Category Archives: indodax

BAL & CEL Listing on Indodax

[For English Version See Below]Halo Member Indodax,

Dengan senang hati kami mengumumkan dua aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace Indodax yaitu Balancer (BAL) & Celsius (CEL). Deposit BAL dan CEL dimulai hari Rabu, 21 Oktober 2020 jam 14:00 WIB dan trading dimulai hari Kamis, 22 Oktober 2020 jam 14:00 WIB.

BAL dan CEL merupakan Aset Kripto pilihan manajemen Indodax yang telah melalui tahap Due Diligence. Untuk informasi hasil Due Diligence BAL dalam Bahasa Indonesia dapat diakses melalui link berikut.

Tentang BAL

Balancer (BAL) adalah protokol pertukaran pembuat pasar otomatis (AMM) yang dibangun pada jaringan Ethereum, yang secara algoritmik membuat penyesuaian harga dan likuiditas. BAL berada di peringkat 98* dari 7436 aset kripto dengan harga Rp.195.646,-. Total supplynya adalah 35,725,000 BAL. Untuk informasi lebih lengkap mengenai BAL, silakan kunjungi link berikut.

Tentang CEL

Celsius (CEL) adalah platform keuangan P2P global baru yang akan dengan mulus menghubungkan pemegang aset kripto dengan peminjam.
CEL menempati peringkat ke 53* dari 7436 aset kripto dengan harga Rp.17.973-. Total supplynya adalah 695,658,161 CEL. Untuk informasi lebih lengkap mengenai CEL, silakan kunjungi link berikut dan link berikut.

*Harga dan peringkat berdasarkan Coinmarketcap.com pada 19 Oktober 2020 pukul 09.00 WIB.

Apabila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi [email protected] atau melalui Call Center kami 021-50525588.

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange

~

Hello Indodax Member,

We are pleased to announce two new Crypto Assets that will be added to the Indodax marketplace, Balancer (BAL) & Celsius (CEL). BAL and CEL deposits start on Wednesday, October 21, 2020, at 2:00 PM and trading starts on Thursday, October 22, 2020, at 2:00 PM.

BAL and CEL are two Crypto Assets that has passed the Due Diligence process and will be listed based on indodax management choice. For more information on the results of Due Diligence, can be accessed via the following link.

About BAL

Balancer is an automated market maker with certain key properties that cause it to function as a self-balancing weighted portfolio and price sensor.
BAL is ranked 98* out of 7436 crypto assets at a price of Rp.195.646-. The Total supply is 35,725,000 BAL.For more complete information about BAL, please visit the following link. https://balancer.finance/

About CEL

Celsius (CEL) is a new global P2P financial platform that will seamlessly connects holders of crypto-assets with borrowers.
CEL is ranked 53* out of 7436 crypto assets at a price of Rp.17.973-. Total supply is 695,658,161 CEL. For more complete information about CEL, please visit the following link and this link.

*Prices and rankings are based on Coinmarketcap.com on October 19, 2020, at 9.00 AM.

For further questions, please contact [email protected] or through our Call Center 021-50525588.

Regards,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

PwC: Institusi Jasa Keuangan Indonesia Remehkan Penggunaan “Blockchain”

JAKARTA, KOMPAS.com – Menurut survey terbaru Pricewaterhouse Coopres (PwC), pelaku industri jasa keuangan di Indonesia masih belum memprioritaskan penggunaan blockchain, sebuah teknologi basis data terdistribusi untuk optimalisasi proses bisnis.

Padahal, peluang laba bagi institusi jasa keuangan yang menggunakan blockchain akan lebih besar sebab beroperasi lebih efisien. Tidak saja dapat menghemat biaya dalam jumlah besar namun pengguna platform tersebut juga mendapatkan keuntungan melalui transparansi yang lebih baik.

Dalam laporan Global FinTech PwC terbaru berjudul ‘Blurred Lines: How FinTech is shaping Financial services’ terungkap 56 persen responden mengakui pentingnya teknologi ini. Sementara 57 persen mengatakan mereka ragu-ragu atau kecil kemungkinan untuk merespon tren ini.

