Category: Pluang

  • Saham Indonesia 101

    © 2026 Pluang. All rights reserved.

    Pluang adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Bumi Santosa Cemerlang, dengan misi membuka akses lebih luas terhadap beragam kelas aset melalui produk investasi mikro secara mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

    Peraturan Perdagangan menurut Kelas Aset:

    The Plaza Office Tower 15th Floor Unit 15B-C, Jl. MH Thamrin Kav 28-30, Gondangdia, Menteng, Central Jakarta, DKI Jakarta, 10350



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Simak Cara Memilih Time Frame Jitu di Tradingview!

    Sobat Cuan pasti punya ekspektasi return masing-masing ketika melakukan trading. Makanya, kamu pun akhirnya belajar analisis teknikal dan kemudian menggunakan perangkat analisis teknikal seperti tradingview.

    Hanya saja, kamu mungkin akan kebingungan ketika melihat grafik tradingview ternyata punya opsi kerangka waktu (time frame) perdagangan yang beragam, dari mulai hitungan detik hingga bulan. Sehingga, pada situasi ini, kamu bisa saja kelimpungan mencari cara memilih time frame yang tepat ketika melakukan trading.

    Namun, kini kamu tak perlu khawatir, Sobat Cuan. Di artikel ini, kamu bisa memahami time frame secara singkat dan padat beserta cara memilih time frame yang jitu!

    Apa itu Time Frame dalam Trading?

    Di dalam dunia trading, time frame adalah kurun waktu tertentu yang ditentukan oleh para investor ketika mengamati pergerakan harga sebuah aset.

    Jika Sobat Cuan mengubah time frame di tradingview ke 4 jam (4 hours), maka tradingview akan menampilkan dinamika harga aset tersebut dalam empat jam terakhir. Begitu juga dengan pilihan lainnya. Jika kamu memilih time frame di 1 hari, maka tradingview akan menampilkan data pergerakan harga aset itu dalam sehari terakhir.

    Pergerakan harga suatu aset dalam satu time frame tentu berbeda dengan time frame lainnya. Contohnya bisa Sobat Cuan lihat pada grafik ETH/USDT dengan time frame empat jam di bawah ini.

    Cara memilih time frame
    Grafik ETH/USDT 4 jam. Sumber: Tradingview

    Dari grafik di atas, Sobat Cuan bisa melihat bahwa ETH/USDT bergerak melandai jika dilihat selama empat jam. Namun, kondisi tersebut ternyata berbeda jika kamu memilih time frame ETH/USDT dalam kurun satu pekan. Sebab, nilai ETH/USDT justru terpantau menguat sepanjang periode tersebut, seperti diperlihatkan oleh grafik di bawah ini.

    Cara memilih time frame
    Time frame ETH/USDT dalam satu pekan. Sumber: tradingview

    Oleh karenanya, trader memang wajib untuk tahu cara memilih time frame yang tepat agar nantinya tidak menyesal mengambil keputusan dalam trading.

    Bagaimana Cara Memilih Time Frame yang Tepat?

    Sobat Cuan perlu ingat aturan umum dari memilih time frame berikut: Semakin panjang time frame yang dipilih, maka investor dapat menerima sinyal yang lebih kencang dari pergerakan harga suatu aset tersebut.

    Begitu pun sebaliknya. Jika investor memilih time frame trading yang pendek, maka mereka akan melihat pergerakan harga aset yang terbilang ‘samar-samar’.

    Oleh karenanya, kamu perlu memilih time frame dalam trading menggunakan pendekatan yang disebut dengan analisis multiple time frame. Apakah itu?

    Ketika melakukan analisis tersebut, kamu bisa memilih time frame yang lebih panjang terlebih dulu untuk melihat tren umum dari harga suatu aset. Apakah harga aset tersebut benar-benar memang tengah melandai? Atau justru tengah menanjak? Setelahnya, kamu bisa memperpendek time frame untuk menentukan keputusan masuk atau keluar dari pasar.

