kaki Gunung Fuji

    Didirikan oleh Kiichiro Toyoda pada 28 August 1937 silam, Toyota tak hanya perusahaan penghasil produk otomotif ternama di dunia. Toyota bisa sebesar saat ini, karena sangat peka terhadap perkembangan teknologi. Blockchain pun dianggap sangat bermanfaat bagi keutuhan Toyota di masa depan.

    Kiichiro Toyoda.jpg
    Kiichiro Toyoda pendiri Toyota.

    Untuk mewujudkan itu, pada April 2019 Toyota mendirikan anak perusahaan bernama Toyota Blockchain Lab. Perusahaan itu berkerjasama dengan anak perusahaan lain dan perusahaan di luar Toyota untuk meningkatkan penelitian dan penerapan teknologi blockchain di sektor otomotif.

    BERITA TERKAIT  Bursa Kripto BitTok Nomorsatukan Keamanan dan Kenyamanan

    https://www.youtube.com/watch?v=MAzJjvBzppI

    Mimpi besarnya adalah menggabungkan kekuatan blockchain dengan sub sektor lain di bawah sektor otomotif dalam satu kota khusus secara utuh.

    Dalam laporan terbarunya 16 Maret 2020 disebutkan, Toyota Blockchain Lab saat ini sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan di bawah Toyota Group, yakni Toyota Research Institute, Advanced Development, Toyota Connected Corporation, dan Toyota Motor North America.

    Uses of blockchain technology

    Bayangkan ini ketika Anda mengendarai mobil Toyota Concept-i di dekat Gunung Fuji. Mobil cerdas itu terkoneksi dengan sistem blockchain yang merekam data perjalanan Anda, termasuk kapan dan di mana Anda mengganti oli mobil.

    Karena proses itu atas seizin Anda, maka Anda berhak memporoleh imbalan berupa token digital (aset kripto). Imbalan itu kelak bisa Anda gunakan untuk mendapatkan potongan harga untuk ganti oli berikutnya. Imbalan yang Anda dapatkan proporsional dengan “kegiatan otomotif” yang Anda lakukan.

    BERITA TERKAIT  Tencent Dikabarkan Membentuk Tim Peneliti Uang Digital Berbasis Blockchain

    Bagi Toyota, terapan seperti itu membuka peluang-peluang besar lainnya, sebab data itu bisa dibagikan secara aman kepada pihak lain, misalnya mitra-mitra Toyota.

    Dan karena setiap data yang disimpan di blockchain bersifat kekal, maka data itu lebih sahih dan akurat serta dapat dipercaya. Ini tentu saja berbeda dengan sifat data digital yang tak menggunakan blockchain.

    Selain itu pada aspek produksi produk, Toyota akan menggunakan blockchain pada proses supply chain (rantai pasokan). Semua data akan direkam ke blockchain, mulai dari pembuatan komponen sampai dengan pengiriman kepada konsumen.

    Semua data itu, termasuk data kontrak bisa diakses secara cepat. Di sinilah blockchain memaksimalkan penghematan uang perusahaan dibandingkan cara biasa.

    Dari sudut pandang investor, sifat blockchain itu bisa memantik rasa percaya yang lebih kepada Toyota. Dan Anda tahu apa selanjutnya yang terjadi, modal akan lebih banyak masuk ke Toyota dan harga harga saham bisa meningkat.

    Tentu saja, teknologi blockchain adalah satu dari sekian banyak teknologi yang dipadukan di kota blockchain itu. Big Data dan protokol Internet of Things (IoT)adalah salah satunya sebagai pelengkap.

    Namun, Toyota paham benar bahwa blockchain adalah teknologi penentu yang memastikan informasi adalah kekal dan dapat dipercaya. [RED]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sempat Berharga $3.700, 4 Hal ini Tunjukkan Harga Bitcoin Masih Miliki Harapan

    Harga Bitcoin (BTC) turun menjadi $3.700 untuk periode singkat pada 12 Maret,  kemudian berada di harga $4.970. Pada 13 Maret, harga pulih dari tren turun utama, mengakhiri hari di $5,563. Ini menunjukan pengembalian harga yang mengesankan karena naik 11% dalam waktu singkat.

    Gejolak pasar baru-baru ini, baik di pasar tradisional atau crypto, telah menimbulkan pertanyaan tentang evolusi harga untuk Bitcoin, serta fitur-fitur jaringan krusialnya. Berikut ini ada empat kunci yang menunjukan jika ada harapan harga Bitcoin naik di tengah ketidakstabilan global.

