Category Archives: indodax

Investasi Rutin Harian atau Bulanan Lebih Mudah di INDODAX

Halo, member INDODAX,

Saat ini, kamu bisa menikmati fitur investasi dengan nominal yang sama setiap hari atau setiap bulannya dengan fitur Investasi Rutin.

Kamu dapat berinvestasi rutin secara otomatis melalui Wallet IDR atau E-Wallet yang kamu miliki untuk pembelian koin setiap hari atau setiap bulannya.

Fitur Investasi Rutin ini sudah dapat diakses melalui INDODAX Mobile App dengan mode Pro dan Lite serta https://indodax.com/ 

Pelajari lebih lanjut mengenai apa itu Investasi Rutin atau Dollar Cost Averaging (DCA) di INDODAX Academy

Berikut adalah langkah-langkah menggunakan fitur Investasi Rutin pada versi INDODAX Mobile App:

  1. Buka aplikasi INDODAX versi Android atau iOS dan pilih menu “Investasi Rutin” pada mode Lite

  2. Jika kamu menggunakan Mode Pro, kamu bisa buka aplikasi INDODAX versi Android atau iOS, pilih menu “Invest Rutin

  3. Klik menu “Pasang Investasi Rutin

  4. Pilih Nominal Investasi dan koin yang ingin kamu investasikan melalui fitur Investasi Rutin, pilih “Frekuensi Transaksi”, dan sumber dana, lalu setujui syarat ketentuannya, dan klik “Mulai Investasi

  5. Cek kembali Detail Investasi Rutin kamu, jika sudah sesuai klik “Konfirmasi

  6. Setelah itu, kamu akan berhasil memasang fitur Investasi Rutin
  7. Jika, kamu sudah berhasil memasang Investasi Rutin, kamu dapat melihat fitur Investasi Rutin yang sedang berjalan (Aktif) atau (Riwayat) Investasi Rutin sebelumnya jika kamu pernah menggunakan fitur Investasi Rutin

  8. Kamu juga bisa mengecek detail Investasi Rutin dengan klik aset kripto pada investasi rutin yang aktif

Apabila memiliki pertanyaan atau untuk informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui Call Center di (021) 50658888.

Salam,

INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Apakah Bitcoin sesuai dengan Syariah?

 

Artikel asli ditulis oleh Davi Barker, The Muslim Agorist

Artikel ini sebenarnya ditujukan lebih kepada kaum muslim, namun saya coba menulisnya dengan bahasa yang lebih sederhana agar lebih mudah dipahami. Diharapkan artikel ini memudahkan bagi umat muslim untuk meningkatkan pengetahuan di dalam dunia finansial.

Saya sebenarnya berada dalam posisi yang kurang nyaman karena saya menjadi satu-satunya orang yang saat ini dianggap cukup mampu menjawab pertanyaan tersebut. Saya tidak merasa bangga mengenai fakta tidak terlalu banyak orang Muslim yang mampu menjawab pertanyaan ini selain saya tetapi justru sebenarnya saya merasa sedih karena sangat sedikit rasa ketertarikan yang dimiliki oleh komunitas Muslim untuk mempelajari mengenai topik ini.

Para Muslim terpelajar yang pernah saya wawancarai tidak pernah mengerti banyak tentang apa itu sebenarnya Bitcoin. Sedangkan orang-orang yang bersikap antusias terhadap Bitcoin rata-rata tidak mengerti mengenai aspek-aspek yang dibahas didalam Hukum Islam. Melihat situasi yang seperti ini, saya berharap menjadi salah satu jembatan yang bisa menghubungkan kedua komunitas ini (Bitcoin dan Muslim).

Perlu kita ketahui ada beberapa aspek dalam Hukum Islam yang hanya berlaku pada mata uang, khususnya aturan-aturan mengenai peminjaman dan donasi — hal ini jugalah yang menjadi alasan mengapa kita melihat banyak lembaga finansial dan bank bermunculan dan mengklaim bahwa mereka sesuai dengan ajaran Syariah atau adanya tempat donasi yang berkaitan erat dengan Zakat di negara-negara Barat. Bahkan banyak yang berspekulasi adanya keberadaan bank dengan landasan syariah karena mempunyai alasan utama menjadikan komunitas Muslim sebagai target mereka, dan lembaga amal Islam juga menjadi bagian dari kebijakan domestik mereka.

Apa itu sebenarnya Zakat ? Zakat adalah sebuah bentuk amal tahunan yang diberikan oleh kaum Muslim, yang dihitung sebanyak 2,5% dari total kekayaan mereka termasuk harta dalam bentuk komoditas tertentu seperti logam mulia. Zakat sebisa mungkin langsung dibagikan ke kaum miskin dan kelaparan, anak-anak yatim piatu, serta para pengembara.

Saat ini, sebenarnya saya memiliki keraguan mengenai tingkat syariah dari mata uang kertas saya (US Dollar). Saya tidak mengerti mengapa sebuah kertas yang dicetak oleh Bank Sentral Amerika Serikat berbeda dengan kertas yang dicetak oleh Parker Bersaudara (“Perusahaan Game Monopoli”). Saya juga tidak paham mengapa kalau begitu kita tidak memberi Zakat dalam bentuk uang monopoli saja. Hanya karena kehati-hatian saya menerapkan hukum Islam yang membuat saya mau memberikan Zakat dalam bentuk uang kertas. Saya tidak akan pernah mau memberikan zakat dari logam mulia saya dengan menggunakan uang kertas, itu artinya saya harus menemukan lembaga penerima Zakat yang mau dibayar dengan logam mulia. Saya malakukan zakat ke Hidaya Foundation karena saya mengagumi integritas mereka, dan saya percaya bahwa mereka akan menyalurkan kontribusi saya dengan tujuan yang baik. Namun hingga kini, saya belum menemukan lembaga penerima Zakat yang mau menerima Bitcoin.