    Teknik ini pun lumrah digunakan oleh investor atau trader ulung. Mereka biasanya menggambar suatu garis tren pada time frame yang lebih panjang sebelum berlanjut ke time frame yang lebih kecil untuk menentukan waktu entry dan exit.

    Cara Memilih Time Frame Sesuai Tipe Trader

    Namun, pertanyaan berikutnya, bagaimana cara kamu menganggap satu time frame sebagai kerangka waktu yang pendek atau panjang? Terlebih, di dalam tradingview, Sobat Cuan bisa memilih time frame dengan opsi 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam, 2 jam, 4 jam, 6 jam, 12 jam, 1 hari, 1 minggu, dan 1 bulan.

    Nah, jawaban pertanyaan tersebut tergantung dari jenis gaya trading-mu masing-masing. Berikut penjelasannya!

    1. Swing trader, alias trader yang fokus mencari cuan dari pergerakan singkat harga aset, biasanya menggunakan time frame 1 minggu sebagai tren utamanya dan menggunakan time frame 1 jam untuk melihat tren jangka pendek. Tipe trader satu ini, biasanya berharap meraup cuan dalam waktu beberapa hari sampai mingguan.
    2. Day trader atau scalper, alias trader harian yang melihat chart harga setiap 15 menit, umumnya menggunakan time frame 1 jam untuk analisis tren utama dan time frame 5 menit untuk jangka pendeknya. Tipe trader satu ini biasanya ngarep untuk dapat cuan dalam hari itu juga, bahkan sampai hitungan jam atau menit saja.
    3. Trader jangka panjang yang fokus pada chart mingguan biasanya menggunakan grafik dengan time frame 1 bulan untuk menentukan tren utama sekaligus titik keluar atau masuk pasar. Trader tipe ini biasanya berharap mendulang untung dalam angka persentase yang besar dengan jangka waktu yang bisa sampai bertahun-tahun.

    Semua jenis trader di atas selalu meninjau time frame jangka panjang terlebih dulu. Sebab, grafik tersebut dapat membantu mereka mendapatkan konfirmasi atas hipotesis trading mereka, sekaligus memberikan sinyal bahaya jika hipotesisnya tidak sesuai harapan. Selanjutnya, mereka akan mempercantik posisi entry atau exit dengan memperkecil time frame-nya.

    Intinya, menggunakan analisis multiple time frame berdasarkan tipe trading-mu dapat bikin kamu makin pede dalam trading. Apalagi, kini kamu sudah bisa melakukannya di aplikasi Pluang!

    Kini, menu aset kripto di aplikasi Pluang sudah menyediakan grafik analisis teknikal dengan bantuan tradingview. Sehingga, kamu dapat dengan mudah menentukan time frame demi cuan trading kripto yang lebih oke!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Ekosistem Polygon (MATIC)

    Salah satu janji aset kripto adalah untuk membuat sistem finansial yang terbuka dan gratis. Fasilitas ini telah disediakan oleh aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan kebanyakan platform keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang berada di atas jaringan Ethereum.

    Namun, para pengembang aplikasi tersebut menghadapi masalah biaya jaringan mahal di Ethereum. Namun, masalah tersebut bisa selesai jika mereka “pindah rumah” ke satu jaringan baru yang disebut Polygon.

    Seperti apa karakteristik jaringan tersebut? Yuk, simak bersama!

    Apa Itu Polygon?

    Jaringan Polygon adalah solusi blockchain lapisan kedua (layer 2) yang dibangun di atas jaringan Ethereum, yang merupakan jaringan blockchain lapis 1.

    Jaringan lapis kedua adalah kerangka kerja atau protokol sekunder yang dibangun diatas sistem blockchain utama, atau dikenal sebagai lapis 1. Kehadiran protokol ini bertujuan untuk menjadi solusi atas leletnya kecepatan transaksi dan rendahnya skalabilitas transaksi yang dihadapi jaringan kripto.