    Model stock-to-flow tetap utuh

    Melihat model stok-to-flow  yakni model peramalan harga Bitcoin berdasarkan pasokan beredar (stok) dan output produksi baru (flow), harga aktual Bitcoin pada hari Kamis (12/03)  berada di bawah garis perkiraan tetapi dalam ambang batas yang diharapkan.

    Ini bukan pertama kalinya harga Bitcoin turun di bawah model harga 365-das, seperti yang terjadi selama 6 bulan (antara pertengahan November 2018 dan pertengahan Mei 2019), yang berbeda dari perkiraan sejak saat itu.

    Dalam sebuah tweet pada 13 Maret, analis stock-to-flow PlanB mengatakan bahwa “bitcoin bergerak dengan baik di sekitar nilai model”.

    Dengan demikian, menurut PlanB, harga perkiraan tidak berubah mengingat kedekatan peristiwa halving. Model rata-rata 365 hari saat ini memperkirakan harga $ 8.426 pada perkiraan waktu untuk halving yang diprediksi akan terjadi di 9 Mei 2020.

    Baca juga: Harga Bitcoin Ikutin Stick to Flow, 700 Juta Mungkin Jadi Nyata!

    Signal NVT Bitcoin

    Pada hari Minggu, harga Bitcoin berkisar sekitar $5.400, sementara harga realisasi pada sinyal NTV adalah $5.596, menunjukkan bahwa aset berada dalam zona pembelian setelah penurunan harga pada hari Kamis. Saat ini, sinyal NTV berada di 49,5 dengan 45 mewakili skenario oversold.

    Untuk pedagang yang mempertimbangkan pembelian jangka pendek, model menyarankan bahwa ada peluang untuk mendapatkan keuntungan cepat berdasarkan harga yang direalisasikan dan MA 200 minggu. Mempertimbangkan harga MA 200 hari yang berharga $8,587, Bitcoin menunjukkan ruang untuk tumbuh dalam jangka panjang dan halving yang akan datang pada bulan Mei menambah narasi untuk buliish pada aset kripto ini.

    Tingkat Hash Rate Bitcoin Naik

    Tingkat hashrate yakni daya komputasi yang dibutuhkan untuk mengkonfirmasi transaksi pada blockhain Bitcoin dilaporkan turun sejak Maret, setelah mencapai level historis. Namun sejak 11 Maret level hash rate sedikit meningkat, bahkan setelah penurunan drastis harga Bitcoin pada 12 Maret lalu.  Pada 13 Maret hashrate mendekati  110,38 triliun hash per detik. Meningkatnya tingkat hashrate biasanya mengarah pada harga bitcoin naik yang lebih tinggi.

    Baca juga: Bitcoin Capai Tingkat Hash Rate Tertinggi Sepanjang Masa

    Transaksi melonjak pada 12 Maret

    Jumlah transaksi Bitcoin melonjak pada 12 Maret seperti biasa ketika perubahan drastis terjadi. Ada juga lonjakan jumlah Bitcoin yang dikirim dalam USD pada 13 Maret, dan jumlah transaksi harian turun ke level akhir Februari sekitar 277.000 transaksi, mempertahankan pola reguler sejak awal tahun.

    Karena komentar seputar kepercayaan investor pada Bitcoin menimbulkan keraguan, fitur-fitur jaringan Bitcoin yang mendasari mengungkapkan konsistensi meskipun seluruh pasar terganggu oleh gejolak dan ketidakpastian.

    Melihat ke depan, dengan tingkat ketakutan seperti itu di pasar, investor ataupun institusi yang kuat mungkin dapat mencari peluang untuk membeli  BTC dengan harga murah yang membidik hasil positif jangka panjang.

    Namun demikian, pandemi COVID-19 di seluruh dunia dapat terus menyebabkan masalah likuiditas jangka pendek di pasar dan pada akhirnya menyebabkan kondisi ekonomi yang parah sebagai akibatnya.