Laporan ini dibuat berdasarkan sebuah survei terhadap 544 responden, yang tersebar di 46 negara. Responden terdiri dari CEO, Kepala Bagian Inovasi, CIO dan pejabat tinggi manajemen yang terlibat di dalam transformasi digital dan teknologi di seluruh industri jasa keuangan.

“Ketika dihadapkan dengan teknologi yang disruptif, perusahaan terkemuka di dunia berhasil melaluinya dengan menanamkan teknologi tersebut ke dalam DNA mereka, sebagai bagian dari proses ‘business as usual’,” kata Haskell Garfinkell, FinTech co-leader, PwC di Amerika Serikat (AS), dalam rilis pers.

Dalam pandangan PwC, kurangnya pemahaman akan teknologiblockchain akan menimbulkan risiko signifikan terhadap model bisnis yang ada saat ini.

Dalam survey ini, tim Global Blockchain PwC telah mengidentifikasi lebih dari 700 perusahaan yang memasuki pasar ini, 150 dikategorikan sebagai perusahaan yang ‘perlu dicermati’ dan 25 diperkirakan akan muncul sebagai pemimpin.

“Survei kami menunjukkan hasil yang tak dapat diabaikan, bahwa 25% perusahaan tidak berurusan dengan FinTech sama sekali. Mengingat semakin tingginya kecepatan perubahan yang terjadi, tidak ada perusahaan jasa keuangan yang dapat bersantai-santai,” kata Manoj Kashyap, Global Financial Services FinTech Leader PwC.

Tantangan

Survei PwC menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi terbanyak dengan perusahaan FinTech adalah kemitraan bersama (32 persen). Menurut PwC, hal ini merupakan indikasi bahwa firma jasa keuangan belum siap untuk mempertaruhkan segalanya dan berinvestasi penuh pada FinTech.

Ketika ditanya tentang tantangan yang dihadapi dalam menangani perusahaan FinTech, sebanyak 53 persen lembaga jasa keuangan tradisional menyebut keamanan TI, ketidakpastian dari segi peraturan (49 persen) dan perbedaan model bisnis (40 persen).

Dari sudut pandang perusahaan FinTech, ada tiga tantangan utama ketika berhadapan dengan firma jasa keuangan tradisional. Yakni, adanya perbedaan manajemen dan budaya (54 persen), proses operasional (47 persen) dan ketidakpastian dari segi peraturan (43 persen).

“PwC mengestimasikan bahwa dalam waktu 3-5 tahun ke depan, investasi kumulatif dalam skala global pada FinTech dapat melampaui 150 miliar dollar AS, dan perusahaan lembaga keuangan dan teknologi berusaha mengungguli satu sama lain agar dapat bermain di pasar,” kata John Shipman, Asia FinTech Leader di PwC.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/17/071500226/PwC.Institusi.Jasa.Keuangan.Indonesia.Remehkan.Penggunaan.Blockchain





Sumber : blog.indodax.com

AVAX, WOO & KNC Listing on Indodax

Halo Member Indodax,

Dengan senang hati kami mengumumkan tiga aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace Indodax yaitu Avalanche (AVAX), Woo Network (WOO) & Kyber Network Crystal V2 (KNC). Deposit AVAX (Mainnet), KNC dan WOO (BEP20) dimulai hari Rabu, 6 April 2022 jam 14:00 WIB. Trading AVAX, WOO & KNC dimulai hari Kamis, 7 April 2022 jam 14:00 WIB.

AVAX, WOO & KNC merupakan Aset Kripto pilihan manajemen Indodax yang telah melalui tahap Due Diligence. Untuk informasi hasil Due Diligence dapat diakses melalui link berikut untuk AVAX, WOO & KNC.

Tentang AVAX

Avalanche (AVAX) adalah platform untuk meluncurkan aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), financial asset, trading, dan layanan lain. AVAX berada di peringkat ke-10* dari 18,636 aset kripto dengan harga Rp1,386,152,-. Total pasokan adalah 395,891,290 AVAX.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai AVAX, silakan kunjungi link berikut.

