Category: Pluang

  • Ethereum Killer Polkadot vs Cardano, Mana yang Paling Oke?

    Sobat Cuan penggemar kripto mungkin sudah paham dengan yang namanya Ethereum Killer. Ya, kini terdapat dua jaringan blockchain yakni Polkadot dan Cardano yang digadang-gadang bakal menandingi keparipurnaan smart contract yang terdapat di jaringan blockchain Ethereum.

    Namun, bagaimana dengan persaingan di antara keduanya, yakni Polkadot vs Cardano? Manakah yang lebih baik dan dianggap bisa menyalip kecanggihan blockchain Ethereum? Untuk itu, yuk kita adu keduanya baik dari segi teknologi maupun dari segi koin native-nya, DOT dan ADA.

    Perbedaan Blockchain Polkadot vs Cardano

    Terdapat beberapa persamaan yang melandasi sistem blockchain Cardano dan Polkadot. Pertama, keduanya sama-sama menggunakan algoritma konsensus yang disebut Proof of Stake.

    Kedua, baik Polkadot dan Cardano juga memiliki smart contract yang sama-sama mengakomodasi kebutuhan komunitas kripto dalam mengembangkan aplikasi terdesentralisasi. Meski memang, smart contract Cardano baru akan diluncurkan dalam waktu dekat.

    Namun, selain terdapat kesamaan, tentu saja terdapat pula perbedaan mereka terkait bagaimana teknologi blockchain harus dimanfaatkan.

    Di dalam misinya, Polkadot berupaya menjadi sistem penghubung utama bagi blockchain-blockchain independen, atau disebut sebagai parachain. Tujuannya, agar komunitas kripto bisa mengembangkan aplikasi terdesentralisasi baru yang lebih inovatif dan memiliki nilai manfaat sehari-hari. Berbagai inovasi teknologi diharapkan bisa hadir dari sistem Polkadot.

    Sementara itu, misi blockchain Cardano adalah memperkuat kegiatan ekonomi yang bersifat lebih demokratis. Cardano percaya bahwa seluruh masyarakat berhak atas kegiatan ekonomi yang adil, transparan, dan tidak merugikan siapapun.

    Misi itu pun diejawantahkan ke dalam skalabilitas transaksi yang tinggi dan teknologi smart contract yang memang ditujukan sebagai solusi bisnis bagi dunia usaha.

    Hanya saja, Cardano belum berkembang dengan optimal. Hal ini mengingat fase perkembangan Cardano baru memasuki tahap ke-dua dari total lima tahapan pengembangan.

    Tapi, di antara keduanya, mana sistem blockchain yang paling oke?

    Baca juga: Apa Beda Blockchain Polkadot dengan Ethereum? Simak di Sini!

    Perbedaan Performa Koin Native Polkadot vs Cardano

    Kalau kamu tidak bisa memilih Polkadot vs Cardano dari sisi teknologi blockchain, mungkin kamu perlu melihatnya dari sisi performa koin native-nya. Yakni, DOT dan ADA.

    Untuk membandingkan koin mana yang paling populer, cara gampangnya adalah kamu bisa melihat kapitalisasi pasarnya. Dari segi tersebut, ADA masih mengungguli DOT.

    Berdasarkan data Coinmarketcap per 29 Juli 2021, kapitalisasi pasar ADA tercatat US$41,06 miliar, menjadikannya sebagai koin kripto terpopuler ke-lima sejagat. Sementara itu, DOT menempati urutan ke-sembilan dengan kapitalisasi pasar US$14,5 miliar.

    Selain itu, ADA juga terlihat unggul jika dilihat dari pertumbuhan nilainya.

    Sepanjang 2021 (1 Januari hingga 29 Juli 2021), nilai DOT beranjak dari US$8,31 per keping dan kini berada di level US$14,54 per keping, alias tumbuh 74,96%. Sementara itu, di periode yang sama, nilai ADA naik dari US$0,18 per keping menjadi US$1,28 per keping, atau tumbuh 611%.

    Perbedaan lainnya terlihat dari jumlah total suplainya. ADA memiliki suplai yang terbatas, yakni 45 juta keping, sementara DOT tidak memiliki pembatasan suplai. Secara hukum ekonomi, tentu saja ADA bisa lebih unggul nantinya lantaran suplai yang mengetat disertai permintaan yang meningkat bisa menaikkan harga suatu barang, bukan?

    Namun, faktor-faktor tersebut tidak cukup dijadikan perbandingan, Sobat Cuan. Sebab, yang namanya tren harga tentu bisa berbalik arah di masa depan. Apalagi, keduanya digadang bisa mengambil pangsa pasar Ethereum karena kecanggihan teknologinya. Polkadot tentu bisa menarik minat para pengembang aplikasi terdesentralisasi, sementara Cardano bisa mengambil hati pelaku ekonomi.

    Baca juga: Berprospek Cerah, Ini Alasan Kenapa Kamu Harus HODL Cardano Sekarang!

    Kesimpulan Polkadot vs Cardano

    Dari sisi blockchain, Cardano dan Polkadot memang punya misi dan fungsi yang berbeda. Sehingga keduanya juga tidak bisa disandingkan secara sepadan.

    Sementara itu, dari sisi kinerja sepanjang tahun ini, ADA memang terlihat lebih unggul dari DOT. Namun, proyeksi masa depan keduanya juga tidak bisa diprediksi secara pasti. Apalagi, pergerakan harga keduanya nantinya akan dipengaruhi oleh sentimen positif dari status mereka sebagai penantang Ethereum.