    Meski begitu, belum ada hal yang pasti apakah Bitcoin akan makin terpuruk atau bisa mengalami kenaikan harga, seperti yang diketahui BTC memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan ini tentu bisa dimanfaatkan bagi para pengguan Bitcoin. Selain itu peristiwa halving juga diprediksi dapat membuat harga Bitcoin kembali meroket.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adu Cemas Saham dan Bitcoin, Pasca The Fed Pangkas Suku Bunga

    Kecemasan kian tergambar antara pasar saham dan Bitcoin, pasca The Fed pangkas suku bunga menjadi nol persen, pada Minggu, 15 Maret 2020 kemarin. Bitcoin sempat naik 7,7 persen setelah pengumuman itu, lalu turun cepat dan relatif stabil. Saat ini Bitcoin diperdagangkan kisaran “stabil” di US$5.256 berdasarkan data di Coinmarketcap.  

    The Fed dengan sangat terpaksa, yang sudah diduga sebelumnya. Bank Sentral Amerika Serikat itu menurunkan suku bunga antara 0-0,25 persen dari sebelumnya 1-1,25 persen. Keputusan nan mendesak itu adalah yang bersejarah sejak langkah serupa pada tahun 2008 silam ketika resesi ekonomi global menghantam dunia.

    Penurunan suku bunga pun diikuti oleh langkah quantitative easing (QE) alias pelonggaran kuantitatif sebesar US$700 miliar atau sekitar Rp10.328.500.000.000.000. Bahasa sederhana QE adalah “menambah jumlah uang dolar AS yang beredar di pasar”.

    Dengan demikian The Fed akan membeli obligasi (surat utang negara) senilai US$500 miliar dan US$200 miliar sekuritas saham. Ini akan membawa total aset pada saldo Cadangan Federal hingga US$5 triliun.

    Pun kita masih menanti pagi ini waktu setempat di Amerika Serikat atau malam ini waktu Indonesia Barat, ketika pasar saham dibuka.

    Khusus di Indonesia, per siang ini IHSG melemah hingga 3,5 persen merespons keputusan the Fed itu. Itu pula yang memperkuat tipis nilai tukar dolar terhadap rupiah di levelRp14.850 dari sebelumnya dini hari tadi di kisaran Rp14.928 per dolar AS.

    Hal serupa kita masih menanti dinamika di pasar aset kripto, ketika sebagian besar trader dari wilayah Barat bumi sudah bangun. Apakah Bitcoin melorot atau sebaliknya? Kita menanti.

    Sebelumnya di media ini, analisis aset kripto Muhammad Kurnia Bijaksana memaparkan adanya potensi pelemahan Bitcoin.

    “Kendati setelah ini Bitcoin naik dan merebut kembali momentum bullish di atas US$6500, masih ada ancaman untuk harga kembali ke “dasar” dari kejatuhan harga Bitcoin jumat lalu. Alasannya adalah, pertama berdasarkan teori Wick-Filling. “Wick” atau ekor ke bawah dari dari candlestick mingguan hampir selalu ditutup. Maksudnya adalah, harga tersebut cepat atau lambat selalu terisi atau ‘dikunjungi’ lagi,” kata Kurnia.

    Sementara itu, dilansir dari Decrypt, Pendiri Morgan Creek Anthony Pompliano mengatakan ia belum bisa memprakirakan apa dampak terhadap Bitcoin dalam jangka pendek.

    “Tetapi saya berpikir tindakan The Fed akan terbukti tidak efektif untuk pasar keuangan tradsional. Dan bullish untuk Bitcoin dalam jangka panjang,” katanya. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Turun Drastis, Investor pun Bisa Miliki Sentimen Negatif

    Pasar cryptocurrency terpuruk dan menunjukan kehancuran yang paling parah dalam sejarah mereka yang masih relatif singkat. Pada titik terendah, seluruh kapitalisasi pasar dari semua aset digital merosot sekitar $75 miliar dalam hitungan jam.

    Meskipun Bitcoin dan mata uang digital lainnya dikenal karena volatilitasnya, skala dan kecepatan jatuhnya pasar yang begitu lebar membuatnya sulit untuk membayangkan bagaimana investor dapat kembali.

    Harga memang mengalami kenaikan dari posisi terendah mereka, tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah kepercayaan pasar dapat kembali lagi.

    Pada Kamis adalah hari di mana harga Bitcoin mengalami penurunan parah dalam industri uang digital. Harga BTC jatuh sekitar 50%, aset digital lainnya bahkan bernasih lebih buruk seperti ETH dan XRP yang harganya juga menurun drastis.

    Menurut investor dan CPO Tinder, Brian Norgard laju penurunan Bitcoin membuat sebuah kehancuran bagi pikiran investor yang akan sulit dilupakan.