Untuk membahas hal ini kita harus memulainya dengan pertanyaan, “Apa yang disebut dengan mata mata uang secara Islam?” Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya akan menggunakan karya Sheikh Imran Hosein, khususnya dalam bukunya yang berjudul “The Gold Dinar and Silver Dirham” (Dinar Emas dan Dirham Perak). Beliau adalah salah satu pelajar Islam yang paling berpengalaman dalam topik ini.

Sheikh Imran Hosein mengindentifikasi adanya enam klasifikasi komoditas yang dapat digunakan sebagai mata uang oleh para pengikut Nabi Muhammad. Di dalam Al-Quran disebutkan secara eksplisit bahwa emas dan perak dapat digunakan sebagai mata uang, namun ketika umatnya sedang kehabisan suplai dari emas dan perak, maka mereka dapat menggunakan buah kurma, gandum, jelai dan garam sebagai mata uang. Selanjutnya, kita memiliki catatan bahwa Nabi Muhammad menerapkan aturan yang terkait dengan mata uang menggunakan komoditas-komoditas tersebut, tetapi tidak untuk barang lain seperti contohnya ternak, yang tidak dapat digunakan menjadi mata uang.

Dalam generasi-generasi berikutnya, kaum Muslim menerima beberapa koin asing sebagai mata uang tetapi tidak menerima semuanya, banyak juga yang ditolak sebagai mata uang. Mereka menggunakan komoditas-komoditas baru di daerah dimana enam komoditas asli yang biasa mereka gunakan tidak tersedia, contohnya saja menggunakan beras saat di Indonesia dan gula saat di Kuba.

Jadi, mengapa dan apa alasan beberapa koin diterima sebagai mata uang sedangkan yang lain ditolak? Mengapa menggunakan beberapa komoditas ini, dan menolak yang lain? Sheikh Imran Hosein mengidentifikasi enam ciri-ciri umum yang dapat dijadikan sebagai mata uang yang syariah dalam Islam.

  1. Mata Uang adalah sesuatu yang berupa makanan atau logam mulia.
  2. Mata Uang tersedia secara bebas dan tidak diatur siapapun.
  3. Mata Uang bersifat tahan lama dan tidak mengalami kerusakan atau korosi.
  4. Mata Uang memiliki nilai intrinsik.
  5. Mata Uang itu diciptakan dan dibuat berharga oleh Tuhan.
  6. Mata Uang berfungsi sebagai sebuah media pertukaran.

Saya sebenarnya ingin membantah ciri mata uang yang pertama. Sheikh Imran Hosein menyimpulkan persyaratan bahwa uang harus berbentuk logam atau makanan dari daftar asli, namun hal tersebut tidak dinyatakan secara eksplisit dalam teks. Ada kemungkinan bahwa komoditas-komoditas itu digunakan karena memenuhi lima persyaratan yang lain. Dalam menjelaskan ciri pertama Sheikh Imran Hosein menulis:

“Beberapa ulama Islam berpendapat bahwa manusia bebas untuk menggunakan apapun, bahkan sebutir pasir, sebagai mata uang. Mereka kemudian pergi untuk menyatakan bahwa tidak ada larangan dalam mencetak kertas untuk digunakan sebagai uang dan kemudian menetapkan nilai berapapun untuk kertas tersebut. Tanggapan kita adalah bahwa hanya Allah Swt yang berhak berdiri sebagai al-Razzaq, Sang Pencipta Kekayaan. Siapapun yang mencoba untuk memiliki hak prerogatif ilahi dengan menciptakan kekayaan dari kertas, atau sewenang-wenang menetapkan bahwa butiran pasir memiliki nilai yang berbeda dari nilai alami mereka, akan dinyatakan bersalah karena dianggap Shirk (menyembah berhala).”

Penolakannya terhadap pasir dan kertas bukanlah karena komoditas tersebut tidak berbentuk logam atau makanan, tetapi karena mereka tidak memiliki nilai intrinsik. Ketika menjelaskan arti nilai intrinsik, nilai alami, dan nilai yang diberikan Tuhan, yang kerap ia gunakan secara bergantian, hasil ujinya adalah bahwa nilai yang murni ditentukan oleh penawaran dan permintaan, dan tidak secara artifisial (tiruan) diciptakan oleh suatu lembaga pusat (bank sentral). Menurut saya, jika sebuah komoditas tidak berbentuk logam atau makanan namun memenuhi lima ciri yang lain, maka komoditas tersebut dapat dikategorikan sebagai mata uang. Misalnya, batu Rai dari Mikronesia, manik-manik Wampum yang digunakan oleh beberapa penduduk asli Amerika, atau bulu berang-berang yang digunakan sebagai mata uang di era pra-Revolusi Amerika.

Sekarang kita perlu bertanya, “Apa itu Bitcoin?”

Bitcoin adalah sebuah digital asset yang tersebar dalam jaringan peer-to-peer yang tersebar di seluruh dunia. Jaringan ini memiliki sebuah buku akutansi besar bernama Blockchain yang dapat diakses oleh publik, dimana didalamnya tercatat semua transaksi yang pernah dilakukan oleh seluruh pengguna Bitcoin, termasuk saldo yang dimiliki oleh tiap pengguna. Dalam memproses semua transaksi, para penambang Bitcoin harus menyelesaikan sebuah perhitungan matematika yang rumit. Ketika mereka berhasil menemukan solusinya, sebuah blok akan terbentuk di dalam Blockchain, dan para penambang itu akan memperoleh Bitcoin baru yang terlahir dari sistem. Bitcoin ini akan mereka sebarkan kembali ke dalam jaringan ketika mereka melakukan transaksi dengan para pengguna Bitcoin yang lain. Proses penciptaan Bitcoin ini akan berkurang seiring berjalannya waktu. Dalam waktu yang telah ditentukan, jumlah Bitcoin yang ada tidak akan melebihi 21 juta Bitcoin, dan yang lebih penting lagi adalah, Bitcoin tidak akan bisa dimanipulasi oleh siapapun.