    Jadi siapakah yang menjadi Ethereum Killer sejati? Nah, jawabannya tergantung persepsi kamu.

    Jika kamu percaya bahwa komunitas kripto di masa depan akan lebih tertarik dengan skalabilitas transaksi Cardano yang cepat, maka kamu bisa bilang Cardano juaranya. Namun, kalau kamu percaya bahwa jaringan Polkadot bisa sinambung dan lebih mampu mengakomodasi kebutuhan pengembang aplikasi kripto di masa depan, maka kamu bisa memilih Polkadot.

    Tapi, kalau kamu percaya akan masa depan teknologi keduanya, kenapa tidak memilikinya sekaligus? Nah, untungnya, kamu bisa memiliki DOT dan ADA di aplikasi Pluang. Yuk, miliki kedua koin itu sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Polkadot, Cardano, Nasdaq, Investing.com, Coinmarketcap



    Sumber : pluang.com

  • Kenapa Reksadana Pendapatan Tetap Sedang Naik Daun di 2021?

    Di saat pandemi yang penuh dengan ketidakpastian seperti saat ini, Reksadana Pendapatan Tetap atau RDPT jadi pilihan para investor dalam negeri.

    Hal ini terlihat dari jumlah porsi Reksadana Pendapatan Tetap terhadap seluruh total Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana di Indonesia. Data Otoritas Jasa Keuangan per Juni 2021 memperlihatkan, NAB reksadana jenis ini mengambil porsi 26,72% dari total NAB total sebesar Rp536,1 triliun. Persentase ini naik dibandingkan Januari yakni 24,04%.

    Lantas, apa saja sih hal-hal yang membuat reksadana ini naik daun sepanjang tahun ini? Yuk, simak bersama!

    Baca juga: 7 Kiat Memilih Manajer Investasi yang Tepat Untuk Reksadana

    NAB Susut, Reksadana Pendapatan Tetap Malah Tumbuh

    Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total NAB (NAB) reksadana pendapatan tetap telah tumbuh 4,3% sejak Januari hingga Juni lalu. Sementara itu, pada periode yang sama, total NAB dari semua jenis reksadana justru mengalami penyusutan 6,1%.

    Hal tersebut bisa terlihat pada tabel di bawah ini.

    Tak hanya itu, dari total NAB reksadana per Juni 2021 senilai Rp536,1 triliun, RDPT mengambil porsi terbesar dari NAB total, yakni 26,72%. Menyusul berikutnya adalah reksadana saham dan pasar uang yang masing-masing mengambil 22,78% dan 19,25% dari NAB keseluruhan.

    Data ini merepresentasikan masih tingginya animo investor dalam negeri untuk tetap berinvestasi, meski instrumen yang dipilih ialah instrumen yang terbilang aman. Lantas, mengapa sih pilihan mereka jatuh kepada RDPT?

    Baca juga: Yuk, Coba Diversifikasi Investasi dengan Teori Markowitz. Apakah Itu?

    Alasan Reksadana Pendapatan Tetap Gemilang di Tahun Ini

    Ahli reksadana tanah air menyebut terdapat dua alasan kenapa reksadana pendapatan tetap terbilang kian populer belakangan ini. Apa saja alasan tersebut?

    1. Selera Risiko Investor yang Kian Risk Averse

    Praktisi reksadana Ezra Nazula mengatakan, reksadana pendapatan tetap sedang digemari lantaran fluktuasinya tak terlalu kencang. Maklum, di saat situasi ekonomi yang tak menentu di tengah pandemi COVID-19, investor pasti akan mencari instrumen yang “pasti-pasti saja”.

    Apalagi, imbal hasil RDPT pun terbilang lebih unggul dibanding aset berisiko rendah lainnya, seperti deposito.

    Contohnya, produk reksadana pendapatan tetap di Pluang, UOB Dana Membangun Negeri, memiliki return 10,5% per tahun per 29 Juli 2021. Sementara itu, tingkat bunga deposito perbankan berada di bawah 5% di periode yang sama. Melihat data ini, tentu saja investor sudah bisa menambatkan pilihannya, bukan?

    2. Rezim Suku Bunga Rendah

    Sejak tahun lalu, Bank Indonesia selalu memasang sikap dovish. Terakhir, otoritas moneter itu memasang suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) pada level 3,5%.

    Nah, dalam hal ini, praktisi reksadana Rudiyanto mengatakan bahwa era suku bunga rendah dapat memberi angin segar kepada instrumen obligasi, yang menjadi underlying asset reksadana pendapatan tetap. Apa sebabnya?

    Pertama, ketika suku bunga rendah, investor tentu akan memilih instrumen investasi lain ketimbang menaruh uang di bank. Namun, pilihan mereka tidak jatuh ke saham. Sebab, selain volatilitasnya yang tinggi, aspek fundamental perusahaan ikutan diuji kala pandemi melanda. Apalagi, perusahaan lapis kedua dan ketiga.

    Satu-satunya pilihan yang masih menjanjikan adalah obligasi, termasuk surat utang pemerintah. Kebetulan, obligasi sendiri adalah aset dasar dari RDPT, sehingga instrumen ini cocok bagi mereka yang sedang “main aman” kala pandemi.

    Kedua, suku bunga rendah meningkatkan harga obligasi, yang menjadi underlying asset reksadana jenis ini. Sehingga, hal itu pun akhirnya bikin RDPT punya pertumbuhan kinerja yang gemilang.