    Dalam konteks Polygon, jaringan tersebut hadir untuk mengatasi hambatan transaksi di jaringan Ethereum, mulai dari masalah skalabilitas, tata kelola komunitas, hingga kecepatan transaksi. Di samping itu, Polygon juga muncul sebagai solusi atas mahalnya biaya transaksi di jaringan Ethereum yang kini berada di kisaran US$14 hingga US$263 per transaksi.

    Polygon mengatasi rentetan masalah tersebut dengan memanfaatkan solusi sidechain baru dan teknologi off-chain. Dengan teknologi off-chain tersebut, pengguna Ethereum dapat melakukan transaksi dan interaksi smart contract di luar jaringan Ethereum. Jika kegiatan tersebut rampung, maka mereka dapat mendokumentasikan kembali seluruh aktivitas yang dimaksud ke blockchain utama Ethereum.

    Di samping itu, pengembang dapat memanfaatkan Polygon untuk membuat jaringan interoperable blockchain sesuai atribut yang diinginkan. Tak ketinggalan, pengembang juga dapat menyesuaikan jaringan blockchain dengan berbagai macam modul baru untuk membuat blockchain independen dengan fungsi yang diinginkannya.

    Nah, solusi bejibun yang ditawarkan Polygon tersebut dapat mengurangi beban pemrosesan data Ethereum, sehingga waktu dan biaya transaksi di Ethereum jadi lebih efisien. Oleh karenanya, koneksi Polygon jelas menjadi bukti bahwa ia adalah blockchain lapis kedua Ethereum. Bahkan, Polygon sendiri mengklaim dirinya sebagai “internet blockchain Ethereum” lantaran fungsinya yang mumpuni.

    Menariknya, Polygon bukan hanya solusi penskalaan dasar seperti pendahulunya, jaringan Matic. Selain itu, Polygon awalnya hanyalah kerangka kerja yang fokus menangani kekurangan jaringan Ethereum.

    Jadi, intinya, jaringan Polygon adalah kerangka kerja komprehensif yang dapat dioperasikan dan berfungsi memperbaiki keandalan jaringan blockchain Ethereum.

    Cara Kerja Polygon Matic

    Dalam menjalankan fungsinya, Polygon membagi proses kerjanya ke dalam empat tahapan (layer), yakni Ethereum layer, Polygon networks layer, execution layer, dan security layer. Seperti apa penjelasannya? Yuk, perhatikan dengan seksama ya, Sobat Cuan!

    Proses kerja paling awal disebut sebagai Ethereum layer, yang sekaligus menjadi tahapan paling signifikan di arsitektur Polygon. Pada layer ini, Polygon akan menampilkan kumpulan rancangan smart contracts yang akan “dipasang” di jaringan Ethereum. Smart contracts tersebut adalah motor penggerak atas aktivitas seperti finalisasi transaksi, komunikasi dua arah antara Ethereum dan Polygon, serta staking.

    Menariknya, tahapan security layer juga akan berjalan secara paralel dengan proses Ethereum layer. Proses security layer nantinya juga akan ikut meningkatkan keandalan aspek keamanan di jaringan Ethereum.

    Setelahnya, Polygon akan memproses data-data dari Ethereum ke dua tahapan lanjutan yang tak kalah penting, yakni Polygon networks layer dan execution layer.

    Di dalam Polygon networks layer, komunitas pengguna jaringan Polygon akan melakukan konsensus untuk memvalidasi, atau bahkan bisa memblokir, permintaan transaksi di jaringan tersebut. Jika sudah disepakati, maka transaksi bisa berlanjut ke tahapan execution layer.

    Execution layer sendiri adalah proses eksekusi smart contracts menjadi dApps menggunakan Ethereum Virtual Machine (EVM). Polygon memiliki banyak “jaringan sampingan” (sidechain), di mana masing-masingnya memiliki EVM aktif. Nah, keunggulan inilah yang memungkinkan eksekusi smart contract di Polygon lebih cepat dengan biaya yang jauh lebih efiisen dibanding eksekusi di jaringan Ethereum.