Tentang WOO

Woo Network (WOO) adalah jaringan likuiditas yang menghubungkan trader, exchange, institusi, dan platform DeFi ke likuiditas dan trading dengan biaya yang lebih rendah. WOO berada di peringkat ke-121* dari 18,636 aset crypto dengan harga Rp9,012-. Total pasokan adalah 2,989,743,330 WOO.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai WOO, silakan klik link berikut.

Tentang KNC

Kyber Network Crystal V2 (KNC) adalah protokol likuiditas yang mengumpulkan likuiditas dari berbagai sumber untuk menyediakan transaksi yang aman dan instan pada aplikasi terdesentralisasi (DApp). KNC berada di peringkat ke-128* dari 18,636 aset crypto dengan harga Rp46,741-. Total pasokan adalah 177,809,350 KNC.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai KNC, silakan klik link berikut.

*Harga dan peringkat berdasarkan Coinmarketcap pada 1 April 2022 pukul 07:00 WIB.

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

AUDIO, XCH & ALPACA Listing on Indodax

Halo Member Indodax,

Dengan senang hati kami mengumumkan tiga aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace Indodax yaitu Audius (AUDIO), Chia Network (XCH) & Alpaca Finance (ALPACA).
Deposit AUDIO (ERC20), XCH (Jaringan Mainnet) & ALPACA (BEP20) dimulai hari Rabu, 8 September 2021 jam 14:00 WIB dan trading dimulai hari Kamis, 9 September 2021 jam 14:00 WIB.

AUDIO, XCH & ALPACA merupakan Aset Kripto pilihan manajemen Indodax yang telah melalui tahap Due Diligence. Untuk informasi hasil Due Diligence dapat diakses melalui link berikut untuk AUDIO & ALPACA.

Tentang AUDIO

Audius (AUDIO) adalah protokol berbagi musik pertama yang benar-benar terdesentralisasi, dimiliki oleh komunitas, dan dikontrol oleh artis. AUDIO berada di peringkat ke-91* dari 11,587 aset kripto dengan harga Rp39,128,-. Total pasokan adalah 1,043,525,641 AUDIO.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai AUDIO, silakan kunjungi link berikut.

Tentang XCH

Chia Network (XCH) adalah platform blockchain dan smart-transaction yang bertujuan untuk meningkatkan sistem keuangan dan pembayaran global. XCH berada di peringkat ke-237* dari 11,587 aset crypto dengan harga Rp3,130,181-. Total pasokan adalah 22,582,025 XCH.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai XCH, silakan klik link berikut.

Tentang ALPACA

Alpaca Finance (ALPACA) adalah protokol pinjaman terbesar yang memungkinkan leveraged yield farming di Binance Smart Chain. ALPACA berada di peringkat ke-301* dari 11,587 aset crypto dengan harga Rp17,163-. Total pasokan adalah 144,858,125 ALPACA.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai ALPACA, silakan klik link berikut.

*Harga dan peringkat berdasarkan Coinmarketcap pada 3 September 2021 pukul 12:00 WIB.

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Pengumuman terkait penarikan Rupiah di Indodax.com menyambut hari libur 5 Mei sampai 6 Mei 2016

 

Halo, Bitcoiners!

Berhubung tanggal 5 Mei sampai 6 Mei 2016 merupakan hari libur nasional, maka proses penarikan Rupiah yang menggunakan LLG atau RTGS akan ditunda hingga hari kerja bank berikutnya.

Mohon diperhatikan bahwa hari ini, tanggal 4 Mei 2016 adalah hari terakhir bagi Anda untuk melakukan penarikan Rupiah ke rekening non-CIMB Niaga/BRI, dan proses penarikan harap dilakukan sebelum jam 14.00 WIB. Jika Anda melakukan penarikan diatas jam tersebut, maka uang baru akan masuk ke rekening bank Anda pada hari Senin, tanggal 9 Mei 2016. Semua penarikan rupiah sebenarnya masih diproses seperti biasa oleh tim kami, namun berhubung ada keterbatasan jadwal kliring dari Bank Indonesia, uang Anda baru akan sampai di rekening bank pada tanggal 9 Mei 2016.