    Penjelasannya seperti ini, Sobat Cuan. Era suku bunga rendah tidak hanya memengaruhi suku bunga bank, melainkan juga menurunkan yield surat utang.

    Nah, jika yield turun, maka harga obligasi cenderung meningkat. Sebab, sesuai teorinya, yield selalu bertolak belakang dengan harga obligasi. Alasan ini pula yang membuat investor mulai beralih pada reksadana pendapatan tetap.

    Situasi ini memang ideal bagi pertumbuhan reksadana pendapatan tetap yang bisa terus positif. Tapi, bagaimana sih prospek ke depannya?

    Baca juga: Pinjaman Kripto Vs Pinjaman Bank, Mana yang Lebih Menguntungkan?

    Prospek Reksadana Pendapatan Tetap

    Tahun 2020 merupakan tahun kejayaan RDPT yang masih berlanjut hingga tahun ini. Hal ini dipicu dengan pemangkasan suku bunga yang masif saat itu guna memberi stimulus moneter kepada dunia usaha yang terdampak Pandemi COVID-19.

    Namun, era ini tidak mungkin berlangsung selamanya. Apalagi The Fed mulai mengirim sinyal tapering pada tahun 2023 menyusul tingginya inflasi di negaranya.

    Jika pemangkasan suku bunga tidak lagi agresif, kemungkinan kinerja reksadana pendapatan tetap tidak lagi dapat setinggi tahun 2020.

    Meski begitu, setidaknya hingga Juli 2021, RDPT tetap menjadi bintang di hati para investor domestik. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan year-to-date 0,67%. Optimisme ini didukung juga oleh kinerja obligasi korporasi yang naik 3,02% dan surat utang pemerintah yang naik 2,09% pada periode yang sama.

    Karenanya, diperkirakan RDPT akan tetap menarik terutama didorong oleh kinerja obligasi korporasi yang diuntungkan oleh era suku bunga rendah.

    Jadi bagaimana Sobat Cuan? Apakah kamu makin tertarik berinvestasi di reksadana pendapatan tetap? Yuk, segera investasi di produk reksadana Pluang, UOB Dana Membangun Negeri, sekarang! Apalagi kamu bisa mendapatkannya mulai dari Rp15.000 saja, lho!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Kontan, Bareksa, OJK



    Sumber : pluang.com

  • Waspada Sobat Cuan! Simak Cara Hindari Scam Saat Yield Farming Berikut!

    Mencari cuan lewat yield farming memang menggiurkan sekali nih, Sobat Cuan. Namun pada prinsipnya, apapun yang berpotensi menghasilkan keuntungan besar juga berisiko besar. Pada yield farming, potensi risiko paling besar itu bernama penipuan alias scam.

    Banyak skema yield farming scam yang siap mengelabui kamu jika kurang teliti dalam memilih ladang bercocok tanam cuan. Biasanya mereka menjebak dengan memberi iming-iming imbal hasil yang cukup besar.

    Tapi, jangan masuk ke jebakan betmen ya, Sobat Cuan. Yuk, kenalan dengan jenis-jenis skema yield farming scam yang mengintai para pemburu cuan di kolam likuiditas.

    Seperti Apa Modus Yield Farming Scam?

    Yield farming adalah aktivitas dalam ekosistem decentralized finance di mana kamu bisa meminjamkan aset kripto yang kamu miliki dalam liquidity pools, alias “wadah” penampungan aset kripto bagi mereka yang gemar menabung aset digital satu ini.

    Nah, sebagai balas jasa atas kesedianmu meminjamkan sang aset kripto, kamu nantinya akan mendapatkan imbal hasil (yield). Imbal hasil ini biasanya berupa komisi (fee) yang disepakati sesuai smart contratcs dengan penyedia liquidity pools.

    Imbal hasil yield farming terbilang tinggi, Sobat Cuan. Bahkan menurut data CoinGecko, beberapa liquidity pool bisa memberimu imbal hasil lebih dari 20% per tahun, lho.

    Tapi, justru di bagian inilah kamu perlu berhati-hati. Sebab, jika kamu salah memilih liquidity pool, maka itu akan menjadi celah bagi oknum tertentu untuk menggondol aset kriptomu!

    Biasanya, liquidity pool bodong tersebut akan merayumu dengan iming-iming return yang tinggi. Tujuannya, tentu saja agar kamu mau menempatkan banyak aset kripto di wadah tersebut.

    Setelahnya, sang pengelola liquidity pool akan mencolong aset kriptomu ketika mereka akan menukarkan aset kripto setoranmu ke dalam denominasi koin lain yang dibutuhkan oleh nasabah liquidity pool. Biasanya, liquidity pool nakal ini akan membebanimu rasio konversi yang cukup tinggi, sehingga nilai saldo kamu di sana akan ludes seketika.

    Hanya saja, perlu dicatat bahwa tidak semua proyek yang menggunakan kolam likuiditas untuk konversi kripto merupakan proyek yield farming scam. Namun, skema ini rentan dijadikan celah untuk mengelabui “petani cuan” pemula yang belum paham betul cara kerja pools.

    Baca juga: Mengenal Konsep Wrapped Token dalam Kancah Kripto. Apakah Itu?

    Contoh Yield Farming Scam

    Setelah kamu mengetahui modusnya, kini saatnya kamu memahami ilustrasi dari contoh penipuan di jagat kripto itu. Melihat contoh ini cukup penting lantaran skema penipuannya terlihat “normal”, sehingga yang tidak jeli bisa dikibuli.