    Untuk lebih jelasnya, yuk simak perbandingan biaya-biaya jaringan di Polygon dengan Ethereum berikut!

    Apa Itu Polygon

    Kegunaan Polygon

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, jaringan Polygon berfungsi untuk mendukung skalabilitas penciptaan dApps di jaringan Ethereum. Tapi, selain itu, kenapa pengembang dApps perlu mengembangkan aplikasinya di jaringan Polygon?

    Ternyata, proyek-proyek yang dikembangkan di Polygon bisa memiliki kemampuan untuk berkomunikasi satu sama lain plus dengan blockchain Ethereum. Keunggulan tersebut menjadikan Polygon sebagai jaringan potensial yang mampu mengantar masing-masing platform dApps untuk saling bertukar nilai dan punya fungsi interoperabilitas.

    Nah, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan manfaat serta mengakselerasi inovasi dApps ke depan. Oleh karenanya, Polygon diramal bisa menjadi jembatan penghubung antara blockchain-blockchain berbeda di masa depan. Sehingga, seluruh blockchain tersebut dapat saling menyokong satu sama lain di dalam satu ekosistem yang lebih luas.

    Pada dasarnya, Polygon ingin mengembangkan sebuah hub yang bisa menghubungkan jaringan blockchain berbeda-beda sembari mengatasi masalah yang mendera masing-masin jaringan tersebut. Bahkan, di masa depan, Polygon tidak menutup kemungkinan untuk digunakan di ekosistem ekonomi yang lebih terbuka, yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi secara lancar.

    Apa yang Membuat Polygon Unik?

    Polygon telah berevolusi menjadi fondasi teknologi yang menjanjikan dan memungkinkan proyek-proyek di dalamnya punya fungsi interoperabilitas yang andal dengan jaringan blockchain lainnya. Keunggulan ini ibarat menjadi obat bagi “penyakit kronis” Ethereum, yakni perkara skalabilitas.

    Namun, selain itu, masih banyak lagi keunggulan Polygon dibanding jaringan lainnya, seperti dijelaskan di tabel berikut!

    Apa Itu Polygon

    Salah satu “nilai jual” Polygon yang bisa menarik minat komunitas kripto adalah kompatibilitasnya dengan EVM. Akibatnya, pengembang yang terbiasa mengembangkan aplikasi di jaringan Ethereum tidak akan kagok ketika beralih menggunakan jaringan Polygon.

    Selain itu, Polygon juga menggunakan model keamanan bersama. Hanya saja, masing-masing proyek di dalamnya tidak wajib menambah lapisan keamanan tersebut lantaran fitur ini bersifat pilihan. Namun, skalabilitas mereka juga tak akan terganggu jika mereka memilih meningkatkan kualitas keamanannya.

    Di samping itu, pengembang juga bisa memanfaatkan Polygon untuk mengembangkan platform bersifat fleksibel dan menggabungkan segala jenis solusi yang ada. Salah satu proyek terkenal yang menggunakan teknologi Polygon adalah Aavegotchi, sebuah game DeFi yang mengolaborasikan Non-Fungible Tokens (NFTs) dengan platform pinjam-meminjam terdesentralisasi EasyFi.

    Nah, beberapa keunikan tersebut menjadikan Polygon sebagai alternatif terbaik dalam urusan pengembangan dApps ketimbang teman sepantarannya, Cosmos.

    Sekadar informasi, Cosmos memanfaatkan teknologi WASM-based virtual machine dalam memproses smart contract menjadi dAppss. Namun, teknologi itu dinilai tidak punya level keamanan yang andal seperti Polygon dan dikenal agak ribet untuk dioperasikan.

    Bagaimana Polygon Menentukan Masa Depan Ethereum?

    Komunitas kripto kerap berdebat soal kemungkinan jaringan Polygon untuk menyalip popularitas Ethereum. Padahal, Polygon justru berfungsi sebagai penyanggan Ethereum.