    Kejatuhan dramatis di tengah meningkatnya kepastian ekonomi global bukanlah tampilan yang baik untuk Bitcoin. Sebagai wartawan industri Larry Cermak menyoroti, banyak investor diberikan pada gagasan bahwa digital bisa berfungsi sebagai tempat berlindung yang tidak berkorelasi.

    Sebuah narasi juga telah muncul bahwa skenario seperti penyebaran virus corona, harga minyak dan lain sebagainya membuat Bitcoin pun semakin turun dan memiliki citraburuk karena tidak berhasil membuktikan sebagai safe haven asset.

    Apakah Investor akan Melupakan Penurunan Bitcoin?

    Bitcoin tentu tidak asing dengan pergolakan harga yang dramatis. Sejarahnya dipenuhi dengan guncangan besar. Namun, penurunan saat ini tidak mengikuti langkah besar untuk masa depan. Kerusakan yag sebenarnya dialami Bitcoin adalah sebuah sentimen dalam diri investor, apakah negatif atau positif? Hal ini masih harus dilihat lebih jauh lagi.

    Baca juga: Trader Veteran Ini Prediksi Bitcoin akan Berharga $1.000

    Namun setelah harga yang turun drastis, Bitcoin pun mengalami rebound harganya sempat membaik ke angka $5.000, ini tentu menjadi kabar yang baik bagi investor dan bisa membuat sentimen positif BTC kembali. Ini juga membuktikan bahwa Bitcoin memang memiliki volatilitas yang baik.

    Meskipun volatilitas gila, tampaknya tidak mungkin bahwa ini benar-benar adalah awal dari akhir cryptocurrency. Tingkat inovasi dan minat di sekitar industri telah tumbuh secara eksponensial. Pengembang yang paling berkomitmen pasti akan menjadi prajurit, meningkatkan pengalaman pengguna dan bekerja menuju masa depan keuangan terdesentralisasi yang mereka bayangkan.

    Seperti yang dilaporkan BeInCrypto, penurunan Bitcoin baru-baru ini mungkin sebenarnya mengarah pada periode akumulasi yang berkepanjangan,dan memungkinkan investor yang cerdas untuk mengambil Bitcoin dengan harga murah dan memanfaatkannya.

    Sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Wick-filling, Teori yang Bisa Digunakan Untuk Memprediksi “DUMP” di Bitcoin

    Setelah “rally” cukup lama di awal 2020, harga bitcoin dan pasar kripto secara umum mengalami koreksi besar-besaran selama 3 minggu terakhir. Banyak orang yang panik dan ketakutan karena penurunan sebanyak kurang lebih 50% ini. Namun, jika dilihat dari sisi teknikal, sebenarnya peringatan akan terjadinya hal ini sudah tertulis di dalam grafik. Bagaimana kita bisa membaca grafik untuk membaca “peringatan” ini?

    Untuk mengetahuinya, kita perlu membuka grafik Bitcoin di timeframe 1 minggu. Teori ini sudah dites dan paling sering terjadi di Bitcoin di timeframe 1 minggu.

    Perhatikan semua “wick” atau sumbu candlestick yang mengarah ke bawah!

    Jika diperhatikan, sejak awal 2018, sumbu ke bawah ini hampir selalu dipenuhi. Maksudnya pergerakan harga bitcoin harga akan mengunjungi lagi titik tersebut.

    Wick ke bawah akan selalu “terisi” dengan adanya penurunan harga. Terlebih lagi, biasanya penurunan harga akan mengisi dan melebihi wick yang ada.

    Bisa kita lihat sejak “bull run” di awal tahun, sudah ada beberapa “peringatan” akan terjadinya “DUMP”. Perhatikan lingkaran-lingkaran hijau. Wick atau sumbu akhirnya sudah terisi dengan sempurna (garis-garis hijau).

    Kita juga dapat menjadikan “dump” beberapa hari yang lalu sebagai peringatan jika setelah ini harga kembali naik. Di candlestick mingguan, kita bisa melihat adanya wick yang cukup besar (lihat gambar).

    Namun kita juga tidak bisa asal menunggu wick tersebut terisi begitu saja, karena ini adalah salah satu kelemahan teori wick-filling: Kita tidak tahu berapa lama ia akan terjadi, apakah akan terjadi secara cepat, atau bertahap.



    Sumber : news.tokocrypto.com