    Misalnya saja, salah satu liquidity pools menetapkan USDT dan Ether dalam proyek baru dengan tingkat imbal hasil tinggi. Lalu pools lain menawarkan proyek koin baru yang nyaris tidak berharga, sebut saja token X. Tapi pada situs resmi sang liquidity pool, ternyata kamu bisa menukar token tidak berharga ini dengan Ether, atau bahkan Tether.

    Demi menarik minat investor, pool bodong ini pun menawarkan yield yang bombastis, bahkan terkadang mencapai 3000%. Akhirnya, mereka yang punya Ether atau Tether akan tergoda untuk menukarknya ke token X tersebut, bukan?

    Setelah semua Ether atau Tether menjelma menjadi token X, maka liquidity pool hanya akan berisikan token yang tak berharga tersebut.

    Kamu bisa menebak bahwa sang empunya pool akan bergelimang Ether dan Tether. Kamu yang merasa terjebak tentu berpikir akan segera menukar token X tersebut dengan Ether atau Tether kembali, kan?

    Eits, sayangnya kamu sudah terjebak. Untuk kembali mendapatkan Ether atau Tether yang sudah disetorkan, kamu harus menukar token X itu dengan rasio perbandingan harga yang jauh lebih mahal ketimbang saat kamu menyetor kriptomu ke liquidity pool tersebut.

    Baca juga: Yuk, Simak Panduan Gunakan Bollinger Bands Untuk Trading Kripto!

    Cara Menghindari Yield Farming Scam

    Tentunya kamu tak ingin terjebak dalam situasi demikian, bukan? Untungnya, di bawah ini ada tips dari Clem Chambers, CEO situs investasi swasta ADVFN.com, agar kamu bisa mengenali yield farming scam dan proyek betulan.

    Nah, dalam hal ini, kamu perlu mempertanyakan empat pertanyaan sakti ini sebelum memilih proyek untuk yield farming.

    1. Apakah proyeknya eksis dan dapat betul-betul digunakan? Jika ya berikan satu ceklist.

    2. Apakah proyeknya inovatif? Jika ya, jangan ragu lagi!

    3. Apakah orang-orang dibalik proyeknya adalah anonim atau riil? Jika riil berikan satu lagi ceklist.

    4. Apakah tim proyek pernah melakukan proyek lain sebelumnya? Jika ya, tambahkan lagi stau ceklist.

    Terakhir, periksa ceklist kamu lalu pertimbangkan baik dan buruknya! Kamu juga bisa mengecek validitas suatu proyek yield farming dalam data base ini.

    Pastikan bahwa peluang untung dari hasil persentase tahunan (annual percentage yield/APY) yang ditawarkan tidak membutakan kamu untuk membedakan proyek scam dan proyek betulan ya, Sobat Cuan. Tetap cari proyek bertani cuan yang aman, salah satunya di Pluang Cuan!

    Dengan menggunakan Pluang Cuan, kamu bisa mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun dengan menabung ETH atau Bitcoin milikmu. Yuk, nikmati cuan kripto secara nyantai di Pluang Cuan sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Forbes



    Sumber : pluang.com

  • Mengapa Indeks SP 500 Saat Ini Berisikan 505 Saham?

    Indeks S&P 500 dikenal karena perusahaan beraset jumbo yang ada di dalamnya. Sang empunya indeks, Standard & Poor Global, menjuluki indeks tersebut demikian lantaran terdapat 500 perusahaan yang bernaung di dalamnya.

    Hanya saja, setelah diteliti, ternyata indeks S&P 500 tidak saklek berisikan 500 saham. Namun, indeks ini ternyata berisikan 505 saham. Lantas, kenapa kondisi itu bisa terjadi?

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan 11 Sektor di Indeks S&P 500!

    Mengapa Ada 505 Saham di Indeks S&P 500?

    Indeks S&P 500 memang berisikan 500 perusahaan di dalamnya. Namun, lima diantaranya ternyata punya dua macam saham di dalam indeks tersebut alias multiple stocks.

    Adapun, perusahaan-perusahaan yang memiliki saham ganda di indeks S&P 500 adalah:

    1. Google memiliki kelas saham A dengan kode saham GOOG dan kelas saham B dengan kode GOOGL.
    2. Fox Corporation dengan ticker FOXA dan FOX
    3. Discovery Communication Inc dengan kode saham DISCK dan DISCA
    4. News Corporation dengan kode saham NWSA dan NWS dan
    5. Under Armour dengan kode saham UAA dan UA

    Satu perusahaan bisa memiliki multiple stocks atas alasan yang berbeda-beda. Tetapi, pada umumnya, perusahaan membagi jenis sahamnya berdasarkan kelas-kelasnya. Di mana, masing-masing kelas saham itu punya peruntukkan yang berbeda. Misalkan, kelas saham A diperuntukkan bagi investor baru sementara kelas B ditujukan bagi investor yang sudah lama.

    Nah, karena tujuan masing-masing kelas saham berbeda, maka penggenggam masing-masing saham tersebut juga punya mekanisme hak suara yang berbeda ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan digelar.

    Ambil contoh Google, yang memiliki dua kelas saham di S&P 500. Perusahaan teknologi ini melempar saham kelas A ke publik, namun saham kelas B ditujukkan bagi manajemen dan pihak pemangku kebijakan di korporasi tersebut.

    Keduanya sama-sama punya hak suara dalam RUPS, meski memang proporsinya terbilang berbeda. Pemegang saham kelas publik dianggap punya kekuatan suara lebih rendah dibandingkan kelas saham yang pemegangnya terbatas.