    Sobat Cuan mungkin sudah paham bahwa jaringan Ethereum telah berkembang pesat sebagai platform penciptaan aplikasi terdesentralisasi. Melalui berbagai aplikasi tersebut, pengguna bisa berhubungan dengan dunia virtual, membeli karya seni digital, atau melakukan transaksi pinjam meminjam.

    Namun, meningkatnya aktivitas tersebut akan membuat proses transaksi di atas jaringan Ethereum gampang mandek. Sehingga, biaya transaksi di Ethereum pun semakin mahal. Untungnya, terdapat jaringan Polygon yang mampu menyelesaikan masalah tersebut. Ia menawarkan solusi atas ketidakandalan skalabilitas Ethereum dengan memanfaatkan teknologi yang dapat mempercepat, mengurangi kompleksitas, dan menurunkan biaya transaksi di jaringan Ethereum.

    Intinya, kehadiran Polygon tidak perlu memaksa Ethereum untuk memodifikasi jaringannya. Sesuai dengan namanya, Polygon menawarkan kerangka kerja yang lebih sederhana, namun fleksibel untuk pengembangan jaringan Ethereum. Sehingga, Polygon dapat mendukung Ethereum untuk mengekspansi jaringannya dengan ukuran, efisiensi, kegunaan, dan keamanan yang lebih baik. 

    Perkembangan Terakhir Polygon

    Baru-baru ini, Polygon mengumumkan akan berkolaborasi dengan Seven Seven Six, sebuah perusahaan modal ventura besutan salah satu pendiri Reddit Alexis Ohanian, untuk berinvestasi sebesar US$200 juta di proyek yang menggabungkan kecanggihan teknologi Web3 dengan media sosial.

    Investasi tersebut akan menambah panjang daftar portofolio pendanaan Ohanian. Sebelumnya, Ohanian juga menjadi investor awal Coinbase, Patreon dan juga OpenDoor.

    Perusahaan yang dimilikinya, Seven Seven Six, juga memiliki kepemilikan di Sky Mavis, pengembang platform gim Axie Infinity, dan beberapa perusahaan teknologi terkemuka lainnya.



    Sumber : pluang.com

  • Cara Mudah Investasi Produk Saham AS di Aplikasi Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa berinvestasi di 650+ saham AS mulai dari 0,1 unit saja. Seluruh transaksimu di produk saham AS dijamin dan difasilitasi oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), sehingga investasimu bakal selalu aman!

    Penasaran mengetahui cara berinvestasi produk saham AS di Pluang? Yuk, simak caranya berikut!

    Cara Top-Up Saldo Dolar AS di Wallet Pluang

    Cara Memasang Limit Order Produk Saham AS

    Cara Memasang Market Order Produk Saham AS

    Mudah sekali kan, Sobat Cuan? Yuk, investasi produk saham AS sekarang di aplikasi Pluang!

    Investasi Produk Saham AS Pluang di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Kenapa Laporan Keuangan Penting?

    Dalam investasi saham, Sobat Cuan pasti tahu bahwa harga saham bergerak berdasarkan ekspektasi terhadap perusahaan. Nah, oleh karenanya, kamu pasti dengar istilah “Buy Rumor and Sell on News” dalam investasi, bukan?

    Istilah itu menggambarkan bahwa harga saham cenderung naik sebelum berita itu terjadi dan cenderung turun ketika beritanya sudah terbut. Kondisi itu pun mungkin sesuai dengan pertanyaan kamu, yakni ‘Kenapa harga saham malah turun setelah saya membeli saham pas kabarnya lagi bagus, ya?’.

    Sobat Cuan harus memahami bahwa harga saham sebagian terbentuk karena ekspektasi. Ekspektasi tersebut biasanya muncul ketika terjadi eventevent yang sangat krusial dalam pembentukan harga saham.