Setiap transaksi publik mempunyai kunci privat (private key) yang sesuai sehingga hanya pihak penerima-lah yang dapat melakukan transaksi berikutnya. Transaksi akan disiarkan ke dalam jaringan, dicatat dalam buku besar, dan sebuah kunci baru akan diciptakan untuk memberikan hak kepemilikan penuh kepada pihak penerima meskipun secara teknis, informasi tersedia pada setiap komputer yang terhubung dalam jaringan.

Hasilnya, Bitcoin dapat ditukar secara bebas oleh siapa saja yang terhubung dalam jaringan, bahkan melewati batas nasional. Transaksi ini dapat dilakukan tanpa lembaga apapun sebagai perantara. Transaksi dapat dilakukan dari mana saja di dunia selama mereka memiliki akses ke jaringan. Dan transaksi ini berpotensi untuk dilakukan secara anonim.

Jadi bagaimana penjelasan ini bisa berkaitan dengan definisi kita tentang mata uang?

Pertama, apakah Bitcoin itu termasuk logam mulia atau makanan? Tentu tidak, tapi seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya, saya tidak yakin masalah ciri logam mulia atau makanan ini adalah kriteria yang baik dalam menentukan apakah suatu komoditas itu dapat dianggap mata uang atau tidak.

Kedua, apakah Bitcoin memiliki pasokan yang melimpah dan tersedia secara bebas? Tentu saja. Siapapun bisa menjadi penambang Bitcoin hanya dengan memberikan waktunya untuk menjalankan proses komputer yang diperlukan, atau mereka dapat memperoleh Bitcoin dengan menukarkan mata uang lain untuk digital asset tersebut, atau bisa juga menerimanya sebagai pembayaran.

Ketiga, apakah Bitcoin bersifat tahan lama? Tentu saja. Jika Anda menyimpan Bitcoin Anda pada flash drive dan menyembunyikannya di bawah kasur Anda selama 20 tahun, data akan tetap utuh. Ada kemungkinan bahwa data bisa rusak, sehingga tidak tahan lama seperti emas atau perak, tetapi setidaknya lebih tahan lama daripada gandum atau jelai.

Keempat, apakah Bitcoin memiliki nilai intrinsik? Orang-orang bertanya padaku sebenarnya Bitcoin dijamin oleh apa. Jawabannya adalah Bitcoin berharga karena orang menghargai Bitcoin. Apa yang menjamin sebatang emas? Jawabannya adalah sama. Emas hanya berharga karena orang menghargai emas. Tidak ada bank sentral yang menyatakan bahwa Bitcoin berharga. Bitcoin didukung dengan sendirinya, dan itulah yang dimaksud dengan nilai intrinsik. Beberapa orang menghargai Bitcoin untuk potensi anonimitas yang ditawarkannya, beberapa mendukung Bitcoin karena dapat ditransfer melalui internet tanpa biaya, dan orang lainnya mendukung Bitcoin dengan alasan untuk mendapatkan ketenangan pikiran karena akun mereka tidak akan bisa dibekukan oleh siapapun. Apapun alasan mereka dalam menghargai Bitcoin, alasannya disebabkan oleh karakteristik yang melekat pada desain Bitcoinnya, bukan di luar itu. Itulah nilai intrinsik dari Bitcoin.

Kelima, apakah Bitcoin ada dalam penciptaan, dan dibuat berharga oleh Allah? Hal ini sulit untuk dijawab karena biasanya tidak menjadi bagian dari analisis ekonomi. Hasil uji untuk ini, menurut Sheikh Imran Hosein, adalah bahwa harga ditentukan oleh penawaran dan permintaan, dan tidak sewenang-wenang ditetapkan oleh Bank Sentral. Jadi, misalnya, umat Islam pada awalnya menerima koin tembaga asing—meskipun tembaga bukan salah satu dari enam komoditas asli yang digunakan oleh para pengikut Nabi Muhammad—namun mereka mengabaikan nilai nominal koin dan memperdagangkannya pada harga tembaga di pasar. Bitcoin tidak memiliki nilai nominal. Tidak ada Bank Sentral yang sewenang-wenang memberikan nilai untuk digital asset tersebut dengan nilai yang berbeda dari nilai alami mereka. Situs perdagangan online seperti Bitstamp memperjualbelikan Bitcoin seperti halnya Kitco memperdagangkan emas dalam pasar yang harganya terus berubah sesuai penawaran dan permintaan.

Saya memikirkannya seperti ini. Emas ada dalam penciptaan, tetapi tidak memiliki harga sampai akhirnya ditambang dan dibuat menjadi bentuk yang berguna. Emas membutuhkan tenaga manusia yang mengolah dan mendesainnya terlebih dahulu untuk mendapatkan nilainya. Demikian pula dengan Bitcoin. Solusi untuk masalah matematika yang ada dalam penciptaan mungkin tidak bersifat material, tetapi mereka ditemukan (atau diolah) bukan diciptakan. Tapi mereka tidak berharga sampai mereka diolah oleh para penambang Bitcoin dan didesain oleh jaringan Bitcoin. Hukum ekonomi yang mengatur fluktuasi harga mencerminkan nilai yang diberikan Allah, meskipun jika bentuk program Bitcoin, seperti koin, adalah rancangan manusia. Bagi saya, Bitcoin memenuhi persyaratan ini, tetapi saya bisa melihat bagaimana orang lain mungkin membantah kesimpulan tersebut.

Keenam, apakah Bitcoin berfungsi sebagai alat tukar? Tentu saja. Bitcoin digunakan oleh ribuan orang setiap harinya untuk membeli, menjual dan diperdagangkan dan Bitcoin sendiri dapat dibagi hingga delapan angka desimal.