    Nah, karena hak suara antar saham berbeda, makanya dividen yang dibagikan pun berbeda. Sudah jelas, mereka yang punya hak suara lebih tinggi tentu akan diganjar jumlah dividen yang lebih mumpuni.

    Mengapa Pembagian Dua Kelas Saham Terjadi?

    Sejatinya, pembagian jenis saham ke beberapa kelas ini lumrah terjadi di pasar modal. Tujuannya, agar pendiri perusahaan (atau mungkin beserta keturunannya) tidak akan kehilangan kendali atas perusahaan tersebut ketika sahamnya sudah dilempar ke publik.

    Hal ini bisa terlihat di beberapa perusahaan seperti Ford dan perusahaan milik sang begawan saham Warren Buffett Berkshire Hathaway.

    Mereka memiliki dua kelas saham, di mana salah satunya ditujukan khusus bagi manajemen dan keluarga sang pendiri perusahaan. Mereka punya hak suara kuat meskipun kepemilikan saham secara total di korporasi tersebut terbilang mini.

    Hanya saja, penerbitan saham berdasarkan kelas ini terbilang cukup kontroversial. Para pendukung gagasan ini percaya bahwa pembagian saham berdasarkan kelas-kelas akan membuat pendiri perusahaan leluasa dalam melakukan aksi korporasi. Namun, penentang gagasan ini percaya bahwa hal itu malah menyebabkan ketidakadilan.

    Tapi, praktik seperti itu telah terjadi. Bahkan, telah berhasil terdaftar ke indeks S&P 500.

    Baca juga: Penasihat Keuangan yang Investasi di Aset Kripto Tumbuh 50% di 2020

    Sejak Kapan Indeks S&P 500 Berisikan 505 Saham?

    Indeks S&P 500 mulai memiliki 505 saham terdaftar sejak September 2015. Kala itu, S&P Global memperkenalkan metodologi perhitungan indeks baru yang memperkenankan perusahaan pemilik multiple stocks untuk mempunyai dua atau lebih kelas saham di indeks tersebut.

    Adapun penilaiannya dilakukan berdasarkan dua hal utama: likuditas saham dan kapitalisasi pasar. Dengan kata lain, dalam menambahkan kelas saham baru ke indeks S&P 500, S&P Global mempertimbangkan nilai kapitalisasi pasar perusahaan tersebut namun mengukur likuiditas dari saham tambahan tersebut.

    Sebelum metodologi ini diperkenalkan, sudah ada Google dan Discovery Communication yang memiliki dua kelas saham di indeks S&P 500. Namun, sistem seleksi baru itu akhirnya meloloskan tiga perusahaan, yakni Comcast Corp, Twenty-First Century Fox Inc, dan News Corp untuk mencantumkan satu kelas saham tambahan di indeks tersebut.

    Hanya saja, aturan tersebut sudah tidak lagi berlaku sejak 2017. Alasannya sederhana, karena jika itu terus berlaku, maka investasi di perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 tidak lagi menarik.

    Seluruh investor, baik pemodal jumbo maupun investor ritel, tentu ingin punya hak suara dalam menentukan aksi korporasi perusahaan jagoannya. Sayangnya, sistem multiple stocks tersebut dianggap sebagai penghambat untuk memberikan hak suara yang dimaksud.

    Tetapi, aturan tersebut tidak berlaku surut. Jadi, perusahaan yang sudah lebih dulu menerapkan aturan kelas saham sebelum adanya aturan tersebut tetap masuk dalam indeks S&P 500.

    Nah, menarik bukan, Sobat Cuan? Fakta menarik lainnya dari indeks S&P 500 adalah kamu hanya bisa mendapatkannya di aplikasi Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa mengakses cuan dari 500 perusahaan top Amerika Serikat tersebut hanya dalam satu genggaman saja. Pastinya praktis, aman, dan cuan!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Thefipharmacist, Investopedia, S&P Global



    Sumber : pluang.com

  • Pluang Web Trading

    Pluang Web Trading kini dilengkapi dengan fitur trade on chart yang lebih canggih loh, Sobat Cuan. Sambil melakukan analisis di chart, kamu bisa langsung memasang order aset yang kamu mau dengan tipe market order maupun advanced order

    Kamu dapat memanfaatkan market order untuk eksekusi transaksi yang ringkas dan cepat. Selain itu, terdapat juga fitur advanced order yang memungkinkan kamu menerapkan limit dan stop serta perpaduan keduanya pada order kamu. Fitur ini menawarkan pelayanan transaksi yang lebih cepat dan aman bagi kamu pengguna setia platform Pluang.



    Sumber : pluang.com

  • Options Trading 101

    © 2026 Pluang. All rights reserved.

    Pluang adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Bumi Santosa Cemerlang, dengan misi membuka akses lebih luas terhadap beragam kelas aset melalui produk investasi mikro secara mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

    Peraturan Perdagangan menurut Kelas Aset:

    The Plaza Office Tower 15th Floor Unit 15B-C, Jl. MH Thamrin Kav 28-30, Gondangdia, Menteng, Central Jakarta, DKI Jakarta, 10350



    Sumber : pluang.com

  • Unik Dibanding Koin Lain, Simak 5 Fakta Unik Koin Ripple Berikut!

    Jagat cryptocurrency memang luas ukurannya. Altcoin pun bertaburan jumlahnya. Kadang, mereka yang baru memasuki kancah kripto pun sulit mengetahui jenis-jenis dan manfaat aset kripto yang berada di luar sana.