    Salah satu event besar yang mempengaruhi harga saham dan rutin terjadi adalah pengumuman laporan keuangan. Emiten pasar modal biasanya rutin mengumumkan laporan kinerjanya setiap kuartal atau tiga bulan sekali. Jika terdapat empat kuartal setiap tahunnya, maka perusahaan akan merilis laporan keuangannya sebanyak empat kali dalam setahun.

    Berikut timeline perusahaan ketika melaporkan laporan keuangannya!

    Apa Saja yang Dilaporkan Perusahaan di Laporan Keuangan?

    Perusahaan terbuka biasanya melaporkan pendapatan, laba bersih, neraca keuangan (posisi utang dan aset), serta prospek usaha perusahaan ke depan.

    Setiap kuartal mempunyai peran masing-masing dalam pembentukan harga saham sebuah perusahaan. Sebagai contoh, laporan keuangan kuartal IV biasanya memberikan ekspektasi kinerja perusahaan di tahun depan. Dalam hal ini, analis atau investor akan menganalisis pencapaian sang emiten di tahun depan berdasarkan data-data laporan keuangan di kuartal IV. Selain itu, analis dan investor bisa menganalisis rencana bisnis sang emiten ke depan menggunakan laporan tersebut.

    Ketika perusahaan melaporkan pendapatan dan laba bersih meningkat dari tahun sebelumnya, artinya perusahaan tersebut bisa dibilang punya nilai saham yang baik. Namun, apakah hal itu cukup untuk menganalisis kinerja perusahaan ke belakang? Tentu saja tidak!

    Alasannya sederhana, Sobat Cuan. Investor akan melihat kenaikan harga saham sebagai potensi pendapatan dan laba bersih perusahaan ke depan. Sehingga, ketika perusahaan memberikan ekspektasi bahwa pendapatan di tahun depan akan naik dan berita di atas belum dicerna oleh pasar, biasanya nilai saham perusahaan tersebut akan naik. Tetapi, apabila perusahaan memberikan penjelasan bahwa bisnisnya tahun depan akan sedikit tergoncang, maka investor akan menerjemahkan ini sebagai sinyal negatif.

    Ingat Sobat Cuan, semua pergerakan harga saham adalah berdasarkan ekspektasi

    Tips Menghadapi Musim Laporan Keuangan

    1. Hindari melakukan transaksi saham sebelum laporan keuangan untuk menghindari volatilitas. Karena analis sekuritas, meski analis kawakan pun, juga bisa salah dalam menganalisis pergerakannya.
    2. Para analis tentu akan menyesuaikan ekspektasi nilai saham, baik revisinya naik atau turun. Ketika analis berekspektasi harga saham naik, biasanya nilai saham akan naik. Begitu pun sebaliknya. Harga saham akan berguguran jika analis berekspektasi sahamnya akan turun.
    3. Sobat Cuan perlu memperhatikan pergerakan saham sebuah emiten jika berita mengenai kinerja keuangan emiten bocor sehari sebelum perilisannya. Jika harga saham naik sebelum perilisan resmi laporan keuangan sebuah perusahaan, maka kemungkinan besar laporan keuangannya benar-benar kinclong. Sehingga, investor akan bersiap-siap menjual sahamnya ketika hari-H perilisan laporan keuangan tersebut.
    4. Jangan pernah membeli saham ketika berita baru keluar! Sebab, banyak investor diperkirakan akan melakukan aksi jual ketika berita baik mengenai satu emiten baru mencuat. Namun, harga saham sebuah emiten biasanya malah naik ketika kabar buruk menyeruak disertai ekspektasi analis yang positif terhadap harga saham tersebut ke depan.



    Sumber : pluang.com

  • Pengumuman Terkait Aset Kripto NANO di Aplikasi Pluang

    Per hari ini, seluruh transaksi token NANO akan diberhentikan sementara karena perpindahan koin NANO menjadi XNO.

    Tapi, harap tenang ya Sobat Cuan, karena perpindahan ini tidak akan mengubah jumlah kepemilikan koin NANO kalian dan hanya mengubah penamaan koin NANO menjadi XNO.