Jadi, dari enam persyaratan mata uang dalam Islam, Bitcoin secara mudah dapat memenuhi empat persyaratan secara sempurna, memenuhi salah satu syarat yang masih bisa diperdebatkan, dan tidak memenuhi salah satu persyaratan yang menurut saya tidak perlu untuk dipermasalahkan.

Bagaimana jika kita bandingkan Bitcoin dengan uang kertas? Uang kertas tidak berupa logam atau makanan. Karena terjadi inflasi, uang kertas tidak bersifat tahan lama, dan nilainya berkurang dari waktu ke waktu. Tidak memiliki tidak intrinsik, tetapi berasal dari hukum legal tender yang mewajibkan penggunaannya. Harganya tidak ditentukan oleh penawaran dan permintaan, tetapi ditetapkan oleh lembaga terpusat atau bank sentral. Uang kertas hanya memenuhi dua dari enam persyaratan utama, yaitu: berlimpah dan berfungsi sebagai alat tukar—dan ciri itupun terpenuhi karena diwajibkan oleh hukum umum atau sekuler.

Dalam situasi terbaik, uang kertas hanya dapat memenuhi dua dari enam ciri syarat mata uang dalam hukum Islam, sementara Bitcoin memenuhi empat atau lima syarat mata uang. Jadi, umat Islam yang menganggap kertas sebagai mata uang tentu harus menganggap Bitcoin sebagai mata uang, mungkin lebih daripada itu. Kaum Muslim yang menolak uang kertas dan sedang mencari alternatif lain harus mulai mencari tahu tentang Bitcoin. Kita sekarang hidup di kondisi dimana logam mulia hampir tidak umum dipergunakan lagi sebagai nilai tukar di kalangan orang-orang biasa seperti di masa lalu. Saya melihat improvisasi yang cantik menganai pada masa lalu, dasar ekonomi berpindah kepada makanan ketika persediaan logam mulia sudah mulai langka. Dan hari ini ekonomi digital kita mulai berpindah ke digital asset saat logam mulia mulai langka, atau bahkan tidak boleh dipergunakan sebagai mata tukar. Oleh karena itu kesimulannya, saya menyebut Bitcoin cocok sebagai mata uang. Anda bebas untuk menyetujui pendapat saya atau tidak. Tetapi yang pasti saat ini saya sedang menunggu lembga Zakat yang mau menerima Bitcoin sehingga saya bisa melakukan Zakat saya melalui Bitcoin.

Sumber Artikel
[diterjemahkan oleh Oscar Darmawan dan Suasti Atmastuti]





Sumber : blog.indodax.com

Trading Class INDODAX Juli 2025

Halo Member INDODAX,

Trading Class INDODAX kembali hadir! Yuk ikutan Class Trading For Living dari INDODAX Academy.
Di class ini kalian bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang cara trading yang tepat dan bijak dari M. Yoga Agustian (Community INDODAX)

Class ini dibuka GRATIS untuk umum setiap hari Sabtu 12 Juli dan 19 Juli (Minggu 2 & Minggu 3) selama bulan Juli 2025 pukul 09.00-12.00 WIB.

Selain edukasi, Kamu juga berkesempatan untuk mendapat benefit Recording Class dan Merchandise untuk 5 orang terpilih.

Jadi tunggu apa lagi, buruan daftarkan diri kalian di class  ini, eksklusif hanya untuk 200 peserta Online Class dan 50 peserta untuk offline class, dapatkan kesempatan untuk mendapatkan merchandise eksklusif dari INDODAX! Periode pendaftaran Trading Class INDODAX ini dibuka hingga 8 Julii 2025.

Link pendaftaran: bit.ly/TradingClassJuli2025

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Perbedaan Bitcoin Exchange dan Bitcoin Wallet

 

Bagi Anda yang sudah terbiasa berkutat di dunia Bitcoin dan Blockchain, pasti akan tersenyum ketika mendengar pertanyaan “Apa yang membedakan antara Bursa Bitcoin (atau Bitcoin Exchange) dengan Dompet Bitcoin (Bitcoin Wallet)?” berhubung keduanya sudah jelas berbeda. Namun Anda akan terkejut dengan betapa banyaknya orang-orang diluar sana yang belum paham betul tentang kedua hal tersebut dan terkadang menganggapnya sebagai suatu hal yang sama. Artikel ini dibuat khusus untuk menjabarkan secara lebih detail apa yang membedakan antara sebuah bursa Bitcoin dan sebuah dompet.

Bitcoin Exchange

Bitcoin Exchange, atau bursa Bitcoin, merupakan sebutan untuk perusahaan yang menyediakan tempat (platform) khusus yang bisa digunakan oleh orang-orang dari berbagai negara untuk menukarkan Bitcoin dengan mata uang fiat (seperti Dolar AS, Euro, Yuan, Rupiah, dll) atau dengan cryptocurrency yang lain. Sebagai contoh, Indodax adalah sebuah Bitcoin Exchange di Indonesia yang bisa Anda gunakan sebagai tempat untuk memperdagangkan Bitcoin Anda dengan Rupiah atau menukarkannya secara gratis ke cryptocurrency lain yang tersedia di dalam market seperti Ethereum, Litecoin, Dogecoin, DASH, Ripple, dan berbagai cryptocurrency lainnya.

map-bitcoin

Bitcoin Exchange biasanya menyediakan sebuah dompet sementara (temporary wallet) untuk menampung saldo mata uang fiat atau cryptocurrency yang akan diperdagangkan oleh pengguna. Sebagai contoh, Indodax menyediakan dompet temporer untuk menampung saldo Bitcoin, Rupiah dan cryptocurrency lain yang disupport oleh market untuk mempermudah para penggunanya dalam melakukan trading. Ketika Anda ingin menjual Bitcoin ke Rupiah di Indodax, Anda harus terlebih dahulu memindahkan Bitcoin dari dompet pribadi Anda (atau bisa dari Exchange maupun perusahaan-perusahaan lain seperti perusahaan cloud mining, faucet, dan sebagainya) ke dompet temporer yang tersedia di akun Indodax Anda. Setelah melakukan deposit Bitcoin, Anda akan melihat saldo Bitcoin Anda di akun Indodax dan dari sana, Anda bisa dengan mudah menjualnya ke Rupiah.