Penarikan yang dilakukan oleh member dengan rekening bank CIMB Niaga dan BRI, tetap diproses seperti biasa, begitu juga dengan semua proses deposit, jual dan beli Bitcoin dan Rupiah.

Terima kasih dan happy trading, Bitcoiners!





Sumber : blog.indodax.com

Ask Me Anything Session with TOKOIN

Halo Member Indodax,

Kita akan membahas lebih dalam mengenai TOKO bersama Andrew Riady – CMO of Tokoin.
Ada total hadiah 10.000 TOKO untuk 20 orang pemenang!

Live di Youtube.com/Indodax
? Hari Rabu, 2 Maret 2022
⏰ Pukul 19.00 WIB

? Jangan lupa subscribe channel youtube Indodax youtube.com/indodax agar tidak ketinggalan ya! ?

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Pengumuman Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H

English Version see below.

Halo, Bitcoiners!

Dalam minggu yang penuh rahmat ini, PT Bit Coin Indonesia mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 kepada seluruh keluarga Indodax.com yang merayakannya. Semoga kita semua senantiasa mendapat berkah dan selalu berada dibawah naungan Tuhan Yang Maha Esa. Tidak lupa kami ucapkan mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan kekeliruan yang pernah kami lakukan.

Sehubungan dengan adanya Libur Bank pada tanggal 5 Juli 2016 hingga 10 Juli 2016 (Selasa – Minggu), kami sampaikan hal-hal berkaitan penarikan dan deposit Rupiah dari akun Indodax.com Anda:

  1. Penarikan Rupiah ke rekening Bank selain CIMB Niaga dan BRI pada tanggal 05 Juli 2016 hingga 10 Juli 2016, akan dimutasi oleh pihak perbankan pada 11 Juli 2016;
  2. Penarikan Rupiah ke rekening CIMB Niaga dan BRI pada tanggal 5 Juli 2016 hingga 10 Juli 2016 berjalan seperti biasa;
  3. Deposit Rupiah menggunakan transfer SKN dan RTGS pada tanggal 5 Juli 2016 hingga 10 Juli 2016 TIDAK dapat diproses;
  4. Deposit Rupiah dari bank selain CIMB Niaga, BRI dan Sinarmas, akan diproses seperti biasa apabila menggunakan metode Online Transfer (ATM Bersama, Jaringan Prima dan Jaringan Alto);
  5. Deposit Rupiah menggunakan voucher dan partner exchanger Indodax.com tetap berjalan seperti biasa (sesuai dengan ketentuan masing-masing partner).

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, silakan hubungi customer service Indodax.com melalui e-mail di [email protected] atau melalui live chat disini.

Terimakasih kepada seluruh member VIP yang selama ini telah setia menggunakan jasa jual beli Bitcoin kami. Tanpa Anda, kami tidak akan bisa berkembang sampai sejauh ini. Kami dari Indodax.com akan terus berinovasi berusaha sekuat mungkin untuk memberikan pelayanan dan fasilitas yang terbaik kepada Anda, para pelanggan setia kami.

Salam sukses,

Indodax.com, your trusted Bitcoin solution!

———————————————————–———

Hello, Bitcoiners!

During this blessed week, PT Bit Coin Indonesia wishes Happy Eid Mubarak 2016 to every member of Indodax.com who celebrates it. May all the joys of life be showered upon you. We sincerely apologize for any mistakes and misunderstandings we have done in the past.

Considering that Bank Holidays will start from 5 to 10 July 2016 (Tuesday – Friday) in Indonesia, we are announcing several notifications regarding the Rupiah withdrawal and deposit you do through your Indodax.com account:

  1. Rupiah withdrawal to any other bank account aside from CIMB Niaga and BRI during 5-10 July 2016, will be processed by the banks on July 11th, 2016;
  2. Rupiah withdrawal to CIMB Niaga and BRI bank account during 5-10 July 2016 will be processed normally;
  3. Rupiah deposit using SKN and RTGS methods during 5-10 July 2016 will NOT be processed;
  4. Rupiah deposit using banks other than CIMB Niaga, BRI and Sinarmas during 5-10 July 2016 will be processed normally as long as you are transferring funds using the Online Transfer method (ATM Bersama, Jaringan Prima dan Jaringan Alto);
  5. Rupiah deposit using Vouchers through Indodax.com’s Partner Exchanger will be processed normally (additional rules may apply depends on the exchanger).