    Koin XNO akan mulai diperdagangkan pada Jumat 28 Januari 2022 pukul 18.00 WIB.

    Terima kasih atas perhatiannya ya, Sobat Cuan.



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Yuk Simak 5 Fakta Unik Apple Berikut!

    Salah satu fakta uniknya, hingga kuartal IV lalu, Apple membukukan pendapatan US$123,9 miliar, tumbuh tumbuh 49% dibanding kuartal sebelumnya atau 11% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Jika dirupiahkan, maka pendapatan Apple di triwulan lalu sudah mencapai Rp1.784 triliun! Gokil banget, kan?

    Di samping itu, ada banyak fakta menarik mengenai Apple, lho! Apa saja sih? Yuk, simak bersama!

    Baca juga: Pluang Insight: Produk Makin Apik, Pendapatan Apple Kian Ciamik!

    5 Fakta Unik Apple

    1. Kapitalisasi Pasar Apple Inc’ lebih besar daripada Produk Domestik Bruto (PDB) 25 negara di dunia!
    2. Perusahaan pertama di AS yang kapitalisasi pasarnya mencapai US$700 miliar di tahun 2015!
    3. Kalau Apple diibaratkan sebagai negara, maka ukuran kapitalisasi pasar Apple berada di urutan ke-27 dunia di antara Venezuela dan Belgia.
    4. Salah satu pendiri Apple, Steve Woznia, harus rela menjual kalkulator sains miliknya senilai US$500 di tahun 1976 demi meningkatkan modal usaha Apple. 
    5. Apple merupakan produsen kamera berwarna digital secara massal di dunia. Bukan Fujifilm, Canon, Nikon, maupun Sony.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Info Terkini Terkait Transaksi Penjualan Aset Kripto LUNA

    Situasi pasar kripto yang tidak kondusif berdampak serius terhadap nilai aset kripo Terra (LUNA), bahkan hingga mendekati Rp 0 per unitnya. Peristiwa ini mendorong beberapa platform exchange kripto dunia menghentikan proses transaksi aset kripto LUNA secara serempak.

    Dengan berat hati, Pluang mengumumkan ikut terkena dampak atas peristiwa tersebut. Sebagai dampaknya, pengguna tidak dapat lagi melakukan transaksi pembelian aset kripto LUNA di aplikasi Pluang. Namun, Pluang masih memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi penjualan atas aset kripto yang dimaksud.

    Sebagai bentuk apresiasi, Pluang kini memungkinkan pengguna untuk dapat melakukan penjualan aset kripto LUNA di tingkat harga jual Rp10 per unit meski harga penutupan atau harga pasar aset kripto LUNA pada berbagai platform exchange aset kripto lainnya tercatat lebih rendah saat ini.

    Pluang menempuh upaya ini sebagai bentuk solidaritas terhadap pengguna setia Pluang yang kini menghadapi situasi pasar yang cukup berat. Kami berharap, langkah tersebut bisa mampu meredakan kekhawatiran Pengguna di periode yang cukup sulit ini.

    Pluang berharap, peristiwa ini bisa memberikan pelajaran bagi kita semua untuk semakin bijak dalam menentukan strategi berinvestasi ke depannya.

    Tetap tenang, tetap semangat, dan jangan menyerah!



    Sumber : pluang.com

  • Info Terkini Terkait Transaksi Aset Kripto LUNA di Aplikasi Pluang

    Sekarang kamu sudah bisa melakukan transaksi jual beli aset kripto LUNA lagi di Pluang, lho!

    Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya atas maintenance isu teknikal di proses transaksi aset kripto LUNA dari 23 Mei sampai 25 Mei 2022. 

    Ke depan, Pluang akan terus memastikan pengalaman investasi yang lancar bagi para Sobat Cuan investor aset kripto Pluang. 

    Tetap cuan dan tenang, ya!