Bila bursa Bitcoin didirikan dengan tujuan untuk melayani proses perdagangan cryptocurrency, dompet Bitcoin, atau Bitcoin Wallet, diciptakan murni untuk menyimpan atau mengirimkan Bitcoin saja. Dompet Bitcoin bentuknya sangat beragam dengan interface yang berbeda. Anda bisa melihat tipe-tipenya didalam infographic karya Cointelegraph berikut.

wallet

Untuk mempermudah pengguna bertransaksi dari berbagai device, kini sudah ada banyak perusahaan yang bergerak sebagai wallet provider, seperti Blockchain.info, Copay, dan Airbitz. Berbeda dengan Bitcoin Exchange, perusahaan yang bergerak sebagai wallet provider tidak menyediakan platform perdagangan Bitcoin, kecuali perusahaan tersebut juga beroperasi sebagai sebuah exchange, contohnya: Coinbase.

Ketika Anda membuat sebuah wallet di situs seperti Blockchain.info, Anda akan mendapatkan akses ke sebuah dompet Bitcoin yang hanya bisa digunakan untuk menyimpan dan mengirimkan Bitcoin saja. Anda bisa menganggapnya seperti sebuah dompet biasa yang Anda gunakan untuk menyimpan uang kertas Anda yang tentunya bisa diambil sewaktu-waktu dan dipindahkan ke tempat lain. Namun berbeda dengan dompet untuk uang cash, dompet Bitcoin ini lebih seperti buku rekening bank yang mencatat semua daftar transaksi Anda sejak pertama kali dompet itu dibuat. Kapan Anda mengirimkan/menerima Bitcoin, berapa jumlah Bitcoin yang ditransaksikan, dan darimana atau kemana Bitcoin itu ditransaksikan, semua terpampang jelas disana. Lebih hebatnya lagi, Anda tidak perlu mengecek riwayat transaksi Anda hanya lewat situs Blockchain.info tempat Anda membuat dompet saja. Andaikan server Blockchain.info down, Anda masih tetap bisa mengeceknya di berbagai situs yang lain. Anda juga masih bisa mengakses dompet Bitcoin Anda selama Anda membackup-nya dengan baik.

Bagaimana cara mengamankan dompet Anda? Hal ini akan kita bahas di artikel berikutnya.

Dari penjabaran diatas, kita bisa menyimpulkan satu poin penting yang membedakan antara sebuah Bitcoin Exchange dan sebuah Bitcoin Wallet yaitu dari bentuk layanan yang disediakan. Anda tidak bisa menjual atau membeli Bitcoin Anda di dompet Bitcoin Anda, dan meskipun Anda bisa menyimpan Bitcoin Anda di dompet sementara yang disediakan oleh sebuah Bitcoin Exchange, dompet Bitcoin dapat memberi kenyamanan, kemudahan dan keamanan ekstra tanpa server yang jarang disediakan oleh Exchanger. Bila Anda bayangkan Bitcoin sebagai emas, sebuah Bitcoin Exchange adalah toko emas tempat dimana Anda bisa menjual/membeli emas tersebut dengan Rupiah, sedangkan dompet Bitcoin dapat Anda anggap sebagai brankas pribadi yang bisa Anda jadikan sebagai tempat menyimpan emas. Tingkat keamanan brankas tersebut bisa Anda atur sendiri sesuka hati, dan hanya Anda yang memegang kunci untuk membukanya tanpa perlu bergantung pada siapapun. Bedanya dengan emas, ‘brankas’ Bitcoin dapat dengan mudah disimpan di dalam smartphone Anda dan bisa dibawa kemanapun untuk dibelanjakan.





Sumber : blog.indodax.com

Informasi Delisting: ASIXV2, MBL, AOA, AA, AAZ, & ABI

Halo Member INDODAX,

Sebagai crypto exchange yang aman dan tepercaya di Indonesia, INDODAX selalu berkomitmen untuk menyediakan aset kripto berkualitas untuk diperdagangkan.

INDODAX memutuskan untuk melakukan delisting aset kripto ASIXV2, MBL, AOA, AA, AAZ, & ABI yang akan dilakukan pada Kamis, 10 Juli 2025, pukul 14.00 WIB. Kami menghimbau Member INDODAX yang memiliki aset kripto ASIXV2, MBL, AOA, AA, AAZ, & ABI untuk melakukan withdrawal secara mandiri.

Setelah delisting dilakukan, member INDODAX tetap dapat melakukan withdrawal, namun tidak dapat melakukan deposit ataupun trading untuk aset kripto tersebut.

Jangan khawatir karena aset kripto kamu yang kamu miliki tetap aman dan akses withdrawal akan dibuka sampai pemberitahuan berikutnya.

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui nomor telepon di (021) 50658888.

 

Salam,

INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Pelajari Bitcoin secara lebih mendalam melalui buku “Bitcoin Tingkat Lanjut” karya Dimaz Ankaa Wijaya

 

Telah terbit karya terbaru Dimaz Ankaa Wijaya, “Bitcoin Tingkat Lanjut”, yang bisa Anda download di Google Play Store!