For further information, please contact our customer service by sending an e-mail to [email protected] or talk directly to one of our staffs through live chat here.

We would like to thank every VIP member for using our trading services for these last few years. Without your help and support, Indodax.comd would never be able to get this far. Indodax.com will continue to grow and innovate as best as we can in order to give you the best services and facilities. Thank you for staying with Indodax.com.

Kind regards,

Indodax.com, your trusted Bitcoin solution!





Sumber : blog.indodax.com

Museum Rekor Indonesia (MURI) Anugerahkan Penghargaan Khusus Pada CEO Indodax.com

Pernikahan CEO Indodax.com, Bapak Oscar Darmawan dan Ibu Yenni, yang berlangsung pada bulan September tahun lalu,  dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena telah berhasil menjadi orang Indonesia pertama yang pernikahannya tercatat dalam Blockchain—sebuah teknologi yang dikenal luas oleh publik sebagai teknologi yang menjalankan Bitcoin.

Dengan bantuan tim ahli dari Blockchain.co.id, janji pernikahan mereka tercatat di dalam jaringan Blockchain yang dapat dilihat oleh siapapun yang terhubung ke Internet. Janji nikah pasangan yang tersimpan di dalam transaksi 10ef0e, 5b5a06, 0062f6, 39f9ec, f041c4, 5ff791, c20f6b, 1be885, 017202u ini tidak akan bisa diubah, diduplikasi, atau diretas oleh siapapun karena datanya sudah tersebar di jutaan komputer di dunia. Penggunaan Blockchain dalam kasus ini menunjukkan bahwa teknologi ini tidak hanya berfungsi untuk menjalankan Bitcoin saja, namun juga untuk menyebarkan dan menyimpan data dalam sebuah database tanpa server yang dapat dijamin keamanan dan keabadiannya.

Janji pernikahan yang dapat Anda baca lebih lanjut di Bitcoinwedding.com ini hanyalah contoh kecilnya. Di masa mendatang, seperti yang sedang dikembangkan oleh berbagai negara maju saat ini, Blockchain akan digunakan untuk mendistribusikan dan menyimpan kontrak perusahaan, ijazah, dan berbagai akta mulai dari akta kelahiran, tanah, bangunan, hingga perkawinan. Inilah alasan mengapa perusahaan, lembaga perbankan dan organisasi raksasa dunia seperti Visa, Citibank, Sony, Walt Disney dan PBB mulai bereksperimen dengan teknologi Blockchain ini.

Informasi lebih lanjut mengenai Teknologi Blockchain dapat Anda lihat di Blockchain.co.id.





Sumber : blog.indodax.com

Buku “Mengenal Bitcoin & Cryptocurrency” karya Dimaz A. Wijaya Bahas Potensi Besar Bitcoin dan Blockchain

 

Sejak kelahiran mata uang digital bitcoin dan teknologi blockchain pada 2008, dua jargon itu cukup kontroversial, karena sifatnya yang desentralistik, khas arus informasi era Internet, dan lagi meniadakan peran bank dan lembaga keuangan lainnya dalam mentransfer uang digital. Berasaskan teknologi peer-to-peer, proses kirim uang semakin cepat, murah, luas, dan aman daripada menggunakan layanan perbankan biasa, terlebih-lebih memanfaatkan jasa Western Union.

Namun demikian, hingga saat ini, ratusan perusahaan internasional, seperti Microsoft, Amazon, Intel, Barclays, Citi, Visa, MasterCard, bahkan Western Union dan lain-lain kian banyak menggelontorkan modal untuk meneliti dan mengembangkan teknologi blockchain, yang menjadi fondasi bitcoin, agar kelak dapat diterapkan di perusahaan secara total. Kemudian di sisi saintifik, MIT kian dalam menelesuri pelbagai potensi teknologi keuangan disruptif itu.