    Sumber : pluang.com

  • Informasi Migrasi dan Perubahan Nama LUNA

    • Sehubungan dengan perkembangan terkini mengenai jaringan Terra, ticker LUNA akan berubah menjadi LUNC.
    • Terkait hal tersebut, perdagangan aset kripto LUNA ditanggunhkan pada 26 Mei 2022 pukul 22.00 WIB.
    • Jumlah aset kripto LUNA yang kamu miliki dipastikan tidak akan berubah atau hilang, hanya mengalami perubahan ticker saja. Misalnya, jika kamu sebelumnya memiliki 100 LUNA, maka kamu nantinya akan memiliki 100 LUNC setelah pergantian ticker.
    • Pluang akan membuka perdagangan aset kripto LUNC pada 31 Mei 2022.

    Di samping itu, Pluang juga mendukung airdrop LUNA baru yang akan segera dibagikan ke pengguna Pluang yang memenuhi syarat. Airdrop akan diberikan berdasarkan aturan dan jadwal pembagian yang diberikan oleh tim proyek dari Terra.

    Harap diperhatikan:

    • Snapshot pre-attack adalah saldo LUNA (lama) di akun kamu pada 07 Mei 2022, 21:59 WIB
    • Snapshot post-attack akan adalah saldo LUNA (lama) di akun kamu pada 26 Mei 2022, 23:38 WIB

    Rumus Perhitungan LUNA (baru) yang Akan Diterima

     

    Contoh 1: Andy

    • Jumlah koin yang dimiliki saat Pre Attack: 10 LUNA (lama).
    • Jumlah koin yang dimiliki saat Post Attack: 0 LUNA (lama) (karena telah menjual seluruh koinnnya).
    • Total yang akan diterima 10.2155 LUNA (baru).
    • Pada saat airdrop pertama akan mendapat 3.0647 LUNA (baru).
    • Kemudian dari bulan Desember 2022 hingga Desember 2024 setiap bulannya akan menerima 0.2980 LUNA (baru).
    • 10 unit LUNA lama akan tetap ada, hanya berganti ticker menjadi LUNC, yaitu 10 LUNC.

    Contoh 2: Benny

    • Jumlah koin yang dimiliki saat Pre Attack: 0 LUNA (lama).
    • Jumlah koin yang dimiliki saat Post Attack: 1,000,000 (1 juta unit) LUNA (lama) (baru membeli setelah harganya drop).
    • Total yang akan diterima 14.4792 LUNA (baru).
    • Pada saat airdrop pertama akan mendapat 4.3438 LUNA (baru).
    • Kemudian dari bulan Desember 2022 hingga Desember 2024 setiap bulannya akan menerima 0.4223 LUNA (baru).
    • 1,000,000 (1 juta) unit LUNA lama akan tetap ada, hanya berganti ticker menjadi LUNC, yaitu 1,000,000 (1 juta) LUNC.

    Contoh 3: Charlie

    • Jumlah koin yang dimiliki saat Pre Attack: 15 LUNA (lama).
    • Jumlah koin yang dimiliki saat Post Attack: 500,015 LUNA (lama) (Charlie menambah kepemilikan LUNA dengan membeli koin LUNA lama sebesar 500 ribu setelah harganya drop).
    • Total yang akan diterima 22.5629 LUNA (baru).
    • Pada saat airdrop pertama akan mendapat 6.7689 LUNA (baru).
    • Kemudian dari bulan Desember 2022 hingga Desember 2024 setiap bulannya akan menerima 0.6581 LUNA (baru).
    • 500,015 unit LUNA lama akan tetap ada, hanya berganti ticker menjadi LUNC, yaitu 500,015 LUNC.

    Apabila memiliki pertanyaan jangan ragu untuk menghubungi kami melalui layanan customer service 24/7 live chat interaktif atau email tanya@pluang.com.

    Terima kasih atas telah mempercayakan Pluang sebagai platform aset kripto andalanmu. Salam cuan!



    Sumber : pluang.com