Saat Bhagwan Chowdhry, pakar ekonomi dan akademisi dari UCLA, menominasikan Satoshi Nakamoto sebagai kandidat penerima Nobel untuk sains ekonomi tahun 2016, ia tidak sedang bergurau. Bitcoin, sistem yang diperkenalkannya ke publik di tahun 2009 lalu, telah menyita banyak perhatian. Bitcoin tidak hanya mempopulerkan kembali sistem peer-to-peer, melainkan juga telah menggugah pemikiran para intelektual untuk mengeksplorasi segala sisi Bitcoin. Bitcoin hanyalah permulaan. Kita akan melihat revolusi teknologi besar-besaran di masa depan dengan ide yang diperkenalkan Nakamoto.

Semua orang yang tertarik dengan cryptocurrency dan hendak mempelajarinya lebih lanjut sangat tepat jika bertitik tolak dari Bitcoin. Bitcoin memiliki hal-hal teknis yang menarik dipelajari, seperti yang disajikan oleh buku ini. Buku ini membahas beberapa hal yang ada dalam Bitcoin dengan lebih mendetail. Bagian Pertama membahas landasan teori tentang Bitcoin: apa dan bagaimana sistem Bitcoin berjalan, kelebihan, dan kekurangan Bitcoin.

Bagian Kedua berisi tentang beberapa teknik kriptografi dan teknologi yang diimplementasikan di dalam Bitcoin. Bagian Ketiga khusus mengulas tentang privasi dan anonimitas yang terkait dengan Bitcoin. Bagian ini juga menyebutkan analisis transaksi Bitcoin dan solusi-solusi anonimitas yang tersedia. Bagian Keempat didesain bagi Anda yang tertarik untuk memahami lebih jauh tentang fitur scripting yang disematkan di dalam sistem Bitcoin.

Setelah membaca buku ini, Anda diharapkan dapat memahami mengapa banyak orang jatuh cinta pada Bitcoin dan cryptocurrency. Di era Internet seperti sekarang, tipe digital asset berbasis kriptografi ini tampaknya cukup menjanjikan untuk diimplementasikan.

Anda juga mungkin akan tertarik dengan solusi-solusi berbasis blockchain lainnya seperti smart contract yang diaplikasikan pada berbagai bidang teknologi lain seperti Internet of Things dan keamanan sistem. Penulis berterima kasih kepada seluruh anggota tim Forensik Digital Direktorat Jenderal Pajak: Pak Andri, Izazi, Dony, Fatwa, Wishnu, Budi, dan teman-teman lain yang tidak dapat disebutkan satu-persatu. Penulis juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, Kementerian Keuangan. Penulis juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada para supervisor yang masih saja berperan penting, bahkan ketika penulis telah menyelesaikan pendidikan: Dr. Joseph Liu dan Dr. Ron Steinfeld.





Sumber : blog.indodax.com

Ailey (ALE), Maple Finance (SYRUP), Marlin (POND), Onyxcoin (XCN), Access Protocol (ACS), Fusionist (ACE), Solidus Ai Tech (AITECH) Listing di INDODAX

Halo Member INDODAX,

Dengan senang hati kami mengumumkan aset kripto baru yang akan ditambahkan ke marketplace INDODAX yaitu:

Harap catat jadwal berikut:

  • Open Deposit: 25 Juni 2025, 14:00 WIB
  • Open Trading: 26 Juni 2025, 14:00 WIB

Peringatan Risiko: Berinvestasi dalam cryptocurrency memiliki risiko tinggi. Pasar cryptocurrency beroperasi tanpa batasan waktu, sehingga tidak ada waktu buka atau tutup yang tetap. Mohon lakukan penilaian risiko Anda sendiri sebelum memutuskan untuk berinvestasi dalam cryptocurrency dan teknologi blockchain. Indodax berupaya untuk menyaring semua aset digital sebelum tersedia di platform, namun, meskipun telah dilakukan pemeriksaan yang ketat, tetap ada risiko yang melekat pada setiap investasi. Indodax tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari investasi Anda.

Untuk pertanyaan atau bantuan lebih lanjut, silakan hubungi kami di [email protected].

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Bagaimana cara mengamankan dompet Bitcoin?

 

Sebelum kita mempelajari bagaimana cara mengamankan dompet bitcoin, mari kita bahas sedikit tentang apa yang dimaksud dengan dompet bitcoin itu sendiri. 

Bitcoin disimpan dalam sebuah akun yang disebut Dompet Bitcoin (Bitcoin Wallet). Dompet Bitcoin keluaran perusahaan manapun dapat digunakan untuk menyimpan bitcoin dan Anda bisa mendownloadnya secara gratis di Google Play Store atau Apple Store. Terhitung ada ratusan perusahaan di dunia yang membuat dompet Bitcoin hingga saat ini, namun demi keamanan akun Anda, kami sarankan untuk mencari aplikasi yang memiliki jumlah download terbanyak dan bintang review tertinggi. Bila Anda tertarik untuk membandingkan kelebihan dan kekurangan dompet Bitcoin yang beredar saat ini, kunjungi Bitcoin.org. Berikut adalah contoh-contoh dompet Bitcoin yang direkomendasikan oleh situs tersebut:

screen-shot-2016-10-29-at-9-54-06-am

Setelah menginstall wallet, Anda akan mendapatkan sebuah alamat Bitcoin (Bitcoin Address). Dari dompet Bitcoin tersebut, Anda bisa transfer bitcoin ke mana saja di dunia selama Anda terhubung dengan internet. Untuk mengirimkan Bitcoin caranya sangat mudah. Anda cukup buka aplikasi wallet tersebut, masukkan alamat Bitcoin dari lawan transaksi dengan jumlah bitcoin yang ingin ditransfer, kemudian tekan tombol ‘Send’ (kirim). Cara pakainya sebenarnya mirip dengan Internet Banking pada dasarnya. Perbedaannya hanya di tingkat kemanannya saja dimana Bitcoin berada jauh lebih unggul karena transaksi terjadi langsung dari pengirim ke penerima tanpa melibatkan “lembaga bitcoin” atau pihak pengelola apapun yang bisa sewaktu-waktu mengontrol, mengambil atau menghilangkan uang Anda.