Hingga tulisan ini disusun, harga 1 bitcoin setara dengan Rp. 8.500.000, naik sekitar 2 juta rupiah kurang dari 30 hari (coingecko.com/coindesk.com/Indodax.com). Bitcoin dibayang-bayangi oleh mata uang digital lainnya, seperti Ethereum, Litecoin, dan DAO.

Tidak seperti Jepang yang sudah melegalkan bitcoin yang posisinya setara dengan yen, Indonesia sendiri melalui Bank Indonesia masih gamang memandang bitcoin ini. Padahal di luar negeri, termasuk Uni Eropa, daripada melarangnya, mereka justru membuat badan khusus untuk meneliti ini. Warga Indonesia sendiri, berdasarkan data dari Indodax.com, jumlah pengguna bitcoin masih sedikit, pun demikian dengan jumlah transaksinya. Ini menandakan kesadaran finansial dan teknologi masyarakat Indonesia masih minim. Penyebab di antaranya, tentu saja tentang referensi bitcoin yang masih banyak dalam bahasa Inggris dan relatif sulit dipahami. Website-website khusus tentang bitcoin berbahasa Indonesia, memang sudah ada, tetapi kurang sistematis memetakan dari A-Z soal mata uang masa depan ini.

Buku Mengenal Bitcoin & Cryptocurrency yang ditulis Dimaz A. Wijaya ini terhitung sangat berani, karena topik seperti ini kurang populer, tetapi langka kalau dinilai dari sudut pandang pencinta bitcoin, padahal potensi teknologi blockchain adalah masa depan teknologi keuangan dan kelak digunakan luas, sebagaimana Internet saat ini. Para bankir, praktisi keuangan, peneliti komputer, programmer, dan terlebih-lebih pemerintah patut membaca buku ini sebagai basis perspektif menilai mata uang ini, bukan sekadar mencibir berdasarkan sumber yang dangkal. Menurut survey terbaru Pricewaterhouse Coopres (PwC), sebagaimana yang dikutip dari Kompas.com, pelaku industri jasa keuangan di Indonesia masih belum memprioritaskan penggunaan blockchain, sebuah teknologi basis data terdistribusi untuk optimalisasi proses bisnis.

Dengan riset yang baik, teknologi blockchain justru mampu sebagai solusi bagi e-voting, karena sangat aman berbanding teknologi e-voting yang ada saat ini, termasuk penerapan e-voting di Estonia.

Dimaz yang lulusan S2 di Monash University, Australia ini, punya beragam referensi dalam menulis, termasuk buku-buku yang ditulis oleh pakar-pakar bitcoin, termasuk Andreas Antonopoulos.

Selain bitcoin, penulis juga membahas secara mendalam soal Altcoin, alias mata-mata uang digital lain selain bitcoin, seperti litecoin, dogecoin, DAO, ethereum dan lain-lain. Di buku ini Anda menemukan seluk beluk mining untuk menghasilkan mata uang digital. (redaksi)

Data Buku

Judul: Mengenal Bitcoin & Cryptocurrency
Tahun terbit: 2016
Pengarang: Dimaz A. Wijaya

Kata Pengantar: CEO PT. Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan
Editor: Fauzan Nur Ahmadi, Vinsensius Sitepu
Penerbit: Puspantara.org, Medan
Format buku: Digital (Google Play Book)
Jumlah halaman: 102 halaman





Sumber : blog.indodax.com

Andri Setiawan: “Bitcoin adalah metode payout terbaik untuk bisnis online advertising”

Sebuah kisah nyata dari Andri Setiawan, seorang pengusaha yang mendapatkan penghasilan hingga puluhan juta Rupiah per minggu dari pemasangan iklan online di situsnya, news.viatekno.com.