    Meski demikian, terdapat satu cryptocurrency yang paling unik di antara lainnya, yakni XRP. Bahkan, keunikan karakteristik koin kripto besutan Ripple mungkin jarang ditemukan di cryptocurrency lainnya.

    Komunitas kripto mungkin hanya mengenal XRP sebagai salah satu aset kripto terpopuler. Tak heran, sebab koin ini sekarang menduduki posisi ke-6 di CoinMarketCap untuk urusan kapitalisasi pasar yang kini menyentuh US$34,88 miliar.

    Penggemar cryptocurrency mungkin juga hanya mengenal XRP sebagai aset kripto dengan pertumbuhan nilai paling moncer. Pada 2018 lalu, XRP sempat menghebohkan jagat kripto karena nilainya berhasil menembus 59.000% dalam setahun. Yakni dari US$0,006 menjadi US$3,60 per kepingnya.

    Padahal, sebenarnya koin XRP juga punya karakteristik yang mantap lho Sobat Cuan, yang mungkin jarang sekali dikenal orang. Nah, apa saja sih karakteristik unik XRP yang jarang ditemukan di cryptocurrency lainnya?

    Mengenal 5 Fakta Unik XRP

    1. Koin Ripple adalah Satu-Satunya Token yang Dirancang Khusus Untuk Lembaga Keuangan

    Seperti diketahui, ada 5000-an token dan koin yang diperdagangkan di bursa kripto. Namun, hanya XRP yang dilahirkan dengan tujuan yang jelas. Ya, XRP dibangun khusus untuk perusahaan agar bisa melakukan transfer nilai.

    Hal itu menjadikan Ripple, yang notabene adalah perusahaan layanan pembayaran di industri keuangan, bisa memanfaatkan blokchain XRP untuk melakukan transfer yang dengan cepat dan aman. Dengan kata lain, XRP menjadi satu dari sedikit aset digital yang punya manfaat jelas (use case) di kancah kripto.

    Baca juga: Terlihat Serupa, Apa Perbedaan Yield Farming dan Liquidity Mining?

    2. Koin Ripple Memiliki Skalabilitas Transaksi yang Tinggi

    XRP juga adalah salah satu aset digital yang punya skalabilitas transaksi mumpuni. Sebab, buku besar XRP di sistem blockchain-nya mampu menangani 1.500 transaksi per detik selama 24 jam dan tujuh hari dalam seminggu.

    Bahkan, kemampuan transaksi XRP hampir bisa disandingkan dengan perusahaan jasa pembayaran konvensional seperti Visa yang memproses 2.000 transaksi per detik.

    3. Jembatan Mata Uang Fiat

    Beberapa koin digital, seperti Bitcoin, bertujuan untuk menggeser dominasi mata uang fiat sebagai alat pembayaran. Namun, tidak demikian untuk XRP. Justru, XRP hadir sebagai jembatan mata uang fiat dengan aset digital.

    Selama ini, XRP sudah bekerja dengan lebih dari 10 pelayanan transfer digital di seluruh dunia untuk mengirimkan mata uang fiat lintas batas dan secara efisien. Sebab, XRP membutuhkan waktu settlement transaksi selama 4 detik saja, dibandingkan dengan menggunakan jasa keuangan konvensional yang butuh waktu tiga hingga lima hari demi melakukan hal tersebut.

    4. Koin Ripple Adalah Aset Digital yang Ramah Lingkungan

    XRP bukanlah aset kripto yang “ditambang” layaknya Bitcoin. Sehingga, memproduksinya pun tidak membutuhkan daya komputasi yang besar plus tenaga listrik yang luar biasa.

    Sehingga, jika biaya produksi satu Bitcoin setara dengan kebutuhan listrik memberi daya pada 3,67 rumah di Amerika Serikat selama satu hari, maka XRP tidak membutuhkan itu semua.

    5. Mendapat Pengakuan dari World Economic Forum

    Pada 2020 lalu, World Economic Forum mendapuk XRP sebagai cryptocurrency paling relevan di dunia ini seiring niatan beberapa bank sentral global yang tengah mempersiapkan koin digital besutannya sendiri (CBDC).

    Menurut laporan itu, XRP dianggap sebagai aset kripto yang relevan dalam memfasilitasi CBDC dalam melaksanakan transaksi wholesale, utamanya dalam transaksi intra atau antar bank.

    Baca juga: Terlihat Serupa, Apa Perbedaan Koin dan Token di Kancah Kripto?

    Benar-benar karakteristik koin yang sangat unik ya, Sobat Cuan. Sebagai informasi, kamu bisa mendapatkan XRP sekarnag juga di aplikasi Pluang! Selain XRP, kamu juga bisa mendapatkan koin alternatif unggulan lainnya seperti ETH, BNB, DOT, dan ADA.

    Yuk, dapatkan XRP di Pluang sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Ripple, Daily HODL



    Sumber : pluang.com

  • Crypto Futures 101

    © 2026 Pluang. All rights reserved.