Setiap dompet Bitcoin pasti memiliki berbagai lapisan keamanan dan cara mengamankan yang berbeda. Namun rata-rata, mereka menyediakan opsi dimana Anda bisa menambahkan 2 Factor Authentication untuk memberi lapisan keamanan ekstra pada dompet Anda. 2 Factor Authentication biasanya berupa verifikasi via pin SMS yang akan masuk ke nomor handphone yang Anda daftarkan ketika Anda menciptakan wallet, atau berupa pin Google Authenticator yang bisa Anda install di laptop atau di smartphone Anda. Hasilnya, setiap kali Anda hendak login ke wallet Anda, Anda harus bisa memasukkan alamat e-mail, password dan pin SMS atau pin GA Anda untuk mengakses dompet Anda.

two-factor-authentication_blog

Image source

Hal terpenting yang harus Anda lakukan untuk mengamankan dompet Anda adalah mem-backup private key Anda. Ketika Anda membuat sebuah dompet Bitcoin, Anda akan secara otomatis memiliki public key dan private key. Public key adalah sebuah rentetan huruf dan angka yang dapat Anda bayangkan sebagai sebuah nomor rekening bank. Contoh public key: 1FP1toj2osvcV2EWjEf7SwyPCRuwTr2dTL. Nomor ini dapat Anda berikan ke siapapun dalam bentuk tulisan maupun QR Code untuk menerima Bitcoin. Setiap public key akan terhubung dengan private key yang merupakan rentetan huruf dan angka yang sangat perlu Anda rahasiakan. Anggaplah private key sebagai pin ATM Anda. Contoh private key: 5HpHagT65TZzG1pH3CSu63k8DbpvD8s5ip4nEB3kEsrfuuNUQgn

Selama Anda memiliki private key dompet Bitcoin Anda, Anda tidak perlu lagi khawatir bila situs penyedia dompet Bitcoin Anda sedang down atau tidak bisa diakses. Misalnya dompet Bitcoin Anda diinstal di smartphone dan aplikasinya terhapus (atau lebih parah lagi, smartphone Anda hilang), Anda cukup install ulang dompet Bitcoin di device yang lain (di tablet, atau PC misalnya) dan masukkan private key Anda untuk mendapatkan akses ke dompet Anda kembali. Salah satu cara yang aman dan mudah untuk memback-up wallet Anda adalah dengan membuat paper wallet seperti dalam gambar dibawah ini. Petunjuk untuk membuat Paper Wallet dapat Anda lihat disini.

s4kv4

Sebagian besar dompet Bitcoin yang beredar saat ini tidak memberikan private key dalam bentuk rentetan huruf dan angka, namun sudah disederhanakan menjadi security passphrase yang biasanya berbentuk 12 huruf yang mudah untuk dituliskan ataupun diingat. Contoh private key yang sudah diubah menjadi security passphrase: blue spear hotel falcon baseball unique keyboard albino refrigerator twelve field river

Aman atau tidaknya dompet Anda tergantung pada Anda sendiri. Pelajarilah bagaimana cara mengamankan dompet Anda sejak dini karena berbeda dengan akun Facebook yang hanya berisi informasi pribadi, dompet Bitcoin Anda bisa bernilai ratusan ribu sampai milyaran Rupiah. Sangat disayangkan bila diambil alih oleh orang lain, bukan?

Sumber gambar





Sumber : blog.indodax.com

Deposit & Withdrawal Adjustment During the Islamic New Year 1447 H

Halo Member INDODAX,

Sehubungan dengan Tahun Baru Islam 1447 H pada Jumat, 27 Juni 2025, berikut penyesuaian jadwal layanan deposit dan withdrawal di INDODAX:

Catatan:
Transfer RTGS & LLG tidak akan tersedia selama 27 Juni 2025, sesuai dengan waktu operasional Bank Indonesia, dan akan kembali diproses pada Senin, 30 Juni 2025.

Untuk pertanyaan dan informasi lebih lanjut, hubungi Customer Support INDODAX melalui email di [email protected] atau melalui nomor telepon di (021) 50658888.

Salam,
INDODAX – Indonesia Bitcoin & Crypto Exchange





Sumber : blog.indodax.com

Jalan-jalan keliling dunia menggunakan Bitcoin, apakah mungkin?

 

Pertanyaan diatas sebenarnya tergantung pada diri Anda sendiri. Apakah Anda sudah berkomitmen penuh untuk hidup hanya bermodalkan Bitcoin? Berwisata keliling dunia menggunakan Bitcoin bukanlah hal yang mustahil, namun mungkin juga bukan hal yang mudah untuk dilakukan berhubung Bitcoin sendiri umurnya baru 8 tahun dan masih sedikit kalah populer dibandingkan uang cash ataupun kartu kredit.

Lalu pertanyaannya, kalau memang berwisata menggunakan Bitcoin itu sulit, mengapa saya harus membayar dengan Bitcoin? Mari kita bahas sedikit tentang kelebihan berwisata menggunakan Bitcoin dibandingkan uang cash maupun kartu kredit.

Perbedaan mata uang yang kita miliki dengan mata uang negara yang kita kunjungi kadang bisa menjadi beban tersendiri. Pertama, kadang kita sering mengalami nasib buruk dimana money changer yang kita kunjungi memberikan kurs/exchange rate yang sangat buruk, sehingga bisa memotong bahkan hingga 10% dari nilai mata uang kita. Kedua, terdapat banyak Money Changer gadungan yang tidak memiliki ijin resmi dari pemerintah yang tentunya berisiko bila Anda bertransaksi disana. Ketiga, jarang ada Money Changer yang buka 24 jam selama seminggu penuh. Bagaimana jika dalam keadaan darurat, Anda perlu menukarkan uang Anda? Dengan Bitcoin, Anda bisa ucapkan selamat tinggal pada Money Changer karena Bitcoin merupakan mata uang yang berlaku hampir di seluruh negara di dunia. Misalnya merchant tempat Anda berbelanja tidak menerima pembayaran dengan Bitcoin, Anda bisa ke Bitcoin Exchange terdekat yang rata-rata beroperasi 24 x 7 x 365 (ya, bahkan pada hari libur sekalipun!).