Bapak Andri Setiawan, seorang pria yang telah berkeluarga dan dikaruniai seorang anak ini adalah seorang pebisnis yang juga aktif mencari penghasilan tambahan di dunia online. Namun tidak seperti kisah kebanyakan trader atau pengguna Bitcoin di Indonesia, awal perkenalan Bapak Andri dengan Bitcoin bukanlah berasal dari situs-situs faucet maupun bursa trading. Meskipun sempat beberapa kali diajak oleh rekannya untuk mencoba bermain dengan Bitcoin beberapa tahun yang lalu, beliau tidak begitu tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut tentang cryptocurrency ini hingga akhirnya dia melihat kata “Bitcoin” terpasang di salah satu metode payout situs iklan online yang digunakannya.

Bapak Andri sudah berkutat cukup lama di dunia online advertising dan bisa mendapatkan penghasilan hingga 1,500 USD (setara dengan 20 juta Rupiah) dalam waktu 2-3 hari saja dari pemasangan iklan Google Adsense. Ia tidak perlu melakukan apa-apa untuk mendapatkan penghasilan tambahan seperti ini. Setiap klik yang diberikan pengunjung situsnya akan secara otomatis berubah menjadi uang yang bisa ia gunakan untuk menghibur buah hatinya.

Bapak Andri sudah menggunakan Google Adsense sejak tahun 2012, dan kini ia tertarik untuk mencoba memasang iklan dari Adsterra berkat rekomendasi sahabat-sahabatnya. Meskipun beliau sudah mendengar istilah Bitcoin sejak lama, ia baru benar-benar tertarik untuk menggali lebih dalam ketika ia melihat Bitcoin muncul sebagai salah satu metode payout di Adsterra. Melihat fee payout Adsterra via transfer bank memakan biaya hingga 50 USD per transaksi dengan minimum payout 1,000 USD, Bapak Andri merasa sudah waktunya bagi dia untuk memilih metode payout yang lain. Berhubung PayPal juga memungut biaya yang besar, Pak Andri merasa Bitcoin merupakan pilihan terbaik untuk mendapatkan uangnya. Ternyata hasilnya sangat memuaskan, dimana ia menerima 416 USD dalam bentuk Bitcoin secara instan dari Adsterra tanpa potongan biaya apapun. Tidak hanya itu, minimum payout untuk Bitcoin juga hanya sebesar 100 USD, sehingga dana bisa ditarik dalam waktu yang singkat.

Bapak Andri turut menambahkan bahwa menerima Bitcoin sebagai bayaran dari Adsterra juga memberikan keuntungan tambahan yang muncul dari fluktuasi harga Bitcoin. Berhubung harga Bitcoin terus berubah setiap detiknya, terkadang Bapak Andri menunggu sampai harga Bitcoin naik, baru ia jual Bitcoinnya ke Rupiah melalui akun Indodax miliknya. Dengan begitu, ia dapat menerima lebih banyak uang bila dibandingkan menggunakan metode payout yang lain, dan mendapatkan kurs yang lebih bagus daripada ketika ia menerima uangnya dalam bentuk USD. Ditambah lagi, semua transaksi dengan Bitcoin berjalan gratis dan instan.

“Daripada mencari Bitcoin lewat situs-situs faucet, lebih baik kita membuat sebuah situs dan pasang iklan disana, lalu share situsnya via sosial media seperti facebook supaya mendapatkan banyak visitor. Bitcoin yang didapatkan dari sana pasti lebih banyak jumlahnya daripada kita menghabiskan waktu bermain faucet,” ujarnya sambil tertawa. “Membuat akun Bitcoin juga ternyata sangat mudah dan banyak keuntungannya. Andai saja Google Adsense sekarang juga bisa membayar saya dalam bentuk Bitcoin.”

Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba berbisnis di online advertising dan memasang iklan di situs pribadi Anda, kunjungi Adsterra.com, dan nikmati kemudahan menerima pembayaran dalam Bitcoin dimana transaksi pembayaran terjadi secara instan, tanpa pemotongan biaya komisi, dan tanpa minimum payout yang tinggi.

Kisah nyata dari Andri Setiawan

Ditulis ulang oleh Suasti Atmastuti Astaman

Business Development Manager of Bitcoin Indonesia

Sumber foto: http://themerkle.com/wp-content/uploads/2016/06/bitcoin21.jpg





Sumber : blog.indodax.com