    Pluang adalah aplikasi finansial yang dikelola dan dikembangkan oleh PT Bumi Santosa Cemerlang, dengan misi membuka akses lebih luas terhadap beragam kelas aset melalui produk investasi mikro secara mudah, aman, dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

    Peraturan Perdagangan menurut Kelas Aset:

    The Plaza Office Tower 15th Floor Unit 15B-C, Jl. MH Thamrin Kav 28-30, Gondangdia, Menteng, Central Jakarta, DKI Jakarta, 10350



    Sumber : pluang.com

  • Pluang Raih Total Pendanaan US$55 Juta Sepanjang Tahun Ini

    Pluang, perusahaan rintisan wealth tech inovatif di Indonesia yang menyediakan akses terhadap beragam kelas aset secara praktis melalui produk mikro investasi sejak 2019, hari ini mengumumkan telah meraih pendanaan tambahan sebesar US$35 juta. Jika ditambah dengan pendanaan sebesar US$20 juta yang diraih Maret lalu, maka total pendanaan yang sudah Pluang himpun mencapai US$55 juta sepanjang tahun ini.

    Pendanaan ini dipimpin oleh Square Peg dan memiliki konsorsium yang beranggotakan Susquehanna International Group (SIG), UOB Venture Management, beserta investor existing Pluang, termasuk Go-Ventures dan Openspace Ventures

    “Kami beruntung terus menambah investasi kami di Pluang pada setiap seri pendanaannya, menjadikan Pluang sebagai salah satu portofolio utama kami. Kami selalu kagum atas inovasi produk, pertumbuhan bisnis Pluang, dan unit ekonomi yang terbaik di kelasnya. Kami berharap untuk terus bekerja sama dengan tim Pluang dalam tahun-tahun mendatang,” ujar Partner Go-ventures Aditya Kamath.

    Pluang akan menggunakan dana tersebut untuk mempercepat peluncuran produk baru guna memenuhi permintaan konsumen yang terus bertumbuh. Pluang juga akan memanfaatkan pendanaan tersebut demi merekrut orang-orang terbaik, untuk mencapai misi Pluang yaitu membantu semua orang merasakan serunya berinvestasi secara bijak

    Saat ini, Pluang menyediakan akses investasi emas, Micro E-Mini Index Futures, reksa dana, dan aset kripto kepada investor ritel Indonesia. Pluang memiliki aneka kelas aset yang lebih beragam dibanding perusahaan rintisan wealth-tech lainnya di Indonesia. Pluang pun memungkinkan penggunanya untuk menabung dan berinvestasi mulai dari Rp10.000 di beragam aset investasi hanya melalui satu aplikasi saja, sehingga pengguna bisa berinvestasi dengan mudah dan tanpa hambatan.

    Diversifikasi adalah kunci utama bagi investor pemula untuk belajar meminimalisasi risiko dalam berinvestasi. Pluang berkomitmen untuk selalu berada di garda terdepan agar investor dapat melakukan diversifikasi portofolionya secara praktis.

    Indonesia adalah negara dengan tingkat literasi keuangan yang masih cukup rendah. Pluang selalu menekankan kepada para penggunanya pentingnya edukasi tentang investasi dan penciptaan kekayaan jangka panjang. Untuk membawa perbedaan, Pluang percaya bahwa pengembangan pendidikan finansial membutuhkan kerja sama dengan ekosistem mitra bisnis yang memiliki jumlah konsumen besar.

    Pluang terpilih untuk menyediakan mini-apps di dalam ekosistem perusahaan teknologi besar, termasuk Gojek, Dana, dan Bukalapak. Pluang berencana menambah kemitraan dengan mitra bisnis lainnya di masa depan.

    Pendiri Pluang, Claudia Kolonas dan Richard Chua, terinspirasi untuk mendirikan Pluang setelah mengikuti kelas Business at the Base of the Pyramid ketika keduanya menempuh pendidikan MBA di Harvard Business School. Claudia adalah sosok yang berpengalaman di industri jasa keuangan Indonesia, sementara Richard adalah serial-entrepreneur di bidang edukasi dengan latar belakang pengalaman di Google dan Bain.

    “Kami terkesan dengan visi Claudia dan Richard untuk membuka akses terhadap penciptaan kekayaan bagi masyarakat Indonesia, dan kesadaran mereka untuk memperbaiki literasi finansial di Indonesia,” jelas Partner Square Peg, Tushar Roy.

    “Dalam membangun Pluang, Claudia dan Richard mengkombinasikan pengetahuan yang dalam tentang pasar Indonesia dengan pengetahuan tentang manajemen kekayaan dan pendidikan finansial. Kami sangat antusias menanti gebrakan baru berikutnya yang akan mereka perkenalkan ke pasar Indonesia,” imbuhnya.

    Pluang Siapkan Kompetisi Berhadiah Rp55 Juta

    Pluang menyadari bahwa pengguna setianya memiliki peran utama dalam membantu perusahaan mencapai tonggak sejarah baru ini. Sejak didirikan 2019 lalu, hampir 3 juta orang telah mendaftar di Pluang. Pluang mampu menorehkan capaian tersebut dengan biaya operasional yang efisien.

    Sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Sobat Cuan, Pluang akan menghelat kompetisi foto funding giveaway dengan total hadiah mencapai Rp55 juta! Informasi lebih lanjut akan diumumkan melalui Instagram resmi Pluang @pluang_id.





    Sumber : pluang.com

  • Mengenal 2 Jenis Chart dalam Analisis Teknikal

    Line Chart

    Line chart adalah grafik dalam bentuk garis yang diciptakan dengan menghubungkan harga penutupan sebuah aset di setiap periode yang digunakan dalam grafik tersebut.

    Sebagai contoh, grafik harian adalah garis yang menghubungkan harga-harga penutupan sebuah aset setiap harinya. Sementara itu, grafik per jam merupakan garis yang menyambungkan harga sebuah aset di setiap jamnya.