Membawa uang cash di tas Anda bisa menjadi sangat berbahaya ketika Anda berwisata ke negara-negara yang terkenal rawan dengan aksi kejahatan seperti pencurian uang atau barang berharga lainnya. Berbeda dengan Bitcoin, uang cash memiliki bentuk fisik yang tentunya akan membutuhkan tempat khusus untuk menampungnya. Ketika uang cash Anda semakin banyak, dan dompet Anda semakin tebal, Anda menjadi target empuk para pencopet. Bitcoin dengan mudahnya menawarkan keamanan tingkat tinggi yang bisa membuat Anda tenang ketika berwisata. Anda bisa menyimpan Bitcoin Anda di dalam smartphone yang Anda bawa, dan andaikan Smartphone Anda hilang dicuri, Anda bisa dengan mudahnya mengakses Bitcoin Anda melalui device/perangkat lain seperti PC, tablet atau smartphone berbeda selama Anda membackup dompet Bitcoin Anda dengan baik. Pencuri yang kini memiliki smartphone Anda pun kemungkinan besar tidak bisa mengambil Bitcoin Anda berhubung dompet Bitcoin Anda dijaga ketat dengan berbagai lapisan keamanan anti-hack. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana cara mengamankan dompet Bitcoin Anda, baca artikel ini.

Apakah Anda sering merasa kesal ketika hendak membayar menggunakan kartu kredit, pihak merchant bertanya, “Untuk pembayaran menggunakan kartu kredit, Anda akan kami kenakan charge sebesar 3%, apakah tidak apa-apa?” Bila Anda berbelanja dalam jumlah kecil, mungkin Anda tidak akan peduli, namun beda halnya bila Anda berbelanja diatas 10juta Rupiah menggunakan kartu kredit. Anda dikenakan biaya setidaknya 300ribu Rupiah per transaksi! Berbeda dengan kartu kredit, pembayaran maupun pengiriman uang dengan Bitcoin hanya dikenakan fee sebesarnya 0.0001 – 0.0005 BTC untuk para penambang. Jika dikonversikan, 0.0001 – 0.0005 BTC setara dengan Rp 500 – 5.000 per transaksi, tidak peduli seberapa besar uang yang dikirimkan atau seberapa banyak tagihan belanjaan Anda.

bitcoin-infographic-example-2Image source

Membayar dengan uang cash kini mulai berubah menjadi sesuatu yang terbilang kuno dan tradisional. Membayar dengan kartu kredit mungkin membuat Anda terlihat keren dan berkelas beberapa tahun yang lalu, namun kini sudah ada jutaan orang di dunia yang melakukannya. Membayar dengan Bitcoin? Nah, ini baru cara yang spesial! Meskipun sudah ada merchant-merchant raksasa yang menerima Bitcoin seperti Microsoft, Dell, Rakuten dan Overstock, Bitcoin belum sepopuler kartu kredit untuk digunakan oleh masyarakat umum. Ketika Anda menggunakan Bitcoin, Anda bisa menyombongkan diri Anda sebagai seseorang yang update teknologi. Kini Anda tidak perlu membayar mahal membeli iPhone 7 untuk menjadi seseorang yang keren dan futuristik. Cukup download aplikasi dompet Bitcoin di smartphone ‘jadul’ Anda dan coba berbelanja menggunakan Bitcoin di merchant terdekat yang menerimanya. Pasti semua orang akan terkesima saat memperhatikan Anda.

Tentu saja! Kini Bitcoin sudah bisa digunakan untuk membeli (hampir) semua barang di dunia termasuk satelit pribadi hingga tiket ke luar angkasa. Untuk berwisata ke luar negeri, Anda bisa membeli tiket pesawat dengan Bitcoin di situs-situs ternama seperti CheapAir, atau travel agent yang memang secara khusus melayani pembelian tiket dengan Bitcoin seperti aBitSky. Perusahaan travel agent raksasa seperti Expedia dan Destinia juga bisa melayani pembelian tiket pesawat Anda sekaligus membantu Anda melakukan reservasi di hotel favorit Anda. Mereka juga menyediakan layanan penyewaan mobil untuk kebutuhan transportasi dalam kota Anda. Bila Anda memilih untuk naik angkutan umum, sudah ada banyak taksi yang bisa dibayar dengan Bitcoin seperti di Budapest, Malaysia, bahkan kini di Argentina, Uber juga bisa dibayar dengan Bitcoin.

img_1437Image source

Bila dilihat di Coinmap.org, kini sudah ada ribuan merchant yang tersebar di seluruh dunia untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari Anda. Mulai dari restoran bintang lima di Ubud, Bali, supermarket di Belanda, hingga toko cupcakes di San Fransisco, semua sudah bisa dibayar dengan Bitcoin. Anda bisa hidup bermodalkan Bitcoin saja di berbagai negara, termasuk membeli souvenir dan barang-barang mewah dengan Bitcoin seperti wine, lukisan, jam tangan dan mobil. Di Indonesia, daftar merchant yang terima pembayaran dalam bentuk Bitcoin dapat dilihat di Direktori Bitcoin atau di Bitislands.com.

Semuanya bisa dilakukan, selama Anda mau mencoba. Apakah Anda berani untuk mulai hidup dan berwisata hanya menggunakan Bitcoin saja?





Sumber : blog.indodax.com