    Pelaku pasar biasanya menggunakan line chart untuk memvisualisasikan pergerakan harga aset. Melalui grafik ini, mereka bisa membaca reli dan tren harga sebuah aset beserta reaksi pelaku pasar terhadap tren tersebut.

    Sobat Cuan bisa menengok contoh line chart di grafik nilai harian indeks S&P 500 antara 2017 hingga 2021 berikut.

    analisis teknikal

    Dari grafik tersebut, Sobat Cuan bisa mengetahui kapan tren harga sebuah aset terus meningkat (bull market), menurun (bear market), atau mengalami reli. Grafik ini membantu kamu memahami kondisi pasar yang terjadi saat ini sehingga kamu bisa membuat keputusan investasi yang tepat.

    Baca juga: Kenali 5 Pola Candlestick Sebagai Petunjuk Trading bagi Pemula

    Candlestick Chart

    Candlestick chart adalah grafik yang menunjukkan harga aset tertinggi dan terendah serta harga pembukaan dan penutupan sekaligus di satu rentang periode tertentu. Makanya, bentuknya pun jauh berbeda dengan line chart.

    Candlestick chart sendiri melintang vertikal yang terdiri dari dua bagian utama, yakni badan dan “batang” yang menjulang di atas dan bawah. Bagian badan menggambarkan posisi harga aset saat pembukaan dan penutupan, sementara bagian batang menggambarkan titik harga terendah dan tertinggi sepanjang sesi perdagangan.

    Agar mempermudah investor melihat arah pergerakan harga, grafik candlestick umumnya memiliki dua warna, yakni hijau dan merah. Grafik candlestick hijau melambangkan bahwa harga aset tengah naik dalam periode tersebut, sementara warna merah melambangkan penurunan harga.

    Nah, untuk lebih mudah memahami candlestick, Sobat Cuan bisa menyimak gambar berikut!

    analisis teknikal
    Grafik candlestick saat tren harga naik
    analisis teknikal
    Grafik candlestick saat tren harga turun

    Seperti apa definisi atas grafik di atas? Simak penjelasannya berikut!

    1. Harga pembukaan (open). Titik ini berada di posisi bawah badan candlestick jika harga aset terpantau terus meningkat. Sebaliknya, titik ini akan berada di posisi atas badan candlestick jika tren harga aset terus melandai.
    2. Harga tertinggi (high). Titik ini terletak di puncak paling atas batang candlestick.
    3. Harga terendah (low). Titik ini terletak di ujung paling bawah batang candlestick.
    4. Harga penutupan (close). Ini merupakan kebalikan dari harga pembukaan. Titik ini akan berada di posisi atas badan candlestick jika harga aset meningkat dan berlaku sebaliknya.

    Agar kamu lebih memahami soal grafik candlestick, yuk perhatikan contoh grafik candlestick dalam analisis teknikal nilai indeks Nasdaq 100 antara Januari hingga Juli 2021 berikut.

    Grafik di atas memperlihatkan warna merah dan hijau secara selang-seling, yang menunjukkan fluktuasi nilai indeks tersebut. Namun, ada kalanya grafik berwarna hijau terus menerus dan ada masanya grafik tersebut berwarna merah secara berurutan. Nah, warna-warna yang muncul secara berentetan tersebut menunjukkan arah pergerakan nilai indeks Nasdaq 100.

    Sebagai contoh, sebagian besar badan grafik candlestick berwarna hijau antara Mei hingga Juli, yang mengindikasikan bahwa tren nilai indeks Nasdaq 100 tengah menanjak. Kemudian, beberapa elemen tambahan di badan candlestick tersebut memberikan info lainnya terkait tingkat volatilitas nilai tersebut.

    Badan candlestick yang panjang, misalnya, menunjukkan perubahan harga yang ekstrem dari awal hingga akhir sesi perdagangan. Sementara itu, batang candlestick yang panjang menunjukkan seberapa parah harga berfluktuasi dalam rentang waktu tersebut.

    Tak hanya itu, pelaku pasar juga bisa meramal arah pasar hanya dengan melihat pola candlestick tertentu.

    Seperti yang terlihat pada grafik di atas, terdapat satu candlestick yang terlihat seperti palu lantaran memiliki badan yang pendek namun dengan batang yang panjang. Nah, pola tersebut disebut dengan “hammer candlestick”, yakni sebuah pola yang sering dianggap pelaku pasar sebagai pertanda bahwa tren harga aset akan berbalik arah dari menurun menjadi meningkat.

    Jika terdapat pola seperti itu, maka ada baiknya Sobat Cuan segera masuk ke pasar untuk mendulang cuan.

    Mending Line Charts atau Candlestick di Analisis Teknikal?

    Kini, kamu sudah memahami line charts dan grafik candlestick. Hanya saja, grafik manakah yang perlu kamu pilih?

    Kamu bisa menggunakan line chart untuk membaca kesimpulan singkat mengenai pergerakan harga. Hanya saja, line chart tidak bisa membaca data-data selain data titik harga penutupan.

    Sementara itu, grafik candlestick dapat memberikanmu data terkait perjalanan harga sebuah aset di setiap periodenya.

    Namun, apapun jenis grafiknya, seluruh grafik trading memiliki rentang waktunya sendiri baik dalam hitungan menit, jam, harian, bulanan, atau tahunan. Sehingga, baik menggunakan line chart atau candlestick dalam analisis teknikal, kamu tetap bisa melihat perjalanan harga sebuah aset.

    Baca juga: Gak Bisa Baca Candlesticks? Simak Cara Bacanya Bagi Pemula di Sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com